Sign in to follow this  
Jalan2

Mengenal Lebih Dekat Korea Selatan

2 posts in this topic

Korea bagian Selatan merupakan sebuah negara yang diapit Jepang dan Republik Rakyat China. Korea Selatan sendiri dibagi ke dalam Sembilan provinsi. Provinsi tersebut ialah Gyeonggi-do, Gangwon-do, Chungcheongbuk-do, Chungcheongnam-do, Jeollabuk-do, Jeollanam-do, Gyeongsangbuk-do, Gyeongsangnam-do, dan Jeju-do. Seoul merupakan ibu kota yang menjadi pusat segala kegiatan, baik itu pemerintahan, seni, budaya, ekonomi, politik, dan pertahanan. Seoul berada di bagian utara Korea Selatan (provinsi Gyeonggi-do) dan dapat dicapai melalui Incheon International Airport. Dari Incheon International Airport yang terletak di Incheon, kira-kira menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam menuju Seoul. Selain itu juga bisa melalui Gimpo International Airport-Seoul, dan Gimhae International Airport-Busan.

Masyarakat Korea Selatan hampir sama seperti masyarakat Jepang. Hanya sedikit dari mereka yang menguasai bahasa asing di luar bahasa mereka sendiri. Maka jangan heran bila Anda berkunjung ke Korea Selatan dan sulit berkomunikasi dengan orang-orang lokal yang ada di sana. Untuk itu pihak pemerintah Korea Selatan membuat lokasi khusus Tourist Information Center dengan menempatkan SDM yang fasih berbahasa Inggris di spot-spot wisata.

Seperti halnya kebanyakan orang Timur dan Asia, masyarakat Korea Selatan sangat menjaga sopan santun terlebih lagi terhadap orang yang lebih tua. Dalam bahasa pun ada pembagian level bahasa; bahasa untuk digunakan kepada teman sebaya dan bahasa untuk orang yang lebih tua atau dihormati. Ketika saling bertemu, masyarakat Korea biasanya saling menganggukan kepala atau membungkukan badan kemudian bertukar salam. Namun jangan heran bila terhadap orang-orang asing atau turis, mereka tampak dingin dan menjaga jarak. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan bahasa Inggris yang mereka miliki.

Meskipun dalam sejarahnya Korea Selatan sempat diambil alih oleh Amerika Serikat, namun nampaknya perbedaan huruf alphabet dan Hangeul (alphabet Korea) sangat berbeda sehingga sulit untuk dipelajari. Masyarakatnya cenderung untuk memilih menjaga jarak agar tidak perlu meladeni pertanyaan dengan bahasa selain bahasa mereka. Anda mungkin akan merasakan pengalaman ketika mencoba untuk bertanya dalam bahasa Inggris kepada orang yang berlalu lalang dan mendapatkan penolakan langsung hanya dengan sebuah gerakan tangan membentuk tanda silang, gelengan kepala, lalu mereka berlalu begitu saja. Namun ketika Anda menyapa mereka dengan bahasa Korea, raut ramah dan senyum hangat akan segera mengembang di wajah mereka. Terutama jika Anda menggunakan bahasa formal dan halus yang itu berarti Anda menghormati orang tersebut.

Seperti Jepang dan China, dalam hal makanan, masyarakat Korea juga menggunakan sumpit namun bedanya tetap menyediakan sendok dan garpu, disesuaikan dengan jenis makanannya. Bagi masyarakat Korea, makanan memiliki makna khusus dan berperan penting dalam kehidupan.

post-1-0-95274300-1352899423_thumb.jpg

Keseimbangan dan harmoni, Yin dan Yang, begitu mereka memaknai makanan. Bahwa di antara elemen Yin (Surga) dan Yang (dunia) terdapat elemen-elemen (api, tanah, kayu, air, logam) yang dilambangkan dengan warna-warna. Hal tersebut terlihat dari makanan khas Korea yang terlihat berwarna-warni menggugah selera makan dengan beragam rasa; asin, manis, pedas, pahit, dan asam.

Pembagian makanan di Korea terbagi atas makanan utama dan makanan pendamping. Salah satu makanan pendamping yang sangat terkenal di Korea adalah Kimchi (acar sawi putih) yang biasanya di setiap daerahnya memiliki cita rasa dan model Kimchi yang khas. Rasanya asin dan segar, seperti Asinan di Indonesia tapi minus rasa manis.

Selain Kimchi, hidangan penutup lainnya juga biasanya disediakan acar lobak, acar talas, sup rumput laut, potongan bakwan ikan, dan lain-lain. Hampir tidak mungkin menyajikan makanan utama tanpa makanan pendamping, karena di situlah bentuk harmoni yang dimaknai oleh masyarakat Korea. Makanan pendamping ini gratis dan Anda bisa meminta tambahan jika merasa kurang, tanpa harus mengeluarkan biaya lagi.

Untuk minuman, Korea Selatan memiliki minuman tradisional beralkohol yang sering disebut dengan Soju. Minuman ini adalah hasil fermentasi tepung beras ataupun tepung ketan yang kemudian diambil sarinya. Warnanya bening dan menurut pendapat sebagian orang rasanya sedikit banyak mirip dengan vodka. Anda bisa mendapatkan Soju di setiap minimarket yang ada. Dengan dua pilihan kadar alkohol, 21 persen atau yang lebih ringan lagi 13 persen.

Korea Selatan memiliki baju tradisional dan rumah khas sama seperti di Indonesia. Baju tradisional mereka disebut dengan hanbok. Hanbok ini berbeda-beda tergantung penggunaannya. Hanbok untuk perempuan berbentuk jubah yang panjangnya hingga mata kaki, dengan aksesoris pita besar berwarna-warni, ditambah aksesoris khusus rambut seperti toga dengan ukuran kecil, ataupun bando. Untuk laki-laki mereka menggunakan modifikasi hanbok yang dinamakan baji jeogori, terdiri dari jaket dan celana panjang. Khusus anak-anak dan pernikahan, maka modelnya pun berbeda lagi.

post-1-0-61096400-1352899416_thumb.jpg

Rumah tradisional Korea disebut dengan Hanok. Rumah tradisional ini hampir mirip dengan model bangunan tradisional seperti di China maupun Jepang. Atapnya berbentuk pagoda, dengan ruangan minimalis yang biasanya diisi dengan bantal atau selimut sebagai pengganti kursi dan tempat tidur.

Saat ini Korea Selatan memiliki daya tarik yang menghipnotis masyarakat dunia lewat bidang entertainment. Dimulai dari darma-drama Korea yang menjamur dan ditonton hampir jutaan orang, hingga artis-artis dan penyanyi yang seringkali disebut K-Pop ini membuat kepopuleran Korea semakin meningkat. Semua tempat lokasi syuting yang ada di drama-drama populer pun dijadikan produk wisata perjalanan dan animo yang muncul sangatlah besar. Bagi Anda para penggemar K-Pop seperti SNSD, Super Junior, Big Bang, 2NE1, atau penggila drama Winter Sonata, Princess Hour, Fullhouse, dan lain-lain, berkeliling menyambangi lokasi syuting mereka dan merasakan sendiri gelombang Korean Wave di negara aslinya tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

