• agoda-hemat.png

  • 0
Sign in to follow this  
adventtrip

Camping Ceria Di Dieng [Private Trip Hemat]

Question

Buat temen-temen jalan2.com Emoticon%20Melambai.gif

post-36245-0-37540600-1426574298_thumb.j

[PRIVATE TRIP] CAMPING CERIA DI SIKUNIR, SIKIDANG, TELAGA WARNA 2H1M

Meeting Point: JOGJA/WONOSOBO

 

6 pax: 350K/pax

5 pax: 410K/pax

4 pax: 480K/pax

 

Tempat yang dikunjungi:

Sunrise Sikunir

Telaga Cebong

Sembungan Village

Telaga Warna

Telaga Pengilon

Goa Alam

Kawah Sikidang

 

Fasilitas:

Privat Tour

Transportasi AC dari Meeting Point (PP)

Tiket obyek wisata Dieng

Sarapan 1x

Mie Ongklok

Dokumentasi

Perlengkapan Camping Share room (Tenda, Matras, Kompor, Nasting)

 

Exclude:

Pengeluaran Pribadi

Makan diluar paket

 

Itinerary:

H1

20:00 Berangkat dari MP

H2

00:30 Tiba di Sikunir (Camping)

04:30 Menuju Puncak Sikunir (Sunrise)

07:30 Sarapan

08:30 Explore Kawah Sikidang

10:30 Explore Telaga Warna

13:00 Pusat Oleh-oleh

14:30 Wisata Kuliner Mie Ongklok

16:30 Diantar kembali ke

 

More info:

Phone/WA: +6283840179266

Line: faridswidagdo

BBM: 7DB612E4

Share this post


Link to post
Share on other sites

3 answers to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By satria11
      Dihari kedua setelah selesai istirahat kami memutuskan untuk mengeksplor daerah wisata sekitar sebelum melanjutkan perjalanan ke jogja,  Mau tau keseruan kita? Check link dibawah
      Kritik dan saran silahkan comment dibawah hehehe
    • By satria11
      Jadi di part 1 ini kita @Aviafamily melakukan perjalanan yang singkat ke Dieng dan Jogja pada libur pemilu 18 april - 21 april 2019 kemarin. Semoga bisa menjadi referensi jalur yang singkat bagi sobat sekalian
      https://www.youtube.com/watch?v=br46Cw6L06g&t=27s
    • By IVACANZA
      Private Trip Spesial untuk menjelajahi Sumba, negeri dengan kekayaan alam yang beragam dan budaya yang masih sangat kental. Di Sumba kamu akan dianjakan dengan pemandangan yang tidak kamu dapatkan di kota lain, Barisan bukit savana, Kuda-kuda liar berkejaran, Kampung Budaya, Pantai indah nan unik, juga kamu dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kain tenun Sumba yang sangat terkenal.

       
      Tentukan Sendiri waktu dan jumlah temanmu ! Spesial Promo Lebih Murah dari Open Trip!
      Meeting point
      Bandara Tambolaka, Sumba Barat
      End Point
      Bandara Waingapu, Sumba Timur
      Harga
      4 orang : 2.400K /pax
      5 orang : 2.300K /pax
      6 orang : 2.200K /pax
      Recommendation Flight
      Bali – Tambolaka : Wings Air 10:20 – 11:45
      Waingapu – Bali : Nam Air 14:05 – 15:20/ Wings Air 11:40 - 13:15
      Itinerary
      Hari 1: Sumba Barat Daya (L, D)
      Peserta akan dijemput di Bandara Tambolaka (Sumba Barat), dan langsung makan siang.
      Setelah makan siang Trip akan dimulai, pertama peserta akan diajak ke Pantai Malando yaitu sebuah pantai dengan beberapa batu raksasa yang unik. Sekitar 2 jam perjalanan dari Bandara. Kemudian mengunjungi Tanjung Mareha, dari titik ini traveler bisa melihat Pantai Malando dan Pantai Bwanna dari ketinggian. Trekking menuju Pantai Bwana, Pantai yang unik dengan Batu bolong yang menjadi ciri khasnya, butuh trekking/jalan kaki sekitar 10-15 menit dari tempat parkir kendaraan. Menikmati sunset kemudian menuju ke Hotel untuk istirahat dan makan malam.
      Hari 2: Sumba Barat (B, L, D)
      Setelah sarapan peserta diajak menuju ke Pantai Mandorak, Pantai yang sangat indah diapit oleh dua buah tebing. Setelah dari Pantai Mandorak perjalanan dilanjutkan menuju Danau Weekuri, kamu bisa mengeksplore danau sebening Kristal dan berwarna biru cerah ini. Puas bermain di Danau Weekuri peserta akan diajak mengunjungi Kampung Ratenggaro, dan makan siang di Pantai Pero. Setelah makan siang perjalanan dilajutkan menuju air terjun Lapopu, air terjun yang menjadi landmark Sumba dengan airnya berwarna biru tosca, disini kamu bisa bermain-main menghabiskan waktu hingga sore. Puas Bermain di Air Terjun menuju penginapan, istirahat dan makan malam

