Sign in to follow this  
Married2014

Parade Lesbi dan Gay Terbesar di Asia

7 posts in this topic

Tidak semua negara melarang kehadiran kaum gay atau lesbi. Beberapa negara malah mengadakan parade gay dan lesbi besar-besaran, salah satunya di Taiwan. Parade ini menjadi yang terbesar di Asia dan menarik banyak wisatawan.

Parade gay dan lesbian ini diselenggarakan oleh "Taiwan LGBT Pride Community". Acara yang jadi terbesar di Asia ini telah berjalan dari tahun 2004. Setiap tahun, parade ini rutin diadakan dan tak pernah kehabisan pelancong yang penasaran ingin melihat.

Ada lebih dari 50.000 orang yang ikut acara ini. Semua orang ini bisa datang dari segala penjuru Taiwan. Mereka akan berkumpul di depan Istana Kepresidenan Taiwan.

Selain kumpul, mereka juga menggunakan kostum unik. Di tengah acara juga ada sesi berciuman bareng.

jadi bagi yang mau ikutan silahkan datang ke Taiwan.

sebagai catatan aja, kaum gay atau lesbi biasa berpakaian biasa saja dan bergaya biasa saja.

beberapa dari mereka juga mempunyai badan yang bagus.

img_20121108215345_509bc7793f3e0.jpg?w=600

img_20121108220446_509bca0e0e1df.jpg?w=600

img_20121108215515_509bc7d390dff.jpg?w=600

Share this post


Link to post
Share on other sites

Sereemmm....

tapi penasaran ama kostum2xnya.

kayak lagi parade apa gitu yah.

tapi eh ternyata, parade orang gay ama lesbian.

hahaha...

kalo disini ada acara kayak gituan, bakal banyak yang demo pasti tuh..

Share this post


Link to post
Share on other sites

hahaha ada ada aja ya, agak serem tapi unik, tapi itu kok ada next top model nya yah, bagian dari acaranya next top model apa semacam sponsor gitu kali ya

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hahay unik neh...klo gk salah dlo d daerah mana gtu d indonesia pernah diadakan miss waria indonesia langsung kena gerebek FPI hehe mungkin nasibnya jga sama klo acara ini ada d indonesia :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

ya klu diluar lbh bebas...serem plus geli jg ngeliat fotonya... tp ya yg penting saling menghargai az soalnya da pilihan mereka sich hehhe... btw lucu jg klu ada kejadian pasangan lesbi ntar ada yg naksir ama pasangan gay soalnya kan cakep2 tuch ... bs ngamuk nga ya pasangannya wkwkwkwk :P :P :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Waduh, kemaren saya abis mimpi dikejar2 org homo, skrg saya malah baca artikel tentang org homo XD ntu org2 homo kok rata2 yg bodynya bagus2 nih, ini kyknya model2 gitu, org2 yg suka ngegym nih, haha.. foto yg cewe, ce ketiga dr kanan cleavage nya boleh jg #psg wajah mesum

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Taipei merupakan kota terbesar di Taiwan yang memiliki banyak destinasi wisata dan menarik untuk kamu kunjungi. Banyak perusahaan industri dan jasa termasuk peralatan listrik dan elektronik, tekstil, logam, pembuatan kapal, dan motor yang menempatkan kantor pusatnya di sini.
      Kota Taipei termasuk kota yang paling besar dan banyak penduduknya di Taiwan. Saat ini, kota Taipei ini dijadikan sebagai ibukota sementara Republik Cina.
      Kota Taipei terletak di dataran rendah Taipei dengan dikelilingi oleh pegunungan terutama bagian utara, timur dan tenggara. Nah, penasaran ingin segera menjelajahi Taipei? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam melihat lebih dekat Taipei di Taiwan.
       
      Penerbangan Menuju Taipei

      Penerbangan Menuju Taipei via Bandarasoekarnohatta
       
      Nah, untuk menuju Taipei, kamu dapat melakukan perjalanan dengan pesawat terbang dari Jakarta menuju Taipei. Terdapat dua penerbangan setiap hari yang melayani rute Jakarta menuju Taipei. Sesampainya di Taipei, kamu akan tiba di Taoyuan International Airport.
      Rata-rata waktu perjalanan yang kamu butuhkan dari Jakarta menuju Taipei adalah sekitar 5 jam 30 menit. Maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dengan rute tersebut adalah China Airlines dan Eva Air.
       
      Sekilas tentang Taipei

      Sekilas tentang Taipei via Wikimedia
       
      Taipei beriklim subtropis dengan suhu rata-rata 20 derajat celcius sepanjang tahunnya. Suhu terendah pada waktu musim dingin dapat mencapai 6 derajat celcius sedangkan di musim panas mencapai sekitar 34 derajat celcius.
      Waktu terbaik untuk menyambangi Taipei adalah sekitar akhir Oktober hingga Januari. Pada waktu-waktu tersebut biasanya cuaca di Taipei cenderung sejuk dan nyaman sehingga sepi turis.
      Pada Februari hingga April, Taipei cenderung turun hujan sementara taifun sesekali melanda pada Mei hingga Oktober.
      Sementara mengenai masalah transportasi publik, sistem transportasi di kota Taipei tertata dengan baik dan perencanaan yang teratur. Jaringan Mass Rapid Transit (MRT) Taipei memudahkan pengunjung untuk mengagumi pemandangan kota.
      Walaupun sistem busnya tergolong sulit untuk dinavigasi, namun peta-peta yang menunjukkan halte-halte bus dapat kamu temukan di stasiun-stasiun MRT. Ongkos NT$15 untuk sebagian besar rute pusat kota. Kartu prabayar EasyCard untuk MRT maupun bus kota dijual seharga NT$500 (NT$300 untuk anak-anak; keduanya termasuk deposit NT$100).
      EasyCard sendiri tersedia di mesin kartu stasiun MRT dan toko-toko tertentu seperti 7-Eleven, FamilyMart, dan Starbucks.
       
      Memilih Penginapan di Taipei

      Menyambangi Ark Hotel Changan via Hotel R
       
      Setelah puas memilih penerbangan selama berada di Taipei, selanjutnya kamu dapat memilih tempat penginapan selama kamu berada di Taipei. Nah, salah satu penginapan yang mungkin dapat menjadi referensimu adalah Ark Hotel Changan yang satu ini.
      Lokasi hotel ini terletak di 3F, No. 246, Section 2, Changan East Road, Zhongshan District, 10492 Taipei, Taiwan.
      Nah, ketika memasuki kawasan hotel ini, kamu akan melihat desain yang simpel dan juga elegan. Selain itu, kamu tidak perlu khawatir masalah lokasi karena hotel ini berada di kawasan lokasi yang strategis.
      Terdapat banyak sekali objek wisata menarik di sekitar kawasan Ark Hotel Changan yang dapat kamu sambangi dengan berjalan kaki beberapa menit. Beberapa objek wisata tersebut adalah Liaoning Street Night Market, Breeze Center, Taipei Arena, dan SOGO Department Store. Bila ingin pergi lebih jauh, Nanjing Fuxing Metro Station bisa ditempuh hanya dalam 4 menit berjalan kaki.
      Beberapa fasilitas yang tersedia di hotel ini misalnya adalah AC, TV kabel, mesin kopi, sandal kamar, hair dryer serta masih banyak lainnya. Hotel ini juga menyediakan fasilitas seperti restoran, rental mobil, laundry, perpustakaan, hingga akses wifi gratis. Bagaimana? Menyenangkan sekali, bukan?
       
