deffa

Tips Jalan2 Seru Di Jakarta

21 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

 

Kali ini ada tips infografis yang asik buat kalian yang baru mau coba eksplore Jakarta.

Seperti yang kita tau Jakarta identik dengan MACET pasti nya

 

Tapi itu lah salah satu wisata yang menarik loh dan jadi ikon kota Jakarta. Tapi jangan salah dengan menikmati Macet nya Jakarta kita bisa merasakan kehidupan sebagai orang jakarta dan mencoba menikmati nya

 

Selain Macet, karena Jakarta ini Ibukota Negara jadi banyak sekali hal-hal yang berhubungan dengan Wisata apalagi Event mingguan yang di buat. Jadi simak Tips berikut biar Liburan di Jakarta nya seru :D

 

post-6-0-18744100-1426566199.png

post-6-0-18744100-1426566199_thumb.png

Share this post


Link to post
Share on other sites

yang bikin tips nih yg salah mod @deffa  :cintaindo 

Bis Tingkat Pariwisata-nya dikemanain?

Ancol-Dufan dikemanain?

Pasar Tanah Abang, Mangdu, Asemka, Rawa Belong, Tman Prasasti dikemanain? :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Coba deh jalan-jalan ke Jakartanya di tanggal-tanggal tua sebut saja tanggal sebelum gajian, pernah coba pas weekend jalanan sepi, naik trans jakarta juga sepi hahhahha bandingkan kalau keliling jakarta tanggal awal bulan gilaaaa macet dan penuh di mana-mana.  :melambai

Share this post


Link to post
Share on other sites

:cintaindo   Gue anak jakarta lhoo  :dance  Besar dan tinggal d Jakarta dan kebanyakan teman yg merantau pasti kembali ke JKT....

 

 

Kota dg Mall terbanyak kali yah di Indonesia gatau deeh....

Share this post


Link to post
Share on other sites

Jalan2 di Jakarta, asal tau trik-nya akan menyenangkan.... Yg pasti Mall2 di Hari kerja dan Jam kerja relative sepi...

asal jgn diatas jam 6, jalanan dah padat sampe jam 11 mlm...

Share this post


Link to post
Share on other sites

paling lumayan sih kalo jalan sekitar daerah jakarta jalannya sekitar jam 9an keatas pulangnya sebelum jam 4an. ngindarin jam macet jakarta pas weekdays

nah ini bener sekali

tapi kalo weekend juga agak sepi jakarta kok :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      Tips Menulis Itinerary Untuk Syarat Apply Visa Jepang, karena baru-baru ini saya teringat akan sebuah pertanyaan di Facebook saya. Waktu itu seperti ini :
      A : Kang Deffa, nanya itu kalau Itinerary untuk Apply Visa Jepang nya di tulis lengkap gak ya ? 
      B : Gak perlu kok, yang penting inti nya saja
      A : Terus kan saya malam pertama nginap di Bandara Haneda, itu ditulis juga di bagian Tempat Tinggal ?
      B : Ya, di tulis saja tidak jadi masalah kok itu, asalkan di Malam berikut nya di tulis penginapan Fix dan alamat yang lengkap nya
      A : Ok, kang Hatur Nuhun
      B : Sami2
      Ya sedikit perbincangan tersebut membuat saya tercetus ide untuk menulis Panduan Menulis Itinerary untuk Apply Visa Jepang ini. Karena pasti bagi yang pertama kali ke Jepang masih agak bingung ya. Saya juga mengalami hal itu kok dulu pas pertama kali apply visa jepang, jadi sudah selayak nya saya bagikan tips-tips nya
      Tapi sebelum nya kalian harus tahu dulu syarat untuk Apply Visa Jepang ya.
      Dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi dalam mengajukan permohonan Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri    
      Paspor maksimal 6 bulan sebelum masa berlaku habis Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram) Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili) Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa) Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang) Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang) Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu) Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan: Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya). Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 - 8 sebelum diserahkan di loket.
      Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (tercantum pada nomor 8). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut).
      Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia. Pemohon adalah karyawan BUMN. Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang. Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia - Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang. Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah. Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor, asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta. *Bila aplikan ingin mengajukan permohonan visa untuk kunjungan berkali-kali (Multiple Visa), maka harus melampirkan surat penjelasan alasan keperluan kunjungan berkali-kali ke Jepang atau surat penjelasan dari pihak Pengundang.
      *Untuk visa kunjungan berkali-kali, harap melihat persyaratan visa untuk kunjungan berkali-kali.
      *Biaya Pembuatan Visa :
      Single Entry = Rp. 330.000 Multiple Entry = Rp. 660.000 Info Lengkap kunjungi Website Embassy Jepang berikut KLIK
      Panduan Penulisan Itinerary Pada Formulir Jadwal Perjalanan Pengajuan Visa Jepang
      Di syarat Dokumen yang harus di siapkan di atas pada point no. 6 terdapat syarat "Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)"
      Ini berarti kita harus menuliskan semua rute wisata yang akan kita tempuh selama kunjungan kita di Jepang, lengkap beserta Alamat tempat kita Tinggal atau Menginap. Contoh Formulir nya yang telah di download dari link di atas adalah berupa File Microsoft Word seperti ini

