• 0
Rizky Nurrahman

Share Cost Ke Derawan 1-3 Mei 2015

Question

Halo temen-temen saya rencana mau ke derawan tanggal 1-3 mei 2015 (3hari2malam)

biar lebih murah, yuk kita share cost aja..

 

Itinerary kasarnya seperti ini

Hari 1:

tiba di tarakan maksimal pukul 09.00

ke pelabuhan tarakan dan menuju derawan

santai santai di derawan

 

Hari 2:

Explore derawan-maratua-sangalaki-kakaban

 

Hari 3:

balik ke tarakan

beli oleh2 sama ke hutan mangrove

terus ke bandara deh. Ambil flight jam 19.00

 

 

Rincian biaya-nya seperti ini dengan asumsi 10 orang yang ikutan

 

Hari 1:

Mobil anter dari bandara-pelabuhan : 3 mobil x Rp 200.000 = Rp 600.000/10 orang = Rp 60.000/ orang

speedboat anter pelabuhan-derawan : Rp 250.000 / orang

Cottage atas air (AC) di derawan : 5 kamar (twin) x Rp 300.000 = Rp 1.500.000/10orang = Rp 150.000/orang

2x makan (siang&malam) : Rp 25.000 x 2makan x 10 orang = Rp 500.000/10orang = Rp 50.000/orang

 

Hari 2:

Speedboat keliling pulau : Rp 4.000.000/10 orang = Rp 400.000/orang

Alat snorkling : Rp 45.000/orang

Tiket masuk ke maratua : Rp 50.000/orang

3x makan(pagi,siang,malam) : Rp 25.000 x 3makan x 10 orang = Rp 750.000/10orang = Rp 75.000/orang

 

Hari 3:

Makan pagi di derawan: Rp 25.000/orang

Speedboat anter derawan-pelabuhan tarakan: Rp 250.000/orang

Mobil anter beli oleh2-hutan mangrove-bandara : 3 mobil x Rp 300.000 = Rp 900.000/10 orang = Rp 90.000/ orang

 

Total share cost untuk 10 orang.

Rp 1.445.000

 

kalau bisa lebih banyak bisa lebih murah dan lebih rame lagi.. 

Untuk tiket pesawat dan airport tax bayar sendiri2 aja ya.. bisa naik sriwijaya atau lion dari jakarta. terakhir saya cek PP cuma 2 juta.

 

yang mau tanya-tanya bisa whatsapp ke nomer saya 0856 259 7899 (rizky)

 

Makasih

 

Update peserta

1. Saya sendiri

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

10 answers to this question

  • 0

Akkkkk pengen banget ke derawan..hmm tp klo kata temen ak aga nanggung klo cm 3 hari 2 malem..minimal 4 hari 3 malem

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By adriepn
      Tanggal trip : 17-20 April 2014 (4 Hari 3 Malam)
      Destinasi trip : Maratua - Sangalaki - Kakaban - Derawan - Nabucco
      Peserta trip : 6 orang termasuk saya
      Travel : Kakaban Tour (www.kakaban.co.id)
      Biaya trip : Silahkan kontek saya untuk sekedar info 0818986510 atau bisa langsung kontek Kakaban Tour.

      All picture taken by iPhone 5S, not a pro camera. So perhaps some picture is not too sharp.
      Except for underwater photo, is taken by Nikon Powershot G12 with underwater casing.


      Setelah berdebat panjang tentang tujuan liburan kami di bulan April, akhirnya kami memutuskan untuk liburan ke Derawan. Berhubung ini perjalanan pertama kami ke Derawan, kami memutuskan memakai jasa travel supaya semua lancar. Travel yang kami pilih adalah Kakaban Tour.

      And now is the story

      DAY 1 : 17 April 2014

      Kami ber 6 berangkat dari Jakarta dengan pesawat Lion Air jam 5 pagi. Bisa dikatakan ini penerbangan paling pagi menuju Tarakan. Iya, kami memutuskan untuk mengambil jalur Jakarta – Tarakan – Derawan.

      Jalur lainnya sebagai alternatif adalah Jakarta – Balikpapan – Berau – Derawan. Namun, jalur alternatif ini terlalu panjang dan berpotensi membuat kita lelah di jalan. Tapi tergantung Anda lagi mau pilih jalur mana.

      Perjalanan ditempuh kurang lebih 3,5 jam dan kami tiba di Tarakan sekitar jam 9 pagi. Sesampainya di Tarakan, kami disambut oleh Guide kami, Mas Ryan. Dari bandara, Mas Ryan mengajak kami untuk sarapan dulu sebelum menyeberang ke Derawan karena perjalanan ke Derawan akan menempuh waktu selama 3 jam.


      Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara (KalTara)

      Usai sarapan, kami pun memutuskan mengisi perbekalan selama disana. Cemilan, minuman, peralatan mandi, dsb, yang kami pikir akan sulit didapatkan disana. Pukul 11 siang, kami tiba di Pelabuhan Tengkayu Tarakan untuk menyeberang ke Derawan. Kapal yang kami gunakan untuk menyeberang adalah speedboat fiber bermesin tunggal dengan kapasitas 250 HP.

       

      Berhubung kami menggunakan jasa travel, maka speedboat kami pun telah dicarter hanya untuk kami saja. Saya tidak tahu dengan prosedur travel lainnya, tapi travel yang kami pakai mencarter speedboat hanya untuk kami.

      Tepat pukul 11.30 WITA kami berangkat menuju Derawan menggunakan speedboat. Keadaan laut saat itu cukup tenang sehingga kapal dapat dilaju cukup kencang, kurang lebih sekitar 70-80 km/jam. Namun karena laju kapal yang cepat, membuat hentakan badan speedboat dengan permuakaan air, menjadi lebih keras. Untung saya sudah minum Anti*o, sehingga tinggal pasrah dengan efek biusnya.. 



      Walaupun trip kami ini ke Derawan, namun kami menginap di Pulau Maratua. Kurang lebih sekitar 1 jam dari Pulau Derawan. Tarakan – Derawan = 2,5 jam + 1 jam ke Maratua = 3,5 jam.

      Jam tangan saya menunjukan pukul 16.00 WITA saat kami tiba di Maratua. Sebagai info, Maratua dikhususkan kepada para tamu yang hobi diving. Sehingga saat Anda ke Maratua, mereka memiliki diving set yang lengkap untuk disewa oleh para tamu seperti snorkel, masker, fin, BCD, Nitrox, dll. Namun jika Anda hanya sekedar snorkeling, membawa set snorkeling Anda sendiri sangat disarankan agar Anda lebih puas & tenang liburannya.

         
       
      Di Maratua hanya ada 1 penginapan yaitu Maratua Paradise Resort. Kelebihan resort ini adalah vila penginapannya berada di atas laut. Ada juga vila yang berada di tepi pantai, namun hanya ada 8 unit saja. Bagi Anda yang ingin mendapatkan “perfect runawayâ€, tempat ini sangat direkomendasikan.

