Sign in to follow this  
vie asano

Jalan-Jalan Ke Yokohama: Hakkejima Sea Paradise

5 posts in this topic

Jepang menjadi contoh salah satu negara kepulauan yang pandai memanfaatkan dan mengekspos kekayaan alam lautnya untuk keperluan pariwisata. Caranya bukan dengan membangun resort-resort di laut lepas layaknya negara lain di wilayah tropis, namun dengan membangun berbagai pusat hiburan dan edukasi bertema laut seperti akuarium.

 

Ada banyak akuarium keren yang tersebar di seluruh Jepang. Beberapa dilabeli sebagai yang terbesar, terindah, maupun yang paling sering dikunjungi. Nah, salah satu akuarium yang masuk dalam kategori “salah satu yang paling sering dikunjungi†adalah Hakkeijima Sea Paradise yang terdapat di Yokohama. Adakah teman-teman yang berencana untuk jalan-jalan ke Yokohama tahun ini? Jika ada, mari kenalan dulu dengan Hakkeijima Sea Paradise, dan apa yang membuat tempat ini begitu istimewa.

 

Tentang Hakkeijima Sea Paradise

 

imgs02.jpg

Hakkeijima Sea Paradise, via seaparadise 

 

Dari sekian banyak kota yang mudah dijangkau dari Ibu Kota Jepang yaitu Tokyo, Yokohama menjadi salah satu kota yang paling populer dijadikan kota tujuan side-trip dari Tokyo [baca disini: Yokohama memang hanya berjarak kira-kira 30 menit saja dari Tokyo (via kereta), membuat kota ini ideal dikunjungi pulang-pergi oleh mereka yang menjadikan Tokyo sebagai destinasi wisatanya. Adapun Hakkeijima Sea Paradise sendiri termasuk salah satu obyek wisata mayor di Yokohama. Tempat ini merupakan taman hiburan yang terletak di sebuah pulau buatan di Tokyo Bay, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas mulai dari akuarium, taman bermain, hingga berbagai toko dan restoran. Luas totalnya kira-kira 24ha, yang berarti 18 kali lebih luas dari lapangan di Tokyo Dome.

 

Fasilitas di Hakkeijima Sea Paradise

Ada 2 fasilitas hiburan utama di Hakkeijima Sea Paradise yang akan dibagi lagi dalam beberapa sub-fasilitas, yaitu Aqua Resort dan Pleasure Land.

 

1. Aqua Resort

Merupakan pusat hiburan bertema laut yang jadi salah satu daya tarik utama dari Hakkeijima Sea Paradise. Di Aqua Resort ini terdapat 4 fasilitas besar: Aqua Museum, Dolphin Fantasy, Fureai Lagoon, dan Umi Farm.

 

A. Aqua Museum.

 

DSCF0464.JPG

Aqua Museum, via razienjapon 

 

Area ini merupakan area akuarium konvensional di zona Aqua Resort. Bangunannya mudah dikenali karena memiliki bentuk seperti piramida, terdiri dari 5 lantai, dan di klaim sebagai salah satu akuarium terbesar di Jepang. Aqua Museum ini memiliki koleksi lebih dari 100 ribu hewan laut yang terdiri dari 500 spesies mulai dari penyu raksasa, lumba-lumba, singa laut, anjing laut, pinguin, berbagai tanaman laut hingga beruang kutub yang ditempatkan dalam berbagai tangki. Salah satu daya tarik utama dari Aqua Museum adalah akuarium setinggi 3 lantai dengan jendela kaca berukuran super besar.

 

gallery_843_1101_323288.jpg

Akuarium setinggi 3 lantai, via retrip 

 

Selain memiliki tangki konvensional berukuran besar, Aqua Museum ini juga dilengkapi dengan Aqua Tube; sebuah lorong kaca yang berada di tengah akuarium. Wisatawan dapat menyusuri lorong tersebut sambil melihat-lihat aneka ikan dan hewan laut yang berenang bebas di sekitarnya. Terdengar biasa? Tentu saja nggak, karena pengunjung nggak sekedar berjalan kaki menyusuri Aqua Tube melainkan naik eskalator; sehingga kalian akan merasakan sensasi layaknya berada di kedalaman air laut yang sebenarnya. Ngomong-ngomong, Aqua Tube ini menjadi bagian dari tangki sedalam 3 lantai, sehingga kalian bisa membayangkan sendiri kira-kira seberapa tinggi eskalator ini.

 

gallery_843_1101_3801.jpg

Aqua Tube, via /\ltus/flickr 

 

Daya tarik lain dari Aqua Museum ini terletak pada atraksi aneka hewan lautnya. Atraksi ini digelar di Aqua Stadium yang terdapat di lantai 4, dan bisa diakses hanya dari Aqua Museum. Pertunjukannya sendiri biasa digelar beberapa kali dalam sehari dan menampilkan berbagai hewan seperti lumba-lumba, singa laut, dan lain-lain. Hanya saja, jadwal pertunjukan dapat berubah sewaktu-waktu dan mungkin saja dibatalkan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Jika kebetulan kalian datang pada saat pertunjukan sedang tidak dilangsungkan, jangan dulu kecewa. Dengan sedikit biaya tambahan, kalian bisa mengalihkan agenda wisata dengan menikmati berbagai video dan film bertema kehidupan laut yang diadakan di Aqua Theater (ada di lantai 5).

 

gallery_843_1101_91806.jpgAqua Stadium, via study-aroad-blog-tokyo-sjs.ciee 

 

B. Dolphin Fantasy.

 

gallery_843_1101_33651.jpg

Bangunan Aqua Museum dan Dolphin Fantasy (warna biru), via photography-on-the 

 

Terletak sedikit di luar bangunan Aqua Museum, terdapat sebuah bangunan lain bernama Dolphin Fantasy. Fasilitas tersebut sejatinya merupakan sebuah akuarium juga, namun punya perbedaan konsep dengan Aqua Museum. Jika Aqua Museum merupakan akuarium konvensional dengan banyak tangki berisi ikan dan juga memiliki sebuah stadium untuk pertunjukan hewan laut, maka Dolphin Fantasy ini merupakan sebuah tangki berukuran besar dengan terowongan kaca di bagian bawahnya. Wisatawan bisa berjalan kaki menyusuri terowongan tersebut sambil melihat-lihat lumba-lumba hidung botol yang berenang di dalam tangki yang akan membuat mereka seolah tengah berenang di udara. Di ujung terowongan terdapat sebuah kolam berbentuk silinder yang tinggi, dan kalian dapat melihat aneka ikan berenang di kolam tersebut.

 

gallery_843_1101_175265.jpg

Terowongan di Dolphin Fantasy, via hotel-story 

 

C. Fureai Lagoon.

 

gallery_843_1101_271732.jpg

Fureai Lagoon, via tsutomowonderland 

 

Bosan dengan kolam yang begitu-begitu saja? Bergeserlah ke Fureai Lagoon, sebuah kompleks akuarium yang memiliki konsep berinteraksi dan bersentuhan langsung dengan hewan laut. Saat tiba di area Fureai Lagoon, pengunjung akan mendapatkan semacam tutorial bagaimana caranya memaksimalkan waktu di zona ini. Di Fureai Lagoon ini pengunjung diajak untuk berinteraksi langsung dengan aneka hewan yang terdapat di berbagai kolam seperti paus Beluga dan lumba-lumba, masuk ke kolam berisi ikan, dan tentu saja di zona ini pun ada terowongan dengan dinding kaca melewati tangki berisi ikan.

