Gabriella Giovani

spanyol Estudió Hablar Español (Belajar Bahasa Spanyol Sehari-Hari)

37 posts in this topic

@deffa gak kok mod. Itu aku ngawur aj. Hahaha. Tapi memang Spanyol banyak as os. Pokoknya banyak s gitu. Apalagi gender maskulin banyak pake O. Bonito guapo hermoso hermano. Itu semua untuk laki

Share this post


Link to post
Share on other sites

Pero en basico Español en España es un pocito diferente con Latinos.

Tergantung temennya dari mana, kalau dari Spanyol V di baca B tapi kalo dari Latin V itu di baca VB. Tapi emang bahasa Spanyol gampang kok ehehe

On February 14, 2016 at 0:56 AM, Riky Ramadani said:

@Gabriella Giovani gabi, hablas español? dondé aprendiste español?

Tu nombre es muy español.

Soy Riky, mucho gusto!

Hola Que tal? 

Tu hablas español también? De donde eres?

Soy Ozan, mucho gusto :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 11/30/2016 at 8:53 PM, Fauzan Ammary said:

Pero en basico Español en España es un pocito diferente con Latinos.

Tergantung temennya dari mana, kalau dari Spanyol V di baca B tapi kalo dari Latin V itu di baca VB. Tapi emang bahasa Spanyol gampang kok ehehe

Hola Que tal? 

Tu hablas español también? De donde eres?

Soy Ozan, mucho gusto  

wih konferensi bahasa espnayola ;D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • By Nightrain

      suasana di Camp Nou (markas Barcelona)
      Bulan Mei umumnya merupakan waktu yang paling nyaman untuk mengunjungi sebagian besar negara Eropa karena mulai masuk puncak musim semi dengan suhu hangat yang sangat mirip dengan Indonesia. Kali ini kita memutuskan untuk mengunjungi Spanyol dengan tujuan 3 kota besar-nya yaitu Madrid, ibukota yang berada di tengah; Barcelona, kota pinggir laut yang terletak di timur Spanyol; dan Sevilla, yang merupakan ibukota wilayah Andalusia di selatan.
      Kita juga sempat mampir ke negara kecil Andorra yang terjepit antara Spanyol dan Perancis di area pegunungan Pyrenees karena mudah dijangkau dengan bus dari Barcelona. Lokasi Spanyol dan Maroko yang berdekatan juga membuat kita tidak melewatkan kesempatan untuk menginjakkan kaki pertama kali di benua Afrika dan menghabiskan waktu 3 hari melihat negara eksotis ini.
      Day 1 - Puerta del Sol, Madrid (Selasa, 5 Mei 2015)
      Kita tiba di airport Barajas Madrid sekitar pukul 2 siang waktu setempat atau kurang lebih jam 7 malam WIB. Suhu waktu itu masih sekitar 20 derajat dan setelah melalui proses cek imigrasi dan mengambil bagasi, kita menuju ke stand Lebara untuk mengganti SIM card lokal dengan unlimited internet. Biaya internet di Spanyol relatif murah, sebulan berkisar antara €10 - €15. Selain operator Lebara, disarankan untuk menggunakan Vodafone atau Movistar.
      Untuk menuju ke hotel, ada opsi bus dan subway, namun karena kita belum ada gambaran mengenai lokasi sekitar hotel, jadi daripada buang waktu nyasar, kita langsung menuju taxi stand dan di-charge flat rate €30 ke downtown. Tiba di hotel dan selesai check-in, kita langsung menuju stasiun subway untuk menuju lokasi pertama yaitu Puerta del Sol. Ini adalah titik 0 kota Madrid, alun-alun utama dan di sekeliling lokasi ini banyak sekali turis maupun orang lokal yang sering berkumpul. Artis jalanan juga memadati area sekitar patung kuda untuk mencari sesuap nasi, mulai dari penyanyi kwartet, badut dengan kostum lucu, 'patung statis', dan sebagainya.
       
      Puerta del Sol cocok menjadi starting point Anda untuk menjelajahi kota Madrid karena dari sini Anda bisa menjangkau beberapa landmark dengan berjalan kaki, dimulai dari Plaza Mayor, kemudian mampir sebentar ke Mercado de San Miguel dan sekitar 10 menit Anda akan tiba di Royal Palace of Madrid yang juga berhadapan dengan Catedral de la Almudena. Jangan lupa untuk memperhatikan jadwal buka istana apabila Anda ingin masuk ke dalam, tapi kalau hanya sekedar berfoto di luar saja, paling bagus ambil momen menjelang sunset.
         

      Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam namun hari masih terang karena bulan Mei sudah mendekati musim panas dan di Eropa biasanya sunset baru dimulai sekitar jam 8 malam. Siang hari terasa lebih panjang lagi menjelang Juni karena matahari baru terbenam sekitar jam 9.30 malam. Di Spanyol, kebanyakan orang baru mulai makan malam sekitar jam 9 malam namun restoran rata-rata sudah buka dari jam 5 atau 6 sore, jadi untuk menghindari peak hour sebaiknya jam 8 sudah selesai makan.
      Setelah selesai mengisi perut di salah satu resto terdekat, kita pun kembali ke hotel untuk beristirahat.

      Day 2 - Santiago Bernabeu dan Retiro Park, Madrid (Rabu, 6 Mei 2015)
      Tidak lengkap rasanya kalau ke Madrid tanpa mengunjungi markas klub sepakbola Real Madrid. Terlepas Anda suka atau tidak dengan klub ini, atau bahkan bukan penggemar sepakbola, Real Madrid (dan juga rival mereka, Barcelona) sudah menjadi icon penting negara Spanyol dan tergolong mudah untuk menjangkau stadion klub yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun lalu ini.

      Lokasinya terletak sekitar 6km arah utara Puerta del Sol dan opsi termurah untuk menuju kesana yaitu lewat subway. Buat yang pengen nonton pertandingan, disarankan untuk beli dulu tiket via ticketmaster H-10 untuk menghindari antrian panjang dan kadang untuk big match, belum tentu tiket masih ada pas hari H, namun buat yang pengen liat stadion aja, sebaiknya datang persis jam 10 pagi supaya belum terlalu banyak turis yang datang.
      Tiket masuk untuk tur stadion sekitar €19 dan durasi tur biasanya sekitar 1 jam. Dengan tiket ini, Anda bisa naik ke lantai atas untuk melihat stadion dari tempat tinggi, kemudian lanjut ke dalam museum Madrid untuk melihat koleksi piala, sejarah dan rekor klub, tim inti beserta jersey-nya, dan berbagai macam pernak-pernik Real Madrid, kemudian Anda juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berfoto dan ada petugas yang akan memilih pemain mana yang akan di-crop ke dalam foto tersebut, dan tentu Anda juga bisa mengitari stadion, mencoba duduk di kursi VIP, di bangku cadangan pemain, dan akhirnya membeli berbagai souvenir klub.
       
       
      Selesai dari Santiago Bernabeu, kami mampir ke salah satu restoran di seberang stadion untuk makan siang dan kemudian lanjut menuju pusat kota Madrid yaitu Gran Via. Lokasi Gran Via ini mungkin bisa dikatakan adalah 'Orchard Street'-nya Madrid buat yang familiar dengan kota Singapore. Di jalanan panjang ini berjejer berbagai bangunan tinggi, ada mall, toko, kantor, bahkan kasino. Tentu dengan aristektur bangunan yang juga bervariasi mulai dari klasik hingga modern sehingga nuansa Eropa masih terasa banget. Lokasinya kurang lebih satu blok dari area Malasana tempat hotel kita berada. Area ini bagus juga untuk dijadikan starting point apabila Anda ingin mencari hotel dengan best value, dekat dengan subway, dan cukup banyak restoran di sekitarnya.
       
      Kita menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk berkeliling di sekitar Gran Via dan apabila Anda terus berjalan ke arah timur, Anda akan tiba di Plaza de Cibeles. Di dekat bundaran ini ada Palacio de Cibeles (Cybele Palace) yang sekarang sudah dijadikan City Hall. Lokasi Plaza Cibeles ini juga selalu dijadikan tempat berkumpul fans Real Madrid apabila tim mereka juara dan juga menjadi tempat perayaan tahun baru buat warga kota Madrid. Tidak jauh dari Cibeles, Anda akan tiba di bundaran berikutnya, Puerta de Alcala dan dari lokasi tersebut, Anda akan menemukan pintu masuk ke salah satu taman terbesar Madrid yaitu Retiro Park.
      Buat yang senang art, lokasi taman ini pun tidak jauh dari Prado Museum yang juga merupakan salah satu attraction kota Madrid. Apabila cuaca bersahabat, Anda bisa berjalan santai menuju ke arah danau kecil dan Monument Alfonso XII. Banyak bangku taman berjejer di sana untuk sekedar beristirahat sambil menikmati udara sore dan juga ada beberapa penjual makanan ringan di sekitar situ apabila Anda ingin mencari snack atau minuman ringan. Terlihat banyak warga memadati taman, ada yang bersepeda santai, ada juga yang jogging sore, dan ada juga yang mengitari danau dengan kano.
       
      Waktu kurang lebih pukul 5 sore ketika kita memutuskan untuk kembali ke hotel dulu untuk sekedar rileks dulu. Menjelang jam 7.30, kita berjalan santai menuju restoran Bodega de la Ardosa, salah satu tapas bar di sekitar hotel untuk makan malam. Tiba di sana, baru sekitar 3-4 meja yang terisi karena memang jam restoran terpadat adalah jam 9 malam, apalagi kalau pas weekend dan ada siaran bola. Buat yang belum tahu apa itu tapas, jadi itu adalah sebutan untuk appetizer atau snack khas Spanyol, tersedia baik yang panas (daging/seafood/kentang/dll) maupun dingin (cheese/mixed olives/berbagai macam sayuran/dll). Namun warga Spanyol sering juga menjadikan tapas sebagai main course, bukan sekedar makanan pembuka, karena di satu meja, mereka bisa saja mengorder 6-7 piring tapas untuk 3-4 orang. Mungkin analogi yang agak mirip yaitu seperti sushi di Jepang dimana satu piring bisa terdapat banyak jenis menu untuk di-share.
      Restoran yang kita tuju tersebut merupakan rekomendasi dari resepsionis hotel dan kebetulan mendapatkan skor 4 bintang di tripadvisor. Review restoran di tripadvisor biasanya merupakan opini objektif dari turis berbagai negara sehingga kalau total rating sudah 4 bintang ke-atas, umumnya lumayan atau enak karena pernah juga kita hanya mengandalkan usulan dari salah satu orang lokal dan ternyata hasilnya sangat mengecewakan.
       
      Day 3 - Casa Batllo dan Passeig de Gracia, Barcelona (Kamis, 7 Mei 2015)
      Setelah kelar packing dan check-out, kita bergegas ke stasiun kereta Madrid Atocha dengan menggunakan taxi. Lokasi stasiun tidak jauh dan kurang lebih 15 menit kemudian kita sudah tiba. Tiket kereta cepat AVE dari Madrid menuju Barcelona sudah dipesan dari Indonesia sehingga waktu dan jam sudah fixed. Cara pemesanan tiket tersebut tidak sulit namun untuk menghindari kesalahan, silahkan baca petunjuk 'Buying Renfe Tickets Online' di : http://www.tripadvisor.com/Travel-g187514-c80518/Madrid:Spain:Buying.Renfe.Tickets.Online.html. Untuk harga tiket kereta, ada diskon lumayan apabila Anda booking sekitar 2 bulan sebelum keberangkatan. Kereta pun berangkat sesuai jadwal dan kurang lebih 3 jam kemudian kita sudah tiba di Barcelona. Opsi yang lebih murah bisa menggunakan kereta biasa dengan waktu perjalanan sekitar 6-7 jam dan ada juga yang overnight train untuk menghemat biaya hotel semalam, sekitar 10 jam sampai Barcelona.

      Dari stasiun, kita naik taxi menuju hotel yang ada di Carrer de Mallorca. Sama seperti Madrid, lokasi Mallorca ini cukup dekat dengan jalan protokol, Passeig de Gracia, namun harga penginapan relatif wajar, bahkan tergolong murah. Setelah check-in, kita mampir ke salah satu restoran di dekat hotel untuk makan siang. Impresi pertama cukup baik dan rasanya overall lebih enak dari hampir semua resto di Madrid yang kita coba. Lokasi pertama yang kita tuju adalah Passeig de Gracia karena memang paling dekat dari hotel. Ini adalah 'Gran Via'-nya Barcelona dan buat yang senang shopping, di sinilah surga-nya, mulai dari LV, Prada, Valentino sampai Zara, Mango, dan Puma tersebar di sepanjang jalan. Buat yang tidak senang shopping, jangan khawatir karena banyak juga kafe dan restoran tempat kongkow dan beberapa landmark terkenal seperti Casa Batllo dan La Pedrera.
        
      Untuk masuk ke Casa Batllo, Anda perlu membeli tiket dan dianjurkan untuk membeli tiket secara online karena Anda tidak perlu antri sampai satu jam pada saat mau masuk ke dalam. Bangunan ini adalah hasil karya dari arsitek legendaris Spanyol yaitu Antoni Gaudi. Beliau adalah sosok populer di balik megah-nya bangunan 'Modernista' seperti Sagrada Familia, Casa Mila, dan Casa Batllo tadi. Apabila Anda tertarik untuk mengetahui sejarah penghuni dan ruangan Casa Batllo, di dalam Anda akan dibekali dengan seperangkat alat yaitu tablet dan headphone dan dari lantai atas juga Anda bisa menikmati Passeig de Gracia yang padat dengan turis, warga lokal, maupun kendaraan yang lalu lalang. View bangunan ini juga akan lebih bagus pada saat menjelang malam hari karena lampu-lampu yang dinyalakan akan mempertegas struktur bangunan tersebut yang unik dan indah.
      Tidak terasa kita berjalan hingga pukul 9 malam dan karena di Indo sudah jam 3 pagi, tiba-tiba badan baru berasa lemes dan ngantuk, karena baru hari ketiga dan masih belum adaptasi penuh dengan perubahan jam. Kita pun kembali ke hotel untuk beristirahat.
       