post-1-0-57348300-1352899422_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Seri tulisan tentang Autumn in Korea sudah saya selesaikan disini. Namun saya ingin berbagi sedikit cerita yang tersisa tentang musim gugur di Korea Selatan yang sengaja nggak saya masukkan ke dalam seri tulisan tersebut. Kenapa? Karena temanya lebih banyak ke arah budaya khas Korea Selatan, jadi sengaja saya tulis terpisah supaya lebih leluasa saja menulisnya. Lagipula, nggak ada salahnya sesekali membahas tentang budaya tradisional supaya nggak bosan ber-travelling ria.
      Chuseok. Pernah dengar istilah tersebut? Saya kurang tahu apakah istilah Chuseok pernah disebut dalam drama khas Korea atau tidak. Bagi yang belum tahu, Chuseok adalah festival panen khas Korea. Konsepnya kurang lebih sama dengan perayaan Thanksgiving yang populer di Amerika dan negara barat lainnya, namun tentu saja ada perbedaan antara Chuseok dan Thanksgiving karena Chuseok kental dengan nilai-nilai tradisi khas Korea. Mau tahu seperti apa perayaan Chuseok tersebut? Monggo disimak tulisan saya berikut ini.
      Sejarah singkat
      Tidak jelas kapan perayaan Chuseok ini pertama kali dirayakan. Konon, tradisi Chuseok ini berawal dari tradisi gabae yang dimulai sejak masa pemerintahan raja ketiga dari kerajaan Silla (tahun 57 SM- tahun 935 masehi). Gabae sendiri merupakan kontes menenun yang melibatkan 2 tim, dan pihak pemenang akan ditraktir makan oleh pihak yang kalah. Namun ada juga yang berpendapat jika Chuseok berawal dari tradisi perdukunan saat musim panen.
      Foto 01 (a-d.):
      Ilustrasi Chuseok [foto: Korea.net/wikimedia]
      Walau sejarahnya sendiri tidak jelas, Chuseok (yang juga populer disebut sebagai Hangawi atau the great middle of autumn) kini menjadi salah satu dari 3 festival besar di Korea Selatan (2 festival lainnya adalah Seollal atau Lunar New Year's Day dan Dano atau tanggal ke-5 bulan ke-5 di tahun bulan). Jadi bagi yang memang suka dengan per-Korea-an, nggak ada salahnya mengenal lebih detail tentang tradisi Chuseok.
      Kapan perayaan Chuseok dilakukan
      Chuseok dirayakan pada tanggal 15 Agustus menurut kalender tahun bulan. Walau begitu, total hari libur pada perayaan Chuseok adalah 3 hari. Pada tahun 2014, perayaan Chuseok jatuh pada tanggal 8-10 September, dan pada tahun 2015 pada tanggal 27-29 September 2015.
      Seperti apa perayaan Chuseok itu?
      Tak jauh beda dengan Thanksgiving, inti dari perayaan Chuseok adalah mensyukuri keberhasilan panen tahun ini, dan membagi kebahagiaan tersebut pada seluruh anggota keluarga serta teman dekat. Jadi jangan heran jika menjelang perayaan Chuseok tiket transportasi umum di Korea akan habis dan kepadatan lalu lintas meningkat karena banyak yang melakukan tradisi pulang kampung agar bisa berkumpul bersama keluarga besar.
      Gambaran aktifitas pada perayaan Chuseok kurang lebih sebagai berikut: di pagi hari para anggota keluarga akan berkumpul untuk melakukan doa menghormati leluhur (biasanya maksimal hingga 4 generasi diatasnya) yang disebut dengan ritual Charye. Setelah acara ritual selesai, seluruh anggota keluarga akan bercengkrama sambil menikmati aneka sajian khas Chuseok seperti Songpyeon dan sake ala Korea, lalu bertukar hadiah dengan anggota keluarga lainnya (atau memberi amplop pada orang tua). Detail kuliner khas Chuseok lihat di bagian bawah ya.
      Foto 02 (a-d.):
      Meja persembahan untuk leluhur [foto: Namwon030/wikimedia, Nesnad/wikimedia, Joseph Steinberg (Baltimoron in Korea)/wikimedia, Joseph Steinberg (Baltimoron in Korea)/wikimedia]
      Setelah selesai melakukan charye, biasanya anggota keluarga bersama-sama melakukan beolcho dan seongmyo. Kalau dalam bahasa kita, kedua aktifitas tersebut dikenal dengan istilah ziarah kubur. Beolcho merupakan kegiatan membersihkan rumput liar dari makam, sedangkan seongmyo merupakan aktifitas mengunjungi makam leluhur. Aktifitas bersih-bersih dan berkunjung ke makam biasanya sudah dimulai sejak sebulan sebelum perayaan Chuseok, namun tak sedikit yang kembali berkunjung pada hari H.
      Beres melakukan ziarah kubur, tak sedikit yang melanjutkan aktifitasnya dengan mengunjungi berbagai tempat yang menggelar berbagai event khusus saat Chuseok. Ada beberapa pertunjukan khas yang biasa digelar saat moment perayaan Chuseok, seperti Ssireum (gulat khas Korea), dan Ganggangsullae (tarian melingkar khas Korea). Beberapa tempat yang menarik dikunjungi saat perayaan Chuseok antara lain Gyengbokgung Palace, Changdeokgung Palace and Huwon, Changgyeonggung Palace (part 1, part 2), dan Deoksugung Palace (part 1, part 2). Tempat menarik lainnya yang memiliki program khusus saat Chuseok adalah Korean Folk Village dan Namsangol Hanok Village, Cheonggyecheon Plaza, dan Children's Grand Park.
      Foto 03 (a-d.):
      Kemeriahan perayaan Chuseok [foto: Korea.net/wikimedia]
      Setelah selesai melakukan berbagai aktifitas di atas, biasanya satu hari tersebut ditutup dengan nonton film bersama anggota keluarga, mampir ke bar untuk minum-minum, atau sekedar jalan-jalan menikmati suasana malam.
      Kuliner khas Chuseok
      Bicara tentang festival tradisional tanpa menyebut sisi kulinernya ibarat bicara tentang dangdut tanpa goyang. Nggak seru dan nggak lengkap. Saya sudah memberi sedikit contekan tentang kuliner khas pada perayaan Chuseok. Berikut deskripsi lengkapnya:
      -Songpyeon, adalah sejenis mochi atau dango (kue beras) khas Korea yang berukuran lebih kecil dari bola golf dan bentuknya mirip bulan setengah. Songpyeon biasanya diisi dengan berbagai isian seperti wijen, kacang merah, kacang, dan lain-lain. Perayaan Seollal, atau Lunar New Year's Day juga dimeriahkan dengan kue beras. Bedanya, kue beras ini disajikan bersama sup dan disebut Tteokguk.
      Foto 04 (a-d.):
      Songpyeon [foto: Republic of Korea/wikimedia, by Speculando/wikimedia, Republic of Korea/wikimedia, Travel Oriented/flickr]
      -Sake ala Korea. Biasanya minuman ini disantap oleh seluruh anggota keluarga saat momen kumpul bersama.
      -Kuliner lain yang biasa disajikan saat Chuseok adalah: buah-buahan segar, pancake, japchae (sweet potato noodles), bulgogi (Korean barbeque), dan beras yang baru saja dipanen.
      Tips seputar Chuseok
      Bagi yang rencana wisatanya mendekati atau malah bertepatan dengan periode Chuseok, ada beberapa tips yang harus diperhatikan.
      -Selalu double atau triple check jadwal jam operasional tempat wisata yang akan dikunjungi pada perayaan Chuseok. Beberapa tempat wisata memilih untuk tutup, sementara sisanya tetap buka dan menawarkan program khusus Chuseok.
      -Punya teman orang Korea yang akan dikunjungi pada periode Chuseok? Tak ada salahnya menyiapkan sedikit buah tangan untuk oleh-oleh, sekedar menunjukkan jika Anda menghargai budaya setempat.
