seyakasamira

Ohhmazing Zhangjiajie (China), 7D6N

43 posts in this topic

Fiuhhh setelah berbulan-bulan lamanya mencari teman trip ke  Zhangjiajie di berbagai forum termasuk forum jalan2 ini, dan tidak ada satu orangpun yang cucok jadwalnya dengan saya, ternyata susah juga ya mengajak orang ke tempat yang kurang mainstream ini (tsahhh) :bingung . Dannn tak dinyana tak disangka sahabat saya, Prita, teman satu kampus pada jaman jahiliah dahulu, yang akhirnya menemani saya berpetualang ke negeri China ini :terharu . Dan petualangan kami berdua ciwi2 cilik ini, memutuskan untuk pergi ala flashpacker tanpa menggunakan jasa travel maupun tourguide, yang mana kami berdua pun tidak ada yang bisa berbahasa mandarin ataupun membaca tulisan mandarin. :backpacking Xixiixixi..

 

Oia sebagian banyak referensi travelling mengenai Zhangjiajie, kami lihat dari traveler bernama Tim&Glo (http://youtu.be/jUlOFxOrkPg)

 

dan juga saya banyak sekali bertanya pada @ko Acong salah satu member di forum jalan2.com ini. Well, ko acong terima kasih banyak atas semua info dan saran2nya  :kesengsem  ..

 

DAY 1. Guangzhou  (12 Maret 2015)

Kami menggunakan pesawat TIGERAIR menuju Guangzhou dan memutuskan ke Zhangjiajie via darat (kereta api) dari sana. Kami sampai di Guangzhou dini hari (02.00pagi) dan  karena fasilitas metro (MRT) hanya beroperasi hingga jam 22.00 maka kami harus menggunakan taxi untuk ke Hotel.  Siang harinya kami sempat ke Shamian Island (kota tempo doeloe versi Guangzhou), dan malamnya harinya kami pergi menggunakan Night Train menuju Zhangjiajie. Ticket kereta api telah kami beli sebelumnya melalui situs www.ctrip.com. Dikarenakan perjalanan malam hari selama +/- 13-15jam maka saya membeli seat khusus hardsleeper yaitu kereta dengan fasilitas tempat tidur berupa bunkbed tingkat 3. Harga seat ditentukan dari pilihan tempat tidur yang kita inginkan apakah mau softsleeper atau hardsleeper, atau hardseat biasa. Harga juga dibedakan apakah mau mengambil bunkbed yang di paling bawah –tengah-atau atas.

 

Cost :

·         Taxi  :  80 RMB (dari Baiyun Airport Guangzhou  menuju Hotel di daerah Yuexiu District), Namun apabila malas mengantri taxi, banyak sekali yang menyewakan taxi gelap dengan biaya +/- 200 RMB.

·         Breakfast (noodle soup, kaki lima depan hotel ) : 10 RMB

·         Hotel Sotel Inn : 27 USD/night

·         Snack (streetfood semacam sate fishball, sate cumi, dll) : 10-15 RMB (dpt 3 tusuk)

·         Ticket MRT dr Hotel ke Shamian Island : 2 RMB

·         Shamian Island : Free

·         Ticket MRT dr Hotel ke Guangzhou Railway Station : 4 RMB.

·         Dinner Mc.D : +/- 20 RMB (Paket Burger +French Fries+Soda)

·         Ticket kereta Guangzhou-Zhangjiajie : 317,5 RMB (hardsleeper-low)

 

Shamian Island : post-25134-0-46704500-1432518085_thumb.j

Bunkbed Hardsleeper :post-25134-0-17206800-1432518097_thumb.j

 

DAY 2. Zhangjiajie (Wullingyuan) 13 Mar 2015.

 

Kami tiba di stasiun kereta Zhangjiajie pukul 8.30 pagi hari. Dan sesampainya disana yang dicari adalah breakfast hahaha. Untungnya disamping stasiun ada Mc.D dan supermarket. Jadi selain makan kami juga bisa berbelanja air mineral dan snack lainnya. Tidak hanya di Guangzhou, di Kota Zhangjiajie ini masyarakatnya pun sulit berbicara maupun membaca tulisan selain pinyin/mandarin. Jadi, sangatlah pe-er bagi kami bagaimana caranya menanyakan bus mana yang menuju daerah Wullingyuan tempat taman nasional Zhangjiajie berada. Wullingyuan ini jauhnya +/- 35-40 km dari kota Zhangjiajie (tempat stasiun kereta berada). Kami berencana menggunakan bus menuju kesana. Tempat terminal bus ada disamping Staisun Kereta, tepatnya di samping Mc.D. Jadi hemat tenaga deh narik2 koper setelah harus menjinjing koper ketika turun dari stasiun kereta api yang tidak ada eskalatornya (apalgi lift) :bingung ..

Akhirnya kami pun berhasil masuk di minibus nomor 19 yang menuju Wullingyuan. Thanks God minibusnya ada angka latinnya “19â€, saya sudah was2 saja, jgn2 angkanya menggunakan tulisan mandarin lagi. Xixixi…

 

Kami menginap di Hostel bernama : Wullingyuan Zhongtian Youh Hostel. Perjalanan menuju Wulingyuan +/- 30 menit dan lucunya kenek disini naik dan turun ditempat2 tertentu (bukan di terminal bus). Dan keneknya itu kebanyakan cewe kece yang modis dandanannya yg kita sendiri ga nyangka kalau dia itu kenek. Hehe.. selama perjalanan masuk ke daerah Wullingyuan kami disuguhi pemandangan tebing2 di kiri dan kanan yang spektakuler indah dan megahnya. Dan ketika sampai kami diturunkan di tempat di pinggir jalan yang katanya itu terminal bus wullingyuan. Namun tempatnya sangat tidak mirip terminal karena lagi ada renovasi bangunan disitu, dan tidak ada kumpulan bus2 layaknya di terminal. Jadi pe-er kembali bagi kami bagaimana caranya dari terminal menuju hostel. Karena berdasarkan info dr internet yang kami baca kami harus menaiki bus no.2 untuk sampai ke hostel. Namun tidak satupun ada bus disana hahahha..

 

Tapi kami tidak bête, karenaaaa ternyata kota kecil (desa sih sebenernya) yg namanya Wullingyuan itu indah bingits, jika kita berputar di tempat melihat kiri kanan depan belakang itu latar belakangnya dikelilingi sama kumpulan gunung, tebing, bukit yang berlapis2 dan apalah itu namanya. :kesengsem 

So, karna ga ada kendaraan bus lain, jadilah kami menyetop taxi untuk di drop sampai hostel. Jaraknya hanya 2 km ternyata dan 5 menit lgsg cuss sampai hostel. Hostelnya cukup OK dengan interior kayu dilobbynya dan Kevin sebagai pengelola disana sangat ramah dan helpful menjelaskan ini dan itunya mengenai taman nasional Zhangjiajie. Kami mendapat ruangan di lt.2 (1 lantai di atas lobby) dan menggunakan tangga naiknya (yaiyalah namanya juga hostel). Yang menarik di dinding2 tembok tangga penuh dengan coret2an tulisan turis2 dari berbagai macam Negara. Kebanyakan tulisan alay semacam “Sammy was Here (plus gambar bendera negaranya†wekekke..ada juga yang menggambar dan menulis suka duka di hostel ini. Kamar dan kamar mandinya cukup bersih.

 

Karena sampai disana jam 11an maka kami langsung mandi dan cuss menuju Taman Nasional Zhangjaijie. Kami harus mengejar waktu kesana karena Taman Nasional tsb tutup jam 18.00. Jarak dari hostel ke pintu masuk Taman nasional hanya +/-2 km. Naik taxi Cuma 5 menit. Thanks God cuaca disana sedang cerah2nya YEAYYY For Us. meski suhu masih dingin (menurut saya) yah +/- 15’C (karena resiko pergi di bulan Maret adalah cuaca peralihan dari winter menuju summer sehingga kabut/hujan mendominasi ). Sesampainya disana kami lgsg membeli tiket  terusan 3 hari dan registrasinya selain tiket plus juga harus scan jari untuk bisa masuk kesana.

 

Spot 1. Yuanjiajie Scenic Area: Fields and Gardens in the Air, Natural Bridge under Heaven.

Di Taman Nasional Zhangjiajie ada berpuluh2 spot wisata (lebih dari 20 spot kayanya) yang bisa dikunjungi, tidak cukup hny 3 hari, karena tidak akan bisa mengelilingi semuanya. Namun untuk menghemat waktu, tujuan awal adalah spot dimana menjadi inspirasinya film Avatar James Cameron dibuat, yaitu Hallelujah Mountain yang ada di district Yuanjiajie Scenic Area. Cara menuju kesana ada beberapa cara, menggunakan lift atau cable car, namun karena cable carnya sedang under maintenance saya tidak punya pilihan lain. Perjalanan menuju pintu masuk ke Bailong Lift menggunakan shuttle bus, selama 10 menit, dannn kami disuguhi pemandangan2 indah, danau berwarna turquoise yang dikelilingi oleh gunung dan bukit dan tebing disekitarnya.  Beruntung banget di hari 1 ini cerah cuacanya jadi feel ambience di zhangjiajie ini terasa bgt.

 

 Anyway,  Bailong lift adalah lift tertinggi kedua di dunia yang tingginya 1,070 feet (330 m), namun untuk sampai ke atas mencapai waktu 3 menit saja. Dari awal kami sudah diingatkan untuk naik lift dan cable car itu harus rela mengantri ber jam-jam lamanya. Dikarenakan kami pergi di saat low season maka, kami “Cuma†mengantri selama 15 menit saja, kabarnya apabila peak season bisa mengantri selama 2 jam hehehe.. Lift ini di design transparan di dindingnya, jadi kita bisa melihat pemandangan luar dari bawah basement hingga saat2 lift naik ke atas dan disuguhi cantiknya zhangjiajie.

Keluar dari lift kami harus sambung shuttle bus lagi menuju yuanjiajie scenic area. Dan ketika sampai disana, kami bingung bagaimana cara ke Spot Hallelujah Mountain. Papan petunjuk arahnya hampir semua bertuliskan huruf pinyin, dan hanya ada 1 papan di awal pintu masuk yang ada tulisan huruf latinnya. Namun itu pun tidak ada spot yang bertulisakan hallelujah mountain. Whattt :terharu â€¦hiks hiks hiks.. Namun akhirnya kita trekking/berjalan mengikuti  kebanyakan turis disitu hendak kemana. Namun spot2 yang kita temui pun tak kalah cantiknya. Spot tebing2 runcing menjulang dan terkesan menggantung. Ada spot yang dinamakan Fields n Garden in the Air karena spot itu terlihat seperti jembatan yang menggantung antara satu tebing dengan tebing lain. Setelah puas berfoto kami trekking kemana kaki kita melangkah saja, syukur2 bisa ketemu yang namanya spot Hallujah Mountain. Namun lagi2 karena mengejar jam tutup jam 18.00, maka kami memutuskan menjelajah besok hari saja.

 

Cost:

·         Breakfast Mc.d : 20 RMB

·         Minibus Zhangjiajie-Wulingyuan : 12,5 RMB

·         Taxi (terminal Wulingyuan-Hostel) : 10 RMB (Nego, tidak pake argo)

·         Hostel : Wullingyuan Zhongtian Youh Hostel : 69 RMB/Orang/Malam (via www.hostelbookers.com)

·         Taxi (Hostel-Pintu Masuk Taman Nasional) :10 RMB (Nego, tidak pake argo)

·         Tiket Taman Nasional 3 Hari :248 RMB

·         Bailong Lift : 72 RMB/ 1 kali naik

·         Pulang ke hostel : by feet (free) 

·         Dinner (resto depan hostel) : 20 RMB

 

Bailong Lift : post-25134-0-41621800-1432518321_thumb.j

Prita : post-25134-0-89967400-1432518092_thumb.j

Natural Bridge : post-25134-0-90166700-1432518103_thumb.j

Yuanjiajie Scenic Area : post-25134-0-87035300-1432518107_thumb.j,

 

DAY 3. Tianmen Mountain (tianmen glass skywalk, tianmenshan ghost valley plank)

Hari ini hujan dari pagi dan niatnya mau balik ke Yuanjiajie buat nyari Hallelujah mountain pun batal.  So krn ramalan di web acchuweather  cuaca mulai membaik jam 11.00an, maka kita berniat untuk ke Taman Nasional Tianmen Mountain saja. Untuk menuju tempat ini harus start dari kota Zhangjiajie, which is kita harus naik bus meninggalkan kota Wulingyuan dan naik cable car dari pusat kota Zhangjiajie menuju Tianmen Mountain. So, sesampai di stasiun cable carnya mengantrilah kita +/- 20 menit.

 

Perjalanan cable car dari pusat kota menuju puncak gunung memakan waktu 30 menit.  Cuaca masih gerimis dan pemandangan sepanjang di cable car hanya kabut putih2 yang kurang kece kalau difoto.  Sesampai disana ternyata masih kabut dan angin sangat, yah ada lah kira2 suhu 5’C. Namun demi mengejar waktu, nekatlah kita menembus cuaca yang dingin sangat. Kita berencana langsung ke Glass Skywalk. Udah ga sabar pengen foto di glass skywalk alias jalan yang dibuat berlantaikan kaca ( transparan ) dipinggir tebing. Jadi kita bisa berjalan sambil menikmati ketinggian gunung ini dengan melihat pemandangan dibawah kaki kita. Ngeri2 sedap kann.. Namun, Karena hambatan bahasa dan minimnya tulisan latin di penunjuk arah, maka nyasar lah kita ke spot ini. Kalau dipikir2 kita jadi harus mengelilingi gunung Tianmen ini baru bisa sampai spot ini. Tapi gpp disepanjang perjalanan banyak tempat kece buat berfoto ala2 winter. Karena cuaca berkabut dan peralihan dari winter maka ambience waktu trekking adalah kabut2 putih creepy yang kalau difoto mirip2 jalan di lembah berhantu deh. Tapi ternyata memang ada spot namanya tianmenshan ghost valley plank. Dan hampir 2 jam kita trekking,mampir di grand Buddha temple, ghost plank road,dll dan barulah sampai di Glass sky walk.

 

Di spot ini kita diharuskan mengalaskan sepatu kita dengan cover sepatu dari kain yg telah disediakan. Fungsinya adalah supaya sepatu kita tidak mengotori jalanan berkaca itu. Ndilalah, udah siap2 kaki gemeteran karena bayangin bisa melihat ketinggian dibawah kaki kita. Ehkann cuaca berkabut ya, walhasil yang kita lihat hanya putih saja dan berasa ada di atas awan..antara YEAY dan NAYY hihihi.. YEAY karena ga perlu takut lama2 foto disitu, NAYY karena sepertinya lbh cantik kalo ketinggian gunungnya terlihat hahaha.. gimana sih labil deh eike. Oia, sayang sekali akses menuju Tianmen Cave (lobang ‘surga’ ditengah tebing dengan mendaki 999 anak tangga) tutup pada hari itu karena cuaca kurang bersahabat.

Cost :

·         Breakfast (pop mie) : 3 RMB

·         Minibus (Wulingyuan-Zhangjiajie) : 12,5 RMB

·         Ticket Taman Nasional Tianmen Mountain : 258 RMB (Diskon menjadi 225 RMB krn periode low season)

·         Masuk area Glass Skywalk : 10 RMB

·         Lunch :20 RMB (makanan yg dijual di dalam tempat wisata relative lebih mahal )

 

Cable car :post-25134-0-14625200-1432518889_thumb.j

plank road :post-25134-0-45380900-1432518828_thumb.j

ghost valley :post-25134-0-72752700-1432518920_thumb.j,post-25134-0-79686300-1432519021_thumb.j

hanging bridge :post-25134-0-11293500-1432519123_thumb.j

glass skywalk :post-25134-0-07487600-1432518950_thumb.j

 

DAY 4 : Tianzi Mountain, Yuanjiajie Scenic Area (Ten Mile Gallery,Hallelujah Mountain)

Karena penasaran belum ketemu spot Hallelujah Mountain, maka balik lagilah kami masuk ke Taman Nasional Zhangjiajie. Karena lift mengantri sangat, maka kita berhenti dahulu di spot Ten Mile Galery. Di spot ini harusnya cantik ya dengan background the famous pilar Three Sister. Maksudnya adalah 3 tebing kembar yang menjulang. Namun, karena cuaca berkabut maka setelah capek2 trekking kesana kecewa tebingnya tak terlihat di foto. Setelah dari sana kita pasrah mengantri Lift selama 1 jam untuk ke Tianzi Mountain. Untuk menuju Tianzi Mountain, selain menggunakan lift ke daerah Yuanjiajie Scenic area harus disambung lagi menaiki shuttlebus berwarna coklat yang memakan waktu +/- 1 jam. Dengan kondisi jalanan yang berkelok dan berkecepatan kencang bagai naik wahana di dufan, saran bagi yg suka mabok mobil maka minumlah obat anti mabuk diperjalanan 1 jam  ini. Karena, perjalanan kami kurang beruntung dapat 1 bus yang ada 2 penumpangnya mabuk darat. Maka di perjalanan ada backsound “hoek2†yg tak kunjung henti. Sampai akhirnya 2 penumpang (beserta keluarganya) diturunkan oleh sang supir di tengah2 perjalanan. Thanks God..Hehehe..teganya ya si supir, cuman tiap beberapa menit selalu ada shuttle bus yang lewat kok jadi mereka tidak terlantar begitu saja di pinggir jalan. :ngeledek .

Di spot Tianzi Mountain yang mana di atas puncak gunung ternyata bertengger resto Mc.D yg luas bgt (penting banget buat gw yg ga tahan dingin, jadi bisa numpang makan dan menghangatkan badan disini, sementara si Prita sibuk hunting foto di luar). Sudah beranjak sore turunlah kita menuju Yuanjiajie lagi mencari Hallelujah. Dann..setelah trekking selama 30 menit ketemulah spot yang dimaksut. Sebenernya pemandangannya bagus banget dan spot “tebing menggantung†inspirasinya James Cameron juga amazing bgt, cuman karena cuaca ga terlalu cerah dan sedikit foggy jadinya hanya bisa dinikmati oleh mata telanjang secara langsung. Maklum kameranya cuman mengandalkan kamera HP bukan Dslr, maka hasil foto pemandangannya jadi tidak sebagus jika melihat langsung.

Cost :

·         Transport by feet dari hostel menuju taman nasional : free

·         Snack Sosis (di dalam Taman Nasional Zhangjiajie ) : 20 RMB

·         Lunch dan Dinner: mc.D

·         Bailong lift : 72 RMB (sekali jalan)

 

Oia, Tianzi mountainnya ga ke foto karena cuaca berkabut

Tianzi funeral : post-25134-0-46324500-1432519349_thumb.j

Mc.D area di Tianzi : post-25134-0-92925700-1432519365_thumb.j

The famous hanging Cliff di area Hallelujah Mountain : post-25134-0-43190000-1432519425_thumb.j

Spot Hallelujah Mountain : post-25134-0-05438300-1432519459_thumb.j

Jalan trekking di yuanjiajie scenic area : post-25134-0-16718500-1432519504_thumb.j.

 

DAY 5 : Yellow Dragon Cave, Baofeng Lake

Pagi2 kami sudah berangkat menuju Yellow Dragon Cave. Tempatnya masih satu kawasan di desa Wulingyuan, cuman agak jauh dari Hostel kami menginap. Yah kalo naik taksi sekitar 15 menit deh..Di kawasan tempat wisata Yellow Dragon Cave ini punya pemandangan yang cantik banget. Ada danau buatan dengan angsa yang lagi berenang plus taman bunga yang luas bgt berwarna kuning dan pink, serta pohon2 menjulur, dan tentu saja itu semua dikelilingi background gunung dan bukit berlapis2. Saking cantiknya pemandangan disini, jadi pengen foto maju mundur cantik plus pose mau bobok ala syahrini (lebay sangat..). Oia, di awal masuk parkiran ada bangunan yang didesign cantik bgt dengan atapnya yang unik. Bukan terbuat dari genteng, namun atap miring dibuat semacam lapangan rumput macam tempat main golf gitu.. keren yah..

