Sign in to follow this  
vie asano

Jalan-Jalan Ke Jepang: Berburu Ninja

15 posts in this topic

Jika menyebut kata “ninjaâ€, apa yang akan kalian bayangkan? Sosok ninja Hattori dalam anime Ninja Hattori, sosok Naruto dan teman-temannya dalam anime Naruto, aneka film bertema ninja seperti American Ninja dan Kura-kura Ninja, atau lainnya? Apapun itu, yang pasti sosok ninja merupakan salah satu aspek dalam budaya tradisional dan sejarah Jepang yang paling misterius. Kemisteriusan ninja membuatnya menarik untuk diadaptasi dalam berbagai budaya pop modern, yang akhirnya memunculkan rasa penasaran akan sosok ninja yang sebenarnya dan mengundang siapapun yang tertarik dengan ninja untuk datang dan berwisata ke Jepang sebagai negara tempat ‘kelahiran’ ninja.

 

gallery_843_1101_160735.jpg

Anime Naruto Shippuden, contoh adaptasi sosok ninja dalam budaya pop modern, via uwants 

 

Masalahnya, nggak sedikit yang menganggap ninja hanyalah mitos belaka, dan kemampuan khusus yang dimiliki oleh seorang ninja hanyalah kreasi berlebihan dari karya sastra tempo doeloe. Padahal, ninja itu memang (pernah) ada di Jepang. Bahkan hingga saat ini kalian masih dapat mengunjungi beberapa peninggalan yang menegaskan eksistensi ninja di Jepang. Bagi yang ingin mengenal lebih lanjut tentang ninja dan cara untuk mengunjungi berbagai peninggalan sejarah yang berhubungan dengan ninja, kenalan dulu dengan ninja di Jepang yuk!

 

Tentang ninja, ahli spionase dan senjata rahasia dari Jepang

Ninja (kanjinya bisa juga dibaca sebagai “shinobiâ€) merupakan sebutan bagi prajurit yang memiliki keahlian “nggak biasa†dibanding prajurit pada umumnya. Seseorang baru bisa disebut sebagai ninja jika dia telah menguasai ninjutsu, yaitu strategi dan teknik bertarung yang merupakan kombinasi dari teknik mata-mata serta survival skill. Misalnya saja, salah satu keahlian khusus yang dimiliki oleh ninja adalah mahir menggunakan berbagai senjata rahasia, ahli menyusup ke kediaman lawan, bergerak tanpa bersuara, berjalan di atas air, melakukan berbagai manipulasi visual, terbang menggunakan layang-layang, dan banyak lagi; sesuatu yang nggak dipelajari dalam ilmu bela diri biasa. Karena keahlian utamanya adalah spionase, profesi ninja ini diselimuti dengan rahasia, serba misterius, identik dengan “trik dan jebakanâ€, dan itulah yang membuat dokumen yang menguliti kehidupan ninja sulit untuk ditemukan.

 

gallery_843_1101_39573.jpg

Ninja, via worsal 

 

Sebetulnya nggak jelas sejak kapan profesi ninja ini ada. Profesi mata-mata sekaligus pembunuh di Jepang di duga sudah muncul sejak abad ke-4, walau nggak ada catatan yang pasti tentang hal tersebut. Baru pada abad ke-10, beberapa taktik dan keahlian yang biasa digunakan oleh ninja mulai disebut dalam literatur. Profesi ninja semakin berkembang pada abad ke-11, dan pada masa tersebut reputasi klan Iga dan Koga sebagai klan ninja terbaik semakin dikenal luas. Banyak daimyo yang lantas memanfaatkan jasa ninja dari Iga maupun Koga untuk bermacam tujuan (terutama untuk memenangkan sebuah pertempuran), terutama pada abad ke-15 dan 16 saat politik Jepang sedang tidak stabil. Setelah periode Edo dimulai (tahun 1603), ninja dipekerjakan secara khusus oleh shogun Tokugawa untuk memata-matai para daimyo di setiap daerah. Banyak ninja terkenal yang akhirnya mengabdi pada klan Tokugawa, salah satunya adalah Hanzo Hattori (pasti pernah dengar nama itu kan?).

 

Ciri khas dan keahlian dari ninja

Ada beberapa perbedaan interpretasi ninja dalam berbagai literatur dan adaptasi modern dengan kenyataannya. Misalnya saja, dalam hal kostum. Saat ini ninja kerap digambarkan mengenakan kostum serba hitam dengan wajah yang nyaris tertutup. Pada kenyataannya, karena sifat profesinya yang memang serba rahasia, nggak ada bukti khusus maupun dokumentasi resmi jika ninja memiliki kostum serba hitam seperti yang dikenal saat ini. Justru kostum ninja asli diduga mirip dengan kostum samurai (sehingga tidak mencolok) yang dimodifikasi untuk memudahkan pergerakan. Dan, saat sedang menjalankan misi, seorang ninja tidak akan mengenakan pakaian ketat berwarna hitam yang akan terlihat mencolok di tengah cahaya bulan. Ninja asli akan mengenakan pakaian ketat berwarna biru laut gelap yang dianggap lebih adaptif secara visual terhadap berbagai situasi dan kondisi di lapangan.

 

gallery_843_1101_400359.jpg

Beberapa gadis mencoba berkostum ala ninja di sebuah tempat wisata, via selasar 

 

Begitu juga dalam hal senjata. Ninja kerap digambarkan membawa shuriken, yaitu senjata rahasia berbentuk bintang yang dapat dilontarkan kapanpun diinginkan. Namun konon ninja asli nggak selalu membawa shuriken karena akan membuat identitas mereka sebagai ninja terbongkar jika ada pemeriksaan saat mereka tengah menjadi mata-mata. Ninja asli akan membawa senjata yang mirip dengan benda-benda yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya seperti kama atau sabit rumput (jika diberi tambahan tali dapat digunakan sebagai alat pemanjat dinding), ashikaga atau sepatu berkait khusus untuk menginjak permukaan licin di sawah (yang bisa dimanfaatkan untuk memanjat dinding maupun memberikan tendangan khusus), dan banyak lagi. Tentu saja ada senjata yang memang betul-betul digunakan dalam pertarungan seperti katana (pedang panjang), shuriken, kunai (pisau berbentuk ujung mata tombak), dan sebagainya.

 

gallery_843_1101_144871.jpg

Sebagian kecil ragam senjata yang biasa digunakan oleh ninja, via Julio Ponce/pinterest 

 

Menelusuri jejak ninja di era modern

Pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para penggemar ninja adalah: Apakah saat ini ninja itu masih ada? Kalau ada, dimana bisa melihat mereka secara langsung?

 

Untuk menjawab apakah ninja masih ada atau tidak, mari kembali ke masa beberapa ratus tahun silam. Saat politik Jepang semakin stabil, perlahan tapi pasti profesi ninja pun semakin menghilang. Saat ini ninja diduga telah punah, walau sebetulnya hal ini nggak bisa dipastikan dengan akurat. Ingat, ninja adalah seorang mata-mata dan juga pembunuh gelap profesional, sehingga jati diri mereka yang sebenarnya sangatlah rahasia (dan pada kenyataannya, sampai saat ini masih ada yang mengaku dirinya sebagai ninja maupun ninja terakhir di Jepang). Namun, kalian bisa mengunjungi beberapa tempat yang menjadi saksi bisu eksistensi profesi ninja yang tersebar di berbagai tempat di Jepang. Minimal, kalian bisa mengunjungi berbagai tempat di Jepang yang menjual ‘ninja’ sebagai daya tarik utamanya. Berikut beberapa diantaranya:

 

[to be continued] 

Share this post


Link to post
Share on other sites

1. Kota Iga Ueno, prefektur Mie

Iga Ninja Museum alias Ninja Museum of Iga-ryu.

 

gallery_843_1101_231052.jpg

Ninja Museum of Iga-ryu, via Hide-sp/wikipedia 

 

Klan Iga, bersama dengan klan Koga, dikenal sebagai klan ninja terkuat dan paling terkenal di seantero Jepang. Dan, eksistensi klan Iga ini bukan omong kosong belaka karena pada kenyataannya kota Iga ini memang betul-betul ada. Namun sejak tahun 2004 kota ini kerap disebut sebagai Iga Ueno karena dibentuk dari penggabungan wilayah Iga, kota Ueno, dan beberapa desa lainnya.

 

Saat ini, Iga Ueno terkenal akan atraksi bertema ninja-nya. Obyek wisata yang paling terkenal di kota ini adalah Iga Ninja Museum atau Ninja Museum of Iga-ryu; sebuah museum kecil yang menarik karena sarat akan informasi tentang kehidupan ninja yang sesungguhnya, khususnya ninja dari klan Iga. Di museum ini terdapat Iga-ryu Ninja House, alias rumah ala ninja. Dari luar rumah tersebut terlihat seperti rumah biasa, padahal di bagian dalamnya terdapat banyak pintu pintu tersembunyi, rute rahasia untuk melarikan diri, dinding putar, tempat untuk menyimpan senjata, hingga perangkap dan jebakan untuk lawan.

 

gallery_843_1101_130733.jpg

Seorang kunoichi (ninja perempuan) menunjukkan tempat penyimpanan senjata rahasia di Iga-ryu Ninja House, via 222 

 

Selain itu, di museum ini pun pengunjung dapat melihat berbagai senjata yang dimiliki oleh ninja, bermacam kode rahasia, pengenalan kehidupan ninja, hingga melihat berbagai pertunjukan dan demonstrasi penggunaan senjata ninja. Dan untuk menutup waktu kunjungan, terdapat berbagai pernak-pernik original yang dijual di toko souvenir.

 

gallery_843_1101_30170.jpg

Ninja show, via arabnews 

 

Point plus dari museum ini:

Lokasinya berdekatan dengan obyek wisata lain di Iga Ueno, yaitu Ueno Castle dan Danjiri Museum. Di Danjiri Museum wisatawan juga dapat menyewa kostum ninja untuk digunakan saat berjalan-jalan mengelilingi kota.

 

Detail teknis:

Alamat: 117-13-1 Ueno Marunouchi, Iga-shi, Mie-ken

Jam operasional: 09.00-17.00, tutup setiap tanggal 29 Desember-1 Januari.

Harga tiket: 756 yen (dewasa), 432 yen (anak-anak). Ada diskon khusus untuk group yang lebih dari 30 orang, dan ada tiket khusus bagi yang ingin melihat pertunjukan ninja.

Google maps: < klik

Akses:

< klik > 5-10 menit jalan kaki dari Stasiun Uenoshi.

< klik > untuk akses dari Tokyo.

< klik > untuk akses dari Kyoto.

 

2. Kota Koka, Prefektur Shiga

Ninja Village

 

gallery_843_1101_462231.jpg

Menjadi ninja di Ninja Village, via go.biwako/flickr 

 

Selain klan Iga, klan Koka (atau Koga) juga terkenal akan atraksi bertema ninja-nya. Itu karena Iga dan Koga sama-sama memiliki reputasi sebagai klan ninja terkuat di masa lalu. Walau atraksi ninja di Koga ini belum dimaksimalkan seperti yang dilakukan oleh kota Iga, ada beberapa spot bertema ninja yang bisa ditemukan di kota ini. Salah satunya adalah Koka Ninja Village (alias Koka Sato Ninjutsumura).

 

Sesuai dengan namanya, Ninja Village merupakan sebuah atraksi bertema ninja yang dirancang dengan konsep desa ninja. Desa ini lokasinya cukup terpencil (kalian harus jalan kaki 30 menitan dari stasiun terdekat untuk mencapai desa ini), namun cukup menarik karena di tempat ini banyak terdapat atraksi yang akan membuat kalian semakin mengenal kehidupan ninja. Ada museum yang menampilkan berbagai manual dan peralatan yang dulu pernah digunakan oleh ninja Koga, rumah yang dilengkapi dengan berbagai jebakan dan pintu tersembunyi, atraksi melempar shuriken, bahkan pengunjung bisa menjajal berjalan di atas air seperti yang biasa dilakukan oleh ninja sejati. Tentunya dengan bantuan peralatan khusus sehingga kalian nggak akan tercebur dan basah.

 

gallery_843_1101_57405.jpg

Mencoba berjalan di atas air layaknya ninja sejati, via go.biwako/flickr 

 

Point plus dari tempat ini:

Ada banyak pilihan atraksi yang bisa dilakukan oleh pengunjung, sehingga berkunjung ke tempat ini nggak akan membosankan.

 

Detail teknis:

Alamat: 394 Kokacho Oki, Koka, Prefektur Shiga 520-3405

Jam operasional: 10.00-16.00 (hari kerja), 09.00-17.00 (akhir pekan dan musim liburan). Tutup setiap hari Senin, atau hari berikutnya jika Senin bertepatan dengan hari libur nasional).

Harga tiket: 1030 yen*

Google maps: < klik

Akses:

< klik > 30 menit jalan kaki dari Stasiun Koka, atau naik shuttle bus gratis menuju Ninja Village. Jika nggak ada shuttle bus, bisa menghubungi 0748-88-5000 untuk minta disediakan bus.

< klik > akses dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Koka, tinggal dilanjutkan dengan naik shuttle bus menuju Ninja Village.

< klik > akses dari Stasiun Kyoto menuju Stasiun Koka.

 

Ninja Mansion

 

gallery_843_1101_341865.jpg

Ninja Mansion, via higorono.blogspo

 

Satu lagi atraksi menarik bertema ninja yang bisa ditemukan di Koka ini adalah Ninja Mansion, atau Ninjutsu Yashiki. Tempat ini merupakan sebuah hunian yang dulunya dimiliki oleh Mochizuki Izumonokami yang berasal dari keluarga ninja Koga terkenal dibanding keluarga ninja Koga lainnya, dan usia bangunannya telah mencapai 300 tahunan. Dan, seperti yang bisa kalian harapkan dari rumah seorang ninja, mansion ini pun dipenuhi dengan berbagai perlengkapan menarik seperti aneka pintu rahasia, jalur tersembunyi, hingga aneka ragam jebakan. Wisatawan juga bisa mencoba melempar shuriken di jalur khusus yang telah disediakan.

 

Point plus dari tempat ini:

Walau tempatnya relatif terpencil dan kalian harus berjalan kaki cukup jauh dari stasiun terdekat, namun suasana khas ala kota kecil yang bisa kalian lihat saat menuju ke mansion ini cukup menarik untuk diamati. Tambahan lainnya, tempat ini menyediakan pamflet dalam bahasa Inggris.

 

Detail teknis:

Alamat: 2331 Konancho Ryuboshi, Koka, Prefektur Shiga 520-3311

Jam operasional: 09.00-17.00, tutup setiap tanggal 27 Desember-1 Januari.

Harga tiket: 600 yen*

Google maps: < klik

Akses:

< klik > 20 menitan jalan kaki dari Stasiun Konan (via JR Kosatsu Line).

< klik > akses dari Stasiun Kyoto menuju Stasiun Konan.

