Holla Deffa Here !!!    Tanggal 19 - 23 November 2014 kemaren saya menapak kan kaki pertama kali ke Negeri Sakura, salah satu Dream Destination saya ini terwujud dengan adanya promo Air Asia dari tahun 2013 lalu dengan total tiket PP Bandung - KL - Tokyo - KL - Bali - Bandung = 2,8 Juta (Tanpa Bagasi)   Berikut cerita perjalanan saya semoga kalian berkenan dan bisa jadi informasi tambahan bagi yang mau ke sana   Day 1: 19 November 2014   Setelah pengurusan Visa Jepang yang mudah sekali, baca DISINI Flight dari Bandung - Kuala Lumpur pukul 08.30 WIB seperti biasa Air Asia tepat waktu dan saya selalu Web Check in sebelum nya biar pas datang tinggal narik Boarding Pass saja di mesin Self Check in di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Tapi apa daya ketika sampai bandara sekitar pukul 07.50 WIB ternyata mesin Self Check In nya sudah tidak ada jadi tetap harus ke Counter Check In antri, ya sudah lah, bayar Airport Tax International seharga Rp. 75.000 (Enak nya di Bandung Airport Tax masih harga lama )   Pukul 08.30 pas pesawat Air Asia meninggalkan Bandara Husein Sastranegara menuju KLIA2 Malaysia. Bandung Sky View   Setiba nya di Bandara KLIA2 sekitar pukul 11.20 WITA (Waktu Malaysia), 10 menit lebih cepat dari perkiraan waktu tiba. Cuaca di Malaysia area Sepang KLIA2 ini cerah. Dan ini kali kedua saya menginjakkan kaki di bandara baru KLIA2 ini, dan kesan saya tetap ini bandara besar sekali. Jarak dari Landing Area ke Arrival Hall jalan kaki bisa sampai 20 menitan. Disarankan yang tidak terbiasa jalan jauh mungkin bisa menggunakan Free Buggy Ride yang disediakan pihak bandara. KLIA2 Plane Area   Karena flight berikut nya pukul 14.40 WITA jadi masih ada waktu sekitar 2 jam untuk istirahat terlebih dahulu untuk sarapan dan yang pasti charging gadget, saya pilih lah Starbucks Coffee di Departure Hall. Oh ya dari Arrival Hall ke Departure Hall ini cuma beda 1 lantai, jadi ketika kalian udah keluar dari Arrival Hall (Lantai 2) tinggal cari Lift untuk naik ke Departure Hall (Lantai 3) KLIA2 Departure Hall   Santai di Strabucks sambil minum Ice Green Tea Latte seharga 13.50 MYR (sekitar Rp. 50.000) dan Roti yang di bawa dari Indonesia beli di Alfamart (ngirit ). Well cukup mahal seh tapi ya udah lah sekalian mau bersantai dan charging gadget kan jadi bisa lama   Sekitar pukul 13.00 WITA saya putuskan untuk masuk ke Gate untuk berangkat, ketika tiba di Imigration, petugasnya bertanya : "Ini Tiket Terusan keh, kenapa tak sila langsung ke Departure Terminal "    Dan saya jawab : "Lapar makcik"   Dan beliau pun tersenyum sambil menjawab :
"Okeleh di dalam juge ade Resto, bila balik ke Indo ?"   Saya Jawab :
"Tanggal 24 November makcik, thank you"
  Kelar imigrasi langsung menuju Gate saya yang kebetulan berada di Gate L yang cukup jauh, dari imigrasi sekitar 15 menitan jalan kaki. Jadi lumayan ya olahraga di Bandara KLIA2 ini.   Ketika tiba di pintu pemeriksaan untuk masuk ke Gate melihat pesawat Air Asia X Airbus yang gagah itu sedang parkir saya poto dulu donk, siapa tau buat kenang-kenangan jika terjadi kejadian buruk seperti Malaysian Airlines (Naudzubilah Mindzalik), maksudnya buat kenang-kenangan pernah naik Air Asia X Air Bus. Air Asia X Air Bus   Oh ya ketika masuk ke Gate Pemeriksaan, ini sangat ketat sekali untuk masuk Scanner nya semua yang berinti kan materi Logam harus di lepas, dan saya maksud "SEMUA" itu tanpa kecuali, saya terpaksa melepas : Dompet, Handphone, Kacamata, Ikat Pinggang. Ketika melewati scanner badan saya masih terdetek ada logam yaitu di kancing celana panjang saya serta di koin logam di saku, dan saya harus balik lagi untuk menaruh koin logam itu, untung celana gak perlu di buka. Tapi ada cewek yang sepatu high heels nya berunsur logam juga harus melepas sepatu nya untuk di scan, dan dia terpaksa nyeker dulu   Salah satu keunikan yang terjadi di Bandara KLIA2 ini bukan hanya Security dan Besarnya bandara, ternyata saya juga ketemu dengan 2 orang teman saya yang juga satu pesawat menuju ke Tokyo, tepatnya mereka adalah kakak-beradik Sutradara Video Klip Band ku Boys N Root namanya Satria dan Panji dari Karyakamera. Duo Jumbo ini pun menghapit saya untuk foto bareng buat kenang-kenangan ke teman-teman Band ku lainnya Satria dan Panji di KLIA2   Flight pukul 14.40 WITA tepat waktu dan pengalaman pertama saya menggunakan Air Asia X Air Bus ini, beda nya dengan Air Asia biasa yang cuma ada 2 baris tempat duduk, kalo di Air Asia X ini ada 3 baris dan masing-masing baris terdiri dari 3 kursi jadi cukup luas di dalam nya. Saya kebetulan dapat kursi dekat Toilet jadi gampang untuk ke belakang. Oh iya saya juga memesan makan siang di dalam pesawat ini berupa Nasi Lemak Pak Nasser seharga 19 MYR Di Dalam Air Asia X   Ini merupakan perjalanan pertama saya dengan pesawat yang berjarak tempuh lebih dari 4 jam, tepatnya 8 jam perjalanan. Jadi antara excited dan nervous saya tidak bisa tidur selama perjalanan ini, jadi saya coba untuk mondar-mandir keliling pesawat ini. Sambil melihat-lihat kondisi penumpang lain, yang jelas untuk bagian Premium Flex (Bisnis Class) enak sekali karena kursi nya bisa berubah jadi tempat tidur, tapi bagi Economy Class juga kursi nya cukup enak kok karena tipe Reclining Seat nya cukup lega bagi orang Asia.    Kebetulan ketemu dengan beberapa penumpang asal Bali yang tergabung di iKaskus dari Kaskus adalah komunitas pengguna IOS Device (Iphone, Ipad, Ipod, dll) dari forum Kaskus, yang juga mau backpacking ke Tokyo. Jadi sharing-sharing itinerary dan cerita-cerita perjalanan jadi teman perjalanan selama mengisi waktu perjalanan panjang ini   Pukul 22.00 WIT (waktu Jepang, 2 jam lebih cepat dari WIB), Air Asia X sudah landing di bandara Internasional Haneda Tokyo lebih cepat 30 menit dari perkiraan, cuaca di sini agak gerimis atau mungkin sesudah hujan. Ketika mengatifkan handphone dan Mobile Data melihat ke arah Suhu Cuaca di Tokyo, jreng terlampir lah 7 derajat celcius sama dengan di Puncak Bromo neh, untung di Bandara Haneda menggunakan Heater. Ketika sudah turun dari pesawat dan menuju ke Arrival Hall, saya berjumpa lagi dengan Satria dan Panji, mereka mau ke area Yokohama dimana Saudara mereka tinggal. Setelah mengucapkan selamat tinggal dan semoga bisa ketemu lagi. Saya pun menuju Arrival Hall, untung nya Bandara Haneda ini tidak sebesar KLIA2 jadi jalan kaki tidak lebih dari 10 menit sudah tiba di bagian Imigrasi.   Ketika tiba di Imigrasi, waduh langsung di sambut oleh kemacetan penumpang yang mengular untuk gantian pengecekan paspor di Imigrasi. Tapi ya tidak terlalu lama menunggu seh, unik nya ketika kita masuk ke line tertentu ada suatu plang yang menunjukkan Approximately Time dari tempat kita antri berdiri sampai ke gerbang Imigrasi, jadi kita tau waktu tempuh nya walaupun macet antri gini, dan tiba-tiba ada petugas yang nyamperin saya untuk minta tolong saya menyerahkan satu carik kertas yang berisi waktu antrian, jadi saya tinggal serahkan ke petugas imigrasi di depan. Mungkin sebagai evaluasi ya, berapa lama antrian imigrasi jika lagi traffic begini. Keunikan lain yang bikin saya salut, hal kecil seperti ini masih kepikiran oleh mereka untuk mungkin bisa ditingkatkan kinerja nya, agar waktu antri lebih singkat.   