Sign in to follow this  
nafariza

Keripik Sukun: Oleh2 Khas Kepulauan Seribu

13 posts in this topic

Seberapa sering jalan2ers jalan2 ke kepulauan seribu? Biasanya, oleh2 apa yang jalan2ers bawa sepulangnya dari sana? Ikan segar langsung dari pulau? Ikan asin beli di muara angke? Atau malah tangan kosong?

Jalan2ers sudah pernah bawa oleh2 keripik sukun?

Eh? Apa itu?

220px-Keripik-sukun.jpg

Sumber Gambar

Keripik sukun itu keripik yang dibuat dari buah sukun yang ditipiskan, terus digoreng sampe kering dan renyah, layaknya kerupuk lainnya. Kalau jalan2ers perhatikan, pohon sukun memang banyak tumbuh di kepulauan seribu. Oleh masyarakat sekitar, buah tumbuhan sukun inilah yang diolah menjadi camilan atau oleh2 khas kepulauan seribu.

Selain dalam bentuk plain original, keripik sukun juga bisa ditemukan dalam rasa balado, coklat, dan gurih.

Ada yang sudah pernah coba? :)

Sumber Tulisan: Okefood

Share this post


Link to post
Share on other sites

nyokap ane sering beli. tetangga ane juga pernah bikin terus dikirimin. yg ane cobain cuma rasa gurih aja. jadi kaya asin2 gt.. kalo untuk rasa ane sih lebih suka keripik singkong :D tapi keripik sukun enak kok nyokap ane aja doyan. hhheheh

Share this post


Link to post
Share on other sites

sukun ...suka banget, sy sering beli kok..cuman yg jd kripik bgni lum pnh coba, biasa di kolak ato di goreng jg tp gak stipis itu :D

Bisa dikolak atau digoreng? Wow, kayak pisang dong ya, bisa dibikin kolak pisang, pisang goreng, atopun kerupuk pisang hihi. Biasa beli sukun dimana ya mas? Kok saya jarang nemu sukun. Sekalinya ketemu ya kemaren pas ke Kepulauan Seribu hehe..

Share this post


Link to post
Share on other sites

suka banget....pernah icip juga kripik sukun rasanya enak gurih, sukun enak ngak cuma di bikin keripik aja sih di rebus atau di goreng biasa juga enak :D

Bisa beda2 gitu makanin sukunnya berarti mbak nya beli buahnya mentah terus diolah sendiri ya mbak? Nyari nya dimana deh. Saya baru kenalan sama sukun baru2 ini di kepulauan seribu. Kirain cuma bisa didapatin di sana, tapi ternyata enggak ya? Hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

nyokap ane sering beli. tetangga ane juga pernah bikin terus dikirimin. yg ane cobain cuma rasa gurih aja. jadi kaya asin2 gt.. kalo untuk rasa ane sih lebih suka keripik singkong :D tapi keripik sukun enak kok nyokap ane aja doyan. hhheheh

Nyokapnya sering beli buah sukun dimana mas? Olah sendiri sukunnya berarti gampang ya terus bisa diapain aja.

Keripiknya gurih ya? Bedanya sama keripik singkong apaan mas? Kan sama2 gurih tuh?

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah belom pernah beli nh gmna ya rasanya...bentuk nya kayak keripik pisang ya

Hehe, saya juga belum pernah makan mas. Tapi banyak ditemuin di kepulauan seribu katanya, terutama pulau tidung. Jadi kalo main2 ke sana, bisa nih dijadiin oleh2. Bosen toh bawain seafood mulu abis balik dari kepulauan seribu.

Iya, bentuknya kayak keripik2 lainnya, tapi bahan dasarnya buah sukun.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Nyokapnya sering beli buah sukun dimana mas? Olah sendiri sukunnya berarti gampang ya terus bisa diapain aja.

Keripiknya gurih ya? Bedanya sama keripik singkong apaan mas? Kan sama2 gurih tuh?

beli keripik sukunnya gan bukan buah sukunnya, maksud gurih rasanya asin aja gt gan

Share this post


Link to post
Share on other sites

beli keripik sukunnya gan bukan buah sukunnya, maksud gurih rasanya asin aja gt gan

oh begitu? oke oke gan. mantaplah kalo gitu rasa keripiknya ya. :D

beda tipis sih sama keripik singkong :D

bentuk nya emang beda tipis sama keripik singkong ya mas. :D rasanya belom tentu loh, bisa beda banget. siapa tau keripik sukun jauh lebih enak daripada keripik singkong. secara kata mas di atas gurih2 gimana gitu hehe.

