Sign in to follow this  
Followers 0
theblacksmith

Pontianak : Kota yang duduk tepat di garis Ekuator

4 posts in this topic

Jalan2ers pasti pernah dengar garis ekuator alias garis khatulistiwa. Tapi tau gak apa itu garis ekuator?

Garis ini tu sebenarnya gak kelihatan, tapi fungsinya membagi belahan bumi menjadi dua bagian yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Indonesia merupakan negara yang memiliki tempat terbanyak yang melintasi garis ekuator. Karena alasan inilah negara kita dijuluki negara khatulistiwa.

Pontianak merupakan salah satu diantara banyak kota yang dilintasi garis ekuator. Pontianak adalah ibukota provinsi Kalimantan Barat. Letaknya di delta sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang dan terluas di Indonesia.

Kota ini merupakan satu-satunya kota di dunia yang posisinya tepat di ekuator. Dahulu kala, seorang ahli geografi asal Belanda mencari kota yang posisinya benar-benar tepat di garis ekuator. Pada tahun 1928 dia menemukan Pontianak. Karena alasan inilah dibangun Monumen Ekuator. Awalnya monumen ini hanya berbentuk empat pilar besi.

Kemudian tahun 1930 ditambahkan sebuah bola dunia pada monument tersebut. Dua kali dalam setahun, pada bulan Maret dan September, matahari mencapai titik tertingginya. Saat itu kita dapat menginjak bayangan kita sendiri, dan ngerasain momen 5 menit tanpa bayangan. Menarik kan? ;)

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, saya baru tahu kalo monumen katulistiwa itu di bangun oleh orang asing.

waktu matahari berada di titik tertinggi, kita gak ada bayangan hanya di kota pontianak saja? apa di semua tempat?

saya enggak tahu kalo posisi waktu matahari paling tinggi, ada fenomena seperti itu.

Share this post


Link to post
Share on other sites

belum pernah liat langsung monumen ekuator, cari2 di mbah google dapat gamabarnya :

EquatorMonument.jpg

heheheehe.... only @Indonesia :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya.. keren emang.. makanya kita trmasuk negara tropis..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • Wisata Kota Khatulistiwa, Pontianak Tercinta
      By Octo Uwanto
      Halo teman-teman pecinta Jalan2,
      Salam kenal semua, ini adalah postingan pertama saya di forum jalan2.com.
      Di postingan ini saya akan berbagi perjalanan wisata saya di Pontianak,
      Semoga postingan saya ini dapat membantu memberikan sedikit referensi ketika berwisata ke Pontianak.
      Nah mari kita mulai :
       
      1. Tugu Khatulistiwa
      Ikon utama dari kota Pontianak adalah Tugu Khatulistiwa yang  merupakan tempat wisata yang sering dikunjungi masyarakat dan menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota Pontianak.
       
      Bagi yang ingin datang berkunjung, alangkah baiknya  datang lah pada saat antara tanggal 21-23 Maret atau 21-23 September, karena pada saat sekitar tanggal tersebut akan terjadi titik kulminasi matahari yaitu fenomena alam dimana matahari berada tepat di garis khatulistiwa (panas coy)   .
       
      Tugu khatulistiwa ini terletak di daerah Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.
       
      Perjalanan menuju ke tugu dapat melalui 2 akses, akses darat    dan akses air  , dan kali ini saya memilih menuju ke Tugu Khatulistiwa ini melalui akses air, dimana saya menggunakan kapal Ferry penyebrangan.
       

       

       

       
      Di pelabuhan ini juga terdapat sederetan toko yang menjual segala pernak-pernik, dan tidak ketinggalan juga banyak jajanan makanan di sekitar pelabuhan, sehingga bagi yang lapar, bisa sambil ngemil dulu sembari menunggu kapal ferry datang menjemput. 
       

       

       

       

       
      Ini foto diatas kapal
       

       

       

       

       

       
      Setelah sampai, kurang lebih 1 km dari pelabuhan sampai lah kita di Tugu Khatulistiwa, Berikut penampakan dari depan
       

       

       

       

       
      Narsis-narsis dulu 
       

       

       
      Berikut penampakan didalam 
       

       

       

       

       

       

       

       
      Setelah puas berkunjung di Tugu Khatuslistiwa, lanjut ke tempat wisata berikutnya.
       