      01. Tulis tanggal dari awal mendarat (menginjakkan kaki) di Bandara (wilayah Jepang) lainnya
      02. Untuk bagian Tempat yang akan di kunjungi cukup Tulis Inti nya Saja misal : Tokyo : Tokyo Disneyland, Tokyo Tower.
      03. Untuk bagian Tempat Menginap, tulis lah nama Penginapan sesuai dengan Bukti Booking penginapan tersebut beserta Alamat Lengkap.
      04. Jika selama beberapa hari menginap di Penginapan yang sama, di hari berikut nya cukup tulis nama Penginapan nya saja
      05. Jika malam pertama Menginap di Bandara. Tulis Bandara tempat Menginap. Misal : Haneda Airport atau Kansai International Airport
      06. Di bagian akhir paling bawah, isi lengkap Tanggal dan Tanda Tangan Pemohon Visa
      07. Saran walaupun kalian mengisi Itinerary nya hanya Garis Besar saja, namun untuk Tempat Menginap WAJIB SESUAI dengan Bukti Booking yang diserahkan untuk Apply Visa. Note: AirBNB sekarang sudah resmi di perbolehkan di Jepang, jadi kalian boleh menyertakan booking AirBNB sebagai syarat apply visa.
      08. Jangan Dummy Booking Tiket Pesawat! Bukti Booking Tiket Pesawat Jangan Dummy Booking, karena beberapa waktu lalu, ada kasus Apply Visa Jepang dengan mengajukan syarat Bukti Pembelian Tiket Pesawat dengan Dummy Booking. Visa nya Approved. Namun ketika di imigrasi Jepang. Bermasalah, karena Bukti Booking yang diserahkan ke Embassy Jepang ketika Apply Visa, berbeda dengan Tiket yang mereka pegang (Dummy Booking menggunakan Garuda, Tiket asli menggunakan Air Asia). Akhirnya mereka di DEPORTASI.
       
      Contoh Penulisan Itinerary Formulir Jadwal Perjalanan Pengajuan Visa Jepang

       
      Demikianlah semoga berguna untuk teman-teman sekalian, walaupun sepele tapi kadang bikin bingung dan bertanya-tanya. Silahkan di share jika berkenan  
       