      -Perlu diperhatikan, tiket transportasi di Korea Selatan akan sulit didapat menjelang dan setelah periode Chuseok. Bahkan bisa jadi lalu lintas akan lebih padat dari biasanya. Solusinya, bepergianlah tepat pada perayaan Chuseok. Pada hari H, kepadatan lalu lintas jauh berkurang karena orang-orang memilih berkumpul bersama anggota keluarganya.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Beres menulis tentang kalender festival di bulan Desember, Januari dan Februari, serta aneka sunrise festival di seluruh Korea, kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk jalan-jalan musim dingin ke Korea Selatan.
      Bagi mereka yang tinggal di negeri tropis seperti Indonesia, musim dingin terasa seperti sesuatu yang Mr.Iyus. Maksudnya, misterius. Karena di Indonesia memang nggak ada musim dingin, otomatis ada fantasi berlebih tentang musim dingin yang sedikit banyak dipengaruhi oleh film-film dari luar (termasuk film Frozen yang memang sedang booming di tahun ini). Tapi disisi lain, muncul tanda tanya lainnya. Musim dingin enaknya main kemana ya? Dan apa yang bisa dilihat di musim dingin, mengingat pada musim itu pohon-pohon meranggas dan bunga-bunga nggak ada yang mekar. Main ke pantai pun percuma, karena nggak akan bisa berjemur apalagi berenang saat suhu udara berada dibawah titik nol derajat celcius.
      Sebetulnya, banyak kok tempat di Korea Selatan yang menarik dikunjungi saat musim dingin. Beberapa bahkan terasa lebih menggoda justru pada saat udara sedang dingin-dinginnya. Yang saya maksud tentu saja aneka ski resort yang berada di Korea Selatan. Ya, main ski termasuk salah satu aktifitas musim dingin yang saya rekomendasikan disini. Selain karena faktor salju hanya ada di musim dingin, alasan lainnya karena Korea Selatan memiliki beberapa ski resort dengan fasilitas menarik. Mayoritas ski resort tersebut berada di sebelah utara, yang merupakan wilayah terdingin di Korea Selatan.
      Trus, dimana saja ski resort terbaik di Korea Selatan? Saya akan mulai dulu dari provinsi Gangwon-do yang berada di paling utara Korea Selatan. Sebagai salah satu provinsi yang memiliki suhu rata-rata terendah saat musim dingin tiba, disini terdapat beberapa ski resort. Yang pertama, Alpensia Ski Resort atau Alps Resort, merupakan ski resort yang posisinya tak jauh dari gunung Seoraksan (dan tak begitu jauh dari Sorak Aquaworld dan Seorak Waterpia). Tepatnya ski resort ini berada di Pyeongchang-gun, dan memimliki ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Ski resort ini pernah dijadikan lokasi shooting film Korea berjudul Take Off (2009), dan menjadi venue utama untuk Pyeongchang Winter Olympics tahun 2018.
      Ski resort lainnya, Elysian Gangchon di Chuncheon-si, relatif mudah di akses dari Seoul. Daemyung Vivaldi Park Ski World di Hongcheon-gun, dan Oak Valley Snow Park di Wonju-si, posisinya juga relatif berdekatan dengan provinsi Gyeonggi-do, tempatnya ibukota Korea Selatan berada. Berbeda dengan O2 Ski & Resort di Taebaek-gun, yang posisinya lebih dekat dengan provinsi Gyeongsangbuk-do. Tempat ini memiliki 12 slopes dengan berbagai tingkat kesulitan.
      Masih ada beberapa ski resort lain di provinsi Gangwon-do. Salah satu yang paling populer adalah Bogwang Phoenix Park Ski Resort (atau Phoenix Park) di Pyeongchang-gun yang memiliki jalur snowboarding yang lengkap dan ekstrim. Pemandangan disini pun luar biasa indahnya, dan ski resort ini semakin menarik karena adanya fasilitas tambahan seperti gondola berkapasitas 8 orang. Lalu ada Welli Hilli Park (dulunya bernama Sungwoo Resort) di Hoengseong-gun yang terkenal akan ukuran dan keamanannya. High1 Ski Resort di Jeongseon-gun juga termasuk salah satu ski resort populer di Gangwon-do karena memiliki 18 slope dengan tingkat kesulitan bervariasi dan dilengkapi dengan aneka fasilitas bagi penyandang disabilitas. Terakhir, Yongpyong Ski Resort di Pyeongchang-gun, termasuk salah satu ski resort pertama yang dilengkapi dengan peralatan modern. Lokasinya pun cukup menantang karena berada di ketinggian 700-1500 di atas permukaan air laut.
      Foto 01 (a-d):
      Phoenix Park [foto: Sellyourseoul/flickr]
      Itu baru ski resort yang ada di provinsi Gangwon-do saja. Provinsi Gyeonggi-do, tempatnya ibukota Korea Selatan berada, juga memiliki beberapa ski resort. Rata-rata jaraknya tak begitu jauh dari Seoul, minimal mudah di akses dari sana, sehingga menarik juga untuk dilirik saat berwisata ke Seoul. Yang pertama saya tulis addalah Bears Town Ski Resort di Pocheon-si. Tempat ini hanya berjarak 50 menit dari Seoul, dan punya jalur dengan tingkat kesulitan bervariasi mulai dari pemula hingga master. Star Hill Resort di Namyangju-si juga tak begitu jauh dari Seoul, kurang lebih jaraknya hanya 32 kilometer saja. Cocok untuk dikunjungi pulang-pergi dari Seoul. Begitu juga dengan Jisan Forest Resort, lokasinya hanya 40 menit dari area Gangnam di Seoul.
      2 lokasi ski resort lainnya, yaitu Konjiam Resort di Gwangju-si dan Yangji Pine Resort Ski Valley di Yongin-si juga terbilang menarik. Konjiam Resort disebut-sebut sebagai salah satu ski resort terbesar di Korea Selatan dan memiliki 11 jalur ski untuk pemula, menengah, ahli, dan master. Sedangkan Yangji Pine Resort Ski Valley populer sebagai tempat untuk ski malam hari. Bagi yang penasaran main ski di malam hari, boleh nih mampir ke ski resort yang satu ini.
      Selain provinsi Gangwon-do dan Gyeonggi-do, ski resort yang tersisa berada di provinsi Chungcheongbuk-do. Disini terdapat sebuah ski resort bernama Sajo Resort, yang berlokasi di Suanbo Hot Spring Complex di Chungju. Tempatnya relatif kecil, namun menarik karena setelah puas main salju wisatawan bisa mencoba berendam di air panas alami. Provinsi Jeollabuk-do juga memiliki sebuah ski resort bernama Muju Deogyusan Ski Resort, yang salah satu jalur skinya, yaitu Silk Road Slope, terletak di ketinggian 1520 meter di atas permukaan laut. Alhasil jalur sepanjang 6,1 kilometer ini tak hanya menjadi jalur terpanjang di Korea Selatan, namun juga menjadi jalur dengan pemandangan yang indah. Provinsi lain yang memiliki ski resort adalah Gyeongsannam-do, dengan Eden Valley Resort satu-satunya ski resort di daerah tersebut.
      Itu baru aneka ski resortnya saja. Masih banyak tempat menarik lain di Korea Selatan yang patut dilirik saat musim dingin tiba. Tapi tunggu tulisan selanjutnya yah. Semoga bermanfaat.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr.
      ***
      Baca juga:
      Winter in Korea: Apa, Kenapa, dan Bagaimana
      Winter in Korea: Kalender Festival Desember
      Winter in Korea: Sunrise Festival
      Winter in Korea: Kalender Festival Januari + Februari
      Winter in Korea, Saatnya Main Salju!
      Winter in Korea dan Serunya Wisata Hot Spring
      Winter in Korea, Kulineran Yuk!
    • By vie asano
      Lanjut lagi soal aneka tips untuk muslim traveller yang akan pergi ke Korea Selatan. Bagi yang ingin kenalan dengan Islam di Korea Selatan dan Jepang, serta aneka Tips dan Info Penting untuk Muslim Traveller ke Korea Selatan, bisa langsung klik hyperlink-nya yah.
      Panduan mencari makanan halal di Korea Selatan
