Sign in to follow this  
theblacksmith

Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban

5 posts in this topic

Percaya gak kalau di Riau ada air terjun? Harus percaya. Salah satunya adalah Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban. Diberi nama demikian karena jatuhnya air melalui tebing yang bertingkat tujuh dan mengalir ke aliran Sungai Kuantan. Ketinggian air terjun ini bervariasi untuk setiap tingkatannya, untuk air terjun tingkat pertama dan keempat mencapai ketinggian antara 5-15 meter. Bahkan pada tingkat ke enam mencapai ketinggian sekitar 30 m lebih. Amazing!

Lokasinya Terletak di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Propinsi Riau. Berjarak sekitar 37 Km dari ibukota Teluk Kuantan. Untuk mencapai lokasi diperlukan usaha ekstra keras. Cocok buat jalan2ers yang suka berpetualang. Dari Pekanbaru ke Desa Lubuk Ambacang dapat ditempuh melalui jalan darat. Setelah itu nyambung lagi naik pompong-sejenis sampan bermotor sejauh 4 km dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Biaya sewanya sekitar 150 ribu.

Saat menambatkan boat di dermaga, jalan2ers udah langsung ketemu air terjun tingkat pertama.

Jika ingin menuju ke tingkat berikutnya (hingga tingkat ke empat) harus menyusuri tebing-tebing terjal melalui tangga beton di antara pohon-pohon yang masih asri. Sedangkan untuk menuju ke tingkat ke tujuh dari tingkat ke empat harus menempuh medan yang lebih berat bahkan dengan bergantungan di antara akar-akar pohon, hal ini cukup menguras energi.

Jarak antara air terjun ini berkisar antara 50-100 meter. Pada tingkat ke enam akan dijumpai air terjun dengan ketinggian 30 m lebih. Yang sungguh menakjubkan, di kolam air terjun ini tergambar dua lapis pelangi, hasil bias cahaya matahari dari percikan air terjun yang menghasilkan hembusan angin kencang.

Dan apabila sampai ke tingkat terakhir (ke tujuh) dari atas ketinggian, bila melihat ke bawah, di kolam air terjun ke tujuh ini akan terlihat pelangi yang membentang dengan bentuk melingkar.

Kelelahan dalam perjalanan terbayar dengan keindahan alam yang menakjubkan. Nah, tunggu apalagi?yuk capcuuuusss…

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, keren air terjunya ampe bertingkat2x kayak gitu.

foto yg 1 tinggi banget yah air terjunya.

tapi, di foto yang ke 2 kayaknya kecil air terjunya. apa ada beberapa lokasi untuk air terjunya...?

Share this post


Link to post
Share on other sites

makasih ya gambarnya. keren kan air terjunnya. Tapi emang bener, pemda setempat masih kurang gencar promosinya.

Padahal kalo tempat wisatanya dibenerin bisa potensial banget.

Pasti makin banyak pengunjung lokal dan internasional yang bakal datang ke sana.

Jalur transportasinya juga musti jadi perhatian pemda biar makin rame wisatawannya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By PrinceJuju
      Secuil Surga tersembunyi itu bernama Air Terjun Sumber Pitu

