Sign in to follow this  
JUNASIKPARK

Mütter Museum, museum yang mengerikan & menjijikkan

5 posts in this topic

WARNING.. DISTURBING PICUTRE

 

 

Hi Jalan2ers, Saya suka dengan museum, bisa melihat dan bertemu langsung dengan objek2 bersejarah dan sebagainya, tapi kalau harus melihat hal2 yang menggelikan seperti tumor, anomali organ tubuh manusia dsb.. huft sambil menghela napas, rasanya saya ga mau masuk ke sana lah, bikin nafsu makan hilang saja. Tapi saya malah ingin coba bahas sedikit di sini haha, dikutip dari berbagai sumber yang ada.

 

Jadi tuh, Mütter Museum terletak di sebuah galeri dua tingkat di kota Philadelphia, Pennsylvania. Musuem ini berada di tengah2 area terbuka dari College of Physicians of Philadelphia, sebuah sekolah yang didirikan pada tahun 1787 untuk mempromosikan tujuan yang mulia seperti bioetika, pengakuan bahwa obat2an adalah seni juga sains. Museum ini sendiri didonasikan oleh Dr. Thomas Dent Mütter pada thn 1858, terkenal dengan koleksinya yang tidak biasa, seperti spesimen organ berpenyakit atau anomali organ tubuh, patung lilin patologi, alat2 medikal dan benda2 aneh lainnya dari tubuh manusia yg dimasukkan ke dalam toples yang bisa memberi mimpi buruk buat orang2 yg sensitif.

 

Beberapa hal yang bisa ditemukan di museum ini antara lain, Koleksi tengkorak manusia

 

 

 

Nah, tengkorak manusia mah belum seberapa lah, kalo dibanding dengan benda2 jeli berlendir dari tubuh manusia. Di bawah ini adalah usur besar manusia yang membengkak hingga berukuran 7 kaki yg dikenal dg sebutan the mega colon. Pemilik usus ini sempat dikenal dg sebutan the Balloon man karena perutnya yg membesar seperti balon akibat gangguan saraf yang menyebabkan dia tidak buang air besar cukup lama dan ususnya menampung banyak sisa makanan. Dikatakan bahwa usus ini berisi lebih dari 40 pon kotoran hehe..

 

Ada patung wax wanita dengan tanduk di dahi. Wanita ini adalah tukang cuci yang tinggal di Paris pada awal abad 19. Sebuah tanduk yg memiliki unsur yg sama dg kuku dan rambut berkumpul di satu tempat dan tumbuh membesar menjadi tanduk.

horned-lady-4-214x300.jpg

ini adalah kanker sifilis, ya setidaknya kita jadi tahu bentuk penyakitnya seperti ini ;p

8.jpg

sumber: http://freeartpics.blogspot.com/2010/12/mutter-museum-of-human-pathology.html

 

Tumor dari presiden AS, Glover Cleveland, juga dipamerkan...

24.jpg

 

Pada suatu waktu di abad ke-19, seorang wanita gemuk meninggal dan tubuhnya berubah hampir seluruhnya menjadi sabun hingga dijuluki The Soap Lady. Tubuhnya dimumikan di dalam museum.

MutterSoapLady.jpg

 

 

Mendrakis, flickr.com

 

 

Ya, masih banyak hal ganjil lainnya gan, tapi ngeliat kebanyakan jg males gan, ni liat videonya aja deh...

 

 

 

Masih tertarik utk berkunjung ke museum ini gan???

Share this post


Link to post
Share on other sites

wahaha.. ini sich parah banget museumnya.. kayanya ga penting banget tumornya presiden dipamerin wkwkw.. kayanya perlu dibikin tantangan nich.. makan fried chicken di tempat ini, sambil minum fanta merah.. wkwk pasti gokil tuh.

Share this post


Link to post
Share on other sites

penasaran liat langsung gan.. tapi iiiihhh mikir 2 x deh.. mohon maaf, kalo saya liat darah aja mual gimana yang gt

Hahaha di sini ga ada darah gan, di sini cuma replika dan foto2 aja, seandainy ada yg asli pun itu udah ga ada darahnya, cuma ya kalo saya pribadi ga suka liat beginian, ga penting buat saya, dah bukan jenis refreshing yg bagus buat mata HAHAHAHAHA

wahaha.. ini sich parah banget museumnya.. kayanya ga penting banget tumornya presiden dipamerin wkwkw.. kayanya perlu dibikin tantangan nich.. makan fried chicken di tempat ini, sambil minum fanta merah.. wkwk pasti gokil tuh.

Iya emang ga penting banget, ini lebih diperuntukan ke dokter2 atau calon2 dokter. Hmm tantangan yg menarik, bayangin, dlm 1 meja, ada bbrp peserta yg ikut makan, salah satu peserta muntah berceceran di meja, hayo masih mau lanjut makan? bwakakak

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By maipura
      Ada museum baru di Kota Solo, baru diresmikan oleh Bapak Presiden Jokowi pada tanggal 9 Agustus yang lalu. Namanya Museum Keris Nusantara. Kebetulan saya pas lagi ada di Solo minggu lalu, jadi deh kita sempatkan mampir mengunjungi Museum ini sebelum pulang kembali ke Sumatera.
      Lokasi Museum Keris ini ada di pusat kota, gak jauh dari taman Sriwedari, bersebelahan dengan stadion di Jalan Bhayangkara. Kalau lewat jln. Slamet Riyadi, pas pertigaan Sriwedari belok kiri, Museum nya ada di ujung jalan pas perempatan. Gak akan mungkin kelewatan lah. :)
      Harga tiket masuknya berapa? nah selama bulan Agustus ini, tiket masuk ke Museum Keris masih gratis, namun mulai september nanti katanya harga tiketnya Rp.6000 / orang.
      Museum ini merupakan gagasan pak Jokowi sewaktu beliau masih menjadi walikota Solo. Namun pembangunan gedung museum ini baru dimulai secara bertahap sejak tahun 2013. Gedung Museum Keris ini terdiri dari 1 basement yang dimanfaatkan sebagai tempat parkir, dan 4 lantai sebagai ruang pamer. Terdapat lift yang menyambungkan semua lantai-nya. Jadi kalau capek naek tangga, bisa naek lift.

      Lantai 1
      Di lantai ini fungsinya sebagai lobi, soale gak ada keris yang dipajang disini. Cuman ada ruang Audio Visual di sisi sebelah kanan dan kiri dari pintu masuk. Loket pengunjung juga ada disini, disebelah kanan dari pintu masuk kemudian bagian informasi ada di sebelah kiri dari pintu masuk.
      Lantai 2
      Di lantai 2 kita mulai bisa menikmati koleksi dari Museum Keris ini. Dan saya yang gak paham sema sekali soal keris. Di lantai 2 ini kita akan paham dan mengerti lebih dalam soal keris. Karena di lantai ini disuguhkan juga informasi tentang keris dan bagian-bagian keris, apa itu pamor, jejeran, luk dsb.
      Di lantai 2 ini juga ada tempat bermain untuk anak-anak dan perpustakaan. Koleksi buku-bukunya tidak jauh dari masalah keris dan budaya baik tentang kota Solo maupun kota-kota lain di Indonesia. Tapi sepertinya koleksi bukunya perlu diperbanyak, soale rak nya masih banyak yang kosong.



       
      Lantai 3
      Lantai ini selain memajang beberapa koleksi keris ada juga diorama-diorama. Antara lain diorama pembuatan keris dan  diorama ritual saat akan membuat keris. Selain itu di dinding  ada informasi proses pembuatan keris dan rangkaian sesaji ketika akan membuat keris.


       
      Lantai 4
      nah, lantai 4 ini merupakan ruang pamer utama, disini selain keris dari tanah jawa, ada juga keris dari bali, sulawesi dan sumatera. Selain keris ada juga beberapa koleksi tombang dan parang. Karna museum ini tidak mengkhusus kan keris dari Jawa saja, namanya kan Museum Keris Nusantara. walapun memang umumnya orang mengenal keris itu dari Jawa. Tapi ternyata ada juga keris dari Sulawesi dan Sumatera.

