Sign in to follow this  
Followers 0
theblacksmith

Pontianak : Kota yang duduk tepat di garis Ekuator

4 posts in this topic

Jalan2ers pasti pernah dengar garis ekuator alias garis khatulistiwa. Tapi tau gak apa itu garis ekuator?

Garis ini tu sebenarnya gak kelihatan, tapi fungsinya membagi belahan bumi menjadi dua bagian yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Indonesia merupakan negara yang memiliki tempat terbanyak yang melintasi garis ekuator. Karena alasan inilah negara kita dijuluki negara khatulistiwa.

Pontianak merupakan salah satu diantara banyak kota yang dilintasi garis ekuator. Pontianak adalah ibukota provinsi Kalimantan Barat. Letaknya di delta sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang dan terluas di Indonesia.

Kota ini merupakan satu-satunya kota di dunia yang posisinya tepat di ekuator. Dahulu kala, seorang ahli geografi asal Belanda mencari kota yang posisinya benar-benar tepat di garis ekuator. Pada tahun 1928 dia menemukan Pontianak. Karena alasan inilah dibangun Monumen Ekuator. Awalnya monumen ini hanya berbentuk empat pilar besi.

Kemudian tahun 1930 ditambahkan sebuah bola dunia pada monument tersebut. Dua kali dalam setahun, pada bulan Maret dan September, matahari mencapai titik tertingginya. Saat itu kita dapat menginjak bayangan kita sendiri, dan ngerasain momen 5 menit tanpa bayangan. Menarik kan? ;)

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, saya baru tahu kalo monumen katulistiwa itu di bangun oleh orang asing.

waktu matahari berada di titik tertinggi, kita gak ada bayangan hanya di kota pontianak saja? apa di semua tempat?

saya enggak tahu kalo posisi waktu matahari paling tinggi, ada fenomena seperti itu.

Share this post


Link to post
Share on other sites

belum pernah liat langsung monumen ekuator, cari2 di mbah google dapat gamabarnya :

EquatorMonument.jpg

heheheehe.... only @Indonesia :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • By GuidoFM29
      Sebutan Riam Bananggar ada banyak loh, ada yang menyebutnya riam mananggar, melanggar, balanggar, banangar dan manangar.
      Baca Selengkapnya di TravedisiCREW
    • By twindry
      Kali ini saya mau menceritakan piknik seharian dari Pontianak ke Singkawang dan sekitarnya waktu liburan lebaran beberapa saat yang lalu. Perjalanan kami berangkat dari Pontianak dengan anggota berjumlah 6 orang + 1 supir. Seharusnya 9 orang yang berangkat, tapi karena satu dan lain hal jadilah sisa kami ber 6 yang berangkat pada hari H nya. Kami sewa mobil Avanza Rp 800.000,- (all in supir, uang makan supir, BBM) sharing cost. Ini sudah termasuk murah karena kami dapatnya menjelang lebaran dan kebetulan yang punya mobil saudaranya salah satu yang berangkat bersama kami. 
      Kami berangkat dari Pontianak sekitar jam 04:30. Perjalanan kami lumayan cepat karena masih pagi sehingga jalanan masih lengang. Kami sampai di Sui Pinyuh jam 05:30. Singgah untuk buang air dan minum teh ato kopi hangat sebelum melanjutkan perjalanan (Note: Sui Pinyuh merupakan sebuah kota kecil tempat persinggahan bagi pengendara yang mau menuju ke kota lain dari Pontianak ataupun sebaliknya). Saya minum secangkir teh hangat seharga Rp 3.500 / gelas. Lumayan murah untuk harga luar kota .

      suasana warung kopi tempat persinggahan kami di Sui Pinyuh

      This is our team  saya tukang poto 
      Setelah istirahat sekitar 30 menit, badan hangat dan kelar urusan WC, kami melanjutkan perjalanan. Daerah yang berikutnya kami lewati adalah kota Mempawah. Sebenarnya Mempawah juga bisa di jadikan tempat tujuan wisata karena kota Mempawah sendiri sudah bisa melihat ke arah laut. Jarak dari Sui Pinyuh - Mempawah mungkin sekitar 30 menitan. Kami tidak singgah di Mempawah karena memang masih pagi juga.

