Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

deffa

Perjalanan Unik 5 Hari Di Tokyo Jepang

Recommended Posts

Holla Deffa Here !!! 

 

Tanggal 19 - 23 November 2014 kemaren saya menapak kan kaki pertama kali ke Negeri Sakura, salah satu Dream Destination saya ini terwujud dengan adanya promo Air Asia dari tahun 2013 lalu dengan total tiket PP Bandung - KL - Tokyo - KL - Bali - Bandung = 2,8 Juta (Tanpa Bagasi)

 

Berikut cerita perjalanan saya semoga kalian berkenan dan bisa jadi informasi tambahan bagi yang mau ke sana :D

 

Day 1: 19 November 2014

 

Setelah pengurusan Visa Jepang yang mudah sekali, baca DISINI

Flight dari Bandung - Kuala Lumpur pukul 08.30 WIB seperti biasa Air Asia tepat waktu dan saya selalu Web Check in sebelum nya biar pas datang tinggal narik Boarding Pass saja di mesin Self Check in di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Tapi apa daya ketika sampai bandara sekitar pukul 07.50 WIB ternyata mesin Self Check In nya sudah tidak ada jadi tetap harus ke Counter Check In antri, ya sudah lah, bayar Airport Tax International seharga Rp. 75.000 (Enak nya di Bandung Airport Tax masih harga lama :P)

 

Pukul 08.30 pas pesawat Air Asia meninggalkan Bandara Husein Sastranegara menuju KLIA2 Malaysia.

post-6-0-12755700-1417149551_thumb.jpg

Bandung Sky View

 

Setiba nya di Bandara KLIA2 sekitar pukul 11.20 WITA (Waktu Malaysia), 10 menit lebih cepat dari perkiraan waktu tiba. Cuaca di Malaysia area Sepang KLIA2 ini cerah. Dan ini kali kedua saya menginjakkan kaki di bandara baru KLIA2 ini, dan kesan saya tetap ini bandara besar sekali. Jarak dari Landing Area ke Arrival Hall jalan kaki bisa sampai 20 menitan. Disarankan yang tidak terbiasa jalan jauh mungkin bisa menggunakan Free Buggy Ride yang disediakan pihak bandara.

post-6-0-83782900-1417149904_thumb.jpg

KLIA2 Plane Area

 

Karena flight berikut nya pukul 14.40 WITA jadi masih ada waktu sekitar 2 jam untuk istirahat terlebih dahulu untuk sarapan dan yang pasti charging gadget, saya pilih lah Starbucks Coffee di Departure Hall. Oh ya dari Arrival Hall ke Departure Hall ini cuma beda 1 lantai, jadi ketika kalian udah keluar dari Arrival Hall (Lantai 2) tinggal cari Lift untuk naik ke Departure Hall (Lantai 3)

post-6-0-95521600-1417150824_thumb.jpg

KLIA2 Departure Hall

 

Santai di Strabucks sambil minum Ice Green Tea Latte seharga 13.50 MYR (sekitar Rp. 50.000) dan Roti yang di bawa dari Indonesia beli di Alfamart (ngirit :P). Well cukup mahal seh tapi ya udah lah sekalian mau bersantai dan charging gadget kan jadi bisa lama :D

 

Sekitar pukul 13.00 WITA saya putuskan untuk masuk ke Gate untuk berangkat, ketika tiba di Imigration, petugasnya bertanya :

"Ini Tiket Terusan keh, kenapa tak sila langsung ke Departure Terminal " 

 

Dan saya jawab :

"Lapar makcik"

 

Dan beliau pun tersenyum sambil menjawab :
"Okeleh di dalam juge ade Resto, bila balik ke Indo ?"

 

Saya Jawab :
"Tanggal 24 November makcik, thank you"
 

Kelar imigrasi langsung menuju Gate saya yang kebetulan berada di Gate L yang cukup jauh, dari imigrasi sekitar 15 menitan jalan kaki. Jadi lumayan ya olahraga di Bandara KLIA2 ini.

 

Ketika tiba di pintu pemeriksaan untuk masuk ke Gate melihat pesawat Air Asia X Airbus yang gagah itu sedang parkir saya poto dulu donk, siapa tau buat kenang-kenangan jika terjadi kejadian buruk seperti Malaysian Airlines (Naudzubilah Mindzalik), maksudnya buat kenang-kenangan pernah naik Air Asia X Air Bus. :D

post-6-0-96415700-1417150874_thumb.jpg

Air Asia X Air Bus

 

Oh ya ketika masuk ke Gate Pemeriksaan, ini sangat ketat sekali untuk masuk Scanner nya semua yang berinti kan materi Logam harus di lepas, dan saya maksud "SEMUA" itu tanpa kecuali, saya terpaksa melepas : Dompet, Handphone, Kacamata, Ikat Pinggang. Ketika melewati scanner badan saya masih terdetek ada logam yaitu di kancing celana panjang saya serta di koin logam di saku, dan saya harus balik lagi untuk menaruh koin logam itu, untung celana gak perlu di buka. Tapi ada cewek yang sepatu high heels nya berunsur logam juga harus melepas sepatu nya untuk di scan, dan dia terpaksa nyeker dulu :P

 

Salah satu keunikan yang terjadi di Bandara KLIA2 ini bukan hanya Security dan Besarnya bandara, ternyata saya juga ketemu dengan 2 orang teman saya yang juga satu pesawat menuju ke Tokyo, tepatnya mereka adalah kakak-beradik Sutradara Video Klip Band ku Boys N Root namanya Satria dan Panji dari Karyakamera. Duo Jumbo ini pun menghapit saya untuk foto bareng buat kenang-kenangan ke teman-teman Band ku lainnya

post-6-0-04202200-1417151257_thumb.jpg

Satria dan Panji di KLIA2

 

Flight pukul 14.40 WITA tepat waktu dan pengalaman pertama saya menggunakan Air Asia X Air Bus ini, beda nya dengan Air Asia biasa yang cuma ada 2 baris tempat duduk, kalo di Air Asia X ini ada 3 baris dan masing-masing baris terdiri dari 3 kursi jadi cukup luas di dalam nya. Saya kebetulan dapat kursi dekat Toilet jadi gampang untuk ke belakang. Oh iya saya juga memesan makan siang di dalam pesawat ini berupa Nasi Lemak Pak Nasser seharga 19 MYR

post-6-0-97891000-1417151441_thumb.jpg

Di Dalam Air Asia X

 

Ini merupakan perjalanan pertama saya dengan pesawat yang berjarak tempuh lebih dari 4 jam, tepatnya 8 jam perjalanan. Jadi antara excited dan nervous saya tidak bisa tidur selama perjalanan ini, jadi saya coba untuk mondar-mandir keliling pesawat ini. Sambil melihat-lihat kondisi penumpang lain, yang jelas untuk bagian Premium Flex (Bisnis Class) enak sekali karena kursi nya bisa berubah jadi tempat tidur, tapi bagi Economy Class juga kursi nya cukup enak kok karena tipe Reclining Seat nya cukup lega bagi orang Asia. 

 

Kebetulan ketemu dengan beberapa penumpang asal Bali yang tergabung di iKaskus dari Kaskus adalah komunitas pengguna IOS Device (Iphone, Ipad, Ipod, dll) dari forum Kaskus, yang juga mau backpacking ke Tokyo. Jadi sharing-sharing itinerary dan cerita-cerita perjalanan jadi teman perjalanan selama mengisi waktu perjalanan panjang ini :D

 

Pukul 22.00 WIT (waktu Jepang, 2 jam lebih cepat dari WIB), Air Asia X sudah landing di bandara Internasional Haneda Tokyo lebih cepat 30 menit dari perkiraan, cuaca di sini agak gerimis atau mungkin sesudah hujan. Ketika mengatifkan handphone dan Mobile Data melihat ke arah Suhu Cuaca di Tokyo, jreng terlampir lah 7 derajat celcius sama dengan di Puncak Bromo neh, untung di Bandara Haneda menggunakan Heater. Ketika sudah turun dari pesawat dan menuju ke Arrival Hall, saya berjumpa lagi dengan Satria dan Panji, mereka mau ke area Yokohama dimana Saudara mereka tinggal. Setelah mengucapkan selamat tinggal dan semoga bisa ketemu lagi. Saya pun menuju Arrival Hall, untung nya Bandara Haneda ini tidak sebesar KLIA2 jadi jalan kaki tidak lebih dari 10 menit sudah tiba di bagian Imigrasi.

 

Ketika tiba di Imigrasi, waduh langsung di sambut oleh kemacetan penumpang yang mengular untuk gantian pengecekan paspor di Imigrasi. Tapi ya tidak terlalu lama menunggu seh, unik nya ketika kita masuk ke line tertentu ada suatu plang yang menunjukkan Approximately Time dari tempat kita antri berdiri sampai ke gerbang Imigrasi, jadi kita tau waktu tempuh nya walaupun macet antri gini, dan tiba-tiba ada petugas yang nyamperin saya untuk minta tolong saya menyerahkan satu carik kertas yang berisi waktu antrian, jadi saya tinggal serahkan ke petugas imigrasi di depan. Mungkin sebagai evaluasi ya, berapa lama antrian imigrasi jika lagi traffic begini. Keunikan lain yang bikin saya salut, hal kecil seperti ini masih kepikiran oleh mereka untuk mungkin bisa ditingkatkan kinerja nya, agar waktu antri lebih singkat.

post-6-0-29312900-1417152833_thumb.jpg

 

Ketika tiba di meja petugas Imigrasi, juga proses tidak lama, saya cuma serahkan Paspor (yang sudah dicap visa jepang) serta 2 buah kertas yang wajib diisi bagi wisatawan (lebih baik di isi pas di pesawat biar gak ribet) dan juga kertas dari petugas di awal antrian tadi. Sekitar 5 menit beres, langsung menuju exit dan Arrival Hall.

 

Keunikan berikutnya adalah saya menginap di Bandara Haneda, emang nya bisa ? Ya bisa lah setelah saya baca tulisan dari @vie asano di SINI

Berdasarkan tulisan itu, disarankan menginap di Landside Area dekat dengan Lawson Storejadi dari Arrival Hall (Lantai 3), kita tinggal turun ke Lantai 1 langsung berada di dekat Lawson. Dan disinilah berjejer kursi-kursi panjang tempat menginap sementara di Haneda. Alasan saya untuk menginap di sini karena waktu tiba di Haneda itu pukul 22.00 WIT, sedangkan kereta terakhir ke Tokyo itu pukul 24.00 WIT sangat mepet, belom lagi antrian di Imigrasi yang sampai 40 menitan. Lalu juga bisa mengirit pengeluaran penginapan 1 malam kan hehehe.

