• 0
Sign in to follow this  
areyuri

Lombok - A Piece Of Heaven On Earth

Question

Kali ini mau share trip aku ke Lombok tanggal 30 April - 03 Mei 2015 lalu. Hasil dari berguru pada suhu2 baik hati di sini nih di topic ini: 

 

Thank you banget sama @Dhan Doank,  @Dimaz @deffa yang udah bantu kasih banyak info bermanfaat yang bisa bikin aku extra enjoy liburan kali ini di Lombok, much much thanks to you guys  :terharu

 

30 April 2015

Liburan kali ini aku pergi bertiga bareng Mama + adik aku, jadi untuk alasan kenyamanan kita terbang naik Garuda, flight siang jam 11.50 take off. Berapa harganya? Haha jgn ditanya, sampai sekarang masih membuat dompetku ngejerit serem. So off off we went to Lombok ^^

post-35813-0-65823700-1431086871_thumb.j

Sampai di sana sekitar jam 14.30 waktu setempat (karena kan Lombok maju sejam dari Jakarta), terus kita ambil baggage dll dll. Nah sampai di situ kita lgs dijemput sama guide yang udah aku booked dari Jakarta, aku pakai guide ini: http://www.lombokhafala.com/, ownernya namanya Pak Azhari (Pak Ari) n beliau orangnya baiiiik sekali, so service oriented   :rate

Pas kita nyampe hari itu agak mendung, kita langsung dibawa Pak Ari mengunjungi Taman Narmada. Taman Narmada ini konon adalah "villa" Raja Lombok untuk menghabiskan musim panas. Entah karena udah sore atau karena hari hujan, tapi hari itu Taman Narmada sepi sekali. Ini sedikit fotonya view dari bangunan utama di Narmada yang konon adalah tempat Raja Lombok bersantai:

post-35813-0-42200400-1431087317_thumb.j

Kolam itu konon adalah tempat mandi istri(-istri) raja. Sooo..... tempat nongkrong si Raja Lombok viewnya adalah istri(-istri)nya yang lagi mandi.   :ngeledek

Tadinya mau makan Sate Bulayak sesuai arahan @Dhan Doank, tapi krn lagi tutup jadi nggak jadi deh makan satenya. Cuaca agak aneh hari itu, namanya hujan deras tapi matahari cerah bersinar.

Note: kalau mau ke sini mungkin baiknya pagi. Apalagi kl hari kerja, karena ternyata objek2 wisata di Lombok (yg bukan pantai) itu tutupnya agak awal.

 

Setelah dari Taman Narmada, kita makan siang di Warung Menega. Seafoodnya agak mahal kl nurut aku, rasa sih lumayan lah. Tapi view sambil makannya itu yg okeee banget, here it is:

post-35813-0-51398200-1431087417_thumb.j

Note: ini tempatnya banyak lalat (-___- "). Kita kudu minta 4 lilin baru bisa makan dengan lumayan nyaman.

 

Setelah makan, on the way to our hotel in Senggigi area, kita mampir dulu di Pura Batu Bolong. Saat itu sudah hampir sunset. Puranya kelihatan cantik walaupun nggak besar. Sebenernya sih guide aku ngajakin naik ke Pura-nya, tapi aku ogah deh karena katanya itu khusus untuk yg mau beribadah (agama Hindu). "Kalau nggak ada orangnya ga papa Bu, hehehehe..." aish si Bapak bandel juga nih  :o  Ini sedikit view-nya:

post-35813-0-15939700-1431087133_thumb.j

Note:

- Sebagaimana biasanya Pura, untuk cewek yg lagi ada "halangan" dilarang masuk ya... tapi kalau di sini pakai celana pendek boleh masuk, yg penting pinjam ikat pinggang merah di tempat. Di sini juga tdk ada biaya masuk, cuma sumbangan serelanya. 

- Tepat di samping pintu masuk ada tempat utk duduk2 dengan view yang AMAZING banget. Best part is? It's FREEE, ga bayaaar, krn bukan di restoran tapi bener2 di pinggir tebing yang dikasih atap n bangku aja. So cool!

