• 0
Imron369

Gili Trawangan Island

Question

Gili Trawangan is the largest of the three islands namely Gili: Gili Air and Gili Meno. Although the structure is relatively small, Lombok Island was surrounded by many small islands. There is the fishing village, there is also known as a tourist island because of its natural beauty. In Sasak language, it is usually a small island called Gili. Therefore, when calling the usual small island called Gili said front. 

 

For example, Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air and Gili Nanggu, and so on. Among the earthen dike around the island of Gili Trawangan Lombok name is among the most well known. The island became prime tourist spot in Lombok Island dyke. It is located in the west of the island of Lombok, lined with Gili Meno and Gili Air. Most tourists who come to Gili are from Abroad. No wonder that this Gili fulfilled recreational facilities in accordance with the needs of foreign tourists. That said, Gili Trawangan be the smallest island in the world that has the Irish bar. Special, on the island with a diameter of 3 km (north-south) and 2 km (west-east) there is no motorized vehicles. Means of transport should strolling entire island is just "cidomo" and "BIKE". The beach surrounding the island is white sand and small waves. Southeast side of the island is the most crowded in Abroad travelers visit. This section is very fine white sand making it convenient for a variety of beach activities. Meanwhile, the southwest side of the island is also commonly used by foreign tourists for sun bathing while reading a book. This section is not crowded so it is suitable for solitude. This expanse coast is also white but rather coarse sand mixed with pieces of coral. Gili Trawangan you can do quite a lot of activities like: Swimming, Snorkeling, Diving, and around the island by bicycle or cidomo. Before the night before you can enjoy the sunset view of Mount Agung in Bali garnish. After the night before, you can enjoy the island's famous party beragai to foreign countries.

 

post-35188-0-84237800-1422799788_thumb.j

post-35188-0-30854400-1422799965_thumb.j

Share this post


Link to post
Share on other sites

4 answers to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By eka wibisono
      Gak kerasa udh hampir 1 tahun mengikuti Gatnas KJJI ke 9 di Lombok bln Oktober 2015, dan timbul perasaan kangen  pingin kumpul2 dgn teman-teman ex Gatnas Lombok. Akhirnya pas bulan Juni 2016, beberapa dari kami @luxia, @siti uko, @menie ketemuan di rumah @sitiuko di Ciawi. Nah disitulah tercetus ide utk ajakin reuni teman2 ex Gatnas Lombok, pergi bersama-sama ke Lombok tgl. 18-20  November 2016, pastinya dgn rute yg berbeda  dengan thn 2015. Eh ternyata ngumpulin teman2 ex Gatnas Lombok utk jalan bareng2 lg susah-susah gampang lho hehehe.... ada yg udh daftar...tiba2 cancel. Akhirnya dari teman2 yg sudah daftar,  ini lah yg terkumpul:
       1.  saya 
         2. @titisetianingsih 
         3 . @luxia 
        4.   @sitiuko
              5. @menie  
               6. @dimaz
                       7. @dhan doank 
                     8. [email protected] 
                     9.    [email protected] 
                10.  [email protected]
                11. [email protected]
      Berhubung peserta reuni ex Gatnas Lombok sedikit, akhirnya diputuskan kami boleh ajak teman2 kami yg lain. Jadilah bertambah 4 orang yg salah satunya [email protected] Zein (ex Gatnas KJII 8 di Padang). Jadi total peserta 15 orang. Walaupun ada peserta baru, tapi gak kalah seru  suasana reuni kami ini hehehe... maklum biang gokilnya jd nambah. 
      Untuk acara kami ini, kami minta tolong ke Dimas untuk atur transportasi dan itinerary selama di sana. 
      Yuk kita mulai perjalanan reuni kami. 
      Hari 1: tgl. 18 November 2016:
      Gili Petelu, Pantai Tangsi (Pink Beach), Gili Segui (Pink Beach 2),  dan Gili Pasir (Lombok Timur)
      Kami berangkat dari M Hotel di kota Cakranegara sekitar jam 7.00 pagi WITA menuju Pelabuhan Tanjung Luar di daerah Lombok Timur  yg memakan waktu perjalanan sekitar +/- 1,5 jam. Dalam perjalanan sempet tuh kami mampir ke daerah Puyung (Lombok Tengah) utk cobain Nasi Balap Inaq Esun yg terkenal di Lombok. Utk menuju tempat makan ini, dr jalan raya kita harus jalan kaki 150 meter memasuki gang rumah penduduk. Gak nyangka, di rumah yg sederhana ini nasi balap yg terkenal itu dijual. Utk teman-teman yg belum tau nasi balap, nih sedikit info ya. Nasi balap yaitu nasi dgn lauk ayam suwir crispy bumbu pedes, ikan asin crispy, sambal dan kacang kedele goreng.

      Yg terkenal dari nasi balap ini ya pedesnya itu yg super (dijamin perut langsung panas & mules kalo yg gak tahan pedes hahaha...), tp buat yg gak doyan pedes bisa minta kok nasi balap yg tidak pedes dan pedes sedeng. Nasi balap Inaq Esun ini harganya Rp.15 ribu per porsi, enak, murah dan kenyang jg lho. Setelah kenyang, lanjutlah perjalanan kami ke pelabuhan Tanjung Luar.
      Setelah tiba di pelabuhan Tanjung Luar, gak buang waktu lg kami langsung dibagi menjadi 2 kapal utk explore  ke gili-gili.
       
       
      1.        Gili Petelu.
      Di Gili Petelu ini airnya bening dan keliatan tuh karang-karang yg di bawah laut. Sayang kami gak bisa main lama-lama disini karena arus bawah lautnya tiba-tiba makin kuat.
       

       
      Diputuskan langsung kami lanjut ke Pantai Tangsi (Pink Beach).
       
