• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
vie asano

Tips Dan Trick Packing Lebih Ringan Dan Ringkas Untuk Traveling

3 posts in this topic

Menurut Rick Steves, seorang travel blogger, ukuran seberapa baik seorang traveler itu bisa dilihat dari seberapa ringan barang bawaan yang dia bawa saat berwisata. Katanya, kalian tak dapat bepergian dengan berat, bahagia, dan murah. Pilih 2 diantaranya.

Pendapat tersebut ada benarnya. Packing, atau berkemas, merupakan sebuah hal paling esensial yang pasti akan dilakukan oleh semua wisatawan. Namun packing lebih dari sekedar membawa barang-barang yang diperlukan untuk sebuah perjalanan wisata dalam satu tas, karena packing juga merupakan sebuah seni; seni untuk mengatur semua barang yang dibawa agar dapat muat ke dalam tas/koper, seni untuk menyusun daftar barang-barang yang diperlukan, dan pastinya, seni untuk menyiasati agar kita bisa membawa barang yang kita perlukan namun tanpa membuat tas terlalu penuh sesak dan kelebihan muatan. Intinya, packing merupakan salah satu seni dalam traveling; dan akui saja, traveler yang sudah sering bepergian pun belum tentu menguasai seni packing agar barang bawaan tetap memiliki berat yang minimal, namun isinya maksimal.

Untuk tulisan kali ini, saya ingin berbagi tips packing agar traveler bisa bepergian dengan ringan. Sebetulnya sudah banyak tips sejenis di forum Jalan2 (dan saya juga pernah berbagi informasi tentang Traveling Tips for Family Trips yang bisa dibaca disini: Packing Tips for Family Trip 1 dan Packing Tips for Family Trips 2), namun kali ini saya akan fokus membahas tips untuk mengakali barang bawaan agar kita bisa bepergian dengan ringkas dan ringan. Mudah-mudahan ada beberapa poin yang bisa membantu memberikan ilham bagi Jalan2ers yang masih kerap pusing tentang urusan packing saat berwisata.

 

1. Kunci pertama agar kita bisa bepergian dengan ringan tanpa harus ribet karena terlalu banyak membawa barang bawaan, adalah dengan menentukan batas maksimal barang yang kita bawa. Rick Steves menyarankan untuk membatasi ukuran koper yang akan kita bawa, yaitu maksimal ukuran 9 x 22 x 14 (yang bisa dibawa ke kabin); sementara tak sedikit juga yang menyarankan tips yang lebih ekstrim, yaitu cukup dengan membawa tas punggung saja. Dengan membawa koper atau tas yang berukuran kecil, kita akan dituntut untuk kreatif dan selektif terhadap barang bawaan, dan keuntungan lainnya, kita bisa bepergian dengan ringkas tanpa perlu repot membawa tas berukuran besar dan tak perlu khawatir akan kelebihan muatan.

Lha, kalau membawa tas yang terlalu kecil, barang-barang akan muat nggak ya? Nah, disinilah pentingnya mengetahui tips untuk mengemas barang. Salah satu cara terjitu agar sebuah tas bisa memuat barang lebih banyak, adalah dengan menggulung semua baju yang akan dibawa dan bukannya menyusunnya dengan cara dilipat/ditumpuk. Menggulung baju akan membuat baju menjadi lebih ringkas dan padat dan akhirnya menghemat ruang di dalam tas.

 

Don-Nichols.jpg

 

Foto 02:

Dengan membatasi ukuran tas dan jumlah tas yang akan dibawa, kita nggak perlu membawa terlalu banyak tas yang akhirnya malah akan menyulitkan saat berwisata [foto: SUMBER]

 

2. Selektif dalam memilih barang bawaan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yang paling mudah adalah dengan membuat daftar packing list barang-barang yang akan dibawa. Adapun cara lainnya adalah dengan menggelar semua barang yang akan dibawa di atas karpet, dan pegang satu persatu sambil berpikir kalau saya nggak bawa ini, bakal repot nggak ya dan bukannya kira-kira ini akan terpakai atau tidak. Pemikiran tentang seberapa penting nilai sebuah barang otomatis akan membuat kita jadi lebih selektif dalam memilih barang yang akan dibawa.