      Berawal dari batalnya Trip ke Air terjun Madakaripura, maka terpilihlah Air terjun Sumber Pitu, Pujon Kidul Kab. Malang sebagai destinasi trip tgl 13 September 2015.
      Air terjun Sumber Pitu yang terletak di Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
      Ajakan pergi beramai-ramai dengan teman-teman kadang sulit di realisasikan karena masing-masing punya kepentingan, sehingga trip kali cukup menghubungi teman ane yg mau berangkat saja. Akhirnya fix 6 orang berangkat termasuk ane. Personel kali ini 5 cewek dan 1 cowok yakni ane sendiri. Hihihihihi….
      Untuk trip touring kali ini kami menggunakan 3 sepeda motor.
      Ditentukan meeting point jam 6.00 pagi di depan Apotek Pleret daerah Pleret, Pasuruan.
      13 September 2015
      Jam 05.45 pagi ane meluncur menuju Meeting point dan ternyata teman-teman ane sudah menunggu disana, dan 2 teman ane yg lain menunggu di Alun-alun kota Batu. Its Ok lah…
      Jam 06.00 kami berempat meluncur menuju alun-alun kota Batu menemui 2 teman ane di sana. Perjalanan pagi ini cukup dingin karena beberapa hari terakhir angin cukup kencang jadi kami tidak terlalu cepat memacu laju motor kami cukup 60-70 km/j. hehehee..
      Berkendara kurleb 45 menit kami tiba di pertigaan karanglo, kami arahkan motor menuju arah Batu. Tidak jauh dari pertigaan kami mampir warung makan untuk mengisi perut dulu. Warung ini cukup murah untuk seporsi rawon dan teh hangat hanya membayar 13rb rupiah saja. Ada bermacam-macam lauk tambahan seperti tempe tepung, dadar jagung dll pokoknya mantappphhh. Ane lupa nama warungnya, lokasi depan pertigaan mau ke kampus 2 ITN, maju dikit kanan jalan persis pojok gang.
      Setelah puas makan dan kenyang, lanjutttttttt go to Alun alun Batu….
      Jam 08.00 tepat ane udah ketemu 2 teman ane yg sudah menunggu sedari tadi, oke maaf temansss membuat kalian menunggu.. hiks.. hiks… hiks…
      Perjalanan kami lanjutkan menuju dusun Tulungrejo, Pujon kidul. Kami arahkan motor melewati Wisata Payung Batu dengan di suguhi pemandangan khas perbukitan dan café-café kecil yg biasa berjualan jagung bakar, kopi dan makanan minuman lainnya.
      Akhirnya ketemu patung sapi, kalau ke kiri menuju Wana Wisata Coban Rondo, kami terus mengikuti jalan besar kira-kira 50 meter ada pertigaan dan pangkalan ojek di kiri jalan kami belok kiri dan mengikuti jalan aspal tersebut kira-kira 3 km setelah tanjakan ada pertigaan kecil dan petunjuk arah Sumber Pitu belok kiri mengikuti jalan cor-coran.
      Dari pertigaan tersebut kurleb 500 meter ketemu loket/pos registrasi tiket masuk yg di kelola komunitas Capung Alas. Dengan membayar 10rb tiap orang, kami lanjutkan perjalanan menuju pos parkir terakhir melewati jalanan makadam dan tanah yg berdebu ** maklum musim kemarau ** perjalanan kurleb 3 km kami lalui dengan susah payah karena seharusnya menggunakan sepeda trail namun kami menggunakan sepeda motor biasa. Mobil pun bisa masuk hingga parkiran atas, dengan catatan bukan musim hujan ya...  Saran dari ane mobil dgn bemper rendah seperti sedan sebaiknya jgn di bawah ke parkiran atas, mobil seperti avanza, xenia its okelah... Bagi rombongan yg menggunakan elf long bisa jg parkir di pos registrasi / loket... Hihihihi…