       

      Setibanya kami di resort, kami langsung menuju vila masing-masing untuk beristirahat. Khusus buat saya, saya perlu menyadarkan diri dari bius Anti*o.

      Pukul 17.30 WITA kami sudah siap-siap untuk menyambut sunset pertama kami di Maratua. Sepanjang garis horizon, kami hanya melihat hamparan laut yang jernih dan tenang. Tidak ada ombak yang menggulung.

      Dan sang Mentari Senja pun tiba dengan anggunnya di Maratua.

          
      Tidak ada dari kami yang mampu menyimpan hp di kantong. Selama 1 jam, kami semua begitu damai dalam posisi seperti tripod. Kami baru beranjak darI spot kami, setelah Mas Ryan (guide) kami mengundang kami untuk bersiap makan malam di resto apung.



      Semua di Maratua Paradise Resort, berada di atas laut, termasuk restorannya. Sebuah pengalaman yang seru saat kita menyantap ikan bakar sambil diliatin oleh si ikan yang asik berenang. Mungkin dalam hatinya sang ikan, “Titip sodara gw di perut lo yeee…â€

      Meminjam slogan Cherrybelle, hari pertama di Maratua, kami lalui dengan ISTIMEWAAAAA.. 

      DAY 2 : 18 April 2014

      Hari itu kami bangun sangat pagi. Bukan untuk mengejar sunrise, tapi untuk mengejar Pari Manta. Ya, hari itu kami menuju Pulau Sangalaki dimana disekitar pulau tersebut adalah tempat favorit para Pari Manta untuk muncul ke permukaan.
       
      Start pukul 8 pagi dari resort, speedboat kami mulai melaju kearah Sangalaki. Baru setengah perjalanan, kapten kapal melambatkan laju speedboatnya. Kami pikir kami akan snorkeling di tengah laut, namun teriakan semangat sang kapten membuat kami mengeluarkan seluruh perlengkapan foto.

      Lumba-lumba arah kiri 

      Benar saja. Terlihat kawanan lumba-lumba dari kejauhan. Sirip punggung mereka, bergantian muncul di permukaan. Lalu menghilang. Harapan bertemu lumba-lumba dari jarak dekat pupus sudah.

      Namun, tak lama kemudian, terdengar seperti orang bersiul yang lambat laun mendekat ke arah speedboat kami. Ternyata kawanan lumba-lumba tersebut berenang kearah kami, lalu mensejajarkan diri dengan kecepatan speedboat.

      Saya hitung ada sekitar 10-15 ekor lumba-lumba pagi itu yang menyambut kami. Mereka pun tak malu-malu menampakan diri. Dari berenang hanya sejarak 1 lengan saja dari speedboat hingga loncat akrobatik di atas permukaan air. Mereka seperti bisa membaca perasaan kami yang ingin melihat mereka lebih dekat.

       

      Hampir selama 30 menit lamanya, para kawanan lumba-lumba berenang di segala penjuru kapal, hingga akhirnya menghilang. Tak apalah, akhirnya kami melihat lumba-lumba dari jarak yang sangat dekat untuk beberapa waktu lamanya. Membuat semangat pagi itu semakin bergelora.

      Namun sayang, kami tidak bertemu sang Pari Manta karena kondisi laut saat itu sedang surut. It was not our lucky day.

      Tak lama kemudian, kami tiba di Pulau Sangalaki. Sekedar informasi, Sangalaki adalah pusat penetasan tukik penyu. Menetas pada pagi dini hari dan dilepaskan sore harinya. Tujuannya jelas, menjaga penyu dari kepunahan, dari mangsa predator (musang & biawak), serta dari pencurian telur. Saat ini telur penyu sudah dilindungi oleh undang-undang sehingga perlu tindakan nyata untuk menjaga telur-telur ini dari tangan jahil. Dan mereka di Sangalaki, sudah memulainya dari bertahun lamanya.

         

      Tapi narsis tetap wajib hukumnya..

      Setelah selesai berjumpa dengan para tukik, kami melanjutkan perjalanan ke spot diving pertama. Namun, karena kami semua belum menjadi Diver berlisensi, maka kami hanya melakukan snorkeling saja.

      Spot pertama di Sangalaki sungguh menawan. Ditunjang oleh cuaca cerah saat itu, jarak pandang ke dalam air sangat jelas. Kami bisa melihat dasar karang yang berjarak sekitar 5-7 meteran. 

      Berhubung ini adalah kali kami pertama nyemplung di perairan Derawan, maka 15 menit pertama lebih kepada penyesuaian diri terlebih dahulu. Arah arus, kuat arus, arah angin, menjadi salah satu pertimbangan kami saat itu. Kami beruntung dipandu guide professional yang juga seorang Diver Berlisensi AOW (Advanced Open Water), sehingga kami lebih merasa aman. Walau sertifikasi Mas Ryan "baru" sampai AOW, tapi jumlah dive-log nya sudah banyak. Ditambah Mas Ryan adalah orang asli Maratua.

      Kadar garam di perairan Derawan, termasuk tinggi. Sehingga untuk sekedar melakukan freedive, cukup membutuhkan usaha ektra. Tapi itu semua terbayar dengan pemandangan bawah laut yang menakjubkan.

         

      Setelah 1 jam kami snorkeling disana, naga di perut meraung-raung meminta jatah makan. Jadilah kita mlipir ke Pulau Derawan. Di Derawan kami hanya sekedar makan siang dan istirahat, setelah itu lanjut snorkeling di Pulau Derawan.

      Di Derawan, rencananya kami akan bermain bersama penyu. Jika melihat penyu saat di darat atau sedang bertelur, kami sudah sering melihatnya. Berenang bareng penyu ? That would be awesome!

       

      Selesai bermain bersama penyu, kami lanjut ke Pulau Pasir. Dikatakan Pulau Pasir karena sebenarnya ini adalah dasar laut saat air pasang. Saat air surut, maka timbullah si pasir ini sehingga seperti pulau.

      Pulau Pasir salah 1 spot keren untuk foto-foto. Pasir putih, air jernih kebiruan, view sekitar yang OK, jadilah 1 paket foto keren.

           

      Setelah puas bermain di Pulau Pasir, kami kembali ke Maratua untuk mandi, beristirahat dan siap menyambut sunset kembali. Oleh-oleh hari kedua adalah.. gosong!

      DAY 3 : 19 April 2014

      Inilah hari yang paling kami tunggu karena hari ini kami mengunjungi Pulau Kakaban. Pulau atol yang terkenal karena penghuni ajaibnya, yang tak lain tak bukan adalah Ubur-Ubur Tak Berbahaya.

      Ubur-ubur pada umumnya akan menyebabkan gatal dan panas pada kulit, apabila sulurnya terkena kulit kita. Namun, di Pulau Kakaban, mereka tidak menularkan gatalnya.

      Setelah speedboat merapat di dermaga, kami masih harus trekking sekitar 5 menit berjalan kaki. Trek nya adalah tangga kayu berkontur. Ada bagian yang menanjak, datar, dan turunan.

      Kami begitu tak sabaran untuk nyemplung bersama para ubur-ubur, begitu kami tiba di tepian danau Kakaban. Dari atas dermaga di pinggir danau, kita bahkan sudah bisa melihat rombongan ubur-ubur yang sedang berenang santai. Sepertinya hidup mereka begitu indah, tanpa perlu memikirkan meeting proyek..

      Perlu dipatuhi peraturan snorkeling di Danau Kakaban : Pertama, tidak boleh menggunakan fin karena ubur-ubur termasuk hewan yang fragile & kalau pakai fin, ubur-ubur akan tersapu kibasan fin kita. 

      Kedua, tidak boleh nyemplung masuk danau dengan loncat. Itu semua demi kelangsungan hidup para ubur-ubur & agar danau tidak menjadi keruh. Ketiga, berenanglah dengan sesantai mungkin. Ya, santai saja seperti ubur-ubur.

      Sekarang, mari kita nyemplung.
       

       
      Sungguh beda rasanya berenang bersama ubur-ubur. Terakhir saya berenang bersama ubur-ubur, saya harus pake salep kulit sekujur badan setelah berenang…

      Ada 3 jenis ubur-ubur di Danau Kakaban. Jenis ubur-ubur berukuran normal (sekepalan tangan) berwarna oranye cerah, jenis ubur-ubur mini, dan jenis ubur-ubur transparan.

         

      Snorkling semakin ke tengan danau, akan semakin banyak ubur-ubur yang kita jumpai. Pada umumnya, pengunjung hanya nyemplung di pinggiran danau saja sehingga area tersebut menjadi sangat keruh.

      Bermain bersama ubur-ubur ramah, sungguh damai. Waktu seolah berhenti. Saya sampai perlu dipanggil untuk diingatkan bahwa sudah waktunya lanjut ke spot berikutnya.

      Guide kami bilang kepada kami bahwa spot snorkeling berikutnya adalah yang the best dari Kakaban. Tempat itu disebutnya Wall Point. Ternyata spot nya hanya berjarak 100 meter dari dermaga Pulau Kakaban.

      Setibanya di spot, kami melihat coral yang cantik dari atas speedboat. Kondisi cuaca saat itu memang sedang cerah sehingga kami bisa melihat hingga ke dasar.

      Kejutan tiba saat kami semua sudah nyemplung. Saat sedang asik menelusuri jalur coral, kami dikejutkan oleh kontur coral yang semakin turun ke dalam. Namun, karena rasa penasaran kami lebih besar, kami terus maju. Dan kami pun tersadar kenapa itu disebut Wall Point.

      Wall Point adalah istilah untuk coral yang berjejer secara vertikal hingga membentuk seperti dinding besar. Ditambah dengan warna coral yang terang dan ikan berwarna cerah yang hilir mudik di depan masker kami, membuat Wall Point mendapat 4 jempol dari kami. 

      Bisa dikatakan Wall Point seperti palung di samudra. Namun sebenarnya ini adalah “kaki†dari si pulau atol Kakaban.
       
             
       
      Memang benar trip ke Derawan ini adalah pengalaman yang luar biasa. Kami selalu disuguhi pemandangan bawah laut yang memang luar biasa. Saya belum bisa membandingkan dengan Raja Ampat, Wakatobi, atau Bunaken, karena saya belum pernah ke 3 tempat yang disebutkan tadi. 

      Kurang lebih kami menghabiskan waktu 2 jam di Wall Point karena its so stunning! Ada rasa belum puas saat harus menyudahi petualangan di Wall Point. Namun, time is up dan siap lanjut ke spot 3, yaitu Kakaban Lagoon.

      Kakaban Lagoon adalah seperti sungai yang terjebak di dalam pulau karang. Terjebak karena kondisi surut & baru mengalir kembali saat pasang. Untuk mencapai Kakaban Lagoon, kita harus memanjat karang secara vertikal dengan tangga kayu & sedikit rock climbing. Betul-betul rock climbing! 



      Setibanya di atas, kami disuguhi lokasi yang super-duper-keren. Biru air, pasir putih, hijaunya pohon, dan kesunyian. It's a perfect a place to hide! 
      Namun, tak berarti tak ada gangguan. Nyamuknya cukup banyak. Ga ada pilihan selain pasrah..

        

      Dari Kakaban, kami kembali menuju Maratua untuk makan siang dan beristirahat. Tepat pukul 2 siang, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Nabucco.

      Sebagai informasi, Pulau Nabucco adalah pulau resort yang diperuntukan bagi wisatawan berkantong tebal. Kantong kami pun tak kalah tebal, hanya saja tebal oleh bon

      Pulau Nabucco terletak berjarak 30 menit dengan speedboat dari Maratua. Secara administrasi, Nabucco masih 1 kelurahan dengan Maratua. Ke Nabucco pun, hanya mengitari Maratua saja.

      Setelah menerjang ombak yang cukup tinggi untuk menuju Nabucco, akhirnya kami pun tiba disana. Kondisi nya sungguh terpencil dan jauh dari keramaian. Untuk yang mengincar suasana sepi, Nabucco bisa menjadi pilihan tempat menginap. Bagi kami, Nabucco terlalu sepi. Dan terlalu mahal...

      Untuk view, Nabucco punya nilai tawar yang tinggi untuk itu. Air sebening kaca dan pasir putih, menjadi latar foto kami. Ya, yang kami lakukan hanya berfoto disana. Foto, foto, foto, dan foto. Disini wajib narsis, atau menyesal telah tidak menjadi narsis.

            

      Kami hanya menghabiskan waktu selama 1 jam saja di Nabucco karena kami ingin bermain air di pantai Maratua. Jadilah sore itu kami kembali ke Maratua, snorkelng santai dan bersiap mengabadikan sunset terakhir sebelum esok hari kembali ke dunia nyata.
       
      DAY 4 : 20 April 2014

      Inilah hari tergalau. Galau karena kami tidak mau kembali ke Jakarta. Tapi kalau tidak kembali, mau makan apa besok…

      Berfoto dulu di dermaga Maratua sambil mengucap dalam hati bahwa ini bukan perjalanan terakhir ke Derawan. Ini hanya awal dari trip Derawan berikutnya.



      Speedboat pun perlahan meninggalkan dermaga Maratua. Tidak ada satu pun dari kami yang melepaskan pandangannya dari Maratua. Tempat kami berenam menghitamkan kulit.

      Semua terdiam.

      Sekitar pukul 12 siang, kami tiba di Pelabuhan Tengkayu, Tarakan. Menaiki bus penjemput pun dengan badan lemas. Lemas karena masih ingin liburan.

      Mas Ryan sebagai guide kami, membaca air muka kami. Tanpa sepengetahuan kami, Mas Ryan memerintahkan sang sopir menuju Hutan Bakau Kota di tengah kota Tarakan.

