Sign in to follow this  
vie asano

Jalan-Jalan Ke Jepang: Daftar Obyek Wisata Yang Masih Direnovasi Tahun 2015

7 posts in this topic

Teman-teman yang sudah baca thread saya yang berjudul mungkin bisa melihat, jika di Kyoto saja beberapa obyek wisata populernya kini tengah menjalani proses renovasi. Obyek-obyek wisata tersebut memang masih bisa dikunjungi oleh wisatawan, namun pastinya kenyamanan akan sedikit terganggu oleh suara-suara yang biasa didengar dalam pekerjaan konstruksi, dan wisatawan mungkin akan kecewa karena nggak bisa melihat keindahan obyek wisata tersebut secara utuh. Contohnya saya, yang terpaksa mencoret kuil Kiyomizudera dari itinerary wisata Kyoto bulan depan, hiksss......

 

Ngomong-ngomong, proyek renovasi aneka obyek wisata terkenal ternyata nggak hanya terjadi di Kyoto saja lho. Beberapa obyek wisata populer di kota-kota lain di Jepang pun nggak luput dari pekerjaan proyek renovasi. Saya coba membuat daftar aneka obyek wisata populer di seluruh Jepang yang masih berada dalam proses renovasi tahun ini. Mudah-mudahan bisa membantu memberikan gambaran bagi wisatawan yang terlanjur memasukkan aneka obyek wisata berikut ini dalam itinerary-nya.

 

Disclaimer:

Hanya beberapa obyek wisata populer saja yang akan saya bahas disini. Mungkin masih ada beberapa obyek wisata minor yang juga berada dalam proses renovasi namun nggak dicantumkan disini.

 

Tokyo

Koishikawa Korakuen (baca disini: Koishikawa Korakuen part 1, Koishikawa Korakuen part 2)

Akses: 2 menit jalan kaki dari Stasiun Iidabashi (via Toei Oedo Line), atau 8 menit jalan kaki dari Stasiun Iidabashi (via JR Sobu Line, Tokyo Metro Tozai Line, Yurakucho Line, Namboku Line), atau 5-10 menit jalan kaki Stasiun JR Suidobashi (via JR Chuo Line), atau 10 menit jalan kaki dari Stasiun Korakuen (via Marunouchi Line, Namboku Subway Line)

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2010 s/d 2015

 

koishikawa.jpg

Koishikawa Korakuen, via blank-wifi 

 

Tokyo memiliki banyak taman bergaya Jepang, tapi Koishikawa Korakuen termasuk salah satu yang istimewa. Taman ini diakui sebagai salah satu taman tertua di Tokyo karena sudah ada sejak Periode Edo (1603-1868). Dan, Koishikawa Korakuen ini juga kerap dikunjungi oleh mereka yang berwisata ke Tokyo Dome City (baca disini: Tokyo Dome City part 1, Tokyo Dome City part 2, Tokyo Dome City part 3, Tokyo Dome City part 4, Tokyo Dome City part 5, Tokyo Dome City part 6, Tokyo Dome City part 7), karena posisinya memang berdekatan dengan Tokyo Dome City City.

 

Tahun ini, Koishikawa Korakuen masih mengalami proses renovasi dan rekonstruksi di bagian danau, serta di beberapa bagian jalan dan juga sebagian strukturnya. Memang taman ini masih dibuka untuk umum, tapi pastinya teman-teman harus menghapus ekspektasi untuk melihat Koishikawa Korakuen dalam penampilan terbaiknya. Untuk bahan pertimbangan teman-teman yang berencana mengunjungi taman ini, berikut beberapa foto renovasi di taman ini yang dikumpulkan dari berbagai sumber:

 

Korakuen-Construction-01.jpg

Proses konstruksi di pinggiran kolam pada tahun 2014, via lakbayer 

 

Korakuen-Construction-02.jpg

Proses konstruksi di pinggiran danau tahun 2014, via lakbayer 

 

IMGP7285.jpg

Proses konstruksi di pinggiran danau, via aroundtokyo 

 

IMGP7460.jpg

Proyek konstruksi di sebuah struktur, via aroundtokyo 

 

***

 

Nikko

Toshogu Shrine (baca disini: )

Akses: naik bus World Heritage Meguri dari Stasiun JR Nikko atau Stasiun Tobu Nikko

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2007 s/d tahun 2019

 

1024px-Nikko_Toshogu_Bronze_Torii_M3091.

Toshogu Shrine, via Fg2/wikimedia commons 

 

Kota Nikko termasuk salah satu kota yang populer sebagai side trip dari Tokyo (baca disini: ), dan di antara aneka obyek wisata yang ada di Nikko, Toshogu Shrine menjadi salah satu obyek yang paling populer untuk dikunjungi. Itu karena kuil ini memang memiliki sejarah yang istimewa karena dijadikan sebagai tempat peristirahatan Tokugawa Ieyasu yang memulai Periode Edo. Kuil ini juga telah diakui sebagai World Heritage Site oleh UNESCO.

 

Sayangnya, saat ini kuil Toshogu tengah berada dalam proses renovasi. Salah satu yang direnovasi adalah Yomeimon Gate yang menjadi salah satu bintang di kuil tersebut. Memang sih masih banyak bangunan lain di kompleks kuil ini yang juga layak untuk dikunjungi, namun sebagai bahan pertimbangan, berikut beberapa foto proses renovasi dari kuil Toshogu yang masih akan berlangsung hingga tahun 2019.

 

toshogu_02.jpg

Yomeimon Gate saat direnovasi, via ar.jal 

 

***

 

Rinnoji Temple (baca disini: )

Akses: naik bus World Heritage Meguri dari Stasiun JR Nikko maupun Stasiun Tobu Nikko

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2007 s/d 2021

 

Nikko-Rinnoji-Temple---Sanbutsudo.jpg

Sanbutsudo di Rinnoji Temple sebelum renovasi, via megumistuff.blogspot 

 

Selain kuil Toshogu, kuil Rinnoji juga menjadi salah satu obyek wisata populer di Nikko yang telah diakui sebagai World Heritage Site oleh UNESCO. Dan, sama seperti kuil Toshogu, kuil Rinnoji ini juga tengah mengalami masa renovasi yang bahkan baru selesai pada tahun 2021! Proyek renovasi ini cukup berdampak besar bagi kenikmatan berwisata di kuil ini karena yang direnovasi adalah bangunan Sanbutsudo yang menjadi salah satu daya tarik kuil Rinnoji. Namun, sebetulnya nggak perlu khawatir untuk berkunjung kesini selama masa konstruksi karena wisatawan diijinkan untuk melihat langsung proses renovasi dari Sanbutsudo Hall dengan cara masuk ke dalam struktur yang ditutupi. Jika kalian tertarik mengamati bagaimana proses renovasi bangunan bersejarah, masukkan kuil Rinnoji ini dalam itinerary kalian!

 

Berikut beberapa foto proses renovasi di kuil Rinnoji:

 

r%C3%A9novation-temple-japonais-_rinno-j

Sebuah struktur besar dibangun untuk menutupi bangunan yang tengah direnovasi, via japonikko 

 

IMGP4019.jpg

Uniknya, lukisan dari bangunan yang direnovasi ditampilkan dalam struktur penutup khusus tersebut, via japoniablizej.blogspot 

 

IMG_3595.JPG

Suasana dibalik struktur penutup khusus, via krista-in-japan.blogspot 

 

Di kota lain seperti Himeji, Nagoya, dan Hiroshima juga masih ada beberapa obyek wisata populer yang di renovasi. Lihat dalam postingan selanjutnya ya. (tarik nafas dulu)

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Melanjutkan posting di bagian atas, berikut ini beberapa obyek wisata populer lain di Jepang yang masih direnovasi pada tahun 2015 ini. Beberapa diantaranya sudah hampir selesai proses renovasinya, sementara beberapa lainnya sisanya masih memerlukan waktu bertahun-tahun lagi.

 

Nara

Kofukuji Temple

Akses: 5 menit jalan kaki dari Stasiun Kintetsu Nara, atau naik bus no 2 dari Stasiun JR Nara.

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 1998 s/d 2023.

 

10925684865_6d79a68242_b.jpg

Kofukuji Temple, via Liwei Hong/forums.hardwarezone 

 

Kota Nara termasuk salah satu kota penting dalam sejarah Jepang karena di kota ini sempat menjadi pusat pemerintahan pertama Jepang (baca disini: ). Kota ini juga bisa ditempuh kurang dari 1 jam dari Kyoto maupun Osaka, sehingga favorit dikunjungi sebagai side trip dari Kyoto dan Osaka (baca disini: ). Dari sekian banyak obyek wisata populer di Nara, salah satu yang cukup sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Kofukuji Temple karena jaraknya yang dekat dari Stasiun Kintetsu Nara. Saat ini, kuil Kofukuji juga masih dalam masa renovasi yang baru selesai pada tahun 2023! Wow, lama ya! Adapun yang direnovasi saat ini adalah Central Golden Hall, yang ditutupi dengan struktur khusus selama masa renovasi.

 

IMG_6360.JPG

Suasana proyek renovasi pada tahun 2011, via tckteacher.blogspot 

 

IMG_6374.JPG

Suasana proyek renovasi pada tahun 2011, via tckteacher.blogspot 

 

Kofukuji%20building%20in%20Nara%20work%2

Proyek renovasi Kofukuji, via hikejapan 

 

***

 

Yakushiji Temple

Akses: berada di sebelah Stasiun Nishinokyo. Alternatif lainnya, naik bus no 70, 72, dan 97 dari Stasiun JR Nara dan Stasiun Kintetsu Nara, lantas turun di halte bus Yakushiji.

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2011 s/d2019

 

10925743506_27609c778f_b.jpg

Yakushiji Temple, via Liwei Hong/forums.hardwarezone 

 

Satu lagi kuil yang direnovasi di Nara, yaitu kuil Yakushiji. Namun di kompleks kuil ini yang direnovasi hanya pagoda timur-nya saja, sehingga kuil ini masih layak dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menikmati bangunan lainnya. Kuil ini juga masih memiliki pagoda lainnya yang nggak terganggu oleh proses renovasi, jadi secara keseluruhan, renovasi di kuil ini seharusnya nggak terlalu mempengaruhi suasana wisata di kuil ini.

 

11025242763_7686f39867_b.jpg

Pagoda yang di renovasi, via Liwei Hong/forums.hardwarezone 

 

***

 

Himeji

Himeji Castle

Akses: 15-20 menit jalan kaki dari Stasiun Himeji, atau naik bus/taksi untuk lebih cepat.

Status: finish

Masa pelaksanaan: mulai dari tahun 2012 s/d Maret 2015

 

Dari seluruh kastil yang masih ada di Jepang sampai saat ini, Himeji Castle ini disebut-sebut sebagai kastil yang paling indah karena kastil ini sama sekali nggak pernah hancur oleh peperangan maupun bencana alam. Dengan kata lain, Himeji Castle ini termasuk salah satu kastil yang masih asli (baca disini: ) dan populer sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati hanami (baca disini: ). Bagi yang sudah memasukkan Himeji Castle dalam itinerary, berbahagialah karena kastil ini telah selesai direnovasi pada bulan Maret 2015 dan siap untuk kembali memukau wisatawan dengan keanggunannya.

 

2013228102329.JPG

Proyek renovasi pada tahun 2014, via city.himeji.lg 

 

2013227115322.JPG

Suasana kastil pada bulan Maret tahun 2015, via city.himeji.lg 

 

***

 

Nagoya

Nagoya Palace

Akses: 3 menit jalan kaki dari Stasiun Shiyakusho (via Meijo Subway Line) untuk mencapai pintu timur Nagoya Castle.

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2009 s/d 2018

 

1024px-Nagoya_Castle%28Edit2%29.jpg

Nagoya Castle, via Base64/wikipedia 

 

Ada yang berencana melancong ke Nagoya? Maka ketahuilah jika salah satu atraksi utama di Nagoya, yaitu Nagoya Castle, masih direnovasi hingga tahun 2018. Yang di renovasi adalah bangunan di dekat menara penjaga utama, jadi mungkin agak sedikit mengusik wisatawan yang ingin menikmati keindahan kastil secara keseluruhan. Tapi disisi lain, mengunjungi Nagoya Castle saat masih dalam proses renovasi bisa jadi sebuah opsi wisata yang menarik lho, karena wisatawan diijinkan untuk melihat lebih dekat proses rekonstruksi yang tengah dilakukan, sehingga bisa menambah wawasan wisatawan.

 

Berikut foto-foto proses renovasi yang tengah dilakukan di Nagoya Castle.

 

IMG_2369.JPG

Proyek renovasi Nagoya Castle tahun 2014, via linguye.blogspot 

 

IMG_0307a.jpg

Proyek renovasi tahun 2014, via scdhaseinphoto.blogspot 

 

med_gallery_843_1101_158135.jpg

Suasana di dalam proyek konstruksi, via jref 

 

***

 

Hiroshima

Hiroshima Peace Memorial Museum

Akses: Naik tram line 2 atau 6 dan turun di Stasiun Genbaku-Domu Mae. Lanjutkan dengan berjalan kaki menuju museum.

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai September 2014 s/d 2018

 

140531202620-2-hiroshima-peace-memorial-

Hiroshima Peace Memorial Museum, via cnn 

 

Hiroshima Peace Memorial Musem ini merupakan sebuah museum yang terletak di kompleks Hiroshima Peace Memorial Park (baca disini: ). Sejak tahun 2014, museum ini mengalami proses renovasi di bagian sayap timur yang baru akan selesai tahun 2016, dan kemudian dilanjutkan dengan renovasi yang lebih besar lagi yang baru akan selesai pada tahun 2018. Saat proses renovasi berlangsung, memang sih kalian nggak bisa terlalu menikmati suasana di museum, terutama karena jumlah ruang pamernya yang memang menyusut dibanding biasanya. Namun suasana di luar museum, yaitu di Hiroshima Peace Memorial Park, nggak terganggu dengan proses renovasi sehingga masih sangat bisa dinikmati oleh wisatawan.

 

Tambahan informasi dari momod Deffa:

Gerbang di Tokyo Imperial Palace tengah di renovasi pada tahun 2014.

 

Semoga informasinya bermanfaat ya!

Share this post


Link to post
Share on other sites

UPDATED

 

@vie asano

tambahan Tokyo East Palace juga lagi di renovasi Gerbang Utama nya

kemaren saya ikut tour nya pas liat lagi renovasi :D

 

Noted mod, udah dicantumkan di tulisan atas :D

 

wah banyak juga yg direnovasi, btw nice info :rate

 

Yaps, banyak mas. Mungkin untuk persiapan Olimpiade tahun 2020 nanti yg diadakan di Jepang. Thankss :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Vara Deliasani
      Universal Studio Japan (USJ)

       
      Universal Studi Japan (USJ) merupakan tujuan utama gw dalam perjalanan ke Jepang kali ini,, karena gw emang doyan banget baca Harry Potter. Baca loh yaaaa.. bukan nonton, bahkan 1 pun filmnya ga ada yang gw tonton sampe selesai. abisnya kalo setelah baca buku lalu nonton film suka jadi bete karena ga sesuai dengan apa yang gw imajinasikan. So.. daripada kecewa mendingan gw ga nonton filmnya. hahaha
      Oke balik lagi ke cerita kunjungan ke USJ. Sebenernya pengennya ke USJ pada saat hari kerja biar ga terlalu rame.. tapi apa boleh buat jadwal ga memungkinkan.. Gw kesana tanggal 4 Desember 2016, pas banget jatuhnya di hari minggu. Udah kebayang pasti penuh. Jadilah diniatin sampe USJ harus pagi banget dan begitu pager dibuka mau langsung lari menuju ke area Harry Potter (sebelom keramean). Karena planningnya gitu jadinya gw harus beli tiket USJ dari pas masih di Jakarta. Berhubung yang paling deket rumah itu JTB akhirnya diputusin buat beli di JTB.
      Tiketnya cuma selembar gitu. Open date dan berlaku selama 1 tahun. Walaupun jangka waktunya 1 tahun tapi cuma bisa dipakai untuk 1 kali kunjungan. Pada saat pembelian tiket dijelasin kalo tiket ini cuma buat sekali masuk, jadi kalo udah keluar gabisa masuk lagi. Beda banget sama Universal Studio Singapore yang keluar masuk sampe pusing.
       


      Tiket USJ dari JTB
       
      Dari Osaka Hana Hostel menuju USJ harus sekali ganti kereta. Dari Shinsaibashi station menuju ke Osaka Station, lalu ganti ke JR line dan turun di Universal City. Untuk pembayaran transportasi ga di cover yaa sama day pass yang dapet dari paketan Yokoso Pass, kenapa? karena perjalanan ke USJ harus menggunkan JR line. Jadi gw beli ICOCA buat bayar transportasi sekalian nanti selama di Tokyo.
       

      ICOCA Card
       
      Hari yang di nanti akhirnya tiba!!!  Lalu seperti biasa... gw dan kebodohan gw kembali menjadi perusak rencana. Kali ini gw salah setting alarm. AAAAAAAKKKKKKKK!!! Niatnya bangun pagi banget trus jam 8an udah harus sampe di USJ. Tapi kenyataannya jam 8 BARU BANGUN. HAHAHAHAHA. Telaaattt deeehhhh.. Blom lagi pake salah liat peta dan salah stasiun. hahahaha. Jadinya jam 9.30 baru sampe USJ. Udah pengen nangis kebayang pasti bakalan penuh. 
      Turun dari kereta, gw jalannya udah lesu gitu, kehilangan semangat. hahahaha. Tapi begitu liat gerbang USJ waaahh ternyata ga terlalu rame. Belom serame cendol.. Waaaaahhhhh... gw langsung semangat lari ke dalem.
      Btw kita ber 2 ga sempet sarapan jadinya ngebungkus onigiri, tadinya udah takut tas diperiksa trus onigirinya dibuang.. tapi ternyata pas nyampe gate ga diperiksa. Yeeeeeiiiii... tapi sayang cuma bawa 4 biji. Tau gitu kan bawa 15 bijiiiii, sekalian buat bekel makan siang sampe malem. hahahaha. Padahal lumayan kaaaaann bisa irit... maklum lah rencananya seharian disana dan makanan disana mahal.

      Pintu Utama USJ
       

      Map USJ
       
      Oke sampe didalam langsung panik lari ke arah kanan, buru-buru jalan ke arah Harry Potter. Sampe di depan area gw pikir bakalan dibatesin gitu masuknya. Harus pake ngambil tiket yang ada waktu masuknya gitu. tapi ternyataaaaaa.... aaaaaahhhh ga pake tiket. Yeeeeiiiiiii!!! kayanya sih karena masih pagi jadi belom terlalu rame. Masuk area Harry Potter, ga pake liat kiri kanan langsung menuju Hogwarts buat ngantri main Harry Potter and the Forbidden Journey. Antrinya udah 100 menit. Dan ga ada single ride. Ya udahlah yaaaaa... terima aja. Masuk ke antrian sambil makan bekel onigiri.
      Ga berasa udah nyampe giliran.. semangat banget langsung naik dengan cengengesan. Ternyata cuma bentar banget ride-nya.. cuma kedip-kedip udah kelar aja gitu. Gw sama laki gw begitu selesai cuma liat2an trus langsung ketawa meringis.. udaaaahhh??? gitu doaaaanggg???? hahahahhaha. Ngantri 100 menit, mainnya cuma 5 menit. Udah gitu ga ada single ride.. mungkin karena itungannya sepi kali yaaa jadi ga dibuka single ridenya. Atau mungkin memang ga ada? Ntahlah... tapi saran gw emang pertama masuk harus kesini dulu. Karena ride ini emang yang paling rame.
      Beres dari situ kita putusin muter-muter area Harry Potter dulu baru setelah itu geser ke area Jaws.
      Di dalam are ini ada 2 ride utama, selain Harry Potter and the Forbidden Journey ada Flight of The Hippogriff. Laki gw males ngantrinya.. gw juga ikutan males. Masih kebayang pegel ngantri. Jadilah kita muter-muter sambil foto-foto aja. 
       


       
       



      Sebelum keluar kita sempetin mampir ke Wand Magic, kebetulan antrinya cuma 15 menit aja,. Disini bakalan ketemu Ollivander, nanti kita semua disuruh masuk ke ruangan lalu Ollivander bakalan milih satu orang buat nyoba dan milih wand yang pali sesuai. Ntah kenapa tiba-tiba GW YANG KEPILIH!!!! OEEEMMMMJIIIIHHH!!! Majulah gw, disuruh nyobain beberapa tongkat. Ujung2nya "dapet" tongkat yang cocok.. trus disuruh pegang dan keluar ruangan.. gw udah GR aja kaaannn.. Gw pikir beneran dikasih. Lumayaaannn kaaaaannn.. Ternayat begitu diluar ruang disuruh beli aja cuuuiiii. OGAAAAAHHH. hahahaa. Males banget.. mendingan duitnya buat makan. (Iyaaaa gw pelit. hahaha).
      Oke udah puas muter-muter disini akhirnya kita putusin buat pindah ke area lain. Kalo diliat di peta USJ kita muternya berlawanan dengan jarum jam.. Jadi tujuan berikutnya adalah area Amity Village. Di area ini ride utamanya cuma Jaws. Liat antrian 60 menitan gitu. Cek antrian single ride wah cuma 5 menit. Jadi diputusin buat ambil antrian single ride aja. Ga barengan gpp orang tujuannya emang mau mainya kaaann.. Ga pake lama2 ngantri langsung deh naik ke perahu. Seru sih yaaaaa.. tapi sayang bahasa Jepang. Ya ga paham laaah gw mba2nya cerita apa. Tapi overall oke lah. Seru juga, apalagi ledak2annya gitu. Cuma sayang gw ga kebagian basah2an. hahaha (yang lain berharap ga kena basah gw malah pengennya basah2an). Ya abis ga seru kaaaannn kalo ga basah,,, ga ada ceritanya.
      Ga sempet foto siang-siang karena pengen ngejer show di waterworld yang udah mau mulai. Jadi foto "ikan"nya pas malem deh.

       
      Beres dari area Amity Village pindah ke Waterworld. Seru sih yaa.. cuma lagi-lagi gw ga paham mas mbak nya cerita apa. Ya kaliiiii dia kira semua bisa bahasa Jepang. Jadilah cuma duduk sambil celingak celinguk. Tapi actionnya oke lah. Gw mau sih nonton lagi. Cuma lebih oke kalo pake bahasa inggris. Shownya sendiri sekitar 15-20 menit kalo ga salah.

      Salah Satu Sudut di Waterworld
       
      Beres nonton atraksi di Waterworld kita langsung pindah ke area Jurrasic Park. Tadinya sih laki gw mau naik The Flying Dinosaur, tapi begitu liat cuma digantung gitu trus pake muter-muter langsung dia mundur teratur. hahaha. Kalo gw sih emang udah niat ga bakalan mau naik. Makin berumur makin ga kuat main beginian. Tanda-tanda ke jompo-an.

      Akhirnya selama di area ini kita cuma ngetawain yang naik roller coaster sambil makan onogiri. Abis itu langsung main Jurrasic Park - The Ride. Ceritanya naik perahu trus keliling area Jurrasic Park, trus nanti ada tanjakan trus meluncur turun gitu. Udah gitu doang. Kita ber2 emang cupu. hahaha. Tapi lagi2 gw ga basah. Kecewaaaaaaaaa.......
      Setelah itu  pindah area lagi.. Kali ini giliran area San Francisco. Di area ini ada 2 ride, yaitu Back to The Future dan Backdraft. Sayangnya back to the futurenya lagi di renovasi. Ngoookkkk. Jadi cuma main Backdraft aja. Backdraft ini kalo di Universal Studio Singapore kaya Lights Camera Action. Kta dibawa ke area yang di set kaya tempat syuting Backdraft. Lagi2 bahasa Jepang,, tapi untung gw udah pernah nonton filmnya, jadi yaa lumayan ngerti lah ya. Antrinya juga ga lama cuma sekitar 40 menitan.

      Dari situ pindah lagi ke area New York.. disini ada Spiderman dan Terminator. Buat Spiderman kita pake single ride lagi.. cuma ngantri 30 menit aja. Ridenya mirip kaya Transformer  di Universal Singapore. Kalo terminator kombinasi 3D dan Live Show. Keren.. tapi gw paham ceritanya. hahaha.

      Disini juga harusnya ada Space Fantasy tapiiii tapiii tapiiii.. ditutup buat acara Cool Japan. KECEWAAAAAAAAAHHHHHHH. Padahal ini dan Back to The Future merupakan mainan yang paling gw tunggu2. 
      Didepannya Back to The Future aditutup pake kayu-kayu dilukis gambar Minions gitu.. jadilah buat menghibur diri kita foto-foto disini aja.

       
      Lalu mendadak ujan aja doooonggg. UJAAAAAAANNNNNNNN 
      Dari situ lanjut ke area Hollywood, disini ada Hollywood Dream - The ride tapi kan ujan.. jadi tutup deeeh... Gw emang ga bakalan naik tapiii tapiii tapiii kan ga asik ajaaaaaaa...

      Kalo kata @syahrulsiregar gw semacam gadis pengundang hujan (Gadis yaaaa.. gadis..). Karena ujan emang suka ngikutin gw. Bahkan nanti sampe ngikut gw ke Takayama pas gw janjian sama om alul. Karena ujan ya udah deh kita main yang ga penting-penting yang di indoor sambil muter-muter sambil foto-foto. Semua parade juga di cancel. Syeeeddddddiiiiiiiiihhh...
      Kita keasikan main sampe lupa makan. Padahal udah jam 7 malem. Padahal cuma baru diganjel makan onigiri 2 biji/orang. Mendadak laper... akhirnya kita putusin udaha aaah.. Pulang ke Hotel. Lagian besok pagi-pagi udah harus jalan ke Shirakawago.
      Kesimpulan : Seru sih yaaa main kesini. Boleh lah dicoba. Kalo antrian panjang manfaatin aja single ride, lumayan bisa menghemat waktu dan tenaga. Toh dateng kesana niatnya main kan.. jadi ga barengan gpp lah yaaa. Perlu beli express pass? hhhmmm... kalo ada duit lebih sih gpp, tapi mending adteng terus liat kondisi dulu aja. kalo emang antriannya udah ga ketolong banget, bahkan dengan single ride, ya boleh lah beli express pass.
      Dadaaaaaaaahhhh USJ... Sampe ketemu laaaagiiiiiii..... Gw bakalan balik lagi khusus buat main Back to The Future dan Space Fantasy dan nonton Parade. 

       
       
      Link Terkait:
      Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
    • By Ikamarizka
        HARI KE 4 "Hida Folk Village"
      HIDA FOLK VILLAGE

      Perjalanan hari ini berdasarkan brosur yg paling menarik mata ahahahaha. Bener2 dateng pagi bgt ke Nohi station bus dan langsung comot brosur apapun yg bikin saya 'ON'. ok Hida Folk Village berhasil menarik perhatian saya dengan sejarah Takayama nya. Beli tiket bus dan tiket tempat wisata langsung di stasiunnya and Chow!! Ga pake lama, perjalanan cuman skitar 20 menit kok dari nohi station.
      Seneng bangeddd pake ddd karena pas dateng bertepatan dgn festival Boneka. apa sih fest boneka? pantengin terus yup ehehehe
      Suasana Hida Folk Village bener2 seperti tinggal di jaman Edo. Semua serba tradisional. Ada sekitar 11 rumah di dalam desa ini. TAKJUB dgn cara penataan mereka. bahkan dari jaman dahulu pun tata cara mereka hidup sudah sangat teratur. Di Takayama Hida Village ini juga mempunya cuaca yg Ektrim bgt. Demi kelangsungan hidup mereka, bercocok tanam pun dilakukan juga di dalam rumah. Lantai mereka kebanyakan terbuat dari campuran khusus agar hangat (mirip2 rumah sasak di Lombok yg gunain campuran kotoran kerbau untuk lantainya). Cuaca dingin bisa menggempur daerah ini selama 9 bulan, hanya tersisa 3 bulan utk mreka bercocok tanam. Salju bisa menumpuk sampai 2 Meter di atap ranting mereka (makadari itu rumahnya agak agak mirip di shirakawago) 
      Kimono Kimono ini udah berumur lebih dr 100 thn. Terbuai bgt dgn motifnya.. ga kebayang ini berapa harganya. Yg Yukata biasa aja harganya bisa 30jt. ini brapa yaaaagh.
       
      Di setiap Rumah Hida Folk Village ini ada Pengrajinnya lho. Yup generasi penerus mereka masih tinggal di desa ini. dan setiap rumahnya sangat unik. Setiap rumah mempunyaI tatanan yg beda, sesuai dgn penghuninya. Gambar yg di atas rumah pemilik penenun ulat sutra. 
       
      Nah kalo yang ini pemahat alat2 dapur dan lain lain. takjub dgn cara kerja dia, ga pake digambar lhooo.. langsung dipotong dr batangan pohon zzzzZZZZ
      Rumah ini dihuni oleh Penjahit pernak pernik... duh.. detailnya bikin gigit jari bgt sih. pgn bgt beli cuman krn handmade jadi ya gitu deh... muahaaal. Cuman saya langsung bisa membayangkan kalo di posisi dia, ngerajut depan pintu, sepoi sepoi sambil ngusel dibawah tongkatsu (bener ga nih namanya) ahahahha pasti enakkk bgt ( apa jgn2 kebanyakan bengong sambil makan indomie) 
         
      okeh ini dia nih rumah pengrajin fav gw. namanya 'The one Man Hand Artist'. kenapa disebut one hand? karena dia ngukir dan mahat dgn satu tangan aja. gokiiiils!! awalnya saya kebanyakan bengong liat karya karyanya. ya masa iya cuman pake satu tangan. dan iya bener aja.. tangan kanan nya aja yg ngukir.. yasalam terpukau.. coba liat deh hasil tangan seniman ini (fyi dia ga pake sketch lho....)
      berhubung saya juga suka bgt mahat... langsung berasa bgt 'cemen"'''''' buahahahhahaha. ada videonya nih sebenrnya dia lagi mahat. berhasilL diabadikan. cuman ya gitu.. belum di edit ahahahaha.sabar sabar aja yup.         Festival Boneka Hida Folk Village. 
      festival ini dibuat oleh dgn tujuan 1. mendoakan kebahagiaan utk anak perempuan mereka. jadi satu boneka ini merupakan simbol kasih sayang dari orang tua mereka kepada anaknya agar dapat hidup bahagia. lucu ya.. udah ga terhitung berapa banyak boneka yg dibuat disini. semua handmade lho 
      Puas muter2 di Hida folk village.. besok kemana lagi yaaaaaaaah...







    • By Rizkio
      Cari temen terutama cewe (akunya juga cewe) yang mau liburan ke jepang nih. Berangkat februari 28th 2018 CGK-NAR balik March 6th 2018 NAR-CGK 
      Itinerary masi tentative, utamanya si explore tokyo aja karena cuma 6 hari hehe...
      adakah yang rencana tanggal segitu
    • By twindry

      Yosh!!! setelah kehilangan ide mau nulis apa lagi, akhirnya dapat wangsit juga mau nulis apa. berbekal pertanyaan2 teman sekantor saya yang akan berangkat ke jepang, maka muncullah ide untuk nulis "Do and Dont. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama di jepang". disini saya akan menjelaskan beberapa peraturan tidak tertulis yang berlaku di jepang. semoga postingan ini bisa membantu teman2 yang akan ke jepang untuk pertama kalinya ya.
       
      1. Dilarang makan / minum selama menggunakan transportasi umum
       

      source : mbah gugel
      jepang terkenal akan kebersihan lingkungannya. jangankan makan / minum, ngomong bisik2 aja sebenarnya tidak boleh selama kita berada di transportasi umum semisal subway, kereta, atopun bus.
       
      2. Ngomongnya bisik2 aja ya
       

      ssst jaga ketenangan gan
      saya juga kurang tau kenapa orang jepang semuanya diam ketika berada di dalam transportasi umum. ada yg dengerin lagu di hp pake headset, ada yang baca komik, ada yang maen game (tapi silent), dll. bahkan bus pariwisata yang saya tumpangi ke kawaguchiko aja ngak boleh ngomong kuat2. padahal bus nya untuk hepi2 loh kan. bahaha. yang jelas kalo teman2 mau ngomong di dalam bus ato subway, bisik2 aja ngomongnya. biar ngak diliatin ama seisi penumpang ato di tegur ama supir bus (kayak saya). bahkan telepon seluler pun harus di silentkan ya kalo di transportasi umum. jangankan hp bunyi, permen jatoh aja kedengaran sampai ke ujung gerbong. bahahah. tahan malu aja kalo tiba2 hp bunyi pas di dalam subway. biasa.... panggilan bisnis (jualan ke tante2) bahahah.
       
      3. No Tip
       

      source : mbah gugel
      bagi teman2 yg suka kasi salam tempel alias ngasi tip, kalo udah di jepang ngak perlu lagi ya. karena kalo ngasi tip adanya malah di teriakin ama yang dikasi. kirain uang teman2 ketinggalan.
       
      4. Habis makan beresin sendiri
       

      tuh di sediain kain pel di atas meja. buat lap muka juga oke karena sueger kainnya bahaha
      nah ini yang masih agak kurang di budaya kita. padahal bagus loh budaya ini. di jepang sehabis makan di rumah makannya, konsumen sendiri lah yang beresin meja nya. mulai dari beresin remah2an makanan yang berceceran di meja, sampai nge lap meja yang udah dipake. jadi jangan heran kalo misalnya kita lupa beresin meja dan di teriakin ama penjaga tokonya. kan malu bahaha kecuali #thepowerofsetianovXXXX bahahaha (no offense)
       
      5. Nyebrang liat kode ya
       

      begitu lampu ijo yang nyebrang kayak gini. awas kebawa arus
      bagi teman2 yang ngak peka kode2an, kalo di jepang agak peka dikit ya. meskipun bukan cuman di jepang sih. rata2 di luar negeri kita ngak bisa nyebrang sembarangan. harus di zebra cross dan ada kode ato tanda tertentu. kalo di jepang lampu warna ijo dan ada tanda bunyi dari tiang lampunya berarti kita boleh nyebrang. jangan coba2 nyebrang sewaktu lampunya merah. karena bisa tiba2 ada kendaraan yang belok ndak ngak liat kita. kecuali di jalan kecil dan jalanan agak sepi. itupun nyebrangnya kudu liat kanan kiri juga ya. daaaan tenang aja. di sini ngak ada yang kasi lampu sen kanan belok kiri. ato yang kasi lampu sen tapi ngak belok2
       
      6. Slrrrrrpp slrrrp sllrrrrrp
       

      croooott *eeh* sslllrrrrppp enaaaak
      kalo makan mie di jepang, suaranya di keluarin ngak apa2 kok. itu artinya mie yang sedang kita sedot itu rasanya mantap. mau makan ala son goku ato pun naruto ngak apa2 kecuali di rumah makan padang di indo ya. hahah malu di liatin
       
      7. Dilarang lemot

      jangan tiru kami ya karena telat naek bus nya (simak kisahnya di postingan sebelumnya)
      transportasi di jepang terkenal akan ketepatan waktunya. jadi, bagi yang suka ber leha2 harap di kurangin sedikit. karena pasti itin bakal kacau balau kalau ketinggalan kereta ato bus. masih mending frekuensi kereta ato bus nya cuman beberapa menit sekali. lah kalo sejam sekali? pesai nunggunye kalau kata orang pontianak
       
      8. ikutin arus orang di eskalator

      kanto = tokyo, yokohama, dan sekitarnya. kansai = kyoto, osaka, hiroshima, dan sekitarnya (source : mbah gugel)
      kalo ketemu eskalator di bandara, stasiun, mall, ato tempat2 umum lainnya, ikutin arus orang2 yang ada. jangan sembarangan berdiri. rata2 di jepang kita harus berdiri di sebelah kiri kalo pake eskalator. jalur kanan khusus untuk pengguna lain yang sedang terburu2. ada beberapa daerah di jepang yang berdiri di kanan dan ada pula yang di kiri. jadi ikutin arus aja ya. kecuali kalo emang lagi buru2. lari aja di sepanjang jalur kanan. ngak bakal ada yang halangin. kayak cerita perjalanan ke kawaguchiko saya kemarin.
       
      9. alat makan bukan untuk mainan
       

      source : mbah gugel
      jangan mengetuk2an alat makan ke meja ataupun piring ato mangkok
       
      10. jangan merusak alam

      pungut yang udah gugur aja ya
      kalo ke jepang pas musim semi ato gugur, bunga sakura atopun momiji nya yang masih nempel di pohon jangan di petik ya. yang boleh di ambil cuman kelopak sakura ato pun daun momiji yang sudah rontok dan jatuh ke tanah. boleh foto2 di dekat pohonnya tapi jangan di apa2in ya. pernah saya dengar kabar kalo ada turis yang sampe manjat ke atas pohon sakuranya demi dapet foto syantik *tepok jidat* untungnya bukan turis dari indonesia
       
      11. dilarang merokok sembarangan
       

      source : mbah gugel
      nah ini terapi yang baik bagi teman2 yang merokok. kalo ke jepang saya yakin rokoknya pasti agak dikurangin. karena di jepang tidak boleh merokok sembarangan. sudah di sediakan area khusus di beberapa spot khusus untuk perokok. bentuk nya kayak halte bus dan bagusnya lagi asapnya ngak sampai mengganggu pejalan kaki lain. bahkan puntung rokok pun ngak keliatan di jalan. jangankan puntungnya, abu rokok aja ngak jatuh2 ke aspal jalan. mungkin skalian di telan kali ya abu sama puntungnya. biar kayak2 limbad gitu. bahahah. padahal letaknya ada di trotoar pejalan kaki juga loh
       
      12. ijin dulu gan
       

      cari aja cosplayer di harajuku. pas weekend biasanya banyak yang nongkrong di sana
      kalo ketemu cosplayer ato orang yang berpakaian nyentrik, jangan langsung di foto ya. minta ijin dulu. kalopun ngak ngerti bahasanya, setidaknya bahasa tarzan alias bahasa tubuh adalah bahasa yang paling baik. kecuali kalo maiko atopun geisha ya. mereka memang ngak mau di foto. jadi harus ada trick2 nya.
       
      hmm. saya rasa segitu aja kira2 kode etik ato peraturan tidak tertulis yang berlaku pada umumnya di jepang. masih banyak kayaknya peraturan2 yang lain. intinya sih jangan aneh2 aja. cukup jadi turis biasanya. alay boleh tapi jangan over. tau batas juga ya. mumpung di tempat asing yang ngak seorangpun mengenal kita, alay dikit ngak apa lah ya. namanya juga liburan. hehehe. sekian aja tulisannya. kalo ada yang kurang ato salah2 CMIIW ya. see ya *melambai*
    • By Armanian
      Halo semuanya
      Saya mau mengajak trip backpacker ke jepang tgl 17 Februari - 24 Februari 2018. Yang berminat mau ikut bisa dm dan tinggalkan no hp nanti kita buat grup wa. Saya  pergi ke jepang berdua dgn tmn saya cewe, yang minat gabung silahkan. Diutamakan yang gak ribet hahaha . thanks  
      Untuk Itinerary msh bisa diatur tapi kami berencana untuk pergi ke kota Osaka di hari 1-3, Kyoto di hari 4-5, dan Tokyo di hari 6-7

    • By Ikamarizka
      Halo Semuaaaa! sayah rencana mau ke jupun lagi nih autumn ini, a k a minggu depan. (beuuuh meped bener) tapi ada beberapa pertanyaan yang mengganjal dan kayaknya butuh masukan dari temen temen nih. berhubung nanti bawa banyaaaak orang, jadi gw agak deg deg an mau kemana mana nya takut salah ahahaha. 
      jadi begini
      1. tiba2 kepengen ke kochia hitachi seaside park. kalo dari 'misalnya' nih tokyo, ada yang tau ga yah pake jr dan bus apa? soalnya liat di hyperdia kok agak2 membingungkan rutenya.
      2. kale flight malam baru same haneda, enaknya pake kereta aja atau ada uber taxi ga sih dari haneda? soalnya tamu gw ada yang baru sampe haneda jam 12 malam. Taun lalu sih kereta udah pada ga ada jam segitu. tapi ada yang bilang masih ada. ada juga yg bilang pake taxi aja kalo malem. jumlah tamu ada 4 orang, dan lumayan udah ber umur, jadi agak kasian juga kalo naik kereta malam. ada ide kah??
      3. makanaaaaan. plis bgt bantuannya buat makanan yang enak dan halal daerah tokyo, kyoto, osaka atau dimana yang punya ide? karena selama ini gw kebanyakan makan di lawson dan tempat2 supermarket ahahahahahahaha. sedangkan ini tamu2 gw kayaknya pada pgn makan restoran. ide yaaaah manteman. 
       
      maaciiiii @deffa @kyosash @twindry @Vaylyn 
    • By Monfi

       
      Hallo semuanya..
      Setelah sukses solo travelling kemarin ke Jepang tahun 2016 yang lalu, bisa dibilang tahun 2017 ini jadi part 2 nya.. Kali ini aku nggak sendiri, tapi bareng sama temen kantor, Mba Poppy (btw sekarang dia udah pindah ke perusahaan lain). Gimana ceritanya bisa barengan? Jadi sebenernya Mba Poppy udah beli tiket duluan untuk berangkat awal tahun 2017, terus karena denger dari temennya klo aku pasti mau berangkat bulan Maret, akhirnya tiketnya di-refund dan beli tiket baru. Jadi deh kita berangkat bareng tanggal 24 Maret. Bedanya, Mba Poppy pulang di tanggal 2 April 2017, sedangkan aku lanjut sendiri sampai tanggal 7 April.
       
      Overall itinerarynya ialah :
      Tanggal 24 Maret 2017 : Berangkat dari Jakarta menuju Kansai Airport via Hongkong
      Tanggal 25 Maret 2017 : Osaka
      Tanggal 26-27 Maret 2017 : Kyoto
      Tanggal 28 Maret 2017 : Kyoto, day trip ke Uji dan Kobe
      Tanggal 29 Maret 2017 : Kyoto
      Tanggal 30 Maret 2017 : Nara
      Tanggal 31 Maret 2017 : Nagoya, day trip ke Inuyama dan Kuwana
      Tanggal 1 April 2017 : Nagoya, day trip ke Ogaki dan Kakamigahara
      Tanggal 2 April 2017 : Suzuka dan Nagoya
      Tanggal 3 April 2017 : Amanohashidate
      Tanggal 4 April 2017 : Kinosaki Onsen
      Tanggal 5 April 2017 : Hikone
      Tanggal 6 April 2017 : Himeji
      Tanggal 7 April 2017 : Pulang dari Kansai Airport ke Jakarta via Hongkong
       
      Prologue
      Persiapan kurang lebih sama seperti tahun 2016, bedanya sekarang pake e-paspor jadinya lebih mudah. Untuk itinerary, perhitungan biaya, beli tiket dan lain-lain, aku yang urus, sedangkan Mba Poppy bagian booking akomodasi. Untuk kurs kurang lebih dapetnya sekitar 119 yen. Btw, kita masing-masing sewa pocket wifi, klo Mba Poppy dari Jakarta pake wi2fly, aku pake Sakura Mobile yang diambil di Jepang. Kenapa nggak sewa satu pocket wifi aja biar hemat? Mba Poppy ada rencana di tanggal 27 Maret 2017 ke Tokyo bareng temennya selama 3 hari 2 malem, sedangkan aku stay di Kyoto.
       
      Day 1, 24 Maret 2017
      Ok, balik lagi ke cerita waktu berangkat. Kita pulang pergi menggunakan pesawat Cathay Pacific dengan transit di Hongkong. Beli tiket sudah dari tahun 2016, dengan total biaya pulang pergi Rp 4.9 juta. Sampai di Kansai Airport, proses imigrasinya ternyata cepet banget. Sempet khawatir karena beberapa akomodasi kita pesan dari Airbnb tapi ternyata nggak ada masalah. Kita cuman cantumin salah satu alamat penginapan yang dipesan di booking.com.
      Selesai urusan imigrasi, kita langsung ke Kansai Airport Tourist Information Center untuk beli beberapa travel pass, yaitu:
      Keihan Kyoto Sightseeing Pass 1 Day (500 yen) : untuk ke Uji Hankyu Tourist Pass 1 Day (800 yen) : untuk ke Kobe Kintetsu Rail Pass 5 Days (3,800 yen): untuk ke Nagoya dan Suzuka Sedangkan travel pass yang dibeli di Indonesia antara lain:
      Osaka Amazing Pass 1 Day (2,300 yen): untuk explore Osaka. Beli di H.I.S. Tours & Travel Indonesia. Dapetnya tiket fisik yang langsung bisa dipakai di Jepang. JR Pass 7 Days Ordinary (29,110 yen): untuk Mba Poppy pake ke Tokyo. Kayaknya beli vouchernya di Tripvisto. JR Kansai Wide Area Pass 5 Days (8,500 yen): untuk aku pake ke Amanohashidate, Kinosaki Onsen, Hikone, dan Himeji. Beli voucher di JTB Indonesia. Untuk voucher JR Pass dan JR Kansai Wide Area Pass kita tuker di Stasiun Osaka, karena pas di Kansai Airport antriannya udah panjang mengular, takut bakal ngabisin waktu.
      Selain travel pass diatas kita juga beli di vending machine yaitu:
      ICOCA (IC Card) untuk Mba Poppy (500 yen deposit). SUICA (IC Card) yang aku beli tahun lalu bisa digunakan juga di Kansai area, jadi diisi ulang aja Tujuan berikutnya ialah langsung ke apartemen di daerah Kami Shinjo, Osaka. Dari Kansai Airport naik kereta Nankai Line sampai Stasiun Tengachaya (920 yen), lanjut naik kereta Subway Sakaisuji Line sampai Stasiun Tenjimbashisujirokuchome (280 yen), abis itu naik kereta Hankyu Line sampai Stasiun Kami Shinjo (190 yen). Waktu perjalanan kurang lebih 1 jam 15 menit. Nyari gedung apartemennya susah banget, sampe kurang lebih 1 jam kita muter-muter, mana yang punya juga susah dihubungin. Tapi pada akhirnya ketemu juga gedung apartemennya setelah kita tanya-tanya sama penduduk sekitar. Overall apartemennya oke dan kita puas menginap disana.
       

      Hongkong International Airport
       

      Cathay Pacific Moslem Meal
       

      Koleksi Travel Pass
       

      Apartemen Airbnb
       
      Day 2, 25 Maret 2017
      Hari kedua di Jepang kita habiskan seharian di Osaka. Travel pass yang kita gunakan ialah Osaka Amazing Pass, dimana dengan menggunakan pass ini untuk transportasi dan beberapa admission fee tempat wisata sudah di-cover. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di web. Tempat wisata yang kita kunjungin yaitu:
      Osaka Castle (600 yen, open 09.00-17.00). Stasiun terdekat : Stasiun Tanimachi 4-chrome (Tanimachi / Chuo Subway Line) atau Stasiun Osakajokoen (JR Line). Koleksinya lengkap tapi klo udah pernah berkunjung ke kastil original kayaknya ada sesuatu yang kurang. Shinsekai Area & Tsutenkaku Tower (700 yen, open 09.00-21.00, untuk open air deck 10.00-18.00). Stasiun terdekat : Stasiun Shin-Imamiya (JR Line), Stasiun Dobutsuen-mae (Midosuji / Sakaisuji Subway Line), atau Stasiun Ebisucho (Sakaisuji Subway Line). Kita nggak sempet naik ke atas Tsutenkaku Tower karena ngantrinya panjang banget, waiting time-nya sampai 1 jam. Shinsaibashi Shopping Street & Dotonbori, tempatnya papan Glico Running Man dan Kani Doraku Crab. Karena letaknya di daerah Namba, aksesnya gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Nankai Line, Kintetsu Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Sennichimae Subway Line. Disini kita belanja macem-macem. Beberapa toko yang kita datangi antara lain Daiso, Daimaru Shinsaibashi Sanrio Gallery, dan Matsumoto Kiyoshi. Jam buka toko di sini kurang lebih jam 10.00-21.00. Tempozan Ferris Wheel (800 yen, open 10.00-22.00). Stasiun terdekat : Stasiun Osakako (Chuo Subway Line). Bianglala ini merupakan yang terbesar di Osaka. Pemadangan Osaka Bay Area di malam hari dari ketinggian 112.5 meter nya keren banget. Recommended. Btw ada dua jenis gondola, yang pertama gondola biasa dan yang kedua “see through cabin” dimana dasar gondola dibuat transparan. Antrian “see through cabin” lebih panjang, jadinya kita naik yang biasa aja. Umeda Sky Building (1,000 yen, open 10.00-22.30). Akses ke sini juga gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Hankyu Line, Hanshin Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Tanimachi Subway Line. Tujuan utama ke gedung yang terdiri dari dua tower ini ialah untuk melihat pemandangan kota Osaka dari Floating Garden Observatory yang berada di lantai 39. Sampai di sana antriannya cukup panjang, tapi waiting time-nya nggak sampai 1 jam. Pemandangan kota Osaka di malam hari juga cukup bagus. Tadinya kita mau makan ramen halal di daerah Namba, nama restorannya Ramen Honolu, cuman karena timing-nya nggak tepat kedainya udah tutup duluan untuk break siang (jam 14.30, buka lagi jam 17.00). Overall waktu yang dihabiskan di Osaka sangat menarik, hanya saja pada saat itu bunga Sakura belum mekar. Sepertinya tahun ini ada keterlambatan akibat cuaca yang tidak menentu. Jadinya terpaksa beberapa itinerary ada yang aku modifikasi atau kadang jalan saja spontan tanpa itinerary.
       


      One Day in Osaka
       
      Sekian untuk saat ini.. Lanjutannya bisa dilihat di link berikut:
      Day 3-4, 26-27 Maret 2017 : Kyoto
       
      Untuk perjalananku ke Jepang (mainly Tokyo, Takayama, Toyama, Matsumoto) di tahun 2016 bisa dilihat di link ini
      Terima kasih semuanya..