tapi kayanya ga dari pulau seribu aja deh :D

di bogor juga banyak :P

masa sih mas di bogor juga banyak? yakin keripik sukun apa keripik singkong itu? :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Tadinya saya ingin menulis tentang panduan wisata belanja di Osaka (dan mungkin juga Nagoya), lanjutan dari panduan belanja di Tokyo dan Kyoto yang sudah saya tulis kemarin. Namun di pagi buta hari ini, tiba-tiba datang What's App dari adik yang sedang dinas ke Tokyo.
      Mbak, mau oleh-oleh apa dari Tokyo?
      Begitu katanya. Karena belum sepenuhnya bangun tidur (maklum, hari ini Jakarta dinginnnnn bangetttt), spontan saya jawab “apa aja yang ketemu di toko 100 yen dehâ€. Saya baru mau lanjut tidur lagi saat adik lagi-lagi me-WA:
      Hahaha, emangnya mau dapat oleh-oleh dari toko 100 yen? Nggak pingin yang lain, gitu?
      Hmm, selama ini saya selalu menulis tentang toko 100 yen sebagai tempat mencari oleh-oleh murah meriah (bisa dibaca disini). Tapi WA tadi membuat saya berpikir tentang oleh-oleh khas Tokyo untuk orang special, entah itu untuk atasan, pasangan, orang tua, dan lain-lain. Toko 100 yen memang layak dilirik bagi yang mencari oleh-oleh untuk satu kampung, tapi untuk orang special tentu lain lagi dong. Walau beberapa kali menulis tentang wisata ke Tokyo (termasuk panduan wisata belanja di Tokyo), namun saya belum pernah menulis tentang oleh-oleh khas Tokyo. Jadi apa saja sih oleh-oleh khas Tokyo itu?
      Adik saya lalu mengingatkan jika besok dia sudah kembali ke Jakarta. Jadi hari ini adalah hari terakhir jika ingin minta sesuatu dari Tokyo. Deadline itu berhasil membuat saya bangun dan membongkar-bongkar kembali catatan perjalanan wisata ke Tokyo tahun 2012 yang lalu, mencari inspirasi apa saja oleh-oleh yang pernah saya buru untuk orang-orang special sekaligus menyusun kembali hutang field report yang tertunda terus. Akhirnya saya menemukan beberapa list item yang pernah (setidaknya) masuk dalam daftar “oleh-oleh wajib dari Tokyo. Semoga bisa menginspirasi Jalan2ers yang sedang mencari oleh-oleh khas Tokyo (atau bagi yang mau minta oleh-oleh dari Tokyo).
      Note:
      Kali ini saya tidak akan membahas detail tentang tempat-tempat untuk belanja souvenir, karena panduan wisata belanja di Tokyo bisa dibaca disini. Saya hanya ingin berbagi ide oleh-oleh yang bisa di beli di Tokyo, baik benda khas dari Tokyo maupun oleh-oleh bernuansa Jepang lainnya.
      Makanan (snack, kue, dan sebagainya) dan minuman
      -Makanan (terutama kue) termasuk oleh-oleh yang relatif disukai oleh siapapun. Point menariknya, kue-kue di Jepang biasanya dibungkus dengan sangat cantik sehingga cocok untuk dijadikan buah tangan bagi siapapun (termasuk boss atau rekan kerja). Kue pun mudah ditemukan di berbagai area wisata, seperti Nakamise Dori, Tokyo Tower, dan lain-lain. Sedangkan jika ditanya kue khas Tokyo, Tokyo Banana adalah salah satu oleh-oleh wajib dari Tokyo.. Kue ini memiliki banyak varian, jadi nggak membosankan untuk dijadikan oleh-oleh. Tapi kalau beli Tokyo Banana, harus ekstra teliti ya. Berdasarkan pengalaman, kue ini masa kadaluarsa-nya singkat sekali. Sebaiknya beli Tokyo Banana sesaat sebelum pulang ke Indonesia, dan perhatikan tanggal kadaluarsa-nya.
      (1) Salah satu kemasan Tokyo Banana [foto: David McKelvey], (2) & (3) Varian Tokyo Banana [foto: OiMax, Jencu]
      -Alternatif lainnya, aneka makanan kering seperti senbei (snack beras khas Jepang), nori (rumput laut), furikake (abon khas Jepang), bumbu sup miso, maupun bumbu kare, juga bisa jadi alternatif oleh-oleh. Walau barang-barang ini sekarang mudah ditemukan di berbagai toko bahan makanan import, tapi disini harganya lumayan mahal. Makanan seperti ini cocok dijadikan oleh-oleh bagi pecinta makanan Jepang.
      -Yebisu Beer adalah salah satu bir yang identik dengan Tokyo karena pabrik pertamanya berdiri di kota ini (walau kini sudah pindah ke daerah Chiba). Jika berkunjung ke Museum of Yebisu Beer, di museum itu terdapat berbagai produk olahan bir Yebisu yang cocok dijadikan oleh-oleh, seperti jelly beer. Tentunya ini oleh-oleh bagi yang bisa mengkonsumsi alkohol saja.
      (4) Museum of Yebisu Beer [foto: Dushan and Miae], (5) Beer Jelly [foto: Mr Wabu]
      Majalah dan produk budaya pop lainnya
      -Di Tokyo ada beberapa distrik yang identik dengan otaku. Jadi jika punya teman yang hobi ber-otaku ria, berburu oleh-oleh di distrik tersebut bisa jadi salah satu alternatif cantik. Aneka figurin maupun doujinshi (manga/novel fan fiction yang dibuat berdasarkan sebuah karya populer) bisa jadi oleh-oleh menarik untuk otaku.
      -Miniatur Gundam official maupun aneka cemilan ala Gundam mudah ditemukan di Gundam Front Tokyo. Cocok untuk oleh-oleh bagi penggemar Gundam. Sedangkan jika ingin makan snack berlabel group idol populer AKB48 (yang identik dengan Akihabara Tokyo), dapat membeli aneka snack maupun pernak pernik tersebut di berbagai AKB48 official shop di Tokyo. Malas pergi ke official shop? Banyak kok snack maupun minuman yang memasang gambar maupun logo AKB48 dan tersedia di berbagai konbini maupun toko oleh-oleh..
      (6) Pernak pernik Gundam [foto: Coolinsights], (7) AKB48 Cafe Mug [foto: Kalleboo]