      2.        Pantai Tangsi/Pink Beach.
      Nah ini lah dia Pink Beachnya Lombok. Warna pasirnya ternyata udah gak terlalu pink lho senasib dgn pink beach di Pulau Komodo, mungkin krn udah byk orang yg berkunjung ya jd plankton pinknya berkurang. Pantai Tangsi ini bagus lho viewnya tp sayang kebersihan di pantai ini kurang terjaga, jd kita mau main air di sini jadi males. Setelah makan siang, krn gak pada mau main air, kita semua pergi ke bukit di Pantai Tangsi utk foto-foto aja deh.
       

       
      Setelah puas foto-foto, lanjut lah perjalanan kami menuju Gili Segui.
       
      3.        Gili Segui.
      Letak Gili Segui ini gak terlalu jauh dari Pantai Tangsi, dan Gili Segui ini dijuluki Pink Beach 2. Hmm...benar lho pantainya msh bersih krn belum banyak dikunjungi orang. Dan pasirnya memang lebih keliatan pinknya dr pada di Pantai Tangsi. Mana tahan deh gak main air di sini.
       

       
      4.        Gili Semangkuk.
      Dalam perjalanan dari Gili Segui ke Gili Pasir, kami diajak mampir sebentar utk snorkling di Gili Semangkuk ini.

       
      Airnya masih bersih dan karang-karangnya juga masih bagus.
       

      Nah istimewanya dr Gili Semangkuk yaitu ada sumur di dasar laut. So pasti bikin kita penasaran pingin tau. Ini dia tampilan sumurnya.
       

       
      Bagus kan?  Krn airnya msh bening, gak usah susah-susah nyelem dalam-dalam, dgn  modal alat snorkling dan ngapung-ngapung santai aja kita udah bisa liat tuh sumur.
       
      5.        Gili Pasir.
      Akhirnya tiba juga kita di Gili terakhir yg dikunjungi yaitu Gili Pasir. Gili Pasir ini akan muncul jika air laut surut menjelang sore hari.
       

      Bagus bgt Gili Pasir ini karena selain bentuk pulaunya,bintang lautnya unik lho krn  ada berwarna kuning dan pasirnya beralur-alur seperti pasir berbisik di Bromo.
       

       
       
      Kami semua menghabiskan waktu agak lama di Gili Pasir ini sambil menikmati sunset.
       
       

       
      Akhirnya lewat magrib kami baru mendarat lagi di Tanjung Luar. Satu hal yg disayangkan nih, fasilitas kamar kecil utk bilas kurang  banget krn jumlah kamar kecil cuma 2 dan air bersih utk bilas kurang. Jd terpaksa deh kami bilas sekedarnya...hehehe...lumayan bawa “oleh-oleh” pasir yg nempel di badan dan rambut.
      Dari gili-gili yg kami kunjungi hari ini, kesan aku sih bagus-bagus kecuali Pantai Tangsi/Pink Beach yg kurang memuaskan, ya itu krn kurang bersih.
       
      Hari 2: tgl 19 November 2016:  Pulau Paserang dan Pulau Kenawa di Sumbawa Barat.
      Terinspirasi dgn kunjungan Deffa dan Dimas ke 2 Pulau ini setelah selesai Gatnas Lombok 2015,  kami semua penasaran jg pingin liat keindahan Pulau Paserang dan Pulau Kenawa. Makanya 2 Pulau ini kami masukkan ke kunjungan utama kami. Perjalanan dari kota Cakranegara ke Pelabuhan Kayangan yg terletak di Lombok Timur ditempuh +/- 2 jam. Di Pelabuhan Kayangan ini banyak bgt penjual nanas krn Lombok Timur (daerah Masbagik) memang  terkenal dgn nanasnya. Sambil nunggu Dimas beli tiket, dr pada penasaran kami beli deh 2 ikat nanas. 1 ikat nanas (5 buah) dihargai Rp. 15 rb (incl. ongkos kupas & potong) murah kan. Wah ternyata enak lho nanasnya,seger dan gak asem. Kalau teman-teman nyebrang ke Pototano via pelabuhan Kayangan jgn lupa cobain nanasnya ya, oh iya  sebaiknya membeli jg bekal makan siang  di rumah makan yg ada di sini sebelum menyeberang krn lebih higienis.

      Kapal ferry dari pelabuhan Kayangan ke Pototano (Sumbawa Barat) berangkat setiap 1 jam sekali, beroperasi 24 jam dan perjalanan penyebrangan sekitar 2 jam. Setelah kapal keluar dari pelabuhan Kayangan kita  akan disuguhi pemandangan yg bagus bgt.

      Suasana di kapal ferry ini cukup bersih dan ada hiburan musik organ tunggal tuh. Siapa aja boleh minta lagu, mau joget atau mau nyanyi jg boleh asal nyawer ke pemain organ tunggal.  Nah disini lah Netty, Menie, Onya, Ven-Ven dan Abdy (adik Lenny Zein) unjuk kebolehan mereka berjoget hehehe..... pokoke heboh deh.

      Lumayan sih bikin perjalanan gak bosen.
      Setelah sampai di pelabuhan Pototano, kami berjalan kaki sebentar menuju ke dermaga kecil utk naik kapal yang akan antar kami ke Pulau Paserang dan Pulau Kenawa. Jgn kaget ya liat dermaganya, hehehe....ya a la kadarnya gitu deh.

      1.    Pulau Paserang.
      Dari dermaga ini, kita akan berlayar sekitar 30 menit sudah sampai di Pulau Paserang.

      Kesannya..... ya ampun ternyata sepi dan gersang bgt ya Pulau Paserang. Sebaiknya bawa bekal makan dan minum deh krn gak ada orang yg jualan di pulau ini. Setelah makan siang, gak buang waktu, langsung deh kami berjalan menuju puncak bukit.

      Untuk yg gak kuat jalan, gak usah kawatir trekkingnya gak jauh  dan gak berat kok... enaknya udah ada jalur trekking yg disemen, tapi.....siap-siap  kaki kebaret-baret dengan tanaman liar putri malu yg berduri itu...hehehe... yg minta ampun banyak banget.

      Setelah sampai puncak bukit, rasa perih di kaki gak berasa lagi krn kita udah terpesona dengan viewnya.

      Setelah puas foto-foto, cusss.... kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Kenawa.
       