 

Afterwards, kita langsung ke hotel Kila Senggigi Beach Hotel, yang juga sdh dibooked dari Jakarta. The hotel was... ABSOLUTELY WONDERFUL. Hotelnya luas banget, it has a really nice private beach (private buat tamu hotel maksudnya hehehe). Di pinggir pantai ada banyak tempat duduk nyantai, beberapa ada yg di bawah matahari dan ada juga yg di bawah pohon besar yang teduh (buat orang-orang yg ga terlalu suka panas macam aku, oh my gosh OKEEE BANGET!!). Standar resort, ada restoran dengan menu fusion asia & masakan Italy tepat di samping tempat duduk2 itu, tentunya lengkap dengan live music starts from 6 PM or so.

Ini penampakan hotelnya: post-35813-0-60696700-1431086900_thumb.j

Let me tell you, tempat ini bagus banget… kayaknya mau dipuji kayak apa juga ga habis2. Pemandangan Pantai Senggigi di sore hari yang cerah, langit biru jingga berbatasan dengan laut biru cantik, rasanya mata yang setiap hari disuguhi pemandangan layar komputer n kemacetan Jakarta ini jadi pengen nangis terharu saking bahagianya! post-35813-0-91947700-1431087108_thumb.j

 

Habis matahari terbenam, aku n adik aku ngesot dari tempat duduk2 kita pindah ke resto di sebelah untuk minum sedikit. Aku pesan a glass of Rose Wine n adik aku pesan a glass of coffee (kopi apa gitu lupa). Setelah minum sedikit pas mau bayar, eh si waiter-nya nanya “Ini freenya mau apa ya Mbak? Karena kan masih masuk happy hour jadi Mbak bisa pesan 1 lagi untuk beverages-nya Mbak, mau cocktail atau wine lagi juga boleh…†Wowwww bisa dibayangkan aku langsung tambah hepiiii hehehe… For 2nd round aku pesan single shot Baileys (karena takut tepar kl kebanyakan minum, kan baru hari pertama hahahaha).

 

Suasana nyantainya dapat banget di situ… nobody cares if you wear your shorts and wrinkled tee with thong sandal. Wlpn di situ kebanyakan bule, tapi staff hotel ngelayanin kita dengan sama ramahnya juga. So satisfied with the service!  :salut

 

Selesai dari situ, kita balik ke kamar hotel n bersih2 lalu bobo cantik. What a nice 1st day in Lombok!

 

01 Mei 2015

Hari kedua ini dimulai pagi2 right after breakfast, sekitar jam 8 kurang kita dijemput ke hotel utk berangkat ke Gili Nanggu. Satu kapal isinya kami aja sama yg punya kapal n guide kita. Berangkatnya pun bukan dari pelabuhan, tapi dari pantai belakang rumah yg punya kapal hahahahaha... Paling 10-15 menit naik kapal, nyampe lah kita di Gili Nanggu. Gili Nanggu ini kecil dan relatif sepi. Emang ga sepi2 amat juga sih, tapi at least pasti lebih sepi daripada Gili Trawangan yg lebih banyak tim hore-nya. Banyak orang yg snorkeling di pinggir pantai (aku juga termasuk), karena aku baru pertama kali snorkeling, jadi ga mau dibawa ke tempat yg ga bisa berdiri tegak (a.k.a terlalu dalam), soalnya takut panik lalu hanyut deh hahaha...  :nyelam Snorkeling di sini bagus sih, tp aku ga banyak comment krn menurut guide aku warna airnya agak keruh krn baru semalam hujan terus.

 

Okelah bawah lautnya agak nggak kelihatan, tapi yg pasti di atasnya... pemandangannya KEREN bin AWESOME bin CANTIK BANGET!

 

Nih boleh cek sendiri deh... 

post-35813-0-82963500-1431087909_thumb.j

Habis dari Gili Nanggu kita mampir di Gili Tangkong, ini pulau kosong. Ga ada apa2nya, ga ada siapa2nya, n ga recommended buat snorkeling krn ikannya ga banyak. Tapi VIEW-nya, oh my God. Drop dead GORGEOUS.

