Sign in to follow this  
nafariza

Keripik Sukun: Oleh2 Khas Kepulauan Seribu

13 posts in this topic

Seberapa sering jalan2ers jalan2 ke kepulauan seribu? Biasanya, oleh2 apa yang jalan2ers bawa sepulangnya dari sana? Ikan segar langsung dari pulau? Ikan asin beli di muara angke? Atau malah tangan kosong?

Jalan2ers sudah pernah bawa oleh2 keripik sukun?

Eh? Apa itu?

220px-Keripik-sukun.jpg

Sumber Gambar

Keripik sukun itu keripik yang dibuat dari buah sukun yang ditipiskan, terus digoreng sampe kering dan renyah, layaknya kerupuk lainnya. Kalau jalan2ers perhatikan, pohon sukun memang banyak tumbuh di kepulauan seribu. Oleh masyarakat sekitar, buah tumbuhan sukun inilah yang diolah menjadi camilan atau oleh2 khas kepulauan seribu.

Selain dalam bentuk plain original, keripik sukun juga bisa ditemukan dalam rasa balado, coklat, dan gurih.

Ada yang sudah pernah coba? :)

Sumber Tulisan: Okefood

Share this post


Link to post
Share on other sites

nyokap ane sering beli. tetangga ane juga pernah bikin terus dikirimin. yg ane cobain cuma rasa gurih aja. jadi kaya asin2 gt.. kalo untuk rasa ane sih lebih suka keripik singkong :D tapi keripik sukun enak kok nyokap ane aja doyan. hhheheh

Share this post


Link to post
Share on other sites

sukun ...suka banget, sy sering beli kok..cuman yg jd kripik bgni lum pnh coba, biasa di kolak ato di goreng jg tp gak stipis itu :D

Bisa dikolak atau digoreng? Wow, kayak pisang dong ya, bisa dibikin kolak pisang, pisang goreng, atopun kerupuk pisang hihi. Biasa beli sukun dimana ya mas? Kok saya jarang nemu sukun. Sekalinya ketemu ya kemaren pas ke Kepulauan Seribu hehe..

Share this post


Link to post
Share on other sites

suka banget....pernah icip juga kripik sukun rasanya enak gurih, sukun enak ngak cuma di bikin keripik aja sih di rebus atau di goreng biasa juga enak :D

Bisa beda2 gitu makanin sukunnya berarti mbak nya beli buahnya mentah terus diolah sendiri ya mbak? Nyari nya dimana deh. Saya baru kenalan sama sukun baru2 ini di kepulauan seribu. Kirain cuma bisa didapatin di sana, tapi ternyata enggak ya? Hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

nyokap ane sering beli. tetangga ane juga pernah bikin terus dikirimin. yg ane cobain cuma rasa gurih aja. jadi kaya asin2 gt.. kalo untuk rasa ane sih lebih suka keripik singkong :D tapi keripik sukun enak kok nyokap ane aja doyan. hhheheh

Nyokapnya sering beli buah sukun dimana mas? Olah sendiri sukunnya berarti gampang ya terus bisa diapain aja.

Keripiknya gurih ya? Bedanya sama keripik singkong apaan mas? Kan sama2 gurih tuh?

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah belom pernah beli nh gmna ya rasanya...bentuk nya kayak keripik pisang ya

Hehe, saya juga belum pernah makan mas. Tapi banyak ditemuin di kepulauan seribu katanya, terutama pulau tidung. Jadi kalo main2 ke sana, bisa nih dijadiin oleh2. Bosen toh bawain seafood mulu abis balik dari kepulauan seribu.

Iya, bentuknya kayak keripik2 lainnya, tapi bahan dasarnya buah sukun.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Nyokapnya sering beli buah sukun dimana mas? Olah sendiri sukunnya berarti gampang ya terus bisa diapain aja.

Keripiknya gurih ya? Bedanya sama keripik singkong apaan mas? Kan sama2 gurih tuh?

beli keripik sukunnya gan bukan buah sukunnya, maksud gurih rasanya asin aja gt gan

Share this post


Link to post
Share on other sites

beli keripik sukunnya gan bukan buah sukunnya, maksud gurih rasanya asin aja gt gan

oh begitu? oke oke gan. mantaplah kalo gitu rasa keripiknya ya. :D

beda tipis sih sama keripik singkong :D

bentuk nya emang beda tipis sama keripik singkong ya mas. :D rasanya belom tentu loh, bisa beda banget. siapa tau keripik sukun jauh lebih enak daripada keripik singkong. secara kata mas di atas gurih2 gimana gitu hehe.

tapi kayanya ga dari pulau seribu aja deh :D

di bogor juga banyak :P

masa sih mas di bogor juga banyak? yakin keripik sukun apa keripik singkong itu? :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By citrariana

      Sawaddi Kab! Sawaddi Kha!
      Thailand merupakan negara tetangga yang sering dikunjungi oleh penduduk Indonesia. Letak geografis yang strategis serta mudahnya tarnsportasi menuju Thailand yaitu cukup naik pesawat saja membuat negara ini menjadi tujuan favorit. Selain itu, Thailand juga terkenal dengan masyarakatnya yang menjaga budaya leluhur dengan sangat baik. Tidak heran bila terdapat banyak acara adat yang diselenggarakan di Thailand seperti Festival Loy Krathong. Mengunjungi Thailand tentu tak lengkap tanpa membawa oleh-oleh. Berikut beberapa rekomendasi surge belanja di Thailand yang dapat Anda kunjungi.
       
       
      Pantip Plaza

      Tempat ini menjual berbagai macam barang elegtronik. Anda dapat membawa pulang gadget yang Anda inginkan dengan harga yang lebih terjangkau dari tempat lain. Barang yang ditawarkan adalah barang dengan garansi resmi lho. Namun, jangan gegabah untuk langsung membeli ya! Sebaiknya Anda menjelajahi setipa toko dulu karena setiap toko menawarkan harga berbeda. Hal ini memang sedikit merepotkan. Namun, Anda pasti akn puas bila mendapat harga terbaik bukan.
      The Platinum Fashion Mall

      Siapa penggemar fashion Korea, Hong Kong, atau Jepang? Maka tempat ini sangat cocok bagi Anda. Anda dapat menemukan fashion pria maupun wanita lengkap mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sekali lagi, Anda tidak perlu khawatir dengan harga yang ditawarkan. Mall lima lantai ini susah didesain untuk memudahkan pengnjung yaitu dengan mengelompokkan bebrbagai pakaian wanita, pria, anak-anak, dan aksesoris secara terpisah. Tak lupa terdapat food court di dalam mall ini. Anda dapat mencicipi berbagai hidangan Thai sembari melepas lelah. Letak mall ini hanya bersebelahan dengan Palntip Plaza.
      Central World

      Ini dia surganya barang bermerk. Berlokasi di Rajchaprasong Juncton, pusat belanja ini menjual berbagai macam produk fashion, gadget, jam tangan hingga buku. Penjualan terlarisnya adalah jam tangan. Jam tangan di pusat belanja ini termasuk yang paling lengkap. Memberikan oleh-oleh jam tangan pasti akan sangat bermakna bagi yang menerimanya.
      Oleh-oleh Khas Thai
      Tidak sulit untuk membeli barang khas Thailand. Anda dapat menemukannya hamper di setiap area wisata. Namun, bila Anda ingin berburu oleh-oleh khas Thailand lebih baik Anda datang ke MBK Center, Chatuchak Weekend Market, dan Amarin Plaza. MBK Center. Beberapa tempat tersebut merupakan pusatnya oleh-oleh khas Thailand. Di Amarin Plaza misalnya, Anda dapat membeli kain sutra Thailand.
      Kuliner Thailand
      Beberapa tempat yang kami rekomendasikan adalah Shukumvit Road dengan konsep pasar malam. Di sana kamu harus pintar menawar ya. Selanjutnya adalah Khao San Road. Tempat ini merupakan tujuan para pelancong luar negeri. Sebaiknya Anda mengunjungi tempat ini pada sore atau malam hari. Tang terakhir adalah kompleks China Town. Di sana berjajar berbagai restoran di sepanjang jalan. Selain itu, Anda dapat membeli pernak pernik.
       
    • By Nindy Ratri K
      Malam, saya mau sharing pengalaman saya beli pempek murah dan enak di palembang dan cocok banget buat oleh-oleh. Namanya Pempek Udin. saya kurang paham jalan di palembang, tapi dia udah ada di google map, dan kalau liat dari street view lebih jelas lagi penampakan tokonya. mungkin kalau dilihat dari depan tokonya kurang meyakinkan, tapi saya jamin, makannya bikin nagihh...
      penampakannya seperti ini...

       
      pempek ini juga siap dibungkus untuk dipacking keluar kota, nanti pempeknya akan dibalut sama kanji supaya awet. nanti sampai rumah, dicuci dulu biar luntur tu kanjinya, terus didiemin dulu sampai airnya kering, baru dehh digoreng dirumah..
       
      penampakan packingannya + alamatnya ada di kardusnya...

       
      untuk harganya? nggak usah kuatir... cuma IDR1k ajahh... alias seribu perak sebiji  (harga tahun 2015 awal pas saya kesana)
      bahagia banget dehh belinya... nggak semahal pempek lain yang bermerek, yang bisa 3-4x lipat...
      untuk cukonya juga nggak kalah enak...
       
      conclusion: Pempek Udin saya rate karena murah, enak dan banyak 
      sekian dulu postingan nubie, semoga membantu rekans jalan2
    • By idri noby
       
       
                  Pulau Bira Besar merupakan pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu yang secara administratif termasuk dalam wilayah kelurahan pulau kelapa, kecamatan kepulauan seribu selatan, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu provinsi DKI Jakarta yang mempunyai pantai yang indah dengan air laut yang bening serta pasir putihnya disini merupakan tempat atau trek wisata bagi wisatawan yang menginap di pulau bira kecil , letak pulau ini berdekatan dengan Pulau Bira Kecil, Pulau Papa Theo, Pulau Pelangi, Pulau Kayu Angin Bira, Pulau Kuburan Cina, dan Pulau Genteng.
       
      Ngomong-ngomong Pulau Seribu tepat minggu kemarin Tanggal 5 dan 6 Maret 2016 saya merencanakan untuk Visit Pulau Seribu ini. Awalnya tidak ada plan untuk menghabiskan akhir pekan dengan jalan-jalan. Karena biasanya Weekend selalu diisi dengan rentetan Drama Korea. Entah kenapa seminggu sebelum berangkat ke Pulau Seribu, isen-iseng otak atik hp dan masuk Club wisata traveling yang ada disalah satu media social. Kebetulan salah satu dari anggotanya Open Trip ke Pulau Seribu ini. Awalnya ragu karena takut tipu-tipu setelah di cek ternyata tidak, mereka jg ada komunitas Adventure lainnya. Setelah daftar untuk Join saya pun mengajak Teman di Komunitas Jalan2.com yang di bantu oleh kang @deffa kemarin. Dapatlah satu teman lagi dari komunitas ini yg tinggal di bandung untuk Kuliah. Waah ga nyangka ternyata satu wilayah sama kang @deffa
       
                  PULAU BIRA BESAR – Kepulau Seribu , gak nyangka yah Pulau Seribu buanyaak pulau yang belum saya kunjungi. Yang saya tau Cuma Untung Jawa, Tidung, Pari, Semak Daun dan Harapan. Kenapa saya join utk ke Bira? Karena dari namanya sudah asing banget, jarang orang bicara tentang pulau ini. Di pikiran saya “pasti belum banyak orang yang tau tentang Bira” dan “pasti pualunya masih perawan” (heleeh opo toh). Ohia, Pulau Bira ini dibagi menjadi 2 yakni Bira Besar dan Bira kecil katanya yang kecil itu mash belum boleh jadi tempat wisata (kata TL nya loh).
       
