erulenonk

Ancang-Ancang Biaya Ke Belitung 3H2M Tanpa Tur

36 posts in this topic

On 9/8/2017 at 2:21 PM, chrizz_msweb said:

ok2, thax info nya. Susah dah berarti buat hunting sunrise

kalau mau hunting sunrise bisa coba deh ke pulau seliu

pulau ini di bagian selatan pulau belitung..masih belum terlalu terekspose sih, tapi gk kalah bagus kok..Bila ingin menyaksikan matahari terbit, pergilah ke Pantai Lingkok atau Dermaga Tajur selepas subuh,  jika ingin menikmati matahari terbenam dapat mengunjungi pantai Marangbulo.

info lengkap bisa dibaca disini : https://travelnatic.com/pulau-seliu-belitung/

perjalanan ke pulau seliu dapat ditempuh dengan perjalanan darat dari Tanjungpandan ke pelabuhan Teluk Gembira (Membalong) +- 1jam dilanjutkan menyeberang menggunakan kapal penyeberangan +- 15 menit. akan lebih mudah menggunakan motor karna bisa dibawa menyeberang, sehingga tidak perlu lagi mencari kendaraan saat di pulau seliu

untuk penginapan di pulau seliu ada mess milik desa, harganya sangat terjangkau klo tdk salah dibawah 100rb

pulau ini tidak terlalu besar, untuk guide bisa minta orang desa menemani perjalanan anda, warga disana sangat ramah kok..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By vie asano
      Masih seputar akomodasi unik yang bisa ditemukan di Jepang. Jika sebelumnya saya sudah membahas hotel kapsul yang menawarkan kamar tidur super imut, love hotel ala Jepang yang memiliki berbagai tema unik, hingga ryokan alias penginapan khas tradisional Jepang, maka kali ini giliran minshuku dan pensions.
       
      Pada tulisan seputar akomodasi hemat, sudah disinggung sedikit tentang minshuku dan pensions. Kedua jenis akomodasi tersebut bisa dikategorikan dalam jenis akomodasi dengan harga menengah dan dapat menjadi alternatif akomodasi bagi wisatawan yang ingin menginap dalam suasana lain. Namun seperti apakah minshuku dan pensions itu? Mari kita lihat persamaan dan perbedaan antara kedua jenis akomodasi tersebut.
       
      Apa itu minshuku dan pensions?
      Pernah dengar istilah Bed & Breakfast atau B&B? Istilah itu merujuk pada penginapan berskala kecil yang menawarkan akomodasi dan sarapan. B&B biasanya menjadi satu dengan rumah tinggal, dikelola oleh keluarga, dan jumlah kamarnya sangat terbatas (biasanya dibawah 10 kamar).
      Nah, minshuku dan pensions adalah akomodasi bertipe B&B. Mereka sama-sama dikelola oleh keluarga, dan memiliki jumlah kamar yang terbatas. Bedanya, minshuku adalah B&B bernuansa tradisional Jepang. Jadi interior kamarnya menggunakan tatami dan memiliki suasana layaknya ryokan. Hanya saja karena skalanya kecil dan fasilitasnya terbatas, ditambah dengan pengelolaannya yang juga tradisional, maka minshuku bisa dikategorikan sebagai budget ryokan.
      Lalu bagaimana dengan pensions? Penginapan ini juga bertipe B&B, sama seperti minshuku. Hanya saja jika minshuku memiliki suasana tradisional Jepang, pensions bergaya ala Barat. Jadi pernak pernik dalam pensions, seperti tipe kamar dan fasilitas lainnya tak jauh beda dengan yang bisa ditemukan dalam rumah sehari-hari.
      (1) Oyado Iseya Minshuku [foto: Macknz.smith], (2) Pensions Tengallonhat [foto: Tristanf]
      Apa keistimewaan dari minshuku dan pensions?
      Minshuku dan pensions memiliki keistimewaan yang tidak bisa ditemukan dalam hotel, atau mungkin ryokan. Karena minshuku dan pensions dikelola oleh keluarga, serta karena segala fasilitasnya (rata-rata) harus berbagi dengan anggota keluarga pengelola, maka minshuku dan pensions menawarkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan keluarga Jepang. Para tamu dapat merasakan kehangatan dan keramahan khas keluarga Jepang, serta dapat melihat langsung sekaligus menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari. Keistimewaan lainnya, karena dikelola oleh keluarga, tamu di minshuku maupun pension berkesempatan untuk bertemu dengan wisatawan lain dalam suasana yang lebih santai dan hangat. Kurang lebih seperti program WWOOF (dalam hal menawarkan kesempatan untuk berinteraksi dan merasakan kehidupan dalam keluarga Jepang), bedanya disini tamu harus membayar untuk mendapat fasilitas penginapan dan makanan serta tak perlu bekerja.
      Walau sama-sama menawarkan suasana ala rumah, minshuku dan pensions tentu memiliki keistimewaan masing-masing. Minshuku menawarkan suasana kekeluargaan khas Jepang, yang didukung dengan interior ala Jepang pula. Sementara pensions lebih fleksibel dalam masalah tema. Maksudnya, beberapa pensions memiliki tema tertentu untuk menarik wisatawan, salah satu contohnya adalah tema musik. Tak sedikit pula pensions yang memiliki ruangan bergaya Jepang untuk memikat wisatawan asing.
      (3) Minshuku Sosuke [foto: Naixn], (4) Pensions Birao [foto: Alberth2]
      Dimanakah lokasi minshuku dan pensions?
      Minshuku maupun pensions sama-sama mudah ditemukan di berbagai tempat di kota, termasuk di pinggiran kota, di kota kecil, maupun di sekitar tempat wisata (seperti onsen, pantai, gunung, maupun tempat ski).
      Apa saja fasilitas standar yang terdapat di minshuku dan pensions?
      Minshuku menawarkan penginapan ala Jepang, jadi fasilitas yang biasa ditemukan di kamar minshuku tentu saja tak jauh-jauh dari nuansa tradisional Jepang. Rata-rata kamar di minshuku memiliki lantai ber-tatami, dan tamu tidur menggunakan futon (kasur khas Jepang). Fasilitas lainnya biasanya tak jauh-jauh dari televisi, dan dilengkapi dengan pendingin maupun pemanas ruangan. Bagian dindingnya ada yang menggunakan shoji (dinding kertas) dengan pintu geser, ada juga yang menggunakan dinding bata (jadi hanya interiornya saja yang ala Jepang. Kurang lebih suasana di minshuku hampir mirip dengan ryokan, hanya ukurannya saja yang jauh lebih kecil dan (karena terbatasnya ruang) biasanya tidak dilengkapi dengan ruang duduk ala Barat. Oya, beberapa minshuku juga menyediakan yukata sebagai pakaian ganti untuk tamu.
      (5) & (6) Ruangan di Minshuku Sosuke [foto: lesteph, naixn]
      Pensions menawarkan suasana menginap yang mudah ditemukan di rumah-rumah di Indonesia sekalipun. Kamarnya dirancang ala Barat, dan tamu tidur menggunakan kasur maupun springbed. Namun ada juga pensions yang memiliki 1-2 ruangan ber-tatami. Ada ruangan yang dilengkapi dengan televisi, ada juga yang tidak.
      (7) Ruangan ber-tatami di Pensions Birao [foto: Alberth2], (8) Western style bedroom di Lee's Pensions Osaka [foto: Yolanda Arango]
      Baik minshuku maupun pensions rata-rata menawarkan kamar mandi dan toilet bersama. Jarang ada yang menempatkan toilet maupun kamar mandi privat dalam kamar di minshuku maupun pensions (kalaupun ada biasanya dengan harga khusus). Fasilitas pelengkap lainnya, seperti shampo, sabun, maupun handuk kadang disertakan juga secara cuma-cuma. Untuk tipe kamar mandi bersamanya rata-rata dibuat ala sento, yaitu pemandian umum khas Jepang. Untuk informasi seputar sento baca disini dan disini.
       