 

[to be continued]

Share this post


Link to post
Share on other sites

3. Kota Nagano, Prefektur Nagano

Selain kota Iga Ueno dan Koka, kota Nagano dikenal sebagai salah satu kota yang punya kaitan erat dengan dunia ninja. Dulu, sebuah sekolah ninja bernama Togakure Ninja School pernah terdapat di kota ini (didirikan oleh prajurit yang belajar ilmu ninja dari klan Iga), sehingga nggak heran jika aura per-ninja-an masih cukup terasa disini. Setidaknya ada 2 tempat bernuansa ninja yang bisa dikunjungi di Nagano, yaitu Togakure Ninpo Museum dan Kids Ninja Village.

 

Togakure Ninpo Museum

 

Dulu, di akhir abad ke-12 seorang samurai bernama Nishina Daisuke mempelajari ninjutsu dari klan Iga paska kekalahannya dalam sebuah perang. Dia lantas memadukan ilmu ninjutsu ala klan Iga dengan ilmu beladiri dari Cina dan Tibet, dan akhirnya melahirkan ilmu ninjutsu ala Togakure. Ninjutsu Togakure ini lantas menjadi salah satu aliran ninjutsu yang cukup terkenal, dan sebuah sekolah ninja didirikan untuk mengajarkan aliran ninjutsu Togakure yang disebut Togakure School of Ninpo.

 

gallery_843_1101_51257.jpg

Togakure Ninpo Museum, via minkara.carview 

 

Saat ini Togakure School of Ninpo memang sudah nggak ada. Untuk mengenang sejarah ninja di kota Nagano yang usianya mencapai 800 tahun, didirikanlah Museum of Togakure School of Ninpo a.k.a Togakure Ninpo Museum. Museum ini terdiri dari beberapa bangunan, yang mana salah satunya merupakan sebuah rumah ninja. Dari luar, rumah ninja ini terlihat seperti rumah biasa. Namun saat masuk ke bagian dalamnya, ternyata jalurnya rumit dan banyak pintu tersembunyi.

 

gallery_843_1101_164188.jpg

Salah satu jalan rahasia di rumah ninja, via yoshi/blog.goo.ne.jp 

 

Selain punya sebuah rumah ninja, museum ini juga dilengkapi dengan bermacam display yang berkaitan dengan ninja Togakure, seperti aneka foto maupun perlengkapan khas ninja.

 

gallery_843_1101_284600.jpg

Display di museum ninja, via yoshi/blog.goo.ne.jp 

 

Point menarik dari tempat ini:

Museum ini berada dalam satu kompleks dengan Museum of Tagushi Folklore, sebuah museum yang menampilkan bermacam peralatan dan perlengkapan yang biasa digunakan oleh penduduk setempat di masa lalu. Tambahan lainnya, museum ini paling keren dikunjungi saat musim panas. Lokasinya yang ada di gunung akan memberikan sedikit kesejukan di tengah teriknya musim panas di Jepang.

 

Detail teknis:

Alamat: 3688-12, Togakushi, Nagano City

Jam operasional: 09.00-17.00, penjualan tiket hingga pukul 16.30.

Harga tiket: 500 yen*

Google maps: < klik >    

Akses: naik bus no 70 atau 71 dari Stasiun Nagano yang menuju ke Togakushi (waktu tempuh kira-kira 65 menit).

< klik > 1,5 jam dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Nagano, via shinkansen.

 

***

 

Kids Ninja Village

 

gallery_843_1101_312710.jpg

Anak-anak mencoba jadi ninja di Kids Ninja Village, via 4travel 

 

Jika Togakure Ninpo Museum menyasar pengunjung dari kalangan dewasa, maka anak-anak bisa mengunjungi Kids Ninja Village (alias Chibiko Ninja Mura). Tempat ini merupakan sebuah theme park bertema ninja yang dirancang untuk anak-anak, walau ada juga beberapa atraksi yang cocok untuk orang dewasa. Di theme park ini terdapat aneka atraksi ketangkasan ala ninja, mansion dengan ilusi optik, dan banyak lagi.

 

Detail teknis:

Alamat: 3193, Togakushi, Nagano City 381-4101

Jam operasional: 09.00-17.00, penjualan tiket hingga pukul 16.30.

Harga tiket: 500 yen* (tiket masuk saja), 300 yen*/atraksi yang ingin diikuti, 800 yen* (sewa kostum ninja).

Google maps: < klik >     

Akses: naik bus no 70 atau 71 dari Stasiun Nagano yang menuju ke Togakushi (waktu tempuh kira-kira 65 menit).

< klik > 1,5 jam dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Nagano, via shinkansen.

 

***

 

4. Tokyo

Tokyo selalu menjadi kota favorit bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang. Sayangnya, Tokyo relatif jauh dari Iga Ueno, Koka, maupun Nagano. Tokyo juga nggak memiliki budaya dan tradisi ninja layaknya ketiga kota tersebut. Walau begitu, bukan berarti kalian nggak bisa merasakan pengalaman ber-ninja saat berada di Tokyo lho. Coba deh mampir ke dua tempat berikut ini, mudah-mudahan ini bisa menghibur rasa penasaran kalian akan ninja di Jepang.

 

Sainenji Temple/makam Hanzo Hattori

 

Ninja merupakan sosok yang penuh misteri karena tugas utamanya berkaitan dengan mata-mata. Namun, siapa sih yang nggak kenal dengan sosok Hanzo Hattori? Ninja yang satu ini bisa jadi merupakan salah satu ninja yang paling dikenal sepanjang masa dan paling sering diadaptasi dalam berbagai karya modern. Ninja sekaligus samurai yang juga dikenal dengan nama Hattori Masanari kerap digambarkan sebagai ahli strategi yang luar biasa dan sangat mahir menggunakan tombak.

 

Ngomong-ngomong, karakter Hanzo Hattori ini bukan karakter fiktif lho. Ninja yang berasal dari klan Iga ini betul-betul nyata, dan bahkan makamnya bisa kalian kunjungi di Tokyo. Cobalah untuk berkunjung ke kuil Sainenji (kini bernama kuil Anyoin) yang terletak di daerah Shinjuku. Kuil yang didirikan oleh Hanzo Hattori setelah dia mengundurkan diri dari dunia pertempuran dan menjadi pendeta Buddha ini menyimpan salah satu bukti eksistensi ninja ternama itu, yaitu tombak yang dulunya digunakan oleh Hattori (berukuran 2,58 meter dan berat 7,5 kg). Di kuil ini pun terdapat makam dari Hanzo Hattori, dan makam dari Nobuyasu (menantu Oda Nobunaga) yang dibuat oleh Hattori.

 

gallery_843_1101_132555.jpg

Makam Hanzo Hattori, via gabuchan.wordpress 

 

Tips:

Jika ingin melihat tombak Hattori, datanglah di siang hari. Tombak ini hanya dapat dilihat jika sedang tidak ada upacara Buddha, maupun jika pendeta di kuil ini sedang nggak sibuk.

 

Detail teknis:

Alamat: 2-chome 9-Wakaba, Shinjuku-ku, Tokyo 160-0011

Jam operasional: 24 jam

Harga tiket: free

Google maps: < klik >      

Akses:

< klik > 8 menit jalan kaki dari Stasiun Yotsuya.

 

***

 

Ninja Restaurant Akasaka

 

gallery_843_1101_92529.jpg

Seorang waitress berkostum ninja tengah menyiapkan sebuah menu di restoran Ninja Akasaka, via twistedsifter 

 

Oke, tempat ini mungkin nggak menawarkan pengalaman ala ninja yang sesungguhnya karena Ninja Akasaka ini hanyalah sebuah restoran yang mengadopsi tema ninja dan kehidupannya. Namun setidaknya di tempat ini kalian dapat bersantai menikmati aneka makanan dan minuman yang telah dipesan sambil menikmati suasana ala desa ninja yang dirancang dengan cukup cermat, dengan pelayan berbaju ninja yang kerap muncul tiba-tiba dari balik pintu rahasia. Asyiknya, di sela-sela menikmati hidangan, kalian akan dihibur oleh ‘ninja’ yang mahir memainkan aneka trik sulap.  

 

Detail teknis:

Alamat: Akasaka Tokyu Plaza 1st floor, 2-14-3 Nagatacho, Chiyoda, Tokyo 100-0014

Jam operasional: 17.00-01.00 (Senin-Sabtu), 17.00-23.00 (Minggu)

Google maps: < klik >       

Akses:

< klik > 4 menit jalan kaki dari Stasiun Akasakamitsuke.

 

***

 

5. Lainnya

Sebetulnya masih banyak kota lain yang juga memiliki budaya ninja yang masih eksis hingga saat ini. Misalnya saja di Kyoto ada Toei Eigamura (baca disini: Toei Kyoto Studio Park part 1, Toei Kyoto Studio Park part 2) yang memiliki atraksi bertema ninja serta menyewakan kostum ninja yang dapat digunakan saat mengelilingi theme park tersebut. Kemudian ada Nijo Jinya, sebuah bekas pengingapan yang sudah berdiri sejak Periode Edo (1603-1868) yang dilengkapi dengan berbagai pintu rahasia dan jebakan seperti rumah ninja. Intinya, nggak usah berkecil hati jika kalian tertarik dengan ninja namun nggak sempat berwisata ke Iga Ueno, Koka, Nagano, maupun Tokyo, karena siapa tahu di kota tujuan wisata kalian pun ada obyek wisata maupun atraksi bertema ninja yang bisa kalian kunjungi. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

UPDATED

 

@vie asano

katanya di kyoto ya ada desa ninja gitu

kita bisa sewa baju nya untuk coba

 

Toei Eigamura ya mod? Itu taman hiburan doang sih. Emg ada atraksi dan fasilitas ala ninja juga disana.

 

sepertinya budayanya masih terasa didaerah Iga, Nagano & Koka :ph34r:

 

Betul, walau sayangnya sekarang budaya ninja hanya sebatas untuk wisata saja di kota2 tersebut....

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Vara Deliasani
      Universal Studio Japan (USJ)

       
      Universal Studi Japan (USJ) merupakan tujuan utama gw dalam perjalanan ke Jepang kali ini,, karena gw emang doyan banget baca Harry Potter. Baca loh yaaaa.. bukan nonton, bahkan 1 pun filmnya ga ada yang gw tonton sampe selesai. abisnya kalo setelah baca buku lalu nonton film suka jadi bete karena ga sesuai dengan apa yang gw imajinasikan. So.. daripada kecewa mendingan gw ga nonton filmnya. hahaha
      Oke balik lagi ke cerita kunjungan ke USJ. Sebenernya pengennya ke USJ pada saat hari kerja biar ga terlalu rame.. tapi apa boleh buat jadwal ga memungkinkan.. Gw kesana tanggal 4 Desember 2016, pas banget jatuhnya di hari minggu. Udah kebayang pasti penuh. Jadilah diniatin sampe USJ harus pagi banget dan begitu pager dibuka mau langsung lari menuju ke area Harry Potter (sebelom keramean). Karena planningnya gitu jadinya gw harus beli tiket USJ dari pas masih di Jakarta. Berhubung yang paling deket rumah itu JTB akhirnya diputusin buat beli di JTB.
      Tiketnya cuma selembar gitu. Open date dan berlaku selama 1 tahun. Walaupun jangka waktunya 1 tahun tapi cuma bisa dipakai untuk 1 kali kunjungan. Pada saat pembelian tiket dijelasin kalo tiket ini cuma buat sekali masuk, jadi kalo udah keluar gabisa masuk lagi. Beda banget sama Universal Studio Singapore yang keluar masuk sampe pusing.
       


      Tiket USJ dari JTB
       
      Dari Osaka Hana Hostel menuju USJ harus sekali ganti kereta. Dari Shinsaibashi station menuju ke Osaka Station, lalu ganti ke JR line dan turun di Universal City. Untuk pembayaran transportasi ga di cover yaa sama day pass yang dapet dari paketan Yokoso Pass, kenapa? karena perjalanan ke USJ harus menggunkan JR line. Jadi gw beli ICOCA buat bayar transportasi sekalian nanti selama di Tokyo.
       

      ICOCA Card
       
      Hari yang di nanti akhirnya tiba!!!  Lalu seperti biasa... gw dan kebodohan gw kembali menjadi perusak rencana. Kali ini gw salah setting alarm. AAAAAAAKKKKKKKK!!! Niatnya bangun pagi banget trus jam 8an udah harus sampe di USJ. Tapi kenyataannya jam 8 BARU BANGUN. HAHAHAHAHA. Telaaattt deeehhhh.. Blom lagi pake salah liat peta dan salah stasiun. hahahaha. Jadinya jam 9.30 baru sampe USJ. Udah pengen nangis kebayang pasti bakalan penuh. 
      Turun dari kereta, gw jalannya udah lesu gitu, kehilangan semangat. hahahaha. Tapi begitu liat gerbang USJ waaahh ternyata ga terlalu rame. Belom serame cendol.. Waaaaahhhhh... gw langsung semangat lari ke dalem.
      Btw kita ber 2 ga sempet sarapan jadinya ngebungkus onigiri, tadinya udah takut tas diperiksa trus onigirinya dibuang.. tapi ternyata pas nyampe gate ga diperiksa. Yeeeeeiiiii... tapi sayang cuma bawa 4 biji. Tau gitu kan bawa 15 bijiiiii, sekalian buat bekel makan siang sampe malem. hahahaha. Padahal lumayan kaaaaann bisa irit... maklum lah rencananya seharian disana dan makanan disana mahal.

      Pintu Utama USJ
       

      Map USJ
       
      Oke sampe didalam langsung panik lari ke arah kanan, buru-buru jalan ke arah Harry Potter. Sampe di depan area gw pikir bakalan dibatesin gitu masuknya. Harus pake ngambil tiket yang ada waktu masuknya gitu. tapi ternyataaaaaa.... aaaaaahhhh ga pake tiket. Yeeeeiiiiiii!!! kayanya sih karena masih pagi jadi belom terlalu rame. Masuk area Harry Potter, ga pake liat kiri kanan langsung menuju Hogwarts buat ngantri main Harry Potter and the Forbidden Journey. Antrinya udah 100 menit. Dan ga ada single ride. Ya udahlah yaaaaa... terima aja. Masuk ke antrian sambil makan bekel onigiri.
      Ga berasa udah nyampe giliran.. semangat banget langsung naik dengan cengengesan. Ternyata cuma bentar banget ride-nya.. cuma kedip-kedip udah kelar aja gitu. Gw sama laki gw begitu selesai cuma liat2an trus langsung ketawa meringis.. udaaaahhh??? gitu doaaaanggg???? hahahahhaha. Ngantri 100 menit, mainnya cuma 5 menit. Udah gitu ga ada single ride.. mungkin karena itungannya sepi kali yaaa jadi ga dibuka single ridenya. Atau mungkin memang ga ada? Ntahlah... tapi saran gw emang pertama masuk harus kesini dulu. Karena ride ini emang yang paling rame.
      Beres dari situ kita putusin muter-muter area Harry Potter dulu baru setelah itu geser ke area Jaws.
      Di dalam are ini ada 2 ride utama, selain Harry Potter and the Forbidden Journey ada Flight of The Hippogriff. Laki gw males ngantrinya.. gw juga ikutan males. Masih kebayang pegel ngantri. Jadilah kita muter-muter sambil foto-foto aja. 
       