       
      2. Vihara Vajra Bumi Khatulistiwa
      Untuk menuju vihara ini, kita dapat kembali menuju pelabuhan untuk kembali ke Pontianak Kota atau memilih melalui akses darat yaitu melalui jembatan sungai Kapuas, untuk kali ini saya memilih akses darat karena ingin menghemat ongkos tiket penyebrangan ferry, hehehe.
       
      Oke berikut penampakan jembatan sungai Kapuas,
       

       
      Setelah sampai di Pontianak Kota, langsung ambil jalan menuju jalan ayani 2 menuju kabupaten kubu raya, kurang lebih 1.5 km kita akan sampai di Vihara Vajra Bumi Khatulistiwa, vihara ini terletak di tepi jalan raya, sehingga sangat mudah untuk ditemukan.
      Berikut penampakan luar vihara nya
       

       

       

       
      Vihara Vajra Bumi Khatulistiwa ini memiliki tanah seluas 4.200 meter persegi dan menjadi salah satu vihara terbesar di Pontianak. Keunikan vihara ini terlihat pada bagian atas gapura yang bercirikan  ornamen berupa sepasang rusa, patung pusaka, dan roda dharma. Secara keseluruhan, model gapura itu diambil dari arsitektur bangunan di lapangan Chiang Kai Sek dari Taipei, Taiwan, karena arsitekturnya menyerupai vihara dari Tibet.
       
      Narsis lagi deh, hahaha 
       

       

       

       
      Di sebelah kanan Vihara Ini juga terdapat patung Dewi Kwang Im setinggi 7 meter yang melambangkan pemberi berkah kepada alam mayapada. Sementara di sebelah kiri vihara terdapat  pagoda yang diambil dari arsitektur khas pagoda-pagoda di Tibet.
      Berikut penampakan Patung Dewi Kwang Im
       

       
      Berikut penampakan Pagoda
       

       
      Setelah puas ber narsis ria, maka mari kita lanjutkan ke tempat wisata berikutnya.
       
       
      3 Maha Vihara Maitreya
      Vihara ini terletak tepat bersebelahan dengan Vihara Vajra Bumi Khatulistiwa, berikut adalah penampakan luar dari vihara ini:
       

       
      Maha Vihara Maitreya ini mempunyai  4  tingkat  yang  dibangun  menggunakan  tenaga  umat  di  Vihara  tersebut. Vihara ini merupakan Vihara  ke-4  yang  terbesar  yang  pernah  ada  di  Indonesia. Yang menarik dari vihara ini adalah, terdapat patung budha besar di tengah halaman komplek vihara tersebut, berikut gambar foto patung nya
       

       

       
      Patung ini disebut dengan patung Budai yang digambarkan sebagai seorang biksu gendut yang memakai atau menggenggam tasbih. Dia membawa barang-barangnya dalam sebuah tas yang selalu dibawanya sebagai gambaran suatu bentuk kesederhanaan. Budai juga  selalu dikagumi atas kebahagiaan, rasa puas dan kebijaksanaannya. Salah satu kepercayaan populer yang berkembang di tengah-tengah masyarakat adalah bahwa memegang perut Budai akan membawa kekayaan, keberuntungan dan kemakmuran.
      Berikut foto-foto bersama patung Budai disekitar komplek vihara
       

       

       
      Setelah puas, maka perjalanan berikutnya akan dilanjutkan dengan makan siang   , hehehe. Waktu sudah menunjukkan waktu pukul 12 siang dan matahari di kota Khatulistiwa ini panas teriknya luar biasa membakar kulit. Mau lulur selama sebulan mungkin baru kulit kita kembali putih bercahaya , hihihi.
       
       
      4 Musem Negeri Pontianak
      Setelah makan siang, maka saya kembali melanjutkan perjalanan saya menuju tempat wisata berikutnya yaitu di Museum Negeri Pontianak.
      Untuk menuju ke Museum ini, anda cukup kembali mengambil jalan kembali kearah Pontianak Kota melalui jalan Ahmad Yani, sampai anda melewati bundaran Tugu Bambu , berikut penampakan bundaran Tugu Bambu,
       

       
      Karena cuaca mulai mendung, tidak sempat foto banyak disini, hehehe,
       
      Nah setelah melewati Bundaran, anda cukup meneruskan perjalanan hingga  anda melihat plang Museum Negeri Pontianak disebelah kiri tepi jalan raya ahmad yani. Berikut penampakan depan Museum nya
       

       

       

       
      Berhubung perjalanan kami sampai di museum ini sudah waktu pukul 14.00 WIB, maka kami tidak dapat masuk kedalam museum lagi dikarenakan jam berkunjung di hari libur nasional hanya buka sampai pukul 14.00 WIB
       

       

       
      Akhirnya cuma bisa narsis di komplek luar museum nya saja, he he he . . .
       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       
      Tidak ada yang bisa dilakukan lagi di museum, maka perjalanan pun dilanjutkan. Let’s Go .
       
       
      5 Mesjid Mujahidin Pontianak
      Kurang lebih 1 km dari museum, sampailah kita di masjid terbesar di Pontianak. Berikut penampakan dari belakang masjid:
       

       

       

       

       
      Asal-usul nama Mujahidin mengandung arti pemikiran mengabadikan perjuangan kaum muslim dalam kancah kolektif mempersembahkan kemerdekaan Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Dengan kata lain nama Mujahidin dapat diartikan sebagai monumen perjuangan umat Islam.
      Berikut tampak masjid dari samping,
       

       

       
      Berikut foto tampak dari depan,
       

       

       
      Berhubung saya bukan penganut agama Islam, jadi tidak dapat mengambil gambar foto didalam ruangan masjid. Hehehe
      Narsis lagi deh 
       

       

       
      Oke sekarang lanjut ke tempat wisata terakhir.
       
       
      6 Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak
      Dikarenakan cuaca yang mulai mendung, maka Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak menjadi destinasi terakhir.
      Berikut adalah penampakan depan Gereja.
       

       

       

       

       
      Gereja Katedral ini didirikan sejak 9 Desember 1909, dan bangunan ini merupakan bangunan yang baru dibangun dan diresmikan tanggal 19 Desember 2014 lalu. Bangunan gereja baru ini dirancang oleh arsitek asli dari Kalimantan Barat didampingi Tim Asistensi Pembangunan Gereja. Model gereja mengacu arsitektur klasik "Corinten" yang terlihat dari kubah bulat sebagai kubah utama dan diatasnya ada kubah kecil lagi yang disebut "Rotunda". 
       

       

       

       
      Konstruksi kubah utama menggunakan space frame atau rangka ruang merupakan konstruksi yang terbilang canggih di Kalimantan Barat dan pertama kali digunakan untuk bangunan gereja. Bangunan yang mengambil gaya gothic dan berpatokan pada patron zaman Bizantium pada abad ke-4 diharapkan bisa sedikit menyerupai kemegahan Basilika Santo Petrus di Kota Vatikan dan dapat menjadi kebanggaan masyarakat Pontianak terutama kalangan gereja.
       

       

       
      Nah sekian cerita dulu cerita perjalanan saya berkeliling Pontianak, sampai jumpa di cerita Wisata Kota Pontianak Part 2 nya
      Terima Kasih,
       
      Salam Backpacker
       
      Bantu promosikan pontianak donk @deffa hehehe trims 

    • Pontianak Airshow 2014
      By AriadneSelmita
      sabtu sore [1/3/2014] ± pukul 15:30 wib aku dan mamaz menyempatkan bertandang ke event pameran alutsista yang diadakan oleh TNI-AU pontianak 27 februari
      s.d 2 maret 2014 dalam rangka bagian dari HUT ke-57 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. berlokasi di pangkalan TNI-AU [LANUD] yang satu kompleks dengan bandara supadio pontianak. harga tiket masuk [HTM] untuk dewasa 10rb/orang sedangkan untuk balita hingga pelajar SMA dikenakan 5rb/orang. harga yang sangat bersahabat dengan isi kantong
       
      begitu antusiasnya para pengunjung, mencari parkir untuk mobil sedikit sukar. mungkin karena bertepatan dengan weekend atau bahkan men-SAH-kan minimnya tempat wisata dikota pontianak. para pengunjung diberi kesempatan untuk berfoto dengan segala macam alutsista serta atribut yang dipamerkan, sehingga terjadi desak-desakan [balita hingga dewasa] di beberapa titik alutsista yang menjadi favorite para pengunjung untuk berpose maupun sekedar jeprat-jepret. kapan lagi bisa bernarsis ria dengan sesuatu yang unik yang biasanya cuma ku lihat diTV, koran/majalah, pun berpapasan di jalananevent ini tidak hanya memamerkan alutsista TNI-AU tapi juga diramaikan oleh TNI-AD, TNI-AL dan POLDA Kal-Bar serta atraksi aero modelling.
       
      seperti biasa, setiap event yang diadakan di kota pontianak [mungkin konsepnya tidak jauh berbeda dengan kota-kota lain diindonesia] selalu dimeriahkan tim penggembira seperti stand-stand kuliner, panggung hiburan [fashion show, stand up comedy], dsb. I'm so impressed with this event! venue yang digunakan sangat sangat sangat steril dan bersih dari serakan sampah. tenda stand-stand pameran tertata apik, jauh dari kesan kumuh [seperti biasanya]. untuk mereka yang tak ingin berkendara jauh-jauh hingga ke bandara, panitia Pontianak Airshow menyediakan shuttle gratis yang ngetem di ayani megamall. kekaguman ku belum berkesudahan, beberapa kali aku berpas-pasan dengan petugas yang mendapat mandat untuk memunguti sampah di venue sehingga para sampah yang merusak pemandangan dan kebersihan tak sempat berleyeh-leyeh manjasayangnya tak terbesit oleh ku untuk mengabadikan moment tersebut.
       
      dengan adanya event ini memberikan sumbangsih ekspektasi yang positif dan pengalaman berbeda bagi pengunjung/masyarakat yang menyempatkan bertandang. selaku pihak penyelenggara, semoga ditahun-tahun yang akan datang TNI-AU kembali mengadakan event ini dan alutsista yang dipamerkan lebih variatif dan up to date. ada pemandangan yang sedikit mengelitik, sebagian para pengujung malah asik melihat pesawat komersil yang berseliweran take off - landing. mungkin bagi mereka hal ini pemandangan langka sehingga wajib diabadikan secara visual. dipostingan ini aku tidak akan banyak bercinkconk, biarlah photo-photo berikut yang bercerita lebih detail. selamat menikmati hasil narsis dan jepretan amatirku
      ~~~
      My room [PNK]
      March 8, 2014
      13:33 wib
       
      Feeling happy,
      -selmita-



      Photo by me

      terpampang nyata tak ada sampah berserakan



      setiap kali kelar sesi photo, mbak yang disebelah kanan selalu meletakkan tasnya kembali, gegara yang ngantri photo bareng ruameee dan ajibnya didominasi para lelaki  

      bisa duduk diatas Armoured Personnel Carrier [APC] ANOA ini membutuhkan persaingan yang sengit *rebutan naik bersama adik-adik kecilmaapkeun kakak ya dek, zaman kakak kecil gak berkesempatan main yang beginian
    • Pesona Bumi Unchak Kapuas
      By Usman KualaSimpang
      Putussibau, Bumi Unchak Kapuaa   Hari itu hari ke-21 Perjalanan kami menembus pedalaman Kalimantan Barat dengan sepeda motor. Odometer sudah menunjukkan angka 3346 Km. Perjalanan hari sebelumnya cukup menguras energi. Rusaknya jalan provinsi penghubung antara kabupaten Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu, membuat kami harus menembus rute alternatif, melalui perkebunan sawit.   Jalan perkebunan sawit sangat berdebu dikala musim kemarau, dan berubah menjadi kubangan lumpur ketika musim hujan tiba. syukurlah ketika team melewati kawasan tersebut, matahari sedang bersinar dengan sangat terik, meski hasilnya debu tebal menyelimuti sekujur tubuh kami mulai dari ujung helm sampai ujung sepatu.   Pagi ini, perjalanan akan dilanjutkan menuju Desa Ulok Palin. Sebuah desa yang masih dihuni oleh salah satu suku dayak asli pedalaman Kalimantan, dayak Tamambaloh. Yang menarik dari sini adalah sebuah rumah Betang Panjang, yang sudah berusia ratusan tahun, dan masih dihuni oleh masyarakat adat dayak Tamambaloh. Berdasarkan informasi yang kami dapat, Rumah betang Panjang adalah yang terpanjang dan terbesar di Kalimantan, yang masih berfungsi sebagai hunian utama suku dayak Tamambaloh.   Dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan komunitas setempat, dan dilanjutkan dengan pendekatan internal kepada tetua suku dayak setempat, kami mulai bergerak menuju desa Ulok Palin, sekitar 75 Km dari kota Putussibau. Tak butuh waktu lama untuk mencapai Desa Ulok Palin. Dan dengan dipandu oleh salah satu punggawa suku dayak Tamambaloh, kami bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat dayak Tamambaloh yang cukup memiliki kekayaan khasanah budaya dan adat istiadat yang masih terpelihara dengan baik.   Rumah Betang Panjang, memiliki panjang 218 Meter, Tinggi 7 meter, 3 anak tangga akses masuk dan 54 kamar. Setiap kamar, dihuni oleh dua atau 3 kepala keluarga dan masing2 kepala keluarga memiliki beberapa orang anggota keluarga. Cukup padat. Kamar di sisi paling kiri, didiami oleh tetua suku dayak yang disebut Temenggung, dan bertanggung jawab dalam mengatur seluruh isi dari rumah Betang. Seluruh tiang penyangga utama rumah betang, terbuat dari kayu ulin tanpa sambungan, termasuk anak tangga akses masuk. Salah satu tiang utama, sangat besar, hingga dibutuhkan 2 orang dewasa untuk bisa memeluk tiang tersebut secara utuh. Beberapa tiang penyangga tambahan terbuat dari kayu trembesi, dan atap terbuat dari kulit kayu. Nampak sangat kokoh.    Para penghuni rumah betang panjang, sangat ramah. Mereka menerima dengan tangan terbuka setiap tamu yang datang. keramahan mereka tercermin dari suguhan minuman tradisional khas dayak yang terbuat dari akar-akaran yang difermentasikan hingga mengandung alkohol, disebut Papak. Suguhan ini adalah suatu penghormatan kepada setiap tamu yang datang.   Beberapa wanita tampak mengeluarkan keranjang rotan yang tampak penuh isinya. tak butuh waktu lama, terlihat banyak hasil kerajinan tangan yang sangat indah berupa gelang, kalung, hiasan kepala dan lain-lain yang terbuat dari manik-manik dan tumbuhan liar di sekitarnya. Dengan harga yang sangat masuk akal, mereka menawarkan kepada kami, yang kemudian dengan cepat memborong beberapa diantaranya.   Keindahan Kalimantan, sungguh sangat mempesona. Kekayaan adat istiadat, sosial dan budayanya sungguh menjadi harta yang tak ternilai, dimana Rumah Betang Panjang dayak Tamambaloh adalah salah satunya.    
    • Regional Pontianak Kumpul Disini Ya
      By deffa
      Hola Momod Here !!!
       
      Sesuai request mas @agan gani minta dibikinin regional Pontianak
      sekalian aja saya bikin regional Kalimantan Barat ya biar cakupannya luas
       
      Semoga kalian bisa saling komunikasi dan sering2 kopdar
      biar tar bisa bikin Gathering Nasional di Pontianak
       
      Regional Pontianak
       
      @agan gani
      @agung Nugroho
      @Aji Kosong Tujoh
      @andina manggo
      @Anggi Pertiwi
      @AriadneSelmita
      @Atik Chow
      @azam
      @bloggerborneo
      @Davic Joshep Tiouw
      @dede_yanie
      @Deeanaa
      @Deena Edros
      @Dwi Yutaka
      @eka fitri
      @emi
      @hennipurwanti
      @hesti effendy
      @irmawan
      @julie.mbem
      @lee cooper
      @median widhi pratama
      @Nikasius Meki
      @nova tria
      @panzul seylor
      @Rahmad Hendri
      @Rif'an
      @Sugy Manik
      @suzanshantee
      @tiana
      @Zhang Yong
      @Bloon Oon Mehonk Meonk
      @manodvarajjana
      @ninaninut
      @yunitantra
      @smileyandra
    • Sekilas Cerita Dari Pontianak
      By tiana
      Searching bebrapa info tentang Pontianak. Awalnya cari cargo lewat kapal yg bisa bwa motor q ksana. krn blum pernah bwa motor nyebrang pulau jd masih agak2 bngung... E...,ga sengaja malah nemu ne forum.. Asik juga buat q,,baca beberapa info tentang pontianak jadi gatel ne jari buat postingan tentangnya...

      Awalnya knl kota th 2010,mau tak mau harus bersinggungan lgsung dg kota ini krn kekasih hati d haruskan pendah kerja d kota ini. sedih krn LDR beda propinsi beda pulau pula. jd berharap Jawa-Ponti cm sejengkal. Terwujut c...tp cm bsa liat d peta... hehehe
       
      Tahun 2011 pertama kalinya sy nginjak bandara Supadio. Perjlanan hampir seharian (brangkat jam 1 sang sampai jam 9 malam) naek s**wijaya.  Rute semarang-jakarta cm 45 mnit, jakarta-ponti 2 jam tp yg lama nunggu ganti pesawtnya.  Nekat ksana krn dah kangen bgt sama mz pacar..xixixi 
       
      wow bgt lah,itu pengalaman naek pesawat pertama kali sndrian pula. Tp lumayan kok ga ribet2 amat cz dah d atur sama mz pacar. Bandara Supadio ga terlalu besar,bahkan lbih besar A.Yani semarang waktu itu (klo skrng dah d renov ya lbh top Supadio..xixixi).
      Kebetulan tujuannya ke Anjungan (kcmatan kecil d kalbar) perjalan 2 jam dari pontianak. Untuk infra struktur jalan d kota pontanak smp anjungan bsa d katakan oke buat motor/mobil. oya,ne baru d bangun trminal antar negara. klo d liat pas lewat c dah jadi tp gak tau kapan tu d bukanya...

      Tempat k-2 yg sy kunjungi selain Supadio adl Anjungan salah 1 objek wisatanya cuma Gua Maria ramainya pas ada acara ja. tp org skitar suka ksana krn memng ada kolam renang air gunungnya yg pasti tanpa kaporit walo ga bagus2 amat..
       
      Next trip adl Mempawah,kota kabupaten yg punya terminal sebagai pusat kuliner klo malam. mo cari apa ja d sana d jamin da
      Klo siang coba ke Pantai penimbung (sorry klo salah nulis ya hehe) Top dah buat pacaran,ada gasebo+bisa liat sunset,mo makan atau cuma sekedar pacaran n foto2 bisa la...

       
      Then......pasir panjang.. nice beach.. luas bgt,mungkin d namakan pasir panjang krn pantainya tu Panjang bgt kali ya (soktau..hehe). Cuma pas aq ksana byk bgt org malaysia d banding org Indonesia *ga tau knp??? Mo nginep atau buat tenda d pasir panjang oke semua,d jamin asik.. coba ja sndri klo ga percaya...



       
      dan yg terakhir adl Tugu katulistiwa... yg ini aq ga bsa byk cerita cz ga smpet masuk.. sampai nikah pun skrng masih lum ksampaian ne masuk ke tugu katulistiwa.. doain yak biar bisa jalan2 kliling kalbar stelah pindah ksana...hehehe

      ne cm ada beberapa foto itupun aq ikut nampang..sorry yack..hehe..
       
    • LEMUKUTAN
      By emi
      Pulau Lemukutan berada di kabupaten Bengkayang, Kalimantan barat. beberapa waktu lalu saya dan teman teman mengunjungi pulau tersebut. karna kami berdomisili di Pontianak, untuk sampai kesana pertama kami harus menempuh perjalanan selama sekitar 2 jam 30 menit dari Pontianak menuju ke Teluk Suak. yaitu pelabuhan kecil yang ada di kabupaten bengkayang yang biasa digunakan masyarakat untuk menyebrang ke pulau pulau terdekat termasuk pulau Lemukutan. perjalanan menuju teluk suak dapat menggunakan bis atau kendaraan pribadi. biasanya disekitar teluk suak sudah tersedia tempat parkir untuk kendaraan pribadi. harganya Rp5.000,- untuk sekali parkir (bebas sampe berapa hari ditinggalin asal jangan lupa digembok aja Tongue). setibanya di teluk suak kami menggunakan kapal motor kecil dengan muatan sekitar 20 sampai 30 orang. jadwal kapal berangkat paling lama sekitar jam 8 pagi karna setelah itu air laut akan surut sehingga kapal akan sulit untuk berjalan ketengah laut. harga untuk satu penumpang sebesar Rp15.000,- sekali jalan. perjalanan kami tempuh dari teluk suak ke pulau lemukutan selama kurang lebih 1 jam 30 menit (kadang lebih cepat). perjalanan kami memakan waktu agak lama dikarenakan kapal yang over capacity, pemilik kapal memaksakan jumlah penumpang lebih banyak sehingga kapal sulit bergerak ke tengah laut.
      sesampainya di dermaga pulau, kami berjalan sekitar satu kilometer ke pondok tempat kami menginap yang kebetulan menghadap persis ke arah terbitnya matahari. pondok ini terdiri dari dua kamar, setiap kamarnya muat untuk 3-4 orang. juga terdapat teras didepan kamar untuk tempat bersantai dan colokan listrik. sekedar informasi listrik di pulau ini hanya menyala dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi dan hanya terdapat 4 slot pada colokan listrik yang terletak persis ditengah tengah antara pintu kamar, jadi disarankan untuk membawa terminal extra. untuk harga sewa permalam berkisar Rp400.000,-.

      untuk makanan kami memesan ke penjaga pondok yang ternyata harganya cukup murah, untuk tiga kali makan per orang hanya dikenakan Rp80.000,-. (jangan cari ayam ya kalau disini, udah pasti mahal hahaha Laughing out loud). untuk makan malam kami tidak memesan ke penjaga pondok, kami memutuskan untuk membeli ikan segar langsung ke nelayan setempat. kami mendapatkan beberapa ekor ikan tenggiri segar dengan harga yang murah. kebetulan ada tungku pembakaran tepat didepan pondok jadi kami tidak perlu repot lagi. tinggal kumpulkan ranting kayu, nyalakan api, bungkus ikan tenggiri yang sudah disiang sebelumnya kedalam daun pisang, lalu bakar. dan rasanya benar benar nikmat sekali padahal tidak dibumbui (apalagi kalau dikasih bumbu??! Laughing out loud).

      esok harinya kami menghabiskan waktu dengan snorkling. jika ingin menyewa snorkle kita tinggal menghubungi penjaga pondok. lengkap dengan life jacket dan kaki katak. harga sewa yang kami keluarkan waktu itu per orang tidak lebih dari Rp30.000,-. saya tidak terlalu lama snorkling karna lebih memilih untuk mencari spot foto landscape yang bagus untuk diabadikan. saya penasaran dengan bagian pulau di sebelah barat, jadi saya meminta bantuan pada penjaga pondok untuk mencarikan motor yang bisa saya sewa. karna pulau ini cukup luas jika ingin dieksplore dengan berjalan kaki, jadi akan memakan waktu lama. setelah mendapat kendaraan saya langsung menuju ke bagian barat pulau yang menghadap ke laut lepas, benar saja, setibanya saya dilokasi saya langsung takjub melihat pemandangan eksotis yang ada didepan mata. birunya langit, hijaunya pepohonan dan jernihnya air membuat saya berdecak kagum. khusus di bagian barat pulau ini, pengunjung tidak diperkenankan untuk berenang terlalu jauh. saya mendapat informasi dari masyarakat setempat tentang adanya gua di lepas pantai dan populasi ikan hiu. terlepas benar atau tidaknya, niat saya dari awal memang bukan untuk berenang disitu. jika di bagian timur pulau terdapat banyak pengunjung yang berenang dan snorkling, di bagian barat nyaris tidak ada orang yang berenang ataupun mencari ikan sejauh mata saya memandang.

      sebenarnya masih banyak spot yang bisa saya temukan menurut informasi dari penduduk setempat, tapi karna sudah terlalu sore, saya memutuskan untuk kembali ke pondok. esok paginya kami kembali ke daratan dengan menggunakan kapal yang kurang lebih sama. rasanya kurang bagi saya jika hanya menghabiskan dua hari untuk mengeksplore pulau tersebut. tapi nanti saya akan kembali lagi dengan peralatan yang lebih lengkap dan waktu yang lebih panjang karna begitu banyak hal yang bisa saya abadikan dan nikmati di pulau Lemukutan.

      sekian
      salam traveling