• agoda-hemat.png

  • 0
Sign in to follow this  
Angga Wisnu Wijanarka

Rinjani & Gilitrawangan

Question

 

Jika teman baik hanya tau kisah-kisah hebat mu,

sahabat sejati justru menjadi bagian dari kisah hebat itu

anoname

 

 

Salam sejahtera kawan2 kita semua,,

 

Saya mau berbagi pengalaman neh jalan2 saya ke salah satu pulau bagus di NTB sekedar catatan perjalanan, yap semua sudah pada tau kan Lombok. Mungkin sudah pada tau ya lombok itu seperti apa dia terkenal akan gili terawangannya dan gunung tertinggi ke 3 di Indonesia setelah puncak Cartenz Piramid (4884 Mdpl) Papua dan Gn Kerinci (3805 Mdpl) di Jambi. Tapi maaf semisal reportnya masih acak-acakan. Lets go kita berbagi pengalaman..

 

Kita rombongan cm bertiga, 2 cowok dan 1 cewek. terbilang nekat seh tp untung kita ada kawan di mataram sbg tempat untuk singgah jd bisa numpang2 gt. Sebenarnya awalnya cuma berdua seh tp si yati tetep ngeyel dan ngotot pengen ikut. Tapi gara-gara si Yati ini kita dapat tumpangan di Mataram. Setelah mengatur itenary, belanja logistik serta persiapan tiket berangkat, akhirnya kita berangkat pada [7 April 2015] dari Jogja menggunakan pesawat Promo PP 1jt langsung ke Lombok.

 

post-30478-0-04143800-1432094885_thumb.j   post-30478-0-39496200-1432113726_thumb.j

Penampakan di Bandara Adi Sucipto, Jogjakarta

 

Dalam perjalanan 2 jam akhirnya sampai di Badara Internasional Praya di Lombok, sekitar jam 20.00 WITA, Kami bertiga menunggu jemputan kawan yang di Mataram. Bandara di Lombok sangat ramai, bukan ramai karena penumpang tp bnyakny warga yang piknik di area taman bandara. Jadilah kita bertiga linglung liat warga yang pada "piknik"..Hahaha kurang hiburan mungkin.

 

post-30478-0-21354000-1432095307_thumb.j

[8 April] Packing pagi hari di rumah mas Gigih dan siap berangkat (thanks mas Gigih)

 

Setelah packing kita meluncur mencari logistik dan Elf untuk angkutan kita berangkat ke Desa pendakian Sembalun, elf hanya sampai di Aikmel sekitar 2 Jam perjalanan dari Mataram Rp. 35.000 @orang. Dari Akimel kita menunju BaseCamp pendakian di Sembalun dengan menggunakan Pickup pengangkut makanan Rp.15.000 @orang. Pemandangan dari Aikmel ke Sembalun sangat mempesona bray dengan jalan yang berliku, udara yang bersih ditambah banyak dijumpai monyet-monyet liar bray.

 

post-30478-0-74564900-1432095745_thumb.j    post-30478-0-39336500-1432113620_thumb.j

Pemandangan yg bagus sepanjang jalan bray. Hati2 pak sopir makanannya di colong ntar.

 

Setelah sampai BaseCamp Sembalun kita bereskan Registrasi pendakian dan makan siang. Disitu kita diberi pengarahan oleh petugas TNGR (g tw petugas bner ap ga). Kita bayar Rp.22.000 @orang untuk 5hari4malam. Dipersiapkan identitras diri, kemudian suruh mengisi form kedatangan dan juga list sampah yang nanti akan dibawa saat turun. Disitu teman2 juga dapat melihat replika gunung Rinjani sehingga sebelum berangkat dapat melihat dimana aja jalan nanti akan dilalui. Di Desa Sembalun banyak dijumpai warung nasi jadi jangan takut kalau lapar. Jangan lupa beli buah-buahan untuk bekal di perjalanan, kalau kita kemaren bawa nanas bray untuk bekal. Bener serasa nanas surga klo udah dimakan di gunung.