    • By vie asano
      Apa moda transportasi paling murah di Jepang?
      Wisatawan asing yang belum pernah pergi ke Jepang pun mungkin sudah tahu jika jawabannya adalah kereta api. Tak hanya murah, kereta api juga menjadi moda transportasi paling praktis karena jaringannya telah menjangkau berbagai sudut kota dan menghubungkan berbagai kota di seluruh Jepang. Tak heran jika kereta api menjadi moda yang paling banyak digunakan baik oleh warga Jepang dan juga wisatawan asing.
      Bicara tentang kereta api di Jepang, selalu ada banyak hal yang bisa dibahas. Mulai dari hal-hal teknis seperti jalurnya yang rumit (konon jaringan kereta api di Tokyo termasuk yang terumit di dunia), cara pembelian tiket, dan banyak lagi. Biasanya, wisatawan yang baru pertama pergi ke Jepang yang paling banyak mencari informasi seputar hal-hal teknis. Maklum, perbedaan sistem pastilah akan membuat wisatawan asing sedikit bingung dan mungkin juga terkena culture shock melihat bagaimana kereta api menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan orang Jepang. Namun diluar hal-hal teknis tersebut, sebetulnya ada hal lain yang tak kalah penting untuk diketahui oleh pengguna kereta api, yaitu etika dalam berkereta api.
      (1) Kereta di Jepang [foto: Tiseb], (2) Tipikal interior kereta di Jepang [foto: Hitachiota]
      Seberapa penting sih mengetahui etika berkereta api di Jepang? Penting banget. Saking pentingnya, beberapa common sense pun seringkali ditempel dalam bentuk poster himbauan yang mudah ditemukan di berbagai sudut stasiun maupun di dalam kereta. Wajar saja, mengingat kereta api merupakan moda transportasi favorit, masalah kenyamanan bersama merupakan hal yang tak bisa ditawar lagi. Lalu apa yang akan di dapat jika melanggar aturan maupun etika tersebut? Memang sih di Jepang tak ada sanksi maupun denda yang akan dikenakan. Paling-paling Anda akan dipelototi maupun ditegur oleh penumpang lainnya. Namun jika ingin sama-sama nyaman dalam menggunakan kereta api, tak ada salahnya kan mengetahui apa sih yang boleh dan tak boleh dilakukan di kereta api di Jepang?
      (3)(4) Contoh poster himbauan [foto: Tenaciousme]
      Bagi traveller yang ingin tahu tentang etika berkereta api di Jepang, berikut sebagian etika yang diambil dari berbagai poster di stasiun maupun kereta. Sebagian besar sebetulnya termasuk common sense yang juga berlaku di Indonesia. Bagi yang ingin mengetahui hal-hal teknis seputar kereta api, sebagian bisa dibaca disini ya.. (1) (2) (3)
      Umum
      -Ini aturan paling dasar yang wajib dipatuhi oleh semua pengguna moda transportasi masal baik di Jepang maupun di Indonesia: antrilah sebelum masuk ke dalam kereta api. Konsep antri di stasiun kereta Jepang terbilang baik karena memiliki garis antrian yang jelas. Nekat menyerobot? Siap-siap di tegur oleh penumpang lain ya!
      -Dahulukan kenyamanan bersama. Jangan melakukan hal-hal yang dapat mengganggu orang lain (baik di dalam kereta maupun di area stasiun), seperti makan makanan yang beraroma menyengat, bergerombol di area pintu kereta dan menghalangi penumpang lain, mengayunkan payung seperti bermain golf, maupun tidur bersandar di bahu orang lain.
      -Jika membawa anak-anak, pastikan anak Anda tidak melakukan aktifitas yang mengganggu orang lain seperti: berisik, menangis, menaikkan kaki ke kursi, menyalakan mainan yang berbunyi kencang, tidak membiarkan anaknya berkeliaran dalam kereta, dan sebagainya.
      -Jangan berdandan dalam kereta. Maksud dari berdandan disini bukan sekedar memakai bedak dan menggunakan lipstik, tapi berdandan lengkap mulai dai menggunakan foundation hingga blush on (biasanya dilakukan oleh gadis-gadis muda yang terlambat bangun). Hindari juga aktifitas yang mungkin mengganggu orang lain, seperti membersihkan cat kuku dengan cairan pembersih.
      -Jangan membuang sampah sembarangan di dalam kereta.
      -Dilarang merokok selama perjalanan.
      -Sakit batuk atau pilek? Gunakan masker agar virus tak menyebar pada orang lain.
      -Jangan menerobos kereta yang akan berangkat (biasanya dilakukan oleh karyawan yang terlambat mengejar kereta pagi).
      (5) Antrian sebelum naik kereta [foto: ShunEndoPhotos], (6) Tidur di bahu penumpang lain [foto: MShades]
      Seputar penggunaan alat elektronik dan masalah suara
      -Jangan menerima maupun mengangkat telepon di dalam kereta. Browsing maupun membuka email masih dimaklumi.
      -Sebaiknya ubah telepon ke silent mode sebelum masuk ke dalam kereta. Lebih baik lagi jika dimatikan, karena khawatir akan mengganggu penumpang lain yang mungkin saja menggunakan alat pacu jantung.
      -Boleh-boleh saja menggunakan earphone dan mendengarkan musik dalam kereta. Namun pastikan suara musik tidak bocor atau siap-siap diomeli pengguna kereta lainnya. Yaa, minimal dipelototi atau sekedar ditegur.
      -Jangan bicara dengan suara terlalu keras. Jika hendak mengobrol, lakukan dengan suara sepelan mungkin.
      Suasana di dalam kereta api yang relatif tenang 
      Tentang tempat duduk
      -Kereta di Jepang biasanya memiliki 2 jenis tempat duduk: tempat duduk biasa dan priority seat. Priority seat ditujukan untuk orang-orang berikut ini: ibu hamil, orang yang membawa anak kecil, penyandang cacat, orang sakit, dan orang tua. Jadi jangan duduk di priority seat kecuali terpaksa, dan dahulukan tempat duduk untuk mereka yang membutuhkan sekalipun tidak duduk di priority seat.
      -Di kereta, jangan membuka kaki terlalu lebar karena bisa mengganggu kenyamanan pengguna lainnya.
      -Duduklah di tempat duduk yang telah disediakan. Jangan duduk di lantai. Himbauan ini muncul karena banyaknya anak muda yang sengaja santai duduk di lantai kereta.
      -Jika bermaksud membaca koran dalam kereta, jangan membuka koran terlalu lebar.
      -Jangan menghabiskan area kursi penumpang untuk tidur. Biasanya ini dilakukan oleh penumpang yang pulang terlalu larut, atau bahkan sedang mabuk.
      Priority seat [foto: Ffg]
      Masalah barang bawaan
      -Jika membawa barang bawaan, letakkan di atas rak yang tersedia sekalipun Anda berdiri sepanjang perjalanan. Dengan meletakkan barang bawaan di rak, akan tersedia tempat yang lebih luas untuk pengunjung lain.
      -Seandainya barang terlalu besar untuk dinaikkan ke rak, setidaknya usahakan agar posisi barang bawaan tidak menghalangi pergerakan orang lain (terutama ke arah pintu keluar).
      Tak sulit kan mengingat do dan don't dalam berkereta api di Jepang? Gunakan saja insting Anda. Selama tidak melakukan hal-hal yang berpotensi mengganggu orang lain, biasanya semuanya akan baik-baik saja. Oya, sebetulnya masih ada lagi etika lainnya, yaitu jangan menggoda maupun memandangi orang lain terlalu lama. Dan bagi penumpang pria, hati-hati dengan tangan Anda. Jangan sampai menyentuh apalagi memegang bagian tubuh penumpang lain (khususnya wanita). Salah-salah Anda akan dianggap melakukan chikan, atau pelecehan seksual. Bagi traveller wanita yang merasa dilecehkan, Anda bisa berteriak chikan untuk menarik perhatian orang lain, atau mengadukannya pada petugas. Bisa juga menghindari chikan dengan naik gerbong khusus wanita yang hanya berlaku pada jam tertentu.
      Gerbong khusus wanita [foto: Chris_eden]
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh. 
    • By deffa