      Kondisi bakaunya sangat terjaga dan semangat kami mulai kembali. Kenarsisan kami mulai datang lagi. Bahkan kami pun bertemu para rombongan Bekantan. Tau Bekantan ? Monyet berhidung panjang yang dijadikan maskot oleh Dufan.

       

      Akhirnya jam menunjukan pukul 1.30 siang. Waktunya kami menuju bandara karena pesawat kami akan berangkat pukul 3 sore.

      Berpamitan di bandara pun terasa berat bagi Mas Ryan. Walau dia mencoba tegar, terlihat bahwa matanya berkaca-kaca. Semoga kami meninggalkan kesan yang baik kepadanya, agar kalau kami kembali ke Derawan, Mas Ryan mau menemani kami lagi.

      Kami pun sangat berterima kasih kepada Mas Ryan karena telah begitu perhatian, sabar, dan telaten kepada kami selama di Derawan.

      Kami menaiki pesawat Lion Air. Walau duduk kami pada 1 deret yang sama, kami hanya bisa tersenyum kepada 1 sama lain. Bahkan kami cuma bisa termenung saat mentari senja mengiringi perjalanan pulang kami. 
       
      "Kenapa liburannya harus usai sedemikian cepatnya.. "

       




      Derawan, we will meet again
       
      cc @deffa @Jalan2 @d_iis @astinsoekanto
    • By annisa theresya
      haaaiii jalan2ners...
      setelah tahun kemarin gagal trip ke derawan karena harus bedrest di rumah sakit, jadi akhir january ini tgl 26-30 gw mau jalan ke derawan (semoga ga ada hal" yang menghadang rencana gue )
      kira" ada yang mau join ga ya? gw udah berempat, rencana cari 3 orang lagi, biar pas satu mobil dan satu kapal hehe
      cost sekitar 2.4jt 5D4N (Derawan+labuan cermin)
      detail n info bisa hubungin gw ya 
      icha 081287368033  (WA)
      makasih 
       
       
    • By Titi Setianingsih
      Selamat sore JJ’er,,,!
      Dulu, saya pikir Derawan itu hanya satu pulau besar yang masuk wilayah Kalimantan Timur. Ternyata Derawan itu salah satu pulau di Kepulauan Derawan Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Kabupaten Berau dibagi menjadi 3 Kecamatan yaitu Pulau Derawan, Maratua dan Biduk2. Labuhan Cermin masuk ke wilayah kecamatan Biduk2. Dan jumlah pulau2 kecil di Kabupaten Berau itu ada 31 pulau,,,naaaahhh bingung kan mau menjelajah ke pulau mana dulu ?
       
      Biasanya trip ke Pulau Derawan hanya di sekitar Pulau Derawan itu sendiri, yaitu Pulau Derawan, Pulau Maratua, Pulau Kakaban dan Pulau Sangalaki. Masing2 pulau ini berdekatan satu sama lainnya, paling hanya sekitar 1 jam ditempuh dengan menggunakan speed boat. Sedang pulau2 lainnya bisa dijangkau via darat, bisa juga dari Tarakan.
      So, Silahkan pilih2 sendiri kemana destinasi yang akan dituju, masing2 punya kesukaan yang berbeda, kalau yang suka backpeckeran tentu akan tertantang untuk mencapai ke pulau2 terpencil sekalipun.

      Nah, pada kesempatan kemarin (tgl 5 – 7 Agustus 2016), kami bisa menikmati pulau2 di sekitar Derawan yang saya sebutkan tadi. Kami para Ibu yang hobby travelling pilih ambil open trip, dengan investasi 5,3 juta rupiah sudah bisa menikmati trip 3D2N dengan fasilitas tiket pesawat Jakarta – Derawan PP, homestay, guide, mobil avanza untuk antar jemput ke bandara, juga antar ke dermaga penyeberangan serta makan selama dalam perjalanan, plus Asuransi  pula.
      Selengkapnya seperti ini itinerarynya :
      Tgl 4 Agustus 2016.
      Kurang lebih jam 18.30 WIB kami berangkat ke Balikpapan dengan menggunakan pesawat Lion, kurang lebih jam 21.00an WITA kami sampai di Bandara Sepinggan Balikpapan. Kami singgah semalam di Balikpapan karena semalam itu sudah tidak ada lagi penerbangan ke Berau. Kami dijemput mobil avanza untuk menuju Homestay, sesudah masing2 dapat kunci kamar, kami lanjutkan untuk makan malam di luar homestay dan menggunakan mobil ananza itu lagi tetapi kami bayar sewa sendiri. Hanya Rp. 50.000,- sewa mobil menuju tempat makan dan pulang diantar kembali homestay.

       

       

       


      Tgl 5 Agustus 2016.
      Jam 09.00 kami melanjutkan penerbangan ke Berau dengan menggunakan Garuda, terbayang bakal dapat makan niih,,,makanya kami tidak sarapan terlebih dahulu. Ternyata karena penerbangannya singkat kurang lebih 1 jam, jadi kami hanya mendapatkan snack saja, tapi sudah lumayan buat pengganjal perut kami yang sudah kelaparan. Apalagi sebelum keberangkatan kami sudah sempat selfie2an puas2. Yaaa,,,,bandara Sepinggan memang sudah cantik sekali, di setiap sudut ruang tunggu ada spot2 bagus untuk foto, siapa yang melewatkan kesempatan emas berselfie to ?
       



      Setiba di Bandara Kalimarau Berau kamipun masih sempat selfie2an, apalagi ketika 1 armada penjemputnya belum datang, kami lari2an kesana kemari untuk ambil spot yang bagus, beda dengan bandara Sepinggan, bandara kalimarau masih kecil dan sepi.
       

       

      Untuk menuju Tanjung Batu sebagai pelabuhan tempat kami menyebrang ke Pulau Derawan memakan waktu kurang lebih 3 jam dengan jalanan yang sudah beraspal, namun ada beberapa wilayah yang jalanannya sudah berlobang-lobang. Dan sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang mengenaskan, pohon2 pada kering akibat terbakar, entah oleh api atau oleh teriknya matahari ? memang siang itu sangat terik, bayangkan pohon2an yang setiap harinya kena sengatan sinar matahari, pastilah akan terbakar karenanya.


      Dan di tengah2 perjalanan kami ketemu dengan warung persinggahan, tempat makan siang kami. Sangat banyak menu yang disediakan, karena pemilik warung itu orang Sulawesi Selatan makanya kebanyakan menunya menu Sulsel macam Coto Makassar dan Soup Konro lengkap dengan burasanya.
       

      Selepas makan kami lanjutkan perjalanan, dan sangat lega ketika sudah membaca plang bertuliskan Tanjung Batu, pertanda sebentar lagi akan sampai ke dermaga penyeberangan.
      Untuk menyeberang kami menggunakan speed boat, katanya siy 1 jam penyeberangan, tapi setelah di rasa2 kayaknya lebih, karena kami sampai ke homestay hampir masuk waktu shalat Ashar. Naik speed boat begitu cepatnya, kapal terguncang hebat kena terpaan ombak, sehingga selama perjalanan kami tidak bisa ambil foto,,,,beda ketika melakukan pelayaran di daerah Labuhan Bajo, karena menggunakan kapal kayu maka kami dengan leluasa bisa ambil foto kiri kanan.
       

