• 0
Sign in to follow this  
Angga Wisnu Wijanarka

Rinjani & Gilitrawangan

Question

 

Jika teman baik hanya tau kisah-kisah hebat mu,

sahabat sejati justru menjadi bagian dari kisah hebat itu

anoname

 

 

Salam sejahtera kawan2 kita semua,,

 

Saya mau berbagi pengalaman neh jalan2 saya ke salah satu pulau bagus di NTB sekedar catatan perjalanan, yap semua sudah pada tau kan Lombok. Mungkin sudah pada tau ya lombok itu seperti apa dia terkenal akan gili terawangannya dan gunung tertinggi ke 3 di Indonesia setelah puncak Cartenz Piramid (4884 Mdpl) Papua dan Gn Kerinci (3805 Mdpl) di Jambi. Tapi maaf semisal reportnya masih acak-acakan. Lets go kita berbagi pengalaman..

 

Kita rombongan cm bertiga, 2 cowok dan 1 cewek. terbilang nekat seh tp untung kita ada kawan di mataram sbg tempat untuk singgah jd bisa numpang2 gt. Sebenarnya awalnya cuma berdua seh tp si yati tetep ngeyel dan ngotot pengen ikut. Tapi gara-gara si Yati ini kita dapat tumpangan di Mataram. Setelah mengatur itenary, belanja logistik serta persiapan tiket berangkat, akhirnya kita berangkat pada [7 April 2015] dari Jogja menggunakan pesawat Promo PP 1jt langsung ke Lombok.

 

post-30478-0-04143800-1432094885_thumb.j   post-30478-0-39496200-1432113726_thumb.j

Penampakan di Bandara Adi Sucipto, Jogjakarta

 

Dalam perjalanan 2 jam akhirnya sampai di Badara Internasional Praya di Lombok, sekitar jam 20.00 WITA, Kami bertiga menunggu jemputan kawan yang di Mataram. Bandara di Lombok sangat ramai, bukan ramai karena penumpang tp bnyakny warga yang piknik di area taman bandara. Jadilah kita bertiga linglung liat warga yang pada "piknik"..Hahaha kurang hiburan mungkin.

 

post-30478-0-21354000-1432095307_thumb.j

[8 April] Packing pagi hari di rumah mas Gigih dan siap berangkat (thanks mas Gigih)

 

Setelah packing kita meluncur mencari logistik dan Elf untuk angkutan kita berangkat ke Desa pendakian Sembalun, elf hanya sampai di Aikmel sekitar 2 Jam perjalanan dari Mataram Rp. 35.000 @orang. Dari Akimel kita menunju BaseCamp pendakian di Sembalun dengan menggunakan Pickup pengangkut makanan Rp.15.000 @orang. Pemandangan dari Aikmel ke Sembalun sangat mempesona bray dengan jalan yang berliku, udara yang bersih ditambah banyak dijumpai monyet-monyet liar bray.

 

post-30478-0-74564900-1432095745_thumb.j    post-30478-0-39336500-1432113620_thumb.j

Pemandangan yg bagus sepanjang jalan bray. Hati2 pak sopir makanannya di colong ntar.

 

Setelah sampai BaseCamp Sembalun kita bereskan Registrasi pendakian dan makan siang. Disitu kita diberi pengarahan oleh petugas TNGR (g tw petugas bner ap ga). Kita bayar Rp.22.000 @orang untuk 5hari4malam. Dipersiapkan identitras diri, kemudian suruh mengisi form kedatangan dan juga list sampah yang nanti akan dibawa saat turun. Disitu teman2 juga dapat melihat replika gunung Rinjani sehingga sebelum berangkat dapat melihat dimana aja jalan nanti akan dilalui. Di Desa Sembalun banyak dijumpai warung nasi jadi jangan takut kalau lapar. Jangan lupa beli buah-buahan untuk bekal di perjalanan, kalau kita kemaren bawa nanas bray untuk bekal. Bener serasa nanas surga klo udah dimakan di gunung.

 

post-30478-0-93666800-1432096123_thumb.j   post-30478-0-58168900-1432113600_thumb.j

post-30478-0-76997800-1432096244_thumb.j

Kantor TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani di Desa Sembalun) dan Pintu masuk Pendakian (Pos 0)

Perjalanan awal yang gilak sampai pos 0 (kita sebut pos 0 karena ini baru pintu mauknya), sempet ditawari ojek dan lain sebagainya tp kita dengan pedenya jalan kaki saja. Disini area yang dilewati masih jalan tanah yang menyerupai jalan ladang gitu, kanan kiri pemandangan berupa ladang milik warga. Sampai Pintu masuk ini perjalanan membutuhkan 1,5 jam dari Kantor TNGR. Pintu masuk berupa gerbang dengan pondasi. Persiapan fisik harus bener2 bray klo mau lewat sini. Emang udah nafas tua, ngos-ngosan bray ane diawal sini.