      -Majalah mungkin bukan oleh-oleh khas Tokyo, tapi bisa jadi alternatif oleh-oleh lho. Majalah trend fashion terbaru atau majalah inspirasi model rambut musim ini cocok untuk diberikan bagi teman atau saudara yang suka dengan budaya Jepang. Barangnya pun cukup mudah dicari karena bisa ditemukan di berbagai konbini dengan harga bervariasi (mulai dari ratusan yen hingga ribuan yen). Punya budget agak besar? Bisa juga membelikan photobook dari artis favorit teman/saudara.
      -Ada teman yang suka musik Jepang? Maka CD musik bisa jadi oleh-oleh yang tepat. Maklum, hanya sedikit musisi Jepang yang albumnya bisa ditemukan disini. Hanya saja harga CD di Jepang memang cukup menguras kantong. Untuk single (biasanya terdiri dari 2-3 lagu saja) harganya rata-rata mulai ¥1000, sedangkan untuk full album bisa ¥3000 ke atas. Salah satu toko CD yang pernah saya datangi (walau akhirnya nggak beli apa-apa) ada di dekat Stasiun Shibuya.
      Aneka produk budaya tradisional
      -Pernah lihat patung kucing yang mengangkat sebelah kakinya? Kucing yang disebut maneki neko itu termasuk salah satu oleh-oleh yang cocok diberikan untuk siapa saja yang memiliki bisnis karena dipercaya mendatangkan keberuntungan. Jika tertarik membeli maneki neko, tak ada tempat terbaik selain membeli langsung di kuil yang menjadi awal legenda maneki neko, yaitu Gotoku-ji Temple.
      -Banyak sekali pernak pernik budaya tradisional yang bisa dijadikan oleh-oleh, mulai dari yukata, kipas tangan, geta (sandal khas Jepang), wagasa (payung khas Jepang), hingga pedang. Salah satu tempat terbaik berburu oleh-oleh khas Jepang di Tokyo adalah Oriental Bazaar.
      (8) & (9) Maneki neko di Gotoku-ji Temple [foto: Mrhayata, Ogiyoshisan]
      Pernak-pernik lainnya
      -Tokyo punya banyak sekali tempat wisata dan uniknya rata-rata tempat wisata memiliki maskot yang lucu-lucu, seperti Tokyo Tower yang memiliki maskot bernama Noppon, Tokyo Skytree dengan karakter Sorakara sebagai maskotnya, NHK dengan Domo-kun, dan banyak lagi. Aneka maskot tersebut bisa ditemukan dalam berbagai bentuk produk, mulai dari gantungan kunci hingga makanan. Cocok dijadikan oleh-oleh khas Tokyo untuk siapa saja.
      -Set pisau masak dari Kappabashi dapat menjadi alternatif oleh-oleh menarik dari Tokyo, khususnya bagi pecinta masakan. Kotak makan khas Jepang beserta perlengkapan makannya (sumpit dan lain-lain) juga cocok dijadikan oleh-oleh.
      -Aneka jimat kuil juga bisa jadi alternatif oleh-oleh lho. Banyak kuil yang memiliki jimat dengan kemasan unik dan di klaim memiliki khasiat macam-macam. Salah satu kuil di Tokyo yang memiliki jimat berbentuk unik adalah Kanda Myojin.
      -Mug Starbuck bertuliskan TOKYO jelas menjadi salah satu oleh-oleh bagi kolektor mug Starbuck..
      (10) Domo-kun (warna coklat), maskot NHK [foto: ElCapitanBSC], (11) Amulet dari Kanda Myojin [foto: Yuiseki]
      Masih bingung memilih oleh-oleh ala Tokyo? Ada tips lain bagi yang masih galau membeli maupun meminta oleh-oleh: beli saja berbagai barang unik ala Jepang. Di Tokyo (dan Jepang) banyak sekali barang-barang biasa yang memiliki desain unik sehingga menjadi luar biasa. Misalnya saja gantungan kunci berbentuk miniatur makanan yang bisa di dapat di Kappabashi. Saya sendiri pernah membeli Akihabara Oppai Pudding untuk adik (laki-laki) dan untuk seorang teman. Hasilnya? Cukup membuat mereka terkesan. Inilah penampakan Akihabara Oppai Pudding tersebut. Seru kan? Hehe..
      Penampakan Akihabara Oppai Pudding, dari tertutup hingga full terbuka [foto: dokumen pribadi, 2012]
      *Semua pic dicari melalui Creative Commons, kecuali yang ditandai sebagai dokumen pribadi.
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh. 
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, teman saya, seorang WNI yang menikah dengan pria Jepang, menceritakan kebingungannya mencari oleh-oleh khas Indonesia setiap kali akan berkunjung ke keluarga suaminya di Jepang. Adik saya yang menikah dengan pria Belanda pun kerap kebingungan mencari oleh-oleh untuk mertua tercinta. Dan saya rasa, teman maupun adik saya itu bukanlah satu-satunya yang kerap merasa bingung setiap kali mencari oleh-oleh khas Indonesia untuk dibawa ke luar negeri. Biasanya, yang bingung-bingung itu karena mereka terlalu memikirkan hal-hal berikut ini:
      1.Dari sekian banyak produk khas daerah di Indonesia ini, oleh-oleh apa sih yang paling merepresentasikan Indonesia?
      2.Oleh-oleh apa yang tahan dibawa untuk perjalanan jarak jauh dan memiliki kemasan yang oke namun tetap terkesan Indonesia banget?
      3.Oleh-oleh apa ya yang kira-kira disukai oleh orang diluar Indonesia, apalagi diluar wilayah Asia tenggara? Soalnya kan selera mereka mungkin saja beda dengan selera orang Indonesia atau orang Asia
      Berikut saya ingin berbagi beberapa jenis oleh-oleh khas Indonesia yang cocok dijadikan buah tangan untuk teman atau kerabat atau mungkin calon relasi bisnis yang ada di luar negeri, khususnya yang memiliki budaya yang jauh berbeda dengan Indonesia. Oleh-oleh dibawah ini berdasarkan pengalaman saya beberapa kali memberikan oleh-oleh (minimal memberikan ide) untuk mereka yang berada jauh diluar Indonesia. Saya sengaja nggak menyebut produk khas per-daerah supaya teman-teman bebas mengembangkan imajinasi dan mengeksplorasi produk khas daerah masing-masing dari ide-ide berikut ini. Untuk alternatif oleh-oleh lainnya, bisa mampir ke thread yang sudah lebih dulu ada: Oleh-oleh apa yang khas Indonesia? 
       