 

post-30478-0-93666800-1432096123_thumb.j   post-30478-0-58168900-1432113600_thumb.j

post-30478-0-76997800-1432096244_thumb.j

Kantor TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani di Desa Sembalun) dan Pintu masuk Pendakian (Pos 0)

Perjalanan awal yang gilak sampai pos 0 (kita sebut pos 0 karena ini baru pintu mauknya), sempet ditawari ojek dan lain sebagainya tp kita dengan pedenya jalan kaki saja. Disini area yang dilewati masih jalan tanah yang menyerupai jalan ladang gitu, kanan kiri pemandangan berupa ladang milik warga. Sampai Pintu masuk ini perjalanan membutuhkan 1,5 jam dari Kantor TNGR. Pintu masuk berupa gerbang dengan pondasi. Persiapan fisik harus bener2 bray klo mau lewat sini. Emang udah nafas tua, ngos-ngosan bray ane diawal sini.

 

post-30478-0-31745000-1432096483_thumb.j   post-30478-0-02635900-1432110227_thumb.j

post-30478-0-78720700-1432110370_thumb.j

Perjalanan penuh Sabana, seperti di mana gituu

 

Kita beristirahat di Pos 2, lama perjalanan  dari Pos 0 ke Pos 2 yaitu 5 jam. Di Pos 2 terdapat sumber mata air, jadi tenang kalau semisal teman2 kehabisan air. Di Pos 2 ini terdapat shelter dan juga WC walaupun agak kurang layak seh, tp klo udah digunung semua dianggap nyaman. [9 April] Pagi sebelum berangkat kita sarapan. Dan anehnya kita buat bubur untuk persiapan perjalanan ke Pelawangan Sembalun. Diarea pendakian kita berjumpa banyak pendaki luar dengan porter2nya, jd tambah semangat soalny banyak yg cantik2 dan muda2.. Hahahay. Pos 2 ke Pos 3 lumayan dekat sekitar 3 Jam, area yang dilalui masih berupa sabana dengan jalan tracking yang berkelok-kelok. Namun dari Pos 3 ke Pelawangan Sembalun kita membutuhkan waktu sekitar 4 Jam lebih dengan topografi yang terjal disertai bukit yang bernama 'Bukit Penyesalan". Disitu ya ampun lutut berasa mau copot, punggung yang tua renta berasa mau patah dan semangat mulai pudar #Lebay. Namun dengan tekad kita berhasil melahap 4 Bukit Penyesalan ditambah bukit Cemara.

 

post-30478-0-13366500-1432111607_thumb.j   post-30478-0-72599000-1432097822_thumb.j

Shelter Pos 2 dan Setelah melewati berbukit-bukit penyesalan

 

post-30478-0-27717400-1432098111_thumb.j   post-30478-0-00560800-1432111482_thumb.j

Ramenya di Pelawangan Sembalun

 

post-30478-0-76113800-1432114197_thumb.j   post-30478-0-75516100-1432098234_thumb.j

Suasana tenda santri.

 

Sampai di Pelawangan Sembalun jam 17.00 kita ambil air (buset katanya jauh), bikin tenda dan masak. Sampai Pelawangan Sembalun pasti sudah rame tenda bro dan kalau hari libur katanya juga penuh disini. Saran aja bikin tenda di daerah yang tidak banyak monyet terus diusahakan sampai sini sebelum malam sehingga bisa enak bikin tenda dan ambil air. Di Pelawangan Sembalun teman2 dapat melihat danau Segara Anak secara langsung dan puncak yang ada didepan mata, kalau tidak kabut seh.

 

Setelah makan malam setel alarm kemudian persiapkan kebutuhan yang akan dibawa ke puncak. Jam 23.00 kita bangun dan persiapan utk Summit Attack, bawa snack atau makanan, minuman, P3K dan Headlamp. Lama perjalanan dari Pelawangan Sembalun sampai Puncak sekitar 6 Jam. Track yang dilalui agak curam sehingga butuh kehati-hatian apalagi malam hari kan. Diusahakan ritme jalan yang konstan dan tidak banyak berhenti, karena nanti ditakutkan kalau berhenti kelamaan badan menjadi lebih dingin. Dengan badan kedinginan dan diterpa angin yang menerjang sepanjang perjalanan namun tertutup rasa penasaran untuk melihat si puncak itu akhirnya kita sampai puncak sekitar pukul 07.30 WITA.