      Hari 3: Sumba Barat – Sumba Timur (B, L, D)
      Pagi hari setelah sarapan, trip cukup panjang menuju ke wilayah Sumba Timur. Pertama peserta akan diajak mengunjungi Kampung Praijing, mengenal kehidupan masyarakat Sumba. Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tarimbang, sebelumnya mampir ke Bukit Lailara untuk makan siang. Pantai Tarimbang adalah salah satu pantai cantik di Sumba dengan pasirnya putih dan halus. Bermain sejenak di Pantai Tarimbang kemudian melanjutkan perjalanan kembali mengunjungi Bukit Wairinding, Sebuah bukit dengan hamparan padang savana yang luas. Terakhir peserta akan diajak menuju ke Pantai yang sangat unik, yaitu Pantai Walakiri untuk menikmati Sunset. Kembali ke Hotel, istirahat dan makan malam.
      Hari 4: Sumba Timur (B)
      Setelah sarapan, perjalanan hari terakhir di Sumba peserta diajak untuk menimati sunrise di savanna puru kambera/ bukit mau hau, disini kamu bisa menyaksikan kuda liar yang sedang bermain di sana. Kembali ke Hotel untuk breakfast dan persiapan pulang. Sebelum Pulang peserta diajak menuju Kampung Kalu, pusat pengrajin kain tenun Sumba. Dan terakhir, peserta akan diantarkan menuju Bandara Waingapu. Trip berakhir. Semoga dapat berjumpa kembali !
      *Itinerary diatas tidak bersifat FIX, bisa berubah sewaktu-waktu menyesuaikan situasi dan kondisi
      (B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)
      Include
      Mobil dan jasa antar-jemput sesuai rencana perjalanan.
      Pemandu wisata sekaligus sebagai supir
      Makanan sesuai yang tertera pada rencana perjalanan
      Akomodasi 1 malam di Waitabula (Sumba barat Daya) berbasis sharing
      Akomodasi 1 malam di Waikabubak (Sumba Barat) berbasis sharing
      Akomodasi 1 malam di Waingapu ( Sumba Timur) berbasis sharing
      Semua biaya masuk tempat wisata termasuk donasi sesuai program
      Air mineral selama tour
      Smile & unforgettable experience
      Exclude
      Transportasi menuju meeting point
      Pengeluaran Pribadi
      Asuransi Perjalanan
      Tip Guide
      Biaya optional tour (overtime / di luar itinerary yang sudah ada)
      Keterangan Tambahan
      Reservasi dilakukan selambat-lambatnya H-14 sebelum Trip.
      DP Minimal 50% paling lambat 2x24 jam setelah mendapatkan Booking Form dari
      IVACANZA, dan wajib melakukan pelunasan selambat-lambatnya H-7.
      Setiap peserta mengirimkan identitas dan bukti transfer pembayaran via whatsapp/email.
      Harga paket tour bisa berubah sewaktu-waktu bila ada perubahan dari penyedia fasilitas yang diterima peserta tour (harga kamar, mobil, speed boat, dll) dan ataupun kalo ada kenaikan BBM.
      Peserta dipastikan dalam keadaan kondisi tubuh yang baik.
      Trip dapat batal atau berubah jadwal sewaktu-waktu apabila terjadi cuaca buruk dan kejadian-kejadian tertentu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, hal ini demi kepentingan dan keamanan peserta serta kelancaran perjalanan.
      Apabila terjadi pembatalan dikarenakan adanya gangguan di kapal penyebrangan seperti: cuaca buruk, dan kapal over kuota, di kembalikan DP 100%
      Keterlambatan kepulangan dikarenakan adanya gangguan di kapal penyebrangan, cuaca buruk, dan kapal over kuota, biaya perpanjangan penginapan dan makan atau bentuk kerugian yang lain menjadi tanggungan peserta
       
      INFO :
      Email : info@ivacanza.co
      Line : @ivacanza
      WA : 081299.3673.26
    • By Canaya Tour Service
      Open Trip Festival Budaya Dieng 2017
      Yuk join Festival Dieng Culture, disini kamu bisa mengikuti beragam pertunjukkan keren seperti Jazz atas awan, menerbangkan lampion, pesta kembang api hingga melihat proses cukur rambut anak gimbal. Gak hanya itu, kamu juga bakal disuguhi berbagai pemandangan alam yang ciamik, seperti Kawah Sikidang, Batu Ratapan Angin, Telaga Warna! Kapan lagi bisa melihat sunrise tercantik di Telaga Dringo, yang katanya mirip banget seperti Ranu Kumbolo. 
      PROMO TRIP
      Daftar ber-5, diskon IDR 100.000 untuk 1 grup Daftar ber-10, diskon IDR 250.000 untuk 1 grup Daftar ber-15, diskon IDR 450.000 untuk 1 grup  
      BIAYA TRIP
      Meeting Point Jakarta : IDR 1.250.000 Meeting Point Purwokerto atau Wonosobo : IDR 1.000.000  
      ITINERARY
      3 Agustus 2017 : Pasar Senen - Purwokerto
      Seluruh peserta berkumpul di Stasiun Pasar Senen Pk 21.00 untuk registrasi dan briefing.  Berangkat bersama-sama menuju Purwokerto.
       