      ** Sekedar info jika musim penghujan maka batas parkir terakhir adalah loket registrasi dan selanjutnya di tempuh jalan kaki. Karena jalanan licin dan lumpur berbahaya jika di paksakan naik motor / mobil ke parkiran atas. ada jasa ojek trail menuju parkiran atas kog.
      Tiba di parkiran atas, kami tempatkan motor parkir rapi tentu sebelumnya bayar parkir 5rb tiap motor. Perjalanan masih di lanjutkan dengan berjalan kaki yg menurut info 1-2 jam. Wowwww…. Cukup lama juga ya.
      Awal perjalanan melalui trek cukup datar namun setelah 100 meter, trek mulai menanjak miring 30-45 derajat di tambah kondisi jalan tanah yg berdebu, apabila kita melangkah debu mulai berterbangan. Apalagi berpapasan dengan rombongan lain dapat di pastikan debu bertambah parah ditambah orang lain yg kadang menginjak tanah dengan keras entah sengaja atau tidak semakin menambah polusi debu. Hiks.. hikss.. saran ane musti bawa masker jika kesana saat musim kemarau.
      Melewati ladang penduduk sampailah di kondisi jalan agak datar terus melangkah hingga menemukan jalanan turun lumayan ekstrim karena untuk turun tidak bisa jalan seperti biasanya musti pelan dan berpegangan akar pohon agar tidak terpeleset jatuh. Sudah mulai terdengar gemericik suara air terjun, dan setelah turunan tersebut ada air terjun tunggal yg di namai Coban Tunggal. Kami istirahat sejenak di tempat ini sembari bernarsis ria. Hehehehee…
      Setelah energi terkumpul kembali kami ambil arah kiri dari Coban Tunggal menuju tujuan kami yg sebenarnya yakni Sumber Pitu. Akses kali ini benar-benar ektrims karena jalan sempit menanjak di bantu oleh tali tambang agar tidak terjatuh. Di sarankan tidak buru-buru saat melewati medan tanjakan ini, cukup di nikmati pelan-pelan. Kurleb 15 menitan sampai di Air terjun Sumberpitu. Total lama perjalanan dari parkiran atas +- 1,5 jam jalan santai.
      Sungguh indah sekali karya Tuhan semesta alam, ane cuma bisa terdiam tidak mampu berkata-kata menikmati anugrah pemandangan sangat indah ini. Benar-benar amazingggggg…
      Pemandangan indah yg harus kita jaga dan lestarikan salah satu caranya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.
      Mengapa dinamakan air terjun Sumber pitu karena adanya aliran air sumber dari dinding tebing sejumlah 7, sebenarnya ada 9 namun entah mengapa di namakan Sumber Pitu seharusnya Sumber Songo.. hahahahaa
      Dari Air terjun Sumberpitu masih ada 1 air terjun lagi yakni Sumber Papat. Akses dari sumber pitu ke arah kanan menanjak kurleb 100 meter, medan kali ini tanpa tali dengan kemiringan lebih dari 45 derajat jadi harus sangat berhati-hati karena salah langkah bisa terpeleset dan jatuh ke bawah.
      Dari atas pemandangan air terjun Sumber pitu sangat indah sekali cocok buat narsis / selfie /wefie dll, namun tetap berhati-hati jika berfoto ria yg penting tetap jaga keselamatan.
      Tidak lama dari spot foto-foto tadi ketemu air terjun Sumber Papat / Coban Papat, sama seperti Sumber pitu aliran air berasal dari tebing tinggi namun jumlahnya hanya 4, dan aliran air ini mengarah ke Coban Tunggal yg tadi.
       
