baihaki1985

Jalan-Jalan Ke Cina: Fakta-Fakta Menarik Tembok Besar Cina

6 posts in this topic

Kalau ditanya apa sih yang menjadi ikon dari negara Cina, tentu jawabannya beragam. Namun tak dimungkiri, kalau mayoritas kemungkinan jawabannya adalah Tembok Besar Cina. Terlebih sejak pelajaran SD, para murid dicekoki pengetahuan mengenai bangunan bersejarah yang merupakan salah satu dari keajaiban terbesar dunia.

 

Bagi para traveler, berkunjung ke Cina tanpa menengok kemegahan bangunan yang satu ini memang rasanya kurang pas. Terlebih bangunan Tembok Besar Cina ini merupakan bangunan paling canggih yang pernah dibangun oleh masyarakat di zaman dulu. Terlebih bentuknya yang kokoh dan panjangnya mencapai ribuan kilometer.

 

post-28968-0-13604100-1426282655_thumb.j

kredit: Wikipedia

 

Sebagai sebuah peninggalan sejarah yang menarik, tentu saja banyak fakta-fakta menarik terkait keberadaan tembok besar Cina ini. Berikut ini adalah beberapa fakta menarik yang saya rangkum dari berbagai sumber.

 

Seberapa panjang sih Tembok Besar Cina?

 

Pernyataan ini mungkin terdengar janggal ya. Saya pun sendiri merasa seperti itu. Terlebih, apa sih sulitnya kalau hanya mengukur sebuah tembok yang panjang? Kan toh cukup bawa meteran yang panjangnya pake banget trus diukur. Beres kan?

 

Namun sayangnya, kenyataannya tidak seperti itu. Banyak pihak yang mempunyai versi tersendiri mengenai panjang dari Tembok Besar Cina. Dan iya juga sih ya, pas zaman SD dulu sepertinya tidak pernah ada soal yang menanyakan mengenai berapa panjang dari Tembok Raksasa Cina ini.

 

Di kalangan masyarakat Cina, Tembok Besar Cina dikenal dengan nama Wan Li Chang Cheng yang secara literal mempunyai arti Tembok Panjang Sepuluh Ribu Li. Li sendiri merupakan salah satu satuan panjang di Cina. Setiap satu li mempunyai nilai setara kurang lebih 500 meter.

 

Kalau merujuk pada nama tersebut, berarti panjang Tembok Besar Cina seharusnya adalah 5000 kilometer. Tapi apakah itu panjang sebenarnya dari Tembok Besar Cina? Penamaan tersebut sendiri ditujukan untuk memperlihatkan sebagaimana panjangnya tembok megah tersebut.

 

Memang terdapat beberapa kesulitan mengenai panjang dari Tembok Besar Cina ini. Pertama karena tembok tersebut tidak berdiri utuh dalam satu bagian. Tapi terbagi menjadi beberapa seksi. Ditambah lagi, tidak ada catatan sejarah yang secara pasti menunjukkan seberapa panjang Tembok Besar Cina ini.

 

post-28968-0-13509500-1426282660_thumb.j post-28968-0-58689000-1426282666_thumb.j

sunset di Tembok Besar Cina (kredit: (gbr 1) Flickr (gbr 2) photorator)

 

Kesulitan masih belum berhenti di situ. Para ahli sejarah hingga kini masih terus berusaha untuk mencari bagian-bagian dari Tembok Besar Cina yang masih belum ditemukan. Pada tahun 2002 sendiri, ditemukan sekitar 80 km seksi baru dari Tembok Besar Cina ini di kawasan barat daya Cina. Masih di tahun yang sama, para arkeologis juga berhasil menemukan seksi dinding yang dirunut ternyata memiliki usia lebih dari 2000 tahun dan dibangun pada masa Dinasti Han (206 sebelum Masehi).

 

Jawaban lainnya mengenai panjang dari Tembok Besar Cina bisa diperoleh dari catatan Guinness Book of Records yang menuliskan angka sebesar 2.150 mil atau setara 3.460 km. Sementara itu, Pemerintah Cina sendiri mempunyai jawaban yang tentu saja mereka anggap resmi. Menurut mereka, panjang Tembok Besar Cina adalah sejauh 8.851,1 kilometer.

 

Setua apa sih umur Tembok Besar Cina?

 

Kalau pertanyaan mengenai panjang Tembok Besar Cina sudah terjawab, maka berikutnya adalah mengenai usia dari bangunan bersejarah itu. Namun sayangnya, lagi-lagi pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan pasti. Hal ini karena setiap seksi dari Tembok Besar Cina dibangun pada rentang waktu yang berlainan.

 

Di zaman dulu, tembok-tembok berukuran besar dibangun sebagai salah satu bentuk pertahanan terhadap serangan dari luar. Dan begitu pula fungsi dari Tembok Besar Cina ini. Salah satu bagian dari dibangun paling tidak pada abad kelima sebelum Masehi, di masa Warring States Period.

 

Pada saat itu, tentu saja kondisi temboknya tidak seperti sekarang. Namun di masa abad ketiga sebelum Masehi, muncul raja Cina yang legendaris, Qin Shi Huang yang memulai proyek penyatuan tembok-tembok berukuran besar di Cina. Dan pada tahun 215 sebelum Masehi, Qin Shi Huang pun disebutkan memulai pembangunan Tembok Besar Cina versi pertama.

 

Pembangunan Tembok Besar Cina tidak berhenti di situ. Pada pemerintahan Dinasti Ming (1388 - 1644), pembangunan Tembok Besar Cina kembali dilakukan. Kaisar Dinasti Ming pun membangun kembali bangunan yang usianya sudah sangat tua. Sebagai tambahan, setiap jarak 300 hingga 500 meter, dibangun tower yang dipakai untuk penunjang sistem keamanan.

 

Mitos Tembok Besar Cina bisa dilihat dengan mata telanjang dari luar angkasa

 

Di Cina, ada mitos yang menarik dan kabarnya bahkan diajarkan dalam buku pelajaran di sekolah Cina hingga beberapa tahun. Mitos tersebut adalah mengenai kabar kalau Tembok Besar Cina bisa dilihat dengan mata telanjang dari luar angkasa. Bahkan dari bulan sekalipun Tembok Besar Cina masih terlihat. Bahkan pada tahun 1932, Ripley's Believe it or Not! menuliskan tentang mitos ini. Namun apakah benar seperti itu? Karena saya tulis mitos, tentu saja tidak dong.

 

post-28968-0-51399500-1426282758_thumb.j

kredit: NASA

 

Ada beberapa bukti dan saksi yang mementahkan kebenaran mitos tersebut. Pertama adalah ucapan dari astronot bernama Jay Apt yang telah mengitari bumi sebanyak 562 kali dalam misi Space Shuttle dari tahun 1991 hingga 1996. Di National Geographic, dia menuliskan kalau Tembok Besar Cina sudah tidak kelihatan dari ketinggian 180 mil.

 

pria pertama yang (konon) menjejakkan kakinya di bulan pun berpendapat serupa. Dia mengatakan kalau Tembok Besar Cina tidak kelihatan dari Bulan. Bahkan NASA sempat pula menuliskan hal yang sama di situs resminya pada tahun 2005.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By baihaki1985
      Kalau berbicara tentang Cina, maka hampir dipastikan tak ada yang tidak mengenal Tempat wisata yang satu ini memang sejak dulu dikenal sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Bagaimana tidak, Tembok Besar Cina ini dibangun pada zaman dulu dan membentang lebih dari 8 ribu kilometer panjangnya, tepatnya sejauh 8.850 km. 
       
      Dari berbagai tempat di Cina, Tembok Besar pun menjadi salah satu destinasi wisata populer. Namun yang datang ke tempat ini bukan hanya para wisatawan yang bermaksud untuk sekedar foto-foto ataupun mengagumi arsitektur peninggalan zaman dulu tersebut. Ada pula para pecinta petualangan yang berkeinginan untuk menelusuri jalur sepanjang Tembok Besar Cina.
       
      Aktivitas hiking di Tembok Besar Cina sendiri cukup bervariasi tingkat kesulitannya. Para hiker yang berkeinginan untuk melakukan aktivitas hiking pun bisa menggunakan ataupun bisa pula melakukannya secara mandiri. Masing-masing tentu punya kelebihan dan kekurangannya. Namun kalau belum pernah melakukan hiking di Tembok Besar Cina, tentunya akan lebih baik kalau menggunakan layanan tur.
       
      Sebelum memilih jalur hiking, terdapat beberapa seksi dari Tembok Besar Cina yang namanya sudah dikenal publik. Seksi-seksi tersebut antara lain adalah Badaling, Huanghuacheng, Mutianyu, Jiankou, Gubeikou, Jinshanling serta yang terakhir adalah Simatai. Masing-masing seksi tersebut pun mempunyai karateristik dan kondisi yang berbeda-beda.
       
      Badaling
       
      Dari semua bagian Tembok Besar Cina, Badaling merupakan seksi yang paling populer di mata para wisatawan. Hal ini karena lokasinya juga tidak terlalu jauh kalau dibandingkan dengan seksi lainnya. Badaling ini berjarak sekitar 70 kilometer di utara Selain itu, Badaling juga dikenal dari bagian Tembok Besar Cina yang terjaga dengan sangat baik.
       

      Betapa ramainya Tembok Besar Badaling kredit: chinacitysearch
       
      Area Badaling ini dibangun pada tahun 1505 di masa Dinasti Ming dengan rata-rata ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Bangunan di Badaling ini dibuka untuk wisatawan sejauh 3.741 meter dan terdapat 17 menara pengawas yang telah direstorasi. Secara keseluruhan sih, seksi Badaling ini mempunyai panjang total 12 kilometer dengan 43 tower pengawas.
       
      Karena tempat ini adalah area yang sangat banyak dikunjungi oleh para turis, Badaling menjadi lokasi yang kurang begitu diminati untuk aktivitas hiking. Ditambah lagi di sini juga tersedia cable car yang ditujukan bagi para wisatawan. Sebagai tambahan, Tembok Besar Badaling ini juga termasuk disabled friendly, karena terdapat jalur flat untuk para pengguna kursi roda.
       
      Huanghuacheng
       
      Tembok Besar Huanghuacheng ini berada di kota Jiuduhe yang terletak di Distrik Huairou, berjarak sekitar 65 kilometer dari kota Beijing. Huanghuacheng ini mempunyai jarak sekitar 10,8 kilometer dan seperti Tembok Besar Badaling, juga dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Ming yang berkuasa di Cina pada rentang tahun 1368 hingga 1644 Masehi.
       

      Tembok Besar Huanghuacheng kredit great-wallofchina
       
      Suasana di Huanghuacheng ini sangat unik, kombinasi antara danau dengan tembok besar yang sudah berusia ratusan tahun. Bahkan terdapat bagian dari tembok besar yang terendam di dalam air. Selain itu, Tembok Besar Huanghuacheng ini juga dikeliling oleh pepohonan karena berada di pegunungan.
       

      suasana di Tembok Besar Huanghuacheng kredit: beijingholiday
       
      Berbeda dengan di Badaling, kondisi di Tembok Besar Huanghuacheng ini begitu ramah bagi para turis. Namun kondisinya cukup cocok untuk para hiker. Di sini tidak ada cable car dan ditambah jalurnya juga cukup curam. Selain itu, kondisi Tembok Besar Huanghuacheng ini juga tidak serapi seperti yang ada di Badaling.
       
      Mutianyu
       
      Tembok Besar Mutianyu ini terletak di County Huairou yang berjarak sekitar 72 kilometer dari kota Beijing. Usia Tembok Besar Mutianyu ini pun lebih tua kalau dibandingkan Tembok Besar Badaling ataupun Huanghuacheng. Tembok Besar Mutianyu ini pertama kali dibangun pada masa Dinasti Northern Qi yang berkuasa di Cina pada rentang tahun (550 hingga 557 Masehi).
       

      Tembok Besar Mutianyu kredit: Wikipedia
       
      Tembok Besar Mutianyu ini pun mempunyai kondisi yang masih terjaga dengan baik. Terlebih struktur dari Tembok Besar Mutianyu ini telah diperkuat pada masa Pemerintahan Dinasti Ming. Tembok Besar Mutianyu ini memang berperan sangat penting dalam pertahanan negara, terlebih untuk melindungi dari serangan musuh yang datang dari sebelah utara.
       
      Mutianyu mempunyai ukuran yang tidak terlalu panjang, hanya sejauh 2,250 kilometer dan dilengkapi sebanyak 22 menara pengawas. Dibandingkan dengan area Tembok Besar Cina lainnya, Mutianyu mempunyai struktur yang unik, dibangun dengan menggunakan batu granit. Bahkan Tembok Besar Mutianyu ini pada bagian dalam dan luarnya dilengkapi dengan pembatas yang terkadang berbentuk gergaji.