Sign in to follow this  
pleasejackys

Paling Jengkel Kalau Jalan-Jalan Kena Masalah Yang Seperti Ini!

11 posts in this topic

Paling Jengkel Kalau Jalan-Jalan Kena Masalah yang Seperti Ini!

 

 

Petualangan seorang traveller tidak akan pernah lepas dari yang namanya masalah. Baik itu masalah kecil atau besar, masalah yang muncul tak terduga atau masalah akibat kelalaian sendiri, dan lain sebagainya. Ya wajar saja kalau hal itu terjadi karena yang namanya hidup pun memang tak bisa luput dari masalah, bukan hanya travelling saja.

 

Bagi seorang traveller sejati, masalah biasa dianggap sebagai tantangan yang bisa membuat petualanganmu terasa lebih berkesan. Bukan hanya itu, menghadapi masalah juga akan membuat kita banyak belajar. Pertama, kita belajar untuk bisa bersikap tenang dan menguasai diri agar tidak mudah panik saat harus menghadapi rintangan. Kedua, kita belajar untuk berfikir secara bijaksana dan kreatif dalam mencari solusinya. Ketiga, kita bisa juga belajar supaya lebih berhati-hati di kemudian hari supaya masalahnya tidak perlu terjadi lagi. Masalah juga dapat membuat traveller menjadi orang yang penyabar dan bijak dalam menghadapi hidup.

 

post-17283-0-64212400-1431485172_thumb.j

Traveller yang Tertimpa Masalah

(Sumber: travelandescape.ca)

 

Meskipun begitu, ada juga beberapa jenis masalah yang tidak mudah untuk dihadapi dengan penuh kesabaran. Beberapa masalah tertentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang cukup parah sehingga hati menjadi kesal dan jengkel. Beberapa contoh masalah yang seperti itu antara lain:

 

 

1. Delay Pesawat Waktu Akan Berangkat ke Tempat yang Jauh

 

Saat akan travelling ke tempat yang jauh, biasanya kita menggunakan jenis transportasi udara alias pesawat terbang. Cara ini umum dipilih karena pesawat mampu membawa kita ke tempat yang jauh dalam waktu yang singkat. Sayangnya, tiket pesawat bukanlah barang murah sehingga kita harus berhati-hati saat membelinya. Semakin jauh suatu tempat, biasanya semakin mahal pula tiket penerbangannya. Untuk itu, seorang traveller akan mengatur perjalanannya sedemikian rupa agar pengalaman jalan-jalan dapat optimal dan sepadan dengan uang yang telah dikeluarkan.

 

Salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan mengatur ittinerary yang detail dan terarah. Jadwal kegiatan pun dibuat padat sehingga tidak ada waktu yang tersia-siakan. Biasanya, kegiatan akan dimulai langsung setelah kita sampai di kota tujuan. Ittinerary yang dibuat ini nantinya harus diikuti dengan penuh komitmen supaya tidak ada obyek wisata yang terlewatkan selama kita berada di kota tersebut. Kita dapat mendisiplinkan diri agar bisa menaati ittinerary yang sudah kita buat sendiri tadi. Namun, hal itu tetap saja bisa dikacaukan oleh pengaruh dari luar. Salah satunya adalah keterlambatan jam penerbangan saat akan berangkat ke sana.

 

post-17283-0-57828700-1431485175_thumb.j

Mati Gaya karena Pesawat Terlambat

(Sumber: image.politico.com)

 

Terlambat berangkat berarti terlambat sampai di tujuan sehingga kita punya waktu yang lebih sedikit untuk berpetualang. Padahal, jadwal yang padat sudah menanti kita di sana. Ini berarti kita harus membuat penyesuaian kembali terhadap jadwal kegiatan. Biasanya yang jadi korban adalah obyek wisata pertama yang akan kita kunjungi supaya pengaturan ulang jadwalnya tidak terlalu ribet. Lain halnya jika penerbangan yang terlambat adalah penerbangan pulang. Keterlambatan ini justru akan menyenangkan karena dapat memberikan kita lebih banyak waktu untuk jalan-jalan.

 

Jika keterlambatannya hanya beberapa menit bukanlah masalah. Kita cukup mempersingkat alokasi waktu di satu obyek wisata yang kita datangi pertama kali. Masalahnya terasa menyebalkan ketika keterlambatannya sampai beberapa jam. Itu berarti, setidaknya kita harus membatalkan salah satu obyek wisata atau mengatur ulang seluruh jadwal dari awal.

 

Antisipasinya untuk masalah ini adalah dengan mengatur ittinerary yang mudah diatur ulang. Obyek-obyek wisata yang sangat kita minati sebaiknya tidak diletakkan di hari pertama. Atau setidaknya jangan diletakkan sebagai obyek wisata pertama yang kita kunjungi begitu sesampainya kita di sana. Di hari pertama, buatlah kegiatan yang santai dan bukan obyek wisata yang begitu penting. Sehingga kita tidak akan merasa terlalu jengkel jika harus mengorbankannya.

 

 

2. Tempat Wisata Tutup

 

Sebelum menyusun ittinerary sebuah perjalanan, kita biasanya terlebih dahulu mencari informasi tentang potensi wisata di daerah tujuannya. Dari situ, kita akan tahu obyek wisata apa saja yang tersedia di sana. Ittinerary kemudian kita susun berdasarkan obyek wisata apa saja yang ingin kita kunjungi. Pemilihan obyek wisata tentu saja didasarkan pada minat pribadi kita masing-masing.

 

Dari penyusunan ittinerary sampai akhirnya kita sampai di kota tujuan, pikiran kita tentu akan sering disibukkan dengan bayangan akan petualangan kita nantinya. Obyek wisata yang kita kunjungi, apakah akan terlihat seindah di gambar yang kita temukan di internet, apakah berkegiatan di sana akan terasa se-asyik yang orang-orang bilang di forum, dan masih banyak lagi pertanyaan yang mengusik rasa penasaran kita. Tak sabar rasanya menunggu waktu untuk membuktikan hal tersebut secara langsung.

 

Lalu, bayangkan jika setelah memendam rasa penasaran sekian lama, ternyata kamu mendapati obyek wisata yang kamu minati ternyata tutup ketika kamu sudah sampai di sana. Tentu rasanya sebal bukan main. Apalagi jika obyek wisata itu merupakan obyek wisata yang paling kita ingin kunjungi. Mustahil rasanya jika kita memaksa pihak pengelola untuk membuka obyek wisata itu untuk kita.

 

post-17283-0-21662100-1431485183_thumb.j

Anak Mendatangi Kebun Binatang yang Tutup

(Sumber: i.huffpost.com)

 

Beberapa obyek wisata yang sudah terkenal secara internasional biasanya memberikan pengumuman sejak awal jika akan tutup di tanggal-tanggal tertentu. Informasi ini mereka cantumkan pada website mereka masing-masing. Obyek wisata yang tidak terlalu populer pun juga akan demikian jika pengelolanya memiliki website dan cukup aktif dalam meng-update website mereka.

 

Apabila kamu tidak ingin mendapati masalah yang seperti ini, kamu bisa mengunjungi website resmi dari obyek wisata yang kamu minati tersebut. Jika ingin lebih yakin lagi, kamu bisa menelepon kantor pengelolanya sebelum berangkat ke sana. Namun, cara ini jarang dilakukan orang karena memang jarang terjadi obyek wisata tutup tanpa ada alasan dan pemberitahuan yang jelas.

 

 

3. Google Map Tidak Valid

 

Seorang traveller yang berjiwa petualang biasanya suka berjalan-jalan sendiri keliling kota, baik untuk mengeksplorasi suasananya atau sekedar untuk mengunjungi obyek wisata yang diminatinya. Untuk berjalan-jalan, mereka tentu membutuhkan peta sebagai bekal pegangannya. Peta itulah yang membuatnya berani untuk melangkah sendiri karena ia jadi tahu ke arah mana dia harus berjalan. Tanpa peta, tentu dia tidak akan tahu ke mana harus pergi.

 

Di jaman yang modern seperti ini, peta kertas yang konvensional sudah banyak ditinggalkan. Kebanyakan traveller menggunakan aplikasi GPS yang biasanya sudah otomatis ter-install dalam smartphone masing-masing. Peta konvensional sudah banyak ditinggalkan karena terasa repot jika kita harus berjalan membawa selembar kerta super lebar. Belum lagi cara membacanya pun agak sulit bagi sebagian orang. Sebaliknya, Google Map memang aplikasi yang sangat bisa diandalkan. Selain praktis karena tidak perlu dibawa-bawa, petanya pun cukup detail dan jelas. Kita juga bisa mencari alternatif jalan lain, mengetahui tingkat kemacetan, dan mengukur estimasi waktu yang diperlukan untuk sampai di sana.

 

post-17283-0-65454900-1431485185_thumb.j

Peta dalam Genggaman

(Sumber: image.bwbx.io)

 

Namun rupanya tidak semua daerah tercakup dengan baik oleh aplikasi semacam ini. Ada juga daerah-daerah yang petanya bermasalah. Peta yang tidak detail membuat kita bingung saat kita menemukan jalan yang buntu atau tidak terdata dengan baik. Belum lagi jika rupanya peta tersebut merupakan peta lama yang mana keadaannya di dunia nyata sudah mengalami banyak perubahan. Terkadang bahkan ada gambar di peta yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Peta yang tidak valid beresiko membuat kita tersesat di kota yang tidak kita ketahui. Kita bisa gagal mencapai obyek wisata yang akan kita kunjungi. Otomatis, gagal sudah rencana kita untuk berwisata pada saat itu.

 

Jika kamu berencana menggantungkan hidupmu pada Google Map pada saat akan berjalan-jalan mengelilingi sebuah kota, sebaiknya pastikan dahulu apakah peta yang ada sudah cukup update dan lengkap. Biasanya, kota besar memiliki data gambar yang lengkap dan update. Sebaliknya, kota kecil yang tidak terlalu populer biasanya tidak bisa terlalu diharapkan di aplikasi semacam ini. Walaupun sudah ada aplikasi peta GPS di smartphone, sebaiknya kamu juga membekali diri dengan peta konvensional di dalam tas. Selain itu, jangan merasa takut dan malu untuk bertanya pada penduduk lokal jika kamu menemukan sesuatu yang membingungkan di peta.

 

 

4. Terlalu Banyak Biaya Tak Terduga

 

Travelling membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi jika tempat yang dituju cukup jauh atau terpencil. Seringkali, urusan biaya ini menghambat para traveller untuk mewujudkan hasrat jalan-jalannya terutama mereka yang biasa travelling dengan budget minim. Maka dari itu, perhitungan dan perencaan yang detail sangat diperlukan agar biaya yang dikeluarkan dapat diperkirakan dan diatur dengan baik.

 

Sebaik-baiknya perhitungan dan perencanaan, pada kenyataannya bisa saja kita mendapati pengeluaran lain yang tidak kita duga sebelumnya. Hal ini masih bisa dibilang wajar karena kenyataan biasanya tidak mungkin bisa sama persis dengan rencana. Setiap traveller pun biasanya sudah mengalokasikan dana untuk persiapan terhadap pengeluaran-pengeluaran mendadak semacam ini.

 

post-17283-0-43133700-1431485190_thumb.j

Menghabiskan Uang

(Sumber: thewalisses.files.wordpress.com)

 

Namun terkadang, suatu tempat dapat menguras uang kita lebih banyak daripada yang kita kira. Ada saja pengeluaran itu, baik yang terpaksa kita keluarkan maupun pengeluaran yang berasal dari keinginan kita sendiri. Contoh pengeluaran yang terpaksa misalnya membayar ongkos taksi karena tidak menemukan transportasi umum atau menyewa hotel yang lebih mahal karena hotel yang murah terlalu tidak memadai. Sementara contoh pengeluaran yang kita inginkan sendiri adalah seperti kita melihat barang kerajinan lokal yang begitu indah kemudian kita beli padahal harganya cukup mahal.

 

Pengeluaran tak terduga yang berasal dari keinginan sendiri akan membuat kita merasa galau karena membuat budget semakin menipis. Namun, hal itu masih tidak akan membuat kita merasa kesal. Namun jika pengeluaran tak terduga itu merupakan keterpaksaan dan nominalnya pun besar, pasti hati ini akan terasa sangat kacau. Apalagi jika budget kita sudah sangat tipis sehingga kita harus mengambil alokasi dana dari hal lain.

 

 

5. Makanan Tidak Enak Terus

 

Travelling tidak terasa lengkap jika kita belum mengeksplorasi nilai-nilai budaya lokalnya. Salah satu caranya adalah dengan berwisata kuliner. Mencicipi cita rasa khas suatu daerah memang merupakan pengalaman yang seru untuk dilakukan. Kegiatan ini bisa membuat kita merasakan aura dari suatu daerah secara lebih mendalam. Saat berada di suatu tempat, akan lebih seru jika kita dapat mencicipi sebanyak mungkin jenis makanan dan minuman khas daerahnya.

 

Tidak ada jaminan bahwa kita akan menyukai rasa makanan yang akan kita santap. Memang itulah resikonya saat berwisata kuliner. Sesekali kita menemukan rasa yang benar-benar memanjakan lidah yang mungkin akan membuat kita rindu suatu hari nanti. Sesekali lain, kita menemukan rasa yang biasa-biasa saja yang mungkin akan kita lupakan. Sesekali pula, kita menemukan makanan yang begitu terasa aneh dan tidak nyaman di lidah. Begitulah dinamikanya berwisata kuliner.

 

post-17283-0-19462100-1431485194_thumb.j

Makanan yang Tidak Bisa Dinikmati

(Sumber: itspchan.files.wordpress.com)

 

Terkadang, seseorang cukup sial untuk menemukan makanan yang tidak enak berkali-kali dalam waktu yang berurutan. Sarapan tidak enak, makan siang tidak enak, bahkan cemilan sore pun terasa tidak menyenangkan di indra pengecap. Padalah harga makanan tersebut tidak bisa dibilang murah juga. Kesialan seperti ini akan membuat kita sungguh merindukan masakan rumah atau masakan khas daerah tempat asal kita.

 

Masalah seperti ini bisa dihindari. Sebelum membeli makanan, cari tahu terlebih dahulu informasi tentang makanan tersebut terutama informasi mengenai bahan dasar dan cara pemasakannya. Sebelum masuk warung makannya, coba untuk menghirup aroma masakannya, apakah terasa cukup menggiurkan atau tidak. Jika perlu tanyakan pada teman-temanmu yang sudah pernah mencicipinya, terutama ke teman-teman yang selera makannya mirip denganmu.

 

Apabila ternyata kamu cukup sial untuk menemukan makanan yang tidak enak sampai berkali-kali secara berurutan, bisa jadi lidahmu memang tidak cocok dengan cita rasa lokal daerah situ. Kalau sudah begini, sebaiknya kamu cari makanan yang rasanya cukup familiar di lidah seperti McDonalds, nasi goreng, atau mie instan. Memang rasanya terlalu klise, namun masih lebih baik begini daripada tidak makan.

 

 

6. Jadi Korban Kriminalitas

 

Tidak ada daerah yang terjamin 100% keamanannya. Di setiap daerah, ada saja potensi kejahatan dan kriminalitas yang mengincar turis. Rata-rata jenis kejahatan yang mengancam turis atau traveller adalah yang berkaitan dengan harta benda. Beberapa contohnya antara lain pencopetan, penodongan, penipuan, dan masih banyak lagi. Menjelajah tempat yang asing, tentu kita akan sangat berhati-hati dalam bersikap, terutama dalam menjaga diri dan harta benda yang kita bawa. Namun, terkadang kita cukup sial atau lengah sehingga menjadi korban kriminalitas.

 

post-17283-0-71960100-1431485197_thumb.j

Pencopetan Marak Menyerang Turis

(Sumber: rand.org)

 

Dimanapun itu, kehilangan handphone, uang, dokumen berharga, dan harta benda lain akan terasa menyedihkan. Kita pun juga merasa jengkel bukan main kepada pelaku kejahatannya. Jika hal itu terjadi di tempat yang jauh yang mana kita masih asing dengan daerahnya, hal itu akan terasa jauh lebih menyedihkan dan menjengkelkan. Ditambah lagi kita harus repot-repot mengurus laporannya ke pihak berwajib.

 

Agar tidak menjadi korban kriminalitas seperti ini, memang kita harus bersikap sangat hati-hati. Cari tahu tentang kriminalitas apa saja yang biasa terjadi di obyek wisata yang akan  kamu datangi. Dapatkan informasinya dari internet, forum, atau dengan bertanya langsung ke warga atau polisi setempat. Jangan lupa, mintalah tips-tips untuk menghindari jenis kriminalitas tersebut.