      Day 4 - Palau de la Musica Catalana dan Montserrat (Jumat, 8 Mei 2015)
      Kita mengawali hari ke-empat dengan mengunjungi Palau de la Musica Catalana. Ini adalah tempat konser dengan arsitektur khas Modernista dan merupakan hasil karya Lluís Domènech i Montaner. Tempat ini juga merupakan UNESCO World Heritage Site sejak 1997 dan buat yang senang dengan bangunan unik khas Spanyol, tempat ini layak dikunjungi. Harga tiket masuk kurang lebih sekitar €17 / orang dan kita akan ditemani oleh seorang guide yang dengan senang hati akan menjelaskan mulai dari sejarah tempat ini, konser apa aja, dan cerita-cerita menarik di balik ukiran dan tatanan di dalam gedung tersebut.
       
      Persis di seberang gedung ini ada restoran yang bernama Tosca dan makanannya termasuk enak serta harga relatif wajar. Pelayannya ramah dan cukup fasih berbahasa Inggris, mungkin karena setiap hari banyak turis yang mampir setelah mengunjungi Palau. Salah satu menu andalannya adalah Jamon Iberico atau Iberian Ham, dan sebagian besar berasal dari daging babi yang digarami dan dikeringkan beberapa bulan. Mungkin karena terbiasa makan daging asin ini, banyak variasi makanan Spanyol lainnya malah jadi berasa terlalu asin untuk lidah kita. Untuk yang tidak mengkonsumsi babi, ada baiknya memesan kentang, seafood, dan sayur-sayuran karena selain ham, makanan lain di resto ini juga enak termasuk kentang goreng khas Spanyol.
      Setelah makan, kita menuju Plaza Catalunya, alun-alun utama kota Barcelona yang menjadi meeting point dari daytrip sore itu menuju Montserrat. Tempat wisata ini berasal dari kata 'serrated' karena beberapa puncak gunung yang berdempetan memiliki tinggi yang berbeda sehingga terlihat seperti gergaji dari kejauhan. Di sini terdapat biara Benedictine yang bernama Santa Maria de Montserrat dan seringkali merupakan tempat retreat untuk warga lokal Spanyol. Selain itu, para pecinta alam juga senang mendaki gunung ini dan termasuk populer di kalangan turis.
       
      Area gunung ini bisa dicapai dengan driving sekitar 1 jam dari kota Barcelona. Untuk yang waktunya terbatas, sebaiknya menggunakan local tour untuk ke Montserrat karena perbedaan biaya tidak terlalu banyak dan bisa dilakukan setengah hari saja, namun kalau punya waktu panjang, ada bagusnya berangkat dari pagi hari dan bisa menikmati Montserrat sekitar 3-4 jam sebelum turun dengan menggunakan kombinasi cable car dan kereta. Yang menarik dari Montserrat adalah indahnya pemandangan dari puncak gunung, uniknya gunung yang berwarna merah muda, arsitektur biara yang menawan baik di eksterior maupun interior-nya, serta banyak cerita menarik mengenai Black Madonna dan terbentuknya pegunungan ini. Biaya tur per orang sekitar €45 dengan durasi waktu sekitar 4-5 jam dan tidak menyangka tour guide kita yang asli orang Barcelona ternyata baru balik dari liburan ke Indonesia selama 3 minggu sekitar beberapa bulan sebelumnya.
       
      Tur berakhir sekitar pukul 7 malam namun suasana di Barcelona masih terang benderang karena memang bulan Mei sudah menjelang musim panas. Turis masih memadati area Plaza Catalunya dan kita berjalan santai menuju La Rambla. Ini adalah salah satu jalan terpadat dan mayoritas dijejali oleh turis jadi selalu waspada karena banyak copet beraksi dan rata-rata makanan serta minuman dipatok dengan harga tinggi padahal rasanya di bawah standar. Barang-barang souvenir, mainan, bunga, pernak pernik juga dijual dengan harga tinggi karena La Rambla sudah terkenal sebagai destinasi turis jadi banyak juga grup tour dari berbagai negara yang hanya mampir 1-2 malam di Barcelona pasti dibawa ke sini untuk berbelanja atau makan malam.
       
      Di dekat La Ramblas, ada satu pasar makanan yang juga terkenal yaitu Mercat de Sant Josep de la Boqueria. Berbagai macam jenis makanan mulai dari permen, buah-buahan, sayuran segar, ikan, dan sebagainya dijual di sini, namun karena salah satu destinasi turis juga, dipastikan hari apa pun pasti akan sangat padat dan terus terang tidak terlalu nyaman untuk shopping, namun untuk sekedar menyaksikan keramaian pasar ini sih oke juga. Kita sendiri tidak sampai masuk ke dalam dan memilih untuk makan malam di sekitar situ dan kembali ke hotel untuk beristirahat.
       
      Day 5 - Barri Gotic (Old Town) dan Camp Nou (Sabtu, 9 Mei 2015)
      Kalau di utara Jakarta, ada sepetak lokasi yang dinamakan Kota Tua yang sebagian berdiri bangunan peninggalan Belanda, maka di timur Barcelona pun terdapat satu lokasi yang mirip dan dinamakan Barri Gotic atau juga dikenal dengan Old Town. Mayoritas bangunan ini adalah peninggalan abad pertengahan, dan sebagian kecil malah dari jaman orang Romawi ketika mereka datang menetap di Spanyol. Yang paling terkenal di sini adalah Basilica of La Merce, namun kalau Anda punya banyak waktu untuk menjelajah jalan-jalan sempit Barri Gotic, banyak landmark yang bisa dikunjungi seperti Santa Maria del Pi Basilica, Palau Reial Major, City Hall, Placa Sant Jaume, dan Placa del Rei. Karena disain tempat ini seperti labyrinth, maka siap-siap untuk 'tersesat' namun tidak perlu takut karena selain bisa menggunakan patokan GPS untuk kembali ke jalan utama, banyak juga papan penunjuk jalan untuk mengarahkan kita ke La Ramblas atau pun ke pantai Barceloneta yang terletak tidak jauh dari sini.
       
      Banyak artis jalanan mencoba mengais rejeki di hampir setiap lorong Barri Gotic, mulai dari pemain cello, penyanyi bersuara ala Pavarotti, pengrajin bekas kaleng minuman, sampai badut-badut yang berkeliaran di sekitar Cathedral. Yang terakhir ini kadang yang agak mengganggu karena begitu kita kepengen foto sendiri, mereka suka mendekat untuk ikut berfoto bareng, maksudnya mungkin biar fotonya lucu dan unik, tapi kadang malah ngerusak, belum lagi persisten untuk minta tip dan seringnya mau lebih dari €2. Saran saya, kalau liat yang beginian, mending jauhi dan cari lokasi yang lebih aman, atau kalau masih nekad mendekat, jutekin saja.
      Kita menghabiskan waktu sekitar 4 jam untuk berkeliling santai di area ini dan kembali ke La Ramblas untuk rileks di salah satu resto sambil menunggu jam 4.30 sore. Hari itu kita akan menonton pertandingan antara Barcelona melawan Real Sociedad di Camp Nou, markas dari klub sepakbola Barcelona. Lokasi stadion ini kurang lebih 30 menit dari pusat kota dan pertandingan akan dimulai sekitar jam 6 sore waktu setempat. Di stasiun subway, baru kali ini kita melihat antrian tiket kereta MRT yang sangat panjang karena banyak warga lokal dan turis yang sudah memegang tiket siap menuju stadion. Teriakan yel-yel 'Barca .. Barca .. Barca' mulai menggema dimana-mana dan tidak sedikit yang mengenakan kostum kebanggaan mereka dengan tulisan punggung Messi, Neymar, maupun Suarez.
       
      Kalau Anda ingin menyaksikan pertandingan ini secara langsung, maka sebaiknya jangan lupa untuk membeli tiket via website (seperti ticketmaster) sekitar 10 hari sebelum hari H, karena tiket biasanya baru dijual setelah jadwal pertandingan ditetapkan oleh komite sepakbola mereka. Di stadion biasanya tidak ada ticketbox, kecuali Anda hunting tiket batal dari pemegang tiket musiman. Setiap pertandingan ada rating yang menentukan harga tiket, jadi untuk kali itu, Real Sociedad dianggap tim papan tengah dan harga tiket tidak terlalu mencekik, kurang lebih €130 dari seat yang bisa dibilang cukup pantas. Untuk harga tiket di bawah €80, posisinya terlalu jauh sehingga Anda harus siap binocular, dan kalau seat yang lebih dekat umumnya sudah sold out atau harga bisa €200 lebih. Kalau pertandingan papan atas, seperti El Clasico atau melawan tim tangguh, Atletico Madrid, atau pertandingan Liga Champion, bisa dipastikan harga tiket 2-3x lipat dan itu pun belum tentu masih available.
      Setelah menyiapkan dua tiket masuk, kita berjalan bareng bersama para suporter Barcelona ke dalam stadion dan di dalam, banyak petugas yang hilir mudik untuk membantu penonton menuju ke bangku masing-masing. Rata-rata para petugas bisa bahasa Inggris sedikit dan ramah dalam menghadapi berbagai macam turis yang kebingungan mencari seat mereka, dan biasanya kalau Anda kepengen minta tolong foto, para petugas tidak diijinkan untuk membantu mengambil foto karena itu memang peraturannya. Dari seat kita, terlihat jelas para pemain sudah melakukan pemanasan dan tepat jam 6 sore, pertandingan pun dimulai.

      Setelah ditinggalkan beberapa pemain bintang, Real Sociedad terlihat berbeda dibanding 3-4 tahun silam dan sore itu mereka hanya mampu bermain defensif dan setidaknya di paruh pertama, mereka masih berhasil menahan imbang Barcelona tanpa gol. Namun memasuki babak kedua, trio MSN terus membombardir mereka dan akhirnya Neymar berhasil mencetak gol pertama. Sekitar 5 menit sebelum usai, Pedro yang kini memperkuat Chelsea, melakukan bicycle kick yang indah dan memperlebar keunggulan Barcelona dan sore itu mereka berhasil meraih 3 poin penuh setelah menang 2-0.
      Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah pantas mengeluarkan uang €130 untuk menonton 2 jam pertandingan bola ? Kalau Anda fans bola, tentu jawabannya sangat pantas karena bisa menyaksikan langsung para pemain bintang idola, namun kalau Anda tidak suka bola atau olahraga, saya tetap beranggapan ini adalah pengalaman yang boleh dicoba setidaknya sekali seumur hidup karena setidaknya Anda bisa merasakan atmosfir pertandingan kelas dunia, melihat stadion dari dalam maupun luar, berada di antara puluhan ribu suporter yang dengan antusias tinggi terus mendukung klub mereka selama 90 menit penuh, dan bisa membagikan cerita ini ke teman ataupun saudara yang sangat menyukai sepakbola.
       
      Day 6 - Andorra (Minggu, 10 Mei 2015)

      Andorra, negara kecil yang tidak memiliki airport dan terjepit antara Spanyol dan Perancis ini, bisa diakses dengan mudah melalui Barcelona. Ada banyak pilihan bus untuk menuju ke sana namun kalau Anda tidak punya agenda untuk melakukan hiking, maka ada bagusnya memilih opsi daytour seperti yang kita ambil, karena selain kita diberikan waktu cukup untuk mengitari pusat kota Andorra de la Vella, kita juga punya kesempatan untuk mampir di salah satu desa kecil, Baga dan juga Mont Louis, Perancis.
      Pagi hari sekitar jam 7 kita sudah hadir di tempat berkumpul dan karena Andorra bukan merupakan destinasi impian yang umum, maka kebetulan yang jadi peserta tur hari itu mayoritas manula yang ikut cruise dari Amerika. Yang menarik dari mereka ini ada sepasang traveler yang sudah berumur 70 tahun lebih yang sudah berkeliling ke lebih dari 100 negara dan fisik mereka masih terlihat segar dan kuat. Lucunya mereka belum pernah menginjak Indonesia, mungkin sedikit terintimidasi dengan berita-berita terorisme, entahlah, namun setelah kita cerita sebagian keindahan Indonesia, mereka tertarik untuk datang apabila ada kesempatan nanti.
       
      Sekitar 1 jam lebih, kita jalan menuju utara dan mampir sebentar di salah satu kafe kecil untuk sarapan singkat, sebelum lanjut menuju Baga. Pemandangan yang indah terbentang di sepanjang perjalanan, terlihat bukit dan lembah yang hijau, ada danau kecil, berbagai macam variasi tanaman dan juga banyak bangunan rumah yang bagus. Desa Baga ini kecil dan sangat sepi, penduduk lokal-nya sedikit, dan kita hanya butuh waktu 15 menit untuk mengitari Baga. Ada satu gereja tua yang sudah lama berdiri dan rupanya ini adalah salah satu attraction kota Baga, selain alun-alun yang dikelilingi oleh beberapa kafe kecil. Seperti kebanyakan tempat di Eropa, bangunan gereja memang sering menjadi objek wisata oleh mayoritas turis karena biasanya masing-masing memiliki eksterior dan interior yang unik dan sering kali berbeda antara satu dan lainnya. Di samping itu, sebagian juga memiliki cerita-cerita sejarah yang menarik.