3. Jangan ragu untuk mencuci baju selama di perjalanan. Dengan mencuci dan menyetrika baju selama berwisata, kalian tak perlu membawa banyak baju yang hanya akan memenuhi tas/koper saja. Malas mencuci? Cari saja laundry kiloan, atau mesin laundry di kota tujuan wisata kalian. Gampang kan?

4. Jeli dalam memilih pakaian yang akan dibawa. Pilih pakaian dengan bahan yang ringan dan bisa dipakai untuk beberapa kesempatan. Misalnya saja celana panjang dengan resleting yang bisa diubah menjadi celana pendek, sehingga kalian tak perlu membawa celana pendek tambahan. Atau bisa juga membawa jaket yang bisa dimanfaatkan menjadi bantal/guling. Tips lainnya, jika bepergian ke daerah yang dingin, alih-alih membawa mantel tebal yang akan memenuhi isi koper, lebih baik mengenakan beberapa layer pakaian untuk menghangatkan badan. Tips menyeleksi pakaian ini sebetulnya ada beberapa macam, mungkin kapan-kapan akan saya ulas secara khusus dalam kesempatan lain.

5. Jangan terlalu memikirkan skenario terburuk. Kecuali kalian bepergian ke daerah pedalaman, saat ini beberapa barang esensial mudah didapat dimana saja. Misalnya, pembalut (untuk wanita), pencukur jenggot, sabun mandi, krim muka, dan sebagainya. Jadi kalian tak perlu berubah menjadi mini market dengan membawa semua peralatan yang mungkin akan dibutuhkan nanti, karena itu hanya akan membuat tas menjadi penuh (dan tentu saja berat).

6. Memanfaatkan kantong kemas, compression bags, ziplock bags, dan sejenisnya. Dewasa ini sudah banyak dijual plastik khusus untuk berkemas yang bisa di vakum, sehingga barang bawaan kita akan lebih ringkas, tidak berceceran, dan pastinya lebih ringan dan lebih muat banyak di dalam tas. Keuntungan lainnya, compression bags ini juga kedap air sehingga dapat melindungi barang-barang bawaan jika teman-teman akan menjelajah tempat dengan cuaca yang ekstrim. Atau, teman-teman bisa menggunakan packing cube untuk mengorganisir barang bawaan sehingga bisa memaksimalkan ruang dalam tas.

 

before_and_after_compression_bags.jpg

 

Foto 04:

Contoh compression bag [foto: SUMBER]

7. Membawa toiletries dalam kemasan yang mini. Mungkin ini tips standar yang pastinya sudah banyak diketahui oleh wisatawan, namun tak ada salahnya saya tuliskan lagi disini. Ya, membawa toiletries dalam kemasan yang mini maupun kemasan travel sangat bermanfaat untuk meminimalkan bobot barang bawaan yang akan kita bawa.

 

Kira-kira ada tambahan tips lainnya kah? Feel free to share! ^_^

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Reiko Shiwatari
      Hi everybody! Apa kabar? Ini saya hadir kembali, setelah sekian lama hiatus dari forum 
      Sudah kemana saja nih? Terus bawa oleh2 apa? Hehehe...
      Saya mau sedikit share tentang oleh2/kenang2an/souvenier dari beberapa perjalanan saya. So, mungkin ada yg berminat mau coba atau sekedar nambah informasi 
      Ada yg sudah pernah dengar Penny Collector? Apa itu? Ternyata uang logam yg kita punya bisa dijadikan koleksi loh! (bukan koleksi uang kuno ya). Tidak semua negara tujuan wisata memiliki Penny Collector. Terus, apa kelebihan/keunikannya? Kalau teman2 itu suka koleksi mata uang berbagai  negara, baik itu uang logam ataupun uang kertas, koleksi ini pun tidak kalah menarik. Yang membuatnya sangat menarik (menurut saya) itu kita bikin sendiri! 
      Dari uang logam, contohnya US Penny & Quarter, yaitu 1 cent Dollar ($0.1) & 25 cent Dollar ($0.25) kita bisa membuatnya menjadi sebuah koin dengan desain gambar landmark/tempat wisata yang ada di daerah tersebut. Bagaimana membuatnya? Ada mesinnya yang pasti! Kita tinggal masukkan koin uang logamnya & jumlahnya tergantung berapa yang diperlukan, rata2 di USA itu sekitar $0.51, jadi sediakan uang logam 1 Penny & 2 Quarter. Kalau diminta $1.01 jadinya 1 Penny & 4 Quarter.
             