      Di antara berbagai tips untuk muslim traveller, saya rasa masalah mencari makanan halal termasuk salah satu yang paling ribet. Apalagi jika bepergian ke negara lain dimana Islam menjadi agama minoritas, dan lebih yahud lagi, negara tersebut memiliki huruf tradisional non-alphabetical yang membuat kita seolah-olah sedang melihat rangkaian bahasa sandi. Contohnya seperti Korea Selatan maupun Jepang. Saya pun pernah mengalami masalah yang sama saat berwisata ke Jepang 2 tahun lalu. Walau sudah berusaha menghindari produk makanan non-halal (yang paling mudah, cari yang nggak memasang kanji babi maupun alkohol), pada satu kesempatan tetap saja nggak sengaja memakan makanan instan yang ternyata mengandung perasa babi.
      Ada beberapa tips untuk mencari makanan halal saat berwisata ke Korea Selatan. Beberapa tips ini bisa diterapkan juga untuk negara lain seperti Jepang, Belanda, dan lainnya. Tips yang paling pertama, adalah dengan meminimalkan kemungkinan mengkonsumsi produk makanan non-halal. Caranya bagaimana?
      1.Mencari restoran/tempat makan yang memasang logo halal.
      Biasanya resto-restoran halal tersebut dikelola oleh muslim dari negara lain (seperti Pakistan dan Malaysia), atau minimal memiliki koki seorang muslim. Namun perlu diketahui dan diwaspadai, tidak semua restoran yang mengusung label halal ternyata betul-betul 100% halal. Misalnya saja, ada restoran yang tetap menjual minuman beralkohol namun menyediakan menu halal (biasanya alasannya agar bisnis bisa terus berjalan). Ada juga restoran yang menyediakan makanan halal dan non-halal sekaligus. Mengingat keterbatasan luas dapur (dan juga ketelitian dalam pencucian alat-alat), belum tentu makanan halal dan non-halal dimasak menggunakan alat yang berbeda. Di Jepang juga pernah dilaporkan ada restoran halal namun menampilkan hiburan non-halal seperti tari perut. Jadi intinya, memilih restoran berlabel halal menjadi salah satu solusi paling oke, namun tetap harus ekstra waspada terhadap konten lain di restoran tersebut.
      2.Mencari restoran vegetarian, minimal restoran yang vegetarian-friendly.
      Restoran vegetarian jelas hanya akan menyediakan menu-menu non-daging, dan jelas tidak akan menggunakan bumbu-bumbu berbahan dasar daging. Jadi restoran vegetarian relatif aman bagi muslim traveller. Namun jika tidak menemukan restoran vegetarian, minimal usahakan untuk mencari restoran yang vegetarian-friendly, yaitu resto biasa yang memiliki opsi menu vegetarian ataupun seafood.
      3.Makan di restoran seafood
      Bingung mencari restoran halal? Nggak ketemu sama restoran vegetarian maupun vegetarian-friendly? Ke resto seafood saja, karena seafood sudah pasti halal untuk di konsumsi.
      Begitu pendapat umum tentang seafood. Well, sebetulnya nggak sesederhana itu lho. Seafood-nya sih memang halal, tapi bumbu-bumbunya belum tentu lho, karena sudah jadi rahasia umum dalam masakan oriental pasti ada saja bumbu yang berasal dari sesuatu non-halal (seperti daging babi, darah, maupun alkohol). Berhubung nggak mungkin mewawancarai koki untuk bertanya tentang bumbu masakan setiap kali makan seafood, saya akan memberikan daftar menu seafood yang relatif aman (catat: relatif aman, bukan 100% aman yah) untuk dikonsumsi jika dilihat dari resepnya. Saya juga nggak menjamin menu-menu ini pasti halal, jadi feel free kalau mau kasih koreksi. Eh iya, daftarnya langsung dalam bentuk foto yah. Berikut foto-fotonya:
      Foto 01:
      (a.) Maeuntang (Spicy Fish Stew) [foto: Junho Jung/wikimedia], (b.) Sundubu Jjigae (Hot and Spicy Soft Tofu Stew) [foto: Avlxyz/wikimedia], (c.) Doenjang Jjigae (Vegetable and Seafood Stew) [foto: Koralex90/wikimedia], (d.) Saengseon Gui (Grilled Fish) [foto: Karendotcom127/wikimedia]
      Foto 02:
      (a.) Saengseon Jeon (Pan-fried Fish Fillets) [foto: å—å®®åšå£«/wikimedia], (b.) Tuna Kimbap (Tuna Roll Sushi) [foto: Jqn/wikimedia], (c.) Haemul Pajeon (Seafood Pancake) [foto: <==manji==>/wikimedia], (d.) Jjampong (Spicy Seafood Noodles) [foto: Alfpooh/wikimedia]
      Tambahan info, berikut beberapa menu lain (non-seafood) yang juga relatif aman untuk dikonsumsi:
      Foto 03:
      (a.) Bibimbap (mixed rice with vegetable and meat) [foto: Agnes Ly/wikimedia], (b.) Tteokbokki (rice cake) [foto: Adonis Chen/wikimedia], (c.) Kalguksu [foto: Jslander/wikimedia], (d.) Hobakjuk (Pumpkin Porridge) [foto: Nicole Cho/wikimedia]
      Itu sebagian menu yang bisa saya kumpulkan. Sebetulnya masih banyak sih, tapi sengaja nggak ditulis semuanya, soalnya tadi siang (waktu nulis ini) tiba-tiba jadi laparrrr (puasa, puasa..) haha..
      4.Makan di restoran fastfood
      Lho, kok resto fastfood? Bukannya menu daging di resto fastfood belum tentu halal? Maksudnya, belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Yaps, memang betul menu daging di resto fastfood belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Namun resto fastfood juga nggak melulu berisi daging, kan? Ada kentang goreng, burger non-daging, salad, dan banyak lagi. Jadi jika ragu dengan dagingnya, bisa memesan menu non-daging.
      Bagi yang masih meragukan kehalalan makanan di tempat-tempat yang sudah saya singgung di atas (biasanya mempertanyakan apakah dagingnya disembelih dengan cara halal, apakah peralatan makannya betul-betul bebas dari bahan non-halal, dan sejenisnya), ada tips kedua yang bisa dicoba, yaitu dengan memasak sendiri makanan yang akan disantap. Untuk memastikan kehalalan makanan, bisa membeli bahan makanan di toko halal, yaitu toko yang hanya menjual produk mentah yang halal. Misalnya saja, mie instan, roti, daging, dan sebagainya. Memang sih lebih repot karena harus menyiapkan sendiri makanan Anda, namun soal kehalalannya insya Allah lebih terjamin. Jika Seoul jadi salah satu kota tujuan wisata selama di Korea Selatan, daerah Itaewon bisa dilirik karena di area tersebut banyak terdapat restoran halal dan beberapa toko bahan makanan halal.
      Trus gimana kalau nggak yakin sama restoran halal, nggak nemu resto vegetarian/vegetarian friendly, nggak suka seafood, dan nggak bisa nyiapin makanan halal sendiri? Ada tips terakhir. Bawa saja makanan halal dari Indonesia, seperti mie instan, roti, nasi instan, dan lain-lain. Tapiiiiiii saya pribadi berpendapat kalau travelling nggak melulu soal menikmati obyek wisata, namun juga menikmati budaya setempat yang berarti juga menikmati produk kulinernya. Demi pengalaman wisata yang lebih lengkap, menurut saya nggak masalah jika harus repot-repot sedikit menyeleksi makanan halal. Masa sudah jauh-jauh pergi ke Korea Selatan, eh ujung-ujungnya makan Ind*mie juga? Hehe..
      Sebagai penutup, beberapa daftar kuliner halal di Korea Selatan bisa dilihat disini. Untuk informasi lebih lengkap tentang panduan makanan halal di Korea Selatan, bisa lihat ini.
      Semoga infonya bermanfaat yah!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By itsmeu
      안녕하세요~~ (Annyeong haseyo, Hello)
       