      1. Kopi
      Saya cinta kopi walau sebatas pecinta kopi sachetan saja. Dan bicara tentang kopi, Indonesia memiliki beberapa jenis kopi yang khas yang mungkin saja sulit ditemukan diluar negeri. Berhubung akhir-akhir ini banyak produsen kopi yang mengemas kopi Indonesia dengan kemasan yang cantik, saya rasa kopi layak banget untuk dijadikan oleh-oleh khas Indonesia.
      Tips: coba cari produk kopi khas daerah masing-masing, jadi jangan terpaku dengan merk kopi yang banyak ditemukan di supermarket. Contohnya saja Kopi  Oey Jalan Braga, termasuk oleh-oleh kopi khas dari Bandung. Saya pernah juga memberikan oleh-oleh kopi Bali untuk oleh-oleh dan rata-rata kopi Indonesia selalu diterima dengan senang hati.
       
      2. Rokok kretek
      Walau saya anti rokok, namun saya mengakui jika rokok kretek termasuk salah satu produk khas Indonesia. Rokok kretek bisa jadi oleh-oleh khas Indonesia karena biasanya (sepanjang yang saya tahu) rokok di luar negeri (wilayah survei: Jepang dan Belanda) rata-rata tipenya mild. Biasanya mereka yang perokok berat akan suka diberikan oleh-oleh rokok kretek dari Indonesia.
       

      Foto 02:
      Salah satu merk rokok kretek Indonesia yang populer secara internasional [foto: wikimedia/creative commons]
       
      3. Sambal
      Sambal mungkin termasuk salah satu produk khas di wilayah Asia. Dan Indonesia termasuk negara yang juga mencintai sambal. Jadi kenapa nggak memberikan oleh-oleh sambal sebagai produk khas Indonesia? Tentunya pilih yang kemasannya oke dan tahan untuk dimasukkan dalam bagasi pesawat.
      Tips: jika ingin memberikan oleh-oleh sambal untuk mereka yang kurang terbiasa dengan rasa pedas, sebaiknya pilih sambal yang rasanya ringan dan tidak terlalu pedas.

      Foto 03:
      Contoh sambal dalam kemasan yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh [foto: Gunawan Kartapranata/wikimedia]
       
      4. Makanan ringan
      Brownies Amanda dan Molen Kartika Sari merupakan oleh-oleh khas Bandung yang populer. Tapi kedua jenis makanan tersebut agak sulit untuk dibawa keluar negeri (khawatir hancur jika dimasukkan dalam bagasi) sehingga kurang cocok untuk dijadikan oleh-oleh khas Indonesia. Begitu juga dengan cemilan khas Indonesia lainnya seperti kembang goyang dan batagor. Wah, bisa-bisa hancur atau basi saat dibawa untuk perjalanan jarak jauh.
      Nah, jika memang ingin membawa oleh-oleh makanan, coba deh pertimbangkan untuk membeli oleh-oleh makanan kering dan punya kemasan menarik. Misalnya saja, aneka keripik singkong pedas, keripik pisang, atau mungkin dodol garut. Atau bisa juga membeli kerupuk mentah untuk digoreng sendiri.

      Foto 04:
      Keripik pisang dalam kemasan yang cukup menarik [foto: CamilanCamilun/wikimedia]
       
      5. Bumbu khas Indonesia
      Percaya atau tidak, teman saya yang warga Jepang suka banget kalau diberi oleh-oleh bumbu pecel lho! Itu menandakan jika bumbu khas Indonesia pun bisa dan layak dijadikan oleh-oleh yang mewakili Indonesia.
       
