Sign in to follow this  
vie asano

Jalan-Jalan Ke Jepang: Mencicipi Okonomiyaki Ala Osaka, Hiroshima, Dan Tokyo

7 posts in this topic

Pecinta kuliner Jepang, siapa sih yang nggak pernah makan okonomiyaki? Kuliner yang satu ini termasuk salah satu kuliner Jepang paling populer di Indonesia (selain takoyaki) dan kerap hadir dalam berbagai festival Jepang yang kerap diadakan di berbagai kota di Indonesia (baca disini: ). Di luar acara matsuri, okonomiyaki pun mudah ditemukan di berbagai pusat perbelanjaan yang ada di kota-kota besar di Indonesia, terutama karena kini telah banyak bermunculan aneka waralaba kuliner Jepang yang memajang okonomiyaki sebagai daya tarik utamanya.

 

Di Jepang, Okonomiyaki juga termasuk kuliner yang populer. Banyak daerah memiliki okonomiyaki versinya masing-masing. Namun tahukah kalian jika di Jepang setidaknya ada 3 versi okonomiyaki yang mainstream, yaitu versi Osaka, versi Hiroshima, dan versi Tokyo (yang disebut monjayaki)? Yang berencana jalan-jalan ke Jepang, khususnya ke tiga kota tersebut, yuk kenali dulu perbedaan antara okonomiyaki versi Osaka, Hiroshima, dan Tokyo; dan ketahui juga kenapa kalian harus mencoba mencicipi okonomiyaki asli saat berada di Jepang.

 

Tentang Okonomiyaki

 

gallery_843_1101_144906.jpg

Okonomiyaki, via ytimg 

 

Di Indonesia, Okonomiyaki kerap disebut sebagai pizza Jepang maupun Japanese pancake. Kuliner yang satu ini terbuat dari campuran sayuran (biasanya didominasi oleh kubis) dalam larutan tepung, kemudian dituangkan dalam wajan datar yang panas. Okonomiyaki bisa ditambahkan dengan berbagai toping lain, mulai dari telur, parutan ikan cakalang, nori, smoked beef, tako (alias gurita), dan lain-lain; dan dihidangkan panas.

 

Okonomiyaki versi Osaka

 

gallery_843_1101_988754.jpg

Okonomiyaki versi Osaka, via lasvegasfoodadventures.wordpress 

 

Okonomiyaki yang banyak dikenal di Indonesia adalah okonomiyaki versi Osaka, atau kerap juga disebut versi Kansai (karena Osaka berada di wilayah Kansai). Konon, okonomiyaki memang berasal dari Osaka, dan itulah yang membuat okonomiyaki Osaka populer dimana-mana. Okomiyaki versi Osaka ini biasanya terdiri dari kubis yang diiris tipis dan dicampurkan dalam tepung yang telah dilarutkan oleh air kaldu (ingat, ini kata kuncinya). Biasanya, okonomiyaki ala Osaka ini akan ditambahkan dengan toping lain, mulai dari daging, cumi-cumi, gurita, udang, keju, bahkan kadang-kadang bahan yang unik seperti mochi! Setelah dicampur rata, campuran tersebut lantas dituangkan ke wajan datar dan dipanggang hingga matang di kedua sisinya. Paling mantap jika okonomiyaki ini dilengkapi dengan toping telur mentah yang akan matang bersamaan dengan matangnya okonomiyaki. Okonomiyaki versi osaka ini dapat ditaburi dengan saus okonomiyaki, parutan ikan bonito, mayones, bubuk rumput laut, dan kadang-kadang ditaburi oleh asinan jahe.

 

Okonomiyaki versi Hiroshima

 

gallery_843_1101_50371.jpg

Okonomiyaki versi Hiroshima, via seasonal-eats 

 

Jika Okonomiyaki versi Osaka sudah terlalu lazim bagi petualang kuliner Jepang di Indonesia, coba intip perbedaannya antara versi Osaka dengan versi Hiroshima. Seperti yang sudah disinggung di atas, okonomiyaki versi Osaka memiliki ciri khas semua bahannya dicampur dalam larutan tepung, baru dituangkan ke atas wajan datar yang panas. Sedangkan Okonomiyaki versi Hiroshima, bahan utamanya adalah irisan kubis dengan kuantitas 3-4 kali lebih banyak dari penggunaan kubis dalam okonomiyaki versi Osaka. Proses pembuatannya pun terbilang unik karena dibuat berbentuk lapisan.

 

Caranya kira-kira sebagai berikut. Pertama, larutan tepung dituangkan ke atas wajan datar dan dibentuk seperti pancake, buat 2 buah. Kemudian, irisan kubis diletakkan di atas lapisan pancake tadi. Tambahkan toping sesuka hati. Jangan kaget karena lapisan ini akan cukup tinggi sebelum ditekan dan dimasak sampai matang. Jangan lupa masak campuran mie untuk diletakkan di atas okonomiyaki karena salah satu ciri khas okonomiyaki versi Hiroshima terletak di campuran mie-nya. Baru setelahnya, tambahkan telur, tutup dengan lapisan pancake lagi, dan hiasi dengan saus okonomiyaki, mayones, serbuk rumput laut, hingga bawang daun sebagai toping-nya.