      Seputar makanan dan minuman
      Minshuku maupun pensions menawarkan makanan ala rumahan. Bedanya, menu di minshuku umumnya makanan khas Jepang. Menunya tak jauh dari yang biasa ditawarkan oleh ryokan (yaitu menu kaiseki ryori), hanya saja biasanya dibuat dalam versi yang lebih sederhana. Namun ada juga minshuku yang dapat menyajikan menu ala Barat. Sementara pensions umumnya menawarkan menu rumahan ala Barat maupun kombinasi dengan menu khas Jepang. Namun ada juga pensions yang menyajikan menu khas Cina maupun negara lainnya.
      (9) Contoh menu di minshuku Ishiyama [foto: Jetalone], (10) Menu di Pensions Birao [foto: Alberth2]
      Bagaimana dari segi harga?
      Untuk minshuku, rata-rata harganya berkisar ¥6000 hingga ¥8500 per-orang per-malam. Harga tersebut sudah termasuk dengan sarapan dan makan malam, namun belum termasuk pajak. Sedangkan pensions menawarkan harga antara ¥6000 hingga ¥12000 per-orang per-malam (belum termasuk pajak). Harga rata-rata tersebut bisa berbeda di setiap kota, dan pada musim liburan (biasanya) akan dikenakan biaya tambahan. Catatan lain, disarankan membayar menggunakan uang tunai (Yen) karena di Jepang hanya hotel/penginapan ber-skala besar saja yang menerima pembayaran dengan kartu kredit.
      (11) Ruang makan di minshuku Souke [foto: Naixn], (12) Ruang makan di Pensions Birao [foto: Alberth2]
      Prosedur reservasi, check-in, hingga check-out
      Waktu check-in di minshuku biasanya dilakukan antara pukul 15.00 hingga pukul 17.00. Lebih dari pukul 17.00 maka reservasi akan dibatalkan dan (jika sudah membayar) uang muka akan hangus. Disarankan tamu datang jauh sebelum pukul 17.00 karena makan malam akan dimulai antara pukul 18.00-19.00. Waktu check-outnya sendiri kira-kira pukul 10.00. Untuk pensions, waktu check-in dan check-out nya bervariasi. Prosedur reservasinya bisa dilakukan melalui situs booking hotel, maupun melalui website pribadi masing-masing minshuku/pensions.
      Catatan lainnya
      - Tidak semua minshuku dan pensions memiliki pegawai untuk membantu keperluan Anda. Jadi jangan heran jika di beberapa minshuku dan pensions Anda harus membereskan kamar masing-masing.
      - Tidak semua minshuku dan pensions memiliki staff yang dapat berbahasa Inggris. Untuk menyiasatinya, bicaralah lebih pelan dan jangan ragu menggunakan bahasa tubuh.
      - Beberapa minshuku dan pensions telah menyediakan wifi secara gratis. Namun ada juga yang hanya menyediakan komputer yang dapat di akses di ruang bersama, seperti ruang duduk maupun ruang keluarga.
      Setelah membandingkan antara minshuku dan pensions, menurut Anda, mana yang lebih menarik untuk dicoba saat berwisata ke Jepang?
      Baca juga:
      Siapa Bilang Akomodasi di Jepang Mahal?
      Capsule Hotel, Salah Satu Akomodasi Unik di Jepang
      Uniknya Love Hotel ala Jepang
      From A to Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional Khas Jepang (bagian 1, bagian 2)
      * Semua foto diambil dari flickr via creative commons. Credit nama berdasarkan username flickr. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.
    • By vie asano
      Sesuai dengan janji yang saya sebut dalam tulisan sebelumnya, saya ingin lanjut membahas aneka akomodasi unik yang ada di Jepang. Kali ini yang akan saya bahas adalah sebuah akomodasi yang disebut Love Hotel. Hotel jenis ini juga menarik untuk dicoba lho, apalagi jika Anda mengaku sebagai traveller yang selalu tertarik mencari pengalaman baru..
      (1) Love Hotel Hill di Shibuya [foto: TenSafeFrogs], (2) Bagian dari distrik Love Hotel di Lake Biwa [foto: ken_mayer]
      Ada yang tahu apa itu Love Hotel? Love Hotel, atau dalam istilah Jepangnya adalah Rabu Hoteru (atau rabuho untuk versi gaulnya), sejatinya tak jauh berbeda dengan hotel pada umumnya. Bedanya, hotel jenis ini termasuk kategori boutique hotel yang menerapkan sistem short time (walau ada juga yang menerapkan sistem short time dan overnight time), sehingga populer di kalangan mereka yang perlu check in selama beberapa jam saja untuk berbagai alasan, mulai dari istirahat hingga istirahat.
       