      Kita masukkan koinnya di slot yang disediakan & pilih gambar/desain yg kita mau. Yang membuat saya tertarik adalah, ada beberapa mesin yg automatic, jadi setelah memilih design, makan mesin akan langsung berputar sendiri & jadilah uang logam sesuai yg kita pilih. Tapi masih ada banyak mesin2 yang tidak automatic, jadi setelah kita pilih designnya dengan cara memutar stick yang ada. Lalu setelah kita pilih designnya, kita tekan masuk slotnya sampai koinnnya masuk ke dalam & slot kembali seperti semula. Terus kita putar lagi sticknya, kita putar terus menerus sampai terasa berat (ya, sampai pakai tenaga muternya)  sampai kita lihat ada koin yang keluar, dan..., TADAAA!! Jadilah koin untuk kita koleksi. 


      Waktu saya ke Jepang beberapa tahun lalu, saya juga sempat membuat koin2 ini di beberapa tempat. Lumayan, buat kenang2an, jadi gak cuma gantungan kunci, magnet & kaos saja yg bisa dijadikan koleksi. Koin ini mempunyai suatu nilai tersendiri bagi saya (koinnya sih murah), yaitu bahwa  saya pernah menginjakkan kaki saya di tempat2 wisata tersebut, entah itu Disneyland, Universal Studio, Pantai, Gunung, Market, atau landmark2 lainnya. Saya pernah pergi kesana & membuat koin ini sendiri, gak sekedar nitip (bisa saja sih nitip, tapi bagi saya nilainya jadi berkurang karena bukan sayanya yg pergi). Saya pernah sih nitip sama teman, karena waktu saya pergi saya gak sempat bikin, ya dikasih memang tapi yg umum2 seperti nama Kota nya saja, karena teman saya bilang "Saya gak mau kasih, kamu aja yang pergi sendiri & bikin!" dan itulah yang memotivasi saya untuk travel & mengumpulkan 7 bola naga, eh maksudnya mengumpulkan koin2 tersebut. 
      Terus kumpulinnya pake apa? Taro dimana? Untuk pemula ya jangan lupa beli albumnya (jangan taro di celengan ya koinnya). Terus klo udah banyak nah kalian bisa kembangkan ide & kreatifitas kalian, bisa taro di bingkai etc. Ya, bisa kalian bikin sendiri yang bagus & berkesan.

        
      So, pesan saya, kalau mau travel ke luar negeri (di Indonesia belum ada soalnya), misal ke Jepang, kalian bisa tanya mbah Google, cari Penny Collection Locator. Pilih negaranya, pilih kota tujuan kalian & liat apa tempat yg mau kunjungin itu ada mesinnya ato gak (karena gak semua tempat ada). Biasanya mesinnya ada di gift shop, atau dekat ticket booth. And jangan lupa siapin uang receh, uang2 logam dari mata uang negara tersebut (saya pernah paksa Canada Dollar pake USD, jadi sih cuma ya gitu, MAKSA bgt mesinnya) 
      Ini sebagian koleksi2 saya, 
       


       
      Sekian,  info dari saya, semoga bermanfaat, happy travelling &  happy hunting  
       @deffa klo masih di Jepang, masih bisa cari koin ini (klo berminat)
       