 

Okonomiyaki versi Tokyo

 

gallery_843_1101_60579.jpg

Monjayaki, via Masaaki Komori/wikimedia commons 

 

Tokyo juga memiliki okonomiyaki versinya sendiri. Hanya saja, okonomiyaki versi Tokyo ini disebut monjayaki (disingkat monja). Jika okonomiyaki versi Osaka sudah familiar di lidah pecinta kuliner Jepang di Indonesia, dan okonomiyaki versi Hiroshima punya cara pembuatan yang unik, maka monjayaki punya cara pembuatan yang khas pula. Bahan-bahan untuk monjayaki dicincang dengan halus, dicampurkan dalam larutan tepung yang jauh lebih encer dibanding larutan untuk okonomiyaki, baru dimasak di atas wajan datar. Tekstur monjayaki ini lebih cair dibanding okonomiyaki dan kerap disebut-sebut sebagai okonomiyaki dari wilayah Kanto. Namun biasanya pedagang monjayaki di Tokyo juga menjual okonomiyaki, dan daerah di Tokyo yang terkenal dengan monjayaki-nya bisa kalian temukan di Tsukishima.

 

gallery_843_1101_35619.jpg

Pembuatan Monjayaki, via foodolicious.wordpress 

 

Kenapa harus coba okonomiyaki saat berada di Jepang

Di Indonesia, mayoritas okonomiyaki dibuatkan oleh si pedagang dan disajikan untuk pembeli. Saat berada di matsuri, okonomiyaki biasa dibuat dalam jumlah yang sangat banyak dan tinggal dipotong-potong lantas disajikan pada pembeli. Kadang rasanya enak, kadang pula kubisnya kebanyakan atau larutan terigunya kurang gurih. Intinya, membeli okonomiyaki itu terkadang untung-untungan deh.

 

Lain halnya dengan di Jepang. Kedai Okonomiyaki biasanya berbentuk restoran, dan pemilik restoran maupun pelayan hanya menyediakan bahan mentahnya saja. Kalian bebas meramu sendiri bahan-bahan sesuai dengan takaran yang diinginkan, dan bahkan memanggangnya sendiri karena meja di kedai okonomiyaki lazimnya dilengkapi dengan penggorengan wajan datar. Memanggang okonomiyaki sendiri pastinya akan memberikan sensasi yang berbeda dengan dipanggangkan oleh orang lain, bukan?

 

gallery_843_1101_2670.jpg

Memanggang okonomiyaki sendiri, via nisekokabuki 

 

Namun, ada juga restoran yang konsepnya open kitchen, dan chef akan membuatkan okonomiyaki pesanan di depan pelanggan secara langsung. Apapun kedai maupun restoran yang kebetulan kalian masuki, nggak ada salahnya kok mencicipi okonomiyaki versi Osaka, Hiroshima, maupun Tokyo; sekedar untuk mengetahui seperti apa sih rasa otentik dari kuliner yang mengingatkan kita akan jajanan bala-bala itu.

 

gallery_843_1101_94566.jpg

Restoran berkonsep open kitchen, via sarqasim.wordpress 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@kyosash

@vie asano

saya gak sempet makan okonomiyaki

pengen nya nyari yang di yatai2 gitu

tapi gak ada kemaren pas di Temple di Asakusa

cuma ada yang gurita panggang itu

kalau mau nyari ada kok di daerah Asakusa, btw nanti khan ke Osaka, cobain di sana aja, karena disana lebih enak dibanding tempat lain :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@kyosash

oo gtu ya

pengennya seh yang yatai gtu kan lebih seru makan nya kayak gitu dari pada yang resto heheh

di osaka yatai2 banyak daerah mana ya

wah jarang tuh lihat yatai2 klo dipinggir jalan, kalau ada event2/festival aja baru sering ngelihat, atau ketempat obyek wisata biasanya ada, terutama di Osaka Castle.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Vara Deliasani
      Universal Studio Japan (USJ)

       
      Universal Studi Japan (USJ) merupakan tujuan utama gw dalam perjalanan ke Jepang kali ini,, karena gw emang doyan banget baca Harry Potter. Baca loh yaaaa.. bukan nonton, bahkan 1 pun filmnya ga ada yang gw tonton sampe selesai. abisnya kalo setelah baca buku lalu nonton film suka jadi bete karena ga sesuai dengan apa yang gw imajinasikan. So.. daripada kecewa mendingan gw ga nonton filmnya. hahaha
      Oke balik lagi ke cerita kunjungan ke USJ. Sebenernya pengennya ke USJ pada saat hari kerja biar ga terlalu rame.. tapi apa boleh buat jadwal ga memungkinkan.. Gw kesana tanggal 4 Desember 2016, pas banget jatuhnya di hari minggu. Udah kebayang pasti penuh. Jadilah diniatin sampe USJ harus pagi banget dan begitu pager dibuka mau langsung lari menuju ke area Harry Potter (sebelom keramean). Karena planningnya gitu jadinya gw harus beli tiket USJ dari pas masih di Jakarta. Berhubung yang paling deket rumah itu JTB akhirnya diputusin buat beli di JTB.
      Tiketnya cuma selembar gitu. Open date dan berlaku selama 1 tahun. Walaupun jangka waktunya 1 tahun tapi cuma bisa dipakai untuk 1 kali kunjungan. Pada saat pembelian tiket dijelasin kalo tiket ini cuma buat sekali masuk, jadi kalo udah keluar gabisa masuk lagi. Beda banget sama Universal Studio Singapore yang keluar masuk sampe pusing.
       


      Tiket USJ dari JTB
       
      Dari Osaka Hana Hostel menuju USJ harus sekali ganti kereta. Dari Shinsaibashi station menuju ke Osaka Station, lalu ganti ke JR line dan turun di Universal City. Untuk pembayaran transportasi ga di cover yaa sama day pass yang dapet dari paketan Yokoso Pass, kenapa? karena perjalanan ke USJ harus menggunkan JR line. Jadi gw beli ICOCA buat bayar transportasi sekalian nanti selama di Tokyo.
       

      ICOCA Card
       
      Hari yang di nanti akhirnya tiba!!!  Lalu seperti biasa... gw dan kebodohan gw kembali menjadi perusak rencana. Kali ini gw salah setting alarm. AAAAAAAKKKKKKKK!!! Niatnya bangun pagi banget trus jam 8an udah harus sampe di USJ. Tapi kenyataannya jam 8 BARU BANGUN. HAHAHAHAHA. Telaaattt deeehhhh.. Blom lagi pake salah liat peta dan salah stasiun. hahahaha. Jadinya jam 9.30 baru sampe USJ. Udah pengen nangis kebayang pasti bakalan penuh. 
      Turun dari kereta, gw jalannya udah lesu gitu, kehilangan semangat. hahahaha. Tapi begitu liat gerbang USJ waaahh ternyata ga terlalu rame. Belom serame cendol.. Waaaaahhhhh... gw langsung semangat lari ke dalem.
      Btw kita ber 2 ga sempet sarapan jadinya ngebungkus onigiri, tadinya udah takut tas diperiksa trus onigirinya dibuang.. tapi ternyata pas nyampe gate ga diperiksa. Yeeeeeiiiii... tapi sayang cuma bawa 4 biji. Tau gitu kan bawa 15 bijiiiii, sekalian buat bekel makan siang sampe malem. hahahaha. Padahal lumayan kaaaaann bisa irit... maklum lah rencananya seharian disana dan makanan disana mahal.

      Pintu Utama USJ
       

      Map USJ
       
      Oke sampe didalam langsung panik lari ke arah kanan, buru-buru jalan ke arah Harry Potter. Sampe di depan area gw pikir bakalan dibatesin gitu masuknya. Harus pake ngambil tiket yang ada waktu masuknya gitu. tapi ternyataaaaaa.... aaaaaahhhh ga pake tiket. Yeeeeiiiiiii!!! kayanya sih karena masih pagi jadi belom terlalu rame. Masuk area Harry Potter, ga pake liat kiri kanan langsung menuju Hogwarts buat ngantri main Harry Potter and the Forbidden Journey. Antrinya udah 100 menit. Dan ga ada single ride. Ya udahlah yaaaaa... terima aja. Masuk ke antrian sambil makan bekel onigiri.
      Ga berasa udah nyampe giliran.. semangat banget langsung naik dengan cengengesan. Ternyata cuma bentar banget ride-nya.. cuma kedip-kedip udah kelar aja gitu. Gw sama laki gw begitu selesai cuma liat2an trus langsung ketawa meringis.. udaaaahhh??? gitu doaaaanggg???? hahahahhaha. Ngantri 100 menit, mainnya cuma 5 menit. Udah gitu ga ada single ride.. mungkin karena itungannya sepi kali yaaa jadi ga dibuka single ridenya. Atau mungkin memang ga ada? Ntahlah... tapi saran gw emang pertama masuk harus kesini dulu. Karena ride ini emang yang paling rame.
      Beres dari situ kita putusin muter-muter area Harry Potter dulu baru setelah itu geser ke area Jaws.
      Di dalam are ini ada 2 ride utama, selain Harry Potter and the Forbidden Journey ada Flight of The Hippogriff. Laki gw males ngantrinya.. gw juga ikutan males. Masih kebayang pegel ngantri. Jadilah kita muter-muter sambil foto-foto aja. 
       