      Pertama-tama,Alhamdulillah, finally, akhirnya meu menjejakkan kakinya di Korea Selatan. Setelah nabung nabung, momok visa yang menakutkan akhirnya guys, aku berangkat juga ke salah satu country goals akooh, secara basicnya ak emang anak yg doyan korea-an baik kpop/drama dr jaman full house.
      Tanpa banyak curcol lagi...FR yg sudah aku janjikan pas nulis thread malaka...check it out...
       Jadinya tanggal 28 April – 5 Mei 2018 kemarin aku dan 2 tmnku berangkat ke negeri gingseng.
      Tiket pesawat Air Asia: PP 3.78jt + bagasi 1 (20kg) = 4.28 jt
      Lokasi penginapan: BB Hostel Hongdaeline (KW hongdaeline) : 380000 won/seminggu (private bathroom,kamar isi ber3 aja)
      Sebelumnya ak kasih dulu summary itin 1 minggu di Seoul:
      28/04: Nginep di Incheon T2 (done)
      29/04: Gyeongbokgung Palace, Bukchon Hanok Village (done)
      30/04: Ewha University dan sekitarnya, Namdaemun Market, Namsan Tower (done)
      01/05: Nami Island, King sejong statue, kyobo bookstore, cheonggyecheon stream, Myeongdong (done)
      02/05: Itaewon, Myeongdong dst (done)
      03/05: Napak tilas Kpop lol (Entertainment company,kroad star, Gangnam), seoul national univ (SNUFestival) (done)
      04/05: Pendakian gunung Acha (Achasan), DDP, Lotte mart pusat, Seullo, Hongdae street, Hangang river (done)
      05/05: Jimjilbang/Sauna, BT21 Hongdae store dan sekitarnya, ewha lagi, siap siap perjalanan pulang (done)
      Jujur ini itin sebenernya full banget hahaha karena ternyata jalan kaki di korea itu jauh-jauh dan di indo kebiasaan dimanjain abang ojol...kaki bengkak tapi hati bahagia no problemo
      to be continue~~
    • By vie asano
      Di antara Jalan2ers yang kebetulan nyangkut di lounge sederhana ini, adakah yang terkena dahsyatnya dampak badai bernama Korean Wave? Hayo ngaku Ya, beberapa tahun belakangan ini demam Korea memang sedang gencar menyapu ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Nggak sulit untuk menemukan hal-hal yang berbau Korea di negeri kita tercinta ini, mulai dari loper koran di pinggir jalan, hingga drama Korea yang rutin tayang hampir setiap hari. Audisi untuk mencari bintang-bintang K-pop dari berbagai negara pun kini rutin digelar, menegaskan jika badai ala Korea itu betul-betul nyata sedang memperluas ekspansinya ke mana-mana.
      Sejujurnya, saya pribadi bukan penggemar K-pop dan sampai saat ini cukup imun terhadap dampak Korea Wave. Yaaaa, memang sih ada masanya saya ngefans dengan Bae Yong Jun, menikmati serial Winter Sonata, dan mengagumi lenggak-lenggok SNSD saat menyanyikan lagi Mr.Taxy. Saya juga sempat menjadi pengagumnya Dae Jang Geum dalam seri Jewel in the Palace, dan ngebet kepingin berkunjung ke lokasi shooting yang konon kini sudah menjadi sebuah tempat wisata (hmm, mungkin kapan-kapan bisa saya ulik lagi tentang itu). Pernah juga sih mereview beberapa manhwa (=komik Korea) untuk sebuah majalah. Diluar hal-hal itu, saya cukup buta tentang Korean Wave masa kini. Bukan karena antipati terhadap kecantikan natural ala Korea (yang ternyata nggak natural juga), namun lebih pada masalah selera dan usia yang (nggak begitu) jauh dari usia ABG. Dan sudah jadi rahasia umum juga kan jika saya memang lebih tertarik dengan Le Arc-en-Ciel dan SID (a.k.a Shido) dibanding Super Junior (sekali lagi, ini masalah selera yaa).
      Walau nggak ngefans-ngefans banget dengan Korean Wave, jujur saya mengagumi dampaknya yang signifikan terhadap perkembangan turisme di negara tersebut. Sepanjang yang saya tahu, Korean Wave berhasil meningkatkan minat wisatawan untuk mampir ke negeri ginseng itu, termasuk meningkatkan minat untuk mempelajari kebudayaan korea (mulai dari bahasa hingga seni tradisionalnya). Berhubung saya rasa banyak di antara Jalan2ers yang tertarik menjadikan Korea sebagai salah satu tujuan wisatanya, mulai saat ini saya akan memperluas ekspansi tulisan dari Jepang, (sesekali) Belanda, dan Korea. Sebagai prolog, saya ingin membagikan dulu aneka fakta seputar Korea yang mungkin nggak berhubungan dengan budaya pop-nya.
      - Jujur saya agak terharu (alias miris) sewaktu mengetahui fakta bahwa nggak sedikit penggemar boysband dan girlsband Korea yang menganggap Korea itu ya Korea saja. Padahal, ada 2 negara yang menyematkan nama Korea sebagai nama negaranya: Korea Utara (alias Democratic People's Republic of Korea) dan Korea Selatan (alias Republic of Korea). Keduanya sama-sama terletak di area Korea Peninsula.
      Foto 01: Korea dalam peta
      (a.) Posisi Korea dalam peta dunia [foto: Ksiom/wikimedia], (b.) Korea Selatan [foto: Maproom/wikimedia], (c.) Provinsi di Korea Selatan [foto: Ksiom/wikimedia], (d.) Korea Utara dan Korea Selatan [foto: A-heun/wikimedia]
      - Apa bedanya Korea Utara dan Korea Selatan? Korea Utara menganut paham komunis dan dikuasai oleh kekuasaan absolut (alias diktator). Negara ini memiliki serangkaian aturan ketat yang mengatur setiap warganya (termasuk mengatur gaya potongan rambut untuk pria dan wanita), berbanding terbalik dengan Korea Selatan-lah yang dikenal dengan Korean Wave-nya. Jadi friends, jika next time menyebutkan frase ingin cowok/cewek seperti cowok/cewek Korea, perjelas lagi maksudnya Korea Utara atau Korea Selatan ya! (PS: untuk selanjutnya, hanya Korea Selatan yang saya bahas ya.)
      - Mau tahu asal nama Korea? Nama tersebut berasal dari kata Goryeo atau Koryo, yang merujuk pada kerajaan Goguryeo yang menguasai wilayah Korea pada abad ke-5. Saat kerajaan Goguryeo runtuh dan penguasanya berganti, wilayah Koryo sempat berganti nama menjadi Joseon (note: nama ini kadang-kadang masih digunakan hingga saat ini). Baru setelah Jepang menginvasi Korea, pelafalan “Korea†(yang sering ditulis sebagai Corea) mulai diresmikan dan digunakan hingga saat ini.
      - Mayoritas pecinta Korean Wave hanya tahu tentang hal-hal berikut ini: artis Korea, kota-kota besar seperti Seoul dan Incheon, dan operasi plastik. Tak sedikit yang nggak tahu jika Korea adalah negara kepulauan. Kurang lebih terdapat 3000 pulau yang mayoritas berbentuk pulau kecil dan tak berpenghuni. Pulau terbesarnya adalah pulau Jeju yang juga populer sebagai salah satu tempat tujuan wisata di Korea.
      - Untuk fakta geografis lainnya, Korea Selatan dalam 4 bagian kasar: timur, barat, barat daya, dan tenggara. Bagian timur terdiri dari pegunungan dan area pantai yang sempit. Wilayah barat memiliki wilayah berbukit dan pantai yang lebih luas. Bagian barat daya terdiri dari pegunungan dan lembah, sementara daerah tenggara memiliki banyak cekungan. Sedangkan untuk iklim, negara ini merupakan negara 4 musim yang suhunya bervariasi mulai dari -20 hingga 30 derajat Celcius.
      Foto 02: Aneka lanskap di Korea Selatan
      (a.) Nakdong River di Andong City [foto: Robert/wikimedia], (b.) Bukhansan [foto: Robert/wikimedia], (c.) Gyeongju [foto: Johannes Barre/wikimedia], (d.) Seoraksan National Park [foto: Steve46814/wikimedia]
      - Seperti apa kehidupan religi di Korea? Bagi yang pernah berkunjung ke Korea mungkin sudah bisa menebak jika Budha menjadi agama mayoritas disana. Namun berdasarkan penelitian, 46% penduduk Korea tidak menganut agama apapun. Budha menjadi agama terbesar dengan perkiraan jumlah penganutnya 23% dari total populasi, disusul dengan Protestan (18%), Katolik (11%), agama tradisional (1%), dan lain-lain (1%).
      - Saat ini Korea Selatan dikenal sebagai negara dengan standar hidup yang tinggi (urutan ke-12 di dunia). Adapun beberapa kota terbesar dan terpopuler di Korea Selatan antara lain sebagai berikut: Seoul, Busan, Daegu, Incheon, Gwangju, Daejeon, dan Ulsan.
      Foto 03:
      (a.) Seoul [foto: Kayakorea (Brandon Butler)/wikimedia], (b.) Busan [foto: By by tom jervis/wikimedia], (c.) Daegu [foto: Namoroka/wikimedia], (d.) Incheon [foto: Francisco Anzola/wikimedia]
      - Moda transportasi utama di Korea adalah kereta dan bus. Namun bus lebih menjangkau berbagai pelosok negeri karena kereta belum meng-cover area pedesaan. Masih ada beberapa jenis moda transportasi lainnya, seperti transportasi air dan tram.
      Foto 04: Aneka transportasi di Korea Selatan
      (a.) Korean Rail KTX [foto: Calflier001/wikimedia], (b.) Bus di Incheon [foto: Dalgial/wikimedia], (c.) Kereta [foto: Saegunghwa1001/wikimedia], (d.) Tram di Busan [foto: Hyolee2/wikimedia]
      - Untuk masalah wisata, mayoritas wisatawan asing masuk ke Korea melalui Incheon International Airport. Destinasi wisata favorit di Korea adalah ibu kota Korea Selatan, yaitu Seoul. Beberapa destinasi populer lainnya adalah aneka taman nasionalnya, kota bersejarah seperti Gyeongju dan Buyeo, pulau Jeju, serta pulau Dokdo yang hingga kini masih jadi sengketa antara Jepang dan Korea Selatan. Beberapa tahun belakangan muncul trend baru, yaitu wisata kecantikan, yang aktifitasnya adalah melakukan tour ke berbagai bengkel kecantikan di Korea Selatan.
      Demikian prolog singkat tentang Korea Selatan. Besok rencananya saya ingin mengulas berbagai hal menarik lainnya dari Korea Selatan, terutama aneka info yang wajib diketahui oleh wisatawan. Stay tune terus yah!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano

      Kemarin saya sudah menulis perkenalan tentang Korea. Jadi sekarang sudah tahu kan perbedaan Korea Utara dan Korea Selatan? Sudah tahu juga sekilas info apa saja yang ada di Korea Selatan?
      Sesuai janji, saya ingin mengulik lebih detail apa saja yang ada di Korea Selatan. Sekali lagi, ini nggak berhubungan dengan Korean Wave-nya yah (karena saya nggak qualified juga untuk menjelaskan seputar Korean Wave). Berhubung saya lebih tertarik untuk membahas aspek wisata dari Korea Selatan, jadi pada tulisan ini saya ingin berbagi info apa saja yang wajib diketahui sebelum melancong ke negerinya Bae Yong Jun itu. Berikut poin-poinnya:
      Masalah zona waktu
      Sama seperti Jepang, Korea Selatan terletak di GMT+9. Artinya, terdapat perbedaan waktu 2 jam dengan Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB). Jadi jika di Jakarta saat ini pukul 16.00, berarti di Seoul dan Tokyo sudah pukul 18.00.
      Hari libur Nasional di Korea Selatan
      Bagi wisatawan asing, nggak ada salahnya mengetahui hari libur nasional yang berlaku di Korea Selatan sebelum menyusun itinerary. Sama seperti di Jepang dan juga negara lainnya, hari libur nasional identik dengan penuhnya berbagai tempat wisata. Selain itu, beberapa obyek wisata justru libur pada hari libur nasional, seperti saat Lunar New Year’s Day dan Chuseok Day.
      Pada prinsipnya, hari libur maupun perayaan adat di Korea Selatan mengacu pada 2 sistem kalender. Ada yang berpegang pada sistem kalender matahari (seperti perayaan Tahun Baru), namun ada juga yang menggunakan sistem kalender bulan (seperti perayaan Buddha's Birthday). Jadi jangan heran jika ada hari libur yang tanggalnya berubah setiap tahunnya.
      Berikut beberapa bocoran hari libur nasional di Korea Selatan, dan perkiraan jatuhnya pada tahun 2014 dan 2015 (untuk liburan yang menggunakan kalender bulan).
      1 Januari 2014 : perayaan tahun baru
      1 Maret 2014 : Independence Movement Day
      5 Mei 2014 : Children's Day
      6 Juni 2014 : Memorial Day
      15 Agustus 2014 : Liberation Day
      3 Oktober 2014 : National Foundation Day
      9 Oktober 2014 : Hangeul Day
      25 Desember 2014 : Christmas Day
      Tanggal 1 bulan 1 tahun bulan (30 Januari-1 Februari 2014 / 18-20 Februari 2015) : Seollal, atau Korean New Year's Day
      Tanggal 8 bulan 4 tahun bulan (6 Mei 2014 / 25 Mei 2015) : Buddha's Birthday
      Tanggal 15 bulan ke-8 tahun bulan (7-10 September 2014 / 26-29 September 2015) : Chuseok, salah satu perayaan terpenting di Korea Selatan.
      Seputar perbankan, ATM, dan jam kantor
      - Mata uang Korea Selatan adalah Won (simbol: â‚ kode: KRW). 1 Won kira-kira setara dengan Rp.8-9 rupiah.
      - Jika kira-kira kehabisan uang dan harus menarik uang di ATM di Korea Selatan, mayoritas ATM menerima kartu berlogo Plus dan Cirrus. Kartu internasional lainnya yang cukup banyak diterima disini adalah Electron, Maestro, China UnionPay, dan JCB. Bagaimana dengan Citibank? Kartu ini juga diterima secara luas di Korea Selatan, mulai dari ATM, urusan perbankan lainnya, hingga menjadi alat pembayaran.
      - Untuk jam operasional bank, rata-rata mulai pukul 09.00-16.00 (hari kerja). Sedangkan untuk kantor pemerintahan, mulai pukul 09.00-18.00 (hari kerja). Untuk toko komersial, rata-rata buka pukul 10.30-20.00.
      Masalah listrik
      Bingung menentukan tipe colokan listrik yang harus dibawa? Jika ujung colokan listrik di Jepang berbentuk 2 tangkai pipih, maka di Korea Selatan colokannya tak jauh beda dengan yang biasa ditemukan di Indonesia, yaitu tipe 2 tangkai bulat (seperti colokan di Prancis, Jerman, dan sebagainya). Sedangkan standar voltasenya adalah 220 V.
      Nomor darurat yang wajib diketahui
      - 112 (polisi)
      - 119 (pemadam kebakaran)
      - 1339 (darurat medis)
      - 1330 (Korea Travel Hotline)
      10 frase bahasa Korea yang wajib diketahui
      Setiap kali bepergian ke negara lain yang memiliki budaya lokal yang khas, tak ada salahnya mengetahui beberapa kata dalam bahasa setempat yang berguna untuk keperluan survival. Berikut 10 kata yang wajib diketahui oleh wisatawan asing, termasuk cara penulisannya.
      - An-yõng-ha-se-yo : Halo. Selamat pagi.
      - (Nõ-mu) kam-sa-ham-ni-da!: Terima kasih (banyak)
      - Chom to-wa-ju-shil ssu i-ssu-shi-na-yo?: Dapatkah Anda menolong saya?
      - Mu-õ-s˜ul do-wa-d˜u-ril-kka-yo?: Dapatkah saya membantu Anda?
      - I-ge õl-ma-ye-yo?: Berapa harganya?
      - Shil-le-ji-manâ: Permisi/maaf (untuk bertanya sesuatu)
      - Na-jung-e bwae-yo!: Sampai jumpa lagi!
      - Hwa-jang-shil-i õ-di-ye-yo? : Dimana kamar mandi?
      - Chõ-nun______i-e-yo: Nama saya _________
      - Mo-na-ra-dut-kke-sso-yo: Saya tidak mengerti.
      Sebetulnya masih banyak kata survival lainnya dalam bahasa Korea. Monggo jika ada yang mau menambahkan.
      Yang harus dikenakan selama wisata ke Korea
      Nah, untuk yang satu ini sebaiknya saya bahas secara terpisah karena Korea Selatan merupakan negara 4 musim. Sekalian saya tulis juga tentang ciri-ciri dan daya tarik keempat musim yang ada di Korea Selatan.
      ***
      Semoga bermafaat.
    • By Sindunora
      Halo semua :)
       
