benny.wijaya

Backpacking/flashpacking Ke Chengdu, China

37 posts in this topic

Hi all,

 

Saya rencana mau backpacking/flashpacking ke China, lebih tepatnya ke Chengdu ibukota provinsi Sichuan. Bagi yang belum ada gambaran tempat ini seperti apa, saya kasih bocoran sedikit.

 

Chengdu merupakan tempat di China yang sedikit mendapat sinar matahari, artinya tempat ini cukup dingin dan tak heran makanan disini mostly pedas semisal makanan hotpot. Udah kebayang enaknya street food disana. Slurrrppp...

 

Untuk objek wisata alam tidak perlu diragukan lagi. Kita bisa mengunjungi danau 9 warna di Jiuzhaigou (Jiu = sembilan) dengan jarak 10 jam perjalanan dari Chengdu by Bus. Kemudian ada patung Buddha raksasa di Leshan, dan kita bisa mengunjungi Emeishan (pegunungan Emei yang sering ada di film-film silat).

 

Dan satu lagi, di Sichuan ini tempatnya para panda yang lucu. 80% populasi panda dunia ada disini. Jadi bagi yang pengen ketemu dan meluk2 panda harus dateng ke Chengdu :)

 

Rencana saya akan pergi awal Oktober selama seminggu. Kebetulan saya punya teman orang asli Chengdu yang bisa berbahasa Indonesia (pernah kerja di Indo 2 tahun) dan dia bersedia menemani selama disana, ya lumayan lah bisa sedikit berhemat karena kita jalan sendiri bukan pakai tour.

 

Yang berminat ingin gabung, bisa PM me yah. Siapa tau nanti kita bisa jalan bareng dan share cost disana. Terimakasih :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Nightrain Berdua sama teman umur 73 thn Biasa Blusukan mandiri Fr Siap @deffa Kalo Sampai perbatasan Tibetan Bebas Kalo ke Tibet Backpacker Biasanya Di chengdu tunggu Cari Teman Backpack lainya Kan ijin masuk tibet Min 4 Orang Di chengdu Kayanya Ko Acong ngak kuat A M S Nya Faktor Umur

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa , Saya rencana 9 Mei ini ke chengdu tapi pakai Tour .. soalnya dapat hadiah dari perusahaan

Rencana ke Panda Zoo , Gunung Emei , shu nan zhu hai ( hutan bambu yg di film couching tiger hidden dragon) , yipin ( Na cha palace )  , Big Buddha di Leshan dan Menginap di kompleks New Century Global centre ( Bangunan kompleks terbesar di dunia yg di dalamnya ada Mall , Hotel , kantor sampai kompleks kolam renang ) .

Mudah mudahan banyak dapat foto bagus disana ....

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hasil searching2 ku kalau ke Chengdu (terutama ke jiuzhaiguo) bulan Oktober, bakal rame banget karena awal oktober bertepatan dengan China Public Holiday (semacam 17 Agustusan China)...Aku rencana ke sana September akhir bro...biar bisa rasain fall di sana...

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa sepertinya pending dulu mas ke Chengdu nya, huhuhuhu... :(  soalnya temen saya yang asli orang Chengdu justru lagi kerja di Indonesia sekarang ini... nanti saya ngikutin jadwal dia, biar disana ada guide nya :D

ato mas Deffa ada rencana juga ke Chengdu dalam waktu deket ini? klo iya, boleh dong dibagi infonya siapa tau kita bisa shared trip bareng nih ;) 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa sepertinya pending dulu mas ke Chengdu nya, huhuhuhu... :(  soalnya temen saya yang asli orang Chengdu justru lagi kerja di Indonesia sekarang ini... nanti saya ngikutin jadwal dia, biar disana ada guide nya :D

ato mas Deffa ada rencana juga ke Chengdu dalam waktu deket ini? klo iya, boleh dong dibagi infonya siapa tau kita bisa shared trip bareng nih ;) 

hahaha wah saya belom ada plan ke cina, @ko Acong @Hartono Hasian tuh mungkin ada plan kesana :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Chans
      Share waktu jalan-jalan ke Pulau Hainan di China ya.. jadi sekarang lagi ada banyak tour-tour nawarin paket ke China, ada yang harganya lumayan murah (5jutaan) ini ke Hainan di China. Tempatnya lumayan bagus, banyak tempat-tempat yang instagrammable juga.
      Perjalanan dari Jakarta-ke bandara Haikou jam 7 malam, sampai di sana kira-kira 00.25 (waktu China yang lebih cepat 1 jam dari Jakarta), jadi perjalanan naik pesawat kira-kira 4 jam lebih. Langsung bermalam di hotel.
      Hari ke 2,  dapat makan sarapan dengan menu lumayan lengkap, ada nasi+lauk-lauknya, mie, bubur, roti dll, lalu naik bus menuju Sanya, agak lama naik bus dari Haikou ke Sanya,mungkin ditotal sekitar 5 jam-an (ada makan siang+stop buat ke toilet). Selama tour, tiap makan siang selalu dapat makan 9-10 macam menu Chinese Food.
      Di Sanya, pergi ke tempat namanya Deer Looking Back Sculpture, di sini bisa naik kereta kecil buat naik ke atas bukit dan bisa melihat pemandangan kota Sanya dari atas bukit. Dilanjutkan ke Dadong Sea dan mampir supermarket belanja makanan kecil. Di Hainan rata-rata yang dijual makanan olahan kelapa, mulai dari biskuit, permen, kopi.  Malamnya, optional tour bisa nonton show atau naik cruise, kita milih naik cruise 200 RMB ( 1RMB sekitar Rp.2.000,-). Di kapal nonton pertunjukkan tari-tarian, sulap, pertunjukkan topeng. Bisa juga naik ke atas dek buat foto-foto. 
      Hari ke 3, dibawa ke tempat yang menjual produk-produk bambu. Disini banyak produk yang menarik, seperti handuk yang bisa mengeringkan rambut sendiri (dibungkus pakai handuk 1 jam, rambut sudah kering), baju dalam yang bisa buat lampu nyala, tissue super bersih (bisa bersihin noda kecap dll sekali usap udah bersih) bisa dipakai 1 bulan jadi bisa dicuci dan dipakai lagi. Saya beli tissuenya, memang enak buat bersih-bersih, dll.
      Lalu mengunjungi tempat yang ada patung Dewi Kwan Im tertinggi di dunia, 108 meter, disini dapat makan makanan vege yang lumayan enak, tempat ini besar banget, cuma kita langsung dibawa ke tempat yang ada patung Dewi Kwan Im nya naik kereta kecil. Sorenya dibawa ke tempat yang jual Omega 3 Fish Oil. Pemandunya bisa berbahasa Indonesia, jadi penjelasan dalam bahasa Indonesia. Ada dijelasin seputar kesehatan juga, sepertinya bagus juga produk yang dijual, cuma harganya mahal dan bahannya terbuat dari hewan-hewan seperti anjing laut (tidak tega hehe).

      Hari ke 4, mengunjungi suku minoritas Yetian Minority Nationality Village, dibawa ke tempat berjualan obat Bao Fu Ling yang bagus buat luka bakar (sambil denger penjelasan produk, kita duduk sambil pakai mesin pijat di kaki, enak dipijat hehe) dan sorenya ke Desa Bali. Di sini beberapa peserta tour sempat nari dulu sama penari-penari yang didatangkan dari Indonesia.
      Hari ke 5, menuju Haikou lagi naik kereta cepat. 45 menit sudah sampai di Haikou. Haikou cuacanya lumayan dingin, kalau di Sanya dan di hari ke-3 dan ke-4 cuaca panas terik, di Haikou lebih dingin (pakai jaket 1 saja sudah cukup, walau ada peserta tour yang gak pakai jaket juga). 
      Di Haikou, pergi ke Qilou Old Street, disini yang banyak dibeli adalah pie durian (made in Vietnam). Menurut saudara yang dikasih oleh-oleh ini memang enak katanya, pantas pada beli banyak-banyak, saya gak mencicipi karena gak doyan durian.  Dari sana dibawa ke Movie Town, disini sangat banyak spot buat foto-foto. Ada 2 pintu masuk tempat disini, 1942 street dan Nanyang street.
      Di 1942 street, tempatnya kayaksetting film dengan rumah-rumah jadul yang terbuat dari kayu, disini ada studio buat foto sama Chiang Kai Shek. 
      Di Nanyang Street, tempatnya kayak setting film dengan bangunan yang lebih modern dari yang di 1942 street. Tapi dua-duanya sama bagus. Disini bisa foto studio sama mei ni yang pakai baju Shanghai (mei ni bahasa mandarinnya cewek cantik, tapi semua cewek juga dipanggil mei ni di China gak hanya yang cantik-cantik aja), fotonya nanti dicetak dan bisa diambil (yang gratis dapat ukuran kecil, yang besar bayar 20 RMB). 
      Disini waktunya agak terbatas, setelah foto-foto studio dan belanja sebentar, lalu jalan-jalan sedikit tau-tau waktu sudah habis, sudah waktunya pergi TT lihat di web nya rupanya masih banyak tempat-tempat yang bagus. Link: http://www.movietownhaikou.com

      Setelah dari Movie Town, dibawa ke Mall yang besar, memang China itu negara besar, jadi mallnya pun besar banget. Setelah itu makan malam dan dibawa ke airport untuk perjalanan pulang. 
      Karena kurs RMB (China Yuan) yang masih terjangkau, rasanya belanja dan makan-makan disini gak terlalu mahal.
      Next jadi mau ke China lagi, ke kota yang lainnya (kalau bisa backpacker tanpa ikut tour biar lebih puas). 
      Sekian share saya, dikit aja karena gak pinter bercerita, ada beberapa hal yang juga udah lupa hehe.
       
    • By Gulali56

      Sudah banyak memang yang menulis bahwa apply visa China itu gampang . Tetapi yang namanya sudah beli tiket pesawat pulang pergi , apply visa selalu membuat saya was was.
      Ini kali kedua saya apply visa, setelah sebelumnya apply visa Taiwan 2 tahun yang lalu. Yang bikin kuatir mungkin karena salah satunya adalah saya baru memperpanjang paspor pertengahan tahun ini.So far dengan paspor yang baru cuma ada cap Negara Singapura 2x dan Malaysia 1x.
      Untuk apply visa China sekarang tidak lagi di kedutaan RRC melainkan agen khusus yang ditunjuk yaitu di Chinese Visa Application Service Center di The East Mega Kuningan. Padahal Kedutaan RRC cuma 3 menit jalan kaki dari kantor saya. Sedangkan ke The East itu justru 10menitan.
      Pertama-tama saya mendownload form di https://www.visaforchina.org/ sebenarnya bisa sekalian isi online terus tinggal print tapi karena teman saya tidak ada internet akhirnya saya download saja dan isi manual tulisan tangan.
      Pertanyaannya tidak terlalu ribet, mungkin yang agak ‘tricky’ karena ada kolom itinerary tapi cuma dikasi jatah 5baris. Akhirnya saya tulis tanggal saya sampai di Beijing dan tanggal keluar dari Beijing.Haha.. asli culun. Maksud saya toh memang mau menyertakan itinerary di lembar terpisah.Ternyata pas di loket, dikembaliin tuh lembar itinerary yang di ketik bagus-bagus.Yang culun di aplikasi justru tak masalah.
      Jadi yang dibutuhkan untuk apply visa China itu adalah sbb:
      Form aplikasi yang sudah diisi lengkap dan di ttd. Oiya pake ukuran kertas A4 ya print nya. Foto 4x4.5cm latar belakang putih 1 lembar. Kalau saya ambil foto di Mal Ambassador lt.1,15-20menit saja harga Rp 40,000.Cukup bilang foto buat visa China ya.Orgnya sudah biasa bgt ngelayanin pembuatan foto buat visa jadi gak pake tanya ukuran foto.Iyalah daerah kuningan gudangnya kedutaan dan agen pembuat visa. Paspor asli dgn masa berlaku lbh dari 6bln dari tgl keberangkatan. Copy paspor, copy KTP Copy Ticket pesawat Copy booking hotel Saya datang jam 11.30 langsung diarahkan naik tangga ke lantai 2 pas di depan pintu masuk The East. Di lantai 2 ketemu satpam,ditanya mau ambil jalur regular atau express.Berhubung santai ya kita pakai jasa regular. Dikasi nomer urut.Baru duduk 2 menit sudah dipanggil nomer saya, karena memang saat itu kosong banget disana.
      Di loket langsung dicek kelengkapan dokumen, ternyata temen saya lupa copy passport nya untung mba petugasnya baik. Diterima
      aja tanpa embel-embel harus bayar fotocopy lagi. Langsung dikasi form pengambilan visa

      Saya submit aplikasi di hari selasa, visa bisa diambil di hari jumatnya. Yang paling oke lagi. Bayar nya pas visa jadi dan bisa pakai credit card.
      Akhirnya berhasil juga dapat visa China, padahal pas ambil pas sampai sana jam 4kurang 2menit.hehehe..
      Cuman lagi mikir aja. Betapa enaknya itu agen service visa yang di kasi hak exclusive itu. Harga single entry (reguler) yang Rp 300,000 jadi Rp 540,000. Ckckck..Kaya banget tuh agen.
      The East Building, Unit 6, 2nd Floor,
      Jl, DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 3.2
      no.1 South Jakarta 12950, Indonesia.
      Office Hours:
      Monday – Friday
      Application Submission: 9:00AM to 3:00PM
      Payment and Passport Collection: 9:00AM-4:00PM
      The Center is closed on Saturdays, Sundays and Indonesian public holidays.
      Biaya Visa + Processing Fee
      Single Entry:
      Reguler(4hari) : 300,000 + 240,000
      Express (3hari): 300,000 + 200,000(extra fee) + 400,000
      Urgent (2hari): 300,000 + 300,000(extra fee) + 500,000
      Nah kebayang deh jadi berapa total biaya untuk entry dibawah ini.
      Double entry : Rp 450,000
      Multiple entry /6bulan : Rp 600,000
      Multiple entry/1thn: Rp 900,000

    • By Daniel0705
      Perjalanan solo backpacker 4D3N
      Zhang jia jie terletak di provinsi hunan. Dari changsha, ibu kota provinsi hunan ke kota zhang jia jie bisa ditempuh dengan jalur darat mengunakan bus maupun kereta, dan jalur udara mengunakan pesawat terbang. Saya sendiri start dari fuzhou mengunakan pesawat sampai ke changsha lalu lanjut penerbangan ke zhang jia jie. Jika buka masa liburan seperti bulan april ini, tiket pesawat dari changsha ke zhang jia jie pp hanya 504 rmb. Pesawat yg dipakai dari changsha ke zhang jia jie adalah pesawat kecil, mungkin hanya memuat 50puluhan orang. Saran saya untuk solo backpacker adalah minimal bisa bercakap2 hal2 sederhana dalam bahasa mandarin. Saya hanya bercakap2 dalam bahasa inggris dengan petugas hostel dan lainnya harus memakai bahasa mandarin. Lalu transportasi umum dizhang jia jie juga kurang baik, karena disetiap pemberhentian bus, tidak diberi tahu sudah sampai halte mana, jadi anda harus bisa kira2 atau minimal bisa baca nama jalan disana.
      Pengeluran
      tiket taman nasional zhang jia jie 3hari 248rmb
      百龙天梯 lift outdoor sktr 78rmb
      cable car di tn zhang jia jie sktr 70rmb
      kereta listrik di tn zhang jia jie pp 50rmb
      Tiket tian men shan sekitar 258rmb
      Berikut saya bagikan foto2 saya di zhang jia jie...















    • By Ahook_
      Mei 2017.
      Nah selama 3 hari 2 malam di Chengdu, aku main ke beberapa tempat yang menurutku prioritas deh. Dengan waktu sesingkat itu, sebenarnya kurang puas untuk mengeksplore satu kota. Tapi ya sudahlah, manfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin.

      Kota Chendgu yang rapi, bersih dan tertata. 
      Setelah checked in di Mrs. Panda Hostel ( bisa baca disini ), hal pertama yang aku lakukan adalah cari makan. Erhmm.. kan 3 hari kemaren, sejak hari pertama naik kereta dari Lhasa, bisa dikatakan belum makan. Yalah, cuma biskuit dan pop mie sehari sekali saja. Bisa baca disini.

      Banyak sekali atraksi dari anak muda Chengdu..
      Dari hotel, aku jalan kaki ke arah Hong Xin Road, sekitar 20 menit jalan kaki. Okey disini, menjadi pusat keramaian. Anak mudanya banyak. Mall bergengsi. Restoran banyak bertebaran. Tempat shopping kelas atas. Dan jika sudah ada di Chengdu, makanan yang wajin dicoba adalah hot pot-nya.

      Makan Hot Pot//
      Aku makan di Wonderful Hot Pot di Mall Silver. Bayar 68 CNY per orang. Makan sepuasnya. Semacam Hanamasa kalau di Indonesia. Buat lidahku, kurang cocok. Ya gak salah sih kalau untuk mencobanya. Banyak restoran yang menawarkan hot pot. Aku lihat sih, harganya hampir sama.
      Entah dimana saja, pasti ramai. Orang lalu lalang. Ya, anak- anak muda Cina, yang katanya kaya- kaya itu. Pas aku disana, sedang ada pre-event untuk satu acara dari salah satu radio terkenal di Cina. Siapapun, boleh ikutan event itu. Buat sekedar berfoto dan sebagainya.

      Artinya, aku sedang berada di Chengdu...
      Panda sebagai icon kota Chengdu, jelas terlihat dipusat keramaian tersebut. Ada panda besar yang berdiri ditengah dan ada satu panda yang sedang memanjat keatas gedung, yang kelihatan hanya pantat pandanya saja. Mau kesini sih gampang banget, ada Metro line. Kawasan ini ternyata besar sekali. Dan keramaiannya merata disetiap sudut jalan. Aku sendiri, eksplor sampai setiap jalanannya. Hahahaha…
       

      Panda sedang memanjat..
      Yang tidak boleh dilewatkan adalah melihat panda aslinya di Giant Panda Research yang berjarak 30 menit perjalanan dari hostel ini. Kamu bisa pergi sendiri naik bus, seharusnya. Tapi karena dari pihak hostel ada penawaran harga bagus, aku pakai jasa dari mereka saja. Sudah termasuk transport pulang pergi dan tiket masuk. Aku bayar 120 CNY per orang. Karena rasa letih dan lelah yang masih terasa dari sisa perjalanan di Tibet dan perjalanan 44 jam naik kereta api tersebut. Harga asli tiket masuk per orang 60 CNY. Paket yang ditawarkan itu adalah paket setengah hari. Jadi jam 11 siang sudah jalan pulang lagi ke hostel.
       

      Turis sedang antri mobil, aku pilih jalan kaki... di dalam Giant Panda Research..
      Betul kata pihak hostel, untuk kunjungi panda, waktu yang cocok adalah pagi hari. Kalau bisa lebih pagi kesana. Biar bisa melihat panda- panda itu sarapan pagi. Sarapan? Iya, sarapannya, bambu. Kalau sudah lewat jam makannya, panda – panda itu kebanyakan sudah tidur, sudah malas- malasan.
       

      Sedang sarapan..
      Aduh, sumpah, ngakak lihat panda – panda itu bertingkah. Setelah kenyang makan, mereka itu ya, sebelum bermalasan tidur- tiduran, mereka itu main dulu. Saling ganggu satu dengan lainnya. Ada saja tingkah panda yang buat ngakat pengunjung pagi itu. Malahan ya, yang paling buat tertawa geli ketika 2 ekor panda saling mesra- mesraan, manja-manjaan, saling mengganggu. Jangan lupa, ambil peta lokasi Giant Panda Research.
       

      Sedang bermesraan..
      Setelah diantar pulang ke hostel, waktu sudah menunjukkan jam 11.30. Manfaatkan wifi hostel untuk mencari informasi tempat yang bisa dikunjungi setengah hari dan berada ditengah kota. Dengan catatan, ada akses mudah menuju ke sana.
       

      Suasana di dalam Jin Li Street.
      Pilihannya adalah Jinli Street. Kawasan belanja yang ramai turis lokal maupun asing itu boleh kamu kunjungi. Yang aku suka kawasan ini, bangunannya yang masih kental dengan nuansa Cina jaman dulu. Sepanjang kawasan tersebut, yang ditawarkan sudah pasti restoran, jajanan, jual souvenir, ada taman dan arsitektur bangunannya yang menarik mata.
       

      Jin Li Street.
      Dari hostel, jalan kaki ke Bin Jiang Street, cari bus stop, tunggu bus no.182. Bayar 2 CNY per orang, kamu akan langsung diantar sampai didepan Wu Hou Temple. Loh kok Wu Hou Temple? Jinli Street tepat berada disebelahnya vihara ini. Jadi sekali dayung 2 pulau terlampui, begitulah kira- kira. Jalan – jalan di kawasan Jinli Street, mungkin bisa habiskan waktu minimum 2 jam kali ya. Atau bisa lebih buat kamu yang betah keliling. Kawasan ini luas sekali. Aku sempat coba makan mie lokal Chengdu. Entahlah, lidahku, untuk mie ini juga kurang cocok. Kalau coba juice mangga sih aku suka.
       

      Jin Li Street.
      Sedangkan untuk Wu Hou Temple, kalau kamu mau masuk, harus bayar 60 CNY per orang. Komplek ini sangat luas. Lebih tepatnya, tempat ini semacam museum sih, menurutku. Kuil ini dibangun untuk menghormati Zhu Ge Liang, seorang Perdana Menteri dan Penasihat terkemuka di era Kaisar Liu Bei pendiri kerajaan Shu.
       
       

      Wu Hou Temple.
      Sebelum menginggalkan Chengdu dihari terakhir, aku putuskan untuk kunjungi Le Shan Ta Fo – Giant Buddha yang terletak di kota Le Shan, 2 jam perjalanan naik bus dari Chengdu. Tinggal ngesot saja ke sebelah hostel, terminal bus antar kota. Beli tiket dilantai 2. Bayar 53 CNY per orang. Kebetulan waktu itu, jam-nya pas. Tidak perlu tunggu lama, bus tipe minivan isi 6 orang langsung berangkat ke Le Shan.
      Pagi itu, hujan deras melanda kota Chengdu hingga Le Shan. Untungnya, ketika sudah tiba di Le Shan Ta Fo, hujan berhenti. Oh ya, kalau mau kesini, ada baiknya kamu cari bus yang langsung dari Chengdu ke Le Shan Ta Fo, jangan naik bus yang cuma sampai ke terminal Le Shan saja. Kamu harus naik bus umum lagi ke Le Shan Ta Fo. Repot.
      Aku diturunkan dipinggir jalan, sudah dikawasan Giant Buddha. Aku sih kemaren tidak baca review-an tentang cara ke Giant Buddha. Dari pengalamanan aku ini, aku cerita deh. Supir minivan itu akan minta kamu pindah ke mobil kecil. Kamu akan diantar sampai di dekat pintu masuk utama. Ini tumpangan gratis.
      Begitu turun, kamu akan langsung ditawarkan tiket pulang ke Chengdu. Mereka akan bilang, bus ada jam 3, jam 4 dan jam 5. Tergantung kamu keluar jam berapa, bus jam berapa-pun boleh kamu naik. Nah, disini, sebenarnya tidak perlu. Maksudnya tidak perlu ikut naik mobil gratis tersebut ke atas.

      Giant Buddha.. view dari samping tangga. Foto diambil, sembari tangan gemetaran...
      Karena, kamu tinggal jalan kaki saja beberapa saja ke arah atas, sudah ketemu pintu masuk ke Giant Buddha. Kalau kamu ikut naik tumpangan gratis itu seperti aku, bisa juga. Tapi dari pintu masuk utama itu, harga tiketnya jadi mahal, bayar 80 CNY + 90 CNY = 170 CNY per orang. Dimana 80 CNY untuk melihat objek wisata lainnya, baru kemudian yang tiket 90 CNY khusus untuk masuk ke kawasan Giant Buddha.
      Nah, karena tujuanku memang ke Giant Buddha, ngapain bayar esktra 80 CNY. Karena tidak bayar tiket yang 80 CNY, tidak bisa masuk dari pintu utama sini. Jadi, jalan kaki turun lagi kebawah sekitar 1,5 KM sampai dipintu masuk khusus ke Giant Buddha. Pahamkan maksudku tadi, untuk apa ikut tumpangan gratis itu ke atas? Toh kamu harus jalan kaki turun ke bawah lagi. Kecuali kamu memang mau eksplore dari objek wisata yang ditawarkan dari pintu masuk utama tadi.

      Antri untuk turun ke bawah...
      Tidak perlu khawatir soal beli tiket pulang balik ke Chengdu, dekat pintu masuk maupun pintu keluar timur dari Giant Buddha, banyak kok yang tawarin tiket bus pulang. Harganya sih aku tidak tahu berapa, tapi aku beli sama yang menawarkan tiket pas turun dari mobil tumpangan diatas, bayar 50 CNY.
      Mau ke Le Shan Giant Buddha, ada baiknya datang lebih pagi. Biar tidak terburu- buru dan bisa lebih menikmati. Antrian untuk turun ke bawah melihat secara utuh Giant Buddha itu butuh waktu 1 jam loh. Belum lagi kamu harus naik mendaki ( pakai tangga ), tetap butuh waktu kan?

      Tangga turun ke bawah...
      Aku sendiri, datangnya sudah siang. Dan harus berburu waktu karena mau kejar pesawat malam buat pulang. Jadinya, aku seadanya saja. Ikutan antri turun kebawah. Selebihnya, pemandangan dan objek lainnya, aku sudah tidak menikmatinya lagi.
       

      Akhirnya, di bawah juga.... 
      Sudah sampai disini, ya wajib turun-lah. Le Shan Ta Fo, kerap dijadikan tempat syuting film Cina. Aku sendiri tertarik kesini, juga karena rekomendasi dari film yang aku tonton. 
      Kamu juga bisa ambil paket kapal yang akan membawamu keliling, pastinya, melihat Giant Buddha lebih dekat lagi, tapi tidak bisa turun dan mendekat ke Giant Buddha-nya. Hanya boleh di kapal saja.
      Puas? Tidak … Masih banyak tempat lain yang bisa dikunjungi. Keterbatasan waktu memang menyebalkan. Hahahah… Mungkin, suatu hari lagi, jika punya kesempatan, aku akan balik ke Chengdu.
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
       
       
       
       
       
    • By Helen Anggakusuma
      hai semua,
      baru coba nulis dan minta pendapat untuk trip ke china
      dimohon kalo ada masukan boleh sekaliii atau ada yg musti banget diliat di tempat2 ini
      18-21 APRIL - BEIJING
      DAY 1 - BEIJING
      Flight sampai beijing 18:05
      Check in - Some Rest  Qianmen Main Street Mall Strolling around the city (Nanluoguxiang Alley) DAY 2 - BEIJING
      Tian'a'men , Forbidden City, Jingshan Park National Museum of China Beijing 798 Art Zone Confucious Mansion Peking Opera Show Ticket
      DAY 3 - BEIJING
      Great Wall Qianmen Main Street Mall Bird Nest, Olympic , Museum of Performing 
      DAY 4 - BEIJING / XI AN
      Summer Palace Sackler Museum of Art Train to Xian
      DAY 5 - Xian
      Xian Terracotta Warrior Smalll Wild Goose Pagoda   Bell Tower 
      Train to Zhang Ye (ini possible ga ya kira2 dilakukan?)
       
      DAY 6 -
      Zhang Ye - Strolling around the city
       
      DAY 7 
      Daxian Mountain Enterance
      Train to Guang Yuan
       
      DAY 8 - 9 
      GuangYuan Bus to PengFeng Village Tibetan Hotel JiuZhaguo   Train to Cheng Du
       
      DAY 10 - 11
      Cheng Du
      Panda?
      DAY 12-15
      Zhangjiajie
      DAY 16-20
      Shang Hai
       
      mohon petunjuk buat map dan hostel/hotel hehe
       
      thank youuu!
       
    • By rianifitria
      Tahun lalu saya dan keluarga pergi ke China selama 10 hari - Beijing, Xi'An dan Shanghai. Berikut ini kesan2 perjalanan saya, saya harap ini bias berguna biarpun telat banget.
       
      Hari 1: Jakarta - Beijing
      Penerbangan Jakarta ke Beijing - Transit di HK (Mendarat di HK - 15.00, berangkat lagi jam 20.00). Mendarat di Beijing jam 12.55 pagi hari kedua.
       
      Hari 2:  Beijing
      Berencana mencari mainan2 dan aksesoris2 palsu gitu, jadi berangkatlah kami ke Hongqiao Pearl's Market, shopping mall yg isinya macem2 dekat Temple of Heaven.
      Kami naik subway, harganya lumayan murah antara RMB 3-6 per orang per perjalanan. Mesin tiketnya ada Bahasa Inggrisnya, jadi gak perlu google translate tulisan2 China.  Papan penunjuk arahnya juga bilingual, jadi gak repot nyari platform maupun pintu keluarnya. Dan sebelum masuk ke platform biasanya ada X-ray buat barang2 bawaan.
      Keluar di  stasiun Tiantan Dongmen – subway Line 5. Dari situ jalan ke Hongqiao Pearl's Market melewati sekitar 2-3 gedung. Ada tulisannya Inggris besar2, jadi gampang taunya. Di Hongqiao Pearl's Market, setiap lantai memiliki ke-khas-an masing2. Misalnya mainan di lt. 3, baju di lt.4 dll. Ada juga food court di basement. Harga makanannya juga lumayan ok, sekitar RMB 15-18 per porsi. Oh ya, jangan lupa tawar menawar kalau belanja disini.
      Setelah belanja dan makan, kami jalan lagi menuju National Museum of China di Tian'anmen Square. Naik subway Line 2 ke stasiun Qianmen.

      Nah disini baru mulai seru, soalnya banyak banget polisinya. Setiap pintu keluar ada penjaganya, tiap belokan ada penjaganya, naik turun tangga ada penjaganya berdiri. Keluar dari subway kami berjalan mengarah ke Forbidden City, dan kira2 50 m dari pintu keluar, ada X-ray dan pengecekan ID/passport. Jalan lagi, dan 50 m sebelom pintu samping National Museum ada lagi x-ray dan pengecekan ID.
      Masuk ke National Museumnya gratis. Di tempat ‘karcis’ mereka bakalan minta ID (sim, passport, ktp) dan ngasih 1 tiket per ID. Dari tempat karcis ngantri masuk. Adalagi X-ray plus body scanner. Setelah lewat baru deh bias masuk ke lobby National Museum.
      National Museumnya GEDE BANGET. Ada 4 lantai dan basement dan 28 ruangan pameran. Setiap ruangannya memiliki tema yg berbeda, misalnya 1 ruangan isinya kaligrafi, 1 ruangan isinya mengenai uang, 1 ruangan isinya keramik dsb. Di luar tiap ruangan ada kounter souvenir yg khas buat ruangan tsb, kalau ruangannya mengenai jade, maka yg dijual adalah suvenir2 jade. Dan hampir di tiap sayap ada mesin souvenir koin (souvenir paling murah). Di lt 1 banyak kounter souvenir yg jual hampir semua barang, jadi kalau misalnya nyesel tadi gak beli souvenir di lt 3, bias cari di lit 1.
      Mereka tutup jam 16.30 pas. Jam 16.00 kira2 para penjaganya sudah mulai mengusir orang2. Dan jam 16.30 pas, bakalan ada upacara pembubaran petugas2 museum yg lumayan militer (biarpun orang2nya gak ada yg militer). Sehabis itu penjaganya beneran bakalan ngusir semua orang dengan paksa, bahkan yg duduk2 di beranda depan museum. Boro2 foto2 di depan museum.
      Dari Museum ini kami jalan ke Qian Men Street buat makan malam. Tadinya kami mau nyari Peking Duck dari Quanjude, tapi antrinya panjang. Jadi kami pindah ke restoran kecil di jalan samping. Makanannya enak dan harganya juga lumayan, misalnya sepiring RMB30 gitu, tapi bias share 1-2 hidangan buat berempat gitu.
       
      Hari 3: Beijing
      Hari ketiga dimulai dengan HUJAN DERAS. Dan sepanjang hari HUJAN.
      Kami berangkat lagi ke Tiananmen Square untuk pergi ke Forbidden City. Naik subway line 2 – stasiun Qianmen. Harga tiket masuknya RMB 60/orang.
      Turisnya yg masuk, local maupun internasional banyaknya minta ampun. Mulai dari masuk gerbang (belom beli tiket) aja udah antri, dan penuh sesak dgn orang2 berpayung dan berjas-hujan. Seperti biasa, banyak X-ray (keluar masuk mrt, mendekati Forbidden City, gerbang masuk, gerbang tiket).
      Forbidden City itu BESAR dan LUAS luar biasa. Masalahnya semua orang berusaha berteduh di koridor2 yg ada atapnya. Jadi serasa orang2 se DKI berjubel di pintu2 dan koridor2, dan gak ada yg mau bergerak Karena mereka gak mau basah, jadi ya nutupin jalan dan pintu dan kami gak ada yg bias keluar masuk. Bener2 gak enjoy abis.
      Setelah sukses keluar dari Forbidden City kami cari makan (masih deket sama Qian Men Street).
      Dari dari sana kami menuju Temple of Heaven; Subway line 5 – Tiantan Dongmen. Nah Temple of Heaven ini terbagi 2 bagian. 1 yg taman untuk umum, kalau gak salah RMB 15 buat masuk. Disini ada pagoda2 gazebo dan warga setempat bersantai. Yg satu bagian lagi, Temple of Heaven-nya, perlu karcis terusan yg harganya RMB 35. Sayangnya yg terkenang cuma besar, basah dan licin.
       
      Dari sini kami naik subway ke Wangfujing Pedestrian Street yg katanya tempat belanja (masih nyari barang2 kw) melalui subway Line 1 stasiun Wangfujing. Hampir semua barang disini sudah harga supermarket besar dan barang2 bermerk, jadi lumayan mahal juga, dan masih belom nemu tuh barang2 kw.
       
      Hari 4 : Beijing
      Pagi hari dimulai dengan berjalan ke Bird Nest Stadium. Kami lihat2 saja dari jauh, memakai Subway Line 8 atau 15 stasiun Olympic Park.
      Dari sana kami pergi ke stasiun Dongzhimen dari Subway line 2 atau 13 untuk naik bus 916快 (ekspress) menuju The Great Wall of China, Mutianyu section. Harga busnya 12 yuan. Keluar dari platform di Dongzhimen, cari penunjuk arah ke Bus Transfer Hall dan cari bus 916快.
      Perjalanannya lumayan jauh, sekitar 2jam gitu. Sampai sana tiket masuknya RMB 45, tiket naik kereta gantung ke atas RMB 120, tiket shuttle bus ke kaki Great Wall RMB 15.
      Dan tembok besar China itu emang bener2 LUAR BIASA. Gak salah kalau masuk 7 Wonders of the World. 

      Dari jauh kelihatannya kecil dan rata, tapi begitu diatasnya ternyata lebar banget, saya rasa biar kereta kuda bias lewat diatasnya. Dan gak rata sama sekali tapi naik turun-nya sekitar 3 lantai dan ini belom naik menaranya.
      Di tiap beberapa meter bakalan ada menara benteng. Ternyata jarak antara 2 menara itu sepanjangan 2x jarak anak panah terbang. Jadi bila ada orang memanjat tembok persis diantara 2 menara, maka orang tersebut bias dipanah dari 2 sisi.
      Dan kalau berdiri diatas tembok tersebut emang bener bias melihat pemandangan sampai jauh kemana2.
      Kalau cuma ada 1 tempat di Beijing yg bias dikunjungi, saya rekomendasikan banget The Great Wall of China. Yg lain2nya gak terlalu penting setelah melihat tembok besar ini. Semua kesusahan dan kesialan2 beberapa hari lalu sebanding dengan pesona tembok China dan gak nyesel saya datang kesini.
       
      Hari 5 : Beijing
      Hari ini kami akan naik rickshaw untuk Hutong District Tour. Ini dimulai dari Hutong Tour meeting point di dekat stasiun Beihai North – subway line 6; melewati ‘daerah tua’ dan sampai ke stasiun Shichahai -Subeway line 8 dimana ada Bell and Drum Tower. Harganya sekitar RMB 80 per orang. Lumayan menarik juga bisa melihat rumah2 tua dan kesannya persis sama kaya di drama cina kuno gitu.
      Bell dan Drum Towers adalah alun2 pada jaman dahulu dan juga berfungsi sebagai penanda waktu. Jadi mereka akan berbunyi diawal dan diakhir hari. Naik keatasnya lumayan berat, tangga-nya curam dan tinggi. Satu menaranya RMB 20, kalau beli 2 sekaligus RMB 30.

      Dari sana kami pergi ke Summer Palace, di stasiun Beigongmen – subway Line 4. Kami makan mie di luar gerbangnya, rasa mie-nya khas gitu. Tarif masuknya RMB 30. Di dalam ada beberapa tempat yg bias dimasukin (seperti klenteng dll) tapi harus bayar lagi.
      Summer Palace itu taman yg dibangun disekitar danau. Banyak warga setempat yg pergi piknik disana. Kami pulangnya naik perahu untuk menyebrang balik ke pintu masuk, RMB 10.
      Malamnya kami akan terbang ke Xi’An.
       
      Disambung di p2 Xi'an dan Shanghai...
    • By Zaza
      Halo para travellers!
      Travel Workshop Series by Polyglot Indonesia mempersembahkan :
      "SURVIVAL MANDARIN FOR TRAVELLERS"
      dimana negara China menjadi destinasi pertama kita.
      Tidak hanya membahas mengenai detil dari persiapan sebelum keberangkatan, teman-teman juga berkesempatan untuk belajar bahasa Mandarin secara langsung, yang pastinya akan berguna dalam perjalanan, cocok banget buat kamu yang backpacking tanpa guide  
      Agenda :
      1. Persiapan sebelum keberangkatan
      2. Tips dan Tricks ketika berlibur di Cina
      3. Belajar bahasa Mandarin dasar
      4. Belajar bahasa Mandarin untuk travelling
      5. Praktir bahasa Mandarin dengan tutor
      Investasi:
      Single : Rp. 250.000 / orang
      Group : Rp. 200.000 / orang
      Registrasi :
      26 November - 10 Desember 2017
      Lokasi : Jakarta
      Kirim ke : register@polyglotindonesia.org
      subject : Regstrasi Workshop Mandarin
      Format ; workshop_(tipe investasi)_Nama Lengkap
      It's limited seat, so GRAB IT FAST!
      Polyglot Indonesia,
      Speak up!
      CP : 082277398873 (Zaza)