       

      Di lantai 4 ini saya ngobrol banyak dengan seorang bapak yang saya pikir petugas museum. Beliau berkata keris yang dipajang disini merupakan hibah dan pinjaman dari pribadi, tertulis di keterangan masing-masing keris yang dipamerkan. Dan katanya lagi masih ada sekitar 300-an lagi koleksi keris yang masih akan dipamerkan. Dan ada kabar bahwa pemerintah Belanda akan menyerahkan koleksi keris yang mereka miliki untuk kemudian disimpan dan dipamerkan di Museum Keris Nusantara ini.
      Ketika saya bertanya, koleksi yang paling tua dan mempunyai nilai sejarah paling tinggi yang mana, bapak petugas yang saya lupa tanya namanya itu menjawab.
      "semua koleksi kita disini berharga mas, baik usia maupun nilai sejarah-nya"
      "semua keris disini berusia lebih dari 100 tahun"
      "semuanya sudah di teliti terlebih dahulu oleh tim kurator kita sebelum kemudian bisa dipajang dimuseum ini"
       
      Lalu bapak itu membawa saya ke salah satu kotak tempat beberapa keris dipamerkan, lalu beliau mengatakan,
      "ini keris yang paling tua, ini diperkirakan dibuat pada jaman sebelum kerajaan Singosari"
      "pada waktu itu para pembuat keris belum mengenal cara mencampur besi untuk membentuk pamor (motif)"
      "ini bentuk awal daripada keris, masih sederhana, dan kemudian berkembang menjadi seperti sekarang ini"
       
       
      Ketika saya bertanya mana keris yang paling mahal, beliau pun mengajak saya kembali ke bagian tengah, dan mengatakan
      "ini semua keris yang mahal, semua keris-keris ini ditaksir harganya antara 3 - 15 milyar"

      Mendengar itu, gak ada komentar yang keluar dari mulut saya, cuman decak kagum yang ada.
      Obrolan santai pun terus berlanjut, kebetulan lantai 4 sudah agak sepi, sebelumnya rame dengan rombongan anak-anak SD. :). Sang bapak menjelaskan apapun yang saya tanyakan, baik itu soal keris maupun tentang Museum nya sendiri. Beliau pun sempat memperlihatkan foto nya ketika mendampingi pak Jokowi ketika pembukaan 9 Agustus yang lalu. Dan saya bener-bener bodoh gak nanya siapa namanya.
      Penasaran dengan koleksi-koleksi keris dari Museum Keris Nusantara? atau hobi dengan keris? Atau pengen dateng ke tempat Wisata yang sedikit berbeda waktu berkunjung ke Solo.
      Monggo, mampir ke Museum Keris Nusantara. :)

       
      foto-foto laen :)



       
    • By kimcheeGH
      Museum Seni Seoul ( Seoul Museum of Art , a.k.a SeMA) mempersembahkan "Pameran Special Animasi DreamWorks". Kesempatan untuk bertemu dengan Po dari Kung Fu Panda , bercanda dengan Shrek dan Donkey dari Shrek dan bahkan mungkin melatih naga  dari (how to train your dragon).

      Dengan pameran ini ,, SEMA memperkenalkan kepada pengunjung , dunia yang sering tidak terlihat . Kunjungi dan lihat lebih dalam proses kreatif dari Animasi DreamWorks. Menjadi pameran animasi terbesar di dunia , menampilkan seluruh proses kreatif dan behind the scene dari hit internasional tercinta seperti Shrek , Kung Fu Panda , Madagaskar , How to train your dragon , dan banyak lagi . Ada ratusan potongan gambar , dari konsep, untuk papan cerita , model karakter 3D , model set , lembaran musik untuk film, dan masker .

      Pameran Animasi Dreamworks memiliki pengalaman digital yang sangat interaktif, termasuk simulator di mana Anda dapat membuat gelombang dan poser wajah yang memungkinkan pengunjung untuk membuat ekspresi wajah dan mentransfernya ke karakter animasi . Puncak pameran besar mungkin saja apa yang akan Anda lihat di akhir pameran : simulasi naga. Perjalanan panorama interaktif di belakang Toothless , naga dari "How to train your dragon" , membawa Anda pada adrenalin berbahan bakar naik seolah-olah Anda benar-benar melaju melalui awan tinggi di langit , menghadap desa Viking Berk .

      Pameran ini berlangsung dari 30 April- Agustus 15 tahun 2016 ini. Walaupun pameran ini selalu ramai, tetapi jangan resah karena ada banyak waktu untuk mengunjunginnya sebelum pamerannya berakhir. Untuk informasi lebih lanjut bisa klik disni -> website. Websitenya hanya ada dalam bahasa korea , mempunyai teman korea dapat menolong anda akan sangat berguna untuk membaca informasi di website.
      Pameran bisa d lihat setiap hari Selasa- Jumat , pukul 10 pagi- 8 malam. Akhir pekan dan hari libur pukul 10 pagi- 7 malam. Hari Selasa di inggu ketiga bulan pameran terbuka dari 10 pagi- 10 malam, museum ini tutup pada hari Senin .Harga tiket adalah sebagai berikut : Regular ( 19 thn + ) ₩ 13.000 , Youth ( 18 yrs atau lebih muda ) 10.000 won, Anak ( 7 ~ 12 tahun ) 8.000 won .

      Untuk sampai ke Museum of Art tidak terlalu rumit jika Anda memiliki peta terpercaya . Naik kereta bawah tanah ke City Hall Station ( jalur kereta bawah tanah 1 , 2 ) dan keluar di pintu keluar 1 , 11 atau 12 adalah cara terbaik dan termudah untuk sampai ke sana . Stasiun Seodaemun ( subway line 5 ) keluar di pintu keluar 5 juga merupakan cara yang baik untuk sampai ke sana , tapi City Hall Station adalah lebih mudah untuk menavigasi ke museum ini.
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Kota Bogor memang terkenal dengan istana Bogor-nya yang menjadi salah satu icon kota Bogor. Namun, tahukah kamu bahwa ada museum bagus di Bogor yang tentunya dapat kamu jadikan sebagai referensi wisata untuk dikunjungi ketika kamu memiliki kesempatan menjelajahi Bogor.
      Museum ini adalah museum Balai Kirti yang terletak di dalam Istana Kepresidenan Bogor, sebelah Gereja Zebaoth. Letaknya memang agak ke dalam namun tentu saja keindahan yang dimilikinya tidak akan membuatmu menyesal karena pernah mengunjungi museum cantik yang satu ini.
      Penasaran dengan apa saja yang terdapat di museum ini? Pada kesempatan kali ini kita akan membahasnya dalam serunya berkunjung ke museum Balai Kirti, Istana Kepresidenan Bogor.
       
      Membuat Surat Permohonan Kunjungan untuk Persiapan Memasuki Museum
      Museum ini memiliki keunikan tersendiri dimana untuk memasukinya, kamu diharuskan membuat surat permohonan mengunjungi museum. Untuk mendapatkan balasan dalam membuat surat ini, kamu harus mengontak via email ke [email protected] atau [email protected]
      Untuk membuat surat permohonan kunjungan museum, kamu dapat melakukan browsing dan mengambil contoh format permohonan kunjungan museum.
      Surat permohonan tersebut ditujukan kepada Kepala Museum Kepresidenan RI yang beralamat di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor Jl. Ir. H. Juanda No. 1 Bogor. Surat permohonan ini penting untuk dibuat sebagai tanda bahwa tidak semua orang diperkenankan untuk memasuki museum ini (harus mengantongi izin terlebih dahulu).
      Pada surat permohonan tersebut, kamu juga diharuskan untuk mencantumkan nomor kontak (HP dan telepon) sebagai tanda pertanggungjawaban rombongan.
      Setelah itu, kamu juga diharapkan dapat melampirkan daftar nama peserta jika kamu datang mengunjungi museum ini dalam jumlah rombongan yang cukup banyak. Jika tidak cukup banyak, kamu bisa juga menaruh jumlah rombongan (misalnya dua orang).
      Surat ini dapat dikirimkan secara langsung atau melalui email. Nah, surat ini paling lambat diterima selama 7 hari sebelum waktu berkunjung. Respon dari pihak museum sendiri cenderung sangat ramah dan tidak menyulitkanmu sehingga kamu tidak akan merasa dipersulit untuk memasuki museum ini.
       
      Waktu Berkunjung ke Museum Kirti
      Museum ini dibuka setiap hari kecuali pada hari libur nasional. Pada hari Senin hingga hari Jumat, museum ini dibuka dari pukul 09.00 hingga pukul 15.00.
      Nah, pada hari Sabtu dan Minggu, museum ini dibuka dari pukul 09.00 hingga pukul 13.00. Yang paling menyenangkan adalah tidak ada biaya masuk yang dikenakan jika kamu ingin memasuki museum ini alias gratis.
       
      Tata Tertib Pengunjung Museum Kirti
      Jika mengunjungi Museum Kirti, kamu juga tidak diperkenankan untuk menggunakan sembarang pakaian. Ya, untuk tetap bersifat sopan dan menghormati berbagai barang milik presiden-presiden Indonesia, kamu memang diharuskan untuk mengenakan pakaian yang sopan yang rapi.
      Untuk pria, kamu diharuskan untuk mengenakan kemeja, celana panjang serta bersepatu. Sementara itu, untuk wanita, kamu diharuskan untuk mengenakan baju berlengan, celana panjang/rok panjang (di bawah lutut), gaun di bawah lutut dan bersepatu.
      Selain itu, kamu juga tidak diperkenankan untuk mengenakan kaos, baju tidak berlengan, celana pendek, rok mini, jeans, pakaian tipis/ketat dan sandal. Ya, kamu memang sangat diminta untuk mengenakan pakaian yang sopan dan rapi.
      Selain mengenai masalah pakaian, kamu juga diharuskan untuk hadir sesuai dengan daftar yang diajukan pada surat permohonan berkunjung.
      Ketika memasuki Balai Kirti, kamu dilarang untuk membawa tas, ransel dan sejenisnya ke dalam museum. Selain itu, kamu juga dilarang untuk berfoto di dalam ruangan tertentu yang ada di dalam museum.
      Kamu juga dilarang untuk menyentuh dan/atau memegang media/ koleksi yang ada di dalam museum. Nah, kamu juga dilarang untuk membawa senjata api, senjata tajam dan obat-obatan terlarang.
      Kamu juga tidak diperkenankan untuk membawa binatang ketika kamu sedang berada di Museum Kirti yang satu ini. Nah, surat izin masuk tersebut dapat dibatalkan atau ditunda sewaktu-waktu apabila terdapat acara di museum ini.
      Surat izin juga dapat ditunda jika pengunjung tidak mematuhi peraturan yang berlaku. Untuk itu, cobalah sebisa mungkin untuk menataati peraturan yang berlaku.
       
      Sekilas Tentang Museum Kirti
       
       
       
      Mengunjungi Museum Balai Kirti
      Museum Kirti ini terletak di kawasan Istana Kepresidenan Bogor. Museum ini merupakan ide dari presiden ke 6 Republik Indonesia, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Nah, dua hari menjelang akhir masa jabatannya, Bapak SBY meresmikan museum Balai Kirti yang satu ini. Museum ini diresmikan pada tanggal 18 Oktober 2014.
      Peresmian museum ini dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, sejumlah menteri dan wakil negara sahabat.
      ‘Kirti’ sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta. Kata ini berarti wadah kemasyhuran. Di dalam museum ini, terdapat kiprah dan prestasi yang sudah ditorehkan presiden-presiden Republik Indonesia.
      Presiden ketiga RI BJ Habibie hadir bersama keluarga. Ny Sinta Nuriyah Wahid (istri presiden keempat RI Abdurrahman Wahid) dan Siti Hediati Hariyadi (putri presiden kedua RI Soeharto) juga hadir.
      Keluarga presiden RI Soekarno dan Megawati Soekarnoputri juga disebutkan hadir untuk menyaksikan peresmian museum yang satu ini.
      Gagasan terhadap pembangunan museum ini telah ada sejak tahun 2012 dan baru akhirnya bisa rampung pada tahun 2014. Ide ini kemudian ditindaklanjuti. Kementrian Pekerjaan Umum bertugas untuk membuat desain dan membangun museum. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bertugas untuk menyediakan konten museum.
      Sementara itu, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi bertugas untuk menyediakan ruang cinderamata. Nah, Sekretariat Negara bertugas untuk mengelola museum.
      Luas Balai Kirti ini mencapai sekitar 3.211,6 meter persegi dan menyatu dengan Museum Istana Bogor. Museum Kepresidenan Balai Kirti memiliki tiga bagian utama, yakni bangsal kebangsaan, bangsal kepresidenan, dan taman terbuka.
      Nah, ketika kamu memasuki museum ini, ada bagian-bagian dari museum yang boleh kamu foto namun ada pula yang tidak boleh kamu foto. Semuanya sesuai dengan dimana kamu berada.
       
      Memasuki Museum Balai Kirti Lantai 1

      Ketika memasuki Museum Kirti, kamu diharuskan untuk menyerahkan surat izin yang telah kamu terima. Nah, setelah itu, kamu akan diminta untuk menyerahkan KTP-mu dan menukarnya dengan kartu tamu di bagian satpam.
      Ketika memasuki Museum Balai Kirti, kamu akan diharuskan untuk menitipkan tasmu dan hanya membawa handphone serta dompet. Ya, kamu tidak diperbolehkan untuk membawa tasmu.
      Setelah itu, akan ada seorang tour guide yang membantumu berkeliling mengelilingi museum. Pada bagian awal, kamu akan menyaksikan teks proklamasi serta teks pancasila pada dinding lobi utama. Di bawah teks-teks tersebut, terdapat terjemahan teks ini dalam bahasa Inggris.
      Hal ini tentu merupakan nilai tambah karena WNA juga dapat turut serta memahami maksud dari teks-teks sacral tersebut.
      Ketika memasuki bagian selanjutnya, kamu akan melihat partisi berbentuk fotografi presiden-presiden Republik Indonesia. Pada sayap kanan, kamu akan melihat partisi fotografi Presiden Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.
      Pada bagian ini, kamu masih diperbolehkan untuk berfoto. Ya, bahkan tur guide akan dengan sangat baik hati menawarkan bantuan untuk memfotomu.
      Selanjutnya, pada bagian tengah museum terdapat taman terbuka. Taman tersebut adalah taman kering yang didominasi oleh batu-batu alam. Pada bagian tengah taman ini, terdapat patung-patung Presiden Republik Indonesia dari mulai Presiden Soekarno hingga Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.
      Nah, kamu juga diperbolehkan untuk mengambil foto di sini. Setelah itu, kamu diperbolehkan untuk berjalan menyusuri sayap kiri museum ini.
      Pada bagian sayap kiri museum, kamu akan dapat melihat partisi-partisi yang berisi fotografi Presiden Republik Indonesia dari mulai Soekarno hingga B. J. Habibie. Ya, kamu pun masih diperbolehkan untuk berfoto di tempat ini.
       
       
      Memasuki Museum Balai Kirti Lantai 2
       
       
       
      Selanjutnya, kamu diperbolehkan untuk menaiki lantai 2 museum Balai Kirti. Kamu akan menaiki lantai 2 dengan menggunakan escalator. Setibanya di lantai dua, kamu akan memasuki galeri kepresidenan. Diawali dengan presiden RI pertama yaitu Ir. Soekarno dan berakhir di presiden RI keenam yaitu Soesilo Bambang Yudhoyono. Namun, di galeri ini kamu tidak diperkenankan untuk berfoto.
       
      1. Galeri Ir. Soekarno

       
      Presiden Soekarno via http://www.beranda.co.id/wp-content/uploads/2015/09/Soekarno.jpg
       
      Pada bagian galeri ini, kamu akan menyaksikan kata-kata fenomenal milik Presiden Soekarno ditulis di bagian dindingnya, yaitu “Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Di sini, tersedia tiga buah televise yang akan memutar video singkat mengenai prestasi apa saja yang sudah ditorehkan oleh Presiden Soekarno selama menjadi presiden.
      Peristiwa hebat yang pernah terjadi pada masa pemerintahan Ir. Soekarno salah satunya yakni peristiwa Pembebasan Irian Barat. Proses pembebasan Irian Barat dilakukan oleh Presiden Soekarno dengan langkah-langkah yang mengagumkan.
      Langkah-langkah tersebut adalah jalur diplomatic untuk menggalang dukungan internasional dan mengadakan perundingan-perundingan Belanda, membangun solidaritas gerakan Non Blok yang terdiri dari negara bekas jajahan bangsa kolonial, dan menempuh jalur militer menggunakan pasukan Trikora dan operasi Jaya Wijaya.
      Langkah-langkah tersebut membuahkan hasil hingga saat ini Irian tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada bagian galeri ini juga terdapat diorama berisi pakaian dinas sehari-hari presiden Soekarno.
       
      2. Galeri Soeharto
       

      Presiden Soeharto via http://www.kabarhukum.com/wp-content/uploads/2015/08/soeharto-presiden.jpg
       
      Ketika memasuki galeri Soeharto, kamu akan menemukan tiga televise berisi video yang memutarkan film documenter mengenai prestasi apa saja yang ditorehkan oleh Soeharto ketika menjadi presiden.
      Situasi dan kondisi saat Soeharto menjadi presiden juga sangat aman karena media masa dapat dikendalikan dalam mengolah berita. Setiap ada berita suara jarum jatuh yang dapat membuat ketidakstabilan bangsa ini maka langsung diredam.
      Sehingga saat itu suasana terekam dalam otak masyarakat dalam keadaan aman. Padahal saat itu juga banyak kerusuhan, korupsi, pemberontakan, dan berbagai tindak kriminal lainnya.
      Soeharto juga berhasil membawa keamanan bagi negara Indonesia karena setidaknya rakyat Indonesia dapat merasa lebih aman. Hal inilah yang menyebabkan presiden ini dapat bertahan menjadi presiden hingga berpuluh-puluh tahun lamanya.
      Soeharto berhasil membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur. Pada bagian galeri Soeharto ini juga terdapat lemari kaca yang memajang pakaian dinas Soeharto dan lengkap dengan lencana-lencana militernya.
       
      3. Galeri B. J. Habibie
       

      B. J. Habibie via http://www.wartabuana.com/pictures/20121219070722_279-201508251338091.gif
       
      Pada bagian ketiga, kamu akan bertemu dengan galeri B. J. Habibie. Nah, pada galeri ini kamu juga akan menemukan tiga buah televise yang menceritakan tentang prestasi apa saja yang sudah berhasil ditorehkan oleh presiden B. J. Habibie.
      Meski tergolong singkat dalam menjadi presiden Republik Indonesia, tapi B. J. Habibie telah berhasil menciptakan sejumlah gebrakan bagi Indonesia.
      Ya, presiden ini menciptakan system desentralisasi dimana otonomi daerah mulai ditegakkan. Pemerintah pusat mulai memberikan wewenang kepada pemerintah daerah untuk membangun daerahnya masing-masing.
      Nah, hal inilah yang menyebabkan saat ini banyak daerah di Indonesia sudah mulai berusaha untuk mandiri dan berdiri di atas kakinya masing-masing.
      Presiden ini juga memulihkan rupiah dari 17.000 hingga mencapai 6.700 rupiah. Habibie juga berhasil menurunkan inflasi dari 54,54% jadi 13,3% pada waktu Soeharto sedang lengser. Suatu prestasi yang membanggakan, bukan?
      Kemudian, presiden yang merupakan presiden yang sangat jenius ini juga terkenal dengan prestasinya di bidang akademik. Presiden Habibie berhasil meraih gelar doctor ingenieur (doctor teknik) dengan predikat summa cumlaude pada tahun 1965 dari RWTH Aachen, Jerman.
      Beliau juga berhasil mendesain pesawat utuh. Satu diantara buah karyanya adalah prototype DO-31, pesawat tetap pertama yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal, yang dikembangkan HFB bersama industri Donier.
      Bahkan, pesawat dengan tipe Airbus A300 yang diproduksi oleh Konsorsium Eropa (European Aeronautic Defence and Space) juga tidak lepas dari sentuhan Habibie.
      Meski sangat singkat, kepemimpinan Presiden Habibie mampu membawa bangsa Indonesiadari jurang kehancuran akibat krisis. Presiden Habibie berhasil memimpin negara keluar dari dalam keadaan ultra-krisis, melaksanakan transisi dari negara otorian menjadi demokrasi.
      Sukses melaksanakan pemilu 1999 dengan multi parti (48 partai), sukses membawa perubahan signifikan pada stabilitas, demokratisasi dan reformasi di Indonesia.
       
      4. Galeri Abdurrahman Wahid
       

      Abdurrahman Wahid via http://static.guim.co.uk/sys-images/Admin/BkFill/Default_image_group/2010/1/3/1262538687883/WAHID-001.jpg
       
      Pada bagian keempat, kamu akan bertemu dengan galeri Abdurrahman Wahid. Nah, pada galeri ini kamu juga akan menemukan tiga buah televise yang menceritakan tentang prestasi apa saja yang sudah berhasil ditorehkan oleh presiden Abdurrahman Wahid.
      Abdurrahman Wahid terkenal sebagai tokoh yang gigih memperjuangkan pluralisme di Indonesia. Tokoh ini juga memperjuangkan perlindungan hak azasi masyarakat sipil dan kaum minoritas yang penting dilakukan untuk menjaga eksistensi Indonesia.
      Pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid juga presiden ini lebih menitikberatkan pada urusan Agama. Keberadaan agama Konghucu mulai diperhatikan dan perayaan Imlek mulai dimasukkan dalam hari libur nasional.
      Selama masa jabatannya, Gus Dur fokus dalam mereformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren sehingga dapat menandingi sekolah sekular. 
      Pada tahun 1987, Gus Dur juga mendirikan kelompok belajar di Probolinggo, Jawa Timur untuk menyediakan forum individu sependirian dalam NU untuk mendiskusikan dan menyediakan interpretasi teks Muslim. 
      Gus Dur pernah pula menghadapi kritik bahwa ia mengharapkan mengubah salam Muslim "assalamualaikum" menjadi salam sekular "selamat pagi”.
       
      5. Galeri Megawati Soekarnoputri
       

      Megawati Soekarnoputri via http://img.antaranews.com/new/2011/06/ori/2011060110344106.gif
       
      Terdapat beberapa prestasi yang ditorehkan Megawati Soekarnoputri selama menjadi presiden Republik Indonesia. Prestasi tersebut adalah mendirikan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Hal ini karena Megawati melihat institusi Polri dan Jaksa sudah terlalu kotor namun sulit untuk dibubarkan.
      Selain itu, Megawati juga melakukan pembangunan infrastruktur yang vital setelah pembangunan berhenti sejak 1998. Diantaranya Tol Cipularang (Cikampek-Bandung) sekaligus dalam rangka peringatan KAA, Jembatan Surabaya Madura (Suramadu), Tol Cikunir, Rel ganda kereta api. Dimulainya membenahi sistem transportasi dengan Busway di Jakarta.        
      Nah, ketika memasuki galeri Megawati ini kamu juga dapat menyaksikan pakaian dinas yang selama ini digunakan oleh Megawati ketika menjabat menjadi presiden Republik Indonesia. Kamu juga dapat melihat fotografi-fotografi Ibu Megawati dan kehidupannya.
       
      6. Galeri Soesilo Bambang Yudhoyono
       

      Soesilo Bambang Yudhoyono via https://pbs.twimg.com/profile_images/449699574207115264/FDzxuwMw.png
       
      Pada bagian keenam, kamu akan bertemu dengan galeri Soesilo Bambang Yudhoyono. Nah, pada galeri ini kamu juga akan menemukan tiga buah televise yang menceritakan tentang prestasi apa saja yang sudah berhasil ditorehkan oleh presiden SBY.
      Prestasi yang ditorehkan oleh presiden SBY antara lain adalah meredam konflik di Aceh. Nah, ketika masih menjabat sebagai presiden dan berpasangan dengan Jusuf Kalla, SBY berhasil meredam konflik di Aceh.
      Pada waktu SBY menjadi presiden, juga terjadi pemberantasan terorisme yang efektif. Pada waktu tersebut, pemerintah SBY dan Polri menerapkan strategi yang tepat untuk memberantas terorisme.
       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai serunya berkunjung ke museum Balai Kirti. Semoga artikel ini dapat membantumu dalam mendapatkan referensi mengunjungi salah satu museum terbaik kepresidenan di Indonesia.
      Happy traveling!
    • By Sari Suwito
      Sedang transit di kota Jogja dan ingin jalan-jalan murah? Tentu bisa....bisa bangeet malah. Jadi gini, beberapa waktu lalu kami ada acara keluarga di Kulon Progo, berhubung ada anggota keluarga yang mempunyai jadwal terbang beda satu hari dengan keberangkatan saya, maka jadilah kami berangkat bareng dari Kulon Progo naik taksi tetangga saya. Itung-itung hemat tenaga dan uang daripada saya harus bolak-balik Jogja-Wates-Jogja, maka saya memilih untuk menginap saja di hotel dekat bandara Adisucipto. Setelah browsing nemulah saya alamat dan nomer telepon Hotel Bandara Asri (nanti saya tulis reviewnya dech). 
       
      Sebelum ke Bandara Adisucipto saya minta taksi untuk mengantar ke hotel dan taruh barang bawaan saya di hotel.  Karena setelah selesai urusan di bandara saya berniat untuk jalan-jalan sore di kawasan Malioboro sekalian wisata museum gitu. Begitu urusan di bandara selesai, saya langsung menuju Shelter Trans Jogja dari Bandara Adisucipto, naik bus Jalur 1A lalu turun di shelter Malioboro 3 (Pasar Beringharjo/Benteng Vrederburg), lalu saya jalan kaki menuju ke Museum Sonobudoyo, tapiii sayang sekali, ternyata museum sudah tutup jam setengah empat. Jadilah saya..lanjutkan jalan kaki ke arah Jalan Rotowijayan ke museum Kereta Karaton, dan ternyata sudah tutup juga. hihihihi... 
       
      Akhirnya saya jalan kaki ke kawasang cenderamata di jalan Rotowijayan, di kawasan ini berjejer toko yang menjual souvenier, batik dan kaos dagadu. Keluar masuk toko tapi ga nemu juga yang cocok, jadi yaa sekedar cuci mata aja dech. Tak lama kemudian saya memutuskan untuk balik aja ke hotel, takut kesorean dan bus Trans Jogja penuh. Dalam perjalanan menuju shelter Trans Jogja, ketika melewati alun-alun utara ternyata ada kuda yang sedang dilatih oleh pawangnya.  Skalian numpang selfie aah... hehehe...



      Sampai juga akhirnya ke shelter Trans Jogja, dan rupanya ga penumpang ga terlalu ramai, dan masih kebagian tempat duduk. Saya turun di Shelter Jl. Solo (Maguwo) lalu jalan kaki menuju hotel. Sampai hotel setelah mandi sambil nonton tv ternyata berasa dech laparnya, jadilah saya pesan di restaurant hotel mie rebus jawa seharga tujuh belas ribu lima ratus rupiah. hihihi...lumayan...daripada harus keluar hotel lagi. Akhirnya makanan dataang.....
       
      Selesai makan, sambil nonton TV langsung tidur sampe pagi... hihihi...
       
      Pagi hari setelah selesai sarapan saya langsung berangkat ke Shelter Trans Jogja di Bandara Adisucipto untuk menuju Malioboro yang akan dilanjutkan jalan kaki ke Museum Sonobudoyo dan Museum Kereta Karaton Yogyakarta.  
       
      Museum Sonobudoyo
       
      Sekitar jam 8.20 akhirnya sampailah saya di Museum Sonobudoyo, harga tiket masuk tiga ribu rupiah saja, setelah membayar tiket dan mengisi buku tamu, saya dihampiri mbak-mbak yang menawarkan menjadi guide untuk melihat-lihat koleksi museum tapi saya tolak dengan halus. Sepertinya enakan jalan sendiri aja dech, jadi lebih leluasa untuk melihat-lihat koleksi museumnya. 

      Museum Sonobudoyo adalah museum sejarah dan kebudayaan Jawa, termasuk bangunan arsitektur klasik Jawa. Museum ini menyimpan koleksi mengenai budaya dan sejarah Jawa yang dianggap paling lengkap setelah Museum Nasional Republik Indonesia di Jakarta (Museum Gajah).  Museum Sonobudoyo terdiri dari dua unit, unit 1 terletak di Jalan Trikora No. 6 (sebelah utara alun-alun keraton Yogyakarta), sedangkan unit 2 terletak di nDalem Condrokiranan, Wijilan, di sebelah timur alun-alun Keraton Yogyakarta.
       

       
      Museum Sonobudoyo didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda oleh Yayasan yang bernama Java Instituut. Yayasan ini bergerak di bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Panitia pendirian museum yaitu IR. TH. Karsten, P.H.W. Sitsen dan S. Koperberg. Bangunan museum menggunakan tanah bekas "Schauten" atau tanah hadiah dari Sri Sultan HB VIII. Peresmian dilakukan oleh Sri Sultan HB VIII pada tanggal 6 November 1935.
       
      Koleksi Museum Sonobudoyo (unit 1 dan unit 2) terbagi menjadi 10 jenis, yaitu:
      Koleksi Numismatik dan Heraldika, obyek penelitiannya adalah mata uang/alat tukar yang sah, yang terdiri dari mata uang logam dan kertas. Heraldika adalah setiap tanda jasa, lambang dan pangkat resmi (termasuk cap dan stempel). Koleksi Filologi, benda koleksi yang menjadi obyek penelitian filologi, misalnya risalah kuno, tulisan tangan yang menguraikan sesuatu hal atau peristiwa.  Koleksi Keramologi adalah koleksi yang terbuat dari bahan tanah liat bakar berupa pecah belah, misalnya guci.  Koleksi seni rupa, koleksi seni yang mengekspresikan pengalaman artistik melalui obyek dua dimensi atau tiga dimensi.  Koleksi Teknologi. Benda atau kumpulan benda yang menggambarkan perkembangan teknologi. Koleksi Geologi, adalah benda yang menjadi obyek ilmu geologi, antara lain batuan, mineral, fosil dan benda-benda bentukan alam lainnya (permata, granit, andesit). Contoh: Batu Barit. Koleksi Biologi adalah benda yang menjadi objek penelitian ilmu biologi, antara lain tengkorak atau rangka manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Misalnya burung (obset) / dikeringkan. Koleksi Arkeologi adalah benda yang menjadi objek penelitian arkeologi. Benda tersebut merupakan hasil peninggalan manusia dari zaman prasejarah sampai dengan masuknya pengaruh kebudayaan barat misalnya : Cermin. Koleksi Etnografi adalah benda yang menjadi objek peneiitian ilmu etnografi, benda-benda tersebut merupakan hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu etnis misalnya Kacip. Koleksi Historika adalah benda yang bernilai sejarah dan menjadi objek penelitian sejarah. Benda tersebut dari sejarah masuknya budaya barat sampai dengan sekarang, misalnya Senapan laras panjang, meriam.  Saya hanya mengunjungi Museum Sonobudoyo Unit 1, jadi unit 2 mungkin di lain kesempatan akan saya datangi lagi, sekalian makan gudeg di wijilan kali ya. hehehe...
       
      Oh ya, di depan bangunan Museum Sonobudoyo Unit 1 ini terdapat 2 buah meriam lho. Kedua koleksi meriam tersebut di atas berasal dari masa Sri Sultan Hamengku Buwana III. Sayangnya saya lupa untuk fotoin. hehehe...
       
      Selain meriam terdapat pula arca dan relief. Berikut beberapa koleksi yang berada di halaman pendapa : Arca Dewi Laksmi, arca Mahakala, dan Makara.



       
      Sedangkan di bagian dalam pendopo terdapat seperangkat gamelan.

      Museum ini memiliki beberapa ruang, diantaranya:
      Ruang Pengenalan
      Di atas pintu masuk menuju ke ruang pengenalan terdapat relief candrasengkala "Buta Ngrasa Esthining Lata". Ruang pengenalan berukuran 62,5 m2. Salah satu koleksi yang ada di ruang pengenalan yaitu pasren atau krobongan yang terdiri dari tempat tidur, bantal, guling, kasur, kelambu, sepasang patung loro blonyo, sepasang lampu robyong, dan sepasang lampu jlupak.

      Ruang Prasejarah
      Ruang ini menyajikan benda-benda peninggalan masa prasejarah yang menggambarkan cara hidup manusia pada masa itu meliputi berburu, mengumpulkan dan rneramu makanan. Pada tingkat selanjutnya manusia mulai bercocok tanam secara sederhana serta melakukan upacara- upacara yang berhubungan dengan religi (kepercayaan kepada roh nenek moyang, penguburan dan kesuburan).

       
      Ruang Klasik dan Peninggalan Islam
      Dalam penyajian koleksi dikelompokkan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal yaitu:
      1. Sistem Kemasyarakatan
      2. Sistem Bahasa
      3. Sistem Religi
      4. Sistem Kesenian
      5. Sistem Ilmu Pengetahuan
      6. Sistem Peralatan Hidup
      7. Sistem Mata Pencaharian Hidup 

      Patung Kepala Dewa,  dibuat dari perunggu berlapis emas. Ditemukan di Pathuk, Gunung Kidul pada tahun 1956. sebagai lambang Dewa Budha,
      Ruang Batik 
      Di ruang ini memamerkan beberapa koleksi batik. Selain itu juga terdapat proses membatik yang dimulai dari pengerjaan pola sampai proses jadi sebuah batik. Di ruang ini saya suka sekali melihat aneka motif batiknya...bagus bagus banget...



       

       
      Ruang Wayang
      Sesuai namanya, di ruangan ini memamerkan aneka jenis koleksi wayang, diantaranya ada wayang kulit dan wayang golek serta gambar tata letak pementasan wayang kulit purwa klasik.



       
      Ruang Topeng
      Disini juga terdapat beberapa jenis topeng dari berbagai daerah. Topeng sudah mengalami sejarah perkembangan, bersamaan dengan nilai-nilai budaya dan nilai seni rupa. Topeng yang tampil dalam bentuk tradisional mempunyai fungsi sebagai sarana upacara dan pertunjukan.

       
      Ruang Jawa Tengah 
      Di ruang ini memamerkan ukiran kayu yang terkenal dari Jawa Tengah yaitu Jepara seperti gebyog patang aring. Selain itu terdapat keris dan senjata tajam lainnya dengan berbagai jenis.


      Ruang Emas
      Museum Sonobudoyo merupakan museum yang memiliki koleksi artefak emas tapi dengan beberapa alasan belum dapat dilihat oleh umum.
      Pada dasarnya artefak emas memiliki fungsi berbeda-beda, yaitu sebagai:
      1. Mata uang
      2. Perhiasan
      3. Wadah
      4. Senjata
      5. Simbol religius, dll.
      Di ruangan ini dipamerkan aneka koleksi perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari kuningan dan perak. Seperti: aneka bentuk ceret dan kendi, sendok makan, dll.




       
      Ruang Bali
      Diantara ruangan lain, ruangan ini paling istimewa, karena terdapat lampu warna biru yang byar pet gitu. hehehe...
      Koleksi ruang Bali berkaitan dengan kebudayaan Bali baik mengenai yadnya (upacara) maupun berbentuk seni lukis dan seni pahat. Di bagian terpisah terdapat Candi Bentar.
       


      Patung Penari Keris, posenya ini lho...agak-agak merinding...seperti orang mau bunuh diri yaa..

      Di bagian luar Ruang Bali terdapat Candi Bentar, di dalam komplek candi Bentar biasanya terdapat Bale Gede, yang berfungsi sebagai tempat upacara daur hidup dan untuk bermusyawarah.

       
      Ruang mainan
      Di sini dipamerkan koleksi aneka mainan tradisional dan foto-foto anak-anak yang sedang memaikan permainan tradisional.



      Setelah merasa cukup puas berkeliling museum Sonobudoyo, saya melanjutkan perjalanan berikutnya ke Museum Kereta Keraton Yogyakarta dengan berjalan kaki. Yuk, ikuti cerita selanjutnya.
       
      Museum Kereta Karaton Ngayogyakarta 
      Museum ini terletak di Jalan Rotowijayan, bisa ditempung dengan berjalan kaki dari Museum Sonobudoyo unit 1. Harga tiket masuk lima ribu rupiah, ditambah tiket ijin foto seharga seribu rupiah.

      Museum ini khusus menampung kereta-kereta kuda keraton pada masa Kerajaan Yogyakarta era Sri Sultan Hamengku Buwono ke-8. VIII.
       
        Museum kereta keraton ini memiliki 18 kereta, setiap kereta memiliki nama masing-masing, diantaranya:
      1. Kereta Nyai Jimat, 
      2. Kereta Kyai Garudayaksa, 
      3. Kereta Jaladara, 
      4. Kereta Kyai Ratapralaya, 
      5. Kereta Kyai Jetayu, 
      6. Kereta Kyai Wimanaputra, 
      7. Kereta Kyai Jongwiyat, 
      8. Kereta Kyai Harsunaba, 
      9. Kereta Bedaya Permili, 
      10. Kereta Kyai Manik Retno, 
      11. Kereta Kyai Kuthakaharjo, 
      12. Kereta Kyai Kapolitin, 
      13. Kereta Kyai Kus Gading, 
      14. Landower Kereta, 
      15. Kereta Surabaya Landower, 
      16. Wisman Landower Kereta, 
      17. Kereta Kyai Puspoko Manik 
      18. Kereta Kyai Mondrojuwolo. 
      Kereta-kereta tersebut mempunyai fungsi masing-masing, dan penggunaannya selalu dipilih berdasarkan acara yang akan diselenggarakan. Beberapa foto terpasang di dekat lokasi kereta Keraton. Jadi kita juga bisa lihat kereta ini dipakai di acara apa gitu.


      Oh ya, kereta-kereta ini buatan Eropa lho, diantaranya Jerman dan Belanda. Bahkan sebagian besar kereta-kereta ini masih asli, belum tersentuh modifikasi meski sebagian sudah mengalami modifikasi baik dalam warna cat maupun interiornya.
       
      Terdapat beberapa kereta yang dikeramatkan, karena keistimewaan bahannya yang terbuat dari emas dan merupakan kereta Raja yang disebut sebagai kereta Kencana, bahkan sebagian kereta mungkin memiliki cerita mistis, makanya jangan sembarangan ya saat berada di tempat ini. 
       
      Saya paling suka kereta ini nich...keren dan elegan banget... *abaikan penampakan yang separo ini. hehehe...

       
      Jenis-jenis kereta di Museum Kereta Keraton:
      1. Kereta atap terbuka dan beroda dua, contohnya:  Kereta Nyai Kapolitan

      2. Kereta atap terbuka dan beroda empat, contohnya: Kerata Kyai Jongwiyat dan Landower. Oh ya saya sempat dengar kalau Landower ini berasal dari istilah dalam bahasa Inggris Land Owner (Tuan Tanah/Raja).

      3. Kereta atap tertutup dan beroda empat. Kereta ini termasuk kereta yang mewah dan sakral, contohnya: Kereta Kanjeng Nyai Jimad, Kyai Garudayaksa dan Kyai Wimanaputra.

      Kereta Kanjeng Nyai Jimad ini merupakan kereta tertua, telah berada di sini sejak tahun 1750. Kereta ini merupakan buatan Belanda. Bentuknya unik dan sangat indah seperti layaknya kereta Cinderella. Di bagian depan bawah kereta ini terdapat patung wanita menyangga kereta ini dan terdapat untaian bunga yang mengalunginya.
       
      Ada juga kereta Premili, di dalam kereta ini terdapat 4 baris kursi yang saling berhadapan, kereta ini berfungsi untuk membawa para penari keraton yang berjumlah sekitar 16 orang.

      Di dalam museum ini juga terdapat beberapa patung kuda, koleksi pakaian dan perlengkapan kusir kereta.




      Di bagian luar museum di halaman sebelah utara juga terdapat kandang kuda yang dihuni beberapa ekor kuda. Berikut beberapa suasana di halaman museum..


      Sekitar jam setengah sebelas saya keluar dari Museum Kereta Keraton lalu jalan kaki ke shuttle Trans Jogja di jalan Malioboro. Seperti sebelumnya, saya turun di shelter Jl. Solo - Maguwo lalu mampir makan siang di warung padang dulu, baru lanjut jalan kaki ke toko oleh-oleh Bakpia 25. Nah, disini saya coba beli varian baru bakpia 25 yaitu bakpia isi ubi ungu, enak juga lho rasanya. Sampai di hotel sekitar jam 12an, saya beres-beres barang bawaan dan sekitar jam 12.30 saya ke front office untuk nyerahin kunci kamar, dan request pengantaran ke bandara diundur jadi jam 2 saja. Males kelamaan di bandara ga bingung mau ngapain secara flight saya masih jam 16.10. Akhirnya jam 2 tepat saya minta diantar ke bandara, rupanya counter Air Asia sudah buka, jadi langsung aja check in dan masuk ke boarding roam. Selamat tinggal Jogjakarta....ke Jakarta aku kan kembaliiii......
      Demikianlah...field report jalan-jalan saya saat transit di kota Jogja...mungkin bisa menjadi referensi buat teman-teman yang akan transit di kota Jogja.
       
       
       
       
    • By Sari Suwito
      Hai haii Jalan2er,
       
      Selamat Idul Fitri 1436 H, walaupun ucapannya terlambat ya. Mohon maaf lahir dan bathin yaa bila ada salah-salah kata selama ini. Bagaimana liburan lebaran kalian kali ini? Kalau saya, liburan lebaran di kampung halaman di Wates - Kulon Progo. Setelah 3 hari bersilaturahmi ke tempat saudara dan kerabat, maka tanggal 21 Juli saatnya jalan-jalan dech. Kalau liburan lebaran tahun sebelumnya saya mengunjungi De Mata trick eye museum maka kali ini saya mengunjungi De Arca Art Museum. 
       
      Saya dari rumah jam 9 pagi dan ternyata agak lama nungguin bus jurusan Jogja-Wates tak kunjung datang juga. Akhirnya saya naik bus antar kota antar provinsi jurusan terminal Giwangan, dengan ongkos sebesar 20ribu/orang. Lebih dari 1 jam bus baru sampai di terminal Giwangan dan kemudian saya mencari halte bus Trans Jogja.untuk menuju XT Square (De Arca Art Museum/De MataTrick Eye Musuem) kita bisa naik bus Trans Jogja jurusan 4B. Sekitar jam 11 akhirnya sampailah kami di XT Square. Dan langsung dech menuju De Arca. 
       
      Oh ya, liburan lebaran tahun lalu De Arca Art Museum belum dibuka. Kali ini saya beli tiket terusan De Arca Art Museum dan De Mata Trick Eye seharga 80ribu/orang. 

      De Arca Art Museum ini seperti Museum Madame Tussauds ala Indonesia dengan koleksi patung lilin dari Pahlawan Nasional, Tokoh Dunia, Selebriti, Super Hero, dan lain-lain.
       





      Hanya 1 jam saya berfoto-foto di De Arca Art Museum, lalu dilanjutkan ke De Mata trick eye museum, dan ternyata disini antrian di loket pembelian tiket sudah mengular.

      Rupanya tidak banyak gambar-gambar baru jadi ya saya cuma beberapa di spot foto saja, dan pengunjungnya lumayan rame jadi ya..cuma foto-foto di beberapa gambar aja.  




      Sekitar jam 1 siang saya memutuskan untuk keluar dan langsung menuju mushola yang berada di komplek XT Square untuk sholat dhuhur. Selesai sholat dhuhur sudah berasa lapar, jadilah saya makan bakso wonogiri yang tak jauh dari XT Square.
       
      Selesai makan siang, saya segera menuju halte Trans Jogja yang tak jauh dari XT Square untuk menuju Malioboro. Oh ya, berhubung terjadi kemacetan di jalan-jalan jalur menuju Malioboro jadilah saya disarankan turun di halte Ngabean, lalu dari halte Ngabean ini saya naik becak menuju Malioboro dengan ongkos 20ribu. Sebelum naik becak, berfoto sebentar di pojok beteng keraton.

      Dan rupanya di Malioboro memang telah dipadati turis domestik yang tengah berlibur di kota Jogja. Jalan di sepanjang kali lima pun penuh sesak pengunjung. Sambil berbelanja oleh-oleh dan cuci mata di sepanjang jalan Malioboro rupanya membuat kaki mulai capek dan ternyata juga sudah masuk waktu sholat ashar, saya pun akhirnya singgah di Ramai Mall, lalu mencari mushola untuk sholat ashar. Selesai sholat saya, mampir ke pasar beringharjo untuk beli gudeg dan telor kecap untuk dibawa pulang. Sudah lama banget ga makan gudeg...kangen juga euy...
       
      Selesai membeli gudeg dan lauk, rupanya sudah hampir jam 5 dan saya langsung menuju kantor pos besar untuk menunggu bus untuk pulang ke Wates, rupanya tak ada bus jurusan Wates yang ngetem, jadilah saya naik bus yang ada aja lalu turun di depan pasar Gamping. Nah disini rupanya bus jurusan Wates lama banget datangnya, dan begitu datang langsung diserbu penumpang sampai penuh sesak. Saya pun mengurungkan niat untuk naik bus tersebut, jadilah saya menunggu bus berikutnya, tapiii...ternyata bus berikutnya kosong dan tak mau ambil penumpang. Nah, sambil menunggu bus lain saya sempat beli es krim rujak, lumayan buat teman menunggu bus datang, biar adeeem... hehehe.. Rupanya bus jurusan Wates tak kunjung datang juga, akhirnya saya memutuskan untuk naik bus AKAP Tetap Merdeka jurusan Gombong dengan ongkos sebesar 10ribu/orang. 
       
      Sekitar jam 18.30 akhirnya saya sampai rumah dengan selamat.
      Demikianlah cerita liburanku di kota Jogja kali ini.  Bagaimana dengan liburan teman-teman, pasti seruu juga kan? 
    • By vie asano
      Mie termasuk salah satu makanan populer bagi penduduk Asia, termasuk Jepang. Bahkan, produk mie instan yang kini populer di seluruh dunia merupakan hasil otak-atik seorang warga Jepang-Taiwan bernama Momofuku Ando (1910-2007) yang merupakan pendiri Nissin Food. Tertarik mengenal lebih lanjut tentang perjalanan mie instan? Main yuk ke Cup Noodles Museum di Yokohama.
       
      Mengenal sejarah mie instan di Cup Noodles Museum Yokohama
       

      Cup Noodles Museum, via japanryan.blogspot 
       
      Di kalangan pecinta kuliner mie, khususnya ramen, kota Yokohama mendapat tempat spesial karena di kota ini terdapat sebuah food theme park bertema ramen pertama di dunia (baca disini: ). Namun museum ramen ini bukan satu-satunya museum yang didedikasikan untuk kuliner mie. Ada satu lagi museum yang wajib kalian kunjungi jika kalian menyukai panganan serba mie, yaitu Cup Noodles Museum.
       

      Cup Noodles Museum, via fmsintokyo.blogspot 
       
      Sekilas, Cup Noodles Museum seolah-olah seperti sebuah museum yang khusus didedikasikan untuk mie dalam cup. Namun sebetulnya Cup Noodles Museum ini merupakan sebuah museum yang bertujuan untuk membuka wawasan pengunjung tentang sejarah dan juga fakta-fakta seputar produksi mie instan. Museum ini dirancang secara interaktif dengan berbagai display menarik dan kegiatan yang melibatkan pengunjung, sehingga siapapun nggak akan bosan menghabiskan waktu di museum ini. Ngomong-ngomong, Cup Noodles Museum di Yokohama ini merupakan museum mie instan kedua yang dibuka di Jepang, karena museum Momofuku Ando yang pertama, yaitu Momofuku Ando Instant Ramen Museum, telah dibuka di Osaka sebelum di Yokohama.
       
      Yang menarik dari Cup Noodles Museum
      Tema “museum mie instan†mungkin sudah membuat kalian penasaran dan ingin mengunjungi museum ini, karena, siapa sih yang mengira ada museum yang khusus mengangkat tema mie instan? Apalagi karena di Indonesia mie instan dipandang sebagai kuliner biasa (bahkan kadang-kadang sebagai lauk untuk nasi) dan nggak dianggap sebagai sebuah produk hasil pemikiran kreatif. Namun sebelum berkunjung ke museum ini, mari kenali dulu apa saja yang membuat museum ini menarik.
       
      Cup Noodles Museum merupakan sebuah bangunan yang terdiri dari 5 lantai. Di masing-masing lantai terdapat pameran dan display dengan tema yang beragam. Pengunjung masuk dari lantai pertama, dan di lantai tersebut terdapat Museum Shop yang menjual bermacam pernak-pernik bertema Cup Noodles Museum.
       

      Museum Shop, via cuso4 
       
      Di lantai 2, barulah kalian dapat melihat-lihat aneka display dan pameran yang berkaitan dengan perkembangan mie instan dan juga mengenal lebih lanjut mengenai sosok Momofuku Ando. Salah satu display yang paling mencolok di lantai ini adalah Instant Noodles History Cube. Spot ini memamerkan lebih dari 3000 kemasan produk yang disusun agar dapat memberikan gambaran mengenai sejarah perkembangan mie instant yang dimulai dari kemasan mie instant pertama di dunia, yaitu Chicken Ramen; evolusi mie instant selanjutnya yang dibuat dalam wadah berbentuk cup (yang juga diciptakan oleh Momofuku Ando), hingga produk mie instant terkini yang dirancang dapat disantap di luar angkasa. Wawasan kalian seputar mie instant jelas akan bertambah dengan mengunjungi spot ini!
       

      Instant Noodles History Cube, via weirdjapan 
       
      Fasilitas lain yang bisa kalian temukan di lantai 2 ini adalah Momofuku Theater yang letaknya bersebelahan dengan Instant Noodles History Cube. Di teater bernuansa serba merah ini pengunjung dapat melihat berbagai pertunjukan animasi CG yang menampilkan sejarah mie instant, serta memberikan gambaran bagaimana Momofuku Ando bisa menemukan ide untuk menciptakan produk mie instant dan mie dalam cup pertama di dunia. Film ini ditampilkan dalam bahasa Jepang, jadi sebaiknya kalian mengenakan headset yang memberikan penjelasan dalam bahasa Inggris.
       

      Momofuku Theater, via tokyoexcess.blogspot 
       
      Seperti yang telah disinggung sebelumnya, di lantai dua ini kalian diajak untuk mengenal lebih lanjut mengenai sosok Momofuku Ando, sang penemu mie instant. Untuk memahami siapa itu Momofuku Ando, bergeraklah ke spot The Momofuku Ando Story. Di spot ini, kalian dapat mempelajari sejarah perjalanan hidup Momofuku Ando yang ditampilkan dalam dinding sepanjang 58 meter. Display ini dilengkapi dengan berbagai ilustrasi pendukung yang menarik. Sayangnya display ini ditampilkan dalam bahasa Jepang. Hanya judul-judul besarnya saja yang diberi keterangan dalam bahasa Inggris.
       

      The Momofuku Ando Story, via japanryan.blogspot 
       
      Dan, untuk melengkapi pengenalan terhadap sosok Momofuku Ando, kalian bisa mengunjungi replika gubuk tempat kerja Momofuku Ando saat berada dalam proses menciptakan Chicken Ramen, mie instan pertama di dunia. Konon Ando bekerja siang-malam dan hanya tidur beberapa jam dalam sehari saat untuk menyempurnakan penemuannya itu. Gubuk ini sangatlah sederhana dan dilengkapi dengan perlengkapan seadanya tanpa perlengkapan membuat mie yang canggih seperti saat ini. Setelah melihat replika gubuk ini, pengunjung diharapkan dapat memetik pelajaran dari kegigihan perjuangan seorang Momofuku Ando; bahwa sebuah produk hebat lahir dari ide yang hebat, bukan dari peralatan yang canggih dan modern.
       

      Replika Momofuku’s Work Shed, via foodsaurus 
       
      The Momofuku Ando Story dan replika gubuk kerja dari Momofuku Ando letaknya berdekatan dengan spot Creative Thinking Boxes. Jika kalian penasaran apa sih kuncinya menghasilkan aneka produk kreatif seperti yang dilakukan oleh Momofuku Ando, kunjungilah spot ini. Di tempat ini terdapat 6 kunci ide kreatif ala Momofuku Ando yang ditampilkan dalam beberapa display atraktif yang dilengkapi dengan quote-quote penting. 6 ide kunci tersebut antara lain: menemukan sesuatu yang betul-betul baru, cari petunjuk dalam semua tempat, memunculkan sebuah ide, melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang, jangan puas dengan hal yang biasa-biasa saja, dan jangan menyerah.
       

      Salah satu display paling atraktif di zona Creative Thinking Boxes, berbentuk patung mie cup yang menggantung di langit-langit, via japanryan.blogspot 
       
      [to be continued]
    • By areyuri
      Jakarta, 29 Maret 2015


      Kali ini mau share pengalaman jalan-jalan aku ke Bandung (lagi), hahaha... Semoga yang baca ga pada bosan.

      Kemarin, Sabtu 28 Maret 2015 aku pergi lagi ke Bandung bareng ehem, si Pacar . Kali ini kita mulai jalan dari Jakarta jam 7 lewat dikit (still telat, tp ga parah lah). Acara pertama kita ke Museum Geologi Bandung.

      MUSEUM GEOLOGI BANDUNG
      Museum ini lokasinya di tengah kota banget, dekat Gedung Sate. Karena kita nyampe Bandung sekitar jam 10an, maka pak sopir kudu cari jalan muter-muter karena ada aturan 4 in 1 di Bandung itu loh. Pas kita nyampe di sana, lagi banyak anak-anak sekolah sekitar yang lagi study tour ke sana so kondisi lagi rame banget... (rasa-rasanya adalah barang 1 atau 2 foto bersama anak-anak sekolah ntu yang ada "penampakan" kami di situ - emang banci kamera banget dah, hahahahah).

      Seperti Bosscha yang kemarin, museum ini juga gedung tua, terdiri dari 2 lantai. Tiket masuk: Rp 3.000,- ajah per orang. ^^ Huhuy murah cihuy.
      Pas masuk kita disambut dengan replika fosil gajah super gwede. Don't know, maybe it was mammoth or something? Kita naik dulu ke lantai dua. Di lantai 2 ruang pameran koleksi ada di sebelah kanan dan di sebelah kiri. Di sebelah kiri, ada koleksi-koleksi barang-barang kerajinan yang berhubungan dengan hasil bumi (tanah, emas, dll). Ada juga rekaman yang dipertunjukkan yang memberikan penjelasan mengenai terjadinya bencana alam tsunami, dll. Ini sedikit koleksinya:


      Selain itu ada juga penjelasan mengenai terjadinya gunung meletus, dan ada juga sepeda motor, rice cooker, radio yang kena larva gunung merapi... kita harus agak nebak-nebak sih itu barang apaan aja, secara udah badly melted, jadi setengah macam acara kuis gitu lah hahaha.

      Ruangan di sebelah kanan isinya koleksi mineral seperti nikel, emas, tembaga, dan lain-lain. Ada TV touch screen besar yang berisi penjelasan mengenai macam-macam batu mulia, pembentukannya, penjelasan kenapa warnanya bisa beda-beda, dan lain-lainnya. Pokoknya jelas menarik banget penjelasannya dan sangat mendidik. ^^

      Turun ke lantai 1, ketemu lagi dengan si gajah. Di sebelah kiri ternyata ada lagi ruang yang isinya koleksi replika fosil. Di bagian luar yang pertama kita temuin itu showcase berisi replika fosil kerang-kerang prehistoric, terus fosil hewan-hewan seperti badak, kerbau dll.:

      Yang jadi pusat perhatian jelas replika fosil T-rex lah ya. Ternyata, T-Rex itu gweeeedeeee banget... akhirnya aku ngerti juga kenapa dinosaurus dan manusia maybe never meant to be co-existing after all. Sereeemmm ngebayangin ada hewan segede itu idup n jalan-jalan


      Agak masukan dikit, ada lagi ruang mengenai evolusi manusia. Isinya fosil-fosil manusia. Aku ga tau apa itu replika atau asli, tapi info aja untuk mata tidak terlatih milik saya ini, itu sih kelihatan so real hehehe. Ini mungkin bagian favorit aku kali ya... aku paling suka lihat skeleton, entah kenapa ya. Ini beberapa fotonya:


      Setelah itu ada 1 ruangan lagi yang menunjukkan fosil tumbuhan (kayu yang sudah jadi fosil), dan lain-lain. Lagi-lagi, tangan manusia itu emang paling merusak. Aku prihatin lihat ada fosil kayu yang ditulisin nama pakai tip-ex. Heran banget ya ada aja orang-orang ga bisa menghargai benda bersejarah seperti itu. Bener-bener deh.
      Yah - eniwei. Kita ada kali 2 jam-an di situ. Abis itu ngesot pergi kita untuk makan siang di famous Lembang Floating Market.

      LEMBANG FLOATING MARKET
      Pas nyampe sini, di pintu masuk disuruh bayar dulu tiket. Rp 20.000,- per orang. Nah tiket ini bisa ditukerin dengan minuman di dalem. Saran aja sih yang berkunjung ksini, mendingan tukernya nanti aja di tempat makannya. Emang bisa sih dituker di depan, cuma ternyata ada juga kog tempat tukar tiket dengan minuman di dalem nanti di tempat makanannya. Kan lumayan sambil makan bisa minum gratis, hehehehe...

      Masuk dari situ, kita langsung ketemu danau yang lumayan gede (mungkin ukuran kurang lebih sama dengan yang di Dusun Bambu). Ke sebelah kiri, lurus terus kita bakalan ketemu tempat jual lukisan, pendopo-pendopo, terus joglo ukuran kecil (bisa direservasi buat yang niat bikin acara kantor di situ), terus ikutin jalan kita akan ketemu floating marketnya. Belinya di sini harus pake koin, harus tuker dulu koinnya. Emang sih sekali tuker koin ya harus diabisin (ga bisa tukar uang lagi di loket), tapi masing-masing penjualnya ada kembalian kog.

      Cari tempat agak susah di sini, karena rameeeee banget. Jadi keknya harus duduk bareng-bareng orang sapa aja deh.. kita kebetulan dapat tempat semeja sama mas dan mbak2 dari Bali yang dateng jauh-jauh ke Bandung buat nonton basket. Jadi ngobrol2 deh.. mayan tambah temen

      Makanannya banyak macamnya, tapi buat aku harganya relatif mahal karena porsinya kecillllll. Tp unik sih, dan lumayan enak lah rasanya... Kita makan lontong kuah (Rp 20.000,-) , aku beli tutut (harga Rp 15.000,- - buat yang nggak tau ini apaan, ini adalah KEONG kecil. Aku sama pacarku baru pertama kali itu makan tutut, tapi untung kita berdua suka rasanya, hihihihi), sate kelinci isi 10 + lontong (Rp 30.000,-), sama terakhir Takoyaki gurita isi 4 (Rp 20.000,-), sama air putih 2 (@ Rp 5.000,-). Aku lupa foto sih saking ramenya n kburu laper jadi kerjaan makaaan mulu wkwkwkwkw Ini foto penjualnya di boat gitu lah:


      Yang recommended utk dicoba sih mungkin tutut-nya sama sate kelincinya kali yaaa (walaupun mahal hehehehe)..
      Di sekitar situ ada juga tempat untuk naik boat kecil (mau pake dayung atau genjot kaki biar betis bohay sampe duduk bermalas-malasan aja karena udah ada yang ditarik mesin, semua ada).

      Abis makan kita balik ke tempat masuk, terus jalan lagi lihat-lihat ke sebelah kanan. Nah di sini nih, ada penangkaran kelinci (errr,,, aku ama pacarku berasa dosa juga jangan2 yang kita makan barusan anaknya kelinci-kelinci imut inih ). Banyak anak-anak kasih makan wortel ke kelinci-kelinci ini. Mungkinkah kalau udah gede kelinci-kelinci ini akan pindah rumah ke booth sate di sebelah sana? *ampun pikjah banget aku! Hahahaha*

      Jalan dikit lagi, kita ketemu,,, eh ... kolam soang? Apa angsa? Kita ga bisa bedain sih . Kalau mau kasih makan soangnya, bisa beli makanannya harganya Rp 5.000,- per plastik kecil. Kolam soangnya deket sama kandang burung isinya burung-burung kecil yang lucu ^^ Warnanya macam-macam, ada biru, kuning, hijau, dll. Cantiknya....

      Abis itu karena langit geleeeep banget akhirnya kita mutusin balik aja ke mobil... kayaknya waktu itu udah sekitar jam setengah 4an. Eh pas banget, mobil nyampe, kita naik, dia hujan..... pakai lebat pulak.

      Setelah itu kita jalanlah ke Taman Hutan Raya Juanda guna mengunjungi... GOA JEPANG n GOA BELANDA. Dan kita nyampe sih.... cumannnnn pas nyampe situ, seperti kemaren... hujaaaan deraaaaassssss. N ga berenti2. Entah ya kenapa tiap kali kesini, selaluuuuu aja hujan. Huhuhuhuhuhu keseeeeeel. Pengen banget lihat tu Goa2. Hix. Walhasil keulang lagi deh kita cuman duduk aja di mobil ngeliatin orang-orang berpakaian rapi, batik, gaun dll datang silih berganti, diterpa hujan deras. Ternyata oh ternyata ada yang lagi kawinan di D'Pakar (resto yang di Blog aku kemarin udah direview yaa). Nah mereka bikin shuttle buat guests mereka di situ. Ribet amat ya? Niat neh yang bikin kawinan. Tapi kesian sih hujan badai gitu mana tempatnya terbuka banget lagi. Kalau mikir itu jadi berasa untung aku ma cowokku cuma lagi duduk di mobil ga kehujanan .

      Ampe sore jam 6 kurang tu hujan nggak berenti, ga mengecil. Akhirnya karena udah kepepet waktu kita pun terpaksa cabut ke De Stone (yap, AGAIN. Apparently si bos jatuh cinta sama saungnya, jadi kita balik lagi ksini).

      Nyampe di situ jam 6an. Waktu yang pas karena langit bersih habis hujan, jadi lampu-lampu kota kelihatan lebih jelas. Simply beautiful.
      Di sini kita kali ini ngemilnya agak berat... ga yakin sih ini ngemil apa termasuk makan berat ya? Hahahahaha,,, Pacarku pesen capcay (sepiring gede, tanpa nasi), aku pesen Mixed Bruschetta. Untuk minum kita pesan Hot Lemon, Side Car (cocktail kahlua + lemon) n single shot Baileys. Closingnya White Wine by Glass (lebih enak Red Winenya).



      Perfect closing for a really pleasant weekend.
      See you on another secret trip of mine! ^^

      P.S.: Ada lagi gak sih yang tau wisata alam yg ga pake trekking di sekitar Lembang n Bandung? Kita keknya udah kunjungin hampir semua nih.. T.T Share yooo.

      [email protected]