       
       



      Sebelum keluar kita sempetin mampir ke Wand Magic, kebetulan antrinya cuma 15 menit aja,. Disini bakalan ketemu Ollivander, nanti kita semua disuruh masuk ke ruangan lalu Ollivander bakalan milih satu orang buat nyoba dan milih wand yang pali sesuai. Ntah kenapa tiba-tiba GW YANG KEPILIH!!!! OEEEMMMMJIIIIHHH!!! Majulah gw, disuruh nyobain beberapa tongkat. Ujung2nya "dapet" tongkat yang cocok.. trus disuruh pegang dan keluar ruangan.. gw udah GR aja kaaannn.. Gw pikir beneran dikasih. Lumayaaannn kaaaaannn.. Ternayat begitu diluar ruang disuruh beli aja cuuuiiii. OGAAAAAHHH. hahahaa. Males banget.. mendingan duitnya buat makan. (Iyaaaa gw pelit. hahaha).
      Oke udah puas muter-muter disini akhirnya kita putusin buat pindah ke area lain. Kalo diliat di peta USJ kita muternya berlawanan dengan jarum jam.. Jadi tujuan berikutnya adalah area Amity Village. Di area ini ride utamanya cuma Jaws. Liat antrian 60 menitan gitu. Cek antrian single ride wah cuma 5 menit. Jadi diputusin buat ambil antrian single ride aja. Ga barengan gpp orang tujuannya emang mau mainya kaaann.. Ga pake lama2 ngantri langsung deh naik ke perahu. Seru sih yaaaaa.. tapi sayang bahasa Jepang. Ya ga paham laaah gw mba2nya cerita apa. Tapi overall oke lah. Seru juga, apalagi ledak2annya gitu. Cuma sayang gw ga kebagian basah2an. hahaha (yang lain berharap ga kena basah gw malah pengennya basah2an). Ya abis ga seru kaaaannn kalo ga basah,,, ga ada ceritanya.
      Ga sempet foto siang-siang karena pengen ngejer show di waterworld yang udah mau mulai. Jadi foto "ikan"nya pas malem deh.

       
      Beres dari area Amity Village pindah ke Waterworld. Seru sih yaa.. cuma lagi-lagi gw ga paham mas mbak nya cerita apa. Ya kaliiiii dia kira semua bisa bahasa Jepang. Jadilah cuma duduk sambil celingak celinguk. Tapi actionnya oke lah. Gw mau sih nonton lagi. Cuma lebih oke kalo pake bahasa inggris. Shownya sendiri sekitar 15-20 menit kalo ga salah.

      Salah Satu Sudut di Waterworld
       
      Beres nonton atraksi di Waterworld kita langsung pindah ke area Jurrasic Park. Tadinya sih laki gw mau naik The Flying Dinosaur, tapi begitu liat cuma digantung gitu trus pake muter-muter langsung dia mundur teratur. hahaha. Kalo gw sih emang udah niat ga bakalan mau naik. Makin berumur makin ga kuat main beginian. Tanda-tanda ke jompo-an.

      Akhirnya selama di area ini kita cuma ngetawain yang naik roller coaster sambil makan onogiri. Abis itu langsung main Jurrasic Park - The Ride. Ceritanya naik perahu trus keliling area Jurrasic Park, trus nanti ada tanjakan trus meluncur turun gitu. Udah gitu doang. Kita ber2 emang cupu. hahaha. Tapi lagi2 gw ga basah. Kecewaaaaaaaaa.......
      Setelah itu  pindah area lagi.. Kali ini giliran area San Francisco. Di area ini ada 2 ride, yaitu Back to The Future dan Backdraft. Sayangnya back to the futurenya lagi di renovasi. Ngoookkkk. Jadi cuma main Backdraft aja. Backdraft ini kalo di Universal Studio Singapore kaya Lights Camera Action. Kta dibawa ke area yang di set kaya tempat syuting Backdraft. Lagi2 bahasa Jepang,, tapi untung gw udah pernah nonton filmnya, jadi yaa lumayan ngerti lah ya. Antrinya juga ga lama cuma sekitar 40 menitan.

      Dari situ pindah lagi ke area New York.. disini ada Spiderman dan Terminator. Buat Spiderman kita pake single ride lagi.. cuma ngantri 30 menit aja. Ridenya mirip kaya Transformer  di Universal Singapore. Kalo terminator kombinasi 3D dan Live Show. Keren.. tapi gw paham ceritanya. hahaha.

      Disini juga harusnya ada Space Fantasy tapiiii tapiii tapiiii.. ditutup buat acara Cool Japan. KECEWAAAAAAAAAHHHHHHH. Padahal ini dan Back to The Future merupakan mainan yang paling gw tunggu2. 
      Didepannya Back to The Future aditutup pake kayu-kayu dilukis gambar Minions gitu.. jadilah buat menghibur diri kita foto-foto disini aja.

       
      Lalu mendadak ujan aja doooonggg. UJAAAAAAANNNNNNNN 
      Dari situ lanjut ke area Hollywood, disini ada Hollywood Dream - The ride tapi kan ujan.. jadi tutup deeeh... Gw emang ga bakalan naik tapiii tapiii tapiii kan ga asik ajaaaaaaa...

      Kalo kata @syahrulsiregar gw semacam gadis pengundang hujan (Gadis yaaaa.. gadis..). Karena ujan emang suka ngikutin gw. Bahkan nanti sampe ngikut gw ke Takayama pas gw janjian sama om alul. Karena ujan ya udah deh kita main yang ga penting-penting yang di indoor sambil muter-muter sambil foto-foto. Semua parade juga di cancel. Syeeeddddddiiiiiiiiihhh...
      Kita keasikan main sampe lupa makan. Padahal udah jam 7 malem. Padahal cuma baru diganjel makan onigiri 2 biji/orang. Mendadak laper... akhirnya kita putusin udaha aaah.. Pulang ke Hotel. Lagian besok pagi-pagi udah harus jalan ke Shirakawago.
      Kesimpulan : Seru sih yaaa main kesini. Boleh lah dicoba. Kalo antrian panjang manfaatin aja single ride, lumayan bisa menghemat waktu dan tenaga. Toh dateng kesana niatnya main kan.. jadi ga barengan gpp lah yaaa. Perlu beli express pass? hhhmmm... kalo ada duit lebih sih gpp, tapi mending adteng terus liat kondisi dulu aja. kalo emang antriannya udah ga ketolong banget, bahkan dengan single ride, ya boleh lah beli express pass.
      Dadaaaaaaaahhhh USJ... Sampe ketemu laaaagiiiiiii..... Gw bakalan balik lagi khusus buat main Back to The Future dan Space Fantasy dan nonton Parade. 

       
       
      Link Terkait:
      Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
    • By Ikamarizka
        HARI KE 4 "Hida Folk Village"
      HIDA FOLK VILLAGE

      Perjalanan hari ini berdasarkan brosur yg paling menarik mata ahahahaha. Bener2 dateng pagi bgt ke Nohi station bus dan langsung comot brosur apapun yg bikin saya 'ON'. ok Hida Folk Village berhasil menarik perhatian saya dengan sejarah Takayama nya. Beli tiket bus dan tiket tempat wisata langsung di stasiunnya and Chow!! Ga pake lama, perjalanan cuman skitar 20 menit kok dari nohi station.
      Seneng bangeddd pake ddd karena pas dateng bertepatan dgn festival Boneka. apa sih fest boneka? pantengin terus yup ehehehe
      Suasana Hida Folk Village bener2 seperti tinggal di jaman Edo. Semua serba tradisional. Ada sekitar 11 rumah di dalam desa ini. TAKJUB dgn cara penataan mereka. bahkan dari jaman dahulu pun tata cara mereka hidup sudah sangat teratur. Di Takayama Hida Village ini juga mempunya cuaca yg Ektrim bgt. Demi kelangsungan hidup mereka, bercocok tanam pun dilakukan juga di dalam rumah. Lantai mereka kebanyakan terbuat dari campuran khusus agar hangat (mirip2 rumah sasak di Lombok yg gunain campuran kotoran kerbau untuk lantainya). Cuaca dingin bisa menggempur daerah ini selama 9 bulan, hanya tersisa 3 bulan utk mreka bercocok tanam. Salju bisa menumpuk sampai 2 Meter di atap ranting mereka (makadari itu rumahnya agak agak mirip di shirakawago) 
      Kimono Kimono ini udah berumur lebih dr 100 thn. Terbuai bgt dgn motifnya.. ga kebayang ini berapa harganya. Yg Yukata biasa aja harganya bisa 30jt. ini brapa yaaaagh.
       
      Di setiap Rumah Hida Folk Village ini ada Pengrajinnya lho. Yup generasi penerus mereka masih tinggal di desa ini. dan setiap rumahnya sangat unik. Setiap rumah mempunyaI tatanan yg beda, sesuai dgn penghuninya. Gambar yg di atas rumah pemilik penenun ulat sutra. 
       
      Nah kalo yang ini pemahat alat2 dapur dan lain lain. takjub dgn cara kerja dia, ga pake digambar lhooo.. langsung dipotong dr batangan pohon zzzzZZZZ
      Rumah ini dihuni oleh Penjahit pernak pernik... duh.. detailnya bikin gigit jari bgt sih. pgn bgt beli cuman krn handmade jadi ya gitu deh... muahaaal. Cuman saya langsung bisa membayangkan kalo di posisi dia, ngerajut depan pintu, sepoi sepoi sambil ngusel dibawah tongkatsu (bener ga nih namanya) ahahahha pasti enakkk bgt ( apa jgn2 kebanyakan bengong sambil makan indomie) 
         
      okeh ini dia nih rumah pengrajin fav gw. namanya 'The one Man Hand Artist'. kenapa disebut one hand? karena dia ngukir dan mahat dgn satu tangan aja. gokiiiils!! awalnya saya kebanyakan bengong liat karya karyanya. ya masa iya cuman pake satu tangan. dan iya bener aja.. tangan kanan nya aja yg ngukir.. yasalam terpukau.. coba liat deh hasil tangan seniman ini (fyi dia ga pake sketch lho....)
      berhubung saya juga suka bgt mahat... langsung berasa bgt 'cemen"'''''' buahahahhahaha. ada videonya nih sebenrnya dia lagi mahat. berhasilL diabadikan. cuman ya gitu.. belum di edit ahahahaha.sabar sabar aja yup.         Festival Boneka Hida Folk Village. 
      festival ini dibuat oleh dgn tujuan 1. mendoakan kebahagiaan utk anak perempuan mereka. jadi satu boneka ini merupakan simbol kasih sayang dari orang tua mereka kepada anaknya agar dapat hidup bahagia. lucu ya.. udah ga terhitung berapa banyak boneka yg dibuat disini. semua handmade lho 
      Puas muter2 di Hida folk village.. besok kemana lagi yaaaaaaaah...







    • By petrus.sitepu
      Pada saat anda mengunjungi sebuah kota yang belum pernah anda datangi, alangkah baiknya apabila anda mencari makanan dari kota khas tersebut. Seperti penulis lakukan ketika mendatangi kota cirebon, penulis mulai mencari makan khas dari kota Cirebon. Sebut saja tahu gejrot, nasi leko, dochang, dan tentu nasi jamblang. Pasti akan menjadi salah satu pilihan anda ketika wisata kuliner ke kota cirebon. 
      1. Dochang
      Makan asli cirebon ini merupakan perpaduan dari lontong, toge daun singkong, kerupuk yang dicampur dengan sayur oncom doge. Waktu yang tempat untuk makan docang adalah pagi hari, dan lokasi yang direkomendasi untuk makan docang di depan pasar keraton kanoman. Harga seporsi untuk docang seharga Rp 15,000.
      2 Nasi Leko
      Sego lengko merupakan sebutan untuk nasi leko oleh masyarakat cirebon. Nasi leko merupakan percampuran tempe, tahu, tauge, potongan timun yang ditaruh diatas nasi dan disiram dengan bumbu rujak dan kecap. Harga untuk satu porsi nasi leko seharga Rp 15,000.
      3. Nasi Jamblang
      Ketika makan nasi jamblangan rasanya sama ketika makan di rumah makan padang yaitu penuh dengan lauk. Satu bungkus nasi yang dibungkus dengan daun jamblang bisa menggunakan 3-4 lauk yang disediakan tentunya dengan porsi lauk yang tidak terlalu banyak. Hampir 15 lauk disediakan penjual dari tahu dan tempe bacem sampai dengan sate telor puyuh. Harga untuk satu porsi nasi jamblang dengan 2-3 jenis lauk seharga Rp 30,000 – Rp 40,000 tergatung pilihan lauk.
      Keunggulan dari nasi jamblang yaitu daun pebungkus nasinya yang menggunakan daun jamblang.
      4. Tahu Genjrot
      Tahu gejrot sendiri banyak ditemukan dikota kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta. Satu set tahu gejrot terdiri dari 2-3 tahu yang diiris sedang yang disiramkan dengan kuah yang sudah dicampur dengan bumbu antara lain cabe, bawang putih, bawang merah dan gula merah. Rasa yang ditimbulkan ketika anda memakan tahu gejrot yaitu semangat untuk mengeliligi kota cirebon. Harga untuk satu porsi tahu gejrot seharga Rp 10,000
      Jadi makanan apa yang pernah anda coba? selain tahu gejrot? Selamat menikmati wisata kuliner cirebon.
    • By Rizkio
      Cari temen terutama cewe (akunya juga cewe) yang mau liburan ke jepang nih. Berangkat februari 28th 2018 CGK-NAR balik March 6th 2018 NAR-CGK 
      Itinerary masi tentative, utamanya si explore tokyo aja karena cuma 6 hari hehe...
      adakah yang rencana tanggal segitu
    • By twindry

      Yosh!!! setelah kehilangan ide mau nulis apa lagi, akhirnya dapat wangsit juga mau nulis apa. berbekal pertanyaan2 teman sekantor saya yang akan berangkat ke jepang, maka muncullah ide untuk nulis "Do and Dont. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama di jepang". disini saya akan menjelaskan beberapa peraturan tidak tertulis yang berlaku di jepang. semoga postingan ini bisa membantu teman2 yang akan ke jepang untuk pertama kalinya ya.
       
      1. Dilarang makan / minum selama menggunakan transportasi umum
       

      source : mbah gugel
      jepang terkenal akan kebersihan lingkungannya. jangankan makan / minum, ngomong bisik2 aja sebenarnya tidak boleh selama kita berada di transportasi umum semisal subway, kereta, atopun bus.
       
      2. Ngomongnya bisik2 aja ya
       

      ssst jaga ketenangan gan
      saya juga kurang tau kenapa orang jepang semuanya diam ketika berada di dalam transportasi umum. ada yg dengerin lagu di hp pake headset, ada yang baca komik, ada yang maen game (tapi silent), dll. bahkan bus pariwisata yang saya tumpangi ke kawaguchiko aja ngak boleh ngomong kuat2. padahal bus nya untuk hepi2 loh kan. bahaha. yang jelas kalo teman2 mau ngomong di dalam bus ato subway, bisik2 aja ngomongnya. biar ngak diliatin ama seisi penumpang ato di tegur ama supir bus (kayak saya). bahkan telepon seluler pun harus di silentkan ya kalo di transportasi umum. jangankan hp bunyi, permen jatoh aja kedengaran sampai ke ujung gerbong. bahahah. tahan malu aja kalo tiba2 hp bunyi pas di dalam subway. biasa.... panggilan bisnis (jualan ke tante2) bahahah.
       
      3. No Tip
       

      source : mbah gugel
      bagi teman2 yg suka kasi salam tempel alias ngasi tip, kalo udah di jepang ngak perlu lagi ya. karena kalo ngasi tip adanya malah di teriakin ama yang dikasi. kirain uang teman2 ketinggalan.
       
      4. Habis makan beresin sendiri
       

      tuh di sediain kain pel di atas meja. buat lap muka juga oke karena sueger kainnya bahaha
      nah ini yang masih agak kurang di budaya kita. padahal bagus loh budaya ini. di jepang sehabis makan di rumah makannya, konsumen sendiri lah yang beresin meja nya. mulai dari beresin remah2an makanan yang berceceran di meja, sampai nge lap meja yang udah dipake. jadi jangan heran kalo misalnya kita lupa beresin meja dan di teriakin ama penjaga tokonya. kan malu bahaha kecuali #thepowerofsetianovXXXX bahahaha (no offense)
       
      5. Nyebrang liat kode ya
       

      begitu lampu ijo yang nyebrang kayak gini. awas kebawa arus
      bagi teman2 yang ngak peka kode2an, kalo di jepang agak peka dikit ya. meskipun bukan cuman di jepang sih. rata2 di luar negeri kita ngak bisa nyebrang sembarangan. harus di zebra cross dan ada kode ato tanda tertentu. kalo di jepang lampu warna ijo dan ada tanda bunyi dari tiang lampunya berarti kita boleh nyebrang. jangan coba2 nyebrang sewaktu lampunya merah. karena bisa tiba2 ada kendaraan yang belok ndak ngak liat kita. kecuali di jalan kecil dan jalanan agak sepi. itupun nyebrangnya kudu liat kanan kiri juga ya. daaaan tenang aja. di sini ngak ada yang kasi lampu sen kanan belok kiri. ato yang kasi lampu sen tapi ngak belok2
       
      6. Slrrrrrpp slrrrp sllrrrrrp
       

      croooott *eeh* sslllrrrrppp enaaaak
      kalo makan mie di jepang, suaranya di keluarin ngak apa2 kok. itu artinya mie yang sedang kita sedot itu rasanya mantap. mau makan ala son goku ato pun naruto ngak apa2 kecuali di rumah makan padang di indo ya. hahah malu di liatin
       
      7. Dilarang lemot

      jangan tiru kami ya karena telat naek bus nya (simak kisahnya di postingan sebelumnya)
      transportasi di jepang terkenal akan ketepatan waktunya. jadi, bagi yang suka ber leha2 harap di kurangin sedikit. karena pasti itin bakal kacau balau kalau ketinggalan kereta ato bus. masih mending frekuensi kereta ato bus nya cuman beberapa menit sekali. lah kalo sejam sekali? pesai nunggunye kalau kata orang pontianak
       
      8. ikutin arus orang di eskalator

      kanto = tokyo, yokohama, dan sekitarnya. kansai = kyoto, osaka, hiroshima, dan sekitarnya (source : mbah gugel)
      kalo ketemu eskalator di bandara, stasiun, mall, ato tempat2 umum lainnya, ikutin arus orang2 yang ada. jangan sembarangan berdiri. rata2 di jepang kita harus berdiri di sebelah kiri kalo pake eskalator. jalur kanan khusus untuk pengguna lain yang sedang terburu2. ada beberapa daerah di jepang yang berdiri di kanan dan ada pula yang di kiri. jadi ikutin arus aja ya. kecuali kalo emang lagi buru2. lari aja di sepanjang jalur kanan. ngak bakal ada yang halangin. kayak cerita perjalanan ke kawaguchiko saya kemarin.
       
      9. alat makan bukan untuk mainan
       

      source : mbah gugel
      jangan mengetuk2an alat makan ke meja ataupun piring ato mangkok
       
      10. jangan merusak alam

      pungut yang udah gugur aja ya
      kalo ke jepang pas musim semi ato gugur, bunga sakura atopun momiji nya yang masih nempel di pohon jangan di petik ya. yang boleh di ambil cuman kelopak sakura ato pun daun momiji yang sudah rontok dan jatuh ke tanah. boleh foto2 di dekat pohonnya tapi jangan di apa2in ya. pernah saya dengar kabar kalo ada turis yang sampe manjat ke atas pohon sakuranya demi dapet foto syantik *tepok jidat* untungnya bukan turis dari indonesia
       
      11. dilarang merokok sembarangan
       

      source : mbah gugel
      nah ini terapi yang baik bagi teman2 yang merokok. kalo ke jepang saya yakin rokoknya pasti agak dikurangin. karena di jepang tidak boleh merokok sembarangan. sudah di sediakan area khusus di beberapa spot khusus untuk perokok. bentuk nya kayak halte bus dan bagusnya lagi asapnya ngak sampai mengganggu pejalan kaki lain. bahkan puntung rokok pun ngak keliatan di jalan. jangankan puntungnya, abu rokok aja ngak jatuh2 ke aspal jalan. mungkin skalian di telan kali ya abu sama puntungnya. biar kayak2 limbad gitu. bahahah. padahal letaknya ada di trotoar pejalan kaki juga loh
       
      12. ijin dulu gan
       

      cari aja cosplayer di harajuku. pas weekend biasanya banyak yang nongkrong di sana
      kalo ketemu cosplayer ato orang yang berpakaian nyentrik, jangan langsung di foto ya. minta ijin dulu. kalopun ngak ngerti bahasanya, setidaknya bahasa tarzan alias bahasa tubuh adalah bahasa yang paling baik. kecuali kalo maiko atopun geisha ya. mereka memang ngak mau di foto. jadi harus ada trick2 nya.
       
      hmm. saya rasa segitu aja kira2 kode etik ato peraturan tidak tertulis yang berlaku pada umumnya di jepang. masih banyak kayaknya peraturan2 yang lain. intinya sih jangan aneh2 aja. cukup jadi turis biasanya. alay boleh tapi jangan over. tau batas juga ya. mumpung di tempat asing yang ngak seorangpun mengenal kita, alay dikit ngak apa lah ya. namanya juga liburan. hehehe. sekian aja tulisannya. kalo ada yang kurang ato salah2 CMIIW ya. see ya *melambai*
    • By Armanian
      Halo semuanya
      Saya mau mengajak trip backpacker ke jepang tgl 17 Februari - 24 Februari 2018. Yang berminat mau ikut bisa dm dan tinggalkan no hp nanti kita buat grup wa. Saya  pergi ke jepang berdua dgn tmn saya cewe, yang minat gabung silahkan. Diutamakan yang gak ribet hahaha . thanks  
      Untuk Itinerary msh bisa diatur tapi kami berencana untuk pergi ke kota Osaka di hari 1-3, Kyoto di hari 4-5, dan Tokyo di hari 6-7

    • By Ikamarizka
      Halo Semuaaaa! sayah rencana mau ke jupun lagi nih autumn ini, a k a minggu depan. (beuuuh meped bener) tapi ada beberapa pertanyaan yang mengganjal dan kayaknya butuh masukan dari temen temen nih. berhubung nanti bawa banyaaaak orang, jadi gw agak deg deg an mau kemana mana nya takut salah ahahaha. 
      jadi begini
      1. tiba2 kepengen ke kochia hitachi seaside park. kalo dari 'misalnya' nih tokyo, ada yang tau ga yah pake jr dan bus apa? soalnya liat di hyperdia kok agak2 membingungkan rutenya.
      2. kale flight malam baru same haneda, enaknya pake kereta aja atau ada uber taxi ga sih dari haneda? soalnya tamu gw ada yang baru sampe haneda jam 12 malam. Taun lalu sih kereta udah pada ga ada jam segitu. tapi ada yang bilang masih ada. ada juga yg bilang pake taxi aja kalo malem. jumlah tamu ada 4 orang, dan lumayan udah ber umur, jadi agak kasian juga kalo naik kereta malam. ada ide kah??
      3. makanaaaaan. plis bgt bantuannya buat makanan yang enak dan halal daerah tokyo, kyoto, osaka atau dimana yang punya ide? karena selama ini gw kebanyakan makan di lawson dan tempat2 supermarket ahahahahahahaha. sedangkan ini tamu2 gw kayaknya pada pgn makan restoran. ide yaaaah manteman. 
       
      maaciiiii @deffa @kyosash @twindry @Vaylyn