• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
Lyn

Negeri kung fu di atas awan

11 posts in this topic

Wudang shan atau pegunungan wudang di provinsi hubei china, adalah sebuah kompleks kuil yang berjejer di sepanjang pegunungan dengan arsitektur yang unik. Tempat ini dijadikan tempat suci bagi para penganut agama tao. Kalau mau ke kompleks ini harus naik ribuan tangga batu, di atas nya ada 2 kuil besar, 72 candi yang terbuat dari batu, 12 paviliun dan 10 tempat beribadah umat beragama Tao. Tempat ini tuh tempat lahirnya kungfu pertama kali loh dan jadi tempat syuting karate kid. Kompleks kuil ini ada di tengah tengah tebing curam, Ada 72 puncak bukit, 36 tebing batu, dan 24 aliran air yang mengitari kompleks ini. Titik tertinggi wudang shan ada di puncak tian zhu dan di sana ada kuil yang atap nya terbuat dari emas. Tapi kalau ke sini harus kuat naik ribuan anak tangga, ada yang berminat?

liat pemandangannya

http://www.3dtourchina.com/webImageServer/images/editor/170945226068.jpg

http://www.daoistkungfu.com/wudang/image/wudang1.jpg

img_20120206172218_4f2fa9da809e0.jpg?w=6

Share this post


Link to post
Share on other sites

uuwwaawww pasti dingin banget neh disini haghaaha

iya soalnya daerah pegunungan hehe

Wah seperti Bu tong pai aja yah(aliran Bu Tong) dengan kakek guru Tio Sam Hong dalam film serial Pedang Pembunuh Naga(To Liong To),jadi pingin ke sono nih..

kurang ngerti sih haha iya :)

keren banget....

sekali-kali bisa nih jalan2x ke tempat yang kayak gini.

serasa berada di negeri shaolin waktu china dulu.

hahahaha....

wahhhh............

pasti kalo tinggal disini rasanya tenang banget jiwa raga ini :D

pengen sekali2 berlibur ketempat begini, live in 2-4minggu :D

pasti seru deehhhhhhhhh :) :)

boleh tuh cari tiket murah ke china :D

Tempatnya keren bgt... enak tuch klu mengasingkan diri beberapa waktu heheh cm mikir naik tangga nya jadi lemes... :D :D :D

gpp sekalian olahraga haha

mantap !!! neh lokasi syuting film To Liong To versi terbaru dech kayaknya :D

iya ya? gak pernah nonton saya hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Oooo iya nih, yg ada di film Karate Kid, naik tangga puanjang bener haha, rasanya orgtua ane ga bakalan bisa naek ke sana lg deh hehe.. Tapi agak ragu jg sih karate kid syuting betulan di sana, kalau tempat ini betul2 suci n disakralkan, apakah bs bebas dikunjungi wisatawan?

Share this post


Link to post
Share on other sites

wih.. ini wu dang? Itu alirannya Tio Bu Ki yang di film Golok Pembunuh Naga kan? Yang katanya perguruan Wu Dang itu pendirinya Tio Sam Hong, yang dulunya ceritanya murid Shaolin yang akhirnya bikin perguruan sendiri. (tapi ini legenda sich, asli atau engganya ga tau jg). Cakep banget ya tempatnya. Kayanya tenang banget kalau tinggal di sana.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Oooo iya nih, yg ada di film Karate Kid, naik tangga puanjang bener haha, rasanya orgtua ane ga bakalan bisa naek ke sana lg deh hehe.. Tapi agak ragu jg sih karate kid syuting betulan di sana, kalau tempat ini betul2 suci n disakralkan, apakah bs bebas dikunjungi wisatawan?

emang sih tangga nya tinggi banget haha ini tempat syuting nya kok, kayak nya bisa aja di kunjungi wisatawan, waktu saya search foto ini juga saya ada liat beberapa foto wisatawan di sana

wih.. ini wu dang? Itu alirannya Tio Bu Ki yang di film Golok Pembunuh Naga kan? Yang katanya perguruan Wu Dang itu pendirinya Tio Sam Hong, yang dulunya ceritanya murid Shaolin yang akhirnya bikin perguruan sendiri. (tapi ini legenda sich, asli atau engganya ga tau jg). Cakep banget ya tempatnya. Kayanya tenang banget kalau tinggal di sana.

