Sign in to follow this  
Dessi Rajino

Hiking Hingga Bumi Perkemahan Sukamantri, Ciapus, Bogor

5 posts in this topic

Bagi Anda yang senang wisata alam, berjalan-jalan bersama keluarga, melakukan hiking bersama teman-teman, di lereng Gunung Salak dari sisi kota Bogor terdapat Bumi Perkemahan Sukamantri, dengan area seluas -/+ 5 ha. Bumi Perkemahan ini terletak dalam Taman Nasional Gunung Halimun.

 

post-35039-0-00506800-1422866526_thumb.j

 

Cara mencapai ke lokasi juga tidak sulit kok. Ambil angkutan kota 03 dari Terminal Ramayana (BTM = Bogor Trade Mall) yang menuju Ciapus, berhenti di daerah Taman Sari (tepatnya Jl. Kabandungan), lalu berjalan kaki naik. Sebenarnya, kendaraan pribadi bisa naik hingga Bumi Perkemahan, hanya disarankan menggunakan jip atau kendaraan lain yang bisa melalui kondisi off-road. Apabila ingin berjalan kaki naik, maka kendaraan pribadi bisa diparkir di pos Taman Sari. 

 

Dari pos Taman Sari ini kita bisa hiking sejauh 2 km hingga ke bumi perkemahan. Track-nya juga gak susah sih, cukup mudah karena jalurnya sudah ada. Sekedar tips, gunakan sepatu olahraga yang nyaman karena jalannya berbatu dan cukup licin apabila habis hujan.

 

Pada waktu saya bersama teman-teman ke sana, Bogor baru diguyur hujan selama beberapa hari, namun pagi itu udara cerah dan segar. Asik banget deh ...
Walaupun kurang pagi rasanya kami ke sana, baru jam 7 kami mulai naik. Maklum deh, krn saya naik kendaraan pribadi baru start pukul 5.30 dari Jakarta. Pada waktu kami mulai naik, banyak orang yang sudah turun karena ternyata banyak yang sudah naik dari sebelum matahari terbit.

 

post-35039-0-64748800-1422867997_thumb.j

 

Sepanjang perjalanan, kita akan melewati hutan pinus. Kalau bosan melalui track yang sudah 'jadi', bisa juga kita mbrabas pohon pinus, cari jalan pintas.

 

post-35039-0-56090000-1422851633_thumb.j post-35039-0-20825900-1422870932_thumb.j

 

Bumi Perkemahan Sukamantri sendiri bisa menampung kira-kira 300 orang pada saat yang bersamaan. Di lokasi, tersedia MCK, warung kopi dan mie untuk darurat. Kami sendiri membawa bekal nasi timbel, oncom leunca, tumis pare ikan asin, serta tempe mendoan untuk kami gelar berpiknik di atas. Nyaammmmm .... nikmat sekali.

 

Sayang kami harus segera kembali ke Jakarta, sehingga tidak sempat melanjutkan perjalanan ke Curug Nangka.

 

post-35039-0-34188400-1422870627_thumb.j

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By anakanakani
      Tahukah anda tentang wisata alam Kalimantan ini? wisata alam ini adalah Surga. Menurut beberapa sumber berita terpercaya, Pangeran William pernah rela menghabiskan waktunya selama 2 minggu tinggal di pulau Maratua. Pulau yang terletak di ujung nusantara ini memberikan sensasi eksotis yang tidak terkira, terutama di alam bawah lautnya. Seperti cerita ‘Little Mermaid’ atau ‘Finding Nemo’, Anda kalau sudah di pulau Maratua bisa menjadi bintang utamanya saat itu juga. Bagaimana tidak, hanya di sini Anda bisa menyelam lautan jernih ditemani bersama ikan-ikan besar bahkan penyu besar.
      Saya tidak menyangka bahwa selain Raja Ampat yang menjadi pusat perhatian dunia terdapat pulau Maratua yang menjadi surganya para penyelam. Membaca artikel dari rajakamar ini membuat ane bergeming kagum. Luar biasa sekali yah Alam Indonesia ini.. AMAZING!
    • By Asep Andri
      Hujan gerimis, suasana remang, rumah bocor, bau bangke tikus, sungguh indah istanaku. Kali ini aku akan menyambung cerita perjalananku di Situ Patenggang. Baca cerita sebelumnya