 

post-30478-0-61423600-1432102621_thumb.j   post-30478-0-99845300-1432110805_thumb.j

post-30478-0-45134200-1432111392_thumb.j

Suasana Puncak Anjani 3726 Mdpl. Akhirnya bray... ga tau kapan lagi bisa kesitu.. :terpesona

 

[10 April] Setelah Muncak kita lanjut turun lagi ke pelawangan Sembalun dilanjut makan siang, istirahat dan packing. Perjalanan sekarang target adalah menuju danau segara anak. Perjalanan memakan waktu 4 jam. Kita start dari Pelawangan Sembalun jam 16.00 dan sampai di segara anak jam 20.00. Medan yang dilaluli pertama adalah turunan dengan batuan yang licin apalagi kalau ditambah hujan. Hati-hati disini karena banyak percabangan jalan dan ikuti petunjuk arah jalan saja (jangan mencoba jalan yang aneh). Setelah sampai Segara Anak kita bikin tenda, makan dan istirahat. Tidak lupa juga berbincang dengan para porter yang sedang membawa tamu dari Malaysia.

 

[11 April]

post-30478-0-41359800-1432103505_thumb.j   post-30478-0-57333700-1432103383_thumb.j

post-30478-0-98390500-1432110937_thumb.j

Jangan lupa foto foto dulu

 

post-30478-0-16046400-1432103659_thumb.j

Mampir ke air panas dulu mas bro sekitar setengah jam dari Segara anak sekalian ambil air bersih.

 

post-30478-0-26335600-1432103784_thumb.j   post-30478-0-46731300-1432111214_thumb.j

Berasa seperti Yakuza gan dan Realita Cinta Rock n Bro!!!

 

Setelah kita puas mandi dan bersih-bersih badan kita prepare untuk kembali melakukan perjalanan pulang, tidak turun langsung track yang kita lewati untuk pulang adalah naik ke Pelawangan Senaru terlebih dahulu. Perjalanan memakan waktu sekitar 3 Jam. Track yang dilewati adalah pertama kita menyusuri tepi danau kemudian naik bukit ke arah watu ceper. Disini pemandangan sangat bagus dengan background puncak Anjani, kubah lava baru dan danau segara anak sendiri. Setelah sampai di Pelawangan Senaru kita ngecamp disini satu malam karena waktu yang tidak memungkinkan untuk turun langsung ke desa Senaru. Oiya disini juga tersedia mata air namun jarak yang cukup jauh, posisinya sekitar jalan turun ke Senaru dicelah2 batu.

 

post-30478-0-73937300-1432104302_thumb.j   post-30478-0-77843900-1432110516_thumb.j

Jalan naik ke Pelawangan Senaru di daerah Watu Ceper

 

post-30478-0-75600200-1432104470_thumb.j   post-30478-0-32280800-1432104560_thumb.j

Partner In Crime!! dan Tenda kita

 

[12 April] Turun ke desa Senaru pada awalnya merasa sangat senang karena barang bawaan yang telah ringan apalagi si yati yang dia bawa, cm bawa gas kosong, botol kosong, dan gombal2 dia aja, untung ga otaknya jg kosong. haha. Namun setelah Pos 3 hujan mulai turun dan kita sempat berhenti di Pos 2 untuk makan siang dan menunggu hujan reda. Dengan makan siang seadanya berupa nasi rendang dan bubur kacang ijo untuk menambal perut yang lapar. Jalan track antara Pos 3 ke Pos 2 menjadi aliran air seperti sungai (kayaknya naik perahu disini enak bro) di Pos 1 hujan mulai reda kita istirahat 10 menit dilanjut ke Pintu Masuk Gn Rinjani Desa Senaru.

 

post-30478-0-22239700-1432105029_thumb.j    post-30478-0-04849600-1432105312_thumb.j

post-30478-0-55634400-1432105467_thumb.j

Yeeay kita Sampai.. dan foto2 sambil nunggu bang Yayan,

Oiya bang Yayan adalah pemilik rumah yang nanti kita singgahi sebelum ke Gili Trawangan.

 

 

[13 April]

Dii rumah Bang Yayan dan Rumah Pak Kades Senaru yaitu pak Isa kita dijamu dengan sangat istimewa dari makanan dan kopi. Disana kita bisa melepas lelah selama 5 hari di gunung. Malamnya pun kita bisa menonton Moto GP bareng Pak Kades (Luar biasa mata kita.. Help God). Setelah kita sarapan di rumah kita lanjut trip ke air terjun bernama "Sendang Gile" kalo ga salah seh. Jarang dari rumah sekitar setengah jam kita menggunakan motor aja dan tiket dijamin gratiss karena bilang aja tamu pak kades. hahah

 

post-30478-0-47397000-1432106135_thumb.j    post-30478-0-10295300-1432106275_thumb.j

post-30478-0-59699200-1432106427_thumb.j

Penampakan di Air Terjun Sendang Gile bersama bang Yayan dan juga air disini sangat bersih sekali bray

 

Setelah selasai mengunjungi air terjun dan makan durian yang ternyata si Tj, partner ane menyerah dalam membukany (klo aku seh tinggal makannya aja) kemudian kita pamit ke Bang Yayan dan keluarga untuk trip ke Gili Trawangan. Kita bertiga diantar oleh bang Yayan menggunakan motor, Ane sama si Tj satu motor sempat abis bensin gan dan ujjan pula.. hadeh2 nasib2. Dari Jalan raya di Senaru kita naik Elf dan turun ke Bangsal Rp.35.000 @orang jangan lupa makan siang dulu ntar mabuk siapa tau dpt gratis aqua. haha

 

Sampai Bangsal sekitar 2,5 jam lebih dari Senaru (banyak ngetem), Setelah sampai Bangsal turun di perempatan dilanjut naik Cidomo Rp.15.000 @orang ke Pelabuhan Bangsal (lumayan jauh gan klo jalan kaki, tp banyak yang jalan kq). sebelum nyeberang saran ane beli logistik seperti minum, makanan dan rokok di perempatan bangsal aja karena setelah masuk ke Gili Terawangan harganya jadi ajibb.. Mahal gilakkk.

 

post-30478-0-61257300-1432106864_thumb.j    post-30478-0-05284500-1432113648_thumb.j

Di Elf inilah si Tj kehilangan topinya, gara2 si yati gagal fokus. Dan Masih berdebat sampai pelabuhan wkwkw

 

Menyeberang ke Ke Gili Terawangan Rp.15.000 @orang, Setelah sampai Gili Terawangan cari tempat untuk bikin tenda dan usahakan izin dulu ke resto/cafe sebelahnya. Kalau ane kemaren di dekat PLN tempatnya agak sepi dan bisa numpang kamar mandi (walaupun jarang madi seh). Di gili terawangan kita menginap 2 malam  Thanks juga buat Bang Awan yang udh merekomendasikan tempat dan jadi guide kita selama di Gili Terawangan. Jadi kita di Gili Terawangan tgl [13 April] [14 April] [15 April]

 

post-30478-0-93159700-1432107504_thumb.j    post-30478-0-42397400-1432107579_thumb.j

post-30478-0-62537400-1432107683_thumb.j

Waktu yang lama di Gili Terawangan, Duit Gak Ada, Barang2 disana pun Mahal2 Ampun2

 

post-30478-0-02328100-1432113565_thumb.j    post-30478-0-62537400-1432107683_thumb.j

post-30478-0-13630900-1432107950_thumb.j

Lain kali klo kesini bawa duit banyak ma, mbak.

 

Just Saran di Gili Terawangan sudah terlalu ramai untuk tempat bikin tenda sudah banyak resto, cafe, bar maupun hotel disana, kemaren ngbrol2 sama orang2 lebih nyaman klo bikin tenda itu di Gili Meno, karena suasananya lebih tenang dan katanya ada danau ditengah pulaunya. namun harga penyeberangannya mahal sekitar Rp.40.000 @orang kalau dari Gili Terawangan klo ga naik fast bout. Lebih enak kapalnya langsung dari Bangsal saja klo mau ke Gili Meno ga usah mampir ke Terawangan. Iyo ra jo?? Hiks2 mentok di duit kita gan..

 

[15 April]

Kita lanjut ke Mataram dan sudah janjian sama mas Bram eh mas gigih (Sorry mas). Dari Bangsal kita naik Elf Rp.15.000@orang kq sama kayak harga Cidomo??, ditawar dengan edan gan ini.. Pokoknya klo dilombok harus pintar nawar rokok aja ditawar yang penting temenya aja jgn ditawar gan. hehe. Kita turun di Bandara Lama.

 

[16 April- 17 April]

Di Mataram kita numpang ditempat mas bram (Eh Mas Gigih, lupa). disana kita makan sate Bulayak yang pedas di Surenadi, Maen ke taman Narmada yang banyak muda mudi cuci motor disana (hadeh2). Malamnya kita makan Ayam taliwang bareng kakaknya mas gigih sekeluarga bang Yayan jg ikut (klo makan ikut dia, hahah ampun) dilanjut malamnya ke Taman Sangkareang. Dilanjut kita ke senggigi dan pasar seni senggigi buat cari gelang yang murah. hahah (pye perasaanmu jo??)

 

Galeri di Mataram

post-30478-0-29028800-1432108980_thumb.j    post-30478-0-64498700-1432109029_thumb.j

post-30478-0-62123500-1432109147_thumb.j

 

post-30478-0-09454600-1432109302_thumb.j    post-30478-0-01572400-1432109522_thumb.j

post-30478-0-60250600-1432109614_thumb.j

 

[18 April]

Kita go Home gan dengan diantar Mas Gigih dan Bang Yayan. :terharu , emang bener kata bang Gigih Lombok bikin ga mau pulang.. See You

 

No love, no friendship can cross the path of our destiny

without leaving some mark on it forever.

Francois Mauriac

 

 

Itulah sekedar catatan dari kita perjalanan 10 hari di Pulau Lombok maaf kalau ada kesalahan dalam pembuatan postingan maklum baru belajar posting, Terima kasih buat teman2 seperjalanan Tejo, Yati (Indah), Rumah singgah kita Bang Gigih Sekeluarga beserta Aqila, Bang Yayan sekeluarga, Pak Isa selaku Kepala Desa Senaru, Bang Awan atas Guidenya di Gili Terawang,, semoga bisa Jalan2 lagi...hehe. Sorry klo Long Post

post-30478-0-71219200-1432107875_thumb.j

Edited by Angga Wisnu Wijanarka

Share this post


Link to post
Share on other sites

24 answers to this question

  • 0

@Angga Wisnu Wijanarka

wah juara postingan nya bro

gue demen banget pas edisi gili trawangan lo nge camp di sana

dlo taun 2011 masih jarang seh yang camp dan harga2 memang ukuran bule disana

 

oh ya terus itu pas poto di puncak rinjani si bule make celana pendek aja juara doi hahah

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

@andregm

ya setelah kuliah gue udah jarang trekking sekali juga pas di Krabi tahun lalu

tapi jaman kuliah gue sempet trekking, Gede-Pangrango, Manglayang, Puntang pernah seh

dlo sempet sudah agenda kan Rinjani tapi ya keburu lulus, jaman saya Gunung Prau Dieng belom terkenal jadi masih jarang yang daki :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Saya mau share dan berbagi pengalaman neh jalan2 saya ke salah satu pulau bagus di NTT sekedar catatan perjalan, yap semua sudah pada tau kan Lombok. Mungkin sudah pada tau ya lombok itu seperti apa dia terkenal akan gili terawangannya dan gunung tertinggi ke 3 di Indonesia setelah puncak Cartenz Piramid Papua dan Gn Kerinci di Jambi. Lets go kita berbagi pengalaman..

 

Bro @Angga Wisnu Wijanarka, mohon dikoreksi klo Lombok itu di NTB bukan NTT ya.  :cintaindo

HAHA iya maap2 salah, ntar aku edit.. brti serius bacany @Mulyati Asih

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • -1

Saya mau share dan berbagi pengalaman neh jalan2 saya ke salah satu pulau bagus di NTT sekedar catatan perjalan, yap semua sudah pada tau kan Lombok. Mungkin sudah pada tau ya lombok itu seperti apa dia terkenal akan gili terawangannya dan gunung tertinggi ke 3 di Indonesia setelah puncak Cartenz Piramid Papua dan Gn Kerinci di Jambi. Lets go kita berbagi pengalaman..

 

Bro @Angga Wisnu Wijanarka, mohon dikoreksi klo Lombok itu di NTB bukan NTT ya.  :cintaindo 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta