seyakasamira

Ohhmazing Zhangjiajie (China), 7D6N

42 posts in this topic

Fiuhhh setelah berbulan-bulan lamanya mencari teman trip ke  Zhangjiajie di berbagai forum termasuk forum jalan2 ini, dan tidak ada satu orangpun yang cucok jadwalnya dengan saya, ternyata susah juga ya mengajak orang ke tempat yang kurang mainstream ini (tsahhh) :bingung . Dannn tak dinyana tak disangka sahabat saya, Prita, teman satu kampus pada jaman jahiliah dahulu, yang akhirnya menemani saya berpetualang ke negeri China ini :terharu . Dan petualangan kami berdua ciwi2 cilik ini, memutuskan untuk pergi ala flashpacker tanpa menggunakan jasa travel maupun tourguide, yang mana kami berdua pun tidak ada yang bisa berbahasa mandarin ataupun membaca tulisan mandarin. :backpacking Xixiixixi..

 

Oia sebagian banyak referensi travelling mengenai Zhangjiajie, kami lihat dari traveler bernama Tim&Glo (http://youtu.be/jUlOFxOrkPg)

 

dan juga saya banyak sekali bertanya pada @ko Acong salah satu member di forum jalan2.com ini. Well, ko acong terima kasih banyak atas semua info dan saran2nya  :kesengsem  ..

 

DAY 1. Guangzhou  (12 Maret 2015)

Kami menggunakan pesawat TIGERAIR menuju Guangzhou dan memutuskan ke Zhangjiajie via darat (kereta api) dari sana. Kami sampai di Guangzhou dini hari (02.00pagi) dan  karena fasilitas metro (MRT) hanya beroperasi hingga jam 22.00 maka kami harus menggunakan taxi untuk ke Hotel.  Siang harinya kami sempat ke Shamian Island (kota tempo doeloe versi Guangzhou), dan malamnya harinya kami pergi menggunakan Night Train menuju Zhangjiajie. Ticket kereta api telah kami beli sebelumnya melalui situs www.ctrip.com. Dikarenakan perjalanan malam hari selama +/- 13-15jam maka saya membeli seat khusus hardsleeper yaitu kereta dengan fasilitas tempat tidur berupa bunkbed tingkat 3. Harga seat ditentukan dari pilihan tempat tidur yang kita inginkan apakah mau softsleeper atau hardsleeper, atau hardseat biasa. Harga juga dibedakan apakah mau mengambil bunkbed yang di paling bawah –tengah-atau atas.

 

Cost :

·         Taxi  :  80 RMB (dari Baiyun Airport Guangzhou  menuju Hotel di daerah Yuexiu District), Namun apabila malas mengantri taxi, banyak sekali yang menyewakan taxi gelap dengan biaya +/- 200 RMB.

·         Breakfast (noodle soup, kaki lima depan hotel ) : 10 RMB

·         Hotel Sotel Inn : 27 USD/night

·         Snack (streetfood semacam sate fishball, sate cumi, dll) : 10-15 RMB (dpt 3 tusuk)

·         Ticket MRT dr Hotel ke Shamian Island : 2 RMB

·         Shamian Island : Free

·         Ticket MRT dr Hotel ke Guangzhou Railway Station : 4 RMB.

·         Dinner Mc.D : +/- 20 RMB (Paket Burger +French Fries+Soda)

·         Ticket kereta Guangzhou-Zhangjiajie : 317,5 RMB (hardsleeper-low)

 

Shamian Island : post-25134-0-46704500-1432518085_thumb.j

Bunkbed Hardsleeper :post-25134-0-17206800-1432518097_thumb.j

 

DAY 2. Zhangjiajie (Wullingyuan) 13 Mar 2015.

 

Kami tiba di stasiun kereta Zhangjiajie pukul 8.30 pagi hari. Dan sesampainya disana yang dicari adalah breakfast hahaha. Untungnya disamping stasiun ada Mc.D dan supermarket. Jadi selain makan kami juga bisa berbelanja air mineral dan snack lainnya. Tidak hanya di Guangzhou, di Kota Zhangjiajie ini masyarakatnya pun sulit berbicara maupun membaca tulisan selain pinyin/mandarin. Jadi, sangatlah pe-er bagi kami bagaimana caranya menanyakan bus mana yang menuju daerah Wullingyuan tempat taman nasional Zhangjiajie berada. Wullingyuan ini jauhnya +/- 35-40 km dari kota Zhangjiajie (tempat stasiun kereta berada). Kami berencana menggunakan bus menuju kesana. Tempat terminal bus ada disamping Staisun Kereta, tepatnya di samping Mc.D. Jadi hemat tenaga deh narik2 koper setelah harus menjinjing koper ketika turun dari stasiun kereta api yang tidak ada eskalatornya (apalgi lift) :bingung ..

Akhirnya kami pun berhasil masuk di minibus nomor 19 yang menuju Wullingyuan. Thanks God minibusnya ada angka latinnya “19â€, saya sudah was2 saja, jgn2 angkanya menggunakan tulisan mandarin lagi. Xixixi…

 

Kami menginap di Hostel bernama : Wullingyuan Zhongtian Youh Hostel. Perjalanan menuju Wulingyuan +/- 30 menit dan lucunya kenek disini naik dan turun ditempat2 tertentu (bukan di terminal bus). Dan keneknya itu kebanyakan cewe kece yang modis dandanannya yg kita sendiri ga nyangka kalau dia itu kenek. Hehe.. selama perjalanan masuk ke daerah Wullingyuan kami disuguhi pemandangan tebing2 di kiri dan kanan yang spektakuler indah dan megahnya. Dan ketika sampai kami diturunkan di tempat di pinggir jalan yang katanya itu terminal bus wullingyuan. Namun tempatnya sangat tidak mirip terminal karena lagi ada renovasi bangunan disitu, dan tidak ada kumpulan bus2 layaknya di terminal. Jadi pe-er kembali bagi kami bagaimana caranya dari terminal menuju hostel. Karena berdasarkan info dr internet yang kami baca kami harus menaiki bus no.2 untuk sampai ke hostel. Namun tidak satupun ada bus disana hahahha..

 

Tapi kami tidak bête, karenaaaa ternyata kota kecil (desa sih sebenernya) yg namanya Wullingyuan itu indah bingits, jika kita berputar di tempat melihat kiri kanan depan belakang itu latar belakangnya dikelilingi sama kumpulan gunung, tebing, bukit yang berlapis2 dan apalah itu namanya. :kesengsem 

So, karna ga ada kendaraan bus lain, jadilah kami menyetop taxi untuk di drop sampai hostel. Jaraknya hanya 2 km ternyata dan 5 menit lgsg cuss sampai hostel. Hostelnya cukup OK dengan interior kayu dilobbynya dan Kevin sebagai pengelola disana sangat ramah dan helpful menjelaskan ini dan itunya mengenai taman nasional Zhangjiajie. Kami mendapat ruangan di lt.2 (1 lantai di atas lobby) dan menggunakan tangga naiknya (yaiyalah namanya juga hostel). Yang menarik di dinding2 tembok tangga penuh dengan coret2an tulisan turis2 dari berbagai macam Negara. Kebanyakan tulisan alay semacam “Sammy was Here (plus gambar bendera negaranya†wekekke..ada juga yang menggambar dan menulis suka duka di hostel ini. Kamar dan kamar mandinya cukup bersih.

 

Karena sampai disana jam 11an maka kami langsung mandi dan cuss menuju Taman Nasional Zhangjaijie. Kami harus mengejar waktu kesana karena Taman Nasional tsb tutup jam 18.00. Jarak dari hostel ke pintu masuk Taman nasional hanya +/-2 km. Naik taxi Cuma 5 menit. Thanks God cuaca disana sedang cerah2nya YEAYYY For Us. meski suhu masih dingin (menurut saya) yah +/- 15’C (karena resiko pergi di bulan Maret adalah cuaca peralihan dari winter menuju summer sehingga kabut/hujan mendominasi ). Sesampainya disana kami lgsg membeli tiket  terusan 3 hari dan registrasinya selain tiket plus juga harus scan jari untuk bisa masuk kesana.

 

Spot 1. Yuanjiajie Scenic Area: Fields and Gardens in the Air, Natural Bridge under Heaven.

Di Taman Nasional Zhangjiajie ada berpuluh2 spot wisata (lebih dari 20 spot kayanya) yang bisa dikunjungi, tidak cukup hny 3 hari, karena tidak akan bisa mengelilingi semuanya. Namun untuk menghemat waktu, tujuan awal adalah spot dimana menjadi inspirasinya film Avatar James Cameron dibuat, yaitu Hallelujah Mountain yang ada di district Yuanjiajie Scenic Area. Cara menuju kesana ada beberapa cara, menggunakan lift atau cable car, namun karena cable carnya sedang under maintenance saya tidak punya pilihan lain. Perjalanan menuju pintu masuk ke Bailong Lift menggunakan shuttle bus, selama 10 menit, dannn kami disuguhi pemandangan2 indah, danau berwarna turquoise yang dikelilingi oleh gunung dan bukit dan tebing disekitarnya.  Beruntung banget di hari 1 ini cerah cuacanya jadi feel ambience di zhangjiajie ini terasa bgt.

 

 Anyway,  Bailong lift adalah lift tertinggi kedua di dunia yang tingginya 1,070 feet (330 m), namun untuk sampai ke atas mencapai waktu 3 menit saja. Dari awal kami sudah diingatkan untuk naik lift dan cable car itu harus rela mengantri ber jam-jam lamanya. Dikarenakan kami pergi di saat low season maka, kami “Cuma†mengantri selama 15 menit saja, kabarnya apabila peak season bisa mengantri selama 2 jam hehehe.. Lift ini di design transparan di dindingnya, jadi kita bisa melihat pemandangan luar dari bawah basement hingga saat2 lift naik ke atas dan disuguhi cantiknya zhangjiajie.

Keluar dari lift kami harus sambung shuttle bus lagi menuju yuanjiajie scenic area. Dan ketika sampai disana, kami bingung bagaimana cara ke Spot Hallelujah Mountain. Papan petunjuk arahnya hampir semua bertuliskan huruf pinyin, dan hanya ada 1 papan di awal pintu masuk yang ada tulisan huruf latinnya. Namun itu pun tidak ada spot yang bertulisakan hallelujah mountain. Whattt :terharu â€¦hiks hiks hiks.. Namun akhirnya kita trekking/berjalan mengikuti  kebanyakan turis disitu hendak kemana. Namun spot2 yang kita temui pun tak kalah cantiknya. Spot tebing2 runcing menjulang dan terkesan menggantung. Ada spot yang dinamakan Fields n Garden in the Air karena spot itu terlihat seperti jembatan yang menggantung antara satu tebing dengan tebing lain. Setelah puas berfoto kami trekking kemana kaki kita melangkah saja, syukur2 bisa ketemu yang namanya spot Hallujah Mountain. Namun lagi2 karena mengejar jam tutup jam 18.00, maka kami memutuskan menjelajah besok hari saja.

 

Cost:

·         Breakfast Mc.d : 20 RMB

·         Minibus Zhangjiajie-Wulingyuan : 12,5 RMB

·         Taxi (terminal Wulingyuan-Hostel) : 10 RMB (Nego, tidak pake argo)

·         Hostel : Wullingyuan Zhongtian Youh Hostel : 69 RMB/Orang/Malam (via www.hostelbookers.com)

·         Taxi (Hostel-Pintu Masuk Taman Nasional) :10 RMB (Nego, tidak pake argo)

·         Tiket Taman Nasional 3 Hari :248 RMB

·         Bailong Lift : 72 RMB/ 1 kali naik

·         Pulang ke hostel : by feet (free) 

·         Dinner (resto depan hostel) : 20 RMB

 

Bailong Lift : post-25134-0-41621800-1432518321_thumb.j

Prita : post-25134-0-89967400-1432518092_thumb.j

Natural Bridge : post-25134-0-90166700-1432518103_thumb.j

Yuanjiajie Scenic Area : post-25134-0-87035300-1432518107_thumb.j,

 

DAY 3. Tianmen Mountain (tianmen glass skywalk, tianmenshan ghost valley plank)

Hari ini hujan dari pagi dan niatnya mau balik ke Yuanjiajie buat nyari Hallelujah mountain pun batal.  So krn ramalan di web acchuweather  cuaca mulai membaik jam 11.00an, maka kita berniat untuk ke Taman Nasional Tianmen Mountain saja. Untuk menuju tempat ini harus start dari kota Zhangjiajie, which is kita harus naik bus meninggalkan kota Wulingyuan dan naik cable car dari pusat kota Zhangjiajie menuju Tianmen Mountain. So, sesampai di stasiun cable carnya mengantrilah kita +/- 20 menit.