      Kali ini mau berbagi pengalaman jalan-jalan di Seoul Korea bulan desember kemarin.. karena pengen jalan2 yang beda dengan suasana yang beda maka dipilhlah korea. Eits jangan salah saya bukan pengemar K-pop atau drama korea, bahkan saya ga prnh nonton film drama Korea yang katanya bagus itu
      Perjalanan kali ini direncanakan awal tahun dan Alhamdulillah ga ada halangan menuju ke liburan impian..
       
       
      Hari 1 - Jakarta-KL-Incheon
       
      Di hari keberangkatan dengan berbekal tiket Lion air ke KL penerbangan jam 9 malam dan kemudian melanjutkan penerbangan dengan Air Asia ke Incheon.. ternyata bandara KLIA2 lumayan luas yah, sampe ke imigrasi dan pengambilan bagasi jauh banget dan bikin ngos2an..
      setelah beres dengan imigrasi dan pengambilan bagasi kami memutuskan beristirahat di bandara. lumayan banyak karpet-karpet empuk buat tiduran di sana sembari menunggu penerbangan ke incheon jam 7 pagi..
       
      Penerbangan dr KL - Incheon kurang lebih selama 6 jam.. tiba di incheon sekitar jam 4an. ternyata incheon bandaranya luas juga butuh waktu jalan kurang lebih 15 menit untuk keluar bandara. setelah berhasil nemu pintu keluar kami pun mencari sevel untuk membeli T-money. berhubung di sevel T-money habis kami pun memutuskan membeli tiket sekali jalan untuk naik subway.
       
      Ok kami pun menunggu subway dr bandara menuju seoul.. perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam (lumayan jauh yah... ). setelah sampai di stasiun yang kami tuju seneng donk bentar lagi membayangkan istirahat... eeh tapi ternyata menuju penginapan harus melalui perjuangan. ternyata yg dibilang kalo naik subway itu melewati naik turun tangga yg lumayan berliku liku terbukti benar. untuk keluar dari stasiun subway kami harus naik tangga yg lumayan dengan menenteng koper yang kami bawa oh no.. nampaknya selama di korea kita harus bersahabat dengan tangga
       
      dengan perjuangan menuju ke atas keluar stasiun dengan ngos2an akhirnya berhasil dan di sambut dengan udara korea yang -8 derajat hahaha...
      alhamdulillah jarak antara stasiun ke penginapan kami ga jauh. udah seneng niy nyampe penginapan eeh ternyata dapat kamar di lantai 4 ahahaha... gempor dan kaget2 kita membayangkan bawa koper lagi ke atas. akan tetapi yang punya guest house baik ko, mau ngangkatin koper kita2 istirahat pun dimulai dan makan malam menggunakan fasilitas guest house dengan membuat indomie yang di bawa dr indonesia hehe..
      nama penginapannya guest house station, rekomended loh..
       
      Hari 2 - Namsan Tower - Itaewon - Insadong - Myeongdong
       
      Hari pertama kami dimulai dengan bangun kesiangan semua akibat kecapean semua hihi.. perjalanan kami pun di mulai menuju ke namsan tower. perjalanan kami di mulai. tidak lupa kami membeli T-money dulu di sevel. kami isi 30.000 won cukuplah selama di sana.
      keluar dari subway (tetep dengan tangga yang panjang) kami pun berjalan ke namsan tower lumayan jalannya nanjak. sampai di namsan kami membeli tiket cable car untuk menuju tower. tiketnya 8000 won.
      sampai di namsan lumayan dingin sekali sampe jaket nembus hihi.. kali ini suhu -3 pemandangannya bagus di sana, mungkin karena banyak saljunya.
      selesai foto2 di namsan tower kami pun memutuskan untuk solat dhuhur di itaewon sekaligus mencari makanan yang halal di sana.
      menuju masjid ternyata harus dengan perjuangan juga yang jalannya kemesjid nanjak banget sampe ngosh ngosh-an nyampe d atas (nampaknya jalan di seoul kebanyakan nanjak2 )
      selesai solat kami pun menuju rumah makan halal di sana namanya rumah makan muree. dan saya pun memilih bimbimbab dan liquid juice (di korea sekali makan 13.000 won kurang lebih).
      tidak lupa mencicipi jajanan yg ada di Itaewon :)
       
      setelah selesai di Itaewon kami pun menuju Insadong. ceritanya mau nyicil oleh2 dulu biar enakan ga kepikiran oleh2 ternyata temen punya langganan di sana, dan kami pun dapet berbagai macam barang-barang murah dan dapet diskon dari eoni di sana :)
       
      selesai berbelanja kami memutuskan ke tujuan berikutnya Myeongdong.. di tempat ini surganya make up.. yang cewe pasti ngeborong make up deh di sini, secara katanya harga di seoul dan di indonesai 3x lipat. dan saya pun ikutan beli juga hehe...
      selesai acara hari ini kami pun kembali ke guest house jam 10 malem kemudian istirahat
       
       
       
      bersambung...

       
       
      Hari 3 - Nami Island - France petite - Garden morning calm
       
      Hari berikutnya rencana kami ke Nami Island, karena kami pikir sejalur maka kami sekalian ke france petite dan morning calm.. dari guest house menuju Nami Island memakan waktu kurang lebih 1 jam menggunakan subway. untuk menuju ke nami island stasiun yang di tuju adalah stasiun Gapyeoung. Turun dari stasiun dengan perjalanan tangga dan jalan menuju keluar stasiun cukup panjang serta ngos2an  akhirnya setelah keluar dari stasiun tergantikan dengan kegembiraan karena banyak hamparan salju di sana hihihi...
      seperti biasa foto2 tidak ketinggalan, rasanya kaya anak kecil yg liat salju seneng banget dan akhirnya bisa megang salju juga hahaha...
      setelah foto2 beberapa menit kami pun ngantri untuk naik bis menggunakan gapyeoung tour bus yang menuju penyebrangan ke nami island, france petote dan garden morning calm. dengan tiket seharga 5000 won. tiket dapat dibeli langsung di dalam bus karena supir merangkap kondektur. tiket bus ini harus simpan karena masih bisa di gunakan untuk perjalanan selanjutnya ke france petite dan garden morning calm.
       