 

post-30478-0-31745000-1432096483_thumb.j   post-30478-0-02635900-1432110227_thumb.j

post-30478-0-78720700-1432110370_thumb.j

Perjalanan penuh Sabana, seperti di mana gituu

 

Kita beristirahat di Pos 2, lama perjalanan  dari Pos 0 ke Pos 2 yaitu 5 jam. Di Pos 2 terdapat sumber mata air, jadi tenang kalau semisal teman2 kehabisan air. Di Pos 2 ini terdapat shelter dan juga WC walaupun agak kurang layak seh, tp klo udah digunung semua dianggap nyaman. [9 April] Pagi sebelum berangkat kita sarapan. Dan anehnya kita buat bubur untuk persiapan perjalanan ke Pelawangan Sembalun. Diarea pendakian kita berjumpa banyak pendaki luar dengan porter2nya, jd tambah semangat soalny banyak yg cantik2 dan muda2.. Hahahay. Pos 2 ke Pos 3 lumayan dekat sekitar 3 Jam, area yang dilalui masih berupa sabana dengan jalan tracking yang berkelok-kelok. Namun dari Pos 3 ke Pelawangan Sembalun kita membutuhkan waktu sekitar 4 Jam lebih dengan topografi yang terjal disertai bukit yang bernama 'Bukit Penyesalan". Disitu ya ampun lutut berasa mau copot, punggung yang tua renta berasa mau patah dan semangat mulai pudar #Lebay. Namun dengan tekad kita berhasil melahap 4 Bukit Penyesalan ditambah bukit Cemara.

 

post-30478-0-13366500-1432111607_thumb.j   post-30478-0-72599000-1432097822_thumb.j

Shelter Pos 2 dan Setelah melewati berbukit-bukit penyesalan

 

post-30478-0-27717400-1432098111_thumb.j   post-30478-0-00560800-1432111482_thumb.j

Ramenya di Pelawangan Sembalun

 

post-30478-0-76113800-1432114197_thumb.j   post-30478-0-75516100-1432098234_thumb.j

Suasana tenda santri.

 

Sampai di Pelawangan Sembalun jam 17.00 kita ambil air (buset katanya jauh), bikin tenda dan masak. Sampai Pelawangan Sembalun pasti sudah rame tenda bro dan kalau hari libur katanya juga penuh disini. Saran aja bikin tenda di daerah yang tidak banyak monyet terus diusahakan sampai sini sebelum malam sehingga bisa enak bikin tenda dan ambil air. Di Pelawangan Sembalun teman2 dapat melihat danau Segara Anak secara langsung dan puncak yang ada didepan mata, kalau tidak kabut seh.

 

Setelah makan malam setel alarm kemudian persiapkan kebutuhan yang akan dibawa ke puncak. Jam 23.00 kita bangun dan persiapan utk Summit Attack, bawa snack atau makanan, minuman, P3K dan Headlamp. Lama perjalanan dari Pelawangan Sembalun sampai Puncak sekitar 6 Jam. Track yang dilalui agak curam sehingga butuh kehati-hatian apalagi malam hari kan. Diusahakan ritme jalan yang konstan dan tidak banyak berhenti, karena nanti ditakutkan kalau berhenti kelamaan badan menjadi lebih dingin. Dengan badan kedinginan dan diterpa angin yang menerjang sepanjang perjalanan namun tertutup rasa penasaran untuk melihat si puncak itu akhirnya kita sampai puncak sekitar pukul 07.30 WITA.

 

post-30478-0-61423600-1432102621_thumb.j   post-30478-0-99845300-1432110805_thumb.j

post-30478-0-45134200-1432111392_thumb.j

Suasana Puncak Anjani 3726 Mdpl. Akhirnya bray... ga tau kapan lagi bisa kesitu.. :terpesona

 

[10 April] Setelah Muncak kita lanjut turun lagi ke pelawangan Sembalun dilanjut makan siang, istirahat dan packing. Perjalanan sekarang target adalah menuju danau segara anak. Perjalanan memakan waktu 4 jam. Kita start dari Pelawangan Sembalun jam 16.00 dan sampai di segara anak jam 20.00. Medan yang dilaluli pertama adalah turunan dengan batuan yang licin apalagi kalau ditambah hujan. Hati-hati disini karena banyak percabangan jalan dan ikuti petunjuk arah jalan saja (jangan mencoba jalan yang aneh). Setelah sampai Segara Anak kita bikin tenda, makan dan istirahat. Tidak lupa juga berbincang dengan para porter yang sedang membawa tamu dari Malaysia.

 

[11 April]

post-30478-0-41359800-1432103505_thumb.j   post-30478-0-57333700-1432103383_thumb.j

post-30478-0-98390500-1432110937_thumb.j

Jangan lupa foto foto dulu

 

post-30478-0-16046400-1432103659_thumb.j

Mampir ke air panas dulu mas bro sekitar setengah jam dari Segara anak sekalian ambil air bersih.

 

post-30478-0-26335600-1432103784_thumb.j   post-30478-0-46731300-1432111214_thumb.j

Berasa seperti Yakuza gan dan Realita Cinta Rock n Bro!!!

 

Setelah kita puas mandi dan bersih-bersih badan kita prepare untuk kembali melakukan perjalanan pulang, tidak turun langsung track yang kita lewati untuk pulang adalah naik ke Pelawangan Senaru terlebih dahulu. Perjalanan memakan waktu sekitar 3 Jam. Track yang dilewati adalah pertama kita menyusuri tepi danau kemudian naik bukit ke arah watu ceper. Disini pemandangan sangat bagus dengan background puncak Anjani, kubah lava baru dan danau segara anak sendiri. Setelah sampai di Pelawangan Senaru kita ngecamp disini satu malam karena waktu yang tidak memungkinkan untuk turun langsung ke desa Senaru. Oiya disini juga tersedia mata air namun jarak yang cukup jauh, posisinya sekitar jalan turun ke Senaru dicelah2 batu.

 

post-30478-0-73937300-1432104302_thumb.j   post-30478-0-77843900-1432110516_thumb.j

Jalan naik ke Pelawangan Senaru di daerah Watu Ceper

 

post-30478-0-75600200-1432104470_thumb.j   post-30478-0-32280800-1432104560_thumb.j

Partner In Crime!! dan Tenda kita

 

[12 April] Turun ke desa Senaru pada awalnya merasa sangat senang karena barang bawaan yang telah ringan apalagi si yati yang dia bawa, cm bawa gas kosong, botol kosong, dan gombal2 dia aja, untung ga otaknya jg kosong. haha. Namun setelah Pos 3 hujan mulai turun dan kita sempat berhenti di Pos 2 untuk makan siang dan menunggu hujan reda. Dengan makan siang seadanya berupa nasi rendang dan bubur kacang ijo untuk menambal perut yang lapar. Jalan track antara Pos 3 ke Pos 2 menjadi aliran air seperti sungai (kayaknya naik perahu disini enak bro) di Pos 1 hujan mulai reda kita istirahat 10 menit dilanjut ke Pintu Masuk Gn Rinjani Desa Senaru.

 

post-30478-0-22239700-1432105029_thumb.j    post-30478-0-04849600-1432105312_thumb.j

post-30478-0-55634400-1432105467_thumb.j

Yeeay kita Sampai.. dan foto2 sambil nunggu bang Yayan,

Oiya bang Yayan adalah pemilik rumah yang nanti kita singgahi sebelum ke Gili Trawangan.

 

 

[13 April]

Dii rumah Bang Yayan dan Rumah Pak Kades Senaru yaitu pak Isa kita dijamu dengan sangat istimewa dari makanan dan kopi. Disana kita bisa melepas lelah selama 5 hari di gunung. Malamnya pun kita bisa menonton Moto GP bareng Pak Kades (Luar biasa mata kita.. Help God). Setelah kita sarapan di rumah kita lanjut trip ke air terjun bernama "Sendang Gile" kalo ga salah seh. Jarang dari rumah sekitar setengah jam kita menggunakan motor aja dan tiket dijamin gratiss karena bilang aja tamu pak kades. hahah

 

post-30478-0-47397000-1432106135_thumb.j    post-30478-0-10295300-1432106275_thumb.j

post-30478-0-59699200-1432106427_thumb.j

Penampakan di Air Terjun Sendang Gile bersama bang Yayan dan juga air disini sangat bersih sekali bray

 

Setelah selasai mengunjungi air terjun dan makan durian yang ternyata si Tj, partner ane menyerah dalam membukany (klo aku seh tinggal makannya aja) kemudian kita pamit ke Bang Yayan dan keluarga untuk trip ke Gili Trawangan. Kita bertiga diantar oleh bang Yayan menggunakan motor, Ane sama si Tj satu motor sempat abis bensin gan dan ujjan pula.. hadeh2 nasib2. Dari Jalan raya di Senaru kita naik Elf dan turun ke Bangsal Rp.35.000 @orang jangan lupa makan siang dulu ntar mabuk siapa tau dpt gratis aqua. haha

 

Sampai Bangsal sekitar 2,5 jam lebih dari Senaru (banyak ngetem), Setelah sampai Bangsal turun di perempatan dilanjut naik Cidomo Rp.15.000 @orang ke Pelabuhan Bangsal (lumayan jauh gan klo jalan kaki, tp banyak yang jalan kq). sebelum nyeberang saran ane beli logistik seperti minum, makanan dan rokok di perempatan bangsal aja karena setelah masuk ke Gili Terawangan harganya jadi ajibb.. Mahal gilakkk.

 

post-30478-0-61257300-1432106864_thumb.j    post-30478-0-05284500-1432113648_thumb.j

Di Elf inilah si Tj kehilangan topinya, gara2 si yati gagal fokus. Dan Masih berdebat sampai pelabuhan wkwkw

 

Menyeberang ke Ke Gili Terawangan Rp.15.000 @orang, Setelah sampai Gili Terawangan cari tempat untuk bikin tenda dan usahakan izin dulu ke resto/cafe sebelahnya. Kalau ane kemaren di dekat PLN tempatnya agak sepi dan bisa numpang kamar mandi (walaupun jarang madi seh). Di gili terawangan kita menginap 2 malam  Thanks juga buat Bang Awan yang udh merekomendasikan tempat dan jadi guide kita selama di Gili Terawangan. Jadi kita di Gili Terawangan tgl [13 April] [14 April] [15 April]

 

post-30478-0-93159700-1432107504_thumb.j    post-30478-0-42397400-1432107579_thumb.j

post-30478-0-62537400-1432107683_thumb.j

Waktu yang lama di Gili Terawangan, Duit Gak Ada, Barang2 disana pun Mahal2 Ampun2

 

post-30478-0-02328100-1432113565_thumb.j    post-30478-0-62537400-1432107683_thumb.j

post-30478-0-13630900-1432107950_thumb.j

Lain kali klo kesini bawa duit banyak ma, mbak.

 

Just Saran di Gili Terawangan sudah terlalu ramai untuk tempat bikin tenda sudah banyak resto, cafe, bar maupun hotel disana, kemaren ngbrol2 sama orang2 lebih nyaman klo bikin tenda itu di Gili Meno, karena suasananya lebih tenang dan katanya ada danau ditengah pulaunya. namun harga penyeberangannya mahal sekitar Rp.40.000 @orang kalau dari Gili Terawangan klo ga naik fast bout. Lebih enak kapalnya langsung dari Bangsal saja klo mau ke Gili Meno ga usah mampir ke Terawangan. Iyo ra jo?? Hiks2 mentok di duit kita gan..

 

[15 April]

Kita lanjut ke Mataram dan sudah janjian sama mas Bram eh mas gigih (Sorry mas). Dari Bangsal kita naik Elf Rp.15.000@orang kq sama kayak harga Cidomo??, ditawar dengan edan gan ini.. Pokoknya klo dilombok harus pintar nawar rokok aja ditawar yang penting temenya aja jgn ditawar gan. hehe. Kita turun di Bandara Lama.

 

[16 April- 17 April]

Di Mataram kita numpang ditempat mas bram (Eh Mas Gigih, lupa). disana kita makan sate Bulayak yang pedas di Surenadi, Maen ke taman Narmada yang banyak muda mudi cuci motor disana (hadeh2). Malamnya kita makan Ayam taliwang bareng kakaknya mas gigih sekeluarga bang Yayan jg ikut (klo makan ikut dia, hahah ampun) dilanjut malamnya ke Taman Sangkareang. Dilanjut kita ke senggigi dan pasar seni senggigi buat cari gelang yang murah. hahah (pye perasaanmu jo??)

 

Galeri di Mataram

post-30478-0-29028800-1432108980_thumb.j    post-30478-0-64498700-1432109029_thumb.j

post-30478-0-62123500-1432109147_thumb.j

 

post-30478-0-09454600-1432109302_thumb.j    post-30478-0-01572400-1432109522_thumb.j

post-30478-0-60250600-1432109614_thumb.j

 

[18 April]

Kita go Home gan dengan diantar Mas Gigih dan Bang Yayan. :terharu , emang bener kata bang Gigih Lombok bikin ga mau pulang.. See You

 

No love, no friendship can cross the path of our destiny

without leaving some mark on it forever.

Francois Mauriac

 

 

Itulah sekedar catatan dari kita perjalanan 10 hari di Pulau Lombok maaf kalau ada kesalahan dalam pembuatan postingan maklum baru belajar posting, Terima kasih buat teman2 seperjalanan Tejo, Yati (Indah), Rumah singgah kita Bang Gigih Sekeluarga beserta Aqila, Bang Yayan sekeluarga, Pak Isa selaku Kepala Desa Senaru, Bang Awan atas Guidenya di Gili Terawang,, semoga bisa Jalan2 lagi...hehe. Sorry klo Long Post

post-30478-0-71219200-1432107875_thumb.j

Edited by Angga Wisnu Wijanarka

Share this post


Link to post
Share on other sites

24 answers to this question

  • 0

@Angga Wisnu Wijanarka

wah juara postingan nya bro

gue demen banget pas edisi gili trawangan lo nge camp di sana

dlo taun 2011 masih jarang seh yang camp dan harga2 memang ukuran bule disana

 

oh ya terus itu pas poto di puncak rinjani si bule make celana pendek aja juara doi hahah

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

@andregm

ya setelah kuliah gue udah jarang trekking sekali juga pas di Krabi tahun lalu

tapi jaman kuliah gue sempet trekking, Gede-Pangrango, Manglayang, Puntang pernah seh

dlo sempet sudah agenda kan Rinjani tapi ya keburu lulus, jaman saya Gunung Prau Dieng belom terkenal jadi masih jarang yang daki :D

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

Saya mau share dan berbagi pengalaman neh jalan2 saya ke salah satu pulau bagus di NTT sekedar catatan perjalan, yap semua sudah pada tau kan Lombok. Mungkin sudah pada tau ya lombok itu seperti apa dia terkenal akan gili terawangannya dan gunung tertinggi ke 3 di Indonesia setelah puncak Cartenz Piramid Papua dan Gn Kerinci di Jambi. Lets go kita berbagi pengalaman..

 

Bro @Angga Wisnu Wijanarka, mohon dikoreksi klo Lombok itu di NTB bukan NTT ya.  :cintaindo

HAHA iya maap2 salah, ntar aku edit.. brti serius bacany @Mulyati Asih

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • -1

Saya mau share dan berbagi pengalaman neh jalan2 saya ke salah satu pulau bagus di NTT sekedar catatan perjalan, yap semua sudah pada tau kan Lombok. Mungkin sudah pada tau ya lombok itu seperti apa dia terkenal akan gili terawangannya dan gunung tertinggi ke 3 di Indonesia setelah puncak Cartenz Piramid Papua dan Gn Kerinci di Jambi. Lets go kita berbagi pengalaman..

 

Bro @Angga Wisnu Wijanarka, mohon dikoreksi klo Lombok itu di NTB bukan NTT ya.  :cintaindo 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta
       
    • By silvia_win
      Penang, Hatyai family trip Jun 2018
      Liburan sekolah kali ini sebenarnya agak malas jalan2 berhubung dollar lagi mahal...
      Iseng browsing tiket, ketemu tiket air asia jakarta penang pp 500 rb (promo big poin) ada 3 seats (3 tiket jakarta penang pp seharga 1.5 jt), hmm lumayan lah,  lalu beli 2 tiket lagi sekitar 3 juta (sudah termasuk 1 bagasi 20 kg pp) . Kami sekeluarga berangkat ber5 dari jakarta + papa mama yang berangkat dari medan.
       
       
       
       
      Day 1 Jakarta-Penang
      Sampai di Penang booking airport taxi dari airport ke Hong Ping Hotel. (400 rb quad room)
      Setelah check in naik taxi ke mall di sekat hotel untuk lunch, di daerah komtar ada berapa mall, tapi umumnya mallnya tidak besar.
      Setelah makan siang pulang ke hotel untuk istirahat, lalu dengan petunjuk peta dari hotel saya berkeliling di objek wisata street art yang letaknya tidak jauh dari hotel. Street art berada pada jalanan kecil/ gang berupa gambar mural di dinding rumah warga yang kebanyakan adalah bangunan tua. Sepanjang jalan banyak toko2 souvenir, makanan, sewa sepeda, rumah makan, juga banyak rombongan turis. Selain gambar mural juga terdapat gambar art dari besi yang dijadikan nama jalan dengan gambar menarik. Saya menelusuri jalanan dengan mural art yang berujung ke dermaga kuno di chew jetty, dermaga yg sudah ada sejak pertengahan abad ke 19, ada beberapa jetty di sana yg masing2 mewakili marga warga yg tinggal di sana yang datang dari China. Jetty di sana dari kayu dan rumahnya adalah rumah panggung dari kayu.
      Malamnya kami makan di street food di depan hotel. Di depan hotel ada banyak street food yg buka dari sore hingga larut malam.
       
       
       
       
      Day 2 Penang tour.
      Hari ini sewa mobil untuk jalan2 di penang (rm 45/jam untuk yg 7 seats, sewa di travel dekat hotel, sebelumnya tanya di hotel katanya adanya yg 10 seats rm 60/jam), kami berangkat siang, karena paginya mama mau mcu ke rumah sakit.
      Siang saat berangkat turun hujan, supir rent car mulai promo toko souvenir, berhubung hujan saya iyain saja, mampir ke toko coklat, kopi, teh dll, yang harganya mahal... tentu saja tidak beli apa2, hanya cicip cicip saja, emang enak sih sebanding dengan harganya.
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple, vihara ini letaknya di tengah kota.
      Stop2 : Kek Lok Si temple, vihara yang terletak di daerah perbukitan, kami di drop di bagian atas, di sini  ada tempat pemujaan dan terdapat patung besar dewi Kuan Yin, dari sini juga bisa dilihat pemandangan kota penang. Setelah menikmati pemandangan, kami naik sky lift (@rm2) untuk turun ke pertengahan kompleks bangunan vihara yang terdapat objek wisata pagoda sepuluh ribu Buddha. Dari sini naik sky lift lagi turun ke parkir bawah.
      Stop 3 : Batu Ferringhi, supir mengusulkan kita ke bukit bendera yang tidak jauh dari kek lok si, tapi saya tidak berminat, sebelumnya di kek lok si sudah cukup lama  melihat pemandangan kota dari atas bukit, memang objek wisata di bukit bendera mungkin akan berbeda dengan kek lok si, tapi berhubung tidak banyak waktu saya lebih memilih pergi melihat pantai. Batu Ferringhi letaknya cukup jauh dari Kek Lok Si, perjalanan satu jam lebih, kami sampai di sana menjelang sun set, main bentar di pantai dan menikmati sun set, saya merasa pantainya biasa2 saja, pasirnya terasa agak kasar.
       
      Day 3 Penang-Hatyai
      Hari ini kami berangkat ke hatyai,  kami memesan tiket van penang hatyai pp di hotel @rm70 (dijemput di hotel penang dan didrop di hotel di hatyai). Berangkat jam 9 pagi, berhubung kami pertama dijemput, tentunya kami memilih tempat yang nyaman sesuai selera masing2. Seatnya cukup lapang dan nyaman, tidak lama kemudian perjalanan kami melewati jembatan pulau penang, jembatan yang panjangnya 13.5 km merupakan land mark penang yang pemandangannya sangat indah. Jalan dari penang ke hatyai cukup mulus, sebelum sampai di imigrasi perbatasan malaysia, supir berhenti di satu pos untuk mengisi formulir, kami perlu membayar formulir @rm2, lalu perjalanan dilanjutkan ke imigrasi malaysia keluar lalu masuk ke imigrasi thailand, dari perbatasan thailand ke kota hatyai, kami singgah di kantor travel, untuk di data mau di drop di hotel apa, di sini saya menganti jadwal kepulangan kami, di mana 2 di antara kami ingin pulang besok sore. (staff travelnya tidak masalah ganti waktu dia mencatat perubahan jadwal di catatannya). Kami lalu di drop di hotel (Siam Hotel harga 300 ribu untuk kamar ber2). Hotel ini cukup besar dan punya banyak kamar. Kami mendapat kamar di tingkat 13, pemandangan dari kamar cukup indah dengan pemandangan gunung dan kota hatyai).
      Setelah check up keluar cari makan siang, jalan kaki ke lee garden plaza hotel di mana di sini byk toko, mall, pasar dll, mall di sini tidaklah besar, kami masuk ke mall ke food court cari makan dan ke supermarket lihat2. Makanan di mall harganya sekitar 50-60 bath, makanan thailand sangat sesuai dengan selera. Setelah makan ke supermarket belanja bumbu tom yam dll, saat bayar saya menanyakan kasir di mana ada money changer, seorang pengunjung berbaik hati mengantarkan kami ke money changer yang ada di dekat sana, money changernya cukup ramai dan di sampingnya ada travel, kebetulan lagi mau cari car rental, lalu saya rent car 10 seats seharga 2000 bath (+wajib asuransi 30 bath/orang), sebenarnya kami ber7, ada yang 7 seats seharga 1700 bath, tapi saya request yg chinese speaking driver, katanya supir yang 10 seats bisa, yg 7 seats ngga bisa.
      Setelahnya saya kembali ke hotel untuk isitirahat, sorenya kami keluar untuk dinner ke lee garden plaza hotel lantai 33 buffet resto. Harga makan buffet di sini tidak mahal, dewasa @169 bath, lansia@119bath, anak kecil @69 bath. Makanannya cukup banyak dan enak + aneka kue, buah, minum, es krim. Juga pemandangan yang indah dari lantai 33 membuat kami betah lama di sini. Dari pemandangan langit terang, sun set ke langit gelap dengan lampu di bangunan kota hatyai, sungguh merupakan dinner yang berkesan bagi saya.
      Selesai dinner kami mengitari sekeliling lee garden hotel plaza yang banyak terdapat toko2, kuliner, dll. Kulinernya cukup mengiurkan tapi perut sudah kenyang cuma lihat2 dan berpikir besok baru coba.
       