      Begitu sandar di dermaga pulau Derawan,,,hanya ada satu kata yang terucap….WOW…!! Subhanallah,,,indaaaah bangeeeddd lautnya, pantainya, air lautnya yang sangat jernih, bangunan2 homestay maupun resort yang sangat artistic,,,seperti mimpi saja. Kami sampai tidak menyadari sengatan matahri yang ada ketika itu.
      Pilihan berwisata di Derawan selain untuk menyelam, snorkeling, melihat proses bertelur penyu, juga menikmati pantai yang bersih dan indah. Sepanjang pantai bersih dan tidak ada sampah. Fasilitas komunikasi di Kepulauan Derawan sudah baik, jadi gak akan mati gaya disini.



      Selepas shalat Ashar kami berjalan menuju pinggir pantai, apalagi yang mau di cari kalau bukan sunset ? Kurang lebih 15 menit kami berjalan, sesekali berhenti2 karena di sepanjang jalan banyak toko2 souvenir dan warung makanan sehingga sampai pinggir pantaipun sudah Nampak cahaya jingga. Tapi karena hadir pula si mendung tipis, maka sunset pun Nampak kurang sempurna.
       

       



      Kami lebih banyak menikmati angin dan pelangi diujung langit sebelah tenggara, hhmmmmm Ibu2 Pelangi di mana2 disambut pelangi. Ini juga ada payung pelangi raksasa di jalanan menuju pantai,,,,,amaziiing,,,!
       

      Selesai foto2 kamipun tinggalkan pantai supaya kebagian shalat maghrib, namun ada diantara teman kami yang berbelok ke resort2 sekitar untuk ber-foto2, ambil sensasi dengan tebar foto resort, sedangkan yang sebenarnya kami menginap di homestay,,,olala ada2 sajaaaahh,,,!!
      Ketika masing2 sudah dekat dengan homestay, guide infokan kalau sebentar malam makan malam di Rumah makan yang sempat terlewati tadi, kemudian sehabis ngumpul mau diadakan briefing untuk acara hoping island esoknya.
       


      Menu makan malamnya seafood dan ayam goreng, karena ada teman kami yang alergi sea food jadi request makanan non seafood. Menurut saya masakannya enak, banyak diantara teman kami yang tambooo cieeekkkk,,,,!
      Hari itu ada info dari beberapa sosial media kalau galaksi Bimasakti akan terlihat di langit dengan menampilkan gugusan bintang2nya, tapi rasa capai yang lumayan membuat kami untuk enggan mengintip keluar kamar, hanya ada bintang2 biasa yang sempat kami lihat. Begitu juga rencana mengintip penyu bertelur akhirnya tidak jadi karena info guide jam 23,00 belum ada yang muncul juga penyunya. Dan ketika kami sudah merebahkan badan, tiba2 handphone saya bunyi, dan rupanya ada info dari kamar lain kalau ada penyu muncul berdua di depan kamarnya. Heran,,,lelah sangat menguasai kondisi tubuh saya, sehingga kedatangan penyu itupun tidak kami pedulikan. 
      Tgl 6 Agustus 2016.
      Pagi hari yang mendung, sehingga sunrise pagi itu berlalu begitu saja. Teman satu kamar yang sudah pergi keluar kamar duluan mendadak kembali cepat2 karena katanya mentari tak nampak. Ya sudah,,,kami urungkan niatan pergi ke pantai, dan kami nikmati sarapan pagi di homestay dengan menu nasi kuning khas Derawan (lupa namanya). Ada juga tetangga sebelah yang antar sukun goreng,,,hhmmmm,,,dipadu dengan kopi panas yang dibuat sendiri di depan kamar menjadikan sukun itu tambah nikmat.
      Jam 08.00 kami sudah harus kumpul di dermaga untuk mulai hoping island menuju ke 3 pulau tetangga. Tujuan pertama menuju Pulau Maratua, kami mau foto2 cantik di resort yang ada di tengah laut, resort yang sering muncul di promo2 Kepulauan Derawan. Ternyata resort tersebut adanya di Laut Sulawesi (terlihat di ipad, dia membuat album foto2 saya dengan hastag Celebes Sea). 
      Eh ternyata speedboat kami lebih dulu sandar di Danau Aji Mangku, kemudian untuk menuju danau kami melewati jembatan kayu yang akhirnya nembus ke hutan2, jalanannya masih penuh dengan karang2 dan perdu, untungnya kondisi ini tidak terlalu lama, hanya beberapa menit berjalan kami sudah sampai ke danau yang dituju. Awalnya kami bingung, hanya seperti inikah penampakan danau Aji Mangku ? Kecil dan kotor airnya ? ini kata kami yang tidak ikut lompat ke danaunya, tapi kata yang sudah lompat ke danau, airnya nampak jernih, berwarna kebiruan dan sangat dalam, dengan pemandangan di kiri kanannya seperti goa / terdapat stalaktit dan stalakmit. Untuk menuju goa mereka kudu berenang ke dalam, nanti akan ketemu mulut goa dan akhirnya keluar ke daratan. Nah untuk yang gak berani lompat maka bisa langsung menuju goa dengan berjalan kaki sebentar akan ketemu goa air ini.



      Saya termasuk keduanya, tidak melompat ke danau dan tidak berjalan ke goa, dikarenakan terburu-buru menuju boat karena gerimis turun,,hiks.
      Berikutnya kami menuju Danau Laguna Kehe Daing (kami hanya menyebutnya Danau Laguna saja). Ketika saya googling, danau ini lebih dekat dengan Pulau Nunukan yang berbatasan dengan Malaysia. Hhhhmmm gak nyangka kalau saya sudah berkeliaran sampai sini. Di sebelah danau ini juga ada goanya, yang disebut Goa Ikan, goa ini akan terlihat kalau air surut, ketika kami kesini air laut sedang pasang sehingga Goa Ikan tidak nampak sama sekali. Seandainya nampak, kita bisa masuk ke dalam goa dan tembus ke pantai dimana boat disandarkan.



      Berikutnya, kami menuju Resort Maratua, resort cantik di tengah laut dan pantainya penuh dengan pasir putih nan elok. Tak banyak yang dapat kami ceritakan disini, keindahannya akan nampak dengan nyata di foto2 kami.






      Dari pulau Maratua kami lanjut ke Pulau Kakaban, kurang lebih 30 menit menggunakan speed boat. Di sini daratannya lumayan jauh, sehingga dari boat yang bersandar kami harus menyeberangi air laut yang lumayan jauh, kemudian nyambung dengan jembatan kayu menuju pulau. Dan ombak lumayan besar ketika boat kami sandar, sehingga kami kudu berpegangan tangan dengan teman2 supaya tidak jatuh tersapu ombak. Tapi apa daya, ada juga teman kami yang jatuh sehingga tasnya basah dan handphone rusak karena kemasukan air.