 

Perjalanan cable car dari pusat kota menuju puncak gunung memakan waktu 30 menit.  Cuaca masih gerimis dan pemandangan sepanjang di cable car hanya kabut putih2 yang kurang kece kalau difoto.  Sesampai disana ternyata masih kabut dan angin sangat, yah ada lah kira2 suhu 5’C. Namun demi mengejar waktu, nekatlah kita menembus cuaca yang dingin sangat. Kita berencana langsung ke Glass Skywalk. Udah ga sabar pengen foto di glass skywalk alias jalan yang dibuat berlantaikan kaca ( transparan ) dipinggir tebing. Jadi kita bisa berjalan sambil menikmati ketinggian gunung ini dengan melihat pemandangan dibawah kaki kita. Ngeri2 sedap kann.. Namun, Karena hambatan bahasa dan minimnya tulisan latin di penunjuk arah, maka nyasar lah kita ke spot ini. Kalau dipikir2 kita jadi harus mengelilingi gunung Tianmen ini baru bisa sampai spot ini. Tapi gpp disepanjang perjalanan banyak tempat kece buat berfoto ala2 winter. Karena cuaca berkabut dan peralihan dari winter maka ambience waktu trekking adalah kabut2 putih creepy yang kalau difoto mirip2 jalan di lembah berhantu deh. Tapi ternyata memang ada spot namanya tianmenshan ghost valley plank. Dan hampir 2 jam kita trekking,mampir di grand Buddha temple, ghost plank road,dll dan barulah sampai di Glass sky walk.

 

Di spot ini kita diharuskan mengalaskan sepatu kita dengan cover sepatu dari kain yg telah disediakan. Fungsinya adalah supaya sepatu kita tidak mengotori jalanan berkaca itu. Ndilalah, udah siap2 kaki gemeteran karena bayangin bisa melihat ketinggian dibawah kaki kita. Ehkann cuaca berkabut ya, walhasil yang kita lihat hanya putih saja dan berasa ada di atas awan..antara YEAY dan NAYY hihihi.. YEAY karena ga perlu takut lama2 foto disitu, NAYY karena sepertinya lbh cantik kalo ketinggian gunungnya terlihat hahaha.. gimana sih labil deh eike. Oia, sayang sekali akses menuju Tianmen Cave (lobang ‘surga’ ditengah tebing dengan mendaki 999 anak tangga) tutup pada hari itu karena cuaca kurang bersahabat.

Cost :

·         Breakfast (pop mie) : 3 RMB

·         Minibus (Wulingyuan-Zhangjiajie) : 12,5 RMB

·         Ticket Taman Nasional Tianmen Mountain : 258 RMB (Diskon menjadi 225 RMB krn periode low season)

·         Masuk area Glass Skywalk : 10 RMB

·         Lunch :20 RMB (makanan yg dijual di dalam tempat wisata relative lebih mahal )

 

Cable car :post-25134-0-14625200-1432518889_thumb.j

plank road :post-25134-0-45380900-1432518828_thumb.j

ghost valley :post-25134-0-72752700-1432518920_thumb.j,post-25134-0-79686300-1432519021_thumb.j

hanging bridge :post-25134-0-11293500-1432519123_thumb.j

glass skywalk :post-25134-0-07487600-1432518950_thumb.j

 

DAY 4 : Tianzi Mountain, Yuanjiajie Scenic Area (Ten Mile Gallery,Hallelujah Mountain)

Karena penasaran belum ketemu spot Hallelujah Mountain, maka balik lagilah kami masuk ke Taman Nasional Zhangjiajie. Karena lift mengantri sangat, maka kita berhenti dahulu di spot Ten Mile Galery. Di spot ini harusnya cantik ya dengan background the famous pilar Three Sister. Maksudnya adalah 3 tebing kembar yang menjulang. Namun, karena cuaca berkabut maka setelah capek2 trekking kesana kecewa tebingnya tak terlihat di foto. Setelah dari sana kita pasrah mengantri Lift selama 1 jam untuk ke Tianzi Mountain. Untuk menuju Tianzi Mountain, selain menggunakan lift ke daerah Yuanjiajie Scenic area harus disambung lagi menaiki shuttlebus berwarna coklat yang memakan waktu +/- 1 jam. Dengan kondisi jalanan yang berkelok dan berkecepatan kencang bagai naik wahana di dufan, saran bagi yg suka mabok mobil maka minumlah obat anti mabuk diperjalanan 1 jam  ini. Karena, perjalanan kami kurang beruntung dapat 1 bus yang ada 2 penumpangnya mabuk darat. Maka di perjalanan ada backsound “hoek2†yg tak kunjung henti. Sampai akhirnya 2 penumpang (beserta keluarganya) diturunkan oleh sang supir di tengah2 perjalanan. Thanks God..Hehehe..teganya ya si supir, cuman tiap beberapa menit selalu ada shuttle bus yang lewat kok jadi mereka tidak terlantar begitu saja di pinggir jalan. :ngeledek .

Di spot Tianzi Mountain yang mana di atas puncak gunung ternyata bertengger resto Mc.D yg luas bgt (penting banget buat gw yg ga tahan dingin, jadi bisa numpang makan dan menghangatkan badan disini, sementara si Prita sibuk hunting foto di luar). Sudah beranjak sore turunlah kita menuju Yuanjiajie lagi mencari Hallelujah. Dann..setelah trekking selama 30 menit ketemulah spot yang dimaksut. Sebenernya pemandangannya bagus banget dan spot “tebing menggantung†inspirasinya James Cameron juga amazing bgt, cuman karena cuaca ga terlalu cerah dan sedikit foggy jadinya hanya bisa dinikmati oleh mata telanjang secara langsung. Maklum kameranya cuman mengandalkan kamera HP bukan Dslr, maka hasil foto pemandangannya jadi tidak sebagus jika melihat langsung.

Cost :

·         Transport by feet dari hostel menuju taman nasional : free

·         Snack Sosis (di dalam Taman Nasional Zhangjiajie ) : 20 RMB

·         Lunch dan Dinner: mc.D

·         Bailong lift : 72 RMB (sekali jalan)

 

Oia, Tianzi mountainnya ga ke foto karena cuaca berkabut

Tianzi funeral : post-25134-0-46324500-1432519349_thumb.j

Mc.D area di Tianzi : post-25134-0-92925700-1432519365_thumb.j

The famous hanging Cliff di area Hallelujah Mountain : post-25134-0-43190000-1432519425_thumb.j

Spot Hallelujah Mountain : post-25134-0-05438300-1432519459_thumb.j

Jalan trekking di yuanjiajie scenic area : post-25134-0-16718500-1432519504_thumb.j.

 

DAY 5 : Yellow Dragon Cave, Baofeng Lake

Pagi2 kami sudah berangkat menuju Yellow Dragon Cave. Tempatnya masih satu kawasan di desa Wulingyuan, cuman agak jauh dari Hostel kami menginap. Yah kalo naik taksi sekitar 15 menit deh..Di kawasan tempat wisata Yellow Dragon Cave ini punya pemandangan yang cantik banget. Ada danau buatan dengan angsa yang lagi berenang plus taman bunga yang luas bgt berwarna kuning dan pink, serta pohon2 menjulur, dan tentu saja itu semua dikelilingi background gunung dan bukit berlapis2. Saking cantiknya pemandangan disini, jadi pengen foto maju mundur cantik plus pose mau bobok ala syahrini (lebay sangat..). Oia, di awal masuk parkiran ada bangunan yang didesign cantik bgt dengan atapnya yang unik. Bukan terbuat dari genteng, namun atap miring dibuat semacam lapangan rumput macam tempat main golf gitu.. keren yah..

Untuk masuk dan mengelilingi gua ini harus didampingi oleh tour guide yang disediakan dari sana. Jadi kita harus menunggu rombongan sebanyak 10 orang untuk bisa memulai masuk. Yellow dragon cave ini adalah gua yang banyak berisikan stalaktit dan stalagmite. Tempat ini dikelola dengan baik sekali. Rute gua dibikin sedemikian rupa sehingga kita harus berjalan melihat seluruh isi gua ini dengan cara trekking naik dan treeking turun menggunakan anak tangga yang banyaknya minta ampun ga abis-abis..tolong.. (Huhuhu.. Exit, mana exit huhuhu..dan tidak ada tulisan exit hingga mendekati rute akhir, damnn..) Tata pencahayaannya pun mengagumkan (yah mirip lampu disko warna warni, ehehe kidding..) Disini kita juga ada spot dimana harus menyusuri sungai dengan menaiki kapal kecil yg mirip2 kapal di istana boneka dufan hihihi..Karena luas banget, maka kita menghabiskan waktu 1,5 jam untuk mengelilingi gua. Ga tahan lama2 berada di ruangan gelap,bawah dan tertutup, dan begitu kita melangkah keluar terbayarkan dengan pemandangan cantik untuk berfoto maju mundur cantik.

Dari Yellow dragon cave kita naik taxi menuju Baofeng Geological Park.  Sebenernya tempat ini sangat dekat dengan hostel tempat kita menginap. Hanya 1 km saja, dan bisa jalan kaki menuju sana. Spot wisatanya pun ada banyak, namun yang kita tuju adalah Baofeng Lakenya saja untuk menghemat waktu. Untuk menuju Lake, harus trekking menyusuri jalan sejauh 500 meter dan trekking naik tangga sejauh 500 meter juga. Cukup melelahkan bagi gw yang baru aja dihajar naik turun tangga di yellow dragon cave. Fiuhh… Cuman yang namanya capek itu benar2 terbayarkan kalau udah sampai di spot yang kita tuju dengan pemandangan yang kece pula. Disini kita menyusuri danau dengan cara menaiki kapal selama 15-20 menit dan dipandu oleh guide local (tentunya berbahasa mandarin). Atraksi selama menyusuri danau juga menarik. Selain dijelaskan mengenai sejarah penamaan beberapa spot di area Danau, tiba2 ditengah2 danau ada dibangun beberapa rumah yang ketika kita melewatinya, kita disambut dan disuguhi nyanyian dari si orang yang tinggal di rumah tersebut. Lucu juga ya. Sore menjelang malam, kita berangkat menuju Zhangjiajie Railway Station menuju Kota Guangzhou, dengan menaiki Night train agar bisa menghemat waktu dan biaya menginap.

Cost :

·         Taxi (hostel-Yellow Dragon Cave) : 30 RMB

·         Tiket masuk Yellow dragon cave : 96 RMB

·         Taxi (Yellow Dragon Cave-Baofeng Geological Park ) : 30 RMB

·         Tiket masuk Baofeng Park : 95 RMB

·         Minibus (Wulingyuan-kota Zhangjiajie) : 12,5 RMB

·         Tiket Kereta Zhangjiajie-Guangzhou : 317,5 RMB (Hardsleeper-low)

 

View di entrance Yellow dragon cave : post-25134-0-94683800-1432519712_thumb.j; post-25134-0-07121600-1432519876_thumb.j; post-25134-0-85673100-1432519898_thumb.j

Yellow dragon cave : post-25134-0-26705300-1432519960_thumb.j

Baofeng Lake : post-25134-0-97131400-1432520013_thumb.j;post-25134-0-66154100-1432520629_thumb.j

Baofeng Geological Park : post-25134-0-34127400-1432520032_thumb.j

 

DAY 6 : Guangzhou (last day)

Sesampai di hotel langsung rebahan dan Itinerary seharian hanya ke : district elektronik untuk mencari kamera xiaomi yi action (go pro killer) dan tidak ketemu fiuhhh..dan belanja oleh2 dan baju ke pusat fashion shangxiajiu district.

Cost :

·         Hotel Sotel Inn : 27 USD/night

·         MRT ke tempat belanja : 2-3 RMB

·         Snack : bakpau isi : 1,5 RMB/piece

·         Lunch di foodcourt mall : +/- 13 RMB

·         Dinner fastfood samping hotel : 20 RMB

 

DAY 7 : Guangzhou Baiyun Airport menuju Jakarta

 

Suka duka selama di China MainLand yang sayang untuk tidak diceritakan :

1.     Bahasa. Tidak seperti di Hongkong yangmana penduduknya sudah familiar dengan bahasa inggris, di kota besar seperti Guangzhou pun tidak semua petugas public bisa berbahasa inggris, atau bisa membaca huruf latin. Signage atau papan penunjuk arah pun kebanyakan masih menggunakan huruf mandarin. Jadi, apabila ingin menanyakan sesuatu kepada orang disana haruslah siap2 menggunakan aplikasi google translate yang ada dihandphone, ataupun kita harus mencetak dikertas Nama tempat yg akan kita tuju (dengan huruf latin) plus disertai huruf Pinyin/Mandarin. Yahh, just incase mereka tidak bisa membaca huruf latin. Kebayang di kota besar seperti Guangzhou saja minim tulisan latin, apalagi di Zhangjiajie yang merupakan pedesaan (cry).

2.     Sanitasi. Buat orang2 yang rempong dengan urusan toilet (termasuk saya sendiri), hal ini jadi momok yang penting sekali. Bukan hal yang asing lagi kalau kita mendengar toilet2 umum di China itu joroknya minta ampun. Entah mengapa toilet disana tidak hanya bau pesing, namun masyarakat sana kok tidak hobi menyiram/men-flush hasil pembuangan yang mereka lakukan sendiri (fiuhh). Jadi selalu siap sedia lah yang namanya tissue kering, atau tissue basah. Atau tips yang saya sering lakukan ketika kebelet pipis ketika sedang berada di luar hotel adalah masukilah  mall dan pergunakan toilet di mall lantai2 atas. Kenapa jangan dilantai bawah, karena ada beberapa mall yang basement nya nyambung dengan stasiun metro (MRT). Jadi, otomatis toilet orang2 setelah keluar dari MRT lebih sering dipergunakan. Namun jangan juga menggunakan toilet di lantai yang ada foodcourtnya, karena sama padatnya. Atau masuklah hotel2 yang terlihat berbintang 4 atau lebih, karena dijamin toiletnya lumayan bersih. Namun jangan memasuki hotel2 bintang 2 atau bintang dibawahnya karena saya tidak yakin hotel disana menyediakan toilet umum di lobbynya. Nah, horror bagi saya adalah harus ke toilet di dalam kereta api 12 jam, atau di tempat2 wisata, ga kebayang itu joroknya masyainanggg…Yah itu lah tips dari pengalaman2 pribadi saya sebagai miss rempong.hehhehe..

3.     Meludah. Meludah menjadi habit bagi masyarakat disini terutama bagi bapak2. Di hampir setiap kami berjalan kaki pasti ada aja yang melakukan aksi perludahan. Lucunya adalah, mereka selalu mengambil ancang2 sebelum meludah. Dimulai dari tarikan panjang nada yang bersuara “hoeeeekkkk..†yang disusul dengan bunyi “cuuuuhhhhh..†diakhir meludah. Dan meludahnya tidak pakai menepi segala, mereka membuang reak/dahak bisa dimana saja, mau dijalanan samping tempat ia berdiri, mau di lemparkan ludahnya ke ujung manapun, bahkan di dalam lorong kereta juga mereka tidak peduli. Saya dan Prita sudah sedikit maklum dan terlatih menghadapi ini. Disaat kami mendengar ada suara ancang2 perludahan, kami langsung ngibrit entah kemana, asalkan jangan sampai terkena serangan ludah dari si empunya. Hiiii….

Mohon maaf bukan maksud menyinggung habit/culture budaya sana, saya cuman mau sharing saja dan kasih info untuk persiapan teman2 apabila ingin pergi ke China. Namun dibalik semua itu, saya tetap dan masih mau menjelajah tempat2 cantik di China dan saya akui disana top bgt untuk urusan wisata alamnya, tidak kalah dengan Indonsia.. dan Zhangjiajie ini termasuk one of the place u should visit before u die.

post-25134-0-01391600-1432518733_thumb.j

post-25134-0-13589800-1432519935_thumb.j

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hebat bgt sih, gak bisa bhs mandarin tapi berani kemari :rate

Kalau boleh tau tiket pswt nya total PP kurang lebih berapa Rupiah ya?

Saya juga minat kemari, tapi mo pake travel agent aja deh stlh baca ini.. :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

bagus2 tempatnya, mudah2an bisa kesana juga someday :)

nice FR dan memang budaya orang China kaya begitu, mudah2an 10 taon lagi generasi muda-nya yg jadi senior udah ngga begitu haha semoga lebih civilized dari bapak2 tua :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

thank you :rolleyes:

berarti total keseluruhan kurang lebih hampir 9juta ya.

 

Betul..itu sebnernya cost gede ada di tiket masuk tempat wisata dan atraksimya. kalo nyusun itinerarynya fokus di 1 taman nasional aja sih ga terlalu makan budget besar. :oke    

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ahay ko Acong terlambat Berita sangat lengkap ini Kren deh FR nya  Padahal (tapi udah beli tiket jauh hari) tambah 4 Jt Sambung ke Jiuzhaigou Huang loong Valey By Fliht  Zhang jia jie Chengdu jIu Zhai Huangloong Lengkap deh Destinasi Impian Versi Unesco Pulang Via chengdu Indonesia sealamat dan sukses Rasanya Jarang 2 cewe Backpacker Ketempat Asing dengan bahasa Asing Dan penduduknyapun Asing Kebayang sensasinya Acung 2 Jempol Deh @seyakasamira Dan rekan 

Hen Li Hay

Share this post


Link to post
Share on other sites

Lagi nyari data dan temen juga buat ke sana, seneng ketemu posting ini di Milist yg aku ikutin juga. seru banget tpi aku prefer Mei mungkin yah dimana kabutnya berkurang, walau kabut juga menambah suasana sperti negeri Avatar. bunkbed sleeper trainnya keren, belum kesampaian naek sleeper train. Rencana klo ke China pengen sekalian Zhangjiajie, Xian dan Beijing...Klo mau ke China lgi info2 yahh..

Edited by Anita Dwi Mulyati

Share this post


Link to post
Share on other sites

Lagi nyari data dan temen juga buat ke sana, seneng ketemu posting ini di Milist yg aku ikutin juga. seru banget tpi aku prefer Mei mungkin yah dimana kabutnya berkurang, walau kabut juga menambah suasana sperti negeri Avatar. bunkbed sleeper trainnya keren, belum kesampaian naek sleeper train. Rencana klo ke China pengen sekalian Zhangjiajie, Xian dan Beijing...Klo mau ke China lgi info2 yahh..

ya mba @Anita Dwi Mulyati silahkan tanya2 mba @seyakasamira dan @ko Acong yang pernah kesini :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

halo semua, salken
saya member baru disini
setelah search di gugel tentang backpack ke zhangjiajie yang sangat minim info, akhirnya ketemu disini :)

saya mai tanya, apa aman untuk solo backpacker wanita ke sana sendirian tanpa bisa menguasai bahasa mandarin.

satu lagi amankah bermalam di changsha airport?

soalnya flight saya nyampe hampir jam 12 malam.

terimakasih

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@kupriter

  Aman Istirahat Di Changsha Airport Tersediajuga Air Panas Buat seduh Kopi/ Mie Cup  Bus Airport  Pertama Menuju Setasiun Bus Selatan Barat Changsha Jam 8 pagi 50 menit Di STasiun Bus Changsa Selatan/Barat  Tinggal beli tiket Tujuan Zhangjiajie 140 RMB-/+  Durasi 4 s/d 5 jam Perjalanan untuk tidak bisa berbahasa mandarin Sebaiknya Bawa Print Alamat Hotel Versi Mandarin 

Share this post


Link to post
Share on other sites
39 minutes ago, ko Acong said:

@kupriter

  Aman Istirahat Di Changsha Airport Tersediajuga Air Panas Buat seduh Kopi/ Mie Cup  Bus Airport  Pertama Menuju Setasiun Bus Selatan Barat Changsha Jam 8 pagi 50 menit Di STasiun Bus Changsa Selatan/Barat  Tinggal beli tiket Tujuan Zhangjiajie 140 RMB-/+  Durasi 4 s/d 5 jam Perjalanan untuk tidak bisa berbahasa mandarin Sebaiknya Bawa Print Alamat Hotel Versi Mandarin 

cc: @kupriter

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By ko Acong
      SHIROI KOIBHITO PARK SAPORO  
       Adalah Sutu Taman Gaya Eropa yang sangat Indah Untuk Selfi Selfie Cantik
      Cara  Kesana
      Dari Saporo stsiun Bisa Ditempuh Pake Subway Metro Saporo
       T line Turun paling Ujung Miyanozawa  9 Yen
       Jalan Kaki 10 menitan   Cara Sibocah Tua nakal Hanya Memperlihatkan Gambar  Shiroy Koibhito Park 
      Langsung Pada Nunjuk Kearah Yang Harus Dituju 
       
      Dan Saya Kebetulan Dalam Perjalanan Pulang Dari Kanal Oteru  
      Dan Turun Di  Miyanozawa  Pulangnya Kekota Naik Subway
       
      Ok Kita Simak Otaru
      Hokaido  ini Tempat Seperti Pelabuhan Sunda Kelapa
       Pelabuhan Kapal kapal  Lokal tuk Distribusikan ke  pelabuhan Besar
       Dan sudah Tidak Difungsikan lagi
       
      dan Langsung Disulap Jadi destinasi Andalan nya
       Ada Satu Kanal sepanjang 1.5 km
      dibikin area jalan kaki yang mana Terasa Sosuit deh Bergandengan tangan  menyusuri pendestrian

       
        Preettt lah  Sosuit Entarmah Blab bla bla 
       
      namun yang jelas Sepanjang  Area  tersebut Bau khas seafood Di Goreng Dlsb
       itu yang Paling Mengundang Sibocah tua Nakal mah , Anda Kapan
       Dengan  mall mall Yang Sangat Representstip Buat Para Pecinta Kumpuil kumpul  
      dengan Isi Mall Belanja Murah  aneka makanan Murah
      dan ajang Pertemuan Para Mantan  CLBK
       Oh Ya Terlupakan Ada Juga Jualan Buah2an Produksi Lokal Yang Bener2 Segar Kualitas Grade Super Murmer Lagi 
       
      Cara Ke Oteru
      Naiklah Bus Kota Di Area Stasiun Saporo Kurleb 400 yen sekali jalan
       Bus nya Mewah Sepanjang Jalan Viewnya Indah
       
      Sebetulnya Ada Jr pass Hokaido 1700 yen Mencakup seluruh Saporo Hokaido 1 hari
      Bila Kebetulan Ke saporo Wajid Dikunjunginya Selain Banyak destinasi  Lainya  juga
       
      Saya Hanya Baru Ekplor 2 Tempat itu
      Dikarenakan kondisi Phisik Bener bener  Drop Sampe Ngompol Basah Kuyup  Celana Panjang  sepatu Maksudnya  
       
      NB :  Wisata Japan Saya Nyatakan Nga ada Apa Apa nya
      Dibandingkan Dengan China  Atao Bangkok
       
      Artinya Japan Lebih Maju Dari Informasi Tourism nya 
      Segala Informasi Sangat Lengkap ,
      Dan Para Insan Tourism Center Sangat Siap Membantu 
      Terbukti Sibocah Tua Nakal Dengan Segala " Kekurangannya "
      sesuai Anjuran Momod @Deffa Hajar Saja Ko Acong Abaikan Itenerari 
      Yang Penting Kita Tau Mau Ke Perfektur Mana Kita Akan singgahi 
       
      Soal Imigrasi Bikin Saja Itin Yang Simple Dan Hapalkan Destinasi Paling Populer Saja
      Dan Hotel Pertama Dan No Telp lengkapnya
      Sertakan Tiket Keluar Japannya
       
      Jangan Over Akting Di dalam Bandara Sebelum Keluar Imigrasi Seperti Candaan Bersuara Keras  Selfie2 Di Area Imigrasi
      Siap kan Jawaban Yang Pasti Misal Saya  diosaka 3 hari Mau ke kobe Inari taisha  Osaka Castel lanjut Tokyo 4 Hari Bla bla bla
      Siapkan Uang Perhari 7500 Yen tuk biaya hidup Kalikan Sesuai Selama Di Japan
      Isi yang Lengkap Pastikan Form Landing 
      dan Wajib Declare Diisi  tentang Drug  /senjata/  senjata Tajam / Barang Berbahaya ,  no no no 

















    • By ko Acong
      JAPAN ALPINE ROUTE  #TATEYAMA KUROBE
       
       Rute Saya Di Mulai Dari KYOTO >> Kanazawa 
       
      Pulang Ke Kanazawa   Via Nagano * * 2 Stasiun Ke TAKASak  3200 yen ( karena tidak Pake Jr nasional ) 
       Sebagian Tercover Oleh Jr west pass 15000 yen 
      Yang mana Jr West pas  Lumayan Membantu Perjalanan Saya
       
       Selama Di Kyoto/ Osaka /Kobe /Kanazawa / Gokayama  dan Banyak Lainnya
       
      Lanjut  dengan itin Sistim “Deffa Hajaaarrr Saja Ko Acong”
      Nah inilah Rute Yang Saya Pake
      Menyusuri Alpine Route One Day Trip Dimulai Jam 07.00 Sd jam 20.00 Waktu Kanazawa
       
      Kanazawa Toyama Jr  west pass   >>> lanjut Tateyama Kurobe Pass Sd Nagano  9000 Yen
      Terakhir Pilih  setasiun Nagano Lanjutb 2 Titik Stasiun Ke Takasaki    Baru tercover Jr west Pass Lagi  Pulang ke kanazawa
      Nah Ini Rute Simple Saya Yang Pasti Semua Orang Lebih Bisa
      Secara Mengingat “KEKURANGAN “  Sibocah Tua Nakal
       Durasi Pertitik nya Lupa  Maklum Wiss sepuh
       Yang Pasti Durasi Trip PP nya 12 jam Sangat santai semua Tercapai
       