      Hola Deffa Here!
      Wow, udah bulan April lagi, bagi kalian yang belum tahu, bulan April adalah salah satu bulan festival di Thailand, karena terdapat salah satu festival terbesar di Thailand bernama Songkran Festival. Songkran Festival merupakan perayaan Tahun Baru Thailand, yang biasanya berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 13-15 April setiap tahun.
      Biasanya ketika Songkran ini di isi dengan perang air atau bermain air di jalanan. Bisa dengan pistol air atau balon yang di isi air dan di lemparkan ke siapa saja yang lewat dan gak boleh marah ya, karena makna nya adalah air sebagai sumber kemakmuran. Songkran Festival ini dirayakan bersamaan hampir diseluruh Thailand. Beberapa kota favorit untuk Songkran adalah Bangkok, Pattaya, Phuket dan Koh Samui.
      Nah, bagi kalian yang mungkin baru pertama kali mengikuti Songkran ada beberapa tips yang perlu kalian tahu, sebagai berikut:
      01. Bersiap Untuk Basah!
      Bayangkan saja, kalian terjun ke area perang air, ya jelas kan basah. Pakailah baju yang cepat menyerap air. Kalau punya, pakailah Wet Suit untuk berenang, agar gak masuk angin. 
      02. Jangan Salah Kostum!
      Setahu saya, belum pernah ada yang mengikuti Songkran menggunakan Formal Attire seperti Dress dan Jas. Jadi, jangan sampai salah kostum ya. Lebih baik menggunakan Kaos dan Celana Pendek baik pria dan wanita, bisa juga menggunakan celana jeans panjang. Biasanya penduduk lokal menggunakan baju Hawaiian Style yang bercorak warna-warni, mungkin kalian juga bisa memakai nya, banyak di jual kok.
      03. Jangan Lupa Waterproof Bag!
      Jika kalian akan membawa barang-barang seperti Handphone, Dompet atau Passport, maka harus punya Waterproof Bag. Karena, sudah jelas kalian tidak akan mau barang-barang tersebut basah dan berakibat rusak (handphone terutama). Tapi, di sarankan tidak perlu membawa Passport, cukup tinggalkan di tas dalam Hotel saja.
      04. Kacamata Renang Juga Perlu Loh
      Percaya deh, kacamata renang sangat berguna sekali ketika Songkran. Karena, kebiasaan para peserta Songkran itu menembak kan air nya ke muka, jadi terkadang bisa kena mata juga. Walaupun, mungkin tidak berbahaya tapi bisa sedikit mengganggu penglihatan, jadi ya kacamata renang ini sangat berguna.
      05. Jangan Mudah Tersinggung Ya
      Anggap lah ini permainan, jangan mudah tersinggung jika kalian tiba-tiba di tembak di muka atau di lemparin balon air dari rombongan yang menggunakan mobil. Karena, itulah esensi dari festival ini, kalian harusnya juga menembak kan air ke setiap orang yang ditemui jadi jangan bengong aja ya. 
      06. Beli lah Pistol Air Yang Besar
      Ya, kalian tetap harus membeli pistol air nya karena tidak ada penyewaan untuk Pistol Air. Biasanya harganya dari 150-800 baht. Biar tambah seru beli yang Super Soaker (paling besar), agar lebih berasa Songkran-nya.
      07. Jangan Beli Air!
      Maksudnya, air untuk refill pistol nya ya bukan untuk air minum (kalau air minum kalian tetap harus beli). Pemerintah setempat biasanya sudah menempatkan di beberapa titik Tanki Air khusus untuk me-refill Pistol Air kalian. Karena, memang ada beberapa warga yang membuka stand untuk me-refill pistol air dan itu bayar.
      08. Bertemanlah Dengan Warga Lokal!
      Ya paling asik kan kalau berkunjung ke negara lain bisa dapat teman baru, apalagi warga setempat. Nah, ketika Songkran ini, berteman dengan warga lokal bisa banyak untungnya seperti cari jalan pintas untuk menyerang kerumunan dari belakang, cari tempat refill pistol air yang terdekat dan juga cari makanan murah saat lagi perang air ini. Warga Thailand cukup open minded loh, apalagi pada waktu festival ini mereka akan sangat suka di sapa dan berkenalan dengan wisatawan.
      Demikian lah 8 Tips untuk mengikuti Songkran Festival yang akan berlangsung di tanggal 13-15 April nanti. Jika kalian belum mendapatkan penginapan untuk Songkran-an di Bangkok, coba cek artikel di bawah ini ada beberapa referensi yang bagus, apalagi untuk backpackers:

      Ini Dia Aneka Hotel di Bangkok yang Bakalan Bikin Backpackers dan Instagrammer Happy Berat!
       
      Bagi kalian yang akan bersiap kesana, have fun and "gun" ya.  
    • By vie asano
      Tak semua orang suka mengenakan koper saat bepergian. Sebagian lainnya lebih suka mengenakan tas punggung (backpack) dengan berbagai alasan, salah satunya adalah untuk alasan kepraktisan. Dibanding menyeret-nyeret koper dan berpotensi akan mengalami kesulitan saat menembus kerumunan orang, tas punggung jauh lebih ringkas dan praktis karena bisa langsung dibawa kemanapun kita berpindah tempat, selama tas tersebut menempel di punggung kita. Sayangnya, tas punggung mungkin kurang ramah bagi beberapa orang, misalnya saja yang memiliki masalah tulang punggung seperti saya.
       
