• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
vie asano

Jalan-Jalan Ke Jepang: Daftar Obyek Wisata Yang Masih Direnovasi Tahun 2015

7 posts in this topic

Teman-teman yang sudah baca thread saya yang berjudul mungkin bisa melihat, jika di Kyoto saja beberapa obyek wisata populernya kini tengah menjalani proses renovasi. Obyek-obyek wisata tersebut memang masih bisa dikunjungi oleh wisatawan, namun pastinya kenyamanan akan sedikit terganggu oleh suara-suara yang biasa didengar dalam pekerjaan konstruksi, dan wisatawan mungkin akan kecewa karena nggak bisa melihat keindahan obyek wisata tersebut secara utuh. Contohnya saya, yang terpaksa mencoret kuil Kiyomizudera dari itinerary wisata Kyoto bulan depan, hiksss......

 

Ngomong-ngomong, proyek renovasi aneka obyek wisata terkenal ternyata nggak hanya terjadi di Kyoto saja lho. Beberapa obyek wisata populer di kota-kota lain di Jepang pun nggak luput dari pekerjaan proyek renovasi. Saya coba membuat daftar aneka obyek wisata populer di seluruh Jepang yang masih berada dalam proses renovasi tahun ini. Mudah-mudahan bisa membantu memberikan gambaran bagi wisatawan yang terlanjur memasukkan aneka obyek wisata berikut ini dalam itinerary-nya.

 

Disclaimer:

Hanya beberapa obyek wisata populer saja yang akan saya bahas disini. Mungkin masih ada beberapa obyek wisata minor yang juga berada dalam proses renovasi namun nggak dicantumkan disini.

 

Tokyo

Koishikawa Korakuen (baca disini: Koishikawa Korakuen part 1, Koishikawa Korakuen part 2)

Akses: 2 menit jalan kaki dari Stasiun Iidabashi (via Toei Oedo Line), atau 8 menit jalan kaki dari Stasiun Iidabashi (via JR Sobu Line, Tokyo Metro Tozai Line, Yurakucho Line, Namboku Line), atau 5-10 menit jalan kaki Stasiun JR Suidobashi (via JR Chuo Line), atau 10 menit jalan kaki dari Stasiun Korakuen (via Marunouchi Line, Namboku Subway Line)

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2010 s/d 2015

 

koishikawa.jpg

Koishikawa Korakuen, via blank-wifi 

 

Tokyo memiliki banyak taman bergaya Jepang, tapi Koishikawa Korakuen termasuk salah satu yang istimewa. Taman ini diakui sebagai salah satu taman tertua di Tokyo karena sudah ada sejak Periode Edo (1603-1868). Dan, Koishikawa Korakuen ini juga kerap dikunjungi oleh mereka yang berwisata ke Tokyo Dome City (baca disini: Tokyo Dome City part 1, Tokyo Dome City part 2, Tokyo Dome City part 3, Tokyo Dome City part 4, Tokyo Dome City part 5, Tokyo Dome City part 6, Tokyo Dome City part 7), karena posisinya memang berdekatan dengan Tokyo Dome City City.

 

Tahun ini, Koishikawa Korakuen masih mengalami proses renovasi dan rekonstruksi di bagian danau, serta di beberapa bagian jalan dan juga sebagian strukturnya. Memang taman ini masih dibuka untuk umum, tapi pastinya teman-teman harus menghapus ekspektasi untuk melihat Koishikawa Korakuen dalam penampilan terbaiknya. Untuk bahan pertimbangan teman-teman yang berencana mengunjungi taman ini, berikut beberapa foto renovasi di taman ini yang dikumpulkan dari berbagai sumber:

 

Korakuen-Construction-01.jpg

Proses konstruksi di pinggiran kolam pada tahun 2014, via lakbayer 

 

Korakuen-Construction-02.jpg

Proses konstruksi di pinggiran danau tahun 2014, via lakbayer 

 

IMGP7285.jpg

Proses konstruksi di pinggiran danau, via aroundtokyo 

 

IMGP7460.jpg

Proyek konstruksi di sebuah struktur, via aroundtokyo 

 

***

 

Nikko

Toshogu Shrine (baca disini: )

Akses: naik bus World Heritage Meguri dari Stasiun JR Nikko atau Stasiun Tobu Nikko

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2007 s/d tahun 2019

 

1024px-Nikko_Toshogu_Bronze_Torii_M3091.

Toshogu Shrine, via Fg2/wikimedia commons 

 

Kota Nikko termasuk salah satu kota yang populer sebagai side trip dari Tokyo (baca disini: ), dan di antara aneka obyek wisata yang ada di Nikko, Toshogu Shrine menjadi salah satu obyek yang paling populer untuk dikunjungi. Itu karena kuil ini memang memiliki sejarah yang istimewa karena dijadikan sebagai tempat peristirahatan Tokugawa Ieyasu yang memulai Periode Edo. Kuil ini juga telah diakui sebagai World Heritage Site oleh UNESCO.

 

Sayangnya, saat ini kuil Toshogu tengah berada dalam proses renovasi. Salah satu yang direnovasi adalah Yomeimon Gate yang menjadi salah satu bintang di kuil tersebut. Memang sih masih banyak bangunan lain di kompleks kuil ini yang juga layak untuk dikunjungi, namun sebagai bahan pertimbangan, berikut beberapa foto proses renovasi dari kuil Toshogu yang masih akan berlangsung hingga tahun 2019.

 

toshogu_02.jpg

Yomeimon Gate saat direnovasi, via ar.jal 

 

***

 

Rinnoji Temple (baca disini: )

Akses: naik bus World Heritage Meguri dari Stasiun JR Nikko maupun Stasiun Tobu Nikko

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2007 s/d 2021

 

Nikko-Rinnoji-Temple---Sanbutsudo.jpg

Sanbutsudo di Rinnoji Temple sebelum renovasi, via megumistuff.blogspot 

 

Selain kuil Toshogu, kuil Rinnoji juga menjadi salah satu obyek wisata populer di Nikko yang telah diakui sebagai World Heritage Site oleh UNESCO. Dan, sama seperti kuil Toshogu, kuil Rinnoji ini juga tengah mengalami masa renovasi yang bahkan baru selesai pada tahun 2021! Proyek renovasi ini cukup berdampak besar bagi kenikmatan berwisata di kuil ini karena yang direnovasi adalah bangunan Sanbutsudo yang menjadi salah satu daya tarik kuil Rinnoji. Namun, sebetulnya nggak perlu khawatir untuk berkunjung kesini selama masa konstruksi karena wisatawan diijinkan untuk melihat langsung proses renovasi dari Sanbutsudo Hall dengan cara masuk ke dalam struktur yang ditutupi. Jika kalian tertarik mengamati bagaimana proses renovasi bangunan bersejarah, masukkan kuil Rinnoji ini dalam itinerary kalian!

 

Berikut beberapa foto proses renovasi di kuil Rinnoji:

 

r%C3%A9novation-temple-japonais-_rinno-j

Sebuah struktur besar dibangun untuk menutupi bangunan yang tengah direnovasi, via japonikko 

 

IMGP4019.jpg

Uniknya, lukisan dari bangunan yang direnovasi ditampilkan dalam struktur penutup khusus tersebut, via japoniablizej.blogspot 

 

IMG_3595.JPG

Suasana dibalik struktur penutup khusus, via krista-in-japan.blogspot 

 

Di kota lain seperti Himeji, Nagoya, dan Hiroshima juga masih ada beberapa obyek wisata populer yang di renovasi. Lihat dalam postingan selanjutnya ya. (tarik nafas dulu)

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Melanjutkan posting di bagian atas, berikut ini beberapa obyek wisata populer lain di Jepang yang masih direnovasi pada tahun 2015 ini. Beberapa diantaranya sudah hampir selesai proses renovasinya, sementara beberapa lainnya sisanya masih memerlukan waktu bertahun-tahun lagi.

 

Nara

Kofukuji Temple

Akses: 5 menit jalan kaki dari Stasiun Kintetsu Nara, atau naik bus no 2 dari Stasiun JR Nara.

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 1998 s/d 2023.

 

10925684865_6d79a68242_b.jpg

Kofukuji Temple, via Liwei Hong/forums.hardwarezone 

 

Kota Nara termasuk salah satu kota penting dalam sejarah Jepang karena di kota ini sempat menjadi pusat pemerintahan pertama Jepang (baca disini: ). Kota ini juga bisa ditempuh kurang dari 1 jam dari Kyoto maupun Osaka, sehingga favorit dikunjungi sebagai side trip dari Kyoto dan Osaka (baca disini: ). Dari sekian banyak obyek wisata populer di Nara, salah satu yang cukup sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Kofukuji Temple karena jaraknya yang dekat dari Stasiun Kintetsu Nara. Saat ini, kuil Kofukuji juga masih dalam masa renovasi yang baru selesai pada tahun 2023! Wow, lama ya! Adapun yang direnovasi saat ini adalah Central Golden Hall, yang ditutupi dengan struktur khusus selama masa renovasi.

 

IMG_6360.JPG

Suasana proyek renovasi pada tahun 2011, via tckteacher.blogspot 

 

IMG_6374.JPG

Suasana proyek renovasi pada tahun 2011, via tckteacher.blogspot 

 

Kofukuji%20building%20in%20Nara%20work%2

Proyek renovasi Kofukuji, via hikejapan 

 

***

 

Yakushiji Temple

Akses: berada di sebelah Stasiun Nishinokyo. Alternatif lainnya, naik bus no 70, 72, dan 97 dari Stasiun JR Nara dan Stasiun Kintetsu Nara, lantas turun di halte bus Yakushiji.

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2011 s/d2019

 

10925743506_27609c778f_b.jpg

Yakushiji Temple, via Liwei Hong/forums.hardwarezone 

 

Satu lagi kuil yang direnovasi di Nara, yaitu kuil Yakushiji. Namun di kompleks kuil ini yang direnovasi hanya pagoda timur-nya saja, sehingga kuil ini masih layak dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menikmati bangunan lainnya. Kuil ini juga masih memiliki pagoda lainnya yang nggak terganggu oleh proses renovasi, jadi secara keseluruhan, renovasi di kuil ini seharusnya nggak terlalu mempengaruhi suasana wisata di kuil ini.

 

11025242763_7686f39867_b.jpg

Pagoda yang di renovasi, via Liwei Hong/forums.hardwarezone 

 

***

 

Himeji

Himeji Castle

Akses: 15-20 menit jalan kaki dari Stasiun Himeji, atau naik bus/taksi untuk lebih cepat.

Status: finish

Masa pelaksanaan: mulai dari tahun 2012 s/d Maret 2015

 

Dari seluruh kastil yang masih ada di Jepang sampai saat ini, Himeji Castle ini disebut-sebut sebagai kastil yang paling indah karena kastil ini sama sekali nggak pernah hancur oleh peperangan maupun bencana alam. Dengan kata lain, Himeji Castle ini termasuk salah satu kastil yang masih asli (baca disini: ) dan populer sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati hanami (baca disini: ). Bagi yang sudah memasukkan Himeji Castle dalam itinerary, berbahagialah karena kastil ini telah selesai direnovasi pada bulan Maret 2015 dan siap untuk kembali memukau wisatawan dengan keanggunannya.

 

2013228102329.JPG

Proyek renovasi pada tahun 2014, via city.himeji.lg 

 

2013227115322.JPG

Suasana kastil pada bulan Maret tahun 2015, via city.himeji.lg 

 

***

 

Nagoya

Nagoya Palace

Akses: 3 menit jalan kaki dari Stasiun Shiyakusho (via Meijo Subway Line) untuk mencapai pintu timur Nagoya Castle.

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai tahun 2009 s/d 2018

 

1024px-Nagoya_Castle%28Edit2%29.jpg

Nagoya Castle, via Base64/wikipedia 

 

Ada yang berencana melancong ke Nagoya? Maka ketahuilah jika salah satu atraksi utama di Nagoya, yaitu Nagoya Castle, masih direnovasi hingga tahun 2018. Yang di renovasi adalah bangunan di dekat menara penjaga utama, jadi mungkin agak sedikit mengusik wisatawan yang ingin menikmati keindahan kastil secara keseluruhan. Tapi disisi lain, mengunjungi Nagoya Castle saat masih dalam proses renovasi bisa jadi sebuah opsi wisata yang menarik lho, karena wisatawan diijinkan untuk melihat lebih dekat proses rekonstruksi yang tengah dilakukan, sehingga bisa menambah wawasan wisatawan.

 

Berikut foto-foto proses renovasi yang tengah dilakukan di Nagoya Castle.

 

IMG_2369.JPG

Proyek renovasi Nagoya Castle tahun 2014, via linguye.blogspot 

 

IMG_0307a.jpg

Proyek renovasi tahun 2014, via scdhaseinphoto.blogspot 

 

med_gallery_843_1101_158135.jpg

Suasana di dalam proyek konstruksi, via jref 

 

***

 

Hiroshima

Hiroshima Peace Memorial Museum

Akses: Naik tram line 2 atau 6 dan turun di Stasiun Genbaku-Domu Mae. Lanjutkan dengan berjalan kaki menuju museum.

Status: under reconstruction

Masa pelaksanaan: mulai September 2014 s/d 2018

 

140531202620-2-hiroshima-peace-memorial-

Hiroshima Peace Memorial Museum, via cnn 

 

Hiroshima Peace Memorial Musem ini merupakan sebuah museum yang terletak di kompleks Hiroshima Peace Memorial Park (baca disini: ). Sejak tahun 2014, museum ini mengalami proses renovasi di bagian sayap timur yang baru akan selesai tahun 2016, dan kemudian dilanjutkan dengan renovasi yang lebih besar lagi yang baru akan selesai pada tahun 2018. Saat proses renovasi berlangsung, memang sih kalian nggak bisa terlalu menikmati suasana di museum, terutama karena jumlah ruang pamernya yang memang menyusut dibanding biasanya. Namun suasana di luar museum, yaitu di Hiroshima Peace Memorial Park, nggak terganggu dengan proses renovasi sehingga masih sangat bisa dinikmati oleh wisatawan.

 

Tambahan informasi dari momod Deffa:

Gerbang di Tokyo Imperial Palace tengah di renovasi pada tahun 2014.

 

Semoga informasinya bermanfaat ya!

Share this post


Link to post
Share on other sites

UPDATED

 

@vie asano

tambahan Tokyo East Palace juga lagi di renovasi Gerbang Utama nya

kemaren saya ikut tour nya pas liat lagi renovasi :D

 

Noted mod, udah dicantumkan di tulisan atas :D

 

wah banyak juga yg direnovasi, btw nice info :rate

 

Yaps, banyak mas. Mungkin untuk persiapan Olimpiade tahun 2020 nanti yg diadakan di Jepang. Thankss :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By annelialk
      Halo, saya berdua dengan teman saya akan pergi ke Jepang tgl 1-9 Maret 2019. Tiket sudah fix. Tempat yang mau dikunjungi Tokyo-Kyoto-Osaka. Tapi itin belum fix. Kalau ada yang gabung, sila. Lumayan kalau bisa share cost buat penginapan... hehe.
    • By pejalankaki
      Halo Jalan2.com! 
      Siapa yang tidak tahu dengan Universal Studio Jepang? Tempat yang satu ini wajib kamu kunjungi saat liburan ke Jepang. Di lokasi wisata yang ikonik ini, Travel Mates akan bertemu banyak karakter film yang pasti sudah nggak asing lagi deh! Tapi kalau kamu masih bingung mau ke mengunjungi spot yang mana dulu, Artikel HIS Travel rekomendasikan kamu ke spot Harry Potter yang super duper fantastis dulu, Travel Mates.
      Karena tempat yang satu ini menjadi para incaran para wisatawan manca negara yang ingin melihat langsung kastil atau bangunan yang mirip seperti di film Harry Potter.
      Setelah puas mengunjungi spot-spot yang seru, pastinya perut kamu butuh asupan kan? Selain karakter dan filmnya yang terkenal, Universal Studio Jepang juga memiliki menu kuliner yang wajib kamu cicipi ketika mengunjunginya. Pasti Travel Mates penasaran kan apa aja sih kuliner yang wajib dicicipi ketika mengunjungi Universal Studio Jepang?
      Yuk simak di bawah ini!
      Restoran The Three Broomsticks

      Sumber gambar: squarespace.com
      Buat kamu pecinta buku atau film Harry Potter pasti sering mendengar nama restoran yang satu ini. Ternyata beneran ada di dunia nyata lho, Travel Mates. Kalau kamu sedang mengunjungi Universal Studio Jepang, restoran ini ada di pintu Hogsmeade dengan tanda tulisan "Please Respect the Spell Limits". Dari pintu masuknya aja udah keren dan Harry Potter banget ya, Travel Mates?
      Kalau kamu belum tau, dalam buku-buku dan film Harry Potter, Three Broomsticks ini adalah penginapan dan restoran yang berada di Hogsmeade yang biasa dikunjungi oleh murid Hogwarts, termasuk Harry Potter dan teman-temannya.
      Untuk menu-menu makanan di sini juga mirip seperti yang ada di buku dan film Harry Potter, lho. Seperti Butterbeer, Fire Whisky, Gilly Water, dll. Untuk harganya sendiri mulai dari $2 - $9 per tiap menunya.
      Delicious Me! & POP-A-NANA

      Sumber gambar: https://idntimes.com
      Kalau baca nama restoran di atas, kira-kira menggambarkan karakter apa ya, Travel Mates? Dari logonya sih dominan warna kuning. Betul, apa lagi kalau bukan Minion! Di dua restoran ini kamu bisa cobain cemilan yang seru. Delicious Me! memiliki menu sandwich snack dengan rasa fruits and cream. Dan ketika memakannya Travel Mates akan menemukan rasa beberapa buah seperti stroberi, pisang, dan anggur yang dicampur dengan cream. Kamu akan diajak merasakan perpaduan biskuit yang manis dan buah yang segar dalam sekali gigit. Penasaran 'kan?
      Karena tempat ini berada di satu tempat, yaitu kawasan Minion Park, selanjutnya kamu harus mencoba mengunjungi restoran POP-A-NANA yang ada disebelahnya. Hayoo, apa makanan favorit Minion? Betul, jawabannya adalah banana atau pisang. Terinspirasi dari makanan favorit minion, restoran ini memiliki menu serba pisang, lho. Salah satu menu yang paling sering dipesan adalah popcorn rasa pisang cokelat.
       Amity Landing Restaurant, Teror Hiu Jaws

      Sumber gambar: https://tdrexplorer.com
      Jaws, pasti kamu pernah melihat film yang satu ini. Teror hiu yang satu ini ternyata tidak hanya di film, tapi juga ada di Universal Studio Japan, Travel Mates. Tenang, teror yang satu ini bisa kamu serang balik kok, caranya dengan memakannya langsung. Seperti di filmnya, Universal Studio Jepang memiliki area Amity Village atau biasa dikenal dengan rumahnya habitat atau rumah Jaws. 
      Pulau yang dikelilingi oleh laut ini memiliki restoran yang unik, yaitu Amity Landing Restaurant. Siapa yang tau kalau Travel Mates bisa memakan Jaws dalam bentuk dessert yang menggemaskan di restoran satu ini? Dengan harga $4 kamu bisa mendapatkan menu Jaws Cake yang dibentuk swiss roll dan dilengkapi dengan cream soda. Kalo terornya seperti ini, pasti Travel Mates maunya di teror mulu. Betul?
      Discovery Restaurant, Restoran bertema Jurassic Park

      Sumber gambar: https://www.usj.co.jp
      Travel Mates ingin merasakan langsung dunia Jurassic Park? Restoran ini sangat cocok untuk mewujudkannya. Dengan membuat konsep interior yang sama seperti di film dan pilihan menu bertema hutan Jurassic Park, para pengunjung akan merasakan atmosfer langsung seperti apa kehidupan di dunia Jurassic Park. 
      Tapi kamu harus berhati-hati Travel Mates, karena di restoran ini akan ada dinosaurus yang tiba-tiba muncul dihadapan kamu ketika kamu sedang makan. Jadi sebelum kamu ke sini, lebih baik kamu berlatih dulu seperti Owen Grady di film Jurassic Park saat mengendalikan Velociraptor, ya!
       
      SUMBER
    • By Clemenz Cave
      Hi,
      I'm just looking for mates to travel with to Japan through Xmas till New Year's Eve, so about 5 days give or take. Anyone is welcomed! 
      For now its only me and myself, haven't got the itinerary written down yet much less the exact dates to go and back. 
      You can invite your friends along if you want, THE MORE THE MERRIER! :D
    • By vie asano
      Masih tentang Hiroshima. Pada tulisan Hiroshima's Guide for Travellers (1), saya sudah menyinggung tentang moda transportasi publik dan juga beberapa bangunan lain yang tersisa paska serangan bom atom 6 Agustus 1945 yang menghancurkan hampir seluruh kota Hiroshima. Tapi Hiroshima nggak melulu berisi cerita tentang bom atom lho. Kota ini sudah lama move on dari kehancuran paska serangan bom dengan kode nama little boy tersebut, dan kini memiliki banyak obyek wisata yang menarik. Misalnya saja, untuk kategori wisata sejarah. Di Hiroshima terdapat 2 kastil yang cukup populer. Kastil pertama, Hiroshima Castle, aslinya dibangun oleh Terumoto Mori pada tahun 1590. Sayangnya kastil ini hancur oleh bom atom Hirosohima dan hanya menyisakan sedikit struktur aslinya. Kini Hiroshima Castle sudah selesai di rekonstruksi dan difungsikan sebagai museum yang mengangkat budaya samurai.
      Foto 01:
      Hiroshima Castle [foto: Fg2/wikimedia]
      Sedangkan kastil kedua adalah Fukuyama Castle yang terdapat di Fukuyama, Hiroshima. Sama seperti Hiroshima Catle, Fukuyama Castle ini bukanlah kastil asli, karena di Jepang kastil asli hanya berjumlah 12 saja (baca disini: Tahu Nggak, Hanya Ada 12 Kastil Original di Seluruh Jepang Lho!).
      Foto 02:
      Fukuyama Castle [foto: Jnn/wikimedia]
      Dari spot bersejarah, lanjut ke museum. Selain memiliki museum keren di Hiroshima Peace Memorial Park, Hiroshima juga punya stok museum bertema lain yang tak kalah kerennya. Contohnya adalah Mazda Museum. Dari namanya sudah bisa ditebak jika museum ini berkaitan dengan Mazda, dan memang benar adanya. Mazda memang salah satu produsen mobil yang memiliki peran penting dalam perekonomian Hiroshima, dan di Mazda museum ini wisatawan dapat melihat-lihat berbagai hal yang berkaitan dengan Mazda, mulai dari sejarah, proses perakitan mesin, dan lain-lain. Untuk bisa masuk ke museum ini sama sekali tidak dikenakan biaya. Hanya saja wisatawan wajib melakukan reservasi terlebih dulu.
      Foto 03:
      Salah satu display di Mazda Museum [foto: Taisyo/wikimedia]
      Hiroshima memiliki beberapa museum seni dengan koleksi yang sangat baik, antara lain Hiroshima City Museum of Contemporary Art yang memiliki berbagai koleksi seni dari beberapa seniman Barat ternama seperti Andy Warhol. Museum seni lainnya, Hiroshima Prefectural Museum of Art, juga memiliki koleksi seni yang sangat baik mulai dari seni klasik hingga modern. Begitu juga dengan Hiroshima Museum of Art dengan koleksi andalannya adalah karya seni bergaya Eropa.
      Foto 04:
      Hiroshima Prefectural Museum of Art [foto: Taisyo/wikimedia]
      Namun jika tak tertarik dengan museum seni maupun jika membawa anak-anak, masih banyak jenis museum lainnya seperti Hiroshima Children's Museum yang memiliki aneka eksibisi yang akan disukai oleh si kecil; Hiroshima City Transportation Museum, dan lain-lain.
      Foto 05:
      Hiroshima Children's Museum [foto: Taisyo/wikimedia]
      Dari museum, mari mengunjungi aneka kuil di Hiroshima. Ya, wisata kuil memang selalu menjadi salah satu aktifitas favorit untuk dilakukan di Jepang. Sayangnya, untuk kota Hiroshima sendiri minim kuil yang betul-betul menawarkan keunikan khas untuk wisatawan. Mungkin yang bisa masuk dalam kategori cukup unik adalah Mitaki-dera, kuil Budha yang memiliki pemandangan indah saat musim gugur. Tapi nggak perlu kecewa. Jika masih ingin melakukan wisata kuil, sekalian saja berkunjung ke Miyajima, karena disana ada kuil Itsukushima yang diakui sebagai salah satu dari Japan's 3 top scenic sight (2 lainnya adalah pine-clad island di Matsushima dan Amanohashidate. Untuk Amanohashidate, bisa dibaca disini: Amanohashidate part 1, Amanohashidate part 2). Info tentang Miyajima menyusul yah.
      Foto 06:
      Mitaki-dera [foto: Binabik155/wikimedia]
      Festival di Hiroshima
      Ada beberapa festival besar di Hiroshima, tapi saya hanya akan menyinggung yang paling populer saja. Salah satu festival terbesar dan terpopuler di Hiroshima adalah Hiroshima Flower Festival yang diadakan setiap tanggal 3-5 Mei setiap tahunnya (bertepatan dengan liburan Golden Week). Festival yang digelar di Hiroshima Peace Memorial Park ini dipenuhi dengan aneka pertunjukan meriah, mulai dari tari, nyanyi, parade, hingga pasar kaget. Tak heran jika setiap kali festival ini dilangsungkan, jumlah pengunjungnya bisa mencapai lebih dari 1 juta orang.
      Foto 07:
      Hiroshima Flower Festival [foto: Taisyo/wikimedia]
      Festival lain yang selalu mencuri perhatian wisatawan tentu saja adalah Hiroshima Lantern Festival, yang diselenggarakan di Hiroshima Peace Memorial Park setiap diperingatinya tanggal jatuhnya bom atom Hiroshima, yaitu 6 Agustus. Saya pernah menyinggung sedikit tentang festival tersebut pada tulisan Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (3-end).
      Foto 08:
      Hiroshima Lantern Festival [foto: w00kie/flickr]
      Kuliner khas Hiroshima
      Akhirnyaaaa, sampai juga di bagian kuliner! Dan kuliner pertama ala Hiroshima yang akan saya ulas adalah Okonomiyaki.
      Lho, kok okonomiyaki? Bukannya okonomiyaki berasal dari Osaka?
      Ya, okonomiyaki memang populer sebagai kuliner khas Osaka. Saking populernya, Tokyo tak mau kalah dan akhirnya membuat versi tandingan dari okonomiyaki yaitu monjayaki (tempat paling populer untuk mencicipi kuliner ini ada di Tsukishima). Untuk Hiroshima, daerah ini memiliki okonomiyaki yang dibuat dengan gaya yang khas. Jika okonomiyaki khas Osaka dibuat dengan mencampuradukkan seluruh bahan ke dalam larutan tepung dan di goreng di wajan datar, okonomiyaki ala Hiroshima dibuat berlayer. Campurannya pun bervariasi, tak hanya sekedar kubis, telur, dan daging. Namun bisa dicampur juga dengan seafood (biasanya cumi maupun gurita), keju, dan juga mie (baik soba maupun udon). Kuantitas kubisnya pun jauh lebih banyak dibanding versi Osaka. Penampakan okonomiyaki ala Hiroshima kira-kira seperti berikut.
      Foto 09:
      Okonomiyaki ala Hiroshima, tahap persiapan. Kubisnya segunung! [foto: J. Miers/wikimedia]
      Foto 10:
      Hasil jadi okonomiyaki ala Hiroshima. Mie menjadi salah satu bahan dasarnya[foto: Daderot/wikimedia]
      Dan bandingkan dengan okonomiyaki versi Osaka.
      Foto 11:
      Okonomiyaki ala Osaka tahap setengah jadi [foto: Marcel Montes/wikimedia]
      Foto 12:
      Okonomiyaki ala Osaka [foto: Marcel Montes/wikimedia]
      Kuliner khas Hiroshima lainnya adalah momiji manju. Kue ini berbentuk seperti daun momiji (atau maple) dan diisi dengan pasta kacang merah. Nggak suka kacang merah? Jangan khawatir. Saat ini sudah banyak varian isian lain dari momiji manju, seperti coklat, keju, matcha, dan lain-lain.
      Foto 13:
      Momiji manju [foto: Daderot/wikimedia]
      Tiram merupakan kuliner khas lainnya dari Hiroshima. Tak sulit untuk menemukan tiram, karena aneka kuliner yang menggunakan tiram sebagai bahan dasarnya mudah ditemukan di berbagai restoran, ryokan, hingga stand pinggir jalan di Hiroshima. Tiram ini enak juga lho disantap mentah dengan dicocolkan ke dalam soy sauce. Bisa juga disantap setelah dibakar, seperti pada gambar berikut ini.
      Foto 14:
      Tiram bakar [foto: Daderot/wikimedia]
      ***
      Semoga informasinya bermanfaat!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
      ***
      Baca juga:
      Hiroshima: Dulu dan Sekarang
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (1)
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (2)
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (3-end)
      Hiroshima's Guide for Travellers (1)
    • By vie asano
      Nagasaki sudah selesai dikupas dan dikuliti dalam seri tulisan Nagasaki's Short Guide for Travellers (1) dan Nagasaki's Short Guide for Travellers (2-end). Saya juga sudah mengulik tentang Gunkanjima, salah satu pulau tak berpenghuni paling populer di dunia, yang bisa dibaca disini: Gunkanjima, Pulau Kapal Perang Berhantu di Nagasaki (1) dan Gunkanjima, Pulau Kapal Perang Berhantu di Nagasaki (2-end). Supaya adil dengan Hiroshima yang sama-sama jadi korban bom atom 1945, kali ini giliran Hiroshima yang akan dikupas dalam bentuk panduan (yang mudah-mudahan cukup) singkat untuk wisatawan.
      Mengapa saya masih ingin mengupas tentang Hiroshima sementara bahasan tentang Nagasaki sudah selesai? Kok nggak move on aja ke topik lainnya? Sejak saya mengenal Hiroshima saat membantu menyusun itinerary wisata (sudah disinggung pada tulisan [sharing] Itinerary Wisata Jepang 23-31 Mei 2014 2-end), saya berpendapat Hiroshima termasuk kota yang cukup asyik. Jika dilihat aksesnya dari Tokyo, jarak Tokyo-Hiroshima pun nggak sejauh Tokyo-Nagasaki (±8,5 jam via shinkansen), yaitu hanya kira-kira 4-5 jam saja menggunakan shinkansen. Jadi jika Nagasaki saya ulik cukup mendalam, kenapa nggak dengan Hiroshima? Bukankah Hiroshima juga memiliki daya tarik yang nggak kalah dengan Nagasaki, dan bahkan lebih cepat di akses dari Tokyo.
      Saya nggak akan panjang lebar membahas tentang hal-hal basic seputar Hiroshima, apalagi dari segi sejarah, karena sudah saya singgung pada tulisan Hiroshima: Dulu dan Sekarang. Jadi saya akan langsung mulai dengan moda transportasi publik di Hiroshima, aneka obyek wisata yang menarik, beberapa festival penting, dan tentu saja kulineran. Selamat menikmati.
      Moda transportasi publik di Hiroshima
      Hiroshima memiliki moda transportasi publik yang sedikit berbeda dengan Tokyo dan Kyoto. Jika Tokyo punya jaringan kereta dan subway yang rumit, serta Kyoto memiliki jaringan bus yang menjangkau berbagai sudut kota, maka Hiroshima memiliki jaringan tram yang sangat baik. Hampir sama dengan Nagasaki yang juga memiliki tram sebagai moda transportasi andalan. Bedanya, jaringan tram di Hiroshima lebih besar, dan populer dengan nickname Hiroden (singkatan dari Hiroshima Dentetsu Kabushiki-gaisha). Terdapat 8 line tram yang menghubungkan stasiun terbesar di Hiroshima, yaitu Stasiun Hiroshima, dengan berbagai area di kota tersebut. Tak heran jika Hiroshima disebut-sebut sebagai kota dengan jaringan tram terbesar di Jepang.
      Foto 01:
      Hiroden [foto: Taisyo/wikimedia]
      Tak sulit untuk naik hiroden di Hiroshima. Pada prinsipnya, naik hiroden tak berbeda dengan naik kereta. Wisatawan tinggal memilih jalur mana yang akan melewati obyek wisata yang diinginkan. Tarifnya flat, yaitu ¥160* untuk seluruh area di pusat kota, dan naik secara bertahap saat pergi keluar dari pusat kota. Bagi yang ingin praktis menjelajah kota, tinggal membeli tiket terusan yang berlaku selama 1 hari kalender. Harganya hanya ¥600* saja. Namun jika membayar ekstra ¥240*, bisa sekaligus mendapat tiket ferry pulang-pergi ke Miyajima. Miyajima merupakan salah satu side trip favorit dari Hiroshima, dan termasuk salah satu obyek wisata favorit di Jepang lho. Kalau mood nggak berubah, mudah-mudahan sempat mengulik tentang Miyajima.
      Foto 02:
      Hiroden [foto: Flyingbear/wikimedia]
      Pertanyaan selanjutnya yang biasa muncul adalah, apakah JR Pass berlaku untuk naik tram? Jawabannya tidak. Tapi jangan dulu kecewa, karena wisatawan bisa naik Maple-oop, sebuah bus wisata untuk turis yang dikelola oleh JR. Bus wisata ini akan menghubungkan Stasiun Hiroshima dengan berbagai obyek wisata favorit, dan asyiknya, naik Maple-oop ini dicover oleh JR Pass.
      Foto 03:
      Familiar dengan pemandangan ini? Lokasinya di Miyajima lho. Tunggu ulasan tentang Miyajima yah [foto: Jordy Meow/wikimedia]
      Obyek wisata populer di Hiroshima
      Khusus untuk obyek wisata, walau saya telah mengupas tentang Hiroshima Peace Memorial Park (baca disini: Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepengal Cerita Bom Atom 1945 1, Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 2, Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 3-end), namun ternyata masih ada beberapa obyek lain yang menjadi saksi hidup peristiwa bom atom Hiroshima. Maksudnya, A-Bomb Dome dan Rest House yang ada di Hiroshima Peace Memorial Park bukan satu-satunya, eh dua-duanya bangunan yang selamat paska bom atom Hiroshima. Masih ada lho beberapa bangunan lain di sekitar taman tersebut yang merupakan hasil renovasi bangunan yang selamat paska peristiwa tersebut. Misalnya saja bangunan bekas gedung Bank of Japan yang hanya berjarak 380 meter dari Hypocenter, atau titik pusat ledakan, termasuk salah satu yang relatif utuh karena strukturnya yang memang kuat. Kini bangunan ini dijadikan pusat aktifitas seni budaya dan dibuka untuk umum.
      Foto 04:
      Bekas gedung Bank of Japan [foto: Fg2/wikimedia]
      Bangunan lain yang relatif utuh paska ledakan bom atom adalah Fukuromachi Elementary School yang sebagian areanya kini difungsikan sebagai museum. Lalu ada juga bangunan bekas Hiroshima Mitsui Bank (kini jadi Andersen Bakery), dan banyak lagi. Intinya sih, jika memang alasan utama berkunjung ke Hiroshima karena tertarik dengan peristiwa bom atom Hiroshima, jangan terpaku dengan Hiroshima Peace Memorial Park. Cobalah berjalan-jalan di sekitar taman, siapa tahu Anda bisa menemukan harta karun peninggalan peristiwa 6 Agustus 1945 lainnya.
      Foto 05:
      Fukuromachi Elementary School [foto: Laika Ac/wikimedia]
      Dari Hiroshima Peace Memorial Park, saya ingin mengajak teman-teman untuk mengenal aneka taman indah lainnya yang dimiliki oleh kota Hiroshima. Shukkeien Garden termasuk salah satu taman tertua yang ada di Hiroshima (dibangun tahun 1620) dan dulunya dimiliki oleh Asano Nagaakira, penguasa Hiroshima. Taman bergaya Jepang ini termasuk salah satu yang wajib dikunjungi oleh para pecinta taman. Selain karena jaraknya yang tak begitu jauh dari Stasiun Hiroshima, juga karena harga tiketnya relatif murah (Â¥250* untuk pengunjung dewasa).
      Foto 06:
      Shukkeien Garden [foto: Jakob Halun/wikimedia]
      Taman lain yang menarik untuk dikunjungi adalah National Bihoku Hills Park atau Bihoku-kyuryo Park. Sesuai namanya, tempat ini merupakan sebuah taman nasional, tepatnya taman nasional ke-11 di Jepang (dan pertama di wilayah Chugoku). Fasilitas di taman ini cukup lengkap, mulai dari taman bunga, rumah kaca, hingga lapangan golf.
      Foto 07:
      National Bihoku Hills Park [foto: OS6/wikimedia]
      Lanjut lagi tentang aneka obyek wisata menarik di Hiroshima pada tulisan berikutnya yah.
      ***
      * Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
      ** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H buat Jalan2ers yang merayakan! Taqoballahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal aidzin wal faidzin Mohon maaf lahir dan bathin jika selama ini ada salah-salah kata, baik yang disengaja maupun tidak.
      Setelah beberapa hari absen menulis karena mudik, saya kangen sharing-sharing info lagi di blog sederhana ini. Berhubung masih dalam suasana mudik, kali ini saya ingin sharing info festival khas Jepang yang melibatkan tradisi mudik. Eits, jangan salah. Di Jepang juga ada tradisi mudik lho. Jika di Korea tradisi mudik biasa dilakukan saat perayaan Chuseok (bisa dibaca disini: Mengenal Chuseok, Thanksgiving ala Korea Selatan) dan Seollal (Lunar New Year), maka di Jepang tradisi mudik biasa dilakukan menjelang perayaan Obon atau Obon Festival. Apakah Obon Festival itu?
      Sekilas tentang Obon Festival
      Obon Festival, biasa disebut Obon atau Bon saja, merupakan salah satu festival khas agama Budha yang bertujuan untuk menghormati arwah leluhur. Perayaan ini diangkat dari kisah Maha Maudgalyayana (Mokuren), salah seorang murid Budha yang telah kehilangan ibunya untuk selamanya. Mokuren memiliki penglihatan jika arwah sang ibu menderita, dan dia pun akhirnya bertanya pada Budha bagaimana caranya menolong sang ibu. Budha kemudian memerintahkannya melakukan beberapa ritual melalui pendeta Budha yang telah selesai menjalankan retret musim panas mereka. Mokuren menuruti perintah tersebut, dan dia lalu melihat arwah ibunya kini jauh lebih bahagia. Ritual tersebut kemudian disebarluaskan dan dilakukan oleh banyak orang, dan dikenal dengan nama Obon.
      Kapan perayaan Obon itu?
      Obon dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda di seluruh Jepang, walau biasanya berkisar antara bulan Juli dan Agustus. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya perubahan sistem penanggalan Jepang. Semula Jepang menganut kalender Bulan, namun pada periode Meiji berganti mengikuti kalender Gregorian. Akibatnya, perayaan Obon yang biasanya jatuh pada bulan ke-7 mengalami pergeseran tanggal. Ada yang tetap merayakan Obon pada tanggal ke-15 pada bulan ke-7 berdasarkan kalender bulan (disebut Kyu Bon); ada yang merayakan pada tanggal ke-15 bulan ke-7 pada kalender Matahari (disebut Shichigatsu Bon); dan ada juga yang merayakan berdasarkan pada kalender Bulan, namun perayaannya mengambil waktu tanggal 15 Agustus (disebut Hachigatsu Bon). Bon yang terakhir ini yang banyak dirayakan di seluruh Jepang, sementara Kyu Bon masih dirayakan di daerah tertentu seperti wilayah Utara area Kanto, Shikoku, Chugoku, dan Okinawa.
      Apa yang dilakukan saat perayaan Obon?
      Inti dari perayaan Obon adalah menghormati arwah leluhur. Secara singkatnya sih orang Jepang percaya jika arwah leluhur akan mengunjungi mereka pada periode perayaan Obon. Karenanya, pada perayaan Obon orang-orang akan menggantungkan lentera di depan rumah mereka untuk memandu arwah leluhur agar bisa menemukan jalan kembali ke rumah.
      Foto 01:
      Lentera di depan rumah saat perayaan Obon [foto: Katorisi/wikimedia]
      Selain menggantungkan lentera, orang Jepang juga akan mempersembahkan makanan bagi para leluhur tersebut. Makanan persembahan tersebut akan disajikan di altar rumah, maupun di kuil. Ritual lainnya adalah mengunjungi makam para leluhur untuk berdoa dan membersihkan makam. Selain itu, mereka akan menarikan bon odori (lihat pada bagian tentang bon odori). Barulah pada akhir periode Obon lentera-lentera tersebut akan dihanyutkan di sungai untuk menuntun kembali para arwah kembali ke alamnya.
      Foto 02:
      Menghanyutkan lentera pada akhir perayaan Obon [foto: JamesAlexanderJack/wikimedia]
      Tentang Bon Odori
      Perayaan Obon tak bisa dipisahkan dari Bon Odori, alias Bon Dance. Tarian ini juga relatif populer ditampilkan di berbagai matsuri yang ada di Indonesia lho. Biasanya sih salah satu lagu favorit untuk mengiringi Bon Odori ini adalah soundtrack-nya anime Chibi Maruko-chan (lupa judulnya apa). Tentunya itu untuk Bon Odori versi Indonesia yah.
      Foto 03:
      Bon Odori [foto: Jiang Dong-Qin/wikimedia]
      Bagi yang masih bingung, Bon Odori merupakan tarian yang ditampilkan pada perayaan Obon. Tarian ini terinspirasi dari luapan kegembiraan yang ditunjukkan oleh Mokuren saat mengetahui jika arwah sang ibu sudah terbebas dari penderitaan. Koreografi dan lagu yang biasa digunakan saat Bon Odori berbeda untuk setiap daerah di Jepang, namun tipikalnya tarian ini dilakukan sambil mengitari sebuah pusat (biasanya yang menjadi pusat adalah yagura/panggung kayu khusus untuk festival). Para penari (biasanya pengunjung yang akan diajak berpartisipasi) akan melakukan serangkaian gerakan sambil bergerak mengitari pusat tersebut.
      Dampak perayaan Obon bagi pariwisata Jepang
      Sampai disini mungkin ada yang bingung yah. Katanya Obon berhubungan dengan mudik? Trus mana nih bagian mudiknya?
      Nah, info ini salah satu yang wajib diketahui oleh wisatawan yang akan berkunjung ke Jepang pada periode Obon (kira-kira 13-15 Agustus). Periode Obon merupakan salah satu periode liburan populer di Jepang. Pada perayaan Obon, orang-orang akan kembali pulang ke kampung halaman untuk ikut menyambut arwah leluhur, maupun sekedar meluangkan waktu untuk kumpul bersama keluarga besar. Bahasa Indonesia-nya sih, mudik!
      Lalu apa dampaknya aktifitas mudik tersebut pada pariwisata Jepang? Tentu saja ada, karena pada masa liburan Obon dianggap sebagai peak season. Harga tiket dan akomodasi akan jauh lebih mahal dibanding low season. Dan tak heran juga jika pada masa tersebut berbagai tempat wisata akan penuh sesak, toko banyak yang tutup, dan jalanan juga lebih ramai dari biasanya. Jadi, jika ingin lebih menikmati suasana liburan, hindari pergi ke Jepang pada periode Obon yah! Sebagai penutup, untuk tahun 2014 ini traffic di Jepang diperkirakan akan mulai meningkat pada tanggal 9 Agustus (saat orang-orang mulai meninggalkan kota besar untuk kembali ke kampung halaman) dan baru berakhir pada tanggal 16-17 Agustus (saat pemudik kembali pulang ke kota besar). Namun jika sudah terlanjur ada rencana liburan ke Jepang saat periode Obon, sekalian saja nikmati suasana festival. Berkunjunglah ke berbagai kuil karena selalu ada kemeriahan pada periode Obon.
      Semoga informasinya bermanfaat!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.