      6. Batik dan kain khas Indonesia
      Batik merupakan kain khas Indonesia. Jadi kenapa tidak memberikan batik sebagai oleh-oleh? Jangan hanya terpaku pada kain batik meteran saja. Kalian bisa lho memberikan batik sarimbit sebagai oleh-oleh, maupun batik yang sudah diolah menjadi produk lain seperti tas dan sepatu. Intinya, cari yang praktis namun menarik. Dan kain khas Indonesia tak hanya batik. Ada ulos, songket, dan banyak lagi. Bahkan dress pantai khas Bali pun menarik untuk dijadikan oleh-oleh lho!

      Foto 05:
      Batik dalam bentuk produk fashion jadi juga cukup menarik dijadikan oleh-oleh [foto: Gunawan Kartapranata/wikimedia]
       
      7. Teh
      Selain kopi, Indonesia juga memiliki banyak teh lokal yang memiliki rasa yang khas. Coba deh jangan melirik merk-merk teh yang mainstream dan banyak ditemukan di supermarket. Carilah produk-produk teh khas daerah kalian dan jadikan itu oleh-oleh yang mewakili Indonesia.

      Foto 06:
      Contoh teh khas Indonesia [foto: Midori/wikimedia]
       
      8. Produk spa dan kecantikan
      Spa termasuk salah satu perawatan kecantikan khas Indonesia yang banyak disukai oleh warga negara asing. Berhubung saat ini sudah banyak produk spa dan kecantikan lainnya yang dikemas cantik dan bisa digunakan untuk perawatan di rumah, coba deh memberikan produk-produk tersebut sebagai oleh-oleh. Saya pribadi beberapa kali memberikan set produk body lotion/body scrub/body butter dengan wangi khas Indonesia sebagai oleh-oleh dan ternyata produk-produk spa tersebut cukup disukai lho.
       
      9. Produk seni khas daerah
      Rasanya, masing-masing daerah di Indonesia memiliki produk seni yang khas, yang menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Sebut saja wayang golek, wayang kulit, angklung, dan lain-lain. Produk-produk ini menjadi oleh-oleh yang relatif aman untuk siapa saja karena tidak untuk dikonsumsi, alias untuk pajangan saja.
       
      10. CD musik
      Saya rasa nggak banyak yang terpikir untuk memberikan CD musik penyanyi Indonesia sebagai oleh-oleh. Saya sendiri berani mengusulkan ini berdasarkan pengalaman memberikan CD musik untuk oleh-oleh adiknya adik ipar (WN Belanda). Ceritanya, saya sedang bingung akan memberikan oleh-oleh apa. Karena saya dapat informasi jika dia pecinta musik metal, saya pun iseng-iseng memberikan CD Power Metal dan Jamrud. Dan kalian tahu endingnya bagaimana? Sekarang dia jadi fans berat Jamrud! Yay, saya dapat teman Jamers baru!
      Daftar di atas saya susun berdasarkan pengalaman pribadi. Jika teman-teman ada yang mau berbagi pengalaman aneka oleh-oleh khas Indonesia, ditunggu sharing-nya. Sebagai penutup, saya ingin berbagi tips bagi yang ingin mencari produk khas Indonesia sebagai oleh-oleh:
      1. Percaya dirilah dengan produk-produk khas Indonesia. Jangan terlalu memikirkan ini layak nggak untuk jadi oleh-oleh maupun produk ini kira-kira sesuai standar barat nggak ya, karena pemikiran seperti itulah yang akhirnya membuat kita nggak pede dengan produk dalam negeri. Kalau kita sendiri nggak pede, gimana kita bisa meyakinkan orang lain kalau produk khas Indonesia itu bagus?
      2. Berpikir sederhana. Jangan karena semangat ingin memberikan oleh-oleh yang "wah" akhirnya malah membuat kita melupakan esensi dari oleh-oleh, salah satunya untuk menyambung silahturahim dan juga memperkenalkan produk khas Indonesia. Berpikirlah sederhana dan kreatiflah, karena bisa jadi produk-produk yang kita anggap sepele dalam kehidupan sehari-hari ternyata menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Contohnya saja sandal jepit khas Indonesia, yang konon akhirnya jadi booming gara-gara dipakai oleh bintang Korea. Keren kan?
       
      Selamat berburu oleh-oleh khas Indonesia!
       
    • By citrariana

      Sawaddi Kab! Sawaddi Kha!
      Thailand merupakan negara tetangga yang sering dikunjungi oleh penduduk Indonesia. Letak geografis yang strategis serta mudahnya tarnsportasi menuju Thailand yaitu cukup naik pesawat saja membuat negara ini menjadi tujuan favorit. Selain itu, Thailand juga terkenal dengan masyarakatnya yang menjaga budaya leluhur dengan sangat baik. Tidak heran bila terdapat banyak acara adat yang diselenggarakan di Thailand seperti Festival Loy Krathong. Mengunjungi Thailand tentu tak lengkap tanpa membawa oleh-oleh. Berikut beberapa rekomendasi surge belanja di Thailand yang dapat Anda kunjungi.
       