      Setelah puas menikmati karya Tuhan yg luar biasa ini kami memutuskan turun dan balik, jalanan turun lebih susah di banding naik, karena harus pelan dan sedikit ngerem agar tidak kebablasan, di tambah jika berpapasan dengan orang lain yg hendak naik ke Sumber pitu harus ada yg mengalah minggir agar tidak terjatuh.
      Selepas dari Coban Tunggal ke arah parkiran jalan sedikit tidak berat karena turunan, namun tetap saja debu mengganggu perjalanan ke parkiran. Hehehhee…
      Perjalanan kembali ke parkiran lebih cepat dari pada berangkatnya tadi. Sampai di parkiran jam 13.30 kami putuskan istirahat di warung sekitar dan mengisi perut yg mulai keroncongan dengan Indomie seleraku.. hihihihi…. Kami diskusi untuk rute selanjutnya, mestinya kami akan menuju Omah Kayu di kawasan Paralayang namun karena fisik dan kaki sudah gempor alias capek kami putuskan menuju alun alun Batu saja. Mungkin di lain waktu kami akan mengunjungi Omah Kayu.
       
      Akhirnya jam 15.30, kami sampai di alun alun kota Batu, setelah berunding sejenak maka di putuskan kami berpisah di sini karena teman ane ada keperluan dan ane juga ada keperluan ke rumah kakak ane di Batu.
      Jam 17.30 ane meluncur balik menuju Pasuruan. Seperti biasa setiap weekend arah Surabaya selalu padat cenderung macet mulai Karanglo – Singosari – Lawang, selepas itu lancar.
      Tepat jam 20.00 ane tiba di Pasuruan dengan selamatttt…
      Oke kawansssss… terima kasih buat touringnya… lanjuttt touring lain waktu yaaaaaa…..
      Ane banyak menemukan pelajaran baru dari trip kali ini, selain berkenalan dengan teman baru asal Tulungagung. Sharing-sharing sedikit pengalaman rupanya mereka bener-bener seorang traveler Sejati dan hanya berdua saja dalam mengunjungi lokasi lokasi wisata di berbagai tempat.
      Memang benar pergi beramai-ramai itu asyik dan seru namun identik dengan ruwet karena ada yg tiba-tiba batal hingga akhirnya batal semua, saling tunggu siapa pesertanya dan lain sebagainya. Namun jika benar ingin mengunjungi suatu tempat entah solo travelling atau berdua saja tetap akan di jalani, dan banyak sekali solo travelling di luar sana yg menginspirasi karena kita di tuntut benar benar mandiri, berinteraksi dengan alam budaya yg berbeda dan masih banyak lagi.
      So.. sederhana sekali, intinya ingin pergi kemana ya pergi saja… karena pengalaman dan pelajaran yg di dapat selama travelling tidak dapat di nilai dengan mata uang.
      Enjoy Yours Travelling
      Rincian pengeluaran :
      Bensin : 20.000,- ( jika berboncengan bisa di bagi berdua )
      Parkir Sumberpitu : 5.000,-
      Tiket Masuk  : 10.000,-
      Makan Pagi : 13.000,-
      Makan mie instan dan jajan di parkiran : 8.000,-
      Makan Malam : 18.000,-
      Total : 74.000,-
      ** total pengeluaran bisa lebih hemat jika bawa bekal makanan atau makan nasi bungkus
      Akses menuju Sumberpitu, Pujon Kidul:
      - Dari Surabaya : Surabaya – Pandaan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
         Kendaraan umum ( ada 2 alternatif ) :
      Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun. Naik bus jurusan Jombang, turun terminal jombang, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Malang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun - Dari Pasuruan : Pasuruan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      - Dari Malang : Malang – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : naik angkutan menuju terminal landungsari ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      Tips berkunjung ke Air terjun Sumber Pitu :
      1. Kondisi Fisik Prima ( wajib )
      2. Bawa Baju Ganti + Celana Pendek atau Celana ¾
      3. Pakai sandal gunung / sandal khusus / sepatu khusus yg tidak licin. ( jangan pake sandal yg licin seperti crocs / sandal jepit)
      4. Bawa Minum Air mineral karena jalan menanjak dan ekstrim
      5. Bawa Masker dan Sunblock. ( jalan berdebu saat musim kemarau )
      6. Bawa Tongsis / tripod agar maksimal untuk hunting foto.
      7. Bawa kembali sampah kita dan jangan buang sampah sembarangan.
      8. Jika naik kendaraan sendiri pastikan kendaraan anda dalam kondisi fit, Mesin, Oli, tekanan Ban, Rantai motor dll.
      9. Bawa duit tunai secukupnya.
       