      Saya nggak akan terlalu detail membahas sejarah Love Hotel, karena tradisi check in short time ini konon sudah ada sejak Tokyo masih bernama Edo dan pastinya tak jauh-jauh dari bisnis prostitusi. Biasanya, penginapan maupun rumah minum teh (ochaya) yang memiliki sistem tersebut. Jadi Love Hotel yang berkembang di Jepang saat ini merupakan versi modern dari konsep yang sudah ada sejak dulu. Adapun Love Hotel modern pertama di Jepang dibangun di Osaka pada tahun 1968, dan konsep tersebut langsung menyebar ke berbagai kota yang ada di Jepang. Kabarnya saat ini telah terdapat 25000 Love Hotel di seluruh Jepang. Fantastis, bukan?
      (3) & (4) Salah satu Love Hotel di Shibuya [foto: Kojach, Emmanuel P.]
      Tak sulit untuk membedakan antara Love Hotel dengan hotel biasa. Cara paling mudah adalah membedakan dari segi nama, karena tak sedikit Love Hotel yang terang-terangan menyebut kata love hotel atau love sebagai bagian dari namanya. Love Hotel pun biasanya memiliki desain yang eksentrik. Biasanya elemen hati maupun bunga menjadi pilihan favorit ditampilkan di bagian luar. Namun banyak juga Love Hotel yang menampilkan desain beragam seperti desain kastil, dan tak sedikit juga yang hampir mirip seperti hotel biasa. Ciri untuk mengenali Love Hotel, selain dari segi nama, adalah dari segi tarifnya. Love Hotel biasanya menampilkan 2 versi tarif: rest/short time dan stay/overnight time.
      (5) Castle Hotel [foto: Randomidea], (6) Hotel Myroom [foto: Jmettraux], (7) Rose Lips Hotel [foto: Furibond]
      Jadi Love Hotel sama dengan hotel esek-esek dong?
      Jika ditanya apakah Love Hotel sama dengan hotel esek-esek, jawabannya tergantung persepsi masing-masing. Ya, karena check in short time memang populer di antara mereka yang perlu waktu privat selama beberapa jam saja dan erat dengan konotasi seksual. Dan sesuai dengan namanya yang berarti hotel cinta, rata-rata konsumen utamanya adalah pasangan kekasih maupun mereka yang datang untuk kencan sesaat. Tapi jangan membayangkan Love Hotel sebagai hotel yang menyediakan teman kencan, karena pada dasarnya hotel ini hanya menyediakan fasilitas saja. Siapapun bisa menginap disini sekalipun datang sendirian.
      Kenapa harus mencoba menginap di Love Hotel saat berwisata ke Jepang?
      Konsep hotel cinta bukan ekslusif milik Jepang karena hotel-hotel sejenis banyak ditemukan di berbagai negara. Namun bukan Jepang namanya jika tidak menawarkan hal-hal unik di balik konsep yang sebetulnya standar saja. Love Hotel di Jepang tak melulu bicara tentang short time saja lho, yang berarti datang-istirahat-pergi. Banyak hal yang membuat hotel cinta ini akhirnya menawarkan pengalaman lebih untuk wisatawan asing. Berikut beberapa fakta menarik seputar Love Hotel, yang bisa menjadi pertimbangan para wisatawan sebelum mencoba akomodasi ini.
      1. Dari segi harga, Love Hotel biasanya lebih murah dari bussiness hotel biasa. Memang ada Love Hotel yang harganya sama dengan bussiness hotel, namun jika dibandingkan dari segi fasilitas, Love Hotel bisa dianggap lebih murah. Dalam kisaran harga yang sama, bussiness hotel biasanya hanya menawarkan ranjang single serta ruang dengan dekorasi dan fasilitas seadanya (kadang-kadang tidak dilengkapi dengan kamar mandi), sedangkan Love Hotel biasanya memiliki ranjang double bed dan sudah dilengkapi dengan kamar mandi. Malah kamar di Love Hotel biasanya memiliki fasilitas hiburan tambahan, seperti TV layar besar lengkap dengan aneka pilihan film, karaoke dalam kamar, musik, jacuzzi tub, sistem pencahayaan tematik, dan banyak lagi.
      (8) Kamar standar di Love Hotel [foto: Fletchy182], (9) Jacuzzi di Love Hotel [foto: nicwn]
      2. Waktu sewa di Love Hotel lebih fleksibel. Ada yang menawarkan tarif per-jam, per-beberapa jam (short time), atau per-malam. Tarif siang hari dan malam hari bisa berbeda jauh, begitu juga jika datang di hari biasa dengan akhir pekan. Jadi traveller bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan juga budget.
      (10), (11), (12) Beberapa contoh tarif Love Hotel [foto: matt murf, jdbc42, ffg]
      3. Love Hotel biasanya memiliki sistem pelayanan yang unik lho. Kadang resepsionisnya tak kelihatan dan pengunjung memilih kamar melalui katalog elektronik yang ada di dekat area resepsionis. Beberapa Love Hotel menerapkan metode pembayaran yang tak kalah unik lho, misalnya saja ada yang menggunakan metode vacuum tube payment method. Intinya, selalu ada pengalaman unik yang bisa di dapat jika pergi ke Love Hotel.
      (13) & (14) Katalog ruang yang bisa dipilih [foto: Kalleboo], (15) & (16) Vacuum tube payment method [foto: Kalleboo]
      4. Mayoritas Love Hotel memiliki kamar dengan tema beragam, dan asyiknya pengunjung boleh memilih sendiri tema kamar yang diinginkan. Ingin mencoba tidur dalam kamar bernuansa ruang kelas (lengkap dengan papan tulis), atau mencoba kamar bernuansa Hello Kitty? Bisa banget.. Atau mungkin ingin mencoba kamar dengan pencahayaan yang aneh-aneh, kamar dengan ranjang yang bisa berputar, atau kamar yang dirancang ala kereta? Hotel biasa jelas takkan memiliki fasilitas seperti itu. Hanya saja perlu diketahui, tak semua Love Hotel memiliki kamar tematik. Ada juga yang menawarkan kamar biasa seperti hotel pada umumnya.
      (17), (18), (19) Contoh kamar dengan pencahayaan tematik [foto: Gruntzooki]
      (20) Kamar bertema Totoro [foto: Sweet_redbird], (21) Kasur putar dengan desain ala UFO [foto: Bernard McManus]
      5. Kadang-kadang ada juga Love Hotel yang menyediakan fasilitas tambahan yang unik, seperti rental kostum serta vending machine yang menjual berbagai keperluan dewasa. Namun ada juga yang melengkapi kamarnya dengan fasilitas-fasilitas lucu, seperti merry go round!
       
