Sign in to follow this  
ikankering

Banyuwangi Festival

3 posts in this topic

Rekan-rekan sekalian, dalam rangka menyambut hari jadinya kota Banyuwangi yang ke-241, selama bulan November - Desember akan ada festival di sana dengan bermacam-macam event di dalamnya. Nich posternya:

baliho.jpg

untuk teman-teman yang berlokasi di wilayah sana, atau pengen liat yang unik-unik.. terutama untuk teman-teman fotografer nich biasanya pasti pada niat ikut yang acara-acara festival begini, coba datang aja ke kota ini di waktu event. Kalau untuk yang suka musik, mungkin bisa tuh ikut yang waktu ada band Ungu, atau yang jazz festival, keliatannya sich cukup menarik. Info lebih lengkap liat di web: http://www.banyuwangikab.go.id/banyuwangi-festival.html

(saya cuma bantu sebarin info, bukan marketing atau panitianya ya :P )

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H buat Jalan2ers yang merayakan! Taqoballahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal aidzin wal faidzin Mohon maaf lahir dan bathin jika selama ini ada salah-salah kata, baik yang disengaja maupun tidak.
      Setelah beberapa hari absen menulis karena mudik, saya kangen sharing-sharing info lagi di blog sederhana ini. Berhubung masih dalam suasana mudik, kali ini saya ingin sharing info festival khas Jepang yang melibatkan tradisi mudik. Eits, jangan salah. Di Jepang juga ada tradisi mudik lho. Jika di Korea tradisi mudik biasa dilakukan saat perayaan Chuseok (bisa dibaca disini: Mengenal Chuseok, Thanksgiving ala Korea Selatan) dan Seollal (Lunar New Year), maka di Jepang tradisi mudik biasa dilakukan menjelang perayaan Obon atau Obon Festival. Apakah Obon Festival itu?
      Sekilas tentang Obon Festival
      Obon Festival, biasa disebut Obon atau Bon saja, merupakan salah satu festival khas agama Budha yang bertujuan untuk menghormati arwah leluhur. Perayaan ini diangkat dari kisah Maha Maudgalyayana (Mokuren), salah seorang murid Budha yang telah kehilangan ibunya untuk selamanya. Mokuren memiliki penglihatan jika arwah sang ibu menderita, dan dia pun akhirnya bertanya pada Budha bagaimana caranya menolong sang ibu. Budha kemudian memerintahkannya melakukan beberapa ritual melalui pendeta Budha yang telah selesai menjalankan retret musim panas mereka. Mokuren menuruti perintah tersebut, dan dia lalu melihat arwah ibunya kini jauh lebih bahagia. Ritual tersebut kemudian disebarluaskan dan dilakukan oleh banyak orang, dan dikenal dengan nama Obon.
      Kapan perayaan Obon itu?
      Obon dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda di seluruh Jepang, walau biasanya berkisar antara bulan Juli dan Agustus. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya perubahan sistem penanggalan Jepang. Semula Jepang menganut kalender Bulan, namun pada periode Meiji berganti mengikuti kalender Gregorian. Akibatnya, perayaan Obon yang biasanya jatuh pada bulan ke-7 mengalami pergeseran tanggal. Ada yang tetap merayakan Obon pada tanggal ke-15 pada bulan ke-7 berdasarkan kalender bulan (disebut Kyu Bon); ada yang merayakan pada tanggal ke-15 bulan ke-7 pada kalender Matahari (disebut Shichigatsu Bon); dan ada juga yang merayakan berdasarkan pada kalender Bulan, namun perayaannya mengambil waktu tanggal 15 Agustus (disebut Hachigatsu Bon). Bon yang terakhir ini yang banyak dirayakan di seluruh Jepang, sementara Kyu Bon masih dirayakan di daerah tertentu seperti wilayah Utara area Kanto, Shikoku, Chugoku, dan Okinawa.
      Apa yang dilakukan saat perayaan Obon?
      Inti dari perayaan Obon adalah menghormati arwah leluhur. Secara singkatnya sih orang Jepang percaya jika arwah leluhur akan mengunjungi mereka pada periode perayaan Obon. Karenanya, pada perayaan Obon orang-orang akan menggantungkan lentera di depan rumah mereka untuk memandu arwah leluhur agar bisa menemukan jalan kembali ke rumah.
      Foto 01:
      Lentera di depan rumah saat perayaan Obon [foto: Katorisi/wikimedia]
      Selain menggantungkan lentera, orang Jepang juga akan mempersembahkan makanan bagi para leluhur tersebut. Makanan persembahan tersebut akan disajikan di altar rumah, maupun di kuil. Ritual lainnya adalah mengunjungi makam para leluhur untuk berdoa dan membersihkan makam. Selain itu, mereka akan menarikan bon odori (lihat pada bagian tentang bon odori). Barulah pada akhir periode Obon lentera-lentera tersebut akan dihanyutkan di sungai untuk menuntun kembali para arwah kembali ke alamnya.
      Foto 02:
      Menghanyutkan lentera pada akhir perayaan Obon [foto: JamesAlexanderJack/wikimedia]
      Tentang Bon Odori
      Perayaan Obon tak bisa dipisahkan dari Bon Odori, alias Bon Dance. Tarian ini juga relatif populer ditampilkan di berbagai matsuri yang ada di Indonesia lho. Biasanya sih salah satu lagu favorit untuk mengiringi Bon Odori ini adalah soundtrack-nya anime Chibi Maruko-chan (lupa judulnya apa). Tentunya itu untuk Bon Odori versi Indonesia yah.
      Foto 03:
      Bon Odori [foto: Jiang Dong-Qin/wikimedia]
      Bagi yang masih bingung, Bon Odori merupakan tarian yang ditampilkan pada perayaan Obon. Tarian ini terinspirasi dari luapan kegembiraan yang ditunjukkan oleh Mokuren saat mengetahui jika arwah sang ibu sudah terbebas dari penderitaan. Koreografi dan lagu yang biasa digunakan saat Bon Odori berbeda untuk setiap daerah di Jepang, namun tipikalnya tarian ini dilakukan sambil mengitari sebuah pusat (biasanya yang menjadi pusat adalah yagura/panggung kayu khusus untuk festival). Para penari (biasanya pengunjung yang akan diajak berpartisipasi) akan melakukan serangkaian gerakan sambil bergerak mengitari pusat tersebut.
      Dampak perayaan Obon bagi pariwisata Jepang
      Sampai disini mungkin ada yang bingung yah. Katanya Obon berhubungan dengan mudik? Trus mana nih bagian mudiknya?
      Nah, info ini salah satu yang wajib diketahui oleh wisatawan yang akan berkunjung ke Jepang pada periode Obon (kira-kira 13-15 Agustus). Periode Obon merupakan salah satu periode liburan populer di Jepang. Pada perayaan Obon, orang-orang akan kembali pulang ke kampung halaman untuk ikut menyambut arwah leluhur, maupun sekedar meluangkan waktu untuk kumpul bersama keluarga besar. Bahasa Indonesia-nya sih, mudik!
      Lalu apa dampaknya aktifitas mudik tersebut pada pariwisata Jepang? Tentu saja ada, karena pada masa liburan Obon dianggap sebagai peak season. Harga tiket dan akomodasi akan jauh lebih mahal dibanding low season. Dan tak heran juga jika pada masa tersebut berbagai tempat wisata akan penuh sesak, toko banyak yang tutup, dan jalanan juga lebih ramai dari biasanya. Jadi, jika ingin lebih menikmati suasana liburan, hindari pergi ke Jepang pada periode Obon yah! Sebagai penutup, untuk tahun 2014 ini traffic di Jepang diperkirakan akan mulai meningkat pada tanggal 9 Agustus (saat orang-orang mulai meninggalkan kota besar untuk kembali ke kampung halaman) dan baru berakhir pada tanggal 16-17 Agustus (saat pemudik kembali pulang ke kota besar). Namun jika sudah terlanjur ada rencana liburan ke Jepang saat periode Obon, sekalian saja nikmati suasana festival. Berkunjunglah ke berbagai kuil karena selalu ada kemeriahan pada periode Obon.
      Semoga informasinya bermanfaat!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By ibalmarwan
      Deskripsi Sail Sabang
      Sail Sabang adalah rangkaian dari Sail Indonesia seri ke-9 yang diluncurkan pertama kali di Bunaken Manado tahun 2009. Sabang sendiri menjadi lokasi dari titik nol kilometer di ujung barat NKRI. Kepulauan ini membentang lebih dari 5.000 km dengan jarak sebanding dari Swedia ke Vladivostok. Pemerintah Daerah Aceh telah melakukan berbagai persiapan menyambut perhelatan Sail Sabang termasuk membangun hotel baru yang berkolaborasi dengan Inna Group Grup. Selain itu, juga membenahi berbagai tujuan wisatawan serta mempromosikan Sail Sabang 2017 ke berbagai media.
      Selain Sail Sabang, akan ada pula Sabang Wonderful Expo dan Marine Expo yang akan digelar bersamaan dengan Sabang Expo. Acara tersebut akan menampilkan aneka festival seni dan budaya khas Aceh, kejuaraan parasut, lomba aerobatik internasional, dan kompetisi selam. Ada dua rute utama untuk berpartisipasi dalam Sail Sabang 2017. Setiap rute ditangani oleh koordinator pelayar profesional yang berpengalaman mengelola kebutuhan peserta dari awal sampai akhir, termasuk penyelesaian semua dokumen dan menjelaskan peraturan khusus saat memasuki perairan Indonesia.

       
      Rute Sail Sabang
      Saat ini tersedia tiga penerbangan mingguan dari Medan ke Bandara Sabang atau Anda bisa pergi menggunakan Feri cepat dari Banda Aceh pukul 09.30 dan 16.00 dan kembali dari Sabang (Pulau Weh) pukul 08.30 dan 14.30. Biaya perjalanan berkisar Rp 80.000,- hinggan Rp 95.000,- per orang dengan lama perjalanan satu jam.
      Ada pula feri ekonomi seharga Rp 25.000,0 per orang dengan waktu tempuh 2,5 jam. Jadwalnya dari Banda Aceh dan Pulau Weh pada pukul 08.00 dan 14.00. Terkadang waktu keberangkatan dan kedatangan berubah jadi perlu konfirmasikan jadwal dengan pihak berwenang setempat di Banda Aceh atau Pulau Weh.
       
      Sumber: Sail Sabang
    • By Canaya Tour Service
      Open Trip Festival Budaya Dieng 2017
      Yuk join Festival Dieng Culture, disini kamu bisa mengikuti beragam pertunjukkan keren seperti Jazz atas awan, menerbangkan lampion, pesta kembang api hingga melihat proses cukur rambut anak gimbal. Gak hanya itu, kamu juga bakal disuguhi berbagai pemandangan alam yang ciamik, seperti Kawah Sikidang, Batu Ratapan Angin, Telaga Warna! Kapan lagi bisa melihat sunrise tercantik di Telaga Dringo, yang katanya mirip banget seperti Ranu Kumbolo. 
      PROMO TRIP
      Daftar ber-5, diskon IDR 100.000 untuk 1 grup Daftar ber-10, diskon IDR 250.000 untuk 1 grup Daftar ber-15, diskon IDR 450.000 untuk 1 grup  
      BIAYA TRIP
      Meeting Point Jakarta : IDR 1.250.000 Meeting Point Purwokerto atau Wonosobo : IDR 1.000.000  
      ITINERARY
      3 Agustus 2017 : Pasar Senen - Purwokerto
      Seluruh peserta berkumpul di Stasiun Pasar Senen Pk 21.00 untuk registrasi dan briefing.  Berangkat bersama-sama menuju Purwokerto.
       
      DAY 1
      4 Agustus 2017 : Purwokerto - Dieng (B/L/D)
      Tiba dini hari di Purwokerto. Bagi peserta yang meeting point Purwokerto, berkumpul Pk 04.00 WIB. Perjalanan dilanjutkan dengan elf (Non AC) menuju Dieng.  Sarapan mie ongklok di Wonosobo, next stop : Gardu Pandang Tieng.
      Setibanya di Dieng, pembagian homestay dan makan siang. Setelah itu siang harinya kita akan beraktivitas di Batu Ratapan Angin, Telaga Warna Pengilon, dan Dieng Theater. Malam harinya mengikuti pertunjukkan jazz atas awan.
       
      DAY 2
      5 Agustus 2017 : Dieng Culture Festival (B/L/D)
      Sunrise Telaga Dringo. Menikmati matahari terbit di danau atas awan yang terkenal dengan mini Ranu Kumbolo. Kembali ke homestay untuk sarapan. Setelah itu jalan santai keliling desa, melihat parade seni budaya dan minum purwaceng bersama.
      Explore Kawah Sikidang dan Candi Arjuna. Malam hari pesta kembang api dan lampion terbang.
       
      DAY 3
      6 Agustus : Dieng - Jakarta (B/L)
      Pagi harinya kita akan trekking menuju Bukit Scooter untuk melihat sunrise. Setelah itu kembali ke homestay untuk sarapan.
      Menyaksikan puncak acara nya yaitu kirab budaya dan ruwatan anak gimbal di Komplek Candi Arjuna. Kemudian check out homestay, untuk persiapan pulang. Perjalanan ke Purwokerto.
      Tiba di Purwokerto, peserta drop off di stasiun dan pulang bersama menuju Jakarta. Trip berakhir.
       
      FASILITAS TERMASUK
      Akomodasi homestay di Dieng selama 2 malam (1 room 4-5 pax) Tiket Kereta Api Jakarta - Purwokerto PP (bagi yang meeting point di Jakarta) Land transport Purwokerto - Dieng Pickup transport Dieng - Telaga Dringo Retribusi dan biaya parkir Tiket VIP Dieng Festival, dengan fasilitas : T-shirt, ID Card, kain batik, purwaceng, bakar jagung, lampion, kembang api, dan ruwatan anak gimbal. Makan (B: Breakfast, L: Lunch, D: Dinner) sebanyak 8 kali Tour Leader Dokumentasi foto Tiket masuk tempat wisata  
      TIDAK TERMASUK
      Tips untuk tour guide dan driver Biaya untuk pengeluaran pribadi  
      INFO DAN PENDAFTARAN
      Whatsapp : 0812-1221-0647
      email : canayatour@gmail.com
       
      Follow us on
      Facebook : Canaya Tour Service
      Twitter : @canayatour
      Instagram : @canayatour
    • By roeslan
      Tempat Wisata di Banyuwangi
      Berikut ini adalah sejumlah tempat wisata di Banyuwangi yang paling menawan dan populer dikunjungi para penikmat perjalanan.
      1. Kawah Ijen (Blue Fire)
      Kawah Ijen adalah kawah danau terbesar di pulau Jawa. Kawah ini secara administratif terletak di 3 kabupaten, yaitu Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. Berada pada ketinggian 2.443 m dpl dengan kedalaman kawah 200m. Kawah Ijen memiliki pesona luar biasa, yakni adanya danau belerang yang berwarna tosca dan api biru (blue fire). Anda dapat menyaksikan panorama memikat ini pada saat malam hari hingga menjelang subuh.
      Agar dapat tiba di Kawah Ijen, Anda dapat memilih 2 jalur, yaitu dari utara dan selatan. Jalur utara dapat dilalui dari Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) dan berakhir di Paltuding, waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Jika dari arah selatan, dapat dilalui dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak sekitar 35 km. Untuk mencapai kawah, Anda harus mendaki setinggi 3 km, ini memakan waktu sekitar 1,5 jam. Rasa lelah mendaki akan terbayar lunas tatkala mendapati pesona indah blue fire di salah satu tempat wisata di Banyuwangi terpopuler ini.
      2. Pulau Tabuhan
      Pulau Tabuhan memiliki air laut yang sangat jernih dan  menjadi salah satu tempat wisata di Banyuwangi yang digemari banyak wisatawan. Lokasi pulau ini berada di tengah Selat Bali. Di pulau ini, kegiatan snorkel atau scuba diving adalah salah satu yang menarik. Jarak Pulau Tabuhan hanya sekitar 20 km dari pusat kota Banyuwangi. Pulau yang tak berpenghuni ini memiliki luas area sekitar 5 ha dengan karakter pasir pantai yang putih serta air lautnya yang begitu bening.
      Untuk dapat tiba di Pulau Tabuhan, Anda dapat menyewa kapal dari sejumlah tempat, seperti Watu Dodol, Bangsring, atau Kampe. Perjalanan terdekat ke Pulau Tabuhan adalah dari Bangsring dan Kampe yang memakan waktu sekitar 15 menit. Biaya sewa kapal sebesar Rp 500 ribu maksimal memuat 10 orang. Biaya sewa alat snorkel umumnya Rp 30 ribu dan tersedia di wilayah Bangsring
      3. Pantai Bangsring
      Pantai ini adalah salah satu destinasi wisata Banyuwangi yang populer dikunjungi wisatawan. Memiliki keindahan bawah laut dengan aneka biota laut dan keindahan terumbu karangnya, juga berbagai atraksi wisata lainnya yang tak kalah seru. Pantai Bangsring memiliki luas sekitar 15 ha dengan kedalaman bervariasi dari 2 – 15 meter.
      Kegiatan wisata favorit di Pantai Bangsring ini adalah snorkel dan diving. Anda dapat menyewa peralatannya dengan harga yang terjangkau. Ikon utama pantai ini adalah Rumah Apung Bangsring, sebuah bangunan berukuran 27m x 7m yang terapung berjarak sekitar 20 meter dari bibir pantai. Di area rumah apung ini, ada dapat mencoba berenang di antara kawanan anakan ikan hiu sirip hitam yang sudah dijinakkan dan memang ditangkar di sana. Menanam terumbu karang adalah juga kegiatan lainnya yang disukai wisatawan di pantai ini mengingat Pantai Bangsring adalah kawasan konservasi terumbu karang.
      4. Pantai Pulau Merah
      Masyarakat Banyuwangi menyebutnya sebagai Pulau Merah, sebab tanahnya berwarna merah. Bentuknya menyerupai sebuah bukit kecil, terletak tak jauh dari bibir pantai. Anda dapat menginjakkan kaki di Pulau Merah ini tatkala air sedang surut, berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai. Cukup hanya dengan berjalan kaki saja. Pantai ini dahulu bernama Pantai Ringin Pitu, sekarang disebut sebagai Pantai Pulau Merah.
      Pantai Pulau Merah memiliki ketinggian gelombang hingga 4-5 m, sebuah tempat berselancar di Banyuwangi yang direkomendasikan bagi para pemula. Berjarak sekitar 80 km dari pusat kota Banyuwangi, Anda dapat masuk ke kawasan pantai ini dengan harga tiket masuk ke Pantai Pulau Merah adalah Rp 3 ribu per orang, saat weekend menjadi Rp 5 ribu. Untuk ke tempat wisata di Banyuwangi yang satu ini, Anda dapat menggunakan transportasi publik.
      5. Teluk Hijau “Green Bay”
      Di Teluk Hijau ini, Anda akan merasakan udara segar pantai yang bercampur dengan udara hutan hutan tropis Taman Nasional Meru Betiri. Dari kota Banyuwangi, durasi perjalanan sekitar 3-4 jam. Perjalanan ke Teluk Hijau terbilang cukup memerlukan tenaga fisik, namun Anda akan menyaksikan panorama laut yang memikat. Teluk ini adalah tempat wisata di Banyuwangi yang masih sangat terjaga kemurniannya, belum banyak wisatawan yang datang ke tempat ini. Inilah daya tarik memikat yang dapat Anda temukan di sana.
      Saat perjalanan ke Taman Nasional Meru Betiri dan Sukamade, Anda akan melewati Teluk Hijau ini. Tetapi Anda hanya dapat menyaksikannya dari kejauhan, karena eksotisme Teluk Hijau sesungguhnya berada di area pantainya. Air laut yang begitu jernih dengan warna hijau kebiruan, pasir pantai yang bersih dan putih, ombak yang tenang, semuanya menawarkan suasana asri yang sungguh damai.
       