FYI ini bukan pertama kali saya menginap di bandara internasional, yang pertama jelas di Bangkok Suvarnabhumi :D

post-6-0-87502000-1417153104_thumb.jpgpost-6-0-66663400-1417153121_thumb.jpg

(Kiri) Kursi Tempat Menginap Di Haneda Airport | (Kanan) Lawson Store Lantai 1 Haneda Airport

 

Lihat Pak Polisi yang sedang berdiri di poto di atas, nah di depan dia lah tempat saya tiduran di kursi yang cukup empuk, di belakang Pak Polisi itu adalah Lawson, lalu di ujung dekat Pak Polisi juga ada : Smoking Room, Toilet + Free Tap Water, Free Charging Station dan Coin Internet Computer (100 yen / 10 menit)

 

Kebetulan belom makan malam dan Lawson dekat, jadi saya beli Menu Set mirip Bento Box nya Hoka Hoka Bento, seharga 450 Yen, dan juga air minum botol besar Kirin Water seharga 100 Yen. Memang dari berbagai review jika mau makan malam hemat disarankan untuk beli menu Bento Set dari Convenience Store seperti Lawson dan Family Mart, karena Menu Bento Set nya jika malam turun harga biar laku dan gak basi. Kalian tinggal minta di hangatkan saja di Oven Lawson nya, kenyang deh makan malam nya :D

post-6-0-45701500-1417154097_thumb.jpg

Bento Set Lawson

 

Hal unik lainnya ketika saya tidur untuk beberapa saat di kursi itu, terjadi Gempa sebanyak dua kali, jadi dari jejeran kursi itu ada beberapa orang juga yang menginap, dan kami bangun bersamaan ketika Gempa terjadi sampai dua kali celingak-celinguk. Akhirnya merasakan gempa di negara sumber gempa juga neh :D

 

Total Pengeluaran DAY 1 :

  • Sarapan di Starbuck KLIA2 13.50 MYR
  • Makan Siang Nasi Lemak di Pesawat KL - Tokyo 19 MYR
  • Makan Malam + Minum di Lawson Haneda Airport 550 Yen
  • Total = Rp. 180.000

 

Ok sekian dulu untuk hari pertama nanti di lanjut lagi ya :D

 

TIPS :

  • Untuk menginap di Haneda aman kok Pak Polisi itu berjaga sepenuhnya dan tidak di usir 
  • Disarankan membeli minum Kirin Water karena paling murah dan gede
  • Untuk makanan Halal di Jepang itu sangat susah apalagi di Convenience Store kayak Lawson ini, saran cukup beli Onigiri (Nasi Kepal) yang berisikan ikan-ikan harga nya 100 - 120 yen, beli 3 buah udah kenyang kok
  • Free Wifi ada di bandara Haneda dengan SSID Free Haneda Wifi, tapi kalian harus daftar email kalian dulu sebelom menggunakannya, dan biasanya tampilan pertama bahasa jepang tinggal di tekan English nya saja

Share this post


Link to post
Share on other sites

Day 2: 20 November 2014

 

Ya ini hari kedua di Negeri Sakura dan saya sudah terbangun pukul 05.30 WIT dengan suhu udara di luar bandara bekisar di 0 - 2 derajat celcius. Langsung ke Toilet dahulu untuk cuci muka dan gosok gigi. Lalu ke Lawson untuk beli sarapan berupa Onigiri (nasi kepal) berisi irisan ikan salmon seharga 120 yen 2 buah.

 

Tujuan hari ini adalah ke Hakone Full Day, saya sempat mengecek prakiraan cuaca melalui gadget saya dan di perkiraan Tokyo akan hujan gerimis seharian, namun saya pikir karena Hakone berada jauh dari Tokyo mungkin disana cerah. 

 

Pukul 06.00 WIT udah siap untuk petualangan hari ini dengan membeli Kartu Pasmo di Vending Ticket Machine berdasarkan saran dari mas @Nightrain, saya beli 3000 yen dahulu, rinciannya 500 yen harga kartu Pasmo, 2500 yen saldo Kartu Pasmo. Untuk cara pembelian kartu Pasmo sama kayak EZ-Link Card nya Singapura kok bisa baca Di SINI

post-6-0-23902400-1417160651_thumb.jpg

Pasmo Card

 

Lanjut saya mau taruh tas dahulu di penginapan, langsung ke Subway untuk jurusan Haneda - Asakusa (penginapan saya disini). Menggunakan Keikyu Line langsung direct ke Asakusa Station (Asakusa Line). 

 

Keunikan lagi terjadi, sebenarnya kalo di bilang nyasar seh enggak cuma rute nya jadi agak lebih jauh aja. Berdasarkan web resmi Haneda Airport untuk rute kereta dari Haneda Di SINI

Sebenarnya saya harusnya pilih rute yang ke Asakusa (Tobu Toei Metro), saya malah pilih yang Tsukuba Ekspress. Walaupun ending nya juga sama di Asakusa cuma dari harga tiket dan jalur nya berbeda.

post-6-0-79255100-1417159303_thumb.jpgpost-6-0-31661900-1417159315_thumb.jpg

(Kiri) Web Haneda Keikyu Line | (Kanan) Pilihan Station Di Asakusa

 

Karena saya pilih yang Tsukuba Ekspress jadi lah rute saya itu Haneda - Shinagawa (transfer ke Tohoku Line) - Akihabara (Transfer ke Tsukuba Ekspress) - Asakusa. Yang harus nya harga awal nya 610 yen jadi 790 yen hehehe. Tapi gak papa akhirnya saya merasakan udara asli Tokyo di luar Airport dan Subway yang menggunakan heater, yaitu 5 derajat celcius di pagi hari, dan saya cuma menggunakan Jaket tipis saja hahahah

post-6-0-30651500-1417159561_thumb.jpg

Rute Tsukuba Ekspress Haneda - Asakusa

 

ASAKUSA

Tiba di Asakusa Tsukuba Ekspress Station saya langsung cek Google Map dan saya sadar bahwa saya salah station, karena station yang lebih dekat dari penginapan saya itu adalah Asakusa Line Station atau bisa juga Asakusa Station Ginza Line, bukan Asakusa Tsukuba Ekspress Line Station. 

post-6-0-98169300-1417160046_thumb.jpg

Map Asakusa Tsukuba Ekspress Station - Khaosan Tokyo Original Guesthouse

 

Penginapan saya bernama Khaosan Tokyo Original, adalah sebuah Guesthouse Group yang mempunyai beberapa penginapan dengan nama Khaosan di daerah Asakusa ini, dan yang saya pilih yang Khaosan Tokyo Original yang dekat dengan Asakusa Station Ginza dan Asakusa Line. 

 

Ya udah lah di bawa enjoy saja dan lagian setali tiga uang saya jalan pagi ini jalur nya searah ke Sensoji Temple dan saya sempatkan juga foto-foto di Kaminarimon Gate yang terkenal dan pagi buta pada suhu 7 derajat celcius, saya tetap pose #ModStyle donk invasi ke Jepang :D

post-6-0-04105400-1417160784_thumb.jpg

#ModStyle Invasi Kaminarimon Gate

 

Ok lanjut jalan lagi karena sudah tidak begitu jauh akhirnya tiba juga di Khaosan Tokyo Original Guesthouse. Oiya karena staff nya baru tiba pukul 08.00 WIT dan saya sudah berada disana pukul 07.00 WIT jadi belom dibuka pintu donk, jadi ya saya jalan-jalan bentar ke area dekat penginapan yang memang dekat dengan Sumida River, Tokyo Skytree ini. Sambil makan sarapan Onigiri yang sudah di beli di Lawson Haneda tadi, 

post-6-0-14834100-1417161095_thumb.jpgpost-6-0-67776500-1417160976_thumb.jpg

(Kiri) Khaosan Tokyo Original Guesthouse | (Kanan) Tokyo Skytree Morning View

 

Pukul 08.15 WIT saya balik lagi ke Guesthouse dan staff sudah ada, lalu pintu di bukakan oleh Chieko salah satu staff nya, dan langsung memberikan saya Hot Green Tea sekalian dia mengecek dokumen booking yang sudah saya pesan sebelom nya untuk 3 malam disini via HostelWorld total seharga 11.400 Yen. Rinciannya permalam perorang private room 3800 yen, DP 10% nya 1140 via Credit Card, pelunasan Cash sisanya 10.260 yen. Untuk review penginapan nya tar saya bikin topic khusus ya :D

Namun karena saya baru boleh check in nya pukul 15.00 WIT maka saya cuma bisa taruh tas dan numpang mandi saja dahulu disini.

 

Pukul 09.00 WIT ready berangkat ke HAKONE tujuan pertama petualangan di Tokyo ini. Pertama saya harus menuju Asakusa Ginza Line Station yang cuma 3 kali gelinding dari penginapan ini. Nah dari Asakusa ini saya tujuan ke Shinjuku Station untuk membeli tiket Hakone Free Pass penjelasannya di SINI

 

Jadi rute saya adalah Asakusa (Ginza Line) - Akasaka-mitsutake (Transfer ke Marunouchi Line) - Shinjuku total seharga 240 yen

post-6-0-22919400-1417161950_thumb.jpg

Rute Asakusa - Shinjuku Station

 

SHINJUKU

Tiba sekitar pukul 10.00 WIT di Shinjuku Station agak bingung dengan arah yang harus saya ambil untuk membeli Hakone Free Pass, di karenakan ini adalah Station terbesar di Jepang jadi arus lalu-lalang orang jalan yang sangat banyak dan cepat sempat bikin saya bingung juga, lalu saya sempatkan baca field report mas @Nightrain di SINI. Beliau tulis kalo Hakone Free Pass bisa dibeli di West Exit langsung saya ikutin ternyata harus naik ke atas dan memang betul disini ada 2 counter, yang satu untuk Hakone Free Pass, satu nya lagi untuk Odakyu Romance Car (Kereta cepat ke Hakone). Oh ya sekalian beli lagi 4 biji Onigiri rasa salmon @ 120 yen buat makan siang tar :D

post-6-0-80623800-1417162192_thumb.jpg

Counter Antrian: Kiri Hakone Free Pass, Kanan Odakyu Romance Car

 

Ok belilah tiket Hakone Free Pass ini seharga 5140 yen (untuk 2 hari) lalu Odakyu Romance Car Shinjuku - Hakone Yumoto seharga 890 Yen

 

Yah mungkin lagi sial saya dapat kereta Odakyu Romance Car nya yang tipe lama jadi gak ada area khusus untuk view pemandangan dari dalam kereta seperti kereta yang di naikin mas @Nightrain itu heheh

Perjalanan sekitar 80 menitan, cukup cepat untuk istirahat bentar tiduran dalam kereta

post-6-0-93526600-1417162523_thumb.jpg

Odakyu Romance Car Tipe Lama

 