      Karena saya ikut trip yang ala-ala harga pelajar, untuk ke Pulau Bira ini saya ambil harga Ekonomis via Pelabuhan Kali Adem yang dulunya mungkin bekas Pulau Muara Angke. Kali Adem ini lebih tertata rapih dan mempunyai ruang adminstrasi. Kalo kemarin di Pelabuhan Muara Angke yang terlihat orang-orang yang bercecer kesana kemari tanpa ada panduan. Jalannya pun sudah bagus, semua sudah di Plur atau di apain lah gitu semacamnya hehe
       
       
       
       
      PELABUHAN KALI ADEM
       
             

       

       
       
       
       
       
      Perjalan via Kali Adem ditempuh dengan waktu 3jam 30menit (kurang lebih) sedikit kecewa si yah, kerena kapal yang kemarin saya tunggangi itu telat berangkatnya. Perkiraan saya kapal berangkat paling telat jam 07.30 ternyata diluar ekspektasi, kapal baru menyalakan mesin jam 08.30 karena ada romobongan yang belum naik. Hmmm, denger-denger si rombongan dari mexico yang 3bulan sekali selalu adain acara di Kepulaun Seribu. Gara2 robmongan itulah jadi telat
       
      Pukul 08.45 kapal berangkat, sampai di pulau harapan 12.30 deh kalo ga salah. Nah dalam hati bertanya Tanya. “kok di turunin di Harapan? Tujuan saya kan ke Bira bukan ke Harapan” tanpa alasan apapun saya diam hanya mengikuti teman-teman yang saya kenal di Club itu karena saking lelah dan panasnya siang-siang bolong masih di kapal. Pas turun dari kapal, ternyata saya di arahin untuk bertemu TL nya. Dan ternyata melanjutkan perjalanan untuk ke Bira, ternyata saat turun di Harapan itu hanya transit kapal, dari kapal gede turun ke kapal kecil. Melanjutkan perjalanan laut lagi kurang lebih 20 menit dr Harapan ke Bira. Sedikit lega dan bisa napas, akhirnya keluar dari kapal besar dan bisa menghirup wangi wewangian air laut. Kapal yang saya tunggangi dari Kali Adem menuju Harapan namanya Garuda Di Dadaku  kapalnya gede, ada bangkunya, dan dibagi 2tempat diatas dan di bawah. Kalao yang di bawah Full Music gatau deh ada kipas anginnya atau engga. Kalo yg diatas sisi pojoknya depan dan belakang ada kipas anginnya. Dan di pinggir badan kapal jg ada jendela yang terbuat dr fiber. Yaaa better dari sebelumnya hehe.. saya ga foto kapal yg kemarin saya tunggangi tp sebagai contoh ada kapal yang mogok dan di geret make tali dengan kapal Garuda yang saya tumpangi kemarin.
       
       
       
       
       
      KAPAL YANG MOGOK / SERUPA DENGAN KAPAL GARUDA DI DADAKU
       
       

       
       
      TRANSIT DI HARAPAN
       

       
       
       
       
      INI PERAHU YANG MEMBAWA SAYA KE PULAU BIRA BESAR
       

       
       
       
      Setelah menempuh perjalanan 20menit dari harapan sampailah di Pulau Bira Besar
       
      Aseeeeli gak nyangka bener-bener sepi nih pulau kalau dibandingkan dengan Pulau Tidung dan Harapan yang sebelumnya saya lihat..
       
       
       
      PULAU BIRA BESAR

       
       
      Sesampainya di Bira, saya dan teman-teman langsung makan siang dan dikasih waktu untuk istirahat sejenak.
       
      Kesan pertama yang saya lihat di pulau ini “serem, takut, ngeri, sunyi, gelap, indah, bagus, kerennnnn” wah pokoknya campur aduklah..
       
      FYI : listrik akan nyala sekitar jam 6sore dan padam sekitar 9pagi.
       
       semua tempat penginapan saya lihat bentuknya sama dan hamper semuanya yang saya lihat tidak terawatt dan Non Ac. Bahkan tempat semacam adminnya pun sudah usang. Saya tida foto karena tempatnya terlalu seram haha (buat ku loh ya). Tapi ya di piker-pikir Cuma 2hari jadi anggap saja angin berlalu hehe yang penting liburan…
       

       
      Setelah ganti kostum siaplah kami untuk bertemu dengan ikan-ikan kecil yang menggemaskan. 


       
       
       
       
      Spot yang pertama di Pulau Putri, hmmm agak kecewa dengan Ikan-ikan disana (pulau putri) karena warnanya gak cantik-cantik. Yaa tapi tetap menikmati hehe
       
       

      Mungkin kalao bisa di vote, ikan dan saya masih cantikan saya hahha, karena ikannya kurang terang. Atau mungkin datangnya saya kemarin ikannya pada kabur semua yah, karna tau biang ikan mau datang
       
       
       
       
       
      Untuk spot yang kedua di Pulau Perak



       
      Setelah puas bermanja dengan ikan, kami pun diampiri ke tempat jajan buat isi perut karena berjam jam berendam. Apa ya namanya lupa, gak jauh si dari tempat snorkeling yg kedua, disana ada pop mie, teh manis, kopi, gorengan plus minuman yang dingin pun ada. Hmmm, saran aja yah cari aman kalo emg laper banget mendingan makan pop mienya, karena gorengannya gak ada rasanya tapi gak ada menu lain sih selain makanan berdua itu haha…
       
      Disana saya membeli Pop Mie dan Big Cola, karena harga minuman di pukul rata Sambil makan dan menunggu baju kering, kata TLnya kita menghabiskan waktu disini dengan menikmati sunset dan nunggu listrik nyala di Pulau Bira, disana kalian bisa main Banan Boat dan Donat.
       
      Saya ambil Donat karena kalo ambil banana nnti ribet naiknya lg kalo di jatohin dan suka parno sendiri kalo di tenggelemin (dijatohin) di tengah laut, takut di film2 yang tiba2 ada ikan hiu keluar haha *korban film*
       
                 

       

       
       
      Setelah menyantap popmie, bermain spot air lainnya dan menikmati sunset. Waktunya kembali ke Bira Besar dengan kapal mini andalan yang kapasitas kurang lebih 15org.
       
      Aktifitas dimalam hari gak terlalu banyak karena sudah cape dengan 2x snorkeling tadi, dan setelah menyantap makan malam. Sekitar pukul 09.00 malam TL memberikan kami Lampion yang bisa terbang. Apa itu namanya saya tidak tahu, yang saya tau lampion itu katanya kudu di coret2 yang coret2annya berisi keinginan kita dan konon katanya nnti keinginan kita bisa terwujud. tapi kan niatnya buat main air dan senang2 jadi gak kepikiran utk bawa ATK haha, terbanglah lampion itu tanpa coret2an yang ada hanya cuap2an dari kita wkwkw ..
       


       
       
       
      Setelah bermain lampion tepat waktunya untuk istirhat, karena hanya 2d1n. Ohia tak lupa acara BBQ ala-ala anak pantai, tp karna kami anak-anak manja, jadi BBQ sudah siap santap tanpa perlu repot2 membakar sndiri. Tepatnya si Bakaran ikan Plus tambahan sosis. Karna saya tidak suka ikan, jadi apa daya Cuma makan sosis aja.
      kegiatan hari terahir cuma foto2 cantik di pulau. Saya gatau namanya dan lupa kemarin sudah dikasih tau jg namanya. Pulaunya kecil, kalau kita berkeliling Cuma 10menit lah (tanpa foto2) ya.. 
       
      nah harga minum disini lebih murah, saya badingkan dengan tempat jajan kemarin sehabis snorkeling. lebih murah 2rb rupiah(lumayanlah)
       

       
       
      Dan siappp kembali ke Jakarta mencari sebutir berlian yang ditukar dengan jalan2 hahah..
       
      Sama seperti kita berangkat sebelumnya, kapal yang kita tumpangi untuk pulang pun berada di pulau harapan. Jadi karena jam makan siang, kami sepakat untuk isi perut dlu sm teman2. Kantin di pulau harapan cukup rapih dan bersih. Makanannya juga ga satu menu (ikan) , disana ada pecel ayam, sambel, tumis kacang panjang. Ya makanan warteglah hehe, tp saya ujung2nya Indomie plus telor. Haha soalnya itu menu gak bakal kecewa sama lidah
       


       

       
       
      Sekian liburan Indie ku, semoga membantu dan bermanfaat. Trims….
       
       
      BIAYA PENGELUARAN :
       
      Ø  Open Trip Pulau Bira                                                  : 450.000
       
      Ø  GrabCar Kemayoran – Kali Adem PP                         : 140.000
       
      Ø  Peron                                                                           : 2.000 (dikalikan 2)
       
      Ø  Pop Mie                                                                       : 10.000
       
      Ø  Minuman (Big Cola/Aqua/Teh Pucuk)                    : 10.000
       
      Ø  Gorengan                                                                    : 2.000
       
      Ø  Water Sport                                                                : 35.000
       
      Ø  Indomie + Telur                                                         : 10.000
       
       
       
       
       
    • By Ferdi-simpink
      Hallo temen2 salam kenal, Perkenalkan saya ferdi, saat ini kepulauan seribu lg top nih, saya dan beberapa kawan mau jalan2 ksana, untuk agar butget murah saya mau ngajak temen temen sekalian disini, tanggal 21-22 nov ini, butgetnya 370rb/orang, sudah include kapal dari muara angke, penginapan, makan 3x dan jalan2 ke bbrapa pulau + snorkling
      klo temen2 ada yg minat dan mau tau info lengkap bisa whatsapp ke no saya 087772110999 thanks"
    • By chrizz_msweb
      Kembali ke kepulauan Seribu, kali ini saya ke Pulau Pari. Ini adalah pulau di kepulauan Seribu yang paling dekat dari Jakarta yang pernah saya datangi. 
       
      Mungkin karena Sabtu tanggal merah, perjalanan dari Muara Angke kali ini tidak senyaman biasanya. Jumlah pengunjung jauh lebih ramai daripada biasanya saya ke sana. Bahkan karena macet di jalan , akhirnya kita memutuskan jalan kaki tidak jauh dari terminal muara angke. Dan kita ketinggalan kapal!!!  Untung teman saya mendapatkan kapal lain, dia punya kenalan di Muara Angke. Katanya memang kita serombongan telat semuanya,  jadi dia memutuskan untuk tidak naik kapal yang biasa, namun sewa kapal pengganti. Gabung dengan rombongan lain yang sepertinya ketinggalan kapal juga.
       
      Sesampainya di sana, kita disambut dengan hujan. Tidak lebat, tapi cukup mengganggu. Kadang berhenti, tak lama hujan lagi. Begitu terus hingga siang. Kita makan siang saat hujan dengan perasaan khawatir hari ini tidak bisa snorkling.
       
      Tak lama, hujan reda sekitar 15 menit. Beruntung sekali, kita sudah hampir memutuskan hari ini diam saja di rumah yang kita sewa. Namun kegembiraan tidak berlangsung lama. Mungkin karena baru hujan, air di sana keruh. Tidak bening seperti yang biasa saya temukan di kelupauan seribu. Menerapkan ilmu Free Diving yang sedang dipelajari otodidak, saya turun kira-kira sampai 5-6 meter dengan sekali ekualisasi (teknik melawan tekanan air di kedalaman tertentu di rongga telinga ),  baru terumbu karang lebih jelas dinikmati.

       
      Sayang kita tidak ke Bintang Rama, salah satu spot snorkling / diving yang terkenal di sana Guide nya mengatakan bahwa ombaknya cukup besar hingga kita tidak bisa ke sana. Ini juga mungkin yang menyebabkan air nya agak keruh. Setelah berputar-putar 3 spot yang semua tidak jelas namanya, dan satupun tidak ada yang benar-benar bening air nya, akhirnya kami kembali dengan perasaan kecewa. Hujan juga mulai turun lagi. Yang sedikit menyenangkan adalah pelangi yang tampak cukup jelas saat hujan gerimis.
       

       
       
      Malam nya bulan tampak besar, mungkin gara-gara hujan tadi. 
       

       
      Untuk perjalanan kali ini, yang paling menarik adalah suasana Sunrise nya. Ada Bukit Matahari yang memang terkenal untuk menikmati Sunrise / Sunset. Rombongan lain juga banyak sekali yang berkumpul di sini untuk menikmati Sunrise. Namun saya memilih menikmati nya dari spot lain yang sedikit berbeda. Biar tidak terlalu mainstream
       

       
       
      Bahkan sempat lepas sandal dan masuk air hingga sepinggang untuk menikmati view seperti ini
       

       
      Setelah Sunrise, ingin mencoba foto underwater lagi. Namun kali ini tidak sambil freediving, takut air nya keruh lagi seperti kemarin. Akhirnya di pantai saja. 
       

       
      Setelah makan , tak lama kemudian kita pulang. Perjalanan dari pulau Pari ke Jakarta adalah satu jam lebih sedikit. Sempat kaget juga ketika tiba-tiba sudah sampai di Jakarta. Biasanya paling cepat 2 jam. Sepertinya rumus untuk keindahan pulau seribut adalah makin jauh dari Jakarta, makin bagus. Di pulau Pari air nya kurang bening, dan warna langit kurang biru. Mungkin karena kurang jauh dari Jakarta
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
                Ketika kamu mulai merasakan kepenatan karena setiap hari harus bertemu dengan aktivitas padat di tengah hiruk pikuknya Kota Jakarta, kamu pun mulai memikirkan destinasi terbaik untuk sedikit ‘melarikan diri’ dari penatnya kota Jakarta.
       
                Nah, jika waktu yang kamu miliki tidak terlalu banyak, mengapa tidak mencari destinasi terbaik yang terletak tidak begitu jauh dari Jakarta? Bahkan masih terletak di dalam Jakarta sendiri. Mungkin, Kepulauan Seribu dapat kamu jadikan sebagai salah satu alternatif wisatamu.
       
                Kepulauan Seribu adalah sebuah kepulauan administrasi yang terletak di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pusat administrasi dari kepulauan ini sendiri terletak di Pulau Pramuka.
       
                Jumlah penduduk yang terdapat di Kepulauan Seribu sendiri adalah sekitar 20.000 jiwa dan tersebar di sebelas pulau berpenghuni di Kepulauan Seribu. Nah, karena sebagian besar wilayah Kepulauan Seribu ini wilayahnya merupakan perairan dan di dalamnya terdapat zona konservasi, sehingga pengembangan Kepulauan Seribu sendiri lebih ditekankan pada pengembangan budidaya laut dan pariwisata.
       
                Apakah kamu penasaran dan ingin segera mengeksplor Pulau Tidung di Kepulauan Seribu? Ya, berikut ini kita akan membahasnya dalam waktunya untuk menjelajahi Pulau Tidung di Kepulauan Seribu dan menyaksikan keindahan alamnya.
       
      Transportasi Menuju Muara Angke
      Alternatif 1: Menaiki Kereta Menuju Stasiun Jakarta Kota Dilanjut dengan Menaiki Angkot
       
       

      Menaiki Kereta Menuju ke Stasiun Jakarta Kota via https://indonesianheritagerailway.files.wordpress.com/2013/10/st_jakarta_kota_jakk.jpg
       
                Untuk memulai perjalanan wisatamu menuju ke Kepulauan Seribu, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menaiki kereta menuju ke Stasiun Jakarta Kota. Setibanya di Stasiun Jakarta Kota, kamu dapat keluar halte dan menyeberang di Museum Mandiri.
       
                Setelah itu, kamu dapat menaiki angkot 02 dengan rute Senen menuju Muara Karang. Kamu dapat meminta turun di Muara Angke. Biaya yang kamu keluarkan untuk menaiki angkot sekitar Rp 3.500,00 hingga Rp 5.000,00.
       
      Alternatif 2: Menaiki Kereta dari Stasiun Senen dan Tanah Abang
       
       

      Kereta dari Stasiun Pasar Senen dan Tanah Abang via images.google.com
       
                Sebagai alternative pilihan lainnya, kamu dapat mencapai Pelabuhan Muara Angke dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tanah Abang. Jika kamu menaiki kereta dan turun di Stasiun Pasar Senen, maka selanjutnya kamu dapat menyeberang ke Terminal Senen.
       
                Sesampainya di Terminal Senen, kamu dapat menaiki angkutan umum nomor 02 dengan tujuan Senen menuju Muara Karang. Selanjutnya, kamu dapat meminta turun di Muara Angke.
       
                Alternatif pilihan lainnya, kamu dapat juga menaiki kereta dan turun di Stasiun Tanah Abang. Dari Stasiun Tanah Abang, kamu dapat menaiki mikrolet 08 dengan tujuan Tanah Abang menuju Kota. Kamu dapat meminta turun di Stasiun Kota.
       
                Sesampainya di Stasiun Kota, kamu dapat menaiki angkutan umum nomor 02 dengan tujuan Senen menuju Muara Karang. Selanjutnya, kamu dapat meminta turun di Muara Angke.
       
      Menaiki Kapal dari Pelabuhan Muara Angke
       
       

      Menaiki Kapal dari Pelabuhan Muara Angke via https://unegunegeneg.files.wordpress.com/2012/09/dsc4545-1.jpg
       
                Selanjutnya, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan menaiki kapal dari Pelabuhan Muara Angke. Nah, terdapat beberapa destinasi dari Pelabuhan Muara Angke yang dapat kamu kunjungi sesuai dengan keinginanmu. Beberapa contoh destinasi tersebut adalah Pulau Pramuka, Pulau Putri dan Pulau Tidung.
       
                Jika kamu ingin menaiki kapal kayu menuju ke Pulau Pramuka, kamu dapat menaikinya dari Pelabuhan Muara Angke ini. Kapalnya sendiri telah tersedia sejak subuh namun baru berangkat pada pukul 07.00.
       
                Selain itu, alternatif lainnya adalah kamu dapat menaiki kapal dari Pelabuhan Muara Angke ini untuk mencapai Pulau Tidung. Lama waktu tempuh yang kamu butuhkan untuk mencapai Pulau Tidung ini adalah sekitar 3 jam. Nah, sebagai rekomendasi kamu dapat menaiki kapal menuju Pulau Tidung ini.
       
      Hari Pertama
      Sampai di Pulau Tidung
       
       

      Sampai di Pulau Tidung via http://anekatempatwisata.com/wp-content/uploads/2014/11/Pulau-Tidung-3.jpg
       
                Setelah melalui perjalanan selama sekitar 3 jam, kamu akhirnya akan tiba di Pulau Tidung. Pulau Tidung sendiri merupakan pulau yang cukup populer dan seringkali ramai oleh para wisatawan sehingga tidak berlebihan rasanya jika kamu memilih untuk mengunjungi Pulau Tidung ini terlebih dahulu.
       
                Pulau Tidung adalah salah satu pulau yang terletak di Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau Tidung sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Pulau Tidung besar dan Pulau Tidung kecil yang dipisahkan oleh jembatan cinta.
       
                Sementara itu, penggunaan Pulau Tidung sendiri lebih di arahkan menuju ke arah wisata bahari seperti menyelam serta penelitian terhadap terumbu karang. Keindahan alam yang ditawarkan oleh Pulau Tidung ini sendiri seringkali dianggap sebagai alasan bagi wisatawan lokal maupun asing untuk bertandang dan mengunjungi Pulau Tidung ini.
       