      pemandangan laut di Mempawah. Foto dari dalam mobil
      Karena jalanan pagi yang masih lengang sehingga mobil melesat dengan cepat, tiba-tiba saja kami sudah di kota Singkawang. Saya liat jam dan ternyata baru jam 07:30. Kami singgah sebentar di toko bakmie milik saudara anggota kami. Kebetulan dia orang singkawang juga. Duduk sebentar lalu perut mulai lapar. Karena toko bakmie teman kami belum siap, kami putuskan untuk makan Bakmie Loncat. Mendengar namanya saya mengira bakmie nya bakal special, dan ternyata . . .  biasa aja dan rasanya pun masih kalah dengan bakmie yang ada di kota Pontianak. Di sebelahnya bakmie loncat ini ada Bakmie Lompat. Mungkin bisa di coba kalo trip berikutnya ke sana. Siapa tau rasanya ngak mengecewakan. Bakmie Loncat ini letaknya dekat dengan pintu masuk Mall Singkawang. Seporsi bakmie loncat ini + teh es Rp17.000. Kelar urusan perut, kami melanjutkan perjalanan. Rencananya kami mau melihat-lihat salah satu spot prewed nya orang-orang Pontianak, yakni Danau Biru. Danau biru adalah bekas lokasi penambangan emas dan kini menjadi salah satu spot prewed outdoor nya orang Pontianak. Setelah kami cek GPS, seharusnya Danau Biru tidak sulit untuk di temukan karena masih berada di daerah kota Singkawang. Setelah tanya arah dengan penjual bakmie, lalu kami pun melanjutkan perjalanan. 

      yang ini adalah toko bakmie saudaranya temen saya. di sebelahnya ada kelenteng kecil



      suasana toko bakmie loncat

      ini dia bakmie nya. Rasanya biasa banget (note: mengandung pork ya)

      ini view dari depan bakmie loncat
      Sekitar jam 08:00 kami pun melanjutkan perjalanan mencari lokasi Danau Biru. Menurut GPS kami harus melalui pusat kota Singkawang dan saya pun mulai merasa ngak enak. Bukan karena mabuk perjalanan, tapi pusat kota Singkawang yang membuat saya agak khawatir. Pusat kota Singkawang sangat memusingkan seperti labirin karena di pusat kota arah kendaraan yang masuk dan keluar hanya satu arah. Jadi kalo salah belok ngak tau harus belok ke mana lagi untuk kembali. Jadi saran saya harus bawa supir yang lumayan tau jalan di kota Singkawang agar ngak sesat. Begitu sampai di pusat kota Singkawang akan ada pemandangan yang membuat kita agak terkejut. Mesjid terbesar dan vihara terbesar letaknya bersebelahan.  Kata temen saya dua tempat ibadah ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Jadi salut banget buat masyarakat kota Sigkawang. Vihara maupun kelenteng bertebaran di setiap sudut kota Singkawang baik itu yang berukuran kecil maupun besar. Malah saya cuman menemukan 2 mesjid saja di sepanjang jalan yang kami lewati sedangkan vihara dan kelenteng jumlahnya ngak terhitung.

      ini mesjid ama vihara di tengah pusat kota singkawang (source : google)
      Setelah mengikuti apa kata GPS, kami pun keluar dari pusat kota Singkawang menuju ke daerah Roban, Singkawang. Jalan yang kami lalui pun semakin kecil daaaaannnn... eng ing eng. sinyal mulai menipis.  Alhasil GPS pun mulai kacau dan kami pun tersesat. Setelah mencari ke sana sini akirnya ketemu rumah penduduk dan katanya kami sudah kelewatan lumayan jauh. Setelah mutar balik, akhirnya kami berada di rute yang benar dan akhirnya menemukan lokasi Danau Biru. Lokasinya ada di daerah Roban dengan mengikuti arah jalan aspal (ada persimpangan antara jalan aspal dan berpasir. Ikuti jalan aspal) dan melewati Tempat Pembuangan Akhir. begitu melewati TPA, sudah ada plang menuju ke Danau Biru. Karena Danau Biru dekat dengan TPA, yaaaahh.. begitulah. Bau-bau sampah masih kerasa tapi tidak begitu menyengat. Setelah sampai di Danau Biru, kami pun shock dengan keadaan sekitar. Gersang dan kering sodara sodaraaaaaaaaa.  Mungkin karena ekspektasi kami yang terlalu tinggi sehingga kami merasa kecewa sekali. Tidak ada apa-apa di danau biru kecuali pemandangan gunung, kolam yang sudah mengering yang di sebut dengan danau, dan daerah sekitar yang gersang. Mungkin karena sudah lama tidak hujan makanya danau agak kering. Kami di danau biru hanya foto-foto sebentar. Mungkin sekitar 30 menit sudah masuk ke mobil karena panas dan gersang sekali.
      Note: Jika saat ke danau biru dan kondisi danau tidak kering seperti pada saat kami pergi, jangan sekali2 mencoba berenang ato mandi. Sudah ada spanduk dari polsek Singkawang yang melarang pengunjung untuk mandi karena sudah banyak yang tenggelam dan tidak terselamatkan. Padahal saya liat danau tidak terlalu dalam dan air lumayan jernih. Entah apa penyebab orang2 tenggelam di danau ini. 