      Ya, Dari lokasi kawah putih, aku lanjutkan perjalanan ke Situ Patenggang. “Patenggang tebih keneh pak?†Tanyaku pada sopir ontang anting di Kawah Putih. “Caket, 3 kiloanâ€jawabnya singkat. Sepanjang 3 kilo ini mataku disejukkan dengan hamparan perkebunan teh. Banyak juga pasangan muda mudi yang memarkirkan kendaraan mereka ditepi jalan dan menikmati indahnya pemandangan. Ingin rasanya menendang mereka hingga jatuh terperosok kebawah sana HAHAHA, kan romantis nyungsep bareng, ya kan? Bukan aku iri dengan mereka yang sedang memadu kasih, tapi… ah sudahlah. Kita juga akan melewati pemandian air panas Cimanggu dan Ciwalini, yang mau berendam cocok nih kesini. Dulu aku pernah ke Cimanggu dengan keluarga, tapi tidak ada yang berkesan saat kita tidak mengerti. Apaan sih? Skip, lanjutkan.

      Sampai di pintu masuk situ Patenggang, aku dihadang oleh seorang perempuan cantik berkebaya. Kami, yaelah kami! Beradu pandang dan saling diam membisu selama beberapa jam, eh detik. Dalam hati aku berpikir, “Kenapa nih, mau kenalan kali ya? Aku tahu aku ini pria idaman wanita, tapi jangan sekarang lah, aku sedang ingin jalan jalan.†“24 Ribu†Dia memecah keheningan. “Anjoy! Apa-apaan ini? Cantik-cantik kok malak? Toloooong! Aku di rampok!†Akhirnya dengan senang hati aku berikan 30 ribu. Ternyata preman, bukan bukan, tapi pregirl ini masih baik hati, aku masih diberi kembalian 4 ribu. Dan aku gunakan untuk parkir di hatinya. #Preeeeett!!!
      Ternyata ada sebuah mobil disampingku yang didalamnya ada cewek yang aku temui di Kawah Putih tadi. Ituloh, yang memintaku menggantikan pacarnya. Baca cerita sebelumnya. Saling lempar senyum, gak enak hati juga sebenarnya. Karena aku tahu dia pasti cemburu melihat kedekatanku dengan pregirl ini HAHA.

      Belum mencapai situ, aku berhenti di sudut yang menampilkan Patenggang dari atas. Secara keseluruhan, aku merasa disinilah spot terbaik menikmati Situ. Hamparan kebun teh dan Situ Patenggang serta hangatnya sinar matahari harus kamu rasakan disini.


      Sampai di Situ Patenggang, aku tidak ingin terburu buru. Aku mulai menelusuri Situ dari sisi kiri. Banyak kios kios menjual souvenir yang akan kita lewati, dari pakaian, accessories sampai makanan lengkap tersedia. Disini kita akan menjumpai danau kecil, gak kecil kecil juga sih. Danau ini sepertinya sepi peminat, hanya perahu bebek berjejer di tepi danau. Disini juga kita akan menemui sebuah jembatan bambu dan beberapa tenpat seperti saung, tapi bukan saung, apalah itu namanya. Yang sudah pasti dihuni oleh banyak pasang kekasih, cocok banget buat bawa seligkuhan kesini HAHA. Aku juga menjumpai sejumlah orang yang sedang memancing disini, ingin rasanya melempar granat tepat di depan mereka. Seperti kebiasaanku saat kecil dulu, lalu kabur sambil dikatain Gob*log HAHAHA.