      Menyambangi Menara Taipei 101

      Menara Taipei 101 via Gamaantara
       
      Untuk mengawali perjalanan wisatamu selama berada di Taipei, kamu dapat memulainya dengan menyambangi Menara Taipei 101 yang satu ini. Menara Taipei 101 adalah sebuah gedung pencakar langit yang terletak di pusat kota Taipei.
      Menara ini terletak sekitar beberapa blok dari Taipei World Trade Center. Menara ini memiliki 101 lantai. Nah, jika kamu ingin melihat Taipei dari ketinggian 506 meter, kamu dapat mencoba untuk menaiki gedung ini hingga lantai ke 91.
      Untuk mencapai lantai tersebut, kamu dapat menaiki lift yang merupakan lift tercepat menurut Guiness Book of Records. Lift ini mampu mengantarkanmu dari lantai satu ke lantai 91 dalam waktu sekitar 37 detik.
      Hingga tahun 2007, Menara Taipei 101 ini tercatat sebagai gedung tertinggi di dunia sebelum dikalahkan oleh Burj Al Khalifa. Namun, sampai saat ini gedung ini masih tercatat sebagai gedung tertinggi di dunia yang ramah lingkungan.
      Para insinyur yang membangun gedung ini membuat perbaikan pada sistem energy untuk pemanasan, pendinginan, dan ventilasi udara yang semuanya dibuat menjadi ramah lingkungan. Tujuannya adalah untuk penghematan.
      Menara Taipei 101 kemudian mendapatkan predikat LEED Platinum yang merupakan sertifikasi dan penghargaan tertinggi bagi bangunan yang menerapkan sistem eco-friendly.
       
      Mengunjungi Kuil Long Shan

      Kuil Long Shan via Cina Panduanwisata
       
      Selanjutnya, inilah dia destinasi wisata di Taipei yang sayang untuk kamu lewatkan. Destinasi wisata ini adalah Kuil Long Shan.
      Kuil ini merupakan salah satu kuil yang ramai dikunjungi untuk berdoa. Meskipun demikian, banyak juga pengunjung yang datang menyambangi kuil ini untuk sekedar berfoto.
      Kuil Long Shan sendiri adalah salah satu bangunan kuno yang sangat populer di Taipei. Kuil yang dibangun pada tahun 1783 ini berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus sebagai tempat berkumpul warga yang tinggal di sekitar kawasan kuil.
      Daya tarik utama Kuil ini terletak pada desainnya yang khas dengan atap berwarna merah yang berhiaskan patung makhluk-makhluk mitologi seperti naga dan phoenix.
      Nah, meskipun demikian banyak juga pengunjung yang datang menyambangi tempat ini untuk sekedar berfoto. Tidak ada biaya yang dikenakan jika kamu ingin menyambangi kuil ini alias gratis.
       
      Mengunjungi Gedung Memorial Chiang Kai Sek

      Mengunjungi Gedung Memorial Chiang Kai Shek via Cina Panduanwisata
       
      Nah, bagi kamu yang masih ingin menjelajahi Taipei, selanjutnya inilah dia destinasi wisata yang dapat kamu perhitungkan. Destinasi wisata ini adalah Gedung Memorial Chiang Kai Shek.
      Gedung memorial ini tercatat juga sebagai landmark kota Taipei. Terdapat banyak acara nasional yang diselenggarakan di gedung yang satu ini. Di gedung memorial ini, kamu dapat mempelajari tentang Chiang Kai Shek yang juga merupakan pemimpin Taiwan pada abad ke 20.
      Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Chiang Kai Shek, kamu dapat mengunjungi museum yang terletak di bagian bawah gedung ini. Di tempat ini terdapat patung Chiang Kai Shek, serta pemandangan taman hall yang dihiasi dengan keramik-keramik bercita rasa Cina. Untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama mengunjungi Taipei, kamu dapat juga memanfaatkan waktumu untuk mengunjungi destinasi wisata yang satu ini.
       
      Mengunjungi Yamingshan National Park

      Mengunjungi Yamingshan National Park via Images Travel
       
      Selanjutnya, inilah dia destinasi wisata di Taipei yang tentu saja sayang untuk kamu lewatkan. Destinasi wisata yang satu ini adalah Yamingshan National Park.
      Yamingshan National Park adalah taman nasional ketiga yang diresmikan oleh pemerintah Taiwan pada tahun 1985. Taman nasional ini dipenuhi oleh berbagai vegetasi serta kebun bunga sakura yang indah.
      Yamingshan Park terkenal dengan kebun bunga sakura, pemandian air panas, fumarol dan trek hikingnya. Trek hiking yang terkenal salah satunya adalah gunung Qixing atau Seven Star Mountain. Gunung ini berada di tengah-tengah Yangmingshan National Park dan merupakan gunung tertinggi di Taiwan. Trek hiking yang ada di Yangmingshan memiliki beragam ketinggian mulai dari 200 meter sampai 1120 meter.
      Yamingshan terkenal dengan keindahan alamnya. Yamingshan terkenal dengan iklimnya yang tropis, yang membuat taman nasional ini menjadi ideal sebagai tempat tumbuh banyak vegetasi indah di sini.
      Bagi kamu yang menyukai wisata sejarah, kamu dapat mengunjungi Lin Yutang House yang merupakan tempat wisata terkenal di Yangmingshan. Di sana, kamu dapat menyaksikan keindahan arsitektur bangunan rumah sekaligus mengunjungi kafe untuk melepas lelah.
      Untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Taipei, jangan lupa untuk menyempatkan diri menyambangi destinasi wisata yang satu ini.
       
