Sign in to follow this  
vie asano

Jalan-Jalan Ke Jepang: Daftar Obyek Wisata Yang Masih Direnovasi Tahun 2015

7 posts in this topic

Teman-teman yang sudah baca thread saya yang berjudul mungkin bisa melihat, jika di Kyoto saja beberapa obyek wisata populernya kini tengah menjalani proses renovasi. Obyek-obyek wisata tersebut memang masih bisa dikunjungi oleh wisatawan, namun pastinya kenyamanan akan sedikit terganggu oleh suara-suara yang biasa didengar dalam pekerjaan konstruksi, dan wisatawan mungkin akan kecewa karena nggak bisa melihat keindahan obyek wisata tersebut secara utuh. Contohnya saya, yang terpaksa mencoret kuil Kiyomizudera dari itinerary wisata Kyoto bulan depan, hiksss......

 

Ngomong-ngomong, proyek renovasi aneka obyek wisata terkenal ternyata nggak hanya terjadi di Kyoto saja lho. Beberapa obyek wisata populer di kota-kota lain di Jepang pun nggak luput dari pekerjaan proyek renovasi. Saya coba membuat daftar aneka obyek wisata populer di seluruh Jepang yang masih berada dalam proses renovasi tahun ini. Mudah-mudahan bisa membantu memberikan gambaran bagi wisatawan yang terlanjur memasukkan aneka obyek wisata berikut ini dalam itinerary-nya.

 

Disclaimer:

Hanya beberapa obyek wisata populer saja yang akan saya bahas disini. Mungkin masih ada beberapa obyek wisata minor yang juga berada dalam proses renovasi namun nggak dicantumkan disini.

 

Tokyo

Koishikawa Korakuen (baca disini: Koishikawa Korakuen part 1, Koishikawa Korakuen part 2)

Akses: 2 menit jalan kaki dari Stasiun Iidabashi (via Toei Oedo Line), atau 8 menit jalan kaki dari Stasiun Iidabashi (via JR Sobu Line, Tokyo Metro Tozai Line, Yurakucho Line, Namboku Line), atau 5-10 menit jalan kaki Stasiun JR Suidobashi (via JR Chuo Line), atau 10 menit jalan kaki dari Stasiun Korakuen (via Marunouchi Line, Namboku Subway Line)

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2010 s/d 2015

 

koishikawa.jpg

Koishikawa Korakuen, via blank-wifi 

 

Tokyo memiliki banyak taman bergaya Jepang, tapi Koishikawa Korakuen termasuk salah satu yang istimewa. Taman ini diakui sebagai salah satu taman tertua di Tokyo karena sudah ada sejak Periode Edo (1603-1868). Dan, Koishikawa Korakuen ini juga kerap dikunjungi oleh mereka yang berwisata ke Tokyo Dome City (baca disini: Tokyo Dome City part 1, Tokyo Dome City part 2, Tokyo Dome City part 3, Tokyo Dome City part 4, Tokyo Dome City part 5, Tokyo Dome City part 6, Tokyo Dome City part 7), karena posisinya memang berdekatan dengan Tokyo Dome City City.

 

Tahun ini, Koishikawa Korakuen masih mengalami proses renovasi dan rekonstruksi di bagian danau, serta di beberapa bagian jalan dan juga sebagian strukturnya. Memang taman ini masih dibuka untuk umum, tapi pastinya teman-teman harus menghapus ekspektasi untuk melihat Koishikawa Korakuen dalam penampilan terbaiknya. Untuk bahan pertimbangan teman-teman yang berencana mengunjungi taman ini, berikut beberapa foto renovasi di taman ini yang dikumpulkan dari berbagai sumber:

 

Korakuen-Construction-01.jpg

Proses konstruksi di pinggiran kolam pada tahun 2014, via lakbayer 

 

Korakuen-Construction-02.jpg

Proses konstruksi di pinggiran danau tahun 2014, via lakbayer 

 

IMGP7285.jpg

Proses konstruksi di pinggiran danau, via aroundtokyo 

 

IMGP7460.jpg

Proyek konstruksi di sebuah struktur, via aroundtokyo 

 

***

 

Nikko

Toshogu Shrine (baca disini: )

Akses: naik bus World Heritage Meguri dari Stasiun JR Nikko atau Stasiun Tobu Nikko

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2007 s/d tahun 2019

 

1024px-Nikko_Toshogu_Bronze_Torii_M3091.

Toshogu Shrine, via Fg2/wikimedia commons 

 

Kota Nikko termasuk salah satu kota yang populer sebagai side trip dari Tokyo (baca disini: ), dan di antara aneka obyek wisata yang ada di Nikko, Toshogu Shrine menjadi salah satu obyek yang paling populer untuk dikunjungi. Itu karena kuil ini memang memiliki sejarah yang istimewa karena dijadikan sebagai tempat peristirahatan Tokugawa Ieyasu yang memulai Periode Edo. Kuil ini juga telah diakui sebagai World Heritage Site oleh UNESCO.

 

Sayangnya, saat ini kuil Toshogu tengah berada dalam proses renovasi. Salah satu yang direnovasi adalah Yomeimon Gate yang menjadi salah satu bintang di kuil tersebut. Memang sih masih banyak bangunan lain di kompleks kuil ini yang juga layak untuk dikunjungi, namun sebagai bahan pertimbangan, berikut beberapa foto proses renovasi dari kuil Toshogu yang masih akan berlangsung hingga tahun 2019.

 

toshogu_02.jpg

Yomeimon Gate saat direnovasi, via ar.jal 

 

***

 

Rinnoji Temple (baca disini: )

Akses: naik bus World Heritage Meguri dari Stasiun JR Nikko maupun Stasiun Tobu Nikko

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2007 s/d 2021

 

Nikko-Rinnoji-Temple---Sanbutsudo.jpg

Sanbutsudo di Rinnoji Temple sebelum renovasi, via megumistuff.blogspot 

 

Selain kuil Toshogu, kuil Rinnoji juga menjadi salah satu obyek wisata populer di Nikko yang telah diakui sebagai World Heritage Site oleh UNESCO. Dan, sama seperti kuil Toshogu, kuil Rinnoji ini juga tengah mengalami masa renovasi yang bahkan baru selesai pada tahun 2021! Proyek renovasi ini cukup berdampak besar bagi kenikmatan berwisata di kuil ini karena yang direnovasi adalah bangunan Sanbutsudo yang menjadi salah satu daya tarik kuil Rinnoji. Namun, sebetulnya nggak perlu khawatir untuk berkunjung kesini selama masa konstruksi karena wisatawan diijinkan untuk melihat langsung proses renovasi dari Sanbutsudo Hall dengan cara masuk ke dalam struktur yang ditutupi. Jika kalian tertarik mengamati bagaimana proses renovasi bangunan bersejarah, masukkan kuil Rinnoji ini dalam itinerary kalian!

 

Berikut beberapa foto proses renovasi di kuil Rinnoji:

 

r%C3%A9novation-temple-japonais-_rinno-j

Sebuah struktur besar dibangun untuk menutupi bangunan yang tengah direnovasi, via japonikko 

 

IMGP4019.jpg

Uniknya, lukisan dari bangunan yang direnovasi ditampilkan dalam struktur penutup khusus tersebut, via japoniablizej.blogspot 

 

IMG_3595.JPG

Suasana dibalik struktur penutup khusus, via krista-in-japan.blogspot 

 

Di kota lain seperti Himeji, Nagoya, dan Hiroshima juga masih ada beberapa obyek wisata populer yang di renovasi. Lihat dalam postingan selanjutnya ya. (tarik nafas dulu)

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Melanjutkan posting di bagian atas, berikut ini beberapa obyek wisata populer lain di Jepang yang masih direnovasi pada tahun 2015 ini. Beberapa diantaranya sudah hampir selesai proses renovasinya, sementara beberapa lainnya sisanya masih memerlukan waktu bertahun-tahun lagi.

 

Nara

Kofukuji Temple

Akses: 5 menit jalan kaki dari Stasiun Kintetsu Nara, atau naik bus no 2 dari Stasiun JR Nara.