      Memilih Cottage atau Penginapan Selama Berada di Pulau Tidung via http://backpackerpulautidung.com/daftar-harga-tarif-penginapan-di-pulau-tidung/
       
                Setelah tiba di Pulau Tidung, maka kegiatan yang dapat kamu lakukan selanjutnya adalah mencari penginapan selama berada di sini. Terdapat dua jenis pilihan dimana kamu dapat menentukan dan mereservasi terlebih dahulu penginapan yang ingin kamu jadikan sebagai tempat akomodasi atau memesannya ketika telah sampai di Pulau Tidung.
       
                Jika kamu memiliki jiwa petualang dan suka dengan kejutan, tentunya kamu dapat memilih penginapan begitu tiba di Pulau Tidung. Namun, perlu diperhatikan khususnya pada hari-hari libur karena takut suasana di pulau ini akan ramai sehingga kamu kesulitan untuk mencari penginapan.
       
                Bagi kamu yang menyukai persiapan dan ingin segalanya terencana dan terstruktur, tentunya mempersiapkan penginapan di Pulau Tidung dapat kamu jadikan sebagai pilihan. Penginapan Pulau Tidung ini sendiri terdiri dari beberapa tipe yang dapat kamu sesuaikan dengan jumlah rombonganmu serta keinginanmu.
       
                Jumlah atau kapasitas penginapan di Pulau Tidung sendiri bervariasi dari 4 hingga 15 orang. Harga tiap-tiap penginapan pun berbeda sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.
       
                Selain itu, kamu juga perlu untuk memperhatikan tariff menyewa penginapan yang disesuaikan dengan lokasi. Biasanya, penginapan yang berada dekat dengan pantai cenderung lebih mahal jika dibandingkan dengan penginapan yang berada agak masuk ke dalam atau di tengah-tengah pemukiman warga.
       
                Jika kamu ingin mendapatkan penginapan yang sudah memiliki fasilitas berupa AC dan TV, biaya yang harus kamu keluarkan adalah sekitar Rp 400.000,00 per malam dengan kapasitas 4 orang. Nah, jika kamu ingin mendapatkan kamar penginapan dengan kapasitas 8 orang, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 700.000,00 per malam.
       
                Nah, jika kamu ingin mendapatkan penginapan dengan fasilitas AC dan TV dan berkapasitas 15 orang, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 900.000,00 per malam. Lain halnya jika kamu ingin mendapatkan penginapan yang tidak ditambah dengan fasilitas AC dan TV.
       
                Jika kamu ingin mendapatkan penginapan tanpa AC dan TV dengan kapasitas 4 orang, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 350.000,00 per malam. Sementara itu, jika kamu ingin mendapatkan kamar dengan fasilitas yang sama untuk 8 orang, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 600.000,00 per malam.
       
                Selanjutnya, jika kamu ingin mendapatkan kamar dengan fasilitas yang sama untuk kapasitas 15 orang, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 800.000,00 per malam. Akan tetapi, memang biaya tersebut akan lebih murah jika kamu mengambil paket tur dari travel karena biasanya telah terjadi kerjasama antara pihak penginapan dan travel sehingga seringkali kamu mendapatkan potongan harga.
       
      Melakukan Aktivitas Snorkeling
       
       

      Persiapan Snorkeling
      (Photo Credit by Adhrid Rahmad Fani)
       
                Setelah puas memilih penginapan terbaik menurutmu dan beristirahat sejenak, selanjutnya kamu dapat melanjutkan kegiatan wisatamu dengan beraktivitas snorkeling. Aktivitas ini dapat kamu lakukan di Pulau Air.
       

      Mencapai Pulau Air
      (Photo Credit by Adhrid Rahmad Fani)
       
                Untuk mencapai Pulau Air sendiri, kamu dapat menaiki perahu kayu yang biasanya disediakan oleh para penduduk lokal. Pulau Air sendiri adalah salah satu pulau yang terletak di Kepulauan Seribu. Pulau ini terbagi menjadi dua dan menyajikan pesona wisata yang tidak dapat kamu temukan di tempat yang lain.
       
                Pulau ini menyajikan pesona bawah laut yang sungguh sayang untuk kamu lewatkan. Pemandangan alam bawah lautnya ini sangat indah untuk dinikmati sehingga akan membuatmu enggan pergi dan ingin terus menyaksikan keindahan alam Pulau Air.
       

      Snorkeling di Pulau Air
      (Photo Credit By Adhrid Rahmad Fani)
       
                Ya, salah satu kegiatan wisata yang paling populer dan seringkali dilakukan oleh para wisatawan adalah kegiatan snorkeling. Sebelumnya, kamu dapat menyewa alat snorkeling yang akan kamu gunakan terlebih dahulu di Pulau Tidung. Biaya yang kamu keluarkan untuk menyewa alat snorkeling ini adalah sekitar Rp 40.000,00 hingga Rp 50.000,00. Harga tersebut masih dapat berubah sewaktu-waktu.
       
                Fasilitas yang kamu dapatkan jika kamu menyewa alat snorkeling tersebut adalah masker, snorkel serta fin atau kaki katak yang biasanya digunakan untuk kegiatan snorkeling.
       
                Tips jika kamu baru pertama kali melakukan kegiatan snorkeling adalah pastikan masker yang kamu gunakan ini ukurannya pas atau sesuai dengan wajahmu. Masker berguna untuk mencegah masuknya air menuju ke hidung. Setelah menggunakan masker, cobalah untuk bernapas dengan menggunakan mulut.
       
                Kemudian, pelindung mulut atau snorkel juga harus pas dengan ukuran mulut. Nah, jika pipa snorkel telah penuh dengan air, pergilah ke permukaan dan hembuskan keras-keras dengan mulut.
       
                Fin atau kaki katak juga harus sesuai dengan ukuran kakimu. Fin ini berguna untuk melindungi kakimu dari karang. Kamu juga harus mengecek peluit yang ada di dalam jaket pelindungmu. Peluit ini berguna untuk memberi kode pada teman-temanmu di dalam keadaan darurat.
       
               Oh iya, untuk melengkapi kegiatan snorkeling-mu di Pulau Tidung, jangan lupa untuk menyempatkan waktumu mengambil foto underwater ketika sedang snorkeling. Foto ini tentunya dapat menjadi salah satu memori terbaik dalam perjalanan traveling-mu.
       
      Mencicipi Kuliner di Pulau Tidung
       
       

      Mencicipi Kuliner Ikan Bakar dan Makanan Laut Lainnya
      (Photo Credit By Adhrid Rahmad Fani)
       
                Setelah puas melakukan aktivitas snorkeling, kamu dapat melanjutkan aktivitas wisatamu dengan mencicipi kuliner ikan bakar dan makanan laut lainnya di Pulau Tidung. Pulau Tidung menyediakan berbagai macam kuliner nikmat yang dapat kamu jadikan santapan makan siang atau makan malammu.
       
                Nah, beberapa kuliner yang tersedia di Pulau Tidung ini adalah udang saus tiram, udang saus padang, ikan kuwe, ikan bawal, ikan baronang, ikan kakap merah, ikan bakar, udang bakar, cumi bakar, dan masih banyak yang lainnya.
       
                Ikan yang disediakan di Pulau Tidung ini juga masih sangat segar dan dipadu dengan bumbu nikmat. Selain itu, cara memasak ikan di Pulau Tidung ini juga tergolong masih tradisional sehingga tentu saja menggoyang lidahmu.
       
                Jadi, jangan lupa untuk mencicipi wisata kuliner Pulau Tidung ketika kamu memiliki kesempatan untuk mengunjungi Pulau Tidung ini. Ya, tentu saja wisata kuliner di Pulau Tidung ini dapat kamu jadikan sebagai salah satu kegiatan wisata yang tidak boleh untuk kamu lewatkan.
       
      Jembatan Cinta
       
       

      Mengunjungi Jembatan Cinta
      (Photo Credit By Adhrid Rahmad Fani)
       
                Setelah puas mencicipi kuliner di Pulau Tidung yang nikmat dan menggugah selera, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Jembatan Cinta. Jembatan cinta adalah sebuah jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung besar dan Pulau Tidung kecil.
       
                Jembatan ini memang menjadi salah satu spot wisata yang seringkali dikunjungi oleh para pengunjung yang datang ke Pulau Tidung. Panjang Jembatan Cinta ini sendiri adalah sekitar 800 meter. Saat pagi atau sore hari, kamu dapat menyaksikan pemandangan indah dari jembatan ini berupa matahari terbit dan terbenam yang sangat cantik.
       

      Melompat dari Jembatan Cinta
      (Photo Credit By Adhrid Rahmad Fani)
       
                Salah satu kegiatan wisata yang seringkali dilakukan pengunjung selain menikmati keindahan dari Jembatan Cinta ini adalah melompat dari jembatan ini. Ya, untuk menguji adrenalinmu kamu dapat mencoba untuk melompat dari jembatan ini.
       
                Jembatan Cinta memang terkenal dengan mitos cinta abadi. Sebagian wisatawan percaya jika kamu menyebrangi jembatan cinta bersama pasangan, cintamu akan menjadi abadi.
       
                Sementara itu, sebagian wisatawan lain juga percaya bahwa jika kamu melompat dari jembatan bersama pasangan, maka cintamu akan abadi. Tidak mengherankan jika banyak wisatawan kemudian seringkali datang ke tempat ini baik sekedar untuk berfoto maupun melompat dari jembatan ini.
       
                Selain itu, jembatan ini juga seringkali dijadikan sebagai tempat untuk menyatakan cinta, melamar hingga berfoto pre wedding. Namun, terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, Jembatan Cinta memang menyajikan pemandangan indah yang sayang untuk kamu lewatkan.
       
      Hari Kedua
      Melakukan Aktivitas Banana Boat
       
       

      Melakukan Aktivitas Banana Boat
      (Photo Credit By Adhrid Rahmad Fani)
       
                Setelah puas melakukan beragam aktivitas wisata yang menyenangkan pada hari pertama, kamu dapat melanjutkan aktivitas lainnya yang juga tidak kalah menyenangkan pada hari kedua. Ya, aktivitas tersebut adalah aktivitas banana boat.
       
                Permainan banana boat adalah salah satu kegiatan favorit wisatawan ketika memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Pulau Tidung ini. Banana boat sendiri menggunakan perahu karet tunggal.
       
                Kemudian, kamu akan ditarik untuk mengelilingi pantai dalam waktu sekitar 15 menit. Kapasitas maksimal dari banana boat sendiri adalah 4 orang ditambah 1 orang sebagai instruktur. Nah, usia minimum jika ingin mencoba kegiatan banana boat ini adalah sekitar 6 tahun.
       
                Ya, untuk menambah seru kegiatan wisatamu selama berada di Pulau Tidung, jangan lupa untuk menyempatkan diri dan mencoba permainan banana boat yang satu ini.
       
                Nah, itulah dia ulasan mengenai waktunya untuk menjelajahi Kepulauan Seribu dan menyaksikan keindahan alamnya. Ya, dan salah satunya adalah Pulau Tidung. Pulau Tidung sendiri mampu menawarkan banyak aktivitas wisata yang dapat kamu nikmati pada liburanmu selanjutnya.
       
                Semoga artikel ini dapat membantumu dalam menyusun liburan terbaik untuk mengelilingi Pulau Tidung di Kepulauan Seribu. Have a nice holiday!
       
                Happy traveling!
    • By vie asano
      Bagi sebagian wisatawan yang berwisata ke Jepang, membeli oleh-oleh dari toko 100 yen sudah cukup untuk dibagikan pada teman dan kerabat. Bagi sebagian lainnya, oleh-oleh dari Jepang haruslah yang sangat mencerminkan budaya dan tradisi Jepang. Sebagian orang tersebut rela mengeluarkan budget di atas 100 yen demi membeli oleh-oleh yang betul-betul khas Jepang, khususnya jika oleh-oleh tersebut akan diberikan untuk orang yang istimewa. Pertanyaannya, apa sajakah oleh-oleh khas Jepang itu?
       
      Ada banyak benda yang dapat melambangkan kekhasan negara Jepang. Namun terkadang, kita mendadak bingung saat sudah berada di toko souvenir karena terlalu banyaknya pilihan. Sebagai bahan pertimbangan, berikut beberapa daftar benda bernuansa Jepang yang biasa dijadikan oleh-oleh, serta perkiraan tempat dimana kalian bisa mendapatkannya. Tentu saja karena topik ini tentang oleh-oleh, maka pilihan benda tradisional khas Jepang tersebut dibatasi hanya pada barang-barang yang dapat dimasukkan ke dalam koper, atau setidaknya cukup mudah dikirim ke Indonesia via jasa pengiriman. Agar lebih mudah dibaca, oleh-oleh ini akan dibagi dalam 2 kategori besar: makanan dan non-makanan.
       
      MAKANAN & MINUMAN
      Makanan maupun minuman selalu menjadi oleh-oleh yang menarik dan juga mudah di cari. Namun bagi kalian yang peduli dengan faktor halal haram, sebaiknya selektif dalam memilih produk makanan dan minuman untuk dijadikan oleh-oleh karena nggak semua makanan dan minuman di Jepang dibuat dari bahan-bahan yang sepenuhnya halal.
       
      1. Tokyo Banana
       

      Tokyo Banana, via thepopcorngirl 
       
      Tokyo selalu menjadi kota favorit untuk dikunjungi oleh wisatawan yang bepergian ke Jepang, terutama untuk first time traveller. Dan, salah satu makanan populer dari Tokyo untuk dijadikan oleh-oleh adalah Tokyo Banana.
       
      Tokyo Banana sejatinya merupakan sebuah sponge cake lembut berbentuk pisang. Bagian dalamnya diisi puree pisang asli untuk rasa yang alami. Sejak pertama diluncurkan pada tahun 1991, kue ini begitu populer hingga dapat dianggap sebagai salah satu oleh-oleh wajib dari Tokyo. Saat ini Tokyo Banana memiliki banyak varian rasa dan bentuk (ada yang berbentuk baumkuchen alias kue bolu berlapis berbentuk bulat). Sayangnya mayoritas produk Tokyo Banana mengandung bahan-bahan non-halal dan hanya sebagian kecil saja yang (mungkin) aman di konsumsi oleh penganut agama Islam. Jadi jika berniat memberikan Tokyo Banana sebagai oleh-oleh, pastikan kalian membeli varian produk yang (mungkin) bebas dari bahan-bahan non-halal. Oya, Tokyo Banana ini bisa didapatkan di banyak tempat di Tokyo, mulai dari department store hingga bandara.
       

      Varian lain dari Tokyo Banana, via peaceorwhatever.blogspot 
       
      Tips:
      Perhatikan tanggal kadaluarsa sebelum membeli, karena rata-rata produk Tokyo Banana hanya bertahan kurang lebih 7 harian sejak tanggal produksi. Sebaiknya membeli produk Tokyo Banana sesaat sebelum pulang ke Indonesia untuk mendapatkan produk hasil produksi terbaru.
       
      2. Wagashi
       

      Salah satu jenis wagashi, via inspiredsteps 
       
      Wagashi adalah kudapan manis tradisional ala Jepang yang biasa disantap sambil minum teh. Jenisnya beragam, ada yang berupa kue basah, ada yang berupa kue kering. Banyak wagashi yang dikemas dalam kemasan yang cantik dan elegan, sehingga cocok untuk dijadikan oleh-oleh.
       
      Tips:
      Untuk oleh-oleh, pilih wagashi berjenis kue kering atau kue yang tidak terlalu lembab agar lebih tahan lama. Wagashi ini bisa dibeli di berbagai toko kue khas Jepang maupun di berbagai department store.
       
      3. Matcha
       

      Matcha dan perlengkapannya, via matcharepublic 
       
      Jika ditanya minuman apa yang paling merepresentasikan Jepang, sudah pasti jawabannya adalah matcha, alias bubuk teh hijau. Matcha merupakan jenis minuman yang kerap disajikan dalam upacara minum teh yang disebut chanoyu atau sado. Harga matcha ini bisa sangat bervariasi dari yang murah hingga super mahal, tergantung kualitas teh-nya.
       
      Tips:
      Matcha bisa dibeli di berbagai supermaket di Jepang. Untuk kesan yang lebih “wowâ€, kalian bisa melengkapi oleh-oleh ini dengan memberikan satu set perlengkapan minum teh khas Jepang.
       
      4. Tsukemono (acar Jepang)
       

      Tsukemono, via hamagroup 
       
      Tsukemono adalah acar khas Jepang yang biasa disantap sebagai makanan pendamping nasi. Tsukemono ini banyak macamnya, namun jenis yang paling umum adalah sayuran (bisa lobak, kubis, terong, dan lain-lain) yang diawetkan dalam sebuah bahan utama, seperti garam (disebut shiozuke), cuka (disebut suzuke), gula (disebut satozuke), dan lain-lain. Percaya atau tidak, tsukemono ini termasuk jenis oleh-oleh yang disukai oleh wisatawan asing (khususnya wisatawan dari Barat) lho, walau diduga kuat alasan utamanya adalah untuk membuat teman-teman mereka terpaksa harus mencicipi kuliner ‘aneh’ dari Asia.
       
      Tips:
      Tsukemono mudah ditemukan di berbagai supermarket. Pilih yang kemasannya baik sehingga nggak mudah bocor jika dimasukkan dalam koper.
       
      5. Senbei
       

      Macam-macam senbei, via galleryhip 
       
      Senbei merupakan cracker beras khas Jepang yang sudah sangat populer dijadikan oleh-oleh karena rasanya yang enak. Senbei juga memiliki rasa, bentuk dan ukuran yang beragam, dan tidak mudah hancur jika dibawa dalam perjalanan jarak jauh. Walau saat ini senbei sudah mudah ditemukan di berbagai supermaket besar di Indonesia, cemilan yang satu ini tetap saja seru untuk dijadikan oleh-oleh dari Jepang.
       
      Tips:
      Beberapa daerah di Jepang memiliki rasa senbei khas-nya masing-masing. Misalnya saja wilayah Aichi terkenal akan Yukari Ebi Senbei-nya (senbei rasa udang). Nggak ada salahnya mencari tahu rasa senbei khas dari kota tujuan wisata kalian di Jepang untuk oleh-oleh yang lebih khas.
       
      NON-MAKANAN
      1. Pakaian tradisional dan perlengkapannya
      Jepang memiliki pakaian tradisional yang khas, lengkap dengan pernak-perniknya. Bagi kalian yang ingin memberikan oleh-oleh yang otentik dan sangat bernuansa tradisional Jepang, pakaian tradisional dan pernak-perniknya ini bisa jadi oleh-oleh yang keren –dan mahal. Berikut ini beberapa jenis pakaian tradisional Jepang dan pernak-perniknya:
       
      a. Kimono, yukata, hakama, jinbei, hanten
      Kimono merupakan pakaian tradisional Jepang yang biasanya dibuat dari bahan sutra. Harga kimono sangat mahal, bisa mencapai 10000 dolar, tergantung dari bahan dan juga kualitasnya secara keseluruhan.
       

      Kimono, via japantimes