    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By bagus hadi
      METROPOLITAN – Pemerintah Desa Cikuda di Kecamatan Parung­panjang akan meningkatkan desti­nasi wisata. Salah satunya di Bukit Dago yang terletak di Kampung Ga­rugan, RT 05. Terlebih wilayah itu begitu ramai didatangi para pelancong dari berbagai daerah.
      Sekretaris Desa Cikuda Ridwan mengatakan, objek wisata itu dikun­jungi bukan hanya wisatawan lokal, namun banyak yang datang dari Ja­karta dan Tangerang.
      “Bukit Dago bisa menjadi wisata edu­kasi keluarga. Nantinya semua ini akan dikelola dengan baik oleh pemerintah desa,” kata Ridwan saat ditemui war­tawan koran ini, kemarin.
      Menurutnya, wisatawan banyak yang berkunjung, terutama di akhir pekan. Sebab, wisata tersebut tak jauh dari pusat kota dan berbatasan langsung dengan Kota Tangerang. “Kami akan terus meningkatkan potensi yang ada karena setiap akhir pekan pengunjung selalu mem­beludak,” bebernya.
      Ridwan mengungkapkan, ke depan pengelolan akan diambil alih Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan kepengurusan dari warga. “Wahana yang ada di sini akan terus ditambah demi mendongkrak ekonomi masy­arakat,” pungkasnya.(mul/c/yok/run)   SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/tingkatkan-potensi-wisata-desa-demi-warga/
    • By Disya
      Halo, saya Disya.
      Saya sudah menjadi anggota Jalan2 Inonesia di FB sejak tahun lalu dan membaca-baca share cerita perjalanan para anggota lain.
      Dan berhubung saya sedang mengerjakan skripsi, saya ingin minta tolong anda untuk membantu mengisi kuesioner skripsi pariwisata ini. Kuesioner ini ditujukan bagi wisatawan yang pernah beriwsata ke Luar negeri sebelumnya. Mohon dibantu untuk mengisi kuesioner ini dan semoga bermanfaat untuk kita semua.
      di klik link dibawah ini.
      https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSe3HaVr12xb1H8JcCg0vgp_XOH0BrKyjIIg7a-FlCr811bEBg/viewform
       
      Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By deffa
      Hola Deffa Here!
      Jadi, waktu saya dan istri babymoon ke Jepang bulan Februari lalu itu dalam kondisi cuaca yang musim dingin/salju. Nah, karena saya tidak punya Winter Coat dan kami akan menuju ke Shirakawago yang bersalju tebal, beli di Indonesia mahal dari 500 ribuan sampai jutaan, saya putuskan untuk beli di Kyoto saja, karena di Kyoto ada banyak Second Hand Stores yang bagus salah satu nya adalah Kyoto Recycling Kingdom.
      Untuk menuju ke toko nya kalian bisa menggunakan bus yang menuju ke Kyoto Gaidai-mae. Nah, karena kami dari Arashiyama, jadi menggunakan Bus no. 28 Arashiyama Station – Kyoto Gaidai-mae Bus Stop, lalu jalan kaki sekitar 5 menit ke arah selatan (ikuti Google Map). Ini website Kyoto Recycling Kingdom nya KLIK.
      Sayang, saya tidak sempat untuk poto-poto ketika di toko nya, namun bisa saya ceritakan gedung nya 2 lantai, dimana Lantai 1 berupa barang Elektronik dan Otomotif dari Handphone, Komputer, Laptop, Perkakas Mobil, dll. Lalu, di lantai 2 khusus produk Fashion seperti Pakaian, Topi, Dompet dll. Yang semua ini barang bekas.
      Tapi jangan salah, Jepang terkenal sangat apik dengan barang, bahkan barang bekas nya pun masih bagus banget kondisi nya. Saya mendapatkan Winter Coat + Windshield seharga 500 yen saja, sedangkan istri beli juga Winter Coat seharga 1000 yen. Kondisi nya tentu saja super bagus. Ini poto-poto Winter Coat yang kami beli.


      Cocok banget nih, bagi kalian yang doyan belanja tapi budget cekak, barang second tapi berkualitas banget di Kyoto Recycling Kingdom ini. Tapi, kalau untuk elektronik lebih baik di Sofmap, Akihabara - Tokyo, lebih banyak pilihan dan lebih murah.
      Semoga berguna. :)