      Jika pada thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/15612-panduan-memilih-koper-yang-akan-digunakan-untuk-berwisata/

         
      Beberapa kriteria yang dapat dipertimbangkan sebelum membeli tas punggung
       
      Ukuran
      Untuk menjawab pertanyaan berapa ukuran ideal tas punggung yang harus saya beli?, pertimbangkan dulu hal-hal berikut ini:
      - Durasi waktu bepergian. Semakin lama kalian bepergian, tentu saja kapasitas tas punggung yang dibutuhkan akan semakin besar. Minimal, mengaculah pada rata-rata waktu wisata yang kalian habiskan. Apakah kalian termasuk wisatawan yang kerap pergi dalam waktu singkat (1-2 hari), saat akhir pekan (2-3 hari), atau lebih dari itu. Diagram berikut ini bisa menjadi panduan ukuran ideal sebuah tas punggung berdasarkan durasi waktu bepergian.
       
      - Ukuran tubuh. Menentukan ukuran tas punggung berdasarkan durasi waktu bepergian memang penting, namun itu bukan harga mati. Bisa saja ada yang suka bepergian dalam jangka panjang, namun tak membutuhkan tas ukuran besar karena tidak suka membawa banyak barang. Yang terpenting adalah, pertimbangkan apakah ukuran tas tersebut proporsional dengan ukuran tubuh atau tidak. Yang dimaksud disini bukanlah masalah tinggi badan, melainkan ukuran panjang punggung. Memilih tas yang terlalu besar dan tidak proporsional terhadap panjang punggung, selain akan menyulitkan pergerakan, juga akan membuat kalian seperti tengah digencet oleh tas tersebut dan membuat tulang punggung tidak nyaman. Berikut perbandingan ukuran tas punggung yang ideal jika dibandingkan dengan panjang punggung.
       
       
      Fitur
      - Internal Frame vs External Frame. Pilih backpack yang memiliki frame untuk membantu mendistribusikan beban pada punggung. Dewasa ini terdapat 2 jenis frame pada backpack, yaitu external frame dan internal frame. External frame merupakan tipe frame yang terlihat dari luar, sementara internal frame merupakan tipe frame yang disembunyikan dalam kantong khusus sehingga tidak terlihat dari luar.
       

       
      (kiri) External frame, (kanan) internal frame. Foto: hikinglady 
       
      Masing-masing tipe tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. External frame dapat menahan beban yang berat (>20 kg) dan dapat mendistribusikan beban dengan baik. Namun external frame dianggap berat, memiliki bentuk yang terlalu kaku, kuno, dan bagi beberapa orang, berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan karena dengan adanya external frame punggung tak langsung bersentuhan dengan tas. Sedangkan internal frame dianggap lebih seksi karena bentuknya yang tersembunyi dan memiliki tingkat stabilitas yang lebih baik karena menempel langsung pada punggung. Kelemahannya, internal frame tidak dapat menyangga berat sebesar external frame, tidak memiliki ventilasi di punggung (karena tas langsung menempel pada punggung), dan biasanya dirancang minim kompartemen sehingga menyulitkan saat loading. Namun jika waktu wisata super singkat, backpack tipe frameless bisa menjadi salah satu opsi. Pilih yang paling sesuai untuk kalian.
       
      - Strap bahu. Pilih strap bahu yang dapat di adjust panjang-pendeknya, dilapisi dengan busa agar tidak menyakiti bahu, dan pilih yang paling nyaman untuk kalian.
       
      - Tali pinggang. Sebagian berat dari tas punggung akan menekan bagian pinggang dan pinggul. Jadi, pilihlah tas yang memiliki tali di pinggang untuk membantu pinggang/pinggul dalam menahan beban dari tas. Jangan lupa pilih yang mudah untuk di adjust.
       
      - Ventilasi. Pilih tas yang memiliki bagian punggung berkontur. Selain membantu mendistribusikan beban pada punggung, juga memberikan ruang kecil diantara punggung dan tas sehingga udara dapat masuk kesela-selanya untuk mendinginkan punggung.
       
      - Kompartemen. Tas yang bagus seharusnya memiliki banyak kompartemen. Tujuannya untuk memudahkan penggunanya dalam menempatkan barang-barangnya, dan juga memudahkan akses untuk pencarian. Jika kalian berencana untuk membawa kantong tidur, pilih tas yang memiliki sleeping bag compartment.
       
      Lain-lain
      - Pilih tas punggung dengan material yang kedap air. Minimal, pilihlah tas dengan bahan yang semi-waterproof sehingga air tidak mudah menembus ke bagian dalam tas. Dan, pastikan juga jika bahan tersebut cukup cepat kering.
       
      - Ada sedikit perbedaan tipe tas punggung untuk pria dan wanita yang perlu dijadikan bahan pertimbangan. Wanita umumnya memiliki ukuran bahu yang lebih kecil dibanding pria, begitu juga dengan ukuran pinggul. Jadi bagi wanita, pilihlah tas punggung yang khusus dirancang untuk wanita (jangan memilih model unisex), dan pilih yang memiliki penahan dada yang posisinya agak ke atas (agar tidak menekan dada).
       
      - Umumnya, ada 2 model tas punggung: top loading (bukaan atas), dan side panel/zippered front panel (bukaan samping). Model top loading merupakan model yang paling standar, yaitu tas hanya bisa dibuka dari atas. Sementara side panel/zippered front panel memiliki bukaan di samping (seperti koper). Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi pilih saja mana yang paling sesuai untuk kalian.
       

       
      Top loading backpack (kiri) dan front loading backpack (kanan). Foto: thewittywanderer 
       
      - Memilih tas punggung sama saja dengan memilih baju maupun sepatu. Kalian tidak tahu apakah sebuah tas cocok untuk kalian atau tidak sebelum mencobanya. Jadi jangan malas untuk mencoba saat berada di toko, dan jika perlu, isi tas dengan beberapa barang agar kalian dapat membayangkan berat dari tas yang sesungguhnya.
       
      Semoga bermanfaat!
       
    • By vie asano
      Bagi sebagian orang, perjalanan berwisata itu menyenangkan. Bagi sebagian lainnya, bepergian bisa sangat menyiksa. Khususnya jika punya masalah dengan mabuk perjalanan.
       

      Ilustrasi mabuk perjalanan, via telegraph 
       
      Mabuk perjalanan, alias motion sickness, memang menjadi salah satu momok yang kerap menghantui para traveler. Sebagai mantan mabukers, saya paham betul deritanya mengalami mabuk saat tengah berada di perjalanan. Penyebab mengapa seseorang bisa mengalami mabuk sementara yang lainnya tampak aman damai sentosa saat berada di jalan ada banyak, namun kurang lebih inilah beberapa yang paling umum:
       
      1. Faktor keturunan. Katanya, jika anak-anak memiliki orang tua pemabuk, eh tukang mabuk perjalanan, maka anak pun beresiko mengalami mabuk perjalanan juga. Saya nggak tahu apa teori ini benar atau tidak, tapi yang pasti anak saya suka mabuk kendaraan. Saya dulu juga suka mabuk. Dan ternyata, ayah dan kakek saya pun begitu. Kebetulan? Entahlah.
      2. Kondisi tubuh sedang kurang fit.
      3. Perut dalam keadaan kosong, sehingga menyebabkan penurunan kondisi tubuh.
      4. Saat di perjalanan mencium bau tajam yang dapat membuat mual.
      5. Berada di dalam kendaraan yang bergerak secara tidak stabil (masalah guncangan).
      6. Kurangnya kadar oksigen dan meningkatnya kadar karbondioksida di dalam kendaraan.
      Dan lain sebagainya.
       
      Walau seperti momok yang menakutkan, mabuk perjalanan bukannya nggak bisa dihilangkan. Minimal, resiko mengalami mabuk perjalanan bisa diminimalkan dengan melakukan beberapa langkah berikut ini.
       
      1. Dalam ujian sekolah, sempat dikenal adanya istilah “posisi menentukan prestasiâ€. Yang suka “bekerja sama†dalam ujian pasti tahu maksudnya. Nah, dalam masalah traveling, berlaku istilah yang kurang lebih sama. Posisi tempat duduk akan menentukan apakah seseorang beresiko tinggi untuk mengalami mabuk atau tidak. Jika merasa mudah mabuk perjalanan, sebaiknya carilah posisi duduk yang relatif stabil dari efek guncangan kendaraan. Bocorannya kira-kira sebagai berikut:
      - Mobil: Jika naik mobil, pilihlah tempat duduk di depan.
      - Bus: Pilih tempat duduk di belakang supir bus.
      - Pesawat terbang: Tempat duduk dekat sayap pesawat relatif stabil dibanding tempat lainnya. Jika perlu, pilih tempat duduk dekat jendela.
      - Kapal laut: kabin tengah lebih stabil dibanding kabin lainnya karena goyangan kapal paling kecil di titik ini.
      - Kereta api: putar tempat duduk agar menghadap ke arah lokomotif.
       

      Mengetahui posisi duduk yang relatif stabil terhadap guncangan dapat mengurangi resiko mabuk perjalanan, via howtoatoz 
       
      *  *  *
       
      2. Santai dan relaks. Duduk dengan tenang, posisi tidak terlalu tegak, dan pandangan mata jauh menatap ke depan. Menatap ke samping hanya akan menambah rasa pusing karena mata terus bergerak mengikuti pergerakan pemandangan.
       

      Duduk dengan posisi yang santai dapat membuat tubuh relax dan mengurangi perasaan mual, via justluxe 
       
      *  *  *
       
      3. Perut jangan sampai dalam keadaan kosong. Selalu usahakan makan secukupnya sebelum naik kendaraan, tapi jangan terlalu kenyang. Hindari mengkonsumsi makanan berlemak maupun pedas berlebih karena dapat menyebabkan gangguan lambung dan memancing rasa mual. Untuk minuman, hindari mengkonsumsi alkohol dan kafein. Sebaiknya konsumsi air putih saja.
       
      *  *  *
       
      4. Sebelum naik kendaraan, antisipasi kemungkinan akan mengalami mabuk dengan melakukan hal-hal berikut ini:
       
      - Minum obat anti mabuk setidaknya 30 menit sebelum berangkat atau sesuai aturan yang dianjurkan.
      - Membalur perut dengan hal-hal yang bersifat menghangatkan, seperti minyak kayu putih, parutan jahe, maupun menempel koyo di pusar (note: cara ini lumayan berhasil untuk anak saya). Saya pribadi memilih membawa roll on berisi minyak angin seperti Fr*shcare. Lebih praktis, dan efektif.
      - Membawa bekal makanan maupun minuman yang dapat mengurangi perasaan mual. Aneka buah-buahan yang mengandung banyak air dan mudah dimakan, seperti apel, anggur, jeruk, maupun pir, menjadi pilihan yang baik. Alternatif lainnya adalah pisang, karena dapat mengganjal perut yang kosong. Makanan berbahan jahe, seperti permen jahe maupun jahe segar, dikenal efektif mengusir rasa mual. Sedangkan untuk minuman, yang mengandung jeruk seperti air perasan jeruk maupun jus jeruk biasanya cukup sakti untuk menyegarkan tubuh saat di perjalanan.
      - Membawa jaket maupun pakaian yang lebih tertutup yang bisa sedikit menghangatkan badan selama di perjalanan, sehingga mengurangi potensi mengalami penurunan kondisi tubuh (alias masuk angin).  
       