      6. Perlu diperhatikan, tak semua Love Hotel menerima tamu yang datang bersama teman sejenis (perempuan dan perempuan atau laki-laki dan laki-laki), sekalipun tujuan Anda hanya untuk singgah sejenak. Itu karena di Jepang konsep same-sex couple belum diterima secara luas. Jadi perhatikan aturan main yang berlaku di setiap Love Hotel sebelum memutuskan untuk booking kamar.
       
      7. Bagaimana dengan kebersihan di Love Hotel? Sebagai informasi, warga Jepang terkenal memiliki tuntutan tinggi terhadap kebersihan dan higienitas sehingga pengelola Love Hotel harus selalu menjaga masalah kebersihan jika tak ingin ditinggalkan pelanggannya. Memang, seperti hotel pada umumnya, ada juga Love Hotel yang kurang bersih (biasanya yang harganya terlalu murah), jadi semua kembali pada pandai-pandainya wisatawan memilih hotel yang akan disinggahi.
       
      Love Hotel cukup seru, bukan? Jadi jangan ragu untuk mencoba menginap di Love Hotel saat berwisata ke Jepang. Namun perlu diingat, walau memiliki kamar yang lucu seperti Hello Kitty, jangan membawa keluarga Anda menginap di Love Hotel. Bagaimanapun hotel jenis ini menyasar kalangan dewasa, sehingga terkadang ada saja beberapa fasilitas tambahan (seperti alat kontrasepsi) yang kurang sesuai untuk anak-anak. Tenang, di Jepang masih banyak akomodasi unik lainnya yang cocok dinikmati bersama keluarga. Semoga infonya bermanfaat!
      Note: Baca juga tulisan terkait lainnya: Siapa Bilang Akomodasi di Jepang itu Mahal, dan Serba-serbi Capsule Hotel.
      * Semua foto diambil dari flickr, melalui creative commons. Credit nama berdasarkan userrname flickr. Tidak ada materi foto yang dirubah dari aslinya.
    • By vie asano
      Sudah tahu apa itu shukubo? Sudah tahu apa yang membuat shukubo menarik untuk dicoba oleh wisatawan? Kalau belum, baca disini dulu ya, karena tulisan ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya. Disini saya ingin berbagi aneka info dimana bisa melakukan shukubo, perkiraan harga, dan juga info lainnya yang masih berkaitan dengan kegiatan menginap di kuil tersebut.
      Sebelumnya, sudah dijelaskan jika tidak semua kuil menyediakan fasilitas untuk shukubo. Namun jumlah kuil yang menerima shukubo pun jumlahnya tak sedikit dan tersebar di berbagai penjuru Jepang. Biasanya, kuil-kuil yang menyediakan shukubo adalah kuil-kuil yang populer sebagai tempat tujuan wisata, terutama wisata religi. Bisa karena kuil tersebut menjadi pusat aliran tertentu, memiliki sejarah yang unik, dan sebagainya.
      Jika ditanya dimana tempat yang paling populer untuk melakukan shukubo, jawabannya tentu saja adalah Gunung Koya, atau Koyasan, yang terletak di prefektur Wakayama, Kansai. Koyasan sudah lama dikenal sebagai salah satu tempat wisata religi terbaik di Jepang, dan telah diakui oleh UNESCO sebagai World Heritage Sites "Sacred Sites and Pilgrimage Routes in the Kii Mountain Range" (bersama dengan 2 lokasi lain di Kii Peninsula). Kenapa? Karena gunung ini merupakan pusatnya dari aliran Shingon Buddhism, salah satu aliran Budha yang telah masuk ke Jepang sejak Periode Heian. Kobo Daishi (atau Kukai), tokoh penting yang membawa Shingon Buddhism ke Jepang, membangun kuil Garan di Gunung Koya pada tahun 826. Seiring dengan perkembangan aliran Shingon Buddhism, di sekitar kuil pusat itu kini terdapat lebih dari 100 kuil yang berada di sepanjang jalan di Gunung Koya. Menariknya, lebih dari 50 kuil menyediakan fasilitas shukubo yang dapat digunakan oleh para peziarah maupun wisatawan yang sekedar ingin merasakan shukubo.
      (1), (2), (3) Berbagai suasana di Koyasan [foto: Danirubioperez, crystalline radical, akuppa]
      Ada beberapa hal yang membuat shukubo di Gunung Koya ini menarik selain dari pengalaman ber-shukubo itu sendiri. Yang paling utama, tentu saja karena banyaknya kuil yang terdapat di gunung ini sehingga suasana religius sekaligus mistis sangat terasa disini. Suasana Gunung Koya yang dipenuhi oleh hutan yang masih asri menjadi daya tarik lain yang membuat wisatawan terus datang kesini. Selain itu, rata-rata kuil di Gunung Koya ini telah melengkapi shukubo-nya dengan fasilitas yang ramah untuk wisatawan asing. Bahkan mayoritas shukubo di Koyasan ini sudah dapat di booking melalui berbagai situs booking hotel.
      Selain Koyasan, masih banyak kuil di kota lain yang juga menerima shukubo. Berikut beberapa nama kuil yang menerima shukubo di beberapa kota besar di Jepang:
      1. Tokyo: kuil Komadori-sanso dan kuil Seizanso di Gunung Mitake (atau Mitake-san).
      2. Kyoto: kuil Ninna-ji memiliki fasilitas shukubo (di Omuro Kaikan Hall) yang menyediakan makanan non-vegetarian. Kuil lainnya di Kyoto yang menyediakan fasilitas shukubo antara lain Myoren-ji, Hiden-in, Roku-in, Myoshin-ji, Kosho-ji, Hokyo-in, Chion-in, Chishaku-in, Jyorengin, Hongan-ji , dan Cyoraku-ji.
      3. Osaka: kuil Jyokoenman-ji, Shippotaki-ji, dan Katsuou-ji.
      4. Nara: kuil Senko-ji, Shigisan (Senjyu-in, Gyokuzo-in, Jyohuku-in), Yoshinosan (Kizo-in, Tonan-in, Chikurin-in, Sakuramoto-bo)
      (4), (5), (6) Kuil Ninna-ji di Kyoto [foto: Carles Tomas Marti]
      Lalu, berapa biaya untuk melakukan shukubo?