      DAY 1
      4 Agustus 2017 : Purwokerto - Dieng (B/L/D)
      Tiba dini hari di Purwokerto. Bagi peserta yang meeting point Purwokerto, berkumpul Pk 04.00 WIB. Perjalanan dilanjutkan dengan elf (Non AC) menuju Dieng.  Sarapan mie ongklok di Wonosobo, next stop : Gardu Pandang Tieng.
      Setibanya di Dieng, pembagian homestay dan makan siang. Setelah itu siang harinya kita akan beraktivitas di Batu Ratapan Angin, Telaga Warna Pengilon, dan Dieng Theater. Malam harinya mengikuti pertunjukkan jazz atas awan.
       
      DAY 2
      5 Agustus 2017 : Dieng Culture Festival (B/L/D)
      Sunrise Telaga Dringo. Menikmati matahari terbit di danau atas awan yang terkenal dengan mini Ranu Kumbolo. Kembali ke homestay untuk sarapan. Setelah itu jalan santai keliling desa, melihat parade seni budaya dan minum purwaceng bersama.
      Explore Kawah Sikidang dan Candi Arjuna. Malam hari pesta kembang api dan lampion terbang.
       
      DAY 3
      6 Agustus : Dieng - Jakarta (B/L)
      Pagi harinya kita akan trekking menuju Bukit Scooter untuk melihat sunrise. Setelah itu kembali ke homestay untuk sarapan.
      Menyaksikan puncak acara nya yaitu kirab budaya dan ruwatan anak gimbal di Komplek Candi Arjuna. Kemudian check out homestay, untuk persiapan pulang. Perjalanan ke Purwokerto.
      Tiba di Purwokerto, peserta drop off di stasiun dan pulang bersama menuju Jakarta. Trip berakhir.
       
      FASILITAS TERMASUK
      Akomodasi homestay di Dieng selama 2 malam (1 room 4-5 pax) Tiket Kereta Api Jakarta - Purwokerto PP (bagi yang meeting point di Jakarta) Land transport Purwokerto - Dieng Pickup transport Dieng - Telaga Dringo Retribusi dan biaya parkir Tiket VIP Dieng Festival, dengan fasilitas : T-shirt, ID Card, kain batik, purwaceng, bakar jagung, lampion, kembang api, dan ruwatan anak gimbal. Makan (B: Breakfast, L: Lunch, D: Dinner) sebanyak 8 kali Tour Leader Dokumentasi foto Tiket masuk tempat wisata  
      TIDAK TERMASUK
      Tips untuk tour guide dan driver Biaya untuk pengeluaran pribadi  
      INFO DAN PENDAFTARAN
      Whatsapp : 0812-1221-0647
      email : canayatour@gmail.com
       