      Menyambangi Pasar Malam Shilin

      Menyambangi Pasar Malam Shilin via Culinaryntravelmania
       
      Masih ingin menjelajahi dan mengeksplor Taipei? Kali ini, kamu bisa menyempatkan diri untuk menyambangi pasar malam Shilin yang satu ini.
      Shilin ini sendiri terkenal sebagai salah satu pasar malam yang tersohor di Taipei. Tempat ini juga terkenal dengan sebutan “rajanya pasar malam”.
      Di tempat ini kamu dapat menyaksikan ratusan kios kuliner yang sudah menjajakan dagangannya di sini hingga pagi buta. Lebih dari 500 kuliner Taiwan sudah dapat kamu nikmati di sini.
      Kuliner yang tersedia di pasar malam ini antara lain adalah Fried Chicken Steak, Oyster Omelette, Tempura, Pearl Milk Tea, juga Stinky Tofu. Stinky tofu terkenal sebagai salah satu kuliner yang paling digemari di kawasan Asia Timur.
      Taiwan menyediakan ratusan street foods yang sangat banyak dan digadang-gadang mampu menaklukan Singapura. Untuk itu, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi makanan khas Taiwan ketika menyambangi tempat ini.
      Pada pukul 23.00, biasanya kawasan ini menjadi cukup sepi karena terjadi pergantian kloter. Ya, pedagang biasanya berganti dengan pedagang lainnya di sini. Selepas tengah malam, Shilin Night Market ini dibuka kembali hingga pukul 02.00 malam keesokan harinya.
      Atmosfer suasana yang tercipta di Shilin Night Market ini begitu hangat dan mampu menyebabkan banyak orang baik penduduk lokal maupun para wisatawan memilih datang dan berkumpul di tempat ini.
      Ya, untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Taipei, jangan lupa untuk menyambangi Shilin Night Market yang satu ini.
       
      Mengunjungi Pasar Malam Shida

      Menyambangi Pasar Malam Shida via Traveldetik
       
      Bagi kamu yang masih ingin mengetahui pasar malam lainnya yang tersedia di Taipei, kamu dapat mencoba untuk menyambangi pasar malam Shida yang satu ini.
      Sesuai dengan namanya, pasar ini memang baru akan menjadi semakin ramai ketika hari sudah menjelang malam.
      Lokasi pasar malam Shida tergolong sangat strategis sehingga memudahkan aksesibilitasmu. Jika kamu menggunakan jasa transportasi MRT, kamu bisa turun di Stasiun MRT Taipower Building di Exit 3.
      Dan jika Anda menggunakan bus, bisa turun di halte National Taiwan Normal University, Roosevelt Road Intersection. Kedua moda ini sangat dekat dengan Shida Night Market. 
      Kawasan pasar malam Shida ini juga sudah sangat dikenal bukan hanya oleh penduduk lokal namun juga oleh berbagai wisatawan yang datang menyambangi tempat ini.
      Tidak heran jika pasar ini tergolong sangat ramai terutama jika sudah menjelang akhir pekan. Banyak kios dan pertokoan di tempat ini sudah mulai buka pada pukul 17.00 setiap harinya.
      Di tempat ini terdapat beberapa jenis makanan yang dapat kamu coba seperti es campur ala Taiwan, creepes manis, takoyaki, es jeruk dan masih banyak lainnya. Bagi kamu yang masih ingin berburu kuliner khususnya di malam hari, dapat mencoba untuk menyambangi pasar malam yang satu ini.
       
      Melihat Lebih Dekat Pemandian Air Panas Beitou

      Air panas Beitou via Cina panduanwisata
       
      Masih ingin menjelajahi Taipei? Kali ini kamu dapat mencoba untuk menyambangi air panas Beitou yang satu ini.
      Air panas Beitou ini merupakan salah satu destinasi wisata yang paling populer dan membuat banyak orang seringkali menyempatkan diri untuk menyambangi destinasi wisata yang satu ini. Sebagian besar fasilitas air panas dan atraksi buatan manusia di daerah Beitou didirikan di tempat ini ketika Jepang menduduki wilayah ini.
      Beitou Hot Springs memiliki nilai pH 2,5-6,5 dengan suhu bervariasi antara 37 derajat Celcius dan 40 derajat Celcius. Pada dasarnya air ini terdiri oleh tiga komponen, hijau sulfur (sulfat), belerang putih (Copperas), dan belerang besi (karbonat).
      Tidak jauh dari tempat ini, kamu juga dapat menikmati Tiwan Folks Arts museum. Tempat ini merupakan salah satu tempat yang tepat untuk mengeksplorasi salah satu bangunan kayu khas Jepang yang terkenal di Taiwan.
      Tidak jauh dari situ, kamu juga dapat menemukan Puji Temple. Puji Temple adalah sebuah kuil Jepang yang sampai saat ini masih bisa dapat dilestarikan. Untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Taipei, jangan lupa untuk menyempatkan diri dan menyambangi destinasi wisata yang satu ini.
       
      Mengunjungi National Palace Museum

      Mengunjungi National Palace Museum via Images Travelmedia
       
      Inilah dia destinasi wisata di Taipei yang dapat kamu sambangi selanjutnya. Destinasi wisata ini adalah National Palace Museum.
      National Palace Museum merupakan museum yang tergolong sangat megah dan berada di Taipei. Museum ini memang menjadi salah satu museum yang terkenal. Banyak pengunjung yang datang untuk melihat lebih dekat salah satu museum istana nasional indah yang terdapat di Taipei ini.
      Museum ini menyimpan berbagai koleksi barang antik yang berasal dari Cina dan Taiwan. Di tempat ini juga tersedia berbagai macam pahatan giok dan pahatan perahu yang dibuat dengan sebutir biji zaitun sebagai bahannya.
      Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama menjelajahi Taipei jangan lupa untuk menyambangi destinasi wisata yang satu ini.
       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai melihat lebih dekat Taipei di Taiwan. Sebagai salah satu kota terpadat di Taiwan ini memang memiliki banyak destinasi wisata yang tentu menarik untuk kamu sambangi.
      Untuk itu, jangan lupa untuk memasukkan Taipei dalam daftar tempat yang akan kamu sambangi berikutnya. Semoga panduan wisata ini dapat membantumu dalam memilih berbagai destinasi wisata terbaik selama berada di Taipei.
      Happy traveling!
    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      Kali ini ada kabar gembira di tengah kabar kurang baik yang kemarin per 1 mei 2016, Visa Jepang Tidak Bisa Masuk Korea Selatan Lagi Baca di SINI
      Nah kabar gembira itu datang dari Negeri Taiwan. Dimana per 21 April 2016 mereka memberikan Free Visa Bagi WNI atau Passport Indonesia loh. Baik Passport Biasa ataupun E-Passport tapi dengan syarat Menggunakan Visa Jepang atau Visa Waiver E-Passport
      Seperti di lansir dari website resmi Konsulat Taiwan berikut SUMBER

