• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
Luwaks

Tips etika ketika berkunjung ke China

7 posts in this topic

Masing2 negara mempunyai etika tersendiri. termasuk China. ika Anda ingin berkunjung ke China berikut beberapa tips menjaga etika ketika berlibur ke China, sperti dilansir dari CNNGO, Senin (12/11).

1. Berkenalan

Sebuah jabat tangan ringan dikombinasikan dengan kontak mata dan mengangguk hormat merupakan sikap sopan ketika akan berkenalan. Untuk itu hal ini bisa dilakukan ketika Anda ingin berkenalan dengan penduduk setempat. Namun Penduduk Asia bukan Barat, jadi jangan memeluk atau Mencium orang yang baru anda kenal.

Demikian pula tidak boleh menunjuk ke muka seseorang atau menyentuk kepala.

2. Berbicara.

Ketika berbicara, hindari topik tentang pemerintah atau politik, disana sangat sensitif.

Jika melakukan pembicaraan, jangan menjaga jarak dengan lawan bicara. Jangan heran ketika mengobrol Anda akan ditanya seputar masalah gaji, pekerjaan, usia, pertanyaan tersebut merupakan hal yang wajar bagi orang China.

3. Makan dan Minum

Melakukan toast dengan segelas bir adalah hal yang wajib dilakukan ketika ada tamu diundang dalam perjamuan makan, maka Anda jangan menolaknya. Hal ini umum dilakukan oleh masyarakat di China untuk menjamu para tamunya.​

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya pernah denger juga nih, katanya kalau di china jgn ngomong soal politik gitu, emang kalau berkunjung ke negara-negara paham komunis lebih baik gak ngomongin soal politik krn negara-negara tersebut lebih tertutup.

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya, betul sekali itu...

di china dan korut membicakan politik itu berbaya banget.

salah2x kita ngomongin politik malam hari, tahunya besok pagi lawan bicara kita yang ngomongin politik sudah gak ada dirumahnya.

serem banget...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Yang saya dengar dari cerita teman, toilet umum di negara ini sangat2 menyedihkan, katanya jorok sekali, dan katanya kalo mau pake toilet sebaiknya ke hotel aja, karena toilet di rumah makan pun sama saja tidak terurus. Saya ogah banget lah sama org2 jorok, jd saya jd ga yakin sama kebersihan makanan yg disajikan, dan pastinya saya ogah jg sm ce yg py toilet jorok HAHAH nyambung ke mana ini

Share this post


Link to post
Share on other sites

Yang saya dengar dari cerita teman, toilet umum di negara ini sangat2 menyedihkan, katanya jorok sekali, dan katanya kalo mau pake toilet sebaiknya ke hotel aja, karena toilet di rumah makan pun sama saja tidak terurus. Saya ogah banget lah sama org2 jorok, jd saya jd ga yakin sama kebersihan makanan yg disajikan, dan pastinya saya ogah jg sm ce yg py toilet jorok HAHAH nyambung ke mana ini

Iya, betul sekali....

sudah banyak kok yang ngomongin tentang toilet kotor di china.

bearti toilet di indonesia termasuk bersih yah.

hahahaha...

lalu, biasanya setiap orang di china itu banyak yang cuek (di china daratan katanya). buktinya, masih inget gak video yang anak kecil di tabrak, tapi gak ada yang nolongin?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Iya, betul sekali....

sudah banyak kok yang ngomongin tentang toilet kotor di china.

bearti toilet di indonesia termasuk bersih yah.

hahahaha...

lalu, biasanya setiap orang di china itu banyak yang cuek (di china daratan katanya). buktinya, masih inget gak video yang anak kecil di tabrak, tapi gak ada yang nolongin?

haha iya, jd inget lg sama video anak kecil kelindes, ntu anak akhirnya meninggal ya setelah dirawat di RS? lalu nenek2 yg memberitahu kejadian itu ke ortunya jg dikasih penghargaan, saya pikir itu krn saking cueknya penduduk di sana, sampe2 nenek yg cuma ngelapor ke ortunya aja udah dikasih penghargaan. Ada berita jg bahwa org yg menolong kadang malah dianggap yg menabrak, makanya budaya cuek mulai dipiara.

Selain itu saya jg pernh liat kejadian lg di youtube, sprtinya di china jg, di depan pertokoan, ada 2 ibu2 jalan dari arah berlawanan, 1 ibu ditabrak dari belakang sampai melayang trs nyungsep di bawah kolong mobil yg lg diparkir, mobil yg nabrak lgsg kabur. Ibu2 yg ada di depannya menyaksikan kejadian itu persis di depan matanya, tp dia malah berbelok, masuk ke antara mobil2 yg terparkir seolah tdk melihat apa2. Amazing.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Reiko Shiwatari
      Hi everybody! Apa kabar? Ini saya hadir kembali, setelah sekian lama hiatus dari forum 
      Sudah kemana saja nih? Terus bawa oleh2 apa? Hehehe...
      Saya mau sedikit share tentang oleh2/kenang2an/souvenier dari beberapa perjalanan saya. So, mungkin ada yg berminat mau coba atau sekedar nambah informasi 
      Ada yg sudah pernah dengar Penny Collector? Apa itu? Ternyata uang logam yg kita punya bisa dijadikan koleksi loh! (bukan koleksi uang kuno ya). Tidak semua negara tujuan wisata memiliki Penny Collector. Terus, apa kelebihan/keunikannya? Kalau teman2 itu suka koleksi mata uang berbagai  negara, baik itu uang logam ataupun uang kertas, koleksi ini pun tidak kalah menarik. Yang membuatnya sangat menarik (menurut saya) itu kita bikin sendiri! 
      Dari uang logam, contohnya US Penny & Quarter, yaitu 1 cent Dollar ($0.1) & 25 cent Dollar ($0.25) kita bisa membuatnya menjadi sebuah koin dengan desain gambar landmark/tempat wisata yang ada di daerah tersebut. Bagaimana membuatnya? Ada mesinnya yang pasti! Kita tinggal masukkan koin uang logamnya & jumlahnya tergantung berapa yang diperlukan, rata2 di USA itu sekitar $0.51, jadi sediakan uang logam 1 Penny & 2 Quarter. Kalau diminta $1.01 jadinya 1 Penny & 4 Quarter.
             
      Kita masukkan koinnya di slot yang disediakan & pilih gambar/desain yg kita mau. Yang membuat saya tertarik adalah, ada beberapa mesin yg automatic, jadi setelah memilih design, makan mesin akan langsung berputar sendiri & jadilah uang logam sesuai yg kita pilih. Tapi masih ada banyak mesin2 yang tidak automatic, jadi setelah kita pilih designnya dengan cara memutar stick yang ada. Lalu setelah kita pilih designnya, kita tekan masuk slotnya sampai koinnnya masuk ke dalam & slot kembali seperti semula. Terus kita putar lagi sticknya, kita putar terus menerus sampai terasa berat (ya, sampai pakai tenaga muternya)  sampai kita lihat ada koin yang keluar, dan..., TADAAA!! Jadilah koin untuk kita koleksi. 


      Waktu saya ke Jepang beberapa tahun lalu, saya juga sempat membuat koin2 ini di beberapa tempat. Lumayan, buat kenang2an, jadi gak cuma gantungan kunci, magnet & kaos saja yg bisa dijadikan koleksi. Koin ini mempunyai suatu nilai tersendiri bagi saya (koinnya sih murah), yaitu bahwa  saya pernah menginjakkan kaki saya di tempat2 wisata tersebut, entah itu Disneyland, Universal Studio, Pantai, Gunung, Market, atau landmark2 lainnya. Saya pernah pergi kesana & membuat koin ini sendiri, gak sekedar nitip (bisa saja sih nitip, tapi bagi saya nilainya jadi berkurang karena bukan sayanya yg pergi). Saya pernah sih nitip sama teman, karena waktu saya pergi saya gak sempat bikin, ya dikasih memang tapi yg umum2 seperti nama Kota nya saja, karena teman saya bilang "Saya gak mau kasih, kamu aja yang pergi sendiri & bikin!" dan itulah yang memotivasi saya untuk travel & mengumpulkan 7 bola naga, eh maksudnya mengumpulkan koin2 tersebut. 
      Terus kumpulinnya pake apa? Taro dimana? Untuk pemula ya jangan lupa beli albumnya (jangan taro di celengan ya koinnya). Terus klo udah banyak nah kalian bisa kembangkan ide & kreatifitas kalian, bisa taro di bingkai etc. Ya, bisa kalian bikin sendiri yang bagus & berkesan.

        
      So, pesan saya, kalau mau travel ke luar negeri (di Indonesia belum ada soalnya), misal ke Jepang, kalian bisa tanya mbah Google, cari Penny Collection Locator. Pilih negaranya, pilih kota tujuan kalian & liat apa tempat yg mau kunjungin itu ada mesinnya ato gak (karena gak semua tempat ada). Biasanya mesinnya ada di gift shop, atau dekat ticket booth. And jangan lupa siapin uang receh, uang2 logam dari mata uang negara tersebut (saya pernah paksa Canada Dollar pake USD, jadi sih cuma ya gitu, MAKSA bgt mesinnya) 
      Ini sebagian koleksi2 saya, 
       


       
      Sekian,  info dari saya, semoga bermanfaat, happy travelling &  happy hunting  
       @deffa klo masih di Jepang, masih bisa cari koin ini (klo berminat)
       
    • By vie asano
      Kemarin saya sudah sharing info seputar Koreastay, program homestay bagi wisatawan asing yang penasaran dengan bagaimana sih rasanya tinggal bersama keluarga asli Korea Selatan. Program tersebut juga bisa jadi alternatif akomodasi saat wisata ke Korea Selatan lho, karena kisaran harganya terbilang hemat, yaitu antara KRW30000*-60000* per-malam (atau setara dengan Rp.330000-660000 untuk 1 won 11 rupiah).
      Sebagai pelengkap dari info program homestay tersebut, saya ingin sharing beberapa etika dasar yang wajib diketahui oleh wisatawan saat wisata ke negeri ginseng itu. Berwisata ibaratnya bertamu ke rumah orang. Ada beberapa aturan yang mungkin berbeda dengan yang biasa ditemukan di kampung halaman. Terlebih jika negara tujuan adalah Korea Selatan yang memiliki budaya dan tradisi yang jauh berbeda dengan budaya Indonesia, mulai dari bahasa, huruf tradisional, hingga batasan hal-hal yang boleh dan tak boleh dilakukan. Sebetulnya ada beberapa etika berikut ada kemiripan dengan etika yang berlaku di Jepang, yang sebagian sudah saya tulis dalam tulisan berjudul Jalan2ers, Jangan Lakukan Ini di Jepang ya! (klik hyperlink). Monggo sekalian dilihat sebagai referensi bagi yang ingin wisata juga ke Jepang.
      Umum
      -Hampir mirip dengan bangsa Jepang, orang Korea umumnya menghindari kata tidak maupun menghindari sikap yang kira-kira akan menyakiti orang lain. Jadi pandai-pandailah menangkap ekspresi lawan bicara, apakah mereka betul-betul mengatakan hal yang sebenarnya atau hanya sekedar basa-basi saja untuk menyenangkan Anda.
      -Basa-basi menjadi salah satu bagian penting dalam pergaulan. Jika Anda dipuji, cara yang paling sopan untuk menerima pujian tersebut adalah dengan bersikap merendah.
      -Bagi orang Korea, sentuhan fisik bisa dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu. Jadi jika belum terlalu kenal, jangan coba-coba untuk melakukan kontak fisik seperti menepuk pundak maupun memeluk.
      -Salah satu point terpenting dalam budaya Korea adalah selalu menghormati orang yang lebih tua. Jika bertemu dengan orang yang lebih tua, misalnya saja yang dituakan di rumah host, hindari melakukan kontak mata secara langsung dan selalu tunjukkan sikap sopan.
      Salam
      -Hampir mirip dengan Jepang, bangsa Korea biasa membungkukkan badan sebagai pengganti salam. Namun kadang-kadang ada juga yang membungkukkan badan sekaligus berjabat tangan (untuk laki-laki). Poin ini sedikit berbeda dengan budaya Jepang yang tidak mengenal kombinasi membungkukkan badan dan jabat tangan sekaligus. Oya, jika berjabat tangan, tata cara sopannya adalah dengan mengulurkan tangan kanan sementara tangan kiri ikut maju untuk mendukung tangan kanan.
      -Untuk wanita, biasanya salamnya cukup dengan membungkukkan badan saja (tidak perlu sambil jabat tangan).
      -Adapun kata ucapan standar yang diucapkan saat salam adalah man-na-suh pan-gop-sumnida, yang berarti senang bertemu dengan Anda.
      -Saat berpisah, membungkuk maupun melambaikan tangan merupakan salam perpisahan yang paling umum.
      Table manner
      -Jangan duduk sebelum diminta duduk oleh tuan rumah.
      -Jangan menempati kursi untuk orang yang dihormati. Bagi yang belum tahu, kursi untuk orang yang dihormati posisinya dapat dilihat dari arah pintu. Oya, jika Anda ditawari untuk duduk di kursi kehormatan, etikanya Anda harus menolaknya dengan sopan.
      -Jangan mulai makan sebelum yang paling tua mengajak untuk mulai makan.
      -Makanlah dengan alat makan yang disediakan (umumnya menggunakan sumpit) dan jangan makan menggunakan tangan kosong.
      -Untuk kesopanan, usahakan mencicipi semua jenis makanan yang dihidangkan di atas meja walau dalam porsi kecil, kecuali jika Anda alergi maupun tidak dapat makan makanan tertentu (jika tak yakin dengan menunya, jangan sungkan untuk bertanya).
      -Selesai makan, jangan melintangkan sumpit di atas mangkok. Cara yang lebih sopan adalah dengan meletakkan sumpit di atas meja di sebelah mangkok.
      -Jika ditawari minuman beralkohol dan Anda ingin menolaknya, katakan jika Anda tak bisa minum alkohol. Dewasa ini sudah banyak yang mengerti jika tak semua orang dapat minum alkohol. Namun jika Anda ingin menghormati ajakan minum tersebut, setidaknya cicipi gelas pertama saja dan jangan dihabiskan. Aturan di Korea, gelas kosong berarti tambah minuman.
      -Satu hal yang paling penting, jangan mengkritik makanan atau minuman yang disajikan. Bangsa Korea sangat bangga dengan kuliner mereka dan kritikan dapat dianggap tidak sopan.
      Oleh-oleh
      Nah, tips ini khususnya bagi yang tertarik untuk mengikuti program Koreastay yang mana wisatawan akan tinggal di rumah host.
      -Untuk mengawali sebuah hubungan baik, usahakan membawa buah tangan saat akan bertemu dengan host. Tak ada syarat khusus untuk kriteria buah tangan yang akan diberikan, namun hindari memberikan barang-barang berikut ini: yang harganya terlalu mahal (karena akan menyusahkan mereka untuk memberi hadiah balasan), memberi benda tajam seperti gunting maupun pisau (karena menyimbolkan putusnya sebuah hubungan), set barang yang terdiri dari 4 item (karena menyimbolkan kematian), penutup kepala warna hijau, dan barang-barang yang dihiasi tulisan warna merah (menyimbolkan kematian).
      -Barang ideal yang dijadikan oleh-oleh adalah benda-benda berukuran kecil maupun makanan (kue, coklat, ataupun buah-buahan).
      -Sebaiknya oleh-oleh dibungkus dengan rapi, dan lebih baik lagi jika dibungkus dengan warna cerah seperti kuning atau merah. Sebaliknya, jangan membungkus oleh-oleh dengan warna putih, hitam, maupun hijau.
      Tambahan lainnya
      -Hindari mengajukan pertanyaan yang terlalu personal pada orang yang belum terlalu dikenal. Sebaliknya, jika orang Korea menanyakan hal pribadi pada Anda (seperti umur maupun gaji), itu berarti mereka sungguh-sungguh tertarik pada Anda.
      -Hindari membicarakan topik-topik berikut ini: politik, perang, komunisme, sosialisme, dan hal yang terlalu pribadi. Sebaliknya, topik favorit untuk dibicarakan adalah: olahraga (khususnya sepak bola), ekonomi dan pencapaian internasional, hobi, kesehatan anggota keluarga, dan layang-layang.
      -Salah satu tips terpenting, jangan pernah menyamakan Korea dengan Cina maupun negara lainnya karena dapat menyakiti harga diri mereka.
      Demikian beberapa etiket dasar yang perlu diketahui jika ingin bepergian ke Korea Selatan. Tentunya etika-etika tersebut saya pilih yang paling umum dan berkaitan dengan aktifitas wisata, khususnya berkaitan dengan program Koreastay. Semoga bermanfaat.
    • By deffa
      Hola Deffa Here!
      Jadi, waktu saya dan istri babymoon ke Jepang bulan Februari lalu itu dalam kondisi cuaca yang musim dingin/salju. Nah, karena saya tidak punya Winter Coat dan kami akan menuju ke Shirakawago yang bersalju tebal, beli di Indonesia mahal dari 500 ribuan sampai jutaan, saya putuskan untuk beli di Kyoto saja, karena di Kyoto ada banyak Second Hand Stores yang bagus salah satu nya adalah Kyoto Recycling Kingdom.
      Untuk menuju ke toko nya kalian bisa menggunakan bus yang menuju ke Kyoto Gaidai-mae. Nah, karena kami dari Arashiyama, jadi menggunakan Bus no. 28 Arashiyama Station – Kyoto Gaidai-mae Bus Stop, lalu jalan kaki sekitar 5 menit ke arah selatan (ikuti Google Map). Ini website Kyoto Recycling Kingdom nya KLIK.
      Sayang, saya tidak sempat untuk poto-poto ketika di toko nya, namun bisa saya ceritakan gedung nya 2 lantai, dimana Lantai 1 berupa barang Elektronik dan Otomotif dari Handphone, Komputer, Laptop, Perkakas Mobil, dll. Lalu, di lantai 2 khusus produk Fashion seperti Pakaian, Topi, Dompet dll. Yang semua ini barang bekas.
      Tapi jangan salah, Jepang terkenal sangat apik dengan barang, bahkan barang bekas nya pun masih bagus banget kondisi nya. Saya mendapatkan Winter Coat + Windshield seharga 500 yen saja, sedangkan istri beli juga Winter Coat seharga 1000 yen. Kondisi nya tentu saja super bagus. Ini poto-poto Winter Coat yang kami beli.


      Cocok banget nih, bagi kalian yang doyan belanja tapi budget cekak, barang second tapi berkualitas banget di Kyoto Recycling Kingdom ini. Tapi, kalau untuk elektronik lebih baik di Sofmap, Akihabara - Tokyo, lebih banyak pilihan dan lebih murah.
      Semoga berguna. :) 
       
       
    • By vie asano
      Lanjut lagi soal aneka tips untuk muslim traveller yang akan pergi ke Korea Selatan. Bagi yang ingin kenalan dengan Islam di Korea Selatan dan Jepang, serta aneka Tips dan Info Penting untuk Muslim Traveller ke Korea Selatan, bisa langsung klik hyperlink-nya yah.
      Panduan mencari makanan halal di Korea Selatan
      Di antara berbagai tips untuk muslim traveller, saya rasa masalah mencari makanan halal termasuk salah satu yang paling ribet. Apalagi jika bepergian ke negara lain dimana Islam menjadi agama minoritas, dan lebih yahud lagi, negara tersebut memiliki huruf tradisional non-alphabetical yang membuat kita seolah-olah sedang melihat rangkaian bahasa sandi. Contohnya seperti Korea Selatan maupun Jepang. Saya pun pernah mengalami masalah yang sama saat berwisata ke Jepang 2 tahun lalu. Walau sudah berusaha menghindari produk makanan non-halal (yang paling mudah, cari yang nggak memasang kanji babi maupun alkohol), pada satu kesempatan tetap saja nggak sengaja memakan makanan instan yang ternyata mengandung perasa babi.
      Ada beberapa tips untuk mencari makanan halal saat berwisata ke Korea Selatan. Beberapa tips ini bisa diterapkan juga untuk negara lain seperti Jepang, Belanda, dan lainnya. Tips yang paling pertama, adalah dengan meminimalkan kemungkinan mengkonsumsi produk makanan non-halal. Caranya bagaimana?
      1.Mencari restoran/tempat makan yang memasang logo halal.
      Biasanya resto-restoran halal tersebut dikelola oleh muslim dari negara lain (seperti Pakistan dan Malaysia), atau minimal memiliki koki seorang muslim. Namun perlu diketahui dan diwaspadai, tidak semua restoran yang mengusung label halal ternyata betul-betul 100% halal. Misalnya saja, ada restoran yang tetap menjual minuman beralkohol namun menyediakan menu halal (biasanya alasannya agar bisnis bisa terus berjalan). Ada juga restoran yang menyediakan makanan halal dan non-halal sekaligus. Mengingat keterbatasan luas dapur (dan juga ketelitian dalam pencucian alat-alat), belum tentu makanan halal dan non-halal dimasak menggunakan alat yang berbeda. Di Jepang juga pernah dilaporkan ada restoran halal namun menampilkan hiburan non-halal seperti tari perut. Jadi intinya, memilih restoran berlabel halal menjadi salah satu solusi paling oke, namun tetap harus ekstra waspada terhadap konten lain di restoran tersebut.
      2.Mencari restoran vegetarian, minimal restoran yang vegetarian-friendly.
      Restoran vegetarian jelas hanya akan menyediakan menu-menu non-daging, dan jelas tidak akan menggunakan bumbu-bumbu berbahan dasar daging. Jadi restoran vegetarian relatif aman bagi muslim traveller. Namun jika tidak menemukan restoran vegetarian, minimal usahakan untuk mencari restoran yang vegetarian-friendly, yaitu resto biasa yang memiliki opsi menu vegetarian ataupun seafood.
      3.Makan di restoran seafood
      Bingung mencari restoran halal? Nggak ketemu sama restoran vegetarian maupun vegetarian-friendly? Ke resto seafood saja, karena seafood sudah pasti halal untuk di konsumsi.
      Begitu pendapat umum tentang seafood. Well, sebetulnya nggak sesederhana itu lho. Seafood-nya sih memang halal, tapi bumbu-bumbunya belum tentu lho, karena sudah jadi rahasia umum dalam masakan oriental pasti ada saja bumbu yang berasal dari sesuatu non-halal (seperti daging babi, darah, maupun alkohol). Berhubung nggak mungkin mewawancarai koki untuk bertanya tentang bumbu masakan setiap kali makan seafood, saya akan memberikan daftar menu seafood yang relatif aman (catat: relatif aman, bukan 100% aman yah) untuk dikonsumsi jika dilihat dari resepnya. Saya juga nggak menjamin menu-menu ini pasti halal, jadi feel free kalau mau kasih koreksi. Eh iya, daftarnya langsung dalam bentuk foto yah. Berikut foto-fotonya:
      Foto 01:
      (a.) Maeuntang (Spicy Fish Stew) [foto: Junho Jung/wikimedia], (b.) Sundubu Jjigae (Hot and Spicy Soft Tofu Stew) [foto: Avlxyz/wikimedia], (c.) Doenjang Jjigae (Vegetable and Seafood Stew) [foto: Koralex90/wikimedia], (d.) Saengseon Gui (Grilled Fish) [foto: Karendotcom127/wikimedia]
      Foto 02:
      (a.) Saengseon Jeon (Pan-fried Fish Fillets) [foto: å—å®®åšå£«/wikimedia], (b.) Tuna Kimbap (Tuna Roll Sushi) [foto: Jqn/wikimedia], (c.) Haemul Pajeon (Seafood Pancake) [foto: <==manji==>/wikimedia], (d.) Jjampong (Spicy Seafood Noodles) [foto: Alfpooh/wikimedia]
      Tambahan info, berikut beberapa menu lain (non-seafood) yang juga relatif aman untuk dikonsumsi:
      Foto 03:
      (a.) Bibimbap (mixed rice with vegetable and meat) [foto: Agnes Ly/wikimedia], (b.) Tteokbokki (rice cake) [foto: Adonis Chen/wikimedia], (c.) Kalguksu [foto: Jslander/wikimedia], (d.) Hobakjuk (Pumpkin Porridge) [foto: Nicole Cho/wikimedia]
      Itu sebagian menu yang bisa saya kumpulkan. Sebetulnya masih banyak sih, tapi sengaja nggak ditulis semuanya, soalnya tadi siang (waktu nulis ini) tiba-tiba jadi laparrrr (puasa, puasa..) haha..
      4.Makan di restoran fastfood
      Lho, kok resto fastfood? Bukannya menu daging di resto fastfood belum tentu halal? Maksudnya, belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Yaps, memang betul menu daging di resto fastfood belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Namun resto fastfood juga nggak melulu berisi daging, kan? Ada kentang goreng, burger non-daging, salad, dan banyak lagi. Jadi jika ragu dengan dagingnya, bisa memesan menu non-daging.
      Bagi yang masih meragukan kehalalan makanan di tempat-tempat yang sudah saya singgung di atas (biasanya mempertanyakan apakah dagingnya disembelih dengan cara halal, apakah peralatan makannya betul-betul bebas dari bahan non-halal, dan sejenisnya), ada tips kedua yang bisa dicoba, yaitu dengan memasak sendiri makanan yang akan disantap. Untuk memastikan kehalalan makanan, bisa membeli bahan makanan di toko halal, yaitu toko yang hanya menjual produk mentah yang halal. Misalnya saja, mie instan, roti, daging, dan sebagainya. Memang sih lebih repot karena harus menyiapkan sendiri makanan Anda, namun soal kehalalannya insya Allah lebih terjamin. Jika Seoul jadi salah satu kota tujuan wisata selama di Korea Selatan, daerah Itaewon bisa dilirik karena di area tersebut banyak terdapat restoran halal dan beberapa toko bahan makanan halal.
      Trus gimana kalau nggak yakin sama restoran halal, nggak nemu resto vegetarian/vegetarian friendly, nggak suka seafood, dan nggak bisa nyiapin makanan halal sendiri? Ada tips terakhir. Bawa saja makanan halal dari Indonesia, seperti mie instan, roti, nasi instan, dan lain-lain. Tapiiiiiii saya pribadi berpendapat kalau travelling nggak melulu soal menikmati obyek wisata, namun juga menikmati budaya setempat yang berarti juga menikmati produk kulinernya. Demi pengalaman wisata yang lebih lengkap, menurut saya nggak masalah jika harus repot-repot sedikit menyeleksi makanan halal. Masa sudah jauh-jauh pergi ke Korea Selatan, eh ujung-ujungnya makan Ind*mie juga? Hehe..
      Sebagai penutup, beberapa daftar kuliner halal di Korea Selatan bisa dilihat disini. Untuk informasi lebih lengkap tentang panduan makanan halal di Korea Selatan, bisa lihat ini.
      Semoga infonya bermanfaat yah!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By Chans
      Share waktu jalan-jalan ke Pulau Hainan di China ya.. jadi sekarang lagi ada banyak tour-tour nawarin paket ke China, ada yang harganya lumayan murah (5jutaan) ini ke Hainan di China. Tempatnya lumayan bagus, banyak tempat-tempat yang instagrammable juga.
      Perjalanan dari Jakarta-ke bandara Haikou jam 7 malam, sampai di sana kira-kira 00.25 (waktu China yang lebih cepat 1 jam dari Jakarta), jadi perjalanan naik pesawat kira-kira 4 jam lebih. Langsung bermalam di hotel.
      Hari ke 2,  dapat makan sarapan dengan menu lumayan lengkap, ada nasi+lauk-lauknya, mie, bubur, roti dll, lalu naik bus menuju Sanya, agak lama naik bus dari Haikou ke Sanya,mungkin ditotal sekitar 5 jam-an (ada makan siang+stop buat ke toilet). Selama tour, tiap makan siang selalu dapat makan 9-10 macam menu Chinese Food.
      Di Sanya, pergi ke tempat namanya Deer Looking Back Sculpture, di sini bisa naik kereta kecil buat naik ke atas bukit dan bisa melihat pemandangan kota Sanya dari atas bukit. Dilanjutkan ke Dadong Sea dan mampir supermarket belanja makanan kecil. Di Hainan rata-rata yang dijual makanan olahan kelapa, mulai dari biskuit, permen, kopi.  Malamnya, optional tour bisa nonton show atau naik cruise, kita milih naik cruise 200 RMB ( 1RMB sekitar Rp.2.000,-). Di kapal nonton pertunjukkan tari-tarian, sulap, pertunjukkan topeng. Bisa juga naik ke atas dek buat foto-foto. 
      Hari ke 3, dibawa ke tempat yang menjual produk-produk bambu. Disini banyak produk yang menarik, seperti handuk yang bisa mengeringkan rambut sendiri (dibungkus pakai handuk 1 jam, rambut sudah kering), baju dalam yang bisa buat lampu nyala, tissue super bersih (bisa bersihin noda kecap dll sekali usap udah bersih) bisa dipakai 1 bulan jadi bisa dicuci dan dipakai lagi. Saya beli tissuenya, memang enak buat bersih-bersih, dll.
      Lalu mengunjungi tempat yang ada patung Dewi Kwan Im tertinggi di dunia, 108 meter, disini dapat makan makanan vege yang lumayan enak, tempat ini besar banget, cuma kita langsung dibawa ke tempat yang ada patung Dewi Kwan Im nya naik kereta kecil. Sorenya dibawa ke tempat yang jual Omega 3 Fish Oil. Pemandunya bisa berbahasa Indonesia, jadi penjelasan dalam bahasa Indonesia. Ada dijelasin seputar kesehatan juga, sepertinya bagus juga produk yang dijual, cuma harganya mahal dan bahannya terbuat dari hewan-hewan seperti anjing laut (tidak tega hehe).

      Hari ke 4, mengunjungi suku minoritas Yetian Minority Nationality Village, dibawa ke tempat berjualan obat Bao Fu Ling yang bagus buat luka bakar (sambil denger penjelasan produk, kita duduk sambil pakai mesin pijat di kaki, enak dipijat hehe) dan sorenya ke Desa Bali. Di sini beberapa peserta tour sempat nari dulu sama penari-penari yang didatangkan dari Indonesia.
      Hari ke 5, menuju Haikou lagi naik kereta cepat. 45 menit sudah sampai di Haikou. Haikou cuacanya lumayan dingin, kalau di Sanya dan di hari ke-3 dan ke-4 cuaca panas terik, di Haikou lebih dingin (pakai jaket 1 saja sudah cukup, walau ada peserta tour yang gak pakai jaket juga). 
      Di Haikou, pergi ke Qilou Old Street, disini yang banyak dibeli adalah pie durian (made in Vietnam). Menurut saudara yang dikasih oleh-oleh ini memang enak katanya, pantas pada beli banyak-banyak, saya gak mencicipi karena gak doyan durian.  Dari sana dibawa ke Movie Town, disini sangat banyak spot buat foto-foto. Ada 2 pintu masuk tempat disini, 1942 street dan Nanyang street.
      Di 1942 street, tempatnya kayaksetting film dengan rumah-rumah jadul yang terbuat dari kayu, disini ada studio buat foto sama Chiang Kai Shek. 
      Di Nanyang Street, tempatnya kayak setting film dengan bangunan yang lebih modern dari yang di 1942 street. Tapi dua-duanya sama bagus. Disini bisa foto studio sama mei ni yang pakai baju Shanghai (mei ni bahasa mandarinnya cewek cantik, tapi semua cewek juga dipanggil mei ni di China gak hanya yang cantik-cantik aja), fotonya nanti dicetak dan bisa diambil (yang gratis dapat ukuran kecil, yang besar bayar 20 RMB). 
      Disini waktunya agak terbatas, setelah foto-foto studio dan belanja sebentar, lalu jalan-jalan sedikit tau-tau waktu sudah habis, sudah waktunya pergi TT lihat di web nya rupanya masih banyak tempat-tempat yang bagus. Link: http://www.movietownhaikou.com

      Setelah dari Movie Town, dibawa ke Mall yang besar, memang China itu negara besar, jadi mallnya pun besar banget. Setelah itu makan malam dan dibawa ke airport untuk perjalanan pulang. 
      Karena kurs RMB (China Yuan) yang masih terjangkau, rasanya belanja dan makan-makan disini gak terlalu mahal.
      Next jadi mau ke China lagi, ke kota yang lainnya (kalau bisa backpacker tanpa ikut tour biar lebih puas). 
      Sekian share saya, dikit aja karena gak pinter bercerita, ada beberapa hal yang juga udah lupa hehe.
       
    • By vie asano
      Kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang tips berkemas untuk wisata keluarga.
      Tips berkemas secara umum, termasuk untuk orang tua
      - Berapa idealnya jumlah baju yang harus dibawa? Teorinya, siapkan 1 baju kasual/hari + 1 baju pergi/hari + 1 baju tidur/hari. Namun jika malas membawa banyak baju dan waktu pergi lebih dari 5 hari, bawalah baju untuk 2-3 hari saja. Resikonya, harus mau repot nyuci dan nyetrika di tengah waktu wisata. Saya pribadi sih lebih suka mengandalkan laundri kiloan yang bisa selesai dalam 1-2 hari. Cukup bayar sedikit, baju sudah bersih+wangi+rapi di setrika tanpa harus jadi Cinderella. Tips tambahan untuk poin ini: sebaiknya pilih baju yang berbahan cepat kering.
      - Untuk baju anak-anak, teori di atas belum tentu berlaku. Sebaiknya, perhatikan kebiasaan dari anak Anda karena tiap anak bisa berbeda-beda. Contohnya, anak sulung saya (usia hampir 5 tahun) dulu cukup sering masuk angin hingga muntah-muntah di waktu malam. Resikonya, saya harus bawa ekstra 1-2 potong baju tidur untuk cadangan (untuk baju harian tidak masalah). Saat usianya lebih dari 4 tahun, saya harus bawa ekstra celana (untuk jaga-jaga jika mengompol). Sedangkan si bungsu (4,5 bulan) termasuk jarang muntah di malam hari. Namun karena gampang berkeringat, baju harian dan baju perginya harus lebih banyak dari baju tidur.
      - Cek lagi itinerary wisata. Destinasi wisata menentukan item tambahan yang harus dibawa. Jika berencana pergi ke daerah pantai atau ada rencana berenang, jangan lupa menyiapkan perlengkapan seperti baju renang, sun block, topi pantai, maupun kaca mata hitam. Sebaliknya, jika pergi ke gunung, bawalah jaket dan selimut ekstra.
      - Pisahkan pakaian anak-anak dan pakaian orang tua agar lebih mudah diambil jika sewaktu-waktu harus ganti baju. Malas bawa banyak koper? Jika si kecil sudah berusia minimal sekolah dasar, tak masalah jika dia diminta untuk membawa tas punggungnya sendiri (bisa menggunakan tas sekolah).
      - Agar lebih hemat ruang, jelilah dalam menyusun barang dalam koper. Saya biasanya mengemas pakaian dalam bentuk gulungan kecil, dan biasanya ruang yang tersisa jauh lebih banyak dibanding menumpuk pakaian.
      - Sebaiknya, barang yang kira-kira akan sering digunakan (seperti peralatan elektronik, dompet, tisu, dan sebagainya) jangan ditempatkan dalam koper. Tempatkan dalam tas terpisah yang bisa ditenteng, sehingga mudah untuk diambil sewaktu-waktu.
      - Berencana untuk wisata selama beberapa hari ke kota lain, namun ada beberapa barang berukuran besar (seperti kereta dorong bayi) yang sulit dibawa di mobil atau kendaraan umum? Pertimbangkan untuk memaketkan barang-barang itu ke kota tujuan. Memang sih pasti ada ongkos ekstra yang harus dikeluarkan, tapi jauh lebih praktis dibanding membawa gunungan barang di atas mobil.
      - Ingat selalu bahwa keselamatan anak itu nomor 1. Jadi jika membawa balita bepergian, sebaiknya siapkan beberapa perlengkapan pengaman ekstra yang biasa ada di rumah, seperti penutup stop kontak dan pelindung ujung meja.
      Daftar perlengkapan P3K yang wajib dibawa jika wisata bersama anak-anak.
      - Plester. Ingat, anak-anak mudah terluka. Jadi sediakan selalu plester di tas yang terpisah dari koper.
      - Kompres instan dan obat demam untuk anak. Kita tak pernah tahu kapan bayi atau anak-anak akan terkena demam, kan?
      - Obat penahan rasa sakit.
      - Obat-obatan lain sesuai dengan gejala yang sering dialami, seperti obat maag, obat sakit kepala, dan sebagainya.
      Daftar perlengkapan elektronik yang wajib disiapkan
      - Jika tetap harus bekerja selama liburan, jangan lupa membawa laptop dan charger-nya.
      - Handphone dan charger-nya.
      - Stop kontak multi.
      - Hairdryer ukuran travel (jaga-jaga jika hotel tidak memiliki hairdryer).
      - Kipas angin mini. Jangan salah, ini penting lho jika akan berwisata ke daerah yang cukup panas. Minimal bermanfaat saat mengalami perjalanan outdoor, terutama karena bayi dan anak-anak biasanya gampang merasa kegerahan.
      - Jika perlu, bawa juga aneka permainan elektronik. Namun sebaiknya gunakan hanya saat keadaan darurat saja (seperti saat anak merasa ekstra bosan), karena esensi dari wisata keluarga kan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga (dan bukannya malah sibuk dengan mainan masing-masing).
      Daftar toiletries yang wajib disiapkan (untuk dewasa). Untuk bayi dan anak-anak, silahkan susun daftar dari artikel sebelumnya.
      - Perlengkapan mandi: sabun, shampo, sikat gigi, pasta gigi, sabun cuci muka. Semuanya dalam ukuran travel. Saran saya, jika memang hobi bepergian, sebaiknya siapkan satu kantong khusus untuk peralatan mandi ukuran travel. Jadi nggak perlu repot mengemas alat mandi saat akan bepergian.
      - Perlengkapan make up, mulai dari bedak hingga parfum.
      - Perawatan badan, seperti body lotion (ukuran kecil). Jika berencana pergi ke pantai (atau minimal akan berenang di tempat wisata), bawa juga krim setelah berjemur.
      Last but not least
      - Aneka dokumen penting yang berhubungan dengan perjalanan, seperti passport (jika pergi ke luar negeri), kartu identitas, bukti booking hotel, tiket, kartu kredit, kartu ATM, peta daerah setempat.
      - Daftar alamat hotel (terutama jika menginap lebih di 1 tempat). Sebaiknya dicatat dalam buku catatan, dan lengkapi dengan petunjuk arah. Oya, jangan lupa juga membuat copy informasi nomor kontak Anda untuk diselipkan di baju anak-anak setiap kali akan bepergian, untuk berjaga-jaga seandainya anak terpisah dari orang tua.
      - Laundry bag. Kalau nggak punya, kantong kresek juga cukup. Biasanya saya menyiapkan 2 jenis kantong plastik: untuk baju kotor, dan untuk sampah selama menginap di tempat wisata (jika menginap bukan di hotel dan tidak tersedia tempat sampah). Untuk jumlahnya, tergantung dari durasi waktu pergi itu sendiri.
      ***
      Kira-kira itulah barang-barang yang harus dibawa saat akan berwisata bersama keluarga. Saya sengaja tidak menulis tentang tips berkemas untuk remaja, karena remaja (seharusnya) sudah bisa berkemas sendiri. Remaja juga lebih fleksibel mengenai tempat wisata dan sudah tahu bagaimana cara terbaik untuk menghindari kebosanan saat di perjalanan.
      Jika ada yang ingin menambahkan, monggo tinggalkan jejak di bagian komentar. Semoga infonya bermanfaat.
    • By vie asano
      Judulnya boleh bahasa Inggris. Tapi kalem, isinya tetap dalam bahasa Indonesia kok. Pemilihan judul di atas hanya supaya catchy aja karena ada rima antara tips dan trips. Nggak penting? Biarin. Yang penting kan isi tulisannya (ngeles.com).
      Jadi, pada tulisan sebelumnya saya sudah mengulas tentang aneka tips umum agar liburan bersama keluarga bisa berjalan seru. Setidaknya bisa meminimalisir munculnya berbagai hal yang membuat liburan seru menjadi suram. Untuk melengkapi tips tersebut, kali ini saya ingin berbagi tips untuk salah satu aspek penting dalam liburan, yaitu tips berkemas untuk liburan keluarga.
      Saya rasa, setiap keluarga yang memiliki anak-anak pastilah pernah mengalami ribetnya berkemas saat akan pergi liburan, setidaknya sekali dalam seumur hidup. Yang pernah mengalami pusingnya berkemas, ngacung! (dan saya pun ngacung duluan). Ya, sudah jadi rahasia umum jika orang tua akan menjadi pihak yang paling pusing, mulai dari menyiapkan keperluan si kecil (dan tetek bengeknya yang daftarnya bisa lebih panjang dari daftar belanja bulanan), menyiapkan keperluan pribadi dan pasangan, menyiapkan berbagai pernak-pernik lainnya (seperti dokumen penting maupun P3K), dan lain sebagainya. Bagian yang paling menyebalkan adalah jika ternyata tetap saja ada barang yang ketinggalan (dan baru mengetahuinya setelah sampai di tempat tujuan). Wah, bisa-bisa mood liburan langsung turun ke titik nol.
      Bagi yang selalu merasa ribet berkemas saat akan liburan keluarga, saya ingin berbagi sedikit tips. Berhubung mayoritas dari pengalaman pribadi, silahkan jika ingin menambahkan tips-tips lain yang mungkin belum disebut disini. Because sharing is caring, right? Dan voila, inilah tips berkemas untuk liburan keluarga:
      Tips packing untuk keperluan bayi
      - Suka bingung apa saja perlengkapan si kecil yang harus dibawa? Berikut beberapa item yang selalu masuk dalam list saya:
      Tisu basah. Pilih ukuran travel yang mudah dibuka-tutup. Sebaiknya pilih juga yang mengandung formula anti bakteri. Bedak bayi. Agar lebih praktis, biasanya saya membawa botol bedak ukuran kecil+puff+plastik (nggak perlu repot bawa kotak bedak). Sabun dan shampo. Khusus untuk travelling, saya lebih suka menggunakan sabun sekaligus shampo (2 in 1) dalam ukuran kecil. Minyak telon. Untuk perlindungan ekstra, pilih yang sekaligus anti nyamuk. Perlengkapan lainnya: baby cream, washlap, hair lotion, parfum, dsb. Semuanya dalam ukuran kecil. - Untuk popok, jika daerah tujuan wisata kemungkinan memiliki mini market maupun supermarket, sebaiknya jangan terlalu banyak membawa popok bayi (dalam hal ini maksudnya pospak, alias popok sekali pakai). Dari pada berbekal pospak sekarung, lebih baik bawa pospak untuk 1-2 hari dan membeli sisanya di kota tujuan. Kecuali jika si bayi seperti bayi saya yang hanya bisa menggunakan merk tertentu yang sulit dicari di mini market. Apa boleh buat, terpaksa harus bawa pospak ekstra jika perginya ke daerah yang melipir sedikit dari kota. Cara menghitung kebutuhan pospak cukup mudah. Kalikan saja rata-rata pemakaian pospak dalam 1 hari x durasi waktu wisata.
      - Jika si kecil masih harus mandi di bak mandi (misalnya karena belum bisa duduk), sebaiknya bawa bak mandi untuk bepergian (berbentuk pelampung yang bisa dikempeskan). Tapi pernah juga sih saya memanfaatkan wastafel hotel karena lupa membawa bak mandi (dan lebih praktis karena nggak perlu repot-repot merebus air hangat karena tinggal buka keran saja).
      - Si kecil minum susu formula? Jangan lupa bawa susu formula, botol, termos ukuran kecil, dan perlengkapan untuk mencuci (sikat+sabun cuci). Jika sudah di tahap makan makanan tambahan, bawalah juga alat-alat untuk menyiapkan makanan tersebut (piring bayi, sendok makan, atau saringan buah).
      - Perlengkapan bayi lainnya yang tidak boleh lupa dibawa: selimut bayi, handuk, topi bayi, slabber, perlak ukuran kecil, dan nursing cover (untuk menutupi jika si kecil perlu ASI di tempat umum).
      - Jika bepergian menggunakan mobil, jangan lupa membawa perlengkapan pelengkap lainnya seperti car seat.
      Tips packing untuk keperluan anak-anak (mulai 2 tahun-usia SD)
      - Untuk perlengkapan anak-anak, biasanya inilah yang tak pernah lupa saya bawa:
      Tisu basah (ukuran travel) dan hand sanitizer. Benda ini biasanya saya pisahkan dalam tas kecil terpisah agar lebih mudah diambil, mengingat anak-anak suka sekali memegang bermacam benda. Perlengkapan mandi: shampo+sabun (2 in 1, supaya praktis), sikat gigi+pasta gigi. Perlengkapan lainnya: bedak, parfum anak, minyak kayu putih, lip balm, krim anti nyamuk, sisir. Untuk detail seputar perlengkapan P3K, saya masukkan dalam daftar item P3K untuk keluarga. - Salah satu kendala terbesar saat bepergian membawa anak-anak adalah masa-masa di perjalanan. Mengingat anak kecil cepat merasa bosan, bawa barang-barang yang bisa menyibukkannya selama di perjalanan seperti perangkat pemutar musik portable, DVD portable, dan perlengkapan elektronik lainnya seperti Ipad. Jangan lupa juga membawa snack dan minuman kesukaan si kecil sebagai teman di perjalanan.
      - Agar si kecil tak cepat bosan saat di tempat tujuan wisata, bawa juga beberapa benda kesukaannya seperti buku cerita, buku mewarnai, maupun mainan favoritnya. Board game (ular tangga, monopoli, dan sebagainya) bisa jadi pilihan menarik dibanding membawa alat permainan elektronik, karena melibatkan partisipasi dari anggota keluarga lainnya. Tips tambahan, jika rencana wisatanya lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, bawa juga perlengkapan penunjang aktifitas outdoor seperti google.
      - Nah, ini yang kadang-kadang saya suka lupa. Selain membawa sepatu pergi, jangan lupa bawa juga sandal rumah. Walau di hotel disediakan sandal, tapi ukurannya terlalu besar untuk kaki si kecil; sedangkan si kecil pastilah suka jika diajak untuk mengelilingi hotel (misalnya ke lobby maupun ke kolam renang). Kenapa nggak pakai sepatu saja? Simple, karena sandal jauh lebih praktis dibanding pakai sepatu.
      Wah, ternyata tips-nya sedikit lebih banyak dari yang saya duga. Supaya nggak pusing, tips packing untuk family trips lainnya (termasuk tips dalam menentukan jumlah baju yang harus dibawa dan alat P3K yang harus disiapkan) dilanjutkan dalam tulisan berikutnya. Mudah-mudahan bisa sekaligus dilengkapi dengan list barang lain yang harus dibawa.