      2.    Pulau Kenawa
      Dari Pulau Paserang cuma berlayar sekitar 15 menit  udah sampe deh kita  di Pulau Kenawa. 

      Apa yg istimewa dari Pulau Kenawa ini? Selain view dari atas bukit,  uniknya rumput savananya bergerombol sendiri-sendiri seperti tanaman padi gitu deh.  Sambil menunggu panas matahari berkurang, kami santai-santai dulu di warung yg dekat dermaga, ada juga teman2 yg snorkling krn memang lautnya masih bersih dan bagus. Untuk toilet, jgn ngarep toilet yg bagus ya, adanya toilet darurat gitu . Sayang ya, fasilitas umum belum dibikin yg bagus padahal pengunjungnya  sudah banyak lho  dan ada yg kemping jg.
      Setelah sinar matahari gak terlalu ngejreng, kami semua memulai trekking ke puncak bukitnya. Sepanjang jalan, mata adem rasanya liat padang rumputnya yg mulai keliatan warna hijaunya.

      Setelah melewati padang rumput, siap-siap trekking ke atas bukit, gak terlalu tinggi kok, paling cuma 10 menit, asal jangan buru-buru dan harus hati-hati krn selain menanjak byk batu krikil kecil2 yg bisa bikin kepleset.

      Semua rasa cape dan panas terbayar lho dengan pemandangan yg terhampar di depan kita. Ini buktinya.


      Gak kerasa, duduk2 sambil menikmati pemandangan, tiba lah waktu sunset di bukit ini. Baguus.....banget sunsetnya. Emang Pulau Kenawa top deh.

      Udah posisi PW gini males rasanya mo jalan turun lg, tp dr pada kemaleman di atas dan susah turunnya krn gak ada lampu senter, cepet2  kami jalan turun lagi menuju pinggir pantai. Pas sampe di pantai, hari udah lumayan malam dan akhirnya sekitar jam 19.30 WITA kami meninggalkan Pulau Kenawa untuk menuju dermaga asal. 
      Akhirnya kami sampai kembali di Cakranegara sekitar jam 12.30  dinihari.
       
      Hari 3: tgl.20 November 2016: Air Terjun Benang Stokel, Air Terjun Benang kelambu dan Bukit Merese di Tanjung Aan. 
      Baru tidur sekitar 3 jam, mau gak mau mata harus melek pagi2 lagi. Waktunya packing! Ini lah hari terakhir perjalanan reuni kami dan kami semua cepat-cepat sarapan dan check out dari Hotel karena gak sabaran pingin liat keindahan Air Terjun Benang Kelambu. 
       

      Air terjun yg akan kami kunjungi ini termasuk kawasan hutan  di kaki Gunung Rinjani tepatnya di Desa Aik Berik, Lombok Tengah. Dari Kota Cakranegara,  lama perjalanan sekitar 1 jam, kita  bisa menempuh jalur Mataram-Narmada-Sedau-Pancor Dau-Teratak-Desa Aik Berik.Ke 2 air terjun ini belum setenar air terjun Tiu Kelep di kalangan wisatawan, jadi gak heran pengunjungnya sebagian besar orang lokal Lombok.
       

      Oh iya kalo teman-teman merasa gak sanggup jalan kaki menuju air terjun, byk ojek motor yg sudah standby di gerbang masuk kawasan air terjun. Ada jg beberapa teman kami yg lsng sewa ojek motor seharga Rp.30.000,- pulang pergi, tp nyesel lho kalo naik ojek motor krn kita gak bisa liat Air Terjun Benang Stokel.Jalan kendaraan bermotor dan mobil ternyata langsung menuju ke lokasi Air Terjun Benang Kelambu.
       
      1.    Air terjun Benang Stokel.
      Setelah kita melewati gerbang masuk, kita mulai berjalan melewati kawasan  pepohonan yang rindang dan hiruplah udara segar yg belum kena polusi. Jalur menuju ke lokasi air terjun sudah dibangun undakan2, sehingga kita berjalan menuju ke air terjun dengan cukup nyaman sih. Dari pintu gerbang, kita akan berjalan sekitar 1 km untuk menuju air terjun Benang Stokel.
       
       

      Dr kejauhan kita udah bisa liat tuh  Air Terjun Benang Stokel. Di air terjun ini ternyata ada dua air terjun dan nama air terjun ini yaitu “Benang Stokel” dalam bahasa lokal memiliki arti “seikat benang”. Dinamai demikian karena bentuknya yang menyerupai ikatan benang. Air terjun ini memiliki dua air terjun, dengan ketinggian masing-masing sekitar 20 Meter. Airnya sangat jernih dan segar.
       
       

       
       
      2.    Air terjun  Benang Kelambu.
      Setelah puas foto-foto di Air Terjun Benang Setokel, lanjutlah perjalanan kami menuju Air Terjun Benang Kelambu. Jalur trekkingnya cukup nyaman sih, gak yg curam banget (lebih gempor trekking di Air Terjun Tiu Kelep hehehe...).
       

      Santai aja jalannya supaya gak terlalu capek.Kalo haus atau lapar, gak usah takut, sepanjang jalan setapak ada beberapa warung yg standby jual makanan dan minuman.
       
       
      Taraaa... dari jauh udh keliatan tuh air terjunnya. Baguss kan air terjunnya dan kita cuma bisa bilang memang ciptaan Tuhan indah .
       
       

      Air terjun ini dinamai Air Terjun Benang Kelambu karena terjunan airnya yang berbentuk seperti kelambu. Air terjun ini memiliki 3 tingkat. Tingkat yang paling atas berasal langsung dari mata air, dan memiliki ketinggian sekitar 30 Meter. Tingkat yang kedua merupakan lanjutan dari tingkat pertama, dengan ketinggian sekitar 10 Meter. Tingkat yang ketiga memiliki ketinggian hanya 5 Meter.

      Gak seperti Air Terjun Benang Setokel, Air Terjun Benang Kelambu tidak memiliki kolam, jadi cuma bisa basah-basahan di bawah terjun. Kalo mau berenang bisa juga sih, dibawah ada tuh kolam buatan utk pengunjung berenang.
       