       
      Pantip Plaza

      Tempat ini menjual berbagai macam barang elegtronik. Anda dapat membawa pulang gadget yang Anda inginkan dengan harga yang lebih terjangkau dari tempat lain. Barang yang ditawarkan adalah barang dengan garansi resmi lho. Namun, jangan gegabah untuk langsung membeli ya! Sebaiknya Anda menjelajahi setipa toko dulu karena setiap toko menawarkan harga berbeda. Hal ini memang sedikit merepotkan. Namun, Anda pasti akn puas bila mendapat harga terbaik bukan.
      The Platinum Fashion Mall

      Siapa penggemar fashion Korea, Hong Kong, atau Jepang? Maka tempat ini sangat cocok bagi Anda. Anda dapat menemukan fashion pria maupun wanita lengkap mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sekali lagi, Anda tidak perlu khawatir dengan harga yang ditawarkan. Mall lima lantai ini susah didesain untuk memudahkan pengnjung yaitu dengan mengelompokkan bebrbagai pakaian wanita, pria, anak-anak, dan aksesoris secara terpisah. Tak lupa terdapat food court di dalam mall ini. Anda dapat mencicipi berbagai hidangan Thai sembari melepas lelah. Letak mall ini hanya bersebelahan dengan Palntip Plaza.
      Central World

      Ini dia surganya barang bermerk. Berlokasi di Rajchaprasong Juncton, pusat belanja ini menjual berbagai macam produk fashion, gadget, jam tangan hingga buku. Penjualan terlarisnya adalah jam tangan. Jam tangan di pusat belanja ini termasuk yang paling lengkap. Memberikan oleh-oleh jam tangan pasti akan sangat bermakna bagi yang menerimanya.
      Oleh-oleh Khas Thai
      Tidak sulit untuk membeli barang khas Thailand. Anda dapat menemukannya hamper di setiap area wisata. Namun, bila Anda ingin berburu oleh-oleh khas Thailand lebih baik Anda datang ke MBK Center, Chatuchak Weekend Market, dan Amarin Plaza. MBK Center. Beberapa tempat tersebut merupakan pusatnya oleh-oleh khas Thailand. Di Amarin Plaza misalnya, Anda dapat membeli kain sutra Thailand.
      Kuliner Thailand
      Beberapa tempat yang kami rekomendasikan adalah Shukumvit Road dengan konsep pasar malam. Di sana kamu harus pintar menawar ya. Selanjutnya adalah Khao San Road. Tempat ini merupakan tujuan para pelancong luar negeri. Sebaiknya Anda mengunjungi tempat ini pada sore atau malam hari. Tang terakhir adalah kompleks China Town. Di sana berjajar berbagai restoran di sepanjang jalan. Selain itu, Anda dapat membeli pernak pernik.
       
    • By Nindy Ratri K
      Malam, saya mau sharing pengalaman saya beli pempek murah dan enak di palembang dan cocok banget buat oleh-oleh. Namanya Pempek Udin. saya kurang paham jalan di palembang, tapi dia udah ada di google map, dan kalau liat dari street view lebih jelas lagi penampakan tokonya. mungkin kalau dilihat dari depan tokonya kurang meyakinkan, tapi saya jamin, makannya bikin nagihh...
      penampakannya seperti ini...

       
      pempek ini juga siap dibungkus untuk dipacking keluar kota, nanti pempeknya akan dibalut sama kanji supaya awet. nanti sampai rumah, dicuci dulu biar luntur tu kanjinya, terus didiemin dulu sampai airnya kering, baru dehh digoreng dirumah..
       
      penampakan packingannya + alamatnya ada di kardusnya...

       
      untuk harganya? nggak usah kuatir... cuma IDR1k ajahh... alias seribu perak sebiji  (harga tahun 2015 awal pas saya kesana)
      bahagia banget dehh belinya... nggak semahal pempek lain yang bermerek, yang bisa 3-4x lipat...
      untuk cukonya juga nggak kalah enak...
       
      conclusion: Pempek Udin saya rate karena murah, enak dan banyak 
      sekian dulu postingan nubie, semoga membantu rekans jalan2
    • By idri noby
       
       
                  Pulau Bira Besar merupakan pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu yang secara administratif termasuk dalam wilayah kelurahan pulau kelapa, kecamatan kepulauan seribu selatan, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu provinsi DKI Jakarta yang mempunyai pantai yang indah dengan air laut yang bening serta pasir putihnya disini merupakan tempat atau trek wisata bagi wisatawan yang menginap di pulau bira kecil , letak pulau ini berdekatan dengan Pulau Bira Kecil, Pulau Papa Theo, Pulau Pelangi, Pulau Kayu Angin Bira, Pulau Kuburan Cina, dan Pulau Genteng.
       
      Ngomong-ngomong Pulau Seribu tepat minggu kemarin Tanggal 5 dan 6 Maret 2016 saya merencanakan untuk Visit Pulau Seribu ini. Awalnya tidak ada plan untuk menghabiskan akhir pekan dengan jalan-jalan. Karena biasanya Weekend selalu diisi dengan rentetan Drama Korea. Entah kenapa seminggu sebelum berangkat ke Pulau Seribu, isen-iseng otak atik hp dan masuk Club wisata traveling yang ada disalah satu media social. Kebetulan salah satu dari anggotanya Open Trip ke Pulau Seribu ini. Awalnya ragu karena takut tipu-tipu setelah di cek ternyata tidak, mereka jg ada komunitas Adventure lainnya. Setelah daftar untuk Join saya pun mengajak Teman di Komunitas Jalan2.com yang di bantu oleh kang @deffa kemarin. Dapatlah satu teman lagi dari komunitas ini yg tinggal di bandung untuk Kuliah. Waah ga nyangka ternyata satu wilayah sama kang @deffa
       