      Di atas di tulis bahwa intinya "Warga Negara Indonesia yang mempunyai Visa Waiver Jepang yang terdaftar, berhak atas Pembebasan Visa, dan di perbolehkan untuk tinggal selama 30 hari"
      Taiwan yang merupakan bagian dari Republic of China memberikan Free Visa untuk WNI dengan syarat berikut :
      Mempunyai Passport Biasa atau E-Passport Jika Passport Biasa harus sudah Mempunyai Visa Jepang yang Valid Masa Berlaku nya (Single / Multiple Entry) Jika E-Passport sudah di Registrasi Visa Waiver di Kedutaan Jepang Passport dan E-Passport maksimal masih Valid 6 bulan sebelum masa berlaku Sudah Mempunyai Tiket Pulang dari Taiwan (Pesawat / Ferry) Tidak pernah menjadi TKI di Taiwan Mendaftarkan Passport Biasa ber-Visa Jepang atau E-Passport ber-Visa Waiver Jepang nya ke web ini KLIK Untuk Langkah-Langkah dalam mendaftarkan Paspor / E-Passport nya sebagai berikut :
      01. Masuk ke web Niaspeedy Immigration KLIK
      02. Pilih Bahasa yang di mau, saya Pilih Bahasa Indonesia biar lebih mudah dan klik Next
      03. Baca dengan baik alur pengajuan Free Visa ini agar sedikit mengerti dari diagram, lalu Klik Next
      04. Pahami persyaratan yang di berikan, di point Syarat Khusus,  ada Visa/Izin Kunjungan yang masih berlaku (termasuk, Visa Elektronik/e-         Visa, Visa single entry yang sudah digunakan, dimana Visa Waiver Jepang termasuk di dalam nya
      05. Lalu isi dengan jelas informasi sesuai Passport kalian dan pada point no. 10, isi dengan klik Visa dan pilih Jepang, jika kalian                             menggunakan Visa Waiver Jepang, dan juga di isi Nomor dari Visa Waiver nya pada kolom tersebut. Lalu Klik Next
      06. Ikuti langkah selanjut nya dan akan Langsung menerima dokumen E-Visa untuk Masuk Taiwan melalui Email. Tidak perlu datang ke kantor       Konsulat Taiwan di Jakarta
      07. Informasi ini sudah saya pastikan dengan menelepon ke Konsulat Taiwan dan Valid
      08. Menurut Petugas Konsulat yang saya telepon untuk jaga-jaga lebih baik di Save Gambar yang ada disini, siapa tahu ada petugas Imigrasi         Taiwan yang tidak tahu jadi bisa sebagai bukti kuat kalian, atau perlihatkan info nya dari website Konsulat Taiwan di SINI
      Perbedaan Penggunaan Visa Jepang Passport Biasa dengan E-Passport Visa Waiver Jepang untuk Masuk Taiwan :
      01. Visa Jepang Passport Biasa, kalian harus mengunjungi Jepang juga dalam rute perjalanan kalian, karena Syarat Wajib membuat Visa Jepang Passport Biasa adalah Mempunyai Tiket Pulang Pergi Jepang. Jadi rutenya adalah Indonesia - Jepang - Taiwan - Indonesia atau Indonesia - Taiwan - Jepang - Indonesia.
      02. E-Passport Visa Waiver Jepang, kalian tidak perlu mengunjungi Jepang untuk ke Taiwan. Jadi rutenya selain rute yang di Visa Jepang Passport Biasa, rute berikut juga bisa Indonesia - Taiwan - Indonesia
      Semoga Berguna Silahkan di Bagikan :)
      IG / Twitter / Steller: @Deffa_Utama
      Facebook : Deffa Boys N Root
       
    • By betmen
       
       
      Salam jalan2,
       
      Taiwan……..
      Duh mahalnya kesini kalau dari Bali, apalagi beberapa tahun lalu sudah pernah ke Taipei bersama rekan kerja, dia perlu training sementara saya pacaran lagi jalan2 bersama rekan kerja 1 lagi, stay aja di Taipei city, dan waktu itu hanya keliling2 dalam kota Taipei saja, tidur di rumah adik, jadi kita ( sangat ) menghemat biaya hotel
      Untungnya di Taipei ini ada adik kandung yang tinggal disini, jadi setidaknya, makan dan tidur udah ada yang nanggung sedikit, ya kalau di Taipei bisa nebeng, kalau luar Taipei ya bayar ndiri
      Special thanks to @Nightrain yang sudah share Taiwan, saya banyak belajar dari itinerarynya dan juga saya aplikasikan di perjalanan saya kali ini
      Perjalanan ini sudah kami rencanakan pertengahan 2015, dan dilaksanakan waktu nyepi 2016, 4 – 12 Maret 2016. Thanks to AA yang sudah bisa provide tiket cukup murah, jadi langsung ambil saja, total untuk PP DPS – KUL – TPE – KUL – DPS kurang lebih 2 juta/pax return
       
      4 Maret 2016, BALI – KUALA LUMPUR - TPE
      4 MARET 2016 06:00 – 09:00
       
      Berangkat jam 4 pagi dari rumah, pesertanya adalah saya, istri, anak ( Ken ) dan 1 lagi teman istri, sampai bandara International Ngurah Rai, lewat imigrasi, cap paspor, belum tidur lagi dari semalam karena ngobrol2 sama teman, jadi badan rasanya remuk, masuk ke cabin pesawat langsung tidur
      Sampai di KL di bandara KLIA2 kurang lebih jam 09:00, KLIA2 adalah bandara baru yang sangat menarik, besar, dan ditata secara bagus, banyak spot untuk tiduran, tidur beneran dan camping disini ( kalau berani )
      Next flight ke TPE adalah 17:45 jadi kami punya banyak waktu untuk istirahat, dan saya bersama Ken memutuskan untuk ke KL Central, daripada bengong di KLIA2.
      Perjalanan ke KL Central kita naik bis, karena kalau naik mrt mahal banget, ngga worthed karena ga ada tujuan spesifik di KL, dan juga sudah beberapa kali ke KL central, jadi ngga takut nyasar, suasana yang padat mewarnai KL Central, banyak penduduk local ataupun turis disana, kita hanya duduk2 sambil makan siang dan kemudian berjalan jalan di mall sekitar KL Sentral, sekitar jam 15:00 balik lagi ke KLIA2 naik bus, persiapan boarding ke Taipei
      4 MARET 2016 17:45 – 22:25
      Perjalanan cukup lama kurang lebih 5 jam, setelah bosen membolak balik majalah yang ada di pesawat, gangguin pramugari, baca buku, baca ebook, akhirnya tertidur pulas di pesawat, saya selalu tidur di pesawat, jadi ngga merepotkan pramugari dan orang lain, maunya gantian nyetir sama pilot, tapi langsung mengurungkan biat tersebut karena saya hanya punya sim A
      Sampai di Taoyuan International Airport sudah malam tapi suasana airport masih cukup rame, kami bergegas mengambil bagasi, berangkat pake bagasi karena adik titip barang yang cukup banyak, pulang no bagasi
      Dijemput adik ipar yang ganteng dan baik hati, waktu perjalanan dari airport ke rumah ipar cukup jauh, dijelaskan mengenai system tol di Taipei, kita bisa keluar masuk tol tanpa ada pintu tol di ujung, jadi di kaca mobil ada semacam stiker yang ada barcodenya, masuk darimana keluar kemana, maka scanner akan membaca barcode tersebut, dan akan dipotongkan dari kredit yang kita punya ( sebelumnya kita harus deposit ), jadi nanti di hape kita akan jelas semua informasi mengenai tol yang kita lewati, system yang cukup canggih, paperless tapi ya mengurangi tenaga kerja, setelah sampe rumah bersih2 langsung tidur lagi hahahaha
      Ada satu lagi keunikan di Taiwan, karena over population, ngga kaya di Indonesia dimana 1 orang bisa punya rumah hektaran, di Taipei misalnya 1 ruko 4 lantai, maka pemilik tiap lantai bisa beda orang, ada tangga di samping untuk akses menuju tempat tinggalnya
      Suasana Taipei cukup dingin, sekitar 20 derajat , agak bermasalah buat kita yang tinggal di garis khatulistiwa, membayangkan 9 hari disini di udara dingin udah beku rasanya pikiran, tapi bukankah kita liburan untuk sejenak membekukan pikiran dari rutinitas sehari-hari?
       