       

      Nah utk jalan pulang kami cobain lewat jalur kendaraan bermotor, dan ternyata jalannya lebih landai dan gak usah menderita melewati jalan menanjak dan anak tangga yg bikin kaki pegel hehehe... 
       
      3.    Bukit Merese, Kuta, Lombok
       
      Setelah istirahat makan siang, langsung cuss... kita mampir dulu beli oleh-oleh di toko oleh-oleh Gandrung (jual kaos, baju dgn kualitas dr yg biasa sampai yg bagus) dan toko Lestari (jual oleh-oleh makanan lokal). Sebelum menuju ke Bukit Merese, kami antar teman kami bang Duty Nath ke Bandara dulu krn pesawat dia lbh cepat dr pd kita semua.
      Dr bandara ke Bukit Merese gak terlalu jauh sih... sekitar 45 menit lah. Arah menuju ke Bukit Merese, ternyata melewati Pantai Kuta dulu dan melewati Pantai Tanjung Aan.
      Bukit Merese ini menarik lho krn ada padang rumputnya yg bagus utk foto-foto dan kita bisa melihat Pantai Tanjung Aan dan Batu Payung di kejauhan.
      Ini lah dia, view Bukit Merese. Bagus kan teman-teman.
       
       

      Nah karena terlalu menikmati suasana di Bukit Merese ini, jd lupa waktu deh, gak berasa udh jam 18, waah..langsung kami semua panik takut telat sampai di Bandara. Untung sopir mobil Elf kami cepet tuh nyupirnya... pas jam 19 malam sampe di Bandara (pesawat kami sekitar jam 20 malam). Puji Tuhan gak telat.
      Nah teman-teman demikian sedikit cerita dari reuni ex Gatnas IX.  Semoga kami semua tetap kompak deh. Salam jalan-jalan!
       
       

       
       
       
    • By petrus.sitepu
      Keindahan 3 Gili dan pantai kuta mandalika di bagian barat dari pulau Nusa Tenggara ibarat mutiara yang tersimpan baik dan rapi yang sangat disukai oleh wisatawan asing.
      Kota lombok atau yang lebih terkenal dengan sebutan pulau dengan seribu masjid ini memiliki spot wisata yang tidak kalah menarik dengan pulau dewata. Tapi sayangnya keindahannya ini tidak dinikmati baik oleh wisatawan domestik.
      Apakah ada pernah nama pantai kuta mandalika, pantai yang belakang ini menjadi trending topik di sosial media. Pantai kuta mandalika adalah pantai yang baru ini diresmikan presiden Joko Widodo, pantai ini diprediksi akan menyaingi kesuksesan dari pantai kuta di pulau dewata. Pantai ini sudah dilengkapi oleh tempat makan dan juga penginapan yang tentunya akan memudahkan wisatawan yang akan menikmati pantai kuta madalika. Jarak  yang perlu ditempuh dari kota lombok menuju pantai kuta mandalika sejauh + 39KM. Anda tidak perlu kuatir karena jalan yang akan ditempuh sudah cukup baik dan anda akan merasa nyaman untuk menuju pantai kuta mandalika.
      Menunggu matahari terbenam sambil membaca buku dan menikmati segelas es kopi bisa menjadi salah satu pilihan aktivitas anda. Bentangan pasir putih dan juga arus ombak yang tidak terlalu deras akan membuat anda betah untuk bermalas-malasan disini.
      Tentunya tidak hanya pantai kuta mandalika, ada pula 3 gili yang bisa  anda kunjungi ketika berada di kota lombok. Gili trawangan, gili meno dan gili air merupakan nama dari 3 gili yang eksotik tersebut. Gili sendiri diartikan dengan pulau kecil.

      Gili Trawangan menjadi salah satu pulau yang paling sering dijadikan base ketika ingin meng-explore keeksotisan 3 gili tersebut. Anda tidak perlu kuatir untuk masalah penginapan ketika anda ingin meng-explore 3 gili karena di gili trawangan banyak pilihan hotel ataupun hostel (guest house) yang bisa anda pilih yang  dikelola baik oleh warga lokal atau turis asing. Ada beberapa hotel yang dikelola oleh turis asing menyediakan juga jasa untuk diving dengan harga yang bervariasi tergantung pilihan anda.
      Apabila anda ingin snorkeling di gili trawangan terdapat juga penawarkan paket untuk snorkeling di gili trawangan, gili air dan gili meno. Anda hanya cukup membayar Rp 100,000 anda sudah mendapatkan perlengkapan untuk snorkeling. Paket ini cukup menarik khususnya untuk backpacker yang ingin sekali  mengexplore keindahan bawah laut dari gili trawangan, gili meno dan gili air.
      Aktivitas lain yang ada harus lakukan ketika anda berada di gili trawangan yaitu menikmati matahari terbenam, karena gili trawangan merupakan spot yang terbaik untuk melihat matahari terbenam. Ada 2 cara anda untuk menikmati matahari terbenam yaitu dengan bersepeda mengelilingi gili trawangan ataupun duduk santai di sebuah cafe yang tersebar rapi dan cantik di sepanjang pinggir pantai gili trawangan.
      Cafe -cafe pinggir pantai tersebut juga memutarkan musik dan menyediakan spot foto yang menarik untuk mengabadikan memori anda selama di gili trawangan atau mensharing keberadaan anda di sosial media
      Selamat menikmati pantai kuta mandalika dan 3 gili, karena Indonesia lebih baik. 
      (www.jelajahtanpajejak.com)

    • By Barajiwa Patria Soedarmo
      Hallloo agan dan aganwati sekalian berjumpa lagi bersama ane sang travler super sejati:ngakak . Di perjalanan ini ane mau ajak agan liburan ke Lombok, NTB tepatnya ke Sengigi, dan 3 Gili:matabelo . Bukan seperti perjalanan sebelumnya ane selalu ditemani oleh temen-temen ane tapi kali ini ane liburan bersama keluarga ane:2thumbup . Seperti biasa ane mau memperlihatkan map Lombok dulu ya gan:wow

      Ane mau ajak agan dan aganwati ke tempat yang indah yang terletak di Baratnya Lombok tepatnya di daerah Senggigi, Pulau Gili yang berada di sebelahnya dan juga anak kaki gunung Rinjani:2thumbup . Sebelum itu ane mau memperkanalkan anggota keluarga ane dalam perjalanan ini:cool


      Karena sibuk foto keluarga, buat trit, dan buat Vlog ane lupa foto sendiri:ngakak



      Perajalanan ane bersama ane dan keluarga berlangsung selama 3 hari untuk lengkapnya nyok kita simak ceritanya:2thumbup
      Day 1, 28 Mei 2016
      Perjalanan ane dari Lombok dimulai dari persiapan barang-barang yang mau ane bawa selama 3 hari dan barangnya adalah
      Koper:
      1. Baju 7
      2. Celana 7
      3. Anduk
      4. Peralatan Sholat
      Tas Camera
      1. Canon 70D
      2. Lens Canon 10-18mm
      3. Lens Canon 50mm
      4. Lens Canon 18-55mm
      5. Mic Rode Video Go Rycote
      6. 2 Baterai Cadangan Canon 70D
      7. Baterai Cadangan Mic Rode
      8. GoPro 4 Black
      9. Laptop Dell
      10. Gorilla Pod
      11. Powerbank
      12. All Charger
      13. Pembersih Lensa
      14. HDD WDC 1TB
      Setelah ane rasa lengkap bawaannya ane berangkat dari rumah jam 07.00 WIB untuk mengejar penerbangan ke Surabaya jam 08.45 WIB dengan dianter temen ane dari Tembalang, Semarang:matabelo

      Perjalanan dari Tembalang ke Bandara Ahmad Yani hanya menempuh 45 menit jadi kami masi sempat cek in di Bandara ontime:2thumbup


      Masi banyak waktu ane dan adek ane jadi kami memutuskan untuk santai dulu buat sarapan pagi karena perut ane masi lapar maklum belum makan gan:ngakak . Secangkir Green Tea Latte hangat dan makan telur keju ane lupa namanya udah buat ane kenyang kok:matabelo

      Jam sudah menunjukan jam 08.45 WIB saatnya kami untuk naik pesawat Sriwijya Air yang akan mengantarkan kami ke tempat transit yaitu Bandara Juanda di Surabaya:ngacir2


      Perjalanan dari Semarang menuju Surabaya hanya memerlukan waktu 45 menit karena memang jaraknya yang tidak begitu jauh jika menggunakan pesawat.:lehuga . Ini kali pertama ane menginjakan kaki di Bandara Juanda, ane rasa Bandara Juanda mempunyai tempat yang nyaman untuk transit disana:matabelo


      Di Bandara kami mencari tempat untuk santai lagi dan setelah dicari-cari kami menemukan tempat santai yaitu Dunkin Donuts:matabelo


      Akhirnya jam keberangkatan kami ke Lombok sudah dekat kami mulai cek in dahulu untuk pesawat board jam 13.00 WIB :cool

      Akhirnya kami sudah bisa santai di Pesawat Sriwijaya Air :lehuga

      Setelah perjalanan panjang akhirnya kami bisa sampai di Lombok jam 14.50 WITA. Lelah yang kami rasakan seolah hilang karena terbayar rasa exited kami ke Lombok:2thumbup

      Perjalanan kami dilanjutkan dengan Taxi menuju Hotel Sheraton di Sengigi. Menurut ane sepanjang jalan overall sudah bagus karena pemerintah Lombok sudah menerapkan pembangunan tepat untuk kemajuan pariwisata Lombok:matabelo :matabelo


      Perjalanan menuju Hotel Sheraton ditempuh dengan waktu 2,5 jam karena jaraknya yang cukup jauh:nohope walaupun jalannya udah bagus cuman jauh ya mau gimana lagi gan:2thumbup tapi ane tetep seneng karena bisa liat pemandangan Lombok. Akhirnya kami sampai di Hotel Sheraton Senggigi dan bayar 250ribu rupiah ke taxi. Di Hotel Sheraton inilah ane dan adik ane bertemu dengan kedua ortu ane :salaman. Dan inilah Hotel Sheraton Senggigi





      Hotel Sehraton juga punya Pantai pribadi loh gan:matabelo :matabelo


      Malamnya kami sekeluarga tidak lupa untuk menyantap makanan khas Lombok yaitu ayam Taliwang yang enak pastinya:2thumbup di rumah makan Nada Alam Nyaman


      Day 2, 29 Mei 2016
      Di hari kedua dimulai dari sarapan di Hotel Sheraton :2thumbup yang pasti enak karena menurut pendapat ane makanan hotel itu mencerminkan kualitas hotel tersebut:wow

      Setelah makan yang kenyang kami bersiap-siap untuk perjalanan hari ini. Perjalanan pertama kami adalah ke air Terjun Sendang Gile di kaki Gunung Rinjani yang katanya bagus:matabelo . Perjalanan ane kesana ditempuh dalam waktu 2 jam dari Hotel:cd: . Nah inilah air Terjunnya beserta trek menuju kesana




      Perjalanan kami dilanjutkan menuju Puncak Desa Sembalun yang dulu pernah jadi shooting Jalan-Jalan Men:matabelo . Perjalanan kesana kami bisa melihat Gunung Rinjani lenih dekat loh:2thumbup


      Akhirnya kita tiba di Taman Wisata Pusuk Sembalun yang merupakan puncak tertinggi di Sembalun:wow . Perjalanan kesana harus ditempuh dengan mobil yang tenaganya kuat karena jalannya yang cukup menanjak tinggi:mewek dan banyak jurang:cd: oiya ditambah lagi ane juga kurang hoki karena cuaca menjadi hujan dan licin:cool


      Setelah kita puas taman Wisata Pusuk Sembalun kita pulang jam 13.00 dan mencari makan. Namun kami mencari sampai jam 17.00 tepatnya di Sengigi baru dapet makanan yang sesuai dengan keinginan kami:mewek . Jadi kami makan di Rumah Makan New Furama Senggigi


      Dan Setelah makan kami kembali ke Hotel Sheraton dan membayar jasa antar mobil itu sebesar 600ribu
      Day 3, 30 Mei 2016
      Perjalanan hari ini dimulai dengan naik kapal dari Senggigi menuju Gili Trawangan:matabelo . Kapal yang kami naiki adalah kapal speedboat yang kami bayar 600ribu PP padahal harga aslinya 900ribu jadi ketika disana ane bisa kasih saran harus jago nawar biar murah:wow . Perjalanan dari Senggigi menuju Gili Trawangan dengan Speedboat hanya 10 menit beda dengan Kapal Publik yang menempuh waktu 40 menit:lehuga . Akhirnya kami tiba di Gili Trawangan




      Setelah kita sampai di Gili Trawangan kami mencari paket snorkling yang buat umum saja agar rame dan lebih murah pastinya:lehuga . Harga paket snorkling ke 3 spot itu sebesar 100ribu :sup: dan diisi oleh 50 orang 1 kapal:travel :wow


      Setalah kami snorkling di 2 spot kapal merapat ke Gili Air untuk makan siang:2thumbup kebetulan perut ane sudah lapar gan:wakaka dan kami makan di Rumah Makan Pongkor, Gili air


      Setelah kenyang baru ane bisa motret Gili Air:motret :wakaka



      Setelah makan kami snorkling di satu tempat lagi dan di spot itu ane terbawa arus laut:takut:nohope  , ane renang terus menuju kapal namun tidak sampe-sampe untuk ada orang yang menolong ane:matabelo . Akhirnya ane dibawa ke spot yang bukan arus liar dan ane bisa kembali lagi ke kapal:cool . Setelah sampai di Gili Trawangan lagi kami melanjutkan pencarian tempat sunset yang bagus:2thumbup , kata Bunga adek ane ada hotel Sunset yang bagus dengan ayunan di lautnya namun kata pak kusir ayunan itu sudah tidak ada di hotel Ombak Sunset:mewek , Jadi kami pindah ke Pandawa untuk melihat Sunset. Inilah foto andong dan Pandawa



      Akhirnya malampun tiba kami dijemput kembali oleh speedboat jam 18.30 WITA dan akhirnya ane bisa foto Gili Trawangan di malam sebelum berpisah:motret :matabelo


      Day 4, 31 Mei 2016
      Yah udah hari ke4:mewek berat langkah kami meninggalkan pulau yang penuh dengan keindahan ini:sorry


      Sebelum kami ke BAndara Lombok dengan menggunakan Taxi kami pergi ke beberapa tempat seperti pusat oleh makanan dodol rumput laut, rumah adat Lombok, dan makan dulu di rumah makan yang belum sempet ane foto karena lupa:wakaka . Namun jangan sedih karena video lengkap perjalanan ada di Travel Vlog #2: Lombok nonton yah gan:2thumbup
      Jadi inilah sepenggal cerita perjalanan ane di Lombok, ane pribadi merasa Lombok masi akan lebih berkembang lagi bahkan bisa mengalahkan Bali dikemudian hari. Akhir kata ane ucapkan
      SALAM TRAVLER

       
    • By Endar
      Lombok tidak hanya diberikan keindahan pada pesisir pantainya, tapi juga pada dataran tingginya yang tidak kalah indah. Menjelajahi Lombok Timur, kawasan dataran tinggi Sembalun tidak hanya menjadi salah satu pintu masuk pendakian gunung Rinjani. Sembalun, dataran tinggi yang dikelilingi oleh bukit-bukit berbalut padang rumput ini menyimpan begitu banyak pesona. Bukit pergasingan salah satunya. Berada pada bukit dengan ketinggian 1700mdpl ini kita dapat melihat cantiknya Rinjani dipadu dengan indahnya formasi perkebunan buah dan sayur masyarakat Sembalun.

      Lelah berkendara tiga jam dari Sekotong ke Sembalun, bergelut dengan truk-truk besar, melewati jalan berkelak-kelok dan harus berhati-hati dengan kawanan monyet yang menyeberang setelah memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, tidak menghilangkan semangat saya untuk mendaki Pergasingan.  Setelah menyiapkan bekal dan peralatan untuk bermalam di Pergasingan saya siap untuk mendaki di malam hari. Pendakian saya ditemani oleh satu orang warga asli Sembalun, Pak Agus, yang lebih sering menemani pendakian ke Rinjani dari pada Pergasingan. Bisa dibilang ini pendakian Beliau ke Pergasingan setelah beberapa belas tahun lalu.

      Jika membawa kendaraan, terdapat parkir motor di akhir perkampungan warga sebelum memasuki pintu masuk. Begitu juga untuk yang membawa mobil, tapi untuk mobil tidak terdapat parkiran tertutup hanya di pinggir jalan saja. Saya memulai pendakian sekitar pukul delapan malam dan bertemu dengan penjaga pintu pendakian Pergasingan di tengah jalan perjalanan saat mereka akan pulang. Restribusi sepuluh ribu rupiah per orang dan mereka memberikan nomor yang dapat dihubungi jika terjadi sesuatu. Saya senang karena bukan tergolong pungutan liar yang tidak bertanggung jawab.
      Lima menit berjalan dari tempat parkir ke pintu masuk. Pendakian awal adalah anak tangga yang sebenarnya lebih melelahkan dibanding dengan jalan tanah biasa. Pendakian awal tergolong terjal namun masih terdapat area pijakan dan batu untuk berpegang yang cukup membantu. Semakin ke atas pendakian semakin landai karena memasuki bagian atas bukit. Malam itu terang bulan jadi cukup membantu saya untuk melihat jalur pendakian. Setelah 45 menit mendaki, sudah terlihat kelap-kelip lampu kemah para pendaki yang menambah semangat saya tapi juga menjadi sugesti bahwa pendakian sebentar lagi. Target pendakian dua jam dapat dipercepat menjadi satu setengah jam.

      Mencari tempat mendirikan tenda cukup sulit karena saat itu ramai dan kami tidak cukup mengenal area Pergasingan. Akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan tenda di dekat jalur akhir pendakian walaupun angin secara langsung menerpa tenda. Tenda selesai dan teh hangat datang. Setelah cukup beristirahat saya coba untuk keluar menikmati taburan bintang. Memesona sekali, sinar bulan terang saat itu tidak mengurangi keindahan bintang. Tidak puas kalau tidak mengabadikan momen ini. Angin bertiup semakin kencang dan udara semakin dingin. Akhirnya saya menyerah, kamera saya biarkan di luar untuk foto time lapse dan saya beristirahat..

      Pagi hari waktunya menikmati pesona lain, matahari terbit. Saya sedikit berjalan ke timur bersama pendaki lainnya. Sayangnya cuaca tidak begitu mendukung, awan di timur menutupi matahari terbit. Namun pagi yang semakin terang semakin memperjelas indahnya Pergasingan. Rinjani benar-benar megah terpapar oleh kuningnya matahari pagi dan Sembalun benar-benar elok dengan polesan kabut tipis. Saya takjub, saya terpesona.
      Cukup lama kami berfoto dan kembali ke tenda. Banyak yang mulai membereskan tenda dan turun menghindari perjalanan di siang hari karena kondisi jalur tanpa pohon menjadikan perjalanan yang dapat sangat panas di siang hari. Setelah sarapan mie instan dan minum teh hangat kami membereskan tenda dan turun.
      Kurang memang rasanya jika hanya satu hari di Sembalun karena masih banyak tempat-tempat memesona lainnya. Lain kali, lain waktu, lain suasana saya akan ke tempat ini lagi. Semoga tetap lestari.
    • By Lulumato
      Halo, saya lulu dari jakarta.  Berencana akan ke lombok di awal bulan januari. Tujuan ke lombok untuk menjadi relawan kelas inspirasi. Karena saya punya banyak waktu di lombok,  harus dimanfaatkan kan?? 
       
      Nah saya akan berangkat sendiri dari jakarta. Ini adalah perjalanan (sendiri) kedua saya dari jakarta ke lombok. Sebelumnya saya ke lombok hanya untuk naik bus ke dompu, ntb (menghemat perjalanan)  dan Saya tidak sempat mencicipi keindahan lombok  
       
      Jadi di perjalanan kedua ini saya minta tips dari teman2 untuk bisa puas jalan2 di lombok.  Oh iya, saya solo backpacker bukan karena kemauan yah tapi keadaan (i dont have travel mate, hiks).  Kalau teman2 ada yang mau bareng ke lombok, silahkan hubungi saya yah. Saya pasti seneng banget hehehe. 
       
      Terima kasih semuanya, 
      Salam penuh kehangatan dari lulumato. 
    • By Endar
      Lombok, bukan memiliki arti cabai seperti yang sering kita kira. Lombok bermakna lurus yang tertulis sejak zaman kerajaan Majapahit pada buku Negara Kertagama pada kalimat ‘Lombok Sasak Mirah Adi’ yang artinya masyarakat Lombok memiliki hati yang lurus untuk dijadikan permata kejayaan. Seperti pengertiannya, begitu juga yang saya rasakan saat berkunjung ke Lombok. Ramahnya masyarakat Lombok dari kota hingga desa, dari pesisir pantai hingga daerah dataran tinggi menemani saya saat menjelajah Lombok. Keramahan ini juga dipadu dengan indahnya alam Lombok yang begitu memesona menjadikan Lombok sebagai tujuan wisata yang harus masuk ke dalam daftar utama tempat wisata yang wajib dikunjungi.
      Masyur dengan gili Trawangan, Air dan Meno di barat laut dan lokasinya yang dekat dengan pulau Bali menjadikan gili-gili tersebut menjadi destinasi favorit di Lombok. Namun banyak yang tidak tahu jika Lombok menyimpan banyak pesona wisata selain gili-gili di barat lautnya. Perpaduan keindahan alam, kearifan budaya dan lezatnya kuliner dapat kita dapatkan di Lombok. Fasilitas dan akses juga sudah mendukung sehingga tidak sulit bagi traveler untuk menjelajah Lombok. Gili-gili di Lombok Barat bagian bawah di area pelabuhan Lembar salah satunya.

      Tidak sulit untuk menemukan penyebrangan ke gili Sudak. Dengan aplikasi penunjuk jalan di smartphone sudah cukup menunjukkan jalan dengan jelas. Dari Mataram sekitar satu setengah jam menggunakan kendaraan roda dua dengan mengambil titik tujuan Penyebrangan ke Gili Sudak. Nikmati saat masuk jalan Raya Sekotong – Lembar, bukit-bukit dengan padang rumput kuning kecoklatan, gradasi laut toska dan biru gelap, awan seperti kapas lembut yang melayang serta suasana pelabuhan Lembar menjadikan perjalanan yang tidak membosankan.
      Kami ragu saat aplikasi mengarahkan ke jalan tanah merah berbatu. Tiba-tiba seorang ibu yang sepertinya melihat keraguan kami dengan ramahnya menyapa lalu menanyakan tujuan kami. Ibu yang tidak sempat saya tanyakan namanya memberitahukan kalau jalan tersebut memang jalan menuju penyeberangan gili Sudak.  Masuk ke area pemukian sudah terdapat banyak plang-plang yang menyediakan jasa perahu penyeberangan. Kami disambut dengan tawaran-tawaran jasa penyebrangan dengan ramah tanpa paksaan.
      Pak Nasar dan kedua anaknya menemani kami. Selain memberikan jasa perahu, Pak Nasar juga seorang nelayan yang menangkap ikan dengan teknik spearfishing. Tidak dengan alat yang modern tapi masih dengan tombak tradisional. Ikan-ikan yang diambil juga tidak sembarangan. Jenis, ukuran dan lokasinya harus sesuai ketentuan, pilih-pilih. Bukan karena nantinya tidak laku saat dijual, tapi untuk menjaga kelestarian biota laut di perairan Sekotong. Hasil tangkapan Pak Nasar dijual di homestay dan restoran di area gili Sudak.

      Gili Naggu menjadi pemberhentian pertama. Lokasinya terluar diantara gili-gili lainnya di area Sekotong. Sudah banyak homestay dan resort disini dan cukup ramai dikunjungi. Perahu tidak boleh sembarangan menepi karena terdapat kawasan konservasi terumbu karang. Perahu hanya bisa menepi di area dekat dermaga yang dasarnya pasir. Kearifan lokal dalam mengelola sumber daya dan menjaga lingkungan berhasil menjaga keindahan bawah laut di gili Nanggu. Terumbu karang cukup dangkal jadi kita harus berhati-hati saat snorkeling agar tidak merusak terumbu karang.

      Berbeda dengan gili Naggu, gili Sudak lebih sepi pengunjung hanya terdapat beberapa orang yang santap siang. Di gili Sudak juga terdapat homestay.  Kondisi bawah laut gili Sudak agak memprihatinkan ditambah dengan jarak pandang yang rendah sehingga saya tidak berlama-lama di dalam air. Jarak gili Sudak dan Lombok yang cukup dekat membuat wisatawan yang menginap di Lombok hanya menggunakan kano ke gili Sudak hanya untuk makan siang. Sebelum kembali ke Lombok saya singgah di gili Kedis, ukurannya lebih kecil dari ukuran lapangan sepak bola. Di gili Kedis kita harus membayar restribusi. Cobalah memutari pulau, terdapat sisi yang hanya berupa pasir dan sisi lainnya berbatu. Cocok untuk yang suka fotografi.

      Hari masih siang tapi kami sudah kembali ke Lombok, terlalu cepat menurut Pak Nasar. Tapi perjalanan kami masih jauh karena harus ke Sembalun. Sambil antre bilas dan bersih-bersih, kami menikmati pisang goreng dan teh hangat buatan istri pak Nasar yang ternyata adalah ibu yang memberitahukan jalan saat kami kebingungan. Kami berbagi cerita dengan Pak Nasar. Dengan geliat pariwisata di daerah Sekotong yang semakin baik, Pak Nasar memiliki rencana untuk memiliki jasa penyeberangan dalam kapasitas besar. Sudah banyak permintaan dalam jumlah besar yang menggunakan bus-bus pariwisata tapi karena tidak adanya fasilitas yang mendukung seperti lahan parkir, tempat bilas yang banyak atau ruang tunggu, mereka pindah ke tempat lain.
      Kami pamitan dan melanjutkan perjalanan ke Sembalun, dari pesisir pantai ke dataran tinggi. Saya yakin di Sembalun akan melihat pemandangan yang indah dan ramahnya masyarakat Lombok yang tidak kalah seperti di Sekotong.

       
       
       
       
       
       
       
       
       

    • By Ilhammb
      Teman2,
      Saya lagi cari teman Jalan2 di Lombok tanggal 24 November - 26 November 2017. Keberangkatan Jakarta dari SHIA (CGK), saya dapat tiket yang jam 05:00 WIB. Sampai Lombo BIL (LOP) jam 07:55 WITA.
      Itinerary
      Untuk Itinerary-nya, sebagai berikut :
      24 Nov - Hari Pertama - 08:30 Wita : Dari Bandara int. Lombok (LOP) pakai damri ke Pool damri Senggigi (Bisa Janjian di Pool Mataram kalo ada yang mau), Cari sewaan Motor, lalu ke Hotel untuk Check in. Jalan ke kota ampenan,  sarapan di pantai ampenan, sambil jalan2 atau menikmati sekitar pantainya dan kotanya sambil balik ke snggigi >>  Jalan2 di kota senggigi sambil Cari tempat makan siang. Lanjut Jalan2 ke pantai sengigi, dan sekitarnya seperti ke pantai batu bolong, menikmati pemandangan sambil nunggu sunset. Lanjut ke penginapan. Cari Makan Malam disekitar kota dan Istirahat.

      25 Nov - Hari Kedua - 08:00 Persiapan buat Check out. >> ke pelabuhan Bangsal buat nyebrang ke Gili Trawagan. Lagsung ke penginapan checkin. Jalan2 di Gili Terawangan (bisa snorkling, jalan2 ngelilingin Gili dll. sesuai kesepakatan dan isi kantong hehe) sampai hari ketiga. 

      26 Nov - Hari ketiga - Liat sunrise di pantai  >> ke penginapan untuk sarapan, persiapan dan check out. >> Jam 11:00 Checkout, kembali ke pelabuhan untuk nyebrang ke Bangsal. >> Ke Desa adat Sade buat beli Oleh2 atau alternatif lain kalo sempat >> 15:00 ke Bandara dan Pulang (peerbangan saya ke Jakarta jam 18:00 WITA).
      Jujur aja itinerary di atas mainstream banget, karena saya baru pertama kali ke Lombok.
      Sebenarnya itinerary nya flexible, kecuali gili dan Desa Adat Sade.
      Sharing Cost.
      Biaya yang bisa di share, sebagai berikut ;
      Penginapan di Senggigi 155.000 (Twin bed)* belum termasuk sarapan
      Penginapan di Gili 350.000 (Twin Bed) * Plus Sarapan
      Sewa Motor 3 Hari 160.000 + Bensin 60.000
      Parkir dan titip motor di Bangsal.
      **Biaya diatas belum dishare
      Check Point
      Titik kumpul mulai dari Jakarta - Lombok, sebagai berikut :
      1. Bandara Soekarno-Hatta
      2. Bandara Internasional Lombok
      3. Pool Damri Senggigi atau Mataram kalo ada yang janjian di Damri Mataram
      4. Pelabuhan Bangsal (25 Nov 2017)
      5. Gili Trewangan.
      Contact person :
      Line : Ilhammuharrom
      IG : ilhammu
      Email : [email protected]