       Trip Autum Di Toyama Perfektur ini 
       
      SEmoga nanti Di musim Puncak Kunjungan ALPINE ROUTE di bulan April Tahun Depan Saya Berkesempatan Tuk Menikmati Keindahan View Yang Berbeda Sensasinya
      Tunggulah Cerita Perjalanan Saya Yang Lainnya Menyusul
       
       
      Ayo Rencanakan Teman 2 Yang Akan Ke japan  Sibocah tua nakal Saja Berani kok  “  “   
       

























    • By Linda Kusumo
      Zuerr ... keliling kota Surabaya cuma pake duit Rp.7.500,-?
      So pasti, dunk ... kalau kita jalan-jalannya pake bis Surabaya Shopping And Culinary Track (SSCT). Mau ... ???
      Hayuukk ... kalau gitu ikutin terus, ya ..pengalaman jalan-jalanku pake bis SSCT di bawah ini.
      Jadi, sebelum memulai acara jalan-jalannya, kita harus beli tiketnya dulu di bagian Surabaya Tourism Information Center yang ada di gedung Balai Pemuda (jalan Gubernur Suryo 15, Surabaya). Rute bis SSCT ini ada 2, ya ... yaitu visit museum buat setiap minggu ganjilnya dan visit bahari buat setiap minggu genapnya (masing-masing setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu, dimulai jam 9.00 - 14.00).
      Kali ini aku memilih rute visit bahari . Pemberangkatan awalnya dari gedung Balai Pemuda dan kudu on time, loh .... jam 9 pagi tet .... gak pake nawar kalo gak mau ditinggal sama bisnya... hehehe .... Tempo hari itu, sih ... pemandunya Ning Suroboyo 2017 (yaitu Ning Astrid sama Ning Sheri. Hallo, Ning ... kita pada mejenx di sini, neh ... ).
      O'ya ... jangan kuatir kepanasan, ya ... karena bis SSCT-nya ber-ac dan selama ada di dalam bis, peserta dilarang makan dan minum kecuali minum air putih sekedar melepas dahaga. Harap maklum, sih ... bis SSCT-nya bersih bingit ... kan sayang kalo sampe harus dikotori remah-remah makanan.
      Hayuukk... kita mulai acara jalan-jalannya, yaaa ... Dari gedung Balai Pemuda, kita langsung ke :
      1.  gedung BALAI KOTA (jalan Walikota Mustajab-Surabaya) yang jarak tempuhnya cuma sekitar 15 menit saja karena kedua gedung ini memang letaknya berdekatan. 
      Gedung Balai Kota ini dikenal sebagai  Taman Surya yang dipergunakan sebagai kantor dinas Walikota Surabaya. Kita langsung dibawa masuk ke dalam gedung trus di-infokan asal usul dan lambangnya kota Surabaya berikut pendiri gedung Balai Kota.
      Gedung Balai Kota sendiri didirikan pada tahun 1923 pada masa walikota kedua Surabaya (GJ Dijkerman) dengan menghabiskan biaya sebesar 1000 gulden dan merupakan hasil karya dari arsitek berkebangsaan Belanda (GC.Citroen) dengan pelaksananya HV Hollandsche Beton Mij.
      Ternyata gedung Balai Kota yang ada sekarang sebetulnya cuma bagian belakangnya saja, loh .... dari rencana keseluruhan pembangunannya sendiri di masa penjajahan. Berhubung keterbatasan dana, ya akhirnya pembangunan  selanjutnya harus dihentikan. Wow ... halaman belakangnya sendiri saja sudah begitu luas, yaaa ... bagaimana kalo sampai pembangunan selesai keseluruhannya?
      Gedung Balai Kota ini sendiri dilengkapi dengan bunker bawah tanah, loh ... yang semula dipersiapkan sebagai tempat perlindungan dalam menghadapi Perang Dunia II (tahun 1939-1945) dan konon merupakan salah satu dari 257 bunker yang dibangun sebelum tahun 1942 pada gedung-gedung yang ada di Surabaya.
      Ning Astrid lagi in action, tuh ... di belakangnya persis terletak bunkernya. Hadooohhh ... beratnya itu pintu bunker pas ditarik. Di dalam bunker ada 2 anak tangga ke lorong bawah tanah yang bisa tembus ke kantor Gubernur Surabaya sedangkan di seberangnya adalah lorong bawah ke GPIB Maranatha (jalan Yos Sudarso nomor 11, Embong Kaliasin-Surabaya/sekitar 350 meter dari gedung Balai Kota). Untuk alasan keamanan, lorong-lorong ini  ditutup karena adanya gas beracun di dalamnya. Waaaa ... kalo gak ikutan bis SSCT, mana bisa masuk ke dalam bunker gedung Balai Kota, yaaa ...
      Dari gedung Balai Kota, kita lanjut, yukk ... ke :
      2. MONUMEN KAPAL SELAM (MONKASEL/jalan Pemuda 39, Surabaya).
      Di sini ada tiket masuknya sebesar Rp.10.000,-/orang. Kapal selam ini merupakan salah satu armada Angkatan Laut RI yang punya nama KRI Pasopati-410, buatan Rusia tahun 1952 dan pernah dilibatkan dalam pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda. Panjang keseluruhannya 76 meter dan lebar maksimumnya 6,30 meter dan untuk sampai di tempatnya sekarang dilakukan pemotongan bagian per bagiannya terlebih dulu. Hayukk ... sekarang kita masuk ke dalamnya.
      Sempit, uiyyy ...Untung ada ac di dalamnya, ya ... kalo gak bisa pengap, neh ... kita soalnya seperti jalan di dalam lorong, loh ...Ada penampakan barak tempat tidur prajuritnya. Hehehe ... kalo kita-kita yang bobok di situ, dijamin bakalan ngglundung, tuh ... Oopss ... Ruang tinggal perwiranya disendirikan, tapi tetep sama sempitnya. Maklum ... ini di dalam kapal selam, uiyyy... bukan di kamar hotel .... hohoho ....
      Ruangan komunikasinya juga dipisahkan tersendiri. So pastinya ada kelengkapan mesin-mesin yang ada di dalam kapal selam. Puyeng, dah ...buat yang gak ngerti, hehehe .... Ada teropongnya juga buat lihat sikon di luar kapal selam. Dan dari lorong satu ke lorong lainnya, kita harus melewati lobang sempit yang cuma cukup buat 1 orang saja, yaaa .... Sesudah kita menyusuri seluruh isi kapal selam, kita dipandu ke dalam sebuah ruangan semacam mini theatre, gitu ... buat menyaksikan filem dokumenter tentang Angkatan Laut RI, ya ... Sayangnya kualitas gambarnya kurang bagus dan terkesan monoton. Coba kalo dibuat filem 3 dimensi, kayaknya bakalan seru, tuh ... hehehe ...
      Okey ... dari MONKASEL, kita lanjut terus, yuukk ... ke :
      3. MUSEUM SURABAYA (gedung Siola-Tunjungan, Surabaya).
      Gedung museumnya sendiri jadi satu sama pusat pelayanan terpadu pemkot Surabaya untuk warganya, loh ... keren .... Memang barang-barang koleksinya gak seberapa banyak tapi patut diacungi jempol pemikiran buat menyatukan museum ini sama pusat kegiatan masyarakat. Warga yang kebetulan jenuh nunggu antrian buat dilayani bisa mampir dulu ke museum ini lihat-lihat koleksinya, apalagi gak ada tiket masuk alias gratis, tinggal isi buku tamu saja. Ada pemandunya juga, loh ...Ning Sheri lagi in action, tuh ... jelasin perlambang dan maknanya pakaian daerah Cak dan Ning Suroboyo.
      Ada beberapa barang koleksi museum juga yang jadi perhatianku, ya ... diantaranya kursi roda kayu ini yang didapat dari rumah sakit di Surabaya. Kreatif bingit, loh ... dari kursi kayu biasapun jadi, tinggal dipasangi roda, pegangan tangan dan dudukan kaki. Ada 2 buah piano asli peninggalan penjajah Belanda yang diambil dari gedung Balai Pemuda. Dulunya piano ini dipergunakan penjajah Belanda untuk menghibur diri mereka. Sampai sekarang kualitas suaranya masih bagus dengan pemeliharaan yang teratur. Ada perlengkapan makannya juga buat sajian prasmanan pada masa itu.
      Cermin hias Ratu Belanda Wilhelmina kalo pas dia berkunjung ke Indonesia, ada juga, loh di sini ... yang  dibawa dari gedung Balai Pemuda. Di pinggir meja kecilnya ada lambang huruf W sebagai inisial namanya. Nyempetin mejenx, ah ... siapa tau ketularan jadi ratu, hehehe ....
      Dari Museum Surabaya, kita lanjut, yuk .... ke :
      4. TAMAN HIBURAN PANTAI KENJERAN (THP KENJERAN)/Jalan Pantai Ria Kenjeran-Bulak, Surabaya.
      Gak banyak yang aku ulas di sini berhubung full pengunjung. Pantainya juga keruh airnya dan gak punya bibir pantai. Ada panggung hiburan ndangdut yang dipasang di pinggir pantainya. Aku cuma nunut makan siang di sini. Gak bisa intip-intip juga berbagai kios souvenir di sepanjang pantainya berhubung keterbatasan waktu.
      Dari THP KENJERAN, kita lanjutin perjalanan ke :
      5. SENTRA IKAN BULAK (Jalan Sukolilo 7 nomor 24-Kedung Cowek-Bulak, Surabaya).
      Bangunannya sendiri bagus, bersih dan memanjang. Dipisahkan antara tempat para pedagang ikan segar dan para pedagang hasil olahan ikannya. . Anginnya lumayan besar. Maklum ... diseberangnya persis sudah pantai Kenjeran. Trus kalo kita beli krupuk dari kantong plastik besar itu, sesudah ditimbang sama penjualnya, nanti dimasukin ke dalam kantong plastik khusus bermerk dagangannya trus ujungnya dipress rapi pake mesin.
      Ok ... kita lanjut lagi, yuk ... ke :
      6. JEMBATAN SUROBOYO (Jalan Raya Pantai Lama, Kenjeran, Bulak-Surabaya)
      Sesudah menyusuri pantai Kenjeran yang banyak nongkrong pasangan muda-mudinya, bis wisatanya dibawa sama sopir pak Yit melewati Jembatan Suroboyo. Peresmian jembatannya sendiri, sih sebetulnya sejak tanggal 9 Juli 2016 lalu, tapi toh, tetep aja sampai sekarang masih banyak pengunjungnya, apalagi persis di bawah lengkungan jembatannya itu dan ... anginnya besar banget, uiyyy .... Pengunjung juga bisa naik ke atas lengkungannya, tapi hati-hati, ya ... soalnya kalo jatuh bisa langsung nyemplung langsung ke pantai Kenjeran ... hehehe ....
      Ada sekitar setengah jam kita dikasih kesempatan turun dari bis. Di sebelah kanan jembatan terdapat pemukiman penduduk dengan atap rumah yang sengaja diwarna-warni supaya menarik. Sedang di sebelah kirinya terdapat pantai Kenjeran dengan pemukuman penduduk serta perahu para nelayan.
      7. Hayuukkk ... kita lanjut ke Sentra UKM Merr (Jl Dokter Ir Haji Soekarno no.11/Medokan Semampir,Sukolilo-Surabaya).
      Tujuan terakhir kita adalah Sentra UKM Merr ... itu, tuh ... pusatnya semua produk UKM dijual. Gedungnya sendiri diresmikan sama Walikota Surabaya bu Risma pada tanggal 16 Desember 2014, full ac dan terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama menjual berbagai macam produk kerajinan (rotan, hasil laut, dedaunan dan biji-bijian). Lantai dua menjual berbagai produk pakaian pria dan wanita berikut pernak-pernik perlengkapannya. Lantai tiga menjual berbagai olahan makanan dan lantai empatnya dipergunakan sebagai ruang pertemuan. Sedang toiletnya sendiri ada di lantai pertama dan ketiga.
      Harga produknya rata-rata relatif terjangkaulah ... hitung-hitung dengan membeli berbagai produk di tempat ini berarti kita juga turut memajukan produk ukm yang ada di Surabaya. 
      Ok, deh .... akhirnya selesai sudah acara jalan-jalan SSCT-nya ... jalan-jalan yang berkesan karena selain membuka wawasan pengetahuan, kita juga diajak berbelanja di sentranya sekaligus.
      Thanks buat SSCT, Ning Suroboyo (Ning Astrid dan Ning Sheri) dan sopiir Pak Yit ...  Sampai ketemu lagi, ya ....


