      5 MARET 2016 - CINGJING FARM
      Bangun pagi langsung menuju meja makan, menurut saya ini enaknya tidur di rumah sodara, pagi2 eh ada sarapan, mirip kaya hotel berbintang aja, dan karena adik saya sudah lama tinggal di Taipei, maka dalam trip ini kami naik turun bus dan kereta, karena kalau harus tour dan naik taksi, bisa membengkak biayanya
      Hari ini kita akan ke Cingjing farm, informasi mengenai Cingjing farm bisa dibaca disini, intinya Cingjing farm ini area yang luas, dimana disana memeliahara domba
      Perjalanan dilakukan dari Taipei central station ke Taichung station, kita naik HSR ( High Speed Rail ) alias kereta cepat, karena kalau jalan kaki bisa menghabiskan waktu 2 hari, kelamaan dan ngabisin waktu, speed HSR bisa mencapai 300km/jam
      Turun di Taichung kita segera ambil bus ke arah Cingjing farm, saya sarankan masuk dari pintu utama, jadi bisa jalan dari awal sampai akhir
       
      Dari pintu masuk sudah terhampar pemandangan padang rumput yang luas, matahari bersinar terik akan tetap suhu diatas 20 derajat, jadi cukup sejuk laa
      Tempatnya sangat menarik, berdiri sejak 1961 ( katanya ) terdiri dari padang rumput yang luas, yang menarik dari tempat ini adalah kawanan domba yang dipelihara dan dikembang biakkan, jadi ngga usah jauh2 ke ostrali kalau mau lihat domba, sebenarnya ga ada bedanya antara domba dan kambing, baunya sama, tapi domba bulunya lebih tebel, bisa dibuat baju, sementara kambing ( di Indonesia ) dipersiapkan untuk dijagal waktu hari raya Kurban
      200 meter dari pintu masuk ada kios2 makanan dan penjualan souvenir, kita bisa istirahat sejenak disana
       
      Di Cingjing farm juga sering dibuat foto prewed, ayo @deffa comot aja anak orang, saya ikut bantu pegang payung, akomodasi ente yang nanggung hehehehehehe
      Cape bener jalan disini, untung cuaca berkisar antara 20-25 derajat, jadi mendukung kesejukan di area ini, setelah berjalan puluhan langkah akhirnya kita menemukan apa yang kita cari selama ini, yaitu : kawanan domba
      Kita dilarang mengejar2 domba apalagi membuat lamb chop di area farm, akan tetapi dengan sedikit bujukan dan rayuan, domba tersebut bisa kita tipu untuk mau berfoto dengan kita, salah satunya dengan cara membeli sayuran kering yang sudah di press dengan bentuk batang2 kecil untuk diberikan ke mereka, perlu diketahui bahwa domba ini herbivora, jadi kalau kita kasi ayam panggang mereka tidak akan mau
      Di Cingjing farm juga ada kuda poni, dengan membayar sejumlah uang ( mungkin NT$ 200, lupa saya ) kita bisa berpelukan menunggang untuk sekali putaran ( putarannya pendek, jadi ga menarik )
      Setelah puas foto2 dengan domba, kita coba untuk berkomunikasi dengan mereka, sudah saya usahakan beberapa bahasa yang saya kenal, tapi si domba dan dombi ngga terlalu mengerti, ya udah... putus asa, kami melanjutkan jalan ( lagi ) menuju arah ujung, sejauh mata memandang hanya ada pohon2 dan padang rumput, banyak spot2 foto yang bagus dan menarik
      Akhirnya kita sampai di penghujung area, duuuuuuh, ternyata harus menuruni sekitar 500 anak tangga lemes rasanya, bagusnya di Taiwan ini :
      ·         Kalau ada anak tangga, dibuat pendek stepnya ·         Ada tempat istirahat buat orang tua seperti saya, jadi bisa duduk sebentar ·         Ada nomornya, udah di step ke berapa ( ngga semua ada )  
      Kami balik lagi dengan bus ke Taichung, oh iya di stasiun bus/train di Taiwan kita bisa menemukan banyak tempat penitipan barang sementara, jadi kalau perlu kita bisa titip barang bawaan, sehingga travel light ke obyek wisatanya

      KKita naik HSR dari Taichung ke Chiayi, kita akan bermalam di Chiayi karena besok mau ke Alishan
      Kita naik bus ke hostel yang sudah kita pesan sebelumnya, hostel yang menurut saya bagus banget, internet kenceng, cozy, dan uniknya hostel ini penjangganya tidak 24 jam, jadi kita ditanya kapan kita datang, maka petugasnya akan datang, apabila tidak ada tamu datang maka penjagangnya ngga standby, hostel berbentuk ruko 5 lantai, di desain dan dekorasi apik dan rapi.
      Cctv ada dimana2, jadi urungkan niat untuk mengangkut barang2 hostel, kita pesan 2 kamar, dorm 4 dan dorm 2
      Nama hostelnya adalah : FUN TIME HOSTEL
      Sangat rekomended buat kalian yang mau stay night di Chiayi, kenapa stay night disini? Kalau stay night di Cingjing farm mahal, karena besoknya kita mau ke daerah sini, ya udah bobo sini aja, apalagi kalau stay night di Banyuwangi, jauh bolak balik PP Banyuwangi - Chiayi
      Kalau pagi ada breakfast, yaitu American breakfast 12 macam, fully served liquor, all you can eat Japanese sushi roti tawar saja
       