      Dari Baga, kita meninggalkan Spanyol dan melintasi perbatasan menuju Mont Louis, Perancis. Sekitar pukul 10 pagi waktu setempat kita tiba dan mampir lagi ke satu restoran kecil untuk menikmati croissant khas Perancis. Mont Louis ini bisa dikatakan area administratif kecil, atau dalam istilah pemerintahan Perancis, disebut juga 'commune'. Desa ini dikelilingi oleh dinding tinggi sehingga terlihat seperti benteng kecil dan view di luar gerbang sangat bagus. Kalau Anda sempat mampir kesini, Anda bisa menikmati view yang lebih bagus dari atas bukit yang bisa diakses dari dalam. Jumlah penduduk tidak banyak berbeda dengan Baga dan banyak turis seperti kita hanya mampir sebentar saja.
       
       
      Tujuan berikut dan terakhir adalah Andorra. Negara ini bukan bagian dari Schengen namun untuk masuk tidak diwajibkan Visa, tapi perlu diingat ketika Anda keluar dari Schengen dan akan kembali lagi, pastikan Anda punya akses 'multiple entry'. Walaupun hampir tidak pernah ada yang diperiksa ketika kembali ke Spanyol (atau Perancis), tidak ada salahnya untuk dipersiapkan dari Indonesia.
      Kebanyakan traveler datang ke Andorra untuk hiking dan main ski namun hal tersebut tidak memungkinkan kalau Anda hanya daytrip karena minimal harus nginap semalam agar bisa mulai dari subuh dan kembali pas sunset. Di tambah lagi pada waktu kita kesana, akses jalan menuju ke hiking area masih ditutup karena ada perbaikan jadi waktu hanya bisa dialokasikan untuk explore kota Andorra de la Vella.
       
      Bank, grocery store, restoran, kafe, berbagai macam toko berjejer di jalan utama kota ini. Buat para traveler yang demen shopping biasanya cocok karena negara ini tax-free sehingga harga-harga minuman alkohol, parfum, baju, dan sebagainya kadang kalau dihitung bisa berbeda sampai 15-20% dibanding Spanyol atau Perancis. Banyak warga Spanyol juga sering mampir kesini juga untuk menghabiskan weekend karena relatif sepi sehingga suasana-nya terasa santai dan relaxing untuk keluarga.
       
      Namun, seperti juga di Spanyol, kultur orang sini ngga banyak berbeda dengan Spanyol jadi kalau Anda tiba sekitar pukul 2 siang, sebagian toko malah tutup untuk 'siesta' atau istirahat siang dan mulai buka lagi sekitar jam 5 sore. Tapi tentunya mayoritas restoran dan kafe tetap buka, dan toko-toko yang besar yang paling sering didatangi turis pun buka. Icon kota ini bisa dibilang adalah jam pahatan Salvador Dali yang dinamakan 'The Nobility of Time'. Tidak sulit untuk menemukan jam ini karena ada di Piazza Rotonda. Dari tempat parkir utama bus, kita cukup jalan sekitar 10 menit. Karena tidak terlalu luas, Anda cukup menghabiskan waktu 3 jam untuk berkeliling Andorra de la Vella.
      Dari kota ini, kita akan jalan kembali ke Barcelona namun sebelumnya, kita naik dulu ke salah satu puncak bukit dimana ada satu gereja tua Sant Miquel Engolasters berdiri, dan yang paling menarik dari spot ini adalah view kota Andorra de la Vella yang jelas terhimpit antara dua gunung tinggi. Panorama dari sini sangat indah dan menjadi klimaks dari kunjungan kita ke negara kecil ini.
       
      Dari pengalaman kita mengunjungi Andorra, kalau Anda tidak ada rencana hiking, bisa disimpulkan akan lebih baik mengambil daytour ketimbang pergi sendiri dengan bus karena Anda akan dibawa mampir ke Baga dan Mont Louis namun kalau dari awal Anda ingin untuk mengunjungi ski resort atau naik gunung, tentunya lebih baik menginap semalam atau dua malam disana.
      Day 7 - Park Guell dan Sagrada Familia (Senin, 11 Mei 2015)
      Hari ini agenda kita agak santai karena tujuan kita hanya dua landmark saja yaitu Park Guell dan Sagrada Familia karena sore hari sekitar jam 5 kita sudah harus menuju airport untuk terbang ke Marakkesh, Maroko. Dua tempat ini berdekatan dan dapat dijangkau dengan taxi kurang lebih 15 menit saja dan termasuk dua lokasi favorit para turis karena selain dianggap sebagai bagian dari icon kota Barcelona, juga masuk ke dalam UNESCO World Heritage Site.
       
      Park Guell terletak di Carmel Hill sehingga untuk mencapai tempat ini akan lebih baik menggunakan bus karena halte-nya sangat dekat dengan pintu masuk ketimbang harus naik subway dan 'mendaki bukit' yang menghabiskan stamina. Yang menarik dari Park Guell ini adalah kita bisa menyaksikan keunikan karya Antoni Gaudi yang menggabungkan kreativitas seni dia dengan alam dan lokasi di perbukitan ini juga menyuguhkan pemandangan indah kota Barcelona dari ketinggian.
       
      Untuk masuk ke dalam taman ini, dikenakan biaya kurang lebih €7 dan tiket sebaiknya dibeli online untuk menghindari antrian panjang di pintu masuk. Umumnya, kita cukup menghabiskan waktu 1.5 jam untuk mengelilingi seluruh kompleks ini, termasuk melihat ke dalam dua bangunan utama yang terletak di pintu masuk utama namun ada juga warga lokal yang memanfaatkan taman ini sebagai lokasi piknik keluarga dan bersantai sambil menikmati view kota.
      Lokasi berikut yang kita tuju adalah Sagrada Familia dan kita menggunakan taxi agar lebih nyaman dan cepat. Biaya kurang lebih €10-€13 tergantung traffic dan kalau Anda pergi berdua atau lebih, ada baiknya menggunakan taxi untuk hemat waktu dan tenaga karena nanti akan banyak jalan sekitar Sagrada dan juga untuk turun tangga dari menara.
       
      Seperti layaknya kebanyakan landmark di Spanyol, tentu untuk masuk ke Sagrada Familia harus memiliki tiket dan sangat disarankan untuk beli online dari 2-3 minggu sebelumnya karena kalau mau antri hari H, terkadang Anda bisa menunggu sampai 2 atau 3 jam, bahkan lebih kalau lagi peak season. Sebelum masuk ke Sagrada, kita berjalan ke taman yang ada di seberang gereja untuk bersantai dan berfoto, kemudian mampir ke salah satu resto untuk lunch dulu.
       
      Sekitar jam 2 siang, kita bergegas menuju Sagrada dan antri sebentar (sekitar 15 menit) untuk pemegang tiket online, dan tiba di dalam, kita langsung takjub melihat megahnya disain Gaudi ini. Interior gereja ini dipenuhi dengan jendela tinggi sehingga dikelilingi oleh banyak sinar matahari yang membentuk warna pelangi. Lokasi cukup padat dengan turis, baik yang berdoa maupun sekedar berfoto.
       
      Di Sagrada, ada dua menara tinggi yang dinamakan Passion dan Nativity dan untuk pemegang tiket, Anda diperbolehkan untuk memilih salah satu menara. Di forum, banyak diskusi mengenai tower mana yang lebih baik, namun prinsipnya dua tower ini menawarkan view yang mirip dan dari kedua puncak menara, pengunjung bisa melihat interior dan exterior yang sama, tapi ada juga yang mengatakan lebih baik Passion saja karena sedikit lebih tinggi sehingga view lebih baik dari atas. Kita sendiri memilih Nativity karena kebetulan antrian lift juga tidak terlalu panjang dan kita puas, jadi saran saya, pilih saja antrian yang lebih sepi karena waktu cukup berharga.
      Sagrada Familia ini adalah landmark terakhir yang kita kunjungi di Barcelona dan sore itu kita segera kembali ke hotel untuk melakukan packing terakhir dan taxi sudah siap untuk membawa kita ke bandara untuk meninggalkan Spanyol menuju Maroko.
      Day 8 - Marrakech (Selasa, 12 Mei 2015)
      Kita mendarat di bandara Menara sekitar pukul 8 malam waktu setempat. Suasana di dalam bandara sudah agak lengang dan hampir semua turis mulai memadati money changer untuk menukarkan uang mereka ke dirham. Sangat disarankan untuk membawa EUR atau USD dan ditukar langsung di Maroko karena selisih akan cukup besar kalau Anda membeli dirham di negara lain.
       
      Kota Marrakech ini adalah salah satu pusat pariwisata Maroko, sempat tercantum sebagai destinasi terbaik TripAdvisor tahun 2015 dan mengundang banyak sekali turis Eropa dan Amerika untuk menikmati perbedaan kebudayaan dan kuliner yang ekstrim, namun untuk kita orang Indonesia yang merupakan negara mayoritas beragama Islam, pasti akan merasakan suasana yang sangat familiar dengan Marrakech.
      Perkembangan kota dan negara ini tergolong lambat, ini disebabkan karena ekonomi mereka tidak mampu bertumbuh pesat seperti Indonesia yang ditunjang dengan derasnya investasi asing dan berbagai macam komoditi perdagangan yang melimpah ruah. Terhimpit oleh luasnya gurun pasir membuat mereka juga tidak leluasa mengembangkan agrikultur sehingga turis merupakan sumber devisa utama.
      Secara umum, Marakkesh dikelilingi tembok yang membentengi kota tua (yang juga sering disebut Medina) dan berbatasan dengan lingkungan baru yang kebanyakan dipadati oleh imigran dan investor Perancis (biasa disebut Gueliz). Di dalam Medina, bertebaran hotel-hotel khas Maroko yang dinamakan 'riad' dan sangat disarankan untuk menginap di 'riad' untuk menikmati suguhan interior otentik dan juga mendapatkan berbagai macam informasi penting dari owner maupun helper-nya.
       
      Mayoritas turis yang tidak mempunyai informasi banyak mengenai kota ini biasanya akan kaget ketika pertama kali menginjakkan kaki disini karena selain kesan kumuh terhampar di berbagai sudut kota, mayoritas orang lokal berasa terlalu 'friendly' ketika menghampiri turis baik menawarkan dagangan ataupun layanan mereka. Traveler wanita sebaiknya tidak jalan sendiri untuk menghindari hal yang tidak diinginkan jadi paling baik berdua atau bertiga dan memilih jalan yang ramai, atau ditemani guide lokal yang terpercaya.
      Malam itu, kita langsung beristirahat di riad karena besoknya jam 9 pagi, kita sudah janji untuk bertemu dengan Youssef yang bisa dikontak melalui Tripadvisor (Marrakech Tour Guide - Private Tours).
      Day 9 - Marrakech (Selasa, 12 Mei 2015)
      Setelah sarapan pagi, kita memulai hari dengan bertemu dengan Youssef yang sudah menunggu di ruang tamu riad kita. Sangat disarankan untuk memanfaatkan jasa tour guide lokal ketika Anda pertama kali datang ke Medina karena ada tiga faktor penting yaitu kita bisa mengetahui dan mengenal lebih dalam sejarah dan budaya dari orang lokal serta lingkungan sekitar; kita tidak akan tersesat dalam labirin Medina dan menghemat waktu untuk tahu tempat-tempat penting maupun yang rawan; kita bisa bertanya mengenai tempat makanan favorit orang lokal, kudapan ringan, juga meminta dia untuk membantu menawar barang/souvenir.

      Youssef mengajak kita untuk mencari taksi dan menuju ke Jardin Majorelle. Lokasi taman ini ada di Gueliz sehingga agak jauh dari Medina. Taman yang dimiliki oleh mendiang designer Yves Saint Laurent ini menyimpan berbagai macam koleksi kaktus dan tanaman, tersebar mengelilingi kolam kecil dan bangunan museum suku Berber dengan warna biru cerah. Lokasi ini termasuk salah satu favorit turis dan banyak spot menarik untuk berfoto.
      Setelah puas di sana, kita kembali ke Medina dan mulai berjalan menuju Bahia Palace. Bulan Mei sebenarnya sudah terlalu panas untuk berjalan karena menjelang jam 12 siang, suhu bisa mencapai 42 derajat dan menurut Youssef, waktu terbaik adalah awal Maret ketika suhu berkisar antara 20-25 derajat. Tiba di Bahia, Youssef membawa kita mengunjungi ruangan demi ruangan sambil bercerita mengenai sejarah dari istana ini.
       
      Tujuan berikut adalah melewati Koutobia Mosque dan mampir di Saadian Tombs. Mausoleum ini merupakan tempat peristirahatan keluarga dinasti Saadi yang hidup di abad ke-16 dan kita diperbolehkan untuk mengambil foto di sini. Karena tempat ini tidak terlalu luas, maka biasanya 15-20 menit sudah cukup dan kita mampir ke salah satu restoran untuk makan siang.
      Setelah makan siang, Youssef membawa kita menelusuri labirin Medina dari satu gang ke gang yang lain, dari satu souk ke souk yang lain. Dia mengatakan bahwa semua turis tanpa GPS yang datang ke sini sudah pasti akan tersesat dan banyak yang menghabiskan waktu ber-jam jam untuk bisa balik ke hotel mereka namun untuk mereka yang cuek, pengalaman tersesat ini memang yang di cari.
       
      Kita mending cari aman karena berabe kalau tersesat dan kecopetan sementara masih ada rencana ke Sevilla 4 hari dan kembali lagi ke Madrid. Youssef tinggal tidak terlalu jauh dari Medina dan hampir semua pedagang kenal dia. Ini keuntungan jalan bareng dia karena selain tidak akan ditipu dan diganggu, biasanya buat yang senang belanja barang macam-macam mulai dari souvenir, baju, sepatu Maroko, lampu, dan sebagainya bisa dapat harga terbaik. Kita diajak berputar mengunjungi tempat-tempat esensial di Medina termasuk pengolahan besi dan dapur pembuatan kue sebelum akhirnya kita diantar lagi ke riad untuk beristirahat.
       