      Follow us on
      Facebook : Canaya Tour Service
      Twitter : @canayatour
      Instagram : @canayatour
    • By elizatore
      Daripada pusing mikirin urusan dunia yang gak kelar-kelar, dimana-mana ada demo dan ribut-ribut yang gak jelas ujungnya, mending refreshing dulu biar gak tegang terus-terusan. Temp[at wisata kali ini adalah tempat favorit di Jawa Tengah yang sudah terkenal sampai manca negara. Yuk langsung saja berkenalan Daftar riwayat hidup dari Dieng pesona alam Indonesia.
      Wisata Dieng adalah kawasan dataran tinggi dengan wilayah vulkanik yang masih aktif di Jawa Tengah. Sebenarnya Dieng masuk dalam dua wilayah yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Kawasan Dieng ini berada di sebelah barat kompleks Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.
      Dataran Dieng memiliki Ketinggian rata-rata sekitar 2.000 m diatas permukaan air laut. Dengan suhu berkisar antara 12-20 °C untuk siang hari dan 6—10 °C pada malam hari. Saat musim kemarau, suhu udara di Dieng bisa mencapai 0 °C pada pagi hari hingga  memunculkan embun beku. Embun beku tersebut oleh penduduk setempat menyebutnya bun upas yang berarti embun racun, karena embun tersebut dapat menyebabkan kerusakan terhadap tanaman pertanian.
      Sedangkan secara administrasi, kawasan Dieng adalah sebuah wilayah dari Ds. Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara. Dan Ds. Dieng (Dieng Wetan), Kec. Kejajar, Kab. Wonosobo. Wilayah ini adalah salah satu wilayah yang paling terpencil di Jawa Tengah.
      Kawasan wisata Dieng Wonosobo – Banjarnegara terkenal dengan wisata alamnya. Hal ini tak lepas dari pengaruh vulkaniknya yang masih aktif. Berikut adalah beberapa destinasi wisata Dieng Wonosobo – Banjarnegara:
      Objek Wisata Dieng Wonosobo-Banjarnegara
      Wisata Dieng Wonosobo-Banjarnegara
      Kawasan wisata Dieng merupakan kawasan wisata unggulan yang ada di Jawa Tengah, hal ini karena kawasan wisata Dieng tak hanya terdapat satu atau dua objek wisata saja, melainkan ada belasan objek wisata yang sangat layak untuk dikunjungi berada dalam satu lingkup atau kawasan.
      Maka tak heran jika tempat ini selalu ramai, baik oleh wisatawan lokal maupun asing. Untuk berkunjung ke kawasan wisata ini juga tidak terlalu banyak menguras kantong, harga tiket yang ditawarkan sangat terjangkau dan sesuai dengan keuangan masyarakat Indonesia. Anda tertarik? Silahkan untuk berkunjung.
      Wisata Dieng Telaga Warna
      Wisata Dieng Wonosobo-Banjarnegara via www.youtube.com
      Telaga warna adalah salah destinasi wisata yang direkomendasikan oleh pengelola kawasan wisata Dieng. Telaga ini memiliki air yang sering berubah warna, hal ini disebabkan karena air Telaganya mengandung sulfur sehingga saat sinar matahari menyorotinya airnya menjadi berubah warna, sebab itu juga lah telaga ini dinamakan Telaga Warna.
      Di Area sekitar Telaga Warna ini ada objek wisata lainnya, yaitu objek wisata Bukit Sidengkeng, Goa Semar, Goa Pengantin, Goa Sumur Eyang Kumalasari, Goa Jaran, Telaga Pengilon. Sehingga sangat memungkinkan setelah berkunjung ke Telaga Warna untuk sekalian berkunjung ke wisata di sekitarnya.
      Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Telaga Warna adalah pagi hari-siang hari sebelum kabut datang untuk menyelimutinya di sore hari.
    • By Titi Setianingsih
      Selamat siang JJ’er…jangan heran kalau judulnya drama satu babak ya ? Wah pokoknya lain dari pada yang lain deh kisahnya, ada air mata, ada kegalauan dan ada keharuan yang luar biasa.
      Bermula ketika mommy2 lansia pada kepengin naik gunung, apa daya ? Para bodyguard juga lama jawabnya ketika dimintai pendapatnya, beneran nih moms mau naik gunung ? Kami siy siap aja ngawal mommy2 perkasa, tapi kudu yakin dan semangat kalau bisa sampai atas, kami para bodyguard siap jadi sweaper di belakang.
      “Saya mau poto sambil pegang bendera merah putih di summit,,,!”
      “Saya juga mau poto sambil pegang tulisan ‘I’am here Mt. Prau 2.565 mdpl’…”
      “Saya penasaran sama golden sunrisenya”
       



      Duh masing2 pada mau ndapetin dreamnya. So, deal, berangkaaaattttt…! Gak nyangka, setelah di list ngumpul sampai angka 38 orang. Sempat kaget juga awalnya, karena setelah telpon2an ke EO di Dieng ternyata kebutuhan naik gunung itu banyak sekali, dan untuk semua itu kita musti sewa.
      Kurang lebih satu bulan barangkali persiapannya, dari mulai bikin kaos seragam, ngumpulin dana dan sewa alat2 yang sesuai kebutuhan tidak semudah yang dibayangkan.
      Dari sini jadi ketahuan letak perbedaannya antara ikut open trip dengan ngrancang sendiri kebutuhan tripnya. Kalau ngrancang sendiri belum tentu benar dalam memperkirakan jumlah kebutuhan, yang kebagian hitung2annya ini yang pusing 7 keliling.
      Okelaahhhh,,,itu masalah teknis ya ? Yang penting happy2nya sudah terlaksana dengan sukses, dan happy ending. Soal drama satu babak begini cerita lengkapnya :
      Day 1, tanggal 16 September 2016
      Oh yaaa, dari 38 orang yang terdaftar akhirnya pada rontok dan sisa 31 orang, ini juga permasalahannya, jadi untuk teman2 yang sering ngoordinir jalan2, ada tips nih, pastikan jumlah peserta fix diterima sebelum memutuskan untuk rental mobil. Karena bagaimanapun kita kan juga kepengin dipercaya orang lain, jadi walaupun sudah rental mobil sesuai kebutuhan awal, walaupun akhirnya ada peserta yang batal, kita gak mungkin akan membatalkan salah satu armadanya.
      Saking banyaknya peserta, rombongan akhirnya terbagi menjadi 2 kloter :
      -          Kloter pertama pakai KA Serayu Jurusan Senen – Purwokerto via Bandung, berangkat jam 21.00 sampai Purwokerto jam 07.33
      -          Kloter kedua pakai KA Progo Jurusan Senen – Kediri via Cirebon, berangkat jam 22.30 sampai Purwokerto jam 03.30.
      Sebelum berpisah dengan kloter 1, kami ngumpul dulu di ruang tunggu dan makan bakso terlebih dulu. (Salah satu member RM ada yang usaha resto macem2 makanan, jadi sempatkan masak bakso terlebih dahulu untuk kami).
       