      6 MARET 2016 - ALISHAN
       
       
      Oke sementara begini dulu, lagi belajar posting FR, bersambung....................... ( kalau ngga lupa dan sempat )
       
      7 MARET 2016 - TAIPEI
      8 MARET 2016 - TAROKO
      9 MARET 2016 - NORTHERN TAIWAN
      10 MARET 2016 - YEHLIU
      11 MARET 2016 - YANGMINGSHAN
      12 MARET 2016 - PULANG
       
       
       
       
       
    • By baihaki1985
      Pulau Formosa, nama yang sempat disandang oleh Pulau Taiwan memang merepresentasikan kondisi pulau tersebut. Taiwan pun mempunyai banyak tempat yang mempunyai keindahan alam yang menakjubkan. Di tempat ini, banyak dijumpai tempat wisata menarik dan populer. Dan kalau ingin lokasi wisata Taiwan yang juga menantang, bisa datang ke Long Dong, sebuah kota kecil yang terletak di garis pantai timur laut Taiwan. 

      Keindahan alam di Long Dong (kredit: Klook)
      Long Dong merupakan sebuah area wisata yang sangat cocok bagi mereka yang suka dengan kegiatan outdoor. Secara khusus, wisatawan yang datang ke tempat ini adalah mereka yang suka dengan kegiatan menantang seperti rock climbing dan snorkeling. Tak lain adalah karena tempat ini mempunyai struktur batuan yang menantang dan pemandangan bawah airnya juga menarik. 
      Para penggiat olahraga rock climbing memang menjadikan Long Dong sebagai destinasi wisata yang sangat populer di negara Taiwan. Tak lain karena Long Dong ini mempunyai struktur batuan yang sangat menarik bagi mereka. Bisa dibilang bahkan tempat ini menjadi sekolah untuk para penggiat olahraga rock climbing. 

      Long Dong 
      Bagaimana tidak, Long Dong ini merupakan tempat dengan variasi lokasi rock climbing. Bahkan masing-masing tempat pun mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda. Ada lokasi rock climbing yang sesuai bagi mereka yang pemula. Ada pula lokasi yang tingkat kesulitannya sangat tinggi. Dan tentunya yang paling penting, struktur batuan yang ada di Long Dong ini tercipta secara alami, bukan dengan campur tangan manusia. 

      Tebing dengan tingkat kesulitan untuk rock climber pemula di Long Dong (kredit: taiwanese-secrets)
      Untuk menuju ke area rock climbing, terdapat tiga akses yang bisa dipilih. Pertama adalah Area Parkir Utara yang berada tak jauh dari Hemei Elementary School, Area Parkir Selatan yang berada tak jauh dari sebuah kuil dan yang terakhir adalah Area Parkir Tengah, lokasinya berada di atas bukit berada tidak jauh dari lokasi jalur hiking. 
      Bagi mereka yang tak suka dengan kegiatan rock climbing, tempat ini pun juga menawarkan aktivitas scuba diving dan snorkeling. Tak sedikit juga wisatawan yang berkunjung ke tempat ini untuk menikmati kondisi alam bawah air Long Dong. Terlebih lagi kondisi air laut di tempat ini sangat jernih jadi bisa melihat dasar laut dengan mudah. Perairan di Long Dong ini juga kaya akan keragaman hayati. Jadi selama melakukan aktivitas snorkeling, para wisatawan bisa menyaksikan bagaimana ikan-ikan kecil berseliweran. 
      Kalau bosan snorkeling, ada pula aktivitas lainnya yang dapat dilakukan di sini. Aktivitas tersebut adalah terjun bebas dari tebing langsung ke laut. Aktivitas terjun bebas ini tentunya bagi mereka yang mempunyai keberanian cukup. Terlebih ketinggian tebing juga cukup membuat ngeri, lebih dari 2 hingga 3 meter dari permukaan air laut. Bahkan tak sedikit wisatawan yang mencoba untuk lombat dari tebing yang lebih tinggi lagi. 

      Lompat bebas di Long Dong (kredit: .taipeitrends)
      Untuk aktivitas snorkeling sendiri tidak bisa dilakukan pada sembarang waktu. Alasan utamanya adalah karena pada momen-momen tertentu, tempat ini mempunyai ombak yang sangat tinggi. Dan musim panas merupakan waktu di mana para wisatawan bisa dengan bebas melakukan aktivitas snorkeling di sini. Dan untuk peralatan snorkeling sendiri, tak perlu membawanya. Di sekitar Long Dong, terdapat toko-toko yang menyediakan peralatan snorkeling. Syaratnya pun mudah, tinggal meninggalkan kartu identitas. 
      Selain itu, untuk menuju ke lokasi snorkeling sendiri para traveler masih harus berjalan kaki kurang lebih selama 20 menit. Jadi Long Dong ini benar-benar jadi destinasi wisata yang sangat cocok untuk mereka yang suka dengan aktivias outdoor. Kalau mempunyai kondisi fisik yang tidak memungkinkan, nampaknya kurang begitu cocok dengan suasana di sini. 
      Alasan lain kenapa tempat ini begitu populer di Taiwan adalah karena aksesibilitasnya yang sangat mudah. Untuk menuju ke tempat ini, para wisatawan pun bisa mencapainya dengan berangkat dari kota Taipei yang merupakan ibukota dari Taiwan.
      Berangkat dari Taipei West Bus Station Terminal, wisatawan bisa membeli tiket menuju ke Long Dong Harbor pada bus nomor 1811. Perjalanan dari Taipei menuju ke Long Dong membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. Tiket bus bisa diperoleh dengan harga sebesar 150 New Dolar Taiwan. 
    • By Nightrain

      cherry blossom di kuil Tien Yuen
       
      Dear friends,
       
      kali ini saya mau share trip ke Taiwan awal Maret kemaren. Awalnya, kita berniat mengambil 9 hari tur ke Taiwan yang berangkat tanggal 1 Maret karena itinerary-nya sudah komplit mengunjungi Taipei yang ada di utara sampai ke Alishan yang ada di selatan, juga termasuk Taroko Gorge di Hualien dan Sun Moon Lake di Nantou, dan tanggal tersebut pas dengan periode full bloom sakura. Namun karena low season, chance untuk berangkat hanya 50:50 karena minimal harus ada 15 peserta dan sampai seminggu sebelum keberangkatan, peserta baru 11 org sehingga tur harus dipending, padahal kita tetap pengen berangkat pas momen cherry blossom. Kebetulan iseng browsing Garuda, dapat satu tanggal yang pas berangkat Taipei 7 Maret dan balik tanggal 13 dengan harga $370 PP.