      Persis jam 19.30, kita ditunjukkan jalan terdekat menuju Djemma El-Fna. Ini adalah alun-alun utama Medina, tempat yang paling tersohor di Marrakech dimana berbagai macam pedagang berkumpul, tukang makanan dan jajanan, pawang ular, pertunjukan topeng monyet, dan sebagainya. Bukan menjadi hal yang asing buat kita warga Indo yang sering melihat pasar malam, namun buat para bule, melihat 'organized chaos' seperti ini tentu menjadi atraksi yang tidak lazim.
      Untuk mendapatkan view yang maksimal, ada baiknya naik ke salah satu restoran terdekat dan pesan saja satu atau dua minuman ringan yang penting bisa nongkrong di salah satu meja, karena biasanya makanan di tempat 'touristic' seperti ini tidak enak dan mahal. Setelah puas mengambil foto, coba makan di salah satu stall yang ada di bawah. Jangan mengharapkan makanan senikmat di Indo namun perlu dicoba untuk sekedar pengalaman.

      Karena masih belum terlalu familiar sama jalan dan lingkungan sekitar, kita memutuskan untuk kembali ke hotel sekitar jam 9 malam karena jalanan masih relatif ramai sehingga tidak terlalurawan kalau tersesat. Walaupun menurut Youssef, tingkat kriminalitas di Marrakech sangat rendah, tetap lebih baik untuk menjaga kemungkinan terburuk dan hindari hal-hal yang bisa mengundang bahaya.
      Day 10 - Marrakech - Ouarzazate (Rabu, 13 Mei 2015)
      Pagi itu sekitar jam 07.00 kita sudah siap untuk berangkat karena perjalanan menuju Ouarzazate cukup jauh, sekitar 4 jam dari Marakkesh. Kita sudah booking daytrip service ke Ait-Ben-Haddou dari Indonesia melalui Youssef juga dan memang landmark tersebut merupakan salah satu highlight Maroko, selain sand dunes yang tersohor itu di dekat Merzouga. Supir-nya yang bernama Ali sudah tiba di riad dan satu hal yang mengecewakan yaitu Ali tidak bisa berbahasa Inggris dan hanya fasih bahasa Perancis dan Arab saja.
      Jadwal memang sudah ada di tangan dia tapi sayangnya kita tidak bisa ngobrol banyak untuk tanya hal-hal menarik yang kita lihat sepanjang perjalanan, namun karena tidak ada opsi lain, ya sudah kita tetap nekad saja jalan. Ali sendiri orangnya ramah dan terlihat friendly, terbukti dari antusiasme-nya untuk terus mengajak ngobrol dengan bahasa Perancis di selingi dengan 1-2 kata Inggris, namun apa daya, kita cuma bisa ketawa karena ngga ngerti.
      Jalanan menuju luar kota relatif sepi, mungkin karena hari kerja, dan di kiri kanan terlihat agak lengang dengan beberapa rumah ber-cat merah khas bangunan Marrakesh. Dua jam pertama, kita berhenti di salah satu spot dengan view landscape padang rumput berlatar belakang gunung yang bagus. Setelah itu, ada satu spot dengan pemandangan deretan rumah tradisional suku Berber yang di bangun di area perbukitan. Tidak lama kemudian, kita sudah memasuki 'Tizi Tichka Pass' - salah satu jalanan berkelok yang di anggap berbahaya karena tidak ada pembatas jalan dan biasanya di sarankan hanya untuk driver yang sangat berpengalaman.
       
      Separuh jalan, kita berhenti di salah satu puncak bukit untuk menikmati view yang spektakuler. Memang tidak salah apa yang di katakan Patrick, pemilik Riad yang kita tempatin, bahwa landscape menuju Ait Ben Haddou memang salah satu yang terbaik di Maroko dan jangan sampai di lewatkan apabila berkunjung ke Marrakesh. Akhirnya, setelah menempuh perjalanan hampir 4 jam, kita tiba di kota Ouarzazate. Ada dua lokasi menarik di kota ini, yang pertama yaitu Atlas Film Studio - lokasi syuting yang sering dipakai sutradara Hollywood untuk film-film seperti Kingdom of Heaven, Alexander The Great, Lawrence of Arabia, dan sebagainya.
       
      Yang kedua adalah Taourirt Kasbah, semacam istana tua dengan arsitektur klasik suku Berber. Di tempat ini, sering sekali Anda ditawari jasa guide oleh orang lokal, yang mengesalkan kadang mereka sangat persisten walaupun sudah ditolak, namun apabila kita ingin tahu detail mengenai apa yang terjadi di setiap sudut ruangan ini, guide tersebut sangat membantu. Selain interior yang bagus, view ke luar yang bisa terlihat dari jendela-jendela kecil juga menawan.
       
      Selesai makan siang di restoran yang ada di dekat kasbah, kita pun lanjut menuju Ait Ben Haddou. Landmark ini pun sering di jadikan lokasi syuting film karena bentuk-nya seperti benteng kuno dengan exterior unik dan juga termasuk dalam daftar UNESCO World Heritage Site. Untuk menuju ke situs ini, dari parkiran yang berada di atas bukit, kita harus turun menuju ke bawah melalui anak tangga dan menyeberang sungai dangkal untuk sampai di kasbah. Karena suasana yang sangat terik dan juga kita sudah melihat bagian dalam kasbah Taourirt, kita memutuskan untuk tidak mengeksplorasi Ait Ben Haddou namun hanya berfoto dan menghabiskan waktu di sekitar lokasi saja.
       
      Setelah puas berfoto, kita pun kembali ke parkiran untuk pulang ke Marrakesh. Biasanya, untuk yang punya waktu 2-3 hari ekstra, dari sini bisa lanjut menuju Merzouga dengan waktu tempuh sekitar 5-6 jam dan menginap di sana untuk menikmati pemandangan sand dunes, namun karena kita harus berangkat menuju Sevilla besok hari, maka kita harus melewatkan kesempatan ini. Perjalanan pulang melewati 'Tizi Tichka Pass' menyuguhkan kita pemandangan bagus dari sisi yang berbeda dan pastikan jangan terlelap karena banyak spot menarik untuk diabadikan dengan kamera.
       
      Kita tiba di Marrakesh sekitar jam 8 malam, walaupun langit masih terang namun kita terlalu lelah untuk berkeliling Medina lagi jadi kita putuskan untuk istirahat di riad saja sambil packing santai agar besok pagi masih sempat jalan sebentar sebelum ke airport.
      Day 11 - Marrakech / Sevilla (Kamis, 14 Mei 2015)
      Setelah istirahat cukup, pagi hari sekitar pukul 8 kita sarapan dan kemudian menyempatkan diri untuk berkeliling sebentar di Medina karena masih ada waktu sekitar 3 jam sebelum kita ke airport. Saking ngebet dan 'nafsu' terhadap turis, terkadang untuk sebagian orang, Marrakesh menjadi berasa 'tidak aman' karena di sepanjang jalan, para pedagang maupun yang menawarkan jasa sering kali sangat agresif. Kita sempat ditawarin oleh salah satu pemandu wisata untuk mengantarkan kita ke tannery (atau tempat pengolahan kulit binatang untuk menjadi kulit yang bisa digunakan untuk industri) yang memang menjadi salah satu spot turis namun karena orang lokal tersebut terlihat sangat antusias untuk mengantarkan kita, kita malah memutuskan untuk batal karena selain kita khawatir di bawa ke tempat yang terlalu asing sehingga kita sulit untuk balik ke riad, kita juga khawatir kalau nanti dikerubutin oleh mereka dan dimintain uang (atau lebih apes lagi, dirampok). Di forum Tripadvisor, banyak yang ternyata mengeluh karena jadi korban 'tannery scam', jadi usahakan selalu waspada dan jangan lengah.
      Setelah membeli beberapa souvenir, kita mampir ke restoran Fatima Berbere yang direkomendasi Patrick untuk makan siang. Ternyata restoran ini juga mendapatkan rating yang cukup tinggi di Tripadvisor. Soal rasa, termasuk enak apabila dibandingkan dengan beberapa restoran yang pernah kita coba di Marrakesh, namun tentunya kalah dengan makanan Indonesia. Yang jadi masalah, owner-nya kesulitan berbahasa Inggris jadi kita tidak bisa bertanya banyak ke dia soal makanan dan lainnya. Setelah makan dan balik ke riad, kita pamit ke Patrick yang sudah menjadi friendly host dan segera ke airport untuk terbang menuju Sevilla.
       
      Perjalanan menuju Sevilla hanya memakan waktu sekitar 1.5 jam saja dan kita tiba di ibukota area Andalusia tersebut sekitar pukul 2 siang. Taxi mengantarkan kita ke hotel Monte Carmelo dan setelah check-in dan istirahat sebentar, kita bersiap untuk jalan santai menuju tujuan pertama, Plaza de Espana. Lokasi hotel ini tergolong strategis karena cukup dekat dengan subway dan berada tidak jauh dari sungai Guadalquivir sehingga hanya butuh sekitar 15-20 menit untuk berjalan menuju Plaza Espana.
      Cuaca di pertengahan Mei sudah bisa dibilang panas jadi kalau Anda berjalan kaki sekitar pukul 4 sore, suhu bisa mencapai 30-32 derajat dan walaupun udara kering, sinar matahari yang terik bisa cepat menguras tenaga. Lokasi Plaza Espana ini bersebelahan dengan taman Maria Luisa sehingga cocok banget untuk berjalan santai maupun jogging ringan. Banyak spot foto yang bagus di Plaza Espana dan menurut kita, termasuk salah satu plaza yang sangat bagus dengan berbagai ukiran indah.
       
       
      Sore itu kita menghabiskan waktu di sekitar plaza dan taman dan kemudian berjalan santai balik menuju hotel menyusuri jalan di pinggir sungai. View menjelang sunset di sekitar jembatan sangat indah dan di sepanjang jalan kita ketemu banyak orang yang sekedar olahraga sore maupun menikmati pemandangan sambil mengobrol, street artist yang nongkrong sambil melukis foto wajah, maupun keluarga yang lagi asik menikmati coffee break di kafe.
      Kota Sevilla ini memang sangat friendly untuk pejalan kaki dan dengan tata kota yang rapi dan tergolong bersih, kota ini wajib dikunjungi kalau Anda mempunyai kesempatan untuk berwisata ke Spanyol selatan.
      Day 12 - Sevilla (Jumat, 15 Mei 2015)
      Kita mengawali hari kedua di Sevilla dengan mengunjungi salah satu landmark terbaik kota ini yaitu Royal Alcazar of Seville. Konon banyak yang mengakui bahwa istana ini adalah salah satu yang terbaik di Spanyol dan juga masuk ke dalam daftar UNESCO World Heritage Site. Awalnya dibangun oleh raja Moor (dari Maroko) ketika mereka melakukan invasi ke Spanyol dan berhasil, dan kemudian dipugar oleh bangsa Spanyol ketika mereka berhasil mengusir bangsa Moor. Istana ini sangat bernuansa Arabic namun juga kental dengan influence Eropa sehingga menjadikan Alcazar sebagai satu kompleks bangunan yang unik. Selain film 'Kingdom of Heaven' yang mengambil salah satu pelataran sebagai lokasi syuting, beberapa episode 'Game of Thrones' juga pernah menjadikan Alcazar sebagai setting film tersebut.
       
      Dari Alcazar, kita berjalan sekitar 15 menit menuju lokasi berikutnya yaitu Catedral de Sevilla (Sevilla Cathedral) yang juga merupakan landmark UNESCO. Bangunan gereja di Eropa termasuk bagus dan layak untuk didatangi karena eksterior maupun interior-nya sangat mengagumkan. Detail pengerjaannya patut diacungi jempol dan umumnya kita bisa naik ke salah satu menara untuk menikmati pemandangan kota dari ketinggian.
       
      Setelah puas memotret kota Sevilla dari puncak menara Giralda, kita turun dan mampir ke salah satu restoran di sekitar Barrio Santa Cruz untuk makan siang dan kemudian melanjutkan eksplorasi area kota tua Sevilla. Ada satu landmark unik yaitu Metropol Parasol yang juga dikenal dengan nama Las Setas de la Encarnacion. Bangunan ini berbentuk seperti jamur dan Anda bisa naik ke atas untuk menikmati pemandangan kota Sevilla.
       
       
      Di sekitar lokasi ini juga ada satu jalan panjang yang dipenuhi dengan kafe, restoran, maupun toko, jadi buat yang seneng nongkrong ataupun shopping, cocok juga untuk melepas penat dengan bersantai di sini, sekedar ngopi, ngebir, ataupun menikmati nyanyian artis jalanan. Setiap sudut lorong di sekitar area ini sangat menarik untuk dijelajahi karena banyak toko kecil yang menawarkan souvenir unik, makanan ringan yang membuat kita penasaran untuk mencoba, maupun bangunan-bangunan kuno khas Eropa yang bagus untuk dijadikan latar belakang foto.

      Karena waktu masih menunjukkan pukul 6 sore, kita memutuskan untuk berjalan santai sekitar 30 menit menuju hotel sambil mampir di salah satu restoran fast food untuk makan malam. Di peta terlihat tidak jauh, namun karena kita sudah kehabisan tenaga dari pagi hari, perjalanan balik terasa sangat melelahkan. Setelah tiba di hotel dan selesai mandi, tidak lama pun kita langsung terlelap.
      Day 13 - Jerez de la Frontera (Sabtu, 16 Mei 2015)
      Awalnya pada waktu kita menyusun itinerary di Spanyol, kita tidak tahu mengenai adanya 'Horse Fair' yang setiap tahun diadakan di kota Jerez sampai saya membaca di forum Tripadvisor kalau ada traveller yang setiap tahun pasti menyempatkan waktu untuk menghadiri acara ini. Kebetulan tanggal-nya cocok jadi kita memutuskan untuk tidak melewatkan acara ini dan sekalian penasaran juga ingin melihat seberapa meriah sampai ada yang setiap tahun selalu balik.
         
