Sign in to follow this  
zushioda yatai

ZUSHIODA Yatai - warung sushi angkringan ala Jepang

1 post in this topic

zushioda+logo+blogspot+.JPG

Yatai yang dalam bahasa jepang berarti stand, booth, warung kaki lima, atau bisa di sebut juga warung angkringan dalam bahasa jawa (sego kucing / HIK --> Hidangan Istimewa Kampung). yang setelah di amati, ternyata banyak kesamaan antara Yatai jepang dan warung Angkringan di sini

YATAI%2BZUSHIODA%2BJAPAN%2BFUKUOKA%2BJAKARTA%2BWARUNG%2BANGKRINGAN%2B2.jpg

Yatai adalah warung makan yang biasanya beraktifitas di musim semi di pinggir2 jalan, dan biasanya berjualan pada sore hari dan tutup pada malam hari atau bahkan biasanya ada yang sampai subuh.Yatai ini bisa ditemukan hampir di semua daerah di Jepang, namun Prefektur Fukuoka (pulau Kyushu) menjadi tempat yang paling terkenal akan Yatai ini. Ada lebih dari 150 Yatai di seluruh kota, dengan konsentrasi tertinggi di kabupaten Nakagawa dan Tenjin terletak di pusat,umumnya di dekat eki (stasiun subway)

YATAI%2BZUSHIODA%2BJAPAN%2BFUKUOKA%2BJAKARTA%2BWARUNG%2BANGKRINGAN%2B5.jpg

Makanan yang mereka jual biasanya makanan tradisional Jepang, bir dan sake. makanan yang biasa mereka sajikan adalah Yakitori, Sushi, Yakiniku, Agemono, Oden dan Hakata Ramen yang merupakan makanan kebanggaan bagi masyarakat di Fukuoka. Ada juga yang hanya buka saat matsuri (festival), Kita juga bisa nemuin yatai mura (kampung yatai)

YATAI%2BZUSHIODA%2BJAPAN%2BFUKUOKA%2BJAKARTA%2BWARUNG%2BANGKRINGAN%2B6.jpg

Makan di Yatai ini menjadi sebuah alternatif yang bagus daripada makan di restoran apabila memperbandingkan harga, karena makan di yatai ini relatif lebih murah dibandingkan dengan makan di restoran

YATAI%2BZUSHIODA%2BJAPAN%2BFUKUOKA%2BJAKARTAWARUNG%2BANGKRINGAN%2B%2B4.jpg

Yatai menawarkan suasana yang sangat berbeda bila makan di restoran, bersifat lebih santai dan membaur sesama konsumen lainnya yang penat sehabis bekerja seharian

Bagaimana dengan tingkat kebersihan makanan nya?..jangan khawatir,karena yatai ini sudah mendapat izin mengenai kebersihannya dari pemerintah kota setempat

Yatai ini tidak hanya ada di jepang saja, Di indonesia pun sudah ada warung angkringan ala jepang ini. Yatai tersebut berada di:

ZUSHIODA - Kalimalang

Kavling DKI Pondok Kelapa Barat No.5

Jl.Raya Kalimalang - perempatan Lampiri - Jakarta Timur

samping Bank BRI Unit Kalimalang - antara Baso Thomson & Sop Janda

Tlp: 021 965 821 55

ZUSHIODA - Grand Galaxy City

Galaxy Food City 1

Jl.Raya Boulevard Grand Galaxy City

Jakasetia - Bekasi Selatan

samping Masjid Adz-Dzikra & Kolam renang Tirta Mas

Tlp: 021 990 600 88

ZUSHIODA - Kemang Pratama

jl.Kemang Pratama Raya Blok A/11

Komplek Kemang Pratama - Pekayon - Bekasi Barat

100m dari patung bunderan

Tlp: 0813 1532 8110

ZUSHIODA - Grand Wisata

jl.Ruko Grand Wisata Blok AA10 No.2

Komplek Grand Wisata - Tambun - Bekasi Timur

samping apotik Century

Tlp: 021 709 358 69

ZUSHIODA - Pondok Pinang

BJOS outlet

jl.Ciputat Raya No.12B - Pondok Pinang

samping Gg.Hj.Goden sebrang Depot Aqua

50m dari SeveL Ponpin - Jakarta Selatan

Tlp: 0857 7807 5075

ZUSHIODA - Pakuwon City

Food Festival kavling B.11

jl.Kejawan Putih Mutiara No.17

Pakuwon City Laguna

Surabaya

ZUSHIODA - Jogja

jl.Empu Tantular No.399 - Dekat AKS TARAKANITA

Pringwulung - Condong Catur - Sleman

Yogyakarta

Tlp: 0857 9917 5700

konsep bertemakan Yatai - warung sushi makanan jepang murah meriah santai ini adalah warung sushi angkringan pertama di Indonesia

zushioda+kalimalang+view+edit+small+2.jpg

zushioda%2Byatai%2Bwarung%2Bsushi%2Bgerobak%2Bpertama%2Bdi%2Bindonesia%2Bfranchise%2Bmakanan%2Bjepang%2Bsushi%2Bramen%2Btakoyaki%2Bmurah%2Bdan%2Bberkualitas%2Bselalu%2Bramai%2Bpengunjung%2Bdan%2Bbanyak%2Blangganan%2B085737637228.jpg

Tujuan Zushioda japanese street sushi ini adalah menawarkan hal yang unik dan baru kepada konsumen pecinta kuliner makanan jepang di Indonesia. Serta memberikan peluang yang lebih luas lagi kepada masyarakat Indonesia untuk bisa mengenal kebudayaan masakan Jepang, di karenakan target pasarnya yang mencakupi secara keseluruhan dari masyarakat berekonomi menengah atas sampai berekonomi menengah ke bawah untuk bisa mencoba makanan Jepang yang sangat terkenal kenikmatannya tanpa harus takut membayar mahal

suasana warung sushi angkringan ZUSHIODA yatai

zushioda+angkringan+sushi+samping+sevel+seven+eleven+711+tebet+raya+utara+jaksel+jakarta+selatan+tempat+nongkrong+anak+muda+abg+gaul+nongkrong+pulang+dugem+warung+tenda+jepang.jpg

zushioda+kemang+pratama.JPG

Rata rata biaya per orang yang di siapkan untuk menikmati sajian di sini Cukup hanya dengan Rp.20.000,- sudah bisa menikmati sajian sushi special ZUSHIODA japanese street sushi beserta minumannya yakni Ocha (Japanese Green Tea) yang gratis jika tambah

zushioda+menu+sushi+halal.JPG

Saat ini menu yang di tawarkan di outlet booth ZUSHIODA japanese street sushi adalah beberapa menu Sushi Fusion spesial yang unik, appetizer jepang (Jensai), kopi kacang merah (Ogura Coffee - jenis kopi varian terbaru di dunia minuman, inovasi dari ZUSHIODA japanese street sushi

http://3.bp.blogspot...dhityayodha.JPG

Dalam waktu dekat ini juga Zushioda japanese street sushi akan melebarkan sayap untuk membuat outlet baru Yang nantinya akan membuka kesempatan kepada pengusaha kuliner lainnya untuk mewaralabakan (Franchise) outlet sushi angkringan ini yang akan menjadi sebuah trendsetter baru di dalam dunia kuliner makanan jepang

|

|

V

Zushioda - Tabloid SAJI

http://a7.sphotos.ak...373822450_n.jpg

Zushioda - Tabloid KONTAN

http://a4.sphotos.ak...121335665_n.jpg

Zushioda - Majalah IDEBISNIS

http://a6.sphotos.ak...763706270_n.jpg

zushioda.blogspot.com

INFO FRANCHISE

logo_mail.png

FOLLOW US :

http://www.rmol.co/i...witter_logo.png

http://blog.dapurhos...go1-100x100.jpg

Sebelum agan mampir ke Zushioda Yatai, ada baiknya agan baca ini dulu dech :D :

Cara Menikmati Sushi yang benar

http://farm9.staticf...289530579_b.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By syahrulsiregar
      Persiapan
      Tiket
       
      Nah sebetulnya tiket dari GATF ini udah beli duluan sebelum insiden dibeliin tiket buat trip ke Sapporo kemarin. Alhamdulillah dapetnya open jaw tiket, masuk dari Tokyo keluar di Osaka. Karena kemaren udah kedinginan selama trip, kali ini berdoa supaya agak lebih anget dan sempet liat Sakura di hari2 terakhir d OSAKA karena tripnya masih maret 2-11.
      Udah sempet googling rute kereta dan memutuskan ga perlu beli JR pass karena perjalanan bakal searah pulang. Jadwal sakura dan bunga2 lain juga dipantau, plus cuaca dan suhu udara pastinya. Untuk liburan kali ini ga terlalu ambisius, jadi lebih santai dan ga padet.
      Gw pake willer untuk perjalanan dari Tokyo ke Kyoto, kebetulan lg diskon untuk kursi yang supergede. Jadi bisa hemat hotel semalem.
      Tiket USJ dan Disneysea juga udah dibeli di HIS, kebetulan deket kantor ada cabangnya.
      Beli Kansai pass buat selama di Kyoto dan Osaka.
      Pakaian
       
      Karena suhu diperkirakan masih aman rata-rata di 3 kota itu 10-15 derajat jadi kayaknya ga seheboh ke Sapporo yah. Tapi setelah ngobrol sama temen yang disana katanya suhu sih bisa segitu, tapi anginnya bisa nusuk banget, yang akhir nya membuat gw bawa semua perlengkapan ke Sapporo kemaren. Ternyata terbukti, pas disana, semuanya gw pake. Capek juga anginnya nusuk banget.
      Wifi
       
      Kalo Wifi gw pake Global Advance Communication total JPY6000 untuk 10 hari termasuk tax dan delivery. Dianter langsung ke kantor pos bandara. Tinggal ambil, dan balikin di kotak pos manapun. Jadi ga masalah walaupun ambilnya di Haneda dan balikin di Kansai. http://globaladvancedcomm.com/
      Penginapan
       
      Tokyo: Hostel Imano Tokyo Shinjuku.
      Hostel baru buka banget jadi masih bersih dan diskon pastinya. Memutuskan nginep di Shinjuku karena pengen jalan2 malem dan Shinjuku salah satu yang tetep rame walau udah malem.
      Kyoto: Piece hostel Kyoto
      Hostel terkenal di kalangan backpacker. Cuma beberapa menit dari stasiun Kyoto.
      Osaka: J-hoppers Osaka
       
       
      Apalagi yah, mmhh.. udah agak lama jadi udah gaak lupa juga…  nanti kalo ada pertanyaan, silakan di comment aja yah…
      Day1: CGK – HND
      Dapet flight malem (GA874) dan direct ke HND jadi pulang kantor masih sempet pulang bebersih dan berangkat ke bandara. Pesawat agak kosong. Mungkin karena belom peak season karena peralihan musim. Salju udah ngga ada, sakura belum mekar. Alhamdulillah bisa selonjoran dan minta snacknya yang semacam wrap gitu 2 biji. Bisa tidur nyenyak banget sampe dibangunin 2 jam sebelum landing, sarapan dibagikan.

       
       
      Day2: HND – Kawaguchiko
      Mendarat dengan lancer dan aman di HND. Imigrasi agak ramai, kayaknya peak hour ya mendarat jam 8an waktu sana. Karena udah pernah pake waiver waktu ke jepang sebelumnya jadi lebih tenang deh. Cuma ditanya mau ngapain, berapa lama, nginep dimana sama bakal keluar dari mana, trus langsung dicap deh. Oiya setelah lolos imigrasi, langsung menuju kantor pos buat ambil WIFI.
      Karena udah dapet sarapan di pesawat, langsung ngacir ke Shinjuku buat naik Highway Bus ke Kawaguchiko. Milih naik bus karena tinggal duduk dan ga ribet ganti2 kereta. Dari stasiun Shinjuku lumayan susah nyari si terminal karena kalo ngebayangin terminal ya keluarnya terminal kampong rambutan dll yah. Ternyata lebih kayak shuttle travel bandung cuman ini bus gitu. Letaknya agak di belakang gedung2 dan banyak toko2 elektronik. Jadi musti spare waktu lumayan sih karena stasiunnya juga kan gede banget.

       
       
      Nah karena kelamaan di jalan dan cari lokasinya, akhirnya dapet bus yang agak siangan sedangkan ga berencana nginep di kawaguchiko, jadi waktu explore kawaguchikonya berkurang deh. Sambil nunggu buka HP cek google maps di sekitar situ ada apa aja. Eh akhirnya nyamper taman2 deket situ. Dan ternyata deket sama gedung Tokyo Metropolitan Government Buliding yang atasnya bisa liat Tokyo dari ketinggian. Tapi ga sempet naik jadi cuma liat2 sekitarnya aja.

       

       
      Sempet beli kopi trus jalan ke taman. pas disana ada yang lg latian biola. aslik, angin sepoi2 sejuk, matahari anget, gemerisik daun, biola, sama kesendirian. pas banget.. (buat bunuh diri).

      30 menit sebelum schedule balik ke terminal dan naik pas waktunya. Busnya anget (penting!). Oiya ada kejadian lucu waktu naik bis ini. Jadi kan gw solo trip nih (I know, sad, right!) kebetulan kursi bisnya 2-2 gitu. Pas gw duduk, gw liat ada couple gitu naik, ternyata mereka kepisah duduknya. Yang cowok sebelahan ama kakek2, yang cewek sebelahan ama gw. Agar supaya ga nambah kesenduan perjalanan bis ini, dan supaya ada lope2 di udara sepanjang perjalanan nanti, gw tawarin buat tukeran ama si cowok. *im good, thank you*
       

       
      Oiya di luar suhunya sih 12C tapi anginnya lebih dingin lagi (ga kebayang suhu perasaan gw yah). Sepanjang perjalanan ketiduran. *pelor*. Kebangun pas udah deket dan orang2 heboh bediri motion si fuji. Alhamdulillah ga mendung jadi bisa liat Gunung Fuji dengan sangat jelas. Akhirnya turun di stasiun kawaguchiko. Dan anginnya super dingin. Sempet menggigil dan gemeretak gigi gw.
       

       
      Seperti yang udah banyak ditulis yah jadi busnya ada 2 jalur, yang merah dan hijau. Tapi karena gw ga punya terlalu banyak waktu, jadi memutuskan jalur yang lebih pendek. Kalo ga salah yang merah deh. Ikutan keliling si bus. Sempet turun di beberapa halte buat jalan2. Sepertinya emang bukan waktu yang tepat buat liburan yah, secara pemandangan memang lagi aneh. Belum semi banget tapi udah ga salju. Tapi enaknya kawaguchiko jadi sepi banget. Dan gunung Fujinya tampak jelas.
       


       
      Setelah keliling-keliling ga berasa udah mau malem, dan karena makin sepi, akhirnya memutuskan buat balik aja ke stasiun sambil nunggu bus terakhir ke Tokyo. Anginnya makin dingin dan stasiun makin sepi. Aslik serem banget di jalan kayak ga ada orang sama sekali, gelap, lalu kebayang hantu2 jepang di film2.
      Pas waktunya, si bus datang dan membawa kita balik ke Tokyo. Sampe Tokyo (Shinjuku) langsung jalan kaki ke penginapan Imano Tokyo, hostel baru buka banget waktu itu. Check in dan istirahat karena besok pagi rencana seharian ke Disneysea.
       
       
      Bersambung... ke 
       

    • By min0ru
      Mencoba Enaknya Makanan di Sushi Hiro Senopati

      Penasaran dengan enaknya Sushi Hiro Senopati yang hanya buka pada saat makan siang dan makan malam saja? Akhirnya saya dan keluarga memutuskan untuk mencobanya minggu lalu. Kami datang pukul 16.55 WIB yang kami pikir 5 menit sebelum buka slot kedua pada hari itu, saat kami tiba parkiran sudah penuh dan meluber sampai pararel dipinggir trotoar jalan senopati.

      Waiting list pun sudah mencapai 5 orang dan setelah tanya-tanya kepada pegawainya, kini Sushi Hiro sudah buka non-stop dari pagi hingga malam sejak beberapa bulan silam. Mungkin karena banyak sekali yang berminat untuk makan disini dari berbagai kalangan :D.

      Setelah 10 menit menunggu antrian, akhirnya nama kami dipanggil karena meja sudah tersedia. Makanan-makanannya hampir semua menggiurkan (kecuali sashimi, karena saya pribadi ngga doyan :P).

      Ngga seberapa lama setelah order diinput, makanan pun datang satu per-satu. Beberapa menu yang kami pesan:
      Shiok Maki 130K Ultimate Truffle Gyu Don with Foie Grass 145K Chicken Teriyaki 65K Tori Skin Fried 25K Ice Chocolate & Ice Vanilla 20K Kaki Guratan 50K
      Makanannya enak-enak hanya yang disayangkan staff mereka agak lamban jika ada permintaan tambahan menu atau tambahan alat makanan, karena kami request untuk minuman sampai 2x baru diantar, begitu juga dengan tambahan sendok – piring harus 2x diminta baru diantarkan, mungkin juga disebabkan oleh ramainya pengunjung.
      But overall, kami pasti akan balik lagi kesini lain waktu karena makanannya benar-benar enak!

      Sushi Hiro Senopati
      Jl. Suryo No.24
      Kebayoran Baru, South Jakarta
      Instagram: @sushihiro_id
      Phone: +6221-72800108

       
       
    • By Rizkio
      Cari temen terutama cewe (akunya juga cewe) yang mau liburan ke jepang nih. Berangkat februari 28th 2018 CGK-NAR balik March 6th 2018 NAR-CGK 
      Itinerary masi tentative, utamanya si explore tokyo aja karena cuma 6 hari hehe...
      adakah yang rencana tanggal segitu
    • By kyosash
      Hello Jalan2ners 
      Sudah lama saya tidak post di forum ini, kali ini saya mau berbagi cerita trip ke Jepang musim panas ini.
      Sebenarnya tahun ini saya tidak ada rencana berangkat, berhubung saya berhasil mendapatkan tiket konser festival musik, mau tidak mau saya harus berangkat 
      jadi tujuan utama trip kali ini untuk memenuhi salah satu impian saya selama ini yaitu nonton festival music & fireworks (kembang api) secara langsung. \
      jadi tidak terlalu menfokuskan ke spot - spot wisata.
       
      ok dech, tanpa basi basi saya akan memulai cerita tripnya.
       
      dikarenakan saya mendapatkan kabar berhasil membeli tiket konser sekitar 1 bulan sebelum hari H, jadi saya cukup kelabakan mencari tiket pesawat + tempat penginapan & dll.
      setelah 1 minggu cari2 tiket murah, akhirnya dapat juga walaupun tidak semurah harga promo tapi gpp dech. 
      kali saya menggunakan jasa ANA untuk kedua kalinya (PP Rp. 5 jt-an).
       
      23 - 25 Agustus (Jakarta → Narita Airport → Mitaka + Yamanashi)
      Perjalanan dimulai dari Jakarta. pesawat pada subuh hari yang ingin saya tumpangi delay sekitar 30 menit-an. 
      sekitar 7 jam 45 menit perjalanan, begitu landing lagi2 delay sekitar 20 menit.
      setelah tiba di bagian Imigrasi, saya melihat perubahan, yaitu adanya mesin untuk scan (input) mata dan sidik jari, di tengah antrian sebelum ke bagian cek paspor. 
      kemudian saya tanya kepetugasnya, sejak kapan ada mesin ini, karena tahun lalu saya ke sini belum ada mesin seperti ini, lalu petugasnya menjawabnya semenjak April/Mei ini.
      walau antrian panjang otomatis dengan adanya mesin ditengah2 antrian ini sangat mempercepat proses pemeriksaan.
      waktu proses pemeriksaan sempat ditanya2 dan juga sempat dibongkar koper untuk diperiksa isinya. yang dimana selama ini saya tidak pernah mengalami hal ini waktu ke Jepang.
      saya merasakan makin ketatnya pemeriksaan belakangan ini, mungkin karena reputasi Orang Indonesia yang semakin memburuk.
       
      setelah beres saya langsung bergegas ke tempat penginapan yang telah saya booking sebelumnya melalui Airbnb.
       
      Narita International Terminal 2 → Asakusabashi (Keisei) ¥1100 → Mitaka  (JR Chuo Line) ¥390 → Tempat Nginap
       
      waktu pertukaran kereta di Asakusabashi saya sempat kehilangan tiket, kalau sengaja beli lagi lumayan sekitar 1100 yen, lalu saya mencoba menggunakan bahasa Inggris gagap ke petugasnya, akhirnya diperbolehkan lewat, "thanks pak petugas !!! "
      begitu tiba di Stasiun di Mitaka, saya langsung menuju ke tempat penginapan, baru jalan sekitar 5 menit baju udah basah kuyup,  suhu panasnya sih sama seperti sama Jakarta tapi tingkat kelembaban-nya beda banget.
      alhasil begitu sampai penginapan langsung mandi dech, lalu ngobrol bentar dengan tuan rumah.
       
      Plan untuk besok cuma ketemu teman saya pada siang hari untuk ambil Tiket konser, jadi paginya masih sisa banyak waktu, saya memutuskan untuk coba mengunjungi dokter gigi di dekat2 rumah.
      berhubung tempat temu janji cuma sekitar 20 menit jalan kaki dari tempat penginapan, jadi selama perjalanan saya menemui 4 dokter gigi, tapi tutup semua, jangan2 Hari Kamis (hari liburnya dokter gigi), tapi setelah sampai dekat tempat temu janji, saya melihat ada dokter gigi yang buka, lalu saya coba tanya2, alhasil lumayan mahal juga kalau tanpa asuransi, dan juga butuh beberapa kali datang sesuai dengan perawatan lubang-nya.
      setelah selesai bertanya2 dengan staff dokter gigi, saya langsung menuju ke tempat temu janji. yaitu kedai Iseya Yakitori (satay jepang) yang cukup terkenal diarea itu, karena sudah ada antrian walau belum buka. untuk websitenya bisa lihat disini > Iseya Yakitori
      disini teman saya memesan berbagai macam menu.
        
       
      setelah selesai berbincang-bincang dan menyerahkan tiket konser ke saya. dan teman saya segera balik ke Machida, dan dikarenakan saya masih mempunyai luang waktu, jadi memutuskan untuk ke mampir ke Shibuya yang dimana satu jalur dengan arah pulang teman saya.
       
      waktu jalan ke stasiun Kichijoji, teman saya menyempatkan untuk membeli Katsu (Sapi) + Korokke (pergedel jepang) di "Steak House Satou" , yang cukup terkenal enak di area Kichijoji ini.

       
      Kichijoji (Keio Inokashira Line) ¥200 → Shibuya
      ditengah perjalanan kereta saya berpamitan dengan teman saya karena mesti pindah jalur,  lalu setelah sampai ke Shibuya Station

      kemudian saya langsung mencari tempat makan yg saya hampiri 2 tahun lalu yaitu "Okinawa Soba", dikarenakan saya masih cukup kenyang tapi kangen akan rasanya, jadi saya hanya memesan sayuran-nya saja yaitu Goya Chanpuru seharga 580 Yen


       
      setelah itu keliling sebentar area Shibuya lalu kemudian pulang balik ke penginapan,  karena besok paginya harus bangun pagi2 untuk ke tempat konsernya.

       
      Shibuya (JR Yamanote Line) → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Tempat Penginapan)
      begitu balik, mandi lalu mempersiapkan keperluan untuk esok harinya , besok pagi mesti bangun sekitar jam 4.30 .
       
      Besok paginya sekitar jam 5-an,  saya jalan menuju ke Station Mitaka sekitar 20 menit akhirnya sampai juga. kemudian langsung menuju ke Shinjuku Station tempat bus berangkat ke tempat konser.
       
      Mitaka (JR Chuo Line) ¥220→ Shinjuku (Official Bus Tour) ¥2800 → Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara)
      karena frekuensi Bus dari Shinjuku ke Yamanashi sedikit, jadi sebelumnya saya booking tiket ke pihak/staff yang berkaitan dengan event konsernya.
      Tiba di Shinjuku station sekitar jam 5.45 , lalu menuju ke tempat busnya, walau masih pagi tapi sudah banyak orang yang mengantri untuk naik ke bus.
      sekitar 40 menit mengantri, akhirnya naik juga ke Bus, perjalanan normal dari Shinjuku ke Yamanashi sekitar 2,5 jam tapi waktu di area Yamanashinya cukup macet alhasil sekitar 3.5 jam baru sampai tempat tujuan. 

      (akhirnya bisa berjumpa juga dengan Gunung Fuji, tanpa sengaja dicari  )

      Acara Festival music ini berlangsung selama 3 hari, tapi saya hanya ikut 1 hari saja yaitu 10rb Yen. 
      Ada 4 Panggung dan disini juga bisa naik Balon udara, main Canoe, atau main air di pinggir Danau sekitar untuk detailnya bisa lihat langsung ke sini Sweet Love Shower Site 

      walau masih pagi, tapi sudah banyak pengunjung, awalnya saya perkirakan sekitar 12rb orang, ternyata saya salah .. totalnya melebih 120rb orang ternyata. 

      waktu masuk menerima map (schedule) + wristband (yang akan dicek setiap kali pindah panggung, jadi pastikan jangan hilang ^^)

        


      karena selama perjalanan dari Tokyo belum makan, jadinya saya langsung berburu makanan begitu sampai, saya mencoba Yakiniku Kare 1000 Yen, rasanya lumayan enak.


       
      Karena Masih agak pagi , pengunjung belum benar2 padat, saya memutuskan untuk explore area ini.
        
        
       
      walau padat pengunjung tapi tetap bisa jaga kebersihan begitu juga Toiletnya cukup bersih 
        
       
      Sekitar jam 11 cuaca makin panas, waktu nonton desakan-an di dekat panggung berasa cepat cape dan karena dempet2an suhu makin terasa panas (mungkin sekitar 40°C kali ^^)
      kebetulan band (Coldrain) yang saya ingin tonton manggung jam 12.00, jadi mutung dech  
      dan alhasil bawaan-nya cari minum, tanpa terasa menghabiskan 2000 - 3000 yen untuk minum saja 
       
       
       
      makin siang, makin berasa panas dan padatnya pengunjung.

      walau baru 2 jam-an disini rasanya energi udah habis, bawaan-nya ingin pulang aja, tapi berhubung saya udah beli tiket bus pulang ke Tokyo, dan paling awal sekitar jam 19.45 malam berangkatnya, mau kagak mau harus menunggu sekitar 7 jam-an lagi.
       
      demi menambah energi, saya mencari makan + minum. lalu saya membeli Sasebo Burger,  ukuran-nya 2.5 kali lebih besar dari burger biasa, begitu juga isinya yang banyak.
       
      sambil makan, sambil lihat live (band) dari kejauhan.
        
      tidur-tiduran di taman waktu band kagak manggung ^ ^

      setelah segar kembali, kemudian aktif lagi dech jingkrak2, dorong2-an 
      walau panas, cape, tapi benar-benar puas ikut festival ini, rasanya ingin lagi berpatisipasi kalau ada kesempatan  
       
      NOTE : disini dokumentasi music sangat dilarang, jadi jangan kaget waktu ngerekam tiba2 staff muncul didepan anda
       
      untuk preview (gambaran) mengenai festival music ini bisa lihat disini 
       
       
      Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara) (Official Bus Tour) ¥2800 → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Local Bus) ¥220 →Tempat Penginapan
      Sekitar jam 19.15 malam saya langsung menuju ke Tempat Bus, dan menunggu antrian, sekitar 25 menit menunggu akhirnya bisa naik ke dalam Bus, kemudian langsung menuju ke Shinjuku.
      kali perjalanan sekitar 2.5 jam, karena tidak terlalu macet. 
      setiba di Shinjuku saya langsung menuju ke Mitaka, dan karena sudah lelah saya memilih naik Bus untuk ke tempat penginapan, kemudian mandi dan segera beres2 dan siap barang. karena besok pagi2 mesti ke Haneda untuk ke Kochi.
       
       
      Untuk Lanjutan-nya bisa lihat disini 
      26 - 30 Agustus (Kochi, Nakamura + Sukumo)
      30 Agustus - 1 September (Matsuyama, Dogo Onsen + Bansuiso)
      1 - 4 September (Kure, Onomichi, <Mukoujima & Innoshima Island> + Tomonoura)
      4 - 6 September (Kurashiki + Naoshima)
       
      Simak juga perjalanan saya lain-nya 
       
    • By Gabriella Vania Wijaya
      Dear Teman2,
       
      Kalau ke Kyushu enaknya kemana aja ya?
      JR Pass apa ya yang cocok untuk digunakan?
      I have 10 days travelling di Jepang.
      Plan - HKG ke Fukuoka / Osaka; pulang Tokyo ke HKG
      Places that must to go 
      Hiroshima, Kobe
       
      Maafkeun ya dr kemarin plannya ganti2 terus. 
       
      Makasih teman teman 
       
    • By twindry

      Yosh!!! setelah kehilangan ide mau nulis apa lagi, akhirnya dapat wangsit juga mau nulis apa. berbekal pertanyaan2 teman sekantor saya yang akan berangkat ke jepang, maka muncullah ide untuk nulis "Do and Dont. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama di jepang". disini saya akan menjelaskan beberapa peraturan tidak tertulis yang berlaku di jepang. semoga postingan ini bisa membantu teman2 yang akan ke jepang untuk pertama kalinya ya.
       
      1. Dilarang makan / minum selama menggunakan transportasi umum
       

      source : mbah gugel
      jepang terkenal akan kebersihan lingkungannya. jangankan makan / minum, ngomong bisik2 aja sebenarnya tidak boleh selama kita berada di transportasi umum semisal subway, kereta, atopun bus.
       
      2. Ngomongnya bisik2 aja ya
       

      ssst jaga ketenangan gan
      saya juga kurang tau kenapa orang jepang semuanya diam ketika berada di dalam transportasi umum. ada yg dengerin lagu di hp pake headset, ada yang baca komik, ada yang maen game (tapi silent), dll. bahkan bus pariwisata yang saya tumpangi ke kawaguchiko aja ngak boleh ngomong kuat2. padahal bus nya untuk hepi2 loh kan. bahaha. yang jelas kalo teman2 mau ngomong di dalam bus ato subway, bisik2 aja ngomongnya. biar ngak diliatin ama seisi penumpang ato di tegur ama supir bus (kayak saya). bahkan telepon seluler pun harus di silentkan ya kalo di transportasi umum. jangankan hp bunyi, permen jatoh aja kedengaran sampai ke ujung gerbong. bahahah. tahan malu aja kalo tiba2 hp bunyi pas di dalam subway. biasa.... panggilan bisnis (jualan ke tante2) bahahah.
       
      3. No Tip
       

      source : mbah gugel
      bagi teman2 yg suka kasi salam tempel alias ngasi tip, kalo udah di jepang ngak perlu lagi ya. karena kalo ngasi tip adanya malah di teriakin ama yang dikasi. kirain uang teman2 ketinggalan.
       
      4. Habis makan beresin sendiri
       

      tuh di sediain kain pel di atas meja. buat lap muka juga oke karena sueger kainnya bahaha
      nah ini yang masih agak kurang di budaya kita. padahal bagus loh budaya ini. di jepang sehabis makan di rumah makannya, konsumen sendiri lah yang beresin meja nya. mulai dari beresin remah2an makanan yang berceceran di meja, sampai nge lap meja yang udah dipake. jadi jangan heran kalo misalnya kita lupa beresin meja dan di teriakin ama penjaga tokonya. kan malu bahaha kecuali #thepowerofsetianovXXXX bahahaha (no offense)
       
      5. Nyebrang liat kode ya
       

      begitu lampu ijo yang nyebrang kayak gini. awas kebawa arus
      bagi teman2 yang ngak peka kode2an, kalo di jepang agak peka dikit ya. meskipun bukan cuman di jepang sih. rata2 di luar negeri kita ngak bisa nyebrang sembarangan. harus di zebra cross dan ada kode ato tanda tertentu. kalo di jepang lampu warna ijo dan ada tanda bunyi dari tiang lampunya berarti kita boleh nyebrang. jangan coba2 nyebrang sewaktu lampunya merah. karena bisa tiba2 ada kendaraan yang belok ndak ngak liat kita. kecuali di jalan kecil dan jalanan agak sepi. itupun nyebrangnya kudu liat kanan kiri juga ya. daaaan tenang aja. di sini ngak ada yang kasi lampu sen kanan belok kiri. ato yang kasi lampu sen tapi ngak belok2
       
      6. Slrrrrrpp slrrrp sllrrrrrp
       

      croooott *eeh* sslllrrrrppp enaaaak
      kalo makan mie di jepang, suaranya di keluarin ngak apa2 kok. itu artinya mie yang sedang kita sedot itu rasanya mantap. mau makan ala son goku ato pun naruto ngak apa2 kecuali di rumah makan padang di indo ya. hahah malu di liatin
       
      7. Dilarang lemot

      jangan tiru kami ya karena telat naek bus nya (simak kisahnya di postingan sebelumnya)
      transportasi di jepang terkenal akan ketepatan waktunya. jadi, bagi yang suka ber leha2 harap di kurangin sedikit. karena pasti itin bakal kacau balau kalau ketinggalan kereta ato bus. masih mending frekuensi kereta ato bus nya cuman beberapa menit sekali. lah kalo sejam sekali? pesai nunggunye kalau kata orang pontianak
       
      8. ikutin arus orang di eskalator

      kanto = tokyo, yokohama, dan sekitarnya. kansai = kyoto, osaka, hiroshima, dan sekitarnya (source : mbah gugel)
      kalo ketemu eskalator di bandara, stasiun, mall, ato tempat2 umum lainnya, ikutin arus orang2 yang ada. jangan sembarangan berdiri. rata2 di jepang kita harus berdiri di sebelah kiri kalo pake eskalator. jalur kanan khusus untuk pengguna lain yang sedang terburu2. ada beberapa daerah di jepang yang berdiri di kanan dan ada pula yang di kiri. jadi ikutin arus aja ya. kecuali kalo emang lagi buru2. lari aja di sepanjang jalur kanan. ngak bakal ada yang halangin. kayak cerita perjalanan ke kawaguchiko saya kemarin.
       
      9. alat makan bukan untuk mainan
       

      source : mbah gugel
      jangan mengetuk2an alat makan ke meja ataupun piring ato mangkok
       
      10. jangan merusak alam

      pungut yang udah gugur aja ya
      kalo ke jepang pas musim semi ato gugur, bunga sakura atopun momiji nya yang masih nempel di pohon jangan di petik ya. yang boleh di ambil cuman kelopak sakura ato pun daun momiji yang sudah rontok dan jatuh ke tanah. boleh foto2 di dekat pohonnya tapi jangan di apa2in ya. pernah saya dengar kabar kalo ada turis yang sampe manjat ke atas pohon sakuranya demi dapet foto syantik *tepok jidat* untungnya bukan turis dari indonesia
       
      11. dilarang merokok sembarangan
       

      source : mbah gugel
      nah ini terapi yang baik bagi teman2 yang merokok. kalo ke jepang saya yakin rokoknya pasti agak dikurangin. karena di jepang tidak boleh merokok sembarangan. sudah di sediakan area khusus di beberapa spot khusus untuk perokok. bentuk nya kayak halte bus dan bagusnya lagi asapnya ngak sampai mengganggu pejalan kaki lain. bahkan puntung rokok pun ngak keliatan di jalan. jangankan puntungnya, abu rokok aja ngak jatuh2 ke aspal jalan. mungkin skalian di telan kali ya abu sama puntungnya. biar kayak2 limbad gitu. bahahah. padahal letaknya ada di trotoar pejalan kaki juga loh
       
      12. ijin dulu gan
       

      cari aja cosplayer di harajuku. pas weekend biasanya banyak yang nongkrong di sana
      kalo ketemu cosplayer ato orang yang berpakaian nyentrik, jangan langsung di foto ya. minta ijin dulu. kalopun ngak ngerti bahasanya, setidaknya bahasa tarzan alias bahasa tubuh adalah bahasa yang paling baik. kecuali kalo maiko atopun geisha ya. mereka memang ngak mau di foto. jadi harus ada trick2 nya.
       
      hmm. saya rasa segitu aja kira2 kode etik ato peraturan tidak tertulis yang berlaku pada umumnya di jepang. masih banyak kayaknya peraturan2 yang lain. intinya sih jangan aneh2 aja. cukup jadi turis biasanya. alay boleh tapi jangan over. tau batas juga ya. mumpung di tempat asing yang ngak seorangpun mengenal kita, alay dikit ngak apa lah ya. namanya juga liburan. hehehe. sekian aja tulisannya. kalo ada yang kurang ato salah2 CMIIW ya. see ya *melambai*