Untuk masuk dan mengelilingi gua ini harus didampingi oleh tour guide yang disediakan dari sana. Jadi kita harus menunggu rombongan sebanyak 10 orang untuk bisa memulai masuk. Yellow dragon cave ini adalah gua yang banyak berisikan stalaktit dan stalagmite. Tempat ini dikelola dengan baik sekali. Rute gua dibikin sedemikian rupa sehingga kita harus berjalan melihat seluruh isi gua ini dengan cara trekking naik dan treeking turun menggunakan anak tangga yang banyaknya minta ampun ga abis-abis..tolong.. (Huhuhu.. Exit, mana exit huhuhu..dan tidak ada tulisan exit hingga mendekati rute akhir, damnn..) Tata pencahayaannya pun mengagumkan (yah mirip lampu disko warna warni, ehehe kidding..) Disini kita juga ada spot dimana harus menyusuri sungai dengan menaiki kapal kecil yg mirip2 kapal di istana boneka dufan hihihi..Karena luas banget, maka kita menghabiskan waktu 1,5 jam untuk mengelilingi gua. Ga tahan lama2 berada di ruangan gelap,bawah dan tertutup, dan begitu kita melangkah keluar terbayarkan dengan pemandangan cantik untuk berfoto maju mundur cantik.

Dari Yellow dragon cave kita naik taxi menuju Baofeng Geological Park.  Sebenernya tempat ini sangat dekat dengan hostel tempat kita menginap. Hanya 1 km saja, dan bisa jalan kaki menuju sana. Spot wisatanya pun ada banyak, namun yang kita tuju adalah Baofeng Lakenya saja untuk menghemat waktu. Untuk menuju Lake, harus trekking menyusuri jalan sejauh 500 meter dan trekking naik tangga sejauh 500 meter juga. Cukup melelahkan bagi gw yang baru aja dihajar naik turun tangga di yellow dragon cave. Fiuhh… Cuman yang namanya capek itu benar2 terbayarkan kalau udah sampai di spot yang kita tuju dengan pemandangan yang kece pula. Disini kita menyusuri danau dengan cara menaiki kapal selama 15-20 menit dan dipandu oleh guide local (tentunya berbahasa mandarin). Atraksi selama menyusuri danau juga menarik. Selain dijelaskan mengenai sejarah penamaan beberapa spot di area Danau, tiba2 ditengah2 danau ada dibangun beberapa rumah yang ketika kita melewatinya, kita disambut dan disuguhi nyanyian dari si orang yang tinggal di rumah tersebut. Lucu juga ya. Sore menjelang malam, kita berangkat menuju Zhangjiajie Railway Station menuju Kota Guangzhou, dengan menaiki Night train agar bisa menghemat waktu dan biaya menginap.

Cost :

·         Taxi (hostel-Yellow Dragon Cave) : 30 RMB

·         Tiket masuk Yellow dragon cave : 96 RMB

·         Taxi (Yellow Dragon Cave-Baofeng Geological Park ) : 30 RMB

·         Tiket masuk Baofeng Park : 95 RMB

·         Minibus (Wulingyuan-kota Zhangjiajie) : 12,5 RMB

·         Tiket Kereta Zhangjiajie-Guangzhou : 317,5 RMB (Hardsleeper-low)

 

View di entrance Yellow dragon cave : post-25134-0-94683800-1432519712_thumb.j; post-25134-0-07121600-1432519876_thumb.j; post-25134-0-85673100-1432519898_thumb.j

Yellow dragon cave : post-25134-0-26705300-1432519960_thumb.j

Baofeng Lake : post-25134-0-97131400-1432520013_thumb.j;post-25134-0-66154100-1432520629_thumb.j

Baofeng Geological Park : post-25134-0-34127400-1432520032_thumb.j

 

DAY 6 : Guangzhou (last day)

Sesampai di hotel langsung rebahan dan Itinerary seharian hanya ke : district elektronik untuk mencari kamera xiaomi yi action (go pro killer) dan tidak ketemu fiuhhh..dan belanja oleh2 dan baju ke pusat fashion shangxiajiu district.

Cost :

·         Hotel Sotel Inn : 27 USD/night

·         MRT ke tempat belanja : 2-3 RMB

·         Snack : bakpau isi : 1,5 RMB/piece

·         Lunch di foodcourt mall : +/- 13 RMB

·         Dinner fastfood samping hotel : 20 RMB

 

DAY 7 : Guangzhou Baiyun Airport menuju Jakarta

 

Suka duka selama di China MainLand yang sayang untuk tidak diceritakan :

1.     Bahasa. Tidak seperti di Hongkong yangmana penduduknya sudah familiar dengan bahasa inggris, di kota besar seperti Guangzhou pun tidak semua petugas public bisa berbahasa inggris, atau bisa membaca huruf latin. Signage atau papan penunjuk arah pun kebanyakan masih menggunakan huruf mandarin. Jadi, apabila ingin menanyakan sesuatu kepada orang disana haruslah siap2 menggunakan aplikasi google translate yang ada dihandphone, ataupun kita harus mencetak dikertas Nama tempat yg akan kita tuju (dengan huruf latin) plus disertai huruf Pinyin/Mandarin. Yahh, just incase mereka tidak bisa membaca huruf latin. Kebayang di kota besar seperti Guangzhou saja minim tulisan latin, apalagi di Zhangjiajie yang merupakan pedesaan (cry).

2.     Sanitasi. Buat orang2 yang rempong dengan urusan toilet (termasuk saya sendiri), hal ini jadi momok yang penting sekali. Bukan hal yang asing lagi kalau kita mendengar toilet2 umum di China itu joroknya minta ampun. Entah mengapa toilet disana tidak hanya bau pesing, namun masyarakat sana kok tidak hobi menyiram/men-flush hasil pembuangan yang mereka lakukan sendiri (fiuhh). Jadi selalu siap sedia lah yang namanya tissue kering, atau tissue basah. Atau tips yang saya sering lakukan ketika kebelet pipis ketika sedang berada di luar hotel adalah masukilah  mall dan pergunakan toilet di mall lantai2 atas. Kenapa jangan dilantai bawah, karena ada beberapa mall yang basement nya nyambung dengan stasiun metro (MRT). Jadi, otomatis toilet orang2 setelah keluar dari MRT lebih sering dipergunakan. Namun jangan juga menggunakan toilet di lantai yang ada foodcourtnya, karena sama padatnya. Atau masuklah hotel2 yang terlihat berbintang 4 atau lebih, karena dijamin toiletnya lumayan bersih. Namun jangan memasuki hotel2 bintang 2 atau bintang dibawahnya karena saya tidak yakin hotel disana menyediakan toilet umum di lobbynya. Nah, horror bagi saya adalah harus ke toilet di dalam kereta api 12 jam, atau di tempat2 wisata, ga kebayang itu joroknya masyainanggg…Yah itu lah tips dari pengalaman2 pribadi saya sebagai miss rempong.hehhehe..

3.     Meludah. Meludah menjadi habit bagi masyarakat disini terutama bagi bapak2. Di hampir setiap kami berjalan kaki pasti ada aja yang melakukan aksi perludahan. Lucunya adalah, mereka selalu mengambil ancang2 sebelum meludah. Dimulai dari tarikan panjang nada yang bersuara “hoeeeekkkk..†yang disusul dengan bunyi “cuuuuhhhhh..†diakhir meludah. Dan meludahnya tidak pakai menepi segala, mereka membuang reak/dahak bisa dimana saja, mau dijalanan samping tempat ia berdiri, mau di lemparkan ludahnya ke ujung manapun, bahkan di dalam lorong kereta juga mereka tidak peduli. Saya dan Prita sudah sedikit maklum dan terlatih menghadapi ini. Disaat kami mendengar ada suara ancang2 perludahan, kami langsung ngibrit entah kemana, asalkan jangan sampai terkena serangan ludah dari si empunya. Hiiii….

Mohon maaf bukan maksud menyinggung habit/culture budaya sana, saya cuman mau sharing saja dan kasih info untuk persiapan teman2 apabila ingin pergi ke China. Namun dibalik semua itu, saya tetap dan masih mau menjelajah tempat2 cantik di China dan saya akui disana top bgt untuk urusan wisata alamnya, tidak kalah dengan Indonsia.. dan Zhangjiajie ini termasuk one of the place u should visit before u die.

post-25134-0-01391600-1432518733_thumb.j

post-25134-0-13589800-1432519935_thumb.j

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hebat bgt sih, gak bisa bhs mandarin tapi berani kemari :rate

Kalau boleh tau tiket pswt nya total PP kurang lebih berapa Rupiah ya?

Saya juga minat kemari, tapi mo pake travel agent aja deh stlh baca ini.. :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

bagus2 tempatnya, mudah2an bisa kesana juga someday :)

nice FR dan memang budaya orang China kaya begitu, mudah2an 10 taon lagi generasi muda-nya yg jadi senior udah ngga begitu haha semoga lebih civilized dari bapak2 tua :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

thank you :rolleyes:

berarti total keseluruhan kurang lebih hampir 9juta ya.

 

Betul..itu sebnernya cost gede ada di tiket masuk tempat wisata dan atraksimya. kalo nyusun itinerarynya fokus di 1 taman nasional aja sih ga terlalu makan budget besar. :oke    

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ahay ko Acong terlambat Berita sangat lengkap ini Kren deh FR nya  Padahal (tapi udah beli tiket jauh hari) tambah 4 Jt Sambung ke Jiuzhaigou Huang loong Valey By Fliht  Zhang jia jie Chengdu jIu Zhai Huangloong Lengkap deh Destinasi Impian Versi Unesco Pulang Via chengdu Indonesia sealamat dan sukses Rasanya Jarang 2 cewe Backpacker Ketempat Asing dengan bahasa Asing Dan penduduknyapun Asing Kebayang sensasinya Acung 2 Jempol Deh @seyakasamira Dan rekan 

Hen Li Hay

Share this post


Link to post
Share on other sites

Lagi nyari data dan temen juga buat ke sana, seneng ketemu posting ini di Milist yg aku ikutin juga. seru banget tpi aku prefer Mei mungkin yah dimana kabutnya berkurang, walau kabut juga menambah suasana sperti negeri Avatar. bunkbed sleeper trainnya keren, belum kesampaian naek sleeper train. Rencana klo ke China pengen sekalian Zhangjiajie, Xian dan Beijing...Klo mau ke China lgi info2 yahh..

Edited by Anita Dwi Mulyati

Share this post


Link to post
Share on other sites

Lagi nyari data dan temen juga buat ke sana, seneng ketemu posting ini di Milist yg aku ikutin juga. seru banget tpi aku prefer Mei mungkin yah dimana kabutnya berkurang, walau kabut juga menambah suasana sperti negeri Avatar. bunkbed sleeper trainnya keren, belum kesampaian naek sleeper train. Rencana klo ke China pengen sekalian Zhangjiajie, Xian dan Beijing...Klo mau ke China lgi info2 yahh..

ya mba @Anita Dwi Mulyati silahkan tanya2 mba @seyakasamira dan @ko Acong yang pernah kesini :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

halo semua, salken
saya member baru disini
setelah search di gugel tentang backpack ke zhangjiajie yang sangat minim info, akhirnya ketemu disini :)

saya mai tanya, apa aman untuk solo backpacker wanita ke sana sendirian tanpa bisa menguasai bahasa mandarin.

satu lagi amankah bermalam di changsha airport?

soalnya flight saya nyampe hampir jam 12 malam.

terimakasih

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@kupriter

  Aman Istirahat Di Changsha Airport Tersediajuga Air Panas Buat seduh Kopi/ Mie Cup  Bus Airport  Pertama Menuju Setasiun Bus Selatan Barat Changsha Jam 8 pagi 50 menit Di STasiun Bus Changsa Selatan/Barat  Tinggal beli tiket Tujuan Zhangjiajie 140 RMB-/+  Durasi 4 s/d 5 jam Perjalanan untuk tidak bisa berbahasa mandarin Sebaiknya Bawa Print Alamat Hotel Versi Mandarin 

Share this post


Link to post
Share on other sites
39 minutes ago, ko Acong said:

@kupriter

  Aman Istirahat Di Changsha Airport Tersediajuga Air Panas Buat seduh Kopi/ Mie Cup  Bus Airport  Pertama Menuju Setasiun Bus Selatan Barat Changsha Jam 8 pagi 50 menit Di STasiun Bus Changsa Selatan/Barat  Tinggal beli tiket Tujuan Zhangjiajie 140 RMB-/+  Durasi 4 s/d 5 jam Perjalanan untuk tidak bisa berbahasa mandarin Sebaiknya Bawa Print Alamat Hotel Versi Mandarin 

cc: @kupriter

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By mariakuntarti
      Hari 1
      Perjalanan dimulai dari jakarta menuju KLIA (kuala lumpur ) naik Malindo air lalu pindah bandara dari KLIA ke KLIA2 untuk Naik Airasia menuju Changsha. Untuk pindah bandara dari KLIA - KLIA2 ada bus gratis yang bisa ditanyakan pada petugas bandara atau bisa juga naik kereta berbayar.
      Sampai di Changsha, karena terjadi delay sudah jam 12 malam lewat, lalu aku naik bus bandara  (Airport bus to Civil Aviation Hotel ) seharga CHY 15.5 / orang karena tujuan utamaku adalah stasiun kereta "Changsha Railway Station" . Dari pemberhentian airport bus Civil Aviation hotel menuju stasiun kereta cukup berjalan kaki saja.
      Rencana awal adalah aku akan menginap semalam di hotel sekitar stasiun tetapi karena pesawat delay dan ada kereta ke Zhangjiajie jam 04:30 pagi maka aku putuskan langsung ke stasiun untuk beli tiket kereta . Loket untuk beli tiket buka 24 jam, jadi setelah beli tiket aku istirahat di dalam ruang tunggu stasiun. Tiket yang aku dapatkan adalah tiket hardseat seharga CHY 83.5/ orang (untuk kelas tempat tidur sudah habis tiketnya)
      Note : siapkan pasport untuk beli tiket kereta, siapkan juga kertas dengan tulisan mandarin nama stasiun yang akan dituju untuk memudahkan pembelian tiket
      Dibawah ini adalah foto stasiun keretanya . Dari pemberhentian airport bus sudah kelihatan, jalan kaki juga dekat.
      satunya lagi adalah foto didalam stasiun kereta ..bagus dan megah.. tahun ini WC distasiun sudah tidak bau lho dan bersih


    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018
      Setelah bermalam di Athena karena penerbangan kami ke Santorini transit di Athena beberapa jam, tibalah kami di Santorini. Perjalanan hanya sekitar 50 menit dari Athena ke Santorini.
      Setelah tiba di Santorini kami dijemput oleh staff penginapan kami, karena kami meminta extra layanan penjemputan. Kami menginap di Antonia Apartments, penginapan ini menyediakan layanan antar-jemput bandara dengan harga yang wajar yaitu 5 euro sekali jalan/orang. Mereka juga menawarkan paket one day tour dll.
      Antonia Apartments menurut kami penginapan yang recomended karena pelayanan yang memuaskan, bersih, nyaman dan yang terpenting adalah lokasi yang strategis. Dari sini tidaklah susah jika kita ingin mencari makan atau ke Terminal Bus Fira karena berada di tengah-tengah pusat Fira.

      Itinerary hari pertama kami di Santorini adalah berjalan kaki dari Fira ke Firostefani. Sebelumnya kami pergi ke Kamari Beach menggunakan bus umum dari Terminal Bus Fira. Rencana kami ingin menyewa kendaraan bermotor disini, sayang tidak bisa karena tidak mempunyai SIM Internasional maka tidak ada pilihan selain menggunakan Bus.

       
      1. Kamari Beach

      Kamari Beach adalah pantai dengan pasir hitam, dibalik tebing yang tinggi itu terdapat Perisa Beach yang juga berpasir hitam.
      Setelah dari Kamari Beach kami kembali lagi ke Terminal Bus Fira, kemudian kami mulai berjalan kaki menuju Firostefani.
      2. Hypapante Cathedral

      Walking tour di Santorini bisa menjadi pilihan yang bagus jika kalian tidak menyewa kendaraan bermotor, atau yang hanya ingin menikmati Santorini dengan berjalan di sepanjang kaldera sambil melihat pemandangan laut. Tetapi medannya yang menanjak & menurun cukup menguras tenaga, pastikan kita selalu membawa minum. Tempat pertama yang kami lewati adalah Hypapante Cathedral.
      3. Donkey trail & walkway entrance/exit

      Bagi yang ingin hiking bisa mencoba donkey trail & walkway entrance/exit yaitu 588 anak tangga dengan zig-zag trails.
      4. Catholic Church

      Catholic Church yang berada di tepat sebelah cable car.
      5. Firostefani

      Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini.
      Inilah itinerary kami hari pertama di Santorini. 
    • By Awen
      Menjejakkan kaki di kaki Pengunungan Himalaya (Annapurna Base Camp 4130)
      “NAMASTE” Nepal 13-26 Jun 2018 
      Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan buat seorang yang bukan pendaki dan bukan trekker. Bulan Juni bukanlah waktu terbaik untuk trekking karena sudah masuk di musim hujan. karena kami adalah kuli dan untuk cuti panjang sangat susah akhirnya memutuskan di Libur Lebaran  yang pastinya harga tiket lebih mahal. Jauh hari sudah cari tiket semua di otakatik mana yang kasih promo dan termurah, sebenarnya paling murah naik Malindo tapi karena ingin terbang di waktu hari masih terang akhirnya memutuskan menggunakan AA dan sampai beli kursi dekat jendela demi keinginan melihat jajaran Himalaya dari langit apa daya ternyata yang ada kabut.
       Rencana awal Routenya : Phokara ke Hille by Jeep -  baru start trekking menuju ke Poon hill lanjut ke ABC. di tengah jalan kami memutuskan ke ABC saja dan sisa hari akan kami gunakan keliling  kota  Phokara dan Khatmandu.
      13 Jun : Jakarta - Kualalumpur
      14 Jun : Kualalumpur – Khatmandu
       tiba di airport langsung menuju mesin  VOA, sangat mudah dan ada juga petugas yang memandu, kalau mau tukar uang jangan di dalam bandara karena ada biaya potongan atau tukar sedikit saja nanti kekurangannnya bisa tukar di tamel. Selesai Imigrasi langsung keluar cari taxi  menuju NTB (Nepal Tourism Board) urus ACAP dan TIMS selesai semua dari NTB jalan kaki sampai Thamel itung-itung  latihan, dan ternyata kota ini berdebu bangat,  mencari tempat makan jadi rada susah. sampai di hostel check in langsung keluar cari Pole dan liat2 sekitar Thamel.
      15 Jun : Khatmandu ke Phokara,
      naik bus brangkatnya jam 7 pagi,  mangkalnya di Jl.Kantipath  Persis di depan Yellow Pagoda Hotel, busnya banyak tinggal milih mau naik yg mana, tiba Phokara sekitar pukul 15:00, dari terminal bus jaki lagi menuju Hotel Diplomat check in dan ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya atas saran bapaknya  kami merobah Route yang awal nya ke Poonhill menjadi Ke ABC Dan kami memesan Jeep di Hotel sampai ke Kimche dan diingatknan pagi  jam 6:00  sudah harus siap.
      16 Jun : Pagi Jam 6:00 Jeep sudah nongol depan hotel
      Perjalanan di mulai dari jalan lurus, lama2 meliuk-liuk  Sopir Jeep nya  baik awalnya kita ke Kimche tapi disaranin sama Pak Sopirnya sampai ke  Ke pemberhentian terakhir Jeep itu di MOTKIU dekat new bridge. Berhenti dulu di Birethanti TIMS Check Post & ACAP Check Post, lapor diri sah di catat tanggal masuknya  dan benar benar serius menanganinya. Ajung jempol. lanjut lagi naik Jeep kurang lebih 1,5 jam an dengan jalanan yang cukup menantang, ngeri ngeri sedap kata orang Medan Sopir disini wajib ahli dan lihai,  melebihi supir medan :-) . Tiba di MOTKIU @ 10:00 disini jeep banyak mangkal yang menunggu trekker yg sudah turun dan menuju ke Phokara, auranya makin semangat  ranselnya mulai Di gendong saking semangatnya 10kg kagak berasa wkwkwkwk.  target hari ini sampai Chomrong  ternyata lewat sampai Sinuwa.  Tangga-tangga yang mematikan itu terlewati sudah di temani hujan.
       Trekking berawal dari sini:       Motkiu - New Bridge - Jhinu - Chomrong - Sinuwa -------> Nginap
      17 Jun : Sinuwa – Bamboo - Dovan - Himalaya --------> Nginap
      Tiba di Himalaya di sambut hujan deras juga, pesan makan bersih2,   Naik ketempat tidur ritual pakai alat2 anti dingin dan minyak, conterpain Hari masih sore udah    sembunyi di bawah selimut. Makin malam mulai terasa keanehan, Kami tidak bisa memejamkan mata, adanya jadi stress sendiri, jadinya ngobrol dan Mencoba mengingat perjalanan satu hari ini ternyata kami waktu makan siang di Bambo. Minum black tea 1 pot bisa jadi mungkin karena itu atau gejala AMS yg hinggap.      
      18 Jun : Himalaya - Deurali - MBC -------> Nginap
      Untuk mengurangi beban barang2  yg tidak diperlukan ke atas kami titipkan di penginapan,  Deurali setengah perjalanan saya mulai mengalami mual, mencoba mengatur nafas dan  Mengalihkan rasa sakitnya dengan menghitung langkah 1, 2 , 3,…. Sampai akhirnya   Lihat tulisan MBC dan disini saya mengeluarkan air mata, bahagia liat plang tapi mualnya mulai nga karuan, mau mencapai plang itu liat ke atas masih banyak tangganya, teman jalan ku dah di atas sambil teriak nyemangati,  mulai menapaki tangganya tanpa liat kiri dan kanan akhirnya nyampe, sesat rasa sakit hilang karena rasa bahagia campur aduk hahaha, Sebenarnya masih cukup waktu untuk lanjut ke ABC tapi dengan pertimbangan rasa mual dan nafsu makan yg sudah mulai ngaco dan cuaca mulai mendung kami putuskan nginap di MBC. Sore hari pas jam makan pada teriak liat ada Sunset semua kabur ke luar pada cari kamera dari sini keliatan bias sinarnya hanya di ujung saja dan di rekam di otak. Yang stay di ABC pasti melihat dan menikmati keindahannya secara sempurna.
      19 Jun : MBC - ABC - MBC -  Deurali - Himalaya -----> Nginap
       Jam 3 pagi sudah bangun sarapan Sop Garlic dan Ginger tea untuk stamina Atas saran dari quide nya opung doli dan opung boru dari Korea, dan menolong kami penunjuk jalan awal di pagi subuh menuju ABC kurang lebih 2 jam an Pagi yang dingin  rasanya jari ku dah beku lupa bawa sarung tangan mmm rasakanlah jariku menderita. Akhirnya Liat Papan “Namaste Annapurna Base Camp 4130” –  teriak bahagia kegirangan dan berhasillllllll, Beberapa jam jalan keliling dan menikmati area Annapurna Base Camp baru turun lagi  ke MBC dengan  mual  nga hilang, akhirnya mabok…..Tiba di MBC rapi2 dan makan siang terus melanjutkan perjalanan  Rencana target sampai Dovan tapi akhirnya nginap Himalaya. Disini kami ramai karena bareng turun dengan teman teman  sebangsa dan setanah air  Indonesia yang ktemu di atas sambil ngobrol dengan cerita seru dan kocak kami semua  nginap di Himalaya
      20 Jun : Himalaya - Dovan - Bamboo - Chomrong ----------> nginap
      Setiap pagi selalu semangat energi masih penuh turunnya pengen lari-lari, Beban berkurang karena kita sewa porter 1 hari sampai Chomrong jadi jalannya lebih cepat          
      21 Jun : Chomrong - Jhinu - New Bridge - Motkiu - Phokara.
      Horeee jeepnya dah kliatan kita salaman semua dah sampai di Motkiu hahaha, makan siang lanjut naik jeep dan Lapor diri bahwa kita sudah keluar. Perjalanan trekking usai dengan bahagia dan selamat. Selama di perjalanan. Banyak ktemu orang dari berbagai  negara yg naik dan turun walaupun musim hujan, yg semuanya setiap berpapasan selalu saling sapa "Namaste" dan menyemangati.
      * Jadi berapa  lama kah waktu di butuhkan ke ABC ?
         Tergantung kecepatam jalan, stamina, cuaca,
      * kami 6 hari naik dan turun, sebelum sore dah berhenti karena takut kabut dan hujan
      Persiapannnya:
       -  Asuransi sangat penting buat jaga2 halhal yg tidak diinginkan.
          Kemarin disana ada dari Indonesia kena AMS tingkat serius dijemput Heli di Deurali untungnya pake asuransi klo nga? Sipastikan mihillll
       -  Obat-obatan, P3K minyak telon, kayu putih, conterpain, sun protection
       - Jacket anti dingin, anti hujan, anti badai sampai ber layer
       - Sepatu trekking, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, buff, masker, Pole, Senter
       - Baju gunakan yg ringan gampang kering, kalau nga mau belang2  dan kulit gosong pakailah lengan panjang
      - HP, camera, klo nga nampang ntar dibilang hoax hehehe
      - makanan ringan mengganjal perut menambah energi, permen,
         Biayanya :
      - VOA usd 25 untuk 15 hari
      - TIMS 2000 / ACAP dah naik Jadi 2300
      - Bus Khatmandu - Phokara 700 / Phokara - Khatmandu 600
      - Jeep 2000 Return
      - Biaya makan dan penginapan  semakin naik semakin mahal , Lewat chomrong semua berbayar air panas buat mandi, wifi, air minum,  Yg berhubungan dengan charger an      Tidak menjual air mineral yg sdh dikemas, jadi bawa lah botol minum   di atas bisa diisi 1 ltr sekitar 100-110, airnya sejuk dan nikmat. Biaya makan dan nginap  selama 6         hari : 15,030 untuk 2 orang  Klo nginap di ABC akan lebih mahal lagi dan disana tidak  diperkenankan  untuk charger Hp, Camera, powerbank dll
      - Biaya porter kemarin dari Himalaya ke Chomrong Ransel 2000 / untuk 2 orang
      22 - 26  Juni kami keliling Phokara, Bhaktapur dan Khatmandu
       
       
       
       

       


       
                         
       
       
        
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan.
      Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok.

       
      Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok.  Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta.

      Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. 
      Waterton.
      Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. 

      Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary.

      Waterton Lake view.
      Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin.

      Prince Of Wales Hotel.
      Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya.
      Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir.

      Belakang kamar hotel.
      Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius.

      Sekitaran hotel.
      Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. 

      Air terjun.

      Border US- CANADA.
      Transit satu malam di Calgary. 
      Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. 
      Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. 

      Calgary view.
      Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. 
      Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
      Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.
      Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

       
      Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

      Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.
      Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

       
      Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin
      River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .
      Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.
      Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.
      Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.
      Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.
       
       

      Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

       
      Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.
       
      Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.
      Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .
      Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !
      Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

       
      Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.
      Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

       
      Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .
      Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh
      Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.


       

       
    • By Ahook_
      Tanggal 28 Oktober 2016
       
      Akhirnya, sampai juga di Brunei Darussalam. Iya Brunei, tidak salah.. Memang, ada beberapa teman yang sempat bingung, ketika tahu aku mau ke Brunei. Ngapain? Hehh… ngapain ya? Aku sendiri tidak paham. Hahaha… Ya datang sajalah, aku yakin pasti ada yang dilihat, apapun itu. Sudah aku bilang, traveling itu bukanlah tentang tujuannya, tetapi lebih ke prosesnya. 
       
      Tapi, hanya 1 sih, penasaran. Serius, karena penasaran. Brunei, negara kecil nan kaya raya itu, bagaimana sih isi dalamnya? Apakah sampai jalan raya juga terbuat dari emas? #inilebaybanget. Begitulah adanya, selain ingin memperjuangkan mimpi keliling ASEAN. Terwujud sudah… 

      Jalan utama di Bandar Seri Begawan.
      Okey, trip Brunei termasuk trip yang minim persiapan. Baru mulai mencari informasi 2 hari sebelum berangkat dari Jakarta. Parahnya, tidak terlalu ada review yang mengulas Brunei dan isinya. Adapun, lebih banyak mengulas tempat yang wajib dikunjungi.
       
      Tentang transportasi umum, ya memang, seperti yang aku baca dari travelblogger yang sudah menapakkan jejak kakinya ke sini dulu. Hampir semua memaparkan, transportasi Brunei masih kurang. Lebih baik datang ber-group sehingga bisa sharing cost untuk urusan tranportasi buat sewa mobil biar lebih mudah mau kemana- mana. 
       
      Transportasi umum di Brunei cuma ada bus, taxi sapu dan taxi. Selama trip di Brunei, aku mengandalkan bus. Sekali naik bayar 1 dollar, terserah, mau bayar pakai Dollar Brunei atau Dollar Singapore. ( Tidak tahu kenapa, mereka menerima Dollar Singapore, katanya sih, rate-nya sama). 
       
      Kuantitas bus di Brunei, jumlahnya sedikit, mungkin disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada. Untuk mendapatkan bus, kamu butuh energi besar dan kesabaran penuh dalam menunggu bus lewat. Kalau dari review-an, mereka sih, bilang, bisa menunggu 1 jam –an, tuh bus baru nongol. Karena murah, ya mau tidak mau, harus menunggu. Tidak ada pilihan. Kecuali kamu punya kerabat, atau naik taxi yang harganya selangit. 
       
      Dan aku, termasuk yang cukup beruntung. Tidak perlu mengunggu terlalu untuk sebuah bus. Dari airport, aku menghabiskan waktu 10 menit saja. Okey, kamu keluar dari pintu utama, kemudian jalan terus sampai diperbatasan trotoar, lalu belok kiri. Jalan sampai ke ujung, nah disana ada plang bertuliskan tempat tunggu bus. 
       
      Bayar 1 Dollar, kamu akan diantarkan ke Bandar Seri Begawan, pusat kotanya. Lama perjalanan sekitar 30 menit-an. Entah karena jumlah penduduk yang sedikit atau apa, sepanjang perjalanan, sepi banget. Mobil yang lalu lalang juga tidak banyak. Motor, malah tidak kelihatan sama sekali. Bus berhenti di setiap halte. Hampir setiap halte, tidak ada penumpang. 
       

      Bus 1 Dollar...
      Model bus-nya tidak mencerminkan kekayaan yang dimiliki Brunei. Hahaha… Parah sih tidak, ya cuma standart saja. Tempat duduknya yang alakadar. Informasi yang aku himpun, #jiaahhh… yang memakai bus di Brunei adalah pendatang, mereka yang datang merantau meninggalkan keluarga dikampung. Sedangkan, orang lokal Brunei, kesehariannya ya pakai mobil pribadi. Tidak heran. Bahkan setiap anggota keluarga, masing- masing punya mobilnya tersendiri. Begitupun, tidak macet. 
       
      Selama di Brunei, aku naik bus kemana- mana. Sekali lagi, tidak seperti yang dialami traveler lainnya, aku tidak perlu menunggu bus sampai berjam. Paling lama ya itu, 10 menitan. Pokoknya setiap kali naik, bayar 1 Dollar, kecuali aku ke Hotel Empire, bayar 2 Dollar. 

      Dalam bus...
      Setiap bus itu punya jalurnya. Tidak perlu khawatir, kalau lupa bus nomor berapa ke tujuan kamu, tinggal tanya saja sama petugas yang ada diterminal. Atau, biasanya, kan dari tempat penginapan ada informasinya juga. 
       
      Dari sekian kali aku naik bus, hanya sekali saja, supir dan kondekturnya pendatang dari Malaysia. Sisanya, orang Indonesia. Jadi, pendatang jumlahnya lumayan. Dan kebanyakan kerjanya ya sebagai supir dan kondektur bus, kerja di restoran ataupun tempat jualan lainnya. 

      Terminal Bus Bandar..
      Aku tidak punya pengalaman naik taxi sapu. Tapi jangan sesekali naik taxi deh. Mahal banget. Dan itu terjadi sama aku. Nyesek banget. Ternyata ada Car Free Day di Brunei. Di kasih tahu, kalau Sulthan hari ini dijadwalkan ikut CFD disekitaran Bandar. Alhasil, semua jalan di blok. Aku tidak bisa ke airport pagi- pagi. Tidak ada bus yang operasional. Mati gak loe? Tidak ada pilihan lain, terpaksa pakai banget naik taxi. Ada argo sih, tapi supir taxinya menawarkan 20 Dollars untuk sekali jalan. Buset gak tu. Pakai bus hanya 1 Dollar loh. Tawarlah, kemudian sepakat 15  Dollars. Sakit banget ketika mau bayar. Ya ampun, itu sudah biaya makan dan naik bus kemana – mana buat seharian, dan itupun sudah bisa makan enak loh. Parah..  

      Bus stop di Gadong..
      Oh ya, semua terminal bus ada di Bandar, sebutan untuk Bandar Seri Begawan. Semua bus akan bermuara ke situ, kalau kamu pergi dari objek wisata ke objek lainnya, ada kemungkinan, kamu harus kembali ke terminal Bandar kemudian pindah bus lainnya. 
       
      Tungguin postingan tentang Brunei-nya ya....!!!
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---