    • By jajaq
      Beberapa tahun lalu, saat saya masih dinas di Manado, saya sempat mengunjungi tempat ini.
      Walau tujuannya bukan untuk jalan-jalan, namun desa Werdhi Agung sungguh menarik untuk ditengok. Tak hanya menengok kultur yang masih kental, namun juga menggali sejarah dan asal usul dari adanya kampung Bali ini.   Tulisan ini saya copy dari blog saya http://jejalanjajan.com/jejalan/ada-kampung-bali-di-ujung-sulawesi/ ------------------------------------------------------------------------------------------------------   Alunan rekaman gamelan Bali yang keluar dari sound system terdengar di belakang rumah salah satu warga Werdhi Agung ketika rombongan kami baru turun dari mobil Kijang kapsul milik kantor. Di halaman belakang itu, warga desa sedang berkumpul memandikan jenazah kemudian berdoa dipimpin Pedande. Saya bersama rombongan dari kantor mengunjungi Werdhi Agung karena salah satu kerabat rekan kantor saya meninggal. Eits jangan kira desa ini berada di pulau Dewata, tempat ini berada di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sekitar hampir 5 jam perjalanan dari kota Manado. Yap, ada kampung Bali di ujung Sulawesi.   Pedande   Desa ini dihuni transmigran dari Bali setelah gunung Agung meletus tahun 1963. Terpisah jauh dari pulau Dewata tak membuat warga melupakan asal usulnya, begitu memasuki Werdhi Agung nuansa arsitektur Bali masih kental terasa, lengkap dengan bangunan di persimpangan jalan. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani, tak heran pasokan beras se-Sulawesi Utara kebanyakan berasal dari Bolaang Mongondow.       Pura Untuk mencapai Werdhi Agung, kita harus melewati dulu Kotamobagu lalu tanya saja warga sekitar di mana letak kampung Bali. Sebenarnya ada 1 atau 2 desa lagi yang berisi warga keturunan Bali, namun saya lupa namanya, letaknya cukup jauh dari Werdhi Agung dan jalannya tidak terlalu bagus.    
      Sembahyang  
      Warga  
      Iringan Jenazah  
         
      Sesajen
    • By kyosash
      Hello Jalan2ners 
      Sudah lama saya tidak post di forum ini, kali ini saya mau berbagi cerita trip ke Jepang musim panas ini.
      Sebenarnya tahun ini saya tidak ada rencana berangkat, berhubung saya berhasil mendapatkan tiket konser festival musik, mau tidak mau saya harus berangkat 
      jadi tujuan utama trip kali ini untuk memenuhi salah satu impian saya selama ini yaitu nonton festival music & fireworks (kembang api) secara langsung. \
      jadi tidak terlalu menfokuskan ke spot - spot wisata.
       
      ok dech, tanpa basi basi saya akan memulai cerita tripnya.
       
      dikarenakan saya mendapatkan kabar berhasil membeli tiket konser sekitar 1 bulan sebelum hari H, jadi saya cukup kelabakan mencari tiket pesawat + tempat penginapan & dll.
      setelah 1 minggu cari2 tiket murah, akhirnya dapat juga walaupun tidak semurah harga promo tapi gpp dech. 
      kali saya menggunakan jasa ANA untuk kedua kalinya (PP Rp. 5 jt-an).
       
      23 - 25 Agustus (Jakarta → Narita Airport → Mitaka + Yamanashi)
      Perjalanan dimulai dari Jakarta. pesawat pada subuh hari yang ingin saya tumpangi delay sekitar 30 menit-an. 
      sekitar 7 jam 45 menit perjalanan, begitu landing lagi2 delay sekitar 20 menit.
      setelah tiba di bagian Imigrasi, saya melihat perubahan, yaitu adanya mesin untuk scan (input) mata dan sidik jari, di tengah antrian sebelum ke bagian cek paspor. 
      kemudian saya tanya kepetugasnya, sejak kapan ada mesin ini, karena tahun lalu saya ke sini belum ada mesin seperti ini, lalu petugasnya menjawabnya semenjak April/Mei ini.
      walau antrian panjang otomatis dengan adanya mesin ditengah2 antrian ini sangat mempercepat proses pemeriksaan.
      waktu proses pemeriksaan sempat ditanya2 dan juga sempat dibongkar koper untuk diperiksa isinya. yang dimana selama ini saya tidak pernah mengalami hal ini waktu ke Jepang.
      saya merasakan makin ketatnya pemeriksaan belakangan ini, mungkin karena reputasi Orang Indonesia yang semakin memburuk.
       
      setelah beres saya langsung bergegas ke tempat penginapan yang telah saya booking sebelumnya melalui Airbnb.
       
      Narita International Terminal 2 → Asakusabashi (Keisei) ¥1100 → Mitaka  (JR Chuo Line) ¥390 → Tempat Nginap
       
      waktu pertukaran kereta di Asakusabashi saya sempat kehilangan tiket, kalau sengaja beli lagi lumayan sekitar 1100 yen, lalu saya mencoba menggunakan bahasa Inggris gagap ke petugasnya, akhirnya diperbolehkan lewat, "thanks pak petugas !!! "
      begitu tiba di Stasiun di Mitaka, saya langsung menuju ke tempat penginapan, baru jalan sekitar 5 menit baju udah basah kuyup,  suhu panasnya sih sama seperti sama Jakarta tapi tingkat kelembaban-nya beda banget.
      alhasil begitu sampai penginapan langsung mandi dech, lalu ngobrol bentar dengan tuan rumah.
       
      Plan untuk besok cuma ketemu teman saya pada siang hari untuk ambil Tiket konser, jadi paginya masih sisa banyak waktu, saya memutuskan untuk coba mengunjungi dokter gigi di dekat2 rumah.
      berhubung tempat temu janji cuma sekitar 20 menit jalan kaki dari tempat penginapan, jadi selama perjalanan saya menemui 4 dokter gigi, tapi tutup semua, jangan2 Hari Kamis (hari liburnya dokter gigi), tapi setelah sampai dekat tempat temu janji, saya melihat ada dokter gigi yang buka, lalu saya coba tanya2, alhasil lumayan mahal juga kalau tanpa asuransi, dan juga butuh beberapa kali datang sesuai dengan perawatan lubang-nya.
      setelah selesai bertanya2 dengan staff dokter gigi, saya langsung menuju ke tempat temu janji. yaitu kedai Iseya Yakitori (satay jepang) yang cukup terkenal diarea itu, karena sudah ada antrian walau belum buka. untuk websitenya bisa lihat disini > Iseya Yakitori
      disini teman saya memesan berbagai macam menu.
        
       
      setelah selesai berbincang-bincang dan menyerahkan tiket konser ke saya. dan teman saya segera balik ke Machida, dan dikarenakan saya masih mempunyai luang waktu, jadi memutuskan untuk ke mampir ke Shibuya yang dimana satu jalur dengan arah pulang teman saya.
       
      waktu jalan ke stasiun Kichijoji, teman saya menyempatkan untuk membeli Katsu (Sapi) + Korokke (pergedel jepang) di "Steak House Satou" , yang cukup terkenal enak di area Kichijoji ini.

       
      Kichijoji (Keio Inokashira Line) ¥200 → Shibuya
      ditengah perjalanan kereta saya berpamitan dengan teman saya karena mesti pindah jalur,  lalu setelah sampai ke Shibuya Station

      kemudian saya langsung mencari tempat makan yg saya hampiri 2 tahun lalu yaitu "Okinawa Soba", dikarenakan saya masih cukup kenyang tapi kangen akan rasanya, jadi saya hanya memesan sayuran-nya saja yaitu Goya Chanpuru seharga 580 Yen


       
      setelah itu keliling sebentar area Shibuya lalu kemudian pulang balik ke penginapan,  karena besok paginya harus bangun pagi2 untuk ke tempat konsernya.

       
      Shibuya (JR Yamanote Line) → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Tempat Penginapan)
      begitu balik, mandi lalu mempersiapkan keperluan untuk esok harinya , besok pagi mesti bangun sekitar jam 4.30 .
       
      Besok paginya sekitar jam 5-an,  saya jalan menuju ke Station Mitaka sekitar 20 menit akhirnya sampai juga. kemudian langsung menuju ke Shinjuku Station tempat bus berangkat ke tempat konser.
       
      Mitaka (JR Chuo Line) ¥220→ Shinjuku (Official Bus Tour) ¥2800 → Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara)
      karena frekuensi Bus dari Shinjuku ke Yamanashi sedikit, jadi sebelumnya saya booking tiket ke pihak/staff yang berkaitan dengan event konsernya.
      Tiba di Shinjuku station sekitar jam 5.45 , lalu menuju ke tempat busnya, walau masih pagi tapi sudah banyak orang yang mengantri untuk naik ke bus.
      sekitar 40 menit mengantri, akhirnya naik juga ke Bus, perjalanan normal dari Shinjuku ke Yamanashi sekitar 2,5 jam tapi waktu di area Yamanashinya cukup macet alhasil sekitar 3.5 jam baru sampai tempat tujuan. 

      (akhirnya bisa berjumpa juga dengan Gunung Fuji, tanpa sengaja dicari  )

      Acara Festival music ini berlangsung selama 3 hari, tapi saya hanya ikut 1 hari saja yaitu 10rb Yen. 
      Ada 4 Panggung dan disini juga bisa naik Balon udara, main Canoe, atau main air di pinggir Danau sekitar untuk detailnya bisa lihat langsung ke sini Sweet Love Shower Site 

      walau masih pagi, tapi sudah banyak pengunjung, awalnya saya perkirakan sekitar 12rb orang, ternyata saya salah .. totalnya melebih 120rb orang ternyata. 

      waktu masuk menerima map (schedule) + wristband (yang akan dicek setiap kali pindah panggung, jadi pastikan jangan hilang ^^)

        


      karena selama perjalanan dari Tokyo belum makan, jadinya saya langsung berburu makanan begitu sampai, saya mencoba Yakiniku Kare 1000 Yen, rasanya lumayan enak.


       
      Karena Masih agak pagi , pengunjung belum benar2 padat, saya memutuskan untuk explore area ini.
        
        
       
      walau padat pengunjung tapi tetap bisa jaga kebersihan begitu juga Toiletnya cukup bersih 
        
       
      Sekitar jam 11 cuaca makin panas, waktu nonton desakan-an di dekat panggung berasa cepat cape dan karena dempet2an suhu makin terasa panas (mungkin sekitar 40°C kali ^^)
      kebetulan band (Coldrain) yang saya ingin tonton manggung jam 12.00, jadi mutung dech  
      dan alhasil bawaan-nya cari minum, tanpa terasa menghabiskan 2000 - 3000 yen untuk minum saja 
       
       
       
      makin siang, makin berasa panas dan padatnya pengunjung.

      walau baru 2 jam-an disini rasanya energi udah habis, bawaan-nya ingin pulang aja, tapi berhubung saya udah beli tiket bus pulang ke Tokyo, dan paling awal sekitar jam 19.45 malam berangkatnya, mau kagak mau harus menunggu sekitar 7 jam-an lagi.
       
      demi menambah energi, saya mencari makan + minum. lalu saya membeli Sasebo Burger,  ukuran-nya 2.5 kali lebih besar dari burger biasa, begitu juga isinya yang banyak.
       
      sambil makan, sambil lihat live (band) dari kejauhan.
        
      tidur-tiduran di taman waktu band kagak manggung ^ ^

      setelah segar kembali, kemudian aktif lagi dech jingkrak2, dorong2-an 
      walau panas, cape, tapi benar-benar puas ikut festival ini, rasanya ingin lagi berpatisipasi kalau ada kesempatan  
       
      NOTE : disini dokumentasi music sangat dilarang, jadi jangan kaget waktu ngerekam tiba2 staff muncul didepan anda
       
      untuk preview (gambaran) mengenai festival music ini bisa lihat disini 
       
      Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara) (Official Bus Tour) ¥2800 → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Local Bus) ¥220 →Tempat Penginapan
      Sekitar jam 19.15 malam saya langsung menuju ke Tempat Bus, dan menunggu antrian, sekitar 25 menit menunggu akhirnya bisa naik ke dalam Bus, kemudian langsung menuju ke Shinjuku.
      kali perjalanan sekitar 2.5 jam, karena tidak terlalu macet. 
      setiba di Shinjuku saya langsung menuju ke Mitaka, dan karena sudah lelah saya memilih naik Bus untuk ke tempat penginapan, kemudian mandi dan segera beres2 dan siap barang. karena besok pagi2 mesti ke Haneda untuk ke Kochi.
       
