Sign in to follow this  
Anita Dwi Mulyati

Urban Traveler Adventure

2 posts in this topic

Hi Traveler!

 

Mau jalan-jalan explore tempat di dalam negeri Indonesia maupun di Luar Neger bareng Urban Taveler Adventure? Untuk mengisi waktu liburan di antara cuti kerja ayo ngetrip bareng kita dengan type Urban Traveler trip, menikmati serunya naek subway dan kereta antar perbatasan negara. Berburu landmark dan icon wisata pasti jadi jadwal padat dalam trip.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By enda28
      hello guys, 
      finally setelah tahun kemarin gagal buat trip ke Jepang dan Alhamdulillah akhirnya bisa mengunjungi Jepang dan unlocked my bucket list trip hehhe. 
      anyway sesuai sama judulnya kali ini saya mau kasih informasi tentang alternatif lain untuk menuju Kyoto dari Tokyo. Kebetulan trip kmren itu karena ada tiket promo airasia rute baru CGK - Narita direct flight, karena dirasa ngunjungin Jepang ga akan puas kalo cuma kunjungin 1 kota aja jadi saya memutuskan buat explore Kyoto dan Osaka juga. 
      begitu sampai di Narita airport kalau kalian travel with budget kaya saya mungkin bisa pake bus menuju Tokyo station dengan tiket 1.000 Yen karena yang saya mau jelaskan sekarang ini adalah menuju Kyoto pake seishun 18 kippu (baca: seishun juu hachi kippu), ada yang pernah denger ga? jadi basicly seishun 18 kippu ini adalah seasonal train tiket yang disediakan oleh pemerintah Jepang buat orang yang mau berpergian baik itu domestik atau wisman menggunakan kereta atau train. Tiket nya itu tersedia hanya  pada tanggal tertentu di musim2 Jepang. misalkan musim panas kemarin pas saya kesana tiket nya hanya dijual per tanggal 1 juli smpe 31 agustus tapi bisa valid sampai tanggal 30 September. tiket ini bisa digunakan ga cuma buat 1 orang tapi bisa lebih dari 1 orang, jadi dengan harga tiket 11.850 Yen kalian bisa pake itu buat sendiri buat 5 hari atau waktu itu saya pake untuk ber 2 dengan perhitungan 2 tiket untuk 2 orang pada saat dari Tokyo menuju Kyoto (untuk pergi) dan 2 Tiket untuk 2 orang buat dari Kyoto menuju ke Tokyo (perjalanan balik ke Tokyo). Perjalanan dari Tokyo ke Kyoto itu kalo pake sishun 18 kippu memang terasa lamaa banget sekitar 11 jam karena seishun 18 kippu ini pake JR yang local line jadi mostly berhenti disetiap station, jadi tips nya siapin energi dan waktu aja yah, siapin batrai gadget kalian biar ga mati gaya. Train nya bener2 kaya KRL yang ada di Jakarta tapi dengan umur yang masih muda dan terawat pastinya. Buat rute nya kalian bisa check disini : 
      www.hyperdia.com
       

      waktu saya ke Kyoto yang saya inget itu kita harus ganti train sekitar 4-5 kali, kita pake JR tokaido line. kalo dibilang mirip kereta KRL kebayang dong kereta nya bukan yang kaya kereta di Indonesia yng buat ke luar kota yah jadi sebenernya ga tau kita dibolehin makan atau enggak jadi diusahain aja kalian bawa persiapan makanan buat dimakan pas diluar kereta pas harus ganti kereta yah. 
      saya juga mau ngasih tips nih buat temen2 yang pertama kali ngunjungin negara 4 musim kaya Jepang harus bener2 check perkiraan cuaca soalnya saya pun menjadi korban nya, jadi pada saat saya dengan teman saya udah mau setengah perjalanan dari Kyoto menuju Tokyo, tiba2 di station yang harusnya saya ganti kereta tiba2 udah ga ada kereta lagi padahal pas di check di time table hyperdia itu masih ada kereta, jadi karena typhoon (badai) yang menghantam Jepang semua train itu ga boleh beroperasi (kecuali shinkansen) dan harga shinaknsen per 1 kali trip itu sekitar 1,7 juta , kebayang dong saya itu bukan di kota tujuan dan tiba2 udah ga ada kereta, mau pake bus pun ga ada trus akhirnya kita harus mengeluarkan uang lagi buat cari penginapan di deket stastion itu, untung nya kita berhenti di station yang lumayan besar yaitu Hamamatsu dan kami pun menginap dulu  di 365base hotel dan melanjutkan perjalanan di hari berikut nya. 
      Sekian cerita dari saya, maaf ga ada actual foto nya karena pas lagi nulis ini lagi kerja dan ga tau mau ngapain jadi mungkin di thread selanjutnya foto nya akan menyusul. 
      semoga informasi nya bermanfaat ya...
       
       
    • By Ahook_
      Tanggal 18 April 2018
      Setelah melewati imigrasi Belanda dengan hati yang sangat lega, bisa baca disini, kenapa? Selanjutnya adalah ambil ranselnya ahok, yang beratnya tidak ketulungan. Padahal yang dibawa cuma sedikit loh, tapi beratnya 18 kg. Bongkok deh yang ada. Untuk itu, kepada teman- teman yang baik hati dan sangat perhatian, terima kasih banget untuk tidak dimintain titipan beli ini- itu, karena untuk membopong ransel yang isinya cuma pakaian seharian saja, aku kewalahan, apalagi mau tambah titipan belanjaan kamu. Mending, begitu belanja langsung pulang, ini mau keliling, hadeh... KASIHANILAH AKU... AKU TIDAK OPEN PO... 

      Sekitaran Grand Palace.
      Selanjutnya, harus tunggu datangnya pagi, tunggu Flix Bus jam 6.10 pagi tujuan Brussels, Belgium. Sesuai arahan yang di-email dari pihak bus, aku diminta untuk tunggu bus di line C, tapi tidak ada plang yang menunjukkan flix busnya berada. Plangak- plongok dipagi buta yang dingin, aku menunggu dengan tidak pasti, busnya mana? Khawatir akan ketinggalan bus, karena waktu itu, sudah 6.05, bus belum datang juga. Apakah aku menunggu di tempat yang salah? Kemudian ketemu 3 orang asal Russia, yang juga menunggu bus yang sama dan sama- sama bingung. 

      Urban City Hostel.
      Busnya tidak tepat waktu. Busnya datang lewat dari jadwal. Yang pasti, pagi itu, Flixbus membawaku ke Brussels dengan menempuh 2 jam perjalanan. Harga bus dari Bandara Schiphol ke Brussels, aku bayar Rp 193.333,- atau 11,24 Euro. Bus berhenti di Brussels North Train Station, yang mana jauh banget dari hostel. Hahaha.. Salah perkiraan. Waktu pesan hostel, lihat jarak dari google maps, sih dekat. Hahaa, setelah dijalani, amsiong coy...  Ya tergantung juga sih kamu tinggalnya dimana. 

      Urban City Hostel
      Aku sih nginap di Urban City Hostel, yang mana sebenarnya lebih dekat ke South Train Station, lebih dekatnya juga beda 10 menit doang. Hikss.. Oh ya, Flix Bus dari Bandara Schiphol itu kalau ke Brussels memang berhenti di North Station. Jadi, intinya, pilih penginapan terdekat dengan station-lah. Tapi entah juga, buat kamu yang biasa naik taxi, jarak bukanlah kendala. 

      Urban City Hostel.
      Aku 3 malam di Brussels. Artinya nginap di hostel ini 3 malam. Aku bayar 65 Euro untuk 3 malam, bayar ditempat, booking via Agoda. Tidak ada sarapan. Wifi gratis, tanpa buffering. Living room sih nyaman. Akses keluar masuk pakai key card. Bersih. Ada outdoor juga buat duduk- duduk santai. 
      Urban City Hostel bagian dari Hotel BRXXL5. Receptionist-nya ada di Hotel. Kamu tidurnya di bagian hostel. Hahaha.. Untuk fasilitas, harusnya hotel lebih baguslah. Naik turun pakai lift. Walaupun begitu, yang nginap di hostel, boleh pakai living room-nya juga. 

      Urban City Hostel
      Kamar sih okey. Lega. Ada loker. Bawa gembok sendiri ya. Kamar mandi bersih. Air panas tersedia dengan shower. Yang buat mampus adalah tangganya, terutama yang kebagian kamar lantai 4. Kalau kata mereka, itu sih tangga jahanam. Anjritt... menjulang naik ke atas, tanpa basa- basi, total 81 anak yang harus kamu injak jika kamu mau sampai di lantai 4. Bawa diri saja sih enteng. Bopong ransel depan belakang, ngap coy, rasanya nafas tinggal sehembus. 
      Oh ya, yang kupingnya tahan sama berisiknya orang- orang Brussels lagi ngumpul, kamu sih bisa nginap disini. Kalau tidak, sebaiknya, cari tempat lain. Yups, tepat diseberang hostel ini, banyak restaurant gitu. Ada yang sudah mulai gelar kursi dari pagi ke pagi. Ada yang baru gelar kursi setelah jam 6 sore sampai ke pagi. Bayangkan, mereka ngobrol, ketawa terbahak- bahak dan sebagainya. Aku sendiri, tidak pernah ada masalah terkait ini. Tidur ya tidur saja, pulas sampai pagi. 
      Dari hostel, mau kemana- mana sih gampang dan tidak terlalu jauh dari pusat keramaian. Situs wisata seperti Grand Palace bisa dicapai dengan jalan kaki. Lagian, menurutku sih, Brussels itu ya seputaran sana saja. Aku, seperti biasanya, bukan yang tipe, buat itinerary khusus untuk setiap traveling. Aku hanya jalan kaki, jalan sesampainya kaki dimana berhenti. 

      Grand Palace.
      Keliling Brussels, pengalamanku sih okey - okey saja. Bersih. Tidak terlalu banyak mobil. Kebetulan, beberapa ruas jalan utam sedang diperbaiki. Begitupun, masih bersih dan tidak amburadul. Sebagaimana seperti kota- kota lainnya di Eropa, arsitektur bangunan Brussels ya seperti itu. 

      Sudut kota Brussels.
      Aku didekatin 3 kali oleh 3 orang yang berbeda, dengan akting pura- pura mabuk, sok mau bantuin dan mau tanya jalan. Aku cuekin saja. Entah-lah, katanya itu yang harus kamu lakukan, cuekin saja jika ada orang aneh seperti mendekatimu. Alasannya, keselamatan jiwa dan raga. Lebay ya...
      Aku tidak banyak mendatangi situs- situs yang katanya wajib didatangi kalau sudah ke Brussels. Aku lebih banyak jalan menyusuri lorong- lorong yang tidak ada orangnya. Setelah sadar, baru putar balik. Aku sendiri tidak bisa membedakan, mana asli orang Belgia, mana yang bukan? Hahaha.. Bahasa yang sering aku dengar, kalau tidak Jerman, ya Perancis. Walau, aku sendiri tidak mengerti, mereka lagi ngomongin apa, termasuk tetamu hostel dan hotel. 

      Snack Brussels.
      Tentu, mata uang yang bisa dipakai Euro. Aku keseringan makan crossant selama di Belgia. Memang sudah doyan crossant dari sananya. Jadi tidak terlalu ribet kalau mau makan. Udaranya, masih tergolong dingin, sejuk dan ber-angin. Masih dibawah 20 derajat. Panas matahari sih menyengat, tapi tidak buat badan kamu kepanasan, apalagi sampai bau matahari, kayak macam naik motor di Jakarta 1 jam saja. Hahahaha... Katanya, kudu cobain snack semacam waffle gitu. Oke-lah rasanya.

      Town Square
      Untuk urusan perut, ada McD, terus banyak yang jualan kebab dan sejenisnya. Gampang cari makanan kayak dari Turki gitu. Harusnya tuh halal kali ya. Buat yang wajib makan nasi, di restoran Turki, ada pilihan nasi. ( Tapi, aku gak tahu pasti deh, itu restoran Turki atau bukan ya, maksud aku sih makanan asal Timur Tengah atau semacamnya.. ).
      Entah turis apa orang lokal, yang pasti bule gitu perawakannya, mereka suka banget ya ngumpul- ngumpul di town square dekat McD. Duduk- duduk sambil jemuran begitu. Matahari sih memang terik, tapi ya itu, tidak buat kepanasan. Di Grand Palace juga sama, pada duduk- duduk sembari menikmati hidup.
      Oh ya, didekat Grand Palace, ada sebuah patung, yang nempel ke dinding, patung seorang wanita sedang tiduran. Nah, semua turis pasti ngantri, selain buat foto dengan patung tersebut, para turis juga mengeluskan tangannya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki patung itu.
      Kalau sudah bosan foto- foto di Grand Palace, jalan- jalan santai-lah, keluar masuk toko souvenir. Untuk kamu yang suka nongkrong sambil ngebeer, atau sekedar ngopi, kayaknya, cocok deh. Tinggal pilih mau nongkrong di cafe yang mana. Duduk, kemudian nikmati hidupmu. Sederhana... 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
       
    • By Fath17
      (SHARECOST) (CARI TEMAN) Explore Sumba 03-09 Mei 2018
      :iloveindonesia Salam Backpacker, :travel  
      Halo agan dan aganwati semua.. :malu 
      Ane mau ngajakin Backpacker jelajah Sumba nih gan. :travel 
      Start 03 Mei dari Waingapu-Sumba Timur perjalanan berujung di Tambolaka-Sumba Barat.
      Untuk sementara kita sudah ber 2 cowok masih nyari sekitar 3-4orang, biar cukup 1mobil.
      Rencana kita akan explore Sumba Timur -+2-3 harian ya gan. Kita keliling menggunakan mobil/motor sewa dari warga sekitar biar bisa sampai ke tempat-tempat terpelosok sekalipun dan bebas tanpa batas waktu. Feel free guys...
      Setelah puas di Sumba Timur, kita menuju Sumba Barat, bisa menggunakan public transport atau sewa mobil gan.
      Di Sumba Barat kita jga akan Explore menggunakan mobil/motor gan, alasannya ya sama kaya sebelumnya gan. :2thumbup Hehehehe....
      So, buat agan/aganwati yg ada rencana di tanggal itu silahkan gabung, ini murni SHARE COST & FIX BERANGKAT yah karena kita sudah issued tiket :ngacir2 
      Bagi yang berminat silahkan inbox ya gan..
      Atau
      WA : 0857-3156-3466
      Phone : 0822-1089-9919
      Phone: 0877-8109-1999
    • By Daniyah Isa
      Hayhay, 
      Aku ada rencana ke Jepang tahun depan, sudah ganti pasport jadi E-paspor. Apa benar visa waiver harus full 15 hari di Jepang? Karena kalau tidak, akan diintrogasi sama imigrasi, dan akan dipulangkan hari itu juga? Sementara, aku rencana cuma 7 hari di sana, ga enak cuti kelamaan. Mohon teman-teman infonya yang sdh pengalaman ke sana. 
      Terima kasih. 
    • By vie asano
      Tak semua orang suka mengenakan koper saat bepergian. Sebagian lainnya lebih suka mengenakan tas punggung (backpack) dengan berbagai alasan, salah satunya adalah untuk alasan kepraktisan. Dibanding menyeret-nyeret koper dan berpotensi akan mengalami kesulitan saat menembus kerumunan orang, tas punggung jauh lebih ringkas dan praktis karena bisa langsung dibawa kemanapun kita berpindah tempat, selama tas tersebut menempel di punggung kita. Sayangnya, tas punggung mungkin kurang ramah bagi beberapa orang, misalnya saja yang memiliki masalah tulang punggung seperti saya.
       
      Jika pada thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/15612-panduan-memilih-koper-yang-akan-digunakan-untuk-berwisata/

         
      Beberapa kriteria yang dapat dipertimbangkan sebelum membeli tas punggung
       
      Ukuran
      Untuk menjawab pertanyaan berapa ukuran ideal tas punggung yang harus saya beli?, pertimbangkan dulu hal-hal berikut ini:
      - Durasi waktu bepergian. Semakin lama kalian bepergian, tentu saja kapasitas tas punggung yang dibutuhkan akan semakin besar. Minimal, mengaculah pada rata-rata waktu wisata yang kalian habiskan. Apakah kalian termasuk wisatawan yang kerap pergi dalam waktu singkat (1-2 hari), saat akhir pekan (2-3 hari), atau lebih dari itu. Diagram berikut ini bisa menjadi panduan ukuran ideal sebuah tas punggung berdasarkan durasi waktu bepergian.
       
      - Ukuran tubuh. Menentukan ukuran tas punggung berdasarkan durasi waktu bepergian memang penting, namun itu bukan harga mati. Bisa saja ada yang suka bepergian dalam jangka panjang, namun tak membutuhkan tas ukuran besar karena tidak suka membawa banyak barang. Yang terpenting adalah, pertimbangkan apakah ukuran tas tersebut proporsional dengan ukuran tubuh atau tidak. Yang dimaksud disini bukanlah masalah tinggi badan, melainkan ukuran panjang punggung. Memilih tas yang terlalu besar dan tidak proporsional terhadap panjang punggung, selain akan menyulitkan pergerakan, juga akan membuat kalian seperti tengah digencet oleh tas tersebut dan membuat tulang punggung tidak nyaman. Berikut perbandingan ukuran tas punggung yang ideal jika dibandingkan dengan panjang punggung.
       
       
      Fitur
      - Internal Frame vs External Frame. Pilih backpack yang memiliki frame untuk membantu mendistribusikan beban pada punggung. Dewasa ini terdapat 2 jenis frame pada backpack, yaitu external frame dan internal frame. External frame merupakan tipe frame yang terlihat dari luar, sementara internal frame merupakan tipe frame yang disembunyikan dalam kantong khusus sehingga tidak terlihat dari luar.
       

       
      (kiri) External frame, (kanan) internal frame. Foto: hikinglady 
       
      Masing-masing tipe tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. External frame dapat menahan beban yang berat (>20 kg) dan dapat mendistribusikan beban dengan baik. Namun external frame dianggap berat, memiliki bentuk yang terlalu kaku, kuno, dan bagi beberapa orang, berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan karena dengan adanya external frame punggung tak langsung bersentuhan dengan tas. Sedangkan internal frame dianggap lebih seksi karena bentuknya yang tersembunyi dan memiliki tingkat stabilitas yang lebih baik karena menempel langsung pada punggung. Kelemahannya, internal frame tidak dapat menyangga berat sebesar external frame, tidak memiliki ventilasi di punggung (karena tas langsung menempel pada punggung), dan biasanya dirancang minim kompartemen sehingga menyulitkan saat loading. Namun jika waktu wisata super singkat, backpack tipe frameless bisa menjadi salah satu opsi. Pilih yang paling sesuai untuk kalian.
       
      - Strap bahu. Pilih strap bahu yang dapat di adjust panjang-pendeknya, dilapisi dengan busa agar tidak menyakiti bahu, dan pilih yang paling nyaman untuk kalian.
       
      - Tali pinggang. Sebagian berat dari tas punggung akan menekan bagian pinggang dan pinggul. Jadi, pilihlah tas yang memiliki tali di pinggang untuk membantu pinggang/pinggul dalam menahan beban dari tas. Jangan lupa pilih yang mudah untuk di adjust.
       
      - Ventilasi. Pilih tas yang memiliki bagian punggung berkontur. Selain membantu mendistribusikan beban pada punggung, juga memberikan ruang kecil diantara punggung dan tas sehingga udara dapat masuk kesela-selanya untuk mendinginkan punggung.
       
      - Kompartemen. Tas yang bagus seharusnya memiliki banyak kompartemen. Tujuannya untuk memudahkan penggunanya dalam menempatkan barang-barangnya, dan juga memudahkan akses untuk pencarian. Jika kalian berencana untuk membawa kantong tidur, pilih tas yang memiliki sleeping bag compartment.
       
      Lain-lain
      - Pilih tas punggung dengan material yang kedap air. Minimal, pilihlah tas dengan bahan yang semi-waterproof sehingga air tidak mudah menembus ke bagian dalam tas. Dan, pastikan juga jika bahan tersebut cukup cepat kering.
       
      - Ada sedikit perbedaan tipe tas punggung untuk pria dan wanita yang perlu dijadikan bahan pertimbangan. Wanita umumnya memiliki ukuran bahu yang lebih kecil dibanding pria, begitu juga dengan ukuran pinggul. Jadi bagi wanita, pilihlah tas punggung yang khusus dirancang untuk wanita (jangan memilih model unisex), dan pilih yang memiliki penahan dada yang posisinya agak ke atas (agar tidak menekan dada).
       
      - Umumnya, ada 2 model tas punggung: top loading (bukaan atas), dan side panel/zippered front panel (bukaan samping). Model top loading merupakan model yang paling standar, yaitu tas hanya bisa dibuka dari atas. Sementara side panel/zippered front panel memiliki bukaan di samping (seperti koper). Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi pilih saja mana yang paling sesuai untuk kalian.
       

       
      Top loading backpack (kiri) dan front loading backpack (kanan). Foto: thewittywanderer 
       
      - Memilih tas punggung sama saja dengan memilih baju maupun sepatu. Kalian tidak tahu apakah sebuah tas cocok untuk kalian atau tidak sebelum mencobanya. Jadi jangan malas untuk mencoba saat berada di toko, dan jika perlu, isi tas dengan beberapa barang agar kalian dapat membayangkan berat dari tas yang sesungguhnya.
       
      Semoga bermanfaat!