      Tanggal segitu sebetulnya agak tanggung untuk sakura karena resiko di bagian utara Taiwan sudah lewat seminggu lebih dari full bloom sedangkan di selatan masih belum mulai, tapi dengan pemikiran masih ada satu dua tempat yang bagus dan memang kita pengen jajal kuliner dan pemandangan alamnya juga, jadilah kita book. Untuk hotel, kita pilih Homeyhouse yang ada di Changchun Road. Karena keterbatasan bahasa Mandarin, apalagi Hokkien, kita rangkum semua informasi penting di internet, untungnya ternyata ke mana-mana relatif gampang, walaupun akan lebih membantu kalau bisa Mandarin.

      Kita juga book satu taxi driver yang bisa bahasa Inggris, Jack Wang, untuk 8 jam di hari terakhir menyusuri pantai utara. Harga sewa mobil ini termasuk mahal, sekitar NT 3500 (1.4jt), namun kalau mau explore sendiri dengan bus dan kereta akan lebih repot dan memakan banyak waktu. Kalau bisa berangkat ber-4, sharing cost akan lebih murah, tapi menurut kita sih harga segitu untuk service yg didapatkan sangat pantas. Jadi selama 5 hari di sana, kita explore Taipei selama 3 hari dengan sidetrip ke Yangmingshan, Tamsui, dan North East Coast, kemudian 1 hari menginap di Sun Moon Lake dan 1 hari di vila daerah Cingjing Farm.

      Day 1 - Jakarta To Taipei

      Garuda berangkat dari Jakarta sekitar jam 3 sore dan landing di Taoyuan Airport jam 9 malam waktu lokal dengan waktu tempuh sekitar 5 jam lebih. Khusus malam itu, kita book mobil Jack Wang untuk trip airport - hotel dan biaya sekitar NT 1100 (440rb). Begitu keluar dari airport, Mr. Jack sudah nunggu dengan papan nama di depan. Umurnya sekitar 60, sudah senior memang, namun masih kuat dan mata masih awas. Rupanya di Taiwan memang banyak para senior masih tetap mengais rejeki di pariwisata karena reward-nya masih cukup menarik, bayangkan saja kalau sehari dapat 3.500 NT tinggal dikali 20 hari kerja kan lumayan juga omsetnya. Sepanjang jalan tol dari Taoyuan ke downtown agak mirip tol dalam kota airport ke Jakarta malah jadi berasa dari Cengkareng ke Priok hehe

      Tiba di hotel sudah jam 10, dan kamar yang kita dapat dengan jendela malah ngga begitu comfortable karena langsung menghadap jalan raya jadi sampai malam pun agak berisik, dan dinding kamar hotel ini agak tipis jadi kalau ada tamu yg pulang malam suka kedengeran ngobrolnya. Tapi interior mewah dan colokan listrik pun ada yang 220V (di Taiwan standar seperti USA yaitu 110V dengan colokan pipih), jadi kalau next time mau nginap di sini, ambil saja yang non-window karena harga juga lebih murah. Kita malah merasa beruntung karena hari terakhir setelah balik dari Nantou, kita pilih tipe kamar yang non-window.

      Day 2 - Taipei / Yangmingshan Park
       
      Hari pertama kita berangkat dari hotel kurang lebih jam 10 pagi dan mulai berjalan dengan rencana menuju MRT Zhongshan (jalur merah) dan ternyata salah jalan malah kita ambil arah berlawanan dan nyampe di MRT Xingtian Temple (jalur kuning). Sepanjang jalan, terlihat banyak gedung-gedung lawas, termasuk apartemen tua yang masih menggunakan AC window, agak mirip dengan sebagian daerah di Hongkong yang terlihat sudah berumur 30 tahun. Sebetulnya komparasi ekonomi China Mainland dengan Taiwan bisa dibilang agak sejajar tapi kalau melihat pembangunan di China, sangat agresif dan di Taiwan sendiri jumlah skyscraper lebih sedikit dibanding China.
       

       
      Di loket MRT, kita beli 2 buah Easycard seharga NT 500 (termasuk NT 100 deposit), dan kartu ini wajib dibeli karena seperti kartu EZLink Singapore atau T Money Seoul, bisa dipake untuk MRT, bus, dan berbagai public transport kecuali taxi. Cuaca hari ini tidak terlalu ramah, hujan gerimis sudah mulai turun sejak subuh dan sepanjang hari mengguyur Taipei. Walaupun intensitas-nya kecil namun cukup untuk membuat badan menggigil, apalagi outfit yang kita siapkan ini untuk suhu 20-22 jadi tanpa longjohn, sedangkan di semua tempat termasuk MRT tidak ada heater jadi seharian kedinginan karena hujan.

      Dari Xingtian, kita menuju ke Minquan Road dan ganti jalur merah menuju Jiantan. Turun di Jiantan, kita ke depan untuk nunggu bus yang akan menuju Yangmingshan. Buat yang mau ke Shilin Night Market, di sini adalah stop stationnya (ingat, jangan turun di stasiun Shilin), dan market mulai buka jam 5 sore. Kita berencana ke Shilin nanti hari kedua. Setelah konfirmasi lagi ama petugas bus dengan kombinasi sedikit Mandarin dan English, ternyata betul ada beberapa bus yang bisa kita tumpangi, selain Red 5 (tiap 15-20 menit), ada juga bus festival 126 dan 127 (khusus festival bunga periode akhir Januari sampai minggu kedua Maret), dan Bus 260 dari Taipei Main Station juga barangkali lewat di sini.
       


       
      Perjalanan ngga memakan waktu terlalu lama, kira-kira 30 menit kita tiba di Bus Station, dan dari sini kita jalan sekitar 20 menit menuju Yangmingshan Park melewati satu hiking trail pendek. Untuk explore Yangmingshan National Park sendiri memang butuh waktu satu hari bahkan lebih namun kalau cuma mau lihat tamannya, 2 jam sudah cukup.

      Di lokasi taman, memang terdapat banyak sekali variasi bunga, dan salah satunya cherry, namun karena full bloom di Yangmingshan sendiri sudah lewat, sebagian pohon sudah botak dan sebagian sudah muncul daun hijau. Biasanya momen terbaik untuk sakura itu hanya seminggu dan waktu persisnya agak sulit diprediksi karena tergantung suhu, angin, dan hujan, tapi di Yangmingshan ini memang best bet antara tanggal 15-25 Februari (agak mirip dengan Okinawa yang secara lokasi memang dekat) sedangkan untuk Alishan yang ada di selatan mungkin sekitar 20-30 Maret.
       