       
      Untuk Lanjutan-nya bisa lihat disini 
      26 - 30 Agustus (Kochi, Nakamura + Sukumo)
      30 Agustus - 1 September (Matsuyama, Dogo Onsen + Bansuiso)
      1 - 4 September (Kure, Onomichi, <Mukoujima & Innoshima Island> + Tomonoura)
      4 - 6 September (Kurashiki + Naoshima)
       
      Simak juga perjalanan saya lain-nya 
       
    • By Gulali56
      Part 1 silakan baca dulu ini:
      dan part 2:
      Day 8: Kamis, 24 Agustus 2017
      Pagi ini kami kembali ke Moscow. Check out hostel jam 8.15, kereta 09.10-13.04. Jalan kaki ke St. Peterburg Moscovsky station memakan waktu 15menit di pagi yg berangin.

      Krn masih lama brgkt nya, kami beli bekal di cafeteria station. Basically satu2nya makanan rusia yg rasanya standard tp harga mahal. Tumis timun, kentang dan irisan daging RUB 475. Sup borscht RUB 110 yg berasa minum perasaan buah bit, krn sour cream nya kurang .

      15menit sblm kereta brgkt barulah kita naik kereta. Berhubung jarak kereta Sapsan ke Moscow hanya selisih 10menit. Jadi rada was2 takut salah naik kereta.Tp sih sblm naik memang ada yg cek sih, walau kalo salah platform, cari gerbongnya cukup jauh.

      Kami sampai di Moscow sekitar jam 1, lanjut naik metro ke apt sahabat saya dan istirahat dan makan siang di aptnya. Di Moscow cuacanya sudah mulai mendekati St.Petersburg, pdhal baru hari minggu sblmnya mencapai titik tertinggi 31 derajat Celcius, tp hari Kamis ini sudah turun ke kisaran 18-20 derajat celcius.
      Selesai mager/istirahat kami baru lanjut jalan ke Novodevichy  cemetery ,pemakaman kuno  yg cukup terkenal di Moscow. Yup, saya dan kecintaan saya utk makam kuno.



      Novodevichy ini sebnrnya tutup jam 5 sore tp mungkin krn summer, kami sampai jam 5 kurang ternyata masih bisa  krn keliatannya kalau summer tutup jam 6sore.
      Sejujurnya tokoh terkenal yg saya tau cuma Boris Yeltsin yg makamnya dihiasi bendera rusia. Selebihnya adalah makam2 sastrawan dan tokoh2 politik Russia. Yang cukup menarik adalah hampir setiap makam dihiasi patung2 yg besar. Nampaknya di Russia terbiasa serba extravagant even ke makam skalipun. Walau kalau mau membanding2kan saya lebih suka makam Pere Lachaise di Paris yang lebih terawat. Di Novodevichy ini makamnya agak tdk terurus, sehingga cenderung lbh creepy walau datangnya masih siang skalipun.
      How to go to Novodevichy Cemetery (Новодевичье кладбище ~ Novodevichy Kladbishe ) : Metro: Sportivaya.
      Open: 09.00-17.00.
      www.novodevichye.com

      Didkt sini jg ada stadion Luzhniki , stadion yg designnya di jadikan inspirasi Bung Karno ketika membangun GBK. Berhubung sedang ada pembangunan utk World cup 2018, jalan menuju stadion ditutup dan kami tll males krn angin makin kencang shg memutuskan lgsg deviasi ke Gorky Park krn sahabat saya mendadak ngidam makan Pho Bo mie Vietnam di situ gara2 angin makin lama makin kencang.
      How to go to Gorky Park: Metro: Park Kultury or Oktiabrskaya Station
      http://park-gorkogo.com/en/

      Gorky park ini ibaratnya taman tempat anak muda Moscow berkumpul, dari iseng naik2 jembatan (asli gak penting) , main skateboard, rollerskate, cannoing, dancing sampai open air cinema.

      Krn tujuan utama kami makan mie kuah asal Vietnam jadi selesai makan mie kami segera melintas taman utk cari taxi dan balik apt.
       
      Day 9: Jumat, 25 Agustus 2017
      Hari terakhir full day di Moscow. Hari ini kami memutuskan ke Kremlin krn hari pertama Cuma foto2 diluar. Sampai di Kremlin jam 10pagi. Dan antrian di loket sudah mengular. Somehow krn pintu loket yg mengular Cuma 2 loket. Jadi kami ini entah justru bener apa resek luar biasa, memutuskan lewat pintu loket yg tidak ada antriannya. Ternyata gak pake antri dan lgsg beli tiket Cathedral square di Kremlin seharga RUB 500. Later on nyesel, krn semua gereja didlm Kremlin tdk boleh foto2 dan kalo membandingkan dgn semua gereja yg kami kunjungin di Moscow dan St.Petersburg, gereja2 di Kremlin ini suram bgt. Lbh suram dari Spilled blood di St.Peters.




      Kalau memang tdk ada rencana ke Armoury chamber di Kremlin, saran saya sih ambil jenis tiket yg paling murah, utk masuk Kremlin complex.
      How to go to Kremlin:  Metro Biblioteka Imeni Lenina Stn (Red line)
      Open: 10am-5pm.
      Ticket: Armoury chamber RUB 700, Cathedral square RUB 500, Ivan the Great Bell tower RUB 250.
      Didlm Kremlin ini saya sering ada desas desus byk petugas yg cek passport lah ada yg sial sampai berkali2. Ini yg salah1 yg bikin saya parno di Moscow. Tp selama 9hari di Russia, satu2nya cek passport cuma pas naik kereta cepat Sapsan dan di Imigrasi. Mungkin krn kami tampangnya turis Asia yg turis bgt?? Ato nyaru muka Thailand bgt yg bersiweran dimana2.
      Kelar Kremlin yg mnrt saya failed bgt. Mending foto2 dari luar gerbang.
      Kami kembali ke Ismailovsky market. Cari souvenir titik darah penghabisan. Sblmnya maksi dkt station yg lbh murah daripada beli sate2 ini di dlm market.

       
      Baru masuk entrance udh ketemu penjual yg bisa bhs Indonesia dan lgsg belanja disitu terus lanjut ketemu sahabat saya di Radisson hotel utk naik Radisson cruise.
      .: Hotel Radisson :.

      Hotel Radisson ini merupakan salah 1 dari gedung pencakar langit yg dinamai The Seven Sisters “Stalinskie Vysotki” (Сталиские высотки )di Moscow. Seven Sisters ini merupakan warisan jaman Stalin yang merasa suatu kota baru terlihat modern dan megah apabila memiliki gedung2 pencakar langit.
      Hotel Radisson yang memiliki nama historical Hotel Ukraina, merupakan gedung ke-2 terbesar dari Seven Sisters ini.
      .: Radisson cruise :.


       
      Radison cruise ini merupakan cruise yg cukup popular di kalangan local Moscow sendiri. Utk yg start dari dermaga dekat Hotel Ukraina/Radisson, tiketnya start from RUB 750. Saking popular nya beli via online nya suka error, apalagi jam2 keberangkatan diatas jam 5 sore.

      Utk keberangkatan jam 5sore kami kena RUB 950 (main deck), utk kelas first class yang interiornya lbh fancy (mnrt ukuran org Russia) seharga RUB 2000. Kami duduk di dining area, saya pesan café latte RUB 250 sepanjang durasi 3jam cruise ini.

      How to go to Radisson cruise via dermaga Hotel Ukraina/Hotel Radisson:
      Metro:  Kiyeskaya Stn
      http://www.radisson-cruise.ru/schedule_en.php
      Untuk cruise2/tourist boat yg pernah saya coba …,  cruise ini mnrt saya sangat worth it. Dari durasinya yg cukup panjang (2.5-3jam) objek wisata yg dilewati cukup bnyk dan dgn hrg makanan minuman yg masih 11-12 dengan hrg café café di Jakarta.
      Cruise kami selesai jam 19.30, sempatkan diri dulu masuk ke Hotel Radisson Ukraina utk liat diorama dan melihat kemewahan hotel, walao jujur stlh liat mewahnya palace2, gak tll terpukau jg dgn lobby hotel ini.

      Kelar menikmati diorama kota Moscow yg gratis,segera kita lgsg naik metro menuju fancy dinner berikutnya sbg farewell dinner di Moscow dgn host kami alias sahabat saya dan suaminya,
      .: Turandot :.
       (https://www.turandot-palace.ru/en/ )

      Kalau liat dari Google maps yg lbh dikenal adalah Café Pushkin which is satu gedung dgn Restorant Turandot ini. Dari luar susah diliat krn ga ada plang jelasnya.
      Saran sih kalo kata google maps udh nyampe, masuk aja kepintu yg bisa diketemukan dan cari2 didlmnya.

      Turandot ini tempat fancy dining yang interiornya 11-12 sama Hermitage museum. Jadi berasa makan di palace2. Harganya cukup fantastic tp service nya memang kelas atas. Berasa kyk bangsawan2 gt deh makannya , makanya disini pada niat rapih2 , walau memang dress code nya gak ada, tp malu aja sama interior kalo pake baju casual. Basically disini yg gak terima kalau pake sandal dan celana pendek aja. Bandingkan misalnya kamu masuk ke Sky bar di Jakarta atau Blowfish, udh  berasa rapih, masih dianggap kurang fashionable, terus ditolak masuk pdhal udh bawa duit segepok.
      Eniwei dari masuk, kami diladenin, disimpenin jaket dan tas belanjaannya, diantar ke meja oleh staf2 yg fluent English dan diperlakukan dgn tata cara yg super formal. Sampai gelagapan sendiri. Maklum rada ndeso.
      Makanannya tasty, saya pesen lamb. Krn rada murah.hahah.Enak , gak bau kambing yg prengus , tampilannya jg oke ,kekurangannya kurang gede aja porsinya.
      Day 10: Sabtu, 26 Agustus 2017
      Last day… pswt kami take off dari Domodedovo jam 18.25. Tp lagi2 oleh sahabat saya di squeeze nyobain makanan khas Georgia di Chaihona no.1m ( https://www.chaihona.com/ ) yg kebetulan dkt apt nya.


      Masih sempet2nya ke outlet di stadion lama dkt apt yg beralih fungsi jadi semacam ITC utk cari winter boot. Tp gagal krn hrgnya cukup mahal dan selidik py selidik yg tadinya pikir merek local Russia ternyata merek dari China. Lol.
      Dkt stadiun jg ada Mesjid besar di Moscow. Cantik tp gak sempet masuk krn saya gak bawa shawl sedangkan wajib pake baju tertutup.

       
      Kelar makan siang, kami pesen Yandex taxi, taxi online yg pamornya di Russia lbh oke dari UBER dan bahkan berencana mengambil alih UBER di Russia. Sayangnya pas kami pesen si sopirnya nyasar2 dari tadinya mo brgkt dari apt jam 14.30pm ke Paveletskaya Station utk ngejar Aeroexpress jam 15.30 , taxi br sampai jam 3.

       
      Sampai station dan platformnya pas jam 15.30. Akhirnya nunggu 30menit lagi utk trip berikutnya. Sempet deg2an bgt sampai sakit perut mo pingsan, plus bawaan kyk bawa batu kali saking beratnya. Lari dari station Aeroexpress di airport menuju counter check in. Memang sih udh web check in tp tetep aja stress takut bagian checking gate nya rese.
      Muka saya saking pucet nya sampai dibolehin ngelewatin semua org…wkwkwk untung masih boleh naik pesawat, gak dikarantina dulu. Kami sampai gate pas 10menit sblm waktu boarding. Gak lagi2 deh di negara org santai2 berangkat ke airportnya…
      Akhirnya kelar sudah petualangan kami di Russia.
      Terimakasih sudah membaca FR ini ya 
      Sampai bertemu lagi di trip berikutnya....
       
       
       
       
    • By Gulali56
      Hei ho, part 1 nya silahkan cek dulu disini ya : 
       
      Day 4: Minggu, 20 Agustus 2017 Ke St.Petersburg
      Dari Moscow ke St.Petersburg ini ada bbrp cara: naik pesawat, naik kereta malam dan naik kereta cepat.
      Dari segi harga, kalau kita beli jauh2 hari , naik pesawat itu relative lbh murah. Tp berhubung kita parnoan soal visa. Kami end up PP naik kereta cepat Sapsan. Visa baru jadi 2minggu sblm hari brgkt.
      Utk book tiket Sapsan, tiket dibuka 45hari sblm hari keberangkatan. Saya sarankan menggunakan situs local http://pass.rzd.ru/  dan sangat saya sarankan, saat booking menggunakan menu bhs Rusia ketimbang menu bhs Inggris. Entah krn situs nya masih zonk bgt krn baru perpindahan sistem (per April 2017) atau memang males2an maintenance menu Inggris nya.
      Ada byk situs agen kereta yang menggunakan bhs Inggris yg mudah dimengerti tp mematok hrg 2x lipat, apalagi kalo beli mepet2. Sedangkan pake web RZD yg ajaib ini, harga relative stabil. Dr pengalaman saya, pas coba book pake menu Inggris, saat mo pilih seat maupun gerbong, kursor stuck gak bisa pilih apapun. Dan saat pakai menu Russia, saya pusing pilih kelas seat dan gerbong2nya. Akhirnya sahabat saya yg book pake CC Indonesia (BNI card).
      In summary, tiket Sapsan ada bbrp kelas:
      gerbong 1: kelas conference dan premium,
      gerbong 2 :kelas business,
      gerbong 3-9: kelas ekonomi,
      gerbong 10 kelas ekonomi plus.
      Saya pilih kelas ekonomi yg paling murah di gerbong 4. Bedanya dgn ekonomi plus, dpt snack. Cek juga kondisi gerbong saat pilih, krn ada pilihan gerbong yg memperbolehkan bawa binatang. Berhubung saya gak minat 4jam bersama anjing/kucing, ya saya pilih gerbong khusus penumpang aja.
      Tiketnya berupa e-ticket yg tetep saya print takut kenapa2. Utk masuk gerbong masing2 ada petugas yg akan mengecek passport kita utk verify e- tiket kita.

      Harga tiket ekonomi PP adlh RUB 5,262 atau sekitar Rp 1.25jt. Saya belinya 20hari seblm hari H.
      Train Sapsan : 07.40-11.40 ~ 3h50m (Moscow Leningradsky - St. Peterburg Moscovsky).
      Metro terdekat dgn stasiun Sapsan Leningradsky adalah Metro Komsomolskaya (jalur coklat) kebetulan Cuma beda 1 stop-an dari apt teman saya. Tp tetep saja saya brgkt dari apt sejam sebelumnya.
      Di Stasiun Komsomolskaya ini ada 3 gedung railways stasiun, untungnya Leningradsky station ini hanya gedung pas sblh kanan gedung metro.

      Utk kelas termurah , dari segi leg room , mnrt saya jarak kursi di Sapsan ini cukup lega buat ukuran Asia kali ya.. haha. Naro koper besar bisa di ujung2 gerbong maupun tengah gerbong. Beda sama kereta german ICE yg banyakan hrs stuck taro koper segede2 bagong diatas kursi krn kurangnya tempat.

      Utk kelas termurah , gak dpt Wifi, pdhal Beeline saya, byk blank spot nya sepanjang perjalanan. Wifi hy bisa mengakses souvenir/snack shop website Sapsan.lol
      Tp berhubung udh bawa bekal dari supermarket dkt apt, kita gak butuh juga.
      Mostly perjalanan 4 jam saya habiskan utk tidur. Krn view juga biasa2 aja.
      Jam 12kurang sampailah kami di St.Petersburg dan eng ing eng…dari Moscow yg suhu nya 29-30 derajat langsung drop ke suhu 16 derajat dan berangin. Dan mostly jaket dan longjohn saya tinggal di Moscow. Saya jadi teringat kata suami sahabat saya, St.Petersburgs  waktu masih winter, lbh dingin lagi krn lbh dekat ke Kutub Utara. Tp saya termakan kata2 istrinya yg bilang pas dia kesana kemarin Juni, St Peter malah lbh panas.
      Hostel kami di St.Petersburg berjarak 1.5km dari St. Peterburg Moscovsky railway station. Knp jauh gt, karena pas saya book, saya terinspirasi pas kemari itu pas summer , jd kriteria hostel hrs ada AC nya,sedangkan search2 hostel murmer pake AC di St.Peters itu langka. NOW WE KNOW WHY.
      Hostel kami yg kalo dari booking.com terlihat lucu modern dan byk sinar matahari dan bilangnya di lt.1 ternyata nyempil di gedung tua yg harus naik tangga yg bau,gelap, apek dan kumuh. Tp kalo dari cerita org2 yg ber hostel ,rata2 hostel di Russia ya begini penampakannya. Masuk ke gedung2 tua, yg kadang luarannya enggak bgt, tp kalo sudah masuk baru keliatan cantiknya interior.
      Kami sampai keliling gedungnya saking gak percaya kalo tangga gelap nan kumuh ini pintu masuknya. Lol
      Selesai proses check in, bayar tourist register RUB 250 (bbrp hotel gratis), dan titip koper krn wkt check in msh 2jam lagi, kami memutuskan keliling2 . Tadinya mo beli St.Petersburg card paketan 3hari (RUB 5,800), krn teman saya orgnya gak mau repot. Mendadak saya grumpy dan nolak, krn pake card ini mostly di summer tetep harus byr2 additional fee juga jadinya gak pay off.
      Krn sama2 grumpy, akhirnya temen saya ogah ngeluarin google map. Dan sayalah yg ambil alih jalan.
      Satu hal yg mencolok dari St.Petersburg dari Moscow ,selain dropnya suhu, disini  byk bhs Inggrisnya. If you can survive public transportation in Singapore, you definitely can survive here!
      Pemberhentian pertama kami adlh St.Isaac Cathedral yg mnrt ingatan saya, dkt Metro Admiralteyskaya, tp kata mbah google map, krn lokasi hostel kami di Nevsky Prospect, lbh cepet naik bis sekali.
      Naik bis di St.Peter ini ternyata gampang. Krn ada konduktor nya. Jadi bisa kasi kembalian. Biasanya konduktor nya dpt tmpt duduk khusus dkt pintu tengah (manusiawi deh gak kyk di Indo). Model bis nya kyk model bus Transjkt. Hrg satu kali naik jauh dkt adl RUB 40. Stlh kasi duit, dia akan kasi kita kertas tiket, disimpen aja, takutnya si mbak2nya lupa dan tagih 2x itu bisa jadi bukti byr.
      So far naik bis di St.Peters sll berhenti di setiap halte bus, jadi misal kedapetan bis yg layar/announcementnya gak ada bhs inggrisnya pun asal udh itung brp stop-an, bakalan survive. Jgn ngarepin dibantu supir/konduktor soal arah ya,walo disini byk tulisan inggris, bukan berarti mrk bisa bhs inggris. Google maps is a must here in Russia.
      St Isaac's Cathedral

      Katedral ini sempat menjadi gereja utama dan terbesar di Rusia seblm akhirnya dibangun Gereja Christ the Savior di Moscow yg saya skip datengin krn kebykn gereja. Dari semua gereja di Moscow dan St.Peters, dari sisi interior yg paling saya suka ya gereja ini. Well kalo kalian suka bling2 ya. Mostly gereja di Rusia, serba impressive dan extravagant. Later on dari segi interior, 11-12 lah interiornya dengan kemewahan palace2. Katedral sini sudah berubah fungsi jadi museum,jadi byr masuknya RUB 250. Bisa foto2 didlmnya.


      How to go to St Isaac's Cathedral : Metro: Admiralteiskaya
      Open: 10.30 - 18.00, tickets till 17.30. Closed: Wednesday. Fee: RUB 250 + RUB 150 (tower)

      Dari St.Isaac, kami cari makan siang seputar sini dan ketemu Teremok (Tepemok) , franchise russian fast food, hrgnya maupun rasa masih masuk lidah dan kantong Asia. Plus ada menu bhs Inggrisnya. Kita pesen Borsch (sup bit merah dimix dgn sour cream dan daging cincang) dan tentunya grechka alias nasi buckwheat pake potongan ayam.

      Selesai late lunch kami jalan kaki ke Kazan Cathedral, gereja Orthodox yang design nya terinspirasi dari gereja2 di Itali.

      .: Kazan Cathedral :.


       
      Disini satu2nya gereja yg saya datangin yg masih aktif sebagai gereja,sehingga masuknya free dan bisa liat warga local sini berbaris utk melakukan ritual mencium relik2 santo2 suci mereka.

      Seberang Kazan ini ada gedung toko buku Dom Knigi yg layak utk difoto krn gedungnya unik. Kalo mo cari magnet yg imut2 bisa kemari. Hrgnya dengan toko souvenir diluaran tidak tll beda jauh. Misal diluar RUB 50 disini hrgnya RUB 65. Kurleb begitulah.
      How to go to Kazan Cathedral: Metro Nevsky Prospect
      Open: 7.30am-8pm
      .: The Church of Our Savior on the Spilled Blood :.
      Dari arah sini bisa keliatan the most iconic The Church of Our Savior on the Spilled Blood, yg sepintas mirip Cathedral St. Basil di Moscow cuman lebih besar, lbh cantik dng interior yg lbh wah.

      Interior dlm Spilled blood ini penuh lukisan, relic, mosaic, kyknya semua sudut penuh ornament warna warni yg rada gothic krn sedikit gelap krn termakan usia. Worth it bayar RUB 250 nya.

      Dinamai Spilled Blood sendiri krn disini adalah lokasi dimana Kaisar Alexander II mati dibunuh.
      How to go to The Church of Our Savior on the Spilled Blood : Metro: Nevsky Prospect
      Open:   Daily 10.30 am to 6 pm. Last admission is at 5.30 pm. Evening openings of the Cathedral in the summer only (May 1 - September 30): 6 pm to 10.30 pm. Closed: Wednesday
      Admission: Adult: RUB 250.00.
      Dari sini saya akhirnya nyerah, alias penyakit sudah diambang batas kambuh, jadinya balik ke hostel naik bis sekali.
      Selesai mandi sore, pake baju dobel2 baru deh cari makan dkt hostel.End up makan di Tepemok lagi yg cabangnya  ada dkt hostel kami.
      Day 5: Senin, 21 Agustus 2017 Tsarskoe Selo – Catherine Palace
      Hari ini kami ke Catherine Palace yg terletak di kota Tsarkoe Selo, sedikit luar kota St.Petersburg.Salah satu tempat wisata wajib datang di St.Petersburg selain Peterhof. Istana ini dinamai berdasarkan Catherine I istri kedua dari Peter the Great yang merupakan wanita pertama yang menjadi penguasa kekaisaran Rusia. Org local sini dan terutama bus2nya nulisnya Pushkin Palace.
      Catherine Palace terkenal dengan Amber room nya.Satu2nya ruangan yg gak boleh difoto. Seluruh dindingnya dihiasi batu amber. Entah bhs indo nya apa.
      Ada 2cara ke istana ini dari kota St.Petersburg:
      1.Naik kereta antar kota terus lanjut bus
      2.Naik Metro jalur biru terus lanjut bus.
      Berhubung opsi pertama rada ribet , jadi kami pilih opsi 2. Opsi 2 pun bisa dari 3 metro station yaitu Moskovskaya, Zvezdnaya dan Kupchino. Berhubung yg terdekat dari station metro hostel adalah Moskovskaya, maka itu yg kami pilih plus paling byk advise nya di blog-blog.
      Di St.Petersburg, harga sekali train ride adlh RUB 45 (jauh/dkt), berhubung temen saya kolektor metro card. Akhirnya kami malah beli Metro pass. Mesin metro card ini terpisah dari single ride coin.

      Utk beli metro pass ada bhs inggrisnya dan terima kembalian jg. Hrg card RUB 65. Krn no idea how to top up via machine yg bener, yg ada kita malah beli 7day pass utk 10ride RUB 355. Later on dari 10hy kepake 5x krn lbh simple naik bis. Anggep aja hrg koleksi kartu.. *ngehibur diri.
      Keluar dari kereta di station Moskovskaya, kita akan dihadapi exit kiri ato kanan. No worries ada bhs inggrisnya. Cari aja exit yang menuju “Tipanova street” .

      Dari exit tsb cari gedung kuning dikejauhan yg dpn nya ada patung Lenin. Diantara gedung kuning dan patung itu, ada kumpulan bis2 ngetem di halte2 dan rata2 menuju Catherine Palace.

      Nomer bus nya:K- 347, K-545, 287, 342. Pilih aja yg siap brgkt. Oiya tiap nomer bus rata2 beda halte. Cari aja yg siap brgkt. Basically disana ada org2 yg nongkrong2 dan ngasi tau bus itu ke Pushkin Palace right away. Ati2 ya kalo ada org2 nempel2 /pepet2. Mertua sahabat saya sempet dipepet pas naik ke bus nya, nyaris kecopetan.Untung nya beliau pake kantong model restleting.

      Perjalanannya memakan waktu sekitar 45menit bayar bis nya RUB 40. Jadi total dgn naik metro hampir 1.5jam utk ke istana ini.
      Pemberhentian halte terdekat dgn istana ini kurleb 200meter dari pintu masuk taman.
      Model nya kita harus byr entrance fee buat ke taman dulu baru nanti entar antri pas stlh masuk taman utk entrance  palace.

      Disini kami mengalami namanya antri panjang pas summer. Alias total antri 2jam dari udara masih sejuk sepoi2 sampai dingin berangin, sampai hujan gerimis. Klop sudah.

      Stlh sampai didlm, ternyata hrs titip tas, krn tas yg boleh masuk hanya ukuran 15x25x35cm. Disini kita gak beli audio guide. Jadi hanya mengikuti arus dan sibuk foto kanan kiri selama dibolehkan. Mostly disini boleh foto2 kok, cuman krn padet bgt , rata2 dianjurin gak boleh lama2. Dan memang hy dibatasin sejam. Kadang kalo mo ngerti dikit, dengerin tour guide yg bhs Inggris (which is jarang) ato utk saya ,sotoy dengerin tour guide bhs german.