      Biayanya bisa bervariasi, tergantung dari masing-masing kuil dan fasilitas apa saja yang ditawarkan oleh kuil tersebut. Biasanya tarifnya dimulai dari ¥3000, seperti yang terdapat di kuil Jyokoenman-ji di Osaka. Tarif tersebut berlaku jika menginap saja (tanpa makan), dan harganya akan menjadi ¥4500 jika ingin mendapat makan pagi dan makan malam. Harga shukubo di kuil Ninna-ji berbeda lagi, mulai dari ¥5200 (tanpa makan), ¥6000 (termasuk makan pagi), dan ¥9500 (termasuk makan pagi dan makan malam, ¥7500 untuk anak-anak). Kuil Shigisan (Gyokuzo-in) di Nara memiliki rate ¥8000-¥12000, dan jika ingin mengikuti Nun Experience Plan, tarifnya antara ¥8000-¥14000. Sedangkan untuk kuil-kuil di Koyasan, rate-nya kira-kira ¥9500-¥15000 per-orang per-malam, sudah termasuk makan pagi dan makan malam. Shukubo itu mahal? Tergantung dari persepsi dan deskripsi tentang kata mahal. Harganya memang lebih tinggi dari hostel maupun hotel kapsul. Tapi jika dilihat dari segi pengalaman, shukubo jelas menawarkan pengalaman lebih dari akomodasi lainnya.
      Tertarik melakukan shukubo? Walau saat ini sudah banyak fasilitas shukubo yang ramah terhadap wisatawan asing, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar tidak terkena culture shock.
      1. Bagaimana pun, ingatlah selalu jika fasilitas shukubo merupakan bagian dari fasilitas kuil. Jadi jangan berharap ada pelayanan sekelas hotel saat melakukan shukubo.
      2. Kuil yang menerima shukubo mungkin saja memiliki website dalam bahasa Inggris yang dikelola dengan profesional. Namun perlu diketahui, staff yang dapat berbahasa Inggris tidak selalu ada di setiap kuil (terutama untuk kuil-kuil kecil). Solusinya, bicaralah lebih pelan dan gunakan bahasa tubuh setiap kali membutuhkan sesuatu.
      3. Menginap di ruangan bergaya Jepang juga memiliki konsekuensi tersendiri lho. Dinding pembatas antar kamar biasanya sangat tipis karena betul-betul terbuat dari dinding kertas, sehingga Anda bisa saja mendengar hela nafas dari kamar sebelah. Bagi Anda yang sangat mementingkan privasi, dinding tipis bisa jadi akan mengurangi kenyamanan tidur. Namun jangan khawatir soal kenyamanan kamar. Di luar masalah dinding yang ekstra tipis, kamar untuk shukubo rata-rata cukup nyaman untuk wisatawan.
      4. Program religi yang diadakan oleh kuil juga bisa menjadi salah satu faktor yang memicu culture shock. Terlebih karena aktifitas tersebut rata-rata dimulai sejak dini hari. Jadi jika memang hanya ingin menikmati suasana menginap di kuil, bisa memilih kuil yang hanya menyediakan akomodasi saja.
      5. Sebetulnya, siapa saja boleh melakukan shukubo. Namun jika Anda termasuk tipikal partygoers, suasana kuil yang tenang dan sepi (terutama di malam hari) bisa jadi akan terasa mengejutkan. Di kuil jelas tidak ada fasilitas hiburan, dan bahkan Anda diharapkan untuk ikut menjaga ketenangan dengan bersikap tenang. Belum lagi jika kuil yang Anda pilih hanya menyediakan menu vegetarian ala pendeta Budha. Jadi pertimbangkan juga kesiapan mental Anda sebelum memutuskan untuk melakukan shukubo.
      6. Terakhir dan yang paling penting, ada satu tips agar terhindar dari culture shock sewaktu melakukan shukubo. Nikmati saja suasana shukubo, dan bersikaplah open minded. Mungkin masih ada 1-2 hal yang membuat Anda kaget, tapi selama Anda bisa menikmati setiap kejutan tersebut, maka shukubo pasti tetap akan terasa menyenangkan. Ingat selalu bahwa inti dari shukubo bukanlah sekedar untuk berwisata, namun sekaligus menjadi momen untuk mengenal lebih dekat budaya setempat, serta mencari ketenangan setelah sehari-hari sibuk dengan suasana perkotaan.
      Selamat mencoba!
      * Seluruh foto diambil dari flickr via creative commons. Credit nama berdasarkan username flickr. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.
      Baca juga:
      Siapa Bilang Akomodasi di Jepang Mahal?
      Capsule Hotel, Salah Satu Akomodasi Unik di Jepang
      Uniknya Love Hotel ala Jepang
      From A to Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional Khas Jepang (bagian 1, bagian 2)
      Minshuku VS Pensions, Pilih Mana?
      Tertarik Melakukan Shukubo? Baca Dulu Ini.
    • By Riana Setiawan
      Halo ingin bertanya apakah ada yg menyewakan akomodasi untuk tgl 11-13 juni di new york untuk 3 orang. Terima kasih.
    • By kyosash
      Hii Jalan2ners, di post ini saya mencoba mengumpulkan beberapa thread2 mengenai Akomodasi (Hotel & Penginapan) , supaya dapat memudahkan dalam pencarian 
      BALI
      Honeymoon di Bali Mahal? 5 Hotel Romantis ini Siap Menyambutmu dibawah 600 Ribuan/malam Kok! Mau Liburan Hemat di Bali? Kenalan Dulu Dengan 7 Akomodasi Ekonomis Tapi Anti Miris Ini Yuk! Yuk, Intip 5 Hotel Keren di Bali yang Populer Sebagai Wedding Venue-nya Selebriti Liburan atau Bulan Madu, Beberapa Hotel Unik di Bali Ini Layak Untuk Dipertimbangkan Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Bali Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Bali Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Bali Rekomendasi Hotel Bintang Lima di Bali  
      BALIKPAPAN
      Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Balikpapan Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Balikpapan Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Balikpapan Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Balikpapan (Bagian Kedua)  
      BANDUNG
      Hobi Kulineran? Lirik Aneka Hotel Budget di Jantungnya Kuliner Bandung, Yuk! Nggak Cuma Ramah di Kantong, 6 B&B di Bandung Ini Juga Bikin Betah dan Males Pulang. Serius! Jangan Tertipu dengan Penampilannya! 6 Hotel di Dago Ini TERNYATA Nggak Semahal Kelihatannya Kok! Untuk Liburan di Bandung yang Penuh Kesan, Cobain Deh Aneka Hotel dengan Predikat “Ter-…” Berikut Ini (part 1/2) Untuk Liburan di Bandung yang Penuh Kesan, Cobain Deh Aneka Hotel dengan Predikat “Ter-…” Berikut Ini (part 2/2) Worth To Try In Bandung: Oasis Boutique Hotel & Siliwangi Waterpark Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Bandung Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Bandung Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Bandung Rekomendasi Hotel Bintang Lima di Bandung  
      BATAM
      Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Batam Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Batam Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Batam (Bagian Pertama) Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Batam (Bagian Kedua)  
      BEKASI
      Rekomendasi Hotel Bintang Satu dan Dua di Bekasi  
      BOGOR
      Pengen Merasakan Serunya Liburan Akhir Pekan di Bogor? Yuk, Simak Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Bogor untuk Liburanmu Rekomendasi Hotel Bintang 3 di Bogor Rekomendasi Hotel Bintang 4 di Bogor Hotel-hotel di Bogor yang Dapat Kamu Jadikan Referensi untuk Akomodasi  
      JAKARTA
      Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Jakarta Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Jakarta Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Jakarta Rekomendasi Hotel Bintang Lima di Jakarta  
      LOMBOK
      Wisata ke Gili Trawangan, Intip 8 Hotel Nyaman yang Nggak Bakal Bikin Kantong Bolong Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Lombok Menilik Penginapan di Lombok yang Nyaman dan Ramah Kantong untukmu Si Traveler Muda  
      MAKASSAR
      Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Makassar Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Makassar Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Makassar (Bagian Pertama) Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Makassar (Bagian Kedua)  
      MALANG
      Backpackeran ke Malang, Perlu Banget Deh Melirik Aneka Hotel Budget Keren Ini Eh, Ternyata 7 Hotel Budget di Malang Ini Cukup Fotogenik Lho!  
      MEDAN
      Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Medan Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Medan Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Medan Rekomendasi Hotel Bintang Lima di Medan  
      PALEMBANG
      Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Palembang Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Palembang Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Palembang (Bagian Pertama) Rekomendasi Hotel Bintang Empat dan Lima di Palembang (Bagian Kedua)  
      PEKANBARU
      Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Pekanbaru Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Pekanbaru Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Pekanbaru Rekomendasi Hotel Bintang Empat dan Lima di Pekanbaru  
      SAMARINDA
      Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Samarinda Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Samarinda Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Samarinda  
      SEMARANG
      Bagi Pemburu Kuliner di Semarang, Ini Dia Referensi dan Review Penginapan di Sekitar Simpang Lima Aneka Hotel ‘Wah’ di Semarang yang Cocok  Banget Untuk Liburan. Rate-nya Masih Batas Wajar, Kok! Wah, Siapa Sangka 6 Hotel Keren di Semarang Ini Ternyata Rate-nya Budget Abis! Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Semarang Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Semarang Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Semarang Rekomendasi Hotel Bintang Empat dan Lima di Semarang  
      SOLO
      Wisata ke Solo, Intip 5 Hotel yang “Solo Bangetttt” Untuk Liburan yang Lebih Berkesan ala “The Spirit of Java” Pengen Liburan ala Sosialita Tapi Kantong Tipis? Yuk, Cobain Aneka “Affordable-Luxury Hotel” di Solo Berikut Ini (max. 300 Ribuan/malam) Berburu Event di Solo Sambil Nginap di Hotel-hotel Ramah Budget Untuk Backpacker? Why Not! Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Solo Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Solo Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Solo Rekomendasi Hotel Bintang Lima di Solo  
      SURABAYA
      Backpackeran ke Surabaya, Catat Aneka Hotel Nyaman 100 Ribuan/Malam Ini, ya! Budget Travellers, 6 Hotel di Surabaya Ini Layak Banget Untuk Kalian Cicipi. Rate-nya Nggak Sampai 250 Ribu/malam, Cyin! Percaya atau Nggak, 5 Hotel Unik di Surabaya Ini Nggak Sampai 400 Ribuan/malam, Lho. Asyik, kan? Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Surabaya Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Surabaya Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Surabaya Rekomendasi Hotel Bintang Lima di Surabaya  
      YOGYAKARTA
      Dear Instagramer, Ini Lho 6 Hotel Instagramable di Jogja yang Bakalan Bikin Feed IG Kalian Makin Kece Badai Rekomendasi Hotel Bintang Dua di Jogjakarta Rekomendasi Hotel Bintang Tiga di Jogjakarta Rekomendasi Hotel Bintang Empat di Jogjakarta Rekomendasi Hotel Bintang Lima di Jogjakarta  
      OVERALL
      Menginap di Tengah Hutan dalam Kemewahan di Resort Khusus Glamping di Indonesia Ingin Ketemu Traveler-Traveler Mancanegara Tanpa Perlu ke Luar Negeri? Ayo Menginap Saja di Hostel-Hostel Berikut Ini!
    • By ルリェ るき
      Halo para member yang baik hati, pernahkan kalian pergi berwisata ke Bali? Pulai Bali sebagai salah satu destinasi wisata yang sudah mendunia memang tidak bisa dilewatkan begitu saja. banyak sekali hal menarik yang bisa kita temukan di sana, apa saja? Kita simak artikelnya di bawah ini!
      Liburan seru, mengapa tidak dihabiskan di Indonesia saja? Bali, yang dijuluki dengan Pulau Dewata bisa menjadi pilihan menarik untuk melepas kejenuhan. Jutaan panorama yang eksotik dan pengalaman unik mewarnai karakteristik pulau Bali.
      Akomodasi Unik
      Akomodasi menawarkan kenyamanan dan harga yang kompetitif sepertinya sudah biasa, namun Bali memberikan sentuhan yang unik pada tempat peristirahatan yang disediakan.
       

      Wisatawan d apat menikmati pengalaman beristirahat di Villa terapung yang dapat dijumpai di daerah Seminyak, menikmati keindahan alam dari hotel bergaya futuristik (Sharma Springs Bamboo House), melepas letih di tempat peristirahatan bertemakan safari, hingga berkemah di Sandat Glamping Tent.
      Bersantap Seru
      Menghilangkan rasa lapar dengan nuansa unik dan seru dapat terpuaskan di Bali. Pomegranate & Sardine menawarkan pengalaman kuliner di tengah hamparan sawah. Tidak hanya itu, suanana minum teh menjelang senja pun lebih berkesan karena indahnya pemandangan matahari terbenam. Dan ketika malam, tata cahaya lampu dan kunang-kunang kian melengkapi pengalaman bersantap malam di alam terbuka.
      Menguji keberanian saat menyantap hidangan dijadikan konsep untuk beberapa pilihan kuliner di Bali. Frankenstein’s Laboratory menyajikan pilihan menu dengan disesuaikan bagi pecinta horror. Makanan yang disajikan tampil esklusif dengan rupa monster dan Frankenstein. Bali Safari and Marine Park’s Tsavo Lion Restaurant memberikan kesempatan menikmati hidangan ditemani sang raja hutan. Ada lagi yang tidak kalah menarik, makan dengan pemandangan terindah di ujung kawah gunung berapi menjadi daya pikat Gunung Madu Sari Restaurant.
      Uji Adrenalin
      Mencoba dan merasakan olahraga menantang merupakan aktifitas yang dapat memacu adrenalin namun Bali memberikan pesona lain untuk menguji tingkat keberanian wisatawannya. Di tengah-tengah perkemahan gajah, wisatawan dapat menjumpai toko dan pengolahan coklat, Pod Chocolate Factory & Café. Di tempat ini, wisatawan dapat menikmati pengetahuan mengenai proses pengolahan coklat sekaligus berkesempatan memeluk beruang madu. Jika melihat kuku-kuku beruang ini, tentu akan berpikir ulang untuk berinteraksi langsung, namun tantangan ini memberikan kepuasan tersendiri untuk wisatawan.
      Meninggalkan beruang lucu dan beralih ke jenis reptil tak berkaki yang lebih dikenal dengan sebutan ular. Luangkan waktu untuk menantang keberanian dengan berpetualang bersama ular. Rangkaian perjalanan malam yang dirangkai oleh Bali Reptile Rescue memberikan pengalaman edukasi yang tidak biasa.
       Wahana Air Memukau