       
      Setelah puas mengitari taman, kita putuskan untuk balik ke kota dan di bus station. Karena lokasi bus-nya berbeda, kita pikir di sini harus naik shuttle untuk kembali ke terminal bus utama Yangmingshan tapi ternyata bisa langsung ke kota. Untung ada dua traveler Malaysia yang bisa ngomong Inggris, karena setengah mati kita coba nanya ke petugas gimana cara balik ke Jiantan dan dia tetep nyerocos Mandarin haha

      Setelah turun di MRT Jiantan, kita lanjut ke MRT Dongmen dan dari sini langsung jalan menuju Yong Kang Street. Daerah ini banyak tempat makan dan sebetulnya kita pengen nyari Yong Kang Beef Noodle yang terkenal tapi karena ngga ketemu padahal udah kelaperan dan dingin, kita langsung masuk ke restoran ramen dan hasil dari order kita, yang satu ngga enak, yang satu lumayan. Abis dari ramen, baru berjalan sebentar, mata langsung tertuju ke dessert house dan salah satu menu andalan yang dipromosi abis-abisan sama si encik adalah es serut buah dengan kombinasi mangga, kiwi, dan strawberry ditambah topping es krim mango, kedengeran seperti menu biasa yang ada di pinggir jalan tapi ini rasanya bener-bener luar biasa!! Cuma akibatnya begitu keluar, badan menggigil abis2an haha
       

      Dengan perut penuh, kita balik ke MRT Dongmen dan lanjut menuju MRT Chiang Kai-Shek Memorial Hall. Dari exit stasiun ini, paling hanya jalan 5 menit menuju lokasi, dan di depan kita berdiri dengan megah monumen untuk mengenang Chiang Kai-Shek, jenderal perang China dari kubu Nasionalis yang juga menjabat sebagai Presiden Taiwan selama 30 tahun. Di sebelah kiri berdiri National Concert Hall dan di seberangnya adalah National Theater. Di dalam hall, terdapat patung CKS dan di lantai bawah ada souvenir shop dan juga museum kecil.
       

       
      Kita ngga lama di sini paling hanya sejam dan setelah balik ke MRT, tujuan terakhir kita ke Ximen untuk explore daerah Ximending yang agak menyerupai Myeongdong di Seoul atau juga ada yang bilang mirip Shibuya kecil.

      Tiba di Ximending menjelang malam, suasana sudah sangat ramai, dan screen besar dihiasi dengan berbagai iklan, lampu neon warna warni bertebaran di sepanjang jalan. Lokasi ini dipenuhi oleh mayoritas ABG karena memang merupakan tempat nongkrong anak muda. Berbagai macam restoran fastfood seperti McD, KFC, juga banyak toko kosmetik, baju, dan restoran lokal numpuk di sini. Salah satu tujuan kita juga ke sini kepengen nyoba restoran Modern Toilet, yg unik karena interiornya didesain seperti toilet dan menu makanan dan minumnya asli mirip excrement haha tapi sayangnya ngga ketemu.
       


      Kalau sempat mampir ke KFC, coba iseng beli egg tart-nya, rasanya sangat enak, dan malam itu kita coba makan di resto lokal yang rame, entah namanya apa, tapi salah satu menu yang kita coba itu crispy chicken dan roasted chicken kecap. Surprisingly, sambalnya pedes, dan rasa ayamnya juga mantap. Overall memuaskan, tapi porsinya gede jadi kalo udah kekenyangan ngga usah dipaksa abisin. Abis dari situ, karena udah kecapean, kita nyetop taxi aja, dan jarak dari Ximen ke Changchun juga ngga jauh, biaya paling sekitar NT 120 aja sampe hotel
       

       
    • Guest
      By Guest
      Suhan Here...:D 
      Pertama kali nya nih buat FR saya, semenjak gabung di forum ini...walau udah lama smoga gak terlalu basi lah ya FR yang saya buat ini karena ini trip tahun 2011...ini pertama x nya saya trip ke LN dan langsung yang jauh2,hahahha...biasa mah yang dekat2 dulu kayak SINGAPORE, MALAYSIA atau THAILAND. Ini mah gak tanggung2 langsung ke TAIWAN. Hal yang berbeda dari TRIP ini adalah saya buka Backpacker / solo tapi ikut group tour dan ini tour lebih ke religi sih karena smua rombongan akan menginap di VIHARA yang ada di TAIWAN dan ikut kegiatan selama di sana seperti bimbangan rohani istilah nya "Khotbah". Saya di sini lbh cuma duduk santai karena smua udah di atur oleh rombongan tour, jadi gak ada sesuatu yang di usahakan sendiri. Beda hal nya dengan backpacker yang segala sesuatu di atur sendiri mulai dari Tiket, pengurusan visa, hotel, t4 wisata, transport disana, dll... Jadi ada nilai nya saat jalan2 nya jika smua di atur ndiri... 
      Tapi ini jadi pengalaman pribadi saya gak bisa di lupakan karena bisa mengunjungi VIHARA yang ada di taiwan, karena VIHARA ini sangat amat besar n berdiri di pulau sendiri di TAIWAN, yaitu di pulau ER MEI  Hsinchu, Taoyuan City, Taichung
      Perjalanan saya ke Taiwan dengan pesawat China AIrlines yang langsung menuju ke Taiwan yang tanpa ada transit selama +- 6 jam ( pertama x naik pesawat n berada di pesawat pesawat 6 jam )sesuatu banget rasanya  biasa paling lama aja cuma 45 menit jakarta lampung or sebaliknya...hahaha... ini 6 jam sesuatu pengalama seru di dalam pesawat bersama rombongan tour. 
       
       
       




      Sesampainya di bandara udara internasional TOUYUAN Taiwan merasakan wah takjub melihat bandara yang semegah ini...walaupun masih banyak yang lbh megah seperti KOREA, JEPANG, dll. Setelah itu kita langsung di jemput oleh tour guide yang sdh stand by di bandara n sudah ada bus yang akan mengantar kita smua ke VIHARA yang perjalanan lumayan jauh dari bandara sekitar 1,5 jam. setiba nya di sana smua langsung tidur karena besok akan ada banyak kegiatan selama di sana,


    • By Hooseikayo7bb
      Negara kepulauan Taiwan ibukotanya adalah Taipei yang berpenduduk lebih kurang 23.500.000 orang,Bahasa resminya: Mandarin Traditional, Presiden saat ini adalah Ma Ying Jiu, hubungan diplomatik dengan Indonesia adalah Kamar Dagang, Banyak sekali Orang Indonesia yang mengenyam pendidikan di Taiwan, Kota Taipei hampir setiap jalanan dapat ditemukan kampus Universitas. Penerbangan langsung adalah EVA AIR, China Airlines, Garuda.
      Airport Di Taipei: Taoyuan kode: TPE
      transportasi lokal Taipei: MRT dan Bus yang mencakupi daerah urban serta sangat murah transportasi massalnya