      Memang jalur utara lebih pendek jaraknya sehingga lebih duluan sampai. Dan yang lewat Selatan secara kebetulan kok kena musibah longsong, jadi penumpang di turunkan di Stasiun Kiara Condong Bandung. Teman2 kami pilih turun dan rental mobil menuju Purwokerto, penumpang lain ada yang menunggu pembersihan di lokasi longsor jadi tetap berada di kereta itu.
      Akibat musibah tersebut, maka kloter pertama bakal lebih lambat nyampai di Purwokertonya, akhirnya diputuskan untuk meeting point di Wonosobo saja. Daripada kloter 2 yang sudah sampai di Purwokerto duluan bengong2 maka saya telpon sopir mobil elf untuk njemput lebih pagi, supaya kami bisa manfaatkan waktunya di Purwokerto.
      Day 2, tanggal 17 September 2016
      Tepat jam 03.30 kloter 2 sampai di Stasiun Purwokerto, seperti biasanya, biarpun masih dini hari dan belum mandi, kamipun sempatkan untuk mengabadikan kedatangan kami di stasiun. Kemudian, sambil menunggu siang, kami singgah di warung Koko Kumis yang jualan berbagai minuman hangat dan gorengan, special mendoan, sebagai makanan khas Purwokerto.
      Warung Koko Kumis letaknya di depan Stasiun Purwokerto, jadi kami tinggal jalan kaki saja untuk menuju kemari. Kebetulan suasana masih dingin karena sehabis hujan, terlihat dari jalanannya yang masih basah, maka menyantap mendoan panas2 sangat cucok sekali. Tidak sampai mengeluarkan kocek Rp. 10.000 sudah kenyang.
      Tak berapa lama mobil elf kami datang, kemudian untuk bekal ke Wonosobo nanti, kami mampir ke Pasar Manis Purwokerto untuk beli cemilan2 buat bekal di Perjalanan. Sesudah dari Pasar Manis kami lanjutkan untuk mandi2 dirumah teman yang rumahnya tidak jauh dari stasiun. Segar sekali rasanya sempat mandi, beda dengan teman2 di Kloter 1, mereka gak sempat mandi dan akan langsung ke Wonosobo via Banyumas.
      Tiba2 beberapa peserta kepengin nyicipin Soto Sokaraja, makanan khas juga di daerah Purwokerto, kamipun akomodir keinginan mereka dengan singgah di Soto Sokaraja yang ada di Jl Sawangan, cabang dari Soto Lama Sokaraja. Dan surprise, malah kami ketemu dengan rombongan PMI Purwokerto yang di kawal oleh Bapak Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan. Mendadak Komunitas Jalan2 Indonesia langsung ngetop, dan beberapa dari mereka pingin bergabung dengan KJJI. Bravo Mimin n Momod KJJI,,,,,,!!

      Sesudah sarapan siap meluncur ke Wonosobo, bismillah,,,semoga perjalanan lancar. Kami lewat Sokaraja, karena jalanan lebih mulus dan jadi lebih pendek jarak tempuhnya, jalan pintas tersebut bernama Jembatan LinggaMas, jadi tidak lewat dalam kota Purbalingga tapi dari Sokaraja memintas lewat Desa Petir lalu tembus Banjarnegara.  Di Banjarnegara ada 2 orang yang kami jemput.
      Di Gerbang Kawasan Dieng Plateau kami berhenti, berharap bisa menunggu Kloter 1 yang sudah sampai Banjarnegara, tapi ternyata lama ditunggu tidak muncul2 juga, akhirnya kami lanjutkan perjalanan menuju Pusat Informasi Pariwisata Dieng, karena disana sudah menunggu teman kami yang dari Solo. Begitulah, teman dari berbagai daerah berkumpul jadi satu dibawah bendera KJJI.



