• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
pleasejackys

Apa Sih Bedanya Traveler Dengan Turis?

11 posts in this topic

Sama Saja Jalan-Jalan; Apa Sih Bedanya Traveler dengan Turis?

 

 

Jalan-jalan ke tempat yang asing serta melihat-lihat hal yang menarik di sana merupakan kegiatan yang disukai oleh banyak orang. Kemungkinan besar kamu juga salah satunya. Ada berbagai istilah untuk menyebut kegiatan ini; travelling, jalan-jalan, plesir, berpelancong, berwisata, dan lain sebagainya. Orang yang melakukannya biasanya disebut traveler atau turis.

 

Yang tidak banyak diketahui orang adalah bahwa sebenarnya, traveler dan turis bukanlah dua kata yang bersinonim. Keduanya memiliki pengertiannya sendiri-sendiri. Secara garis besar, kegiatan yang dilakukan traveler dan turis tidaklah jauh berbeda. Mereka sama-sama bepergian ke suatu tempat untuk melihat atau melakukan hal yang menarik di sana. Orang awam pun tahunya dua istilah tersebut memiliki artian yang sama. Padahal sebenarnya, traveler dan turis memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan.

 

post-17283-0-02031200-1431397805_thumb.j

Traveller atau Turis?

(Sumber: blog.celep.com)

 

Sebagai orang yang suka jalan-jalan, wajib bagi kamu untuk mengetahui apakah definisi masing-masing dari traveler dan turis, apa saja yang menjadi perbedaan di keduanya, serta tipe Jalan2ers apakah kamu. Sebelum membahas secara detail mengenai perbedaan dari traveler dan turis, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian dari masing-masing istilah;

 

-          Turis adalah orang yang bepergian ke suatu tempat untuk berwisata, mengunjungi obyek yang menarik, dan kemudian pulang setelah cukup bersenang-senang di lokasi tersebut.

 

-          Traveler adalah orang yang bepergian ke suatu tempat untuk menjelajahinya, mengeksplorasi budayanya, membaur dengan masyarakatnya, dan mencicipi kehidupan di sana. Dia akan melanjutkan perjalanan ke tempat lain berikutnya atau pulang kembali ke rumahnya setelah cukup puas mendapatkan pengalaman baru di tempat tersebut.

Apakah kedua definisi di atas sudah cukup memberikan pandangan mengenai perbedaan antara traveler dan turis? Jika masih agak membingungkan, mari kita bahas lebih lanjut mengenai perbedaan-perbedaan yang cukup jelas antara keduanya:

 

 

1. Tujuan

 

Apa yang kamu lakukan memberikan definisi terhadap siapakah dirimu. Termasuk dalam hal jalan-jalan. Tujuan adalah perbedaan yang paling mendasar antara traveler dan turis. Seseorang yang bepergian mungkin bisa memiliki beberapa tujuan sekaligus. Namun, pasti ada satu tujuan yang menjadi alasan utama mereka melakukan kegiatan ini. Tujuan utama itulah yang menjelaskan apakah orang tersebut merupakan seorang traveler atau turis.

 

post-17283-0-96268500-1431397806_thumb.j

Senangnya Jika Tujuan Kita Saat Jalan-Jalan Bisa Tercapai

(Sumber: staticflickr.com)

 

Tujuan utama dari seorang turis adalah pariwisata. Mereka bepergian untuk rekreasi, berlibur, dan mencari kesenangan. Ketika menentukan kota yang akan menjadi destinasi pilihannya, seorang turis akan mulai dari menentukan obyek wisata apa yang ingin mereka kunjungi. Setelah itu, baru dilihat obyek itu ada di kota mana. Turis akan merasa puas berjalan-jalan jika rasa penat di kepala sudah menghilang.

 

Segala macam persiapan yang dilakukan seorang turis sebelum keberangkatan pasti sengaja disiapkan untuk obyek tersebut. Misalnya, seorang turis ingin mengunjungi Menara Eiffel. Maka, ia akan membeli tiket ke Paris dan membeli gaun sore yang santai untuk dipakai berjalan-jalan. Waktu yang mereka pilih untuk berkunjung pun seringkali disesuaikan. Misalnya, seorang turis ingin mendaki Gunung Bromo. Maka dia akan berkunjung ke Jawa Timur di musim kemarau.

 

Traveler memiliki tujuan utama yaitu mencari pengalaman. Di tempat yang menjadi destinasinya, seorang traveler berharap dapat memperluas wawasannya, membuka sudut pandang baru terhadap caranya melihat dunia, menjalani gaya hidup yang berbeda dari kehidupannya sehari-hari, dan menemukan berbagai hal baru. Traveler ingin terus tumbuh setiap kali menjejakkan kakinya ke tempat baru. Seorang traveller akan merasa puas dengan petualangannya jika dia mendapatkan inspirasi atau pelajaran yang berharga bagi kehidupannya atau orang lain yang ditemuinya.

 

post-17283-0-81058400-1431397810_thumb.j

Traveller Siap Kemanapun Kapanpun

(Sumber: topmodelosperuanas.com)

 

Dalam menentukan destinasinya, seorang traveler tidak terlalu memikirkan obyek wisata. Mereka lebih menitik beratkan terhadap keunikan budayanya. Beberapa traveler bahkan cenderung asal dalam menentukan destinasinya dan berharap mendapatkan kejutan menarik di sana. Traveler bisa datang berkunjung kapan saja dan pergi kapan saja mereka mau.

 

 

2. Pertimbangan dalam Memilih Obyek Wisata

 

Menjadi seorang traveler bukan berarti tidak berminat mengunjungi obyek wisata seperti turis. Traveler pun kadang atau bahkan sering juga mengunjungi tempat-tempat tertentu yang merupakan destinasi wisatawan. Akan tetapi, dalam memilih obyek wisata yang akan mereka kunjungi, traveler memiliki dasar pertimbangan yang berbeda dengan turis.

 

Seorang turis umumnya memilih obyek destinasi melalui popularitasnya. Mereka lebih suka mendatangi tempat-tempat yang terkenal dan sering dikunjungi oleh banyak orang dari seluruh dunia. Mereka mencari pilihan obyek wisata dari situs wisata, tourism guidebook, dan iklan-iklan yang dipasarkan oleh travel agent. Kenyamanan serta kemudahan akses pun merupakan pertimbangan penting bagi mereka. Turis biasanya tidak akan tertarik untuk mendatangi suatu tempat yang terpencil dan sepi walaupun tempat tersebut memiliki keindahan yang luar biasa.

 

post-17283-0-99345200-1431397813_thumb.j

Obyek Wisata yang Populer di Kalangan Turis

(Sumber: images.china.cn)

 

Traveler lebih fokus mengeksplorasi budaya masyarakatnya. Ketika sedang membaur dan bergaul dengan warga lokal, traveler akan meminta informasi dari mereka mengenai tempat apa saja yang menarik untuk dikunjungi di daerah tersebut. Dia tidak akan keberatan jika tempat tersebut sulit dijangkau. Baginya, hal itu justru menjadi tantangan tersendiri. Sepi pengunjung pun tidak akan membuatnya ragu akan keindahan tempat tersebut. Justru itulah kesempatannya untuk menikmati keindahan itu secara bebas.

 

 

3. Cara Berpikir dan Bersikap

 

Perbedaan mendasar lain antara traveler dan turis terletak dari cara mereka dalam berpikir dan bersikap. Pola pikir mereka masing-masing ini dipengaruhi oleh niat dan tujuan mereka untuk jalan-jalan dan kemudian akan mempengaruhi sikap mereka selama berada di perjalanan dan tempat tujuan.

 

Traveler berpikiran terbuka dan merasa siap untuk segala hal. Kesempatan apapun yang datang padanya akan langsung diambilnya tanpa banyak pertimbangan. Mereka suka berkelana jauh dari zona nyaman mereka dan menantang diri untuk mencoba hal-hal baru. Apabila bertemu kendala atau masalah, mereka cenderung mampu menguasai diri dan bersikap tenang sembari memikirkan jalan keluarnya. Ini karena dari awal mereka memang menyiapkan mental mereka untuk berbagai kemungkinan, termasuk kemungkinan terburuk sekalipun.

 

post-17283-0-71731500-1431397818_thumb.j

Siap Menghadapi Segalanya

(Sumber: obiturizm.com)

 

Karena tujuannya adalah untuk memperluas sudut pandang mereka tentang kehidupan, para traveler senang berinteraksi dengan orang-orang lain, baik itu warga lokal maupun sesama traveler lainnya. Mereka tertarik mempelajari beberapa kosakata dan kalimat yang umum digunakan dalam bahasa lokal tempat mereka berkunjung. Beberapa traveler bahkan memperhatikan cara berpakaian warga lokal di sana dan kemudian berusaha meniru atau mengadaptasinya ke dalam penampilan mereka. Bagi warga lokal, usaha para traveler untuk membaur seperti ini menunjukkan betapa mereka menghargai budaya di tempat yang dikunjunginya. Hasilnya, warga lokal tersebut pun akan balik menghargai sang traveler.

 

Di lain pihak, turis cenderung berpikiran tertutup. Fokusnya hanya tertuju pada obyek dan kegiatan wisata yang sudah direncanakannya. Mereka tidak tertarik dengan hal selain itu. Segala kesempatan yang ada dilewatkannya begitu saja seolah mereka tidak melihatnya sama sekali. Secara umum, dapat dibilang mereka lebih memilih untuk tetap berada dalam zona nyaman mereka. Bila masalah datang menghadang saat mereka sedang asyik berlibur, mereka cenderung gampang panik dan merasa sangat terganggu. Ini karena mereka tidak memikirkan hal lain selain bersenang-senang dan melepas penat di kepala.

 

Turis tidak tertarik untuk berbasa-basi dengan warga lokal. Interaksi dengan warga lokal hanya dilakukan jika benar-benar perlu, misalnya jika akan membeli suvenir, naik kendaraan umum, dan sebagainya. Sedikit pun mereka tidak mempelajari bahasa lokal di sana karena dirasanya tidak penting. Beberapa turis bahkan merasa kesal jika ada petugas atau pedagang yang tidak paham Bahasa Inggris. Sikap para turis yang terkesan cuek terhadapa kehidupan sosial masyarakat lokal akan menimbulkan kesan bahwa mereka sombong dan tidak menghargai budaya lokal. Ini akan membuat masyarakat di sana tidak menyukai mereka. Maka, jangan heran jika memang banyak warga lokal yang membenci turis.

 

 

4. Foto dan Cara Menikmati Kegiatan Jalan-Jalannya

 

Beda tujuan, beda pola pikir, dan beda sikap tentu akan menghasilkan perbedaan juga pada cara mereka masing-masing dalam menikmati kegiatan jalan-jalannya. Begitu pula halnya dengan traveller dan turis. Masing-masing dari mereka memiliki prioritas sendiri-sendiri saat sedang berkeliling atau berjalan-jalan di tempat tujuan mereka. Hal ini biasanya terlihat jelas dari cara mereka memotret.

 

Seorang turis biasanya tidak akan puas jika mengunjungi suatu tempat namun tidak menghasilkan foto yang bagus. Foto tersebut bukanlah hanya sekedar untuk media untuk mengenang perjalanannya semata. Namun, foto itu juga dianggap sebagai barang bukti yang secara valid menunjukkan bahwa dia telah benar-benar ke sana. Mereka jarang memotret obyek saja. Foto yang mereka ambil biasanya adalah foto diri mereka yang secara jelas menunjukkan mereka sedang berwisata. Misalnya foto dengan background berupa obyek wisata terkenal. Tak jarang mereka sampai meminta bantuan orang lain untuk memotret agar mereka bisa berpose penuh.

 

post-17283-0-12972200-1431397823_thumb.j

Turis Sedang Selfie

(Sumber: skift.com)

 

Satu foto pun tidak akan cukup bagi mereka. Mereka akan berusaha mengambil foto sebanyak mungkin. Di setiap sisi, di setiap sudut, mereka akan mengambil gambar. Seringkali mereka lebih sibuk dan terfokus untuk memotret ini itu ketimbang menikmati suasana yang ada di sekeliling mereka. Mereka baru akan mulai fokus melihat-lihat sekeliling dan menikmati kegiatannya secara penuh ketika mereka sudah puas menjepret banyak sekali gambar.

 

Lain halnya dengan seorang traveller sejati. Baginya, suasana yang asing dan indah adalah sesuatu yang amat langka dan berharga. Oleh sebab itu, penting bagi mereka untuk dapat menikmatinya semaksimal mungkin. Seorang traveller akan sibuk berjalan ke sana kemari, melihat ini itu, mencoba berbagai hal baru, dan melakukan berbagai macam eksplorasi yang dapat memberinya pengalaman baru dan unik.

 

Bukan berarti traveller tidak suka memotret apa yang mereka temui di perjalanan. Hanya saja, jika memotret dapat mengganggu fokus mereka dalam menikmati petualangannya, mereka akan memilih untuk menyimpan kamera mereka. Kalaupun memotret, traveller lebih banyak memotret obyek yang mereka lihat ketimbang berusaha memotret diri sediri sebagai validasi kunjungan mereka. Mereka akan memotret diri mereka hanya sesekali saja. Tak jarang pula ada traveller yang tidak sempat, lupa, atau bahkan malas menjepretkan kamera mereka saking asyiknya menikmati suasana asing yang dijumpainya.

 

 

5. Penampilan

 

Cara berpikir dan sikapmu biasanya tercermin juga dari cara kita tampil, baik itu dari gaya berpakaian kita, cara berjalan, dan hal-hal lainnya yang tampak langsung. Traveler dan turis pun demikian. Walaupun sama-sama berkunjung ke tempat asing, mereka memiliki pikiran dan preferensi yang berbeda. Itulah mengapa kita juga bisa membedakan dua tipe orang ini secara visual.

 

Turis biasanya tampil mencolok karena mereka memang suka memperhatikan penampilan. Mereka biasanya memakai baju yang bagus dan disesuaikan dengan atraksi yang mereka kunjungi. Berbagai macam aksesoris pendukung pun tak lupa dikenakan untuk melengkapi penampilan mereka, misalnya topi matahari, kacamata hitam, scarf yang cantik, dan lain sebagainya. Turis juga suka membawa kamera otomatis di tangan atau kamera SLR dikalungkan di lehernya.

 

Turis sangat terfokus pada obyek wisata yang menjadi tujuan pilihannya. Mereka berusaha untuk mencapai tempat itu sesegera mungkin. Mereka cenderung tidak peduli akan apa yang mereka lewati di jalan karena mereka memang tidak tertarik. Ketika berjalan, tak jarang para turis menunjuk-nunjuk ke arah tertentu secara terang-terangan. Ini adalah refleks mereka untuk menunjukkan arah mana yang akan mereka tuju atau ketika melihat hal yang menarik di sana.

 

Traveler cenderung berpakaian sederhana. Umumnya mereka tidak suka dengan pakaian yang ribet. Apalagi mereka juga masih belum punya rencana pasti terhadap obyek apa yang akan didatanginya ataupun kegiatan apa yang akan dilakukannya. Sehelai kaos atau kemeja santai dengan bawahan celana jeans sudah cukup bagi mereka.

 

post-17283-0-73415600-1431397828_thumb.j

Traveller yang Sederhana

(Sumber: paraphrasinglife.files.wordpress.com)

 

Traveler menikmati perjalanannya. Mereka suka melihat-lihat apa saja yang mereka lewati dalam perjalanannya menuju obyek tujuan. Apabila ada hal menarik di tengah jalan, mereka akan berhenti untuk mengeksplorasinya lebih lanjut. Mereka tidak akan terburu-buru untuk langsung ke obyek wisata tujuan. Mereka juga tidak suka menunjuk-nunjuk seperti turis. Justru mereka berharap bahwa tidak ada orang yang tahu bahwa mereka bukanlah warga asli sana. Membaur dengan suasana kota merupakan prioritas utama bagi para traveler.

 

Penjelasan penampilan tersebut di atas tidak selamanya valid. Dalam kenyataannya, banyak pula turis yang suka berpenampilan sederhana. Turis yang seperti ini biasanya memang memiliki kepribadian yang sederhana pula sehingga dalam berpakaian pun mereka terbiasa dengan pakaian-pakaian yang simpel dan seadanya. Traveler pun banyak pula yang tampil keren dan penuh gaya. Mungkin kebetulan mereka memang menyukai fashion sehingga mereka merasa tidak puas jika asal dalam berbusana.

 

 

Nah. Setelah membaca penjelasan di atas, apakah sekarang kamu sudah cukup paham mengenai perbedaan antara traveler dan turis? Atau, justru penjelasan tersebut membuatmu semakin bingung? Di dunia travelling, ada orang yang lebih suka dibilang traveler daripada turis. Ada yang sampai benci kalau dipanggil turis. Ada lagi yang menyebut dirinya turis. Bahkan, ada juga yang justru memiliki istilah lain lagi untuk hobi yang dijalaninya itu.

 

Perbedaan antara traveler dan turis sebaiknya tidak terlalu dipusingkan apalagi sampai diperdebatkan. Bukanlah hal penting apakah kamu termasuk seorang traveler, turis, kedua-duanya, atau apapun istilah lain yang bisa kamu temukan untuk ini. Selama kamu bisa menikmati manfaatnya dan tidak merugikan orang lain dalam perjalananmu, kamu bisa terus jalan-jalan kemanapun kamu mau.

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalo saya pribadi sebenarnya gak tahu perbedaan traveler ama turis

kalo di mata lokal melihat kita yang mengunjungi tempat mereka, kita dipandang mereka turis 

apapun cara kita traveling (backpacking, koper, flashpacker) tetap aja di kategorikan turis

 

jadi ya terserah seh balik lagi ke masing2 

 

tulisan di atas saya rasa benar semua dari sisi si pejalan nya memandang kedua hal itu berbeda :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

kebanyakan orang termasuk setengah traveller setengah turis..

itulah kenapa orang2 sulit membedakan antara keduanya

 

kalo traveller murni itu biasanya ga terlalu minat ma obyek wisata, tapi lebih ke pengen tau rasanya tinggal di kota tersebut.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Asa Citra

nah itu dia kan lebih ke branding jadinya :D

tapi ya saya liat bule nya juga lengkap ama kamera + backpack carrier + sendal gunung + baju lekbong

jadi kayak nya agak jauh dari ekspat, kecual ekspat yang bener2 anti-mainstream :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Jika dibandingkan dengan Tokyo, Kyoto, dan Osaka, kota Shizuoka jelas bukanlah kota yang populer untuk dikunjungi oleh wisatawan asing. Kota yang terletak di antara Tokyo dan Nagoya ini memang lebih dikenal sebagai daerah pertanian, pelabuhan, serta industri dibanding sebuah kota tujuan wisata. Namun siapa sangka jika ternyata, bagi sebagian wisatawan, Shizuoka justru menjadi tempat yang wajib untuk dikunjungi saat berada di Jepang, khususnya bagi pecinta plastic model kit dan Mini 4 WD (pasti pernah nonton anime Dash! Yonkuro dan Let's Go! yang populer pada tahun 90-an dan awal 2000? kan). Itu karena Tamiya, pabrikan Mini 4WD, radio control, serta plastic model kit ternama, lahir dan berkembang di Shizuoka. Sampai saat ini kantor pusatnya pun masih terdapat di Shizuoka, begitu juga dengan museum-nya yang wajib dikunjungi oleh pecinta Tamiya setidaknya sekali untuk seumur hidup. Mau tahu detail lebih lanjutnya?
       

      Logo Tamiya pada gedung Tamiya Head Office, via youtube 
       
      Tentang Tamiya Head Office di Shizuoka
       

      Gedung Tamiya Head Office, via tarletans32.rssing 
       
      Semenjak perusahaan Tamiya didirikan di Shizuoka pada tahun 1946, berbagai produk keluaran Tamiya (seperti plastic model kit, Mini 4 WD, mainan radio control, dan lain-lain) sukses dipasarkan ke berbagai negara termasuk Indonesia. Penggemar Tamiya pun membentuk berbagai komunitas yang tumbuh pesat dimana-mana. Demi mengapresiasi dan mengakomodasi para penggemar yang antusias untuk melihat lebih dekat aneka produk Tamiya di tempat kelahirannya, Tamiya Head Office pun membuka kantornya bagi siapa saja yang ingin berkunjung untuk melihat-lihat. Asyiknya, mengunjungi Tamiya Head Office ini tidak dipungut biaya. Kalian bebas mengelilingi setiap sudutnya (kecuali untuk area tertentu yang terlarang untuk publik), dan juga diijinkan untuk mengambil foto selama tidak ada tanda larangan terpampang di area tersebut.
       
      Yang bisa kalian temukan di tempat ini.
      Sejak baru masuk ke area kantor, kalian akan terpukau dengan area lobby-nya. Di area lobby ini kalian dapat melihat berbagai display aneka mesin yang bersejarah, seperti mesin FQ, Lotus 102 B, dan Tyrrell P34. Display berbagai model mobil Mini 4WD yang pernah dikeluarkan oleh Tamiya juga ditampilkan di area lobby yang sekaligus merangkap sebagai showroom ini. Penggila Mini 4WD dilarang melewatkan area ini jika nggak ingin menyesal!
       

      Sebagian Mini 4WD yang dipajang di area lobby, via gigazine 
       
      Salah satu hal menarik yang dipajang di area lobby dan showroom ini adalah mesin untuk mencetak berbagai model kit. Mau tahu bagian yang paling kerennya? Beberapa produk yang dicetak dari mesin ini dibagikan gratis sebagai souvenir untuk pengunjung lho. Kalian bisa sekaligus merakit aneka plastic model yang baru didapat di spot yang telah disediakan. Oya, di area lobby ini juga terdapat beberapa diorama berukuran besar.
       

      Mesin pencetak plastic model, via gigazine 
       
      Spot lain yang sayang untuk dilewatkan adalah area museum. Display berbagai produk yang pernah dikeluarkan oleh Tamiya dipajang disini. Jika selama ini kalian terlalu familiar dengan aneka plastic model maupun mobil-mobilan berbahan plastik yang dikeluarkan oleh Tamiya, di museum ini kalian akan mengetahui jika pada awalnya Tamiya mengeluarkan aneka produk modeling berbahan kayu, tepatnya model miniatur kapal perang dari kayu. Barulah sejak tahun 1950-an Tamiya bergerak dalam bidang plastic model mengikuti perkembangan tren penggunaan plastik.
       

      Contoh miniatur kapal Yamato skala 1/800 produksi pertama Tamiya, via gigazine 
       
      Setelah selesai mengelilingi area lobby, showroom, maupun museum, berkunjunglah ke toko resmi Tamiya yang ada di lantai 2. Kalian yang mengaku sebagai kolektor Tamiya pasti akan lupa waktu saat berada di toko resmi ini. Berbagai aksesoris produk-produk Tamiya –mulai dari stiker maupun cat warna- hingga T-Shirt resmi bisa kalian beli di area ini, begitu juga dengan aneka produk limited edition yang susah ditemukan di tempat lain. Terkadang ada juga produk tertentu yang di diskon dengan harga super miring lho.
       

      Pembeli memadati area toko, via gigazine 
       
      Di bagian atap, kerap dilakukan demonstrasi berbagai produk yang dikeluarkan oleh Tamiya. Demonstrasi ini boleh diikuti oleh siapa saja, dewasa maupun anak-anak. Jika sekedar ingin menonton maupun menikmati pemandangan di area sekitar gedung pun boleh.
       

      Suasana di atap, via gigazine 
       
      Sebagai penutup, dan sebagai tambahan informasi, di area lantai 3 merupakan area tempat proses kreatif desain dilakukan. Mengingat vitalnya proses desain bagi sebuah perusahaan seperti Tamiya, pengunjung dilarang mengambil foto di area tersebut.
       
      Cara menuju ke Tamiya Head Office di Shizuoka.
      Jika berangkat dari Tokyo, kalian bisa naik shinkansen Hikari (60 menit) dan Kodama (90 menit) dan turun di Stasiun Shizuoka. Jangan pilih shinkansen Nozomi karena tidak berhenti di Stasiun Shizuoka. Biayanya kira-kira 5830 yen* (untuk unreserved seat) dan 6350 yen* (untuk reserved seat) dan di cover oleh JR Pass. Dari Stasiun Shizuoka, cara termudah adalah dengan naik taksi hingga ke Tamiya Head Office (10 menit, 1200 yen*).
       
      Sedangkan jika naik kereta biasa, biayanya kira-kira 3020-3350 yen* dengan lama perjalanan kurang lebih 3 jam. Turunlah di Stasiun Higashi-Shizuoka, dan dilanjutkan dengan naik bis yang menuju Oshika Eigyo-sho (naik dari terminal 8 dari pintu utara stasiun). Turun di Oshika Eigyo-sho, dan lanjutkan dengan berjalan kaki selama 5 menit menuju persimpangan terdekat. Kantor Tamiya langsung terlihat dari persimpangan.
       

      Peta lokasi Tamiya Head Office, via tamiya 
       
      Detail teknis lainnya.
      Alamat: 3-7, Ondabara, Suruga Ward, Shizuoka, prefektur Shizuoka
      Telp: +81 54-283-0002
      Jam operasional: Senin-Jumat, rata-rata pukul 09.00-16.30 (tutup saat hari libur nasional). Untuk Tamiya Shop, tutup saat libur musim panas dan libur musim dingin.
      Google maps: < klik > 
      Website resmi: < klik > 
      Pendaftaran tur: < klik > Formulir dalam bahasa Jepang, namun kalian dapat menggunakan google translate untuk menerjemahkannya.  
       
       
    • By vie asano
      Rata-rata traveler mengenal istilah budget traveler (sebutan untuk wisatawan yang melakukan wisata hemat), medium pace traveler (traveler dengan budget kelas menengah), maupun backpacker. Istilah-istilah itu biasa digunakan untuk mengklasifikasikan jenis maupun tipe perjalanan yang dilakukan oleh seorang wisatawan. Namun tahukah kalian jika traveler pun bisa dibagi dalam beberapa tipe lainnya jika dilihat dari cara mereka menikmati maupun melakukan traveling. Coba intip beberapa tipe traveler yang saya rangkum dari berbagai sumber ini. Menurut kalian, kalian termasuk tipe traveler yang mana?
       
      1. Petualang sejati
      Traveler tipe ini menyukai segala kegiatan yang bernuansa alam dan alami. Mereka cepat beradaptasi dengan segala situasi, siap menghadapi segala resiko, dan juga sangat mengenal aneka tempat yang mereka kunjungi (sehingga terkadang mereka bisa juga disebut the know-it-all. Tak hanya soal menjelajah alam, petualang sejati ini juga menyukai lingkungan yang bernuansa budaya, berkarakter independen, penuh rasa ingin tahu, dan open-minded sehingga mudah menyerap hal-hal baru. Terkadang akomodasi yang dipilihnya pun yang memiliki ‘tantangan’ tersendiri seperti homestay, perkemahan, maupun backpacker hostel. Tempat wisata kesukaannya antara lain perkemahan, museum, mendaki gunung, tempat konservasi alam, dan sejenisnya.
       
      2. Penjelajah budaya
      Mirip dengan petualng sejati, bedanya traveler tipe ini suka mengeksplorasi budaya. Dia sangat suka bersentuhan dengan nilai-nilai lokal di suatu wilayah, dan sangat tertarik mempelajari budaya unik yang ada di tempat yang dikunjunginya. Cultural explorer ini hobi mengunjungi dalam berbagai event lokal seperti aneka festival, dan bahkan tak segan untuk berpartisipasi di dalamnya. Sehingga tak heran jika dia suka sekali berkunjung ke tempat-tempat bersejarah, menghadiri berbagai event budaya, hangout di museum, maupun menginap di hostel untuk bertemu dengan traveler lainnya.
       
      3. Pencari kebebasan
      Jenis traveler yang kerap mencari tantangan tersendiri dalam hal yang dia inginkan, khususnya untuk hal-hal bersifat keduniawian. Tipe traveler jenis ini sangat suka bersenang-senang, punya energi yang berlebih untuk melakukan apapun yang disukai, menyukai hal-hal yang bernuansa eksotis, dan cenderung punya karakter sosial yang tinggi. Traveler jenis ini mudah ditemukan di hotel mewah, kelompok tour, night club, maupun berbagai tempat wisata.
       
      4. Pecinta budaya dan sejarah
      Berbeda dengan penjelajah budaya yang hobi mengenal nilai-nilai lokal dari tempat yang dikunjunginya, tipe traveler ini suka mencari tahu sejarah dan budaya yang diketahuinya, maupun menggali informasi tentang sejarah dan budaya di suatu tempat. Jadi, bepergian dianggapnya sebagai penyaluran atas hobinya dalam hal sejarah maupun budaya (maksudnya dia lebih tertarik dengan hal-hal bersifat fakta dibanding aspek sosial). Dia lebih suka bepergian sendiri atau dalam group kecil saja. Traveler jenis ini mudah ditemukan di berbagai museum, galeri, festival, situs bersejarah.
       
      5. Gentle explorer
      Jenis traveler yang menyukai suasana dan lingkungan yang aman dan nyaman. Traveler jenis ini enggan pergi ke tempat yang kurang dikenal sehingga tak menutup kemungkinan dia akan kembali ke tempat-tempat yang pernah dikunjungi karena merasa familiar dengan tempat tersebut. Dengan kata lain, traveler jenis ini memiliki kepribadian yang konservatif, tradisional, dan pemilih; dan bisa juga dimasukkan dalam kategori sebagai the repeater. Dia mudah ditemukan di berbagai obyek wisata besar, bersantai di kolam hotel, menikmati spa, dan hanya berminat dengan tur yang terorganisir dengan baik.
       
      6. Penjelajah sejarah diri sendiri/pencari jati diri
      Tipe traveler yang suka bepergian dengan penuh gaya, cinta kenyamanan dan juga keamanan. Traveler jenis ini memiliki pemahaman yang tinggi akan akar budayanya, senang mencari informasi akan leluhurnya, senang berbagi dengan teman dekat/keluarga, dan tak keberatan membayar lebih mahal untuk dapat yang terbaik. Ada juga yang menyebut traveler jenis ini dengan tipe eat, pray, love (merujuk pada judul film yang dibintangi oleh Julia Roberts), yaitu jenis traveler yang suka mencari jati dirinya. Dia mudah ditemukan di berbagai tempat wisata besar, restoran ternama, hotel mewah, pusat perbelanjaan, kelompok wisata yang punya jadwal terstruktur, dan juga di museum.
       
      7. Wisatawan praktis (anti ribet)
      Traveler jenis ini suka mencari ketenangan dan kesederhanaan untuk melarikan diri dari rutinitas harian. Jenis traveller yang hobi menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga, senang beraktifitas outdoor bersama keluarga, tak punya jadwal yang tetap, dan bisa pergi wisata kapanpun dia mau. Dia pun lebih suka bepergian dalam durasi waktu yang singkat, pokoknya asal bisa lepas sejenak dari rutinitas harian. Karakter traveller jenis ini orangnya fleksibel, rasional, penuh energi, dan berpikiran terbuka. Dia suka menghadiri festival, pergi ke museum, taman, maupun bioskop.
       
      8. Rejuvenator
      Tipe rejuvenator ini mirip-mirip dengan wisatawan praktis, namun dia lebih total dalam menjalani wisata dan bisa memutuskan hubungan dengan kehidupan sehari-hari. Tujuannya agar dia bisa betul-betul beristirahat, bersantai, dan saat periode wisata berakhir, dia sudah siap kembali ke rutinitas harian. Jenis traveler ini kadang-kadang saja pergi ke tempat-tempat yang familiar maupun mengunjungi saudara, dan walaupun dia suka mencoba tempat-tempat yang menarik, dia tetap menginginkan jadwal liburan yang santai, dan sama sekali tak mau kerja saat liburan. Dia mudah ditemukan di restoran hotel, spa, kasino, resort keluarga, tur yang terorganisir, maupun tempat wisata.
       
      9. Wisatawan virtual
      Sepertinya banyak yang termasuk dalam tipe ini, khususnya di era sekarang yang memungkinkan kita untuk menjelajah dunia tanpa harus meninggalkan kursi yang empuk dan nyaman di rumah. Ya, jenis traveller yang jarang bepergian karena menyukai suasana nyaman di rumah. Kurang suka dengan tempat-tempat yang kurang pasti maupun tempat yang memiliki perbedaan budaya terlalu jauh dengan budaya sehari-hari. Dia suka mengeksplorasi komunitas, lebih suka jadwal tur yang fleksibel, dan jarang pergi jauh dari rumah. Tak heran jika dia mudah ditemukan di event keluarga, motel, cottage, maupun kasino.
       
      Itu baru tipe traveller jika dilihat dari jenis kepribadiannya dan juga minatnya dalam berwisata. Sebetulnya banyak yang membagi tipe traveller dalam beragam jenis lainnya, misalnya jika dilihat dari destinasi wisatanya (contoh: sun seeker, high-end tourist, sport tourist, dll), caranya menikmati/melakukan traveling (contoh: budget traveller, no-expense traveller, chiller, super technology, dll), dan banyak lagi. Tapi rasanya 9 tipe di atas termasuk tipe-tipe yang paling umum. Nah, kalian sendiri termasuk tipe traveler yang mana?
    • By Bima TourTravel
      PROMO HARI RAYA IDUL FITRI LIBURAN KE PULAU PAHAWANG LAMPUNG 
      Tanggal Keberangkatan : 
      • 28 - 30 JUNI 2017
      • 29 JUNI - 1 JULI 2017
      PRICE : 475.000 / PAX
      Include :
      - Tiket kapal Ferry PP pel. Merak - Bakauheuni – Merak
      - Mobil PP Pel Bakauheuni - Dermaga Ketapang - Bakauheuni(Avanza/APV/ElF)
      - Makan 4x
      - Explore pulau (Maitem, Tegal, Tanjung Putus, Kelagian, Pahawang besar dan kecil)
      - Penginapan Homestay
      - Sewa Kapal keliling sekitar pulau Pahawang
      Exclude :
      - Sewa Alat Snorkling + Life Jaket 2 hari (Rp.80.000)
      MEETING POINT : PELABUHAN MERAK
      JADWAL
      HARI PERTAMA
      22.00 - 23.50 WIB : Meeting point Pelabuhan Merak (depan Indomaret)
      22.31 - 04.00 WIB : naik kapal ferry menuju Pelabuhan Bakauheni
      HARI KEDUA
      04.00 - 05.00 WIB : tiba di Pelabuhan Bakauheni kita Istirahat dan sholat Shubuh dulu
      05.00 - 09.00 WIB : Perjalanan ke Dermaga Ketapang dengan mobil APV/AVANZA/ELF yang sudah nunggu
      09.00 - 10.00 WIB : Sarapan di Dermaga Ketapang, persiapan basah-basahan
      10.00 - 11.00 WIB : Perjalanan Exploring Pulau MAITEM
      11.00 - 13.00 WIB : Lanjut Exploring Pulau Tegal
      15.00 - 18.00 WIB : Perjalanan Exploring Pulau Kelagian menunggu sunset .
      19.00 - 22.00 WIB : Makan malam, bbq, ngopi bareng,Pelepasan Lampion, modus barengan
      20.00 - 05.00 WIB : Istirahat bobo yang nyenyak
      HARI KETIGA
      05.00 - 06.00 WIB : Hunting Sunsrise
      06.00 - 07.00 WIB : Sarapan Pagi
      07.00 - 11.00 WIB : Exploring Pulau Pahawang Kecil,besar, dan Tanjung Putus
      12.00 - 13.00 WIB : Kembali ke homestay, packing persiapan pulang
      13.00 - 14.00 WIB : Menuju Pusat oleh-oleh yenyen
      14.00 - 17.00 WIB : Perjalanan menuju Pelabuhan Bakaheuni
      18.00 - 20.00 WIB : Perjalanan Menuju Bakauheuni - Merak
      20.00 - end WIB : sayonara para backpacker see you next trip
      Informasi & pendaftaran, segera hubungi
      Bima TourTravel
      Contact Person:
      Call/Whatsapp: 081380796096
      Pin BB : 2A568A6D
      Line Official : @bimatourtravel
      Website : www.bimatourandtravel.com
      Fanspage : @bimatourandtravel.com
      Twitter : @BimaTourTravel
      Email ke: bimatourtravel [at] yahoo [dot] com

    • By ibnuasmara
      Hutan Kera Ubud, juga dikenal sebagai Hutan Kera Suci Padang tegal, merupakan salah satu atraksi paling populer di Ubud; Tempat perlindungan hutan alam yang merupakan rumah bagi segerombolan kera ekor panjang abu-abu. Situs ini terawat dengan baik berkat program pengelolaan berbasis masyarakat. Hutan ini juga berlokasi strategis di dekat Pusat Kota Ubud, dan berada dalam jarak berjalan kaki dari wisma dan resor di sepanjang jalan utama Jalan Hanoman dan nama Jalan Monkey Forest.
      Selain menyaksikan monyet-monyet yang bermain-main di habitat alami mereka, berayun melalui kanopi, bermalas-malasan di sepanjang jalur atau makan pisang, situs ini menawarkan jalan-jalan yang sejuk di sepanjang jalur beraspal melalui hutan pala berdaun. Kuil kuno yang indah dengan patung-patung penjaga yang tertutup lumut juga ada di seluruh hutan. Mereka yang tinggal di luar Ubud dan datang untuk berwisata sehari biasanya memiliki Monkey Forest Ubud sebagai kunjungan wajib, dikombinasikan dengan sorotan tamasya di Istana Kerajaan Ubud dan berbelanja melalui Pasar Seni Ubud yang luas, hanya berjarak 10 menit berkendara dari hotel. .
       
      Apa yang dilihat
      Jauh di dalam hutan terletak Pura Dalem Agung Padangtegal ke-14. Tempat menarik lainnya adalah Pura Prajapati, yang didedikasikan untuk pemakaman desa. Sebagian besar peninggalan dan patung berlumut berlumut di bawah dedaunan lebat dengan sedikit sinar matahari, memberi situs-situs kecil ini nuansa misterius dan kuno mereka. Akar pohon beringin menggantung di atas tangga naga gelap menawarkan kesempatan foto eksotis. Anda juga dapat menemukan sebuah kuil kuno yang terletak di barat laut Ubud Monkey Forest, yang dikenal dengan Pura Beji, dapat diakses dari tangga dan di samping sungai. Di bali juga di waktu tertentu ada pertunjukan permainan tradisional Bali yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan tradisi Bali
       
      Monyet
      Sebagai daya tarik wisata, Monkey Forest Ubud terkenal dengan upaya pelestariannya. Penelitian dan penelitian secara teratur dilakukan untuk mengamati kebiasaan kesehatan, diet dan pemeliharan monyet. Lebih dari seratus kera mendiami hutan, terbagi menjadi empat pasukan yang berbeda. Meskipun selalu tergoda untuk menyentuh atau memberi makan monyet, Anda disarankan untuk tidak melakukannya. Mereka adalah binatang buas. Aturan praktis lainnya adalah dengan menghindari mengenakan perhiasan atau pakaian longgar - kera dengan mudah bisa merebut kalung atau tas untuk sesuatu yang cukup menarik untuk dimakan.
       
      Senang mendengarnya
      Ubud Monkey Forest memiliki pemanError! Filename not specified.Error! Filename not specified.du lokal dan staf yang siap membantu Anda selama kunjungan Anda. Staf Wana Wenara juga dapat mencoba membantu Anda dengan mengambil kembali 'barang' yang dicuri oleh monyet. Panduan juga merupakan sumber informasi tentang signifikansi budaya dan sejarah tentang situs dan kuil di dalam tempat perlindungan. Seperti halnya situs suci di Bali, wanita selama periode mereka tidak diizinkan masuk ke halaman kuil.
       


       
      SUMBER
    • By heri2016
      Waktu itu teman saya di Belanda menginformasikan jika temannya akan liburan ke Jogja. 2 Orang. Saya dimintai tolong memberi beberapa saran perjalanan di daerah Yogyakarta. Karena untuk perempuan saya pilihkan yang kelihatan tidak terlalu berat. Dugaan saya salah ternyata turis tersebut menyenangi adventure. Tapi dalam hari pertama ingin mengunjungi prambanan dan borobudur untuk melihat sunset .  Start Prambanan dimulai pagi jam sembilan dengan menggunakan mobil saya. Di loket turisnya memsan tiket terusan Borobudur mungkin biar praktis .Mungkin saking senangnya lupa waktu hingga selesai jam 2 an. Pada waktu itu kondisi jalan ramai, ringroad urtara juga macet. Akhirnya di tengah jalan saya saya mampir rentaurant jejamuran. Gak terasa waktu sudah menunjukkan jam 3 an. Wah bisa terlambat. Saya pacu kendaraannya tapi gak bisa kencang karena kondisi jalan sibuk. Akhirnya sampai di Borobudur jam 5 kurang dikit. Alangkah kecewanya ternyata Loket regular sudah tutup. Jika ingin loket lain via manohara harganya 450.000
      Malamnya saya dsikusikan untuk penjadwalan acara dan turisnya bilang tak akan meninggalkan kota Yogyakarta . Well sunset rencanya diganti Sunrise saja , karena saya capai kita putuskan untuk menyewa mobil saja, waktu itu nyewa di sewarentalmobiljogjakarta.com. rencananya setelah dari Borobudur akan ke Goa Pindul. Harga nya waktu itu dapat 500.000 pakai Avanza saja karena isinya cuma 4 orang termasuk pak sopir. Subuh Nona Turis akan dijemput untuk melihat sunrise dan siangnya saya baru akan ikut ke Goa Pindul
      Well rental mobilnya memang tepat waktu, tidak ada complain dari tamu mengenai penjemputan dan tamunya puas bisa meihat sunrise di Borobudur tersebut.. Sampai Jogja jam 12 siang lanjut ke Goa Pindul . Waahhhhh tamunya senang sekali disana karena menaiki ban sambil menelusur sungai dalam goa. Lanjut Tubing di sungai oyo. setelah puas kami pulang mampir ke warung bakmi Bagito. Ternyata turisnya senang wedang uwuh hehehe. Akhirnya acara selesai . Lega deh... Makasih kepada Pak Agung yang sudah melayani dengan baik untuk mobilnya. Besok saya pakai lagi dah...
    • By putri orin
      Hello
      Salam kenal semua perkenalkan saya orin dari lampung. Gabung diforum ini sekalian nyari temen yg hobi jalan-jalan.
      oh ya yg punya rencana mau maen kelampung tapi belum tau banyak tentang lampung bisa tanya2 kesaya. 

    • By onesecond
      Pesona Taman Bunga Wiladatika

      Di suasana yang jenuh saat bekerja atau kuliah, tentu kita membutuhkan waktu refreshing terutama dengan keluarga atau pun kerabat. Sering kali kita bingung tempat mana yang bagus untuk menjadi sasaran. Biasanya tempat yang menjadi sasaran adalah taman rekreasi atau taman hiburan. Jika hanya untuk sekedar piknik bersama keluarga dan tidak mengeluarkan banyak biaya, taman bunga wiladatika cocok untuk kalian yang ingin menghabiskan weekend bersama keluarga.

      Taman Bunga Wiladatika Cibubur yang terletak di Cibubur, Jakarta Timur ini memang terbilang cukup pas untuk tempat kumpul bareng keluarga atau teman. Dengan rumput yang luas, dan, pepohonan yang rindang membuat suasana terasa fresh. Lokasi ini berdekatan dengan perkemahan jambore Cibubur juga bersebelahan dengan Mall Cibubur Junction.


      Harga tiket masuk taman bunga ini senilai Rp 8000 untuk per orangnya. Harga tersebut adalah harga untuk pengunjung umumnya. Harga berbeda bagi pengunjung yang bukan umum seperti anggota pramuka (sedang mengadakan acara kepramukaan). Jam operasional taman bunga ini dari pukul 08.00-17.00 WIB. Salah satu yang menonjol dari taman wiladatika ini adalah air mancur yang berada di tengah-tengah taman. Air mancur ini sering kali menjadi lokasi syuting acara FTV. Taman bunga ini juga sering dijadikan sebagai tempat foto prewedding.

      Untuk para pengunjung yang hobi hunting foto, taman bunga wiladatika ini cocok untuk menjadi tempat tujuan, karena view yang cukup bagus dan banyak bunga-bunga cantik yang terawat.

      Tanah seluas 32 hektar ini memiliki beberapa fasilitas, diantaranya :

      ·         Saung
      Hanya saja tidak serupa dengan saung pada umumnya yang terbuat dari rotan. Saung ini tetap berlantai keramik dan memiliki tiang kayu. Tempat ini berfungsi apa saja sesuai dengan kebutuhan. Biasanya tempat ini untuk mereka bersantai dan menikmati piknik mereka.

      ·         Gedung
      Penyewaan gedung ini dapat digunakan untuk berbagai acara, salah satunya untuk pesta pernikahan.

      ·         Aneka permainan anak-anak
      Permainan yang terdapat di taman bunga ini tidak berbeda jauh dengan permainan di tempat-tempat biasanya. Seperti kereta anak, pesawat-pesawatan, dan bom-bom car. Agar bisa menikmati permainan anak ini, kita membutuhkan koin yang tentunya dengan mengeluarkan uang.

      ·         Kolam renang
      Bagi kalian pecinta renang, kalian bisa coba mengunjungi kolam renang di taman bunga wiladatika ini.

      ·         Warung jajanan
      Jangan khawatir jika kalian lupa atau tidak membawa jenis makanan dan minuman, kalian bisa membelinya disini.
      ·         Pendopo
      Pendopo ini seperti saung yang sudah disebutkan tadi. Hanya saja pendopo ini memiliki tempat yang lebih luas sehingga dapat diisi oleh banyak orang. Biasanya tempat ini cocok untuk arisan keluarga, dan senam.

      Selain itu, taman bunga wiladatika ini memiliki rumput yang luas dan bersih. Rumput ini dijadikan tempat piknik oleh para pengunjung. Kalian bisa membawa tikar dari rumah dan menggelar di atasnya, dan menikmati kebersamaan mereka.

      Selain sebagai tempat piknik keluarga dan hunting, taman ini juga menjadi tempat gathering para pekerja kantoran dan acara keakraban mahasiswa, dan kegiatan pramuka. Pengunjung bebas memilih tempat untuk mengadakan acara-acara tersebut. Baik itu di saung atau di atas rumput. Acara seperti ini identik dengan games. Maka dari itu untuk mendapatkan hasil yang bagus dan memuaskan, pengunjung lebih baik menggunakan fasilitas di atas rumput, karena lebih seru dan leluasa untuk melakukan games.


      Untuk soal kebersihan, taman ini dapat dikatakan sangat bersih. Karena petugas kebersihan disini bertanggungjawab pada lingkungan. Sampah yang ada di tong sampah segera dibuang jika sudah menumpuk. Tentu saja, tindakan ini tidak hanya dilakukan oleh petugas kebersihan, tetapi mereka juga membutuhkan para pengunjung yang bisa ikut serta dalam menjaga, dan merawat kebersihan taman ini.

      Maka dari itu, sebagai pengunjung yang baik. Ikuti peraturan yang ada. Jangan memetik bunga, jangan buang sampah sembarangan, dan hal-hal lain yang dapat merusak taman. Tetap jaga keindahan taman.

      Jadi, bagaimana? Apa kalian tertarik dengan taman wiladatika ini? Terlihat bagus bukan? Karena itu, luangkan waktu kalian bersama keluarga atau teman untuk berkunjung ke taman ini.