HAKONE YUMOTO

Tiba di Stasiun Hakone Yumoto adalah stasiun terakhir di Hakone, sekitar pukul 12.30 WIT, melihat cuaca disini sudah mendung dan gerimis cantik, wah ternyata saya salah perkiraan, saya kira cuma tokyo saja yang hujan ternyata Hakone juga. Ya apa boleh buat tetap di bawa enjoy aja walaupun jalan-jalan dengan keadaan hujan sepanjang hari.

post-6-0-57886700-1417163088_thumb.jpgpost-6-0-29032700-1417163100_thumb.jpg

(Kiri) Plang Stasiun Hakone Yumoto | (Kanan) #ModStyle Hakone Invasion

 

Saya coba bertanya ke petugas disana untuk menuju ke Hakone Tozan Bus ternyata harus keluar stasiun dulu, lalu ada halte bus nya di dekat sana. Tujuan saya adalah Motohakone-ko jadi harus ambil bus no 2 atau 4, saya ambil no 4 saja biar lebih cepat

post-6-0-68395300-1417164268_thumb.jpgpost-6-0-46790700-1417164278_thumb.jpg

(Kiri) Halte Hakone Tozan Bus | (Kanan) Hakone Tozan Bus

 

Selama perjalanan ini menempuh waktu sekitar 30 menitan melewati beberapa area salah sau nya adalah Amazake chaya-Tea House tapi saya tidak berhenti disini. Tidak lama kemudian tiba di Motohakone-ko sebuah dermaga disini kita bisa langsung naik Pirate Ship gratis dengan Hakone Free Pass, namun karena hujan saya putuskan untuk jalan kaki ke arah Hakone Machi-ko selama 30 menitsebelomnya beli payung dulu seharga 620 yen. 

 

ANCIENT CEDAR AVENUE

Sepanjang perjalanan jalan kaki ini saya melewati beberapa tempat yang pertama adalah Ancient Cedar Avenue, sebuah taman (hutan) yang berisikan pohon-pohon Cedar yang sudah berumur ratusan tahun, juga tinggi menjulang. Tempat yang pas untuk #ModStyle

post-6-0-49362200-1417164980_thumb.jpgpost-6-0-53528400-1417164990_thumb.jpg

(Kiri) #ModStyle Di Area Jembatan Ancient Cedar Avenue | (Kanan) #ModStyle Di Ancient Cedar Avenue Track

 

HAKONE SEKISHO

Lanjut lagi perjalanan nya tidak jauh sekitar 10 menitan ketemu dengan Hakone Checkpoint / Hakone Sekisho Exhibition Hall. Di Hakone Checkpoint ini ada Taman dan Viewpoint untuk melihat Lake Asahi dari atas bukit, namun karena hujan tidak terlalu bagus. Di Hakone Sekisho Exhibition Hall terdapat manuskrip dan peninggalan sejarah Hakone Kuno. Tiket masuk nya 400 yen (Diskon Hakone Free Pass)

post-6-0-98922600-1417165392_thumb.jpgpost-6-0-39172800-1417165400_thumb.jpg

 

Lanjut di dekat sini ternyata ada Perkampungan Jepang Kuno yang di beri nama Hakone Sekisho Restoration, ya berupa restorasi dari perkampungan Hakone lama, disini ada Gerbang Kuno, Rumah Kuno, dan juga tempat latihan tentara Jepang Kuno. Tiket masuk nya 500 yen 

post-6-0-26402900-1417165628_thumb.jpgpost-6-0-15177000-1417165636_thumb.jpg

(Kiri) Gerbang Hakone Sekisho Restoration | (Kanan) Perkampungan Hakone Sekisho

 

HAKONE MACHI-KO

Ok tidak jauh dari pintu keluar Hakone Sekisho sudah dekat dengan Hakone Machi-ko Pier (Dermaga) untuk naik Pirate Ship secara gratis dengan Hakone Free Pass. Penampakan kapal nya memang mirip ala-ala Pirates of Carribean seh cuma warnanya terlalu terang untuk bajak laut. Dikarenkan masih hujan dan pasti pemandangan dari geladak kapal gak terlalu bagus, jadi saya pilih untuk ambil First Class Cabin saja seharga 400 yen (diskon Hakone Free Pass) untuk bersantai di ruangan ber Sofa sekalian menyaksikan, pemandangan Lake Asahi. Perjalanan sekitar 20 menitan dengan rute : Hakone Machi-ko - Motohakone-ko - Togendai-ko

Sekalian makan siang Onigiri yang di beli di Shinjuku Station tadi siang :D

post-6-0-07225700-1417166078_thumb.jpgpost-6-0-71495700-1417166081_thumb.jpg

(Kiri) Pirate Ship Lake Asahi | (Kanan) Pemandangan Lake Asahi Dari Cabin

 

TOGENDAI

Tiba di Togendai langsung menuju ke Hakone Tozan Ropeway (Gondola) untuk menuju ke Owakudani. Seharusnya jika cuaca cerah kita bisa menyaksikan Gunung Fuji dari perjalanan di Gondola ini, namun apa daya hujan masih saja mengguyur jadi cuma dapat pemandangan pohon-pohon warna-warni

post-6-0-65362000-1417166310_thumb.jpgpost-6-0-57507500-1417166317_thumb.jpg

(Kiri) Hakone Tozan Ropeway | (Kanan) Pemandangan Dari Gondola

 

OWAKUDANI

Tiba di Owakudani mengingatkan saya dengan Kawah Ratu di Tangkuban Perahu Lembang Bandung, dengan kawah yang mengeluarkan asap belerang. Karena hujan bau belerang tidak terlalu menyengat. Saya langsung menuju tempat menjual makanan khas Owakudani yaitu Owakudani Black Egg seharga 500 yen untuk 5 butir telur. Owakudani Black Egg adalah Telur ayam yang di rebus di air belerang kawah, sehingga warna cangkang nya berubah jadi hitam. 

post-6-0-32355100-1417166550_thumb.jpgpost-6-0-16457500-1417166558_thumb.jpg

(Kiri) Owakudani Crater | (Kanan) Owakudani Black Egg Shop

 

Tidak berlama-lama disini karena jam sudah sore pukul 16.30 WIT harus tiba di Stasiun Hakone Yumoto sebelom pukul 19.00 WIT untuk naik Odakyu Romance Car ke Shinjuku. Langsung menuju ke Hakone Ropeway lagi tujuan Sounzan. 

 

SOUNZAN

Di Sounzan juga tidak lama karena disini memang tepat transit antara yang mau naik Bus langsung ke Hakone Yumoto atau Tozan Cable Car ke Gora dahulu. Saya putuskan ke Gora dahulu. Unik nya Cable Car jurusan Sounzan - Gora ini rel nya yang agak miring jadi kalo dari arah Sounzan kita akan menukik ke bawah. Perjalanan sekitar 15 menit ke Gora.

post-6-0-18764100-1417166871_thumb.jpg

Hakone Tozan Cable Car

 

GORA

Setiba nya di Gora kebetulan Cable Car jurusan Gora - Hakone Yumoto sudah menunggu langsung saya naik, tidak berapa lama kereta berangkat, perjalanan sekitar 40 menitan. Untung di dalam kereta ada heater jadi lumayan adem. Oh iya Rute Cable Car Gora - Hakone Yumoto ini adalah salah satu rute kereta tercantik di Jepang loh. Sayang cuaca hujan jadi saya gak dapet apa-apa :(

en_photo_large_02.jpg

Gora - Hakone Yumoto Route Taken From hakone-touzan.co.jp

 

HAKONE YUMOTO

Tiba di Hakone Yumoto sekitar pukul 19.02 WIT, saya pikir sudah telat ini, namun ternyata Odakyu Romance Car nya masih ada, dan saya langsung menuju TIcket Vending Machine terdekat langsung beli seharga 890 yen jurusan Shinjuku, kereta pun berangkat pukul 19.09 WIT. Perjalanan 80 menit ini saya coba untuk makan Owakudani Black Egg nya, dan setelah saya coba rasanya adalah Telur Ayam Rebus Biasa haahhah :P

post-6-0-69576600-1417167541_thumb.jpg

Black Egg

 

SHINJUKU

Setibanya di Shinjuku Station niat hati ingin ke Tokyo Metro Government Building untuk melihat Tokyo dari ketinggian di malam hari, namun hujan pun belom berhenti di Tokyo ini. Ya sudahlah pulang saja ke Asakusa, tapi sebelom nya cari makan dulu di area Kamiranimon Gate

 

Rute Tokyo Metro sama dengan berangkat hanya di balik saja : Shinjuku (Marunouchi Line) - Akasaka-mitsutake (Transfer ke Ginza Line) - Asakusa total seharga 240 yen

 

ASAKUSA

Setiba nya di area Kaminarimon Gate saya pikir Nightlife disini bakalan ramai karena disini kalo siang adalah sentra nya toko-toko souvenir, yatai (kuliner kaki lima). Namun ternyata sepi toko-toko sudah tutup dari pukul 21.00 WIT, sedangkan saya tiba disana sekitar 22.00 WIT.

 

Ya sudah lah cari resto yang buka, ternyata ada Warung Sake (Sake Bar) yang buka hingga malam hari dan disana juga ada menu makanan nya ya udah saya masuk. Karena saya bingung akan ke HALAL an nya. Akhirnya saya pilih menu yang di Grilled (Panggang) saja yaitu Cumi Panggang + Jamur Panggang + Sake + Ocha (Green Tea) + Nasi. Total seharga 2100 Yen

post-6-0-88085100-1417170885_thumb.jpgpost-6-0-36558900-1417170965_thumb.jpg

(Kiri) Sake Bar | (Kanan) Grilled Squid

 

post-6-0-76166700-1417171642_thumb.jpgpost-6-0-99370200-1417171673_thumb.jpg

(Kiri) Sake Bottle | (Kanan) Ocha + Sake Glass

 

Kelar makan malam dan kenyang saya putuskan untuk ke Family Mart terdekat untuk beli Ramen Cup buat sarapan besoknya seharga 250 yen.

 

Sampe ke penginapan mandi dan langsung tidur dah, sampai ketemu di lanjutannya ya :D

 

Total Pengeluaran Day 2 :

  • Sarapan Onigiri 2 x 120 yen = 240 yen
  • Topup Pasmo Card = 3.000 yen
  • Hostel 3 malam = 11.400 yen
  • Hakone free pass = 5.140 yen
  • Odakyu Romance Car PP = 1.780 yen
  • Makan siang Onigiri 4 x 120 yen = 480 yen
  • Beli Payung di Hakone = 620 yen
  • Pirate Ship Cabin = 400 yen
  • Owakudani Black Egg = 500 yen
  • Makan Malam = 2100 yen 
  • Ramen Cup Untuk Sarapan = 250 yen
  • TOTAL PENGELUARAN DAY 2 = 25.910 yen (Rp. 2.700.000)

​

TIPS :

  • Selalu cek prakiraan cuaca kalo gak mau kejadian kayak saya, via gadget atau tv lokal jepang ada yang berbahasa Inggris kok. Jika cuaca tidak bagus bisa langsung switch itinerary ke hari berikutnya
  • Untuk Internetan di Smartphone kalian bisa menyewa Mobile Wifi atau Mobile Tethering dari penginapan kalian, di Khaosan Tokyo Original ini menyewakan Mobile Tethering berupa Smartphone Samsung yang bisa tethering untuk wifi sehari 500 yen, lebih murah dari pada harus paket internet dari Provider lokal Indonesia yang perhari Rp. 75.000
  • Selalu bawa botol minum karena kalian akan perlu untuk Free Tap Water karena banyak di area Tokyo dan Hakone, lumayan air minum gratis
  • Onigiri adalah salah satu makanan yang wajib jika kalian ingin hemat, 2 atau 3 buah juga udah kenyang dan untuk isiannya juga beragam kokn banyak terdapat di Convenience Store seperti Lawson dan Family Mart
  • Map Hakone Tour ini sangat berguna untuk menentukan destinasi kalian disana post-6-0-73180400-1417172473_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Day 3: 21 November 2014

 

Bangun pagi sekitar pukul 06.00 WIT untuk merasakan nuansa Tokyo di pagi hari, langsung persiapan masak Ramen Cup yang di beli tadi malam dari Family Mart. Dan menyantap nya di Rooftop penginapan dengan view dari Tokyo Skytree dan Sumida River di belakang penginapan, sedap :D

post-6-0-16623700-1417426918_thumb.jpg

Morning View Sumida River and Tokyo Skytree

 

Jadwal hari ini adalah Full Day di Tokyo Disneyland, yup karena saya ini tipe pelancong yang doyan bermain di Theme Park, jadi kalo berkunjung ke suatu negara yang mempunyai Theme Park bagus wajib di kunjungi :D

 

Setelah sarapan dan mandi sekitar pukul 09.00 WIT saya berangkat menuju Asakusa Station Ginza Line. FYI jika Tokyo Disneyland itu berada di area Maihama (Keiyo Line). Jadi untuk menuju kesana rutenya adalah :

Asakusa Station Ginza Line - Ginza (Transfer ke Marunouchi Line) - Tokyo (Transfer ke Keiyo Line) -  Maihama.

400 Yen.

 

Tokyo Disneyland

Selama perjalanan ini saya juga melihat Big Ferris Wheels dari dalam kereta, dan setiba di Maihama Station sekitar pukul 10.00 WIT langsung keluar Station. Kita akan langsung berhadapan dengan nuansa Disneyland. Oh iya dari Maihama Station ada Line khusus untuk ke area Disneyland seperti Tokyo Disneyland - Tokyo Disneysea - Disneyland Resort Hotel & Spa. Tapi kalo untuk Tokyo Disneyland udah dekat kok tinggal jalan kaki saja, sambil menikmati keindahan Disneyland :D

post-6-0-14440300-1417427869_thumb.jpgpost-6-0-71780900-1417427882_thumb.jpg

(Kiri) Maihama Station | (Kanan) Tokyo Disneyland Gate

 

Setiba di loket nya saya langsung beli di Counter nya, cukup banyak counter ticketing nya jadi tidak antri dan juga kebetulan masih hari Jumat jadi belom teralu penuh. Harga tiket sebesar 6.400 Yen untuk 1 Hari (1-Day Passport)

post-6-0-60556700-1417428093_thumb.jpgpost-6-0-40001800-1417428107_thumb.jpg

(Kiri) Ticket Counter | (Kanan) Ticket Tokyo Disneyland

 

Ketika masuk area Disneyland nya, nuansa Natal langsung terlihat dengan banyak nya pernak-pernik natal di sana-sini. Dan juga kebetulan lagi ada sesi poto bareng Mickey Mouse di area gerbang. Ada Pohon Natal gede juga.

post-6-0-29350000-1417428488_thumb.jpgpost-6-0-52362100-1417428499_thumb.jpg

(Kiri) Sesi Poto Bareng Mickey Mouse | (Kanan) Giant Christmas Three

 

Wahana pertama yang saya coba adalah Pirates Of Carribean karena paling dekat dari Gerbang atau Bazaar Area. Berada di Adventure Land. Antrian sedikit mengular tapi tidak lama sekitar 15 menitan sudah naik ke kapal nya. Singkat cerita wahana ini berupa Perahu yang memasuki semacam gua dan disini banyak adegan-adegan khas dari film Pirates Of Carribean, dengan suara dan musik yang sesuai film nya.

post-6-0-34812400-1417429619_thumb.jpgpost-6-0-41644400-1417429623_thumb.jpg

(Kiri) Adegan di Port Royal | (Kanan) Jack Sparrow

 

Keluar dari sana langsung di sambut oleh penampilan para Pirates Live Show dengan melakukan Dancing dan juga Brass dan Percussion keren.

post-6-0-49375800-1417430011_thumb.jpgpost-6-0-58942900-1417430024_thumb.jpg

(Kiri) Pirates Dancing | (Kanan) Pirates Band

 

Lanjut muter-muter ke area Westernland disini ada Woody dari Toys Story dan juga area Westernland Shooting Gallery, tapi karena antrian nya lama dan bayar 100 yen perorang untuk 5 kali tembak, saya tidak masuk. Hanya menyusuri area Western ini ketemu dengan Mark Twain Riverboat yang sangat besar mengitari sungai buatan di area Disneyland ini.

post-6-0-88855200-1417430693_thumb.jpgpost-6-0-11642300-1417430709_thumb.jpg

(Kiri) Woody dari Toys Story | (Kanan) Westernland Shooting Gallery

 

post-6-0-77296900-1417430719_thumb.jpg

Mark Twain Riverboat

 

Lanjut masih di area Westernland saya coba untuk masuk ke Country Bear Theater dimana beberapa robot Beruang dari serial Country Bear melakukan pertunjukan musik yang bertemakan natal, namun sayang karena semua lirik lagu nya di ganti jadi bahasa Jepang jadi saya tidak mengerti, tapi musiknya enak kok, oh ya dilarang poto di dalam :D

post-6-0-57551900-1417432051_thumb.jpgpost-6-0-96560200-1417432055_thumb.jpg

(Kiri) Country Bear Theater Entrance | (Kanan) Country Bear Theater Inside

 

Beres dari sini saya coba untuk ambil tiket Fast Pass untuk wahana Splash Mountain di area Critter Country,  tapi sayang saya kebagian nya Pukul 21.15 WIT, waw malam banget. Yaudah deh saya tinggalin, karena ini salah satu wahana favorit seh, kalo gak ambil tiket Fast Pass bisa antri ampe 2 jam berdiri.

 

Lanjut sudah pukul 13.20 WIT bentar lagi ada acara Parade Happines Is Here mengitari area Disneyland jadi udah banyak yang duduk di jalan untuk ambil spot biar dapat tempat bagus. Semua karakter utama Disney muncul untuk berjalan dan bersalaman kepada pengunjung yang ada. Donald Duck, Mickey & Minnie Mouse, Cinderella, Alice in Wonderland, Seven Dwarfs, Goofy, Pinocchio dll.

post-6-0-56577800-1417432909_thumb.jpgpost-6-0-02047400-1417432923_thumb.jpg

(Kiri) Pinocchio | (Kanan) Stitch

 

post-6-0-94124000-1417432928_thumb.jpgpost-6-0-93462500-1417432935_thumb.jpg

(Kiri) Toys Story | (Kanan) Cinderella

 

Parade yang seru dan backsound musik Happines Is Here yang bagus, saya lanjut ke wahana Mickey PhilharMagic sebuah konser musik 3D yang dikemas secara lucu dan menarik, dengan backsound dari semua soundtrack terkenal film Disney seperti Aladdin - A Whole New World dll.

post-6-0-58592700-1417433262_thumb.jpg

Mickey Philharmagic Entrance

 

Gak terasa udah pukul 14.30 WIT dan belom makan siang, lanjutlah ke area Toontown karena disini ada semacam Cafetaria, Huey, Dewey and Louie’s Good Time Cafe jadi pilihan karena menu Donald Burger nya menarik dan harga nya pun relatif murah, saya pilih yang paket udah dapat Orange Juice + Kentang Goreng seharga 1200 Yen

post-6-0-10300700-1417433603_thumb.jpgpost-6-0-31262000-1417433614_thumb.jpg

(Kiri) Toontown Gate | (Kanan) Donald Burger

 

Oh iya saya juga sempatkan keliling di Toontown ini karena konsep bangunan nya yang unik dan juga banyak warna, ada City Hall dimana karakter Disney juga keluar dari sini untuk meet & great. Lalu ada Minnie House dan Micky House untuk Meet & Great juga, cuma antrian nya panjang banget.

post-6-0-96026800-1417434080_thumb.jpgpost-6-0-44151100-1417434090_thumb.jpg

(Kiri) Taman Bungan Toontown | (Kanan) Toontown Building

 

post-6-0-00687700-1417434099_thumb.jpgpost-6-0-73108700-1417434110_thumb.jpg

(Kiri) City Hall | (Kanan) Minnie House

 

Lanjut ke area Tomorrowland disini saya coba balapan di Grand Circuit Raceway dengan mobil balap sejenis Gokart tapi dengan desain yang lebih bagus, namun dengan jalur track yang sudah di tentukan jadi kita tinggal injak gas dan setir sedikit. Ketemu Cute Little Princess yang juga lagi antri. Cukup seru juga seh, saya mencoba menabrakkan mobil ku dengan mobil yang di depan, tapi ternyata mobil langsung rem otomatis ketika sudah dekat mobil lain heheh ternyata ada sensor otomatis nya :D

post-6-0-42251600-1417434505_thumb.jpgpost-6-0-83306800-1417434517_thumb.jpg

(Kiri) Grand Circuit Raceway Dock | (Kanan) Mobil Balap

 

post-6-0-55164600-1417434657_thumb.jpg

Cute Little Princess

 

Lanjut saya mencoba wahana Space Mountain berupa roller coaster di dalam kegelapan, jika kalian pernah ke Universal Studio Singapore dan bermain wahana Mummy Coaster, nah ini sensasi nya sama karena kita akan di jungkir balik kan dengan kecepatan tinggi dalam ruang gelap yang di design seperti ruang angkasa. Yang punya penyakit jantung jangan main ini.

 

Oh iya ada keunikan terjadi disini, karena salah satu wahana favorit jadi antrian mengular hingga waiting time 60 menit di barisan saya masuk, tiba-tiba ada se kelompok ibu-ibu mungkin dari China yang menerobos antrian dengan tenang nya (mungkin karena di lihat yang antri masih muda semua). Kebetulan petugas tidak melihat mereka karena antrian yang ramai. Ketika ibu-ibu itu sudah melewati saya, saya langsung keluar barisan dan menuju petugas untuk melaporkan, gak lama kemudian saya melihat dari kejauhan sekelompok ibu-ibu itu dibawa petugas keluar dan di suruh untuk antri dari awal, nampak nya mereka gak mau dan langsung pergi, saya pun bisa balik lagi ke barisan antri karena di persilahkan oleh antrian yang lain :D

post-6-0-49277700-1417435182_thumb.jpg

Space Mountain

 

Hari pun sudah mulai gelap, oh ya FYI gelap di Jepang pada musim gugur ini lebih cepat loh, sunset itu sudah nampak sekitar pukul 16.30 WIT. Dan saya menyempatkan untuk poto sunset di Cinderella Castle

post-6-0-89729700-1417435361_thumb.jpgpost-6-0-40685700-1417435368_thumb.jpg

(Kiri) #ModStyle Cinderella Castle | (Kanan) Sunset at Cinderella Castle

 

Ending petualangan di Disneyland adalah menonton Video Mapping berjudul Once Upon A Time di Cinderella Castle pukul 18.30 WIT (Show 1). Berupa pertunjukkan video yang layar nya berupa Cinderella Castle, jadi gambar video akan berada di Castle tersebut, sayang nya jalan cerita menggunakan bahasa Jepang, tapi tetap layak di tonton, karena selain Video Mapping ada Pertunjukkan Kembang Api atau Starbright

 

Oh iya ada yang unik dalam wahana ini, yaitu tempat nonton nya, jadi terbagi dua, tempat duduk khusus di sediakan di depan castle, lalu di luar castle area. Nah cara bisa untuk dapat tempat duduk di depan castle nya itu diundi dengan Lottery. Jadi tiket masuk Disneyland kita bisa di scan untuk jatah tempat duduk di depan Castle Cinderella. Scan nya di tempat khusus Lottery Booth dan terbatas cuma 500 orang kalo gak salah. Sayang saya gak beruntung jadi gak dapat jatah kursi nya.

post-6-0-81523000-1417435888_thumb.jpgpost-6-0-49240600-1417435896_thumb.jpg

(Kiri) Video Mapping | (Kanan) Starbright

 

Beres semuanya pukul 20.00 WIT udah waktu nya pulang, kaki udah capek muterin tempat ini, walaupun masih banyak wahana yang belom dicoba, pada akhirnya batal mau Splash Mountain padahal tinggal tunggu 1 jam lagi. Kali ini keluar gerbang Disneyland saya coba naik MRT Line khusus Disneyland menuju Maihama Station dan tiket nya seharga 100 yen (Pasmo).

 

Sampai di Maihama Station langsung saja pulang ke Asakusa dengan rute :

Maihama - Tokyo (Transfer ke Marunouchi Line) - Ginza (Transfer ke Ginza Line) -  Asakusa.

400 Yen (Pasmo).

 

 
Sampai di Asakusa langsung saja ke Family Mart, yoi makan malam hemat saja, Sushi Set seharga 500 yen jadi pilihan tentu nya di panasin dahulu di Oven Family Mart, kenyang dan nikmat :D
post-6-0-19433900-1417436731_thumb.jpg
Sushi Set Family Mart
 
Sekian perjalanan Day 3, ditunggu lanjutannya ya :D
 
Pengeluaran Day 3
  • Tiket Disneyland = 6400 yen
  • Makan siang Donald Burger = 1200 yen
  • Makan Malam Sushi Set Family Mart = 500 yen
  • Total = 8100 yen (Rp. 840.000)

 

Tips

  • Bawa botol minum kosong untuk hemat air minum karena ada Free Tap Water, dan juga bawa bekal makan siang yang tahan lama seperti Onigiri jika dirasa makanan di sini terlalu mahal
  • Fast Pass, jadi sehari sebelom nya lebih baik kalian cari dan catat wahana-wahana yang mempunyai Fast Pass, jadi ketika datang ke Disneyland langsung saja ambil Fast Pass di masing-masing wahana agar tidak terlalu lama antrinya
  • Fisik harus prima karena disini lokasi yang sangat besar membuat kalian harus jalan kaki yang cukup jauh

Share this post


Link to post
Share on other sites

Day 4: 22 November 2014

 

Hari ke empat di Negeri Sakura planning hari ini adalah ke Museum Doraemon (Fujiko F Fujio Museum), East Garden Imperial Palace, dan Odaiba

 

Seperti biasa bangun pagi pukul 07.00 WIT sudah siap karena harus berangkat ke Lawson dahulu untuk beli tiket Museum Doraemon atau nama asli nya adalah Fujiko F Fujio Museum. Yup di Lawson Store karena mereka bekerja sama dengan Lawson jadi tiket hanya bisa di beli di Convenience Store tersebut ada mesin khusus mirip ATM bernama Loppi

 

Awalnya saya coba ke Lawson Store 100 Yen (Semua barang yang dijual berkisar 100 yen) yang dekat dari penginapan, namun menurut mereka disana tidak bisa dan tidak ada mesin Loppi nya, harus ke Lawson Store Utama. Jadi review yang bilang "Beli tiket Fujiko F Fujio Museum bisa di semua Lawson di Jepang" itu SALAH BESAR. Karena Lawson ada dua tipe yaitu Lawson Store dan Lawson 100 Yen Store. Hanya bisa beli di Lawson Store.

 

SENSOJI TEMPLE

Ok lanjut lagi jalan ke arah Asakusa Tsukuba Ekspress Line karena disini ada Lawson Store, namun melewati Sensoji Temple terlebih dahulu untuk sekedar poto-poto dan mencoba Yatai berupa Takoyaki seharga 500 yen.

post-6-0-49831400-1417499949_thumb.jpgpost-6-0-41148600-1417499962_thumb.jpg

(Kiri) Di Depan Sensoji Temple | (Kanan) Takoyaki

 

post-6-0-37494000-1417500374_thumb.jpg

Takoyaki Yatai

 

Lanjut lagi perjalanan ke Lawson Store sekitar 10 menit jalan kaki dari Sensoji Temple, ketika masuk langsung ketemu mesin LOPPI. Lalu saya minta tolong pegawai Lawson untuk mengoperasikan nya karena mesin nya masih ber bahasa Jepang. 

 

Namun sayang di sayang, ketika di pilih tanggal untuk hari ini semua tiket ke Fujiko F Fujio Museum sudah Sold Out (Habis), yah sial banget. Lalu saya cek buat besok juga ternyata Habis, bahkan saya cek buat bulan depan pun habis, cuma ada buat tahun depan. Yah kalo gini ketika di Bandara Haneda hari pertama ada Lawson Store langsung aja beli tiket Fujiko F Fujio di mesin Loppi nya. Oh iya harga tiket Fujiko F Fujio Museum nya seharga 1000 yen

img001.jpg

Loppi Machine Taken From Google

 

Akhirnya saya ke Lawson Store cuma beli Lip Balm + Lotion Hand & Body karena kulit mulai kering karena dingin jadi agak perih seharga total 300 yen. 

 

Lalu saya putar otak itinerary hari ini harus di ubah, googling dan dapat info kalo Human Rickshaw di Asakusa ini salah satu atraksi turis populer, lalu ada Tsukiji Market tempat Pelelangan Ikan di Tokyo Area dan juga Hama-rikyu Garden di hulu Sumida River yang wajib di coba. Okelah berangkat saya balik lagi ke arah Kaminarimon Gate karena disana lah biasanya Human Rickshaw mangkal

 

ASAKUSA

Sesampai di Kamiranimon Gate ternyata sudah banyak para Human Rickshaw Driver ini yang sedang menawarkan jasa nya, FYI Human Rickshaw adalah Becak yang di tarik oleh Manusia seperti di jaman Jepang dahulu kala. Namun yang di jaman sekarang lebih modern dengan ada nya perusahaan khusus untuk Human Rickshaw ini. Saya di hampiri salah seorang Human Rickshaw Driver bernama Satoru yang menawarkan paket untuk muterin area Sumida River satu putaran seharga 2800 yen untuk 1 orang. Ya sudah saya ambil saja buat ngisi waktu.

 

Satoru mempunyai bahasa Inggris yang bagus, dan dia bercerita banyak hal. Ternyata memang pekerjaan Human Rickshaw Driver ini pekerjaan Profesional berbeda dengan penarik Becak di Indonesia, disini mereka punya Driver License untuk Human Rickshaw dan juga harus melalui suatu perusahaan khusus Human Rickshaw, karena ada training khusus. Jadi mereka ini pegawai dari tiap perusahaan Human Rickshaw. Satoru masih muda mungkin umur 20 awal. Sepanjang rute dia menjelaskan kalo rute yang di lalui ini jika pada bulan april bakalan banyak bunga Sakura bermekaran.

post-6-0-82064900-1417501301_thumb.jpgpost-6-0-16471800-1417501315_thumb.jpg

(Kiri) Rute Rickshaw | (Kanan) With Satoru The Rickshaw Driver

 

Beres keliling Sumida River saya di antar ke Asakusa Ginza Line Station, kali ini tujuan saya ke Tsukiji Fish Market, maka dari itu saya harus menuju ke Tsukijishijo Station yang berada di Hibiya Line, rutenya adalah :

Asakusa Ginza Line - Ueno (Transfer ke Hibiya Line) - Tsukijishjio 200 yen

 

Oh iya saya Top Up Saldo PASMO Card dahulu karena sudah menipis, saya top up 2000 yen

 

Tsukiji Fish Market

Keluar dari Tsukijishijo Station tidak sulit untuk mencari arah ke Fish Market karena ada plang arah, jika keluar station kita tinggal ke arah kiri ketemu Traffic Light ambil kiri lagi. cuma 5 menit jalan kaki sudah sampai. Atraksi utama disini adalah pelelangan ikan yang dimulai dari pukul 04.00 WIT Subuh - pukul 10.00 WIT pagi, sayang saya tiba di sini sudah pukul 11.00 WIT jadi ke lewat. Namun ada satu lagi yang wajib kalian coba kalo punya waktu banyak, yaitu warung Sushi di sini yang terkenal murah Sushi Set dengan 12 item seharga 1500 yen, ikan nya juga fresh dari pelelangan ikan. Pas saya mau masuk ke salah satu Sushi Bar disini antrian nya mengular dan itu terjadi di setiap Sushi Bar yang ada disini. Ada bule yang ikutan antri jadi saya tanya aja karena pasti bisa English.

 

Me: Excuse me miss, how long have you been queuing on this line ?

Bule: I don't know, i've been here since 06.00 AM, well u can say maybe 3 or 4 hours

Me: Wow is this Sushi Bar really good ?