                  PULAU BIRA BESAR – Kepulau Seribu , gak nyangka yah Pulau Seribu buanyaak pulau yang belum saya kunjungi. Yang saya tau Cuma Untung Jawa, Tidung, Pari, Semak Daun dan Harapan. Kenapa saya join utk ke Bira? Karena dari namanya sudah asing banget, jarang orang bicara tentang pulau ini. Di pikiran saya “pasti belum banyak orang yang tau tentang Bira” dan “pasti pualunya masih perawan” (heleeh opo toh). Ohia, Pulau Bira ini dibagi menjadi 2 yakni Bira Besar dan Bira kecil katanya yang kecil itu mash belum boleh jadi tempat wisata (kata TL nya loh).
       
      Karena saya ikut trip yang ala-ala harga pelajar, untuk ke Pulau Bira ini saya ambil harga Ekonomis via Pelabuhan Kali Adem yang dulunya mungkin bekas Pulau Muara Angke. Kali Adem ini lebih tertata rapih dan mempunyai ruang adminstrasi. Kalo kemarin di Pelabuhan Muara Angke yang terlihat orang-orang yang bercecer kesana kemari tanpa ada panduan. Jalannya pun sudah bagus, semua sudah di Plur atau di apain lah gitu semacamnya hehe
       
       
       
       
      PELABUHAN KALI ADEM
       
             

       

       
       
       
       
       
      Perjalan via Kali Adem ditempuh dengan waktu 3jam 30menit (kurang lebih) sedikit kecewa si yah, kerena kapal yang kemarin saya tunggangi itu telat berangkatnya. Perkiraan saya kapal berangkat paling telat jam 07.30 ternyata diluar ekspektasi, kapal baru menyalakan mesin jam 08.30 karena ada romobongan yang belum naik. Hmmm, denger-denger si rombongan dari mexico yang 3bulan sekali selalu adain acara di Kepulaun Seribu. Gara2 robmongan itulah jadi telat
       
      Pukul 08.45 kapal berangkat, sampai di pulau harapan 12.30 deh kalo ga salah. Nah dalam hati bertanya Tanya. “kok di turunin di Harapan? Tujuan saya kan ke Bira bukan ke Harapan” tanpa alasan apapun saya diam hanya mengikuti teman-teman yang saya kenal di Club itu karena saking lelah dan panasnya siang-siang bolong masih di kapal. Pas turun dari kapal, ternyata saya di arahin untuk bertemu TL nya. Dan ternyata melanjutkan perjalanan untuk ke Bira, ternyata saat turun di Harapan itu hanya transit kapal, dari kapal gede turun ke kapal kecil. Melanjutkan perjalanan laut lagi kurang lebih 20 menit dr Harapan ke Bira. Sedikit lega dan bisa napas, akhirnya keluar dari kapal besar dan bisa menghirup wangi wewangian air laut. Kapal yang saya tunggangi dari Kali Adem menuju Harapan namanya Garuda Di Dadaku  kapalnya gede, ada bangkunya, dan dibagi 2tempat diatas dan di bawah. Kalao yang di bawah Full Music gatau deh ada kipas anginnya atau engga. Kalo yg diatas sisi pojoknya depan dan belakang ada kipas anginnya. Dan di pinggir badan kapal jg ada jendela yang terbuat dr fiber. Yaaa better dari sebelumnya hehe.. saya ga foto kapal yg kemarin saya tunggangi tp sebagai contoh ada kapal yang mogok dan di geret make tali dengan kapal Garuda yang saya tumpangi kemarin.
       
       
       
       
       
      KAPAL YANG MOGOK / SERUPA DENGAN KAPAL GARUDA DI DADAKU
       
       

       
       
      TRANSIT DI HARAPAN
       

       
       
       
       
      INI PERAHU YANG MEMBAWA SAYA KE PULAU BIRA BESAR
       

       
       
       
      Setelah menempuh perjalanan 20menit dari harapan sampailah di Pulau Bira Besar
       
      Aseeeeli gak nyangka bener-bener sepi nih pulau kalau dibandingkan dengan Pulau Tidung dan Harapan yang sebelumnya saya lihat..
       
       
       
      PULAU BIRA BESAR

       
       
      Sesampainya di Bira, saya dan teman-teman langsung makan siang dan dikasih waktu untuk istirahat sejenak.
       
      Kesan pertama yang saya lihat di pulau ini “serem, takut, ngeri, sunyi, gelap, indah, bagus, kerennnnn” wah pokoknya campur aduklah..
       
      FYI : listrik akan nyala sekitar jam 6sore dan padam sekitar 9pagi.
       
       semua tempat penginapan saya lihat bentuknya sama dan hamper semuanya yang saya lihat tidak terawatt dan Non Ac. Bahkan tempat semacam adminnya pun sudah usang. Saya tida foto karena tempatnya terlalu seram haha (buat ku loh ya). Tapi ya di piker-pikir Cuma 2hari jadi anggap saja angin berlalu hehe yang penting liburan…
       

       
      Setelah ganti kostum siaplah kami untuk bertemu dengan ikan-ikan kecil yang menggemaskan. 


       
       
       
       
      Spot yang pertama di Pulau Putri, hmmm agak kecewa dengan Ikan-ikan disana (pulau putri) karena warnanya gak cantik-cantik. Yaa tapi tetap menikmati hehe
       
       

      Mungkin kalao bisa di vote, ikan dan saya masih cantikan saya hahha, karena ikannya kurang terang. Atau mungkin datangnya saya kemarin ikannya pada kabur semua yah, karna tau biang ikan mau datang
       
       
       
       
       
      Untuk spot yang kedua di Pulau Perak



       
      Setelah puas bermanja dengan ikan, kami pun diampiri ke tempat jajan buat isi perut karena berjam jam berendam. Apa ya namanya lupa, gak jauh si dari tempat snorkeling yg kedua, disana ada pop mie, teh manis, kopi, gorengan plus minuman yang dingin pun ada. Hmmm, saran aja yah cari aman kalo emg laper banget mendingan makan pop mienya, karena gorengannya gak ada rasanya tapi gak ada menu lain sih selain makanan berdua itu haha…
       
      Disana saya membeli Pop Mie dan Big Cola, karena harga minuman di pukul rata Sambil makan dan menunggu baju kering, kata TLnya kita menghabiskan waktu disini dengan menikmati sunset dan nunggu listrik nyala di Pulau Bira, disana kalian bisa main Banan Boat dan Donat.
       
      Saya ambil Donat karena kalo ambil banana nnti ribet naiknya lg kalo di jatohin dan suka parno sendiri kalo di tenggelemin (dijatohin) di tengah laut, takut di film2 yang tiba2 ada ikan hiu keluar haha *korban film*
       
                 

       

       
       
      Setelah menyantap popmie, bermain spot air lainnya dan menikmati sunset. Waktunya kembali ke Bira Besar dengan kapal mini andalan yang kapasitas kurang lebih 15org.
       
      Aktifitas dimalam hari gak terlalu banyak karena sudah cape dengan 2x snorkeling tadi, dan setelah menyantap makan malam. Sekitar pukul 09.00 malam TL memberikan kami Lampion yang bisa terbang. Apa itu namanya saya tidak tahu, yang saya tau lampion itu katanya kudu di coret2 yang coret2annya berisi keinginan kita dan konon katanya nnti keinginan kita bisa terwujud. tapi kan niatnya buat main air dan senang2 jadi gak kepikiran utk bawa ATK haha, terbanglah lampion itu tanpa coret2an yang ada hanya cuap2an dari kita wkwkw ..
       


       
       
       
      Setelah bermain lampion tepat waktunya untuk istirhat, karena hanya 2d1n. Ohia tak lupa acara BBQ ala-ala anak pantai, tp karna kami anak-anak manja, jadi BBQ sudah siap santap tanpa perlu repot2 membakar sndiri. Tepatnya si Bakaran ikan Plus tambahan sosis. Karna saya tidak suka ikan, jadi apa daya Cuma makan sosis aja.
      kegiatan hari terahir cuma foto2 cantik di pulau. Saya gatau namanya dan lupa kemarin sudah dikasih tau jg namanya. Pulaunya kecil, kalau kita berkeliling Cuma 10menit lah (tanpa foto2) ya.. 
       
      nah harga minum disini lebih murah, saya badingkan dengan tempat jajan kemarin sehabis snorkeling. lebih murah 2rb rupiah(lumayanlah)
       

       
       
      Dan siappp kembali ke Jakarta mencari sebutir berlian yang ditukar dengan jalan2 hahah..
       
      Sama seperti kita berangkat sebelumnya, kapal yang kita tumpangi untuk pulang pun berada di pulau harapan. Jadi karena jam makan siang, kami sepakat untuk isi perut dlu sm teman2. Kantin di pulau harapan cukup rapih dan bersih. Makanannya juga ga satu menu (ikan) , disana ada pecel ayam, sambel, tumis kacang panjang. Ya makanan warteglah hehe, tp saya ujung2nya Indomie plus telor. Haha soalnya itu menu gak bakal kecewa sama lidah
       


       

       
       
      Sekian liburan Indie ku, semoga membantu dan bermanfaat. Trims….
       
       
      BIAYA PENGELUARAN :
       
      Ø  Open Trip Pulau Bira                                                  : 450.000
       
      Ø  GrabCar Kemayoran – Kali Adem PP                         : 140.000
       
      Ø  Peron                                                                           : 2.000 (dikalikan 2)
       
      Ø  Pop Mie                                                                       : 10.000
       
      Ø  Minuman (Big Cola/Aqua/Teh Pucuk)                    : 10.000
       
      Ø  Gorengan                                                                    : 2.000
       
      Ø  Water Sport                                                                : 35.000
       
      Ø  Indomie + Telur                                                         : 10.000
       
       
       
       
       
    • By Ferdi-simpink
      Hallo temen2 salam kenal, Perkenalkan saya ferdi, saat ini kepulauan seribu lg top nih, saya dan beberapa kawan mau jalan2 ksana, untuk agar butget murah saya mau ngajak temen temen sekalian disini, tanggal 21-22 nov ini, butgetnya 370rb/orang, sudah include kapal dari muara angke, penginapan, makan 3x dan jalan2 ke bbrapa pulau + snorkling
      klo temen2 ada yg minat dan mau tau info lengkap bisa whatsapp ke no saya 087772110999 thanks"