post-35813-0-66179100-1431087120_thumb.j

Cuma foto2 sebentar di Gili Tangkong, kita pergi ke Gili Kedis. Nah kalau Gili Kedis ini lebih kecil lagi dari Gili Nanggu. Tapi warna lautnya luar biasa. Luar biasa CANTIK. Karena dia ada banyak terumbu karang yg dekat dengan bibir pantai, aku juga ga tega n ga berani nginjak terumbu karang itu (krn ga pake fin, soalnya fin-nya sakit di kaki jadi ogah pake), jadi aku cuma snorkeling deket sama bibir pantai. Tapi ikannya juga banyak banget n bagus2 bangeeeet... I think I saw Dory from Nemo, lol.

post-35813-0-12683900-1431087116_thumb.jpost-35813-0-91735700-1431087124_thumb.j

Nah tapi di Gili Kedis ini aku ga lama, karena udah lewat siang, terus ombaknya mulai besar. Arus juga sudah mulai kenceng karena aku keseret terus.

 

Tadinya sih mau makan siang di Gili Sudak, tapi berhubung badanku mulai ga enak n itu mendung banget, jadi akhirnya kita cuma lihat aja tapi ga mampir ke Gili Sudak. Too bad ya… Maybe next time.  :D

 

02 Mei 2015

Hari ini kami mulai agak pagi, sekitar jam 07.30 sudah dijemput dari hotel. Pertama kami mengunjungi Puncak Malimbu 2 yang letaknya sebenernya ga jauh dari hotel kita di daerah Senggigi. Pakai mobil mungkin kurang lebih setengah jam utk menuju Malimbu 2.

 

Puncak Malimbu 2 bener2 sesuai sama yg orang2 bilang... pemandangan yg luar biasa bagus. Laut dengan warna biru terang, biru gelap n hijau dibingkai langit biru cerah dengan awan putih dan bukit hijau di kanan kiri. Kalau bukan krn kita ada acara lain hari itu, rasanya pengen habisin waktu lagi di tempat ini.

post-35813-0-27172100-1431087042_thumb.jpost-35813-0-64059300-1431087047_thumb.j

Setelah dari Malimbu 2, kita turun ke Puncak Malimbu 1. Eeeh di jalan ketemu temen2 lagi turun dari gunung nih: post-35813-0-07060600-1431087036_thumb.j

 

Di Malimbu 1 pun pemandangan sangat cantik loh ternyata... memang di situ ga ada restoran yg bisa buat nongkrong, tapi ini photo stop yg wajib buat pengunjung Lombok ^^

post-35813-0-30911700-1431087029_thumb.jpost-35813-0-52244400-1431087013_thumb.j

 

Setelah dari Puncak Malimbu, kita berkunjung ke Desa Sukarara (desa tenun). Judulnya emang desa, tapi pas nyampe sana ga ada sama sekali atribut desa, yg ada malah shop tenunan yg di depannya ada 4 orang ibu-ibu lagi menenun. Sejujurnya sih menurut aku ini adalah objek wisata paling mengecewakan sepanjang trip. Udah gitu guide setempatnya jualan banget lagi, maksa bgt kita suruh beli kainnya. Instead ngejelasin soal tenun menenun dan sejarah desanya, Bapaknya malah jualan terus. Haish.  :bete Ini fotonya:

post-35813-0-33280600-1431089098_thumb.j

 

Desa selanjutnya adalah Desa Sade (Kampung Sasak). Nah kalau di sini bener2 berasa banget suasana desa adat-nya. Jadi di depan kita langsung disambut sama guide setempat, yang menjelaskan adat istiadat desa tersebut ke kita. Desa Sade ini ternyata desa tertua di Lombok, mereka sdh tinggal di situ selama ratusan tahun lamanya. Di sana, adat istiadatnya adalah kalau mau menikah, cewek harus bisa menenun dulu (untungnya aku nggak tinggal di sana, kalau iya walahhh bisa nga nikah2 deh hahahaha), dan kalau mau menikah nanti cowoknya culik ceweknya dulu dari rumahnya.

 

â€Kalau ceweknya nggak suka gimana Pak, tetap diculik?â€

â€Ha? Iya Mbak, tetap diculik.† :ph34r:

Waaah... si Bapak minta dibui deh. (-___- â€)

 

Ini beberapa foto2nya:

post-35813-0-63612800-1431086985_thumb.j: ini tempat bobonya orang2 tua kalau di rumah penduduk.

post-35813-0-84430000-1431086950_thumb.j: ini tempat bobonya anak2 perempuan yg belum menikah + dapur.

 

Setelah itu, kita pergi ke Pantai Mawun. Dan dengan ini, aku sebagai seorang pencinta gunung yg selama ini ga seberapa suka pantai, langsung jatuh cinta sama pantai. Bener2... BAGUS, CANTIK, BERSIH, dan SEPI.

post-35813-0-27276600-1431086892_thumb.jpost-35813-0-16142500-1431086957_thumb.jpost-35813-0-80779800-1431089286_thumb.j

Pantai ini ombaknya nggak besar, jadi ngga ada surfer. Tapi cuma orang-orang lagi tanning atau tidur2an n main di pantai.  :santai  Aku duduk di situ cukup lama sih cuma terbengong-bengong menikmati alam yg indah banget itu karena saking kerennya, :terpesona  sampai Mama aku manggil2... â€Ci... udah dapat belom nomor buntutnya?†Hahahahahah...  

 

Setelah dari Mawun, kita mampir makan siang sebentar sebelum lanjut lagi ke Pantai Tanjung Aan. Ehhh di jalan ketemu temen lagi jalan2 konvoi:

post-35813-0-09408400-1431086966_thumb.j

Tanjung Aan terkenal dengan pasirnya yg unik, di bagian atas putih bersih mulus dan halus, di bagian bawah (katanya) seperti merica. Aku sih jalan2 di pantai sambil nyari kerang di sini, di bagian kanan pantai memang pasirnya berbeda. Agak besar butirannya seperti merica. ^^ Tapi pantai ini pun indah banget.

post-35813-0-09691300-1431086909_thumb.jpost-35813-0-79408500-1431086913_thumb.j

Setelah itu terakhir kita kunjungin Pantai Kuta. Sebenernya pantai ini bagus sih, tapi karena letaknya di kota kali ya, jadi dia lebih ramai dibanding Mawun n Tanjung Aan. Tapi yg bikin aku agak ilfil sih, karena nongkrong di pantainya bareng-bareng sama kambing n anjing liar  :bingungAnyway, kalau dibanding Pantai Kuta-nya Bali, aku tetap lebih suka Pantai Kuta-nya Lombok sih. 

post-35813-0-28989700-1431086905_thumb.j

Untuk pantai2 ini memang aku ga banyak describe ya.. karena menurut aku let the pictures tell the stories deh. Ga ada kata-kata yg cukup buat menggambarkan keindahan dan keasrian pantai-pantai Lombok, beneran. They’re all beautiful – but for me Pantai Mawun is the crown jewel!

 

Setelah itu kami pulang balik ke hotel setelah makan malam, n aku ga lupa jalan2 sekali lagi ke Pantai Senggigi di belakang hotel. Biarpun habis hujan makanya hari itu ga ada sunset, but the beach was still so very beautiful! ^^

post-35813-0-56671600-1431088818_thumb.j

 

Besoknya flight pagi deh ke Jakarta.

post-35813-0-10809700-1431086896_thumb.j

 

Segitu dulu ya share-nya,,, maaf yah panjang lebar, abis masih terpukau sih sama indahnya Pulau Lombok. Buat yg belom pernah kesana, harus dikunjungi ya! Wajib! Soalnya kalau lihat Lombok, we know that God really does love Indonesia. ^^  :kesengsem 

 

IMPORTANT NOTES: ini gambar semua ori loh diambil pake kamera HP (krn aku ga bawa kamera), n ga ada pakai efek Camera 360 atau entah apa lah. Pokoknya bener2 murni kamera HP dengan keterbatasan pixel dan warna. So Lombok itu bener2 absolutely THAT beautiful indeed!  :rate  :terpesona 

Share this post


Link to post
Share on other sites

24 answers to this question

  • 0

@kyosash Iya nih ternyata... aku juga taunya dari cari2 di inet sama nanya2 suhu2 di sini. Gili Trawangan yg paling besar kata guide-nya, dan sudah well established, jadi otomatis juga paling ramai n crowded. Kl cari nightlife, Gili Trawang is the place. Party Island kata org setempat.  :senyum Harus kesana lagi deh, menjelajahi pantai2 itu... semuanya cantik banget. Thank you for reading yaa..  :kiss

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

@areyuri

mantap akhirnya sampai juga ke lombok ya

memang untuk Retreat Lombok salah satu recommended

tidak terlalu ramai kayak Bali tapi keindahannya gak kalah

 

btw ke Pantai Tanjung Aan gak ke Batu Payung nya ?

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

@deffa Iya Mas Deffa, akhirnya nyampe juga. Awalnya ga expect byk sih dari Lombok emg cuma cari tempat nyepi aja, eh ga taunya bener2 tempat yg relaxing n cantik bgt ^^ Batu Payung-nya dimana sih ya? Wkt itu sih emang k Tanjung Aan-nya ga lama sih, soalnya dah mulai hujan. Kemarin ini di Lombok setiap hari hujan sih hehehe...

 

Iya @Dhan Doank, next mungkin sekitar bulan Oktober aku mau balik lagi Mas kesana, abis dah jatuh cinta sih  :kesengsem mana tau bisa ktmuan sm Mas disana? :D

 

@Tarmizi Arl Amiiin... ^^

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

@M. Iwan Pramana Amiiin...  :senyum

 

@deffa Next trip deh kesana, pokoknya harus balik lg aja k Lombok  :45  . Mas Deffa balik lg juga dong ksana, biar rame :D

 

@PrinceJuju Kmrn sih memang over budget parah, soalnya berangkatnya kan bareng Mama yg sdh (agak) sepuh, jadi harus serba comfortable Mas, hehehe. Utk tiket 2,5 jt PP pakai Garuda, hotel utk 3 orang 4 hari 3 malam 3,3 jt, utk tour 2,1 juta utk 3 hari 3 malam. Tapi kl cuma 1-2 atau 3-4 orang yg masih muda2 mgkn bisa jauh lebih hemat terutama utk tournya ya, krn kan bisa pake motor aja sewa. Cuma krn kmrn perginya aku sama Mama + adik aku yg semuanya ga bisa bawa motor jadi budget transport membengkak deh, hahahaha.

 

@Irmanur Wah aku juga Oktober ada rencana kesana Mbak, tapi selisih seminggu kayaknya, soalnya rencana mau berangkat tgl 09 Oktober, balik di 13 Oktober  :( Mbak dah beli tiket belum? Naik apa nih rencananya? ^^

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

@Irmanur Dah beli tiket pesawatnya Mbak? Aku search tiket k Lombok, krn katanya kan per 01 Mei 2015 Batik Air ada penerbangan 2x sehari ke Lombok, tapi pas aku cek harganya masih mahal aja loh  :bingung

@Octobrian Panjaitan Iyaaaa, kereeeen banget... ke Lombok yuk lihat pantainya nan keren itu... ^^

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

@areyuri  belom beli tikeett, lumayan boo pp hampir 4jeti makanya belom beli :ngeledek

 

jadi agak mengurungkan niat tp kepengen, ah semoga aja ada rejeki lebih nanti :oke

 

@deffa iya om...sudah mempertimbangkan pnerbangan dr bandung ke lop direct citilink 1.5jt...tp jkt-bdg nya jg lmyn,,wkwkwk. :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

@Octobrian Panjaitan kemarin sih aku dapatnya 2,5 PP per orang. Berasa sih mahalnya, secara ke SG aja tiket perasaan ga semahal itu deh hahaha...

 
@Irmanur Wowww mahal bgt Mbak 4jt.. aku aja kmrn 2.5jt PP udah mo misuh2 hahahaha... mgkn krn high season kali ya Mbak, utk tgl yg aku sih msh dpt sekitar 2,5an tp aku juga belom beli tiket... tunggu THR aja deh ahahahaha...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta
       
    • By silvia_win
      Penang, Hatyai family trip Jun 2018
      Liburan sekolah kali ini sebenarnya agak malas jalan2 berhubung dollar lagi mahal...
      Iseng browsing tiket, ketemu tiket air asia jakarta penang pp 500 rb (promo big poin) ada 3 seats (3 tiket jakarta penang pp seharga 1.5 jt), hmm lumayan lah,  lalu beli 2 tiket lagi sekitar 3 juta (sudah termasuk 1 bagasi 20 kg pp) . Kami sekeluarga berangkat ber5 dari jakarta + papa mama yang berangkat dari medan.
       
       
       
       
      Day 1 Jakarta-Penang
      Sampai di Penang booking airport taxi dari airport ke Hong Ping Hotel. (400 rb quad room)
      Setelah check in naik taxi ke mall di sekat hotel untuk lunch, di daerah komtar ada berapa mall, tapi umumnya mallnya tidak besar.
      Setelah makan siang pulang ke hotel untuk istirahat, lalu dengan petunjuk peta dari hotel saya berkeliling di objek wisata street art yang letaknya tidak jauh dari hotel. Street art berada pada jalanan kecil/ gang berupa gambar mural di dinding rumah warga yang kebanyakan adalah bangunan tua. Sepanjang jalan banyak toko2 souvenir, makanan, sewa sepeda, rumah makan, juga banyak rombongan turis. Selain gambar mural juga terdapat gambar art dari besi yang dijadikan nama jalan dengan gambar menarik. Saya menelusuri jalanan dengan mural art yang berujung ke dermaga kuno di chew jetty, dermaga yg sudah ada sejak pertengahan abad ke 19, ada beberapa jetty di sana yg masing2 mewakili marga warga yg tinggal di sana yang datang dari China. Jetty di sana dari kayu dan rumahnya adalah rumah panggung dari kayu.
      Malamnya kami makan di street food di depan hotel. Di depan hotel ada banyak street food yg buka dari sore hingga larut malam.
       
       
       
       
      Day 2 Penang tour.
      Hari ini sewa mobil untuk jalan2 di penang (rm 45/jam untuk yg 7 seats, sewa di travel dekat hotel, sebelumnya tanya di hotel katanya adanya yg 10 seats rm 60/jam), kami berangkat siang, karena paginya mama mau mcu ke rumah sakit.
      Siang saat berangkat turun hujan, supir rent car mulai promo toko souvenir, berhubung hujan saya iyain saja, mampir ke toko coklat, kopi, teh dll, yang harganya mahal... tentu saja tidak beli apa2, hanya cicip cicip saja, emang enak sih sebanding dengan harganya.
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple, vihara ini letaknya di tengah kota.
      Stop2 : Kek Lok Si temple, vihara yang terletak di daerah perbukitan, kami di drop di bagian atas, di sini  ada tempat pemujaan dan terdapat patung besar dewi Kuan Yin, dari sini juga bisa dilihat pemandangan kota penang. Setelah menikmati pemandangan, kami naik sky lift (@rm2) untuk turun ke pertengahan kompleks bangunan vihara yang terdapat objek wisata pagoda sepuluh ribu Buddha. Dari sini naik sky lift lagi turun ke parkir bawah.
      Stop 3 : Batu Ferringhi, supir mengusulkan kita ke bukit bendera yang tidak jauh dari kek lok si, tapi saya tidak berminat, sebelumnya di kek lok si sudah cukup lama  melihat pemandangan kota dari atas bukit, memang objek wisata di bukit bendera mungkin akan berbeda dengan kek lok si, tapi berhubung tidak banyak waktu saya lebih memilih pergi melihat pantai. Batu Ferringhi letaknya cukup jauh dari Kek Lok Si, perjalanan satu jam lebih, kami sampai di sana menjelang sun set, main bentar di pantai dan menikmati sun set, saya merasa pantainya biasa2 saja, pasirnya terasa agak kasar.
       
      Day 3 Penang-Hatyai
      Hari ini kami berangkat ke hatyai,  kami memesan tiket van penang hatyai pp di hotel @rm70 (dijemput di hotel penang dan didrop di hotel di hatyai). Berangkat jam 9 pagi, berhubung kami pertama dijemput, tentunya kami memilih tempat yang nyaman sesuai selera masing2. Seatnya cukup lapang dan nyaman, tidak lama kemudian perjalanan kami melewati jembatan pulau penang, jembatan yang panjangnya 13.5 km merupakan land mark penang yang pemandangannya sangat indah. Jalan dari penang ke hatyai cukup mulus, sebelum sampai di imigrasi perbatasan malaysia, supir berhenti di satu pos untuk mengisi formulir, kami perlu membayar formulir @rm2, lalu perjalanan dilanjutkan ke imigrasi malaysia keluar lalu masuk ke imigrasi thailand, dari perbatasan thailand ke kota hatyai, kami singgah di kantor travel, untuk di data mau di drop di hotel apa, di sini saya menganti jadwal kepulangan kami, di mana 2 di antara kami ingin pulang besok sore. (staff travelnya tidak masalah ganti waktu dia mencatat perubahan jadwal di catatannya). Kami lalu di drop di hotel (Siam Hotel harga 300 ribu untuk kamar ber2). Hotel ini cukup besar dan punya banyak kamar. Kami mendapat kamar di tingkat 13, pemandangan dari kamar cukup indah dengan pemandangan gunung dan kota hatyai).
      Setelah check up keluar cari makan siang, jalan kaki ke lee garden plaza hotel di mana di sini byk toko, mall, pasar dll, mall di sini tidaklah besar, kami masuk ke mall ke food court cari makan dan ke supermarket lihat2. Makanan di mall harganya sekitar 50-60 bath, makanan thailand sangat sesuai dengan selera. Setelah makan ke supermarket belanja bumbu tom yam dll, saat bayar saya menanyakan kasir di mana ada money changer, seorang pengunjung berbaik hati mengantarkan kami ke money changer yang ada di dekat sana, money changernya cukup ramai dan di sampingnya ada travel, kebetulan lagi mau cari car rental, lalu saya rent car 10 seats seharga 2000 bath (+wajib asuransi 30 bath/orang), sebenarnya kami ber7, ada yang 7 seats seharga 1700 bath, tapi saya request yg chinese speaking driver, katanya supir yang 10 seats bisa, yg 7 seats ngga bisa.
      Setelahnya saya kembali ke hotel untuk isitirahat, sorenya kami keluar untuk dinner ke lee garden plaza hotel lantai 33 buffet resto. Harga makan buffet di sini tidak mahal, dewasa @169 bath, lansia@119bath, anak kecil @69 bath. Makanannya cukup banyak dan enak + aneka kue, buah, minum, es krim. Juga pemandangan yang indah dari lantai 33 membuat kami betah lama di sini. Dari pemandangan langit terang, sun set ke langit gelap dengan lampu di bangunan kota hatyai, sungguh merupakan dinner yang berkesan bagi saya.
      Selesai dinner kami mengitari sekeliling lee garden hotel plaza yang banyak terdapat toko2, kuliner, dll. Kulinernya cukup mengiurkan tapi perut sudah kenyang cuma lihat2 dan berpikir besok baru coba.
       
       
       
       
      Day 4 Hatyai Tour
      Berhubung tidak ada sarapan di hotel, pagi saya keluar mencari sarapan, ternyata di dekat hotel ada pasar pagi, pasarnya cukup besar dan ada aneka sarapan, pemandangan menarik di pasar ada bhikkhu2 melakukan pindapata (mengumpulkan sumbangan makanan dll). Rombongan bhikkhunya cukup banyak ada juga yang usia muda juga rombongan bhikkhuni, umat yang memberikan makanan juga cukup banyak, baik penjual maupun pengunjung pasar. Saya sangat tertarik untuk mengitar lama di pasar, banyak kue2 dan barang jualan lain yang memikat, tapi berhubung waktu tidak banyak, saya membeli aneka sarapan dan buah leci, lalu pulang ke hotel membagikan sarapan dan makan sarapan. Kue2 dan sarapan yang dibeli sangat enak, makanan thailand emang cocok di lidah dan harganya pun cukup murah. Lalu bersiap2 turun ke lobi menunggu car rental yang dipesan kemarin.
      Ternyata yang datang mobil 7 seats dengan driver yang hanya bisa berbahasa thailand, saya tel tanya ke travelnya katanya yg 10 seats lagi tidak available, ya sudahlah...
      Saatnya saya memakai keahlian bahasa isyarat... : ) , pertama saya minta supirnya berhenti di 7-11, mau beli air minum, saya malas beli di pasar tadi bawanya berat, lalu dia tanya kami mau ke mana, saya jawab wat (temple).
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple : wat ini mempunyai satu patung buddha tidur di dalamnya. Setelah melihat2 saya duduk2 di kedai minum kelapa, supir mengeluarkan selembar brosur dengan foto2 tempat wisata dan menanyakan mau pergi ke mana, saya pun memilih beberapa tempat wisata yang kelihatannya besar. Berhubung mau kembali ke hotel sekitar jam 2 sebenarnya kami juga tidak berencana pergi ke banyak tempat.
      Stop 2 : Pantai samila (mermaid statue) : pantai ini terdapat patung putri duyung yang merupakan ikonnya, walau cuaca panas di sini terdapat kursi2 dan tempat teduh di bawah perpohonan di sepanjang pantai, pantainya bersih dan pasirnya halus.  Saya betah duduk agak lama dan berjalan di pasir di pantai.
      Stop 3 : 4 face Buddha (kalau tidak salah) : berhubung jalan ke sananya naik tangga, kami malas pergi, hanya singgah bentar.
      Stop 4 : Standing Buddha temple (Phraj Buddha Mongkol Maharaj) : vihara di atas bukit dengan patung besar Buddha berdiri. Di sini bisa melihat pemandangan dari atas bukit, di samping vihara ada halte cable car dan coffee shop, kami duduk2 ngopi dan melihat pemandangan kota.
      Stop 5 : Kuan Yin temple : vihara dewi kuan yin ini letaknya tidak jauh di bawah standing buddha temple, terdapat patung dewi kuan yin warna putih
      Berhubung waktu sudah siang, kami bersiap pulang ke hatyai.
      Diperjalanan ada melewati yang jual durian, saya tanya ke supir berapa harga durian di sana, katanya harganya 400 bath, cukup mahal juga harganya.
      (saya tertarik belajar bahasa thailand, sebelum pergi saya sempat belajar sedikit bahasa thai di youtube, tapi cuma bisa mencerna sedikit tentang angka dan greeting, lumayan juga bisa di pakai di pasar) 
      Ternyata perjalanan pulang ke hatyai cuma sekitar setengah jam, kami meminta supir mengantar kami makan siang, minta di antar makan tom yam kung, dia mengantarkan kami ke sebuah resto untuk makan siang, yang mana makanannya enak dan tidak mahal, yang paling berkesan tentu saja tong yam nya, juga ada lauk dari daging kelapa yang ditumis, yummy... (kalau teringat makanan thailand sering ingin balik ke thailand)
      Setelah makan siang kami kembali ke hotel, papa mama bersiap2 mau pulang ke penang duluan, berhubung mau wisata rumah sakit di penang katanya.
      Saya berjalan kaki ke travel tempat saya pesan sewa mobil, minta refund selisih harga mobil, lalu kembali ke hotel duduk2 di lobby temani ortu tunggu jemputan travel untuk kembali ke penang. Di Siam Hotel tempat kami tinggal, internetnya hanya ada di lobby, tidak ada di kamar.
       
       
       
      Saya ingat saat ini saya membaca sebuah berita ttg tim sepak bola remaja thailand yang hilang yang mana sampai saya pulangpun belum ditemukan, dan akhirnya mereka berhasil keluar dengan selamat. Sekalian saya post di sini sebuah dokumentasi ttg thai cave rescue sebagai note saya.
        https://www.youtube.com/watch?v=x_kiX0uUDNI
       
      Ada beberapa tuk-tuk (songthaew) yang stand by di hotel dan menawarin untuk mengantar jalan2, lagi malas jalan jauh, sore shopping ke mall dan toko sekitar hotel (lee garden plaza hotel) .
      Day 5 Hatyai-Penang
       Pagi mampir ke pasar pagi lagi, membeli sarapan, juga membeli pete kupas buat di bawa pulang.
      Lalu perjalanan hatyai kembali ke penang.
      Sampai di penang istirahat di hotel, sorenya jalan2 di sekitar hotel ke mural art street, chew jetty melihat sunset di sini lalu makan di food court di seberang chew jetty, food courtnya besar dan banyak makanannya.
      Day 6 Penang-Jakarta
      Pagi berangkat dari hotel ke airport, booking airport transfer dari hotel seharga rm 70 untuk mobil 10 seats. Supirnya membagikan kartu nama dan menawarkan car rental bisa dibooking untuk ke hatyai katanya, saya tanya harganya katanya tergantung hotelnya. Saya tanya harga kalau keliling penang, katanya rm30/jam... lumayanlah buat next time...