• Similar Content

    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By deftones12
      DAY 6
      Karena menjadi hari terakhir liburan, agenda hari ini super santai. Biasanya jam 9 udah check out dari hotel, kali ini saya minta driver datang jam 12.
      Tapi jam 9 saya tetap keluar hotel, karena kita gak dapat sarapan gratis di hotel. Saya menyusuri Jalan Petitenget sambil mengagumi kafe-kafe dan butik lucu di kiri-kanan jalan. Oya, buat tambahan informasi, si Dash Hotel Seminyak ini dekat banget sama Deus Ex Machina dan Biku yang suka masuk daftar tempat makan wajib di Seminyak.
      Tapii….tujuan utama saya buat sarapan adalah….Revolver Espresso.
      Jatuh cinta banget sejak pertama kali nyobain kopi di sini waktu liburan tahun lalu. Revolver ini emang termasuk salah satu coffee shop terhits di Bali, simply because kopinya emang enak, IMO. Harga makanan dan minumannya juga masih standar, malah banyak kafe di Jakarta yang lebih mahal. Menu rekomendasi saya sih Silencer, yaitu granola dengan frozen yogurt blueberry atau acai berry dan potongan buah. Segaarrr dan kenyang!


       
      La Joya Biubiu
       
      Sebenarnya agenda utama kita di hari terakhir ini ya di La Joya Biubiu ini. Gak lain dan gak bukan adalah untuk SPA!
      Penasaran aja sih, udah beberapa kali ke Bali tapi belum pernah ngerasain spa cantik macam di majalah-majalah
      La Joya Biubiu sendiri merupakan resort dekat Pantai Balangan. Jadi perjalanan ke sini lumayan jauh dan macet ya, secara aksesnya emang cuma satu jalan doang. Apalagi waktu itu jatuhnya di hari Sabtu, makin banyak lah mobil dan bus wisata yang melewati jalan itu.
      Lokasi La Joya Biubiu lumayan ngajak blusukan sih….tapi view-nya emang keren banget!


      Hanya, yang bikin kita kaget adalah tempat spanya yang lumayan terbuka. Jadi area spa itu ada di dekat kolam renang. Walaupun berada di dalam gazebo tertutup, tapi orang-orang bebas berkeliaran di dekat situ sih, jadi bisa liat kita yang lagi pasrah di atas meja pijat.
      Tapi, overall, spanya oke. Gak sampai mind-blowing, tapi tetap lebih worth it dibandingkan spa di tempat-tempat spa biasa. Apalagi, ternyata rate Balinese message nya juga gak sampai Rp 200.000, sama dengan rate di beberapa hotel bintang 3 di Seminyak. Padahal pemandangan yang ditawarkan itu mahal banget
       
      Pantai Gunung Payung


      Setelah segar dipijat, kita pun beranjak ke tujuan berikutnya, yaitu Pantai Gunung Payung. Pantai ini letaknya tetanggaan sama Pantai Pandawa yang lebih dulu populer. Tapi, karena belum terlalu banyak yang tau soal pantai ini (yang jelas lebih sedikit daripada yang tau soal Pantai Pandawa), jadi suasananya masih sepi dan tenang.
      Tapi mungkin tahun depan bakal lain ceritanya. Karena waktu kita ke sana, udah mulai terlihat pembangunan yang sepertinya proyek hotel atau lapangan golf. Akses ke Pantai Gunung Payung juga terus diperbaiki supaya pengunjung bisa mencapai pantai dengan lebih mudah. Biaya retribusinya sendiri sekitar Rp 13 ribu per wisatawan lokal.
      Agak salah sih mengunjungi pantai ini setelah spa. Karena kita harus turun naik tangga yang jumlahnya lumayan lah bikin ngos-ngosan jadi pegel lagi deh….
      Tapi, gak masalah, karena pemandangan pantainya cantik banget. Kebalikan dengan tempat-tempat wisata lain yang kami kunjungi sebelumnya, di Pantai Gunung Payung ini hampir semua pengunjungnya adalah wisatawan lokal, walaupun jumlahnya gak banyak. Mereka udah ambil posisi untuk santai sambil nunggu sunset.
      Karena tadinya kita sempat berencana rendezvous dengan teman yang lagi di Finn’s Beach Club, kita gak lama-lama di Pantai Gunung Payung. Ternyata rencana itu gagal. Jadi nyesel gak nungguin sunset di pantai
       
      Yah, demikian pengalaman liburan 6 hari saya ke Bali Utara dan Timur kemarin. Semoga bisa menambah rekomendasi tempat-tempat menarik buat yang lagi rencana liburan ke sana yaaa ^^
    • By vie asano
      Saya sudah berbagi sedikit info tentang panduan belanja di Seoul pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?. Untuk melengkapi tulisan tersebut, kali ini saya ingin sharing tips apa saja yang perlu diperhatikan agar momen belanja di Seoul terasa lebih afdol. Tips-tips tersebut saya ringkas dalam beberapa point, kurang lebih berikut isi tips-nya:
      Seputar tempat belanja
      Pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?, di bagian penjelasan tentang Dongdaemun Market, saya menulis jika Dongdaemun Market sebagai pusatnya fashion Korea yang sesungguhnya. Beragam trend fashion terkini awalnya dari Dongdaemun Market, namun bukan berarti disinilah tempat termurah untuk berbelanja fashion. Kenapa? Karena di Seoul, barang yang sama bisa dijual dengan harga yang berbeda tergantung lokasi penjualannya. Kaos seharga puluhan ribu won di daerah Apgujeong Rodeo Street bisa saja dijual seharga ribuan won di area sekitar kampus (seperti Hongdae dan Shinchon), dan bisa lebih murah lagi jika dijual di lapak temporer (berupa kios maupun truk). Dari sini ada beberapa tips yang bisa saya bagikan:
      -Jangan langsung membeli barang pertama yang dilihat, apalagi jika distrik tersebut termasuk kawasan mahal. Usahakan untuk membandingkan dulu dengan barang sejenis di toko yang ada di distrik lainnya.
      -Bagi budget traveller, disarankan untuk memilih toko yang ada di distrik level mahasiswa seperti Sinchon dan Hongdae. Banyak lho toko di sekitar kampus yang menjual barang dengan harga miring karena ketatnya persaingan antar toko.
      -Toko di pasar tradisional biasanya bisa lebih murah lagi. Namun konsekuensinya, dibutuhkan skill menawar yang cukup lihat, dan sayangnya nggak semua pedagang pasar tradisional menguasai bahasa Inggris.
      -Alternatif lainnya, belanjalah di sekitar subway (baik di luar stasiun subway maupun di subway underground shopping mall) karena harganya bisa jauh lebih murah dibanding aneka jenis tempat belanja lainnya.
      -Walau saya sebut Dongdaemun Market belum tentu memberikan harga termurah, nggak ada salahnya mencoba membandingkan 2-3 toko di Dongdaemun sebelum memutuskan untuk membeli sebuah barang karena biasanya harga termurah di area ini tetap saja lebih murah dibanding distrik mahal seperti Gangnam. Tips lainnya, belanja di toko kecil maupun lapak-lapak di Dongdaemun biasanya jauh lebih murah dibanding belanja di toko besar di Dongdaemun.
      Seputar waktu belanja
      Punya rencana untuk melakukan wisata belanja di Seoul? Berikut beberapa bocoran momen terbaik untuk belanja dan mendapatkan harga terbaik:
      -Salah satu waktu terbaik untuk belanja adalah pada akhir musim, atau biasanya di bulan Januari, April, Juli, Oktober, dan Desember (untuk department store). Memang sih Anda akan ketinggalan mode terkini di musim tersebut, namun disisi lain, pada akhir musim biasanya berbagai pusat perbelanjaan besar biasanya menggelar diskon khusus untuk menghabiskan stok barang.
      -Siapa sih yang nggak suka diskon? Bagi wisatawan yang ingin mengincar diskon belanja, periode diskon terpanjang biasanya terjadi sebelum dan sesudah Lunar New Year dan Chuseok. Sedangkan untuk kosmetik, biasanya ada diskon besar di akhir tahun.
      -Jakarta boleh punya Jakarta Great Sale. Seoul pun memiliki 2 event diskon besar-besaran, yaitu Seoul Summer Sale dan Korea Grand Sale (di musim dingin). Yang hobi berburu diskonan, jangan lewatkan kedua event diskon tersebut yah.
      Seputar tips menawar
      -Nggak menguasai bahasa Korea namun ingin mencoba tawar menawar? Biasanya sih bahasa Inggris dasar sudah cukup kok, jadi jangan terlalu takut untuk belanja di lapak tradisional yah.
      -Jika membeli di lapak pinggir jalan (seperti mobile kiosk maupun pedagang tenda), selalu usahakan untuk menawar jauh dibawah harga yang ditawarkan baru naikkan penawaran sedikit demi sedikit (misalnya bisa mulai dengan menawar setengah harga jual). Soalnya jika selisihnya tak begitu banyak, biasanya pedagang akan langsung mengiyakan padahal Anda masih bisa menawar lebih jauh lagi.
      -Sulit untuk tawar menawar? Setidaknya mintalah barang gratisan sebagai bonus. Misalnya, jika membeli 3-4 gantungan kunci, mintalah 1 untuk bonus. Atau jika membeli beberapa potong baju, minta 1 baju secara cuma-cuma, dan seterusnya. Jika pemilik toko/lapak tidak mau memberikan barang gratisan, lebih baik bersikap seolah akan pindah toko saja.
      -Tips lain bagi yang ingin berbelanja di lapak non-toko atau belanja di toko kecil. Jika Anda gagal menawar harga, pindahlah ke lapak sebelah dan sebutkan harga terakhir di toko saingan (untuk barang yang sama). Biasanya toko yang baru dimasuki akan memberikan penawaran khusus untuk Anda.
      Seputar harga dan metode pembayaran
      -Untuk metode pembayaran tak jauh beda dengan di Indonesia. Pedagang lapak kecil biasanya hanya menerima cash, sementara vendor besar menerima pembayaran menggunakan berbagai kartu kredit.
      -Jika ada keperluan dengan bank (misalnya ingin menukar uang), ingatlah selalu jam operasional biasanya antara pukul 09.30-16.30 Senin-Jumat.
      -Untuk wisatawan asing, di Seoul ada lho kebijakan Tax Refund yang berlaku di beberapa toko tertentu. Kapan-kapan akan saya bahas beserta ulasan tentang freepass khusus untuk wisatawan yang hobi shopping.
      Seputar ukuran baju
      Sudah jadi rahasia umum jika fashion menjadi barang favorit untuk diburu saat belanja ke Seoul. Berikut beberapa tips untuk membantu Anda memilih baju yang tepat:
      -Jika memang sudah berniat akan belanja baju, sebelum pergi ke Korea Selatan, ketahui dulu ukuran baju Anda dalam ukuran Korea. Biasanya ukuran ditampilkan centimeter, kecuali untuk ukuran pinggang ditampilkan dalam inchi.
      -Beda lagi dengan ukuran sepatu. Biasanya ukuran sepatu ditampilkan dalam milimeter. Jadi agar lebih pasti, sebaiknya usahakan mencoba dulu setiap barang fashion yang akan dibeli.
      -Biasanya, orang asing susah menemukan ukuran baju yang tepat di Korea Selatan (terutama untuk bigsize, karena ukuran baju Korea kecil-kecil). Bagi yang kesulitan dengan ukuran ala Korea, cobalah berbelanja di daerah Itaewon yang sangat dikenal sebagai distrik multikultural.
      ***
      Kurang lebih demikian beberapa tips yang bisa saya bagikan. Jika ada yang mau menambahkan, boleh banget. Oya, saya juga pernah berbagi info seputar shopping guide di Jepang, monggo dibaca-baca juga (lihat disini: Japan Shopping Guide: Tokyo Area, Japan Shopping Guide: Kyoto Area, Khusus Shopaholic, Panduan Dasar Wisata Belanja di Jepang)
    • By Diny Puspa Dewi
      hallo hallo 
      aku lagi cari temen nih buat ke korea tahun depan tepatnya pas libur lebaran berarti sekitar tanggal 1 juni s/d 8 juni 2019, plan stay nya memang 1 minggu
      aku belum beli tiket pesawat atau apapun karena bener2 cari temen yang bisa bareng2 dari berangkat sampe pulang trus diskusiin semuanya brg2 biar enak ><
      pengalaman taun kmrn nekat berangkat sendiri jadi ngebego sendirian di perjalanan huhu
      but thanks to jalan2.com aku dpt tmn ngebolang pas diseoul 
      so kalau ada yang minat dan emg punya plan sama kaya aku boleh hubungin aku di WA 085314754967
      thank you
      ps: emang sih masih lama plannya tapi biar persiapannya lebih mateng aja jadi dr sekarang carinya hehe
    • By Putri Parameswari
      Hai,
      Salam kenal, aku putri
      Aku ada rencana ke korea di tanggal 18 - 24 april 2018
      Mau nyari temen untuk sharing cost dan bareng selama disana
      Sejauh ini aku baru berdua sama temenku

      Let me know kalo ada yang mau join
      Thank you!
    • By Endah Nurdianti
      Hi,
      Saya rencana mau ke Korea spring 2018 ini yaitu di bulan april. Mungkin tanggal 13-22 april sklian for my bday celebration on the 19th. Cari temen ( cewe) buat traveling bareng karna gk biasa solo travel juga. Untuk jalan2nya disana bisa diskusi lebih lanjut. 
      Line : 19frenchie
    • By Timaro
      rencana berangkat 6 february nanti, lagi ada korea grand sale. ini kaya gimana memaksimalkannya ya... mungkin ada yg pernah ngerasain tahun lalu? 
      kalau boleh di share disini...