      Kelar dari sini kita cari tempat makan terdekat halte utk pulang. Kebetulan kata tripadvisor yg ada fitur “near me” ada resto Italy “il Fortuna” dkt halte yg jualan beff stroganoff. Disini total dgn minum sepoci teh panas adl RUB 610. Rasa stroganoff nya enak, kyk makan di Pancious (lho).

      How to go to Catherine Palace: From Metro Moskovskaya  , catch the bus K-342, K-545, 347, 287 (bigger).
      Open: Jun - Aug: Wed to Sun 12.00-19.00; Mondays: 12.00-20.00. Closed: Tuesdays. 13.00-16.00
      Adults - RUB 1,000. Park RUB 120 (harga summer).
      Berhubung badan udh mo rontok, dan saya mulai kambuh, akhirnya segera pulang ke hostel stlh mampir minimarket 24jam dkt hostel, utk beli buah dan sarapan utk besok ke Peterhof.
       
      Day 6: Selasa, 22 Agustus 2017 – Peterhof
      Peterhof sering disebut the Russian Versailles saking extravagant mewahnya. Katanya. Berhubung saya gak masuk ke dalam Grand Palace nya. Berkat Catherine Palace saya udh kapok liat antrian panjang. Dan kata temen saya di Peterhof ini gak boleh foto2 didlmnya. So..bhayy … Skip…
      Utk ke Peterhof ada banyak cara. Cara yg awam biasanya:
      1.Naik Hydrofoil boat seharga RUB 750. Start daily from 10am-6pm. RUB 750. Travel time 30menit dari dermaga Admiralteyskaya dkt Museum Hermitage melintasi sungai Neva langsung ke Lower park di Petergof.
      2.Naik Metro ke station Avtovo (red line) sambung minibus marshrutskas yg modelnya kyk mikrolet ala sini seharga RUB 70/one way, turun di 500mtr dari entrance upper park.
      Krn kami kmrn tidur awal, hr ini kami sudah siap brgkt dari jam 9pagi.
      Keluar dari station Avtovo, cari penyebrangan jalan kebawah (underground passage) di sebelah kanan exit metro. Basically kita sih disini ngikutin rombongan tur dpn kami. Intinya sih marshrutskas ini pada ngetem di sebrang jalan. Nomer nya K300,K424, K424A.

      Or cari tulisan di mikrolet2 ini “Фонтанты “ yg artinya Fountains. Again disini byk org kongkow ngomong Peterhof2 .Nah kalo naik marshrutskas ini cara bayarnya lgsg ke supirnya diawal.Byr nya RUB 70. Dan mostly sopirnya udh ngeh kok muka turis itu rata2 kesana. Muka Asia disini keliatan bgt turis. Beda kalo muka Caucasian yg 11-12 sama org local. Jadi walo cara kerjanya kyk gimana, in the end si supir bakal ngingetin kalo udh sampai. Traveling time 30-35menit.

      Kalo udh liat tembok yg warna kuning ijo,artinya kamu udh sampai kok. Tinggal jalan kaki ke entrance upper park 600meteran di stop-an. Upper park ini gratis. Krn yg canggih dan kece nan iconic itu di Lower park tempat hydrofoil berlabuh.
      Tiket masuk lower park yg ada Samson fountain yg serba keemasan itu adlah RUB 750. Fantastis utk taman doank. Liat antrian Peterhof Grand Palace, saya memutuskan skip, plus hari itu seharian gerimis terus, jadi udh gak minat antri pas ujan2.

       

      Stlh puas motoin Samson fountain dari semua sisi diantara ratusan turis lainnya. Baru deh kita muterin area taman ini. Walaupun gak seheboh Samson fountain, masih ada fountain kecil lainnya diseputaran taman yg mayan buat foto2 plus biar worth it ngabisin 170rb buat taman doank.

      Krn capek kedinginan keujanan, kita sempetin mampir di café The Grand Orangery di dlm taman buat minum teh anget sepoci kecil.


       
      Krn baru jam 2 kurang, akhirnya kita putusin pulang via Hydrofoil biar lengkap semua akses dicoba .

      Dermaga Hydrofoil ini terletak di Lower park, didermaga nya ada sekitar 6perusahaan boat yg menawarkan hrg , dan jam keberangkatan yg bersamaan. Krn gak keburu yg jam 2, kita ambil yg jam 2.30 dan pilih perush yg kedua dari kanan,krn di loketnya ada peta lokasi dia berlabuh di blkg Hermitage. Boarding ternyata bisa 15menit sblmnya, jadi jam 2.15 kita udh ke dermaga yg dituju dan masuk ke boat.
      Grand Palace ~ daily :10:30 am to 7 pm. Closed Monday. Price RUB 550.
      Lower Park ~ Samson fountain. Open:  daily 09.00 — 20.00. Price: RUB 750
      Hydrofoil ~ Departure St. Petersburg - Peterhof: daily from 10.00 to 18.00, every 30 minutes.Departure Peterhof - St. Petersburg: daily from 11.00 to 19.00, every 30 minutes. RUB 750/one way.
       
      .: Peter & Paul Fotress :.
      Berhubung baru jam 3sore jadi kami melanjutkan ke Peter&Paul Fotress. Kami udh mencapai titik,bosen liat istana dan taman. Tp berhubung lokasi dermaga Hydrofoil gak tll jauh lagi (+/- 2km) akhirnya disekaliankan aja kemari.
      Mo naik metro/bus nanggung, deket tp hrs ganti2 jadinya jalan kakilah kami di terpaan angin kencang di suhu 15 derajat ini.


      Lokasi benteng ini terletak di pulau kecil di sungai Neva, dibangun di jaman Peter the Great utk mencegah serangan tentara Swedia dan serangan dari laut.Later on benteng ini dipakai sebagai penjara utk tahanan politik. Yang jadi highlight tempat ini (buat saya) adalah Cathedral Peter & Paul tempat dikebumikannya para kaisar dari jaman Peter the Great sampai kaisar terakhir Nicholas II. Liat nama Anastasia dideretan list yg dimakamkan rasanya seperti mematikan semua harapan tt teori konspirasi kalau Anastasia berhasil lolos dari eksekusi keluarga kaisar terakhir ini. Sebagai pecinta makam2 kuno, saya nyesel gak sewa audio guide.

      Kalau gak sempet beli audio guide, ada peta yg menuliskan nama2 kaisar yg dikebumikan disitu.

      But imo, mending sewa audio guide sih disini. Daripada bengong or bolak balik baca peta.
      Berhubung sudah disitu akhirnya kami sekalian naik ke panoramic view disitu. Byr lagi RUB 300. Kalo cuacanya cerah view nya kyknya bagus. Sayangnya pas kami kesana, lagi mendung dan berangin berasa cari penyakit.


      How to go to Peter and Paul Fortress : Metro: Gorkovskaya
      Open:Mon-Fr 10.00-18.00, Sat 10.00-16.45, Sun 11.00-18.10 Closed: Wednesday.
      Admision Fee: RUB 450. Bisa foto2 didlm.
      Nevskaya Panorama.Normal price RUB 300
      Selesai berangin2, kami mencari metro station terdekat di google map (Gorkovskaya) dan balik ke hostel cari makan malam (Tepemok again) dan beli tumbler Starbucks dkt hostel RUB 750.
       
      Day 7: Rabu, 23 Agustus 2017 – Hermitage
      Hari ini hari terakhir di St.Petersburg. Krn mlm terakhir ini mau nonton Ballet di Hermitage, sepanjang pagi kami putuskan packing2 biar pas mlm tinggal tidur dan bsk nya pulang ke Moskow.
      Kami maksain nonton ballet di Hermitage krn gak ada show di mid Agustus di Bolshoi (Moscow) dan Mariinsky Theater (St.Petersburg).
      Beli stlh dpt visa di online https://hermitagetheater.com/
      Dpt di harga RUB 7,775. Cukup fantastik utk ukuran balet di teater sekecil Hermitage. Kata sahabat saya yg udh 3x nonton ballet harga segitu setara tiket Bolshoi di balkon. Tp yah..kapan lagi .Belum tentu bisa balik ke Rusia lagi.


      Pas jam makan siang kami baru keluar hostel, skalian kePassage shopping mall tua di St.Petersburg. Dkt Metro Gostiny Dor stn. Baru makan siang di resto Itali, dpn halte bis .Il Natno. Entah bacanya gimana. Pesennya menu asia ala2 Rusia. Vegetarian rice RUB 252. Porsinya cukup byk (buat saya).

      Baru deh ke Hermitage Museum.

      Disini lagi2 terkena antrian panjang.Mendadak liat semacam mesin atm jualan karcis. Ternyata utk tiket terusan, bisa beli disini. Daripada buang wkt, sok2 murmer tp habis waktu di antri, kami lgsg beli disini RUB 700, terima credit card dan bisa kasi kembalian kalo kasi uang kertas. 

      Tips utk ke Hermitage. Bawa tas kecil ya.. bawa minum dan hrs ke wc dulu.
      Karena saya terjebak, bawa ransel, jadi harus titip di cloak room, air minum jadi gak kebawa dan terjebak di dlm museum selama 3jam , keausan tp jg kebelet ke wc. DERITA!!!

      +

      Hermitage ini dibangun di thn 1764 oleh Catherine the Great utk menyimpan koleksi pribadi istana dari semua penjuru karya terbaik dari Leonardo da Vinci , Rembrandt, Van Gogh , Picasso dkk semua ada disini.
      Jujur sih, saya bukan pecinta seni, gak ngerti juga. Lha wong Louvre di Paris aja pas temen saya mampir, saya malah jalan2 ditamannya. ENtah kenapa di Rusia ini krn hrg tiket nya yg gak semahal di negara2 Eropa barat, saya jadi terbujuk masuk ke museum2 kyk gini.


      Liat Bunda Maria, Yesus dan semua santo suci lainnya karya berbagai pelukis terkenal selama 3jam lama2 bosen dan bikin frustasi juga. Belum saya kepisah sama temen saya. Mau nangis rasanya.

      In the end saya lbh takjub dgn interior tiap ruangan di Hermitage ini yg sama heboh nya dengan langka ,tua dan berharganya karya seni yg dipajang ditiap ruangan.
      Basically Hermitage museum adlah titik kulminasi kami enek liat palace.
      Sktr jam 5an, akhirnya keluar juga dari museum ini, krn balet nya baru mulai jam 8mlm, kami pikir cari tempat dulu biar nanti tau lokasinya dimana. Dari google sih Hermitage theater tempat balet ini ada di gedung sebelah, ternyata titik google nya dimana pintunya , dimana. Dan pikir2 pas saya tadi nyasar di museum memang ada akses masuk ke theater ini.
      Akhirnya stlh uji lokasi, akhirnya kami early dinner deket situ. Namanya Rapustin café. Sejujurnya bukan ini yg kita tuju, dari fitur near me dari Tripadvisor masih hrs nyebrang , berhubung kaki udh mo copot nengok kiri kanan cari café terdekat, adanya café ini.


      Tempatnya cukup unik, kyk di bawah tanah gitu, vintage remang2 dengan dihiasi foto2 Rapustin didindingnya.  Anyway pesen semacam nasi entah bhs rusia nya apa, dgn dada ayam saus jamur RUB 550, teh RUB 130 dan café latte krn ngantuk luar biasa RUB 150. Rasa cukup oke kok. So far rata2 taste masakan Rusia cukup cocok di lidah saya. Harga jg masih reasonable hrg resto di mall Jkt. Akhirnya kita nongkrong disini sampai 30menit sblm show balet dimulai.

      Ternyata 30menit itu udh rame krn ruang teater nya kecil, dan kedptn duduk yg agak depan yg resiko ketutupan org. Kami nontonnya Swan Lake, saya juga ngertinya krn dulu pernah baca komik Jepang Mari-chan. Tp disarankan baca Wikipedia dulu biar ngerti dikit alur critanya.
      Swan Lake ini dibagi menjadi 4babak. Di babak 1-2 byk penonton yg sibuk meng-abadikan pake kamera dan hp dgn suara yg cukup gengges. Akhirnya dibabak selanjutnya ditegor tiap kali ada yg ambil foto. Wkwkwk.. kata sahabat saya yg nonton di Bolshoi, justru lbh strict lagi. Nonton ballet ternyata menarik juga, cuman krn show nya cukup malam dan siangnya yg kecapean, nahan kantuk itu yg cukup susah.hahaha
      Pulangnya kami naik bis ke hostel diterpaan angin yg makin menggila.
      The Hermitage (Эрмитаж ~ Ermitazh). Daily 10.30am-6pm.Closed Monday.
      Winter Palace RUB 300. All entry : RUB 700.
      Audio guide RUB 500
      Bersambung ke part 3 - Kembali ke Moscow ya