       
       
       
      Day 4 Hatyai Tour
      Berhubung tidak ada sarapan di hotel, pagi saya keluar mencari sarapan, ternyata di dekat hotel ada pasar pagi, pasarnya cukup besar dan ada aneka sarapan, pemandangan menarik di pasar ada bhikkhu2 melakukan pindapata (mengumpulkan sumbangan makanan dll). Rombongan bhikkhunya cukup banyak ada juga yang usia muda juga rombongan bhikkhuni, umat yang memberikan makanan juga cukup banyak, baik penjual maupun pengunjung pasar. Saya sangat tertarik untuk mengitar lama di pasar, banyak kue2 dan barang jualan lain yang memikat, tapi berhubung waktu tidak banyak, saya membeli aneka sarapan dan buah leci, lalu pulang ke hotel membagikan sarapan dan makan sarapan. Kue2 dan sarapan yang dibeli sangat enak, makanan thailand emang cocok di lidah dan harganya pun cukup murah. Lalu bersiap2 turun ke lobi menunggu car rental yang dipesan kemarin.
      Ternyata yang datang mobil 7 seats dengan driver yang hanya bisa berbahasa thailand, saya tel tanya ke travelnya katanya yg 10 seats lagi tidak available, ya sudahlah...
      Saatnya saya memakai keahlian bahasa isyarat... : ) , pertama saya minta supirnya berhenti di 7-11, mau beli air minum, saya malas beli di pasar tadi bawanya berat, lalu dia tanya kami mau ke mana, saya jawab wat (temple).
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple : wat ini mempunyai satu patung buddha tidur di dalamnya. Setelah melihat2 saya duduk2 di kedai minum kelapa, supir mengeluarkan selembar brosur dengan foto2 tempat wisata dan menanyakan mau pergi ke mana, saya pun memilih beberapa tempat wisata yang kelihatannya besar. Berhubung mau kembali ke hotel sekitar jam 2 sebenarnya kami juga tidak berencana pergi ke banyak tempat.
      Stop 2 : Pantai samila (mermaid statue) : pantai ini terdapat patung putri duyung yang merupakan ikonnya, walau cuaca panas di sini terdapat kursi2 dan tempat teduh di bawah perpohonan di sepanjang pantai, pantainya bersih dan pasirnya halus.  Saya betah duduk agak lama dan berjalan di pasir di pantai.
      Stop 3 : 4 face Buddha (kalau tidak salah) : berhubung jalan ke sananya naik tangga, kami malas pergi, hanya singgah bentar.
      Stop 4 : Standing Buddha temple (Phraj Buddha Mongkol Maharaj) : vihara di atas bukit dengan patung besar Buddha berdiri. Di sini bisa melihat pemandangan dari atas bukit, di samping vihara ada halte cable car dan coffee shop, kami duduk2 ngopi dan melihat pemandangan kota.
      Stop 5 : Kuan Yin temple : vihara dewi kuan yin ini letaknya tidak jauh di bawah standing buddha temple, terdapat patung dewi kuan yin warna putih
      Berhubung waktu sudah siang, kami bersiap pulang ke hatyai.
      Diperjalanan ada melewati yang jual durian, saya tanya ke supir berapa harga durian di sana, katanya harganya 400 bath, cukup mahal juga harganya.
      (saya tertarik belajar bahasa thailand, sebelum pergi saya sempat belajar sedikit bahasa thai di youtube, tapi cuma bisa mencerna sedikit tentang angka dan greeting, lumayan juga bisa di pakai di pasar) 
      Ternyata perjalanan pulang ke hatyai cuma sekitar setengah jam, kami meminta supir mengantar kami makan siang, minta di antar makan tom yam kung, dia mengantarkan kami ke sebuah resto untuk makan siang, yang mana makanannya enak dan tidak mahal, yang paling berkesan tentu saja tong yam nya, juga ada lauk dari daging kelapa yang ditumis, yummy... (kalau teringat makanan thailand sering ingin balik ke thailand)
      Setelah makan siang kami kembali ke hotel, papa mama bersiap2 mau pulang ke penang duluan, berhubung mau wisata rumah sakit di penang katanya.
      Saya berjalan kaki ke travel tempat saya pesan sewa mobil, minta refund selisih harga mobil, lalu kembali ke hotel duduk2 di lobby temani ortu tunggu jemputan travel untuk kembali ke penang. Di Siam Hotel tempat kami tinggal, internetnya hanya ada di lobby, tidak ada di kamar.
       
       
       
      Saya ingat saat ini saya membaca sebuah berita ttg tim sepak bola remaja thailand yang hilang yang mana sampai saya pulangpun belum ditemukan, dan akhirnya mereka berhasil keluar dengan selamat. Sekalian saya post di sini sebuah dokumentasi ttg thai cave rescue sebagai note saya.
        https://www.youtube.com/watch?v=x_kiX0uUDNI
       
      Ada beberapa tuk-tuk (songthaew) yang stand by di hotel dan menawarin untuk mengantar jalan2, lagi malas jalan jauh, sore shopping ke mall dan toko sekitar hotel (lee garden plaza hotel) .
      Day 5 Hatyai-Penang
       Pagi mampir ke pasar pagi lagi, membeli sarapan, juga membeli pete kupas buat di bawa pulang.
      Lalu perjalanan hatyai kembali ke penang.
      Sampai di penang istirahat di hotel, sorenya jalan2 di sekitar hotel ke mural art street, chew jetty melihat sunset di sini lalu makan di food court di seberang chew jetty, food courtnya besar dan banyak makanannya.
      Day 6 Penang-Jakarta
      Pagi berangkat dari hotel ke airport, booking airport transfer dari hotel seharga rm 70 untuk mobil 10 seats. Supirnya membagikan kartu nama dan menawarkan car rental bisa dibooking untuk ke hatyai katanya, saya tanya harganya katanya tergantung hotelnya. Saya tanya harga kalau keliling penang, katanya rm30/jam... lumayanlah buat next time...
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       




    • By Hanzo Urang Ciwidey
      Izin Admin buat FR lagi meskipun ya ini perjalanan ane 3 bulan yang lalu 
       
      Berawal dari salah satu ajakan dari Hima kampus untuk menjadi petunjuk arah jalan-jalan one day trip menyelusuri cianjur selatan selama 1 hari full maka pada awal tahun 2015 ane sepakat berangkat bareng hima kampus untuk menelusuri cianjur selatan memakai motor dengan jarak yang di tempuh sekitar 200km pulang pergi.
       
      Berangkat : ciwidey-parigi-pantai jayanti-rancabuaya

       
      pulang : rancabuaya - cisewu - pangalengan - ciwidey

       
      07:00
       
      pagi2 ane langsung siap2 nyiapin motor untuk menunggu teman-teman Hima dari Bandung yang berangkat jam 5 shubuh dari sana "untuk menanggulangi macet di karenakan liburan tahun baru area ciwidey dan sekitarnya pasti macet parah".
       
      Ciwidey di pagi hari

       

       
      teman2 dari kampus sudah pada dateng

       
      Setengah jam kemudian setelah dari Hima kampus sampai di meet point dan mengecek persiapan kita dari bensin dan perlengkapan lainya kita pun berangkat, jarak yang dilalui memang termasuk unik awal-awal kita memasuki dataran tinggi melewati Perkebunan teh rancabali sampai ke perbatasan Kabupaten Bandung dan Cianjur lalu di lanjut melalui hutan-hutan kecil dan lembah2 yang di kelilingi oleh banyak air terjun sehingga kerap jalan yang kita lalui ini suka disebut jalan seribu air terjun.
       
      Armada + peralatan tempur   

       
      Kebun Teh Rancabali

       

       

       
      Pondok Datar  "pemandanganya lebih keren dari tebing keraton"   

       

       

       

       
      tugu perbatasan Kab Bandung dan Kab Cianjur "selamat datang ke jalur 1000 air terjun

       
      Air terjun dimana-mana     
       

       

       

       
      Curug Ceret "air terjun yang persis di pinggir jalan"   

       

       
       
       
      mungkin karena teman2 ane yang dari Hima kampus belum terbiasa perjalanan jauh maka kita pun beristirahat dahulu di salah satu warung baso di pinggir jalan sambil mengisi energi karena setelah jalur 1000 air terjun abis perjalanan berlanjut ke turunan hingga sampai pantai jayanti.
      Istirahat dlu bray 



       
      Perjalanan di lanjut banyak turunan bray

       
       
       
      Jam 11 pas akhirnya kita sampai juga di Cidaun kampung pesisir di cianjur selatan yang lebih terkenal dengan pantai Jayanti cuman sayang peran dari pemerintah sepertinya belum optimal sehingga fasilitas di pantai ini bisa disebut kurang memadai.
       
      Pantai Jayanti

       

       

       

       
       
       
      hanya 1 jam setengah kita di pantai jayanti ini karena tujuan utama ke rancabuaya maka perjalanan pun dilanjutan dengan menyulusuri pantai kita menuju rancabuaya , jalan yang lurus dengan disisi kanan jalan adalah pantai di sepanjang jalan menemani kita dengan jarak tempuh dari pantai jayanti ke rancabuaya selama 30 menit dan kita juga harus melintasi kabupaten cianjur karena rancabuaya masuk ke Kabupaten Garut
       

       

       

       
      Sampai juga di rancabuaya

       

       

       

       
      tidak terasa waktu sudah menunjukan sore hari.... supaya tidak kemalaman di jalan maka dengan berat hari kita pun harus berangkat pulang kali ini untuk pulang kita tidak mengambil jalan yang sama tapi jalan ke arah cisewu jam 4 kita sudah packing sudah siap2 sudah pulang.
       
      Perjalanan pulang

       

       
      Perbatasan Kab Garut - Kab Bandung "pangalengan"

       
      Kabut bray

       
      dan akhirnya setelah kurang lebih 9 jam berkendara (tidak termasuk berhenti dan main di lokasi) ane pun sampai kembali ke rumah pada jam 8 malam pengalaman yang tidak terlupakan karena dengan motor ane yang kapasitas tangki cuman 2 liter dan harus beberapa kali isi bensin tapi liburan di awal tahun 2015 sangat puas.
       
      kapan2 kalau ada yang mau one day trip lagi ane siap nemenin