       
       



      Sebelum keluar kita sempetin mampir ke Wand Magic, kebetulan antrinya cuma 15 menit aja,. Disini bakalan ketemu Ollivander, nanti kita semua disuruh masuk ke ruangan lalu Ollivander bakalan milih satu orang buat nyoba dan milih wand yang pali sesuai. Ntah kenapa tiba-tiba GW YANG KEPILIH!!!! OEEEMMMMJIIIIHHH!!! Majulah gw, disuruh nyobain beberapa tongkat. Ujung2nya "dapet" tongkat yang cocok.. trus disuruh pegang dan keluar ruangan.. gw udah GR aja kaaannn.. Gw pikir beneran dikasih. Lumayaaannn kaaaaannn.. Ternayat begitu diluar ruang disuruh beli aja cuuuiiii. OGAAAAAHHH. hahahaa. Males banget.. mendingan duitnya buat makan. (Iyaaaa gw pelit. hahaha).
      Oke udah puas muter-muter disini akhirnya kita putusin buat pindah ke area lain. Kalo diliat di peta USJ kita muternya berlawanan dengan jarum jam.. Jadi tujuan berikutnya adalah area Amity Village. Di area ini ride utamanya cuma Jaws. Liat antrian 60 menitan gitu. Cek antrian single ride wah cuma 5 menit. Jadi diputusin buat ambil antrian single ride aja. Ga barengan gpp orang tujuannya emang mau mainya kaaann.. Ga pake lama2 ngantri langsung deh naik ke perahu. Seru sih yaaaaa.. tapi sayang bahasa Jepang. Ya ga paham laaah gw mba2nya cerita apa. Tapi overall oke lah. Seru juga, apalagi ledak2annya gitu. Cuma sayang gw ga kebagian basah2an. hahaha (yang lain berharap ga kena basah gw malah pengennya basah2an). Ya abis ga seru kaaaannn kalo ga basah,,, ga ada ceritanya.
      Ga sempet foto siang-siang karena pengen ngejer show di waterworld yang udah mau mulai. Jadi foto "ikan"nya pas malem deh.

       
      Beres dari area Amity Village pindah ke Waterworld. Seru sih yaa.. cuma lagi-lagi gw ga paham mas mbak nya cerita apa. Ya kaliiiii dia kira semua bisa bahasa Jepang. Jadilah cuma duduk sambil celingak celinguk. Tapi actionnya oke lah. Gw mau sih nonton lagi. Cuma lebih oke kalo pake bahasa inggris. Shownya sendiri sekitar 15-20 menit kalo ga salah.

      Salah Satu Sudut di Waterworld
       
      Beres nonton atraksi di Waterworld kita langsung pindah ke area Jurrasic Park. Tadinya sih laki gw mau naik The Flying Dinosaur, tapi begitu liat cuma digantung gitu trus pake muter-muter langsung dia mundur teratur. hahaha. Kalo gw sih emang udah niat ga bakalan mau naik. Makin berumur makin ga kuat main beginian. Tanda-tanda ke jompo-an.

      Akhirnya selama di area ini kita cuma ngetawain yang naik roller coaster sambil makan onogiri. Abis itu langsung main Jurrasic Park - The Ride. Ceritanya naik perahu trus keliling area Jurrasic Park, trus nanti ada tanjakan trus meluncur turun gitu. Udah gitu doang. Kita ber2 emang cupu. hahaha. Tapi lagi2 gw ga basah. Kecewaaaaaaaaa.......
      Setelah itu  pindah area lagi.. Kali ini giliran area San Francisco. Di area ini ada 2 ride, yaitu Back to The Future dan Backdraft. Sayangnya back to the futurenya lagi di renovasi. Ngoookkkk. Jadi cuma main Backdraft aja. Backdraft ini kalo di Universal Studio Singapore kaya Lights Camera Action. Kta dibawa ke area yang di set kaya tempat syuting Backdraft. Lagi2 bahasa Jepang,, tapi untung gw udah pernah nonton filmnya, jadi yaa lumayan ngerti lah ya. Antrinya juga ga lama cuma sekitar 40 menitan.

      Dari situ pindah lagi ke area New York.. disini ada Spiderman dan Terminator. Buat Spiderman kita pake single ride lagi.. cuma ngantri 30 menit aja. Ridenya mirip kaya Transformer  di Universal Singapore. Kalo terminator kombinasi 3D dan Live Show. Keren.. tapi gw paham ceritanya. hahaha.

      Disini juga harusnya ada Space Fantasy tapiiii tapiii tapiiii.. ditutup buat acara Cool Japan. KECEWAAAAAAAAAHHHHHHH. Padahal ini dan Back to The Future merupakan mainan yang paling gw tunggu2. 
      Didepannya Back to The Future aditutup pake kayu-kayu dilukis gambar Minions gitu.. jadilah buat menghibur diri kita foto-foto disini aja.

       
      Lalu mendadak ujan aja doooonggg. UJAAAAAAANNNNNNNN 
      Dari situ lanjut ke area Hollywood, disini ada Hollywood Dream - The ride tapi kan ujan.. jadi tutup deeeh... Gw emang ga bakalan naik tapiii tapiii tapiii kan ga asik ajaaaaaaa...

      Kalo kata @syahrulsiregar gw semacam gadis pengundang hujan (Gadis yaaaa.. gadis..). Karena ujan emang suka ngikutin gw. Bahkan nanti sampe ngikut gw ke Takayama pas gw janjian sama om alul. Karena ujan ya udah deh kita main yang ga penting-penting yang di indoor sambil muter-muter sambil foto-foto. Semua parade juga di cancel. Syeeeddddddiiiiiiiiihhh...
      Kita keasikan main sampe lupa makan. Padahal udah jam 7 malem. Padahal cuma baru diganjel makan onigiri 2 biji/orang. Mendadak laper... akhirnya kita putusin udaha aaah.. Pulang ke Hotel. Lagian besok pagi-pagi udah harus jalan ke Shirakawago.
      Kesimpulan : Seru sih yaaa main kesini. Boleh lah dicoba. Kalo antrian panjang manfaatin aja single ride, lumayan bisa menghemat waktu dan tenaga. Toh dateng kesana niatnya main kan.. jadi ga barengan gpp lah yaaa. Perlu beli express pass? hhhmmm... kalo ada duit lebih sih gpp, tapi mending adteng terus liat kondisi dulu aja. kalo emang antriannya udah ga ketolong banget, bahkan dengan single ride, ya boleh lah beli express pass.
      Dadaaaaaaaahhhh USJ... Sampe ketemu laaaagiiiiiii..... Gw bakalan balik lagi khusus buat main Back to The Future dan Space Fantasy dan nonton Parade. 

       
       
      Link Terkait:
      Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
    • By Ikamarizka
        HARI KE 4 "Hida Folk Village"
      HIDA FOLK VILLAGE

      Perjalanan hari ini berdasarkan brosur yg paling menarik mata ahahahaha. Bener2 dateng pagi bgt ke Nohi station bus dan langsung comot brosur apapun yg bikin saya 'ON'. ok Hida Folk Village berhasil menarik perhatian saya dengan sejarah Takayama nya. Beli tiket bus dan tiket tempat wisata langsung di stasiunnya and Chow!! Ga pake lama, perjalanan cuman skitar 20 menit kok dari nohi station.
      Seneng bangeddd pake ddd karena pas dateng bertepatan dgn festival Boneka. apa sih fest boneka? pantengin terus yup ehehehe
      Suasana Hida Folk Village bener2 seperti tinggal di jaman Edo. Semua serba tradisional. Ada sekitar 11 rumah di dalam desa ini. TAKJUB dgn cara penataan mereka. bahkan dari jaman dahulu pun tata cara mereka hidup sudah sangat teratur. Di Takayama Hida Village ini juga mempunya cuaca yg Ektrim bgt. Demi kelangsungan hidup mereka, bercocok tanam pun dilakukan juga di dalam rumah. Lantai mereka kebanyakan terbuat dari campuran khusus agar hangat (mirip2 rumah sasak di Lombok yg gunain campuran kotoran kerbau untuk lantainya). Cuaca dingin bisa menggempur daerah ini selama 9 bulan, hanya tersisa 3 bulan utk mreka bercocok tanam. Salju bisa menumpuk sampai 2 Meter di atap ranting mereka (makadari itu rumahnya agak agak mirip di shirakawago) 
      Kimono Kimono ini udah berumur lebih dr 100 thn. Terbuai bgt dgn motifnya.. ga kebayang ini berapa harganya. Yg Yukata biasa aja harganya bisa 30jt. ini brapa yaaaagh.
       
      Di setiap Rumah Hida Folk Village ini ada Pengrajinnya lho. Yup generasi penerus mereka masih tinggal di desa ini. dan setiap rumahnya sangat unik. Setiap rumah mempunyaI tatanan yg beda, sesuai dgn penghuninya. Gambar yg di atas rumah pemilik penenun ulat sutra. 
       
      Nah kalo yang ini pemahat alat2 dapur dan lain lain. takjub dgn cara kerja dia, ga pake digambar lhooo.. langsung dipotong dr batangan pohon zzzzZZZZ
      Rumah ini dihuni oleh Penjahit pernak pernik... duh.. detailnya bikin gigit jari bgt sih. pgn bgt beli cuman krn handmade jadi ya gitu deh... muahaaal. Cuman saya langsung bisa membayangkan kalo di posisi dia, ngerajut depan pintu, sepoi sepoi sambil ngusel dibawah tongkatsu (bener ga nih namanya) ahahahha pasti enakkk bgt ( apa jgn2 kebanyakan bengong sambil makan indomie) 
         
      okeh ini dia nih rumah pengrajin fav gw. namanya 'The one Man Hand Artist'. kenapa disebut one hand? karena dia ngukir dan mahat dgn satu tangan aja. gokiiiils!! awalnya saya kebanyakan bengong liat karya karyanya. ya masa iya cuman pake satu tangan. dan iya bener aja.. tangan kanan nya aja yg ngukir.. yasalam terpukau.. coba liat deh hasil tangan seniman ini (fyi dia ga pake sketch lho....)
      berhubung saya juga suka bgt mahat... langsung berasa bgt 'cemen"'''''' buahahahhahaha. ada videonya nih sebenrnya dia lagi mahat. berhasilL diabadikan. cuman ya gitu.. belum di edit ahahahaha.sabar sabar aja yup.         Festival Boneka Hida Folk Village. 
      festival ini dibuat oleh dgn tujuan 1. mendoakan kebahagiaan utk anak perempuan mereka. jadi satu boneka ini merupakan simbol kasih sayang dari orang tua mereka kepada anaknya agar dapat hidup bahagia. lucu ya.. udah ga terhitung berapa banyak boneka yg dibuat disini. semua handmade lho 
      Puas muter2 di Hida folk village.. besok kemana lagi yaaaaaaaah...







    • By Rizkio
      Cari temen terutama cewe (akunya juga cewe) yang mau liburan ke jepang nih. Berangkat februari 28th 2018 CGK-NAR balik March 6th 2018 NAR-CGK 
      Itinerary masi tentative, utamanya si explore tokyo aja karena cuma 6 hari hehe...
      adakah yang rencana tanggal segitu
    • By twindry

      Yosh!!! setelah kehilangan ide mau nulis apa lagi, akhirnya dapat wangsit juga mau nulis apa. berbekal pertanyaan2 teman sekantor saya yang akan berangkat ke jepang, maka muncullah ide untuk nulis "Do and Dont. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama di jepang". disini saya akan menjelaskan beberapa peraturan tidak tertulis yang berlaku di jepang. semoga postingan ini bisa membantu teman2 yang akan ke jepang untuk pertama kalinya ya.
       
      1. Dilarang makan / minum selama menggunakan transportasi umum
       

      source : mbah gugel
      jepang terkenal akan kebersihan lingkungannya. jangankan makan / minum, ngomong bisik2 aja sebenarnya tidak boleh selama kita berada di transportasi umum semisal subway, kereta, atopun bus.
       
      2. Ngomongnya bisik2 aja ya
       

      ssst jaga ketenangan gan
      saya juga kurang tau kenapa orang jepang semuanya diam ketika berada di dalam transportasi umum. ada yg dengerin lagu di hp pake headset, ada yang baca komik, ada yang maen game (tapi silent), dll. bahkan bus pariwisata yang saya tumpangi ke kawaguchiko aja ngak boleh ngomong kuat2. padahal bus nya untuk hepi2 loh kan. bahaha. yang jelas kalo teman2 mau ngomong di dalam bus ato subway, bisik2 aja ngomongnya. biar ngak diliatin ama seisi penumpang ato di tegur ama supir bus (kayak saya). bahkan telepon seluler pun harus di silentkan ya kalo di transportasi umum. jangankan hp bunyi, permen jatoh aja kedengaran sampai ke ujung gerbong. bahahah. tahan malu aja kalo tiba2 hp bunyi pas di dalam subway. biasa.... panggilan bisnis (jualan ke tante2) bahahah.
       
      3. No Tip
       

      source : mbah gugel
      bagi teman2 yg suka kasi salam tempel alias ngasi tip, kalo udah di jepang ngak perlu lagi ya. karena kalo ngasi tip adanya malah di teriakin ama yang dikasi. kirain uang teman2 ketinggalan.
       
      4. Habis makan beresin sendiri
       

      tuh di sediain kain pel di atas meja. buat lap muka juga oke karena sueger kainnya bahaha
      nah ini yang masih agak kurang di budaya kita. padahal bagus loh budaya ini. di jepang sehabis makan di rumah makannya, konsumen sendiri lah yang beresin meja nya. mulai dari beresin remah2an makanan yang berceceran di meja, sampai nge lap meja yang udah dipake. jadi jangan heran kalo misalnya kita lupa beresin meja dan di teriakin ama penjaga tokonya. kan malu bahaha kecuali #thepowerofsetianovXXXX bahahaha (no offense)
       
      5. Nyebrang liat kode ya
       

      begitu lampu ijo yang nyebrang kayak gini. awas kebawa arus
      bagi teman2 yang ngak peka kode2an, kalo di jepang agak peka dikit ya. meskipun bukan cuman di jepang sih. rata2 di luar negeri kita ngak bisa nyebrang sembarangan. harus di zebra cross dan ada kode ato tanda tertentu. kalo di jepang lampu warna ijo dan ada tanda bunyi dari tiang lampunya berarti kita boleh nyebrang. jangan coba2 nyebrang sewaktu lampunya merah. karena bisa tiba2 ada kendaraan yang belok ndak ngak liat kita. kecuali di jalan kecil dan jalanan agak sepi. itupun nyebrangnya kudu liat kanan kiri juga ya. daaaan tenang aja. di sini ngak ada yang kasi lampu sen kanan belok kiri. ato yang kasi lampu sen tapi ngak belok2
       
      6. Slrrrrrpp slrrrp sllrrrrrp
       

      croooott *eeh* sslllrrrrppp enaaaak
      kalo makan mie di jepang, suaranya di keluarin ngak apa2 kok. itu artinya mie yang sedang kita sedot itu rasanya mantap. mau makan ala son goku ato pun naruto ngak apa2 kecuali di rumah makan padang di indo ya. hahah malu di liatin
       
      7. Dilarang lemot

      jangan tiru kami ya karena telat naek bus nya (simak kisahnya di postingan sebelumnya)
      transportasi di jepang terkenal akan ketepatan waktunya. jadi, bagi yang suka ber leha2 harap di kurangin sedikit. karena pasti itin bakal kacau balau kalau ketinggalan kereta ato bus. masih mending frekuensi kereta ato bus nya cuman beberapa menit sekali. lah kalo sejam sekali? pesai nunggunye kalau kata orang pontianak
       
      8. ikutin arus orang di eskalator

      kanto = tokyo, yokohama, dan sekitarnya. kansai = kyoto, osaka, hiroshima, dan sekitarnya (source : mbah gugel)
      kalo ketemu eskalator di bandara, stasiun, mall, ato tempat2 umum lainnya, ikutin arus orang2 yang ada. jangan sembarangan berdiri. rata2 di jepang kita harus berdiri di sebelah kiri kalo pake eskalator. jalur kanan khusus untuk pengguna lain yang sedang terburu2. ada beberapa daerah di jepang yang berdiri di kanan dan ada pula yang di kiri. jadi ikutin arus aja ya. kecuali kalo emang lagi buru2. lari aja di sepanjang jalur kanan. ngak bakal ada yang halangin. kayak cerita perjalanan ke kawaguchiko saya kemarin.
       
      9. alat makan bukan untuk mainan
       

      source : mbah gugel
      jangan mengetuk2an alat makan ke meja ataupun piring ato mangkok
       
      10. jangan merusak alam

      pungut yang udah gugur aja ya
      kalo ke jepang pas musim semi ato gugur, bunga sakura atopun momiji nya yang masih nempel di pohon jangan di petik ya. yang boleh di ambil cuman kelopak sakura ato pun daun momiji yang sudah rontok dan jatuh ke tanah. boleh foto2 di dekat pohonnya tapi jangan di apa2in ya. pernah saya dengar kabar kalo ada turis yang sampe manjat ke atas pohon sakuranya demi dapet foto syantik *tepok jidat* untungnya bukan turis dari indonesia
       
      11. dilarang merokok sembarangan
       

      source : mbah gugel
      nah ini terapi yang baik bagi teman2 yang merokok. kalo ke jepang saya yakin rokoknya pasti agak dikurangin. karena di jepang tidak boleh merokok sembarangan. sudah di sediakan area khusus di beberapa spot khusus untuk perokok. bentuk nya kayak halte bus dan bagusnya lagi asapnya ngak sampai mengganggu pejalan kaki lain. bahkan puntung rokok pun ngak keliatan di jalan. jangankan puntungnya, abu rokok aja ngak jatuh2 ke aspal jalan. mungkin skalian di telan kali ya abu sama puntungnya. biar kayak2 limbad gitu. bahahah. padahal letaknya ada di trotoar pejalan kaki juga loh
       
      12. ijin dulu gan
       

      cari aja cosplayer di harajuku. pas weekend biasanya banyak yang nongkrong di sana
      kalo ketemu cosplayer ato orang yang berpakaian nyentrik, jangan langsung di foto ya. minta ijin dulu. kalopun ngak ngerti bahasanya, setidaknya bahasa tarzan alias bahasa tubuh adalah bahasa yang paling baik. kecuali kalo maiko atopun geisha ya. mereka memang ngak mau di foto. jadi harus ada trick2 nya.
       
      hmm. saya rasa segitu aja kira2 kode etik ato peraturan tidak tertulis yang berlaku pada umumnya di jepang. masih banyak kayaknya peraturan2 yang lain. intinya sih jangan aneh2 aja. cukup jadi turis biasanya. alay boleh tapi jangan over. tau batas juga ya. mumpung di tempat asing yang ngak seorangpun mengenal kita, alay dikit ngak apa lah ya. namanya juga liburan. hehehe. sekian aja tulisannya. kalo ada yang kurang ato salah2 CMIIW ya. see ya *melambai*
    • By Armanian
      Halo semuanya
      Saya mau mengajak trip backpacker ke jepang tgl 17 Februari - 24 Februari 2018. Yang berminat mau ikut bisa dm dan tinggalkan no hp nanti kita buat grup wa. Saya  pergi ke jepang berdua dgn tmn saya cewe, yang minat gabung silahkan. Diutamakan yang gak ribet hahaha . thanks  
      Untuk Itinerary msh bisa diatur tapi kami berencana untuk pergi ke kota Osaka di hari 1-3, Kyoto di hari 4-5, dan Tokyo di hari 6-7

    • By Ikamarizka
      Halo Semuaaaa! sayah rencana mau ke jupun lagi nih autumn ini, a k a minggu depan. (beuuuh meped bener) tapi ada beberapa pertanyaan yang mengganjal dan kayaknya butuh masukan dari temen temen nih. berhubung nanti bawa banyaaaak orang, jadi gw agak deg deg an mau kemana mana nya takut salah ahahaha. 
      jadi begini
      1. tiba2 kepengen ke kochia hitachi seaside park. kalo dari 'misalnya' nih tokyo, ada yang tau ga yah pake jr dan bus apa? soalnya liat di hyperdia kok agak2 membingungkan rutenya.
      2. kale flight malam baru same haneda, enaknya pake kereta aja atau ada uber taxi ga sih dari haneda? soalnya tamu gw ada yang baru sampe haneda jam 12 malam. Taun lalu sih kereta udah pada ga ada jam segitu. tapi ada yang bilang masih ada. ada juga yg bilang pake taxi aja kalo malem. jumlah tamu ada 4 orang, dan lumayan udah ber umur, jadi agak kasian juga kalo naik kereta malam. ada ide kah??
      3. makanaaaaan. plis bgt bantuannya buat makanan yang enak dan halal daerah tokyo, kyoto, osaka atau dimana yang punya ide? karena selama ini gw kebanyakan makan di lawson dan tempat2 supermarket ahahahahahahaha. sedangkan ini tamu2 gw kayaknya pada pgn makan restoran. ide yaaaah manteman. 
       
      maaciiiii @deffa @kyosash @twindry @Vaylyn 
    • By Monfi

       
      Hallo semuanya..
      Setelah sukses solo travelling kemarin ke Jepang tahun 2016 yang lalu, bisa dibilang tahun 2017 ini jadi part 2 nya.. Kali ini aku nggak sendiri, tapi bareng sama temen kantor, Mba Poppy (btw sekarang dia udah pindah ke perusahaan lain). Gimana ceritanya bisa barengan? Jadi sebenernya Mba Poppy udah beli tiket duluan untuk berangkat awal tahun 2017, terus karena denger dari temennya klo aku pasti mau berangkat bulan Maret, akhirnya tiketnya di-refund dan beli tiket baru. Jadi deh kita berangkat bareng tanggal 24 Maret. Bedanya, Mba Poppy pulang di tanggal 2 April 2017, sedangkan aku lanjut sendiri sampai tanggal 7 April.
       
      Overall itinerarynya ialah :
      Tanggal 24 Maret 2017 : Berangkat dari Jakarta menuju Kansai Airport via Hongkong
      Tanggal 25 Maret 2017 : Osaka
      Tanggal 26-27 Maret 2017 : Kyoto
      Tanggal 28 Maret 2017 : Kyoto, day trip ke Uji dan Kobe
      Tanggal 29 Maret 2017 : Kyoto
      Tanggal 30 Maret 2017 : Nara
      Tanggal 31 Maret 2017 : Nagoya, day trip ke Inuyama dan Kuwana
      Tanggal 1 April 2017 : Nagoya, day trip ke Ogaki dan Kakamigahara
      Tanggal 2 April 2017 : Suzuka dan Nagoya
      Tanggal 3 April 2017 : Amanohashidate
      Tanggal 4 April 2017 : Kinosaki Onsen
      Tanggal 5 April 2017 : Hikone
      Tanggal 6 April 2017 : Himeji
      Tanggal 7 April 2017 : Pulang dari Kansai Airport ke Jakarta via Hongkong
       
      Prologue
      Persiapan kurang lebih sama seperti tahun 2016, bedanya sekarang pake e-paspor jadinya lebih mudah. Untuk itinerary, perhitungan biaya, beli tiket dan lain-lain, aku yang urus, sedangkan Mba Poppy bagian booking akomodasi. Untuk kurs kurang lebih dapetnya sekitar 119 yen. Btw, kita masing-masing sewa pocket wifi, klo Mba Poppy dari Jakarta pake wi2fly, aku pake Sakura Mobile yang diambil di Jepang. Kenapa nggak sewa satu pocket wifi aja biar hemat? Mba Poppy ada rencana di tanggal 27 Maret 2017 ke Tokyo bareng temennya selama 3 hari 2 malem, sedangkan aku stay di Kyoto.
       
      Day 1, 24 Maret 2017
      Ok, balik lagi ke cerita waktu berangkat. Kita pulang pergi menggunakan pesawat Cathay Pacific dengan transit di Hongkong. Beli tiket sudah dari tahun 2016, dengan total biaya pulang pergi Rp 4.9 juta. Sampai di Kansai Airport, proses imigrasinya ternyata cepet banget. Sempet khawatir karena beberapa akomodasi kita pesan dari Airbnb tapi ternyata nggak ada masalah. Kita cuman cantumin salah satu alamat penginapan yang dipesan di booking.com.
      Selesai urusan imigrasi, kita langsung ke Kansai Airport Tourist Information Center untuk beli beberapa travel pass, yaitu:
      Keihan Kyoto Sightseeing Pass 1 Day (500 yen) : untuk ke Uji Hankyu Tourist Pass 1 Day (800 yen) : untuk ke Kobe Kintetsu Rail Pass 5 Days (3,800 yen): untuk ke Nagoya dan Suzuka Sedangkan travel pass yang dibeli di Indonesia antara lain:
      Osaka Amazing Pass 1 Day (2,300 yen): untuk explore Osaka. Beli di H.I.S. Tours & Travel Indonesia. Dapetnya tiket fisik yang langsung bisa dipakai di Jepang. JR Pass 7 Days Ordinary (29,110 yen): untuk Mba Poppy pake ke Tokyo. Kayaknya beli vouchernya di Tripvisto. JR Kansai Wide Area Pass 5 Days (8,500 yen): untuk aku pake ke Amanohashidate, Kinosaki Onsen, Hikone, dan Himeji. Beli voucher di JTB Indonesia. Untuk voucher JR Pass dan JR Kansai Wide Area Pass kita tuker di Stasiun Osaka, karena pas di Kansai Airport antriannya udah panjang mengular, takut bakal ngabisin waktu.
      Selain travel pass diatas kita juga beli di vending machine yaitu:
      ICOCA (IC Card) untuk Mba Poppy (500 yen deposit). SUICA (IC Card) yang aku beli tahun lalu bisa digunakan juga di Kansai area, jadi diisi ulang aja Tujuan berikutnya ialah langsung ke apartemen di daerah Kami Shinjo, Osaka. Dari Kansai Airport naik kereta Nankai Line sampai Stasiun Tengachaya (920 yen), lanjut naik kereta Subway Sakaisuji Line sampai Stasiun Tenjimbashisujirokuchome (280 yen), abis itu naik kereta Hankyu Line sampai Stasiun Kami Shinjo (190 yen). Waktu perjalanan kurang lebih 1 jam 15 menit. Nyari gedung apartemennya susah banget, sampe kurang lebih 1 jam kita muter-muter, mana yang punya juga susah dihubungin. Tapi pada akhirnya ketemu juga gedung apartemennya setelah kita tanya-tanya sama penduduk sekitar. Overall apartemennya oke dan kita puas menginap disana.
       

      Hongkong International Airport
       

      Cathay Pacific Moslem Meal
       

      Koleksi Travel Pass
       

      Apartemen Airbnb
       
      Day 2, 25 Maret 2017
      Hari kedua di Jepang kita habiskan seharian di Osaka. Travel pass yang kita gunakan ialah Osaka Amazing Pass, dimana dengan menggunakan pass ini untuk transportasi dan beberapa admission fee tempat wisata sudah di-cover. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di web. Tempat wisata yang kita kunjungin yaitu:
      Osaka Castle (600 yen, open 09.00-17.00). Stasiun terdekat : Stasiun Tanimachi 4-chrome (Tanimachi / Chuo Subway Line) atau Stasiun Osakajokoen (JR Line). Koleksinya lengkap tapi klo udah pernah berkunjung ke kastil original kayaknya ada sesuatu yang kurang. Shinsekai Area & Tsutenkaku Tower (700 yen, open 09.00-21.00, untuk open air deck 10.00-18.00). Stasiun terdekat : Stasiun Shin-Imamiya (JR Line), Stasiun Dobutsuen-mae (Midosuji / Sakaisuji Subway Line), atau Stasiun Ebisucho (Sakaisuji Subway Line). Kita nggak sempet naik ke atas Tsutenkaku Tower karena ngantrinya panjang banget, waiting time-nya sampai 1 jam. Shinsaibashi Shopping Street & Dotonbori, tempatnya papan Glico Running Man dan Kani Doraku Crab. Karena letaknya di daerah Namba, aksesnya gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Nankai Line, Kintetsu Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Sennichimae Subway Line. Disini kita belanja macem-macem. Beberapa toko yang kita datangi antara lain Daiso, Daimaru Shinsaibashi Sanrio Gallery, dan Matsumoto Kiyoshi. Jam buka toko di sini kurang lebih jam 10.00-21.00. Tempozan Ferris Wheel (800 yen, open 10.00-22.00). Stasiun terdekat : Stasiun Osakako (Chuo Subway Line). Bianglala ini merupakan yang terbesar di Osaka. Pemadangan Osaka Bay Area di malam hari dari ketinggian 112.5 meter nya keren banget. Recommended. Btw ada dua jenis gondola, yang pertama gondola biasa dan yang kedua “see through cabin” dimana dasar gondola dibuat transparan. Antrian “see through cabin” lebih panjang, jadinya kita naik yang biasa aja. Umeda Sky Building (1,000 yen, open 10.00-22.30). Akses ke sini juga gampang karena banyak banget kereta yang lewat ke sini. Ada JR Line, Hankyu Line, Hanshin Line, Midosuji Subway Line, Yotsubashi Subway Line, dan Tanimachi Subway Line. Tujuan utama ke gedung yang terdiri dari dua tower ini ialah untuk melihat pemandangan kota Osaka dari Floating Garden Observatory yang berada di lantai 39. Sampai di sana antriannya cukup panjang, tapi waiting time-nya nggak sampai 1 jam. Pemandangan kota Osaka di malam hari juga cukup bagus. Tadinya kita mau makan ramen halal di daerah Namba, nama restorannya Ramen Honolu, cuman karena timing-nya nggak tepat kedainya udah tutup duluan untuk break siang (jam 14.30, buka lagi jam 17.00). Overall waktu yang dihabiskan di Osaka sangat menarik, hanya saja pada saat itu bunga Sakura belum mekar. Sepertinya tahun ini ada keterlambatan akibat cuaca yang tidak menentu. Jadinya terpaksa beberapa itinerary ada yang aku modifikasi atau kadang jalan saja spontan tanpa itinerary.
       


      One Day in Osaka
       
      Sekian untuk saat ini.. Lanjutannya bisa dilihat di link berikut:
      Day 3-4, 26-27 Maret 2017 : Kyoto
       
      Untuk perjalananku ke Jepang (mainly Tokyo, Takayama, Toyama, Matsumoto) di tahun 2016 bisa dilihat di link ini
      Terima kasih semuanya..