      undakan kecil untuk turun ke danau

      foto sekeliling danau dari bawah. entah kenapa di sini menjadi spot favorit orang2 prewed. padahal panas dan gersang banget

      foto gak jelas sebelum kepanasan
      Waktu udah menunjukkan jam 10:00 dan cuaca di sekitar danau biru udah mulai terik sekali. Karena masih keawalan jika kami langsung ke pantai, maka kami putuskan main-main dan ngadem ke Mall Singkawang. Untuk ukuran mall lebih kecil dari Mega Mall A Yani Pontianak dan masih banyak kios2 yang belum terisi. Food court juga kosong.  Alhasil kami rencananya mau tidur di XXI tapi bioskop belum buka. Setelah keliling akhirnya makan siang di KFC (jalan jauh2 ke singkawang malah makan KFC) . Setelah makan tidak terasa waktu udah tengah hari. Kami pun memutuskan untuk langsung ke pantai karena sudah tidak ada tujuan lagi. Setelah berunding mau ke pantai bajau atau mimi land, akhirnya kami memutuskan untuk ke mimi land. Perjalanan dari Singkawang ke pantai mimi land sekitar 60 menit. Pukul 13:00 kami sudah tiba di pantai dan mobil2 pun sudah banyak yang parkir di area parkir. Seteleh mencari tempat parkir, berikutnya adalah cari tempat ngadem di pantai. Setelah keliling semua kursi dan meja sudah terisi penuh. Mau gelar tikar juga tidak ada tempat lagi. Setelah mutar2 akhirnya ketemu 1 spot tepat di belakang tempat bilas dan pas untuk kami ber 7 plus bisa gelar tikar juga.  Matahari waktu itu masih sangat terik sehingga teman2 saya memutuskan untuk bermain kartu domino. Karena saya sudah kepanasan dan pusing, jadi selagi mereka main saya asyik tidur dan bangun2 udh pukul 14:00 lewat. Cuaca mulai mendung ketika pukul 15:00 dan saya mempunyai firasat gak bakal bisa nge liat sunset dan ternyata firasat saya benar. Sewaktu mau pulang kami mencari2 sunset sampai ke daerah Mempawah tapi karena mendung dan berawan jadinya matahari tidak kelihatan. Hanya kelihatan sinarnya saja. Sayang sekali trip kali ini ngak bisa lihat sunset ternyata. 
      Saya kira suasana mimi land hampir sama kayak di Bali. Ada pantai dan ramai orang jualan di pinggir2 jalan, ada photobooth pula. Tidak banyak yang bisa di lakukan di pantai2 di daerah Singkawang sebenarnya. Cuman pantai dan beberapa wahana permainan. Itu doank. Tapi lumayan buat rekreasi bareng teman ato keluarga di waktu liburan kayak gini. Kami juga sempat merasakan wahana kora2 dan satu lagi apa itu namanya yang muter2 kenceng. HTM untuk mimi land Rp20.000 / orang dan HTM untuk setiap wahana adalah Rp10.000 / orang.
      Note: area mimi land ini berbukit. jadi hati2 kalo parkir mobil. jangan ampe mundur ke bawah. 

      welcome to the jungle ehhh.. mimi land

      sebenarnya di sepanjang jalan masuk kita di sambut dengan patung2 zodiak. tapi yang ke foto sama saya cuman si Libra karena baru sadar

      parkiran motor tepat di sebelah gerbang

      kolam renang di dekat parkiran mobil 

      jalan kaki dari area parkiran karena penuh. kolam renangnya tepat ada di sebelah kanan saya

      kolam renangnya nampak ketika mau jalan ke arah pantai

      nah ini pemandangan setelah melewati kolam renang. BEACH!!! nah wahana yang itu apa namanya ya? seru banget. muter2 kenceng. kalo yg berani melek pas main bisa liat view laut loh