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 1998 s/d 2023.

 

10925684865_6d79a68242_b.jpg

Kofukuji Temple, via Liwei Hong/forums.hardwarezone 

 

Kota Nara termasuk salah satu kota penting dalam sejarah Jepang karena di kota ini sempat menjadi pusat pemerintahan pertama Jepang (baca disini: ). Kota ini juga bisa ditempuh kurang dari 1 jam dari Kyoto maupun Osaka, sehingga favorit dikunjungi sebagai side trip dari Kyoto dan Osaka (baca disini: ). Dari sekian banyak obyek wisata populer di Nara, salah satu yang cukup sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Kofukuji Temple karena jaraknya yang dekat dari Stasiun Kintetsu Nara. Saat ini, kuil Kofukuji juga masih dalam masa renovasi yang baru selesai pada tahun 2023! Wow, lama ya! Adapun yang direnovasi saat ini adalah Central Golden Hall, yang ditutupi dengan struktur khusus selama masa renovasi.

 

IMG_6360.JPG

Suasana proyek renovasi pada tahun 2011, via tckteacher.blogspot 

 

IMG_6374.JPG

Suasana proyek renovasi pada tahun 2011, via tckteacher.blogspot 

 

Kofukuji%20building%20in%20Nara%20work%2

Proyek renovasi Kofukuji, via hikejapan 

 

***

 

Yakushiji Temple

Akses: berada di sebelah Stasiun Nishinokyo. Alternatif lainnya, naik bus no 70, 72, dan 97 dari Stasiun JR Nara dan Stasiun Kintetsu Nara, lantas turun di halte bus Yakushiji.

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2011 s/d2019

 

10925743506_27609c778f_b.jpg

Yakushiji Temple, via Liwei Hong/forums.hardwarezone 

 

Satu lagi kuil yang direnovasi di Nara, yaitu kuil Yakushiji. Namun di kompleks kuil ini yang direnovasi hanya pagoda timur-nya saja, sehingga kuil ini masih layak dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menikmati bangunan lainnya. Kuil ini juga masih memiliki pagoda lainnya yang nggak terganggu oleh proses renovasi, jadi secara keseluruhan, renovasi di kuil ini seharusnya nggak terlalu mempengaruhi suasana wisata di kuil ini.

 

11025242763_7686f39867_b.jpg

Pagoda yang di renovasi, via Liwei Hong/forums.hardwarezone 

 

***

 

Himeji

Himeji Castle

Akses: 15-20 menit jalan kaki dari Stasiun Himeji, atau naik bus/taksi untuk lebih cepat.

Status: finish

Masa pelaksanaan: mulai dari tahun 2012 s/d Maret 2015

 

Dari seluruh kastil yang masih ada di Jepang sampai saat ini, Himeji Castle ini disebut-sebut sebagai kastil yang paling indah karena kastil ini sama sekali nggak pernah hancur oleh peperangan maupun bencana alam. Dengan kata lain, Himeji Castle ini termasuk salah satu kastil yang masih asli (baca disini: ) dan populer sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati hanami (baca disini: ). Bagi yang sudah memasukkan Himeji Castle dalam itinerary, berbahagialah karena kastil ini telah selesai direnovasi pada bulan Maret 2015 dan siap untuk kembali memukau wisatawan dengan keanggunannya.

 

2013228102329.JPG

Proyek renovasi pada tahun 2014, via city.himeji.lg 

 

2013227115322.JPG

Suasana kastil pada bulan Maret tahun 2015, via city.himeji.lg 

 

***

 

Nagoya

Nagoya Palace

Akses: 3 menit jalan kaki dari Stasiun Shiyakusho (via Meijo Subway Line) untuk mencapai pintu timur Nagoya Castle.

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2009 s/d 2018

 

1024px-Nagoya_Castle%28Edit2%29.jpg

Nagoya Castle, via Base64/wikipedia 

 

Ada yang berencana melancong ke Nagoya? Maka ketahuilah jika salah satu atraksi utama di Nagoya, yaitu Nagoya Castle, masih direnovasi hingga tahun 2018. Yang di renovasi adalah bangunan di dekat menara penjaga utama, jadi mungkin agak sedikit mengusik wisatawan yang ingin menikmati keindahan kastil secara keseluruhan. Tapi disisi lain, mengunjungi Nagoya Castle saat masih dalam proses renovasi bisa jadi sebuah opsi wisata yang menarik lho, karena wisatawan diijinkan untuk melihat lebih dekat proses rekonstruksi yang tengah dilakukan, sehingga bisa menambah wawasan wisatawan.

 

Berikut foto-foto proses renovasi yang tengah dilakukan di Nagoya Castle.

 

IMG_2369.JPG

Proyek renovasi Nagoya Castle tahun 2014, via linguye.blogspot 

 

IMG_0307a.jpg

Proyek renovasi tahun 2014, via scdhaseinphoto.blogspot 

 

med_gallery_843_1101_158135.jpg

Suasana di dalam proyek konstruksi, via jref 

 

***

 

Hiroshima

Hiroshima Peace Memorial Museum

Akses: Naik tram line 2 atau 6 dan turun di Stasiun Genbaku-Domu Mae. Lanjutkan dengan berjalan kaki menuju museum.

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai September 2014 s/d 2018

 

140531202620-2-hiroshima-peace-memorial-

Hiroshima Peace Memorial Museum, via cnn 

 

Hiroshima Peace Memorial Musem ini merupakan sebuah museum yang terletak di kompleks Hiroshima Peace Memorial Park (baca disini: ). Sejak tahun 2014, museum ini mengalami proses renovasi di bagian sayap timur yang baru akan selesai tahun 2016, dan kemudian dilanjutkan dengan renovasi yang lebih besar lagi yang baru akan selesai pada tahun 2018. Saat proses renovasi berlangsung, memang sih kalian nggak bisa terlalu menikmati suasana di museum, terutama karena jumlah ruang pamernya yang memang menyusut dibanding biasanya. Namun suasana di luar museum, yaitu di Hiroshima Peace Memorial Park, nggak terganggu dengan proses renovasi sehingga masih sangat bisa dinikmati oleh wisatawan.

 

Tambahan informasi dari momod Deffa:

Gerbang di Tokyo Imperial Palace tengah di renovasi pada tahun 2014.

 

Semoga informasinya bermanfaat ya!

Share this post


Link to post
Share on other sites

UPDATED

 

@vie asano

tambahan Tokyo East Palace juga lagi di renovasi Gerbang Utama nya

kemaren saya ikut tour nya pas liat lagi renovasi :D

 

Noted mod, udah dicantumkan di tulisan atas :D

 

wah banyak juga yg direnovasi, btw nice info :rate

 

Yaps, banyak mas. Mungkin untuk persiapan Olimpiade tahun 2020 nanti yg diadakan di Jepang. Thankss :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      Sebelum nya sedikit intro dahulu bahwa sanya (bahaha bahasa gue), well tanggal 7-15 maret 2016 kemarin saya baru saja melakukan perjalanan dari Osaka - Nara - Kyoto - Seoul. Jadi perjalanan lintas 2 Negara, yang 2 negara ini Jepang dan Korea Selatan merupakan salah dua Bucket Travel Wishlist saya dari sejak lama.
      Namun disini saya mau memberikan sedikit cerita pengalaman saya menggunakan satu alat / media Tranportasi berupa Kartu yang disebut KANSAI THRU PASS

       
      Apa Itu Kansai Thru Pass ?
      Seperti kalian tahu di Jepang ini banyak sekali pass pass atau kartu kartu yang di peruntukkan untuk kemudahan Turis berwisata di Jepang. Sebut saja Pass seperti JR Rail Pass, Kanto Wide Pass, JR West Rail Pass, Kansai Thru Pass dan Pass Lainnya. Yang biasanya di bedakan akan Perusahaan dan Jalur dari Transportasi yang akan di gunakan, baik itu Subway, Kereta Listrik, Bus ataupun lainnya yang di cover oleh Pass tersebut.
      Nah untuk perjalanan ke area Osaka - Nara - Kyoto kali ini saya menggunakan Kansai Thru Pass. Karena Osaka - Nara - Kyoto ini berada dalam kawasan KANSAI. Masih ada 1 Pass lagi untuk area Kansai ini yaitu JR West Rail Pass, sesuai nama depan nya di operasikan oleh perusahaan JR (Japan Rail). Sedangkan Kansai Thru Pass atau disebut juga Surutto Kansai ini di bawah naungan perusahaan Nankai Travel International Co.
      Lebih gampang nya
      Kalian harus pahami maksud dari Selain Moda Transportasi Dari Perusahaan JR, karena ada beda nya dan juga untuk Subway dan MRT, Stasiun nya pun berbeda (walaupun ada Stasiun yang ter Koneksi). Biasa nya Moda Transportasi dari Perusahaan JR ini ada tulisan JR di depan nya. Misal stasiun JR Nara, JR Kyoto. Atau kereta JR Shinkansen, dll
      Nah selain dari Moda Transportasi JR tersebut kalian bisa gunakan dengan Kansai Thru Pass, biasa di singkat jadi KTP (baca kei, ti, pi). Karena cukup banyak Moda Transportasi selain JR di area Kansai ini. Jadi kalian bisa gunakan KTP ini.
       
      Bagaimana Cara Mendapatkan Kansai Thru Pass ?
      Mendapatkan nya dalam kata lain adalah Membeli nya cukup mudah dan bisa di lakukan dari Indonesia juga. Seperti yang saya lakukan kemarin. Saya melakukan pembelian secara online untuk Kansai Thru Pass ini, melalui website Resmi mereka di Nankai Travel International Co
      Langkah Membeli Online KTP sebagai berikut :
      01. Baca terlebih dahulu info lengkap Surutto Kansai Thru Pass di website INI
      02. Lalu masuk ke bagian pembelian Online ke website Nankai Travel International Co
      03. Pilih berapa hari yang kalian perlukan ada yang 2 dan 3 hari dengan harga yang berbeda pula.
      04. Lalu pilih tanggal mulai penggunaan KTP sesuai yang kalian mau
      05. Isi semua data diri dengan Lengkap
      06. Pembayaran menggunakan Kartu Kredit dan mata uang Yen Jepang
      07. Print out bukti booking KTP kalian ini, yang nanti untuk di tukar di Kantor Perwakilan KTP di Jepang ada di beberapa tempat.
       
      Selain pembelian secara Online kalian juga bisa mendapatkan nya secara Offline atau membeli langsung di Kantor atau Perwakilan KTP ini di Jepang, ketika kalian sudah tiba di Jepang. Dengan harga yang sama tentu nya
      Daftar Lokasi Pembelian Kansai Thru Pass di Jepang :
      Kansai Tourist Information Center Kansai International Airport(1st Floor / 07:00 – 22:00) Nankai Electric Railway Kansai-Airport Station Ticket Office (5:00 – 23:29) Osaka Airport Information Center (1st floor, North and South Terminals / North Terminal: 8:00 – 21:00 South Terminal: 6:30 – 21:00) Kyoto Station Bus Information Center (Kyoto Station Karasuma Exit / 07:30 – 19:30) Osaka Visitors' Information Center – Namba (Inside the General Information Center Namba on the 1F of Nankai Building / 09:00 – 20:00) Kansai Tourist Information Center Shinsaibashi(11:00~19:00) Osaka Visitors' Information Center – Umeda (JR Osaka Station, Central Ticket Gate / 08:00 – 20:00) Nara City Tourist Information Center (Alight at Kintetsu Nara Station / 09:00 – 21:00) Shin-Osaka Youth Hostel (Alight at Osaka Municipal Subway Shin-osaka Station / 06:00 – 23:00) Hankyu Tourist Center Umeda Osaka (8:00 – 17:00) Kansai Tourist Information Center Kyoto (10:00 – 18:00) Kansai Tourist Information Center Daimaru Shinsaibashi (10:30 – 21:00) Tourist information Center "Kanku Machidokoro" (KANSAI AIR PORT TERMIANL2 / 11:30 – 22:00) Bagi yang membeli Kansai Thru Pass secara online bisa menukar kan Print Out Booking nya di tempat-tempat di atas dan akan menerima Kartu KTP, sebagai ganti nya.
       
      Hal-Hal Yang Perlu Kalian Tahu Tentang Kansai Thru Pass
      Kansai Thru Pass ini unik karena memang penggunaan awal nya adalah untuk memudahkan traveler berkunjung ke Jepang khususnya area Kansai dengan mendapatkan berbagai potongan harga menarik baik dari Transportasi dan lain hal nya.
      Berikut hal yang kalian harus tahu tentang Kansai Thru Pass :
      01. Kansai Thru Pass hanya bisa digunakan di Area Kansai yaitu Osaka - Kyoto - Kobe - Nara - Wakayama - Hyogo - Shiga
      02. Terdapat 2 jenis KTP yang terbagi atas banyak nya hari yaitu 2 hari dan 3 hari
      03. Harga tiap hari pun berbeda, untuk KTP 2 Hari harganya 4000 Yen, sedangkan KTP 3 Hari harganya 5200 Yen
      04. Penggunaan KTP tidak harus dalam hari yang berurutan misal kan KTP 3 hari tidak harus tanggal 1-2-3. Kalian bisa gunakan bebas                 seperti tanggal 1-2-4 atau 3-5-10 dan seterusnya. Selama dalam jangka waktu 30 hari masa aktif
      05. Di Kyoto kalian akan menggunakan banyak KTP ini karena jalur nya lebih tercover oleh Bus, yang biaya nya tercover oleh KTP ini
      06. Pembelian Kansai Thru Pass disertai buku Panduan KTP berisikan Panduan lengkap wisata di Kansai, Map kereta yang menggunakan             KTP dan juga Voucher Diskon untuk beberapa Tempat Wisata yang ada di Kansai
       
      Efektifkah Menggunakan Kansai Thru Pass ?
      Untuk hal ini saya sendiri pernah menanyakan dan berdiskusi dengan banyak orang sebelum memutuskan untuk menggunakan KTP ini. Dimana efektifitas nya itu dinilai akan banyak hal. Seperti Biaya, Waktu dan juga Keuntungan Lainnya.
      Untuk saya pribadi cukup terbantu dalam hal Berhemat biaya Transportasi selama 3 hari di Kansai di mana jika di hitung :
      One Way dari Kansai Internasional Airport ke Osaka itu paling murah sekitar 1100 yen, jika Pulang Pergi sudah 2200 yen. Lalu perjalanan Pulang Pergi Osaka - Kyoto paling murah sekitar 1200 yen. Kemudian Kyoto - Nara one way sekitar 710 yen. Belum lagi dengan destinasi saya lain nya seperti Area Osaka, area Kyoto (Bus) yang total bisa lebih dari 3000 yen. Jadi cukup membantu dalam soal berhemat.
      Namun untuk Efisien Waktu agak kurang bagus karena Jalur kereta dari Kansai Thru Pass ini rata-rata sangat jauh jadi cukup memakan waktu. Contoh dari Kansai Airport ke Osaka jika menggunakan JR Railways hanya perlu waktu sekitar 45 menit, namun jika menggunakan KTP ini menghabiskan waktu sekitar 2 jam lebih karena harus berganti beberapa kali Jalur Kereta di Stasiun.
      Untuk hal ini saya juga mempersiapkan diri dengan membeli ICOCA Card mirip PASMO Card yang di Tokyo, kegunaan nya hanya untuk Transportasi Perusahaan JR. Karena saya juga perlu efisien waktu tidak habis di jalan, karena hanya punya waktu sekitar 4 hari di Osaka - Kyoto - Nara.
      Jadi apakah Kansai Thru Pass ini efisien ? Bagi saya tergantun dari hal apa, jika melihat dari Biaya jelas sangat efisien karena terbantu mengurangi biaya. Namun jika dari hal waktu kurang efisien karena waktu terbuang percuma di Kereta / Subway.
      Demikian lah semoga jadi referensi buat kalian yang mungkin mau ke Kansai Jepang
    • By vie asano
      Masih tentang aneka frequently asked question tentang Jepang. Pada tulisan bagian pertama,
      Saya sudah berbagi informasi tentang aneka hal mendasar yang biasa ditanyakan sebelum berwisata ke Jepang. Pada bagian kedua,
      Obyek Wisata
      T: Saya baru pertama kali pergi ke Jepang. Ada rekomendasi kemana saya harus pergi jika berwisata ke Jepang.
      J: Jika kalian termasuk first time traveler ke Jepang, disarankan untuk mencoba pergi ke Tokyo lebih dulu. Ibukota negara Jepang ini cocok untuk mengawali perkenalan kalian terhadap wisata Jepang. Di kota ini ada wisata sejarah, budaya, arsitektur modern, hingga aneka taman bermain. Sedangkan jika kalian lebih tertarik mencari sesuatu yang otentik dan tradisional, pergilah ke Kyoto maupun Nara. Kedua kota tua tersebut relatif asli dan menarik dikunjungi oleh mereka yang suka sejarah.
      ____________________ T: Selain Tokyo, Kyoto, dan Osaka, kota mana saja yang jadi tujuan wisata terpopuler di Jepang?
      J: Untuk kota-kota wisata terpopuler di Jepang, silahkan baca ini:
       
      ___________________________________________________________
      T: Denger-denger Kyoto itu kota yang mahal? Apa benar wisata ke Kyoto lebih mahal dibanding Tokyo?
      J: Sepintas, Kyoto memang terasa lebih mahal dibanding Tokyo. Itu karena di kota ini mayoritas tempat wisatanya (seperti kuil dan istana) menerapkan tiket masuk. Namun bukan berarti kota ini nggak ramah bagi budget traveler, karena sebetulnya masih banyak wisata gratisan yang bisa ditemukan disini. Informasi lebih lengkap bisa baca
       
      Arashiyama Bamboo Forest, Kyoto. Foto:
      sumber ___________________________________________________________
      T: Hokkaido itu dimana? Apa saja yang menarik disana?
      J: Hokkaido merupakan nama sebuah pulau sekaligus prefektur yang letaknya berada di sisi utara Jepang. Untuk informasi tentang Hokkaido dan aktifitas menarik yang bisa dilakukan disana, bisa baca
      dan
       
        _______________
      T: Saya berencana untuk wisata ke Tokyo, tapi inginnya sih sekaligus wisata ke kota lain. Kota mana saja yang bisa dijadikan side trip dari Tokyo?
      J: Ada beberapa kota yang posisinya tak begitu jauh dari Tokyo dan populer sebagai side trip yang bisa dikunjungi pulang pergi, mulai dari Yokohama, Kawasaki, Kamakura, Enoshima, Narita, Hakone, Nikko, hingga Kinugawa Onsen. Detail tentang masing-masing kota tersebut bisa dibaca disini: Side Trip from Tokyo (1): Yokohama,
      Side Trip from Tokyo (3): Kamakura,
      Side Trip from Tokyo (5): Narita,
      Another Trip from Tokyo (2): Nikko.
        T: Apa bedanya kuil Shinto dan kuil Budha? Mana yang lebih menarik untuk dikunjungi?
      J: Kuil Shinto merupakan kuil yang dibangun untuk melakukan kegiatan peribadatan ajaran Shinto yang merupakan kepercayaan asli penduduk Jepang, sementara kuil Budha jelas merupakan kuil untuk agama Budha. Namun pernah ada masa dimana kedua agama tersebut mengalami akulturasi dan akhirnya melahirkan arsitektur kuil yang memadukan kedua ajaran tersebut, sehingga tak heran jika kalian menemukan ada kuil Shinto yang juga memasang patung Budha, maupun melihat kuil Budha yang dilengkapi dengan patung dewa-dewa Shinto. Baik kuil Shinto maupun kuil Budha memiliki daya tarik yang membuatnya menarik untuk dikunjungi.
      ___________________________________________________________
      T: Berapa harga rata-rata tiket masuk ke obyek wisata di Jepang?
      J: Tergantung jenis obyek wisatanya dan juga kotanya. Misalnya saja untuk kuil. Di Tokyo, rata-rata kuilnya bisa dimasuki secara cuma-cuma. Namun di Kyoto, rata-rata kuilnya menerapkan tiket masuk dengan harga antara 100-500 yen* (kecuali untuk Kokodera Temple yang tiket masuknya 3000 yen*). Sedangkan untuk taman bermain, bisa mulai dari 800 yen* hingga ribuan yen.
      ___________________________________________________________
      T: Apa di Jepang selalu turun salju saat musim dingin?
      J: Sayangnya tidak. Hanya daerah tertentu saja yang mengalami musim dingin bersalju, sementara daerah lainnya hanya merasakan udara dingin saja. Informasi lebih lengkap, bisa baca disini:
      Shirakawa-go di musim dingin. Foto:
      sumber ___________________________________________________________
      T: Saya penasaran dengan Gunung Fuji! Gimana caranya pergi kesana dari Tokyo?
      J: Saya pernah mengulas tentang Gunung Fuji dan juga area Fuji Five Lakes. Untuk lebih jelasnya, bisa baca disini:
       
       
       
       
      ___________________________________________________________
      T: Apa bedanya onsen dan sento? Jika saya ingin mencoba onsen, dimana onsen terbaik yang direkomendasikan?
      J: Secara mudah, sento merupakan pemandian umum yang sumber air panasnya menggunakan air yang dipanaskan; sementara onsen merupakan pemandian dengan air panas alami. Detail tentang sento bisa dibaca disini: Sento (Public Bath) di Tokyo part 1, Sento (Public Bath) di Tokyo part 2. Sedangkan jika ingin menikmati onsen di Jepang, silahkan mengintip dulu beberapa tulisan berikut ini:
       
       
       
      dan
      ___________________________________________________________
      Semoga informasinya bermanfaat!
      Baca seri lengkapnya:
    • By vie asano

      Sudah tahu kan kenapa harus mempertimbangkan untuk sekolah di Jepang? Sudah tahu juga beberapa skenario yang bisa dicoba agar bisa bersekolah di Jepang? Kalau belum, silahkan baca dulu tulisan sebelumnya (dengan cara klik link pada tulisan di atas). Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi tips dan trik seputar sekolah di Jepang, mulai dari memilih sekolah, hingga cara menghubungi calon pembimbing.
       
      Tips memilih sekolah di Jepang
      1. Pertama dan yang paling utama, sama seperti halnya saat akan masuk perguruan tinggi di Indonesia, tentukan dulu mau memilih jurusan atau menekuni bidang apa. Masalah jurusan ini sangat penting lho. Salah seorang kenalan saya pernah mengalami krisis identitas jurusan. Karena kesulitan mencari jurusan yang sesuai kata hati, akibatnya dia mengambil kuliah di universitas antah berantah jurusan nomaden, alias setiap tahun pindah-pindah tempat kuliah dan berganti jurusan. Jadi sebelum mendaftar ke sebuah sekolah/kampus, pastikan dulu apa minat Anda. Seberapa besar minat Anda terhadap jurusan tersebut? Kan nggak lucu setelah jauh-jauh pergi ke Jepang akhirnya malah luntang lantung karena nggak cocok dengan jurusan yang dipilih.
       
      Itu untuk yang memilih kuliah S1. Bagi calon mahasiswa S2 maupun S3, tentukan dengan benar bidang apa yang ingin ditekuni. Pemilihan bidang ini akan menjadi salah satu acuan penting untuk memilih pembimbing yang dapat membantu kita bersekolah di Jepang.
       
      2. Setelah menetapkan jurusan maupun bidang yang akan ditekuni, saatnya memilih universitas yang akan menjadi tempat untuk menimba ilmu. Agar bisa menimba ilmu secara maksimal, sebaiknya pilih tempat kuliah yang memiliki spesialisasi di bidang yang akan ditekuni maupun jurusan yang akan diambil. Misalnya saja, jika ingin mengambil jurusan teknologi, ya carilah universitas yang terkenal memiliki kurikulum bagus di bidang teknologi seperti Tokyo Institute of Technology maupun Universitas Tokyo. Begitu juga jika ingin menekuni bidang seni, bisa memilih spesialisasi seni tertentu (desain, musik, dan sebagainya).
       
      3. Biasanya, dilema lain yang muncul adalah pilih universitas negeri atau swasta ya? Di Jepang, kualitas antara universitas negeri maupun swasta sebetulnya sama saja. Perbedaan mencolok terletak pada masalah biaya. Jika biaya tidak jadi masalah, maka kampus negeri atau swasta akan sama saja. Namun jika mengincar potongan biaya pendidikan maupun kemudahan biaya lainnya, sebaiknya memilih universitas negeri.
       
      4. Tips lain untuk memilih universitas yang tepat, adalah pertimbangkan juga masalah kota tempat lokasi kampus tersebut berada. Kampus yang berada di kota besar (seperti Tokyo) tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit, khususnya dalam masalah biaya hidup. Iklim di kota tersebut juga salah satu yang perlu diperhatikan. Saya telah menyinggung sekilas mengenai iklim di Jepang melalui tulisan ini. Daerah utara Jepang memiliki iklim yang relatif lebih dingin dibanding daerah selatan. Jadi jika kira-kira memiliki masalah dengan suhu yang terlalu dingin maupun terlalu hangat, sebaiknya carilah kampus di kota yang memiliki iklim yang paling ramah terhadap kondisi tubuh.
       
      Tips saat mencari dan menghubungi calon pembimbing
      1. Untuk cara mencari calon pembimbing, seperti sudah disinggung disini, cara termudah adalah dengan memanfaatkan koneksi. Minta saran dari siapa saja yang sudah pernah menempuh pendidikan di Jepang. Cara lainnya adalah dengan bertanya pada mbah google. Perhatikan korelasi antara bidang studi yang ingin ditekuni dengan bidang keahlian doktor maupun profesor yang akan jadi calon pembimbing. Kan aneh kalau mencari pembimbing yang ahli nuklir, padahal rencananya ingin menekuni bidang arsitektur.
       
      2. Selain harus jeli memilih pembimbing yang memiliki keahlian di bidang yang akan kita tekuni, salah satu pertimbangan lain dalam memilih pembimbing adalah track record-nya. Sudah jadi rahasia umum ada beberapa pembimbing yang hanya memanfaatkan mahasiswa untuk membantu penelitiannya dan tidak berkontribusi banyak dalam membimbing mahasiswa. Selain itu, ada juga pembimbing yang kurang memahami cara membimbing mahasiswa asing (yang berarti harus berhadapan dengan perbedaan budaya, bahasa, dan sebagainya). Nah, salah satu indikator yang bisa digunakan untuk memilih pembimbing adalah track record-nya dengan mahasiswa asing. Seringkah pembimbing tersebut menerima mahasiswa asing? Banyakkah mahasiswa asing bimbingannya yang berhasil selepas lulus sekolah?
       
      3. Salah satu cara terbaik untuk mengontak calon pembimbing adalah melalui email. Tak apa jika tidak bisa berbahasa Jepang, karena email bisa dibuat dalam bahasa Inggris. Namun perlu diketahui juga tidak semua doktor/profesor di Jepang menguasai bahasa Inggris. Jadi jika kegiatan surat menyurat akan dilakukan dalam bahasa Inggris, carilah pembimbing yang memahami bahasa Inggris. Oya, jangan kaget juga jika tiba-tiba ditanya mengenai kemampuan berbahasa Jepang ya, karena beberapa pembimbing mensyaratkan kemampuan berbahasa Jepang (walau untuk level percakapan sehari-hari.
       
      4. Saat menghubungi calon pembimbing, jangan langsung mengharapkan balasan. Tunggulah 2-3 minggu (bisa juga hingga 4 minggu) karena seorang doktor/profesor pastilah memiliki jadwal yang padat. Tak ada salahnya mengirim email ke beberapa calon pembimbing dalam satu waktu, tentunya selama calon pembimbing tersebut memiliki kualifikasi di bidang yang akan ditekuni.
       
      5. Bagaimana jika ditolak oleh pembimbing? Tenang, dunia belum kiamat. Jangan dulu buru-buru ngambek dan batal kuliah di Jepang. Di Jepang ada ribuan doktor/profesor dan tak sedikit dari mereka yang membutuhkan mahasiswa asing. Jangan salah, bukan hanya mahasiswa asing yang perlu pembimbing lho. Doktor/profesor juga perlu mahasiswa asing agar bisa go internasional, dan universitas/kampus juga perlu mahasiswa asing untuk menaikkan ratingnya. Jadi jangan putus asa jika ditolak. Tetap ucapkan terima kasih karena telah merespon email Anda, dan tak ada salahnya meminta rekomendasi koleganya yang membutuhkan mahasiswa asing.
       
      6. Perhatikan tata bahasa yang digunakan saat menghubungi pembimbing. Orang Jepang mengutamakan sopan santun saat berinteraksi, jadi tata bahasa sangatlah penting.
       
      7. Untuk contoh email pada calon pembimbing, saya mengambil contoh sumber dari e-book yang ditulis oleh Sunu Wibirama (klik link untuk melihat e-book aslinya). Bagi yang nggak sempat buka-buka e-book nya, kurang lebih strukturnya sebagai berikut:
       
      - Subject: .. < nama kita > < nama universitas asal > - < nama beasiswa > < tahun ajaran > for .. < isi dengan Research Student/Master Degree/Doctoral Degree > in University < isi dengan nama universitas tujuan >. Merasa kepanjangan? Nggak apa-apa, karena ini untuk membedakan dengan email lainnya.
      - Salam pembuka: ucapkan salam dengan menyebut nama pembimbing.
      - Isi email: berisi perkenalan (menyebut nama, biodata singkat), penjelasan mengenai riset yang telah dikerjakan, permohonan untuk mengikuti riset yang sedang dilakukan oleh pembimbing.
      - Penutup: lampirkan beberapa dokumen pelengkap seperti bermacam sertifikat, dan surat rekomendasi (jika ada).
       
      8. Setelah dapat pembimbing, apa yang harus dilakukan? Jangan langsung pesta dan bersenang-senang ya. Tetap jalin kontak dengan beliau, jika perlu sesekali melalui telepon. Jangan lupa minta surat keterangan telah diterima oleh pembimbing yang bersangkutan. Tujuannya untuk memudahkan jika ingin mencari beasiswa.
       
      Lalu ada tips untuk mencari beasiswa ke Jepang nggak? Dan dimana cara mendapat informasi berbagai universitas di Jepang? Tunggu tulisan selanjutnya ya.
       
      Semoga bermanfaat.
      ***
      Baca seluruh seri tentang sekolah ke Jepang:
      Belajar ke Jepang? Ini Alasan yang Harus Dipertimbangkan
      Beberapa Skenario untuk Sekolah ke Jepang
      Kuliah ke Jepang? Ini Tips dan Trik-nya
      Mau Dapat Beasiswa ke Jepang? Begini Caranya.
    • By vie asano
      Jepang boleh saja dikenal sebagai salah satu negara dengan jaringan kereta api dan subway terumit di dunia. Kereta dan subway pun menjadi moda transportasi andalan bagi penduduk Jepang dan juga wisatawan yang berwisata ke Jepang. Namun perlu diketahui juga jika bus pun memegang peranan penting dalam moda transportasi di Jepang. Bus menjangkau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh kereta dan subway, dan bahkan untuk beberapa kota yang tak terlalu besar seperti Kyoto, bus menjadi moda transportasi utama mengalahkan kereta dan subway. Jadi nggak ada salahnya bagi wisatawan untuk mengenal sedikit tentang moda transportasi bus di Jepang.
      Bus di Jepang, foto:
      thanhnientudo Sebagai Gambaran Awal, Inilah Macam Bus di Jepang
      Secara mudah, bus di Jepang dapat dibedakan dalam kategori berikut ini: bus dalam kota, highway bus (atau bus jalan tol), dan bus wisata. Bus dalam kota, atau bus lokal, merupakan bus yang bergerak di dalam kota saja. Bus ini menjadi moda transportasi kedua di kota besar seperti Tokyo, namun menjadi moda transportasi utama di kota kecil dan menengah. Highway bus merupakan bus yang bergerak di jalan tol dan fungsinya sebagai alat transportasi untuk berpindah kota dari satu kota ke kota lainnya. Sedangkan bus wisata merupakan jenis bus yang dioperasikan dengan tujuan untuk wisata dan bukan untuk digunakan sehari-hari. Yang termasuk dalam jenis bus wisata ini seperti shuttle bus dan sightseeing bus.
      Sightseeing bus di Tokyo, foto:
      wikimedia commons Khusus untuk tulisan ini, saya akan membahas lebih lanjut tentang bus lokal. Untuk highway bus maupun jenis bus lainnya akan saya ulas terpisah.
      Mengapa Wisatawan Asing Perlu Mengetahui Seluk Beluk Bus di Jepang?
      Di Jepang, tidaklah sulit jika ingin menggunakan kereta dan subway sekalipun kalian tidak menguasai bahasa Jepang. Seiring dengan semakin tingginya perhatian akan sektor wisata, saat ini kalian bisa dengan mudah menemukan berbagai petunjuk arah maupun informasi dalam bahasa Inggris di berbagai stasiun dan kereta di Jepang.
      Namun itu tidak berlaku untuk bus. Setidaknya, hingga saat ini mayoritas bus di Jepang masih minim dari sentuhan bahasa Inggris. Umumnya informasi masih disajikan dalam bahasa Jepang, pun dengan supir bus yang tidak mengerti bahasa Inggris. Itulah mengapa naik bus di Jepang bisa cukup mengintimidasi bagi wisatawan asing, khususnya jika kalian pergi ke kota-kota dimana bus menjadi moda transportasi utama.
      Beginilah Caranya Naik Bus di Jepang
      Sekalipun bus di Jepang terasa mengintimidasi, bukan berarti kalian nggak bisa menaklukkan hal tersebut. Berikut ini beberapa tips umum yang bisa dicoba saat naik bus di Jepang.
      1. Naiklah bus dari halte bus. Untuk masuk ke dalam bus, umumnya menggunakan pintu belakang maupun pintu tengah, dan turun lewat pintu depan. Kecuali jika bus hanya memiliki satu pintu, maka masuklah dari pintu tersebut.
      Tambahan: timetable bus bisa dilihat di halte bus.
      Naik bus dari pintu tengah atau belakang, foto:
      weshare 2. Saat baru masuk, kalian akan menemukan mesin kecil yang akan mengeluarkan tiket. Ambil tiketnya dan perhatikan nomor yang tertera di tiket tersebut. Gunanya nomor itu adalah untuk menentukan biaya perjalanan yang harus dibayar (yang akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya jarak tempuh, kecuali jika bus yang dinaiki menggunakan flat rate). Sedangkan jika kalian menggunakan kartu IC seperti Suica atau Passmo, jangan lupa men-scan kartu saat akan masuk ke dalam bus.
      3. Di dekat supir bus biasanya akan ada monitor yang menunjukkan angka-angka. Untuk mengetahui biaya yang harus kalian bayarkan, cari nomor yang sesuai dengan nomor tiket dan lihat harga yang tertera disebelahnya. Untuk bus dengan tiket flat rate, mungkin saja display ini tidak tersedia.
      Foto:
      reviewmylife 4. Saat mendekati halte tujuan, tekan tombol yang terdapat di dinding maupun tiang di dekat tempat duduk. Tombol tersebut berfungsi untuk memberitahu supir bus jika kalian akan turun di pemberhentian berikutnya.
      Tips: hapalkan dengan benar halte bus tujuan, jika perlu catat namanya, karena mungkin saja informasi yang tersedia hanya menggunakan bahasa Jepang.
      Tombol untuk berhenti di tiang bus, foto:
      closertojapan 5. Saat akan turun, bayarkan biaya perjalanan dengan memasukkan sejumlah uang ke dalam kotak di dekat supir. Bayar dengan uang pas ya! Jika nggak punya uang kecil, kalian bisa menukarkan uang tersebut di mesin penukar uang yang juga terletak di dekat supir. Jangan lupa masukkan juga tiket yang diambil saat masuk ke dalam bus.
      Catatan tambahan: untuk bus yang menggunakan flat rate, ada kemungkinan biaya harus dibayarkan di awal saat naik ke dalam bus.
      Berapa Sih Biaya Untuk Naik Bus di Jepang?
      Harga tiket bus berbeda-beda untuk setiap kota. Sebelumnya, ketahui dulu jenis harga yang berlaku dalam sebuah bus. Ada bus yang menerapkan harga berdasarkan zona, yaitu tarif bertambah seiring dengan bertambahnya jarak tembuh; dan ada juga yang menerapkan regular charge/flat charge. Untuk tarif berdasarkan zona, harganya bisa mulai dari 100-200 yen untuk dewasa, dan diskon 50% untuk anak-anak. Sedangkan untuk tarif flat rate, bisa mulai dari 200 yen-an.
      Cara Untuk Mengetahui Bus yang Harus Dinaiki
      Sama seperti kereta dan subway, bus di Jepang juga bergerak berdasarkan rute/jalur tertentu. Biasanya jalur tersebut diwakili oleh angka maupun warna yang bisa dilihat di peta rute bus. Untuk mencari tahu bus mana yang harus dinaiki, cari tahu halte bus mana yang terdekat dengan tempat tujuan dan bus mana yang berhenti di halte tersebut. Kalian mungkin saja harus pindah jaur beberapa kali sebelum bisa mencapai halte yang dituju.
      Sebagai contoh, inilah rute bus di Kyoto. Silahkan diklik untuk melihat langsung jalur bus di kota Kyoto. Misalnya saja jika ingin pergi ke Gion, kalian harus naik bus no 12, 46, 100, 201, 202, 203, 206, atau 207 yang berhenti di halte bus Gion. Jika kalian berangkat dari depan Stasiun Kyoto (yang dilalui oleh bus no 4, 5, 9, 17, 26, 28, 50, 100, 101, 205, 206), maka kalian bisa naik bus nomor 100 maupun nomor 206. Silahkan coba melihat sendiri obyek wisata favorit kalian dan halte bus terdekat, sambil menerka-nerka bus mana yang seharusnya diambil untuk bisa sampai ke halte bus yang diinginkan.
      Semoga bermanfaat!
    • By vie asano
      Di era internet seperti sekarang ini, rasanya ada yang kurang jika nggak terhubung ke internet. Begitu juga saat berwisata ke negara lain. Rasanya akan ada yang kurang jika tak terhubung ke internet untuk sekedar mengecek Facebook, men-twit sesuatu, maupun sekedar berbagi foto wisata di Instagram. Itulah mengapa masalah internet termasuk salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh wisatawan modern pada masa kini.
       
      Wisatawan yang akan bepergian ke Jepang juga kerap menanyakan hal yang sama. Jepang memang dikenal sebagai salah satu negara termaju di dunia. Namun bagaimana dengan masalah internet? Apakah wisatawan dapat dengan mudah terhubung dengan internet selama di Jepang? Apakah jaringan internet sudah meng-cover seluruh Jepang? Dan apakah ada syarat khusus untuk mengakses internet bagi wisatawan asing yang tengah berada di Jepang? Mari simak ulasan tentang internet di Jepang berikut ini.
       
      Sulitkah bagi wisatawan untuk terhubung dengan internet di Jepang?
      Ada beberapa fakta menarik seputar internet di Jepang. Pertama, negara Jepang dikenal sebagai negara yang 80% penduduknya telah terhubung dengan internet. Itu menjadikan Jepang sebagai negara dengan populasi pengguna internet terbesar ke-4 di dunia dan menjadi salah satu negara dengan tingkat penetrasi internet tertinggi di dunia. Pertanyaannya adalah, dengan perkembangan jaringan internet yang sudah sangat luas tersebut, apakah itu berarti wisatawan asing cukup mudah untuk terhubung dengan internet selama berada di Jepang?
       
      Jawabannya adalah ya dan tidak. Ya, karena dewasa ini jaringan internet sudah mudah ditemukan di berbagai hotel, penginapan, maupun hotspot lainnya. Tidak, karena ada beberapa jaringan internet yang mensyaratkan wisatawan untuk mendaftar terlebih dulu dan memasukkan data-data pribadi seperti nomor passport. Beberapa jenis akomodasi yang populer bagi wisatawan asing, seperti hostel dan dormitory, terkadang malah sama sekali tidak menyediakan jaringan internet bagi para tamunya.
       
      Dimana tempat yang mudah untuk mengakses internet bagi wisatawan asing?
      Ada beberapa tempat dimana wisatawan asing sekalipun bisa mengakses internet dengan relatif mudah.
       
      1. Di tempat menginap
      Saat ini, kebanyakan hotel di Jepang (terutama hotel baru) telah menawarkan fasilitas internet gratis bagi para tamunya, baik berupa kabel LAN maupun koneksi wireless. Namun perlu diketahui juga jika nggak semua hotel menyediakan internet gratis. Ada beberapa hotel yang men-charge biaya internet pada tamunya, jadi sebaiknya kalian memastikan dulu status fasilitas internet di hotel pilihan kalian.
       
      Untuk akomodasi tipe lainnya, seperti ryokan dan hostel, nggak semuanya menyediakan fasilitas internet. Jika pun ada, biasanya hanya ada di area publik seperti lobi. Semakin sebuah akomodasi tersebut jauh dari pusat kota dan makin dekat ke daerah terpencil seperti onsen resort dan ski resort, maka koneksi internet yang terdapat di tempat tersebut pun semakin terbatas (bahkan mungkin sama sekali nggak ada).
       

      Ryokan, salah satu jenis penginapan tradisional yang belum tentu menyediakan koneksi internet, via hightouch-japan 
       
      2. Internet Cafe dan manga kissa  
      Internet cafe alias warnet (warung internet) dan manga kissa (alias manga cafe) merupakan salah satu tempat favorit bagi wisatawan yang ingin mengakses internet selama berada di Jepang. Bahkan bagi beberapa budget traveller, internet cafe dan manga kissa juga menjadi tempat favorit untuk menginap. Selain akan mendapat fasilitas internet berkecepatan tinggi, rata-rata warnet dan manga kissa menyediakan fasilitas air minum gratis, toilet dan kamar mandi, dan bilik yang cukup nyaman untuk tidur sekedarnya, dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dibanding menginap di kapsul hotel maupun hostel.
       

      Contoh ruangan di salah satu warnet Jepang. Cukup nyaman untuk dijadikan tempat menginap, via hirstart 
       
      3. Internet kiosk
      Jika warnet dan manga kissa menawarkan koneksi internet dan tempat potensial untuk menginap, maka kios internet ini bentuknya berupa komputer yang dioperasikan dengan koin agar bisa digunakan, termasuk untuk mengakses internet. Biasanya kios internet ini ditempatkan di area publik seperti stasiun besar, bandara, maupun perpustakaan, walau sekarang jumlahnya sudah semakin berkurang.
       
      4. Wi-Fi
      Ini mungkin salah satu koneksi internet yang jadi favorit banyak wisatawan. Model koneksinya ada yang berupa wifi hotspot maupun private wifi. Masalahnya, aneka wifi tersebut nggak seluruhnya gratis. Ada juga wifi berbayar, maupun gratis dengan syarat (seperti harus mendaftar dulu untuk mendapatkan kode tertentu). Berikut beberapa tempat yang biasanya menyediakan koneksi wifi gratis di berbagai kota di Jepang:
      a. Bandara besar seperti Narita Airport dan Haneda Airport, Kansai Airport di Osaka, Fukuoka Airport, New Chitose Airport di Sapporo, dan banyak lagi. Koneksi wifi di tempat-tempat tersebut biasanya membutuhkan registrasi terlebih dulu.
       

      Layanan internet gratis di Bandara Narita, via plok@flickr 
       
      b. Stasiun kereta dan subway besar. Di kota-kota besar seperti Tokyo dan Stasiun JR di kota besar lainnya biasanya sudah menyediakan wifi gratis.
      c. Convenience store alias konbini. Beberapa jaringan konbini besar seperti 7-Eleven telah menyediakan fasilitas wifi gratis. Biasanya kalian harus melakukan registrasi dulu sebelum bisa terkoneksi dengan jaringan tersebut.
      d. Aneka pusat informasi turis. Berbagai pusat informasi turis, terutama yang besar, umumnya menyediakan koneksi internet gratis bagi wisatawan (wifi maupun LAN).
      e. Aneka restoran, cafe, dan coffee shop. Salah satu coffee shop yang jaringannya tersebar di seluruh Jepang seperti Starbuck juga menyediakan fasilitas wifi, biasanya dengan registrasi lebih dulu.
       

      Free Wifi di Starbuck Jepang, via antyweb 
       
      f. Halte bus dan pusat aktifitas lainnya. Jalanan di Ginza menyediakan wifi gratis yang bisa di akses tanpa harus mendaftar terlebih dulu. Berbagai bangunan di distrik Marunouchi di Tokyo, aneka toko dan hotel di sekitar Gunung Fuji, beberapa obyek wisata di Osaka, dan banyak lagi.
       

      Peta Ginza, via fletz 
    • By deffa

      Foto: Sensoji Temple (Ari Saputra/detikTravel)
      Jakarta - Jepang saat ini makin ramah untuk turis Muslim. Sejumlah fasilitas dan imbauan untuk turis Muslim telah disiapkan.

      Dijelaskan Manager Japan National Tourism Organization, Kristiana Susanti, Rabu (4/4/2018), pemerintah Jepang telah memperbanyak destinasi ramah Muslim. Tak hanya itu, kemudahan lainnya adalah papan-papan penunjuk yang sekarang sudah banyak menggunakan huruf latin.

      "Tak seperti dulu, di mana-mana sekarang sudah menggunakan Bahasa Indonesia atau bertuliskan latin. Jangan anggap tidak ramah wisatawan, karena jika ada turis yang terlihat kesulitan maka warga lokal dengan ramah akan mengantar langsung turis ke lokasi tujuan," kata Kristiana.

      Itu kemudahan yang akan didapat turis jika ke Jepang. Ada pula kemudahan turis Muslim yang sudah disiapkan Pemerintah Jepang dan ini menjadi hal atau perhatian yang sangat serius.

      "Sekarang ini ada penambahan fasilitas-fasilitas Muslim di Bandara Narita. Di hotel sudah dianjurkan untuk menambahkan arah kiblat, sudah banyak restoran yang berlabel halal dan cukup tanya ke penjualnya apakah halal atau tidak," urai Kristiana.

      "Jadi, untuk traveler muslim sekaran sangat friendly dan cukup banyak berkembang di berbagai tempat di Jepang," imbuh dia.
      Narita Airport Jepang mulai berbenah bagi traveler muslim. Ada sejumlah musala di sana, pertama di Terminal 1 yang ada di sebelum paspor kontrol lantai 5, 5F dan sesudah kontrol paspor di lantai 2, 2F Gate 28.

      Musala di Terminal 2 ada di sebelum kontrol paspor lantai 1, 1F. Sesudah kontrol paspor ada di lantai 1, 1F, Gate 70.

      Musala di Terminal 3 yang ada di sebelum kontrol paspor lantai 2, 2F. Setelah kontrol paspor ada di lantai 3, 3F, Gate 151.

      Semua musala ini dibuka dari pukul 06.00-23.00 waktu setempat. Adapun restoran berlabel halal di Narita Airport ada di setiap terminal.

      Restoran halal pertama di Terminal 1 bernama Kineya Mugimaru. Ada di lantai 5 sebelum kontrol paspor, buka dari pukul 07.30-20.30. Restoran halal kedua di Terminal 2 bernama Tentei. Ada di lantai 4 sebelum kontrol paspor dan buka dari pukul 07.30-20.30.

      Restoran halal ketiga di Terminal 3 bernama La Toque. Ada di lantai 4 sebelum kontrol paspor dan buka dari pukul 07.30-20.00.
      SUMBER
       
    • By vie asano
      Jika dibandingkan dengan Tokyo, Kyoto, dan Osaka, kota Shizuoka jelas bukanlah kota yang populer untuk dikunjungi oleh wisatawan asing. Kota yang terletak di antara Tokyo dan Nagoya ini memang lebih dikenal sebagai daerah pertanian, pelabuhan, serta industri dibanding sebuah kota tujuan wisata. Namun siapa sangka jika ternyata, bagi sebagian wisatawan, Shizuoka justru menjadi tempat yang wajib untuk dikunjungi saat berada di Jepang, khususnya bagi pecinta plastic model kit dan Mini 4 WD (pasti pernah nonton anime Dash! Yonkuro dan Let's Go! yang populer pada tahun 90-an dan awal 2000? kan). Itu karena Tamiya, pabrikan Mini 4WD, radio control, serta plastic model kit ternama, lahir dan berkembang di Shizuoka. Sampai saat ini kantor pusatnya pun masih terdapat di Shizuoka, begitu juga dengan museum-nya yang wajib dikunjungi oleh pecinta Tamiya setidaknya sekali untuk seumur hidup. Mau tahu detail lebih lanjutnya?
       

      Logo Tamiya pada gedung Tamiya Head Office, via youtube 
       
      Tentang Tamiya Head Office di Shizuoka
       

      Gedung Tamiya Head Office, via tarletans32.rssing 
       
      Semenjak perusahaan Tamiya didirikan di Shizuoka pada tahun 1946, berbagai produk keluaran Tamiya (seperti plastic model kit, Mini 4 WD, mainan radio control, dan lain-lain) sukses dipasarkan ke berbagai negara termasuk Indonesia. Penggemar Tamiya pun membentuk berbagai komunitas yang tumbuh pesat dimana-mana. Demi mengapresiasi dan mengakomodasi para penggemar yang antusias untuk melihat lebih dekat aneka produk Tamiya di tempat kelahirannya, Tamiya Head Office pun membuka kantornya bagi siapa saja yang ingin berkunjung untuk melihat-lihat. Asyiknya, mengunjungi Tamiya Head Office ini tidak dipungut biaya. Kalian bebas mengelilingi setiap sudutnya (kecuali untuk area tertentu yang terlarang untuk publik), dan juga diijinkan untuk mengambil foto selama tidak ada tanda larangan terpampang di area tersebut.
       
      Yang bisa kalian temukan di tempat ini.
      Sejak baru masuk ke area kantor, kalian akan terpukau dengan area lobby-nya. Di area lobby ini kalian dapat melihat berbagai display aneka mesin yang bersejarah, seperti mesin FQ, Lotus 102 B, dan Tyrrell P34. Display berbagai model mobil Mini 4WD yang pernah dikeluarkan oleh Tamiya juga ditampilkan di area lobby yang sekaligus merangkap sebagai showroom ini. Penggila Mini 4WD dilarang melewatkan area ini jika nggak ingin menyesal!
       

      Sebagian Mini 4WD yang dipajang di area lobby, via gigazine 
       
      Salah satu hal menarik yang dipajang di area lobby dan showroom ini adalah mesin untuk mencetak berbagai model kit. Mau tahu bagian yang paling kerennya? Beberapa produk yang dicetak dari mesin ini dibagikan gratis sebagai souvenir untuk pengunjung lho. Kalian bisa sekaligus merakit aneka plastic model yang baru didapat di spot yang telah disediakan. Oya, di area lobby ini juga terdapat beberapa diorama berukuran besar.
       

      Mesin pencetak plastic model, via gigazine 
       
      Spot lain yang sayang untuk dilewatkan adalah area museum. Display berbagai produk yang pernah dikeluarkan oleh Tamiya dipajang disini. Jika selama ini kalian terlalu familiar dengan aneka plastic model maupun mobil-mobilan berbahan plastik yang dikeluarkan oleh Tamiya, di museum ini kalian akan mengetahui jika pada awalnya Tamiya mengeluarkan aneka produk modeling berbahan kayu, tepatnya model miniatur kapal perang dari kayu. Barulah sejak tahun 1950-an Tamiya bergerak dalam bidang plastic model mengikuti perkembangan tren penggunaan plastik.
       

      Contoh miniatur kapal Yamato skala 1/800 produksi pertama Tamiya, via gigazine 
       
      Setelah selesai mengelilingi area lobby, showroom, maupun museum, berkunjunglah ke toko resmi Tamiya yang ada di lantai 2. Kalian yang mengaku sebagai kolektor Tamiya pasti akan lupa waktu saat berada di toko resmi ini. Berbagai aksesoris produk-produk Tamiya –mulai dari stiker maupun cat warna- hingga T-Shirt resmi bisa kalian beli di area ini, begitu juga dengan aneka produk limited edition yang susah ditemukan di tempat lain. Terkadang ada juga produk tertentu yang di diskon dengan harga super miring lho.
       

      Pembeli memadati area toko, via gigazine 
       
      Di bagian atap, kerap dilakukan demonstrasi berbagai produk yang dikeluarkan oleh Tamiya. Demonstrasi ini boleh diikuti oleh siapa saja, dewasa maupun anak-anak. Jika sekedar ingin menonton maupun menikmati pemandangan di area sekitar gedung pun boleh.
       

      Suasana di atap, via gigazine 
       
      Sebagai penutup, dan sebagai tambahan informasi, di area lantai 3 merupakan area tempat proses kreatif desain dilakukan. Mengingat vitalnya proses desain bagi sebuah perusahaan seperti Tamiya, pengunjung dilarang mengambil foto di area tersebut.
       
      Cara menuju ke Tamiya Head Office di Shizuoka.
      Jika berangkat dari Tokyo, kalian bisa naik shinkansen Hikari (60 menit) dan Kodama (90 menit) dan turun di Stasiun Shizuoka. Jangan pilih shinkansen Nozomi karena tidak berhenti di Stasiun Shizuoka. Biayanya kira-kira 5830 yen* (untuk unreserved seat) dan 6350 yen* (untuk reserved seat) dan di cover oleh JR Pass. Dari Stasiun Shizuoka, cara termudah adalah dengan naik taksi hingga ke Tamiya Head Office (10 menit, 1200 yen*).
       
      Sedangkan jika naik kereta biasa, biayanya kira-kira 3020-3350 yen* dengan lama perjalanan kurang lebih 3 jam. Turunlah di Stasiun Higashi-Shizuoka, dan dilanjutkan dengan naik bis yang menuju Oshika Eigyo-sho (naik dari terminal 8 dari pintu utara stasiun). Turun di Oshika Eigyo-sho, dan lanjutkan dengan berjalan kaki selama 5 menit menuju persimpangan terdekat. Kantor Tamiya langsung terlihat dari persimpangan.
       

      Peta lokasi Tamiya Head Office, via tamiya 
       
      Detail teknis lainnya.
      Alamat: 3-7, Ondabara, Suruga Ward, Shizuoka, prefektur Shizuoka
      Telp: +81 54-283-0002
      Jam operasional: Senin-Jumat, rata-rata pukul 09.00-16.30 (tutup saat hari libur nasional). Untuk Tamiya Shop, tutup saat libur musim panas dan libur musim dingin.
      Google maps: < klik > 
      Website resmi: < klik > 
      Pendaftaran tur: < klik > Formulir dalam bahasa Jepang, namun kalian dapat menggunakan google translate untuk menerjemahkannya.