      Mencari sesuatu yang lebih istimewa, bukan sekedar waterboom, kolam renang, pantai atau laut ? Kebutuhan ini terjawab dan terpenuhi di Bali. Kolam renang tanpa batas (Infinity Pool) terbaik di dunia dapat dijumpai di pulau eksotik ini. Munduk Moding Plantation, Alila Ubud-Uluwatu, dan Ubud Hanging Gardens Bali, ketiganya memberikan kesegaran baru saat menikmati pemandangan dari sudut kolam renang.
      Setelah memuaskan mata dari puncak ketinggian, keindahan bawah laut membuat panorama Bali kian lengkap. Di balik jernihnya laut di daerah Pemuteran, tersembunyi situs budaya yang mengundang daya tarik wisatawan untuk menyelam dan melihat dari kedalaman. Penyelam akan dipukau oleh keberadaan kuil di dasar laut. Patung-patung keagamaan yang menyatu dengan kehidupan laut terlihat indah dan mengundang penyelam untuk mengabadikannya. Kesempatan ini benar-benar sayang untuk disia-siakan.
       Sensasi Berbelanja

      “100% Genuine Fake Shop”, temukan selogan ini di salah satu toko di Kuta Badung. Wisatawan tidak perlu ragu lagi dengan barang-barang yang diperjualbelikan karena sudah terjamin asli barang palsu dan penjual pun dengan bangga mengakuinya. Kepuasan membeli tanpa ditipu dan dibodoh-bodohi. Tidak hanya menjadikan selogan sebagai daya tarik yang menjual, badan pesawat pun dimanfaatkan oleh pusat perbelanjaan terbaru yang diberi nama Gate 88. Separuh badan pesawat menghiasi rooftop pusat perbelanjaan modern tersebut. Dengan konsep yang unik, seringkali rooftop tersebut difungsikan sebagai lokasi pesta & festival.
      Tetapkanlah hati dan mulailah menyusun perencanaan untuk merasakan pesona unik Pulau Dewata yang tak akan bisa dijumpai di belahan dunia lain. 
      Bagaimana guys, menarik sekali bukan? Jika kalian memiliki referensi menarik lainnya seputar Pulau Bali, jangan ragu untuk berbagi ya, Selamat Liburan!
    • By Imron369
      Edison Gili, nama sebuah akomodasi penginapan yang terletak di pulau Trawangan, Nusa Tenggara Barat. Edison Gili termasuk akomodasi penginapan yang memliki ciri khas untuk anda yang ingin mendapatkan sebuah pijatan-pijatan dari sebuah kesunyian (Relaksasi Diri). Hal tersebut dikarenakan Edison Gili terletak di tengah-tengah pulau Trawangan yang dimana suasananya sedikit jauh dari keramaian. Seperti yang anda ketahui, pulau Trawangan adalah sebuah pulau yang sangat populer dan sangat padat oleh para wisatawan lokal ataupun mancanegara.

      Namun, walaupun suasana yang sedikit lebih sunyi bukan berarti anda tidak dapat menikmati bermacam-macam aktivitas yang ingin anda coba di pulau Trawangan. Seperti misalnya: anda ingin mempelajari teknik-teknik diving pada sebuah buku atau semacamnya, anda akan lebih nyaman dan mendapatkan konsentrasi yang pas. Anda juga dapat dengan mudah mengakses informasi dari koneksi internet yang sudah disediakan di Edison Gili. Begitu juga dengan sarapan yang sudah termasuk didalam pembayaran anda.

      Untuk anda juga yang ingin mencoba aktivitas lainnya seperti: menyewa sepeda untuk berkeliling pulau, anda akan mendapatkannya dengan mudah dengan harga sewa yang ekonomis, menyewa peralatan snorkeling, diving, dan lainnya.
      Edison Gili juga menyediakan jasa tour untuk anda yang sedang mencari paket wisata murah tapi memuaskan. Dan juga jasa antar-jemput bagi anda yang tidak ingin repot-repot berkeliling untuk mencari jasa tersebut di sekitar pulau Trawangan.

      Bagaimana? Sangat praktis bukan?
      Jadi, tunggu apalagi?
      Ayo reservasi sekarang menggunakan link di bawah ini!

      Traveloka.com

      Booking.com