 

[lanjut ke postingan di bawah] 

Share this post


Link to post
Share on other sites

[lanjutan dari postingan di atas]

 

D. Umi Farm

 

gallery_843_1101_303004.jpg

Area Umi Farm, via tabiulala 

 

Dalam bahasa Jepang, “umi†berarti “lautâ€. Dengan kata lain, “umi farm†ini dapat diterjemahkan secara bebas sebagai “pertanian lautâ€. Tapi, zona ini bukannya zona bercocok tanam aneka tanaman laut ya. Umi Farm ini merupakan fasilitas di Hakkeijima yang sengaja dibuat terapung di laut. Bentuknya memang menyerupai petak-petak layaknya di ladang. Petak-petak di laut tersebut dibagi dalam beberapa fungsi dan zona. Ada zona pengenalan aneka makanan yang berasal dari laut, zona penelitian laut, zona observasi aneka habitat laut, zona laboratorium laut, hingga zona memancing dan berburu ikan dengan tangan kosong. Dengan sedikit tambahan biaya, kalian bisa memasak ikan yang telah ditangkap untuk di olah menjadi ikan goreng maupun burger ikan dan langsung dimakan di tempat. Menarik ya!

 

gallery_843_1101_85572.jpg

Kemeriahan di Umi Farm, via blog.livedoor 

 

2. Pleasure Land

Merupakan zona hiburan non-laut yang ada di Hakkeijima Sea Paradise. Di zona ini terdapat bermacam wahana permainan yang cocok untuk beragam range usia. Ada permainan soft/gentle ride seperti Merry-go-round, hingga wahana thrill ride seperti Roller Coaster.

 

Untuk dapat masuk ke Pleasure Land ini, kalian dapat membeli tiket terusan untuk naik seluruh wahana secara unlimited (lihat di bagian tiket). Namun jika nggak yakin akan menggila di area ini, kalian bisa membeli tiket secara satuan, tergantung wahana yang akan dinaiki. Harga tiketnya bervariasi antara 300 yen* hingga 1000 yen* per-wahana. Kurang lebih terdapat 15 wahana di zona Pleasure Land, namun inilah beberapa wahana yang menjadi highlight dari zona ini:

 

Blue Fall: Wahana free fall yang akan menjatuhkan kalian dari ketinggian 107 meter. Wahana ini jelas hanya untuk mereka yang mengaku sebagai adrenalin junkie. Harga tiket satuannya adalah 1000 yen*.

 

gallery_843_1101_40664.jpg

Blue Fall, via ja.japantravel 

 

Surf Coaster Leviathan: Wahana roller coaster dengan jalur track-nya berada di atas permukaan laut. Di malam hari, roller coaster ini akan diiluminasikan sehingga menciptakan suasana yang lebih keren. Harga tiket satuannya 1000 yen*.

 

gallery_843_1101_52988.jpg

Surf Coaster, via panoramio 

 

Aqua Ride II: Wahana rapid ride bertema bajak laut. Jalurnya penuh kejutan, dan yang pasti, bersiaplah untuk basah terkena percikan air saat naik wahana ini. Harga tiket satuannya 800 yen*.

 

gallery_843_1101_105564.jpg

Aqua Ride II, via shige-wallpaper-images 

 

Dan masih ada beberapa wahana keren lainnya yang layak dijajal di area Pleasure Land ini seperti Sea Paradise Tower, Sea Train (berkeliling area taman dengan kereta), Island Tour Bus (bus wisata di Hakkeijima), maupun Paradise Cruise (naik kapal menjelajah laut di sekitar Hakkeijima).

 

Hal lain yang bisa dilakukan di Hakkeijima Sea Paradise.

 

Selesai main ke Aqua Resort maupun memacu adrenalin di Pleasure Land, jangan dulu buru-buru pulang. Masih ada beberapa aktifitas lain di Hakkeijima Sea Paradise yang menarik untuk dilakukan, seperti belanja souvenir maupun makan. Hakkeijima Sea Paradise ini memang dilengkapi dengan beberapa tempat belanja, terutama belanja souvenir, dan beberapa restoran bertema Jepang, Western, maupun fast food. Bahkan jika kalian nggak berminat untuk melihat-lihat akuarium, main di Pleasure Land, maupun sekedar makan dan berburu souvenir, Hakkeijima Sea Paradise ini tetap menarik untuk dikunjungi bagi kalian yang ingin menikmati suasana, terutama karena untuk masuk ke kawasan ini tidak dipungut biaya alias gratis (lihat bagian tiket).

 

Harga tiket masuk ke Hakkeijima Sea Paradise.

Hakkeijima Sea Paradise ini memiliki konsep pay-as-you-go. Wisatawan tidak dipungut biaya jika sekedar ingin masuk dan berjalan-jalan di pulau ini. Tiket baru diperlukan untuk masuk ke Aqua Resort maupun Pleasure Land, dengan detail harga sebagai berikut:

 

Aqua Resort Pass (untuk masuk ke Aqua Resort saja):

< Dewasa: 3000 yen* > < Pelajar SD/SMP: 1750 yen* > < Anak-anak (usia 4 tahun ke atas): 850 yen* > < Senior (usia 65 tahun ke atas): 2450 yen* >

Aqua Resort Pass + Aqua Theater:

< Dewasa: 3200 yen* > < Pelajar SD/SMP: 1950 yen* > < Anak-anak (usia 4 tahun ke atas): 1050 yen* > < Senior (usia 65 tahun ke atas): 2650 yen* >

Pleasure Land Pass (tiket terusan untuk naik seluruh wahana di Pleasure Land):

< Dewasa: 3000 yen] < Pelajar SD/SMP: 2650 yen* > < Anak-anak (usia 4 tahun ke atas): 1550 yen* > < Senior (usia 65 tahun ke atas): 3000 yen* >

One Day Pass (Aqua Resort Pass + Pleasure Land Pass):

< Dewasa: 4550 yen* > < Pelajar SD/SMP: 3300 yen* > < Anak-anak (usia 4 tahun ke atas): 1850 yen* > < Senior (usia 65 tahun ke atas): 3300 yen* >

 

Akses via kereta api:

Jika berangkat dari Tokyo, paling mudah naik dari Stasiun Shinagawa, Shinjuku, maupun Tokyo dan naik kereta ke Stasiun Yokohama. Waktu tempuhnya antara 20-30 menit (untuk detail akses menuju Yokohama bisa dibaca disini: ).

 

Dari Stasiun Yokohama, cara paling mudah adalah dengan naik JR Negishi Line dan turun di Stasiun Shin-sugita (20 menit), dilanjutkan dengan naik Seaside Line ke Stasiun Hakkeijima (18 menit). Dari Stasiun Hakkeijima, jalan kaki ke Hakkeijima Sea Paradise.

 

gallery_843_1101_9832.gif

Detail akses ke Hakkeijima, via seaparadise 

 

Keterangan lainnya:

Alamat: Hakkeijima, Kanazawa-ku, Yokohama City 236-0006

Telp: 045-788-8888

Jam operasional: buka setiap hari, rata-rata 08.30-21.30, namun jadwal buka/tutup dapat berubah pada periode tertentu.

Google Maps: < klik

Website resmi: < klik

 

*Harga dapat berubah sewaktu-waktu. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@vie asano

wih yokohama kemaren mau kesini tapi gak sempet uy pengen ke Counter Tamiya nya ahahah

 

rikues dnk Shizuoka area disana ada Pabrik Tamiya soal nya

cara kesana dari osaka atau tokyo 

dan wisata disana hehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      Sebelum nya sedikit intro dahulu bahwa sanya (bahaha bahasa gue), well tanggal 7-15 maret 2016 kemarin saya baru saja melakukan perjalanan dari Osaka - Nara - Kyoto - Seoul. Jadi perjalanan lintas 2 Negara, yang 2 negara ini Jepang dan Korea Selatan merupakan salah dua Bucket Travel Wishlist saya dari sejak lama.
      Namun disini saya mau memberikan sedikit cerita pengalaman saya menggunakan satu alat / media Tranportasi berupa Kartu yang disebut KANSAI THRU PASS

       
      Apa Itu Kansai Thru Pass ?
      Seperti kalian tahu di Jepang ini banyak sekali pass pass atau kartu kartu yang di peruntukkan untuk kemudahan Turis berwisata di Jepang. Sebut saja Pass seperti JR Rail Pass, Kanto Wide Pass, JR West Rail Pass, Kansai Thru Pass dan Pass Lainnya. Yang biasanya di bedakan akan Perusahaan dan Jalur dari Transportasi yang akan di gunakan, baik itu Subway, Kereta Listrik, Bus ataupun lainnya yang di cover oleh Pass tersebut.
      Nah untuk perjalanan ke area Osaka - Nara - Kyoto kali ini saya menggunakan Kansai Thru Pass. Karena Osaka - Nara - Kyoto ini berada dalam kawasan KANSAI. Masih ada 1 Pass lagi untuk area Kansai ini yaitu JR West Rail Pass, sesuai nama depan nya di operasikan oleh perusahaan JR (Japan Rail). Sedangkan Kansai Thru Pass atau disebut juga Surutto Kansai ini di bawah naungan perusahaan Nankai Travel International Co.
      Lebih gampang nya
      Kalian harus pahami maksud dari Selain Moda Transportasi Dari Perusahaan JR, karena ada beda nya dan juga untuk Subway dan MRT, Stasiun nya pun berbeda (walaupun ada Stasiun yang ter Koneksi). Biasa nya Moda Transportasi dari Perusahaan JR ini ada tulisan JR di depan nya. Misal stasiun JR Nara, JR Kyoto. Atau kereta JR Shinkansen, dll
      Nah selain dari Moda Transportasi JR tersebut kalian bisa gunakan dengan Kansai Thru Pass, biasa di singkat jadi KTP (baca kei, ti, pi). Karena cukup banyak Moda Transportasi selain JR di area Kansai ini. Jadi kalian bisa gunakan KTP ini.
       
      Bagaimana Cara Mendapatkan Kansai Thru Pass ?
      Mendapatkan nya dalam kata lain adalah Membeli nya cukup mudah dan bisa di lakukan dari Indonesia juga. Seperti yang saya lakukan kemarin. Saya melakukan pembelian secara online untuk Kansai Thru Pass ini, melalui website Resmi mereka di Nankai Travel International Co
      Langkah Membeli Online KTP sebagai berikut :
      01. Baca terlebih dahulu info lengkap Surutto Kansai Thru Pass di website INI
      02. Lalu masuk ke bagian pembelian Online ke website Nankai Travel International Co
      03. Pilih berapa hari yang kalian perlukan ada yang 2 dan 3 hari dengan harga yang berbeda pula.
      04. Lalu pilih tanggal mulai penggunaan KTP sesuai yang kalian mau
      05. Isi semua data diri dengan Lengkap
      06. Pembayaran menggunakan Kartu Kredit dan mata uang Yen Jepang
      07. Print out bukti booking KTP kalian ini, yang nanti untuk di tukar di Kantor Perwakilan KTP di Jepang ada di beberapa tempat.
       
      Selain pembelian secara Online kalian juga bisa mendapatkan nya secara Offline atau membeli langsung di Kantor atau Perwakilan KTP ini di Jepang, ketika kalian sudah tiba di Jepang. Dengan harga yang sama tentu nya
      Daftar Lokasi Pembelian Kansai Thru Pass di Jepang :
      Kansai Tourist Information Center Kansai International Airport(1st Floor / 07:00 – 22:00) Nankai Electric Railway Kansai-Airport Station Ticket Office (5:00 – 23:29) Osaka Airport Information Center (1st floor, North and South Terminals / North Terminal: 8:00 – 21:00 South Terminal: 6:30 – 21:00) Kyoto Station Bus Information Center (Kyoto Station Karasuma Exit / 07:30 – 19:30) Osaka Visitors' Information Center – Namba (Inside the General Information Center Namba on the 1F of Nankai Building / 09:00 – 20:00) Kansai Tourist Information Center Shinsaibashi(11:00~19:00) Osaka Visitors' Information Center – Umeda (JR Osaka Station, Central Ticket Gate / 08:00 – 20:00) Nara City Tourist Information Center (Alight at Kintetsu Nara Station / 09:00 – 21:00) Shin-Osaka Youth Hostel (Alight at Osaka Municipal Subway Shin-osaka Station / 06:00 – 23:00) Hankyu Tourist Center Umeda Osaka (8:00 – 17:00) Kansai Tourist Information Center Kyoto (10:00 – 18:00) Kansai Tourist Information Center Daimaru Shinsaibashi (10:30 – 21:00) Tourist information Center "Kanku Machidokoro" (KANSAI AIR PORT TERMIANL2 / 11:30 – 22:00) Bagi yang membeli Kansai Thru Pass secara online bisa menukar kan Print Out Booking nya di tempat-tempat di atas dan akan menerima Kartu KTP, sebagai ganti nya.
       
      Hal-Hal Yang Perlu Kalian Tahu Tentang Kansai Thru Pass
      Kansai Thru Pass ini unik karena memang penggunaan awal nya adalah untuk memudahkan traveler berkunjung ke Jepang khususnya area Kansai dengan mendapatkan berbagai potongan harga menarik baik dari Transportasi dan lain hal nya.
      Berikut hal yang kalian harus tahu tentang Kansai Thru Pass :
      01. Kansai Thru Pass hanya bisa digunakan di Area Kansai yaitu Osaka - Kyoto - Kobe - Nara - Wakayama - Hyogo - Shiga
      02. Terdapat 2 jenis KTP yang terbagi atas banyak nya hari yaitu 2 hari dan 3 hari
      03. Harga tiap hari pun berbeda, untuk KTP 2 Hari harganya 4000 Yen, sedangkan KTP 3 Hari harganya 5200 Yen
      04. Penggunaan KTP tidak harus dalam hari yang berurutan misal kan KTP 3 hari tidak harus tanggal 1-2-3. Kalian bisa gunakan bebas                 seperti tanggal 1-2-4 atau 3-5-10 dan seterusnya. Selama dalam jangka waktu 30 hari masa aktif
      05. Di Kyoto kalian akan menggunakan banyak KTP ini karena jalur nya lebih tercover oleh Bus, yang biaya nya tercover oleh KTP ini
      06. Pembelian Kansai Thru Pass disertai buku Panduan KTP berisikan Panduan lengkap wisata di Kansai, Map kereta yang menggunakan             KTP dan juga Voucher Diskon untuk beberapa Tempat Wisata yang ada di Kansai
       
      Efektifkah Menggunakan Kansai Thru Pass ?
      Untuk hal ini saya sendiri pernah menanyakan dan berdiskusi dengan banyak orang sebelum memutuskan untuk menggunakan KTP ini. Dimana efektifitas nya itu dinilai akan banyak hal. Seperti Biaya, Waktu dan juga Keuntungan Lainnya.
      Untuk saya pribadi cukup terbantu dalam hal Berhemat biaya Transportasi selama 3 hari di Kansai di mana jika di hitung :
      One Way dari Kansai Internasional Airport ke Osaka itu paling murah sekitar 1100 yen, jika Pulang Pergi sudah 2200 yen. Lalu perjalanan Pulang Pergi Osaka - Kyoto paling murah sekitar 1200 yen. Kemudian Kyoto - Nara one way sekitar 710 yen. Belum lagi dengan destinasi saya lain nya seperti Area Osaka, area Kyoto (Bus) yang total bisa lebih dari 3000 yen. Jadi cukup membantu dalam soal berhemat.
      Namun untuk Efisien Waktu agak kurang bagus karena Jalur kereta dari Kansai Thru Pass ini rata-rata sangat jauh jadi cukup memakan waktu. Contoh dari Kansai Airport ke Osaka jika menggunakan JR Railways hanya perlu waktu sekitar 45 menit, namun jika menggunakan KTP ini menghabiskan waktu sekitar 2 jam lebih karena harus berganti beberapa kali Jalur Kereta di Stasiun.
      Untuk hal ini saya juga mempersiapkan diri dengan membeli ICOCA Card mirip PASMO Card yang di Tokyo, kegunaan nya hanya untuk Transportasi Perusahaan JR. Karena saya juga perlu efisien waktu tidak habis di jalan, karena hanya punya waktu sekitar 4 hari di Osaka - Kyoto - Nara.
      Jadi apakah Kansai Thru Pass ini efisien ? Bagi saya tergantun dari hal apa, jika melihat dari Biaya jelas sangat efisien karena terbantu mengurangi biaya. Namun jika dari hal waktu kurang efisien karena waktu terbuang percuma di Kereta / Subway.
      Demikian lah semoga jadi referensi buat kalian yang mungkin mau ke Kansai Jepang
    • By vie asano
      Masih tentang aneka frequently asked question tentang Jepang. Pada tulisan bagian pertama,
      Saya sudah berbagi informasi tentang aneka hal mendasar yang biasa ditanyakan sebelum berwisata ke Jepang. Pada bagian kedua,
      Obyek Wisata
      T: Saya baru pertama kali pergi ke Jepang. Ada rekomendasi kemana saya harus pergi jika berwisata ke Jepang.
      J: Jika kalian termasuk first time traveler ke Jepang, disarankan untuk mencoba pergi ke Tokyo lebih dulu. Ibukota negara Jepang ini cocok untuk mengawali perkenalan kalian terhadap wisata Jepang. Di kota ini ada wisata sejarah, budaya, arsitektur modern, hingga aneka taman bermain. Sedangkan jika kalian lebih tertarik mencari sesuatu yang otentik dan tradisional, pergilah ke Kyoto maupun Nara. Kedua kota tua tersebut relatif asli dan menarik dikunjungi oleh mereka yang suka sejarah.
      ____________________ T: Selain Tokyo, Kyoto, dan Osaka, kota mana saja yang jadi tujuan wisata terpopuler di Jepang?
      J: Untuk kota-kota wisata terpopuler di Jepang, silahkan baca ini:
       
      ___________________________________________________________
      T: Denger-denger Kyoto itu kota yang mahal? Apa benar wisata ke Kyoto lebih mahal dibanding Tokyo?
      J: Sepintas, Kyoto memang terasa lebih mahal dibanding Tokyo. Itu karena di kota ini mayoritas tempat wisatanya (seperti kuil dan istana) menerapkan tiket masuk. Namun bukan berarti kota ini nggak ramah bagi budget traveler, karena sebetulnya masih banyak wisata gratisan yang bisa ditemukan disini. Informasi lebih lengkap bisa baca
       
      Arashiyama Bamboo Forest, Kyoto. Foto:
      sumber ___________________________________________________________
      T: Hokkaido itu dimana? Apa saja yang menarik disana?
      J: Hokkaido merupakan nama sebuah pulau sekaligus prefektur yang letaknya berada di sisi utara Jepang. Untuk informasi tentang Hokkaido dan aktifitas menarik yang bisa dilakukan disana, bisa baca
      dan
       
        _______________
      T: Saya berencana untuk wisata ke Tokyo, tapi inginnya sih sekaligus wisata ke kota lain. Kota mana saja yang bisa dijadikan side trip dari Tokyo?
      J: Ada beberapa kota yang posisinya tak begitu jauh dari Tokyo dan populer sebagai side trip yang bisa dikunjungi pulang pergi, mulai dari Yokohama, Kawasaki, Kamakura, Enoshima, Narita, Hakone, Nikko, hingga Kinugawa Onsen. Detail tentang masing-masing kota tersebut bisa dibaca disini: Side Trip from Tokyo (1): Yokohama,
      Side Trip from Tokyo (3): Kamakura,
      Side Trip from Tokyo (5): Narita,
      Another Trip from Tokyo (2): Nikko.
        T: Apa bedanya kuil Shinto dan kuil Budha? Mana yang lebih menarik untuk dikunjungi?
      J: Kuil Shinto merupakan kuil yang dibangun untuk melakukan kegiatan peribadatan ajaran Shinto yang merupakan kepercayaan asli penduduk Jepang, sementara kuil Budha jelas merupakan kuil untuk agama Budha. Namun pernah ada masa dimana kedua agama tersebut mengalami akulturasi dan akhirnya melahirkan arsitektur kuil yang memadukan kedua ajaran tersebut, sehingga tak heran jika kalian menemukan ada kuil Shinto yang juga memasang patung Budha, maupun melihat kuil Budha yang dilengkapi dengan patung dewa-dewa Shinto. Baik kuil Shinto maupun kuil Budha memiliki daya tarik yang membuatnya menarik untuk dikunjungi.
      ___________________________________________________________
      T: Berapa harga rata-rata tiket masuk ke obyek wisata di Jepang?
      J: Tergantung jenis obyek wisatanya dan juga kotanya. Misalnya saja untuk kuil. Di Tokyo, rata-rata kuilnya bisa dimasuki secara cuma-cuma. Namun di Kyoto, rata-rata kuilnya menerapkan tiket masuk dengan harga antara 100-500 yen* (kecuali untuk Kokodera Temple yang tiket masuknya 3000 yen*). Sedangkan untuk taman bermain, bisa mulai dari 800 yen* hingga ribuan yen.
      ___________________________________________________________
      T: Apa di Jepang selalu turun salju saat musim dingin?
      J: Sayangnya tidak. Hanya daerah tertentu saja yang mengalami musim dingin bersalju, sementara daerah lainnya hanya merasakan udara dingin saja. Informasi lebih lengkap, bisa baca disini:
      Shirakawa-go di musim dingin. Foto:
      sumber ___________________________________________________________
      T: Saya penasaran dengan Gunung Fuji! Gimana caranya pergi kesana dari Tokyo?
      J: Saya pernah mengulas tentang Gunung Fuji dan juga area Fuji Five Lakes. Untuk lebih jelasnya, bisa baca disini:
       
       
       
       
      ___________________________________________________________
      T: Apa bedanya onsen dan sento? Jika saya ingin mencoba onsen, dimana onsen terbaik yang direkomendasikan?
      J: Secara mudah, sento merupakan pemandian umum yang sumber air panasnya menggunakan air yang dipanaskan; sementara onsen merupakan pemandian dengan air panas alami. Detail tentang sento bisa dibaca disini: Sento (Public Bath) di Tokyo part 1, Sento (Public Bath) di Tokyo part 2. Sedangkan jika ingin menikmati onsen di Jepang, silahkan mengintip dulu beberapa tulisan berikut ini:
       
       
       
      dan
      ___________________________________________________________
      Semoga informasinya bermanfaat!
      Baca seri lengkapnya:
    • By vie asano

      Sudah tahu kan kenapa harus mempertimbangkan untuk sekolah di Jepang? Sudah tahu juga beberapa skenario yang bisa dicoba agar bisa bersekolah di Jepang? Kalau belum, silahkan baca dulu tulisan sebelumnya (dengan cara klik link pada tulisan di atas). Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi tips dan trik seputar sekolah di Jepang, mulai dari memilih sekolah, hingga cara menghubungi calon pembimbing.
       
      Tips memilih sekolah di Jepang
      1. Pertama dan yang paling utama, sama seperti halnya saat akan masuk perguruan tinggi di Indonesia, tentukan dulu mau memilih jurusan atau menekuni bidang apa. Masalah jurusan ini sangat penting lho. Salah seorang kenalan saya pernah mengalami krisis identitas jurusan. Karena kesulitan mencari jurusan yang sesuai kata hati, akibatnya dia mengambil kuliah di universitas antah berantah jurusan nomaden, alias setiap tahun pindah-pindah tempat kuliah dan berganti jurusan. Jadi sebelum mendaftar ke sebuah sekolah/kampus, pastikan dulu apa minat Anda. Seberapa besar minat Anda terhadap jurusan tersebut? Kan nggak lucu setelah jauh-jauh pergi ke Jepang akhirnya malah luntang lantung karena nggak cocok dengan jurusan yang dipilih.
       
      Itu untuk yang memilih kuliah S1. Bagi calon mahasiswa S2 maupun S3, tentukan dengan benar bidang apa yang ingin ditekuni. Pemilihan bidang ini akan menjadi salah satu acuan penting untuk memilih pembimbing yang dapat membantu kita bersekolah di Jepang.
       
      2. Setelah menetapkan jurusan maupun bidang yang akan ditekuni, saatnya memilih universitas yang akan menjadi tempat untuk menimba ilmu. Agar bisa menimba ilmu secara maksimal, sebaiknya pilih tempat kuliah yang memiliki spesialisasi di bidang yang akan ditekuni maupun jurusan yang akan diambil. Misalnya saja, jika ingin mengambil jurusan teknologi, ya carilah universitas yang terkenal memiliki kurikulum bagus di bidang teknologi seperti Tokyo Institute of Technology maupun Universitas Tokyo. Begitu juga jika ingin menekuni bidang seni, bisa memilih spesialisasi seni tertentu (desain, musik, dan sebagainya).
       
      3. Biasanya, dilema lain yang muncul adalah pilih universitas negeri atau swasta ya? Di Jepang, kualitas antara universitas negeri maupun swasta sebetulnya sama saja. Perbedaan mencolok terletak pada masalah biaya. Jika biaya tidak jadi masalah, maka kampus negeri atau swasta akan sama saja. Namun jika mengincar potongan biaya pendidikan maupun kemudahan biaya lainnya, sebaiknya memilih universitas negeri.
       
      4. Tips lain untuk memilih universitas yang tepat, adalah pertimbangkan juga masalah kota tempat lokasi kampus tersebut berada. Kampus yang berada di kota besar (seperti Tokyo) tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit, khususnya dalam masalah biaya hidup. Iklim di kota tersebut juga salah satu yang perlu diperhatikan. Saya telah menyinggung sekilas mengenai iklim di Jepang melalui tulisan ini. Daerah utara Jepang memiliki iklim yang relatif lebih dingin dibanding daerah selatan. Jadi jika kira-kira memiliki masalah dengan suhu yang terlalu dingin maupun terlalu hangat, sebaiknya carilah kampus di kota yang memiliki iklim yang paling ramah terhadap kondisi tubuh.
       
      Tips saat mencari dan menghubungi calon pembimbing
      1. Untuk cara mencari calon pembimbing, seperti sudah disinggung disini, cara termudah adalah dengan memanfaatkan koneksi. Minta saran dari siapa saja yang sudah pernah menempuh pendidikan di Jepang. Cara lainnya adalah dengan bertanya pada mbah google. Perhatikan korelasi antara bidang studi yang ingin ditekuni dengan bidang keahlian doktor maupun profesor yang akan jadi calon pembimbing. Kan aneh kalau mencari pembimbing yang ahli nuklir, padahal rencananya ingin menekuni bidang arsitektur.
       
      2. Selain harus jeli memilih pembimbing yang memiliki keahlian di bidang yang akan kita tekuni, salah satu pertimbangan lain dalam memilih pembimbing adalah track record-nya. Sudah jadi rahasia umum ada beberapa pembimbing yang hanya memanfaatkan mahasiswa untuk membantu penelitiannya dan tidak berkontribusi banyak dalam membimbing mahasiswa. Selain itu, ada juga pembimbing yang kurang memahami cara membimbing mahasiswa asing (yang berarti harus berhadapan dengan perbedaan budaya, bahasa, dan sebagainya). Nah, salah satu indikator yang bisa digunakan untuk memilih pembimbing adalah track record-nya dengan mahasiswa asing. Seringkah pembimbing tersebut menerima mahasiswa asing? Banyakkah mahasiswa asing bimbingannya yang berhasil selepas lulus sekolah?
       
      3. Salah satu cara terbaik untuk mengontak calon pembimbing adalah melalui email. Tak apa jika tidak bisa berbahasa Jepang, karena email bisa dibuat dalam bahasa Inggris. Namun perlu diketahui juga tidak semua doktor/profesor di Jepang menguasai bahasa Inggris. Jadi jika kegiatan surat menyurat akan dilakukan dalam bahasa Inggris, carilah pembimbing yang memahami bahasa Inggris. Oya, jangan kaget juga jika tiba-tiba ditanya mengenai kemampuan berbahasa Jepang ya, karena beberapa pembimbing mensyaratkan kemampuan berbahasa Jepang (walau untuk level percakapan sehari-hari.
       
      4. Saat menghubungi calon pembimbing, jangan langsung mengharapkan balasan. Tunggulah 2-3 minggu (bisa juga hingga 4 minggu) karena seorang doktor/profesor pastilah memiliki jadwal yang padat. Tak ada salahnya mengirim email ke beberapa calon pembimbing dalam satu waktu, tentunya selama calon pembimbing tersebut memiliki kualifikasi di bidang yang akan ditekuni.
       
      5. Bagaimana jika ditolak oleh pembimbing? Tenang, dunia belum kiamat. Jangan dulu buru-buru ngambek dan batal kuliah di Jepang. Di Jepang ada ribuan doktor/profesor dan tak sedikit dari mereka yang membutuhkan mahasiswa asing. Jangan salah, bukan hanya mahasiswa asing yang perlu pembimbing lho. Doktor/profesor juga perlu mahasiswa asing agar bisa go internasional, dan universitas/kampus juga perlu mahasiswa asing untuk menaikkan ratingnya. Jadi jangan putus asa jika ditolak. Tetap ucapkan terima kasih karena telah merespon email Anda, dan tak ada salahnya meminta rekomendasi koleganya yang membutuhkan mahasiswa asing.
       
      6. Perhatikan tata bahasa yang digunakan saat menghubungi pembimbing. Orang Jepang mengutamakan sopan santun saat berinteraksi, jadi tata bahasa sangatlah penting.
       
      7. Untuk contoh email pada calon pembimbing, saya mengambil contoh sumber dari e-book yang ditulis oleh Sunu Wibirama (klik link untuk melihat e-book aslinya). Bagi yang nggak sempat buka-buka e-book nya, kurang lebih strukturnya sebagai berikut:
       
      - Subject: .. < nama kita > < nama universitas asal > - < nama beasiswa > < tahun ajaran > for .. < isi dengan Research Student/Master Degree/Doctoral Degree > in University < isi dengan nama universitas tujuan >. Merasa kepanjangan? Nggak apa-apa, karena ini untuk membedakan dengan email lainnya.
      - Salam pembuka: ucapkan salam dengan menyebut nama pembimbing.
      - Isi email: berisi perkenalan (menyebut nama, biodata singkat), penjelasan mengenai riset yang telah dikerjakan, permohonan untuk mengikuti riset yang sedang dilakukan oleh pembimbing.
      - Penutup: lampirkan beberapa dokumen pelengkap seperti bermacam sertifikat, dan surat rekomendasi (jika ada).
       
      8. Setelah dapat pembimbing, apa yang harus dilakukan? Jangan langsung pesta dan bersenang-senang ya. Tetap jalin kontak dengan beliau, jika perlu sesekali melalui telepon. Jangan lupa minta surat keterangan telah diterima oleh pembimbing yang bersangkutan. Tujuannya untuk memudahkan jika ingin mencari beasiswa.
       
      Lalu ada tips untuk mencari beasiswa ke Jepang nggak? Dan dimana cara mendapat informasi berbagai universitas di Jepang? Tunggu tulisan selanjutnya ya.
       
      Semoga bermanfaat.
      ***
      Baca seluruh seri tentang sekolah ke Jepang:
      Belajar ke Jepang? Ini Alasan yang Harus Dipertimbangkan
      Beberapa Skenario untuk Sekolah ke Jepang
      Kuliah ke Jepang? Ini Tips dan Trik-nya
      Mau Dapat Beasiswa ke Jepang? Begini Caranya.
    • By vie asano
      Jepang boleh saja dikenal sebagai salah satu negara dengan jaringan kereta api dan subway terumit di dunia. Kereta dan subway pun menjadi moda transportasi andalan bagi penduduk Jepang dan juga wisatawan yang berwisata ke Jepang. Namun perlu diketahui juga jika bus pun memegang peranan penting dalam moda transportasi di Jepang. Bus menjangkau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh kereta dan subway, dan bahkan untuk beberapa kota yang tak terlalu besar seperti Kyoto, bus menjadi moda transportasi utama mengalahkan kereta dan subway. Jadi nggak ada salahnya bagi wisatawan untuk mengenal sedikit tentang moda transportasi bus di Jepang.
      Bus di Jepang, foto:
      thanhnientudo Sebagai Gambaran Awal, Inilah Macam Bus di Jepang
      Secara mudah, bus di Jepang dapat dibedakan dalam kategori berikut ini: bus dalam kota, highway bus (atau bus jalan tol), dan bus wisata. Bus dalam kota, atau bus lokal, merupakan bus yang bergerak di dalam kota saja. Bus ini menjadi moda transportasi kedua di kota besar seperti Tokyo, namun menjadi moda transportasi utama di kota kecil dan menengah. Highway bus merupakan bus yang bergerak di jalan tol dan fungsinya sebagai alat transportasi untuk berpindah kota dari satu kota ke kota lainnya. Sedangkan bus wisata merupakan jenis bus yang dioperasikan dengan tujuan untuk wisata dan bukan untuk digunakan sehari-hari. Yang termasuk dalam jenis bus wisata ini seperti shuttle bus dan sightseeing bus.
      Sightseeing bus di Tokyo, foto:
      wikimedia commons Khusus untuk tulisan ini, saya akan membahas lebih lanjut tentang bus lokal. Untuk highway bus maupun jenis bus lainnya akan saya ulas terpisah.
      Mengapa Wisatawan Asing Perlu Mengetahui Seluk Beluk Bus di Jepang?
      Di Jepang, tidaklah sulit jika ingin menggunakan kereta dan subway sekalipun kalian tidak menguasai bahasa Jepang. Seiring dengan semakin tingginya perhatian akan sektor wisata, saat ini kalian bisa dengan mudah menemukan berbagai petunjuk arah maupun informasi dalam bahasa Inggris di berbagai stasiun dan kereta di Jepang.
      Namun itu tidak berlaku untuk bus. Setidaknya, hingga saat ini mayoritas bus di Jepang masih minim dari sentuhan bahasa Inggris. Umumnya informasi masih disajikan dalam bahasa Jepang, pun dengan supir bus yang tidak mengerti bahasa Inggris. Itulah mengapa naik bus di Jepang bisa cukup mengintimidasi bagi wisatawan asing, khususnya jika kalian pergi ke kota-kota dimana bus menjadi moda transportasi utama.
      Beginilah Caranya Naik Bus di Jepang
      Sekalipun bus di Jepang terasa mengintimidasi, bukan berarti kalian nggak bisa menaklukkan hal tersebut. Berikut ini beberapa tips umum yang bisa dicoba saat naik bus di Jepang.
      1. Naiklah bus dari halte bus. Untuk masuk ke dalam bus, umumnya menggunakan pintu belakang maupun pintu tengah, dan turun lewat pintu depan. Kecuali jika bus hanya memiliki satu pintu, maka masuklah dari pintu tersebut.
      Tambahan: timetable bus bisa dilihat di halte bus.
      Naik bus dari pintu tengah atau belakang, foto:
      weshare 2. Saat baru masuk, kalian akan menemukan mesin kecil yang akan mengeluarkan tiket. Ambil tiketnya dan perhatikan nomor yang tertera di tiket tersebut. Gunanya nomor itu adalah untuk menentukan biaya perjalanan yang harus dibayar (yang akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya jarak tempuh, kecuali jika bus yang dinaiki menggunakan flat rate). Sedangkan jika kalian menggunakan kartu IC seperti Suica atau Passmo, jangan lupa men-scan kartu saat akan masuk ke dalam bus.
      3. Di dekat supir bus biasanya akan ada monitor yang menunjukkan angka-angka. Untuk mengetahui biaya yang harus kalian bayarkan, cari nomor yang sesuai dengan nomor tiket dan lihat harga yang tertera disebelahnya. Untuk bus dengan tiket flat rate, mungkin saja display ini tidak tersedia.
      Foto:
      reviewmylife 4. Saat mendekati halte tujuan, tekan tombol yang terdapat di dinding maupun tiang di dekat tempat duduk. Tombol tersebut berfungsi untuk memberitahu supir bus jika kalian akan turun di pemberhentian berikutnya.
      Tips: hapalkan dengan benar halte bus tujuan, jika perlu catat namanya, karena mungkin saja informasi yang tersedia hanya menggunakan bahasa Jepang.
      Tombol untuk berhenti di tiang bus, foto:
      closertojapan 5. Saat akan turun, bayarkan biaya perjalanan dengan memasukkan sejumlah uang ke dalam kotak di dekat supir. Bayar dengan uang pas ya! Jika nggak punya uang kecil, kalian bisa menukarkan uang tersebut di mesin penukar uang yang juga terletak di dekat supir. Jangan lupa masukkan juga tiket yang diambil saat masuk ke dalam bus.
      Catatan tambahan: untuk bus yang menggunakan flat rate, ada kemungkinan biaya harus dibayarkan di awal saat naik ke dalam bus.
      Berapa Sih Biaya Untuk Naik Bus di Jepang?
      Harga tiket bus berbeda-beda untuk setiap kota. Sebelumnya, ketahui dulu jenis harga yang berlaku dalam sebuah bus. Ada bus yang menerapkan harga berdasarkan zona, yaitu tarif bertambah seiring dengan bertambahnya jarak tembuh; dan ada juga yang menerapkan regular charge/flat charge. Untuk tarif berdasarkan zona, harganya bisa mulai dari 100-200 yen untuk dewasa, dan diskon 50% untuk anak-anak. Sedangkan untuk tarif flat rate, bisa mulai dari 200 yen-an.
      Cara Untuk Mengetahui Bus yang Harus Dinaiki
      Sama seperti kereta dan subway, bus di Jepang juga bergerak berdasarkan rute/jalur tertentu. Biasanya jalur tersebut diwakili oleh angka maupun warna yang bisa dilihat di peta rute bus. Untuk mencari tahu bus mana yang harus dinaiki, cari tahu halte bus mana yang terdekat dengan tempat tujuan dan bus mana yang berhenti di halte tersebut. Kalian mungkin saja harus pindah jaur beberapa kali sebelum bisa mencapai halte yang dituju.
      Sebagai contoh, inilah rute bus di Kyoto. Silahkan diklik untuk melihat langsung jalur bus di kota Kyoto. Misalnya saja jika ingin pergi ke Gion, kalian harus naik bus no 12, 46, 100, 201, 202, 203, 206, atau 207 yang berhenti di halte bus Gion. Jika kalian berangkat dari depan Stasiun Kyoto (yang dilalui oleh bus no 4, 5, 9, 17, 26, 28, 50, 100, 101, 205, 206), maka kalian bisa naik bus nomor 100 maupun nomor 206. Silahkan coba melihat sendiri obyek wisata favorit kalian dan halte bus terdekat, sambil menerka-nerka bus mana yang seharusnya diambil untuk bisa sampai ke halte bus yang diinginkan.
      Semoga bermanfaat!
    • By vie asano
      Di era internet seperti sekarang ini, rasanya ada yang kurang jika nggak terhubung ke internet. Begitu juga saat berwisata ke negara lain. Rasanya akan ada yang kurang jika tak terhubung ke internet untuk sekedar mengecek Facebook, men-twit sesuatu, maupun sekedar berbagi foto wisata di Instagram. Itulah mengapa masalah internet termasuk salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh wisatawan modern pada masa kini.
       
      Wisatawan yang akan bepergian ke Jepang juga kerap menanyakan hal yang sama. Jepang memang dikenal sebagai salah satu negara termaju di dunia. Namun bagaimana dengan masalah internet? Apakah wisatawan dapat dengan mudah terhubung dengan internet selama di Jepang? Apakah jaringan internet sudah meng-cover seluruh Jepang? Dan apakah ada syarat khusus untuk mengakses internet bagi wisatawan asing yang tengah berada di Jepang? Mari simak ulasan tentang internet di Jepang berikut ini.
       
      Sulitkah bagi wisatawan untuk terhubung dengan internet di Jepang?
      Ada beberapa fakta menarik seputar internet di Jepang. Pertama, negara Jepang dikenal sebagai negara yang 80% penduduknya telah terhubung dengan internet. Itu menjadikan Jepang sebagai negara dengan populasi pengguna internet terbesar ke-4 di dunia dan menjadi salah satu negara dengan tingkat penetrasi internet tertinggi di dunia. Pertanyaannya adalah, dengan perkembangan jaringan internet yang sudah sangat luas tersebut, apakah itu berarti wisatawan asing cukup mudah untuk terhubung dengan internet selama berada di Jepang?
       
      Jawabannya adalah ya dan tidak. Ya, karena dewasa ini jaringan internet sudah mudah ditemukan di berbagai hotel, penginapan, maupun hotspot lainnya. Tidak, karena ada beberapa jaringan internet yang mensyaratkan wisatawan untuk mendaftar terlebih dulu dan memasukkan data-data pribadi seperti nomor passport. Beberapa jenis akomodasi yang populer bagi wisatawan asing, seperti hostel dan dormitory, terkadang malah sama sekali tidak menyediakan jaringan internet bagi para tamunya.
       
      Dimana tempat yang mudah untuk mengakses internet bagi wisatawan asing?
      Ada beberapa tempat dimana wisatawan asing sekalipun bisa mengakses internet dengan relatif mudah.
       
      1. Di tempat menginap
      Saat ini, kebanyakan hotel di Jepang (terutama hotel baru) telah menawarkan fasilitas internet gratis bagi para tamunya, baik berupa kabel LAN maupun koneksi wireless. Namun perlu diketahui juga jika nggak semua hotel menyediakan internet gratis. Ada beberapa hotel yang men-charge biaya internet pada tamunya, jadi sebaiknya kalian memastikan dulu status fasilitas internet di hotel pilihan kalian.
       
      Untuk akomodasi tipe lainnya, seperti ryokan dan hostel, nggak semuanya menyediakan fasilitas internet. Jika pun ada, biasanya hanya ada di area publik seperti lobi. Semakin sebuah akomodasi tersebut jauh dari pusat kota dan makin dekat ke daerah terpencil seperti onsen resort dan ski resort, maka koneksi internet yang terdapat di tempat tersebut pun semakin terbatas (bahkan mungkin sama sekali nggak ada).
       

      Ryokan, salah satu jenis penginapan tradisional yang belum tentu menyediakan koneksi internet, via hightouch-japan 
       
      2. Internet Cafe dan manga kissa  
      Internet cafe alias warnet (warung internet) dan manga kissa (alias manga cafe) merupakan salah satu tempat favorit bagi wisatawan yang ingin mengakses internet selama berada di Jepang. Bahkan bagi beberapa budget traveller, internet cafe dan manga kissa juga menjadi tempat favorit untuk menginap. Selain akan mendapat fasilitas internet berkecepatan tinggi, rata-rata warnet dan manga kissa menyediakan fasilitas air minum gratis, toilet dan kamar mandi, dan bilik yang cukup nyaman untuk tidur sekedarnya, dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dibanding menginap di kapsul hotel maupun hostel.
       

      Contoh ruangan di salah satu warnet Jepang. Cukup nyaman untuk dijadikan tempat menginap, via hirstart 
       
      3. Internet kiosk
      Jika warnet dan manga kissa menawarkan koneksi internet dan tempat potensial untuk menginap, maka kios internet ini bentuknya berupa komputer yang dioperasikan dengan koin agar bisa digunakan, termasuk untuk mengakses internet. Biasanya kios internet ini ditempatkan di area publik seperti stasiun besar, bandara, maupun perpustakaan, walau sekarang jumlahnya sudah semakin berkurang.
       
      4. Wi-Fi
      Ini mungkin salah satu koneksi internet yang jadi favorit banyak wisatawan. Model koneksinya ada yang berupa wifi hotspot maupun private wifi. Masalahnya, aneka wifi tersebut nggak seluruhnya gratis. Ada juga wifi berbayar, maupun gratis dengan syarat (seperti harus mendaftar dulu untuk mendapatkan kode tertentu). Berikut beberapa tempat yang biasanya menyediakan koneksi wifi gratis di berbagai kota di Jepang:
      a. Bandara besar seperti Narita Airport dan Haneda Airport, Kansai Airport di Osaka, Fukuoka Airport, New Chitose Airport di Sapporo, dan banyak lagi. Koneksi wifi di tempat-tempat tersebut biasanya membutuhkan registrasi terlebih dulu.
       

      Layanan internet gratis di Bandara Narita, via plok@flickr 
       
      b. Stasiun kereta dan subway besar. Di kota-kota besar seperti Tokyo dan Stasiun JR di kota besar lainnya biasanya sudah menyediakan wifi gratis.
      c. Convenience store alias konbini. Beberapa jaringan konbini besar seperti 7-Eleven telah menyediakan fasilitas wifi gratis. Biasanya kalian harus melakukan registrasi dulu sebelum bisa terkoneksi dengan jaringan tersebut.
      d. Aneka pusat informasi turis. Berbagai pusat informasi turis, terutama yang besar, umumnya menyediakan koneksi internet gratis bagi wisatawan (wifi maupun LAN).
      e. Aneka restoran, cafe, dan coffee shop. Salah satu coffee shop yang jaringannya tersebar di seluruh Jepang seperti Starbuck juga menyediakan fasilitas wifi, biasanya dengan registrasi lebih dulu.
       

      Free Wifi di Starbuck Jepang, via antyweb 
       
      f. Halte bus dan pusat aktifitas lainnya. Jalanan di Ginza menyediakan wifi gratis yang bisa di akses tanpa harus mendaftar terlebih dulu. Berbagai bangunan di distrik Marunouchi di Tokyo, aneka toko dan hotel di sekitar Gunung Fuji, beberapa obyek wisata di Osaka, dan banyak lagi.
       

      Peta Ginza, via fletz 
    • By deffa

      Foto: Sensoji Temple (Ari Saputra/detikTravel)
      Jakarta - Jepang saat ini makin ramah untuk turis Muslim. Sejumlah fasilitas dan imbauan untuk turis Muslim telah disiapkan.

      Dijelaskan Manager Japan National Tourism Organization, Kristiana Susanti, Rabu (4/4/2018), pemerintah Jepang telah memperbanyak destinasi ramah Muslim. Tak hanya itu, kemudahan lainnya adalah papan-papan penunjuk yang sekarang sudah banyak menggunakan huruf latin.

      "Tak seperti dulu, di mana-mana sekarang sudah menggunakan Bahasa Indonesia atau bertuliskan latin. Jangan anggap tidak ramah wisatawan, karena jika ada turis yang terlihat kesulitan maka warga lokal dengan ramah akan mengantar langsung turis ke lokasi tujuan," kata Kristiana.

      Itu kemudahan yang akan didapat turis jika ke Jepang. Ada pula kemudahan turis Muslim yang sudah disiapkan Pemerintah Jepang dan ini menjadi hal atau perhatian yang sangat serius.

      "Sekarang ini ada penambahan fasilitas-fasilitas Muslim di Bandara Narita. Di hotel sudah dianjurkan untuk menambahkan arah kiblat, sudah banyak restoran yang berlabel halal dan cukup tanya ke penjualnya apakah halal atau tidak," urai Kristiana.

      "Jadi, untuk traveler muslim sekaran sangat friendly dan cukup banyak berkembang di berbagai tempat di Jepang," imbuh dia.
      Narita Airport Jepang mulai berbenah bagi traveler muslim. Ada sejumlah musala di sana, pertama di Terminal 1 yang ada di sebelum paspor kontrol lantai 5, 5F dan sesudah kontrol paspor di lantai 2, 2F Gate 28.

      Musala di Terminal 2 ada di sebelum kontrol paspor lantai 1, 1F. Sesudah kontrol paspor ada di lantai 1, 1F, Gate 70.

      Musala di Terminal 3 yang ada di sebelum kontrol paspor lantai 2, 2F. Setelah kontrol paspor ada di lantai 3, 3F, Gate 151.

      Semua musala ini dibuka dari pukul 06.00-23.00 waktu setempat. Adapun restoran berlabel halal di Narita Airport ada di setiap terminal.

      Restoran halal pertama di Terminal 1 bernama Kineya Mugimaru. Ada di lantai 5 sebelum kontrol paspor, buka dari pukul 07.30-20.30. Restoran halal kedua di Terminal 2 bernama Tentei. Ada di lantai 4 sebelum kontrol paspor dan buka dari pukul 07.30-20.30.

      Restoran halal ketiga di Terminal 3 bernama La Toque. Ada di lantai 4 sebelum kontrol paspor dan buka dari pukul 07.30-20.00.
      SUMBER
       
    • By deffa

       
      Hola Deffa Here!
      Jadi bulan Februari 2018 kemarin saya ke Jepang untuk ke 3 kali nya. Untuk kali ini agak berbeda, selain saya jalan bareng dengan istri saya yang sedang hamil (Babymoon), juga kami tidak menyewa penginapan berupa Hostel, melainkan menyewa AirBNB yang notabene berupa Kamar Pribadi atau Apartemen Pribadi.
      Sebelum tahun 2018, pemerintah Jepang masih belum mengeluarkan ijin resmi atas penyewaan lodging bersifat properti pribadi. Kadang-kadang, hal ini juga yang sering menimbulkan masalah ketika di imigrasi dan mengakibatkan wisatawan Indonesia di tolak masuk ke Jepang, alasannya karena menggunakan Private Lodging seperti AirBNB (walaupun biasanya tidak di sebutkan alasan utama nya oleh petugas imigrasi). Karena, pada saat itu Private Property (Lodging) atau AirBNB ini masih bersifat Ilegal.
      Namun pada Februari 2018 lalu, pemerintah Jepang mengeluarkan Peraturan Baru yang Memperbolehkan Private Property untuk Disewakan bagi Wisatawan. Sebuah berita yang sangat menggembirakan bagi wisatawan Indonesia dan tentu nya juga bagi saya, yang waktu itu akan berangkat ke Jepang. Karena, dari harga AirBNB relatif lebih murah dan juga untuk keperluan saya dan istri, kami lebih memilih menyewa Apartemen.
      Namun perlu di perhatikan, ada beberapa peraturan yang harus kalian dan pemilik Private Lodging tahu. Salah satu nya yang terpenting adalah Kamar Kosong di Properti Pribadi boleh di sewakan kepada Turis sampai dengan 180 hari pertahun. 
      FYI: Saya sudah mendengar berita ini dari awal tahun 2018, lalu memesan AirBNB pada bulan Januari 2018 sebelum keberangkatan di awal Februari 2018. Ketika menuliskan Form Kedatangan yang di bagikan di dalam pesawat, kami tidak ragu untuk menuliskan AirBNB beserta alamat lengkap nya di Tempat Tinggal selama di Jepang. Lalu, ketika di periksa di Imigrasi tidak ada masalah dan langsung di cap saja E-Passport saya.
      Jadi, sebelum kalian booking dari AirBNB, lebih baik tanya dulu ke pemilik nya via Chat/Email. "Apakah kamar nya sudah melebihi Kuota 180 hari pertahun untuk disewakan?"
      Karena, bisa jadi pemilik lupa akan hal ini dan tetap mengiklan kan properti nya. Untuk info lengkap nya kalian bisa baca artikel berikut ini: 
      Regional rules set ahead of Japan law on private lodging