 

 

Masalah-masalah yang disebutkan di atas tadi memang bukanlah hal yang sering terjadi pada seorang traveller. Tidak semua traveller pernah memiliki pengalaman pahit yang seperti itu. Akan tetapi, jika masalah ini jatuh menimpamu, dijamin kamu akan merasa jengkel dibuatnya. Nah sekarang, dari beberapa contoh yang disebutkan di atas, adakah kejadian yang pernah menimpamu saat jalan-jalan? Atau kamu punya kejadian menjengkelkan lain yang kamu alami? Ayo ceritakan pengalamanmu di sini!

Share this post


Link to post
Share on other sites

alhamdulilah belum pernah kejadian korban kriminalis

paling kecerobohan sendiri kayak passport jatuh di Bandara Haneda Jepang hehehe

 

tapi memang kalo biaya tak terduga kemaren ngalamin seh pas di Phuket

dan terpaksa narik uang di ATM Bank Siam Thailand pake kartu ATM Mandiri dan bisa hehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Asa Citra

jatuh nya di jepang jadi aman

kebetulan di haneda ada yang nemu dan di kasih ke petugas 

jadi saya dengar pengumuman dan ke bagian Informasi

 

Jepang seh barang jatuh atau ilang masih ada kemungkinan besar ketemu

paling ada di kantor polisi atau pihak berwajib lainnya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Asa Citra

jatuh nya di jepang jadi aman

kebetulan di haneda ada yang nemu dan di kasih ke petugas 

jadi saya dengar pengumuman dan ke bagian Informasi

 

Jepang seh barang jatuh atau ilang masih ada kemungkinan besar ketemu

paling ada di kantor polisi atau pihak berwajib lainnya :D

 

Embweerr... kalo di Negara maju namanya belongings relative aman...

 

Saya pernah kejadian naro pocket camdig   pas mau berenang (di kolam renang) di Anyer, pas

baru berenang berapa menit, balik ke bench, camdig-nya udah "diamankan orang"

nanya pelayan2 gk ada yg liat... pdhal kondisi boleh dibilang sepi...

Jadi curiga yg ngambil justru si org2 hotelnya.

 

Tapi pengalaman lain pas kejadian makan di AquaMarine Restaurant (Marina Mandarin Hotel SG), ketinggalan camdig,

eh pas udah jalan2 seharian di Marina Square baru ngeh Camdig gk ada, trus coba balik ke Restaurant

trus nanya2, eh ternyata ada, udah diamankan (tanpa tanda kutip) oleh waitress, saya hanya disuruh isi form

bahwa memang benda itu milik saya trus ninggalin nomer henpon.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Bima TourTravel
      PROMO HARI RAYA IDUL FITRI LIBURAN KE PULAU PAHAWANG LAMPUNG 
      Tanggal Keberangkatan : 
      • 28 - 30 JUNI 2017
      • 29 JUNI - 1 JULI 2017
      PRICE : 475.000 / PAX
      Include :
      - Tiket kapal Ferry PP pel. Merak - Bakauheuni – Merak
      - Mobil PP Pel Bakauheuni - Dermaga Ketapang - Bakauheuni(Avanza/APV/ElF)
      - Makan 4x
      - Explore pulau (Maitem, Tegal, Tanjung Putus, Kelagian, Pahawang besar dan kecil)
      - Penginapan Homestay
      - Sewa Kapal keliling sekitar pulau Pahawang
      Exclude :
      - Sewa Alat Snorkling + Life Jaket 2 hari (Rp.80.000)
      MEETING POINT : PELABUHAN MERAK
      JADWAL
      HARI PERTAMA
      22.00 - 23.50 WIB : Meeting point Pelabuhan Merak (depan Indomaret)
      22.31 - 04.00 WIB : naik kapal ferry menuju Pelabuhan Bakauheni
      HARI KEDUA
      04.00 - 05.00 WIB : tiba di Pelabuhan Bakauheni kita Istirahat dan sholat Shubuh dulu
      05.00 - 09.00 WIB : Perjalanan ke Dermaga Ketapang dengan mobil APV/AVANZA/ELF yang sudah nunggu
      09.00 - 10.00 WIB : Sarapan di Dermaga Ketapang, persiapan basah-basahan
      10.00 - 11.00 WIB : Perjalanan Exploring Pulau MAITEM
      11.00 - 13.00 WIB : Lanjut Exploring Pulau Tegal
      15.00 - 18.00 WIB : Perjalanan Exploring Pulau Kelagian menunggu sunset .
      19.00 - 22.00 WIB : Makan malam, bbq, ngopi bareng,Pelepasan Lampion, modus barengan
      20.00 - 05.00 WIB : Istirahat bobo yang nyenyak
      HARI KETIGA
      05.00 - 06.00 WIB : Hunting Sunsrise
      06.00 - 07.00 WIB : Sarapan Pagi
      07.00 - 11.00 WIB : Exploring Pulau Pahawang Kecil,besar, dan Tanjung Putus
      12.00 - 13.00 WIB : Kembali ke homestay, packing persiapan pulang
      13.00 - 14.00 WIB : Menuju Pusat oleh-oleh yenyen
      14.00 - 17.00 WIB : Perjalanan menuju Pelabuhan Bakaheuni
      18.00 - 20.00 WIB : Perjalanan Menuju Bakauheuni - Merak
      20.00 - end WIB : sayonara para backpacker see you next trip
      Informasi & pendaftaran, segera hubungi
      Bima TourTravel
      Contact Person:
      Call/Whatsapp: 081380796096
      Pin BB : 2A568A6D
      Line Official : @bimatourtravel
      Website : www.bimatourandtravel.com
      Fanspage : @bimatourandtravel.com
      Twitter : @BimaTourTravel
      Email ke: bimatourtravel [at] yahoo [dot] com

    • By ibnuasmara
      Hutan Kera Ubud, juga dikenal sebagai Hutan Kera Suci Padang tegal, merupakan salah satu atraksi paling populer di Ubud; Tempat perlindungan hutan alam yang merupakan rumah bagi segerombolan kera ekor panjang abu-abu. Situs ini terawat dengan baik berkat program pengelolaan berbasis masyarakat. Hutan ini juga berlokasi strategis di dekat Pusat Kota Ubud, dan berada dalam jarak berjalan kaki dari wisma dan resor di sepanjang jalan utama Jalan Hanoman dan nama Jalan Monkey Forest.
      Selain menyaksikan monyet-monyet yang bermain-main di habitat alami mereka, berayun melalui kanopi, bermalas-malasan di sepanjang jalur atau makan pisang, situs ini menawarkan jalan-jalan yang sejuk di sepanjang jalur beraspal melalui hutan pala berdaun. Kuil kuno yang indah dengan patung-patung penjaga yang tertutup lumut juga ada di seluruh hutan. Mereka yang tinggal di luar Ubud dan datang untuk berwisata sehari biasanya memiliki Monkey Forest Ubud sebagai kunjungan wajib, dikombinasikan dengan sorotan tamasya di Istana Kerajaan Ubud dan berbelanja melalui Pasar Seni Ubud yang luas, hanya berjarak 10 menit berkendara dari hotel. .
       
      Apa yang dilihat
      Jauh di dalam hutan terletak Pura Dalem Agung Padangtegal ke-14. Tempat menarik lainnya adalah Pura Prajapati, yang didedikasikan untuk pemakaman desa. Sebagian besar peninggalan dan patung berlumut berlumut di bawah dedaunan lebat dengan sedikit sinar matahari, memberi situs-situs kecil ini nuansa misterius dan kuno mereka. Akar pohon beringin menggantung di atas tangga naga gelap menawarkan kesempatan foto eksotis. Anda juga dapat menemukan sebuah kuil kuno yang terletak di barat laut Ubud Monkey Forest, yang dikenal dengan Pura Beji, dapat diakses dari tangga dan di samping sungai. Di bali juga di waktu tertentu ada pertunjukan permainan tradisional Bali yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan tradisi Bali
       
      Monyet
      Sebagai daya tarik wisata, Monkey Forest Ubud terkenal dengan upaya pelestariannya. Penelitian dan penelitian secara teratur dilakukan untuk mengamati kebiasaan kesehatan, diet dan pemeliharan monyet. Lebih dari seratus kera mendiami hutan, terbagi menjadi empat pasukan yang berbeda. Meskipun selalu tergoda untuk menyentuh atau memberi makan monyet, Anda disarankan untuk tidak melakukannya. Mereka adalah binatang buas. Aturan praktis lainnya adalah dengan menghindari mengenakan perhiasan atau pakaian longgar - kera dengan mudah bisa merebut kalung atau tas untuk sesuatu yang cukup menarik untuk dimakan.
       
      Senang mendengarnya
      Ubud Monkey Forest memiliki pemanError! Filename not specified.Error! Filename not specified.du lokal dan staf yang siap membantu Anda selama kunjungan Anda. Staf Wana Wenara juga dapat mencoba membantu Anda dengan mengambil kembali 'barang' yang dicuri oleh monyet. Panduan juga merupakan sumber informasi tentang signifikansi budaya dan sejarah tentang situs dan kuil di dalam tempat perlindungan. Seperti halnya situs suci di Bali, wanita selama periode mereka tidak diizinkan masuk ke halaman kuil.
       


       
      SUMBER
    • By onesecond
      Pesona Taman Bunga Wiladatika

      Di suasana yang jenuh saat bekerja atau kuliah, tentu kita membutuhkan waktu refreshing terutama dengan keluarga atau pun kerabat. Sering kali kita bingung tempat mana yang bagus untuk menjadi sasaran. Biasanya tempat yang menjadi sasaran adalah taman rekreasi atau taman hiburan. Jika hanya untuk sekedar piknik bersama keluarga dan tidak mengeluarkan banyak biaya, taman bunga wiladatika cocok untuk kalian yang ingin menghabiskan weekend bersama keluarga.

      Taman Bunga Wiladatika Cibubur yang terletak di Cibubur, Jakarta Timur ini memang terbilang cukup pas untuk tempat kumpul bareng keluarga atau teman. Dengan rumput yang luas, dan, pepohonan yang rindang membuat suasana terasa fresh. Lokasi ini berdekatan dengan perkemahan jambore Cibubur juga bersebelahan dengan Mall Cibubur Junction.


      Harga tiket masuk taman bunga ini senilai Rp 8000 untuk per orangnya. Harga tersebut adalah harga untuk pengunjung umumnya. Harga berbeda bagi pengunjung yang bukan umum seperti anggota pramuka (sedang mengadakan acara kepramukaan). Jam operasional taman bunga ini dari pukul 08.00-17.00 WIB. Salah satu yang menonjol dari taman wiladatika ini adalah air mancur yang berada di tengah-tengah taman. Air mancur ini sering kali menjadi lokasi syuting acara FTV. Taman bunga ini juga sering dijadikan sebagai tempat foto prewedding.

      Untuk para pengunjung yang hobi hunting foto, taman bunga wiladatika ini cocok untuk menjadi tempat tujuan, karena view yang cukup bagus dan banyak bunga-bunga cantik yang terawat.

      Tanah seluas 32 hektar ini memiliki beberapa fasilitas, diantaranya :

      ·         Saung
      Hanya saja tidak serupa dengan saung pada umumnya yang terbuat dari rotan. Saung ini tetap berlantai keramik dan memiliki tiang kayu. Tempat ini berfungsi apa saja sesuai dengan kebutuhan. Biasanya tempat ini untuk mereka bersantai dan menikmati piknik mereka.

      ·         Gedung
      Penyewaan gedung ini dapat digunakan untuk berbagai acara, salah satunya untuk pesta pernikahan.

      ·         Aneka permainan anak-anak
      Permainan yang terdapat di taman bunga ini tidak berbeda jauh dengan permainan di tempat-tempat biasanya. Seperti kereta anak, pesawat-pesawatan, dan bom-bom car. Agar bisa menikmati permainan anak ini, kita membutuhkan koin yang tentunya dengan mengeluarkan uang.

      ·         Kolam renang
      Bagi kalian pecinta renang, kalian bisa coba mengunjungi kolam renang di taman bunga wiladatika ini.

      ·         Warung jajanan
      Jangan khawatir jika kalian lupa atau tidak membawa jenis makanan dan minuman, kalian bisa membelinya disini.
      ·         Pendopo
      Pendopo ini seperti saung yang sudah disebutkan tadi. Hanya saja pendopo ini memiliki tempat yang lebih luas sehingga dapat diisi oleh banyak orang. Biasanya tempat ini cocok untuk arisan keluarga, dan senam.

      Selain itu, taman bunga wiladatika ini memiliki rumput yang luas dan bersih. Rumput ini dijadikan tempat piknik oleh para pengunjung. Kalian bisa membawa tikar dari rumah dan menggelar di atasnya, dan menikmati kebersamaan mereka.

      Selain sebagai tempat piknik keluarga dan hunting, taman ini juga menjadi tempat gathering para pekerja kantoran dan acara keakraban mahasiswa, dan kegiatan pramuka. Pengunjung bebas memilih tempat untuk mengadakan acara-acara tersebut. Baik itu di saung atau di atas rumput. Acara seperti ini identik dengan games. Maka dari itu untuk mendapatkan hasil yang bagus dan memuaskan, pengunjung lebih baik menggunakan fasilitas di atas rumput, karena lebih seru dan leluasa untuk melakukan games.


      Untuk soal kebersihan, taman ini dapat dikatakan sangat bersih. Karena petugas kebersihan disini bertanggungjawab pada lingkungan. Sampah yang ada di tong sampah segera dibuang jika sudah menumpuk. Tentu saja, tindakan ini tidak hanya dilakukan oleh petugas kebersihan, tetapi mereka juga membutuhkan para pengunjung yang bisa ikut serta dalam menjaga, dan merawat kebersihan taman ini.

      Maka dari itu, sebagai pengunjung yang baik. Ikuti peraturan yang ada. Jangan memetik bunga, jangan buang sampah sembarangan, dan hal-hal lain yang dapat merusak taman. Tetap jaga keindahan taman.

      Jadi, bagaimana? Apa kalian tertarik dengan taman wiladatika ini? Terlihat bagus bukan? Karena itu, luangkan waktu kalian bersama keluarga atau teman untuk berkunjung ke taman ini.


       
    • By anggryawn
      hai jalan-jalan goers! saya Anggrya, saya selaku marketing communicaton dari PT. Macan Asia Nusantara, lagi mau melakukan mini survey buat travelers tentang produk kami yakni susu sereal Jerry's (bisa cek instagramnya di: @jerrys1987). surveynya simple dan cuma butuh kurang lebih 3 menit dari waktu kalian. mohon dibantu untuk di klik link surveynya (dan diisi): http://goo.gl/forms/8YP1ZniW9z 
       
      terimakasih banyak dan good luck buat jalan2 kalian yang selanjutnya :D! 
    • By WISATA PANTAI NONGSA BATAM
      [color=rgb(106,106,106)][font=arial][size=1][b]Nagoya Citywalk[/b][/size][/font][/color][color=rgb(84,84,84)][font=arial][size=1] merupakan plaza yang menghadirkan konsep wisata belanja dan wisata kuliner yang berlokasi di pusat bisnis Kota Batam[/size][/font][/color]
    • By pleasejackys
      Punya Anak Bayi/Balita Bukan Alasan untuk Berhenti Jalan-Jalan; Ini Dia Caranya!
       
       
      Ketika masih single, orang belum memiliki tanggung jawab dengan orang lain. Dia hanya perlu menjaga dan mengurus dirinya sendiri saja. Dia bisa bebas ke sana ke mari sesuka hatinya. Itulah mengapa sebabnya sebagian besar traveller adalah orang yang berusia dewasa muda namun masih belum berkeluarga. Atas alasan itulah, banyak orang yang mengatakan, “Travelling-lah sepuas-puasnya, mumpung kamu masih muda dan single.â€
       
      Pendapat demikian seolah menyampaikan bahwa orang yang sudah menikah dan punya anak tidak mungkin bisa travelling. Pendapat itu memang membawa dampak yang bagus bagi para pemuda single karena hal itu memotivasi mereka untuk terus melangkah sejauh mungkin dan sesering mungkin. Namun di sisi lain, pendapat itu juga membuat banyak orang takut untuk menikah. Mereka khawatir, berkeluarga akan membuatnya harus diam di rumah dan tidak bisa jalan-jalan.
       
      Sebagian orang lain berpikir bahwa punya anak pun memang masih bisa jalan-jalan. Tetapi, itu baru bisa dilakukan nanti setelah anaknya cukup besar. Jika anak masih balita, apalagi masih bayi, rasanya mustahil untuk membawanya jalan-jalan. Alasannya bermacam-macam, mulai dari repot menyusui, repot mengganti popok, repot kalau rewel, takut kelelahan, takut si kecil terkena angin, dan masih banyak lagi.
       

      Si Kecil Mau Ikut Travelling
      (Sumber: sudocrem.co.uk)
       
      Mengurus bayi dan balita memang ribet. Tapi bukan berarti kita tidak bisa membawa mereka jalan-jalan. Kamu bisa saja kok jalan-jalan dengan nyaman meski sambil membawa anak yang masih bayi atau balita. Ini dia caranya!
       
       
      1. Konsultasi ke Dokter Anak dan Matangkan Rencana Sesuai Sarannya
       
      Banyak orang berpendapat bahwa membawa bayi untuk jalan-jalan adalah hal yang cukup membahayakan. Ada kemungkinan bayi akan kelelahan atau organ tubuh bayi masih terlalu lemah untuk perjalanan. Jika memang demikian, maka memaksakan bayi ikut travelling tentu akan beresiko mengganggu kesehatannya. Itulah mengapa banyak orang tua yang mengurungkan niat mereka untuk jalan-jalan selagi anak mereka masih bayi.
       
      Sebenarnya, mengajak bayi jalan-jalan bukanlah hal yang buruk selama memenuhi syarat-syarat kesehatan tertentu. Misalnya, bayi boleh naik pesawat setelah usia 3 bulan. Bayi prematur tidak boleh diajak berwisata ke tempat yang dingin. Udara malam tidak baik untuk kesehatan bayi. Dan masih banyak lagi. Sebagai orang yang tidak memiliki banyak ilmu di bidang kesehatan, tentu kita akan kebingungan dimana mencari tahu kondisi kesehatan seperti apa sajakah yang aman untuk bayi diajak travelling.
       

      Periksa ke Dokter Anak
      (Sumber: washington.providence.org)
       
      Tak perlu bingung masalah itu. Cukup bawa saja ke dokter anak terdekat dan konsultasikan rencana travelling yang kita buat. Perhatian utamanya adalah seberapa jauh perjalanannya kesana dan seperti apa medannya. Kondisi cuaca dan udara di lokasi tujuan pun menjadi pertimbangan penting juga. Dokter anak akan memeriksa keadaan bayi kita dan kemudian memperkirakan apakah rencana wisata tersebut cukup aman baginya atau tidak.
       
      Dari dokter anak, kita akan mendapat banyak informasi yang bermanfaat tentang kesehatan bayi kita. Dokter juga tentu memberikan beberapa saran tentang apa yang baik untuk dilakukan agar kita bisa mengajak bayi kita untuk travelling tanpa perlu merugikan kesehatannya. Informasi dan saran dari dokter anak itu tadilah yang kita gunakan sebagai acuan dalam mematangkan rencana petualangan kita. Setiap aspek dari perencanaan itu harus disusun baik-baik dengan memanfaatkan apapun yang dikatakan oleh dokter anak.
       
       
      2. Hati-Hati dalam Memilih Lokasi dan Jenis Kegiatan
       
      Tidak sembarang lokasi merupakan tempat yang baik untuk dikunjungi seorang bayi. Banyak hal yang harus dipertimbangkan bahkan untuk memilih destinasi wisata yang tepat. Hal pertama yang harus diperhitungkan adalah jarak. Jarak suatu destinasi berhubungan dengan waktu tempuh dan moda transportasi. Jarak yang jauh umumnya akan membutuhkan waktu tempuh yang lama. Padahal terlalu lama di perjalanan akan membuat bayi kelelahan dan gampang rewel. Perjalanan yang tidak nyaman pun juga akan membuat bayi merasa terganggu. Maka pilihlah destinasi yang bisa dijangkau dalam waktu singkat dengan perjalanan yang nyaman untuk dilalui.
       
      Kamu bebas memilih obyek wisata apapun untuk dikunjungi bersama anakmu selama kamu tahu apa-apa saja yang perlu dilakukan untuk menjamin keselamatannya. Misalnya, jangan mengajaknya menjelajah hutan atau mendaki gunung jika medannya berat dan resikonya tinggi. Tapi jika kamu yakin bisa melakukannya dengan baik, ya silahkan saja. Kenyamanan bayi selama bepergian pun harus dijadikan pertimbangan utama. Jika bayimu masih sensitif terhadap dingin, jangan paksakan untuk kamu ajak ke daerah bersalju.
       

      Naik Gunung Bersama Anak Bayi
      (Sumber: outsideonline.com)
       
      Berjalan-jalan keliling kota dan mengunjungi landmarknya termasuk jenis kegiatan yang aman untuk dilakukan bersama bayi. Obyek-obyek yang baik antaranya seperti kebun buah dan bunga, situs bersejarah, danau yang tenang, dan masih banyak lagi. Belanja di pasar tradisional pun sah-sah saja selama di dalam pasar nanti kita tidak berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya. Gunakan nalurimu sebagai orang tua untuk membantu menentukan apa yang baik atau tidak untuk dikunjungi bersama anak bayimu tercinta.
       
       
      3. Comforter
       
      Masalah lain yang membuat orang malas untuk jalan-jalan bersama bayi atau balitanya antara lain adalah kalau mereka rewel di tempat umum. Kita akan otomatis menjadi pusat perhatian di tempat umum jika anak kita menangis dan berteriak kencang. Sebagian besar pengunjung yang ada di sana tentu juga akan merasa terganggu kenyamanannya. Mereka akan merasa sebal dengan kita sebagai orang yang bertanggung jawab atas sang bayi. Belum lagi jika anak kita itu tidak mudah untuk ditenangkan kembali. Bisa jadi orang marah dan menganggap kita sebagai orang tua yang buruk sekaligus turis yang menyebalkan.
       
      Sebagai orang tua, tentu kita tahu apa-apa saja yang bisa membuat anak kita tenang. Maka, itulah yang harus kita jaga. Biasanya, bayi dan balita memiliki benda kesayangan masing-masing yang bisa membuatnya merasa nyaman. Benda seperti ini biasa disebut dengan istilah “comforterâ€. Benda-benda yang menjadi comforter biasanya adalah boneka, bantal, selimut, dan barang-barang lain yang teksturnya empuk. Jika anakmu memiliki comforternya sendiri, pastikan untuk selalu membawanya kemanapun kalian pergi.
       

      Boneka Sebagai Comforter Bayi
      (Sumber: cocukistiyorum.com)
       
      Comforter memang akan sedikit merepotkan untuk dibawa terutama saat kalian berkegiatan di obyek wisatanya. Akan tetapi, cara ini memang efektif untuk menjaga anak agar tetap tenang dan nyaman. Selain comforter, kita juga harus tahu hal-hal apa saja yang bisa menenangkan anak kita di saat rewel. Jadi jika si kecil merengek dan menjerit walaupun sudah ada comforter, kita bisa segera menenangkan anak kita sebelum ada pihak lain yang merasa terganggu dengan kerewelan anak kita tersayang.
       
       
      4. Perlengkapan Menyusui
       
      Menyusui anak yang masih bayi juga merupakan hal yang bisa merepotkan saat jalan-jalan. Di satu sisi, bayi sering merasa haus. Di sisi lain, saat jalan-jalan tentu akan sulit jika bayi minta minum. Tidak mungkin kita menyusui langsung di tempat itu juga dengan orang lain berlalu lalang di sekitar kita. Sementara, belum tentu kita bisa langsung menemukan tempat yang bersih dan tertutup agar bisa menyusui.
       
      Di jaman modern seperti sekarang ini, menyusui tidak lagi harus seperti itu. Kamu bisa membeli breast pump (pompa ASI) dan tas khusus penyimpanan ASI agar tidak perlu menyusui secara langsung. Kamu bisa pergi ke toilet sebentar untuk memerah asimu ke dalam botol. Kemudian, kamu bisa membawa asi botol dengan tas khusus itu kemanapun. Dengan begini, bayimu bisa minum kapanpun saat dia lapar tanpa kamu harus repot mencari tempat. Jika ingin menyusui secara langsung, kamu bisa membeli nursing apron alias celemek menyusui. Bentuknya agak mirip seperti celemek memasak namun bisa menutupi dada secara menyeluruh. Celemek ini digunakan saat menyusui di tempat umum agar tidak terlihat orang-orang. Kedua cara ini banyak digunakan oleh para ibu-ibu muda yang suka bepergian.
       

      Menyusui dengan Nursing Apron
      (Sumber: aliimg.com)
       
      Susu formula juga bisa dijadikan solusi agar tidak perlu repot menyusui saat jalan-jalan. Kamu cukup membawa botol minum dan susu bubuk dalam kotak kecil. Kedua benda ini tidak akan terlalu menghabiskan tempat dalam tas. Kapanpun diperlukan, kamu bisa langsung membuat minumannya dengan cepat. Akan tetapi, tidak semua orang tua mau memberikan susu formula pada anaknya, apalagi jika tidak disertai dengan petunjuk dokter. Maka, solusinya adalah dengan memberi ASI seperti cara di atas tadi.
       
       
      5. Stroller dan Carrier
       
      Meskipun kita menjalaninya dengan santai dan senang, kegiatan jalan-jalan tetap saja akan menyita tenaga kita bahkan jika kita pergi sendirian. Kaki yang pegal karena banyak melangkah dan kondisi tubuh yang lelah karena berkegiatan seharian sudah menjadi cerita klasik bagi para traveller. Lalu, bayangkan bagaimana jadinya jika masih harus menggendong bayi dengan kedua tangan saat travelling nanti? Selain bisa membuat tangan pegal, ini juga akan menyulitkanmu untuk bergerak dan melakukan banyak hal lain yang menggunakan tangan misalnya seperti makan, membayar, dan lain sebagainya.
       
      Jika anak sudah berusia balita, mungkin kamu bisa sedikit lega karena tidak lagi perlu menggendongnya sepanjang waktu. Akan tetapi, kamu juga tidak bisa mengharapkan mereka mau berjalan sendiri sepanjang hari selama jalan-jalan. Bagaimanapun, mereka masih terlalu kecil sehingga energi mereka terbatas. Mereka tentu akan lebih cepat lelah daripada orang dewasa. Tapi jika harus menggendong mereka saat mereka lelah tentu saja sulit. Badan mereka yang sudah agak besar tentu akan terasa sangat berat dan mudah melelahkan.
       

      Baby Carrier Agar Tidak Repot Menggendong
      (Sumber: travel.ninemsn.co.au)
       
      Jangan ketinggalan jaman. Agar bisa menggendong lebih baik, kamu bisa memanfaatkan baby carrier alias gendongan bayi modern. Ada banyak jenis baby carrier di pasaran, baik itu gendongan depan, samping, atau gendongan belakang. Baby carrier bisa membantumu menggendong bayi tanpa harus selalu dipegang oleh kedua tangan. Dengan begini, tanganmu bisa bebas melakukan hal lain. Selain itu, baby carrier juga efektif mengurangi resiko pegal.
       
      Selain baby carrier, kamu juga perlu membeli stroller alias kereta bayi. Setiap kali lelah menggendong atau jika kamu harus melakukan hal lain, kamu bisa meletakkan bayimu di stroller. Anak balita pun demikian. Kamu bisa meletakkan mereka di stroller dan mendorongnya setiap mereka merasa lelah berjalan sendirian. Praktis bukan? Umumnya, stroller bisa digunakan sampai anak berusia 3-4 tahun. Pilihlah jenis stroller yang dapat dilipat agar ringkas jika dibawa ke mana-mana.
       
       
      6. Au Pair atau Day Care
       
      Jalan-jalan seharian sembari mengurus anak bayi atau balita mungkin terlalu melelahkan bagi sebagian orang, terutama jika orang tersebut travelling sendirian. Bukan hanya melelahkan, travelling sendirian sembari membawa anak juga akan sangat merepotkan. Bisa jadi, waktu dan perhatianmu tersita terlalu banyak oleh urusan anak daripada untuk jalan-jalan. Memang bukan hal yang salah jika sibuk mengurus anak, namun sesekali kamu juga berhak bersenang-senang dan refreshing bukan?
       
      Untuk masalah ini, kamu bisa menyewa seorang Au Pair alias Babysitter. Jasa mereka akan membuatmu sedikit lega dan luang sehingga kamu bisa melakukan banyak hal lain. Tenagamu juga tidak akan terlalu terforsir untuk urusan anak. Dengan menyewa seorang Au Pair, kamu bisa membawa anak bayi/balita mu jalan-jalan bersamamu tanpa kamu perlu kerepotan dan kelelahan mengurusnya.
       
      Ketika sedang berpelancong, sesekali mungkin kamu memerlukan waktu untuk berkegiatan sendirian, tanpa membawa anak sama sekali. Misalnya, kamu ingin ke kafe di malam hari atau kamu ingin mendaki tebing. Di saat seperti ini, kamu bisa meminta sang Au Pair untuk menjaga anakmu sementara waktu.
       

      Titipkan Anak ke Au Pair
      (Sumber: assets.babycenter.com)
       
      Solusi lain adalah, kamu bisa menitipkan anakmu ke Day Care. Di sana, anak akan diurus dengan baik. Mereka juga akan puas bermain denga sebayanya dan bahkan mendapat pendidikan yang bermanfaat dari tenaga pengajar di sana. Day Care biasanya ada di kota-kota besar sehingga solusi ini tidak berlaku jika kamu jalan-jalan ke kota kecil. Jasa Day Care bermacam-macam. Ada yang menerima penitipan anak untuk beberapa jam saja, ada yang bisa sampai 24 jam.
       
       
      7. Perhatikan Keadaan Anakmu Setiap Waktu
       
      Segala cara sudah kita lakukan agar bisa tetap jalan-jalan dengan nyaman dan menyenangkan sambil membawa anak tanpa perlu mengabaikan kesehatan dan kenyamanannya. Walau begitu, kita tetap harus selalu waspada karena pada kenyataannya, bisa terjadi hal-hal yang di luar prediksi kita yang membuat si kecil merasa tidak nyaman atau terganggu kesehatannya. Sebagai contoh, anak bisa kelelahan, sakit, atau tidak nyaman.
       
      Maka dari itu, penting bagi kita sebagai orang tua untuk selalu bersikap perhatian dan tanggap terhadap anak kita sendiri. Periksa keadaan si kecil setiap waktu dan pastikan dia tetap dalam keadaan yang baik dan nyaman. Jika terlihat sang anak tampak seperti kelelahan, kedinginan, kepanasan, atau apapun yang membuatnya tidak nyaman, segeralah untuk pergi dari situ dan kembalilah ke hotel. Apabila anak terlihat tidak sehat, batalkan kegiatanmu saat itu dan segeralah pergi ke dokter anak untuk mengecek keadaannya.
       
       
      Jalan-jalan sambil membawa bayi tentu lebih sulit daripada jalan-jalan sendirian. Namun, bukan berarti itu adalah hal yang mustahil dilakukan. Jika kamu mau berusaha lebih, sebenarnya tidak sulit juga untuk kamu bisa jalan-jalan dengan senang dan riang sembari membawa buah hati kita yang masih mungil. Semuanya tergantung pada seberapa besar hasrat kita untuk jalan-jalan dan seberapa keras kita mau berusaha untuk mewujudkannya.
       
      Akan tetapi di balik semua itu, kesehatan dan kenyamanan anak tetaplah yang nomor satu. Jika keadaan tampaknya tidak mendukung untuk kita jalan-jalan sembari membawanya, lebih baik urungkan saja niat kita untuk jalan-jalan. Kita bisa mencobanya lagi lain kali jika keadaannya sudah lebih baik.
    • By pleasejackys
      Sama Saja Jalan-Jalan; Apa Sih Bedanya Traveler dengan Turis?
       
       
      Jalan-jalan ke tempat yang asing serta melihat-lihat hal yang menarik di sana merupakan kegiatan yang disukai oleh banyak orang. Kemungkinan besar kamu juga salah satunya. Ada berbagai istilah untuk menyebut kegiatan ini; travelling, jalan-jalan, plesir, berpelancong, berwisata, dan lain sebagainya. Orang yang melakukannya biasanya disebut traveler atau turis.
       
      Yang tidak banyak diketahui orang adalah bahwa sebenarnya, traveler dan turis bukanlah dua kata yang bersinonim. Keduanya memiliki pengertiannya sendiri-sendiri. Secara garis besar, kegiatan yang dilakukan traveler dan turis tidaklah jauh berbeda. Mereka sama-sama bepergian ke suatu tempat untuk melihat atau melakukan hal yang menarik di sana. Orang awam pun tahunya dua istilah tersebut memiliki artian yang sama. Padahal sebenarnya, traveler dan turis memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan.
       

      Traveller atau Turis?
      (Sumber: blog.celep.com)
       
      Sebagai orang yang suka jalan-jalan, wajib bagi kamu untuk mengetahui apakah definisi masing-masing dari traveler dan turis, apa saja yang menjadi perbedaan di keduanya, serta tipe Jalan2ers apakah kamu. Sebelum membahas secara detail mengenai perbedaan dari traveler dan turis, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian dari masing-masing istilah;
       
      -          Turis adalah orang yang bepergian ke suatu tempat untuk berwisata, mengunjungi obyek yang menarik, dan kemudian pulang setelah cukup bersenang-senang di lokasi tersebut.
       
      -          Traveler adalah orang yang bepergian ke suatu tempat untuk menjelajahinya, mengeksplorasi budayanya, membaur dengan masyarakatnya, dan mencicipi kehidupan di sana. Dia akan melanjutkan perjalanan ke tempat lain berikutnya atau pulang kembali ke rumahnya setelah cukup puas mendapatkan pengalaman baru di tempat tersebut.
      Apakah kedua definisi di atas sudah cukup memberikan pandangan mengenai perbedaan antara traveler dan turis? Jika masih agak membingungkan, mari kita bahas lebih lanjut mengenai perbedaan-perbedaan yang cukup jelas antara keduanya:
       
       
      1. Tujuan
       
      Apa yang kamu lakukan memberikan definisi terhadap siapakah dirimu. Termasuk dalam hal jalan-jalan. Tujuan adalah perbedaan yang paling mendasar antara traveler dan turis. Seseorang yang bepergian mungkin bisa memiliki beberapa tujuan sekaligus. Namun, pasti ada satu tujuan yang menjadi alasan utama mereka melakukan kegiatan ini. Tujuan utama itulah yang menjelaskan apakah orang tersebut merupakan seorang traveler atau turis.
       

      Senangnya Jika Tujuan Kita Saat Jalan-Jalan Bisa Tercapai
      (Sumber: staticflickr.com)
       
      Tujuan utama dari seorang turis adalah pariwisata. Mereka bepergian untuk rekreasi, berlibur, dan mencari kesenangan. Ketika menentukan kota yang akan menjadi destinasi pilihannya, seorang turis akan mulai dari menentukan obyek wisata apa yang ingin mereka kunjungi. Setelah itu, baru dilihat obyek itu ada di kota mana. Turis akan merasa puas berjalan-jalan jika rasa penat di kepala sudah menghilang.
       
      Segala macam persiapan yang dilakukan seorang turis sebelum keberangkatan pasti sengaja disiapkan untuk obyek tersebut. Misalnya, seorang turis ingin mengunjungi Menara Eiffel. Maka, ia akan membeli tiket ke Paris dan membeli gaun sore yang santai untuk dipakai berjalan-jalan. Waktu yang mereka pilih untuk berkunjung pun seringkali disesuaikan. Misalnya, seorang turis ingin mendaki Gunung Bromo. Maka dia akan berkunjung ke Jawa Timur di musim kemarau.
       
      Traveler memiliki tujuan utama yaitu mencari pengalaman. Di tempat yang menjadi destinasinya, seorang traveler berharap dapat memperluas wawasannya, membuka sudut pandang baru terhadap caranya melihat dunia, menjalani gaya hidup yang berbeda dari kehidupannya sehari-hari, dan menemukan berbagai hal baru. Traveler ingin terus tumbuh setiap kali menjejakkan kakinya ke tempat baru. Seorang traveller akan merasa puas dengan petualangannya jika dia mendapatkan inspirasi atau pelajaran yang berharga bagi kehidupannya atau orang lain yang ditemuinya.
       

      Traveller Siap Kemanapun Kapanpun
      (Sumber: topmodelosperuanas.com)
       
      Dalam menentukan destinasinya, seorang traveler tidak terlalu memikirkan obyek wisata. Mereka lebih menitik beratkan terhadap keunikan budayanya. Beberapa traveler bahkan cenderung asal dalam menentukan destinasinya dan berharap mendapatkan kejutan menarik di sana. Traveler bisa datang berkunjung kapan saja dan pergi kapan saja mereka mau.
       
       
      2. Pertimbangan dalam Memilih Obyek Wisata
       
      Menjadi seorang traveler bukan berarti tidak berminat mengunjungi obyek wisata seperti turis. Traveler pun kadang atau bahkan sering juga mengunjungi tempat-tempat tertentu yang merupakan destinasi wisatawan. Akan tetapi, dalam memilih obyek wisata yang akan mereka kunjungi, traveler memiliki dasar pertimbangan yang berbeda dengan turis.
       
      Seorang turis umumnya memilih obyek destinasi melalui popularitasnya. Mereka lebih suka mendatangi tempat-tempat yang terkenal dan sering dikunjungi oleh banyak orang dari seluruh dunia. Mereka mencari pilihan obyek wisata dari situs wisata, tourism guidebook, dan iklan-iklan yang dipasarkan oleh travel agent. Kenyamanan serta kemudahan akses pun merupakan pertimbangan penting bagi mereka. Turis biasanya tidak akan tertarik untuk mendatangi suatu tempat yang terpencil dan sepi walaupun tempat tersebut memiliki keindahan yang luar biasa.
       

      Obyek Wisata yang Populer di Kalangan Turis
      (Sumber: images.china.cn)
       
      Traveler lebih fokus mengeksplorasi budaya masyarakatnya. Ketika sedang membaur dan bergaul dengan warga lokal, traveler akan meminta informasi dari mereka mengenai tempat apa saja yang menarik untuk dikunjungi di daerah tersebut. Dia tidak akan keberatan jika tempat tersebut sulit dijangkau. Baginya, hal itu justru menjadi tantangan tersendiri. Sepi pengunjung pun tidak akan membuatnya ragu akan keindahan tempat tersebut. Justru itulah kesempatannya untuk menikmati keindahan itu secara bebas.
       
       
      3. Cara Berpikir dan Bersikap
       
      Perbedaan mendasar lain antara traveler dan turis terletak dari cara mereka dalam berpikir dan bersikap. Pola pikir mereka masing-masing ini dipengaruhi oleh niat dan tujuan mereka untuk jalan-jalan dan kemudian akan mempengaruhi sikap mereka selama berada di perjalanan dan tempat tujuan.
       
      Traveler berpikiran terbuka dan merasa siap untuk segala hal. Kesempatan apapun yang datang padanya akan langsung diambilnya tanpa banyak pertimbangan. Mereka suka berkelana jauh dari zona nyaman mereka dan menantang diri untuk mencoba hal-hal baru. Apabila bertemu kendala atau masalah, mereka cenderung mampu menguasai diri dan bersikap tenang sembari memikirkan jalan keluarnya. Ini karena dari awal mereka memang menyiapkan mental mereka untuk berbagai kemungkinan, termasuk kemungkinan terburuk sekalipun.
       

      Siap Menghadapi Segalanya
      (Sumber: obiturizm.com)
       
      Karena tujuannya adalah untuk memperluas sudut pandang mereka tentang kehidupan, para traveler senang berinteraksi dengan orang-orang lain, baik itu warga lokal maupun sesama traveler lainnya. Mereka tertarik mempelajari beberapa kosakata dan kalimat yang umum digunakan dalam bahasa lokal tempat mereka berkunjung. Beberapa traveler bahkan memperhatikan cara berpakaian warga lokal di sana dan kemudian berusaha meniru atau mengadaptasinya ke dalam penampilan mereka. Bagi warga lokal, usaha para traveler untuk membaur seperti ini menunjukkan betapa mereka menghargai budaya di tempat yang dikunjunginya. Hasilnya, warga lokal tersebut pun akan balik menghargai sang traveler.
       
      Di lain pihak, turis cenderung berpikiran tertutup. Fokusnya hanya tertuju pada obyek dan kegiatan wisata yang sudah direncanakannya. Mereka tidak tertarik dengan hal selain itu. Segala kesempatan yang ada dilewatkannya begitu saja seolah mereka tidak melihatnya sama sekali. Secara umum, dapat dibilang mereka lebih memilih untuk tetap berada dalam zona nyaman mereka. Bila masalah datang menghadang saat mereka sedang asyik berlibur, mereka cenderung gampang panik dan merasa sangat terganggu. Ini karena mereka tidak memikirkan hal lain selain bersenang-senang dan melepas penat di kepala.
       
      Turis tidak tertarik untuk berbasa-basi dengan warga lokal. Interaksi dengan warga lokal hanya dilakukan jika benar-benar perlu, misalnya jika akan membeli suvenir, naik kendaraan umum, dan sebagainya. Sedikit pun mereka tidak mempelajari bahasa lokal di sana karena dirasanya tidak penting. Beberapa turis bahkan merasa kesal jika ada petugas atau pedagang yang tidak paham Bahasa Inggris. Sikap para turis yang terkesan cuek terhadapa kehidupan sosial masyarakat lokal akan menimbulkan kesan bahwa mereka sombong dan tidak menghargai budaya lokal. Ini akan membuat masyarakat di sana tidak menyukai mereka. Maka, jangan heran jika memang banyak warga lokal yang membenci turis.
       
       
      4. Foto dan Cara Menikmati Kegiatan Jalan-Jalannya
       
      Beda tujuan, beda pola pikir, dan beda sikap tentu akan menghasilkan perbedaan juga pada cara mereka masing-masing dalam menikmati kegiatan jalan-jalannya. Begitu pula halnya dengan traveller dan turis. Masing-masing dari mereka memiliki prioritas sendiri-sendiri saat sedang berkeliling atau berjalan-jalan di tempat tujuan mereka. Hal ini biasanya terlihat jelas dari cara mereka memotret.
       
      Seorang turis biasanya tidak akan puas jika mengunjungi suatu tempat namun tidak menghasilkan foto yang bagus. Foto tersebut bukanlah hanya sekedar untuk media untuk mengenang perjalanannya semata. Namun, foto itu juga dianggap sebagai barang bukti yang secara valid menunjukkan bahwa dia telah benar-benar ke sana. Mereka jarang memotret obyek saja. Foto yang mereka ambil biasanya adalah foto diri mereka yang secara jelas menunjukkan mereka sedang berwisata. Misalnya foto dengan background berupa obyek wisata terkenal. Tak jarang mereka sampai meminta bantuan orang lain untuk memotret agar mereka bisa berpose penuh.
       

      Turis Sedang Selfie
      (Sumber: skift.com)
       
      Satu foto pun tidak akan cukup bagi mereka. Mereka akan berusaha mengambil foto sebanyak mungkin. Di setiap sisi, di setiap sudut, mereka akan mengambil gambar. Seringkali mereka lebih sibuk dan terfokus untuk memotret ini itu ketimbang menikmati suasana yang ada di sekeliling mereka. Mereka baru akan mulai fokus melihat-lihat sekeliling dan menikmati kegiatannya secara penuh ketika mereka sudah puas menjepret banyak sekali gambar.
       
      Lain halnya dengan seorang traveller sejati. Baginya, suasana yang asing dan indah adalah sesuatu yang amat langka dan berharga. Oleh sebab itu, penting bagi mereka untuk dapat menikmatinya semaksimal mungkin. Seorang traveller akan sibuk berjalan ke sana kemari, melihat ini itu, mencoba berbagai hal baru, dan melakukan berbagai macam eksplorasi yang dapat memberinya pengalaman baru dan unik.
       
      Bukan berarti traveller tidak suka memotret apa yang mereka temui di perjalanan. Hanya saja, jika memotret dapat mengganggu fokus mereka dalam menikmati petualangannya, mereka akan memilih untuk menyimpan kamera mereka. Kalaupun memotret, traveller lebih banyak memotret obyek yang mereka lihat ketimbang berusaha memotret diri sediri sebagai validasi kunjungan mereka. Mereka akan memotret diri mereka hanya sesekali saja. Tak jarang pula ada traveller yang tidak sempat, lupa, atau bahkan malas menjepretkan kamera mereka saking asyiknya menikmati suasana asing yang dijumpainya.
       
       
      5. Penampilan
       
      Cara berpikir dan sikapmu biasanya tercermin juga dari cara kita tampil, baik itu dari gaya berpakaian kita, cara berjalan, dan hal-hal lainnya yang tampak langsung. Traveler dan turis pun demikian. Walaupun sama-sama berkunjung ke tempat asing, mereka memiliki pikiran dan preferensi yang berbeda. Itulah mengapa kita juga bisa membedakan dua tipe orang ini secara visual.
       
      Turis biasanya tampil mencolok karena mereka memang suka memperhatikan penampilan. Mereka biasanya memakai baju yang bagus dan disesuaikan dengan atraksi yang mereka kunjungi. Berbagai macam aksesoris pendukung pun tak lupa dikenakan untuk melengkapi penampilan mereka, misalnya topi matahari, kacamata hitam, scarf yang cantik, dan lain sebagainya. Turis juga suka membawa kamera otomatis di tangan atau kamera SLR dikalungkan di lehernya.
       
      Turis sangat terfokus pada obyek wisata yang menjadi tujuan pilihannya. Mereka berusaha untuk mencapai tempat itu sesegera mungkin. Mereka cenderung tidak peduli akan apa yang mereka lewati di jalan karena mereka memang tidak tertarik. Ketika berjalan, tak jarang para turis menunjuk-nunjuk ke arah tertentu secara terang-terangan. Ini adalah refleks mereka untuk menunjukkan arah mana yang akan mereka tuju atau ketika melihat hal yang menarik di sana.
       
      Traveler cenderung berpakaian sederhana. Umumnya mereka tidak suka dengan pakaian yang ribet. Apalagi mereka juga masih belum punya rencana pasti terhadap obyek apa yang akan didatanginya ataupun kegiatan apa yang akan dilakukannya. Sehelai kaos atau kemeja santai dengan bawahan celana jeans sudah cukup bagi mereka.
       

      Traveller yang Sederhana
      (Sumber: paraphrasinglife.files.wordpress.com)
       
      Traveler menikmati perjalanannya. Mereka suka melihat-lihat apa saja yang mereka lewati dalam perjalanannya menuju obyek tujuan. Apabila ada hal menarik di tengah jalan, mereka akan berhenti untuk mengeksplorasinya lebih lanjut. Mereka tidak akan terburu-buru untuk langsung ke obyek wisata tujuan. Mereka juga tidak suka menunjuk-nunjuk seperti turis. Justru mereka berharap bahwa tidak ada orang yang tahu bahwa mereka bukanlah warga asli sana. Membaur dengan suasana kota merupakan prioritas utama bagi para traveler.
       
      Penjelasan penampilan tersebut di atas tidak selamanya valid. Dalam kenyataannya, banyak pula turis yang suka berpenampilan sederhana. Turis yang seperti ini biasanya memang memiliki kepribadian yang sederhana pula sehingga dalam berpakaian pun mereka terbiasa dengan pakaian-pakaian yang simpel dan seadanya. Traveler pun banyak pula yang tampil keren dan penuh gaya. Mungkin kebetulan mereka memang menyukai fashion sehingga mereka merasa tidak puas jika asal dalam berbusana.
       
       
      Nah. Setelah membaca penjelasan di atas, apakah sekarang kamu sudah cukup paham mengenai perbedaan antara traveler dan turis? Atau, justru penjelasan tersebut membuatmu semakin bingung? Di dunia travelling, ada orang yang lebih suka dibilang traveler daripada turis. Ada yang sampai benci kalau dipanggil turis. Ada lagi yang menyebut dirinya turis. Bahkan, ada juga yang justru memiliki istilah lain lagi untuk hobi yang dijalaninya itu.
       
      Perbedaan antara traveler dan turis sebaiknya tidak terlalu dipusingkan apalagi sampai diperdebatkan. Bukanlah hal penting apakah kamu termasuk seorang traveler, turis, kedua-duanya, atau apapun istilah lain yang bisa kamu temukan untuk ini. Selama kamu bisa menikmati manfaatnya dan tidak merugikan orang lain dalam perjalananmu, kamu bisa terus jalan-jalan kemanapun kamu mau.