      Kembali menyusuri Situ, banyak perahu berjejer yang siap mengantarmu ke pulau di seberang sana. Yah, Pulau Asmara dan Batu Cinta. Konon pasangan yang berkunjung kesini, cinta mereka akan abadi. Gak percaya? Buktikan dengan selingkuhanmu. Dan kuputuskan menaiki perahu untuk mencapai Pulau Asmara, sebenarnya mau berenang saja, tapi apa daya aku hanya membawa baju yang kupakai. Jadi naik perahu sajalah. Dengan melompat aku menaiki perahu, sontak 4 orang yang sedang ada di perahu kaget karena perahu tiba tiba bergoncang karena lompatanku. Bahkan saking kagetnya satu dari mereka melompat kedalam air HAHAHA #JustKid



      Setelah penumpang penuh, perahu pun di dayung menuju Pulau Asmara. Dari obrolan singkatku bersama pendayung yang akrab dipanggil “Pak Hajiâ€, aku mengetahui bahwa disini terdapat beberapa jenis ikan, dan diperbolehkan juga memancing. Dengan catatan membawa benih ikan untuk ditebar terlebih dulu, dan hasil pancingan yang besar boleh dibawa pulang. Terdapat juga hiu, buaya, anaconda, dan reptile jinak lainya. Reptile mana yang jinak? Skip. #JustKid
      Sampai di pulau asmara, langsung aku cari Batu Cinta. Mana? Mana? Oh ini, aku tidak sempat mengambil gambarnya karena penuh dengan orang yang berfoto. Tidak lebih dari 5 menit aku mengelilingi Pulau Asmara ini. Ya, karena pulau ini terbilang kecil. Beberapa warung menjajakan aneka jajanan, jagung bakar, ikan bakar, ayam bakar, sapi bakar, kuda bakar, kerbau bakar, hingga semua menu dengan embel embel berakhiran bakar ada disini. Udah? Segini aja Pulau Asmara? Ternyata belum pemirsa, penasaran aku mendaki bukit yang ada dibelakang. Tenyata pemandangan Situ Patenggang dari sini juga tidak kalah indahnya.



      Menyenangkan karena dipuncak bukit ini walaupun tidak kosong tapi terbilang sepi, yang artinya aku bisa menikmati keindahannya dengan tenang. Ada sebuah batu yang cukup besar di puncak bukit ini, sayang terdapat banyak coretan oleh tangan tak bertanggung jawab. Banyak tulisan nama pasangan disini, sebenarnya ingin juga menulis namaku dan orang yag aku suka dibatu ini, tapi karena aku lebih cinta alam daripada wanita #Yaelah maka tidak aku lakukan #PadahalGakBawaAlatTulis #Hiks #Lebay

      Puas menikmati Situ Patenggang dari puncak Pulau Asmara, aku kembali kebawah menunggu perahu untuk kembali ke seberang. Sambil menunggu perahu penuh, aku menikmati hangatnya gorengan dan segelas kopi panas sambil menikmati cantiknya wajah si teteh penjualnya Situ Patenggang. Perahu penuh, kita segera kembali ke seberang. Sepanjang perjalanan kembali ke seberang ini, aku mencelupkan tanganku kedalam air yang sangat segar, bukan dingin, tapi segar. Kamu harus merasakannya sendiri. Mencelupkan tangan ya, bukan kepala, yakali mencelupkan kepala sepanjang 15menit perjalanan, tiba diseberang udah dapet gelar almarhum HAHA.



      Sampai diseberang, aku diam beberapa saat di pinggir perahu. Ngapain? Nunggu ditagih bayaran. Satu menit, dua menit, kriiiik, kriiiiik. Kok gak ada ya? Gratis? Gak mungkin, dari info yang kutahu tarifnya sekian puluh ribu. Akhirnya aku beranjak pergi, sampai dirumah baru ditagih HAHA. Jarak beberapa meter aku melangkah barulah seseoang menghampiri menagih bayaran. Malu juga karena takutnya aku dianggap kabur tidak mau membayar #PadahalIya HAHA. Ngak nggak aku gak ada niat untuk kabur. Cuaca mulai mendung hari pun sudah sore, kuputuskan untuk mengakhiri petualangan pertamaku dan pulang ke rumah…..ku lah, masa rumahmu.

      Secepat keong aku sudan sampai di Jl Raya Ciwidey, aku berhenti di depan Saung Sari yang memang sudah aku rencanakan dari awal. Aku ingin makan liwet strawberry dan strawberry goreng disini. Recomend yang suka wisata kuiner nih, Saung Sari namanya. Aku lihat isi dompet, hanya tersisa 20ribu. Ah, hanya cukup untuk bensin, seandainya bisa bayar pake KTP HAHA. Gak jadi mampir, aku melesat pulang bagaikan ultraman. Dan yah, begitulah cerita perjalanan pertamaku. Apa aku seorang Backpacker? Apa aku seorang Traveler? Entahlah, aku hanya suka jalan jalan.
    • By kbatur.com
      Ini post pertama ane, mudah mudahan bisa membantu

      1. Jatiluwih - Tabanan
      Desa Jatiluwih berada di ketinggian 850 meter di atas permukaan laut di lembah Gunung Batukaru. Desa Jatiluwih berada di daerah pariwisata Kabupaten Tabanan dimana anda dapat menikmati sawah berteras dengan pemandangan matahari terbenam yang indah. Namun untuk menempuh desa ini anda dapat melalui jalan sempit menanjak untuk mencapai destinasi cantik ini. Desa Jatiluwih berada di kecamatan Penebel sekitar 20 km di utara kota Tabanan. Desa Jatiluwih dulunya bernama Desa Girikusuma yang namanya dirubah pada era Raja Dalem Waturenggong (1460-1552).


      Desa Girikusuma dulunya memiliki seorang pendeta bernama Ida Bagus Angker yang membangun Pura Gunung Sari dengan Ida Bhagawan Rsi Canggu di abad ke-16. Halaman dalam Pura Gunung Sari memiliki padmasana untuk memuja Tuhan dalam bentuk Dewa Siwa. Orang-orang Bali memuja Tuhan untuk mendapat kemakmuran dan keamanan dalam sektor pertanian. Desa Jatiluwih termasuk dalam salah satu obyek wisata dengan panorama indah yang sesuai dengan namanya: jati dan luwih. ‘Jati’ berarti benar-benar dan ‘luwih’ berarti utama dan cantik. Pematang sawah berterasering ini hadir dengan hutan dan gunung sehingga destinasi ini menjadi tempat yang menarik untuk anda kunjungi. Jatiluwih juga merupakan salah satu penghasil beras terbesar di Bali selain itu area ini menjanjikan rute trekking yang dapat ditempuh dengan dua jam berjalan kaki. Di desa ini anda dapat mengunjungi Pura Petali yang digunakan untuk memuja Tuhan sebagai pemberi berkah dalam sektor pertanian. sumber klik disini

      2. Menjelajah Puncak Gunung Batur
      Pulau Bali telah lama menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal dan internasional. Selain wisata pantainya, Bali juga memiliki Gunung Batur yang dapat menjadi salah satu destinasi trekking anda. Gunung berapi aktif ini terletak di Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali di sebelah barat laut Gunung Agung. Batur juga merupakan desa pegunungan yang makmur dimana anda akan menemukan Desa Batur yang dibangun di pinggir kaldera sebelah selatan Kintamani.

      Sambil menikmati keindahan kalderanya yang indah, anda juga akan menemukan keindahan Danau Batur di dasar kaldera kedua. Danau ini berbentuk bulan sabit yang terbentuk akibat dua letusan besar di masa lampau. Di tepi barat danau ini anda akan menemukan Toyobungkah, sumber mata air panas yang biasanya digunakan untuk berendam dan dipercaya baik untuk kesehatan kulit anda. Jika anda ingin mandi di tempat yang lebih tertutup, anda dianjurkan ke kompleks sumber air panas Tirta Sanjiwani.



      Kawasan gunung ini kemudian dikenal sebagai objek wisata utama di Kabupaten Bangli. Dalam Lontar Susana Bali diceritakan pembentukan gunung ini berasal dari legenda Batara Pasupati yang hendak memindahkan puncak Gunung Mahameru untuk dijadikan Istana Betari Danuh. Disini anda juga akan menemukan Pura Ulun Danu yang kini dikenal sebagai pura paling indah di Bali. Pura ini dipersembahkan untuk Dewi Danu, dewi penguasa air sama halnya dengan pura yang ada di danau Beratan.

      Gunung ini juga memiliki beberapa mata air yang dianggap sebagai tirta suci. Selain wisata alamnya, Gunung Batur juga menyediakan wisata budaya di Trunyan. Desa Trunyan yang beragama Hindu memiliki tradisi yang sedikit berbeda dari orang Bali di daerah lain. Orang Trunyan tidak memakamkan atau membakar jenazah namun meletakkannya dibawah pohon setelah melakukan upacara adat untuk kematian. Tempat terbaik untuk mengunjungi Gunung Batur adalah di daerah Penelokan, disini anda dapat bersantai di restoran lokal sambil menikmati pemandangan gunung Batur dan Danau Batur. Untuk mendaki puncak Gunung Batur diperlukan kira-kira 3 jam trekking yang dianjurkan ditemani oleh pemandu lokal yang mengerti medan gunung ini. sumber klik disini

      3. Mengunjungi Alas Kedaton

      Jika anda mengunjungi Bali, tur anda tidak akan lengkap tanpa mengunjungi Alas Kedaton. Alas Kedaton termasuk salah satu tujuan wisata di Bali dimana anda akan menemukannya di Desa Kukuh, Kecamatan Marga sekitar 4 km dari kota Tabanan. Pura ini memiliki dua keunikan yang menarik orang-orang untuk mengunjungi objek wisata ini. Keunikan pertama adalah pura ini memiliki 4 pintu masuk.

      Pintu masuk berada di sebelah barat, selatan, timur dan utara. Semua pintu masuk mengarah ke halaman tengah. Keunikan kedua adalah halaman dalam pura ini yang merupakan bagian tersuci di pura ini yang berada lebih rendah dari halaman yang lainnya. Tempat suci ini dikelilingi hutan dimana monyet-monyet tinggal disini sebagai binatang yang dikeramatkan. Disini anda juga akan menemukan kelelawar di batang-batang pohon. Jadi jangan lupakan pura cantik ini ketika anda berkunjung ke Bali. sumber klik disini

      4. Atmosfer Pedesaan Bangli
      Bangli merupakan bagian dari Pulau Bali. Kota ini termasuk salah satu dari sembilan kerajaan yang pernah memerintah di pulau ini. Bangli tidak memiliki wilayah laut namun disini anda dapat menikmati keindahan Gunung Batur dan Danau Batur di kecamatan Kintamani. Bangli secara administratif terbagi menjadi 4 bagian: Susut, Tembuku, Bangli dan Kintamani. Pemerintah Bangli memiliki banyak penduduk sehingga pemerintah setempat lebih menekankan pada sektor pertanian sementara itu sektor pariwisata dan industri menjadi sektor pendukung.



      Orang Bangli memiliki ketrampilan menganyam bambu secara manual. Hal ini terjadi karena kelebihan produksi bambu di Desa Kubu. Desa Bangli juga terkenal akan kerajinan kerisnya juga perhiasan perak dan kuningan. Jika anda menyempatkan diri ke Bangli anda dapat berkunjung ke Desa Kubu, Undisan, Peninjoan Tembuku dan Apuan dan Tanggahan di Susut untuk membeli kerajinan lokal. Disini anda dapat membeli perhiasan perak, keris dan kuningan. Desa Bangli juga memiliki tanah subur dimana anda dapat menanam kopi Arabica di perkebunan Bangli. Selain itu anda dapat menginap di De Umah Bali untuk menikmati suasana desa Undisan Kelod. sumber klik disini

      5. Desa Beng
      Desa Beng di kecamatan Gianyar, kabupaten Gianyar, Bali telah lama menjadi produsen kaos Barong, oleh-oleh khas Bali yang banyak dijual di pulau ini. Desa ini dikenal sebagai produsen souvenir Bali yang terkenal dikalangan wisatawan pulau ini. Anda bisa melihat langsung pembuatan kaos Barong ini di Desa Beng. Disini anda dapat melihat para pengrajin lokal membuat kaos ini dengan cara yang masih sederhana dibuat dari kain rayon.



      Proses pembuatan dimulai dari pemotongan kain sesuai ukuran kemudian diwarnai dan dikeringkan. Setelah kaos ini kering, anda dapat mulai menggambar kaos ini. Biasanya para pengrajin dapat menghasilkan 150 kaos dalam sehari. Kaos Barong di Desa Beng kemudian dipasarkan ke Pasar Sukawati, keluar daerah separti Jakarta dan Surabaya juga keluar negeri seperti Belanda dan Australia. Pembuatan kaos Barong telah dilakukan secara turun temurun diantara warga Desa Beng. Desa Beng sekitar 25 km atau 35 menit berkendara dari Kota Denpasar.

      6. Sehari di Nusa Lembongan
      Pulau Nusa Lembongan menjadi destinasi berikut untuk anda mengingikan liburan yang menyenangkan tanpa keramaian seperti yang akan anda dapatkan di Pulau Bali. Lembongan menghadirkan pulau berukuran kecil dalam nuansa tropis di pesisir tenggara Bali. Pulau ini jauh dari keriuhan area Bali Selatan namun anda tetap dapat menikmati pantai berpasir putih dimana anda dapat berselancar, diving dan snorkeling. Anda dapat mengakses Nusa Lembongan atau helikopter dari Bali. Layanan kapal biasanya tersedia di Pantai Sanur dimana anda dapat menyewa fast boat harian atau cruise.



      Beberapa pilihan cruise tersedia di Pelabuhan Benoa, Nusa Penida bahkan anda juga akan menemukan beberapa cruise yang berangkat dari Pulau-pulau Gili dan Lombok. Ketika anda tiba di Nusa Lembongan, pulau ini menyediakan pesisir cantik untuk anda yang ingin berelaksasi dengan menyisir sepanjang pantai pulau ini. Disini anda akan menemukan berbagai jasa akomodasi untuk tempat anda menginap dan restoran. Anda dapat menjelajahi pulau ini hanya dalam dua jam sementara itu anda dapat mengunjungi Nusa Ceningan, pulau tetangga yang dapat diakses melalui jembatan gantung. Jika anda terlalu lelah berjalan, anda dapat menyewa sepeda yang tersedia untuk disewa di hotel-hotel Nusa Lembongan dan rumah-rumah penduduk sekitar yang disewakan. Sepeda-sepeda tersebut disewakan dengan harga Rp20,000-30,000 per hari. Di sisi lain anda dapat menyewa sepeda motor sehingga anda tidak perlu bersusah payah walaupun kendaraan ini tidak terlalu diperlukan karena pulau ini kecil.
      Nusa Lembongan memiliki pantai-pantai cantik dimana anda dapat menghentikan sepeda anda dan melihat sekeliling. Dream Beach menyajikan pantai yang tenang dengan pasir berwarna putih bersih di pesisir selatan pulau. Walaupun pantai ini cantik anda tidak disarankan untuk berenang disini namun anda dapat menghabiskan waktu di sebuah kafe yang berada di sebuah resort. Lanjut ke jalan pesisir barat pulau dari Jungut Batu, anda bisa singgah sejenak di hutan bakau Lembongan. Hutan bakau berukuran besar ini berada di sisi utara Lembongan yang dapat anda kunjungi dengan jukung, perahu tradisional. Pulau ini secara keseluruhan menyediakan olah raga air untuk anda nikmati seperti selancar dan scuba diving. Nusa Lembongan memiliki tiga pantai yang cocok untuk berselancar seperti Lacerations, Playgrounds dan Shipwrecks.
      Ketiga pantai yang bisa anda gunakan untuk hobi selancar anda dapat diakses dengan perahu. Waktu terbaik untuk berselancar jatuh pada bulan April sampai September atau Oktober. Untuk anda yang masih amati, anda dapat mencoba untuk berselancar di Playground. Pada musim kemarau pantai-pantai Lembongan akan dipadati wisatawan yang hendak berselancar. Disini anda akan menemukan dua sekolah selancar di area ini yang menyediakan peralatan selancar yang aman untuk anda. Olah raga air lainnya yang dapat anda nikmati adalah kayak, wake-boarding dan banana boat. Setelah lelah berwisata anda dapat menyelami keindahan bawah laut Lembongan. Area menyelam Lembongan cocok untuk sesi drift diving dengan catatan jika lautan Lembongan berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk diselami. Karang-karang datar hadir dengan ikan pari besar, ikan mola-mola yang langka, hiu bersirip putih dan hiu berkepala palu. Ikan mola-mola dapat anda lihat antara bulan Juli dan Oktober. Selain itu snorkeling menjadi pilihan wisata lain untuk anda yang ingin menikmati laut Lembongan yang jernih. Peralatan snorkeling dapat anda sewa di hotel-hotel atau di sekitar pantai. Setelah anda puas menyelam atau snorkeling, anda dapat menikmati beberapa bar yang langsung tersedia di hotel.

      7. Wihara Buddha di Singaraja
      Brahmavihara-Arama atau Wihara Budha Banjar berada di kecamatan Banjar sekitar 22 km di sebelah barat Singaraja. Wihara ini merupakan kuil yang tenang dengan pemandangan Pantai Lovina di depannya. Kuil Buddha ini memiliki beberapa tempat strategis seperti Upostha Gara, Stupa, Dharmasala dan Kuti. Upostha Gara berada di puncak barat wihara ini yang berfungsi untuk mentasbihkan Bhiku Samanera (calon bhiku).



      Dinding Upostha Gara berisi pahatan kelahiran Sang Buddha sedangkan di tengah ruangan ini anda akan menemukan patung Buddha dalam kondisi mendapat Nirwana. Bagian Stupa merupakan ruangan berbentuk lonceng besar di sisi barat laut wihara ini. Ruangan Stupa diapit dinding-dinding beton dan relief-relief yang menakjubkan. Bagian menarik lain adalah Dharmasala, sejenis ruang kuliah yang digunakan untuk memberikan pidato keagamaan dan berbagai aktifitas keagamaan lainnya. Kuti berfungsi sebagai tempat latihan para bhiku dan juga tempat tinggal mereka. Wihara ini juga memiliki pohon besar dengan pahatan-pahatan di sebelah barat daya kuil ini.

      Pohon ini dilambangkan sebagai bentuk kemenangan Buddha dalam mencapai kesempurnaan yang abadi (Buddha Sammia). Kompleks vihara ini memajang berbagai bentuk patung Buddha di setiap sudut. Jika anda mengunjungi wihara ini anda akan menemukna dua patung Buddha: patung Parinirwana dan patung Buddha dalam kondisi moksa. Wihara ini cocok untuk anda yang ingin menikmati pemandangan indah dan suasana yang tenang karena Sang Buddha telah mengajarkan tentang kemanusiaan dan sikap yang baik dalam melihat dunia fana ini. sumber klik disini





      cukup sekian dulu ya, nanti ane tambahin lagi


      salam,

      kbatur.com
    • By fallout
      Saya baru dapet info nih dari pacar saya tentang air terjun ini. Saya belum pernah sih ke sini.
      Dulu air terjun ini namanya curug Manglayang. Tapi kata orang sana, ada cerita bahwa sepasang penganten bunuh diri dengan terjun dari air terjun ini. Makanya namanya berubah deh jadi curug penganten.


      Air terjun ini ada di wisata alam Katumiri. Wisata alam ini ada di Jl. Raya Cihanjuang Km. 5.56 Parongpong - Bandung Barat. Tiket masuk ke air terjun ini seharga 5rb. Tapi kita juga harus bayar untuk masuk ke wisata alam Katumiri seharga 6rb.
      Di Katumiri ini banyak ada yang namanya Katumiri Outdoor Activities. Aktivitasnya lumayan banyak. ada flying fox, high ropes, wall climbing, berkuda, ATV touring, Mini ATV, Safari Buggy Car, low ropes, dan Paint ball. Seru juga kan.