Sign in to follow this  
zushioda yatai

ZUSHIODA Yatai - warung sushi angkringan ala Jepang

1 post in this topic

zushioda+logo+blogspot+.JPG

Yatai yang dalam bahasa jepang berarti stand, booth, warung kaki lima, atau bisa di sebut juga warung angkringan dalam bahasa jawa (sego kucing / HIK --> Hidangan Istimewa Kampung). yang setelah di amati, ternyata banyak kesamaan antara Yatai jepang dan warung Angkringan di sini

YATAI%2BZUSHIODA%2BJAPAN%2BFUKUOKA%2BJAKARTA%2BWARUNG%2BANGKRINGAN%2B2.jpg

Yatai adalah warung makan yang biasanya beraktifitas di musim semi di pinggir2 jalan, dan biasanya berjualan pada sore hari dan tutup pada malam hari atau bahkan biasanya ada yang sampai subuh.Yatai ini bisa ditemukan hampir di semua daerah di Jepang, namun Prefektur Fukuoka (pulau Kyushu) menjadi tempat yang paling terkenal akan Yatai ini. Ada lebih dari 150 Yatai di seluruh kota, dengan konsentrasi tertinggi di kabupaten Nakagawa dan Tenjin terletak di pusat,umumnya di dekat eki (stasiun subway)

YATAI%2BZUSHIODA%2BJAPAN%2BFUKUOKA%2BJAKARTA%2BWARUNG%2BANGKRINGAN%2B5.jpg

Makanan yang mereka jual biasanya makanan tradisional Jepang, bir dan sake. makanan yang biasa mereka sajikan adalah Yakitori, Sushi, Yakiniku, Agemono, Oden dan Hakata Ramen yang merupakan makanan kebanggaan bagi masyarakat di Fukuoka. Ada juga yang hanya buka saat matsuri (festival), Kita juga bisa nemuin yatai mura (kampung yatai)

YATAI%2BZUSHIODA%2BJAPAN%2BFUKUOKA%2BJAKARTA%2BWARUNG%2BANGKRINGAN%2B6.jpg

Makan di Yatai ini menjadi sebuah alternatif yang bagus daripada makan di restoran apabila memperbandingkan harga, karena makan di yatai ini relatif lebih murah dibandingkan dengan makan di restoran

YATAI%2BZUSHIODA%2BJAPAN%2BFUKUOKA%2BJAKARTAWARUNG%2BANGKRINGAN%2B%2B4.jpg

Yatai menawarkan suasana yang sangat berbeda bila makan di restoran, bersifat lebih santai dan membaur sesama konsumen lainnya yang penat sehabis bekerja seharian

Bagaimana dengan tingkat kebersihan makanan nya?..jangan khawatir,karena yatai ini sudah mendapat izin mengenai kebersihannya dari pemerintah kota setempat

Yatai ini tidak hanya ada di jepang saja, Di indonesia pun sudah ada warung angkringan ala jepang ini. Yatai tersebut berada di:

ZUSHIODA - Kalimalang

Kavling DKI Pondok Kelapa Barat No.5

Jl.Raya Kalimalang - perempatan Lampiri - Jakarta Timur

samping Bank BRI Unit Kalimalang - antara Baso Thomson & Sop Janda

Tlp: 021 965 821 55

ZUSHIODA - Grand Galaxy City

Galaxy Food City 1

Jl.Raya Boulevard Grand Galaxy City

Jakasetia - Bekasi Selatan

samping Masjid Adz-Dzikra & Kolam renang Tirta Mas

Tlp: 021 990 600 88

ZUSHIODA - Kemang Pratama

jl.Kemang Pratama Raya Blok A/11

Komplek Kemang Pratama - Pekayon - Bekasi Barat

100m dari patung bunderan

Tlp: 0813 1532 8110

ZUSHIODA - Grand Wisata

jl.Ruko Grand Wisata Blok AA10 No.2

Komplek Grand Wisata - Tambun - Bekasi Timur

samping apotik Century

Tlp: 021 709 358 69

ZUSHIODA - Pondok Pinang

BJOS outlet

jl.Ciputat Raya No.12B - Pondok Pinang

samping Gg.Hj.Goden sebrang Depot Aqua

50m dari SeveL Ponpin - Jakarta Selatan

Tlp: 0857 7807 5075

ZUSHIODA - Pakuwon City

Food Festival kavling B.11

jl.Kejawan Putih Mutiara No.17

Pakuwon City Laguna

Surabaya

ZUSHIODA - Jogja

jl.Empu Tantular No.399 - Dekat AKS TARAKANITA

Pringwulung - Condong Catur - Sleman

Yogyakarta

Tlp: 0857 9917 5700

konsep bertemakan Yatai - warung sushi makanan jepang murah meriah santai ini adalah warung sushi angkringan pertama di Indonesia

zushioda+kalimalang+view+edit+small+2.jpg

zushioda%2Byatai%2Bwarung%2Bsushi%2Bgerobak%2Bpertama%2Bdi%2Bindonesia%2Bfranchise%2Bmakanan%2Bjepang%2Bsushi%2Bramen%2Btakoyaki%2Bmurah%2Bdan%2Bberkualitas%2Bselalu%2Bramai%2Bpengunjung%2Bdan%2Bbanyak%2Blangganan%2B085737637228.jpg

Tujuan Zushioda japanese street sushi ini adalah menawarkan hal yang unik dan baru kepada konsumen pecinta kuliner makanan jepang di Indonesia. Serta memberikan peluang yang lebih luas lagi kepada masyarakat Indonesia untuk bisa mengenal kebudayaan masakan Jepang, di karenakan target pasarnya yang mencakupi secara keseluruhan dari masyarakat berekonomi menengah atas sampai berekonomi menengah ke bawah untuk bisa mencoba makanan Jepang yang sangat terkenal kenikmatannya tanpa harus takut membayar mahal

suasana warung sushi angkringan ZUSHIODA yatai

zushioda+angkringan+sushi+samping+sevel+seven+eleven+711+tebet+raya+utara+jaksel+jakarta+selatan+tempat+nongkrong+anak+muda+abg+gaul+nongkrong+pulang+dugem+warung+tenda+jepang.jpg

zushioda+kemang+pratama.JPG

Rata rata biaya per orang yang di siapkan untuk menikmati sajian di sini Cukup hanya dengan Rp.20.000,- sudah bisa menikmati sajian sushi special ZUSHIODA japanese street sushi beserta minumannya yakni Ocha (Japanese Green Tea) yang gratis jika tambah

zushioda+menu+sushi+halal.JPG

Saat ini menu yang di tawarkan di outlet booth ZUSHIODA japanese street sushi adalah beberapa menu Sushi Fusion spesial yang unik, appetizer jepang (Jensai), kopi kacang merah (Ogura Coffee - jenis kopi varian terbaru di dunia minuman, inovasi dari ZUSHIODA japanese street sushi

http://3.bp.blogspot...dhityayodha.JPG

Dalam waktu dekat ini juga Zushioda japanese street sushi akan melebarkan sayap untuk membuat outlet baru Yang nantinya akan membuka kesempatan kepada pengusaha kuliner lainnya untuk mewaralabakan (Franchise) outlet sushi angkringan ini yang akan menjadi sebuah trendsetter baru di dalam dunia kuliner makanan jepang

|

|

V

Zushioda - Tabloid SAJI

http://a7.sphotos.ak...373822450_n.jpg

Zushioda - Tabloid KONTAN

http://a4.sphotos.ak...121335665_n.jpg

Zushioda - Majalah IDEBISNIS

http://a6.sphotos.ak...763706270_n.jpg

zushioda.blogspot.com

INFO FRANCHISE

logo_mail.png

FOLLOW US :

http://www.rmol.co/i...witter_logo.png

http://blog.dapurhos...go1-100x100.jpg

Sebelum agan mampir ke Zushioda Yatai, ada baiknya agan baca ini dulu dech :D :

Cara Menikmati Sushi yang benar

http://farm9.staticf...289530579_b.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Liaalf
      Apakah ada yang tau cara mendapatkan tiket promo ANA (all nippon airways)  atau Japan airline (JAL) untuk keberangkatan 26 maret - 01 April 2018, boleh menghubungi saya di 0812-5954-2828 (WA) , terima Kasih sebelumnya 
    • By anna22

      Finally, FR terakhir mengenai perjalanan musim dingin di Jepang Feb 2017.
      Sewaktu menyusun itin, pertamanya ingin ke Izu, Kawazu karena sudah mulai Sakura Festival. Ini kotanya dekat dari Tokyo, sekitar 2,5 jam berkereta dan tercover JR pass. Tapi mengingat saya pulang dari Kansai Airport, kok kayaknya capek yah bolak-balik. Jadi berpikir lagi, kira-kira tempat apa yang dekat dari Osaka dan tercover JR Pass. Akhirnya terpilihlah Hiroshima dan Miyajima Island. Kenapa kesana? Pertama memang penasaran dengan kota Hiroshima yang pernah dijatohi bom atom dan adanya keterkaitan sejarah dengan Indonesa. Kalo Miyajima Island dipilih karena deket sama Hiroshima dan terkenal dengan floating tori (baca:gerbang kuil yang terlihat seperti mengapung).
      Salah satu pengalaman terbaik selama di Osaka adalah gw mendapatkan guesthouse yang oke banget hanya dengan 1500 yen/malam (female dorm). Namanya adalah Kintetsu Friendly Hostel yang dekat dengan Tennoji Subway dan JR station. Ini hostel bersih banget, modern, toilet dan shower room banyak, make up room luas dan sangat dekat dari stasiun dengan lingkungan yang nyaman karena berada di Tennoji Park dan Zoo. Sayang kurang punya waktu untuk eksplor...
      Oke back to topic, di tanggal 14 feb hari terakhir yang bertepatan dengan hari valentine (pantesan kok banyak jualan coklat yaaa di sekitaran stasiun, baru sadar haha), gw pun keluyuran sendirian ke Hiroshima dan Miyajima. Jam 6 udah keluar hostel biar lgsg menuju Shin-Osaka JR stasion dan naik kereta shinkansen pagi ke Hiroshima. Belum reserved seat karena mikirnya lgsg aja di stasiun toh cuman jalan sendiri jadi pasti ada seat lah. Dan bener aja kereta pagi itu ga rame2 amat dan lebih banyak turis asing yang rame-rame. Gw liat ada beberapa grup gitu. Bukannya geer yaaaa..tapi sepanjang jalan gw berasa diliatin karena pake jilbab dan jalan sendirian haha
      Selain naik shinkansen sebenarnya bisa juga menggunakan bus umum (seperti willer express dkk). Durasi perjalanan sekitar 1,5 jam tapi ga berasa sih. Pas nyampe Hiroshima Station (yang cukup luas juga), gw menyempatkan diri ke bagian reservasi untuk memilih tempat duduk kereta pulang. Setelah itu, langsung menuju information center buat nanya2 dan ngambil brosur. Oiya, kalo pakai JR pass, kamu bisa naik bus gratis lho untuk keliling Hiroshima. Ada dua rute, tinggal pilih mau yang mana. Pokoknya Hiroshima ga ribet lah. Kalo pakai JR pass, masuk bus dari pintu depan dan supir akan meminta kita menunjukkan jr pass kita lalu doi foto (iyaaa difoto pake pocket camera gitu).
      Destinasi pertama gw adalah Peace Memorial Park, ada beberapa hal yang bisa dilihat yaitu A-Bomb Dome. Jadi ini sisa-sisa reruntuhan salah satu gedung yang pas bom atom dijatuhkan masih berdiri sampai saat ini. Terus juga adalah Children’s peace monument, ini dibangun untuk mengenang anak-anak yang menjadi korban bom. Lanjut jalan ada Hiroshima Peace Memorial Museum. Biaya masuknya cuman 200 yen. Disini ada benda-benda peninggalan atau saksi bisu dari tragedy bom atom dan juga foto2 yang sebenarnya membuat perasaan campur aduk antara haru, sedih, dan ngeri. Serunya di beberapa bagian, ada volunteer yang kebanyakan sudah nenek2 kakek2 bertugas menjelaskan benda2 atau gambar2 yang ada disana. Di salah satu foto yang lumayan besar, saat gw membaca deskripsinya, seorang nenek volunteer bertanya “Japanase?” dan gw jawab “No…no”. Dia nanya lagi “Where are you come from?” (iya volunteer ini jago bahasa Inggris untuk sekedar menjelaskan dan bercakap2 sederhana) gw pun bilang “Indonesia”…Nenek “Oooh..Indonesia…” dan dia pun mulai menjelaskan tentang foto tersebut. Ceritanya sedih banget pokoknya dengan suara si nenek yg lirih dan tanpa sadar gw menitikkan air mata (sumpah beneran). Ini sebenarnya jadi pemikiran gw sendiri sih..pada intinya Indonesia kan bisa menyatakan kemerdekaannya saat kedua kota di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki dibom. Jepang yang sedang panik membuat pertahanan di Indonesia melemah. Peluang inilah yang diambil bangsa Indonesia untuk kuat dan berani memerdekakan diri dari penjajahan Jepang. Tapi di sisi lain, korban bom atom ini menyisakan penderitaan yang luar biasa. Meski Jepang dengan cepat bangkit dan justru menjadi salah satu Negara maju. Yaah begitulah...


      Kalo yang suka wisata sejarah, wajib deh kesini. Nah tadinya gw berencana ke Hiroshima Castle tapiiiii karena udah siang, gw memilih lanjut ke Miyajima Island. Balik lagi ke Hiroshima Station untuk menuju Miyajimaguchi dengan naik JR sanyo line selama 30 menit (tercover JR pass). Setelah sampe, jalan sedikit menuju pelabuhan untuk naik ferry selama. Kalau bingung ikuti saja orang-orang karena pasti sebagian besar akan ke Miyajima Island.  Ada dua ferry, satu yang JR, satu lagi non JR. Tentu saja gw pilih yang JR biar tercover. Harganya sih sebetulnya lumayan murah yaitu 180 yen sekali jalan. Lamanya ferry menyebrangi laut sekitar 10 menit .
      Selama ini disini, gw cuman sempet ke Itsukushima shrine dan melihat floating torii. Nah kalau lagi surut, kita bisa turun lho mendekati di gerbang kuil ini. Tapi sayang, pas gw kesana masih pasang lautnya. Apa yang gw lakukan disana menikmati pemandangan dan keluar masuk toko sama nyemil2. Ini surga jajan dan bahaya bagi pecinta jajan seperti gw hahaha… mana belom makan siang lagi. Sebenarnya masih banyak lho atraksi wisatanya di Miyajima tapi berhubung waktu terbatas dan kondisi fisik gw akibat jatoh masih belum baik, jadi gw pun memilih pulang kembali lagi ke Hiroshima Station.

      Masih ada waktu 1 jam menunggu Shinkansen kembali ke Osaka, gw pun makan sore onigiri dan lagi2 diliatin orang2 pas nunggu di ruang tunggu yang sebagian besar orang Jepang. Kayaknya jarang banget liat orang Indo atau yang pake jilbab kayak gw. Yaah gw mah cuek aja sambil ngabisin 2 biji Onigiri.
      Sehabis dari Osaka, gw lgsg ke Shinsaibashi Shopping street untuk nyari oleh2 dan juga belanja2 (hehe). Dan gw baru sadar kalo winter itu toko2 lebih cepet tutupnya jadi jam 9. Tapi ada juga sih yg 24 jam kayak Don Quixote (supermarket lengkap mirip Mustafa di Singapura) dan Matsumoto Kiyoshi (drug store lengkap). Tapi gilaaa yaa padahal udah jam 10 malam, itu di Don Quixote masih rame aja, mana gang2nya sempit banget lagi dengan orang2 belanjaannya segambreng. Padahal gw cuman beli beberapa jenis kopi aja huh..tapi yaa kapan lagi dan harganya murah kalo disini.

      Oiya gw ga sempet jalan2 di daerah namba dan dotonburi ini karena udah pernah pas tahun 2015 ke Jepang..bahkan sampe bolak balik 2 kali ke daerah ini..jadi cuman numpan lewat aja deh kali ini. Jam 11 malem pun gw baru balik menuju Hostel..udah sepiii banget dan untungnya masih dapet kereta. Begitu nyampe hostel, lgsg tepar dan tidur. Packing besok subuh aja karena udah ga sanggup hahaha..
      Yaaah sekian FR perjalanan Winter di Jepang ini…mohon maaf kalo ga seru atau kurang informatif atau fotonya2 ga bagus. Gw doakan teman2 yang niat ke Jepang semoga kesampaian dan teman2 yg ingin balik lagi ke Jepang juga tercapai hehe..
      Kalo butuh informasi bisa dm ato komen lgsg disini yaa :)
      “mata ne” (baca: sampai jumpa) ^^
       
       

    • By Yos
      Halo semuanya
      Sorry FR agak lama nih, aku mau sharing trip ke Jepang kali ini, topik utamanya sih Alpine Route krn memang ini yg di incar dari sejak hunting tiket.
      Jadi ceritanya ini adalah trip kami yg ke-2 ke Jepang. Trip yg pertama itu semuanya serba last minute, pas dpt kerjaan baru ak ambil break 3 mingguan sebelum start job baru, dan pas ngajuin resign baru beli tiket dll, jadilah semuaya serba kilat, dpt tiket lmyn 2x lipat dr harga promo tiket murah, plus ga tau apa-apa soal Jepang, taunya cuma pengen ke harry potter aja... nah akhirnya waktu itu 2015 dapet hotel juga yang di pelosok2 antah berantah , untungnya itu love hotel jadi adalah hiburan setelah jalan jauh dr stasiun ke hotel 30 menit per sekali jalan, krn aja jacuzi yg romantis bisa warna warni gitu. Intinya waktu itu banyak banget waktu yang kebuang krn jauhnya hotel dan kurang persiapan...
      Nah kali ini kami jalan dengan persiapan yang lumayan lah ga seahli para sesepuh tp cukuplah untuk perjalanan kali ini dan yang di incer dr awal adalah Alpine Route, yg cuma di buka di minggu ke-3 april smp minggu ke-3 juni.
      Sejak awal hunting tiket di garuda travel fair kita sudah menetapkan tanggal 25 april untuk berangkat, dan pulangnya 6 mei, semuanya direct flight karena males transit2 dan lewatin imigrasi lagi. Setelah itu dengan sabar menunggu jadwal land tour ke Alpine route dibuka, oh ya kita ambil land tour ke Alpine route dr HIS travel ya... versi ga mau repot krn transport takayama, shirakawa go dan tateyama kan nyambung2, jadinya mau simple aja ... versi males
      Sekitar 3 bulan sblm berangkat land tour baru ada jadwal, dan syukur banget jadwalnya tgl 27 jadi pas lah dengan jadwal sampe di Jepang, tapiiiii titik kumpulnya di Nagoya, ga ada yg dr Tokyo kmrn itu, ya sudahlah gpp berarti agak mahal di tiket Haneda-Nagoya, tapi ya sudahlah toh memang mau ke Alpine, sikat aja euy dibawa enjoy
      Untuk trip kali ini mungkin ntar pas dibaca kesannya santai, dan banyak kuliner, karena memang itu tujuan kita kali ini, no pressure, just enjoy....
      Semoga menikmati bacaan terus ke bawah ya
      Hari ke-1 dan 2 : Jkt - Haneda - Nagoya
      Tgl 25 April take off jam 12 malam dan besoknya 26 April sampai di Nagoya jam 8 pagi kurang lebih, dan langsung beli ke Tourist Information Center untuk beli tiket ke Nagoya. Transport ke Nagoya hrs nyambung 1x, dan lama perjalanan itu hmpr 3 jam, jadinya sampai di Nagoya sudah after lunch.
      Mau note ya, selama di Nagoya nginepnya di Sunroute Plaza Hotel Nagoya, dan aku ga rekomended banget hotel ini bukan karena lokasi krn secara lokasi paling 10 menit jalan santai udah plus nyebrang ke Nagoya Stasiun tapi karena ranjangnya keras, bantalnya tipis dan keras, alhasil aku ga bisa tidur pules dan kamarnya beneran 4L alias lu lagi lu lagi kecilllll banget. Overall not recommended
      Well, untuk habisin waktu tadinya mau ke Nagoya Castle dan Toyota Museum tapi karena besoknya berangkat untuk ke Alpine, jadinya cuma ke Toyota Museum yang deket paling 10 menit naik kereta dan 10 menit jalan kaki dr stasiun. Toyota Museum ini keinginannya hubby ya sudahlah kita ikutin aja ya, masuknya bahar 500 yen, dan isinya itu ada yg tentanng sejarah tekstil di Jepang dan yg otomotif. Mobilnya sih keren2 ya dr yg super jadul juga ada
      Setelah itu kita pulang ke hotel, beli dinner di Family mart sebelah hotel krn besoknya jam 7 sudah hrs kumpul di tikum untuk jalan ke Alpine.

      Inilah dinner kita, ga ketinggalan sekaleng bir gede
       
      Hari ke-3 & 4 : Land Tour (Takayama - Shirakawa Go - Kurobe Dam - Alpine Route)
      Bangun super pagi krn hrs cek out dan titip bagasi di hotel jam 6, terus jalan kaki santai ke stasiun sambil cari lokasi tikum. Sarapan sandwich yg beli malem sebelumnya di family mart aja, semuanya serba kilat. Pengalaman dong kan lokasi tikum itu di sebelah Mc Donald, dan udah susah payah nanya2 orang masa ga ada yang tau McD?  Usut punya usut ternyata cara pelafalan mereka itu aneh deh pokoknya, dan hal ini terbukti pas kita dengerin lagunya Pablo di outletnya, Pablo itu dilafalnya Paburoooo pantesan ga ketemu McD
      Ok akhirnya ketemu juga itu tikum, dantepat jam 7.10 berangkat naik bus ke Takayama dulu. Btw ini ya attachment itin-nya ITINERARY ALPINE ROUTE.pdf.
      Tour guidenya inggrisnya parah tp tetep bersyukur karena lebih mendingan drpd grup travel lain, dan guidenya berusaha keras banget untuk ngomong dalam bahasa inggris, so it ok lah... Sampai di Takayama kita jalan-jalan disana free dilepas gitu aja kyk anak kambing (dan hampir di semua lokasi gitu, cuma dikasih tau kumpul jam berapa dan parkirnya dimana), jadwal di Takayama itu lunch dan jalan-jalan.
      Eh masih ketemu sakura di Takayama dan lg ada yg prewed disana wowwww

      Pemandangan bagus kok disana apalagi masih ketemu sakura, jembatan merahnya bikin makin menarik, oke kyknya buat dikunjungin yg penting bukan musim panas



      Btw disana ketemu golde retriver, cakep banget dan pinter, mau disuruh salaman, namanya Jack
      Dan ga lupa dong begitu ketemu to
      Dan begitu ketemu toko sake icip-icip gitu dan ketemu juga plum sake yang katanya enak, hajarrrrr beli 1 botol plum sake dan 1 botol lemon sake , masuk bagasi ya ini si sake


       
      Habis dari Takayama kita lanjut ke Shirakawa Go, sayangnya bukan winter jadi ga se epic pas ada salju di atap rumahnya, disana kita jalan-jalan aja keliling, hunting2 gantungan kunci, ga tll byk yg seru kalau bukan winter tp still ok kok.



      Sehabis dr Shirakawa Go kita balik nginep di Toyama Hotel di Takayama, hotelnya bahkan lbh bagus drpd Sun Route itu... tidur pulesssss
      Besok pagina lanjut deh rute ke Tateyama dan Kurobe Dam, rutenya itu nyambung-nyambung ya dan pas naik cable carnya ak u tuh deg2an krn dipenuh2in gitu sampe diwanti-wanti sm petugasnya backpack disandang di depan, ga tau takut copet atau apa, memang super padet sih duh sampe ga bisa bergerak di dalam cable carnya. Dengan pengalaman yg super dipadet2in gitu aku ragu apakah mau ke alpine route lagi, kok rasanta ngeri-ngeri sedap naik cable car terlalu padet kyk gitu
      Rute ke Alpine route kurang lebih kyk gini:

      Selama beberapa stasiun pemberhentian ini kita bisa koleksi stamp, pas di Stasiun pertama Tateyama ada brosur yang bisa diambil, dan ada tempat buat jeplak stamp nya,ak miss 1 yg di murodo kalau ga salah krn itu cuma stasiun kecil dan padet banget turis cina luar biasa banyak dan heboh plus ga mau kalah spt biasa ya sudahlah ngalah aja, tapi soal tempat duduk eitssss enak aja cepet2an lah yawwww
      Akhirnyaaaa sampai juga di Alpine Route ini , buat temans yg kesana pas sampe langsung ambil jalan keluar yg snow walk ya, jangan naik ke atas ke balkon dan food court, kurang ga ada snow walls nya kalau di atas, berikut sekilas penampakan di Alpine Route



      Ga dingin kok, aku ga pake sarung tangan aja kuat, anginnya memang kenceng tapi super asik, cuaca cerah jadi keren banget, tapi wanti-wanti ya sepatunya yg anti selip, licin soalnya... worth it untuk pergi kesini menurutku, paling ga sekali aja karena memang snow wall ini adanya terbatas, mungkin itu juga yang bikin super padet pengunjungnya.
      Puas main di Alpine route, kita pindah ke Kurobe Dam, yaitu bendungan yang dibuat udah sejak sebelum ak lahir, dan kalau ga salah ga lama setelah Jepang dihantam bom, salut sama mereka semangatnya luar biasa.
      Soal dingin malah menurutku lebih dingin di Kurobe Dam drpd Alpine, tanganku smp beku du Kurobe, dan intinya kmrn itu cuma jalan nyebrangin jembatan bendungan yang panjang itu, abis itu antri bus untuk balik ke parkiran.


      Habis nyebrangin jembatan Kurobe Dam, antri bus untuk ke Parkiran,kemudian stop sebentar di Nagano untuk ke toilet, dan selesai sudah petualangan di Alpine, walau singkat tapi berkesan banget buatku, snow wall yg jadi impian kesampean sudah, balik lagi ke Nagoya jam 8 malam, pluk pluk tidur krn besok paginya mau naik willer bus ke Shinjuku
       
      Hari ke-5 & 6 : Shinjuku Tokyo (Hachiko - Tokyo Tower - Toko LOFT - Asakusa Temple)
      Nah hari ini bangun pagi lagi check out, sarapan sandwich lagi karena mau naik willer bus jam 7.20 pagi ke Shinjuku, jadi sampe di Shinjuku siang sekitar jam makan siang. Untuk info teman-teman yang mau naik willer bus ini, pesen dari 2-3 bulan sebelumnya ya krn kalau ga khawatir ga dpt kursi, dan datang ke tikum ontime, krn mereka beneran akan tinggal kalau ga dateng ontime.
      Busnya warna pink, ada tudungan kyk di baby stroller buat yang mau tidur ga kena sinar, dan so far sih nyaman. Willer bus akan stop 2 jam sekali di rest area. Drivernya akan pasang papan di pintu pas mau turun yang menandakan departure time jam berapa. Inget ya... ONTIME ga akan mereka rempong cariin yg ga disiplin.
      Tips: rest areanya keren-keren, gede-gede, jadi waktu 15-20 menit yang diksh driver ga akan cukup sih jadi kalau ktm sesuatu yang unik dan kepengen langsung beli aja krn ternyata harganya sama aja kok aku udah bandingin sm supermarket lain di tokyo. Nyesel klo ga beli krn susah lagi nyarinya di supermarket nantinya.
      Sayangnya ga sempet foto-foto situasi rest areanya


      Guys, boleh kok makan dan minum di bus tapi jangan yang baunya menyengat dan jaga kebersihan ya, aku beli makanan kok di rest area yang terakhir sebelumsampai Shinjuku, dan makan di mobil, banyak penumpang lain juga begitu.
      Sampai di Shinjuku, kebetulan kita nginep di IBIS dan dpt 1 malem free, tapi itu lho cari hotelnya bingung, orang-orang tunjukin jalan beda-beda dan google maps juga aneh, ya sudah lah kita agak buang waktu disini.
      Once again, IBIS Shinjuku not recommended masa kamarnya lamah lebih sempit drpd Sunroute di Nagoya,  untuk kelas Ibis kok kayaknya kekecilan deh. Welcome drinknya oke lah boleh pilih red wine, mau jalan aja di kamar hrs gantian kalau mau ke kamar mandi saking sempitnya.
      Rute hari ini adalah ke Shibuya liat Hachiko dan Tokyo Tower (ngincer pas terang dan gelap nya).
      Untuk ke Shibuya rutenya dr Stasiun Shinjuku itu begini: Naik Marunochi Line ke Shinjuku Sanchome (1 stop) --> transit pindah ke Fukutoshin Line ke Shibuya Station (3 stops).
      Pas sampai di Shibuya stasiun ini untuk ke Hachiko keluarnya di Gate 8.

      Pas di Shibuya ini kita juga mampir ke LOFT yang katanya toko pernak pernik keren, dan aku kecewa karena walau LOFT itu 6 lantai tapi isinya bukan pernak pernik yang bakal kita beli untuk kenangan dan dibawa pulang. Isinya itu lebih ke pernak pernik yang abg jepang suka dan bukan untuk oleh-oleh sifatnya, jadinya ya cuma liat2 aja di loft ini, niat awalnya mau beli yg unik2 tapi ga kesampean.
      Lanjut ke Tokyo Tower, rutenya dr Shibuya : Naik Ginza Line ke Aoyama Ichome (3 stops) --> transit pindah ke Oedo Line ke Akabanebashi (3 stops) nah udah tinggal nyebrang abis keluar stasiun keliatan deh Tokyo Towernya.  Aku ga naik ke dek observasi ya, males mahal juga, tapi jalan-jalan ngeker sana sini fotoin si Tokyo Tower, beli miniaturnya, dan nunggu agak gelap karena mau dapat foto pas udah gelap gitu.


      Tadinya mau cari makan sambil nunggu agak gelap eh ternyata makanan di sana mahal-mahal semua ga jadilah, sudah duduk aja sambil istirahatin kaki, dan pas pulangnya dong makan di Coco Ichibanya searah dengan jalan ke hotel.... nah ini recommended bgt, karinya lbh lembut drpd coco yg di jkt, dan harganya worth it kok dan saking lapernya udah ga kepikir foto makanannya pas disajikan langsung makan
      Tapi inget kata @deffa beli juga ahhhh curry instannya ga tanggung2 beli 7 pak dan masih disayang sampai sekarang malah bukain curry instan yg beli di sevel sono

      Nah pulang deh ke hotel terus tidur
      Bangun santai pagi ini ga rempong sekalian istirahatin kaki maklum faktor U nih, jadwal hari ini mau ke Asakusa dan kalau memungkinkan tadinya mau ke Kawagoe. Tapi ternyata di Asakusa kita terlena lama disana dan Kawagoe terlalu jauh untuk dijangkau, dan malam ini mau naik Willer bus lagi ke Kyoto jam 11 malem, jadi ya sudahlah bersantai-santai aja Asakusa dulu.
      Mungkin buat temen-temen kok gitu sih? Sayang waktunya. Tapi apa daya ternyata faktor U berpengaruh dan memang tema kita kali ini jalan2 santai ga memaksakan diri, jadi ya sudahlah nanti ada rejeki bisa pulkam lagi,semoga yaaaaa
      Rute dr Shinjuku ke Asakusa: Naik Toei Oedo Line ke Daimon (7 stops) --> transit pindah Asakusa Line ke Asakusa (9 stops).
      Asakusa padat banget jalanannya, sepanjang jalan orang jualan banyak banget, kuilnya juga oke, kalau mau rice crackers disana banyak banget, yang wasabi enak lho rice crakersnya



      Rice crakers dan crab stick di Asakusa, enak banget crab sticknya, sampe pengen nambah lagi


      Nah sekalian deh beli lagi chicken karage dan juga fresh juice, karagenya lumayan banget buat isi perut, dan fresh juicenya itu beneran buah asli dibolongin atasnya terus dimasukin alat yang ancurin isinya jadi kita nyedot isinya, segerrrr

      Selesai jalan-jalan di Asakusa laper euy belum makan yang nendang dari pagi, perasaan tadi celingak celinguk deket stasiun ada resto murmer, dan ternyata bener, jadilah kita makan disana, untuk ukuran resto harganya 600 yen per porsi, dan rasanya enak, mau nambah nasi ga dikenain charge, asik kan. ini mah udah dinner hitungannya sekalian jadi ga makan lagi smp besok pagi dan tidur di bus ntar malemnya.

      ok, abis dr Asakusa balik ke Shinjuku Stasiun, dan willer bus itu di lantai 4 ngetemnya, lebih tepatnya semua jenis bus sih. Kita ga tau kalau di lantai 4 itu nyaman banget tempat nunggunya dan baru naik sekitar 1 jam lebih dikit untungnya masih dapet tempat duduk, jadi buat temans yg mau naik bus dr stasiun shinjuku, kalau pumn masih agak lama mendingan langsung naik ke temat tunggu di lantai 4, nyaman banget dan ada lawson pula.
      Akhirnya willer bus sampai tepat waktu, naik dan ga lama langsung pules.....zzzzz
       
      Hari ke-7-9 : Kyoto (Fushimi Inari - Nara - Kiyomizudera, Kodaiji Temple, Yasaka Shrine - Nijo Castle - Kinkakuji Temple)
      Pagi jam 6 lewat sudah sampai di Kyoto, nah sayangnya salah pilih tempat pemberhentian, awalnya cek di gugel mana yang lebih dekat ke J-Hoopers Kyoto? dari Gion Shijo atau Kyoto? gugel bilang Gion shijo ternyata itu mah jauhhhhh akhirnya pagi2 gitu kita jalan kaki ngeret2 koper sejauh ada rasanya 3-4 km olahraga aja makan pagi aja belum hiks
      Ternyata pemberhentian yg kyoto jauhhhhhh lebih deket ke J-Hoopers, ya sudahlah mau gimana lagi, sampe penginapan udah pegel2 aja, check in dikasih kunci tapi belum bisa masuk kamar sebelum jam 2 siang. Karena kita nginep di questhouse, jadi ga ada lift yaaaa, nah untungnya udah prepare bawa tas travel jinjing 1 jadi selama 3 hari di penginapan kita bawa naik yang penting2 dan bakal dipake aja, dankoper ditaro di ruangan koper, klo ga sih mati aja deh keret2 koper naik 4 lantai, dan lebar tangganya sempit.
      Aku dapat di lantai 4 karena pilih yang private room, pas book ga ada yg buat berdua adanya buat ber3 ya sudahlah gpp, tapiiiii spesial nih buat @deffa klo di kyoto nanti jangan nginep di J-Hoopers ya krn ranjangnya bergerak dikit bunyi, ga cucok banget buat honeymoon , suasana sih ok, lebih kekeluargaan drpd J-Hoopers Osaka malahan.
      So tips buat temans yg mau nginep di questhouse, ga ada salahnya siapin tas jinjing 1 jadi ga keret2 koper ke atas, lumaya lhooo apalg koer beranak karena udah hari ke sekian, gawat aja
      J-Hoopers jaraknya sekitar 5 menit jalan kaki dr Stasiun Kyoto (5 menit jalan kakinya org jepang karena mereka jalan kaki cepet banget).
      Ok,setelah beli sarapan di sevel deket penginapan, hari itu kita jalan ke Kiyomizudera, kemudian jalan kaki lewat kimizu street ketemu Kodaiji temple dan akhirnya ketemu Yasaka Shrine.
      Kiyomizu fotonya dikit aja kali ya karena udah pernah liat semua nih kayaknya


      Tapi pas jalan ke Kiyomizu nemu stand yang bikin hiasan atau gantungan dari kayu, isinya nama kita kalau diartikan dalam bahasa jeang gimana, ukirannya pun belakangnya bisa milih, wah unik nih dan ga ada di jakarta, ayuklah bikin, dan jadinya seperti ini:

       
      Kodaiji temple, kita ga masuk ke dalemnya liat dr luar aja karena kayaknya agak suram

      Lanjut ke Yasaka Shrine, nah disini juga icip2 beberapa cemilan, lagi2 crab stick yang malah lebih tebel drpd Asakusa tapi kurang terasa bumbunya. Ada Candy apple juga, dan Hashimaki yang super enak aku sampe nambah, isinya keju wuih mantap


      Buat cewe2 yang mau beli kimono, pas jalan dr kiyomizu street dan ketemu Kodaiji, nengok kanan dikit deh, pas ada toko yang jual kimono seond, harga bervariasi tapi ok kalau menurutku, tapi sayangnya aku ragu2 mau beli disitu padahal yang dipake di boneka pajangan bahannya oke dan 2000 yen aja tapi ya sudahlah mungkin belum jodoh dan di Yasaka Shrine ketemu yg jual kimono lagi, ak akhirnya beli kali ini 2000 yen juga, hehehe punya kimono
      Selepas dr Yasaka Shrine pulang ke penginapan, beli dinner di Sevel.
       
      Besoknya, tujuan seharian ke Fushimi Inari dan lanjut ke Nara, karena ke Nara itu ternyata jauh ya, naik kereta yang rapid aja mau 1 jam kok dr Kyoto, jadi seharian mau santai aja. Kita bangun ga terlalu pagi duh udah berasa nenek2 nih kaki pegel semua.
      Rute dr Kyoto Stasiun ke Fushimi Inari itu cuma naik sekali dan ga sampe 10 menit, harga tiket 160 atau 170 yen sekali jalan aku lupa : Naik JR Nara Line ke Inari Station (1 stop only).
      Dari Fushimi Inari naik yang rapid ke Nara Station, karena kalau yang biasa ga stop di Inari hanya yang rapid aja kayaknya (kalau ga salah informasi) , rutenya: Inari Sta ke Uji Sta (track 2, 6 stops) --> transit Miyakoji Rapid ke Nara (track 4)
      Di Fushimi Inari tertarik sama gerbang merahnya dan karena memang belum pernah kesini jadilah berlambat-lambat jalan menikmati yang ada, dan penuh euy


      Puas jalan2 di Fushimi, lanjut ke Nara,malah sampai ngantuk2 sepanjang perjalanan. Sampai di stasiun Nara naik bus lagi ke Nara dan Todaiji Temple, harga tiket 210 yen per sekali jalan, kalau cuma mau ke Nara ga usah beli pass di tourist information karena harga pass itu 500 yen jadi pp ke stasiun ke Nara cuma 420 yen.
      Di Nara yang sudha di incar itu memang mau liat rusa, rusanya banyak banget bebas berkeliaran begitu aja. Disana sepanjang jalan ke Todaiji temple banyak yang jual biskuit untuk kasih makan rusa, harga biskuitnya 150 yen.
      Tau ga? Aku dateng masih pegang map, dan tau2 map ku disamber dicopet sama rusa yang gede , ak tarik lagi dari mulutnya ga dikasih, jadilah adegan tarik2an beberapa saat sampai akhirnya ku nyerah nasib itu map gimana, rusa2 disana brutal juga. Mereka akan langsung nyamperin orang yang bawa biskuit makanan mereka, dan sekali pegang biskuit semuanya langsung ngerumunin, sweaterku di tarik2 disundul2 sama rusa yang gede , ada cewe yang dikejar dan disundul pantatnya sama rusa, wah brutal deh. Tapi anehnya ga sekalipun rusa2 itu ngacak orang2 yang jualan biskuit itu, padahal kan mereka tau itu biskuit untuk mereka?


      Dan ga upa ngemil, ada rice cracker yg enak bgt, es krim rasa sakura (cherry blossom) dan juga mochi coklat isinya kirm coklat dan atasnya strawberry segar, wuih mantap.... makan terusssss


      Sekilas penampakan Todaiji temple di Nara, kita ga masuk karena bayar masuknya, males hehehe

      Pulang dari Nara sebelum naik kereta di Nara Sta ada supermarket, nah naluri ibu2 keluar deh, yukkk belanjaaaa hasilnya belanja keperluan dapur taburan nasi baik pedas atau netral, sup miso yg tinggal diseduh, bubuk cabe, curry instant lagi dan rice crackers... pulang tentengan banyak

      di Kyoto Sta udah kelaperan mau makan apa bingung, eh ketemu resto di Kyoto Sta yg murmer tapi spt biasa ga ada tempat duduknya, makan berdiri semua dan rame bgt untungnya pas kita masuk pas lg jeda arus tamunya, pas kita udah mulai makan langsung penuh lg.


      KIta pilih menu yg diatas itu, harganya 580 yen dan pas datang wuih banyak banget isinya, isinya ada yang udon atau soba, udah pake beef tipis kyk sukiyaki gitu plus 2 potongan ayam tanpa tulang gede banget,puas banget makannya, kenyang abissss..... dan besoknya cari resto itu lagi ga ketemu lagi saking gedenya itu stasiun. Yuk lah mari kita balik ke penginapan dan istirahat perut kenyang hati senang
       
      Ok, full day trakhir di Kyoto, bangun agak pagi karena mau ke Nijo Castle dan Kinkakuji, pengen dapet bus sepi jadi asik naik turunnya dan sudah rencana pulangnya mau makan Ikkousha ramen yg asli di Kyoto Sta lantai 10, enak banget deh pokoke, kalau ke kyoto sta pasti harus ke Ikkousha.
      Perjalanan dimulai dari Kyoto Sta naik bus ke Nijo Castle, masuknya bayar 600 yen kalau ga salah, isinya sih pemandangan dan kelilingin isi dalemnya Nijo castle yang ternyata gede banget, tapi ga boleh foto2 di dalam ruangan castle nya, ini yang bikin ga seru, overall ga terlalu worth it untuk bayar masuk

      Sekali masuk ke nijo castle itu keluarnya lama karena ternyata tanahnya luas banget, jadinya cukup lamalah di sana, sehabis itu langsung meluncur ke Kinkakuji untuk liat Golden Temple nya, walau ga terlalu besar wilayahnya tapi menurutku lebih worth it daripada Nijo. Di Kinkakuji banyak makanan unik salah satunya ada wasabi peanuts, ada samplenya pas nyomot duh enak , kalap deh beli beberapa pak


      Nah ini wasabi peanutsnya dan cuma nemuin di Kinkakuji di tempat lain ga nemu

      Habis dr Kinkakuji langsung balik ke Kyoto Sta, dan meluncur ke lantai 10, Hakata Ikkousha here we came

      Ini malam terakhir di Kyoto, setelah belanja crepes khas kyoto buat oleh2 dan diri sendiri, balik ke penginapan istirahat dan besoknya berangkat ke Osaka
       
      Hari ke-10 & 11 : Osaka (Osaka Castle - Shinsaibashi - Dotonbury - Universal Studio)
      4 Mei, hari ke-10, pagi check out dr penginapan J-Hoopers Kyoto dan berangkat ke Osaka, dan lagi2 stay di J-Hoopers Osaka, lokasinya hanya 5 menit dr Fukushima Stasiun, Osaka.
      Begitu sampai di Fukushima Sta, nengok eh ada Yoshinoya, mendaratlah kita di Yoshinoya, sekalian brunch isi tenaga sebelum lanjut ke J-Hoopers untuk taruh koper dan jalan lagi ke Osaka Castle.
      Menu yang kami pilih tentunya salmon, harganya 1 set 580 yen, kalau di jakarta rasanya salmon ga dapet harga segitu

      Sesampainya di J-Hoopers Osaka, resepsionis namanya Meg sangat membantu untuk rute kereta ke Osaka Castle. Tujuan kali ini ke Osaka Castle murni hanya untuk bikin koin untuk oleh2 para krucil (ponakan), personalized dengan nama mrk masing2. Perjuangan banget ya ke Osaka Castle, untungnya lagi ada bazar begitu keluar dr stasiun, ada res mueshu beer dan green tea beer, wuihhh walau siang2 sikatttt enak banget rasanya apalg yg res mueshu mantap

      Sampai di Osaka Castle jujur aku kecewa.... karena tanah lapang yang begitu luas sekarang penuh dengan stand2 dan foodtruck, dan antrian masuk tiketnya buset uler2an panjang banget, ga kayak dulu lagi. Tampaknya efek tiket murah mulai terasa. Definitely ga akan mampir ke Osaka Castle lagi, ini terakhir kalinya aja.
      Btw, begini penampakan koin yang segitu di incernya buat oleh2

      bisa personalized pake nama sendiri jadi sifatnya personal, bagus buat kenang2an atau oleh2, tapi harus masuk ke castle nya dulu, letak mesin bikin koin nya ada di lantai dasar deket yang jual souvenir. Harga koin 500 yen dan tulis nama 30 yen. Taruh koinnya, ketik nama yang mau ditampilkan dan setelah itu mesin mulai cetak nama di koin.
      Karena kecapekan jalan ke Osaka Castle, pas baliknya ke stasiun akhirnya naik mobil kereta2an gitu dr Osaka Castle ke stasiun, lumayan banget untuk istirahatin kaki, mengingat besoknya hari terakhir mau Universal Studio dan masih mau mampir ke shinsaibashi sebelum pulang ke penginapan.
      Dari Osaka Castle mampir dulu ke Shinsaibashi untuk cari kit-kat dan entah aku yang jalannya beda atau shinsaibashi yang sudah berubah banyak, ga ketemu itu toko kit kat dari ujung ke ujung, sampai capek nyerah, akhirnya makan, mampir di Pablo cobain pablo yang asli dan pulang ke penginapan.


       
      5 Mei, hari trakhir aktif di Jepang, pagi2 banget udah nyampe di Universal Studio, astagaaa loket belum buka tapi antrian udah panjang, itu yang udah punya tiket ya, gimana yang   belum? Pas pintu dibuka, arus orang masuk lari2 udah kayak semut, terbagi 2 arah: Lurus ke Minion (baru buka seminggu) dan belok kiri ke Harry Potter. Aku tentunya ke Harry Potter dulu karena terakhir kesini dan kena di timing untuk masuk area nya dan udah ga keburu naik wahana nya.
      Asikkk, naik wahana Harry Potter and the Forbidden Journey masih lancar, memang jalan antrian jauh tapi lancar ga tersendat2 ga jelas kayak sebelumnya, naik deh wahananya, yang 4D gitu bagus sih sayang aja ga bisa rekam pas masuk ruangan2 keren kastilnya.




      Inget Butter Beer dong? nah ternyata USJ udah ada peningkatan, sekarang cangkir butter beer yang bisa dibawa pulang sudah lebih bagus ada pilihan yang stainless jadi lebih kuat dan lebih bagus, tentunya ambil dongggg

      Habis dr Harry Potter niatnya mau ke minion dan pas sampe ke minion waiting time untuk masuk arenya aja udah 200 menit lebih, ditambah rame banget karena golden week dan panas yang menyengat karena sudah mulai masuk musim panas, wah akhirnya cari sana sini semuanya antri ga jelas, akhirnya kita memutuskan untuk pulang aja, ikutan acara di J-Hoopers minum2 bareng, nge-post-in modem wifi sakura karena kebetulan ada kotak pos di sebrang Fukushima stasiun, dan besok paginya mau ngejar direct train ke Kansai aiport untuk check in bagasi lebih awal dan masih mau berjuang cari kitkat, coklat royce, dll.....
      Sampai di penginapan, kita langsung check in mobile untuk penerbangan pulang besok siangnya, rebahan dulu sambil nunggu jam minum2 mulai. Jam minum2 mulai turun ke bawah dan nukerin voucher free 1 welcome drink masing2, aku pilih Plum Wine dong, enak banget dan akhirnya ketemu di Kansai Airport versi botol 500ml.

       
      Hari Terakhir : Pulang ke Jakarta
      Hari terakhir untuk pulang ke Jkt dgn jadwal direct flight jam 12 siang. Hari ini berangkat pagi banget untuk direct train yang pagi supaya sampai di Kansai Airport pagi, mau check in awal supaya masih bisa ngacak2 keliling untuk hunting kitkat, royce coklat, dll....
      Sampai di airport  keliling area sebelum check in ga ada yang menarik, luckily kita sudah check in via mobile jadi diprioritaskan untuk chack in duluan dan ada counternya sendiri, dan habis itu ternyata di area setelah check in barang2 lengkap, yeayyyyy ketemu kitkat ras sake

      borong lah, ketemu royce coklat harganya cuma 720 yen, sedangan di jakarta 220 rb, jauh banget ya? ktm Wine plum, wine green tea ambil semua dan usut punya usut ternyata memang kitkat sudah susah ditemuin di shinsaibashi dan malah berpusat di airport, antrian belanja di airport memang panjang tapi kasirnya pun buka 3 jadi cepet jalan antriannya.
      Akhirnya tiba waktunya untuk naik pesawat dan landing di jkt jam 5 sore.... back to reality guys
      Ulasan ttg Modem Wifi Sakura
      Selama di Jepang kita pakai modem wifi Sakura mobile, untuk 2 minggu hanya sekitar 6000 yen, bisa minta diantar ke hotel tempat kita menginap, dan tinggal balikin kirim masukin ke kotak pos, semua amplopnya sudah ada.
      Kesanku selama pakai sakura mobile, koneksinya kurang kuat ya, pas di nagoya oke lah kenceng, tokyo oke kenceng, tapi masuk ke kyoto dan osaka kurang ya, cuma 3G aja sih dapetnya itu juga ga full. Secara harga yup lebih murah 6000 yen dengan kapasitas 3GB bisa untuk berdua, plus hubby masih sibuk ngurusin orderan jadi oke aja sih untuk kapasitasnya, tapi jangan berharap terlalu banyak apalagi di tempat yang tinggi seperti Alpine Route, sakura ini ga maksimal disana.
      Tag ah para sesepuh: @deffa @kyosash @twindry @HarrisWang @Vara Deliasani @Ari Iqbal Putra Nugraha @Sahat @Rawoniste 





    • By tripceratops

      Konnichiwa!
      Yuk berlibur bareng di akhir tahun bersama kami dalam trip ke Tokyo-Gala Yuzawa!

      Package include:
      -Tiket pesawat PP CGK-TYO-CGK (Tanpa tiket pesawat cukup 8,8 juta aja)
      -Transportation (Tokyo Wide Pass+Subway 24 hours)
      -Accomodation 6D4N
      -Entrance fee untuk semua tourism spot dlm itinerary
      -Gondola and Ski off @ Gala Yuzawa
      -Naik Tokyo Tower 150m
      -Tour Guide
      -Documentation

      Exclude:
      -Passport
      -Visa (kita gk ngurusin visa + passport)
      -Onsen @ Gala Yuzawa
      -Personal Expense
      -FnB

      SEAT TERBATAS CUMA 10 SEAT!
      DP 50% dari harga paket buat booking tiket
      Have a question? Just contact:
      Line: @uik7790h
      Facebook: Trip-Ceratops
      Email: tripceratops17@gmail.com
      Instagram: @trip_ceratops
       
    • By singgihfuadi13
      Selamat pagi rekans Backpacker Internasional, kali ini mau sharing perjalanan liburan musim semi kami di negeri Sakura Jepang yang semuanya diurus sendiri modal searching2 dan ga malu banyak tanya (maap yg merasa direpotkan kmrin2 ya...)
      Bermodal tiket promo Garuda Indonesia dari T*******a, akhirnya kesampaian ke Jepang utk melihat sakura, tidak hanya itu, kami juga dapet bonus bisa ngliat salju di Takayama dan Shirakawago...
      Untuk transportasi selama di Jepang, kami menggunakan JR Pass, Tokyo Subway Metro Pass dan Donichi Eco Kippu utk one day pass di Nagoya..
      Berikut rincian perjalana kami dan nanti detailnya bisa dibaca di blog amatiran saya ya rekans :
      Day 1 : - CGK - DPS 
      Day 2 : - DPS - NRT
      - NRT - Shinjuku
      - Apartemen 
      - Shinjuku Gyoen 
      - Jeonji Temple 
      Day 3 : - Tokyo - Nagoya 
      - Hotel utk check in
      - Nagoya Castle 
      - Osu Cannon Temple 
      - Tsuruma Park 
      - Yamazaki River 
      Day 4 : - Nagoya - Kyoto 
      - Fushimi Inari 
      - Arashiyama Bamboo Forest 
      - Kyoto - Osaka (Kemasakuaranomiya Park)
      - Dotonburi 
      Day 5 : - Nagoya - Takayama
      - Shirakawago
      Day 6 : - Takayama - Nagoya - Shibuya 
      - Nakameguro River park
      - Omotesando, Harajuku 
      Day 7 : - Chidorigafuchi canal 
      - Shinjuku Gyoen 
      - Liberty Statue at Odaiba 
      Day 8 : - Sensoji Temple 
      - Sumida River Park 
      - Akihabara 
      Day 9 : - Shibuya - Narita 
      - NRT - DPS - CGK
      *Semoga bisa memberi gambaran destinasi rekans yg ingin merencanakan musim semi di Jepang.
      selengkapnya rekans bisa baca di http://singgihusman.blogspot.co.id/2017/05/liburan-musim-semi-di-negeri-sakura.html
      ketemu sama mbak @Monfi .. semoga bisa gabung lagi kami di lain kesempatan ..





    • By Belaniza
      Halo semua...saya Belaniza 22 tahun, domisili Jakarta Selatan. Adakah disini yang punya rencana backpackeran ke Jepang sekitar bulan oktober atau november tahun 2017? Kalo ada, mau gabung ya..terima kasih :)
    • By elinaid
      Usaha pada bidang masakan, saat ini memang sangat menarik. Tapi, tentu membutuhkan berbagai macam faktor pendorong supaya bisnis dapat jalan terus maju dan tak kalah bersaing dengan pelaku bisnis sejenis.

      Salah satu usaha masakan yang dapat kamu jalankan adalah katering. Usaha katering ini cenderung lebih aman ketimbang membuka restoran makan yang belum tentu rame. Selain itu, makanan yang disiapkan oleh katering adalah yang sesuai dengan pesanan. Jadi, dapat diprediksi tidak akan rugi diakibatkan makanan tersisa karena memang makanan yang diolah sesudah adanya orderan.

      Untuk seorang yang baru pertama kali terjun di dunia bisnis masakan terutama katering, kamu sepatutnya mempelajari terlebih dahulu apa saja yang perlu disiapkan. Jangan terburu-buru membangun bisnis tanpa tahu langkah ke depannya akan seperti apa.

      1. Menambah pengetahuan dan wawasan

      Sebelum mengawali membuka usaha katering, hal pertama yang semestinya kamu lakukan yaitu mencari tahu tentang seluk beluk usaha katering. Seperti yang sedang kamu lakukan sekarang ini dengan melihat tulisan ini.

      Mencari info ini penting, jangan sampai kamu sudah mulai mengelola usaha katering, tapi tak tahu bagaimana mengembangkannya. Akan amat repot dan hasilnya kurang maksimal jika langsung jalan dan kamu baru mempelajari setelahnya. Karena, bisnis makanan itu tentu beda dibandingkan bisnis di bidang fashion atau yang lain.

      2. Siap-siap Modal

      Setelah mempunyai ilmu mengenai katering, langkah berikutnya adalah menyiapkan modal. Modal ini dipakai untuk apa? Tentu saja untuk penyediaan alat. Misalkan saja kamu memerlukan kelengkapan memasak untuk 100 porsi, mungkin bila orderannya masih sebesar itu, kelengkapan yang ada di dapur masih sanggup untuk melayaninya. Akan tetapi, saat pesanan kian banyak, butuh lebih banyak peralatan agar waktu yang digunakan untuk memasak lebih efisien.

      Selain kelengkapan masak, kamu juga memerlukan dapur untuk memasak. Dapur rumah masih dapat dipakai, tetapi perlu penataan ulang supaya ketika mengerjakan orderan lebih mudah. Kamu juga akan memerlukan rak khusus untuk tempat peralatan, bumbu-bumbu, dan peralatan lainnya.

      Untuk pemula, biasanya akan memerlukan biaya yang tidak terlalu besar untuk membeli bahan makanan saat ada pesanan. Estimasi tarif yang diperlukan sekitar 500 ribu sampai 2 juta rupiah. Tentu seluruh itu tergantung dari orderan yang sedang kamu kerjakan.

      3. Menjaga Kualitas Makanan

      Menjaga mutu makanan itu sangat penting, apalagi untuk usaha katering. Karena, konsumen biasanya coba-coba dulu menggunakan jasa katering yang belum pernah ia gunakan. Nah, saat kwalitas dan rasa dari makanan yang kamu masak baik, tentu hal ini dapat menjaga pelanggan supaya nantinya pesan lagi ke katering yang kamu miliki.

      Selain itu, pengunjung sebuah acara pasti akan bertanya pada yang tuan rumah rasa dan mutu makanannya enak. Hal ini juga dapat menjadi promosi gratis yang dapat kamu lakukan.

      Tapi, yang lebih penting lagi, makanan ini ialah barang yang gampang sekali basi. Jika kualitasnya tak kita jaga, tentu dapat memberi pengaruh umur makanan tersebut.

      Dan, saat makanan yang kita sajikan telah tak sesuai, bisa - bisa menyebabkan keracunan.

      4. Selalu Membuat Inovasi Baru

      Setiap bisnis tentu membutuhkan sebuah kreatifitas supaya bisa bersaing dengan kompetitor. Begitu juga dengan bisnis katering, kamu semestinya dapat membikin sesuatu yang baru supaya tidak tertinggal dan tetap bisa menarik pelanggan.

      Kreatifitas dalam bisnis katering ini ada banyak yang dapat kamu lakukan, misalnya memperbanyak menu yang ada, membuat paket dengan harga yang relatif terjangkau atau bersaing dengan kompetitor atau inovasi lain yang mungkin dapat mendongkrak penjualan kamu.

      5. Manajemen Waktu Terkait Penyajian

      Penyedia jasa tentulah sangat terikat oleh waktu, saat ada orderan  yang seharusnya siap jam 8 pagi, tentu kita sudah mengantarkannya lebih awal. Kalau ada orderan untuk acara prasmanan, tentu kita seharusnya lebih awal lagi untuk mempersiapkan semuanya.

      Nah, ketepatan waktu penyajian ini menjadi amat penting karena konsumen tentu tidak ingin jika acaranya jadi batal hanya karena makanan yang belum siap. Oleh karena
      itu, kamu harus dapat memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk mengolah, mengantarkan, serta menyajikan makanan hingga dapat dinikmati oleh konsumen.

      6. Sedikit banyak Belajar Teknik Marketing, Termasuk Dunia Internet

      Di jaman yang serba komputerisasi seperti saat ini, pemanfaatan teknologi informasi tentu akan menjadi hal yang wajib. Sebagian orang akan mencari sesuatu yang ia butuhkan secara online, termasuk saat akan mencari katering untuk acara yang akan diadakan.

      Tidak perlu hal yang susah dikerjakan, kamu bisa mulai dari membikin sebuah fanspage pada Facebook, atau mungkin membikin sebuah akun Instagram. Nah, ketika mulai bisa memanfaatkan media sosial, langkah selanjutnya adalah membikin sebuah website. website diperlukan agar bisnis yang kamu jalankan nampak lebih serius dan membuat orang lebih percaya.

      Tapi, jangan tinggalkan juga promosi secara offline ya, hal ini tentu tak akan pernah bisa tergantikan.

      7. Sesekali Mencoba Bereksperimen

      Seperti halnya berinovasi, bereksperimen ini juga perlu sekali-sekali dilakukan. Kamu bisa bereksperimen tentang menu yang akan dijadikan, paket yang kelihatannya akan menarik konsumen, atau mungkin sistem penyajian dari makanan. Semua bisa kamu coba dan kreasikan sampai menemukan mana yang hasilnya memuaskan.

      8. Belajar Menetapkan Tarif yang Rasional

      Salah satu alasan konsumen memilih sebuah jasa katering adalah tarifnya yang cocok. Jangan pernah menetapkan harga yang terlalu tinggi sedangkan kamu baru mengawali usaha katering. Tetapkan harga yang sesuai dengan pasar, atau jikalau dapat sedikit bersaing sehingga konsumen akan menggunakan katering milik kamu.

      9. Jangan Bermental Lemah

      Selain mengurusi keadaan sulit teknik perkateringan, jiwa yang kamu punya juga harus kuat. Karena, bisa jadi kamu menerima konsumen yang kurang sabar dan banyak komplain. Apabila mentalmu kurang kuat, bisa jadi baru mendapatkan satu kali orderan saja telah berkeinginan berhenti.

      10. Kendala Umum yang Sering kali Dihadapi
      Ada banyak kendala yang acap kali menjadi problem saat kita membuka usaha katering, seperti banyak pesaing usaha katering, masakan yang tidak cocok dengan selera pelanggan, izin usaha yang belum didapatnya, pengelolaan orderan yang biasanyakerap mendapat komplain.

      11. Belajar dari Orang Lain yang telah membuka bisnis masakan

      Setelah sukses menjalankan bisnis katering, kamu juga perlu untuk menimba ilmu dari pengusaha yang sudah lebih dahulu terjun dalam dunia katering. Ada banyak orang yang dengan suka rela menjelaskan ilmu tanpa ditutup-tutupi.

      Tapi ingat, kamu mesti tahu dengan siapa berbicara. Sebelum belajar dan menggali cerita dan pengalaman, usahakan kamu sudah mengakrabkan diri terlebih dahulu.

      Jangan tiba-tiba seketika meminta untuk diajarkan, padahal kita belum meperkenalkan diri terlebih dulu.

      Nah, itu tadi beberapa hal yang mesti kamu persiapkan ketika memulai membuka usaha katering. Selalu utamakan kenyamanan pelanggan agar kamu menerima konsumen yang setia dan nantinya dia akan mengorder kembali.