      Festival ini dikenal juga dengan nama 'Feria de Caballo' dan ternyata menjadi satu festival penting untuk rakyat Spanyol dan biasanya diadakan setiap pertengahan bulan Mei dan berpusat di kota Jerez yang terletak sekitar 90km dari Sevilla. Selama seminggu penuh, rakyat akan berpesta di festival ini dan umumnya hampir seluruh pusat perbelanjaan dan kantor akan tutup, kecuali untuk beberapa minimarket yang biasanya masih buka di siang hari. Umumnya, pengunjung lokal akan mengenakan pakaian tradisional Spanyol dan yang paling terkenal adalah pakaian wanita yang disebut Flamenco dress. Banyak kereta kuda yang dihias dan mereka akan berkeliling mengitari area festival. Nuansa-nya terasa seperti berada di awal abad ke-19 dan di setiap restoran yang juga penuh dengan dekorasi, masyarakat lokal akan bernyanyi dan menari sambil menenggak berbagai macam cocktail.
       
      Sangat mudah apabila Anda ingin mengunjungi Jerez, cukup membeli tiket kereta secara online (sangat disarankan untuk mencegah kehabisan tiket) dan datang saja ke stasiun terdekat di Sevilla sesuai dengan yang tertera di tiket dan perjalanan hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Dari stasiun Jerez, Anda bisa berjalan santai menuju lokasi festival sekitar 20-30 menit, namun jangan heran kalau suasana jalan sangat lengang dan banyak toko tutup karena biasanya warga sudah memadati festival dari pagi, bahkan ada yang tidak pulang dari malamnya.
      Bagi yang membawa anak kecil, di seberang lokasi ada theme park dadakan buat anak-anak. Cocok apabila anak-anak sudah bosan dengan parade kuda dan kostum dan ada juga beberapa kafe untuk melepas penat dengan beristirahat dan menghilangkan rasa haus dengan minuman dingin dan segar. Kota Jerez sendiri relatif kecil dan mungkin dalam 1 hari sudah cukup untuk dijelajahi namun buat yang penasaran ingin melihat bagaimana 'Feria de Caballo' di malam hari yang rasanya akan lebih meriah dengan variasi lampu yang berwarna-warni, boleh dipertimbangkan untuk menginap satu malam di sini.
      Kita sendiri merasa sudah puas menghabiskan waktu sekitar 4 jam di sana dan sore hari kita balik lagi ke Sevilla dengan menggunakan kereta terakhir. Apabila Anda kebetulan datang ke Sevilla pada waktu tidak ada festival ini, akan lebih baik tidak ke Jerez namun memilih tujuan daytrip lain seperti Cordoba, Malaga, ataupun Granada karena tidak ada yang menarik dari kota Jerez sehingga magnet utama-nya memang 'Horse Fair' saja.
      Day 14 - Sevilla (Minggu, 17 Mei 2015)
      Jadwal kita di hari terakhir di Sevilla sebetulnya agak longgar makanya kemarin sempat terpikir untuk mengambil satu daytrip dadakan tapi kita khawatir kecapean jadi kita putuskan untuk melihat beberapa tempat yang belum sempat didatangi, terutama di bagian utara kota. Tujuan pertama kita menuju ke kawasan Triana. Lokasi ini tidak begitu jauh dari Alcazar dan merupakan tempat kelahiran tarian Flamenco khas Spanyol. Tadinya kita berpikir mau mencari satu kafe kecil untuk sekedar lunch sambil menonton Flamenco tapi ternyata hari Minggu adalah hari istirahat untuk Spanyol (dan juga Portugal) jadi banyak kafe yang meniadakan pertunjukan.
       
      Sayang juga tapi memang nonton Flamenco bukan prioritas kita, jadi kita cukup mengeksplorasi area sekitar sana dan mampir ke salah satu pasar bersih untuk sekedar melihat kegiatan orang lokal di hari Minggu. Pasar saja termasuk sepi dan ada beberapa restoran kecil yang masih buka namun lebih banyak counter yang tutup. Di dekat pasar tersebut, ada satu toko unik yang menjual pernak pernik dan souvenir berbau Flamenco. Harga cukup tinggi namun kualitas produk memang terlihat sangat bagus.
      Menjelang makan siang, kita memutuskan untuk menuju ke Nervion Plaza. Alasannya karena kita pikir karena mall, pasti banyak toko dan restoran yang buka, di samping itu, lokasinya juga persis di depan Ramon Sanchez-Pizjuan Stadium, kandang klub sepakbola kebanggan kota Sevilla. Tiba disana, kita cukup kaget, ternyata mall saja toko semuanya pada tutup dan restoran pun hanya sebagian yang buka. Jadi memang berbekal pengalaman ini, ada baiknya jadwal hari Minggu diatur untuk daytrip ke luar kota atau nonton bola.
      Setelah makan siang, kita pun bengong karena kebingungan mau kemana lagi soalnya landmark kota banyak yang sudah didatangi. Setelah mengecek tripadvisor dan Google, akhirnya pilihan jatuh ke Basilica de la Macarena. Ini adalah salah satu gereja kecil yang juga cukup tersohor di sana, dan kita juga penasaran untuk melihat area neighbourhood sekitar Macarena ini. Tiba di sana, ternyata gereja baru akan dibuka untuk umum pada pukul 5 sore, jadi kita nongkrong dulu di salah satu kafe kecil untuk menikmati teh dan dessert.

      Interior dari Basilica ini memang termasuk cantik namun area sekeliling gereja ini termasuk 'gersang' jadi kalau waktu Anda terbatas di Sevilla, ada baiknya fokus di Cathedral saja. Sekitar pukul 7 malam, kita kembali ke hotel dan makan di salah satu restoran sekitar situ.
      Day 15 - Madrid (Senin, 18 Mei 2015)
      Berbekal tiket PP Jakarta - Madrid, kita pun harus kembali ke Madrid karena besok di pagi hari, kita sudah harus berangkat ke airport. Kita naik kereta cepat menuju stasiun Madrid dan perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam dengan tiket yang sudah kita pesan dari Jakarta. Pemandangan selama perjalanan tidak begitu bagus karena banyak area yang gersang jadi untuk yang tertarik mengambil opsi lebih murah, boleh dipikirkan kereta malam dengan waktu tempuh sekitar 6-8 jam.
      Tiba di Madrid, kita pun kembali ke hotel Ibis yang merupakan hotel yang kita tempati di 3 hari pertama. Setelah check in, kita menuju ke area Salamanca. Ini adalah kawasan perbelanjaan elite di Madrid. Bertebaran banyak branded stores dan bisa dibilang merupakan surga yang hobi shopping. Selain brand-brand terkenal, di area ini juga banyak toko-toko lokal yang cukup menarik untuk di-browse. Area Salamanca ini berdampingan dengan Retiro Park dan di dekat sini juga ada Plaza de Colon, satu square yang cukup luas dengan fountain yang dibangun sebagai monumen penghormatan kepada Christopher Columbus.
      Menjelang sore, kita memutuskan untuk mengunjungi Principe Pio, salah satu pusat perbelanjaan di Madrid untuk sekedar menghabiskan waktu dan mencari souvenir. Tidak banyak barang unik yang bisa Anda temukan disini namun dengan lokasinya yang tidak jauh dari Palacio Real de Madrid dan Anda bisa menemukan banyak restoran disini, mall kecil ini bisa menjadi alternatif untuk melepas lelah dan menikmati dinner.
      Day 16 - Madrid / Jakarta (Selasa, 19 Mei 2015)
      Setelah check out dari hotel, kita pun menuju ke airport untuk kembali ke Jakarta. Perjalanan 2 minggu ini buat kita sangat berkesan namun kita merasa akan lebih optimal lagi kalau kita bisa menghabiskan 2 hari terakhir di Lisbon, Portugal karena lokasi kota tersebut sebetulnya tidak terlalu jauh dari Sevilla namun sayang tiket yang kita beli adalah PP sehingga kita harus kembali ke Madrid. Selain itu, kita memang kesulitan untuk mengatur jadwal ke Portugal karena penerbangan dari Marrakesh ke Sevilla tidak setiap hari ada.
      Di antara ketiga kota di Spanyol yang kita datangi, Barcelona adalah kota yang terbaik dengan pilihan daytrip yang menarik, juga memungkinkan untuk menjadi lokasi awal Cruise Tour. Sevilla juga wajib dikunjungi walaupun sebetulnya cukup 2 hari saja untuk menikmati kota tersebut dan selebihnya untuk daytrip. Madrid adalah kota bisnis jadi sangat cocok untuk yang doyan shopping, clubbing, nongkrong, layaknya Anda menikmati Jakarta, Hongkong, ataupun Sydney.
      Dari Barcelona, usahakan mampir ke Andorra, karena selain menambah satu negara yang dikunjungi, tempat ini tidak jauh dari Barcelona dan banyak pemandangan yang indah selama perjalanan kesana. Akan lebih baik juga kalau bisa nginap satu malam dan hiking di pagi hari karena salah satu highlight utama Andorra adalah gunung.
      Maroko relatif kuno dan terkesan agak kumuh terutama di kawasan Old City namun tentu menyimpan banyak cerita sejarah, budaya, dan lokasi yang cantik, terutama Sahara desert. Untuk pemegang paspor Indonesia bebas masuk tanpa visa. Jangan dilewatkan kalau Anda punya waktu 3-4 hari karena tidak jauh dari Spanyol dan biaya hidup serta penginapan di sana pun tidak mahal. Selain Marrakesh, Anda juga bisa mengunjungi Casablanca, Fes, Essaouira, dan tentunya Merzouga untuk mencoba pengalaman nginap di padang pasir.
      * * *
       
       
       
    • By Fauzan Ammary
      Mumpung lagi semangat ngupload ehehe
      Kali ini saya mau berbabagi cerita soal kota pantai di laut Mediterania di Spanyol, tempat ini Bernama Peñiscola. Waktu itu saya pergi bersama teman2 kampus, perginya naik bus, pulang pergi bayarnya 5 euro, cukup murah. Tetapi bus itu di sewa. Saya memulai perjalan dari kota yang saya tinggali, namanya Castellón de la Plana, dari kota ini jarak tempuhnya skitar satu jam setengah. 

      Nah itu lokasinya, Sumber gambar peta dr google ya
      Sekilas tentang Peñiscola, benteng ini cukup susah untuk di rebut, sebelum benteng ini pernah di kuasi bangsa Romawi, Spartan, hingga pasukan Islam Mor dari Maroko. jadi jangan kaget kalau ada sentuhan Yunani, Roma dan Arab. Sebenarnya jika anda melakukan perjalan dari Barcelona menuju Valencia, kota ini pasti akan di lewati terlebih dahulu, stasiunnya biasa di sebut Benicarlo/Peñiscola.
      Ini tampilan rumah dalam area Castle-nya


      Mirip Santorini nggk? ehehe.. Nah yg mirip Arab itu saya lupa apa, tapi yang jelas rumah disini dominan bergaya Yunani  
      Nah ini tampilan Castilla de Peñiscola-nya
      ini dari jauh ya

      Untuk masuk dalam Castilla de Peñiscola sendiri kita bisa membayar 3/5 euro, saya lupa ehehe.. apakah worth? tentu saja, dari sini kita bisa melihat hamparan laut Mediterania dan juga kota Peñiscola
       




      Masuk di dalam Castle, ternyata sedang ada photoshot untuk serial tv Game of Thrones, akhirnya saya yang away, di jelasin sama temen saya soal Game of Thrones yang katanya hits abis, waktu itu shoot season ke 6. 

      Ada yang familiar dengan costum di gambar di atas? 
      Kalo yang bawah ini set tempat shootingnya


      Capek di Castilla, saya turun ke pantai, awalnya saya kaget banyak yang telanjang dada, bahkan naked, kebanyakan nenek2 tapi ahahah. Saya sendiri waktu di kampus, udah di brief waktu pertama kali welcoming International Student, katanya orang Spanyol nggk suka yang namanya aturan. Jadi ya gitu deh ahaha
      ini saya kasih satu

      Btw, nggk brani ngambil foto yang muda ehehe.. takut di laporin polisi ahaha
      Untuk yang mau kesini dari Barcelona atau Valencia, bisa naik kereta a.k.a Renfe, harganya bisa langsung di cek di web Renfe. Tapi nanti berentinya di Benicarlo, dari situ bisa naek bus atau naek taxi ke Peñiscola.
      Kayaknya enakan less word more picture deh kayaknya ehehe  

      Ini kebetulan banget ketemu yang lagi nikah, di Spanyol sendiri anak muda udah mulai jarang nikah, seperti trend di negara lain di Eropa. Walaupun Spanyol terkenal dengan Katolik yang kuat, tetapi mostly yang taat ini, mereka penduduk Spanyol selatan, which is Andalusia.


      Nah kalo yang di atas ini, adalah souvenir dari Peñiscola. Ada yang unik yaitu teko berbentuk manusia dengan pen*s, yang unik adalah "manusia"nya make topi hitam, ini merupakan topi dari para Civil Guard (tentara) di Spanyol, semacam bentuk protes terhadap civil guard yang di anggap brengsek pada saat perang sipil dulu di Spanyol, walaupun saya yakin nggk semua  gitu ya eheheh. kayak gini nih tampilannya

      sumber gambar civil guard dari google ya
      Nah yang terakhir ini ekesistensi saya di Peñiscola, walaupun nggk tampak kayak Peñiscola ahahaha :v 

       
       
       
       

    • By kolong langit
      Granada, kota kecil yang beradi selatan Spanyol ini ternyata menjadi magnet bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Berada di wilayah kaki bukit pegunungan Sierra Nevada di Andalusia, Granada menjadi tempat penting yang bersejarah. Berbagai arsitektur bangunan masa lampau adalah pusat daya tarik kota ini.
      Sudah bukan rahasia lagi jika Andalusia dulunya punya sejarah yang panjang. Mulai dari masa kekuasaan kerajaan-kerajaan Islam hingga masa kekuasaan kerajaan Kristen. Granada, adalah salah satu kota di mana Islam pernah berjaya, maka tak heran jika di sini banyak terlihat bangunan khas Arab yang megah. Berikut ini beberapa tempat yang wajib dikunjungi jika pergi ke Granada, Spanyol.
      Alhambra

      Calat Alhambra yang berarti benteng merah merupakan bangunan megah yang dibangun di masa Bani Umayah II dan dicatat sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1984. Alhambra adalah bukti kejayaan hingga keruntuhan Islam di Spanyol. Situs ini menjadi situs utama yang paling banyak dikunjungi di Granada dan juga Spanyol secara keseluruhan. 
      Alhambra menjadi tempat tinggal pasukan Islam sebelum abad ke-11. Di awal abad 13, Alhambra pun berdiri dan menjadi rumah serta kerajaaan muslim di Granada dan bertahan hingga abad ke-15 saat kerajaan Kristen dari Castile dan Aragon berhasil menaklukan Alhambra. 
      Alhambra disebut benteng merah karena warna tanah liat yang kemerahan terlihat di hampir semua sisi bangunan. Alhambra dibangun di atas tanah yang datar dan tinggi dan terdiri atas istana dan bentengnya. Arsitektur yang megah menandakan betapa besarnya kerajaan Islam saat itu.
      Alhambra terdiri atas 2 bagian utama, yakni Alcazaba dan Madinah. Alcazaba merupakan benteng luar istana yang menjadi pusat pelatihan dan pertahanan militer. Sementara Madinah adalah kota yang menjadi pusat pemerintahan para raja. Bagian lain yang terkenal juga Generalife tempat beristirahat dan penuh hiburan, Charles V Palace kerajaan Raja Charles yang baru dibangun sejak pemerintahannya dan kini dibuka sebagai museum, Rauda sebuah taman, dan Nasrid Palace kediaman para raja.
      Nasrid Palace adalah bagian yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Untuk memasuki wilayah ini, pihak pengelola menetapkan aturan yang sangat ketat, yakni harus sesuai dengan jam yang tertera di tiket masuk. Tidak boleh terlambat, karena jika demikian maka tiket akan hangus dan pengunjung pun tidak bisa masuk. Hal ini demi menjaga situs bersejarah yang katanya dikunjungi 8 ribuan orang setiap harinya.
      Generalife adalah bagian di Alhambra yang konon dibuat untuk memberi gambaran tentang surga. Banyak kolam air mancur dengan taman-taman indah di sana. Ini adalah tempat para raja menikmati waktu istirahat mereka. Selain itu, Alcazaba yang menjadi pusat pelatihan militer juga menyuguhkan pemandangan luar yang indah dan menakjubkan. 

      Alhambra bukan hanya menarik minat pecinta traveling saja. Situs ini juga menarik minat para arsitek, ilmuan, sejarawan, hingga matematikawan. Istana megah ini disebut sebagai salah satu kreasi manusia yang sangat cerdas, perpaduan keilmuan dan estetika yang mencengangkan. ALhambra bukan hanya indah dilihat tapi juga dikerjakan dengan penuh perhitungan dan ketelitian. Terbukti dari pencahayaan ruangan yang alami, penyejuk istana, hingga perairan yang bisa mengairi taman dan lingkungan Alhambra yang begitu besar. 
       
      Ukiran kaligrafi Arab terlihat di berbagai sisi dan sudut bangunan. Interior ruangan dihiasi dengan kaligrafi dan desain megah terlihat pada langit-langit bangunan dan menjadi tanda kebesaran seni Islam yang memengaruhi arsitektur bangunan Spanyol saat ini.
      Alhambra sempat terguncang akibat ulah penguasa pada zamannya dan juga bencana alam namun berhasil ditemukan dan direstorasi sejak abad ke-19. Saat ini, Alhambra menjadi situs wisata bersejarah yang menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara di Spanyol.
      Jika ingin berkunjung ke Alhambra, disarankan untuk memesan tiket secara online karena jumlah pengunjung yang dibatasi. Kalau pun mau mencoba, harus datang pagi sekali dan beradu peruntungan. Jangan lupa untuk melihat jam yang tertera pada tiket. Untuk mengunjungi situs ini dibagi ke dalam 3 waktu, yakni kunjungan pagi, sore, dan malam. Persiapan lainnya adalah membawa bekal dan juga gunakan sepatu yang nyaman karena situs ini sangat luas. Butuh sekitar 3 hingga 6 jam untuk bisa puas mengelilingi setiap sudut Alhambra. 
      Albaycin

      Mengunjungi Granada akan kurang lengkap jika tidak mampir ke Albaycin atau Albayzin yang merupakan perkampungan tua di Granada. Albaycin merupakan pemukiman yang sangat kental dengan nuansa Marokonya. Bangunan yang ada di sini seragam berwarna putih dengan tanaman yang merambati dinding-dinding kokohnya. Bangunan di ALbaycin ini sering disebut dengan Carmens. Tidak ada jalan yang lurus. Semuanya berkelok dan membentuk labirin. Pemukiman tua yang luas ini menjadi tempat terakhir masyarakat Moor, atau penduduk Islam di Granada.
      Kaum Moor sempat bertahan meski kerajaan Kristen sudah menguasai Granada. Di abad ke-14, penduduk Moor yang mengungsi di Albaycin ini pun akhirnya benar-benar diusir. Dulunya, sangat banyak Masjid di Albaycin, namun kemudian sebagian dihancurkan dan sebagian lagi dikonversi menjadi gereja. Namun kini seiring dengan banyaknya lagi populasi muslim di Granada, masjid pun dibangun di sini.
      Menyusuri Albaycin seperti berjalan menyusuri masa lalu. Masih terlihat asli dan sangat indah. Dari sini, pengunjung juga bisa menyaksikan kemegahan Alhambra yang menakjubkan, terutama di malam hari. Pengunjung yang ke Albaycin juga bisa menikmati pemandangan dari pegunungan Sierra Nevada. Jalannya yang kecil dan berliku membuat lokasi ini sangat cocok ditelusuri dengan berjalan kaki.

      Tak hanya sekedar jalan-jalan saja. Di lokasi ini, wisatawan bisa menikmati berbagai kuliner lezat dan tentunya cuma di Granada yang menyediakan "tapas" atau semacam sandich khas Spanyol gratis setiap kali memesan minuman. Kalau ingin berbelanja oleh-oleh, bisa menuju Calle Calderia Nueca di mana banyak sekali macam pernak pernik sepertisisha, keramik tanah liat, kain, dan lain sebagainya. 
      - Sacromonte
      Sacromonte dulunya adalah sebuah perkampungan di lembah sungai Darro yang dihuni kaum marjinal di Spanyol. Setelah kerajaan Kristen berhasil merebut kembali wilayahnya, termasuk Granada di Andalusia ini, kaum-kaum marjinal seperti muslim, yahudi dan gipsi pun menggali wilayah ini dan mengubahnya menjadi rumah goa. Sacromonte yang unik pun kini menjadi objek wisata yang memperlihatkan rumah-rumah dalam goa dan menawarkan pertunjukkan seni dan budaya.\

      Di sinilah terdapat tarian flamenco yang terkenal. Tarian ini merupakan tarian yang lahir dari perpaduan budaya masyarakat yang menghuni Sacromonte. Sebagian besar rumah goa di sini dijadikan sebagai museum etnografi. Pada beberapa waktu tertentu, tarian flamenco akan dipertunjukkan di salam satu rumah goanya.

      Sacromonte juga punya pemandangan yang menarik untuk dilihat. Rumah-rumah goa ini dicat berwarna putih dan dikelilingi hamparan hijau bak di negeri dongeng. Tentunya, ini sudah mendapat sentuhan restorasi sebagai upaya pelestariannya. Dulunya, tidak ada pencahayaan yang berarti dan sangat sempit. Masih terlihat keasliannya hanya terdapat beberapa ruang saja setiap rumah. Jika ada keluarga besar, rumah hunian akan terpisah dari goa yang dijadikan sebagai dapur.  Nah, pengunjung juga bisa mencoba jamuan lokal yang ada di Sacromonte ini lho.
    • By sonytrade
      Apakah anda pernah RUGI di Forex ? 
      Apakah anda TRAUMA di Forex ?  
      FAKTA :
      Banyak orang yang Gagal dan Rugi di Forex

      PENYEBABNYA :
      Pengetahuan yang salah dan Minset yang Rusak tentang Dunia Forex
      Trading Forex diperlakukan seperti JUDI bukan Bisnis

      Sebenarnya Bisnis Forex sangat PROSPEKTIF & PROFITABLE :
      Dapat dilakukan dimana saja ( asal ada laptop dan koneksi internet ) Market open 24 jam Senin - Jumat Tidak perlu sewa tempat, biaya operasional, & menggaji pegawai Tidak butuh Customer, Supplier, Pegawai Tidak ada stok barang, kompetitor, dan persaingan perang harga. Serta masih banyak lagi kelebihan-kelebihan lainnya
       
      TAPI tetap ada resiko..   
      "Karena ini sebelum berinvestasi, kita harus memiliki pengetahuan dan minset yang benar dengan dibimbing mentor yang berpengalaman"
      Silahkan Kunjungi Website Official kami --->> www.sonytrade.com
    • By pleasejackys
      Ingin Belajar Scuba Diving? Inilah Hal-Hal yang Musti Kamu Perhatikan
       
       
      Indonesia adalah negara yang memiliki banyak lautan dan perairan yang luas. Di bawah permukaan air tersebut, terhampar berbagai keindahan berupa ekosistem cantik yang terhimpun dari beribu jenis makhluk hidup. Banyak dari keindahan tersebut yang sudah menjadi tujuan wisata yang terkenal di bumi nusantara dan bahkan di luar negeri. Karena itu, sungguh sayang sekali jika kamu melewatkannya begitu saja.
       
      Ada banyak cara untuk menikmati keindahan tersebut. Namun, cara yang paling memuaskan adalah dengan menyelam atau scuba diving. Masalahnya, scuba diving bukanlah kegiatan yang bisa dilakukan oleh sembarang orang atau secara asal-asalan. Tekanan air, arus ombak, dan sebagainya membuat kegiatan menyenangkan yang satu ini menjadi penuh resiko jika tidak dilakukan dengan baik dan penuh persiapan.
       

      Jelajah Dunia Bawah Laut dengan Scuba Diving
      (Sumber: seriouslyscuba.co.uk)
       
      Bagi yang tidak bisa diving, bisa menjelajah keindahan alam bawah laut dengan cara snorkeling atau berperahu dengan glass-bottom boat. Kegiatan ini tidak membutuhkan keahlian yang sulit. Peralatannya pun cukup sederhana. Akan tetapi, snorkeling hanya bisa memberikanmu pemandangan di laut dangkal saja. Padahal, di perairan yang lebih dalam, ekosistemnya lebih beragam dan lebih indah. Glass-bottom boat pun tak jauh beda dari snorkeling.
       
      Lalu, sudah jelas bahwa tidak ada kegiatan lain untuk menjelajah bawah laut yang bisa lebih seru daripada scuba diving. Maka jika kamu benar-benar tertarik untuk mengeksplorasi ekosistem laut yang indah, kamu perlu menguasai scuba diving. Nah jika kamu ingin mulai belajar bagaimana caranya menyelam ke lautan dengan baik dan benar, sebaiknya kamu perhatikan terlelbih dahulu hal-hal di bawah ini:
       
       
      1. Kualifikasi Awal
       
      Menyelam bukanlah kegiatan yang mudah dilakukan seperti berenang atau snorkeling. Kegiatan ini merupakan sesuatu hal yang berat. Resiko yang dihadapi pun tinggi. Diperlukan kekuatan fisik serta kemampuan yang baik bagi seseorang untuk dapat melakukan penyelaman dengan aman dan terkendali. Agar bisa melakukan scuba diving dengan baik, seseorang harus menjalani latihan dengan baik.
       
      Akan tetapi, bahkan tidak semua orang boleh menjalani latihan menyelam. Ada beberapa kualifikasi yang harus dipenuhi oleh seseorang agar diizinkan untuk mengikuti pelatihan scuba diving. Beberapa kualifikasi tersebut antara lain batas usia, level kolesterol, tidak sedang hamil, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui kualifikasi apa saja yang harus dipenuhi, silahkan datang saja ke pusat pelatihan scuba diving resmi.
       

      Fisik yang Bagus untuk Menyelam
      (Sumber: diveversity-piscadera.com)
       
      Bukan hanya persyaratan fisik saja, seseorang yang akan mengikuti pelatihan scuba diving juga diwajibkan mengisi kuesioner. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner tersebut berkisar tentang kondisi kesehatannya. Misalnya seperti alergi apa yang dimiliki, kekuatan jantung, kesehatan paru-paru, dan lain sebagainya. Kuesioner ini digunakan untuk mengukur apakah orang tersebut cukup kuat dan bugar untuk melakukan kegiatan yang berat seperti menyelam.
       
       
      2. Tempat Latihan, Pelatih, dan Kelas Latihan yang Sesuai
       
      Jika kamu yakin bahwa kondisi fisik dan kesehatanmu cukup aman dan memenuhi persyaratan untuk scuba diving, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mencari tempat pelatihannya. Pusat pelatihan scuba diving biasanya banyak terdapat di kota-kota besar atau di daerah sekitar tempat wisata bawah laut.
       
      Dari berbagai pusat pelatihan tentu memiliki penawaran yang berbeda-beda mulai dari lamanya pelatihan, harga, fasilitas, dan sebagainya. Ada ketentuan standar internasional yang dipatok untuk sebuah training dan sertifikasi scuba diving untuk menjamin keamanan dan keselamatan semua pesertanya. Setiap badan pelatihan yang resmi pasti mengikuti standar tersebut sebagai acuan. Maka dari itu, pastikan untuk mendaftar latihan menyelam hanya di pusat pelatihan yang resmi. Masalah harga, fasilitas, dan lain sebagainya bisa kamu pilih sendiri sesuai keinginan.
       

      Kelas Menyelam sesuai Usia
      (Sumber: gmsog.net)
       
      Selain memilih badan pelatihan yang tepat, pilih juga pelatihmu sendiri jika hal itu memungkinkan. Ini karena setiap pelatih memiliki metode pelatihan yang berbeda-beda. Ada pelatih yang tegas, ada pelatih yang penyabar, ada yang banyak memberi instruksi, ada yang cenderung pendiam, dan masih banyak lagi. Di sisi lain, setiap orang juga memiliki cara belajarnya sendiri-sendiri. Mendapatkan pelatih yang tidak sesuai dengan cara belajarmu akan membuatmu kesulitan dan lamban dalam menguasai sesuatu. Dalam kasus ekstrim, bisa saja pelatihan itu justru akan membuatmu stress dan malas.
       
      Bukan hanya pelatih, kelas latihan menyelam pun bermacam-macam. Ada kelas dalam kelompok besar, kelompok kecil, dan juga kelas privat. Sama seperti memilih pelatih, memilih kelas mana yang ingin diikuti juga merupakan preferensi dari masing-masing orang. Ada orang yang lebih konsentrasi jika belajar secara privat, ada juga yang justru merasa termotivasi jika punya banyak teman untuk berlatih bersama. Sekali lagi, ini semua tergantung pada cara belajar yang kamu suka.
       
       
      3. Siapkan Peralatannya
       
      Tanpa perlu dibahas lagi, tentu kamu juga sudah tahu bahwa scuba diving memerlukan banyak peralatan untuk dipakai. Berbagai macam peralatan tersebut bukanlah sebagai aksesoris belaka. Masing-masing alat memiliki fungsinya sendiri-sendiri ketika dipakai untuk menyelam. Namun secara umum, semuanya bermanfaat untuk menjaga keamanan, keselamatan, serta kenyamanan kita di bawah laut sana nanti. Ketika mengikuti latihan scuba diving, kamu akan memerlukan berbagai peralatan tersebut untuk digunakan.
       

      Tabung Oksigen untuk Menyelam
      (Sumber: scubadivejamaica.com)
       
      Karena pentingnya peranan dari masing-masing peralatan tersebut, kamu harus memastikan bahwa semua peralatan yang kamu pakai dalam keadaan yang sempurna. Ukuran yang dikenakan harus sesuai dengan ukuran tubuhmu. Kualitasnya pun harus baik dan memenuhi standar keamanan yang telah ditentukan. Meskipun hanya sedang latihan pun, kita harus memastikan semua peralatannya baik.
       
      Peralatan tersebut bisa kamu beli sendiri di toko menyelam. Kamu juga bisa menyewanya di tempat pelatihan atau tempat persewaan alat-alat selam. Untuk para pemula yang baru mulai berlatih, disarankan untuk menyewanya saja terlebih dahulu. Setelah mencobanya beberapa kali, nantinya kamu akan memahami sendiri peralatan seperti apa tepatnya yang kamu butuhkan. Setelah itu, barulah kamu bisa membelinya. Jika kamu membeli dahulu secara asal sebelum mulai mencoba menyelam, bisa jadi kamu membeli peralatan yang salah atau kurang cocok sehingga mengganggu keamanan dan kenyamananmu dalam menyelam. Tentu hal itu sangat disayangkan mengingat harga peralatan scuba yang tidak murah.
       
       
      4. Watermanship Test
       
      Sudah memenuhi kualifikasi awal tidak serta merta menjamin bahwa kamu bisa langsung memulai kelas latihanmu. Saat mendaftar di sebuah pusat pelatihan, kamu masih harus melewati satu tahapan lagi sebelum diijinkan mengikuti latihannya. Tahap tersebut biasa disebut dengan Watermanship Test. Tes ini dilakukan untuk menguji seberapa kemampuanmu saat berada di air. Karena, orang yang berbadan sehat dan bugar pun belum tentu mampu menguasai diri saat sudah mencelupkan diri ke perairan yang cukup dalam.
       
      Watermanship Test terdiri dari dua tahapan. Tahapan pertama cukup mudah. Kamu hanya perlu mengapung di permukaan air selama 10 menit. Ada dua cara yang efektif untuk bisa lolos dari tahap ini. Cara pertama adalah dengan berbaring terlentang di atas air. Cara ini adalah yang paling mudah karena kamu tidak perlu bergerak dan mengeluarkan tenaga. Selama kamu bisa berbaring dengan santai, badanmu otomatis akan stabil berada di permukaan air. Cara kedua adalah dengan menginjak air. Tidak semua orang bisa melakukan injak air, bahkan orang yang bisa berenang sekalipun. Selain itu, cara ini juga akan menghabiskan tenaga.
       

      Mengapung dengan Telentang
      (Sumber: media.lonelyplanet.com)
       
      Tahapan tes yang kedua adalah tes berenang. Ada dua pilihan untuk lolos dari tahap ini. Pilihan pertama adalah dengan berenang tanpa henti sejauh 200 meter tanpa menggunakan peralatan apapun. Pilihan kedua adalah berenang tanpa henti sejauh 300 meter dengan menggunakan snorkel, fin, dan masker selam. Satu hal yang penting kamu tahu adalah bahwa kamu tidak memiliki batas waktu untuk menyelesaikan tahapan ini. Artinya, kamu bisa berenang sepelan apapun asal kamu tidak berhenti sebelum tercapai jarak minimumnya. Justru, berenang secara perlahan akan membuatmu stabil dan tidak mudah kehabisan nafas sehingga kemungkinan kamu untuk lolos tahap ini akan semakin besar. Karena, kunci dari kesuksesan melewati tahapan ini adalah berenang dengan kecepatan yang stabil, tidak penting seberapa cepatnya.
       
      Alangkah baiknya jika kita melakukan sendiri Watermanship Test ini terlebih dahulu sebelum mulai mendaftar kelas latihan. Jadi jika kemampuan kita ternyata kurang, kita tidak perlu bolak-balik ke pusat pelatihan untuk mencoba dan mencoba lagi. Pergilah ke kolam renang biasa dan coba lakukan Watermanship Test mu sendiri. Jika masih belum bisa, teruslah berlatih terlebih dahulu. Jika kamu sudah menguasainya dengan baik, barulah coba datang ke pusat pelatihan scuba diving.
       
       
      5. Kuasai Semua Teorinya
       
      Tahap seleksi sudah dilewati dengan baik. Peralatan pun sudah lengkap tersedia. Tibalah waktunya untuk memulai latihanmu. Namun, jangan terburu-buru untuk segera mencemplungkan diri ke air yang dalam. Sebelum mulai praktek berlatih, kamu harus mempelajari seluk beluk scuba diving dari teorinya terlebih dahulu. Jika teorimu sudah cukup matang, barulah kamu bisa mulai coba mempraktekkannya.
       
      Tidak banyak teori yang harus kamu kuasai saat berenang di kolam renang. Tapi jika sudah masuk ke dalam laut, ada banyak hal yang harus kamu kuasai. Sebelum masuk ke dalam air, kamu harus tahu peralatan apa saja yang perlu dipakai, apa fungsinya masing-masing, dan bagaimana cara menggunakannya. Kamu juga perlu memahami tentang tekanan air laut, dampaknya terhadap tubuhmu, dan bagaimana cara mensiasatinya. Untuk dapat berkomunikasi di bawah permukaan laut, kamu perlu menguasai berbagai macam bahasa isyarat pula. Dan masih banyak lagi teori yang perlu kamu kuasai.
       

      Berkomunikasi dengan Isyarat Saat Berada di Bawah Air
      (Sumber: dive-a-log.com)
       
      Tak perlu khawatir, semua teori tersebut akan diajarkan satu per satu di setiap kelas latihan sebelum kamu mulai disuruh untuk mencoba masuk ke dalam air. Namun, untuk dapat menguasainya dengan baik, kamu harus belajar dengan sungguh-sungguh. Jangan menyepelekan teori ini. Langsung mulai latihan sebelum memahami teorinya justru akan membuatmu kesulitan sendiri.
       
       
      6. Perhatikan Pelatihmu
       
      Apabila kamu mengikuti latihan menyelam di pusat pelatihan scuba diving yang resmi, tentu orang yang akan jadi pelatihmu adalah orang yang memiliki sertifikasi dalam hal diving. Ini berarti, kemampuan menyelamnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Keahliannya ini bisa kamu manfaat dengan bersungguh-sungguh dalam berlatih.
       
      Meskipun banyak teori penting yang wajib dikuasai, scuba diving tetaplah suatu hal yang tidak bisa dikuasai hanya dengan buku. Dalam mempraktekkannya, pelatih memegang peranan yang cukup penting. Maka, kamu perlu memperhatikan baik-baik tiap hal yang diajarkan dan diinstruksikan oleh pelatihmu.
       

      Turuti Apa yang Pelatihmu Ajarkan
      (Sumber: borneodivers.info)
       
      Selain menurutinya, kamu juga perlu memperhatikan caranya menyelam. Sekali lagi, pelatihmu memiliki sertifikasi menyelam yang valid. Memperhatikan tekniknya dalam menyelam serta menirunya secara langsung adalah cara yang paling efektif agar kamu bisa sehebat dia untuk urusan berenang di bawah laut.
       
       
      7. Malu Bertanya Sesat di Jalan
       
      Umumnya ketika seseorang sedang mempelajari hal baru, dia akan memiliki satu, beberapa, atau bahkan banyak pertanyaan dalam benaknya. Termasuk juga untuk urusan berlatih menyelam. Kamu pun mungkin juga akan memiliki sesuatu untuk ditanyakan. Jangan pernah malu atau urung untuk bertanya setiap kali berlatih menyelam. Kamu tidak perlu khawatir bahwa pertanyaanmu akan dianggap sebagai pertanyaan bodoh, apalagi ditertawakan. Pelatihmu memang sudah disiapkan untuk menerima segala macam pertanyaan. Dia akan menjawabnya dengan baik dan jelas.
       
      Setiap kali kamu memiliki pertanyaan namun merasa enggan untuk bertanya, ingatlah bahwa menyelam merupakan kegiatan yang beresiko. Jika kamu kurang menguasainya dengan baik, maka resikonya akan meningkat lagi secara drastis. Sebaliknya, resiko tersebut bisa kita hindari dengan efektif dengan cara menguasainya secara menyeluruh dan sempurna.
       
       
      8. Mulai dari yang Mudah
       
      Scuba diving bukanlah berenang biasa yang mana kamu bisa melakukannya di sembarang lokasi. Kamu bisa berenang di kolam renang mana saja dan rasanya tidak akan berbeda. Sementara ketika scuba diving, pemilihan lokasi akan membawa pengaruh yang cukup besar. Perbedaan tersebut berdasarkan pada kedalaman lokasi, kejernihan air, tekanan air, kuatnya arus, dan masih banyak lagi.
       
      Pemilihan lokasi seharusnya disesuaikan dengan kemampuan dan pengalamanmu dalam menyelam. Sebagai pemula, carilah spot diving yang tidak terlalu dalam dan lautnya cenderung tenang sehingga kamu tidak akan kewalahan. Tanyakan pada pelatihmu spot mana saja yang aman untuk diselami dengan tingkat kemampuanmu.
       

      Spot yang Dangkal dan Tenang untuk Diver Pemula
      (Sumber: padi.com)
       
      Penyelam pemula tidak boleh menyelam sendirian walaupun prakteknya saat latiha sudah dapat dibilang bagus sekali. Mintalah pelatih atau instruktur untuk mendampingimu saat berada di bawah air. Jika perlu, menyelamlah secara berkelompok bersama beberapa orang lainnya. Metode ini membuat kegiatan scuba diving mu jadi terasa lebih mudah, lebih aman, dan juga lebih menyenangkan.
       
       
      Orang yang belum pernah melakukannya akan berpikir bahwa scuba diving adalah kegiatan yang seru. Namun, banyak orang yang urung melakukannya karena takut akan resikonya. Padahal, sebenarnya resiko itu bisa dihindari secara efektif dengan latihan yang giat, peralatan yang berkualitas, dan fisik yang sehat tentunya. Masalahnya, sebagian orang sudah pesimis terlebih dahulu sebelum mulai mendaftar ke kelas latihan menyelam. Kenyataannya jika dijalani, latihan menyelam bukanlah sesuatu yang sulit asal dilakukan dengan niat yang kuat. Pada akhirnya, rasa puas, bangga, dan senang akan datang ketika seseorang sudah berhasil menguasai seluruh teknik dan teori dalam menyelam.
    • By vie asano
      Pada thread saya sudah menulis tentang beberapa negara yang akan mengubah cara pandang kita terhadap bahasa Inggris. Ternyata, walau bahasa Inggris merupakan bahasa internasional, dan bahkan tak sedikit orang yang pede mengatakan jika hanya diperlukan bahasa Inggris untuk bisa menaklukkan semua tempat di seluruh dunia, pada kenyataannya bahasa Inggris hanya digunakan oleh 1/3 penduduk di planet Bumi ini. Itu berarti mayoritas orang tidak terlalu familiar atau bahkan tidak mengenal bahasa Inggris. Bagi wisatawan yang hobi melancong ke berbagai tempat, fakta di atas juga berarti besar kemungkinan akan terkena kendala bahasa saat akan berwisata ke negara lain. Khususnya jika wisatawan tersebut hanya menguasai bahasa Inggris saja sebagai bahasa asingnya.
       

       
      Foto 01:
      Ilustrasi macam-macam bahasa di dunia [foto: SUMBER]
       
      Tenang, tak perlu jadi takut untuk pergi kemana-mana. Kendala bahasa saat pergi ke negara lain memanglah sesuatu yang sulit untuk dihindari. Namun, bukan berarti tak ada cara untuk mengatasi hal tersebut. Minimal untuk mengakali agar kita nggak kesulitan untuk bertanya arah saat tersesat, maupun saat meminta pertolongan. Berikut ini beberapa tips jitu untuk mengatasi faktor kendala bahasa saat berwisata.
       
      1. Menguasai beberapa kata dasar dalam bahasa setempat
       
      Bagaimanapun, saat kita berwisata ke negara lain, salah satu cara jitu untuk mengatasi kendala bahasa tentu saja adalah dengan mempelajari bahasa nasional di negara tujuan. Jika akan pergi ke Jepang, ya belajarlah bahasa Jepang. Begitu juga jika ingin pergi ke Thailand, setidaknya usahakan untuk belajar bahasa Thailand. Namun, seandainya nggak sempat untuk mengambil kursus bahasa, atau waktu wisata terlalu singkat, setidaknya sempatkan diri untuk mencari tahu bahasa lokal dari kata-kata dasar yang mungkin saja akan kalian perlukan di tempat tujuan nanti. Berikut ini beberapa kata/kalimat sederhana yang bermanfaat untuk mengatasi kendala bahasa, silahkan dicari sendiri seperti apa bunyinya dalam bahasa negara tujuan wisata kalian.
       
      -Nama saya _____________________
      -Apa Anda dapat bicara dalam bahasa Inggris?
      -Terima kasih.
      -Tolong.
      -Maaf.
      -Maaf, saya perlu bantuan.
      -Tolong bicara pelan-pelan.
      -Dimana saya bisa menemukan bus/taksi?
      -Dimana saya bisa menemukan stasiun?
      -Dimana kantor polisi?
      -Berapa harganya?
      -Saya dari Indonesia.
      -Saya tersesat.
      -Saya lapar/tidak lapar.
      -Saya haus/tidak haus.
       
      Tambahan untuk wisatawan muslim.
      -Apakah ini mengandung alkohol?
      -Apakah ini mengandung daging babi?
      -Saya tidak bisa makan babi atau alkohol.
      -Dimana saya bisa menemukan restoran halal?
       
      Saran saya, jika tak pede untuk mengucapkan kata-kata di atas dalam bahasa lokal, teman-teman bisa mencoba mem-print kalimat-kalimat tersebut dan tunjukkan kalimat mana yang ingin kalian ucapkan pada lawan bicara saat memerlukan sesuatu.
       
      Alternatif lainnya, coba deh usahakan membeli buku percakapan untuk wisatawan dalam bahasa negara yang dituju (lebih baik lagi jika buku tersebut dilengkapi dengan huruf asli dari bahasa tersebut). Buku-buku seperti itu biasanya memiliki banyak contoh percakapan untuk berbagai situasi. Untuk keadaan darurat, teman-teman bisa mencari kalimat yang paling cocok dengan situasi yang dihadapi dan tinggal tunjukkan saja pada lawan bicara.
       
      2. Mengukur kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara
       
      Jika seandainya karena satu dan lain hal teman-teman tetap ingin menggunakan bahasa Inggris, minimal coba deh ukur kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara. Walau tidak semua orang dapat berbahasa Inggris, biasanya selalu saja ada satu atau dua orang yang mengerti beberapa patah kata dalam bahasa Inggris. Semakin nol kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara, maka bicaralah dengan semakin lambat, jelas, dan gunakan kalimat yang pendek dan umum untuk dimengerti.
       
      Misalnya, alih-alih mengucapkan “my bag is stolen and I need to find a policeâ€, akan lebih mudah dimengerti jika teman-teman mengatakan “police†saja. Dikombinasikan dengan bahasa tubuh, teman-teman bisa berharap lawan bicara akan mengerti maksud kalian.
       
      3. Jika sudah kepepet benar….
       
      Jangan ragu untuk menggunakan berbagai software penerjemah bahasa yang bisa diunduh di smartphone. Teman-teman bisa melihat daftar aplikasi apa saja yang dibutuhkan oleh wisatawan dalam thread ini:
       
      Atau, kalian bisa masuk ke berbagai situs web populer yang berkaitan dengan traveling dan menanyakan hal-hal yang ingin kalian tanyakan di forum tersebut. Kalian bisa juga mencari member yang merupakan penduduk lokal di forum itu (tentunya lebih baik jika dia dapat berbahasa Inggris) yang dapat membantu masalah kalian (misalnya, seputar menanyakan restoran di suatu kota maupun menanyakan tentang petunjuk arah, sehingga meminimalkan potensi untuk bertanya pada random orang di jalanan).
       
      Oya, walau dari tadi saya mengemukakan aneka tips untuk mengatasi kendala bahasa bagi wisatawan yang hanya bermodalkan bahasa Inggris, bukan berarti saya mengatakan jika bahasa Inggris itu tidak penting ya. Walau pada kenyataannya 2/3 penduduk di Planet Bumi ini tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris, masih banyak kegunaan lain dari bahasa ini bagi wisatawan:
      -Bahasa Inggris rata-rata diterima di berbagai bandara, hotel, dan pusat informasi wisata.
      -Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan oleh backpacker. Jadi, dengan menguasai bahasa Inggris, setiap kali kalian bepergian ke tempat lain, selalu ada kemungkinan menemukan wisatawan lain yang juga berbahasa Inggris.
      -Tambahan lainnya, mengenal bahasa Inggris akan membantu kita meminimalkan kemungkinan terkena masalah yang tidak diharapkan. Masih ingat dengan kasus wisatawan yang tertipu saat membeli produk elektronik di Lucky Square, Singapura?
       
      Jadi, tetaplah pede sekalipun kalian hanya menguasai bahasa Inggris ya!
       
      Lalu bagaimana jika bahasa Inggris kita pun pas-pasan, alias hanya bermodalkan bahasa Indonesia saja? Tak perlu kecil hati. Kalian tetap bisa berpetualang ke negara lain dengan bermodalkan bahasa yang paling alami, yaitu bahasa tubuh. Setiap kali kalian membutuhkan bantuan dari penduduk lokal, gunakan gesture tubuh yang sopan dan jangan sungkan untuk menunjuk maupun memperagakan maksud kalian. Jangan lupa juga untuk selalu berbekal buku notes dan pulpen. Siapa tahu akan kalian perlukan untuk menggambarkan maksud pertanyaan kalian.
       
      Semoga informasinya bermanfaat!
       
      *** 
    • By vie asano
      Saya pernah menulis dalam thread bahwa salah satu mitos yang kerap menghampiri wisatawan adalah mitos tentang bahasa Inggris. Ada sebuah kepercayaan (dan memang sejak dari masa sekolah kita selalu diajarkan untuk percaya) jika bahasa Inggris adalah bahasa Internasional yang bisa diterima dimanapun. Karenanya, yang paling penting itu belajar bahasa Inggris. Belajar bahasa lain itu nggak penting-penting amat, karena cukup dengan menguasai bahasa Inggris kalian bisa pergi kemanapun dan diterima dimanapun.
       
      Well, faktanya, tahukah teman-teman jika di Planet Bumi ini bahasa Inggris hanya digunakan oleh kira-kira 1,8 milyar orang saja, yang berarti kira-kira hanya digunakan oleh 1/3 populasi manusia. Itu berarti 2/3 nya tidak mengerti bahasa Inggris dan tentu saja itu jumlah yang cukup banyak. Tak percaya?
       

       
      Foto 01:
      Gambar peta dunia negara yang menggunakan bahasa Inggris. Warna biru tua menggambarkan negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi, dan warna biru muda menggambarkan negara dimana bahasa Inggris jadi bahasa resmi namun bukan bahasa utama [foto: Shardz/wikimedia]
       

       
      Foto 02:
      Peta penyebaran jumlah pengguna bahasa Inggris dalam berbagai negara. Warna hijau tua menggambarkan 80-100% dan secara bertahap gradasi menuju hijau muda menunjukkan prosentase jumlah pengguna 60-80%, 40-60%, 20-40%, dan warna hijau paling muda 0-20% [foto: Wikipedia]
       
      Nah, bagi yang masih belum percaya jika bahasa Inggris tidak seinternasional yang dibayangkan, yuk mari mengintip beberapa negara berikut yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya, dan malahan tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris. Namun uniknya, negara-negara berikut termasuk populer sebagai negara tujuan wisata. Berikut daftarnya.
       
      Indonesia
       
      Saya akan mulai dari negara kita tercinta terlebih dulu. Sebagai negara yang memiliki Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa Inggris memang tidak digunakan secara luas disini. Sekalipun dewasa ini pelajaran Bahasa Inggris sudah mulai diberikan sejak usia Sekolah Dasar (dan bahkan sejak pra-sekolah), tetap saja akan sulit menemukan orang yang dapat berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, khususnya jika melancong ke daerah yang jauh dari pusat keramaian dan juga bukan di pusat kota besar. Pengecualian jika kalian pergi ke daerah wisata populer seperti Bali yang memang kebanyakan penduduknya (yang hidup dari pariwisata) menguasai beberapa bahasa sekaligus. Walau begitu, siapa yang bisa menyangkal jika Indonesia memang memiliki segudang obyek wisata menarik yang terus saja mengundang wisatawan asing untuk datang kemari.
       

       
      Foto 03:
      Pantai Dreamland, Bali [foto: Krismartin/wikimedia]
       
      Jepang
       
      Saat pertama mendengar jika Jepang merupakan negara yang tidak familiar dengan bahasa Inggris, saya sempat tak percaya. Masa iya negara semodern dan juga salah satu negara termaju di dunia ini nggak familiar dengan bahasa Inggris? Pada kenyataannya memang demikian. Orang Jepang, walau rata-rata akan dengan senang hati membantu wisatawan yang membutuhkan bantuan, mayoritas tidak menguasai bahasa Inggris (dan bahkan menghindar jika ditanya dalam bahasa Inggris). Yang semakin membuat wisatawan kesulitan, adalah karena Jepang memiliki bahasa nasional dan juga huruf tradisional yang khas (yaitu hiragana, katakana, kanji). Untungnya dewasa ini beberapa petunjuk jalan maupun informasi publik sudah dilengkapi dengan bahasa Inggris, sehingga wisatawan yang hanya bermodalkan bahasa Inggris nggak akan terlalu “buta arah†saat berwisata ke Jepang.
       

       
      Foto 04:
      Gunung Fuji di Jepang [foto: Midori/wikimedia]
       
      Thailand
       
      Thailand juga termasuk salah satu surga wisata di dunia. Seorang blogger traveling bahkan pernah mengatakan, “Coba kalian pejamkan mata dan membayangkan tentang surga. Siapa tahu yang kalian bayangkan adalah Thailandâ€, untuk menggambarkan betapa indahnya negara Thailand. Namun, walau di pusat kota dan di berbagai hotel bahasa Inggris cukup bisa diterima, lain halnya jika berwisata ke daerah pinggiran dimana penduduk lokalnya rata-rata tidak menguasai bahasa Inggris. Yang lebih “mantapâ€, adalah karena harga untuk turis dan penduduk lokal dibuat berbeda, dimana harga untuk penduduk lokal ditulis dalam bahasa Thai, sementara warga asing biasanya mendapat harga yang lebih mahal.
       

       
      Foto 05:
      Maya Beach, Thailand [foto: Diego Delso/wikimedia]
       
      Vietnam
       
      Vietnam juga termasuk salah satu negara populer untuk wisata yang tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris. Di pusat informasi wisata, mungkin ada beberapa yang bisa menguasai sedikit bahasa Inggris. Namun diluar itu, khususnya di daerah pinggiran, akan sangat jarang menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris.
       

       
      Foto 06:
      Lanskap Tam Coc, Vietnam [foto: [Tycho], http://shansov.net/wikimedia]
       
      Cina (kecuali Hong Kong dan Macau)
       
      Sudah jadi rahasia umum jika penduduk Cina (kecuali Hong Kong dan Macau yang memang rata-rata fasih berbahasa Inggris) rata-rata tidak menguasai bahasa Inggris. Bahkan di kota-kota besar seperti Tibet, Yunnan, dan Xian, bahasa Inggris kurang familiar disana (dan bagian yang paling menyulitkan adalah karena bahasa Cina ditulis dalam huruf Cina yang sulit dibaca oleh orang asing!). Namun bukan tak mungkin kalian akan menemukan orang yang dapat berbahasa Inggris 1-2 patah kata jika berwisata ke kota besar, walaupun tetap saja jangan berharap lebih jika berwisata ke daerah pinggiran.
       

       
      Foto 07:
      Air terjun Jiulong di Yunnan, Cina [foto: Zhangmoon618/wikimedia]
       
      Eropa
       
      Eropa termasuk salah satu destinasi wisata populer, khususnya bagi yang mencari wisata romantis seperti pengantin baru yang sedang berbulan madu. Namun ternyata sebagian negara di Eropa memiliki bahasa masing-masing dan ada juga yang tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris, terutama di wilayah Eropa Barat seperti Rusia dan Prancis. Di beberapa negara, bahasa yang lebih familiar digunakan antara lain bahasa Prancis, Jerman, maupun Spanyol. Namun tak perlu khawatir karena kalian masih akan cukup mudah menemukan mereka yang dapat berbahasa Inggris di wilayah Eropa barat (terutama karena orang-orang di wilayah tersebut masih mau berusaha untuk bicara dalam bahasa Inggris sekalipun mereka tidak terlalu bisa).
       
      Itu baru sebagian negara populer saja yang saya sebut disini. Mungkin teman-teman ada yang mau menambahkan daftar negara tujuan wisata populer yang kurang familiar dengan bahasa Inggris? Namun, walau banyak negara kurang familiar dengan bahasa Inggris, jangan takut untuk pergi berwisata ke negara-negara tersebut. Masih banyak kok tips dan trik untuk mengatasi halangan bahasa, yang kapan-kapan akan saya tulis dalam kesempatan terpisah.
       
      ***
       
      *Foto-foto, kecuali foto 01 dan 02, diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.