Ketika tiba di meja petugas Imigrasi, juga proses tidak lama, saya cuma serahkan Paspor (yang sudah dicap visa jepang) serta 2 buah kertas yang wajib diisi bagi wisatawan (lebih baik di isi pas di pesawat biar gak ribet) dan juga kertas dari petugas di awal antrian tadi. Sekitar 5 menit beres, langsung menuju exit dan Arrival Hall.   Keunikan berikutnya adalah saya menginap di Bandara Haneda, emang nya bisa ? Ya bisa lah setelah saya baca tulisan dari @vie asano di SINI Berdasarkan tulisan itu, disarankan menginap di Landside Area dekat dengan Lawson Store, jadi dari Arrival Hall (Lantai 3), kita tinggal turun ke Lantai 1 langsung berada di dekat Lawson. Dan disinilah berjejer kursi-kursi panjang tempat menginap sementara di Haneda. Alasan saya untuk menginap di sini karena waktu tiba di Haneda itu pukul 22.00 WIT, sedangkan kereta terakhir ke Tokyo itu pukul 24.00 WIT sangat mepet, belom lagi antrian di Imigrasi yang sampai 40 menitan. Lalu juga bisa mengirit pengeluaran penginapan 1 malam kan hehehe. FYI ini bukan pertama kali saya menginap di bandara internasional, yang pertama jelas di Bangkok Suvarnabhumi (Kiri) Kursi Tempat Menginap Di Haneda Airport | (Kanan) Lawson Store Lantai 1 Haneda Airport   Lihat Pak Polisi yang sedang berdiri di poto di atas, nah di depan dia lah tempat saya tiduran di kursi yang cukup empuk, di belakang Pak Polisi itu adalah Lawson, lalu di ujung dekat Pak Polisi juga ada : Smoking Room, Toilet + Free Tap Water, Free Charging Station dan Coin Internet Computer (100 yen / 10 menit)   Kebetulan belom makan malam dan Lawson dekat, jadi saya beli Menu Set mirip Bento Box nya Hoka Hoka Bento, seharga 450 Yen, dan juga air minum botol besar Kirin Water seharga 100 Yen. Memang dari berbagai review jika mau makan malam hemat disarankan untuk beli menu Bento Set dari Convenience Store seperti Lawson dan Family Mart, karena Menu Bento Set nya jika malam turun harga biar laku dan gak basi. Kalian tinggal minta di hangatkan saja di Oven Lawson nya, kenyang deh makan malam nya Bento Set Lawson   Hal unik lainnya ketika saya tidur untuk beberapa saat di kursi itu, terjadi Gempa sebanyak dua kali, jadi dari jejeran kursi itu ada beberapa orang juga yang menginap, dan kami bangun bersamaan ketika Gempa terjadi sampai dua kali celingak-celinguk. Akhirnya merasakan gempa di negara sumber gempa juga neh   Total Pengeluaran DAY 1 : Sarapan di Starbuck KLIA2 13.50 MYR Makan Siang Nasi Lemak di Pesawat KL - Tokyo 19 MYR Makan Malam + Minum di Lawson Haneda Airport 550 Yen Total = Rp. 180.000   Ok sekian dulu untuk hari pertama nanti di lanjut lagi ya   TIPS : Untuk menginap di Haneda aman kok Pak Polisi itu berjaga sepenuhnya dan tidak di usir  Disarankan membeli minum Kirin Water karena paling murah dan gede Untuk makanan Halal di Jepang itu sangat susah apalagi di Convenience Store kayak Lawson ini, saran cukup beli Onigiri (Nasi Kepal) yang berisikan ikan-ikan harga nya 100 - 120 yen, beli 3 buah udah kenyang kok Free Wifi ada di bandara Haneda dengan SSID Free Haneda Wifi, tapi kalian harus daftar email kalian dulu sebelom menggunakannya, dan biasanya tampilan pertama bahasa jepang tinggal di tekan English nya saja