Sign in to follow this  
vie asano

Jalan-Jalan Ke Jepang: Berburu Ninja

15 posts in this topic

Jika menyebut kata “ninjaâ€, apa yang akan kalian bayangkan? Sosok ninja Hattori dalam anime Ninja Hattori, sosok Naruto dan teman-temannya dalam anime Naruto, aneka film bertema ninja seperti American Ninja dan Kura-kura Ninja, atau lainnya? Apapun itu, yang pasti sosok ninja merupakan salah satu aspek dalam budaya tradisional dan sejarah Jepang yang paling misterius. Kemisteriusan ninja membuatnya menarik untuk diadaptasi dalam berbagai budaya pop modern, yang akhirnya memunculkan rasa penasaran akan sosok ninja yang sebenarnya dan mengundang siapapun yang tertarik dengan ninja untuk datang dan berwisata ke Jepang sebagai negara tempat ‘kelahiran’ ninja.

 

gallery_843_1101_160735.jpg

Anime Naruto Shippuden, contoh adaptasi sosok ninja dalam budaya pop modern, via uwants 

 

Masalahnya, nggak sedikit yang menganggap ninja hanyalah mitos belaka, dan kemampuan khusus yang dimiliki oleh seorang ninja hanyalah kreasi berlebihan dari karya sastra tempo doeloe. Padahal, ninja itu memang (pernah) ada di Jepang. Bahkan hingga saat ini kalian masih dapat mengunjungi beberapa peninggalan yang menegaskan eksistensi ninja di Jepang. Bagi yang ingin mengenal lebih lanjut tentang ninja dan cara untuk mengunjungi berbagai peninggalan sejarah yang berhubungan dengan ninja, kenalan dulu dengan ninja di Jepang yuk!

 

Tentang ninja, ahli spionase dan senjata rahasia dari Jepang

Ninja (kanjinya bisa juga dibaca sebagai “shinobiâ€) merupakan sebutan bagi prajurit yang memiliki keahlian “nggak biasa†dibanding prajurit pada umumnya. Seseorang baru bisa disebut sebagai ninja jika dia telah menguasai ninjutsu, yaitu strategi dan teknik bertarung yang merupakan kombinasi dari teknik mata-mata serta survival skill. Misalnya saja, salah satu keahlian khusus yang dimiliki oleh ninja adalah mahir menggunakan berbagai senjata rahasia, ahli menyusup ke kediaman lawan, bergerak tanpa bersuara, berjalan di atas air, melakukan berbagai manipulasi visual, terbang menggunakan layang-layang, dan banyak lagi; sesuatu yang nggak dipelajari dalam ilmu bela diri biasa. Karena keahlian utamanya adalah spionase, profesi ninja ini diselimuti dengan rahasia, serba misterius, identik dengan “trik dan jebakanâ€, dan itulah yang membuat dokumen yang menguliti kehidupan ninja sulit untuk ditemukan.

 

gallery_843_1101_39573.jpg

Ninja, via worsal 

 

Sebetulnya nggak jelas sejak kapan profesi ninja ini ada. Profesi mata-mata sekaligus pembunuh di Jepang di duga sudah muncul sejak abad ke-4, walau nggak ada catatan yang pasti tentang hal tersebut. Baru pada abad ke-10, beberapa taktik dan keahlian yang biasa digunakan oleh ninja mulai disebut dalam literatur. Profesi ninja semakin berkembang pada abad ke-11, dan pada masa tersebut reputasi klan Iga dan Koga sebagai klan ninja terbaik semakin dikenal luas. Banyak daimyo yang lantas memanfaatkan jasa ninja dari Iga maupun Koga untuk bermacam tujuan (terutama untuk memenangkan sebuah pertempuran), terutama pada abad ke-15 dan 16 saat politik Jepang sedang tidak stabil. Setelah periode Edo dimulai (tahun 1603), ninja dipekerjakan secara khusus oleh shogun Tokugawa untuk memata-matai para daimyo di setiap daerah. Banyak ninja terkenal yang akhirnya mengabdi pada klan Tokugawa, salah satunya adalah Hanzo Hattori (pasti pernah dengar nama itu kan?).

 

Ciri khas dan keahlian dari ninja

Ada beberapa perbedaan interpretasi ninja dalam berbagai literatur dan adaptasi modern dengan kenyataannya. Misalnya saja, dalam hal kostum. Saat ini ninja kerap digambarkan mengenakan kostum serba hitam dengan wajah yang nyaris tertutup. Pada kenyataannya, karena sifat profesinya yang memang serba rahasia, nggak ada bukti khusus maupun dokumentasi resmi jika ninja memiliki kostum serba hitam seperti yang dikenal saat ini. Justru kostum ninja asli diduga mirip dengan kostum samurai (sehingga tidak mencolok) yang dimodifikasi untuk memudahkan pergerakan. Dan, saat sedang menjalankan misi, seorang ninja tidak akan mengenakan pakaian ketat berwarna hitam yang akan terlihat mencolok di tengah cahaya bulan. Ninja asli akan mengenakan pakaian ketat berwarna biru laut gelap yang dianggap lebih adaptif secara visual terhadap berbagai situasi dan kondisi di lapangan.

 

gallery_843_1101_400359.jpg

Beberapa gadis mencoba berkostum ala ninja di sebuah tempat wisata, via selasar 

 

Begitu juga dalam hal senjata. Ninja kerap digambarkan membawa shuriken, yaitu senjata rahasia berbentuk bintang yang dapat dilontarkan kapanpun diinginkan. Namun konon ninja asli nggak selalu membawa shuriken karena akan membuat identitas mereka sebagai ninja terbongkar jika ada pemeriksaan saat mereka tengah menjadi mata-mata. Ninja asli akan membawa senjata yang mirip dengan benda-benda yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya seperti kama atau sabit rumput (jika diberi tambahan tali dapat digunakan sebagai alat pemanjat dinding), ashikaga atau sepatu berkait khusus untuk menginjak permukaan licin di sawah (yang bisa dimanfaatkan untuk memanjat dinding maupun memberikan tendangan khusus), dan banyak lagi. Tentu saja ada senjata yang memang betul-betul digunakan dalam pertarungan seperti katana (pedang panjang), shuriken, kunai (pisau berbentuk ujung mata tombak), dan sebagainya.

 

gallery_843_1101_144871.jpg

Sebagian kecil ragam senjata yang biasa digunakan oleh ninja, via Julio Ponce/pinterest 

 

Menelusuri jejak ninja di era modern

Pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para penggemar ninja adalah: Apakah saat ini ninja itu masih ada? Kalau ada, dimana bisa melihat mereka secara langsung?

 

Untuk menjawab apakah ninja masih ada atau tidak, mari kembali ke masa beberapa ratus tahun silam. Saat politik Jepang semakin stabil, perlahan tapi pasti profesi ninja pun semakin menghilang. Saat ini ninja diduga telah punah, walau sebetulnya hal ini nggak bisa dipastikan dengan akurat. Ingat, ninja adalah seorang mata-mata dan juga pembunuh gelap profesional, sehingga jati diri mereka yang sebenarnya sangatlah rahasia (dan pada kenyataannya, sampai saat ini masih ada yang mengaku dirinya sebagai ninja maupun ninja terakhir di Jepang). Namun, kalian bisa mengunjungi beberapa tempat yang menjadi saksi bisu eksistensi profesi ninja yang tersebar di berbagai tempat di Jepang. Minimal, kalian bisa mengunjungi berbagai tempat di Jepang yang menjual ‘ninja’ sebagai daya tarik utamanya. Berikut beberapa diantaranya:

 

[to be continued] 

Share this post


Link to post
Share on other sites

1. Kota Iga Ueno, prefektur Mie

Iga Ninja Museum alias Ninja Museum of Iga-ryu.

 

gallery_843_1101_231052.jpg

Ninja Museum of Iga-ryu, via Hide-sp/wikipedia 

 

Klan Iga, bersama dengan klan Koga, dikenal sebagai klan ninja terkuat dan paling terkenal di seantero Jepang. Dan, eksistensi klan Iga ini bukan omong kosong belaka karena pada kenyataannya kota Iga ini memang betul-betul ada. Namun sejak tahun 2004 kota ini kerap disebut sebagai Iga Ueno karena dibentuk dari penggabungan wilayah Iga, kota Ueno, dan beberapa desa lainnya.

 

Saat ini, Iga Ueno terkenal akan atraksi bertema ninja-nya. Obyek wisata yang paling terkenal di kota ini adalah Iga Ninja Museum atau Ninja Museum of Iga-ryu; sebuah museum kecil yang menarik karena sarat akan informasi tentang kehidupan ninja yang sesungguhnya, khususnya ninja dari klan Iga. Di museum ini terdapat Iga-ryu Ninja House, alias rumah ala ninja. Dari luar rumah tersebut terlihat seperti rumah biasa, padahal di bagian dalamnya terdapat banyak pintu pintu tersembunyi, rute rahasia untuk melarikan diri, dinding putar, tempat untuk menyimpan senjata, hingga perangkap dan jebakan untuk lawan.

 

gallery_843_1101_130733.jpg

Seorang kunoichi (ninja perempuan) menunjukkan tempat penyimpanan senjata rahasia di Iga-ryu Ninja House, via 222 

 

Selain itu, di museum ini pun pengunjung dapat melihat berbagai senjata yang dimiliki oleh ninja, bermacam kode rahasia, pengenalan kehidupan ninja, hingga melihat berbagai pertunjukan dan demonstrasi penggunaan senjata ninja. Dan untuk menutup waktu kunjungan, terdapat berbagai pernak-pernik original yang dijual di toko souvenir.

 

gallery_843_1101_30170.jpg

Ninja show, via arabnews 

 

Point plus dari museum ini:

Lokasinya berdekatan dengan obyek wisata lain di Iga Ueno, yaitu Ueno Castle dan Danjiri Museum. Di Danjiri Museum wisatawan juga dapat menyewa kostum ninja untuk digunakan saat berjalan-jalan mengelilingi kota.

 

Detail teknis:

Alamat: 117-13-1 Ueno Marunouchi, Iga-shi, Mie-ken

Jam operasional: 09.00-17.00, tutup setiap tanggal 29 Desember-1 Januari.

Harga tiket: 756 yen (dewasa), 432 yen (anak-anak). Ada diskon khusus untuk group yang lebih dari 30 orang, dan ada tiket khusus bagi yang ingin melihat pertunjukan ninja.

Google maps: < klik

Akses:

< klik > 5-10 menit jalan kaki dari Stasiun Uenoshi.

< klik > untuk akses dari Tokyo.

< klik > untuk akses dari Kyoto.

 

2. Kota Koka, Prefektur Shiga

Ninja Village

 

gallery_843_1101_462231.jpg

Menjadi ninja di Ninja Village, via go.biwako/flickr 

 

Selain klan Iga, klan Koka (atau Koga) juga terkenal akan atraksi bertema ninja-nya. Itu karena Iga dan Koga sama-sama memiliki reputasi sebagai klan ninja terkuat di masa lalu. Walau atraksi ninja di Koga ini belum dimaksimalkan seperti yang dilakukan oleh kota Iga, ada beberapa spot bertema ninja yang bisa ditemukan di kota ini. Salah satunya adalah Koka Ninja Village (alias Koka Sato Ninjutsumura).

 

Sesuai dengan namanya, Ninja Village merupakan sebuah atraksi bertema ninja yang dirancang dengan konsep desa ninja. Desa ini lokasinya cukup terpencil (kalian harus jalan kaki 30 menitan dari stasiun terdekat untuk mencapai desa ini), namun cukup menarik karena di tempat ini banyak terdapat atraksi yang akan membuat kalian semakin mengenal kehidupan ninja. Ada museum yang menampilkan berbagai manual dan peralatan yang dulu pernah digunakan oleh ninja Koga, rumah yang dilengkapi dengan berbagai jebakan dan pintu tersembunyi, atraksi melempar shuriken, bahkan pengunjung bisa menjajal berjalan di atas air seperti yang biasa dilakukan oleh ninja sejati. Tentunya dengan bantuan peralatan khusus sehingga kalian nggak akan tercebur dan basah.

 

gallery_843_1101_57405.jpg

Mencoba berjalan di atas air layaknya ninja sejati, via go.biwako/flickr 

 

Point plus dari tempat ini:

Ada banyak pilihan atraksi yang bisa dilakukan oleh pengunjung, sehingga berkunjung ke tempat ini nggak akan membosankan.

 

Detail teknis:

Alamat: 394 Kokacho Oki, Koka, Prefektur Shiga 520-3405

Jam operasional: 10.00-16.00 (hari kerja), 09.00-17.00 (akhir pekan dan musim liburan). Tutup setiap hari Senin, atau hari berikutnya jika Senin bertepatan dengan hari libur nasional).

Harga tiket: 1030 yen*

Google maps: < klik

Akses:

< klik > 30 menit jalan kaki dari Stasiun Koka, atau naik shuttle bus gratis menuju Ninja Village. Jika nggak ada shuttle bus, bisa menghubungi 0748-88-5000 untuk minta disediakan bus.

< klik > akses dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Koka, tinggal dilanjutkan dengan naik shuttle bus menuju Ninja Village.

< klik > akses dari Stasiun Kyoto menuju Stasiun Koka.

 

Ninja Mansion

 

gallery_843_1101_341865.jpg

Ninja Mansion, via higorono.blogspo

 

Satu lagi atraksi menarik bertema ninja yang bisa ditemukan di Koka ini adalah Ninja Mansion, atau Ninjutsu Yashiki. Tempat ini merupakan sebuah hunian yang dulunya dimiliki oleh Mochizuki Izumonokami yang berasal dari keluarga ninja Koga terkenal dibanding keluarga ninja Koga lainnya, dan usia bangunannya telah mencapai 300 tahunan. Dan, seperti yang bisa kalian harapkan dari rumah seorang ninja, mansion ini pun dipenuhi dengan berbagai perlengkapan menarik seperti aneka pintu rahasia, jalur tersembunyi, hingga aneka ragam jebakan. Wisatawan juga bisa mencoba melempar shuriken di jalur khusus yang telah disediakan.

 

Point plus dari tempat ini:

Walau tempatnya relatif terpencil dan kalian harus berjalan kaki cukup jauh dari stasiun terdekat, namun suasana khas ala kota kecil yang bisa kalian lihat saat menuju ke mansion ini cukup menarik untuk diamati. Tambahan lainnya, tempat ini menyediakan pamflet dalam bahasa Inggris.

 

Detail teknis:

Alamat: 2331 Konancho Ryuboshi, Koka, Prefektur Shiga 520-3311

Jam operasional: 09.00-17.00, tutup setiap tanggal 27 Desember-1 Januari.

Harga tiket: 600 yen*

Google maps: < klik

Akses:

< klik > 20 menitan jalan kaki dari Stasiun Konan (via JR Kosatsu Line).

< klik > akses dari Stasiun Kyoto menuju Stasiun Konan.

 

[to be continued]

Share this post


Link to post
Share on other sites

3. Kota Nagano, Prefektur Nagano

Selain kota Iga Ueno dan Koka, kota Nagano dikenal sebagai salah satu kota yang punya kaitan erat dengan dunia ninja. Dulu, sebuah sekolah ninja bernama Togakure Ninja School pernah terdapat di kota ini (didirikan oleh prajurit yang belajar ilmu ninja dari klan Iga), sehingga nggak heran jika aura per-ninja-an masih cukup terasa disini. Setidaknya ada 2 tempat bernuansa ninja yang bisa dikunjungi di Nagano, yaitu Togakure Ninpo Museum dan Kids Ninja Village.

 

Togakure Ninpo Museum

 

Dulu, di akhir abad ke-12 seorang samurai bernama Nishina Daisuke mempelajari ninjutsu dari klan Iga paska kekalahannya dalam sebuah perang. Dia lantas memadukan ilmu ninjutsu ala klan Iga dengan ilmu beladiri dari Cina dan Tibet, dan akhirnya melahirkan ilmu ninjutsu ala Togakure. Ninjutsu Togakure ini lantas menjadi salah satu aliran ninjutsu yang cukup terkenal, dan sebuah sekolah ninja didirikan untuk mengajarkan aliran ninjutsu Togakure yang disebut Togakure School of Ninpo.

 

gallery_843_1101_51257.jpg

Togakure Ninpo Museum, via minkara.carview 

 

Saat ini Togakure School of Ninpo memang sudah nggak ada. Untuk mengenang sejarah ninja di kota Nagano yang usianya mencapai 800 tahun, didirikanlah Museum of Togakure School of Ninpo a.k.a Togakure Ninpo Museum. Museum ini terdiri dari beberapa bangunan, yang mana salah satunya merupakan sebuah rumah ninja. Dari luar, rumah ninja ini terlihat seperti rumah biasa. Namun saat masuk ke bagian dalamnya, ternyata jalurnya rumit dan banyak pintu tersembunyi.

 

gallery_843_1101_164188.jpg

Salah satu jalan rahasia di rumah ninja, via yoshi/blog.goo.ne.jp 

 

Selain punya sebuah rumah ninja, museum ini juga dilengkapi dengan bermacam display yang berkaitan dengan ninja Togakure, seperti aneka foto maupun perlengkapan khas ninja.

 

gallery_843_1101_284600.jpg

Display di museum ninja, via yoshi/blog.goo.ne.jp 

 

Point menarik dari tempat ini:

Museum ini berada dalam satu kompleks dengan Museum of Tagushi Folklore, sebuah museum yang menampilkan bermacam peralatan dan perlengkapan yang biasa digunakan oleh penduduk setempat di masa lalu. Tambahan lainnya, museum ini paling keren dikunjungi saat musim panas. Lokasinya yang ada di gunung akan memberikan sedikit kesejukan di tengah teriknya musim panas di Jepang.

 

Detail teknis:

Alamat: 3688-12, Togakushi, Nagano City

Jam operasional: 09.00-17.00, penjualan tiket hingga pukul 16.30.

Harga tiket: 500 yen*

Google maps: < klik >    

Akses: naik bus no 70 atau 71 dari Stasiun Nagano yang menuju ke Togakushi (waktu tempuh kira-kira 65 menit).

< klik > 1,5 jam dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Nagano, via shinkansen.

 

***

 

Kids Ninja Village

 

gallery_843_1101_312710.jpg

Anak-anak mencoba jadi ninja di Kids Ninja Village, via 4travel 

 

Jika Togakure Ninpo Museum menyasar pengunjung dari kalangan dewasa, maka anak-anak bisa mengunjungi Kids Ninja Village (alias Chibiko Ninja Mura). Tempat ini merupakan sebuah theme park bertema ninja yang dirancang untuk anak-anak, walau ada juga beberapa atraksi yang cocok untuk orang dewasa. Di theme park ini terdapat aneka atraksi ketangkasan ala ninja, mansion dengan ilusi optik, dan banyak lagi.

 

Detail teknis:

Alamat: 3193, Togakushi, Nagano City 381-4101

Jam operasional: 09.00-17.00, penjualan tiket hingga pukul 16.30.

Harga tiket: 500 yen* (tiket masuk saja), 300 yen*/atraksi yang ingin diikuti, 800 yen* (sewa kostum ninja).

Google maps: < klik >     

Akses: naik bus no 70 atau 71 dari Stasiun Nagano yang menuju ke Togakushi (waktu tempuh kira-kira 65 menit).

< klik > 1,5 jam dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Nagano, via shinkansen.

 

***

 

4. Tokyo

Tokyo selalu menjadi kota favorit bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang. Sayangnya, Tokyo relatif jauh dari Iga Ueno, Koka, maupun Nagano. Tokyo juga nggak memiliki budaya dan tradisi ninja layaknya ketiga kota tersebut. Walau begitu, bukan berarti kalian nggak bisa merasakan pengalaman ber-ninja saat berada di Tokyo lho. Coba deh mampir ke dua tempat berikut ini, mudah-mudahan ini bisa menghibur rasa penasaran kalian akan ninja di Jepang.

 

Sainenji Temple/makam Hanzo Hattori

 

Ninja merupakan sosok yang penuh misteri karena tugas utamanya berkaitan dengan mata-mata. Namun, siapa sih yang nggak kenal dengan sosok Hanzo Hattori? Ninja yang satu ini bisa jadi merupakan salah satu ninja yang paling dikenal sepanjang masa dan paling sering diadaptasi dalam berbagai karya modern. Ninja sekaligus samurai yang juga dikenal dengan nama Hattori Masanari kerap digambarkan sebagai ahli strategi yang luar biasa dan sangat mahir menggunakan tombak.

 

Ngomong-ngomong, karakter Hanzo Hattori ini bukan karakter fiktif lho. Ninja yang berasal dari klan Iga ini betul-betul nyata, dan bahkan makamnya bisa kalian kunjungi di Tokyo. Cobalah untuk berkunjung ke kuil Sainenji (kini bernama kuil Anyoin) yang terletak di daerah Shinjuku. Kuil yang didirikan oleh Hanzo Hattori setelah dia mengundurkan diri dari dunia pertempuran dan menjadi pendeta Buddha ini menyimpan salah satu bukti eksistensi ninja ternama itu, yaitu tombak yang dulunya digunakan oleh Hattori (berukuran 2,58 meter dan berat 7,5 kg). Di kuil ini pun terdapat makam dari Hanzo Hattori, dan makam dari Nobuyasu (menantu Oda Nobunaga) yang dibuat oleh Hattori.

 

gallery_843_1101_132555.jpg

Makam Hanzo Hattori, via gabuchan.wordpress 

 

Tips:

Jika ingin melihat tombak Hattori, datanglah di siang hari. Tombak ini hanya dapat dilihat jika sedang tidak ada upacara Buddha, maupun jika pendeta di kuil ini sedang nggak sibuk.

 

Detail teknis:

Alamat: 2-chome 9-Wakaba, Shinjuku-ku, Tokyo 160-0011

Jam operasional: 24 jam

Harga tiket: free

Google maps: < klik >      

Akses:

< klik > 8 menit jalan kaki dari Stasiun Yotsuya.

 

***

 

Ninja Restaurant Akasaka

 

gallery_843_1101_92529.jpg

Seorang waitress berkostum ninja tengah menyiapkan sebuah menu di restoran Ninja Akasaka, via twistedsifter 

 

Oke, tempat ini mungkin nggak menawarkan pengalaman ala ninja yang sesungguhnya karena Ninja Akasaka ini hanyalah sebuah restoran yang mengadopsi tema ninja dan kehidupannya. Namun setidaknya di tempat ini kalian dapat bersantai menikmati aneka makanan dan minuman yang telah dipesan sambil menikmati suasana ala desa ninja yang dirancang dengan cukup cermat, dengan pelayan berbaju ninja yang kerap muncul tiba-tiba dari balik pintu rahasia. Asyiknya, di sela-sela menikmati hidangan, kalian akan dihibur oleh ‘ninja’ yang mahir memainkan aneka trik sulap.  

 

Detail teknis:

Alamat: Akasaka Tokyu Plaza 1st floor, 2-14-3 Nagatacho, Chiyoda, Tokyo 100-0014

Jam operasional: 17.00-01.00 (Senin-Sabtu), 17.00-23.00 (Minggu)

Google maps: < klik >       

Akses:

< klik > 4 menit jalan kaki dari Stasiun Akasakamitsuke.

 

***

 

5. Lainnya

Sebetulnya masih banyak kota lain yang juga memiliki budaya ninja yang masih eksis hingga saat ini. Misalnya saja di Kyoto ada Toei Eigamura (baca disini: Toei Kyoto Studio Park part 1, Toei Kyoto Studio Park part 2) yang memiliki atraksi bertema ninja serta menyewakan kostum ninja yang dapat digunakan saat mengelilingi theme park tersebut. Kemudian ada Nijo Jinya, sebuah bekas pengingapan yang sudah berdiri sejak Periode Edo (1603-1868) yang dilengkapi dengan berbagai pintu rahasia dan jebakan seperti rumah ninja. Intinya, nggak usah berkecil hati jika kalian tertarik dengan ninja namun nggak sempat berwisata ke Iga Ueno, Koka, Nagano, maupun Tokyo, karena siapa tahu di kota tujuan wisata kalian pun ada obyek wisata maupun atraksi bertema ninja yang bisa kalian kunjungi. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

UPDATED

 

@vie asano

katanya di kyoto ya ada desa ninja gitu

kita bisa sewa baju nya untuk coba

 

Toei Eigamura ya mod? Itu taman hiburan doang sih. Emg ada atraksi dan fasilitas ala ninja juga disana.

 

sepertinya budayanya masih terasa didaerah Iga, Nagano & Koka :ph34r:

 

Betul, walau sayangnya sekarang budaya ninja hanya sebatas untuk wisata saja di kota2 tersebut....

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Masih seputar kota tujuan yang bisa dijadikan alternatif side-trip saat sedang berwisata ke Tokyo. Sebelumnya, saya telah menulis tentang Yokohama dan Kawasaki, 2 kota terdekat dan juga paling mudah di akses dari Tokyo sehingga bisa dikunjungi pulang-pergi dalam waktu beberapa jam saja. Selain Yokohama dan Kawasaki, kota lainnya yang populer sebagai obyek wisata selingkuhan adalah Kamakura.
       
      Kamakura merupakan sebuah kota yang berada di Prefektur Kanagawa. Posisi tepatnya berada di sebelah selatan-barat daya prefektur Tokyo, kira-kira 50 kilometer dari Tokyo. Walau kota ini tak begitu besar, Kamakura termasuk salah satu kota tujuan wisata favorit di Jepang, lho. Hal tersebut karena selain Kyoto dan Nara, Kamakura merupakan salah satu kota terbaik untuk melakukan wisata sejarah karena banyaknya obyek wisata sejarah di kota ini. Menariknya, kota ini tak hanya memiliki aneka obyek bersejarah, namun juga menawarkan alternatif untuk melakukan wisata alam. Jadi jangan heran jika banyak juga wisatawan yang menjadikan Kamakura sebagai kota tujuan wisata utamanya, dan Tokyo justru menjadi kota tujuan tambahan.
       
      Seperti biasa, tulisan ini hanya akan memuat informasi global seputar Kamakura. Mengingat banyaknya obyek wisata menarik yang ada di Kamakura, rencananya saya akan mengangkat beberapa obyek wisata populer ke dalam tulisan terpisah. Selamat membaca..
       
      Sejarah singkat
      Jika melihat peta Jepang, Kamakura hanyalah merupakan sebuah kota kecil yang ada di tepi pantai. Namun beberapa ratus tahun lalu, tepatnya pada tahun 1192, Kamakura menjadi pusatnya kekuatan politik di Jepang. Adalah Minamoto Yoritomo (1147-1199), nama tokoh yang memulai era keshogunan di Kamakura. Pemerintahan di Kamakura berjalan selama beberapa ratus tahun sebelum akhirnya, pada abad ke-14, kedudukan Kamakura sebagai pusat pemerintahan mulai digantikan oleh Kyoto. Kamakura sempat dipertahankan menjadi pusat politik di wilayah Timur Jepang, namun lama kelamaan kedudukannya terus tergeser dan akhirnya Kamakura betul-betul turun tahta. Walau saat ini hanya berupa kota kecil, masih banyak sisa peninggalan masa lalu yang bisa ditemukan di Kamakura; membuatnya sering disebut sebagai “Kyoto-nya bagian Timur Jepang.
      (1), (2), (3), (4) Kamakura [foto: Sailko/wikimedia, Michaelvito/flickr, dbaron/flickr, TAKA@P.P.R.S/flickr]
      Yang menarik dari Kamakura
      Selain karena faktor waktu tempuh yang cukup singkat dari Tokyo, Kamakura menarik karena kota ini memiliki banyak sekali obyek wisata menarik. Namun secara garis besar, obyek-obyek wisata sejarah, budaya, dan alam merupakan obyek wisata favorit di Kamakura. Untuk wisata sejarah, Kamakura memiliki beberapa kuil maupun monumen populer. Salah satu monumen yang wajib dikunjungi di Kamakura adalah The Great Buddha of Kamakura, atau Kamakura Daibutsu. Patung perunggu Amida Buddha ini memiliki ketinggian 13,35 meter dan sudah dibangun sejak tahun 1252. Sedangkan untuk kuil, Kamakura memiliki banyak sekali kuil bersejarah. Beberapa yang populer dikunjungi antara lain: Tsurugaoka Hachimangu Shrine, kuil Shinto terpopuler di Kamakura; Hasedera Temple, salah satu kuil dimana pengunjung bisa menikmati pemandangan ke arah laut; Zeniarai Benten, kuil tempat pengunjung mencuci uangnya; serta beberapa kuil yang berkaitan dengan aliran Nichiren (salah satu aliran Budha), kuil-kuil yang menjadi saksi sejarah di Kamakura, dan kuil-kuil yang termasuk dalam daftar Kamakura’s Great Zen Temple (Kamakura Gozan).
      (5) The Great Buddha of Kamakura [foto: Specialoperations/flickr], (6) Tsurugaoka Hachimangu [foto: Chris 73/wikimedia], (7) Hasedera Temple [foto: U-kane/wikimedia], (8) Zeniarai Benten [foto: Bernard Gagnon/wikimedia]
      Untuk wisata alam, Kamakura memiliki satu hal yang tidak dimiliki oleh Tokyo, yaitu pantai. Walau sama-sama berada di tepi laut, Tokyo hampir tidak memiliki pantai. Pantai paling populer di Tokyo terdapat di Kasai Rinkai Park, itupun merupakan pantai buatan untuk melindungi taman dari air laut. Kamakura memiliki 5 pantai yang populer dikunjungi saat musim panas. Selain pantai, Kamakura juga memiliki bukit dengan jalur-jalur hiking yang menarik. Tambahan informasi, dari Kamakura wisatawan juga bisa mengakses Enoshima, pulau wisata yang memiliki beraneka obyek wisata menarik: kuil-kuil, taman, gua, dan sebagainya. Untuk detail lebih lengkap mengenai obyek-obyek wisata menarik di Kamakura beserta rekomendasi waktu kunjungan terbaik, ikuti terus tulisan-tulisan selanjutnya ya..
      (9), (10), (11), (12) Pantai-pantai di Kamakura [foto: Urashimataro/wikimedia, TAKA@P.P.R.S/flickr, Michaelvito/flickr, Urashimataro/wikimedia]
      Rekomendasi
      Sebelum menjelajah Kamakura, mampirlah dulu ke Tourism Information Center yang berlokasi di East Exit di Stasiun JR Kamakura (buka setiap hari, pukul 09.15-16.30). Disini pengunjung dapat menyewa audio service dengan harga ¥500*/hari. Audio service tersebut akan aktif secara otomatis saat wisatawan berada di sekitar obyek wisata di Kamakura, dan akan memberikan penjelasan dalam bahasa Inggris maupun Jepang mengenai obyek wisata tersebut. Jadi wisatawan tak perlu khawatir menjelajah Kamakura sekalipun tidak menggunakan pemandu wisata. Keuntungan lain jika mampir ke pusat informasi tersebut, wisatawan bisa memperoleh informasi mengenai aneka free pass yang berlaku di wilayah Kamakura (baik diskon tiket wisata maupun diskon transportasi).
      Aneka obyek wisata lain di Kamakura
      (13) Jochi-ji Temple [foto: Urashimataro/wikimedia], (14) Pemakaman di Jofuku-ji [foto: Tarourashima/wikimedia], (15) Kaizou-ji Temple [foto: Tarourashima/wikimedia], (16) Museum of Literature [foto: Wiiii/wikimedia]
      Akses dari Tokyo
      Di Kamakura, stasiun yang paling mudah di akses dari Tokyo ada 2: Stasiun Kamakura dan Stasiun Kita-Kamakura. Untuk mencapai kedua stasiun tersebut, rata-rata membutuhkan waktu kurang dari 1 jam saja (dari berbagai stasiun di Tokyo). Berikut adalah akses langsung maupun akses termudah dari Tokyo menuju kedua stasiun tersebut:
      Dari Stasiun Tokyo:
      -JR Yokosuka Line, ¥780*, 52-55 menit. Turun di Stasiun Kita-Kamakura.
      -JR Yokosuka Line, ¥890*, 54-58 menit. Turun di Stasiun Kamakura.
      Hanya berlaku untuk unreserved seat. Untuk green seat (=first class) harganya beda lagi.
      Dari Stasiun Shinagawa:
      -JR Yokosuka Line, ¥690*, 47 menit. Turun di Stasiun Kita-Kamakura.
      -JR Yokosuka Line, ¥690*, 46-50 menit. Turun di Stasiun Kamakura.
      Dari Stasiun Shinjuku:
      -JR Shonan-Shinjuku Line (via Tokaido Line), ¥890*, 46 menit. Turun di Stasiun Ofuna, transfer ke JR Yokosuka Line (3 menit), turun di Stasiun Kita-Kamakura atau Stasiun Kamakura.
      Dari Stasiun Shibuya:
      -JR Shonan-Shinjuku Line (via Tokaido Line), ¥780*, 35 menit. Turun di Stasiun Totsuka, transfer ke JR Yokosuka Line, 12 menit, turun di Stasiun Kita-Kamakura.
      -Tokyu Toyoko/Minatomirai Line, ¥260*, 32-40 menit (tergantung naik kereta express atau local). Turun di Stasiun Yokohama, transfer ke JR Yokosuka Line: ¥290*, 21 menit, turun di Stasiun Kita-Kamakura; atau ¥330*, 24 menit, turun di Stasiun Kamakura. Ini akses termurah menuju Kamakura.
      (17) & (18) Stasiun Kamakura [foto: Douglaspperkins/wikimedia, SElefant/wikimedia], (19) & (20) Stasiun Kita-Kamakura [foto: LERK/wikimedia, urashimataro/wikimedia]
      Untuk aneka rail passes di sekitar Kamakura dan Enoshima, lihat disini dan disini.
       
      Trivia
      Familiar dengan nama shogun pertama di Kamakura, yaitu Minamoto Yoritomo? Beliau adalah kakak dari Minamoto Yoshitsune, jendral besar yang disebut-sebut sebagai pahlawan paling tragis se-Jepang karena dikhianati oleh Yoritomo yang selama ini didukungnya (menurut versi Heike Monogatari atau Tale of the Heike). Tokoh Yoshitsune ini cukup sering muncul dalam berbagai game dan manga, salah satunya adalah manga berjudul Shanao Yoshitsune. Tokoh Yoritomo juga cukup sering muncul dalam versi pop, antara lain dalam game Genpei Toumaden dan Sengoku Rance (bersama Yoshitsune). Yang penasaran dengan Yoritomo maupun klan Minamoto lainnya, silahkan mampir ke Kamakura..
      (21) Patung Minamoto Yoritomo [foto: wikimedia], (22) Akses ke makam Minamoto Yoritomo [foto: Tarourashima/wikimedia], (23) Makam Minamoto Yoritomo [foto: Chris 73/wikimedia], (24 Shirahata Jinja, tempat Yoritomo disemayamkan [foto: Urashimataro/wikimedia]
      * * *
      * Harga dapat berubah sewaktu-waktu.
      ** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.
      * * *
      Baca juga:
      Side trip from Tokyo (1): Yokohama
      - Yokohama Chinatown, Kenapa Harus Kesana?
      - Serba-serbi Minato Mirai 21, Landmark Kebanggaan Yokohama
      Side Trip From Tokyo (2): Kawasaki
      - Yang Seru dari Kawasaki: Ikuta Ryoukuchi Park
      Side trip from Tokyo (3): Kamakura
      - Inspirasi Itinerary Kamakura: Obyek Wisata + Hiking Trail
      - Setengah hari di Kamakura, kemana saja?
      - Seru-seruan di Kamakura, mulai dari pantai hingga aneka event tahunan
      Side Trip from Tokyo (4): Enoshima
      - Yang Wajib Dikunjungi di Enoshima
      Side trip from Tokyo (5): Narita
      - Transit di Narita, Main Kesini Dulu Yuk!
    • By ko Acong
      Bosan mengunjungi Japan Hanya tokyo kyoto osaka
      Perlu nih Piknik Denga suasana berbeda 360 derajat Cobalah destinasi anti mainstreem
      yaitu Alpine Route memang biaya agak mahal sikit
      namun kita akan Bahagia dengan pemandangan yang tiba2 berubah satu spot dan lainya
      dan disuguhi Udara yang super Bersih
       untuk menyusuri alpine route kita harus bayar terpisah dari tiket jr mau jr nasional jr west jr east
       yaitu harus bayar option tiket nya 9000 yen tinggal duduk manis
      atau eceranpun ada namun boros 3000 yen (12000 yen )
      Bagaimana cara  ke alpine Route
      dan ini jalur saya yang pasti berbeda dengan pemegang Jr Pas
      Dari Shinjuku Tokyo Pake Bus menuju  matsumoto 4500 yen  3 jam kurleb Wakltu tempuh  Highway Bus
      Tak lupa saya tukarkan  Turis pass  Matsumoto takayama Alpine  beli di turtravel kita seharga 17500 Yen
       dengan Rincian Jr pas mencakup  sinano omachi,  matsumoto .kiso fukushima, Ena , Nagoya , Gifu, Gero Takayama, Hida ,Toyama 
      Saya tidak beli Jr pas karena lebih murah   Rp 1.2 jutan pake paket ini  karena tidak ke Osaka  dan pulang Via Narita PP nya
      Piknik seputaram Alpine Takayama Matsumoto  ,bias mencapai Beberapa  Perfektur
      yang saya kunjungi mempergunakan Jr campur Optionak tiket Alpine berlaku 5 Hari  17500 YEN
      Sbb
      Matsumoto : sayakunjungi  Castel matsumoto salah saqtu yang terkenal Di japan
      Jinjo (lupa namanya dengan warna yang dominan Pinky
      Sala satu perguruan tinggi melegenda  Kaichi school museum
      Kami kochi  sungai yang jernih https://www.google.com/destination/map/topsights?q=ada+apa+di+matsumoto.&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=fflb&site=search&output=search&dest_mid=/m/012xgc&sa=X&ved=2ahUKEwiJqOOR9pfbAhXYeX0KHe6hBnUQ69EBKAAwAHoECAEQLQ#trifp=skpm%3D/m/027qll0
      Narai juku / Kiso Valey :

      Desa kuno yang memegang peran penting untuk jalur Distribusi perdagangan  ke Tokyo Kyoto
      hasil pegunungan Takayama  dan desa seniman keramik juga serta ada satu Obat dewanya yang sangat manjur saying saya ngak bias bacanya
       https://translate.google.com/translate?hl=id&sl=en&u=https://www.japan-guide.com/e/e6080.html&prev=search
      Hida :
      Adalah kota kecil penghasil Kayu paling berkualitas  dengan ahli2 kayunya 
      Pemandangan sekeliling nya indah dengan  dilintasi sungai besar berasal pegunungan takayama
      Dan yang paling unik ada jalan yang berjejer rumah2 kuno dan ada selokan kecil yang isinya ribuan ikan koi besar2  untuk menandakan Bahwa terdampak Bom Atoom  jaman Hirosma  Nagasaki telah Clear dan Hida ini melaui selokan kecil berisi ikan koi gede2 menjadi terkenal seantero negrinya dan universal
      https://www.google.com/destination?q=ada+apa+di+hida+furukawa&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=fflb&site=search&output=search&dest_mid=/m/02jbp_&sa=X&ved=2ahUKEwjY9Na3-JfbAhXaXCsKHe8bDX8Qri4wGXoFCAEQmQE#dest_mid=/m/02jbp_&tcfs=EhoaGAoKMjAxOC0wNi0wNhIKMjAxOC0wNi0xMA 
      https://www.infojepang.net/info-wisata-di-takayama/
      GERO ONSEN
       
       http://video.metrotvnews.com/kokoronotomo/5b2E9mMN-jalan-jalan-di-gero-onsen-gassho-mura
      satu kota  wisata sungai dan onsen umum saying saya dating nya kepagian coba kalo nginap di Gero atao agak sore kemalam tentu mataku berbinar2-binar dengan onsen bareng  nyampur cewe cowo disana  huhuiii jangan Omes ya tradisi mandi bareng  /onsen merupakan suatu kehormatan bagi tradisi local bahwa kita termasuk satu keluarga besar saat itu
      semuanya berdekatan dengan Perfektur Gifu Hanya dengan 175000 Yen  kita bias mengunjungi mtempat tempat ini semua  bias dari Tokyo atau dari Osaka  tentunya berbeda beda JR nya  ingin nyaman beda sikit pegang lah JR pass ingin irit  intip cara sibocah tua nakal mengirit  http://video.metrotvnews.com/kokoronotomo/5b2E9mMN-jalan-jalan-di-gero-onsen-gassho-mura
      Perjalanan Ko Acong nano nano rasanya  tanpa kendalal dan berbagai hambatan terjadi tak sukses namanya  secara “ sibocah tua nakal “  (yang tidak bisa Bhs asing Gadget Low  dan segala kekurangannya }
      Kendala pertama yang menghambat perjalananb saya 5 Hari
      Sbb  : teledor nya saya dikala nukar Turis pass tidak dibaca 
      Saya beli tiket terusan pass Alpine Takayama Matsumoto  sudah Betul
      Namun petugas di JR Tokyo Lalai salah menempelkan ke Kartu Jr west Pass
      Nah kendala pas mau digunakan ditolak oleh petugas lapangan  satu petugas ke  petugas lainyaq tetap ditolak lebih dari 5 orang  waduh apa daya saya sekarang secara saya bawa uang benar2 Dibatas Mutlak hanya 20000 yen untu uang saku selama seminggu 
      Begitu lunglai pass lirik ada japan turis informasi  nah saya coba deh 
      Plis help mi talk Bahasa ????? bengong tuh semua 
      Aduh kumaha atu ieu the wot hepen cantik
      Keluar deh seorang atasannya sambil bawa Hp gede sebesar buku
      Mulai dia taktik tuk eh keluar  suara Indonesia   apa yang bisa kami bantu
      Saya jawab apa macam persoalannya  masih ngak nyambung pake Suara inputnya
      Nah disini bodoh tapi pandai (bawaan sejak lahir ) nya sibocah tua nakal secara saya pernah utak atik Tranlate Bhs ku ketik juga via Abjad  BINGO nyambung deh walo lama mereka sabar
      Sudah tau masalahnya  langsuk bikin Maklumat sakti untuk kepala setasiun  bla blab la mohon untuk Membantu  Lao ye #bos tua ---ini yang salah adalah Pihak JR Tokyo dan ada Catt CP pejabat Jr pusat
      Namun tetap  ada saja tiap ganti perfektur kendala terjadi  saya keluarkan jurus  nakal nya sampe kepala stasiun berkenan keluar kandang nya  dengan pake Googele tralate suara dikencangkan  heboh kan hehehehe swibocah tua nakal punya mainan baru








      Fr Alpine2018.docx













    • By vie asano
      Prolog
      Kemarin-kemarin saya iseng melakukan sedikit riset. Kecil-kecilan saja, sebatas riset di forum Jalan2. Semua berawal dari rasa penasaran, dari sekian banyak kota yang ada di Jepang, kota mana yang paling menarik perhatian Jalan2ers untuk dikunjungi? Menariknya, dari beberapa Jalan2ers yang berencana untuk berwisata ke Jepang, kota Tokyo termasuk kota tujuan wisata yang laris manis masuk dalam itinerary.
      Tokyo memang menawarkan banyak pilihan tempat wisata, mulai dari wisata modern hingga wisata bertema masa lalu. Tapi sebetulnya masih ada daya tarik lain dari Tokyo lho, yaitu posisinya yang dikelilingi oleh beberapa kota maupun tempat wisata menarik lainnya. Kemudahan akses dari Tokyo membuat tempat-tempat tersebut mudah dikunjungi dengan waktu tempuh yang cukup singkat. Beberapa kota bahkan bisa ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam, sehingga bisa menjadi alternatif obyek wisata di sela-sela waktu wisata ke Tokyo.
      Bagi Jalan2ers yang akan berwisata ke Tokyo, atau setidaknya tertarik menjadikan Tokyo sebagai kota tujuan wisata jika suatu saat nanti memiliki kesempatan untuk pergi ke Jepang, saya ingin berbagi informasi seputar kota-kota tujuan wisata sampingan yang letaknya tak begitu jauh dari Tokyo, atau memiliki waktu tempuh yang cukup singkat karena faktor kemudahan akses. Informasi ini akan saya tulis secara global saja, dan jika ada point yang betul-betul menarik, baru akan saya tulis secara terpisah. Harapannya, mudah-mudahan dapat menginspirasi Jalan2ers yang ingin mencari alternatif aktifitas wisata saat berada di Tokyo, maupun bagi yang sedang mempertimbangkan alternatif side trip dari Tokyo..
      Sekilas tentang Yokohama
      Bicara tentang kota tujuan wisata sampingan saat berada di Tokyo, nama Yokohama jelas berada di urutan teratas. Kota yang satu ini dikenal sebagai kota terbesar kedua di Jepang (posisi pertama dipegang oleh Tokyo dan posisi ketiga oleh Osaka) sekaligus menjadi ibu kota dari prefektur Kanagawa. Dulu saat Jepang masih tertutup dari pengaruh Barat (pada Periode Edo 1603-1867), pelabuhan di Yokohama termasuk salah satu yang pertama dibuka untuk asing. Kota yang semula hanyalah kota pelabuhan kecil pun akhirnya semakin berkembang, dan kini Yokohama dikenal sebagai salah satu kota besar di Jepang.
      (1) Yokohama [foto: Skyseeker/flickr], (2) & (3) Yokohama Bay Bridge [foto: Xiquinhosilva/flickr, skyseeker/flickr]
      Kenapa Yokohama?
      Alasan pertama kenapa harus mencoba pergi ke Yokohama, adalah karena lokasinya yang sangat dekat dari Tokyo. Yokohama dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit menggunakan kereta. Tak heran jika kota ini populer sebagai alternatif kota tujuan saat berwisata ke Tokyo karena dapat dikunjungi pulang-pergi dari Tokyo.
      Alasan kedua, karena kota ini juga memiliki banyak obyek wisata menarik. Sebagai kota terbesar kedua di Jepang, banyak sekali yang dapat dilihat di Yokohama. Salah satu yang paling populer adalah Yokohama Chinatown (Yokohama Chukagai), chinatown terbesar di Jepang. Selain chinatown, tempat populer lainnya untuk dikunjungi di Yokohama adalah Minato Mirai. Kawasan ini merupakan kawasan urban yang lokasinya tepat berada di tepi laut dan memiliki banyak atraksi menarik. Untuk Yokohama Chinatown dan Minato Mirai, jika sempat akan saya tulis terpisah ya..
      (4) Chinatown gate [foto: Focx photography/flickr]; (5), (6), (7) Minato Mirai [foto: Luke,ma/flickr, Zaimoku_woodpile/flickr, Xiquinhosilva/flickr]
      Masih banyak lho tempat menarik lain di Yokohama selain chinatown dan Minato Mirai. Sebagai kota pelabuhan, Yokohama memiliki obyek wisata menarik yang berhubungan dengan laut dan kehidupannya. Sebut saja Yamashita Park, taman yang lokasinya berada di sekitar Yokohama's Waterfront. Dari taman ini pengunjung bisa menikmati suasana di pelabuhan Yokohama. Dari Yamashita Park, pengunjung juga dapat mampir ke Osanbashi Pier, pelabuhan yang terletak di antara Minato Mirai dan Yamashita Park. Sedangkan jika ingin menikmati kehidupan laut, bisa mampir ke Hakkeijima Sea Paradise; taman hiburan yang memiliki berbagai fasilitas lengkap mulai dari akuarium hingga wahana permainan.
      (8) & (9) Osanbashi pier [foto: Skyseeker/flickr, Stefan/flickr]
      Sebagai kota dengan pelabuhan pertama yang dibuka untuk asing, Yokohama memiliki kawasan yang menjadi saksi pertemuan antara budaya asing dan budaya lokal Jepang. Kawasan Yamate salah satu contohnya. Disini banyak terdapat bangunan-bangunan bergaya Barat, pemakaman asing, sisa-sisa pemukiman ala Barat (yang telah dialihfungsikan menjadi museum dan sebagainya), dan banyak lagi. Masih banyak daya tarik lain dari Yokohama, seperti taman-taman, aneka museum, kebun binatang, dan lain sebagainya. Untuk museum, beberapa yang direkomendasikan adalah Cup Noodles Museum, Ramen Museum, dan NYK Maritime Museum. Intinya, tak perlu ragu untuk pergi ke Yokohama karena banyak hal menarik yang bisa ditemukan di kota pelabuhan ini..
      (10), (11), (12) Red Brick Warehouse/Akarenga [foto: Scarletgreen/flickr, skyseeker/flickr], (13) Taman di dekat Red Brick Warehouse [foto: Yoshikazu Takada/flickr]
      Akses di/menuju Yokohama (dari Tokyo)
      Tak jauh berbeda dengan Tokyo, moda transportasi utama di Yokohama adalah kereta api dan bus. Terdapat 2 stasiun utama di Yokohama, yaitu Stasiun Yokohama dan Stasiun Shin-Yokohama. Yokohama juga menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki dan akses untuk pejalan kaki di Yokohama cukup baik.
      Untuk akses menuju Yokohama, yang paling mudah tentu saja adalah menggunakan kereta api. Berikut beberapa cara untuk mengakses Yokohama dari stasiun-stasiun besar yang ada di Tokyo plus perkiraan waktu dan biaya transportasinya:
      Stasiun Shinagawa:
      -JR Tokaido Line, ¥280*, 20 menit. Turun di Stasiun Yokohama.
      -JR Yokosuka Line, ¥280*, 20 menit.
      -JR Keihin-Tohoku Line, ¥280*, 30 menit. Turun di Stasiun Yokohama.
      -Keikyu Keihinkyuko Line, ¥290*, 20 menit. Jalur ini juga menghubungkan Stasiun Shinagawa dengan Bandara Haneda.
      Stasiun Tokyo:
      -JR Tokaido Line, ¥450*, 25 menit.
      -JR Yokosuka Line, ¥450*, 30 menit.
      -JR Keihin-Tohoku Line, ¥450*, 40 menit.
      -JR Tokaido Shinkansen, turun di Stasiun Shin-Yokohama. Harga tiketnya mulai dari ¥480* (belum termasuk biaya reservasi tempat duduk), dan waktu tempuhnya kurang lebih 18-20 menit.
      Stasiun Shibuya:
      -Toyoko Line, ¥260*, 25 menit, turun di Stasiun Yokohama. Merupakan akses termurah menuju Yokohama. Untuk akses cepat, pilih kereta jenis limited express maupun express (harga tiket sama dengan kereta lokal).
      -JR Shonan Shinjuku Line, ¥380*, 20 menit.
      Stasiun Shinjuku:
      -JR Shonan Shinjuku Line, ¥540*, 30 menit.
      * * *
      Tak sulit kan bepergian dari Tokyo ke Yokohama? Jadi bagi yang ingin mencari suasana lain selain Tokyo, silahkan berkunjung ke Yokohama. Untuk informasi side trip lainnya, tunggu tulisan berikutnya ya..
       
      * Semua foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.
      Baca juga:
      Side trip from Tokyo (1): Yokohama
      - Yokohama Chinatown, Kenapa Harus Kesana?
      - Serba-serbi Minato Mirai 21, Landmark Kebanggaan Yokohama
      Side Trip From Tokyo (2): Kawasaki
      - Yang Seru dari Kawasaki: Ikuta Ryoukuchi Park
      Side trip from Tokyo (3): Kamakura
      - Inspirasi Itinerary Kamakura: Obyek Wisata + Hiking Trail
      - Setengah hari di Kamakura, kemana saja?
      - Seru-seruan di Kamakura, mulai dari pantai hingga aneka event tahunan
      Side Trip from Tokyo (4): Enoshima
      - Yang Wajib Dikunjungi di Enoshima
      Side trip from Tokyo (5): Narita
      - Transit di Narita, Main Kesini Dulu Yuk!
      Side trip from Tokyo (3): Kamakura
    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      Sebelum nya sedikit intro dahulu bahwa sanya (bahaha bahasa gue), well tanggal 7-15 maret 2016 kemarin saya baru saja melakukan perjalanan dari Osaka - Nara - Kyoto - Seoul. Jadi perjalanan lintas 2 Negara, yang 2 negara ini Jepang dan Korea Selatan merupakan salah dua Bucket Travel Wishlist saya dari sejak lama.
      Namun disini saya mau memberikan sedikit cerita pengalaman saya menggunakan satu alat / media Tranportasi berupa Kartu yang disebut KANSAI THRU PASS

       
      Apa Itu Kansai Thru Pass ?
      Seperti kalian tahu di Jepang ini banyak sekali pass pass atau kartu kartu yang di peruntukkan untuk kemudahan Turis berwisata di Jepang. Sebut saja Pass seperti JR Rail Pass, Kanto Wide Pass, JR West Rail Pass, Kansai Thru Pass dan Pass Lainnya. Yang biasanya di bedakan akan Perusahaan dan Jalur dari Transportasi yang akan di gunakan, baik itu Subway, Kereta Listrik, Bus ataupun lainnya yang di cover oleh Pass tersebut.
      Nah untuk perjalanan ke area Osaka - Nara - Kyoto kali ini saya menggunakan Kansai Thru Pass. Karena Osaka - Nara - Kyoto ini berada dalam kawasan KANSAI. Masih ada 1 Pass lagi untuk area Kansai ini yaitu JR West Rail Pass, sesuai nama depan nya di operasikan oleh perusahaan JR (Japan Rail). Sedangkan Kansai Thru Pass atau disebut juga Surutto Kansai ini di bawah naungan perusahaan Nankai Travel International Co.
      Lebih gampang nya
      Kalian harus pahami maksud dari Selain Moda Transportasi Dari Perusahaan JR, karena ada beda nya dan juga untuk Subway dan MRT, Stasiun nya pun berbeda (walaupun ada Stasiun yang ter Koneksi). Biasa nya Moda Transportasi dari Perusahaan JR ini ada tulisan JR di depan nya. Misal stasiun JR Nara, JR Kyoto. Atau kereta JR Shinkansen, dll
      Nah selain dari Moda Transportasi JR tersebut kalian bisa gunakan dengan Kansai Thru Pass, biasa di singkat jadi KTP (baca kei, ti, pi). Karena cukup banyak Moda Transportasi selain JR di area Kansai ini. Jadi kalian bisa gunakan KTP ini.
       
      Bagaimana Cara Mendapatkan Kansai Thru Pass ?
      Mendapatkan nya dalam kata lain adalah Membeli nya cukup mudah dan bisa di lakukan dari Indonesia juga. Seperti yang saya lakukan kemarin. Saya melakukan pembelian secara online untuk Kansai Thru Pass ini, melalui website Resmi mereka di Nankai Travel International Co
      Langkah Membeli Online KTP sebagai berikut :
      01. Baca terlebih dahulu info lengkap Surutto Kansai Thru Pass di website INI
      02. Lalu masuk ke bagian pembelian Online ke website Nankai Travel International Co
      03. Pilih berapa hari yang kalian perlukan ada yang 2 dan 3 hari dengan harga yang berbeda pula.
      04. Lalu pilih tanggal mulai penggunaan KTP sesuai yang kalian mau
      05. Isi semua data diri dengan Lengkap
      06. Pembayaran menggunakan Kartu Kredit dan mata uang Yen Jepang
      07. Print out bukti booking KTP kalian ini, yang nanti untuk di tukar di Kantor Perwakilan KTP di Jepang ada di beberapa tempat.
       
      Selain pembelian secara Online kalian juga bisa mendapatkan nya secara Offline atau membeli langsung di Kantor atau Perwakilan KTP ini di Jepang, ketika kalian sudah tiba di Jepang. Dengan harga yang sama tentu nya
      Daftar Lokasi Pembelian Kansai Thru Pass di Jepang :
      Kansai Tourist Information Center Kansai International Airport(1st Floor / 07:00 – 22:00) Nankai Electric Railway Kansai-Airport Station Ticket Office (5:00 – 23:29) Osaka Airport Information Center (1st floor, North and South Terminals / North Terminal: 8:00 – 21:00 South Terminal: 6:30 – 21:00) Kyoto Station Bus Information Center (Kyoto Station Karasuma Exit / 07:30 – 19:30) Osaka Visitors' Information Center – Namba (Inside the General Information Center Namba on the 1F of Nankai Building / 09:00 – 20:00) Kansai Tourist Information Center Shinsaibashi(11:00~19:00) Osaka Visitors' Information Center – Umeda (JR Osaka Station, Central Ticket Gate / 08:00 – 20:00) Nara City Tourist Information Center (Alight at Kintetsu Nara Station / 09:00 – 21:00) Shin-Osaka Youth Hostel (Alight at Osaka Municipal Subway Shin-osaka Station / 06:00 – 23:00) Hankyu Tourist Center Umeda Osaka (8:00 – 17:00) Kansai Tourist Information Center Kyoto (10:00 – 18:00) Kansai Tourist Information Center Daimaru Shinsaibashi (10:30 – 21:00) Tourist information Center "Kanku Machidokoro" (KANSAI AIR PORT TERMIANL2 / 11:30 – 22:00) Bagi yang membeli Kansai Thru Pass secara online bisa menukar kan Print Out Booking nya di tempat-tempat di atas dan akan menerima Kartu KTP, sebagai ganti nya.
       
      Hal-Hal Yang Perlu Kalian Tahu Tentang Kansai Thru Pass
      Kansai Thru Pass ini unik karena memang penggunaan awal nya adalah untuk memudahkan traveler berkunjung ke Jepang khususnya area Kansai dengan mendapatkan berbagai potongan harga menarik baik dari Transportasi dan lain hal nya.
      Berikut hal yang kalian harus tahu tentang Kansai Thru Pass :
      01. Kansai Thru Pass hanya bisa digunakan di Area Kansai yaitu Osaka - Kyoto - Kobe - Nara - Wakayama - Hyogo - Shiga
      02. Terdapat 2 jenis KTP yang terbagi atas banyak nya hari yaitu 2 hari dan 3 hari
      03. Harga tiap hari pun berbeda, untuk KTP 2 Hari harganya 4000 Yen, sedangkan KTP 3 Hari harganya 5200 Yen
      04. Penggunaan KTP tidak harus dalam hari yang berurutan misal kan KTP 3 hari tidak harus tanggal 1-2-3. Kalian bisa gunakan bebas                 seperti tanggal 1-2-4 atau 3-5-10 dan seterusnya. Selama dalam jangka waktu 30 hari masa aktif
      05. Di Kyoto kalian akan menggunakan banyak KTP ini karena jalur nya lebih tercover oleh Bus, yang biaya nya tercover oleh KTP ini
      06. Pembelian Kansai Thru Pass disertai buku Panduan KTP berisikan Panduan lengkap wisata di Kansai, Map kereta yang menggunakan             KTP dan juga Voucher Diskon untuk beberapa Tempat Wisata yang ada di Kansai
       
      Efektifkah Menggunakan Kansai Thru Pass ?
      Untuk hal ini saya sendiri pernah menanyakan dan berdiskusi dengan banyak orang sebelum memutuskan untuk menggunakan KTP ini. Dimana efektifitas nya itu dinilai akan banyak hal. Seperti Biaya, Waktu dan juga Keuntungan Lainnya.
      Untuk saya pribadi cukup terbantu dalam hal Berhemat biaya Transportasi selama 3 hari di Kansai di mana jika di hitung :
      One Way dari Kansai Internasional Airport ke Osaka itu paling murah sekitar 1100 yen, jika Pulang Pergi sudah 2200 yen. Lalu perjalanan Pulang Pergi Osaka - Kyoto paling murah sekitar 1200 yen. Kemudian Kyoto - Nara one way sekitar 710 yen. Belum lagi dengan destinasi saya lain nya seperti Area Osaka, area Kyoto (Bus) yang total bisa lebih dari 3000 yen. Jadi cukup membantu dalam soal berhemat.
      Namun untuk Efisien Waktu agak kurang bagus karena Jalur kereta dari Kansai Thru Pass ini rata-rata sangat jauh jadi cukup memakan waktu. Contoh dari Kansai Airport ke Osaka jika menggunakan JR Railways hanya perlu waktu sekitar 45 menit, namun jika menggunakan KTP ini menghabiskan waktu sekitar 2 jam lebih karena harus berganti beberapa kali Jalur Kereta di Stasiun.
      Untuk hal ini saya juga mempersiapkan diri dengan membeli ICOCA Card mirip PASMO Card yang di Tokyo, kegunaan nya hanya untuk Transportasi Perusahaan JR. Karena saya juga perlu efisien waktu tidak habis di jalan, karena hanya punya waktu sekitar 4 hari di Osaka - Kyoto - Nara.
      Jadi apakah Kansai Thru Pass ini efisien ? Bagi saya tergantun dari hal apa, jika melihat dari Biaya jelas sangat efisien karena terbantu mengurangi biaya. Namun jika dari hal waktu kurang efisien karena waktu terbuang percuma di Kereta / Subway.
      Demikian lah semoga jadi referensi buat kalian yang mungkin mau ke Kansai Jepang
    • By vie asano
      Masih tentang aneka frequently asked question tentang Jepang. Pada tulisan bagian pertama,
      Saya sudah berbagi informasi tentang aneka hal mendasar yang biasa ditanyakan sebelum berwisata ke Jepang. Pada bagian kedua,
      Obyek Wisata
      T: Saya baru pertama kali pergi ke Jepang. Ada rekomendasi kemana saya harus pergi jika berwisata ke Jepang.
      J: Jika kalian termasuk first time traveler ke Jepang, disarankan untuk mencoba pergi ke Tokyo lebih dulu. Ibukota negara Jepang ini cocok untuk mengawali perkenalan kalian terhadap wisata Jepang. Di kota ini ada wisata sejarah, budaya, arsitektur modern, hingga aneka taman bermain. Sedangkan jika kalian lebih tertarik mencari sesuatu yang otentik dan tradisional, pergilah ke Kyoto maupun Nara. Kedua kota tua tersebut relatif asli dan menarik dikunjungi oleh mereka yang suka sejarah.
      ____________________ T: Selain Tokyo, Kyoto, dan Osaka, kota mana saja yang jadi tujuan wisata terpopuler di Jepang?
      J: Untuk kota-kota wisata terpopuler di Jepang, silahkan baca ini:
       
      ___________________________________________________________
      T: Denger-denger Kyoto itu kota yang mahal? Apa benar wisata ke Kyoto lebih mahal dibanding Tokyo?
      J: Sepintas, Kyoto memang terasa lebih mahal dibanding Tokyo. Itu karena di kota ini mayoritas tempat wisatanya (seperti kuil dan istana) menerapkan tiket masuk. Namun bukan berarti kota ini nggak ramah bagi budget traveler, karena sebetulnya masih banyak wisata gratisan yang bisa ditemukan disini. Informasi lebih lengkap bisa baca
       
      Arashiyama Bamboo Forest, Kyoto. Foto:
      sumber ___________________________________________________________
      T: Hokkaido itu dimana? Apa saja yang menarik disana?
      J: Hokkaido merupakan nama sebuah pulau sekaligus prefektur yang letaknya berada di sisi utara Jepang. Untuk informasi tentang Hokkaido dan aktifitas menarik yang bisa dilakukan disana, bisa baca
      dan
       
        _______________
      T: Saya berencana untuk wisata ke Tokyo, tapi inginnya sih sekaligus wisata ke kota lain. Kota mana saja yang bisa dijadikan side trip dari Tokyo?
      J: Ada beberapa kota yang posisinya tak begitu jauh dari Tokyo dan populer sebagai side trip yang bisa dikunjungi pulang pergi, mulai dari Yokohama, Kawasaki, Kamakura, Enoshima, Narita, Hakone, Nikko, hingga Kinugawa Onsen. Detail tentang masing-masing kota tersebut bisa dibaca disini: Side Trip from Tokyo (1): Yokohama,
      Side Trip from Tokyo (3): Kamakura,
      Side Trip from Tokyo (5): Narita,
      Another Trip from Tokyo (2): Nikko.
        T: Apa bedanya kuil Shinto dan kuil Budha? Mana yang lebih menarik untuk dikunjungi?
      J: Kuil Shinto merupakan kuil yang dibangun untuk melakukan kegiatan peribadatan ajaran Shinto yang merupakan kepercayaan asli penduduk Jepang, sementara kuil Budha jelas merupakan kuil untuk agama Budha. Namun pernah ada masa dimana kedua agama tersebut mengalami akulturasi dan akhirnya melahirkan arsitektur kuil yang memadukan kedua ajaran tersebut, sehingga tak heran jika kalian menemukan ada kuil Shinto yang juga memasang patung Budha, maupun melihat kuil Budha yang dilengkapi dengan patung dewa-dewa Shinto. Baik kuil Shinto maupun kuil Budha memiliki daya tarik yang membuatnya menarik untuk dikunjungi.
      ___________________________________________________________
      T: Berapa harga rata-rata tiket masuk ke obyek wisata di Jepang?
      J: Tergantung jenis obyek wisatanya dan juga kotanya. Misalnya saja untuk kuil. Di Tokyo, rata-rata kuilnya bisa dimasuki secara cuma-cuma. Namun di Kyoto, rata-rata kuilnya menerapkan tiket masuk dengan harga antara 100-500 yen* (kecuali untuk Kokodera Temple yang tiket masuknya 3000 yen*). Sedangkan untuk taman bermain, bisa mulai dari 800 yen* hingga ribuan yen.
      ___________________________________________________________
      T: Apa di Jepang selalu turun salju saat musim dingin?
      J: Sayangnya tidak. Hanya daerah tertentu saja yang mengalami musim dingin bersalju, sementara daerah lainnya hanya merasakan udara dingin saja. Informasi lebih lengkap, bisa baca disini:
      Shirakawa-go di musim dingin. Foto:
      sumber ___________________________________________________________
      T: Saya penasaran dengan Gunung Fuji! Gimana caranya pergi kesana dari Tokyo?
      J: Saya pernah mengulas tentang Gunung Fuji dan juga area Fuji Five Lakes. Untuk lebih jelasnya, bisa baca disini:
       
       
       
       
      ___________________________________________________________
      T: Apa bedanya onsen dan sento? Jika saya ingin mencoba onsen, dimana onsen terbaik yang direkomendasikan?
      J: Secara mudah, sento merupakan pemandian umum yang sumber air panasnya menggunakan air yang dipanaskan; sementara onsen merupakan pemandian dengan air panas alami. Detail tentang sento bisa dibaca disini: Sento (Public Bath) di Tokyo part 1, Sento (Public Bath) di Tokyo part 2. Sedangkan jika ingin menikmati onsen di Jepang, silahkan mengintip dulu beberapa tulisan berikut ini:
       
       
       
      dan
      ___________________________________________________________
      Semoga informasinya bermanfaat!
      Baca seri lengkapnya:
    • By vie asano

      Sudah tahu kan kenapa harus mempertimbangkan untuk sekolah di Jepang? Sudah tahu juga beberapa skenario yang bisa dicoba agar bisa bersekolah di Jepang? Kalau belum, silahkan baca dulu tulisan sebelumnya (dengan cara klik link pada tulisan di atas). Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi tips dan trik seputar sekolah di Jepang, mulai dari memilih sekolah, hingga cara menghubungi calon pembimbing.
       
      Tips memilih sekolah di Jepang
      1. Pertama dan yang paling utama, sama seperti halnya saat akan masuk perguruan tinggi di Indonesia, tentukan dulu mau memilih jurusan atau menekuni bidang apa. Masalah jurusan ini sangat penting lho. Salah seorang kenalan saya pernah mengalami krisis identitas jurusan. Karena kesulitan mencari jurusan yang sesuai kata hati, akibatnya dia mengambil kuliah di universitas antah berantah jurusan nomaden, alias setiap tahun pindah-pindah tempat kuliah dan berganti jurusan. Jadi sebelum mendaftar ke sebuah sekolah/kampus, pastikan dulu apa minat Anda. Seberapa besar minat Anda terhadap jurusan tersebut? Kan nggak lucu setelah jauh-jauh pergi ke Jepang akhirnya malah luntang lantung karena nggak cocok dengan jurusan yang dipilih.
       
      Itu untuk yang memilih kuliah S1. Bagi calon mahasiswa S2 maupun S3, tentukan dengan benar bidang apa yang ingin ditekuni. Pemilihan bidang ini akan menjadi salah satu acuan penting untuk memilih pembimbing yang dapat membantu kita bersekolah di Jepang.
       
      2. Setelah menetapkan jurusan maupun bidang yang akan ditekuni, saatnya memilih universitas yang akan menjadi tempat untuk menimba ilmu. Agar bisa menimba ilmu secara maksimal, sebaiknya pilih tempat kuliah yang memiliki spesialisasi di bidang yang akan ditekuni maupun jurusan yang akan diambil. Misalnya saja, jika ingin mengambil jurusan teknologi, ya carilah universitas yang terkenal memiliki kurikulum bagus di bidang teknologi seperti Tokyo Institute of Technology maupun Universitas Tokyo. Begitu juga jika ingin menekuni bidang seni, bisa memilih spesialisasi seni tertentu (desain, musik, dan sebagainya).
       
      3. Biasanya, dilema lain yang muncul adalah pilih universitas negeri atau swasta ya? Di Jepang, kualitas antara universitas negeri maupun swasta sebetulnya sama saja. Perbedaan mencolok terletak pada masalah biaya. Jika biaya tidak jadi masalah, maka kampus negeri atau swasta akan sama saja. Namun jika mengincar potongan biaya pendidikan maupun kemudahan biaya lainnya, sebaiknya memilih universitas negeri.
       
      4. Tips lain untuk memilih universitas yang tepat, adalah pertimbangkan juga masalah kota tempat lokasi kampus tersebut berada. Kampus yang berada di kota besar (seperti Tokyo) tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit, khususnya dalam masalah biaya hidup. Iklim di kota tersebut juga salah satu yang perlu diperhatikan. Saya telah menyinggung sekilas mengenai iklim di Jepang melalui tulisan ini. Daerah utara Jepang memiliki iklim yang relatif lebih dingin dibanding daerah selatan. Jadi jika kira-kira memiliki masalah dengan suhu yang terlalu dingin maupun terlalu hangat, sebaiknya carilah kampus di kota yang memiliki iklim yang paling ramah terhadap kondisi tubuh.
       
      Tips saat mencari dan menghubungi calon pembimbing
      1. Untuk cara mencari calon pembimbing, seperti sudah disinggung disini, cara termudah adalah dengan memanfaatkan koneksi. Minta saran dari siapa saja yang sudah pernah menempuh pendidikan di Jepang. Cara lainnya adalah dengan bertanya pada mbah google. Perhatikan korelasi antara bidang studi yang ingin ditekuni dengan bidang keahlian doktor maupun profesor yang akan jadi calon pembimbing. Kan aneh kalau mencari pembimbing yang ahli nuklir, padahal rencananya ingin menekuni bidang arsitektur.
       
      2. Selain harus jeli memilih pembimbing yang memiliki keahlian di bidang yang akan kita tekuni, salah satu pertimbangan lain dalam memilih pembimbing adalah track record-nya. Sudah jadi rahasia umum ada beberapa pembimbing yang hanya memanfaatkan mahasiswa untuk membantu penelitiannya dan tidak berkontribusi banyak dalam membimbing mahasiswa. Selain itu, ada juga pembimbing yang kurang memahami cara membimbing mahasiswa asing (yang berarti harus berhadapan dengan perbedaan budaya, bahasa, dan sebagainya). Nah, salah satu indikator yang bisa digunakan untuk memilih pembimbing adalah track record-nya dengan mahasiswa asing. Seringkah pembimbing tersebut menerima mahasiswa asing? Banyakkah mahasiswa asing bimbingannya yang berhasil selepas lulus sekolah?
       
      3. Salah satu cara terbaik untuk mengontak calon pembimbing adalah melalui email. Tak apa jika tidak bisa berbahasa Jepang, karena email bisa dibuat dalam bahasa Inggris. Namun perlu diketahui juga tidak semua doktor/profesor di Jepang menguasai bahasa Inggris. Jadi jika kegiatan surat menyurat akan dilakukan dalam bahasa Inggris, carilah pembimbing yang memahami bahasa Inggris. Oya, jangan kaget juga jika tiba-tiba ditanya mengenai kemampuan berbahasa Jepang ya, karena beberapa pembimbing mensyaratkan kemampuan berbahasa Jepang (walau untuk level percakapan sehari-hari.
       
      4. Saat menghubungi calon pembimbing, jangan langsung mengharapkan balasan. Tunggulah 2-3 minggu (bisa juga hingga 4 minggu) karena seorang doktor/profesor pastilah memiliki jadwal yang padat. Tak ada salahnya mengirim email ke beberapa calon pembimbing dalam satu waktu, tentunya selama calon pembimbing tersebut memiliki kualifikasi di bidang yang akan ditekuni.
       
      5. Bagaimana jika ditolak oleh pembimbing? Tenang, dunia belum kiamat. Jangan dulu buru-buru ngambek dan batal kuliah di Jepang. Di Jepang ada ribuan doktor/profesor dan tak sedikit dari mereka yang membutuhkan mahasiswa asing. Jangan salah, bukan hanya mahasiswa asing yang perlu pembimbing lho. Doktor/profesor juga perlu mahasiswa asing agar bisa go internasional, dan universitas/kampus juga perlu mahasiswa asing untuk menaikkan ratingnya. Jadi jangan putus asa jika ditolak. Tetap ucapkan terima kasih karena telah merespon email Anda, dan tak ada salahnya meminta rekomendasi koleganya yang membutuhkan mahasiswa asing.
       
      6. Perhatikan tata bahasa yang digunakan saat menghubungi pembimbing. Orang Jepang mengutamakan sopan santun saat berinteraksi, jadi tata bahasa sangatlah penting.
       
      7. Untuk contoh email pada calon pembimbing, saya mengambil contoh sumber dari e-book yang ditulis oleh Sunu Wibirama (klik link untuk melihat e-book aslinya). Bagi yang nggak sempat buka-buka e-book nya, kurang lebih strukturnya sebagai berikut:
       
      - Subject: .. < nama kita > < nama universitas asal > - < nama beasiswa > < tahun ajaran > for .. < isi dengan Research Student/Master Degree/Doctoral Degree > in University < isi dengan nama universitas tujuan >. Merasa kepanjangan? Nggak apa-apa, karena ini untuk membedakan dengan email lainnya.
      - Salam pembuka: ucapkan salam dengan menyebut nama pembimbing.
      - Isi email: berisi perkenalan (menyebut nama, biodata singkat), penjelasan mengenai riset yang telah dikerjakan, permohonan untuk mengikuti riset yang sedang dilakukan oleh pembimbing.
      - Penutup: lampirkan beberapa dokumen pelengkap seperti bermacam sertifikat, dan surat rekomendasi (jika ada).
       
      8. Setelah dapat pembimbing, apa yang harus dilakukan? Jangan langsung pesta dan bersenang-senang ya. Tetap jalin kontak dengan beliau, jika perlu sesekali melalui telepon. Jangan lupa minta surat keterangan telah diterima oleh pembimbing yang bersangkutan. Tujuannya untuk memudahkan jika ingin mencari beasiswa.
       
      Lalu ada tips untuk mencari beasiswa ke Jepang nggak? Dan dimana cara mendapat informasi berbagai universitas di Jepang? Tunggu tulisan selanjutnya ya.
       
      Semoga bermanfaat.
      ***
      Baca seluruh seri tentang sekolah ke Jepang:
      Belajar ke Jepang? Ini Alasan yang Harus Dipertimbangkan
      Beberapa Skenario untuk Sekolah ke Jepang
      Kuliah ke Jepang? Ini Tips dan Trik-nya
      Mau Dapat Beasiswa ke Jepang? Begini Caranya.
    • By vie asano
      Jepang boleh saja dikenal sebagai salah satu negara dengan jaringan kereta api dan subway terumit di dunia. Kereta dan subway pun menjadi moda transportasi andalan bagi penduduk Jepang dan juga wisatawan yang berwisata ke Jepang. Namun perlu diketahui juga jika bus pun memegang peranan penting dalam moda transportasi di Jepang. Bus menjangkau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh kereta dan subway, dan bahkan untuk beberapa kota yang tak terlalu besar seperti Kyoto, bus menjadi moda transportasi utama mengalahkan kereta dan subway. Jadi nggak ada salahnya bagi wisatawan untuk mengenal sedikit tentang moda transportasi bus di Jepang.
      Bus di Jepang, foto:
      thanhnientudo Sebagai Gambaran Awal, Inilah Macam Bus di Jepang
      Secara mudah, bus di Jepang dapat dibedakan dalam kategori berikut ini: bus dalam kota, highway bus (atau bus jalan tol), dan bus wisata. Bus dalam kota, atau bus lokal, merupakan bus yang bergerak di dalam kota saja. Bus ini menjadi moda transportasi kedua di kota besar seperti Tokyo, namun menjadi moda transportasi utama di kota kecil dan menengah. Highway bus merupakan bus yang bergerak di jalan tol dan fungsinya sebagai alat transportasi untuk berpindah kota dari satu kota ke kota lainnya. Sedangkan bus wisata merupakan jenis bus yang dioperasikan dengan tujuan untuk wisata dan bukan untuk digunakan sehari-hari. Yang termasuk dalam jenis bus wisata ini seperti shuttle bus dan sightseeing bus.
      Sightseeing bus di Tokyo, foto:
      wikimedia commons Khusus untuk tulisan ini, saya akan membahas lebih lanjut tentang bus lokal. Untuk highway bus maupun jenis bus lainnya akan saya ulas terpisah.
      Mengapa Wisatawan Asing Perlu Mengetahui Seluk Beluk Bus di Jepang?
      Di Jepang, tidaklah sulit jika ingin menggunakan kereta dan subway sekalipun kalian tidak menguasai bahasa Jepang. Seiring dengan semakin tingginya perhatian akan sektor wisata, saat ini kalian bisa dengan mudah menemukan berbagai petunjuk arah maupun informasi dalam bahasa Inggris di berbagai stasiun dan kereta di Jepang.
      Namun itu tidak berlaku untuk bus. Setidaknya, hingga saat ini mayoritas bus di Jepang masih minim dari sentuhan bahasa Inggris. Umumnya informasi masih disajikan dalam bahasa Jepang, pun dengan supir bus yang tidak mengerti bahasa Inggris. Itulah mengapa naik bus di Jepang bisa cukup mengintimidasi bagi wisatawan asing, khususnya jika kalian pergi ke kota-kota dimana bus menjadi moda transportasi utama.
      Beginilah Caranya Naik Bus di Jepang
      Sekalipun bus di Jepang terasa mengintimidasi, bukan berarti kalian nggak bisa menaklukkan hal tersebut. Berikut ini beberapa tips umum yang bisa dicoba saat naik bus di Jepang.
      1. Naiklah bus dari halte bus. Untuk masuk ke dalam bus, umumnya menggunakan pintu belakang maupun pintu tengah, dan turun lewat pintu depan. Kecuali jika bus hanya memiliki satu pintu, maka masuklah dari pintu tersebut.
      Tambahan: timetable bus bisa dilihat di halte bus.
      Naik bus dari pintu tengah atau belakang, foto:
      weshare 2. Saat baru masuk, kalian akan menemukan mesin kecil yang akan mengeluarkan tiket. Ambil tiketnya dan perhatikan nomor yang tertera di tiket tersebut. Gunanya nomor itu adalah untuk menentukan biaya perjalanan yang harus dibayar (yang akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya jarak tempuh, kecuali jika bus yang dinaiki menggunakan flat rate). Sedangkan jika kalian menggunakan kartu IC seperti Suica atau Passmo, jangan lupa men-scan kartu saat akan masuk ke dalam bus.
      3. Di dekat supir bus biasanya akan ada monitor yang menunjukkan angka-angka. Untuk mengetahui biaya yang harus kalian bayarkan, cari nomor yang sesuai dengan nomor tiket dan lihat harga yang tertera disebelahnya. Untuk bus dengan tiket flat rate, mungkin saja display ini tidak tersedia.
      Foto:
      reviewmylife 4. Saat mendekati halte tujuan, tekan tombol yang terdapat di dinding maupun tiang di dekat tempat duduk. Tombol tersebut berfungsi untuk memberitahu supir bus jika kalian akan turun di pemberhentian berikutnya.
      Tips: hapalkan dengan benar halte bus tujuan, jika perlu catat namanya, karena mungkin saja informasi yang tersedia hanya menggunakan bahasa Jepang.
      Tombol untuk berhenti di tiang bus, foto:
      closertojapan 5. Saat akan turun, bayarkan biaya perjalanan dengan memasukkan sejumlah uang ke dalam kotak di dekat supir. Bayar dengan uang pas ya! Jika nggak punya uang kecil, kalian bisa menukarkan uang tersebut di mesin penukar uang yang juga terletak di dekat supir. Jangan lupa masukkan juga tiket yang diambil saat masuk ke dalam bus.
      Catatan tambahan: untuk bus yang menggunakan flat rate, ada kemungkinan biaya harus dibayarkan di awal saat naik ke dalam bus.
      Berapa Sih Biaya Untuk Naik Bus di Jepang?
      Harga tiket bus berbeda-beda untuk setiap kota. Sebelumnya, ketahui dulu jenis harga yang berlaku dalam sebuah bus. Ada bus yang menerapkan harga berdasarkan zona, yaitu tarif bertambah seiring dengan bertambahnya jarak tembuh; dan ada juga yang menerapkan regular charge/flat charge. Untuk tarif berdasarkan zona, harganya bisa mulai dari 100-200 yen untuk dewasa, dan diskon 50% untuk anak-anak. Sedangkan untuk tarif flat rate, bisa mulai dari 200 yen-an.
      Cara Untuk Mengetahui Bus yang Harus Dinaiki
      Sama seperti kereta dan subway, bus di Jepang juga bergerak berdasarkan rute/jalur tertentu. Biasanya jalur tersebut diwakili oleh angka maupun warna yang bisa dilihat di peta rute bus. Untuk mencari tahu bus mana yang harus dinaiki, cari tahu halte bus mana yang terdekat dengan tempat tujuan dan bus mana yang berhenti di halte tersebut. Kalian mungkin saja harus pindah jaur beberapa kali sebelum bisa mencapai halte yang dituju.
      Sebagai contoh, inilah rute bus di Kyoto. Silahkan diklik untuk melihat langsung jalur bus di kota Kyoto. Misalnya saja jika ingin pergi ke Gion, kalian harus naik bus no 12, 46, 100, 201, 202, 203, 206, atau 207 yang berhenti di halte bus Gion. Jika kalian berangkat dari depan Stasiun Kyoto (yang dilalui oleh bus no 4, 5, 9, 17, 26, 28, 50, 100, 101, 205, 206), maka kalian bisa naik bus nomor 100 maupun nomor 206. Silahkan coba melihat sendiri obyek wisata favorit kalian dan halte bus terdekat, sambil menerka-nerka bus mana yang seharusnya diambil untuk bisa sampai ke halte bus yang diinginkan.
      Semoga bermanfaat!