      sebelah wahana muter2 itu ada ini nih. Kora2. asik juga main yang ini

      jalan lurus dikit ada kuda lumping buat anak2

      jalan terus ketemu food street kayak gitu. rameeeee banget

      wahana depan food street. kami ngak coba yang ini karena kayaknya kurang asik 



      food street, photo booth, ama pemandangan di depan food street

      di ujung food street ada kolam buat anak2

      jalan ke arah pantai di depan kolam anak ada wahana ini. cara mainnya kayak naik sepeda kalo ngak salah

      jalan kembali ke arah area parkir tapi di area pantai ada flying fox. naiknya dari atas bukit di atas. ini post untuk turunnya. kami ngak coba karena antriannya ngak abis2. rame banget

      menu makanan dan minuman salah satu kios yang jualan di food street tadi. Harga sih lumayan ok lah untuk harga tempat wisata
      Note: Hati2 dengan yg tidak ada tag harga. Harganya bisa 2-3 kali lipat dari harga normal

      view kelapa dari tempat kami gelar tikar

      view pantai

      view tempat nongkrong di depan food street dari arah pantai


      jam 3 sore udah mulai mendung

      kalo belok kanan itu lah arah ke villa dan tempat main flying fox. kata temen saya view dari villa nya bagus banget

      Gaya dulu sebelum kora2 mulai 
      Selesai main dan waktu menunjukkan jam 5 sore. Rencana kami mau menunggu sunset tapi karena mendung jadi kami memutuskan untuk pulang. Kami pun akhirnya melanjutkan perjalanan pulang ke Pontianak dan singgah di Sui Pinyuh untuk makan malam. Di sini kami singgah tepat di depan SPBU karena di depan SPBU sui pinyuh merupakan area toko makan dan toko oleh-oleh. Oleh2 khas sui pinyuh biasanya adalah terasi dan buah2an yang rasanya agak asam (saya ngak tau namanya apa). Saya pun memesan nasi ayam. (Note: nasi ayam mengandung pork ya. Jadi kalo ke Pontianak dan sekitarnya jangan kira nasi ayam itu isinya ayam doank). Seporsi nasi ayam + teh es hanya Rp27.000. Sangat murah untuk ukuran porsi luar kota. Selesai makan kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke Pontianak. Lumayan lama karena begitu nyampe di Pontianak di sambut macet sewaktu mau nyebrang dari jembatan landak dan jembatan kapuas. Sampai di rumah sudah jam 10 malam. Yapp.. demikian FR saya ke Singkawang selama 1 harian. Semoga bermanfaat. 

      Nasi ayam (maap kalo posting poto2 mengandung pork)

      Ini dia toko makan yang di maksud di Sui Pinyuh. Ruameeeeeee banget. Sebelahnya yang jual2 oleh2 khas Sui Pinyuh
      Note: Kalo ke Singkawang hati2 dengan makanannya. Agak susah untuk mencari makanan halal. Sebaiknya tanya dulu sebelum memesan. Kalo di daerah Sui Pinyuh saya rasa masih agak gampang nyari makanan halal, dan di daerah luar kota kalo makan nasi padang jangan ambil ayam. JANGAN!!! Harga seporsi nasi padang kalo pake ayam bisa2 30-40rb seporsi dan rasanya pun biasa saja. Mending ambil perkedel ato bakwan secukupnya. Oleh sebab itu sebaiknya nyari supir yang agak tau jalan2 di Singkawang agar lebih mudah mencari makan.
    • By Octo Uwanto
      Halo teman-teman pecinta Jalan2,
      Salam kenal semua, ini adalah postingan pertama saya di forum jalan2.com.
      Di postingan ini saya akan berbagi perjalanan wisata saya di Pontianak,
      Semoga postingan saya ini dapat membantu memberikan sedikit referensi ketika berwisata ke Pontianak.
      Nah mari kita mulai :
       
      1. Tugu Khatulistiwa
      Ikon utama dari kota Pontianak adalah Tugu Khatulistiwa yang  merupakan tempat wisata yang sering dikunjungi masyarakat dan menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota Pontianak.
       
      Bagi yang ingin datang berkunjung, alangkah baiknya  datang lah pada saat antara tanggal 21-23 Maret atau 21-23 September, karena pada saat sekitar tanggal tersebut akan terjadi titik kulminasi matahari yaitu fenomena alam dimana matahari berada tepat di garis khatulistiwa (panas coy)   .
       