      Begitu sampai kami makan siang terlebih dahulu di RM Edelweis yang ada di depan basecamp, sambil menunggu Kloter 1 yang belum sampai. Sesudah makan, mulai mempersiapkan alat2 yang bakal dipakai buat pendakian, diantaranya matras, sleeping bag, trackpole, headlamp, blanket, tenda, kompor, nesting, gas. Beberapa teman ada yang punya peralatan sendiri, sehingga yang sewa hanya beberapa buah saja disesuaikan dengan kebutuhan.
      Kurang lebih jam 17.30 kami start menuju basecamp 1 untuk registrasi, HTM ke G Prau Rp. 10.000 per orang. Untuk pengamanan pendakian, peserta kami bagi menjadi 4 pleton, masing2 pleton dikoordinatori oleh 1 orang teman laki2 yang sekaligus berfungsi sebagai sweaper. Satu pleton terdiri dari 8-9 peserta. Yel2 kebersamaan dan kekompakanpun kami kumandangkan,,,,,,RM yessssss,,,!!


      Sesudah registrasi mulailah perjalanan menuju G Prau, pertama-tama melewati perkampungan penduduk kemudian masuk ke area perkebunan sayur2an dan berubah menjadi jalan setapak. Gerimis rintik2pun menemani perjalanan kami, sehingga kamipun membuka tas perlengkapan untuk kemudian menggunakan jas hujan.  

      Pleton yang telah kami buat akhirnya berantakan, karena kecepatan berjalan dan ketahanan fisik masing2 anggota ber-beda2, jadi yang berjalan lebih cepat akhirnya mendahului yang lambat. Kalau sudah begini bisa ditebak, sayalah yang paling belakang sampai.
      Disinilah dimulainya drama itu. Karena saya sering singgah2, akhirnya ketinggalan rombongan, saya putuskan agar yang lain jalan duluan saja, biarkan saya sendiri yang penting ada 1 sweaper dan 1 porter yang menemani. Jadi kami bertiga berjalan di paling belakang, lama2 rombongan didepanpun sudah tidak kelihatan, saking sudah jauhnya di depan.
      Dari pos 1 dan pos 2 signal handphone masih bisa nyambung, sehingga saya masih bisa memantau sampai dimana rombongan yang ada di depan. Kurang lebih jam 19.00 bertepatan dengan adzan shalat Isya, saya seperti sudah tidak kuat rasanya, mata kantuk, perut mual2 dan leher terasa sakit, sementara gerimis masih menemani kami bertiga. Dalam kondisi seperti ini saya paksakan untuk jalan terus, karena saran porter kami agar berhenti di jalanan yang agak landai supaya bisa tidur2an sekalian memijit saya.
      Dan benar, sebelum area “Akar Cinta” saya berhenti, duduk di rumput2 yang lahannya landai, untuk kemudian dipijit oleh Pak Urip (porter kami) sambil di baluri minyak kayu putih. Seketika itu juga saya bersendawa, tapi menurut sweaper kami, Mas Firman, saya kelihatan pucat, dan memang sempat muntah2. Akhirnya Pak Urip mengusulkan untuk buka tenda di tempat itu, diapun telepon ke basecamp 1 untuk minta diantar peralatan buka tenda sekaligus makan malamnya. Sebelum mereka datang, saya sudah tertidur di rumput2an beralaskan jas hujan dan berselimutkan sarung pak Urip. Begitu tenda sudah berdiri, sayapun terbangun dan pindah ke dalam tenda. Pak Urip dan mas Firman duduk2 di pintu tenda sambil masak air panas untuk menghangatkan kaki saya.
      Selebihnya saya tidak tahu, tapi saya masih sempat melihat mereka berdua makan nasi goreng yang   dibawa porter dan minum kopi. Dan ketika saya terbangun, ternyata sudah jam 2 pagi, saya putuskan untuk tetap naik, gak tega rasanya membiarkan teman2 di atas. Apalagi anak saya juga ikut dengan rombongan depan, tapi saya percaya pasti teman2 care dengan anak saya.
      Kami menunggu pak Urip beres2 tenda dan alat2 lainnya, sehingga kurang lebih jam 3 kami baru mulai jalan. Rasa mual2 masih terasa di perut saya, sehingga di pagi hari itu saya sempat muntah2 2x. Jamu tolak angin sempat saya minum dan coki2 untuk menambah kekuatan.

      Singkat cerita, dengan ter-tatih2 kami bertiga sampai juga ke Summit di 2,565 mdpl. Di situ juga saya menyaksikan sunrise yang luar biasa bagusnya, tapi mungkin masih kurang bagus dibanding yang dilihat teman2 saya di camp, karena porter buka tenda tepat di depan Gunung Sindoro Sumbing sehingga kalau mereka buka tenda sudah langsung bisa menyaksikan Sang Bagaskara muncul perlahan untuk kemudian memancarkan sinar kemilau jingganya.    



       
      Day 3, tanggal 18 September 2016


       
      Tetap bersyukur, dan terima kasih tak terhingga special untuk Mas Firman dan Pak Urip yang dengan sabar menunggu dan mensupport saya tak henti2.

       
      “ayoooo bundaaaaa,,,sedikit lagiiiii,,!”
      “nanjak sekali lagi bunda,,,,,mau istirahat dulu apa lanjut ??”

      Kalau jawaban saya “lanjuuut” mereka Nampak senang sekali, pertanda saya kuat dan lagi semangat. Ini yang orang2 sering bilang, bawalah teman seperjalanan yang care, karena pasti saat pendakian semua butuh kerja sama dan kekompakan, kalau banyak yang egois apa jadinya ?


       

      Ketika sudah di summit, suasana malah sepi, karena orang2 kebanyakan buka tenda di bukit yang ada dibawahnya, dengan pertimbangan kalau di summit lebih dingin dan lebih terbuka jadi angin akan lebih kencang. Jadi kami lanjutkan perjalanan lagi kearah turun, melewati Bukit Teletabbies yang indah. Bunga2 sudah mulai bermekaran, padangnya luas bisa buat ber-lari2an.




      Pak Urip mendahului kami, dengan alasan hendak kasih tahu teman2 kalau saya sebentar lagi sampai. Dan secara kebetulan, ternyata mereka sudah ber-siap2 hendak turun, menurut mereka mana mungkin saya ikut naik karena sudah siang ?



      Dan benar saja, begitu saya sampai di tenda2 tempat mereka ngecamp, langsung pada melongok dari dalam tenda dan berhamburan keluar, kecuali yang sedang masak2, merekapun tercengang, benarkan ini saya ????



      Teman2 pada happy dan menyambut saya dengan euphoria yang luar baisa, hiruk pikuk mommy2 RM mengusik sekelompok tenda2 anak muda disebelahnya, sehingga merekapun nyeletuk “Golden Memories niihhhh,,,!”



      Hhhhhmmmmm,,,masing2 pamer foto cantik mereka, dan saya tidak punya dooong ?? Tapi sisa waktu ini kami habiskan untuk foto2 bareng sesuka hati. Bahagianya jika melihat mommy2 lagi pada heboh,,,mengalahkan anak2 muda. Dan beberapa anak2 muda yang ikut di trip ini juga nampak happy, mereka cepat berbaur dan sangat membantu kami yang udah lansia.


      Daaan, opo tumon ? Baru sebentar foto2, komandan pleton sudah berteriak untuk mengajak turun ? Olala,,porterpun sibuk mengemasi tenda2 dan alat2 masak yang masih berserakan, sementara saya masih menyempatkan untuk sarapan mie rebus terlebih dahulu, takut nanti masuk angin lagi, dan minum teh manis panas buat nambah energy.


       






      Sambil sarapan, salah satu teman bercerita kejadian semalam, diantara mommy2 yang sudah duluan sampai ternyata ada yang sakit, ada yang kedinginan, ada yang kelaparan, ada yang gak kebagian tenda dikarenakan belum ketemu kelompoknya saja siy. Iya, termasuk pembagian teman tenda juga sudah kami buat sebelumnya, tapi mungkin karena panic sehingga lupa siapa teman setendanya, dan setiap membuka tabir tenda kok sudah penuh ? Dimana tenda saya ? (Itu sedikit kegaduhan yang terjadi, tapi segera teratasi, lagi2 karena teman2 pada care satu sama lain).

      Sebagai koordinator saya merasa bersalah, disaat mereka kesusahan saya tidak ada, dan ini akan menjadi mis kalau seandainya saya tidak jelaskan sedang dimana keberadaan saya ketika mereka mengalami ketidak nyamanan itu ? Ternyata saya mengalami hal yang sama, inilah sebuah pembelajaran, keterbukaan sangat diperlukan dalam sebuah team. Dan masing2 dari kami telah berhasil menguasai diri sendiri, maklum namanya juga mommy2, pastilah sudah bisa bersikap lebih dewasa dan tidak kekanak-kanakan.

      Olrait, selesai sarapan kami turun lagi,,,,,terima kasih Mt Prau, di punggungmu kami berdiri, mengibarkan bendera merah putih kebanggaan kami. Di punggungmu pula kami telah menyaksikan pemandangan alam yang luar biasa indahnya, Mt Sindoro, Mt Sumbing, Mt Merapi, Mt Merbabu, Mt Slamet,,,dan apalagi ya ? Puncak2 mereka bermunculan di tengah2 awan yang berarak putih bagai kapas,,,,Subhanallah,,,tiada kata yang pas untuk melukiskan keindahan itu, hanya mata dan hati kami yang berdecak kagum atas semua ini. Alam telah mengajarkan kami untuk bersyukur dan rendah hati,,,,,


       






      Perjalanan turun kami putuskan dengan rombongan tetap ketika berangkat, Mas Firman dkk, anak2 muda yang penuh perhatian sama Mommynya.


       



      Sebentar2 istirahat, dan sebentar2 muntah,,,,3x muntah dalam perjalanan turun kali ini. Rombongan lain yang sempat menunggu kami antri menuruni jalan setapak, saya persilahkan duluan. Biarlah kami belakangan, dan hampir di setiap pos kami istirahat lama.


      Di Pos 2 porter yang membawa kompor berhenti menunggu kami, rupanya rombongan anak muda dari grup lain menginfokan kalau saya muntah2, sehingga butuh teh manis panas untuk tambah energy.   Begitulah, entah siapa mereka tetapi perhatiannya luar biasa, anak gunung memang oke, sudah terbukti sikap sosialnya luar biasa.


       

      Dan setelah dari Pos 2 kami belok kekiri untuk mengambi jalan lain, melewati jalur Dieng. Disini pemandangannya lebih indah dan jalannya lebih landai ketika turun. Dan jangan dilupakan, sampah yang ada bawalah turun, jangan kotori tempat ini dengan sampah2 kita.





      Kurang lebih jam 15 urusan administrasi selesai, kami termasuk rombongan terakhir yang meninggalkan basecamp. Dua mobil lainnya sudah berangkat duluan, karena ada yang lebih awal jam keberangkatan keretanya.

      Di grup whatsapp mereka kirim2 foto, ada yang singgah ke Dawet Ayu khas Banjarnegara, ada yang singgah ke Soto Sokaraja. Semuanya happy,,,,,,dan kebahagiaan itu masih tersisa disini, di dada ini.  


       
      Salam Jalan2 Indonesia,,,!!
      Kontributor :
      Farah Haifa
      Anisa Rahmadi
      Titik HS
      Yulie Pram
       
       
    • By Fath17
      OPEN TRIP
      EXPLORE DIENG PLATEAU & GOLDEN SUNRISE Mt. PRAU 
      Mepo : Lamongan •||• 26 – 28 Agustus 2016 IDR only 450.000
      Tujuan Wisata :
      -    Telaga Warna
      -    Kawah Sikidang
      -    Candi Arjuna
      -    Hotel 1000 Bintang Mt. Prau
      -    Golden sunrise Mt. Prau
      -    Mie Ongklok khas Dieng
      FASILITAS :
      -     Transport full AC Lamongan-Dieng (PP)
      -     Welcome drink + snack
      -     Makan 4x (include mie ongklok)
      -     Tenda per Team (1 tenda 4-5 orang)
      -     Peralatan masak (Kompor, nesting,dll)
      -     Tiket masuk wisata
      -    Guide & Porter
      -     CD Dokumentasi Perjalanan
      -     Stiker / souvenir
      -    Jodoh jika Beruntung
       
      EXCLUDE
      - makan yg tidak include dan oleh-oleh pribadi.
      - peralatan camping pribadi (senter,matrass dan sleeping bag, jaket, dll)
      - Logistik selama mendaki (sharing : tim kami membawa beberapa keperluan logistik untuk berbagi bersama, teman-teman diharapkan juga membawa makanan, snack, dan lain-lain untuk kita berbagi bersama, karena kebersamaan itu indah hehe)
       
      Rundown / Ittinerary :
      Hari 1 
      19.00 meeting Point di Lamongan
      20.00 Perjalanan menuju Dieng
      Hari 2 
      07.00 Tiba di Dieng
      07.00-09.00 Istirahat & Sarapan (included)
      09.00-12.00 Explore Telaga warna, Kawah Sikidang & Candi Arjuna
      12.00-13.30 Ishoma & prepare Hiking
      13.30-17.00 Pendakian puncak Prau
      17.00-18.00 pasang tenda & hunting sunset
      18.00-20.00 starlight dinner at top of Prau
      20.00-24.00 keakraban, enjoying starlights, leisure time
      Hari 3 
      00.00-04.00 istrahat
      04.30-06.00 Sholat & hunting golden sunrise
      06.00-07.00 hunting foto keliling puncak prau
      07.00-09.00 sarapan + packing
      09.00-11.00 Perjalanan turun Prau
      11.00-12.00 Ishoma, bersih2 dan prepare pulang
      12.00-24.00 Perjalanan kembali ke Lamongan
      Meeting Point  :
      Plaza  Lamongan / Ndapur
      Note : 
      > Ittinerary dapat berubah sesuai kondisi di lapangan.
      > Kuota Peserta Berbatas
       
      SYARAT & KETENTUAN :
      -  Seat DP Rp 300.000/ Pax paling lambat H-6
      - Cancel diatas tanggal H-6 DP hangus atau mencari pengganti
      - Pelunasan sisa pembayaran saat Hari H di Meeting Point
      More info :
      Mr. A (Aam)
      IG : @aam_jmadventour
      Pin : D0626312
      SMS/WA 085731563466
      PHONE : 082210899919
      Mr. B (Bagong)
      Pin : 2B5391E9
      SMS/PHONE : 083831900872
      "Private Trip, Outbond & Game, Jogja & Bandung Tour City call for best price Package"
      Let's get the best trip moments with us