      Beberapa ‘senjata’ untuk mengatasi mabuk perjalanan, via wanderplex 
       
      *  *  *
       
      5. Selama di perjalanan, usahakan agar tubuh dan perasaan serileks mungkin. Terlalu takut akan mabuk perjalanan justru akan men-sugesti pikiran dan memancing rasa mual. Mendengarkan musik yang disukai biasanya bisa membantu memberikan rasa tenang. Namun hindari mengunakan handphone, membaca, maupun melihat film, karena akan membuat mata aktif bergerak dan akhirnya membuat mual.
       

      Membaca dapat meningkatkan resiko mabuk perjalanan, via travelandbeyond 
       
      *  *  *
       
      6. Salah satu penyebab mabuk perjalanan adalah kurangnya pasokan udara segar. Jika memungkinkan, secara berkala buka jendela dan biarkan udara segar masuk ke dalam kendaraan. Dan, jika menggunakan kendaraan pribadi, usahakan berhenti setiap 4-6 jam sekali.
       

      Membuka jendela bisa mengurangi rasa mual, via thaiza 
       
      Dan, jika sudah terlanjur mengalami rasa mual saat berada di perjalanan, lakukan langkah-langkah berikut:
       
      1. Lemaskan tubuh dan sebisa mungkin atur agar sirkulasi darah ke otak berjalan lancar. Caranya dengan melakukan gerakan mengepal dan membuka jari tangan secara berulang-ulang, serta lemaskan ujung-ujung jari kaki secara berulang juga. Atau, pijatlah telapak tangan hingga badan terasa lebih enak.
       

      Mengepalkan dan melemaskan jari tangan dapat membantu melancarkan sirkulasi darah ke otak, via telegraph 
       
      *  *  *
       
      2. Balurkan minyak kayu putih maupun balsam ke bagian tubuh yang terasa dingin.
       

      Ilustrasi mabuk kendaraan, via zliving 
       
      *  *  *
       
      3. Atur pernafasan agar tetap stabil dan terkendali. Caranya, ambil nafas dalam-dalam melalui hidung dan isi paru-paru dalam 4 hitungan (posisi mulut ditutup), dan kemudian tahan nafas dalam 7-10 hitungan lalu hembuskan secara perlahan. Ulangi seperlunya.
       
      *  *  *
       
      4. Minum air putih, atau jika punya, minum sedikit air berkarbonasi biasanya cukup mampu mengurangi rasa mual.
       
      *  *  *
       
      5. Makan bekal makanan yang sengaja disiapkan untuk mengatasi mabuk, seperti makan buah, permen jahe, maupun minum air/jus jeruk.
       

      Jahe efektif mengatasi rasa mual, via divadeplantao 
       
      *  *  *
       
      6. Jika memang sudah nggak tertahan lagi, jangan ditahan. Muntahkan saja, karena biasanya setelah muntah kondisi tubuh akan terasa jauh lebih baik. Namun, segera bersihkan mulut dengan berkumur-kumur menggunakan air putih ya.
       
      Semoga bermanfaat!
       
       
       
    • By vie asano
      Suka atau tidak, dan disadari atau tidak, koper memang merupakan salah satu fitur penting dalam sebuah aktifitas traveling. Koper yang baik tak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menampung berbagai barang yang kita bawa selama berwisata, namun juga dapat berfungsi sebagai pelindung barang-barang tersebut; dan bagi sebagian lainnya, juga berfungsi sebagai identitas diri dan prestise.
       
      Memilih koper yang tepat untuk dibawa bepergian itu gampang-gampang susah. Gampang, karena saat ini telah banyak pilihan model koper traveling yang bisa dipilih; dan susahnya karena semakin banyak pilihan, maka kita akan semakin bingung untuk memilih! Dan, percaya atau tidak, memilih koper traveling itu perlu sedikit kejelian, dan juga pengetahuan, untuk dapat memilih koper terbaik sesuai kebutuhan dan juga sesuai budget.
       

       
      Foto: sumber 
       
      Lantas apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih dan membeli koper untuk traveling? Berikut ini beberapa kriteria dan pertimbangan yang bisa digunakan sebagai panduan untuk menyeleksi koper yang akan dibeli. Namun tetap saja, pilihan akhir ada di tangan masing-masing.
       
      PS: thread ini khusus membahas tips memilih koper. Untuk jenis lainnya akan saya ulas terpisah.
       
      Ukuran
      Berapa ukuran koper yang harus dibeli? Apa harus membeli koper ukuran besar supaya bisa muat banyak barang, atau harus membeli koper ukuran sedang, atau malah koper ukuran kabin saja?
       
      Biasanya, itu pertanyaan paling mendasar yang biasa ditanyakan sewaktu akan mulai membeli koper. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari flashback sedikit pada tips packing yang dibagikan oleh Rick Steves dalam thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/15109-tips-dan-trick-packing-lebih-ringan-dan-ringkas-untuk-traveling/, kalian tak dapat bepergian dengan berat, bahagia, dan murah. Pilih 2 diantaranya. Jika kalian memilih pergi dengan berat dan bahagia, pilih koper ukuran besar yang dapat memuat pakaian maupun barang-barang apapun yang ingin kalian bawa. Tapi resiko lainnya, jika koper terlalu besar, bisa jadi akan menyulitkan pergerakan kalian dan bisa menjadi sebuah mimpi buruk. Sedangkan jika kalian lebih memilih pergi dengan bahagia dan murah, koper ukuran kabin itu sudah cukup. Namun jika memilih pegi dengan cara berat dan murah, koper ukuran menengah bisa dipilih. Jadi semuanya tergantung pada kebutuhan masing-masing. Sebagai tambahan, pertimbangkan juga regulasi yang berlaku di maskapai yang akan kalian naiki. Jangan sampai setelah kalian repot-repot membeli tas ukuran tertentu, ternyata tidak boleh masuk ke kabin dan overweight saat dimasukkan dalam bagasi.
       
       

       
      Foto: sumber 
       
      ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
       
      Fitur
      Warna dan motif
      Dengan begitu banyaknya pilihan warna dan motif koper, ada baiknya pilih warna dan motif yang nggak pasaran. Tujuannya agar koper mudah dikenali dan memperkecil kemungkinan koper akan tertukar dengan milik orang lain. Namun kalau nggak ketemu warna dan motif yang unik, kalian tetap bisa membuat koper kalian terlihat istimewa dengan menambahkan ciri tertentu, seperti stiker. Tambahan lainnya, sebaiknya hindari memilih warna putih maupun cream karena jika koper kotor, kotorannya akan mudah terlihat.
       

       
      Foto: sumber 
       
      ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
       
      Roda
      Untuk memudahkan pergerakan saat membawa koper, pilihlah koper yang memiliki roda yang dapat berputar dengan fleksibel. Koper yang memiliki 2 roda dapat bermanuver dengan mudah, cocok bagi kalian yang serba terburu-buru. Namun jika barang bawaan cukup berat, koper beroda empat lebih dapat menopang beban koper dengan lebih baik. Tambahan lainnya, cari roda koper dengan bahan campuran dari karet agar lebih awet.
       

       
      Foto: sumber 
       
      ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
       
      Pegangan
      Sudah jadi rahasia umum jika bagian pegangan koper merupakan salah satu bagian yang paling cepat rusak. Jadi, pastikan koper yang akan dibeli memiliki pegangan yang kokoh sebelum memutuskan untuk membelinya. Koper dengan pegangan ganda biasanya lebih awet dibanding koper dengan pegangan tunggal.
       
      ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
       
      Kompartemen
      Koper yang terdiri dari 2 kompartemen, maupun memiliki kantung-kantung ekstra, akan lebih menyenangkan untuk digunakan karena kalian bisa dengan mudah mengorganisir banyak barang.
       
      ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
       
      Expendability
      Ini agak sulit diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Intinya sih, apakah koper tersebut memiliki kantong rahasia untuk menambah ukuran koper atau tidak. Berhubung terkadang kita kerap membeli oleh-oleh ekstra setelah pulang wisata, ada baiknya membeli koper yang ukurannya bisa sedikit ditambah.
       
      ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
       
      Bahan
      Softcase vs hardcase
      Dewasa ini, koper untuk traveling dibuat dengan bahan yang sangat beragam. Ada bahan softcase dan hardcase. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Koper dengan bahan softcase lebih mudah diletakkan di kabin, lebih ringan, dan lebih fleksibel untuk dibawa, namun kurang tahan terhadap tekanan. Sedangkan koper berbahan keras mampu melindungi barang-barang didalamnya dengan lebih baik, namun jika rusak/pecah, sulit untuk diperbaiki. Idealnya sih memilih bahan yang terbuat dari polycarbonate (plastik keras yang biasa digunakan untuk kaca anti peluru) yang cukup kuat namun ringan; atau memilih koper dengan sebagian cangkang terbuat dari hardcase dan sisanya softcase (agar lebih ringan). Apapun pilihan kalian, pilih yang materialnya bagus karena koper yang berkualitas merupakan sebuah investasi jangka panjang. Dan sebaiknya pilih juga yang bahannya waterproof agar lebih mudah dibersihkan.
       
      ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
       
      Resleting
      Resleting kerap kali menjadi bagian yang paling mudah rusak. Jadi jika koper pilihan kalian memiliki resleting, pastikan resletingnya cukup kuat dan terbuat dari bahan yang tahan lama dan waterproof.
       
      ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
       
      Lainnya
      -Pilih koper yang memiliki mekanisme keamanan yang baik. Misalnya, dilengkapi dengan tempat untuk mengunci resleting. Walau sekarang tidak ada langkah pasti untuk mencegah koper dibongkar oleh orang-orang tak bertanggung jawab, namun koper dengan sistem mekanisme keamanan yang baik diharapkan dapat sedikit menyulitkan orang-orang tersebut. Sebaiknya pilih koper dengan sistem pengamanan TSA (Transportation Security Administration). Koper dengan pengamanan TSA akan mudah dibuka oleh petugas bea cukai menggunakan kunci universal, sehingga jika kalian dianggap membawa barang-barang mencurigakan, mereka bisa langsung memeriksa tanpa harus merusak kuncinya.
       
      ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
       
      Semoga bermanfaat!