wah gatau gak pernah nonton hahaha iya tinggi lagi

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By bagus hadi
      METROPOLITAN – Pemerintah Desa Cikuda di Kecamatan Parung­panjang akan meningkatkan desti­nasi wisata. Salah satunya di Bukit Dago yang terletak di Kampung Ga­rugan, RT 05. Terlebih wilayah itu begitu ramai didatangi para pelancong dari berbagai daerah.
      Sekretaris Desa Cikuda Ridwan mengatakan, objek wisata itu dikun­jungi bukan hanya wisatawan lokal, namun banyak yang datang dari Ja­karta dan Tangerang.
      “Bukit Dago bisa menjadi wisata edu­kasi keluarga. Nantinya semua ini akan dikelola dengan baik oleh pemerintah desa,” kata Ridwan saat ditemui war­tawan koran ini, kemarin.
      Menurutnya, wisatawan banyak yang berkunjung, terutama di akhir pekan. Sebab, wisata tersebut tak jauh dari pusat kota dan berbatasan langsung dengan Kota Tangerang. “Kami akan terus meningkatkan potensi yang ada karena setiap akhir pekan pengunjung selalu mem­beludak,” bebernya.
      Ridwan mengungkapkan, ke depan pengelolan akan diambil alih Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan kepengurusan dari warga. “Wahana yang ada di sini akan terus ditambah demi mendongkrak ekonomi masy­arakat,” pungkasnya.(mul/c/yok/run)   SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/tingkatkan-potensi-wisata-desa-demi-warga/
    • By Disya
      Halo, saya Disya.
      Saya sudah menjadi anggota Jalan2 Inonesia di FB sejak tahun lalu dan membaca-baca share cerita perjalanan para anggota lain.
      Dan berhubung saya sedang mengerjakan skripsi, saya ingin minta tolong anda untuk membantu mengisi kuesioner skripsi pariwisata ini. Kuesioner ini ditujukan bagi wisatawan yang pernah beriwsata ke Luar negeri sebelumnya. Mohon dibantu untuk mengisi kuesioner ini dan semoga bermanfaat untuk kita semua.
      di klik link dibawah ini.
      https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSe3HaVr12xb1H8JcCg0vgp_XOH0BrKyjIIg7a-FlCr811bEBg/viewform
       
      Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By Chans
      Share waktu jalan-jalan ke Pulau Hainan di China ya.. jadi sekarang lagi ada banyak tour-tour nawarin paket ke China, ada yang harganya lumayan murah (5jutaan) ini ke Hainan di China. Tempatnya lumayan bagus, banyak tempat-tempat yang instagrammable juga.
      Perjalanan dari Jakarta-ke bandara Haikou jam 7 malam, sampai di sana kira-kira 00.25 (waktu China yang lebih cepat 1 jam dari Jakarta), jadi perjalanan naik pesawat kira-kira 4 jam lebih. Langsung bermalam di hotel.
      Hari ke 2,  dapat makan sarapan dengan menu lumayan lengkap, ada nasi+lauk-lauknya, mie, bubur, roti dll, lalu naik bus menuju Sanya, agak lama naik bus dari Haikou ke Sanya,mungkin ditotal sekitar 5 jam-an (ada makan siang+stop buat ke toilet). Selama tour, tiap makan siang selalu dapat makan 9-10 macam menu Chinese Food.
      Di Sanya, pergi ke tempat namanya Deer Looking Back Sculpture, di sini bisa naik kereta kecil buat naik ke atas bukit dan bisa melihat pemandangan kota Sanya dari atas bukit. Dilanjutkan ke Dadong Sea dan mampir supermarket belanja makanan kecil. Di Hainan rata-rata yang dijual makanan olahan kelapa, mulai dari biskuit, permen, kopi.  Malamnya, optional tour bisa nonton show atau naik cruise, kita milih naik cruise 200 RMB ( 1RMB sekitar Rp.2.000,-). Di kapal nonton pertunjukkan tari-tarian, sulap, pertunjukkan topeng. Bisa juga naik ke atas dek buat foto-foto. 
      Hari ke 3, dibawa ke tempat yang menjual produk-produk bambu. Disini banyak produk yang menarik, seperti handuk yang bisa mengeringkan rambut sendiri (dibungkus pakai handuk 1 jam, rambut sudah kering), baju dalam yang bisa buat lampu nyala, tissue super bersih (bisa bersihin noda kecap dll sekali usap udah bersih) bisa dipakai 1 bulan jadi bisa dicuci dan dipakai lagi. Saya beli tissuenya, memang enak buat bersih-bersih, dll.
      Lalu mengunjungi tempat yang ada patung Dewi Kwan Im tertinggi di dunia, 108 meter, disini dapat makan makanan vege yang lumayan enak, tempat ini besar banget, cuma kita langsung dibawa ke tempat yang ada patung Dewi Kwan Im nya naik kereta kecil. Sorenya dibawa ke tempat yang jual Omega 3 Fish Oil. Pemandunya bisa berbahasa Indonesia, jadi penjelasan dalam bahasa Indonesia. Ada dijelasin seputar kesehatan juga, sepertinya bagus juga produk yang dijual, cuma harganya mahal dan bahannya terbuat dari hewan-hewan seperti anjing laut (tidak tega hehe).

      Hari ke 4, mengunjungi suku minoritas Yetian Minority Nationality Village, dibawa ke tempat berjualan obat Bao Fu Ling yang bagus buat luka bakar (sambil denger penjelasan produk, kita duduk sambil pakai mesin pijat di kaki, enak dipijat hehe) dan sorenya ke Desa Bali. Di sini beberapa peserta tour sempat nari dulu sama penari-penari yang didatangkan dari Indonesia.
      Hari ke 5, menuju Haikou lagi naik kereta cepat. 45 menit sudah sampai di Haikou. Haikou cuacanya lumayan dingin, kalau di Sanya dan di hari ke-3 dan ke-4 cuaca panas terik, di Haikou lebih dingin (pakai jaket 1 saja sudah cukup, walau ada peserta tour yang gak pakai jaket juga). 
      Di Haikou, pergi ke Qilou Old Street, disini yang banyak dibeli adalah pie durian (made in Vietnam). Menurut saudara yang dikasih oleh-oleh ini memang enak katanya, pantas pada beli banyak-banyak, saya gak mencicipi karena gak doyan durian.  Dari sana dibawa ke Movie Town, disini sangat banyak spot buat foto-foto. Ada 2 pintu masuk tempat disini, 1942 street dan Nanyang street.
      Di 1942 street, tempatnya kayaksetting film dengan rumah-rumah jadul yang terbuat dari kayu, disini ada studio buat foto sama Chiang Kai Shek. 
      Di Nanyang Street, tempatnya kayak setting film dengan bangunan yang lebih modern dari yang di 1942 street. Tapi dua-duanya sama bagus. Disini bisa foto studio sama mei ni yang pakai baju Shanghai (mei ni bahasa mandarinnya cewek cantik, tapi semua cewek juga dipanggil mei ni di China gak hanya yang cantik-cantik aja), fotonya nanti dicetak dan bisa diambil (yang gratis dapat ukuran kecil, yang besar bayar 20 RMB). 
      Disini waktunya agak terbatas, setelah foto-foto studio dan belanja sebentar, lalu jalan-jalan sedikit tau-tau waktu sudah habis, sudah waktunya pergi TT lihat di web nya rupanya masih banyak tempat-tempat yang bagus. Link: http://www.movietownhaikou.com

      Setelah dari Movie Town, dibawa ke Mall yang besar, memang China itu negara besar, jadi mallnya pun besar banget. Setelah itu makan malam dan dibawa ke airport untuk perjalanan pulang. 
      Karena kurs RMB (China Yuan) yang masih terjangkau, rasanya belanja dan makan-makan disini gak terlalu mahal.
      Next jadi mau ke China lagi, ke kota yang lainnya (kalau bisa backpacker tanpa ikut tour biar lebih puas). 
      Sekian share saya, dikit aja karena gak pinter bercerita, ada beberapa hal yang juga udah lupa hehe.
       
    • By Gulali56
      Sudah banyak memang yang menulis bahwa apply visa China itu gampang . Tetapi yang namanya sudah beli tiket pesawat pulang pergi , apply visa selalu membuat saya was was.
      Ini kali kedua saya apply visa, setelah sebelumnya apply visa Taiwan 2 tahun yang lalu. Yang bikin kuatir mungkin karena salah satunya adalah saya baru memperpanjang paspor pertengahan tahun ini.So far dengan paspor yang baru cuma ada cap Negara Singapura 2x dan Malaysia 1x.
      Untuk apply visa China sekarang tidak lagi di kedutaan RRC melainkan agen khusus yang ditunjuk yaitu di Chinese Visa Application Service Center di The East Mega Kuningan. Padahal Kedutaan RRC cuma 3 menit jalan kaki dari kantor saya. Sedangkan ke The East itu justru 10menitan.
      Pertama-tama saya mendownload form di https://www.visaforchina.org/ sebenarnya bisa sekalian isi online terus tinggal print tapi karena teman saya tidak ada internet akhirnya saya download saja dan isi manual tulisan tangan.
      Pertanyaannya tidak terlalu ribet, mungkin yang agak ‘tricky’ karena ada kolom itinerary tapi cuma dikasi jatah 5baris. Akhirnya saya tulis tanggal saya sampai di Beijing dan tanggal keluar dari Beijing.Haha.. asli culun. Maksud saya toh memang mau menyertakan itinerary di lembar terpisah.Ternyata pas di loket, dikembaliin tuh lembar itinerary yang di ketik bagus-bagus.Yang culun di aplikasi justru tak masalah.
      Jadi yang dibutuhkan untuk apply visa China itu adalah sbb:
      Form aplikasi yang sudah diisi lengkap dan di ttd. Oiya pake ukuran kertas A4 ya print nya. Foto 4x4.5cm latar belakang putih 1 lembar. Kalau saya ambil foto di Mal Ambassador lt.1,15-20menit saja harga Rp 40,000.Cukup bilang foto buat visa China ya.Orgnya sudah biasa bgt ngelayanin pembuatan foto buat visa jadi gak pake tanya ukuran foto.Iyalah daerah kuningan gudangnya kedutaan dan agen pembuat visa. Paspor asli dgn masa berlaku lbh dari 6bln dari tgl keberangkatan. Copy paspor, copy KTP Copy Ticket pesawat Copy booking hotel Saya datang jam 11.30 langsung diarahkan naik tangga ke lantai 2 pas di depan pintu masuk The East. Di lantai 2 ketemu satpam,ditanya mau ambil jalur regular atau express.Berhubung santai ya kita pakai jasa regular. Dikasi nomer urut.Baru duduk 2 menit sudah dipanggil nomer saya, karena memang saat itu kosong banget disana.
      Di loket langsung dicek kelengkapan dokumen, ternyata temen saya lupa copy passport nya untung mba petugasnya baik. Diterima
      aja tanpa embel-embel harus bayar fotocopy lagi. Langsung dikasi form pengambilan visa

      Saya submit aplikasi di hari selasa, visa bisa diambil di hari jumatnya. Yang paling oke lagi. Bayar nya pas visa jadi dan bisa pakai credit card.
      Akhirnya berhasil juga dapat visa China, padahal pas ambil pas sampai sana jam 4kurang 2menit.hehehe..
      Cuman lagi mikir aja. Betapa enaknya itu agen service visa yang di kasi hak exclusive itu. Harga single entry (reguler) yang Rp 300,000 jadi Rp 540,000. Ckckck..Kaya banget tuh agen.
      The East Building, Unit 6, 2nd Floor,
      Jl, DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 3.2
      no.1 South Jakarta 12950, Indonesia.
      Office Hours:
      Monday – Friday
      Application Submission: 9:00AM to 3:00PM
      Payment and Passport Collection: 9:00AM-4:00PM
      The Center is closed on Saturdays, Sundays and Indonesian public holidays.
      Biaya Visa + Processing Fee
      Single Entry:
      Reguler(4hari) : 300,000 + 240,000
      Express (3hari): 300,000 + 200,000(extra fee) + 400,000
      Urgent (2hari): 300,000 + 300,000(extra fee) + 500,000
      Nah kebayang deh jadi berapa total biaya untuk entry dibawah ini.
      Double entry : Rp 450,000
      Multiple entry /6bulan : Rp 600,000
      Multiple entry/1thn: Rp 900,000