    • By Viviiy
      images: Instagram
      Sumatra Barat memiliki banyak potensi wisata alam yang belum begitu dikenal, termasuk tempat wisata di Padang Pariaman. Tujuan wisata alam terpopuler bukan hanya pantai, namun juga air terjun; salah satunya adalah air terjun Baburai. Air terjun ini berlokasi di Kabupaten Padang Pariaman, dan baru dibuka untuk umum pada tahun 2013 lalu.
      Akan tetapi, penduduk setempat banyak yang sudah sering datang ke air terjun ini, tentunya karena keindahan panorama di sekitar air terjun serta kesegaran airnya. Jika Anda ingin menikmati keindahan alami air terjun yang belum banyak dikunjungi, Baburai bisa menjadi pilihan.
      Keindahan Alami Air Terjun Baburai
      Karena air terjun Baburai belum banyak dikunjungi, dan masih relatif baru sebagai tempat wisata, fasiliats di tempat ini belum begitu banyak. Air terjun ini dapat dicapai dengan berkendara selama sejam dari pusat kota, dan berjalan kaki selama sekitar 10 menit untuk akhirnya mencapai air terjun. Ada tangga batu yang dibangun agar pengunjung bisa mencapai air terjun dengan lebih mudah. Akan tetapi, semua susah-payah berjalan itu terbayar dengan keindahan alami air terjun ini.
      Air terjun Baburai sendiri mengambil namanya dari kata "baburai" yang bermakna "tergerai," seperti pada rambut panjang, karena bentuk air terjunnya yang ramping dan tinggi. Air terjun Baburai sangat jernih dan dingin, sehingga sering dimanfaatkan warga sekitar untuk berenang, bersantai, dan melepaskan stres. Tempat wisata ini biasanya sedikit ramai setiap hari Sabtu dan Minggu serta saat libur sekolah, dan kebanyakan pengunjungnya di waktu-waktu seperti ini adalah anak sekolah dan keluarga.
      Air terjun Baburai kini juga berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air berskala kecil serta penyedia air bersih bagi masyarakat sekitar. Sejauh ini, fasilitas yang ada masih belum banyak, dan terbatas pada pedagang makanan kecil-kecilan. Akan tetapi, air terjun Baburai jelas sudah menjadi primadona masyarakat sekitar sebagai tempat wisata di Padang Pariaman, dan penduduk sekitar berharap pemerintah setempat akan mengembangkan air terjun ini sehingga menarik lebih banyak pengunjung.
      Jika Anda kebetulan berada di Padang Pariaman, luangkan waktu untuk mengunjungi air terjun Baburai yang indah.
      SUMBER
    • By citrariana
      Ada apa di Pekanbaru? Banyak kok. Ini buktinya :
      Desa Okura

       
      Desa ini dinobatkan menjadi desa wisata sejak 2010. Suasana tradisional masih dipertahankan. Terbukti dengan adanya beberapa rumah panggung di tepi Sungai Siak. Selain itu pengobatan tradisional masih populer digunakan. Masyarakat pun masih menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi. Salah satu tradisi unik di desa ini adalah Silat Pangean yang masih bisa dinikmati oleh pengunjung. Ada tidak akan bosan di sana. Ada berbagai paket wisata yang di tawarkan seperti bersepeda di kebun sagu, berkuda, susur sungai, naik sampan, dan menikmati wisata budaya.
      Sungai Kampar

      Sungguh Indonesia sangatlah unik. Termasuk wisatanya. Contohnya di Sungai Kampar. Namanya adalah gelombang bono. Gelombang ini menyerupai gelombang yang ada di pantai. Tingginya mencapai 6 m dan panjang gelombang mencapai 300 m. Di sungai ini pengunjung dapat berselancar menantang ombak. Sungai Kampar telah terkenal hingga luar negeri terbukti dengan banyaknya peselancar dunia yang berniat mencoba ombak yang menantang ini. Menurut peselancar, tidak mudah menahlukkan gelombang bono. Gelombangnya cepat, karakternya tidak terduga dan panjang. Selain itu, cukup sulit untuk mengambang di sungai ini mengingat sungai ini adalah sungai air tawar.
      Masjid Agung An-Nur

      Dibangun pada tahun 1963, masjid ini salah satu yang tertua di Pekanbaru. Arsitekturnya yang unik merupakan perpaduan dari Turki, Arab, India, dan Melayu. Arsitektur masjid ini sering disamakan dengan Taj Mahal. Masjid ini telah menjadi landmark Provinsi Riau. Anda akan merasakan kemegahan masjid ini bahkan sebelum Anda memasuki masjid.
      Dekranasda

      Tidak lengkap rasanya bila pulang dari liburan tidak membawa oleh-oleh. Maka datanglah ke Dekranasda.Berlokasi di Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Durian, tempat ini merupakan pusatnya oleh-oleh Riau. Menjual berbagai macam batik Riau, kain tenun, kain songket, busana melayu, dan berbagai kerajinan dari kayu. Pastinya Anda tak perlu khawatir dengan harga.
      Sop Tunjang

      Kuliner merupakan salah satu tujuan wisatawan. Pekanbaru pun tak mau kalah dengan menyuguhkan kuliner yang lenzat dan membuat Anda rindu untuk kembali. Salah satu makanan khas di sana adalah sop tanjung. Salah satu yang paling lezat berapa di kawasan Gor Tri Buana Jalan Diponegoro. Masakan yang terbuat dari tulang sapi yang direbus hingga menjadi sop dengan rasa yang sangat gurih. Perpaduan bumbu yang dipilih membuat sop ini semakin nikmat dinikmati bahkan saat Anda merasa kenyang.
      Apa hanya itu? Tentu tidak. Masih ada wisata lain seperti Riau Fantasi, Kebun Binatang Sang Kulim, Danau Buatan Lembah Sari, Rekreasi Alam Mayang, Istana Siak, Pasar Bawah, Air Terjun Aek Martua, dan masih banyak lagi. Tunggu apa lagi? Yuk segera siapkan liburan Anda ke Pekanbaru. 
    • By Atmosfer Wisata
      Mohon maaf, 10 desember 2016 channel youtube saya sudah kena suspend. Jadi, saya upload videonya di vidio.com.
      https://www.vidio.com/watch/550480-panorama-air-terjun-tarunggang

      Air terjun tarunggang berada di Desa Rumah Lengo, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu (STM Hulu), Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Negara Indonesia. Air Terjun Tarunggang memiliki ketinggian 15 meter dengan pemandangan tebing goa serta ada...


      Blog
      http://bit.ly/2dpupIu
    • By Atmosfer Wisata
      Mohon maaf, 10 desember 2016 channel youtube saya sudah kena suspend. Jadi, saya upload videonya di vidio.com.
      https://www.vidio.com/watch/548429-pemandian-air-terjun-pelangi-indah

      Air Terjun Pelangi Indah terletak di desa tanjung timur, kecamatan senembah tanjung muda hulu, kabupaten deli serdang, sumatera utara, indonesia. Jarak tempuh sekitar 2 - 3 jam perjalanan dari kota medan dan air terjunya masih asri dan alami, penuh perpohonan, perbukitan dan tebing batu yang menjulang tinggi. Lebih menariknya aliran sungai dan air terjunnya mengalir sampai kebawah sehingga membuat anda menikmati tempat ini. Banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke tempat wisata ini karena penasaran dengan keunikan dan keindahan air terjunya...
      Selengkapnya
    • By Atmosfer Wisata
      Mohon maaf, 10 desember 2016 channel youtube saya sudah kena suspend. Jadi, saya upload videonya di vidio.com. https://www.vidio.com/watch/551990-derasnya-air-terjun-sikulikap

      Air terjun ini mempunyai ketinggian 30 meter. Derasnya air terjun dan dikelilingin hutan tropis membuat tempat wisata ini menjadi...
      Video:
      http://bit.ly/2eDW87h

      Blog:
      http://bit.ly/2eDt2EV
    • By Atmosfer Wisata
      Merasakan sensasi wisata alam pegunungan dengan air terjun yang cukup tinggi, sungai yang panjang dan berbatuan, dikelilingin perpohonan, serta ada fauna yang unik...
      Video:
      http://bit.ly/2eDRuGr
      Blog:
      http://bit.ly/2etlnsn