      setelah sampai di pemberhentian pertama adalah di nami island kemudian berjalan menuju Imigrasi Nami Island. ternyata bekas salju yang sudah mencair membuat becek jalan, alhasil rok saya bagian bawah dengan sukses kotor semua hahaha...  Imigrasi Nami Island adalah pintu masuk menuju Nami Island. dari pintu masuk harus membeli tiket masuk seharga 8000 won.. dari pintu masuk harus menyebrang selama 15 menit kurang lebih.. saya lebih memilih di dalam kapal karena lebih hangat
       
      sampai di nami Island sudah banyak orang yang ngantri foto di depan air mancur yg membeku dengan view yang bagus dan sayang di lewatkan, saya pun tidak ketinggalan ngikut antri hihi...
      ternyata di nami island dingin sekali, mungkin karena masih banyak salju dan ada beberapa bagian yang becek karena salju yang mencair.. beberapa kali hampir terpeleset karena salju yang licin
      nami island banyak spot foto yang menarik, alhamdulillah ada rumah makan halal dan ada mushola-nya. ada tempat yang menarik di dalam ruangan menuju mushola, di sana banyak buku bahkan ada buku yang ditumpuk tinggi seperti tiang.
      setelah puas foto-foto di nami island perjalanan kami berlanjut ke france petite.
       
      kami pun menunggu bus gapyeoung dengan berbekal karcis yang dibeli tadi.. cukup lama juga menunggu bus datang, padahal antrian sudah cukup panjang.
      setelah bus tiba (kira2 30 menit) lumayan deg2an juga kami bisa naik bus ini atau nunggu 30 menit lagi.. alhamdulillah kami bisa naik walaupun berdiri.
      perjalanan pun dimulai.. rute jalan yg kami lewati berliku2 di pinggir bukit lumayan lama berdiri dan saya pun mulai mual karena bapak supir ngebut dan jalanan berliku serasa badan terpental pental dan dikocok2 hahaha...
       
      akhirnya sampai di petite france dengan perasaan mual masuk ke petite france dengan membeli tiket 8000 won, karena ada salah satu temen punya kupon potongan harga senilai 2000won akhirnya kami hanya membeli tiket seharga 6000 won. di petite france saya kurang menikmati karena badan jadi ga enak dan masih berasa mual dan pusing. dan udara mulai sangat dingin sekali sampai dinginnya mulai nembus jaket.. setelah temen2 puas foto2 dan kondisi saya dan teman saya mendingan, kami melanjutkan ke garden morning calm.
      kami pun kembali ngantri dan bus datangnya lumayan lama juga, dan udara semakin dingin brrrrr...
       
      kami pun menunggu bus kembali dengan masih menggunakan tiket yang tadi. Oh no naik bis lagi mual pun kembali, saya pun berusaha untuk makan permen dan tidur2an. bus pun berhenti dan teman di seblah saya lari keluar ternyata mual juga, ternyata yg mual bukan hanya saya saja
      sampai di garden morning calm sudah mulai gelap dan di sana memang sangat pas dikunjungi pas malam hari karena banyak lampu2 cantik yang dibentuk2 di sana. garden morning calm berbeda2 di setiap musim di korea. tiket masuk 8000 won, kali ini saya tidak menggunakan kupon potongan karena udah ga kepikiran akibat pusing dan mual blm selesai di tambah dingin kami pun kemudian menikmati pemandangan lampu2. setelah puas foto dan jalan2 kami memutuskan ke stasiun subway menggunakan taxi. danmengejar subway terakhir
      perjalanan hari ini sunguh penuh dengan pengalaman, sampai di guest house semuanya tepar...
       
      Day 4 - Istana Gyeongbokgung - Namdaemun - Gangnam
       
      hari ke 4 kami sengaja bangun kesiangan karena kecapean perjalanan dr Nami island. tujuan hari ini adalah keliling kota Seoul saja yaitu tujuan pertama adalah istana gyeongbokgung.. kami sudah mulai bersahabat dengan tangga walaupun sebenernya malam hari tidak bisa jauh2 dari counterpaint
      sampai di istana untuk masuk ke dalam istana bayar tiket. saya lupa persisnya bayar berapa karena saya nitip beli tiketnya. di istana ada beberapa bagian yang becek karena banyak salju yang mencair. seperti biasa setelah puas foto2 dan jeprat jepret sana sini (kami hanya sebentar di istana). perjalanan selanjutnya ke namdaemun
       
      menuju namdaemun kami sebenernya mau mencari oleh2 lagi, mencari pernak pernik yang belum dibeli tapi akhirnya kami ga dapet tempat, alhasil hanya muter2. dan hari ini meskipun cuaca panas akan tetapi banyak angin dan lumayan dingin sampe ga bisa lepas dari sarung tangan. bahkan sarung tangan pun tembus dinginnya. karena tidak dapat apa yang dituju kami pun akhirnya hanya jajan tteokbokki dan topoki untuk mengganjal perut..
       
      perjalanan di lanjutkan ke gangnam street. di gangnam street kami hanya mencari makan malam dan ternyata ada kejadian salah pesan. karena saya kelelahan saya pun minta di pesenin temen sambil menunjuk minuman, temen saya bilang ini pir dan lemon. jreeeng... setelah datang ternyata temen saya salah denger, ternyata itu bir plus lemon bukan pir hahaha...
      untung bisa ditukar huuuff..
      kembali ke subway sebelum menuju guset house ternyata di gangnam banyak baju2 yang menggoda, kami mampir belanja sebentar sambil cuci mata lagi
      perjalanan hari ini cukup di sini karena sudah malam kami kembali ke guest house
       
      Day 5 - Insadong - Myeongdong - Incheon
      Hari ini hari terakhir kami di guest house karena pesawat kami pagi dan ga memungkinkan subuh berangkat dari guest house ke bandara, dan harus cek in jam 6 subuh.
      kami pun cek out dan menitipkan koper kami di guest house karena kami masih akan belanja oleh2 lagi di insadong dan myeongdong lagi..
       
      di Insadong kami kembali ke toko eoni yang kmrn, eoni ini lumayan bisa bahasa indonesia jadi bisa nawar2 juga ... di sini kami lebih lama di insadong, selain karena kami belanja dan hari ini bertepatan dengan hari jumat yang cowo2 ke Itaewon untuk solat jumat di sana.. hampir setengah hari kami di sini muter2 belanja hehe..
      selesai belanja di insadong dan bertemu kembali dengan teman yang habis solat jumat kami pun melanjutkan perjalanan ke Myeongdong..
       
      di Myeongdong pun kembali kita belanja kosmetik dan pernak pernik lain sampai malam.. selesai belanja kami pun kembali ke guest house untuk rehat sejenak skaligus makan malam dan solat. setelah beres semuanya kami pun melanjutkan perjalanan kami menggunakan subway kembali ke bandara.
      sampai di bandara jam setengah 11 malam, kami pun membeli makanan di sevel dan melanjutkan mencari tempat untuk istirahat dan tidur sambil menunggu jam 6 untuk cek in pesawat..
       
      Day 6 - Incehon - KL
      Penerbangan kami jam 7 pagi menggunakan AIr Asia, selama di penerbangan saya memilih untuk tidur. lumayan bisa tidur karena di bandara saya ga bisa tidur hehe... sampai di KL kurang lebih jam 4 sore waktu KL, kami pun istirahat kembali dan menggunakan kesempatan untuk ganti baju, makan dan solat..
      penerbangan kami menuju jakarta menggunakan pesawat Air asia jam 9 malam (lupa persisnya jam berapa), ternyata pesawat kami delay beberapa menit. jam setengah 10 malam akhirnya pesawat take off
       
      Day 7 -KL - Jakarta
       
      alhamdulillah sampai ke jakarta dan kembali ke rumah masing2. tentunya kangen dengan makanan indonesia hihi..
       
       
      Perjalanan ke Korea sangat banyak pengalaman, liburan akhir tahun yang menyenangkan.. tahun ini liburan ke mana lagi yaaaa....