    • By noped
      Namanaya unik, jika di artikan ke dalam bahasa jawa artinya “takut hitam” kerena tersengat matahari secara langsung, bukan itu saja untuk mengunjungi tempat ini (jika naik perahu nelayan biayanya 25rb sekali jalan) tapi kami lebih memilih jalan kaki karena penasaran sama trek nya.

      sebelumnya kita mampir dulu di pantai Mustika, sebenarnya pantai ini adalah deretan pantai Lampon, Lokasinya ada di 65 kilometer sebelah selatan pusat kota Banyuwangi, terdapat kampung kecil. Kampung ini pernah di terjang Tsunami besar pada tahun 1994 dengan total korban 214 meninggal dan tersisa 1 Musholla yang masih berdiri kokoh.



      Untuk menuju Pantai Wedi Ireng, kendaraan bisa di parkir di sekitaran TPI, lalu di lanjutkan jalan kaki menuju muara sungai, sekali nyebrang ongkosnya Rp. 3 ribu, bapak nelayan ini yang selalu stand by di pos jika ada pengunjung akan nyebrang.

      Setelah menyeberangi muara ada jalan setapak, sebelum masuk hutan kanan kiri terdapat pohon pisang, jalannya nanjak trus, hutannya lebat dan butuh sekitar 30 menit untuk sampai di Pantai.

      Inilah Pantai Wedi Ireng, pada sisi barat ga sempet moto, cerita nelayan setempat dulu sebelum terkena tsunami tahun 1994 semua pasir berwarna hitam, kondisi sekarang sudah bercampur. Pantai Wedi Ireng mempunyai bentuk seperti huruf “W”, letaknya di dusun pancer, desa sumberagung, kecamatan Pesanggaran – Banyuwangi.
      Disini sudah tersedia penyewaan Snorkeling dengan harga Rp 25 ribu, sayang sekali untuk tenda belum ada yang menyewakan.

      Langit runtuh di bawah pembangunan TPI nelayan pancer
    • By w1s2t3
      namaku ismail, umurku 2,5 th. hebat banget kan masih kecil udah bisa naik gunung sampai puncak. Yang paling terkesan dari perjalanku ke gunung Ijen ini adalah aku di ajak foto sama mbah bule dan dikasih jajan + permen , heheheh. Yang paling aku tidak suka, aku udah capek-capek naik ke puncak dengan digendong papa sama mbah, eh sampai puncak, aku gak bisa turun kekawah untuk melihat blue fire dari dekat, karena aku masih kecil takut keselepekan kata orang jawa, karena aku masih kecil....
       
      Aku ceritakan rutenya ya, aku dari Malang langung menuju bondowoso, dengan jalan berliku, aku menuju desa terakhir Sempol namanya, kemudian perjalanan dilanjutkan ke pos Paltuding, sampai di Pos, berrrr dingin banget, aku langsung dipakein baju sama mama papa, pake jaket double 3, kaos kaki dan celana double 2, aku di gendong peke selendang kantong di belakang papa, tambah kaos tangan juga aku siap menuju puncak, hayooooooo siap!
       
      Sebelum naik rombonganku 7 orang ( temen-temen papa dan mama dan mbah kakong tersayang) ke toilet dulu supaya diatas tidak perlu ke toilet, kalau aku pakai pampers jadi bisa kencing dimana saja hihihi jadi malu.....
      papa bayarin tiket gak tau bayarnya berapa, pas mama tanyain berapa tiket masuknya pa? gak tau berapa per orang udah lupa katanya, mama nanyain pas udah pulang, jadio papa lupa deh. Yang pasti Murah kok, tenang saja, jangan takut sama tiket masuk ya...
      melewati tiket masuk aku pakai guide lokal, jadi diantar guide lokal bayar 150rb. Sebenarnya gak pakai guide lokal gak masalah, gak mungkin nyasar walau gelap, soalnya jalannya cuma 1, dan jalannya juga seperti jalan lebar 2m sampai 4m, tapi bawa senter ya supaya jalannya kelihatan, jalannya naik dengan kemiringin mencapai 60% mungkin ya, tapi gak semua miring banget, awal-awal landai belum terasa berat, lambat laun semakin naik jalannya, jadi jalannya pelan banget, dan sering berenti, kalau bule biasa aja jalannya cepet banget seperti tidak mendaki, karena kebiasaan kali ya, oiya dari pintu masuk udaranya dingin banget, eh pas udah trekking udara nya jadi panas, keringatan oy, jaket wisatawan banyak yang dilepas. Aku enak digendong papa dan mbahku gantian. Sampai di puncak lega dah, keliatan di kawah ada danau dan api biru, aku gak bisa turun karena masih kecil, jadi nunggu dipuncak gak bisa turun ke kawah. Sayang banget....
       
      selanjutnya matahari mulai terbit, suasana jadi mulai terang, waaaw bagus banget,perbukitan  kelihatan semua, subhanalloh....indahnya lebih bagus pas terang, pesona alam gunung ijen keliatan, selanjutnya aku turun dan selesai dah
       
      the end
       







    • By citrariana
      Ada yang unik di Jogja menjelang hari besar Maulid Nabi yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2017 mendatang. Biasanya sebulan sebelum hari besar tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengadakan acara tahunan yang disebut sekaten. Sekaten ini akan berlangsung selama 1 bulan penuh. Pucak acara adalah gunungan, yaitu iring-iringan abdi dalem Kraton Yogyakarta yang membawa makanan yang dibentuk seperti gunung. Acara ini disebut gunungan. Acara berlangsung saat pagi hari. Berikut sekilas tentang festival sekaten di Yogyakarta.

      1.       Pasar Malam Sebulan Penuh Pasar malam memang hanya buka di malam hari. Suasana pasar malam di sekaten agak berbeda dengan pasar malam biasa. Selain lebih besar, pasar malam ini juga sangat lengkap. Bertempat di Alun-alun Utara Yogyakarta, tempat ini selalu ramai pengunjung.
      2.       Ada Wahana Bermain Untuk Anak dan Dewasa Banyak wahana bermain untuk anak. Mulai dari kereta mini hingga bom-bom car. Wahana khas pasar malam adalah tong setan dan rumah hantu. Namun wahana ini lebih diperuntukkan untuk orang dewasa. Wahana yang unik bernama “ombak banyu”. Bentuknya bulat dan digantung. Biasanya dijalankan dengan tenaga manusia yang berayun. Saat Anda menaikinya, Anda akan merasa seperti di atas ombak.
      3.       Yang Khas : Awul-Awul Bagi Anda pecinta sandang murah, ini akan menjadi surga belanja Anda. Ada banyak pedagang awul di sekaten. Bila Anda beruntung, Anda akan mendapat banyak baju bagus. Baju yang dijual disini tidak semuanya bekas. Ada baju baru juga. Biasanya baju baru ini ada sedikit cacat produksi. Cukup dengan Rp 100.000,00 dan ilmu negosiasi Anda akan mendapat baju lebih dari 5. Jangan lupa untuk mencucinya dengan air panas.
      4.       Wisata Kuliner Yang tidak kalah menarik adalah wisata kulinernya. Banyak penjual makanan disana. Dari makanan tradisional hingga modern. Yang khas disana adalah penjual gorengannya. Karena ada berbagai mancam gorengan yang dijual. Dari mendoan hingga donat. Harganya pun murah. Bila Anda beruntung, Anda akan menemukan penjual gulali. Gulali ini berwarna merah dan hijau. Penjualnya membentuk gulali semenarik mungkin. Anda juga bisa memesan bentuk yang Anda inginkan.
      5.       Sepuluh Ribu Tiga Banyak penjual sepuluh ribu tiga. Biasanya perabotan rumah tangga seperti piring dan gelas. Yang mereka jual cukup komplit. Kualitasnya tidak kalah dengan yang dijual di toko.  Ini adalah incaran anak kos dan ibu rumah tangga.
      Yuk, lingkari kalender kalian pada bulan November 2017. Sesuai dengan rancangan kalender 2017, pada bulan November akan ada festival sekaten dan puncaknya pada tanggal ! Desember 2017 dimana akan ada acara gunungan. Bila perlu, pesan tiket pesawat/kereta dari sekarang agar mendapatkan harga tiket terbaik. Anda dapat memesan tiket pesawat Xpress Air yang melayani rute perjalanan menuju Yogyakarta.