Sign in to follow this  
chime

Info tentang china

7 posts in this topic

Etos di china tinggi banget, biasanya jam kerja masuk jam 8 pagi pulang jam 5 sore dan istirahat satu jam tapi biasanya karyawan dichina hanya mengambil waktu istirahat rata2 cm 10 menit doank trus lsg kerja lagi, bahkan mereka bersedia utk kerja lembur padahal nga semua perusahaan memberikan uang lembur, bahkan weekend pun mereka gunakan utk kerja paruh waktu.

Saking semangatnya warga china jarang banget yg ambil cuti, hanya sekitar 65 persen doank yg ngambil jatah cuti.

Ada hal yg patut dicontoh yaitu warga china pantang banget boros, kebanyakkan pengeluaran bulanan mereka hanya separuh dari penghasilan yg didpt, jadi sisanya langsung disimpan utk kebutuhan lain waktu.

Dan dikantor warga china jarang banget ngomong karena mereka konsentrasi banget ama pekerjaan, jadi jangan harap bs diajak ngerumpi khususnya waktu jam kerja. :o :o :o

Share this post


Link to post
Share on other sites

ya salut buat cina yg menggunakan waktu se efesien mungkin nga kyk disini kebanyakan nyantai dan mengeluhnya ... kyknya kudu ditraining karyawan sini biar etos ama loyalitasnya meningkat...

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, kayaknya benar2x jadi beban yah kerja disana...?

waktu istirahat cuma 10 menit.

emang untuk mereka kerja itu harus menjadi beban yah?

gak bisa dibawa senang kayak disini gitu...

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, kayaknya benar2x jadi beban yah kerja disana...?

waktu istirahat cuma 10 menit.

emang untuk mereka kerja itu harus menjadi beban yah?

gak bisa dibawa senang kayak disini gitu...

Justru inilah mental yang harus diterapkan di Indonesia...

Khususnya ke PNS...

Masuk jam 08.00 WIB, dateng sebelom jam 8, absen, trus keluar lagi untuk minum kopi & ngeroko...

Baru masuk kantor diatas jam 10.00 WIB...

Itu juga ngga langsung kerja...

Share this post


Link to post
Share on other sites

hebat kalo gitu. tapi sering juga denger kasus ya mereka berkerja sampe mati kecapean.

oh gt ya baru denger jg ampe ada yg se-extrem itu..

wah, kayaknya benar2x jadi beban yah kerja disana...?

waktu istirahat cuma 10 menit.

emang untuk mereka kerja itu harus menjadi beban yah?

gak bisa dibawa senang kayak disini gitu...

ya hrsnya sich balance aja ya jgn terlalu ngoyo yg penting serius kerjanya tapi jg jgn ampe melupakan istirahat dan akhirnya jadi mengorbankan kesehatan :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
       
      Kebiasaan, kayaknya udah jadi makanan sehari-hari ya, udah mirip dengan makan-minum-tidur gak bisa lepas dari pribadi masing-masing. Apalagi ditambah ketika lagi jalan2 atau wisata, kebiasaan ini kadang keluar sendiri.
       
      Beberapa kebiasaan itu bagus, contoh tidak membuang sampah sembarangan, budaya antri dll. Tapi ada juga kebiasaan yang jelek seperti kurang sopan santun, budaya ngaret, dll.
       
      Namun ada yang unik, kebiasaan yang kita nilai bagus di daerah atau lingkungan kita, belum tentu itu dinilai baik di lingkungan atau negara lain loh. Makan dengan tangan (tanpa sendok) di negara asia tenggara mungkin itu hal yang biasa karena adat Melayu masih kental. Tapi tidak demikian dengan negara lain seperti Asia Timur atau bahkan Eropa, bisa dinilai kurang sopan.
       
      Kontak Mata, kalau hal ini memang harus hati-hati karena tiap kontak mata itu bisa membahasakan suatu gerak tubuh yang berbeda, bisa ofensif ataupun difensif. Sering nya terjadi permasalahan karena Kontak Mata antar individu yang salah tafsir.
       
      Maka dari itu berikut beberapa etika yang harus di pahami ketika di negara lain
       


    • By pleasejackys
      Kebiasaan Buruk Turis yang Paling Tidak Disukai
       
      Ketika menjadi turis di tempat asing, seringkali kita menemui warga lokal yang ramah.Nampaknya, mereka merasa senang dan bangga melihat ada orang dari jauh untuk melihat dan menikmati suasana di lingkungannya. Perasaan positif inilah yang membuat mereka terdorong untuk bersikap baik kepada kita sang turis. Harapannya, kita akan merasa betah dan senang telah berkunjung.
       

      Warga Lokal Menyapa Turis
      (Sumber: Flickr. Credit: Aaron Concannon)
       
      Akan tetapi, hal tersebut tak selalu berlaku.Terkadang, ada warga lokal yang justru merasa sebal dengan kedatangan para turis.Keberadaan turis di lingkungan mereka kadang justru dianggap menggangu dan menyebalkan.Bukan tanpa alasan mereka dapat merasa seperti ini. Umumnya, hal ini terjadi ketika sang turis memiliki kebiasaan atau tingkah laku yang buruk. Beberapa kebiasaan buruk bisa membuat kita tidak disukai bukan hanya oleh warga lokal saja, namun juga oleh para turis lain. Akibatnya, tidak ada orang yang akan bersikap ramah dengan kita.
       
      Terkadang kita memiliki sifat atau kebiasaan yang menyebalkan tanpa kita menyadarinya.Padahal, memelihara kebiasaan seperti itu bisa jadi sangat merugikan kita, apalagi saat kita sedang berwisata ke tempat yang asing dan jauh. Untuk itu, mari kita simak bersama beberapa kebiasaan buruk yang seringdimiliki oleh para turis supaya kita bisa menghindarkan diri dari kebiasaan tersebut.
       
       
      1. Merusak Lingkungan
       
      Suatu obyek wisata dapat dibilang menarik jika memiliki keindahan dan keunikan tersendiri.Para turis rela menempuh jarak yang begitu jauh ke suatu tempat hanya agar dapat menikmati keindahan dan keunikan tersebut.Agar obyek tersebut bisa tetap menarik, maka keindahannya harus dijaga dan dirawat dengan baik.Sayangnya, banyak turis yang terkesan menyepelekan hal tersebut dengan melakukan berbagai tindakan tidak bertanggung jawab yang dapat merusak atau mencemari obyek tersebut.
       
      Tindakan yang umum dilakukan turis Indonesia adalah corat-coret. Banyak turis Indonesia yang suka membawa spidol atau pilox saat mengunjungi suatu tempat wisata. Nantinya di sana mereka akan mencoretkan nama mereka di dinding atau batu sebagai tanda bahwa mereka pernah berkunjung ke sana. Padahal jika setiap pengunjung melakukan hal seperti ini, dapat dibayangkan betapa keindahan suatu obyek menjadi tercemar karena dipenuhi coretan di sana-sini.Selain corat coret, tindakan merusak lain yang umum dilakukan antara lain membuang sampah sembarangan, buang air sembarangan, merusak fasilitas umum, dan lain sebagainya.
       

      Indahnya Pantai Rusak Akibat Coretan
      (Sumber: Flickr. Credit: sundafreak)
       
      Hal-hal semacam itu bukan saja merugikan, namun juga memalukan.Sungguh sangat disayangkan jika keindahan sebuah tempat harus terhalang oleh coretan spidol di batu karang.Jangan sampai kita jadi turis yang memiliki kebiasaan buruk seperti ini.Sebagai traveler yang bertanggung jawab, hendaknya kita sadar bahwa menjaga kebersihan, keindahan, dan kerapian selalu penting untuk dilakukan di setiap tempat.
       
       
      2. Tidak Mengikuti Norma Lokal
       
      Berkunjung ke tempat yang bukan tempat kita berarti kita adalah tamu di sana. Maka, sudah sewajarnya jika kita mengikuti aturan yang ada di tempat tersebut. Logikanya, jangan datang ke suatu tempat jika kamu tidak suka dengan apa yang berlaku di sana karena tidak ada yang memaksamu datang ke sana. Hal itulah yang kadang dilupakan oleh sebagian traveler.
       
      Kebiasaan yang kita miliki mungkin memang hal yang wajar di tempat asal kita.Namun, hal tersebut bisa jadi hal yang tidak baik di tempat yang kita datangi.Bersikap seolah kita berada di tempat asal kita dengan tidak mematuhi aturan yang ada akan membuat kita terkesan seperti tidak menghargai norma setempat. Hal itu akan membuat kita terkesan sok dan tidak sopan. Orang-orang mungkin tahu bahwa apa yang kita lakukan tersebut dapat dibilang wajar di tempat asal kita. Namun, mereka tetap akan merasa kesal dan tidak dihargai. Akibatnya, mereka pun akan berbalik tidak menghargai kita juga.
       

      Turis Mabuk-Mabukan di Tempat Umum
      (Sumber: Flickr. Credit: Alex Serge)
       
      Sebagai contoh, menggunakan bikini saat di pantai bisa jadi hal yang sangat lumrah bagi kita yang tinggal di Bali.Namun, saat berkunjung ke daerah Aceh, jangan pernah menggunakan bikini tak peduli sepanas apapun cuacanya. Di sana, norma berpakaian termasuk hal yang sangat serius.Contoh lain misalnya saat kita datang ke India. Di negara tersebut, sapi bisa berkeliaran bebas di jalan raya dan tidak ada orang yang mengusirnya.Ini karena budaya mereka mempercayai bahwa sapi adalah binatang yang suci.Mengusir sapi adalah hal yang sangat buruk untuk dilakukan.Sebagai orang bukan India, kita tentu merasa sapi adalah binatang yang biasa saja.Akan tetapi, bukan berarti kita bisa seenaknya mengusir sapi di jalan untuk melancarkan jalan kita.
       
      Saat akan berkunjung ke suatu daerah, sebaiknya kita mencari tahu terlebih dahulu tentang budaya sosial yang ada di sana. Pastikan kita tahu apa yang baik dan apa yang buruk untuk dilakukan. Mungkin tanpa sengaja kita akan melakukan sesuatu yang melanggar norma di sana. Begitu menyadari hal tersebut, segeralah meminta maaf dan menjelaskan bahwa kita bukan bermaksud tidak sopan.
       
       
      3. Mengambil Gambar Seenaknya
       
      Banyak hal menarik yang bisa akan kita lihat setiap kali berkunjung ke tempat yang baru. Bahkan sebenarnya memang inilah yang kita harapkan saat memutuskan untuk travelling.Maka wajar saja jika hal tersebut membuat kita ingin mengambil gambarnya dan menyimpannya sebagai kenang-kenangan.Akan tetapi, perlu kita ingat bahwa memotret pun ada etikanya.
       
      Mintalah ijin setiap kali ingin mengambil foto seseorang.Jika orang tersebut merasa keberatan, hargailah privasi mereka dengan tidak memaksakan diri mengambil foto secara diam-diam. Apabila yang ingin kita potret merupakan sebuah tempat atau benda, mintalah ijin kepada pemiliknya.Warga lokal yang sedang melakukan hal normal dalam keseharian atau tradisinya memang menarik untuk diabadikan dalam sebuah foto.Namun, jangan sampai mereka merasa terganggu akibat kita mengambil foto mereka.
       

      Jangan Mengambil Gambar Seenaknya
      (Sumber: Flickr. Credit: Made Yudistira)
       
      Kasus mengambil gambar seenaknya ini pernah cukup menghebohkan pariwisata Indonesia ketika para tokoh Buddha merayakan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur. Perayaan Waisak yang unik rupanya menarik minat dan rasa penasaran yang sangat besar dari para turis. Dengan penuh semangat, para turis dari dalam dan luar negeri bergerak mendekat dan mengambil gambar para biksu saat mereka sedang khusyuk bertapa dan memanjatkan doa pada Para Dewa. Bahkan, beberapa turis memotret dengan blitz yang menyilaukan dan suara yang cukup terdengar. Aksi ini tentu sangat mengganggu proses peribadatan umat Hindu ini.
       
       
      4. Menyalahkan Penduduk Lokal yang Tidak Berbahasa Inggris di Negara Non-Berbahasa Inggris
       
      Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang resmi.Ini berarti dalam forum-forum internasional yang bersifat resmi, sudah sewajarnya semua orang menggunakan bahasa Inggris.Umumnya para traveler menguasai bahasa Inggris dengan baik dengan harapan mereka dapat berkomunikasi dengan lancar kemanapun mereka pergi berkunjung.Nyatanya hal ini memang sangat bermanfaat dalam memudahkan komunikasi.
       
      Namun perlu kita ketahui, kemampuan berbahasa Inggris bukanlah hal yang wajib dimiliki oleh setiap orang dari seluruh negara.Seperti Indonesia, banyak negara yang tidak mewajibkan warganya untuk menguasai apalagi menerapkan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Ini berarti, seberapapun kita ahli dalam berbahasa Inggris, komunikasi kita tetap akan terhambat ketika kita berhadapan dengan penduduk lokal yang tidak berbahasa Inggris.
       

      I Speak English
      (Sumber: Flickr. Credit: jmaral)
       
      Pada dasarnya, hal itu adalah hal yang wajar.Namun sayangnya, masih banyak turis yang gagal memahami hal tersebut.Ada turis yang merasa sebal ketika sulit berkomunikasi dengan penduduk lokal gara-gara penduduk tersebut tidak paham bahasa Inggris.Dipikirnya, semua orang seharusnya belajar berbahasa Inggris, terutama pada daerah-daerah yang banyak dikunjungi wisatawan.
       
      Saat berkunjung ke suatu negara yang bahasa resminya bukan bahasa Inggris, justru kitalah yang seharusnya mempelajari beberapa kalimat sederhana dalam bahasa lokal.Memang agak sulit, namun setidaknya hal itu menunjukkan kita menghargai bahasa mereka.Jika kita kebetulan bertemu dengan warga lokal yang mahir berbahasa Inggris, anggaplah hal tersebut sebagai suatu keberuntungan.
       
       
      5. Egois dalam Group Tour
       
      Ikut serta dalam sebuah group tour memang menarik untuk dilakukan sesekali bahkan bagi seorang solo traveler sekalipun. Dalam group tour, kita bisa mengunjungi banyak tempat menarik dalam sebuah kota sembari mendapat informasi yang lengkap dari sang pemandu. Selain itu, kita juga berkesempatan bertemu dengan traveler lain yang mungkin bisa kita jadikan teman baru. Group tour biasanya cenderung murah sehingga kita bisa jalan-jalan dengan lebih hemat.
       
      Masalahnya, kadang ada turis yang seolah tidak menyadari bahwa dia bukanlah satu-satunya turis dalam tour tersebut. Dalam sebuah group tour, turis ini bersikap seolah sang pemandu wisata adalah pemandu pribadinya. Turis seperti ini suka melontarkan banyak pertanyaan dan berbicara panjang lebar kepada sang pemandu wisata sampai turis lain dalam group tersebut tidak berkesempatan untuk berbicara. Terkadang, obyek bahasannya pun tidak berkaitan dengan kegiatan yang tengah dilakukan saat itu.Ada lagi turis yang seolah menganggap bus tour adalah mobil pribadinya.Turis semacam ini suka berjalan-jalan sendirian ketika rombongan sampai di sebuat obyek wisata, namun kembali ke bus terlambat.Akibatnya, rombongan tersebut harus menunggunya.
       

      Banyak Orang dalam Sebuah Group Tour
      (Sumber: Flickr. Credit: Mid Atlantic Center)
       
      Masih banyak lagi sikap egois yang sering dilakukan turis dalam sebuah rombongan group tour.Biasanya, yang seperti ini adalah solo traveler karena mereka terlalu terbiasa bergerak sendiri. Mereka umumnya kurang peka terhadap kenyamanan orang lain saat berwisata. Apalagi jika obyeknya sangat menarik, solo traveler tentu akan mudah terlarut dan terlena dengan suasana sampai lupa akan rombongannya.
       
       
      6. Mengkritisi Isu yang Ada di Tempat yang Dikunjunginya
       
      Kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi telah memudahkan kita untuk mengetahui hal apa saja yang sedang terjadi di berbagai tempat di dunia. Sebagai seorang traveler, mungkin kita sudah terbiasa untuk mencari berita di berbagai media untuk mengetahui isu apa saja yang sedang hangat di suatu tempat yang akan kita kunjungi.
       
      Beberapa isu atau berita tersebut kadang bisa sangat heboh dan menjadi perbincangan banyak orang di mana-mana. Bahkan kita pun bisa saja memiliki pendapat sendiri terhadap isu tersebut atau bahkan senang memperdebatkan hal tersebut dengan orang lain. Namun, perlu kita sadari bersama bahwa memperdebatkan hal tersebut dengan warga lokal bukanlah hal yang bijak dilakukan saat kita sedang berkunjung sebagai turis.
       
      Hindari mengkritisi sebuah isu terhadap suatu daerah saat kita datang mengunjunginya.Kita bisa saja merasa bahwa pendapat kita benar dan kita tahu segala hal yang terjadi karena rajin mengikuti beritanya di media.Akan tetapi, ingatlah bahwa warga lokal tentunya tahu jauh lebih banyak dari kita.Mereka bahkan merasakan atau mengalaminya langsung.Belum lagi berita yang ada di media belum tentu mencakup semua fakta. Kita pun bisa saja salah menginterpretasikan apa yang diberitakan.
       

      Jangan Terlibat dalam Perdebatan Mengenai Isu Lokal
      (Sumber: Flickr. Credit: The US National Archives)
       
      Mengemukakan pendapat memang hak setiap orang.Namun perlu kita ingat juga bahwa menjaga etika juga merupakan hal yang penting.Jika kita memiliki komentar buruk terhadap sebuah isu, sebaiknya kita simpan sendiri saja dalam hati daripada membuat warga tersinggung.Terlepas dari pendapat kita benar atau salah, sebaiknya kita tidak mencari pertentangan dengan masyarakat lokal agar tidak terlibat ke dalam masalah yang lebih serius.
       
       
      7. Menyombongkan Tempat Asal dan Membandingkannya dengan Tempat yang Dikunjungi
       
      Keadaan di tempat yang dikunjungi tentu akan berbeda dengan keadaan di tempat kita berasal. Ketika menemukan suatu perbedaan itu, seringkali kita membandingkannya antara tempat asal dan tempat tersebut.Terkadang, tempat yang kita kunjungi memiliki keadaan yang lebih baik dalam suatu hal, begitu pula sebaliknya.Bagi kita, perbedaan tersebut mungkin terasa menarik untuk dipikirkan.Namun ketahuilah bahwa itu bukanlah hal yang baik untuk diperbincangkan dengan warga lokal, apalagi jika kita merasa bahwa keadaannya lebih baik di tempat kita berasal.
       

      Perbedaan bukan untuk Dibandingkan
      (Sumber: Flickr. Credit: Luke Domy)
       
      Mengkritisi tempat yang kita kunjungi terhadap warga lokal dan membanding-bandingkannya dengan tempat asal kita akan membuat mereka tersinggung. Apalagi jika kita menceritakan tentang tempat asal kita dengan nada yang sombong. Itu akan membuat mereka berpikir, “Untuk apa kau datang kesini jika tempat asalmu lebih baik? Pulang saja sana!â€.
       
      Tempat apapun yang kita kunjungi, rasanya tetap tidak ada yang sebaik rumah sendiri.Itulah yang seringkali dirasakan oleh para traveler. Rasa bangga akan tanah tempat tinggal sendiri memanglah sesuatu yang baik. Namun, bukan berarti kita harus menjelek-jelekan tempat lain. Terkadang, kita memang harus menyimpan pendapat kita dalam pikiran kita sendiri agar tidak membuat orang lain merasa tidak nyaman.
       
      Bahkan sebaliknya pun jika tempat yang kita kunjungi memiliki suatu keadaan yang lebih baik dari tempat asal kita, tetap sebaiknya kita tidak usah membanding-bandingkannya. Karena, hal itu akan membuat orang merasa tidak nyaman dan mengesankan bahwa kita tidak suka dengan tempat kita berasal. Perbedaan yang ada sebaiknya disikapi dengan santai. Lagipula, bukankah salah satu tujuan travelling adalah menemukan kondisi yang berbeda dari tempat kita berasal?Untuk itu, lebih baik kita fokus untuk menikmati suasana yang ada dan tidak perlu mencari mana yang lebih baik dan mana yang lebih buruk.
       
       
      Berkelana di tempat yang asing sebagai seorang turis memanglah suatu petualangan yang menyenangkan. Apalagi jika kita bisa bertemu dan berinteraksi dengan penduduk lokal yang ramah maupun sesama turis lain yang menyenangkan.
    • By via
      Ada beberapa hal yg dipercaya masyarakat kita tentang mitos kesehatan bener nga sich:
       
      1. Membaca ditempat gelap merusak mata
         
      Membaca ditempat gelap nga akan merusak mata yg bener adalah membuat mata lelah krn kekurangan asupan cahaya, sehingga otot mata menegang krn berusaha menyesuaikan dgn cahaya yg ada, jika dilakukan terus menerus akan menyebabkan nyeri kepala, walaupun nga merusak mata tapi emanz sebaiknya dihindari.
       
      2. Mandi dimalam hari membuat rematik
       
      Mandi dimalam hari bagi penderita rematik emanz menyebabkan ngilu, namun klu nga ada rematik nga akan berpengaruh apapun walaupun menggunakan air dingin, justru bs menghilangkan stress.
       
      3. Ketika demam sebaiknya nga menggunakan pakaian tebal atau selimut
       
      Waktu demam suhu tubuh akan meningkat, menggunakan pakaian tebal akan membuat tubuh semakin panas, bahkan meskipun kita merasa kedinginan lebih baik tetap menggunakan pakaian tipis dan longgar utk mempercepat penguapan panas tubuh.
       
      4. Makan biji bijian akan menyebabkan usus buntu
       
      Usus buntu terjadi krn sistem pengeluaran tubuh yg nga lancar, saat frekuensi BAB berkurang sedangkan makanan didlm perut tertahan di usus besar hingga lama kelamaan naik dan masuk ke usus buntu, makanan yg membusuk inilah yg menyebabkan infeksi hingga usus buntu mengalami peradangan, jadi bukan krn biji bijian yg nyangkut di usus buntu.
    • By fel_tan
      Manusia berinteraksi dengan bahasa. Walau setiap daerah memiliki bahasa yang berbeda, namun terdapat beberapa fakta unik dalam suatu bahasa.
       
      1. Kata berita atau "News" dalam bahasa Inggris sebenarnya adalah singkatan keempat mata angin North (utara,) East (Timur,) West (Barat,) dan South (Selatan.)

      2. Dewa berhala "Beelzebub" adalah bahasa Yunani untuk "Raja Lalat."

      3. Nama "Canada" berasal dari bahasa Indian yg berarti "Desa yang Besar."

      4. Dibandingkan Amerika Serikat, jumlah warga yang bisa berbahasa Inggris di Cina (RRC) lebih banyak.

      5. Merk krayon "Crayola" dalam bahasa Prancis berarti "Kapur Berminyak."

      6. Ernest Vincent Wright menulis novel berjudul "Gadsby", yang mengandung lebih dari 50.000 kata -- Tanpa satupun memiliki huruf "E" (yang merupakan huruf yang paling sering dipakai dalam bahasa Inggris!)

      7. Bahasa Prancis pernah menjadi bahasa resmi di Inggris selama lebih dari 600 tahun.

      8. Kata terpanjang dalam bahasa Inggris ialah sebuah istilah kedokteran "pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconioses !"

      9. Di awal tahun 1880-an, kata celana panjang "Pants" dianggap sebagai kata kotor.

      10. Kode minta bantuan 'Mayday' berasal dari bahasa Prancis untuk Tolong Aku, "M'Aide!"

      11. Kata terpanjang dalam bahasa Inggris yang tanpa satupun huruf vokal adalah "Rhythms."

      12. Nama paling populer di seluruh dunia adalah "Muhammad."

      13. Satu-satunya kata dalam bahasa Inggris yang terdiri dari 15 huruf yang sama sekali tidak diulang adalah "uncopyrightable."

      14. Kalimat bahasa Inggris "The quick brown fox jumps over a lazy dog." menggunakan setiap huruf dalam alfabet.

      15. Kata "TAXI" diucapkan dan dieja secara sama dalam bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Prancis, bahasa Swedia, bahasa Spanyol and bahasa Portugis.
    • By secret admirer
      Nggak tau ya apa saya salah masuk kamar atau nggak

      mie kayaknya emang udah jadi salah satu kuliner deh.. soalnya, emang mie bisa dijadiin apa aja dan pastinya banyak dicari.. nah, saya punya kebiasaan nih. Sering banget ke pusat belanja yg dicari mie dengan rasa baru. Merk buat saya ga fanatik, yang penting rasa.

      Mulai dari yang ayam bawang (mnrt saya ini rasa paling simple alias hambar ) ampe yang baru kayak yg lg ngetrend skrg, yaitu mie cabe ijo

      terus suka juga beli2 aneka rasa ramen gt.. hmmm kata temen saya, makan mie ga boleh lbh dari 4 kali dalam sminggu apalagi kalo makannya 4 hari berturut2,., ok ga bagus, paling ga intensitas dikurangi, tapi nyobain aneka rasanya jalan terussss
    • By theblacksmith
      Ini masih kelanjutan dari tulisan saya yang berjudul "Fakta atau Fiktif?yang kamu (Tidak) tahu tentang hewan.

      kali ini saya akan bahas tentang buaya. Pernah dengar pepatah ‘air mata buaya’ yang artinya air mata palsu?

      Ini muncul karena diyakini bahwa buaya tidak memiliki air mata. Namun ternyata ilmuwan sudah mengklaim bahwa buaya punya koq kelenjar air mata.

      Kalau matanya terlalu kering, maka dia akan menangis. Jadi jelas ini juga fiktif.

      Juga ada mitos yang menyatakan kalau buaya akan menangis jika memakan manusia. Ini gak bisa dibilang fiktif sih, soalnya buaya emang mengeluarkan air mata ketika makan.

      Tapi bukan karena alasan emosional. Ini disebabkan karena ketika buaya makan maka udara masuk ke hidung sampai ke kelenjar air matanya.

      Campuran air mata dan udara ini menekan keluar dari matanya menjadi tetes air mata.

      Kalau buaya bisa ngomong, dia pasti bakalan protes soal air matanya yang dianggap palsu.hahaha.
    • By theblacksmith
      Orang Indonesia percaya kalau digigit tokek, maka akan lepas kalau ada sambaran petir.

      Hah?fakta atau fiktif? Ternyata fiktif, kepercayaan ini muncul karena gigitan tokek memang sangat kuat dan perlu usaha keras untuk melepaskan diri dari gigitan.

      Tapi gak perlu nunggu petir juga kali, cukup tetesin cuka aja ke hidung si tokek maka dia akan melepaskan gigitannya. Ini baru tokek, masih banyak lagi fakta-fiktif seputar hewan.

      1. Dinosaurus adalah hewan terbesar yang pernah hidup. Fakta atau fiktif?

      Jawabannya fiktif. Ternyata hewan terbesar di muka bumi adalah paus biru. Ukurannya bahkan jauh lebih besar dari dinosaurus paling gede.

      Paus biru terbesar yang pernah tercatat adalah paus berukuran panjang 33 meter dan berat 200 ton. Wow! Mamalia air ini bernapas lewat lubang udara yang ada di puncak kepalanya.

      Kebayang gak tuh segede apa lubang udara paus ini. Sekalinya bernapas, si paus ini mampu mengalirkan air sampai ketinggian 9 meter.

      Paus biru juga bermulut besar,dalam arti yang sebenarnya. Mulutnya mampu menampung sekitar 400 orang. Bisa buat konser tuh. Dengan mulut besarnya ini paus biru mampu menelan air sangat banyak.