Bule: Yeah this area has the best Sushi Bar in all of Tokyo, the fish is fresh and the price is lower than any other area. You should read Tripadvisor about this place, its highly recommended. Are you going to queue also ?

Me: Well i guess not this time. Thank you :D

post-6-0-31046300-1417506619_thumb.jpgpost-6-0-77027800-1417506625_thumb.jpg

(Kiri) Tempat Pelelangan Ikan Tsukiji | (Kanan) Antrian Sushi Bar

 

Beres dari Tsukiji Fish Market destinasi saya selanjut nya masih di area Tsukiji ini ada Hama-rikyu Garden, dari Fish Market jalan kaki saja sekitar 10 menitan ke arah Hatchobori, pasti melewati garden ini.

 

Hama-rikyu Garden

Setiba nya disini langsung bayar tiket masuk seharga 300 yen, dan kita bisa pakai Guide Gratis berupa gadget yang bisa memberikan semua informasi yang ada di Garden ini dalam bahasa inggris loh. Dan keren nya lagi kita gak usah repot-repot harus setting lagi ketika mau tahu informasi tentang suatu area disini, karena alatnya akan otomatis rubah sendiri ketika kita mendekati area tertentu, mungkin ada sensor bluetooth di area-area tertentu.

 

Hama-rikyu Garden adalah sebuah taman yang besar, pada jaman Edo berfungsi sebagai tempat Istana pemimpin daerah dan juga sebagai tempat berburu bebek. Sekarang lebih sebagai taman untuk bersantai dengan adanya danau serta Tea House di dekat danau, pokok nya cantik deh jangan dilewatkan.

post-6-0-91331800-1417507429_thumb.jpgpost-6-0-46311100-1417507442_thumb.jpg

(Kiri) English Audio Guide Gadget | (Kanan) #ModStyle Lake Side

 

post-6-0-26509000-1417507451_thumb.jpgpost-6-0-55145000-1417507463_thumb.jpg

(Kiri) Tea Hous on a Lake | (Kanan) #ModStyle Tree Bloom

 

Kurang puas seh muter-muter disini kalo bentar apalagi belom sempat nyoba acara tradisional minum teh di Tea House nya, yang pasti nya bayar 500 yen. Tapi saya harus tiba di Tokyo Station pukul 13.00 WIT untuk mengikuti Tour Gratis East Garden Imperial Palace. Ya udah berangkat lah jalan kaki menuju stasiun terdekat yaitu Hatchobori Station

 

Setiba di Hatchobori Station tujuan saya adalah Tokyo Station jadi rutenya adalah :

Hatchobori - Ginza (Transfer ke Marunouchi Line) - Tokyo 170 yen

 

East Garden Imperial Palace

Setiba nya disini saya langsung mencari Marunouchi Central Gate, karena disini lah Guide Gratis itu kumpul. Oh iya untuk Guide Gratis nya berjudul Tokyo Free Walking Tour, berupa sebuah komunitas pecinta sejarah Jepang yang kemudian membuat suatu acara sosial berupa guide gratis (tidak perlu reservasi) untuk wisatawan yang ingin berkunjung dan mengetahui sejarah dari beberapa area Tokyo setiap Hari Sabtu pukul 13.00 WIT, salah satu nya East Garden Imperial Palace, info lebih lanjut bisa kunjungi blog mereka di SINI atau web mereka di SINI

 

Saya bertemu mereka dan di jadwalkan bahwa tepat pukul 13.00 WIT kita berangkat dan sudah ada peserta lain nya yang total sekitar 30 orang jadi di bagi 2 grup. Saya kebagian grup 1 yang dipimpin Guide wanita muda jepang dan juga pria tua jepang. Mereka berdua cukup fasih bahasa inggris namun dengan aksen jepang yang membuat saya harus agak menerka-nerka arah pembicaraan nya kemana :D

 

Area yang dilalui adalah Tokyo Station - Imperial Fountain - Imperial Palace Fort - Imperial Palace Gate - East Garden. Mereka menjelaskan semua sejarah yang ada di area tersebut, dan saya baru tahu kalo Mitsubishi itu adalah nama Klan Shogun yang bertahan untuk tinggal di Tokyo area, itu sebabnya di area Tokyo Station banyak gedung yang di miliki oleh Mitsubishi dari jaman dahulu, sekarang mereka sudah berubah dari Klan Shogun menjadi Klan Mobil Mitsubishi. Namun sayang di pertengahan jalan di Rest Area East Garden saya harus keluar karena waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 WIT saya harus bergegas ke Odaiba untuk menyaksikan sunset disana. Jadi saya mohon ijin terlebih dahulu kepada guide untuk pergi, namun saya sempat muter-muter dikit di area East Garden ini.

post-6-0-22960600-1417509121_thumb.jpgpost-6-0-43467700-1417509133_thumb.jpg

(Kiri) Lambang Tokyo Free Walking Tour | (Kanan) Meeting Point Di Depan Marunouchi Central Gate Tokyo Station

 

post-6-0-98119900-1417509139_thumb.jpgpost-6-0-66280800-1417509146_thumb.jpg

(Kiri) Tokyo Station | (Kanan) Imperial Fountain

 

post-6-0-11480700-1417509154_thumb.jpgpost-6-0-83727500-1417509181_thumb.jpg

(Kiri) Benteng Imperial Palace | (Kanan) East Garden Pond

 

Beres dari sini saya langsung mencari station terdekat untuk menuju ke Odaiba, yaitu Takebashi Station di Tozai Line. Jadi saya melalui rute :

Takebashi - Nihombashi (Transfer ke Ginza Line) - Shimbashi (Transfer ke Yurikamome Line) - Daiba 490 yen

 

ODAIBA

Sesampai nya di odaiba sudah pukul 16.20 WIT sudah mulai gelap dan sunset udah mulai kelihatan, langsung buru-buru cari arah ke Diver City Plaza dimana di salah satu sisi mall ini berdiri gagah Robot Gundam RX-78-2 yang merupakan tujuan saya jauh-jauh kesini hehehe

 

Jalan kaki sekitar 10 menit dari Daiba Station ke Diver City akhirnya ketemu juga dan waktu yang pas banget ketika Sunset muncul.

post-6-0-89701600-1417510436_thumb.jpgpost-6-0-58444500-1417510460_thumb.jpg

(Kiri) #ModStyle with Gundam RX-78 | (Kanan) Gundam and the Sunset

 

Puas poto-poto disini, saya cobain Gundam Cafe nya sekedar mencoba Gundam Cheese Burger seharga 200 yen lumayan belum makan siang hehe

post-6-0-44034200-1417510837_thumb.jpg

Gundam Cheese Burger

 

Lanjut di area ini ada Patung Liberty mini yang berlawanan arah dari Gundam ini jadi harus jalan kaki sekitar 10 menit, dan kebetulan udah gelap jadi gak begitu lama poto-poto disini. Oh iya di belakang nya nampak Rainbow Bridge Odaiba

post-6-0-94103200-1417510844_thumb.jpgpost-6-0-45762500-1417510853_thumb.jpg

(Kiri) Patung Liberty | (Kanan) Rainbow Bridge

 

Beres karena udah mulai gelap banget sudah pukul 17.30 WIT saya putuskan untuk pulang tapi mampir dahulu ke area Shimbashi. Jadi rutenya adalah :

Daiba - Shimbashi 320 yen

 

SHIMBASHI

Tiba disini tujuan utama saya adalah Tamiya Plamodel Factory, yup ini adalah surga bagi penggemar Tamiya, karena disini adalah pabrik kedua setelah yang pusatnya di Yokohama. Tapi sayang nya untuk weekend mereka tutup pukul 18.00 WIT jadi saya harus cepat untuk mencari lokasi nya walaupun tidak begitu jauh dari stasiun.

 

Sesampai nya di Tamiya Plamodel Factory pas pukul 18.00 WIT dan karyawan disana sudah mau memasang plang Closed. Namun saya langsung jelaskan kalo saya datang jauh-jauh dari Indonesia untuk kesini mau beli beberapa buah Tamiya, akhirnya mereka dengan senang hati mempersilahkan saya masuk dan memilih dengan bantuan dari pegawai tokonya. Total saya habis 5000 yen disini, yup saya borong hahaha :D

post-6-0-91050400-1417511296_thumb.jpgpost-6-0-11635200-1417511309_thumb.jpg

(Kiri) Salah satu belanjaan saya | (Kanan) #ModStyle Di Dalam Tamiya Plamodel Factory

 

post-6-0-32583800-1417511317_thumb.jpgpost-6-0-47633700-1417511324_thumb.jpg

(Kiri) Dash Series | (Kanan) #ModStyle di depan Toko

 

Well puas yang sebenarnya belom puas juga masih banyak barang yang ingin saya beli, tapi ya sudah lah gak enak dengan karyawan nya yang mau tutup toko nungguin saya, jadi saya putuskan untuk pulang. 

 

Oh iya ketika sampai di Shimbashi ini saya tidak ngeh kalau di area dekat stasiun adalah ADULT ZONE (Red Light District), mungkin karena saya fokus untuk cari lokasi Tamiya Plamodel Factory itu, jadi pas saya balik ke stasiun baru ngeh, di kiri kanan banyak Pink Salon, Adult DVD Store, Maid Service, Soapland, dll 

Niat hati tergoda untuk mencoba hahahah tapi apa daya uang cekak, katanya seh rate nya dari 10.000 yen minimal, ya siapa tahu kalian mau coba silahkan ke Shimbashi ya :P

 

Ok akhirnya saya lebih memilih untuk makan malam saja di Yoshinoya Restoran, ya Yoshinoya yang banyak juga di Indonesia ternyata berbeda banget loh dengan asli nya di Jepang, walaupun tetap bergenre Japanese Fastfood namun dari penyajian dan menu nya jauh berbeda. Jadi mirip Sushi Bar gitu, kita duduk mengelilingi bar dan di tengah nya pelayan akan melayani kita untuk menu dll. Saya pilih menu Beef Set seharga 630 yen udah lengkap dengan Ocha nya

post-6-0-58975500-1417512008_thumb.jpgpost-6-0-23100000-1417512016_thumb.jpg

(Kiri) Menu Yoshinoya | (Kanan) Yoshinoya Bar

 

post-6-0-14494300-1417512023_thumb.jpg

Beef Set Yoshinoya

 

Kenyang sudah dan hasrat mau mencoba Pink Salon pun hilang hahaha, ya sudah mari pulang dengan rute :
Shimbashi - Asakusa (Ginza Line) 200 yen

 

Langsung menuju penginapan untuk istirahat, akhirnya petualangan yang hampir gagal karena kehabisan tiket Fujiko F Fujio pun berakhir dengan indah dengan alternatif itinerary :D

 

Sekian Day 4 ditunggu lanjutan nya ya :D

 

Pengeluaran Day 4

  • Takoyaki = 500 yen
  • Lip Balm + Lotion = 300 yen
  • Top Up Pasmo Card = 2000 yen
  • Human Rickshaw = 2800 yen
  • Hama-rikyu Garden Ticket = 300 yen
  • Gundam Cheese Burger = 200 yen
  • Makan Malam di Yoshinoya = 630 yen
  • Beli Tamiya = 5000 yen
  • Total Pengeluaran Day 4 = 11.730 yen (Rp. 1.200.000)
     

TIPS

  • Jika kalian berniat untuk ke Fujiko F Fujio Museum di sarankan dari hari pertama menginjakkan kaki di Tokyo, di Haneda atau Narita Airport langsung cari Lawson Store dan beli tiketnya di Loppi Ticket Machine. Atau alternatif lain bisa minta tolong kenalan yang tinggal di Jepang untuk di belikan dahulu
  • Seperti biasa sediakan Botol Minum untuk Free Tap Water dan juga kalo lapar selalu stok Onigiri
  • Tokyo Free Walking Tour East Garden Imperial Palace itu sangat recommended tapi kalian minimal menyisihkan waktu 3 jam untuk tour tersebut dan fisik harus prima karena kalian akan jalan kaki selama 3 jam itu

Share this post


Link to post
Share on other sites

Day 5: 23 November 2014

 

Yup ini last day di Tokyo sedih juga meninggalkan kota yang sangat menyenangkan ini, karena saya besar bersama kartun-kartun (anime) dari negeri Sakura ini. Jadi ketika menginjakkan kaki di negeri ini, serasa Dream Come True :D

 

Pukul 07.00 WIT sarapan terakhir di Khaosan Guesthouse Rooftop sambil menikmati saat-saat terakhir memandangi Tokyo Skytree di pagi hari, di temani dengan Owakudani Black Egg + Ocha (Green Tea) 

post-6-0-61309100-1417585522_thumb.jpg

Last Breakfast In Tokyo

 

Pukul 08.00 WIT sudah siap untuk eksplore Tokyo lagi sebelom pulang ke Indonesia dengan Air Asia pukul 23.00 WIT. Rute saya hari ini adalah Shibuya - Akihabara - Harajuku

 

Namun saya check out dahulu ke staff Guesthouse dan menitip kan tas di ruang penitipan tas khusus.

 

Seperti biasa berangkat dari Asakusa Ginza Line Station menuju Shibuya yang satu line yaitu Ginza Line :

Asakusa - Shibuya 240 yen

 

SHIBUYA

Tiba di shibuya station hal pertama yang saya lakukan tentu saja mencari patung Hachiko, yang terkenal itu, gak lengkap kalo ke Shibuya gak poto bareng patung ini. Ternyata berada tepat di pintu masuk Utama Shibuya Station. Berdiri kokoh patung anjing setia Hachiko ini. Ada kejadian unik ketika saya mau poto disini, ada seorang bapak tua Jepang, yang terus "mengganggu" saya mau poto, dia terus berbicara bahasa Jepang, seolah memberi tahu saya kalo poto dengan Hachiko tangan harus menunjuk ke arah hati Hachiko, bahkan dia gak mau menyingkir sebentar untuk memberi peluang saya poto sendirian. Akhirnya setelah poto, ada beberapa pemuda jepang di sekitar situ yang bilang, "kurazy kurazy" sambil menunjuk bapak tua itu. Oh maksudnya mungkin bapak itu "orang gila" :D

post-6-0-22989500-1417586065_thumb.jpgpost-6-0-59074400-1417586076_thumb.jpg

(Kiri) Hachiko Statue | (Kanan) #ModStyle with Hachiko 

 

SHIBUYA CROSSING

Selanjut nya yang terkenal di Shibuya selain Hachiko Statue tentu saja Shibuya Crossing. Sebuah persimpangan jalan yang mempunyai 5 buah Zebra Cross, dimana ketika jam pergi dan pulang kantor sangat ramai di lalui oleh orang. Menurut review tempat yang paling bagus menyaksikan nya adalah di lantai 2 Starbucks yang dekat sini. Jadi saya kesana dan order Ice Maccha Latte seharga 350 yen.

post-6-0-63174700-1417601316_thumb.jpgpost-6-0-21634500-1417601322_thumb.jpg

(Kiri) Shibuya Crossing Sepi | (Kanan) Shibuya Crossing Ramai

 

Lanjut lagi saya masih ada satu tujuan lagi di Shibuya ini yaitu NHK Studio Park, eh tapi sebelum nya saya sarapan pagi di Yoshinoya Shibuya ini dekat mall Shibuya 109. Saya pesan Salmon + Beef Teriyaki Set seharga 630 yen. 

post-6-0-29413400-1417602030_thumb.jpgpost-6-0-59900500-1417602037_thumb.jpg

(Kiri) Shibuya 109 | (Kanan) Salmon Set Yoshinoya

 

Lanjut dari sini saya tinggal lurus saja ke arah jalan yang naik ke atas untuk menuju ke NHK Studio Park, dari kejauhan saya bisa melihat gedung Tower Records tempat penjualan CD album musik yang terkenal di Tokyo, lalu sepanjang jalan saya ketemu Toko Souvenir Tokyo Disneyland, dan juga cafe lucu.

 

NHK STUDIO PARK

Setelah jalan kaki sekitar 10 menit tiba lah di NHK Studio Park, adalah sebuah Studio televisi yang mempunyai area wisata berupa tur mengelilingi Studio NHK ini dengan beberapa pertunjukkan tentang keseharian televisi NHK, juga ada beberapa permainan yang mendidik untuk anak-anak. Oh iya lambang dari Tv NHK ini adalah Domo-kun. Tiket masuk seharga 200 yen.

post-6-0-60230900-1417602465_thumb.jpgpost-6-0-27235900-1417602477_thumb.jpg

(Kiri) NHK Studio Park Front | (Kanan) Domo-kun Garden

 

post-6-0-48267000-1417602625_thumb.jpgpost-6-0-01717700-1417602632_thumb.jpg

(Kiri) Games Untuk Anak-Anak | (Kanan) Salah satu acara favorit NHK tentang hewan peliharaan

 

post-6-0-10022000-1417602731_thumb.jpgpost-6-0-03096200-1417602742_thumb.jpg

(Kiri) Bermain menjadi News Anchor | (Kanan) Ruang operator Siaran

 

Setelah puas muter-muter di NHK Studio Park tidak terasa waktu sudah pukul 12.00 WIT, saya ada janji dengan mba @Tomiz untuk bertemu di Akihabara pukul 12.30 WIT. Wah buru-buru lah saya keluar dan naik Bus khusus dari NHK Studio Park sampai ke Shibuya Station, seharga 100 yen.

 

Setiba nya di Shibuya Station saya langsung naik metro subway denga rute :

Shibuya - Ginza (Transfer ke Hibiya Line) - Akihabara 200 yen

 

AKIHABARA

Tiba di stasiuan Akihabara saya sudah di chat oleh mba @Tomiz ketemuan di Central Exit, oke akhirnya ketemu juga dengan mba yang bernama asli Lina Tomizawa ini, asli Indonesia loh cuma lama di Jepang. Dan saya membawakan titipannya berupa Keripik Tempe + Kaos Jalan2.com hehe :D

post-6-0-23297200-1417603751_thumb.jpgpost-6-0-72861500-1417603763_thumb.jpg

(Kiri) Akihabara Station | (Kanan) Suasana di Akihabara

 

Tujuan saya ke Akihabara ini mau cari Handphone bekas yang katanya murah di Tokyo, jadilah saya minta bantuan mba Lina ini untuk kasih tahu dimana letak toko hendphone second nya. Namun sebelum nya mba Lina ajak saya makan siang dahulu, selama perjalanan ke tempat semacam food court kita melewati AKB48 Cafe dan Gundam Cafe, sayang nya AKB48 Theater nya lagi gak ada show jadi di tutup padahal kan pengen nonton :P

post-6-0-24821100-1417603950_thumb.jpgpost-6-0-27547800-1417603963_thumb.jpg

(Kiri) Gundam Cafe di Akihabara | (Kanan) #ModStyle di depan AKB48 Cafe

 

Ok lanjut udah lapar juga akhirnya kita ke Mall Yodobashi-Akiba di lantai 8 nya ada semacam sekumpulan Restoran jadi memang area foodcourt. Setelah muter-muter lihat menu makanan dipilih lah satu restoran Ramen, karena selama di Tokyo ini saya belom makan Ramen, kecuali yang instan heheh. Oh iya unik nya cara pesan Ramen di resto ini dengan mesin loh mirip kalo kita beli minuman dingin di mesin penjual. Jadi tekan menu yang ada lalu masukkan uang nya dan kita tinggal antre menunggu giliran kita dapat tempat duduk, karena resto nya kecil. Saya pesan Ramen Vegetarian seharga 820 yen. Dan oke nya lagi saya di traktir loh oleh mba Lina hahay makasih banyak mba :D

post-6-0-35621700-1417604399_thumb.jpgpost-6-0-41510900-1417604412_thumb.jpg

(Kiri) Mesin Menu | (Kanan) Vegetarian Ramen 

 

Sambil makan kita cerita-cerita. Ternyata mba Lina sudah 13 tahun (kal gak salah) tinggal di Jepang ini asli BSD Tangerang, dan disini jadi pengajar di sekolah, mengajar budaya Indonesia bagi anak Jepang. Tentu nya bahasa Jepang nya sudah fasih banget. Oh iya 2 hari lalu dia juga sempat antar member forum @YOELIECHAND untuk jalan2 di Tokyo sampai ke Lake Kawaguchiko 

 

Ok beres makan siang kita turun ke lantai 6 nya dahulu di pusat mainan, karena saya mau cari titipan yaitu Nanoblock, mirip Lego tapi ukurannya lebih kecil. Dapat seharga 1200 yen, oh iya disini juga pusat nya Mini Car Tomica loh, mirip Hot Wheels tapi versi Jepang nya :D

 

SOFMAP SECOND HAND ELECTRONIC STORE

Lanjut sekarang hunting elektronik bekas, mencari gedung yang namanya SOFMAP ada banyak di Akihabara ini cabang nya jadi tidak terlalu sulit seh karena biasanya gedung nya bernuansa Biru. Akhirnya ketemu juga dan disini memang khusus barang elektronik second (bekas) dari Smartphone, Tablet, Kamera, Laptop, Komputer dll, dan memang murah loh beda 1 - 2 juta dari indonesia. Iphone 5 saja 20.000 - 30.000 yen (2 - 3 juta rupiah) tergantung kondisi. Sayang semua handphone jepang itu sudah di lock oleh provider nya antara Softbank, au, dll. Jadi kalo mau beli handphone nya kita harus minta Unlock dahulu ke Provider Jepang nya, jadi agak merepotkan ya. Jadi saya cuma beli Ipad 3 WIFI saja seharga 24.000 yen, yang di Indonesia masih sekitar 3 - 4 jutaan. Dan kebetulan yang melayani kita adakah Mr. Lee asli Malaysia yang sudah 25 tahun tinggal di Jepang jadi dia bisa bahasa Melayu. Oh iya semua barang disini Duty Free alias Bebas Pajak Bea Cukai jadi jangan khawatir kalo bawa berapapun barang dan kotak nya dari sini ke Bagasi ataupun Tas Cabin karena Duty Free nya akan di cap di paspor kalian.

post-6-0-74898500-1417605445_thumb.jpgpost-6-0-64389000-1417605463_thumb.jpg

(Kiri) Gedung Sofmap dari Google | (Kanan) Dalam Sofmap dari Google

 

Ok beres belanja elektronik yang cukup puas, akhirnya sudah pukul 15.00 WIT dan mba @Tomiz ada urusan pribadi dan harus pergi, tapi sebelom pergi poto-poto kenangan dulu donk hehe

post-6-0-52747500-1417605609_thumb.jpg

#ModStyle with @Tomiz

 

Setelah mba Lina pergi saya masih sempat muter-muter di area Akihabara ini hunting-hunting lagi siapa tau ada yang menarik heheh. Gak terasa udah pukul 16.00 WIT padahal saya masih harus ke Harajuku untuk melihat Cosplayer berlalu lalang di jalan itu.

 

Lanjut dari Akihabara Station ke Harajuku saya ke Meiji-jingumae Harajuku Station :
Akihabara - Hibiya (Transfer ke Chiyoda Line) - Meiji-jingumae Harajuku 200 yen

 

HARAJUKU

Setibanya disini sudah mulai gelap karena sudah masuk 16.30 WIT wah telat neh melihat para cosplayer, terlihat beberapa cosplayer juga lagi masuk ke dalam stasiun untuk pulang nampaknya. Ya sudah lah saya coba aja jalan ke Harajuku Street nya sambil berharap masih ada beberapa cosplayer yang "mangkal". Namun apadaya memang sudah tidak ada lagi, cuma lalu lalang pengunjung saja, oh iya disini ada Crepes yang terkenal loh namanya Marion Crepes. Orang rela antri panjang untuk mencoba Crepes ini.

post-6-0-97974600-1417606117_thumb.jpgpost-6-0-48514000-1417606130_thumb.jpg

(Kiri) Gerbang Harajuku Street | (Kanan) Marion Crepes

 

Ok beres dari Harajuku walaupun sedikit kecewa tidak bertemu Cosplayer tapi ya sudah lah, dengan rute kali ini :

Meiji-jingumae Harajuku - Omote-sando (Transfer ke Ginza Line) - Asakusa 240 yen

 

ASAKUSA

Sampai di sini saya sempatkan makan malam di dekat penginapan ada sebuah restoran jepang dan saya pesan menu Oyster Set seharga 650 yen.

post-6-0-39606200-1417606410_thumb.jpg

Oyster Set

 

Langsung ke guesthouse untuk persiapan mandi dan beres-beres tas sambil santai dahulu sekitar 1 jam. Sekitar pukul 08.00 WIT saya berangkat ke Haneda tapi poto dulu dengan staff guesthouse buat kenang-kenangan namanya Allen

post-6-0-83498000-1417606530_thumb.jpg

With Alan

 

Ketika datang saya salah rute kan di Day 2, jadi sekarang sudah ingat kesalahan, tujuan adalah Asakusa Line Station - Haneda Airport 620 yen. Untuk kereta yang langsung ke Haneda Airport ada tulisan di LED Gerbong nya lambang Haneda Aiport Ekspress

 

Oh iya saya isi PASMO Card dulu seharga 1000 yen

 

HANEDA AIPORT

Tiba di Haneda langsung saja check in, lalu sambil menunggu saya ke Lawson Store di lantai 1 untuk makan es krim Haagen Dasz seharga 240 yen dan onigiri 4 biji seharga @120 yen. Dan tiba-tiba ada pengumuman "Passenger name Mr. Utama Deffa please come to the information center on 3rd Floor"

 

Wah ada apa ini, pas saya rogoh saku celana belakang, damn paspor + boarding pass ku hilang, nampak nya jatuh di suatu tempat di lantai 3 Check in. Ya udah saya buru-buru ke Informasi lantai 3 setelah di data saya di suruh ke bagian Informasi lantai 1 yang dekat dengan Lawson Store dan akhirnya passport + boarding pass kembali. Walah apajadi nya kalo gak ketemu bakalan jadi imigran di Jepang neh heheheh.

 

Pesawat take off pukul 23.00 WIT tepat waktu, sepanjang perjalanan ini saya tidur saja dan bangun-bangun sudah mau landing di KLIA2 pukul 06.30 WITA karena transit dahulu disini sebelum penerbangan lanjutan ke Bali - Bandung. Penerbangan berikut nya pukul 10.30 WITA jadi saya nongkrong lagi di Starbucks dengan Ice Maccha Latte seharga 13.50 RM sambil makan Onigiri yang sudah saya beli tadi malam di Haneda

 

Flight Air Asia KLIA2 - Denpasar pukul 10.30 WITA pun berangkat.

 

Sekian perjalanan lengkap saya selama 5 hari di Tokyo semoga berkenan dan memberikan informasi berguna buat kalian :D

 

Pengeluaran Day 5

  • Ice Maccha Latte Starbucks Shibuya = 350 yen
  • Salmon Set Yoshinoya = 630 yen
  • Tiket masuk NHK Studio Park = 200 yen
  • Bus NHK Studio Park = 100 yen
  • Nanoblock = 1200 yen
  • Ipad 3 di Sofmap = 24.000 yen
  • Makan malam Oyster set = 650 yen
  • Top up Pasmo Card = 1000 yen
  • Haagen Dasz + 4 onigiri Haneda = 920 yen
  • Ice Macha Latte Starbucks KLIA2 = 13.50 RM (460 yen)
  • Penggunaan Pasmo 5 hari = 6000 yen
  • Total Pengeluaran Day 5 = 35.510 yen (Rp. 3.700.000) 

 

TIPS

  • Jika kalian mau membeli barang elektronik bekas di SOFMAP ini jangan terburu-buru cek di cabang SOFMAP lain nya di Akihabara ini ada banyak, jadi harga nya variatif. Harus di cek juga kondisi nya secara teliti, ada beberapa barang yang tidak lengkap mungkin tanpa charger atau dus. Dan selalu bawa Passport karena akan di tempel bukti Duty Free nya
  • Jika ingin melihat Cosplayer berkeliaran di Harajuku datanglah sekitar pukul 11.00 WIT - 15.00 WIT, bakalan ramai para cosplayer di area ini
  • Makanan yang benar-benar Halal saya rasa tidak ada di area Shibuya, Akihabara dan Harajuku jadi lebih baik bawa Onigiri untuk pegangan jika kalian ragu

Share this post


Link to post
Share on other sites

Total Pengeluaran 5 Hari Di Tokyo

  • Day 1 = 175 yen
  • Day 2 = 25.910 yen
  • Day 3 = 8.100 yen
  • Day 4 = 11.730 yen 
  • Day 5 = 35.510 yen
  • Total Pengeluaran 5 Hari = 81.425 yen (Rp. 8.400.000)

 

Pengeluaran di atas masih bisa di potong jika :

  • Saya tidak borong Tamiya = 5000 yen
  • Saya pilih Bunk Bed permalam seharga 2500 yen x 3 malam = 7.500 yen
  • Saya tidak ke Disneyland = 6400 yen
  • Saya tidak ke Hakone = 8440 yen
  • Saya tidak beli Ipad 3 = 24.000 yen
  • Total pengurangan = 51.340 yen (Rp. 5.300.000)

Jadi jika kalian mau benar-benar hemat perkiraan 5 hari di Tokyo Area sekitar 35.000 yen (Rp. 3.700.000) include penginapan + Makan + Pasmo Card

 

Exclude Tiket Air Asia PP Bandung - KL - Tokyo - KL - Bali - Bandung = Rp. 2.800.000

 

Masih bisa lebih murah lagi jika tiap hari kalian cuma makan onigiri, tapi bosan juga seh kalo makan itu terus, kecuali dengan yang ragu dengan tingkat ke Halal an makanan di Tokyo, apa boleh buat Onigiri lah teman kalian :D

 

Sekian

Baca Juga : Rangkuman Itinerary dan Biaya Selama 5 Hari Explore Tokyo Jepang

IG / Twitter / Steller: @Deffa_Utama

Facebook : Deffa Boys N Root

Share this post


Link to post
Share on other sites

@ko Acong

terima kasih ko

kalo kurang bahasa inggris bisa gunain bahasa cina aja ko

karena di beberapa area banyak petunjuk yang juga menggunakan aksara cina kok 

cuma mungkin kalo tanya ke petugas2 nya pake bahasa inggris sehari2 aja :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Dimaz

hahah udah di salamin ya :P

 

@vie asano

Day 2 udah di update ya :D

 

@reni safitri

silahkan di baca untuk day 2 nya :D

 

@Hildree Takizawa

Gundam n Hachiko done, Astro Boy gak ketemu dimana ya ?

 

@nashir

sep done day 2 :D

 

@ariegato

Kartu seluler seh saya pake Telkomsel Kartu Halo paket 5 hari 360 ribu

paling murah seh XL 75 ribu perhari

tapi kalo mau murah lagi sewa aja mobile tethering dari penginapan perhari 500 yen sekitar 50 ribuan lah :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

  • Similar Content

    • By Diny Puspa Dewi
      Halloo, aku lagi cari temen prefer cewe (biar bisa sharing cost) untuk plan travelling ke jepang sekitar 21-29 maret atau 4-12 april 2020, aku belum beli tiket atau apapun karena masih tunggu promo (GATF/GOTF atau JAL/ANA) dan cari temen biar bisa bareng2 dari pergi sampe pulang, aku 1st timer ke jepang jadi itin pasti ke tempat2 main stream (flexible), yang minat boleh drop nomer WAnya biar aku buatin GC untuk info2an dan untuk yang punya info2 ttg maskapai yg lagi promo atau travel fair share juga boleh.
      thank you
    • By Fykka
      Salam kenal teman teman.
      Saya Fika, dari Medan tapi besar di Bekasi.
      Sekarang lagi kuliah di Osaka, Jepang.
      Buat teman-teman yang mau tau tentang Jepang atau makanan halal bisa tanyakan langsung di instagram: fykka.
      Inshallah di jawab.
      Terima kasih :)
    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
×
×
  • Create New...