Sign in to follow this  
Followers 0
pleasejackys

Teman Travellingmu Ternyata Menyebalkan? Coba Solusi Ini…

3 posts in this topic

Teman Travellingmu Ternyata Menyebalkan? Coba Solusi Ini…

 

 

Travelling bersama teman bisa menjadikan petualangan kita terasa lebih seru dan berkesan, asalkan kita bisa mendapatkan teman travelling alias travel partner yang cocok dengan kita. Cocok maksudnya adalah memiliki kesamaan minat dengan kita, memiliki kepribadian yang baik, dan kemandirian. Teman yang seperti itu tentu akan menjadi anugrah tersendiri bagi pengalaman kita dalam mengeksplorasi tempat baru.

 

Sebaliknya, travelling bersama teman juga bisa mengubah seluruh mimpi indah petualangan kita menjadi kenyataan yang buruk. Hal itu dapat terjadi umumnya jika teman travelling kita ternyata memiliki beberapa sifat yang kurang menyenangkan, misalnya manja, egois, cerewet, tukang mengeluh, dan lain sebagainya. Belum lagi jika minat kita ternyata cukup berbeda dengannya.Jika sudah begini, acara travelling kita tentu menjadi sesuatu yang tak tertahankan lagi.Bisa jadi, kita justru merasa ingin segera pulang agar terhindar dari teman menyebalkan itu tadi.

 

post-17283-0-04681500-1427856564_thumb.j

Teman yang Menyebalkan dan Tak Tertahankan

(Sumber: Flickr. Credit: Jodie Dee McGuire)

 

Masalahnya, sungguh disayangkan jika acara travelling kita harus dibiarkan menjadi kekacauan hanya gara-gara orang lain, apalagi jika kita sudah banyak mengeluarkan pengorbanan untuk perjalanan ini, misalnya menabung sekian lama dan menyusun rencana sedemikian matangnya. Sebagai seorang petualang, hendaknya memang kita tidak mudah menyerah dengan keadaan begitu saja.Kita harus bisa berpikir dan bersikap kreatif dalam menghadapi masalah agar tidak dikalahkan dengan keadaan. Untuk urusan travel partner yang menyebalkan, berikut adalah beberapa trik yang bisa kita coba lakukan agar acara travelling kita tidak terasa kacau:

 

 

1. Earphone atau Buku

 

Teman yang terlalu banyak mengoceh dan suka mengeluh tentu akan terasa menyebalkan jika kita mendengarnya berbicara atau saat kita mengobrol. Solusi untuk masalah ini cukup sederhana; Hindari mengobrol.Salah satu caranya adalah dengan menggunakan earphone dan nyalakan musik.Bersikaplah seolah-olah kita sedang ingin menikmati musik yang kita mainkan di gadget. Secara tidak langsung, hal ini akan menunjukkan bahwa sekarang bukanlah saat yang tepat untuk mengobrol. Melihat kita sedang asyik dengan earphone, tentu teman kita yang menyebalkan tadi akan diam dan mencari kesibukan lain dengan dirinya sendiri, atau orang lain.

 

Jika menggunakan earphone masih kurang memuaskan dan tidak cukup untuk menghindarkan kita dari celotehannya, maka lengkapi persenjataan kita dengan satu barang lagi; buku.Biasakan untuk membawa satu buku bacaan yang cukup menarik setiap kali kita travelling untuk mengisi waktu luang dan juga untuk melindungi diri dari travel partner yang membosankan. Sembari mendengarkan musik, bacalah buku tersebut dengan fokus maksimal.Secara logika, orang tidak mungkin bisa konsentrasi membaca jika sambil diajak mengobrol.Jika partner kita masih nekat berceloteh, mintalah supaya dia bisa diam karena kita sedang ingin konsentrasi membaca.

 

post-17283-0-40199100-1427856566_thumb.j

Sibukkan Diri dengan Fokus Membaca

(Sumber: Flickr. Credit: Lezi Tan)

 

Trik mendengarkan music dan membaca ini bisa kita terapkan di waktu-waktu tanpa kegiatan, misalnya selama di perjalanan atau saat sedang rehat di kamar hotel. Trik ini cukup efektif untuk menghindari rasa bosan akibat terpaksa mendengarkan omongannya.

 

 

2. Sewa Hostel

 

Jika partner travelmu ternyata menyebalkan, segeralah atur akomodasi agar kalian bisa menginap dalam sebuah kamar hostel.Di dalam hostel, satu kamar bisa diisi lebih dari 2 orang yang mana antar penghuninya tidak semuanya saling kenal.Hostel juga memiliki ruang umum dimana semua penguninya boleh berkumpul dan menghabiskan waktu bersama dengan santai.Keadaan inilah yang bisa membantu meringankan beban kita dalam menghadapi teman travelling yang menyebalkan.

 

post-17283-0-87692000-1427856568_thumb.j

Hostel dengan Banyak Penghuni

(Sumber: Flickr. Credit: Nomads Hostel)

 

Banyaknya orang asing dalam satu kamar tentu akan membuat temanmu tadi untuk lebih menjaga sikapnya. Lain halnya jika kalian hanya berdua saja dalam satu kamar hotel biasa dimana tentu temanmu akan bersikap lebih bebas dan tidak membatasi diri. Mungkin, hal ini bisa membuatnya tidak terlalu menyebalkan.

 

Masalah akan lebih ringan untuk dihadapi dan lebih mudah untuk diatasi jika ada orang lain yang ikut mengusahakannya bersama kita. Dengan menginap di hostel, otomatis para penghuni lain juga akan merasa terganggu dengan sikap temanmu tadi. Maka, merekapun akan mencari cara untuk mengendalikannya.

 

 

3. Cari Teman Baru

 

Ingin berpetualang bersama teman tetapi teman yang ada malah menyebalkan?Ini berarti kita memerlukan seorang teman baru.Lagipula, bukankah salah satu tujuan dari travelling adalah untuk mendapatkan teman baru?Teman baru bisa didapatkan di mana saja.Kita bisa memulainya dari sesama penghuni hostel tempat kita menginap tadi.Kita juga bisa mencari teman baru secara online lewat forum komunitas atau situs traveler.

 

post-17283-0-79058000-1427856571_thumb.j

Teman Baru

(Sumber: Flickr. Credit: Nomads Hostel)

 

Dengan adanya teman baru, kita tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu dengan teman kita yang menyebalkan tadi. Kita juga bisa beraktivitas bersama teman baru sehingga petualangan kita bisa tetap terasa lebih seru, persis seperti apa yang kita harapkan di awal perjalanan. Teman baru juga bisa diajak bergabung sehingga kita tidak perlu sendirian menghabiskan waktu bersama si menyebalkan.Siapa tahu, teman baru ini justru bisa menjadi penengah yang menyelesaikan masalah yang kita alami sebelumnya.

 

 

4. Rencanakan Aktivitas Sendiri

 

Travelling bersama teman bukan berarti kita harus menghabiskan waktu 24 jam bersama dengannya selama berada di tempat tujuan. Sesekali, wajar jika masing-masing dari kita menghabiskan waktu dengan kegiatan dan acaranya sendiri-sendiri.Inilah kesempatan emas untuk menghindar sejenak dari si teman menyebalkan tadi.

 

post-17283-0-06845500-1427856575_thumb.j

Berjalan-Jalan Sendiri untuk Merefreshkan Diri

(Sumber: Flickr. Credit: Sergio)

 

Teman kita mungkin akan paham dan merasa wajar jika kita mengatur jadwal untuk pergi sendiri seharian tanpanya. Namun, ada juga jenis travel partner yang tidak suka ditinggal. Teman seperti ini mengharapkan kita bisa selalu bersama setiap waktu setiap hari, yang tentu saja akan terasa tidak nyaman bagi kita. Triknya untuk menghadapi situasi ini adalah dengan merencanakan kegiatan yang sangat tidak disukainya sehingga dia memilih untuk ditinggal dan beraktivitas sendiri.

 

 

5. Kabur Mendadak

 

Merencanakan sebuah kegiatanuntuk dilakukan sendiri seperti poin di atas adalah cara halus untuk menghindari dari teman yang menyebalkan. Cara ini bisa saja gagal jika teman kita ternyata memutuskan untuk tetap mengikuti kemana kita pergi atau memaksa kita untuk mengubah rencana sesuai keinginannya. Nah, jika teman kita termasuk orang yang manja dan keras kepala seperti ini, maka kita harus melakukan cara yang sedikit lebih ekstrim, yaitu kabur mendadak.

 

Kabur mendadak bukan berarti lari secepat kilat atau menghilang begitu saja tanpa kabar. Hal semacamitu justru akan menimbulkan rasa kaget dan panik. Maksud dari kabur mendadak ini adalah dengan menyampaikan secara mendadak pada teman kita atas rencana kegiatan sendiri yang akan kita lakukan, dan kemudian langsung pergi.

 

post-17283-0-52870000-1427856576_thumb.j

Kabur!

(Sumber: Flickr. Credit: Amanda Widzinski)

 

Sebagai contoh, kamu bisa bangun lebih awal dari temanmu dan pergi sebelum dia bangun sehingga tidak ada kesempatan baginya untuk protes. Tinggalkan catatan kecil atau SMS yang menjelaskan bahwa kamu akan pergi seharian seorang diri untuk satu kegiatan. Atau, kita bisa menyampaikan di pagi hari saat sedang bersiap-siap untuk pergi.Buatlah kesan bahwa ide ini muncul mendadak di otakmu dan segeralah pergi begitu selesai memberitahunya.

 

Kabur seperti ini mungkin memang cara paling efektif untuk menghindar dari teman yang menyebalkan. Akan tetapi, belum tentu cara ini bisa menyelesaikan masalah. Bisa jadi, teman kita justru merasa marah dan tersinggung karena merasa “ditinggal mendadakâ€. Hal ini justru akan berakibat terjadinya konflik yang lebih heboh dari sebelumnya. Untuk itu, cara ini mungkin harus diikuti dengan alasan yang meyakinkan mengenai kenapa kita harus memberitahunya dengan sangat mendadak dan sepihak. Jika teman kita tadi termasuk orang yang sensitif, sangat dianjurkan agar kita tidak menggunakan kiat ini untuk menghindar dari mereka.

 

 

5. Bicarakan dengan Lembut

 

Seribu satu cara bisa kita usahakan agar tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu dengan partner travelling kita yang menyebalkan. Akan tetapi, kita tidak mungkin selamanya menghindar.Pada beberapa kesempatan, tetap saja kita harus bersamanya untuk menghabiskan waktu karena itulah rencana awalnya.

 

Supaya kita tidak berlarut-larut dalam perasaan sebal, ada baiknya kita menghadapi masalah ini dengan bijak dan berani.Caranya adalah dengan membicarakan masalah ini kepada teman tersebut secara langsung. Katakan dengan lembut sikap apa darinya yang membuat kita tidak nyaman dan sampaikan apa yang kita harapkan darinya.Lagipula sebagai seorang teman, sudah sepatutnya kita membicarakan setiap masalah dengan baik-baik dari hati ke hati dan kemudian bermusyawarah bersama untuk mencari solusinya yang terbaik.

 

post-17283-0-57444000-1427856580_thumb.j

Bicara dari Hati ke Hati

(Sumber: Flickr. Credit: cassielane)

 

Sebelum mengajaknya berbicara, kita harus sudah mempertimbangkan terlebih dahulu bagaimana kira-kira reaksinya nanti. Apakah dia akan tersinggung, marah, atau justru dia akan menerimanya dengan bijak dan terbuka. Siapkan diri kita atas segala kemungkinan reaksinya.Jangan mudah terpancing emosi agar komunikasi bisa tetap terjaga dengan baik.

 

Kemungkinan teman kita tersebut memiliki alasan dan penjelasan sendiri atas sikapnya yang kita tidak ketahui. Untuk itulah kita perlu memberinya kesempatan untuk berargumen. Dengarkan apayang perlu diungkapkannya sebelum kita mulai menuntut suatu sikap darinya. Jika kita dan teman kita cukup bisa bersikap terbuka dan dewasa, masalah ketidakcocokan yang menyebalkan tadi tentu dapat terselesaikan dengan mudah setelah dibicarakan dengan baik-baik dari hati ke hati.

 

 

6. Tegaskan dan Atur Batasan

 

Jika kita sudah membicarakannya dengan baik-baik dan teman kita masih belum bisa mengubah sikapnya, maka kita harus membicarakannya sekali lagi dengan sedikit lebih tegas dari sebelumnya. Ulangi pernyataan kita tentang sikapnya yang mengganggu dan sampaikan apa yang kita harapkan darinya. Tidak perlu berteriak atau bersuara sinis ketika mengucapkannya.Tapi, katakan dengan lembut namun tegas.Ingat bahwa bagaimanapun juga, orang tersebut adalah teman kita dan tidak sebaiknya kita melakukan sesuatu yang dapat merusak pertemanan tersebut.

 

Selain menegaskan hal itu, buat juga batasan atas bagaimana kalian bersikap terhadap satu sama lain. Batasan tersebut berupa sejauh mana kita bisa memberikan toleransi atas sikapnya yang negatif tadi dan apa yang paling mengganggu kita dari sikapnya. Sampaikan juga apa yang akan kita lakukan jika dia melakukan sikap yang sudah melewati batas tolerasni kita tadi.

 

post-17283-0-67153800-1427856586_thumb.j

Tentukan Garis Batas

(Sumber: Flickr. Credit: delombre)

 

Sebagai contoh, anggaplah kita berhadapan dengan travel partner yang manja.Jelaskan padanya sampai batas mana kita dapat mentolerir kemanjaannya. Misalnya, dia boleh memilih tempat makan yang disukainya, tapi tidak boleh mengeluh jika harus berlama-lama naik kendaraan umum untuk pergi ke sana. Contoh lain misalnya ketika kita bepergian dengan teman yang hobi terlambat. Sampaikan bahwa toleransi keterlambatan baginya hanya 30 menit atau kita akan pergi sendiri meninggalkannya.

 

Walaupun sudah membuat ketegasan dan aturan batasan, tidak sebaiknya kita bersikap terlalu keras padanya. Sesekali, buatlah toleransi yang lebih longgar dan bersabarlah.Jika perlu mengingatkan teman kita atas sikapnya, sesekali sampaikan dengan rasa humor agar suasana tidak terlalu kaku dan tegang. Melihat sikap kita yang baik dan sabar, tentu teman kita akan termotivasi untuk bersikap lebih baik lagi.

 

 

7. Temukan Cara untuk Santai

 

Seberapapun mengganggunya sikap teman kita, perlu kita ingat bahwa tujuan kita pergi jauh adalah untuk menikmati hidup dan bersenang-senang.Untuk itu, jangan sampai sikap teman kita tadi membuat kita pusing dan ribet sendiri.Ingat selalu bahwa waktu kita terlalu berharga untuk dihabiskan dengan mood yang suram dan aura negatif.

 

post-17283-0-10108100-1427856589_thumb.j

Tetap Tersenyum dan Cerialah

(Sumber: Flickr. Credit: lindseyy)

 

Setiap kali merasa sebal, alihkan perhatian kita pada hal lain yang jauh lebih menyenangkan. Temukan caramu sendiri untuk bisa tetap santai dan tidak terlalu memikirkan perasaan sebal tersebut. Sebagai contoh, mungkin kita bisa meminum secangkir teh hangat dan kemudian berjalan-jalan sendirian keliling kota. Dengan bersantai sejenak, kita dapat mengembalikan mood kita yang tadi rusak sehingga kita bisa kembali berpetualang dengan penuh riang gembira.

 

 

8. Ambil Hikmahnya

 

Sebagai seorang traveler, sebaiknya kita mampu bersikap bijak dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Ingat selalu bahwa dibalik setiap masalah pasti akan ada hal positif lain yang bisa kita petik, termasuk saat kita terjebak dengan seorang travel partner yang menyebalkan. Coba renungkan dalam hati, hal baik apa yang kita dapatkan dari sini. Misalnya, dengan travel partner yang menyebalkan, kita jadi tergerak untuk mencari teman baru.Kita jadi termotivasi untuk memberanikan diri berjalan-jalan sendiri.Atau, kita bisa bersikap lebih dewasa dengan berusaha mentoleransinya.

 

post-17283-0-76463200-1427856591_thumb.j

Renungkan Hikmahnya

(Sumber: Flickr. Credit: SuperDewa)

 

Dengan mengambil hikmahnya, setiap masalah yang ada akan terasa lebih ringan dan mudah untuk dilalui. Pikiran dan perasaan kita pun juga akan lebih tenang dan tidak terganggu. Otomatis, rencana jalan-jalan kita pun tidak akan terlalu terkacaukan.

 

 

Adanya teman atau partner saat kita travelling bisa memberi banyak manfaat. Kita bisa merasa lebih aman dan nyaman karena ada orang di sebelah kita untuk menghadapi setiap hal bersama. Selain itu, pengalaman dalam beraktivitas bisa terasa lebih seru dan mengasyikkan karena adanya teman untuk berbagi. Akan tetapi, semua keuntungan tersebut bisa sirna dan justru berbalik ke arah sebaliknya jika kita memilih teman travelling yang salah.

 

Awalnya mungkin kita tidak akan menyangka bahwa partner kita akan berubah menjadi orang yang menyebalkan saat travelling nanti. Sifat tersebut baru terlihat saat kita sudah mulai melakukan perjalanan sehingga tidak mungkin untuk dibatalkan. Akan tetapi, hal itu tidak sebaiknya menghalangi niat kita untuk tetap bersenang-senang dan berpetualang.

Varanus likes this

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • By pleasejackys
      Huufftt.... Menyebalkan Deh Kalau Dapat Masalah yang Seperti Ini di Hotel Murah!
       
       
      Hidup seorang traveller banyak bergantung pada hotel. Berkelana jauh ke tempat-tempat asing dimana tidak ada sanak famili atau teman, hotel tentu menjadi tempat andalan kita untuk berbaring tidur di malam hari demi mengumpulkan kembali tenaga untuk lanjut berpetualang keesokan harinya. Keunggulan lainnya adalah hotel memiliki banyak variasi baik dari segi lokasi, fasilitas, serta harga. Dengan begini, kita bisa dengan mudah memilih satu tempat yang cocok dengan kondisi dan keinginan kita.
       
      Sebagian besar traveller lebih suka memilih hotel murah sebagai akomodasi selama berkunjung ke tempat asing. Alasannya tentu demi menghemat anggaran sehingga uang yang ada bisa digunakan untuk hal lain yang lebih penting dan bermanfaat. Lagipula, hotel hanya digunakan untuk tidur di malam hari saja. Hotel mewah terasa lebih seperti pemborosan yang tidak perlu karena segala macam fasilitasnya tidak akan terlalu banyak dimanfaatkan.
       
      Sebuah kamar hotel memiliki harga yang murah umumnya karena minim fasilitas. Ini bukanlah masalah bagi para traveller. Selama ada kasur yang nyaman, itu sudah cukup. Namun, tak jarang hotel yang murah memiliki berbagai masalah. Sebagai seorang traveller, kamu pun tentu sudah berkali-kali menemukan masalah di kamar hotel yang kamu inapi. Masalah tersebut bermacam-macam; ada yang besar dan ada yang kecil, ada yang bisa diatasi dengan mudah dan ada yang tidak bisa diapa-apakan lagi, ada yang bisa kita tolerir dan ada juga yang menyebalkan.
       

      Merasa Sebal di Kamar Hotel
      (Sumber: i.huffpost.com)
       
      Kalau kamu memang seorang traveller sejati yang sering menggunakan hotel murah sebagai pilihan akomodasimu, tentu setidaknya kamu pernah mengalami satu dari beberapa masalah menyebalkan berikut ini:
       
       
      1. Bekas Noda yang Permanen
       
      Hal pertama yang biasanya kita lakukan begitu memasuki sebuah kamar hotel adalah melihat ke seluruh penjuru ruangan. Seberapa luas kamarnya, bagaimana perletakan interiornya, apakah ada jendela atau tidak, seberapa besar kasurnya, dan lain sebagainya. Awalnya, kita melihat secara umum dari pintu kamar. Setelah itu, barulah kita melangkah masuk, meletakkan bawaan, dan mulai melakukan apapun yang perlu kita lakukan. Di saat itulah kita bisa melihat setiap barang secara lebih dekat.
       
      Beberapa furnitur mungkin saja tidak terlalu bagus atau bahkan mungkin sudah agak usang. Namanya juga hotel murah. Bagi kita, itu bukanlah masalah selama barang tersebut masih bisa digunakan dengan baik. Namun, yang tidak bisa kita tolerir adalah jika barang tersebut kotor. Ini tentu akan membuat kita merasa jijik melihatnya, apalagi menggunakannya. Lebih parahnya lagi, jika pada barang tersebut terdapat bekas noda misterius yang tampaknya sudah lama sekali melekat di sana sehingga tidak akan bisa dibersihkan lagi.
       

      Noda Apakah Gerangan?
      (Sumber: worldnow.com)
       
      Bekas noda permanen yang misterius tentu akan membuat kita bertanya-tanya; darimana noda itu berasal, sejak kapan, dan sebagainya. Yang jelas, hal itu sangatlah menjijikan dan membuat kita enggan mendekatinya apalagi menyentuhnya. Lebih tidak tertahankan lagi jika noda itu ada pada benda-benda yang akan menempel langsung dengan tubuh kita misalnya sprei kasur, alat makan, dudukan toilet, dan sebagainya.
       
      Bekas noda masih bisa kita tolerir selama tidak berada di benda-benda yang menempel langsung dengan tubuh kita. Bekas noda juga bisa kita tutupi dengan benda lain agar kita tidak perlu melihatnya. Toh nodanya sudah lama sekali mengering sehingga kotornya kemungkinan besar tidak akan menjalar atau menyebar kemana-mana. Tapi biasanya kita tetap saja akan merasa jijik dan meminta diganti barangnya atau ganti kamar sekalian.
       
       
      2. Bau
       
      Masalah lain yang sangat mengganggu dari sebuah kamar hotel murah adalah bau. Jika bekas noda masih bisa ditolerir dalam keadaan tertentu, lain halnya dengan masalah bau. Aroma tak sedap yang masuk ke lubang hidung akan sangat membuat kita merasa tidak nyaman. Saking terganggunya, bisa jadi kita tidak bisa tidur nyenyak dibuatnya, terutama bila bau tersebut cukup menyengat menusuk hidung. Bau yang paling sering muncul di kamar hotel murah adalah bau pesing, bau sampah, dan bau bekas makanan. 
       

      Terganggu oleh Bau
      (Sumber: i.huffpost.com)
       
      Bau yang tidak sedap umumnya timbul dari sesuatu yang kotor. Kamar hotel yang bau akan terkesan sebagai kamar yang jorok dan kotor. Ini akan membuat kita semakin tidak nyaman lagi berada di dalamnya. Kita tentu akan kepikiran kotoran apakah yang menyebabkan bau tersebut dan apakah kotoran itu akan mengganggu kesehatan kita nantinya.
       
      Siapapun yang mendapatkan kamar hotel yang bau tentu akan mengajukan komplain kepada pihak hotel karena memang bau yang mengganggu termasuk merupakan masalah yang tidak bisa ditolerir. Harapan kita, pihak hotel bisa menemukan sumber bau tersebut dan kemudian membersihkannya agar tidak bau lagi. Masalah ini akan jadi semakin menyebalkan jika pihak hotel tidak bisa mengindentifikasi bau apakah yang muncul itu dan dari mana asalnya. Dijamin, kamu akan langsung meminta pindah kamar atau bahkan pindah hotel sekalian.
       
       
      3. Asap Rokok
       
      Hotel yang mahal biasanya memiliki aturan khusus untuk tamu yang perokok. Biasanya mereka menyediakan ruangan khusus untuk merokok. Kamar hotel pun dipisah antara yang bebas rokok dengan yang boleh merokok. Akan tetapi, fitur seperti ini jarang sekali ada di hotel-hotel yang murah. Pihak manajemen hotel biasanya tidak terlalu memedulikan apakah tamunya merokok atau tidak di area hotel.
       
      Kebebasan merokok di hotel murah ini mengakibatkan seringnya ada asap rokok yang mengepul di mana-mana dalam area hotel tersebut. Bagi sebagian orang, asap rokok mungkin bukanlah hal yang besar. Namun, asap rokok bisa jadi sangat mengganggu bagi sebagian orang lainnya seperti orang yang memiliki masalah pernapasan seperti asma, alergi, atau hipersensitif. Walaupun jumlahnya sedikit pun asap rokok akan membuat orang-orang seperti ini merasa sebal dan sangat tidak nyaman. Orang yang menjaga pola hidup sehat pun tidak mau berurusan dengan asap rokok karena itu akan menjadikan mereka perokok pasif.
       

      Sebalnya Jadi Perokok Pasif
      (Sumber: climonomics.com)
       
      Bukan hanya asap rokok yang masih mengepul saja, bekas asap rokok yang menempel di kasur atau tirai kamar pun bisa sangat mengganggu. Bekas asap rokok yang masih menempel berarti masih ada sisa nikotin, tar, dan zat berbahaya lainnya di kain tersebut. Sisa zat tersebut bisa terbawa udara dan masuk ke dalam tubuh kita melalui mulut atau hidung. Ini sama saja efeknya seperti menjadi perokok pasif.
       
       
      4. Kamar yang Sumpek dan Gerah
       
      Tidur di hotel apapun, yang paling penting adalah kita bisa berbaring dan tidur dengan nyaman. Kenyamanan itu bukan hanya bergantung pada empuknya kasur semata, melainkan juga keadaan udara yang baik. Kondisi udara dalam suatu kamar dapat dibilang nyaman jika sirkulasinya bagus, suhunya berada pada level normal, dan tidak lembab.
       
      Masalahnya, tidak semua hotel dibangun atau dirawat dengan baik sehingga tak jarang ada beberapa kamar yang sistem udaranya agak buruk. Ada kamar yang jendela dan ventilasinya minim sehingga sirkulasi udaranya tidak lancar. Ini mengakibatkan kamar terasa sumpek dan pengap. Kamar yang terlalu tertutup seperti ini juga biasanya terasa gerah karena tidak ada angin yang masuk. Hal ini bukan masalah jika kamarnya menggunakan AC. Tapi jika sistem penyejuk udaranya adalah kipas angin, kamar semacam ini pasti terasa amat tidak nyaman digunakan.
       
      Dinding kamar yang tidak di-maintenance dengan baik bisa terjadi rembes, baik rembes oleh air hujan, air dari kamar mandi, maupun dari pipa air dalam tembok. Rembes ini akan menyebabkan dinding lembab dan berjamur. Udara di dalam kamar pun jadi lembab dan cenderung agak bau. Sungguh menyebalkan jika ternyata kamar hotel yang kita sewa memiliki kondisi yang seperti ini.
       
       
      5. Berisik
       
      Tidak ada yang lebih memuaskan hati selain kenyamanan yang kita rasakan saat akan tidur malam di sebuah kamar hotel setelah seharian berpetualang. Untuk mendukung kenyamanan itu, kita memerlukan kamar yang bersih, sejuk, dan suasana yang tenang. Suasana yang tenang dapat membuat badan terasa rileks dan pikiran suntuk pun hilang. Sehingga, kita pun dapat beristirahat dengan baik.
       
      Sebaliknya, jika suasana hotel cukup berisik, ketenangan kita pun akan terusik. Ini akan menggaggu kenyamanan istirahat kita. Di hotel yang berkelas, tiap-tiap kamar sudah diatur sedemikian rupa agar terlindung dari kebisingan dan suara berisik dari luar. Sementara, hal itu tidak ada di hotel-hotel kelas bawah. Berisik atau tidaknya hotel tergantung pada keberuntungan kita. Jika kebetulan pada saat itu tidak ada tamu yang gaduh dan tidak ada event tertentu di area sekitar, biasanya suasana hotel pun cenderung tenang.
       

      Berisik dari Kamar Sebelah
      (Sumber: spotcoolstuff.com)
       
      Berisiknya suasana hotel biasanya terjadi ketika hotel tersebut direservasi oleh sebuah kelompok besar, misalnya rombongan keluarga besar, rombongan sekolah, maupun rombongan instansi. Karena datang beramai-ramai, biasanya mereka bersemangat sehingga mereka akan saling berbicara dan bergurau dengan suara keras antar satu sama lain. Tanpa disadarinya, suara mereka akan mengganggu tamu lain yang juga menginap di sana. Jika tidak ingin terjebak dalam situasi seperti ini, kita bisa menanyakan terlebih dahulu ke pihak hotel apakah ada rombongan besar yang akan menginap di saat yang sama dengan waktu kita menginap.
       
      Tidak ada rombongan besar pun bukan jaminan hotel yang kita inapi tidak akan berisik. Bisa jadi, dinding kamar di hotel tersebut terlalu tipis. Jika temboknya tipis dan penghuni kamar sebelah membuat kegaduhan, suaranya pasti akan terdengar ke kamar kita. Mungkin suaranya tidak akan begitu jelas tetapi frekuensinya akan cukup untuk membuat kenyamanan kita terganggu. Solusinya, mintalah pindah ke kamar lain yang kamar sebelahnya tidak berisik.
       
       
      6. Air Bersih yang Bermasalah
       
      Selain tempat tidur yang nyaman dan tenang, hal lain yang sangat penting dalam sebuah kamar hotel yang kita sewa adalah ketersediaan air yang terjamin bersih dan lancar. Air bersih sangat diperlukan untuk banyak hal terutama untuk mandi setelah dan sebelum jalan-jalan. Namun pada umumnya orang tidak pernah terlalu mengkhawatirkan atau mempertanyakan masalah ketersediaan air bersih saat akan melakukan reservasi hotel.
       
      Bayangkan bagaimana rasanya jika kita ingin mandi pagi supaya bisa segera jalan-jalan, lalu membuka keran air dan mendapati air yang mengalir ternyata agak keruh. Atau, air shower mendadak berhenti mengalir akibat persediaan di tangki habis. Bukan hanya menyebalkan, namun itu juga bisa menggagalkan atau setidaknya menunda agenda jalan-jalan kita. Tidak mungkin juga kan kita jalan-jalan keliling kota dalam keadaan badan masih kotor dan bau?
       

      Bagaimana Bisa Mandi?
      (Sumber: cloudfront.net)
       
      Sebenarnya kebanyakan hotel menggunakan air dari PAM yang lebih terjamin kejernihannya. Namun hotel-hotel kecil di pinggir kota banyak juga yang hanya mengandalkan air tanah untuk bisa menghemat anggaran. Walaupun air tanah di suatu daerah biasanya bagus pun, terkadang bisa saja terjadi airnya menjadi agak keruh karena suatu hal.
       
      Jernih dan lancarnya persediaan air bersih bukanlah masalah yang paling sering terjadi di hotel. Yang paling umum adalah water heater yang tidak berfungsi dengan baik. Entah itu mesinnya rusak, airnya kurang hangat, debit air yang kecil, dan masih banyak lagi. Memang itu bukanlah masalah yang besar. Toh kita masih tetap bisa mandi walaupun airnya tidak hangat. Tapi tetap saja rasanya menyebalkan karena kita membayar tarif kamar termasuk juga membayar biaya air hangatnya.
       
       
      8. Pelayanan Buruk
       
      Terakhir, masalah menyebalkan di hotel murah yang sangat sangat sering terjadi adalah staff yang cuek terhadap tanggung jawabnya. Entah mereka terlalu cuek, tidak ramah, lamban dalam bertindak, dan masih banyak lagi sikap menyebalkan dari mereka yang menunjukkan bahwa mereka tidak terlalu serius dalam mengerjakan tanggung jawabnya.
       
      Logikanya, hotel murah tentu juga memberikan gaji yang murah kepada karyawannya. Sementara seorang karyawan jika digaji kecil pun tidak akan terlalu bersemangat. Lain halnya hotel mewah yang berani memberi gaji besar kepada karyawannya. Mereka tentu akan sangat bersemangat dan juga takut kehilangan pekerjaannya jika tidak bekerja dengan benar. Maka dari itu mereka akan melayani tamu dengan sigap, ramah, dan penuh tanggung jawab.
       

      Komplain yang Tidak Ditanggapi dengan Baik oleh Resepsionisnya
      (Sumber: thrillist.com)
       
      Pelayanan yang buruk dari sebuah hotel bisa membawa efek negatif yang cukup besar, baik bagi kita sebagai tamu ataupun bagi pihak hotel itu sendiri. Tamu yang tidak dilayani dengan baik tentu akan merasa tidak dihargai dan kecewa. Ini bisa menyebabkan kacaunya mood kita seharian sehingga acara jalan-jalan kita pun jadi kurang terasa menyenangkan. Akhirnya kita pun malas untuk kembali ke hotel itu lagi di lain waktu. Akhirnya, hotel itu pun jadi tidak laku karena orang-orang malas ke sana.
       
       
      Seharian beraktivitas dan berkelana mengeksplorasi suatu tempat tentu akan membuat kita merasa lelah di malam hari. Di saat seperti itu, satu-satunya hal yang kita inginkan dan butuhkan adalah tidur yang nyenyak dan nyaman tanpa terganggu suatu apapun. Maka jika kemudian kita menemukan satu masalah yang menyebalkan, tentu kita akan merasa sangat kesal dan terganggu. Akan tetapi, jangan sampai kita menjadi emosi dan rusak mood hanya karena hal ini terutama jika di keesokan hari kita masih memiliki agenda wisata lagi. Bersikaplah dengan tenang dan pikirkan baik-baik bagaimana cara mengatasinya agar kita bisa mendapatkan solusi yang terbaik untuk itu. Anggaplah ini sebagai sebuah tantangan yang harus kita hadapi dengan bijak.
    • By pleasejackys
      Tipe Penumpang Paling Menyebalkan di Perjalanan. Pernah Bertemu?
       
       
      Sebagai seorang yang hobi jalan-jalan dan berwisata, tentu sudah tak terhitung lagi berapa kali kita harus bepergian dengan alat transportasi umum jarak jauh seperti pesawat ataupun kereta api. Dalam perjalanan tersebut pun, banyak hal pernah kita alami, mulai dari hal-hal yang menyenangkan sampai menyebalkan. Dari sebagian pengalaman tersebut, tentu ada yang berhubungan dengan penumpang lain selama perjalanan.
       

      Banyak Penumpang dalam Sebuah Perjalanan
      (Sumber: Flickr. Credit: Oscar von Bonsdroff)
       
      Dalam sebuah perjalanan, tentu kita akan bersama dengan banyak penumpang lainnya. Penumpang pun bermacam-macam tipenya; ada yang menyenangkan, ada yang biasa saja, dan ada pula yang menyebalkan. Setiap perjalanan, penumpang yang kita temui akan berbeda pula tipenya. Semakin sering melakukan perjalanan, pasti akan semakin banyak tipe penumpang yang pernah kita temui. Namun, tidak ada yang bisa mengacaukan mood dan semangat selain penumpang yang menyebalkan.
       
      Jika kalian adalah seorang traveler, pasti sudah banyak tipe penumpang menyebalkan yang pernah kalian temui. Berikut adalah beberapa tipe penumpang menyebalkan yang sering ada dalam sebuah penerbangan. Mana sajakah yang pernah kalian temui?
       
       
      1. Tidur Seperti di Rumah Sendiri
       
      Dalam sebuah perjalanan yang jauh dan memakan waktu lama, tidur adalah suatu kegiatan yang paling nikmat untuk dilakukan. Selain bisa menghindarkan diri dari rasa bosan yang berkepanjangan, tidur selama perjalanan juga bisa menghindarkan kita dari rasa letih dan lelah yang bisa mengurangi produktifitas kita sesampainya di tempat tujuan nanti. Dengan tidur selama perjalanan, kemungkinan besar badan akan terasa segar dan bersemangat saat bangun nanti.
       

      Penumpang Tidur
      (Sumber: Flickr. Credit: Nick Kozak)
       
      Tidur tidak akan mengganggu penumpang lain sama sekali jika seseorang bisa melakukannya dengan diam dan tenang. Masalahnya, ada beberapa orang yang justru memiliki kebiasaan tidur yang sangat menyebalkan. Suara mengorok tentu akan sangat mengganggu jika didengar penumpang lain, apalagi jika mengoroknya cukup kencang. Belum lagi jika air liur menetes sehingga tampak jorok dan menjijikan. Beberapa orang juga suka bergerak dalam tidurnya dan ini bisa sangat mengganggu kenyamanan penumpang lain yang berada di sekitarnya. Awalnya, hanya kepalanya yang “jatuh†bersandar ke orang di sebelahnya. Atau kaki dan tangannya yang bergerak kemana-mana.
       
      Sebagai penumpang yang baik, seharusnya kita sudah mengenali kebiasaan tidur kita masing-masing.  Jika memang kita termasuk orang yang memiliki sikap tidur yang mengganggu, persiapkan segala tindakan antisipasi jika kita berencana untuk tidur selama perjalanan. Dengan begini, kita tidak perlu merusak kenyamanan penumpang lain yang kebetulan duduk di sekitar kita.
       
       
      2. Cerewet
       
      Sebagai seorang petualang, kita tentu senang jika bisa sesekali bertemu dan mengobrol santai dengan orang asing yang kita temui sepanjang perjalanan. Orang tersebut pun bisa jadi sesama penumpang saat di pesawat atau kereta. Selain menambah kenalan, kita juga bisa mendapatkan ekstra informasi atau cerita yang menarik dari orang tersebut. Mengobrol selama perjalanan pun bisa membuat kita jauh dari rasa bosan.Akan tetapi, tidak semua penumpang bisa diajak mengobrol dengan nyaman. Pola pikir dan sikap yang terlalu berbeda bisa jadi membuat kita merasa bosan atau justru kesal.
       
      Penumpang yang ramah dan supel tentu akan membuat kita nyaman dan senang untuk mengobrol bersama. Namun, beberapa orang justru terlalu ramah dan bahkan cenderung sok akrab. Mereka umumnya terlalu cerewet dan banyak omong, tetapi sebagian besar omongannya tidak menarik. Penumpang semacam ini akan menjejali telinga kita dengan cerita-cerita yang tidak penting dan membuat kita jengah.
       

      Mengobrol dengan Penumpang Lain
      (Sumber: Flickr. Credit: Lawrence Carlos)
       
      Agar tidak terus menerus terjebak dalam kebosanan obrolan seperti ini, sebaiknya kita segera mencari cara untuk “melarikan diriâ€. Kita bisa berpura-pura tidur, membaca, atau mendengarkan musik agar orang tersebut mau berhenti berbicara dan membiarkan kita sendiri. Jika masih belum manjur, mintalah pada pramugari untuk pindah tempat duduk.
       
       
      3. Berlebihan Minta Tolong
       
      Menghadapi sebuah perjalanan, terkadang orang akan menemui masalah atau merasa kerepotan. Kalau sudah begini, wajar saja jika orang tersebut akan meminta sedikit bantuan dari pramugari atau penumpang lain. Sebagai sesama manusia pun, sudah sepatutnya kita untuk saling tolong menolong ketika ada orang lain yang membutuhkannya.
       
      Namun, minta tolong tersebut akan berubah menjadi sesuatu hal yang menyebalkan jika dilakukan secara berlebihan. Inilah yang kadang dilakukan beberapa penumpang. Sebagai contoh, orang tersebut minta bertukar tempat duduk karena dia ingin mendapat kursi di sebelah jendela, padahal kita sudah memesan kursi tersebut sejak awal. Contoh lain, dia minta tolong untuk menaikkan kopernya ke rak atas dan kemudian memintanya mengambil kembali dan meletakkannya di atas kembali beberapa kali karena ada barang yang ingin diambilnya di koper.
       

      Penumpang SalingMenolong
      (Sumber: Flickr. Credit: Aaron Saraurer)
       
      Jangan sampai kita menjadi penumpang yang semacam ini selama di jalan. Pikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi sebelum memulai perjalanan sehingga kita bisa menyiapkan tindakan apa yang akan kita lakukan untuk menghadapinya nanti. Cara ini akan memperkecil resiko kita untuk merepotkan penumpang lain selama di perjalanan nantinya. Dan jika kita bertemu dengan orang yang menyebalkan ini, sampaikan dengan sopan keberatan kita saat dia meminta tolong secara berlebihan namun jangan sampai terpancing emosi.
       
       
      4. Banyak Bawaan
       
      Kadang kita harus menghabiskan waktu yang cukup lama untuk tinggal di tempat tujuan kita, entah itu untuk urusan jalan-jalan semata maupun urusan bisnis. Ini akan membuat kita cenderung membawa lebih banyak bawaan. Terkadang pula kita sudah merencanakan berbagai macam aktivitas untuk dilakukan di tempat tujuan nanti. Ini membuat kita harus membawa beberapa perlengkapan ekstra untuk aktivitas tersebut.
       
      Membawa banyak barang bawaan akan merepotkan kita saat berangkat dari rumah menuju stasiun atau bandara. Namun sesampainya di bandara, kita bisa langsung memasukkan semunya ke bagasi pesawat dan hanya menyisakan satu tas tangan saja untuk dibawa ke kabin. Maka tidak ada masalah yang akan mengganggu kenyamanan kita maupun penumpang lain nantinya.
       

      Banyak Barang yang Dibawa
      (Sumber: Flickr. Credit: Jeff)
       
      Namun sayangnya, ada beberapa penumpang yang suka membawa kopernya ke kabin demi menghindari biaya bagasi tambahan, atau hanya karena malas semata. Dan jika naik kereta, tidak ada bagasi khusus untuk menyimpan koper dan barang bawaan yang besar. Yang ada hanyalah rak di atas tempat duduk yang kapasitasnya terbatas. Jika bawaan cukup banyak, rak tersebut tidak akan mampu menampung semuanya sehingga kita harus menyimpannya di bawah, di sekitar tempat duduk kita.
       
      Meletakkan koper di sekitar tempat duduk seperti inilah yang berpotensi membuat penumpang lain tidak nyaman. Ini karena koper tersebut akan mengurangi ruang gerak yang dari awalnya saja sudah cukup terbatas. Belum lagi jika bawaan tersebut diletakkan di bawah tempat duduk penumpang lain atau di koridor sehingga orang lain jadi semakin sulit bergerak.
       
       
      5. Mengabaikan Etika Tempat Duduk
       
      Sopan santun dan etika adalah hal dasar yang sepatutnya sudah diketahui dan dipraktekkan oleh setiap manusia kapanpun dimanapun. Ini penting untuk menjaga kenyamanan bersama. Termasuk dalam hal berada dalam sebuah perjalanan pun, kita perlu menghargai etika dalam bersikap agar perjalanan terasa nyaman bagi semua orang.
       
      Masalahnya, ada orang-orang yang terlalu cuek terhadap etika dan cenderung bertindak semaunya sendiri. Dalam perjalanan, etika yang paling sering dilanggar oleh penumpang adalah etika tempat duduk. Tempat duduk dalam pesawat atau kereta tentu memiliki banyak keterbatasan, apalagi jika kita membeli yang kelas ekonomi. Tempat duduk dan ruang gerak cenderung sempit sehingga jika kita terlalu banyak bergerak akan langsung mengganggu penumpang lain yang duduk di sekitar kita.
       

      Pesawat dengan Tempat Duduk yang Sempit
      (Sumber: Flickr. Credit: lunaryuna)
       
      Berikut adalah beberapa etika yang harus kita jaga ketika sedang duduk di kursi pesawat atau kereta:
      Jika ingin merebahkan sandaran kursi, lihat dulu keadaan orang yang duduk di belakang kita dan sampaikan padanya bahwa kita akan merebahkan kursi agar orang tersebut tidak kaget. Selain itu, jangan merebahkan terlalu mundur jika orang di belakang tampak kesempitan bergerak Jangan menghabiskan lebih dari satu tempat duduk walaupun orang di sebelah cukup kurus Jangan meletakkan barang di tempat duduk sehingga mempersempit ruang gerak penumpang lain Jangan menendang-nendang kursi di depan kita. Jangan terlalu sering bergerak sehingga mengurangi kenyamanan penumpang sebelah Katakan permisi dengan sopan setiap kali kita harus lewat di depan tempat duduk orang lain, misalnya saat kita akan pergi ke toilet atau akan turun dari kereta lebih dahulu.  
      Menjaga etika dan sopan santun akan membuat kita disegani oleh orang. Sebaliknya, bertindak seenak sendiri akan membuat penumpang lain sebal dengan kita. Jika dipikir dengan logika, kita juga tentu akan merasa sebal jika bertemu penumpang yang semacam ini bukan?
       
       
      6. Anak Nakal yang Dibiarkan Orang Tuanya
       
      Terkadang ada penumpang yang membawa anaknya serta dalam sebuah perjalanan. Lazimnya anak-anak, mereka akan bertingkah macam-macam terutama saat berada di lingkungan yang terbilang asing dan baru, seperti misalnya di dalam pesawat atau kereta. Aktifnya anak tersebut merupakan sebuah proses perkembangan kecerdasan mereka yang wajar terjadi sehingga kita tentu dapat memakluminya.
       

      Anak Kecil yang Aktif di Kereta dengan Ibunya
      (Sumber: Flickr. Credit: Wazari Wazir)
       
      Walaupun kita bisa memaklumi penyebabnya, tetap saja kadang kita merasa terganggu jika ada anak yang bertingkah berlebihan. Sebagai contoh, dia memukul-mukul tempat duduk kita atau berteriak dengan suara yang terlalu kencang. Beberapa anak bahkan suka mengganggu penumpang lain seperti mencubit dan lain sebagainya. Bertemu anak yang semacam ini, kita tidak akan bisa merasa terlalu sebal kepada mereka karena mungkin mereka belum tahu bahwa yang dilakukannya adalah perbuatan yang salah. Tugas orang tuanya lah untuk menenangkan sang anak agar tidak mengganggu penumpang lain.
       
      Sialnya ada juga orang tua yang suka cuek terhadap kenakalan anaknya. Inilah yang paling menyebalkan. Contohnya, sang ibu sibuk memainkan handphone sementara anaknya lompat-lompat di kursi sambil berteriak. Sang orang tua berpikir penumpang lain seharusnya memahami jika ada anak kecil yang bertingkah aktif. Penumpang lain yang sudah tidak tahan mungkin akan menegur orang tua sang anak agar mau menenangkan anaknya. Ini akan menjadi jauh lebih menyebalkan lagi jika sang orang tua justru merasa tersinggung karena ditegur dan bersikeras bahwa apa yang dilakukan anaknya adalah hal yang biasa saja. Padahal, jika anak tidak pernah dididik untuk bersikap sopan, kapan mereka akan bisa mulai bersikap sopan?
       
       
      7. Penumpang Sakit
       
      Menjaga kesehatan adalah hal yang wajib dilakukan setiap orang, terutama jika kita berencana melakukan perjalanan yang cukup jauh, lama, dan melelahkan. Kurang berhati-hati dalam menjaga kesehatan akan membuat kita beresiko terserang penyakit. Padahal, sakit saat sedang travelling adalah hal yang sangat merepotkan, apalagi jika kita sedang berada dalam perjalanan naik pesawat atau kereta.
       
      Tidak ada orang yang berharap apalagi berencana untuk sakit selama di perjalanan. Untuk itu, jika kita kebetulan bertemu dengan penumpang yang sakit dalam perjalanan, kita tidak bisa menyalahkannya juga. Hanya saja, ada beberapa penumpang yang menjadi menyebalkan saat sakit. Misalnya, penumpang yang bersin-bersin dengan keras dan terus menerus sepanjang perjalanan. Selain tidak enak didengar, penumpang ini juga akan menyebarkan virusnya kemana-mana dan beresiko menulari penumpang lain. Ada juga orang yang suka merintih-rintih secara berlebihan saat sakit. Yang paling mengganggu, adalah penumpang yang sampai muntah, apalagi jika muntahannya berantakan dan berbau menyengat.
       

      Traveler yang Sakit
      (Sumber: Flickr. Credit: librarymook)
       
      Jika merasa tidak enak badan, sebaiknya kita tidak memaksakan diri untuk tetap berangkat. Ambillah satu hari untuk beristirahat dan memulihkan stamina. Geser jadwal perjalanan kita dengan menghubungi pihak maskapai. Kalau memang terpaksa tidak bisa ditunda, minumlah obat terlebih dahulu agar kita bisa menekan rasa sakit dan meminimalisir gejala penyakit yang bisa mengganggu penumpang lain saat di perjalanan nanti. Usahakan obat yang diminum adalah obat yang menyebabkan kantuk agar kita akan tertidur lelap sepanjang perjalanan dan tidak merecoki penumpang lain.
       
       
      8. Jorok dan Bau
       
      Satu lagi tipe penumpang yang sering muncul dalam sebuah perjalanan adalah penumpang yang kurang menjaga kebersihan sehingga tampak jorok dan bahkan juga bau. Duduk di sebelah penumpang yang semacam ini tentu akan membuat kita merasa risih dan tidak betah, apalagi jika kita termasuk orang yang sangat menjaga kebersihan dan kesehatan. Ingin rasanya perjalanan segera berakhir atau segera mencari tempat duduk lain untuk pindah.
       
      Bau yang umum muncul dari penumpang lain antara lain bau bekas keringat di badan dan bau mulut. Bau juga kadang bisa berasal dari bahan makanan yang dibawanya, misalnya ikan atau durian. Kadang ada pula penumpang yang merokok sembarangan. Asapnya menimbulkan bau yang menyebalkan dan abunya berceceran dimana-mana.Sementara, joroknya penumpang tersebut biasanya berupa bersin tanpa ditutup, buang sampah sembarangan, mengupil, dan masih banyak lagi. Jorok ini tentu akan lebih terasa menjijikan dan mengganggu daripada sekedar bau. Selain jijik, kita tentu juga khawatir akan persebaran virus, kuman, dan bakteri yang mungkin saja terjadi.
       
      Jika penumpang di sebelah kita menunjukkan sikap jorok seperti itu, janganlah ragu untuk segera menegurnya dengan sopan karena kadang mereka tidak sadar bahwa tingkahnya itu cukup mengganggu orang lain.
       
       
       
      Bagaimana dengan kalian? Sudah pernahkah bertemu dengan penumpang-penumpang menyebalkan seperti yang disebut di atas? Atau jangan-jangan, kalian pernah jadi penumpang yang semacam itu? Adakah tipe penumpang menyebalkan lain yang pernah kalian temui dan belumdisebut dalam artikel di atas?
    • By pleasejackys
      Tersesat Waktu Menjelajah Alam? Ini Solusinya!
       
       
      Menjelajah alam adalah suatu kegiatan yang sangat seru dan penuh manfaat.Berjalan melintasi lebatnya hutan belantara, menyusuri sungai, mendaki gunung, dan memanjat tebing adalah sebuah petualangan yang penuh tantangan dan memicu adrenalin. Memang sangat melelahkan untuk dikerjakan, namun apa yang kita dapatkan pada akhirnya akan sepadan dengan perjuangan yang kita lakukan. Di ujung petualangan nanti, kita akan mendapatkan kenikmatan tak ternilai berupa segarnya udara, asrinya pemandangan, dan suasana menakjubkan yang langka. Rasa puas dan bangga pun akan membuat hati terasa penuh.
       
      Memang bukanlah hal yang mudah untuk bisa menyelesaikan petualangan dalam sebuah penjelajahan alam.Berbagai persiapan dan trik perlu kita upayakan semaksimal mungkin demi kelancaran penjelajahan kita. Alam yang akan kita pilih untuk dijelajah pun tidak bisa sembarangan. Tiap obyek memiliki tantangan dan tingkat kesulitannya masing-masing.Di sini, kita harus bisa memilih obyek mana yang sesuai dengan kemampuan kita agar kita terhindar dari berbagai resiko dan masalah.
       
      Namun kadangkala, masalah tetap datang walaupun kita sudah berusaha menghindarinya. Salah satu masalah yang biasa muncul pada kegiatan penjelajahan alam antara lain adalah tersesat. Wajar saja jika seorang petualang bisa tersesat di dalam hutan atau gunung karena di sana tidak ada papan penunjuk arah seperti di jalan raya di perkotaan. Belum lagi bentuk lingkungan yang cenderung monoton dan tak beraturan berupa pepohonan memang bisa sangat membingungkan.
       

      Tersesat di Hutan
      (Sumber: Flickr. Credit: Dean Aston)
       
      Walaupun cenderung umum, tersesat adalah masalah yang cukup serius. Berbagai macam resiko seperti kedinginan, kehausan, kelaparan, dan trauma akan siap menyerang kita jika kita tidak segera kembali. Agar terhindar dari berbagai resiko mengerikan tersebut, ada baiknya kita mempelajari langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan jika kita tersesat nantinya. Mari kita simak penjelasan di bawah ini:
       
       
      S.T.O.P
      Ada sebuah panduan yang sudah berlaku secara internasional untuk orang-orang yang tersesat saat hiking, camping, atau trekking.Panduan tersebut dikenal dengan istilah S.T.O.P. yang merupakan singkatan dari Stay Calm, Think, Observe, dan Plan. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing poin:
       
       
      1. Stay Calm (Tetap Tenang)
       
      Stay Calm berarti Tetap Tenang. Inilah hal pertama yang harus dilakukan saat kita menyadari bahwa kita sudah tersesat. Umumnya orang akan langsung panik jika menyadari bahwa ia telah tersesat. Kepanikan ini akan membuatnya semakin sulit untuk mencari jalan keluar. Jika terus dibiarkan, kepanikan bisa membuat kita mengambil sikap yang salah dan justru merugikan diri sendiri. Sebagai contoh, kepanikan akan membuat kita berjalan semakin tak tentu arah yang berakibat membuat kita tersesat semakin jauh atau menciptakan masalah lain yang lebih buruk lagi. Panik juga bisa membuat kita mudah ketakutan dan putus asa sehingga semangat kita untuk berusaha bertahan hisup akan menurun drastis. Maka dari itu, sebaiknya jangan membuat keputusan atau mengambil tindakanapapun sebelum kita berhasil menguasai emosi kita saat tersesat.
       

      Menenangkan Diri Terlebih Dahulu
      (Sumber: Flickr. Credit: Tristan O Tierney)
       
      Segera hentikan langkah begitu menyadari bahwa kita telah tersesat.Letakkan semua barang bawaan agar badan terasa ringan.Carilah sebuah pohon yang rindang dan duduklah di bawah agar badan terasa rileks. Tarik napas dalam-dalam dan keluarkan. Lakukan berulang kali dalam tempo yang pelan sampai kita merasa tenang.Jika otak sudah terasa tenang, kita bisa memulai langkah selanjutnya.Jika badan dan pikiran sudah cukup tenang, mencari solusi akan terasa lebih mudah.
       
       
      2. Think (Berpikir)
       
      Langkah selanjutnya yang perlu kita lakukan saat tersesat setelah kita berhasil menguasai diri adalah Think alias Berpikir.Coba ingat kembali rute mana saja yang sudah kita lewati dan bagaimana caranya kita bisa mencapai titik kita berada saat ini.Pikirkan dimana kita mulai salah langkah tadi.Ingat-ingat kembali apakah ada hal yang cukup unik untuk kita ingat yang bisa dijadikan patokan, misalnya pohon besar yang pernah kita lewati atau danau kecil tempat kita mampir minum tadi.
       
      Jika kamu menjelajah alam secara berkelompok dan hanya kamu yang tersesat seorang diri, ingat-ingat kapan terakhir kali kamu berada bersama mereka.Apakah sudah cukup jauh atau belum.Pikirkan berapa lama kira-kira waktu yang mereka perlukan untuk menyadari bahwa kamu sudah tidak ada di tengah-tengah mereka lagi.Selain mengingat-ingat, kita juga perlu memikirkan berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi mulai saat ini sampai selanjutnya. Adakah orang yang akan segera mencari kita di tengah belantara ini?
       

      Berpikir di Tengah Hutan
      (Sumber: Flickr. Credit: Lou By Lou)
       
      Pikirkan segala kemungkinan yang ada, dari yang terburuk sampai yang terbaik. Pastikan kita tetap tenang agar pikiran tetap jernih, walaupun saat kita sedang memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Jangan langsung menarik kesimpulan dan mengambil sikap sebelum kita berpikir cukup banyak dalam kondisi tenang.
       
       
      3. Observe (Amati)
       
      Observe atau Amati adalah langkah yang akan kita ambil setelah selesai mengingat dan berpikir. Amati yang dimaksud di sini adalah kita mengamati lingkungan sekitar kita.Sekilas pandang, yang kita lihat tentu hanyalah hamparan pepohonan lebat yang tidak beraturan. Sepintas, semuanya akan tampak sama saja. Tetapi, jika kita bisa bersikap tenang dan mengamati dengan lebih seksama, kita akan menyadari bahwa setiap satu pohon pasti berbeda dengan pohon lainnya.
       
      Dari pengamatan tersebut, mungkin kita bisa mengingat kembali arah mana saja yang baru saja kita lewati. Perhatikan juga keadaan langit, apakah mendung atau cerah. Apakah hujan akan segera turun? Apakah ada binatang buas yang tinggal di sekitar tempat kita berada saat ini?Perhatikan sebanyak mungkin detail yang ada di sekitar kita, siapa tahu ada hal-hal yang bisa kita jadikan petunjuk.
       

      Mengamati Pohon
      (Sumber: Flickr. Credit: Jun)
       
      Selain keadaan lingkungan, amati juga keadaan diri kita sendiri. Misalnya, seberapa lelahnya kah badan kita?Seberapa banyak bekal makanan dan minuman yang masih tersisa? Kemudian amati lagi keadaan di sekitar kita, dapatkan kita mencari sumber makanan dan minuman yang cukup aman dikonsumsi? Adakah tempat yang cukup nyaman dan aman untuk kita beristirahat sementara?
       
       
      4. Plan (Rancana)
       
      Setelah cukup banyak berpikir dan mengamati, mungkin kita akan mendapat petunjuk tentang arah mana yang harus kita tuju untuk dapat kembali ke jalan yang benar. Selanjutnya, kita hanya perlu melakukan Plan atau Rencana. Rencana yang perlu kita buat saat tersesat antara lain jalan dan arah mana yang akan kita tuju, berapa lama kira-kira waktu yang diperlukan untuk sampai ke pos atau sampai bertemu kembali dengan rekan sekelompok.
       
      Selain rute, kita juga perlu memastikan bekal makanan dan minuman kita cukup. Jika tidak cukup, kita harus mempunyai rencana dimana kita akan mendapatkan makanan dan minuman darurat jika kita terlanjur kehabisan sebelum sampai di pos. Tenaga juga harus dipastikan cukup kuat untuk berjalan sejauh itu. Jika sekiranya tidak kuat, rencanakan dimana kita akan berisitirahat nantinya.
       

      Rencana yang Matang
      (Sumber: Flickr. Credit: Julia Nimke)
       
      Ketika menyusun rencana, pastikan pikiran kita berada dalam kondisi yang benar-benar tenang. Jangan terburu-buru untuk segera melaksanakan rencana tersebut.Ambillah cukup waktu untuk mereview rencana kita secara perlahan, siapa tahu ada hal yang terlewatkan. Bayangkan kendala apa saja yang mungkin timbul saat kita menjalankan rencana tersebut. Sempurnakanlah rencana kita dengan sebaik-baiknya agar masalah yang ada tidak bertambah parah.
       
       
      Dari empat langkah yang ada dalam panduan S.T.O.P, yang paling sulit untuk dikerjakan adalah langkah terakhir ini (Plan/Rencanakan). Dengan informasi, perbekalan, dan keadaan yang sangat terbatas, seringkali kita ragu atas apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Salah langkah akan membuat kita semakin sulit untuk mendapatkan jalan keluar. Solusinya, adalah dengan Stay Put atau Tetap di Tempat.
       
       
      STAY PUT ( Tetap di Tempat)
      Stay Put atau Tetap di Tempat adalah langkah yang paling aman dan bijak untuk dilakukan saat tersesat ketika kita tidak merasa yakin dengan rencana kita. Stay Put bukan berarti pasrah dengan keadaan, tetapi kita hanya menunggu orang lain datang untuk menemukan kita. Ketika memutuskan untuk Tetap di Tempat pun, ada hal-hal yang harus kita waspadai baik-baik, antara lain:
       
       
      1. Tempat
       
      Sembari menunggu bantuan datang, diamlah di tempat yang sekiranya cukup mudah bagi kita untuk ditemukan, misalnya di tempat kita berada saat ini, di tepi sungai atau danau, atau di tempat terakhir kali kita masih bersama kelompok. Namun, pastikan bahwa tempat itu cukup aman dan nyaman untuk kita beristirahat sementara.Jika tempatnya kurang memadai, segeralah cari tempat lain yang lebih baik. Usahakan agar tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat kita berada saat ini agar kita tidak terlalu sulit untuk ditemukan.

      Gua yang Aman untuk Berteduh
      (Sumber: Flickr. Credit: Lynn Roebuk)
       
      Tempat yang kita gunakan untuk beristirahat hendaknya berada cukup dekat dari sumber air seperti sungai atau danau. Tempat tersebut juga harus memiliki suhu udara yang nyaman, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin sehingga kita bisa bertahan cukup lama di sana tanpa menderita. Pastikan juga bahwa tempat tersebut cukup aman dari serangan binatang buas.
       
       
      2. Dehidrasi dan Air Minum
       
      Dehidrasi adalah ancaman yang cukup serius bagi orang yang tersesat di tengah hutan atau gunung.Maka jika kita sampai tersesat saat sedang asyik menjelajah alam, segera periksa seberapa banyak bekal minuman yang kita miliki.Perhitungkan kira-kira berapa lama kita sanggup bertahan hidup dengan sisa air yang ada tersebut.
       
      Tanpa air minum, manusia hanya bertahan hidup selama 3 hari bahkan mungkin kurang. Jika beberapa jam tidak minum saja, tubuh akan beresiko terserang dehidrasi. Jika aktivitas kita cukup tinggi, maka kebutuhan air minum akan semakin bertambah. Dapat dikatakan juga, semakin banyak kita beraktivitas, kemungkinan dehidrasi akan semakin tinggi. Maka dari itu wajar jika kita tersesat dengan bekal air minum yang sangat terbatas, kita perlu segera mencari sumber air untuk membantu kita bertahan hidup.
       

      Sumber Air Bersih di Belantara
      (Sumber: Flickr. Credit: Irene Furton)
       
      Jika air bersih cukup sulit untuk ditemukan, maka air yang agak keruh pun bisa kita jadikan sebagai air minum darurat. Mungkin air ini akan membuat kita sakit perut. Tetapi, itu masih tetap lebih baik daripada tidak minum sama sekali. Agar resiko penyakitnya dapat dikurangi, kita bisa membuat api unggun dan merebus air tersebut terlebih dahulu. Atau jika bisa, buatlah peralatan suling air sederhana.
       
       
      3. Kelaparan
       
      Ancaman lain setelah dehidrasi bagi para petualang alam yang tersesat adalah kelaparan. Tanpa makanan, manusia maksimal dapat tetap hidup selama 3 minggu.Durasi ini memang jauh lebih panjang daripada jika tanpa minum.Namun, bukan berarti hal ini bisa kita sepelekan.Jika fisik badan tidak cukup kuat, bisa jadi kita hanya bertahan beberapa hari saja tanpa makan apa-apa.
      Jika bekal makanan yang ada di ransel tidak cukup banyak, kita harus mengatur strategi agar terhindar dari kelaparan.Makanlah sedikit demi sedikit dengan tempo yang pelan agar perut lebih terasa kenyang walaupun belum banyak makan.Hindari makan lagi sebelum kita benar-benar merasa lapar.Minum air putih sebanyak mungkin untuk mengganjal perut sehingga makanan bisa lebih dihemat.
       

      Berburu Ikan di Sungai untuk Dimakan
      (Sumber: Flickr. Credit: Ranch Seeker)
       
      Demi bertahan hidup, kita juga perlu mencari bahan makanan lain yang ada di alam di sekitar kita sebagai jaga-jaga seandainya bekal makanan sudah terlanjur habis namun bantuan masih belum datang. Perhatikan tumbuhan dan pohon di sekeliling, apakah ada buah atau dedaunan yang sekiranya cukup aman untuk dikonsumsi.Jika ada sungai atau danau, mungkin kita bisa memancing beberapa ekor ikan setiap kali merasa lapar.Namun, berhati-hatilah dengan jenis ikan yang bisa beracun jika dimakan.
       
       
      4. Usir Kesepian dengan Kesibukan
       
      Sangatlah wajar jika berada seorang diri di tengah belantara alam liar akan membuat kita merasa kesepian. Semakin lama kita tersesat, rasa kesepian biasanya akan semakin meningkat.Kesepian akan membuat kita lebih mudah merasa lelah dan putus asa. Kesepian juga dapat menumbuhkan rasa takut dan paranoid. Akibatnya, kita akan semakin kekurangan semangat untuk terus berusaha bertahan hidup.
       
      Jangan pasrah terhadap keadaan dengan memelihara rasa kesepian tersebut. Sebaliknya, kita justru harus berusaha keras menjauhkan diri dari perasaan tersebut. Cara paling efektif untuk mengusir kesepian adalah dengan menyibukkan diri.Jika kita sibuk, pikiran kita tidak akan melantur kemana-mana sehingga berbagai pikiran buruk akan jauh.
       

      Jangan Sampai Kesepian dan Melamun
      (Sumber: Flickr. Credit: Ryan)
       
      Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyibukkan diri sembari menunggu bantuan datang. Antara lain, kita bisa berburu makanan, menjerang air, membuat api unggun, olahraga ringan, atau menyusun tempat yang nyaman untuk tidur. Jika merasa lelah dengan kesibukan, kita bisa tidur.Tidak masalah jika kita menghabiskan banyak waktu untuk tidur siang karena itu masih lebih baik daripada duduk diam sembari melamun atau memaksakan diri untuk terus beraktivitas.
       
       
      Tersesat di tengah alam belantara adalah hal yang paling tidak diinginkan oleh siapapun. Berbagai upaya tentu akan kita lakukan agar terhindar dari ancaman yang satu ini. Akan tetapi, sebagai seorang petualang, kita harus menyadari bahwa kemungkinan kita tersesat akan tetap ada sehingga kita juga harus mempersiapkan diri sejak sebelum mulai menjelajah alam. Persiapan tersebut bukan saja dari perbekalan, namun juga berupa persiapan mental yang kuat.Dengan mempelajari strategi di atas, mungkin ilmu ini bisa kita jadikan bekal sebagai antisipasi jika kita tersesat di tengah hutan suatu saat nanti.
    • By D_GUNN3R1

      Berikut adalah beberapa hal yang menyebalkan ketika melakukan perjalanan dengan kapal pesiar:
       
      1. harga minuman yang mahal
      Harga minuman apalagi yang mengandung alkohol sangat mahal. bahkan beberapa lebih mahal daripada klub2 malam. Untuk satu gelas chardy dihargai di atas AU$ 13 (sekitar Rp 130 ribu)
       
      2. Banyak Extra charge
      banyak biaya tambahan diatas kapal seperti minuman ringan, restaurant maupun games yang terdapat diatas kapal.
       
      3. Tidak tepat waktu
      Kapal sering telat untuk sampai ke pelabuhan tujuan, kadang ada kapal pesiar yang melakukan ganti rugi, tetapi hanya sedikit. Ada pula yang melewatkan beberapa spot karena alasan cuaca buruk atau mesin rusak.
       
      4. Masalah Toilet
      Kadang terdapat kapal yang mempunyai masalah kapal seperti toilet tersumbat, atau air panas yang tidak bekerja. Alasannya karena kapal yang sudah tua atau adanya pipa yang bocor.
       
      5. Tagihan lebih di atas kapal
      Tagihan lebih, sering terjadi ketikapenumpang berada di bar dalam kapal pesiar. Oleh karena itu, penumpang harus mengecek kembali tagihan apapun sebelum pergi dari kapal.
    • By Married2014
      Saat traveling menggunakan pesawat, mungkin Anda duduk di sebelah wisatawan lainnya. Mereka bisa menjadi teman, tapi bisa juga sangat menjengkelkan. Ada 5 tipe wisatawan paling menyebalkan dan begini cara mengatasinya.

      Diintip dari Smarter Travel, Jumat (14/12/2012) salah satu penyebab Anda merasa tidak nyaman saat berada di dalam pesawat adalah karena wisatawan yang duduk di sebelah. Ada 5 tipe wisatawan yang menyebalkan di dalam pesawat, seperti berikut ini. Tak perlu terlalu kesal, karena begini cara mengatasinya:

      1. Suka menyenderkan kepala ke bahu

      Berada di dalam kelas ekonomi atau bisnis membuat jarak Anda cukup dekat dengan wisatawan lainnya yang duduk di sebelah. Kadang, Anda akan merasa jengkel karena harus rebutan sandaran lengan. Tapi yang lebih menyebalkan adalah yang suka menyenderkan kepala ke bahu orang lain saat tidur.

      Cara mengatasinya, sabar dan jangan emosi. Anda bisa menggeserkan badan ke arah yang lebih jauh darinya. Jika ia terbangun, Anda bisa mengatakan langsung kepada dirinya, "Bisakah Anda untuk tidak menyenderkan kepala ke pundak saya?"

      2. Sedang flu

      Wisatawan yang menjengkelkan lainnya adalah yang sedang terkena penyakit flu. Anda pasti tidak mau traveling yang sudah direncanakan berantakan karena tertular penyakit dari orang lain di dalam pesawat.

      Cara mengatasinya, Anda bisa pergi untuk menemui pramugari. Mintalah untuk duduk di kursi lain sambil menjelaskan alasannya. Biasanya pramugari akan memberikan solusi kepada Anda.

      3. Bau badan

      Kalau penyakit mungkin masih bisa ditoleransi, tapi kalau orang yang duduk di sebelah Anda memiliki masalah dengan bau badannya, pasti sangat menyebalkan. Kenyamanan pasti akan hilang. Bayangkan, saat Anda makan, tercium bau badan, bau rokok, atau yang lebih parahnya lagi bau kentut. Iih!

      Untuk mengatasinya, putar corong AC di atas kepala ke arah dirinya. Buka tutupnya hingga bau tersebut terdorong ke arah lain. Atau jika cara tersebut tidak bisa menghilangkan baunya, tidak ada cara lain. Ambil sapu tangan lalu tutup hidung Anda. Atau jika perlu, minta masker ke pramugari.

      4. Mabuk minuman keras

      Perjalanan pasti tidak akan terasa nyaman jika Anda duduk di samping wisatawan yang sedang mabuk. Jika mabuk perjalanan, mungkin masih bisa diatasi. Namun, bagaimana jika ia mabuk karena usai menenggak minuman keras?

      Untuk mengatasinya, gampang saja. Anda bisa melapor ke pramugari untuk memindahkan dirinya dari kursi di sebelah Anda. Biasanya, masing-masing maskapai punya cara tersendiri untuk mengatasi wisatawan bandel seperti ini.

      5. Anak-anak yang menangis

      Duduk berada di dekat anak-anak bisa sangat menyenangkan. Tingkahnya yang lucu memang bisa membuat kita gemas. Tapi, tidak semua anak bisa tenang saat berada di dalam pesawat. Yang menjengkelkan adalah saat mereka terus menerus menangis, sedangkan orang tuanya seakan tak peduli, atau bahkan tidur.

      Tak perlu terlalu jengkel, Anda bisa membangunkan orang tuanya karena anaknya terus-terusan menangis. Atau Anda bisa memintanya untuk bertukar kursi dengan Anda. Anak-anak bisa dekat dengan orang tuanya, perjalanan Anda juga akan terasa nyaman.
    • By ameryudha
      gan, udah beberapa minggu ini laptop ane ngadat, makin hari makin parah. aduh bete banget deh gan, ane bener2 terhambat semua kegiatannya.

      setelah ane baca-baca ternyata laptop ane terkena virus namanya ramnit. Ane udah instal program nya...dan hasilnya ... taraaa masih sama gan. ane bingung dan gak ngerti gimana cara matiin ini virus. ane hari ini memutuskan untuk menginstall ulang windows ane gan jadinya.

      Gejala virus ini awalnya ane gak bisa buka chrome, jadi selalu chrash si chrome nya, lama2 mozilla juga gitu, terus ngerembet ke program2 lain. nah setelah di matikan pake PCMAV Ramnit Killer, lumayan sih ane masih buka chrome, tapi sekarang balik lagi, malah word sama pdf ga bisa dibuka juga.

      agan2 ada yang pernah kena? solusinya gimana gan? minta info detailnya dong gan.