      Tugu khatulistiwa ini terletak di daerah Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.
       
      Perjalanan menuju ke tugu dapat melalui 2 akses, akses darat    dan akses air  , dan kali ini saya memilih menuju ke Tugu Khatulistiwa ini melalui akses air, dimana saya menggunakan kapal Ferry penyebrangan.
       

       

       

       
      Di pelabuhan ini juga terdapat sederetan toko yang menjual segala pernak-pernik, dan tidak ketinggalan juga banyak jajanan makanan di sekitar pelabuhan, sehingga bagi yang lapar, bisa sambil ngemil dulu sembari menunggu kapal ferry datang menjemput. 
       

       

       

       

       
      Ini foto diatas kapal
       

       

       

       

       

       
      Setelah sampai, kurang lebih 1 km dari pelabuhan sampai lah kita di Tugu Khatulistiwa, Berikut penampakan dari depan
       

       

       

       

       
      Narsis-narsis dulu 
       

       

       
      Berikut penampakan didalam 
       

       

       

       

       

       

       

       
      Setelah puas berkunjung di Tugu Khatuslistiwa, lanjut ke tempat wisata berikutnya.
       
       
      2. Vihara Vajra Bumi Khatulistiwa
      Untuk menuju vihara ini, kita dapat kembali menuju pelabuhan untuk kembali ke Pontianak Kota atau memilih melalui akses darat yaitu melalui jembatan sungai Kapuas, untuk kali ini saya memilih akses darat karena ingin menghemat ongkos tiket penyebrangan ferry, hehehe.
       
      Oke berikut penampakan jembatan sungai Kapuas,
       

       
      Setelah sampai di Pontianak Kota, langsung ambil jalan menuju jalan ayani 2 menuju kabupaten kubu raya, kurang lebih 1.5 km kita akan sampai di Vihara Vajra Bumi Khatulistiwa, vihara ini terletak di tepi jalan raya, sehingga sangat mudah untuk ditemukan.
      Berikut penampakan luar vihara nya
       

       

       

       
      Vihara Vajra Bumi Khatulistiwa ini memiliki tanah seluas 4.200 meter persegi dan menjadi salah satu vihara terbesar di Pontianak. Keunikan vihara ini terlihat pada bagian atas gapura yang bercirikan  ornamen berupa sepasang rusa, patung pusaka, dan roda dharma. Secara keseluruhan, model gapura itu diambil dari arsitektur bangunan di lapangan Chiang Kai Sek dari Taipei, Taiwan, karena arsitekturnya menyerupai vihara dari Tibet.
       
      Narsis lagi deh, hahaha 
       

       

       

       
      Di sebelah kanan Vihara Ini juga terdapat patung Dewi Kwang Im setinggi 7 meter yang melambangkan pemberi berkah kepada alam mayapada. Sementara di sebelah kiri vihara terdapat  pagoda yang diambil dari arsitektur khas pagoda-pagoda di Tibet.
      Berikut penampakan Patung Dewi Kwang Im
       

       
      Berikut penampakan Pagoda
       

       
      Setelah puas ber narsis ria, maka mari kita lanjutkan ke tempat wisata berikutnya.
       
       
      3 Maha Vihara Maitreya
      Vihara ini terletak tepat bersebelahan dengan Vihara Vajra Bumi Khatulistiwa, berikut adalah penampakan luar dari vihara ini:
       

       
      Maha Vihara Maitreya ini mempunyai  4  tingkat  yang  dibangun  menggunakan  tenaga  umat  di  Vihara  tersebut. Vihara ini merupakan Vihara  ke-4  yang  terbesar  yang  pernah  ada  di  Indonesia. Yang menarik dari vihara ini adalah, terdapat patung budha besar di tengah halaman komplek vihara tersebut, berikut gambar foto patung nya
       

       

       
      Patung ini disebut dengan patung Budai yang digambarkan sebagai seorang biksu gendut yang memakai atau menggenggam tasbih. Dia membawa barang-barangnya dalam sebuah tas yang selalu dibawanya sebagai gambaran suatu bentuk kesederhanaan. Budai juga  selalu dikagumi atas kebahagiaan, rasa puas dan kebijaksanaannya. Salah satu kepercayaan populer yang berkembang di tengah-tengah masyarakat adalah bahwa memegang perut Budai akan membawa kekayaan, keberuntungan dan kemakmuran.
      Berikut foto-foto bersama patung Budai disekitar komplek vihara
       

       

       
      Setelah puas, maka perjalanan berikutnya akan dilanjutkan dengan makan siang   , hehehe. Waktu sudah menunjukkan waktu pukul 12 siang dan matahari di kota Khatulistiwa ini panas teriknya luar biasa membakar kulit. Mau lulur selama sebulan mungkin baru kulit kita kembali putih bercahaya , hihihi.
       
       
      4 Musem Negeri Pontianak
      Setelah makan siang, maka saya kembali melanjutkan perjalanan saya menuju tempat wisata berikutnya yaitu di Museum Negeri Pontianak.
      Untuk menuju ke Museum ini, anda cukup kembali mengambil jalan kembali kearah Pontianak Kota melalui jalan Ahmad Yani, sampai anda melewati bundaran Tugu Bambu , berikut penampakan bundaran Tugu Bambu,
       

       
      Karena cuaca mulai mendung, tidak sempat foto banyak disini, hehehe,
       
      Nah setelah melewati Bundaran, anda cukup meneruskan perjalanan hingga  anda melihat plang Museum Negeri Pontianak disebelah kiri tepi jalan raya ahmad yani. Berikut penampakan depan Museum nya
       

       

       

       
      Berhubung perjalanan kami sampai di museum ini sudah waktu pukul 14.00 WIB, maka kami tidak dapat masuk kedalam museum lagi dikarenakan jam berkunjung di hari libur nasional hanya buka sampai pukul 14.00 WIB
       

       

       
      Akhirnya cuma bisa narsis di komplek luar museum nya saja, he he he . . .
       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       
      Tidak ada yang bisa dilakukan lagi di museum, maka perjalanan pun dilanjutkan. Let’s Go .
       
       
      5 Mesjid Mujahidin Pontianak
      Kurang lebih 1 km dari museum, sampailah kita di masjid terbesar di Pontianak. Berikut penampakan dari belakang masjid:
       

       

       

       

       
      Asal-usul nama Mujahidin mengandung arti pemikiran mengabadikan perjuangan kaum muslim dalam kancah kolektif mempersembahkan kemerdekaan Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Dengan kata lain nama Mujahidin dapat diartikan sebagai monumen perjuangan umat Islam.
      Berikut tampak masjid dari samping,
       

       

       
      Berikut foto tampak dari depan,
       

       

       
      Berhubung saya bukan penganut agama Islam, jadi tidak dapat mengambil gambar foto didalam ruangan masjid. Hehehe
      Narsis lagi deh 
       

       

       
      Oke sekarang lanjut ke tempat wisata terakhir.
       
       
      6 Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak
      Dikarenakan cuaca yang mulai mendung, maka Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak menjadi destinasi terakhir.
      Berikut adalah penampakan depan Gereja.
       

       

       

       

       
      Gereja Katedral ini didirikan sejak 9 Desember 1909, dan bangunan ini merupakan bangunan yang baru dibangun dan diresmikan tanggal 19 Desember 2014 lalu. Bangunan gereja baru ini dirancang oleh arsitek asli dari Kalimantan Barat didampingi Tim Asistensi Pembangunan Gereja. Model gereja mengacu arsitektur klasik "Corinten" yang terlihat dari kubah bulat sebagai kubah utama dan diatasnya ada kubah kecil lagi yang disebut "Rotunda". 
       

       

       

       
      Konstruksi kubah utama menggunakan space frame atau rangka ruang merupakan konstruksi yang terbilang canggih di Kalimantan Barat dan pertama kali digunakan untuk bangunan gereja. Bangunan yang mengambil gaya gothic dan berpatokan pada patron zaman Bizantium pada abad ke-4 diharapkan bisa sedikit menyerupai kemegahan Basilika Santo Petrus di Kota Vatikan dan dapat menjadi kebanggaan masyarakat Pontianak terutama kalangan gereja.
       

       

       
      Nah sekian cerita dulu cerita perjalanan saya berkeliling Pontianak, sampai jumpa di cerita Wisata Kota Pontianak Part 2 nya
      Terima Kasih,
       
      Salam Backpacker
       
      Bantu promosikan pontianak donk @deffa hehehe trims 

    • By AriadneSelmita
      sabtu sore [1/3/2014] ± pukul 15:30 wib aku dan mamaz menyempatkan bertandang ke event pameran alutsista yang diadakan oleh TNI-AU pontianak 27 februari
      s.d 2 maret 2014 dalam rangka bagian dari HUT ke-57 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. berlokasi di pangkalan TNI-AU [LANUD] yang satu kompleks dengan bandara supadio pontianak. harga tiket masuk [HTM] untuk dewasa 10rb/orang sedangkan untuk balita hingga pelajar SMA dikenakan 5rb/orang. harga yang sangat bersahabat dengan isi kantong
       
      begitu antusiasnya para pengunjung, mencari parkir untuk mobil sedikit sukar. mungkin karena bertepatan dengan weekend atau bahkan men-SAH-kan minimnya tempat wisata dikota pontianak. para pengunjung diberi kesempatan untuk berfoto dengan segala macam alutsista serta atribut yang dipamerkan, sehingga terjadi desak-desakan [balita hingga dewasa] di beberapa titik alutsista yang menjadi favorite para pengunjung untuk berpose maupun sekedar jeprat-jepret. kapan lagi bisa bernarsis ria dengan sesuatu yang unik yang biasanya cuma ku lihat diTV, koran/majalah, pun berpapasan di jalananevent ini tidak hanya memamerkan alutsista TNI-AU tapi juga diramaikan oleh TNI-AD, TNI-AL dan POLDA Kal-Bar serta atraksi aero modelling.
       
      seperti biasa, setiap event yang diadakan di kota pontianak [mungkin konsepnya tidak jauh berbeda dengan kota-kota lain diindonesia] selalu dimeriahkan tim penggembira seperti stand-stand kuliner, panggung hiburan [fashion show, stand up comedy], dsb. I'm so impressed with this event! venue yang digunakan sangat sangat sangat steril dan bersih dari serakan sampah. tenda stand-stand pameran tertata apik, jauh dari kesan kumuh [seperti biasanya]. untuk mereka yang tak ingin berkendara jauh-jauh hingga ke bandara, panitia Pontianak Airshow menyediakan shuttle gratis yang ngetem di ayani megamall. kekaguman ku belum berkesudahan, beberapa kali aku berpas-pasan dengan petugas yang mendapat mandat untuk memunguti sampah di venue sehingga para sampah yang merusak pemandangan dan kebersihan tak sempat berleyeh-leyeh manjasayangnya tak terbesit oleh ku untuk mengabadikan moment tersebut.
       
      dengan adanya event ini memberikan sumbangsih ekspektasi yang positif dan pengalaman berbeda bagi pengunjung/masyarakat yang menyempatkan bertandang. selaku pihak penyelenggara, semoga ditahun-tahun yang akan datang TNI-AU kembali mengadakan event ini dan alutsista yang dipamerkan lebih variatif dan up to date. ada pemandangan yang sedikit mengelitik, sebagian para pengujung malah asik melihat pesawat komersil yang berseliweran take off - landing. mungkin bagi mereka hal ini pemandangan langka sehingga wajib diabadikan secara visual. dipostingan ini aku tidak akan banyak bercinkconk, biarlah photo-photo berikut yang bercerita lebih detail. selamat menikmati hasil narsis dan jepretan amatirku
      ~~~
      My room [PNK]
      March 8, 2014
      13:33 wib
       
      Feeling happy,
      -selmita-



      Photo by me

      terpampang nyata tak ada sampah berserakan



      setiap kali kelar sesi photo, mbak yang disebelah kanan selalu meletakkan tasnya kembali, gegara yang ngantri photo bareng ruameee dan ajibnya didominasi para lelaki  

      bisa duduk diatas Armoured Personnel Carrier [APC] ANOA ini membutuhkan persaingan yang sengit *rebutan naik bersama adik-adik kecilmaapkeun kakak ya dek, zaman kakak kecil gak berkesempatan main yang beginian
    • By Usman KualaSimpang
      Putussibau, Bumi Unchak Kapuaa   Hari itu hari ke-21 Perjalanan kami menembus pedalaman Kalimantan Barat dengan sepeda motor. Odometer sudah menunjukkan angka 3346 Km. Perjalanan hari sebelumnya cukup menguras energi. Rusaknya jalan provinsi penghubung antara kabupaten Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu, membuat kami harus menembus rute alternatif, melalui perkebunan sawit.   Jalan perkebunan sawit sangat berdebu dikala musim kemarau, dan berubah menjadi kubangan lumpur ketika musim hujan tiba. syukurlah ketika team melewati kawasan tersebut, matahari sedang bersinar dengan sangat terik, meski hasilnya debu tebal menyelimuti sekujur tubuh kami mulai dari ujung helm sampai ujung sepatu.   Pagi ini, perjalanan akan dilanjutkan menuju Desa Ulok Palin. Sebuah desa yang masih dihuni oleh salah satu suku dayak asli pedalaman Kalimantan, dayak Tamambaloh. Yang menarik dari sini adalah sebuah rumah Betang Panjang, yang sudah berusia ratusan tahun, dan masih dihuni oleh masyarakat adat dayak Tamambaloh. Berdasarkan informasi yang kami dapat, Rumah betang Panjang adalah yang terpanjang dan terbesar di Kalimantan, yang masih berfungsi sebagai hunian utama suku dayak Tamambaloh.   Dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan komunitas setempat, dan dilanjutkan dengan pendekatan internal kepada tetua suku dayak setempat, kami mulai bergerak menuju desa Ulok Palin, sekitar 75 Km dari kota Putussibau. Tak butuh waktu lama untuk mencapai Desa Ulok Palin. Dan dengan dipandu oleh salah satu punggawa suku dayak Tamambaloh, kami bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat dayak Tamambaloh yang cukup memiliki kekayaan khasanah budaya dan adat istiadat yang masih terpelihara dengan baik.   Rumah Betang Panjang, memiliki panjang 218 Meter, Tinggi 7 meter, 3 anak tangga akses masuk dan 54 kamar. Setiap kamar, dihuni oleh dua atau 3 kepala keluarga dan masing2 kepala keluarga memiliki beberapa orang anggota keluarga. Cukup padat. Kamar di sisi paling kiri, didiami oleh tetua suku dayak yang disebut Temenggung, dan bertanggung jawab dalam mengatur seluruh isi dari rumah Betang. Seluruh tiang penyangga utama rumah betang, terbuat dari kayu ulin tanpa sambungan, termasuk anak tangga akses masuk. Salah satu tiang utama, sangat besar, hingga dibutuhkan 2 orang dewasa untuk bisa memeluk tiang tersebut secara utuh. Beberapa tiang penyangga tambahan terbuat dari kayu trembesi, dan atap terbuat dari kulit kayu. Nampak sangat kokoh.    Para penghuni rumah betang panjang, sangat ramah. Mereka menerima dengan tangan terbuka setiap tamu yang datang. keramahan mereka tercermin dari suguhan minuman tradisional khas dayak yang terbuat dari akar-akaran yang difermentasikan hingga mengandung alkohol, disebut Papak. Suguhan ini adalah suatu penghormatan kepada setiap tamu yang datang.   Beberapa wanita tampak mengeluarkan keranjang rotan yang tampak penuh isinya. tak butuh waktu lama, terlihat banyak hasil kerajinan tangan yang sangat indah berupa gelang, kalung, hiasan kepala dan lain-lain yang terbuat dari manik-manik dan tumbuhan liar di sekitarnya. Dengan harga yang sangat masuk akal, mereka menawarkan kepada kami, yang kemudian dengan cepat memborong beberapa diantaranya.   Keindahan Kalimantan, sungguh sangat mempesona. Kekayaan adat istiadat, sosial dan budayanya sungguh menjadi harta yang tak ternilai, dimana Rumah Betang Panjang dayak Tamambaloh adalah salah satunya.    
    • By deffa
      Hola Momod Here !!!
       
      Sesuai request mas @agan gani minta dibikinin regional Pontianak
      sekalian aja saya bikin regional Kalimantan Barat ya biar cakupannya luas
       
      Semoga kalian bisa saling komunikasi dan sering2 kopdar
      biar tar bisa bikin Gathering Nasional di Pontianak
       
      Regional Pontianak
       
      @agan gani
      @agung Nugroho
      @Aji Kosong Tujoh
      @andina manggo
      @Anggi Pertiwi
      @AriadneSelmita
      @Atik Chow
      @azam
      @bloggerborneo
      @Davic Joshep Tiouw
      @dede_yanie
      @Deeanaa
      @Deena Edros
      @Dwi Yutaka
      @eka fitri
      @emi
      @hennipurwanti
      @hesti effendy
      @irmawan
      @julie.mbem
      @lee cooper
      @median widhi pratama
      @Nikasius Meki
      @nova tria
      @panzul seylor
      @Rahmad Hendri
      @Rif'an
      @Sugy Manik
      @suzanshantee
      @tiana
      @Zhang Yong
      @Bloon Oon Mehonk Meonk
      @manodvarajjana
      @ninaninut
      @yunitantra
      @smileyandra