      Untuk menuju danau kami harus melewati tangga2 dari kayu, menerobos hutan, naik dan turun, lumayan bikin capai. Kyu yang kita lewati cukup licin karena baru saja turun hujan/gerimis, menjadikan kami kudu pegangan kayu di kiri kanan anak tangga tersebut. Karena mendung maka air danau kelihatan tidak jernih, walau begitu ubur2nya masih kelihatan jelas. Yaaa inilah kelebihan Danau Kakaban, yaitu adanya komunitas ubur2  yang relatif banyak baik ukuran besar dan kecil dan sudah tidak menyengat pula. Kenapa ubur2 di danau Kakaban tidak menyengat ? Ceritanya panjang, yaitu karena ubur2nya yang beradaptasi dengan lingkungan dimana ia hidup. Air danau disini itu air payau, airnya berasal dari air hujan dan resapan air laut, sehingga airnya sudah tidak asin lagi.




      Dan ubur2 disini jadi sangat sensitif, gampang mati jika kita tidak hati2 memasuki danau tersebut. Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan di danau ini, demi untuk menjaga keutuhan komunitas ubur2, diantaranya tidak boleh nyebur langsung ke danau / lompat karena dapat mengagetkan ubur2 sehingga bisa mati, tidak boleh menggunakan kaki katak karena dikhawatirkan akan menghantam ubur2 sehingga bisa menyebabkan kematian juga, apalagi pakai perahu, tentu sangat dilarang.



      Begitu nyemplung ke air sepertinya gak pada mau naik ke darat, memang air danaunya tidak gatal kok, walau kelihatan keruh. Untuk yang suka snorkling bisa juga menikmatinya disini, bahkan ada juga spot snorkling yang sangat bagus yaitu yang disebut Palung Kakaban, tapi namanya juga palung, harap hati2 jangan sampai kita hilang didalam. Itulah sebabnya kami tidak diajak kesana mengingat yang datang kebanyak para pemula snorkling. Tapi chalengge kami juga cuma satu kok, mau foto dan berenang sama ubur2,,,jd begitu sudah dapat foto rasanya sudah cukup puas. Dan segera kami sudahi kegembiraan bersama ubur2 untuk kemudian makan siang di sekitar dermaga.

      Sehabis makan dan bersih2 sampah yang ada, kami lanjutkan perjalanan menuju Pulau Sangalaki, sebuah pulau sebagai tempat hidupnya penyu sisik hijau dan penyu hitam, disana ada juga penangkarannya.
      Dengan baju basah2 kami bertahan, sisa explore 1 pulau lagi untuk hari itu, Pulau Sangalaki yang terkenal dengan keindahan divingnya. Para diver dar mancanegara biasanya mengincar spot2 tertentu misalnya spot Pari Manta yang lebarnya bisa mencapai 5,5 meter, bayangkan betapa kerennya. Untuk menikmati snorkling dan diving biasanya mereka menginap di resort2 yang ada di pulau Sangalaki. Tapi jumlah resort juga hanya sedikit, karena area ini lebih banyak disediakan untuk konservasi penyu saja. Dan kami termasuk yang hanya menikmati keunikan tukik2 penyu yang masih ada di penangkaran. Lucu sekali mereka, dan menurut yang jaga disitu, mereka memunguti anak2 penyu yang baru menetas untuk kemudian ditampung ke dalam sebuah bak air, menunggu mereka kuat sedikit baru dilepas kembali ke laut. Cerita anak penyu sangat memilukan, jika proses penetasannya alami, maka begitu dia baru menetas dan akan kembali ke laut maka para predator sudah siap2 menghadang untuk memangsanya. Makanya setiap malam petugas di Badan konservasi penyu ini keliling ke pantai untuk mengintip para penyu bertelur sekaligus menangkapi anak2 penyu yang beru menetas dan menyelamatkannya. Predator yang sering ada di pantai ini adalah biawak, kalau dulu manusia juga sering mengambil telor2 penyu untuk dijual dan dikonsumsi, sekarang sudah tidak lagi karena undang2nya sudah jelas.





      Jika dituruti barangkali melihat sunset disini akan bagus, tapi seharian melaut rasanya badan sudah capai sekali, sehingga kamipun langsung menuju boat kami yang jauh di tengah lautan. Yaaa,,,air laut di tepian sangat dangkat, boat kami kandas karenanya, sehingga untuk menuju boatpun serasa loyo,,,hampir 1 km jalannya,,,huffffff
      Tanggal 7 Agustus 2016
      Perjalanan pulang ke Jakarta via Tarakan, kurang lebih 3 jam kami kudu bergelut dengan ombak di lautan (lagi), yang suaranya sangat menggelegar jika menerpa dinding boat, begitu dahsyatnya kekuatan air. Begitu sampai di dermaga / pelabuhan Tengkayu Kota Tarakan, kami dijemput mobil elf untuk menuju pusat oleh2 khas Tarakan. Kami singgah di Toko Nirwana yang ada di Jl  Yos Sudarso no.9 Tarakan. Berbagai snack tersedia disini juga ikan pepija, udang kering, dodol rumput laun, amplang bandeng yang ternyata super lembut dan renyah beda dengan amplang lainnya yang kalau dimakan bunyi pletak2. Juga beraneka varians cokelat, kebanyakan kalau yang ini produk dari malaysia, seperti oats misalnya. Harganya standard beda tipis dengan harga di Jakarta.  


      Setelah kira2 sudah cukup bawaan masing2, kami lanjutkan perjalanan ke tempat makan siang, saya tidak nanya ke pemilik resto ini, tapi dari namanya kok seperti orang Jawa Tengah ? Dan masakannya juga beraneka macam masakan Nusantara, ada olahan ayam, ikan baik bakar maupun goreng, namanya Rumah Makan Sundari. Di rumah makan inipun kami sempat menumpang shalat Dzuhur, yang punya sangat ramah begitu juga karyawannya, pokoknya recomended yaaaa JJ'er,,,,! Oh yaaaa,,,lokasinya ada di sekitar Jl Mulawarman yaaa,,

      Kami di Tarakan seperti di buru2, karena ada salah satu teman kami yang kebagian tiket pesawat sore, jadi jalan2nya marathon, untungnya di Tarakan jalanan lengang, jadi hanya singgah sebentar2 sudah dapat banyak destinasi, dan walaupun kota Tarakan merupakan kota yang terluas di Kaltara (saat ini masuk Kalimantan Utara ya ?) namun tempat wisatanya tergolong sedikit jadi dalam waktu sekejap habislah sudah, kecuali yang punya waktu lama2 bisalah dinikmati keindahannya dengan sepuasnya.
      Seperti ketika kami singgah di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan, jika diturutin barangkali kami kepengin mengelilingi seluruh area mangrove, karena suasana disini teduh dan sejuk jadi terdapat kedamaian disini, bayangkan setelah kami panas2an di boat dan didalam kota Tarakan ? begitu masuk hutan mangrove maknyeeeeezzzzzzz,,,adeeem bener. Dan yang terutama bikin penasaran itu karena berharap ketemu sama Bekantan, monyet langka dan satu2nya di Indonesia ya ada disini. Wajahnya kayak manusia bule, hidungnya panjang khusus yang jantan dan menutupi mulutnya, sangat lucu kan ? Setalah kami berkeliling cukup jauh barulah kedengaran ada suara dahan tergoyang, pastilah itu Bekantan.


      Dan benar, setelah didekati ternyata hanya ada 1 ekor Bekantan jantan, 2 lainnya betina, perhatian kami tentu tertuju pada yang jantan, karena bentuknya yang unik itu. Dia duduk manis di dahan pohon, kemudian berjalan ke tangga2 yang sengaja dibuat untuk tempat bermain para monyet. Kami tidak tahu apakah monyet ini jahat atau tidak ? Yang jelas kami tidak mau mereka terusik, jadi dengan sembunyi2 kami ikuti mereka dan ambil fotonya.



      Ekor Bekantan ini lebih panjang dari badannya, saking mirip bule itulah, makanya orang sana menyebut monyet ini "monyet walanda/belanda". Sungguh kaya negara kami tercinta ya ? Dan karena siang hari maka air laut sedang surut, sehingga akar2 pohon mangrove ini pada kelihatan, menambah artistiknya hutan ini. Jika diamati maka banyak sekali binatang2 kecil yang ada di akar2 pohon ini, biota laut yang patut dilestarikan. Juga ada satwa2 lainnya seperti jenis2 burung dan monyet biasa.

      Kemudian, di Tarakan juga ada rumah adat Dayak Tidung, baru tahu setelah di tarakan, ternyata Suku Dayak masih ter-bagi2 lagi menjadi banyak rumpun, kalau di data katanya lebih dari 400an rumpun, namun orang tahunya Suku Dayak saja kan ? Nah kalau Suku Dayak Tidung ini pada akhirnya menurut sejarah memeluk Agama Islam, sehingga untuk supaya mudah membedakannya mereka lebih memilih disebut sebagai Suku Tidung saja, walaupun nenek moyang mereka sama2 orang Dayak.



      Rumah ini sudah kelihatan modern ya ? Katanya sudah dipadukan dengan jenis rumah adat Dayak rumpun lainnya. Disini kalau hari Minggu sebenernya ada pentas seni berupa tarian2 adat, yang ditayangkan jam 17, tapi apa daya karena ada teman kami yang akan terbang jam 17 maka kami tidak bisa menunggunya. Kami habiskan waktunya di toko souvenir khas Tarakan yang gallerynya ada di sisi sebelah kiri rumah adat ini. Disitu tersedia berbagai kain, tas, gantungan kunci, mandau dll khas milik Suku Dayak.



      Untuk yang kepingin ngopi juga tersedia cafe di rumah adat bagian tengah, dan tersedia juga makanan kecil seperti singkong dan pisang khas Tarakan.
      Selesai sudah jalan2 kami kali ini, tepat pukul 16 WITA kami tinggalkan rumah Adat Baloy namanya, dan langsung menuju Bandara Juwata Kota Tarakan. Dan rupanya perburuan oleh2 juga belum selesai sampai disini karena ternyata di dalam bandara ada kios Kepiting Soka yang sering jadi incaran para Travellers juga rupanya. Harganya tidak terlalu mahal, kurang lebih Rp. 100.000an per kotak tergantung isinya yang berapa ekor.


      Sampai disini dulu JJ'er sharing cerita tentang Kepulauan Derawan, semoga bisa menginspirasi teman2 untuk menuju kesini.
      Salam Jalan2 Indonesia.....!!
       
      Foto by :
      Titi S Soeparno
      Anisa Rahmadi
      Tantin Krissanti
      Najla Tour

      Desktop.ini
    • By Berangan Trip Organizer
      Berada tak jauh dari daratan Kabupaten Berau di Kalimantan Timur, kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau dan yang paling terkenal di antaranya adalah Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Di sini bersarang kura-kura hijau langka dan juga penyu sisik. Kita dapat menyaksikan setiap hari penyu bertelur di pasir atau berenang ke laut bersama kura-kura. Seluruh wilayah konservasi laut ini luasnya tidak kurang dari 1,27 juta hektar. Kita dapat menemukan setidaknya 460 jenis karang dan ini terbanyak kedua setelah Raja Ampat.

      Date :
      5 – 8 Mei 2016 Itinerary :
      Hari 1 : TARAKAN – DERAWAN (L, D)
      Pada pukul 12 siang berkumpul di meeting point, yaitu Bandara Tarakan. Makan siang terlebih dahulu, kemudian menuju pelabuhan dan melakukan perjalanan selama + 3 jam dengan speed boat menuju Pulau Derawan. Setelah itu waktu bebas.
      Hari 2 : DERAWAN – NABUCCO – MARATUA (B, L, D)
      Pada pagi hari check out penginapan di Pulau Derawan. Kemudian menuju Pulau Maratua, check-in penginapan, dan explore sekeliling pulau, termasuk Pulau Nabucco. Menjelang sore kembali ke penginapan di Pulau Maratua.
      Hari 3 : MARATUA – KAKABAN – SANGALAKI – DERAWAN (B, L, D)
      Pada pagi hari check out penginapan di Pulau Maratua. Kemudian menuju Pulau Kakaban untuk berenang bersama ubur-ubur yang tidak menyengat. Setelah makan siang, perjalanan berlanjut menuju Pulau Sangalaki, tempat penangkaran penyu dimana pengunjung bisa ikut melepas anak-anak penyu (tukik). Di sore hari, akan kembali ke penginapan di Pulau Derawan.
      Hari 4 : DERAWAN – TARAKAN (B, L)
      Meng-explore Pulau Derawan di pagi harinya (snorkeling / diving). Setelah makan siang akan melakukan perjalanan kembali ke Tarakan. Sesampainya di Tarakan akan kami antar ke bandara, sekaligus menjadi akhir dari perjalanan tak terlupakan di Kepulauan Derawan.
      Price : Rp 2,100,000/pax
      Quota : min. 15 pax
      Include :
      Airport transfer PP dari bandara ke pelabuhan Transportasi laut (speed boat) selama trip berlangsung 2N penginapan apung Derawan (AC) 1N penginapan Maratua (AC) Makan 10x Guide lokal Exclude :
      Tiket pesawat Peralatan snorkeling Terms & Conditions :
      Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp 1,000,000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran, maka pembayaran dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila kuota trip tidak memenuhi kuota minimal, maka peserta trip tetap dapat mengikuti trip dengan biaya yang menyesuaikan, atau peserta trip dapat membatalkan keikutsertaan dengan pembayaran yang dikembalikan 100%. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat. Contact :
      Intan Primadewati
      Call/WhatsApp : +6281233843907
      Pin BB : 5368F674
      Indra Yulianto
      Call/WhatsApp : +6281286944675
      Pin BB : 75A0A51D
      Email : marketing@berangan.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip
    • By Berangan Trip Organizer
      Berada tak jauh dari daratan Kabupaten Berau di Kalimantan Timur, kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau dan yang paling terkenal di antaranya adalah Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Di sini bersarang kura-kura hijau langka dan juga penyu sisik. Kita dapat menyaksikan setiap hari penyu bertelur di pasir atau berenang ke laut bersama kura-kura. Seluruh wilayah konservasi laut ini luasnya tidak kurang dari 1,27 juta hektar. Kita dapat menemukan setidaknya 460 jenis karang dan ini terbanyak kedua setelah Raja Ampat.

      Date :
      5 – 8 Mei 2016 Itinerary :
      Hari 1 : TARAKAN – DERAWAN (L, D)
      Pada pukul 12 siang berkumpul di meeting point, yaitu Bandara Tarakan. Makan siang terlebih dahulu, kemudian menuju pelabuhan dan melakukan perjalanan selama + 3 jam dengan speed boat menuju Pulau Derawan. Setelah itu waktu bebas.
      Hari 2 : DERAWAN – NABUCCO – MARATUA (B, L, D)
      Pada pagi hari check out penginapan di Pulau Derawan. Kemudian menuju Pulau Maratua, check-in penginapan, dan explore sekeliling pulau, termasuk Pulau Nabucco. Menjelang sore kembali ke penginapan di Pulau Maratua.
      Hari 3 : MARATUA – KAKABAN – SANGALAKI – DERAWAN (B, L, D)
      Pada pagi hari check out penginapan di Pulau Maratua. Kemudian menuju Pulau Kakaban untuk berenang bersama ubur-ubur yang tidak menyengat. Setelah makan siang, perjalanan berlanjut menuju Pulau Sangalaki, tempat penangkaran penyu dimana pengunjung bisa ikut melepas anak-anak penyu (tukik). Di sore hari, akan kembali ke penginapan di Pulau Derawan.
      Hari 4 : DERAWAN – TARAKAN (B, L)
      Meng-explore Pulau Derawan di pagi harinya (snorkeling / diving). Setelah makan siang akan melakukan perjalanan kembali ke Tarakan. Sesampainya di Tarakan akan kami antar ke bandara, sekaligus menjadi akhir dari perjalanan tak terlupakan di Kepulauan Derawan.
      Price : Rp 2,000,000/pax
      Quota : min. 15 pax
      Include :
      Airport transfer PP dari bandara ke pelabuhan Transportasi laut (speed boat) selama trip berlangsung 2N penginapan apung Derawan (AC) 1N penginapan Maratua (AC) Makan 10x Exclude :
      Tiket pesawat Peralatan snorkeling Terms & Conditions :
      Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp 1,000,000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran, maka pembayaran dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila kuota trip tidak memenuhi kuota minimal, maka peserta trip tetap dapat mengikuti trip dengan biaya yang menyesuaikan, atau peserta trip dapat membatalkan keikutsertaan dengan pembayaran yang dikembalikan 100%. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat. Contact :
      Intan Primadewati
      Call/WhatsApp : +6281233843907
      Pin BB : 5368F674
      Indra Yulianto
      Call/WhatsApp : +6281286944675
      Pin BB : 75A0A51D
      Email : marketing@berangan.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip
    • By Berangan Trip Organizer
      Berada tak jauh dari daratan Kabupaten Berau di Kalimantan Timur, kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau dan yang paling terkenal di antaranya adalah Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Di sini bersarang kura-kura hijau langka dan juga penyu sisik. Kita dapat menyaksikan setiap hari penyu bertelur di pasir atau berenang ke laut bersama kura-kura. Seluruh wilayah konservasi laut ini luasnya tidak kurang dari 1,27 juta hektar. Kita dapat menemukan setidaknya 460 jenis karang dan ini terbanyak kedua setelah Raja Ampat.

      Date : 14 - 17 Mei 2015
      Itinerary :
      Hari 1 : TARAKAN – DERAWAN (D)
      Pada pukul 12 siang berkumpul di meeting point, yaitu Bandara Tarakan. Makan siang terlebih dahulu, kemudian menuju pelabuhan dan melakukan perjalanan selama + 3 jam dengan speed boat menuju Pulau Derawan. Setelah itu waktu bebas.
      Hari 2 : DERAWAN – NABUCCO – MARATUA (B, L, D)
      Pada pagi hari check out penginapan di Pulau Derawan. Kemudian menuju Pulau Maratua, check in penginapan, dan explore sekeliling pulau, termasuk Pulau Nabucco. Menjelang sore kembali ke penginapan di Pulau Maratua.
      Hari 3 : MARATUA – KAKABAN – SANGALAKI – DERAWAN (B, L, D)
      Pada pagi hari check out penginapan di Pulau Maratua. Kemudian menuju Pulau Kakaban untuk berenang bersama ubur-ubur yang tidak menyengat. Setelah makan siang, perjalanan berlanjut menuju Pulau Sangalaki, tempat penangkaran penyu dimana pengunjung bisa ikut melepas anak-anak penyu (tukik). Di sore hari, akan kembali ke penginapan di Pulau Derawan.
      Hari 4 : DERAWAN – TARAKAN (B, L)
      Meng-explore Pulau Derawan di pagi harinya (snorkeling / diving). Setelah makan siang akan melakukan perjalanan kembali ke Tarakan. Sesampainya di Tarakan akan kami antar ke bandara, sekaligus menjadi akhir dari perjalanan tak terlupakan di Kepulauan Derawan.
       
      Price : Rp 2,250,000/pax
      Quota : min. 15 pax
      Include :
      Airport transfer PP dari bandara ke pelabuhan Transportasi laut (speed boat) selama trip berlangsung 2N Cottage apung Derawan (AC) 1N Cottage Maratua (AC) Makan 9x Exclude :
      Tiket pesawat Tips untuk guide (Rp. 100.000) Terms & Conditions :
      Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp 1,000,000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran, maka pembayaran dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila kuota trip tidak memenuhi kuota minimal, maka peserta trip tetap dapat mengikuti trip dengan biaya yang menyesuaikan, atau peserta trip dapat membatalkan keikutsertaan dengan pembayaran yang dikembalikan 100%. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat. Info : diving + Rp. 500.000/2 dive, serta sewa kapal Rp. 500.000/pax (min. 4 pax)
      Contact :
      Intan Primadewati
      Call/WhatsApp : +6281233843907 . +6285748800237
      Pin BB : 7535A773
      Indra Yulianto
      Call/WhatsApp : +6281286944675 . +6285645412245
      Pin BB : 75A0A51D
      Email : ber.angan@yahoo.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip