seyakasamira

Ohhmazing Zhangjiajie (China), 7D6N

42 posts in this topic

Fiuhhh setelah berbulan-bulan lamanya mencari teman trip ke  Zhangjiajie di berbagai forum termasuk forum jalan2 ini, dan tidak ada satu orangpun yang cucok jadwalnya dengan saya, ternyata susah juga ya mengajak orang ke tempat yang kurang mainstream ini (tsahhh) :bingung . Dannn tak dinyana tak disangka sahabat saya, Prita, teman satu kampus pada jaman jahiliah dahulu, yang akhirnya menemani saya berpetualang ke negeri China ini :terharu . Dan petualangan kami berdua ciwi2 cilik ini, memutuskan untuk pergi ala flashpacker tanpa menggunakan jasa travel maupun tourguide, yang mana kami berdua pun tidak ada yang bisa berbahasa mandarin ataupun membaca tulisan mandarin. :backpacking Xixiixixi..

 

Oia sebagian banyak referensi travelling mengenai Zhangjiajie, kami lihat dari traveler bernama Tim&Glo (http://youtu.be/jUlOFxOrkPg)

 

dan juga saya banyak sekali bertanya pada @ko Acong salah satu member di forum jalan2.com ini. Well, ko acong terima kasih banyak atas semua info dan saran2nya  :kesengsem  ..

 

DAY 1. Guangzhou  (12 Maret 2015)

Kami menggunakan pesawat TIGERAIR menuju Guangzhou dan memutuskan ke Zhangjiajie via darat (kereta api) dari sana. Kami sampai di Guangzhou dini hari (02.00pagi) dan  karena fasilitas metro (MRT) hanya beroperasi hingga jam 22.00 maka kami harus menggunakan taxi untuk ke Hotel.  Siang harinya kami sempat ke Shamian Island (kota tempo doeloe versi Guangzhou), dan malamnya harinya kami pergi menggunakan Night Train menuju Zhangjiajie. Ticket kereta api telah kami beli sebelumnya melalui situs www.ctrip.com. Dikarenakan perjalanan malam hari selama +/- 13-15jam maka saya membeli seat khusus hardsleeper yaitu kereta dengan fasilitas tempat tidur berupa bunkbed tingkat 3. Harga seat ditentukan dari pilihan tempat tidur yang kita inginkan apakah mau softsleeper atau hardsleeper, atau hardseat biasa. Harga juga dibedakan apakah mau mengambil bunkbed yang di paling bawah –tengah-atau atas.

 

Cost :

·         Taxi  :  80 RMB (dari Baiyun Airport Guangzhou  menuju Hotel di daerah Yuexiu District), Namun apabila malas mengantri taxi, banyak sekali yang menyewakan taxi gelap dengan biaya +/- 200 RMB.

·         Breakfast (noodle soup, kaki lima depan hotel ) : 10 RMB

·         Hotel Sotel Inn : 27 USD/night

·         Snack (streetfood semacam sate fishball, sate cumi, dll) : 10-15 RMB (dpt 3 tusuk)

·         Ticket MRT dr Hotel ke Shamian Island : 2 RMB

·         Shamian Island : Free

·         Ticket MRT dr Hotel ke Guangzhou Railway Station : 4 RMB.

·         Dinner Mc.D : +/- 20 RMB (Paket Burger +French Fries+Soda)

·         Ticket kereta Guangzhou-Zhangjiajie : 317,5 RMB (hardsleeper-low)

 

Shamian Island : post-25134-0-46704500-1432518085_thumb.j

Bunkbed Hardsleeper :post-25134-0-17206800-1432518097_thumb.j

 

DAY 2. Zhangjiajie (Wullingyuan) 13 Mar 2015.

 

Kami tiba di stasiun kereta Zhangjiajie pukul 8.30 pagi hari. Dan sesampainya disana yang dicari adalah breakfast hahaha. Untungnya disamping stasiun ada Mc.D dan supermarket. Jadi selain makan kami juga bisa berbelanja air mineral dan snack lainnya. Tidak hanya di Guangzhou, di Kota Zhangjiajie ini masyarakatnya pun sulit berbicara maupun membaca tulisan selain pinyin/mandarin. Jadi, sangatlah pe-er bagi kami bagaimana caranya menanyakan bus mana yang menuju daerah Wullingyuan tempat taman nasional Zhangjiajie berada. Wullingyuan ini jauhnya +/- 35-40 km dari kota Zhangjiajie (tempat stasiun kereta berada). Kami berencana menggunakan bus menuju kesana. Tempat terminal bus ada disamping Staisun Kereta, tepatnya di samping Mc.D. Jadi hemat tenaga deh narik2 koper setelah harus menjinjing koper ketika turun dari stasiun kereta api yang tidak ada eskalatornya (apalgi lift) :bingung ..

Akhirnya kami pun berhasil masuk di minibus nomor 19 yang menuju Wullingyuan. Thanks God minibusnya ada angka latinnya “19â€, saya sudah was2 saja, jgn2 angkanya menggunakan tulisan mandarin lagi. Xixixi…

 

Kami menginap di Hostel bernama : Wullingyuan Zhongtian Youh Hostel. Perjalanan menuju Wulingyuan +/- 30 menit dan lucunya kenek disini naik dan turun ditempat2 tertentu (bukan di terminal bus). Dan keneknya itu kebanyakan cewe kece yang modis dandanannya yg kita sendiri ga nyangka kalau dia itu kenek. Hehe.. selama perjalanan masuk ke daerah Wullingyuan kami disuguhi pemandangan tebing2 di kiri dan kanan yang spektakuler indah dan megahnya. Dan ketika sampai kami diturunkan di tempat di pinggir jalan yang katanya itu terminal bus wullingyuan. Namun tempatnya sangat tidak mirip terminal karena lagi ada renovasi bangunan disitu, dan tidak ada kumpulan bus2 layaknya di terminal. Jadi pe-er kembali bagi kami bagaimana caranya dari terminal menuju hostel. Karena berdasarkan info dr internet yang kami baca kami harus menaiki bus no.2 untuk sampai ke hostel. Namun tidak satupun ada bus disana hahahha..

 

Tapi kami tidak bête, karenaaaa ternyata kota kecil (desa sih sebenernya) yg namanya Wullingyuan itu indah bingits, jika kita berputar di tempat melihat kiri kanan depan belakang itu latar belakangnya dikelilingi sama kumpulan gunung, tebing, bukit yang berlapis2 dan apalah itu namanya. :kesengsem 

So, karna ga ada kendaraan bus lain, jadilah kami menyetop taxi untuk di drop sampai hostel. Jaraknya hanya 2 km ternyata dan 5 menit lgsg cuss sampai hostel. Hostelnya cukup OK dengan interior kayu dilobbynya dan Kevin sebagai pengelola disana sangat ramah dan helpful menjelaskan ini dan itunya mengenai taman nasional Zhangjiajie. Kami mendapat ruangan di lt.2 (1 lantai di atas lobby) dan menggunakan tangga naiknya (yaiyalah namanya juga hostel). Yang menarik di dinding2 tembok tangga penuh dengan coret2an tulisan turis2 dari berbagai macam Negara. Kebanyakan tulisan alay semacam “Sammy was Here (plus gambar bendera negaranya†wekekke..ada juga yang menggambar dan menulis suka duka di hostel ini. Kamar dan kamar mandinya cukup bersih.

 

Karena sampai disana jam 11an maka kami langsung mandi dan cuss menuju Taman Nasional Zhangjaijie. Kami harus mengejar waktu kesana karena Taman Nasional tsb tutup jam 18.00. Jarak dari hostel ke pintu masuk Taman nasional hanya +/-2 km. Naik taxi Cuma 5 menit. Thanks God cuaca disana sedang cerah2nya YEAYYY For Us. meski suhu masih dingin (menurut saya) yah +/- 15’C (karena resiko pergi di bulan Maret adalah cuaca peralihan dari winter menuju summer sehingga kabut/hujan mendominasi ). Sesampainya disana kami lgsg membeli tiket  terusan 3 hari dan registrasinya selain tiket plus juga harus scan jari untuk bisa masuk kesana.

 

Spot 1. Yuanjiajie Scenic Area: Fields and Gardens in the Air, Natural Bridge under Heaven.

Di Taman Nasional Zhangjiajie ada berpuluh2 spot wisata (lebih dari 20 spot kayanya) yang bisa dikunjungi, tidak cukup hny 3 hari, karena tidak akan bisa mengelilingi semuanya. Namun untuk menghemat waktu, tujuan awal adalah spot dimana menjadi inspirasinya film Avatar James Cameron dibuat, yaitu Hallelujah Mountain yang ada di district Yuanjiajie Scenic Area. Cara menuju kesana ada beberapa cara, menggunakan lift atau cable car, namun karena cable carnya sedang under maintenance saya tidak punya pilihan lain. Perjalanan menuju pintu masuk ke Bailong Lift menggunakan shuttle bus, selama 10 menit, dannn kami disuguhi pemandangan2 indah, danau berwarna turquoise yang dikelilingi oleh gunung dan bukit dan tebing disekitarnya.  Beruntung banget di hari 1 ini cerah cuacanya jadi feel ambience di zhangjiajie ini terasa bgt.

 

 Anyway,  Bailong lift adalah lift tertinggi kedua di dunia yang tingginya 1,070 feet (330 m), namun untuk sampai ke atas mencapai waktu 3 menit saja. Dari awal kami sudah diingatkan untuk naik lift dan cable car itu harus rela mengantri ber jam-jam lamanya. Dikarenakan kami pergi di saat low season maka, kami “Cuma†mengantri selama 15 menit saja, kabarnya apabila peak season bisa mengantri selama 2 jam hehehe.. Lift ini di design transparan di dindingnya, jadi kita bisa melihat pemandangan luar dari bawah basement hingga saat2 lift naik ke atas dan disuguhi cantiknya zhangjiajie.

Keluar dari lift kami harus sambung shuttle bus lagi menuju yuanjiajie scenic area. Dan ketika sampai disana, kami bingung bagaimana cara ke Spot Hallelujah Mountain. Papan petunjuk arahnya hampir semua bertuliskan huruf pinyin, dan hanya ada 1 papan di awal pintu masuk yang ada tulisan huruf latinnya. Namun itu pun tidak ada spot yang bertulisakan hallelujah mountain. Whattt :terharu â€¦hiks hiks hiks.. Namun akhirnya kita trekking/berjalan mengikuti  kebanyakan turis disitu hendak kemana. Namun spot2 yang kita temui pun tak kalah cantiknya. Spot tebing2 runcing menjulang dan terkesan menggantung. Ada spot yang dinamakan Fields n Garden in the Air karena spot itu terlihat seperti jembatan yang menggantung antara satu tebing dengan tebing lain. Setelah puas berfoto kami trekking kemana kaki kita melangkah saja, syukur2 bisa ketemu yang namanya spot Hallujah Mountain. Namun lagi2 karena mengejar jam tutup jam 18.00, maka kami memutuskan menjelajah besok hari saja.

 

Cost:

·         Breakfast Mc.d : 20 RMB

·         Minibus Zhangjiajie-Wulingyuan : 12,5 RMB

·         Taxi (terminal Wulingyuan-Hostel) : 10 RMB (Nego, tidak pake argo)

·         Hostel : Wullingyuan Zhongtian Youh Hostel : 69 RMB/Orang/Malam (via www.hostelbookers.com)

·         Taxi (Hostel-Pintu Masuk Taman Nasional) :10 RMB (Nego, tidak pake argo)

·         Tiket Taman Nasional 3 Hari :248 RMB

·         Bailong Lift : 72 RMB/ 1 kali naik

·         Pulang ke hostel : by feet (free) 

·         Dinner (resto depan hostel) : 20 RMB

 

Bailong Lift : post-25134-0-41621800-1432518321_thumb.j

Prita : post-25134-0-89967400-1432518092_thumb.j

Natural Bridge : post-25134-0-90166700-1432518103_thumb.j

Yuanjiajie Scenic Area : post-25134-0-87035300-1432518107_thumb.j,

 

DAY 3. Tianmen Mountain (tianmen glass skywalk, tianmenshan ghost valley plank)

Hari ini hujan dari pagi dan niatnya mau balik ke Yuanjiajie buat nyari Hallelujah mountain pun batal.  So krn ramalan di web acchuweather  cuaca mulai membaik jam 11.00an, maka kita berniat untuk ke Taman Nasional Tianmen Mountain saja. Untuk menuju tempat ini harus start dari kota Zhangjiajie, which is kita harus naik bus meninggalkan kota Wulingyuan dan naik cable car dari pusat kota Zhangjiajie menuju Tianmen Mountain. So, sesampai di stasiun cable carnya mengantrilah kita +/- 20 menit.

 

Perjalanan cable car dari pusat kota menuju puncak gunung memakan waktu 30 menit.  Cuaca masih gerimis dan pemandangan sepanjang di cable car hanya kabut putih2 yang kurang kece kalau difoto.  Sesampai disana ternyata masih kabut dan angin sangat, yah ada lah kira2 suhu 5’C. Namun demi mengejar waktu, nekatlah kita menembus cuaca yang dingin sangat. Kita berencana langsung ke Glass Skywalk. Udah ga sabar pengen foto di glass skywalk alias jalan yang dibuat berlantaikan kaca ( transparan ) dipinggir tebing. Jadi kita bisa berjalan sambil menikmati ketinggian gunung ini dengan melihat pemandangan dibawah kaki kita. Ngeri2 sedap kann.. Namun, Karena hambatan bahasa dan minimnya tulisan latin di penunjuk arah, maka nyasar lah kita ke spot ini. Kalau dipikir2 kita jadi harus mengelilingi gunung Tianmen ini baru bisa sampai spot ini. Tapi gpp disepanjang perjalanan banyak tempat kece buat berfoto ala2 winter. Karena cuaca berkabut dan peralihan dari winter maka ambience waktu trekking adalah kabut2 putih creepy yang kalau difoto mirip2 jalan di lembah berhantu deh. Tapi ternyata memang ada spot namanya tianmenshan ghost valley plank. Dan hampir 2 jam kita trekking,mampir di grand Buddha temple, ghost plank road,dll dan barulah sampai di Glass sky walk.

 

Di spot ini kita diharuskan mengalaskan sepatu kita dengan cover sepatu dari kain yg telah disediakan. Fungsinya adalah supaya sepatu kita tidak mengotori jalanan berkaca itu. Ndilalah, udah siap2 kaki gemeteran karena bayangin bisa melihat ketinggian dibawah kaki kita. Ehkann cuaca berkabut ya, walhasil yang kita lihat hanya putih saja dan berasa ada di atas awan..antara YEAY dan NAYY hihihi.. YEAY karena ga perlu takut lama2 foto disitu, NAYY karena sepertinya lbh cantik kalo ketinggian gunungnya terlihat hahaha.. gimana sih labil deh eike. Oia, sayang sekali akses menuju Tianmen Cave (lobang ‘surga’ ditengah tebing dengan mendaki 999 anak tangga) tutup pada hari itu karena cuaca kurang bersahabat.

Cost :

·         Breakfast (pop mie) : 3 RMB

·         Minibus (Wulingyuan-Zhangjiajie) : 12,5 RMB

·         Ticket Taman Nasional Tianmen Mountain : 258 RMB (Diskon menjadi 225 RMB krn periode low season)

·         Masuk area Glass Skywalk : 10 RMB

·         Lunch :20 RMB (makanan yg dijual di dalam tempat wisata relative lebih mahal )

 

Cable car :post-25134-0-14625200-1432518889_thumb.j

plank road :post-25134-0-45380900-1432518828_thumb.j

ghost valley :post-25134-0-72752700-1432518920_thumb.j,post-25134-0-79686300-1432519021_thumb.j

hanging bridge :post-25134-0-11293500-1432519123_thumb.j

glass skywalk :post-25134-0-07487600-1432518950_thumb.j

 

DAY 4 : Tianzi Mountain, Yuanjiajie Scenic Area (Ten Mile Gallery,Hallelujah Mountain)

Karena penasaran belum ketemu spot Hallelujah Mountain, maka balik lagilah kami masuk ke Taman Nasional Zhangjiajie. Karena lift mengantri sangat, maka kita berhenti dahulu di spot Ten Mile Galery. Di spot ini harusnya cantik ya dengan background the famous pilar Three Sister. Maksudnya adalah 3 tebing kembar yang menjulang. Namun, karena cuaca berkabut maka setelah capek2 trekking kesana kecewa tebingnya tak terlihat di foto. Setelah dari sana kita pasrah mengantri Lift selama 1 jam untuk ke Tianzi Mountain. Untuk menuju Tianzi Mountain, selain menggunakan lift ke daerah Yuanjiajie Scenic area harus disambung lagi menaiki shuttlebus berwarna coklat yang memakan waktu +/- 1 jam. Dengan kondisi jalanan yang berkelok dan berkecepatan kencang bagai naik wahana di dufan, saran bagi yg suka mabok mobil maka minumlah obat anti mabuk diperjalanan 1 jam  ini. Karena, perjalanan kami kurang beruntung dapat 1 bus yang ada 2 penumpangnya mabuk darat. Maka di perjalanan ada backsound “hoek2†yg tak kunjung henti. Sampai akhirnya 2 penumpang (beserta keluarganya) diturunkan oleh sang supir di tengah2 perjalanan. Thanks God..Hehehe..teganya ya si supir, cuman tiap beberapa menit selalu ada shuttle bus yang lewat kok jadi mereka tidak terlantar begitu saja di pinggir jalan. :ngeledek .

Di spot Tianzi Mountain yang mana di atas puncak gunung ternyata bertengger resto Mc.D yg luas bgt (penting banget buat gw yg ga tahan dingin, jadi bisa numpang makan dan menghangatkan badan disini, sementara si Prita sibuk hunting foto di luar). Sudah beranjak sore turunlah kita menuju Yuanjiajie lagi mencari Hallelujah. Dann..setelah trekking selama 30 menit ketemulah spot yang dimaksut. Sebenernya pemandangannya bagus banget dan spot “tebing menggantung†inspirasinya James Cameron juga amazing bgt, cuman karena cuaca ga terlalu cerah dan sedikit foggy jadinya hanya bisa dinikmati oleh mata telanjang secara langsung. Maklum kameranya cuman mengandalkan kamera HP bukan Dslr, maka hasil foto pemandangannya jadi tidak sebagus jika melihat langsung.

Cost :

·         Transport by feet dari hostel menuju taman nasional : free

·         Snack Sosis (di dalam Taman Nasional Zhangjiajie ) : 20 RMB

·         Lunch dan Dinner: mc.D

·         Bailong lift : 72 RMB (sekali jalan)

 

Oia, Tianzi mountainnya ga ke foto karena cuaca berkabut

Tianzi funeral : post-25134-0-46324500-1432519349_thumb.j

Mc.D area di Tianzi : post-25134-0-92925700-1432519365_thumb.j

The famous hanging Cliff di area Hallelujah Mountain : post-25134-0-43190000-1432519425_thumb.j

Spot Hallelujah Mountain : post-25134-0-05438300-1432519459_thumb.j

Jalan trekking di yuanjiajie scenic area : post-25134-0-16718500-1432519504_thumb.j.

 

DAY 5 : Yellow Dragon Cave, Baofeng Lake

Pagi2 kami sudah berangkat menuju Yellow Dragon Cave. Tempatnya masih satu kawasan di desa Wulingyuan, cuman agak jauh dari Hostel kami menginap. Yah kalo naik taksi sekitar 15 menit deh..Di kawasan tempat wisata Yellow Dragon Cave ini punya pemandangan yang cantik banget. Ada danau buatan dengan angsa yang lagi berenang plus taman bunga yang luas bgt berwarna kuning dan pink, serta pohon2 menjulur, dan tentu saja itu semua dikelilingi background gunung dan bukit berlapis2. Saking cantiknya pemandangan disini, jadi pengen foto maju mundur cantik plus pose mau bobok ala syahrini (lebay sangat..). Oia, di awal masuk parkiran ada bangunan yang didesign cantik bgt dengan atapnya yang unik. Bukan terbuat dari genteng, namun atap miring dibuat semacam lapangan rumput macam tempat main golf gitu.. keren yah..

Untuk masuk dan mengelilingi gua ini harus didampingi oleh tour guide yang disediakan dari sana. Jadi kita harus menunggu rombongan sebanyak 10 orang untuk bisa memulai masuk. Yellow dragon cave ini adalah gua yang banyak berisikan stalaktit dan stalagmite. Tempat ini dikelola dengan baik sekali. Rute gua dibikin sedemikian rupa sehingga kita harus berjalan melihat seluruh isi gua ini dengan cara trekking naik dan treeking turun menggunakan anak tangga yang banyaknya minta ampun ga abis-abis..tolong.. (Huhuhu.. Exit, mana exit huhuhu..dan tidak ada tulisan exit hingga mendekati rute akhir, damnn..) Tata pencahayaannya pun mengagumkan (yah mirip lampu disko warna warni, ehehe kidding..) Disini kita juga ada spot dimana harus menyusuri sungai dengan menaiki kapal kecil yg mirip2 kapal di istana boneka dufan hihihi..Karena luas banget, maka kita menghabiskan waktu 1,5 jam untuk mengelilingi gua. Ga tahan lama2 berada di ruangan gelap,bawah dan tertutup, dan begitu kita melangkah keluar terbayarkan dengan pemandangan cantik untuk berfoto maju mundur cantik.

Dari Yellow dragon cave kita naik taxi menuju Baofeng Geological Park.  Sebenernya tempat ini sangat dekat dengan hostel tempat kita menginap. Hanya 1 km saja, dan bisa jalan kaki menuju sana. Spot wisatanya pun ada banyak, namun yang kita tuju adalah Baofeng Lakenya saja untuk menghemat waktu. Untuk menuju Lake, harus trekking menyusuri jalan sejauh 500 meter dan trekking naik tangga sejauh 500 meter juga. Cukup melelahkan bagi gw yang baru aja dihajar naik turun tangga di yellow dragon cave. Fiuhh… Cuman yang namanya capek itu benar2 terbayarkan kalau udah sampai di spot yang kita tuju dengan pemandangan yang kece pula. Disini kita menyusuri danau dengan cara menaiki kapal selama 15-20 menit dan dipandu oleh guide local (tentunya berbahasa mandarin). Atraksi selama menyusuri danau juga menarik. Selain dijelaskan mengenai sejarah penamaan beberapa spot di area Danau, tiba2 ditengah2 danau ada dibangun beberapa rumah yang ketika kita melewatinya, kita disambut dan disuguhi nyanyian dari si orang yang tinggal di rumah tersebut. Lucu juga ya. Sore menjelang malam, kita berangkat menuju Zhangjiajie Railway Station menuju Kota Guangzhou, dengan menaiki Night train agar bisa menghemat waktu dan biaya menginap.

Cost :

·         Taxi (hostel-Yellow Dragon Cave) : 30 RMB

·         Tiket masuk Yellow dragon cave : 96 RMB

·         Taxi (Yellow Dragon Cave-Baofeng Geological Park ) : 30 RMB

·         Tiket masuk Baofeng Park : 95 RMB

·         Minibus (Wulingyuan-kota Zhangjiajie) : 12,5 RMB

·         Tiket Kereta Zhangjiajie-Guangzhou : 317,5 RMB (Hardsleeper-low)

 

View di entrance Yellow dragon cave : post-25134-0-94683800-1432519712_thumb.j; post-25134-0-07121600-1432519876_thumb.j; post-25134-0-85673100-1432519898_thumb.j

Yellow dragon cave : post-25134-0-26705300-1432519960_thumb.j

Baofeng Lake : post-25134-0-97131400-1432520013_thumb.j;post-25134-0-66154100-1432520629_thumb.j

Baofeng Geological Park : post-25134-0-34127400-1432520032_thumb.j

 

DAY 6 : Guangzhou (last day)

Sesampai di hotel langsung rebahan dan Itinerary seharian hanya ke : district elektronik untuk mencari kamera xiaomi yi action (go pro killer) dan tidak ketemu fiuhhh..dan belanja oleh2 dan baju ke pusat fashion shangxiajiu district.

Cost :

·         Hotel Sotel Inn : 27 USD/night

·         MRT ke tempat belanja : 2-3 RMB

·         Snack : bakpau isi : 1,5 RMB/piece

·         Lunch di foodcourt mall : +/- 13 RMB

·         Dinner fastfood samping hotel : 20 RMB

 

DAY 7 : Guangzhou Baiyun Airport menuju Jakarta

 

Suka duka selama di China MainLand yang sayang untuk tidak diceritakan :

1.     Bahasa. Tidak seperti di Hongkong yangmana penduduknya sudah familiar dengan bahasa inggris, di kota besar seperti Guangzhou pun tidak semua petugas public bisa berbahasa inggris, atau bisa membaca huruf latin. Signage atau papan penunjuk arah pun kebanyakan masih menggunakan huruf mandarin. Jadi, apabila ingin menanyakan sesuatu kepada orang disana haruslah siap2 menggunakan aplikasi google translate yang ada dihandphone, ataupun kita harus mencetak dikertas Nama tempat yg akan kita tuju (dengan huruf latin) plus disertai huruf Pinyin/Mandarin. Yahh, just incase mereka tidak bisa membaca huruf latin. Kebayang di kota besar seperti Guangzhou saja minim tulisan latin, apalagi di Zhangjiajie yang merupakan pedesaan (cry).

2.     Sanitasi. Buat orang2 yang rempong dengan urusan toilet (termasuk saya sendiri), hal ini jadi momok yang penting sekali. Bukan hal yang asing lagi kalau kita mendengar toilet2 umum di China itu joroknya minta ampun. Entah mengapa toilet disana tidak hanya bau pesing, namun masyarakat sana kok tidak hobi menyiram/men-flush hasil pembuangan yang mereka lakukan sendiri (fiuhh). Jadi selalu siap sedia lah yang namanya tissue kering, atau tissue basah. Atau tips yang saya sering lakukan ketika kebelet pipis ketika sedang berada di luar hotel adalah masukilah  mall dan pergunakan toilet di mall lantai2 atas. Kenapa jangan dilantai bawah, karena ada beberapa mall yang basement nya nyambung dengan stasiun metro (MRT). Jadi, otomatis toilet orang2 setelah keluar dari MRT lebih sering dipergunakan. Namun jangan juga menggunakan toilet di lantai yang ada foodcourtnya, karena sama padatnya. Atau masuklah hotel2 yang terlihat berbintang 4 atau lebih, karena dijamin toiletnya lumayan bersih. Namun jangan memasuki hotel2 bintang 2 atau bintang dibawahnya karena saya tidak yakin hotel disana menyediakan toilet umum di lobbynya. Nah, horror bagi saya adalah harus ke toilet di dalam kereta api 12 jam, atau di tempat2 wisata, ga kebayang itu joroknya masyainanggg…Yah itu lah tips dari pengalaman2 pribadi saya sebagai miss rempong.hehhehe..

3.     Meludah. Meludah menjadi habit bagi masyarakat disini terutama bagi bapak2. Di hampir setiap kami berjalan kaki pasti ada aja yang melakukan aksi perludahan. Lucunya adalah, mereka selalu mengambil ancang2 sebelum meludah. Dimulai dari tarikan panjang nada yang bersuara “hoeeeekkkk..†yang disusul dengan bunyi “cuuuuhhhhh..†diakhir meludah. Dan meludahnya tidak pakai menepi segala, mereka membuang reak/dahak bisa dimana saja, mau dijalanan samping tempat ia berdiri, mau di lemparkan ludahnya ke ujung manapun, bahkan di dalam lorong kereta juga mereka tidak peduli. Saya dan Prita sudah sedikit maklum dan terlatih menghadapi ini. Disaat kami mendengar ada suara ancang2 perludahan, kami langsung ngibrit entah kemana, asalkan jangan sampai terkena serangan ludah dari si empunya. Hiiii….

Mohon maaf bukan maksud menyinggung habit/culture budaya sana, saya cuman mau sharing saja dan kasih info untuk persiapan teman2 apabila ingin pergi ke China. Namun dibalik semua itu, saya tetap dan masih mau menjelajah tempat2 cantik di China dan saya akui disana top bgt untuk urusan wisata alamnya, tidak kalah dengan Indonsia.. dan Zhangjiajie ini termasuk one of the place u should visit before u die.

post-25134-0-01391600-1432518733_thumb.j

post-25134-0-13589800-1432519935_thumb.j

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hebat bgt sih, gak bisa bhs mandarin tapi berani kemari :rate

Kalau boleh tau tiket pswt nya total PP kurang lebih berapa Rupiah ya?

Saya juga minat kemari, tapi mo pake travel agent aja deh stlh baca ini.. :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

bagus2 tempatnya, mudah2an bisa kesana juga someday :)

nice FR dan memang budaya orang China kaya begitu, mudah2an 10 taon lagi generasi muda-nya yg jadi senior udah ngga begitu haha semoga lebih civilized dari bapak2 tua :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

thank you :rolleyes:

berarti total keseluruhan kurang lebih hampir 9juta ya.

 

Betul..itu sebnernya cost gede ada di tiket masuk tempat wisata dan atraksimya. kalo nyusun itinerarynya fokus di 1 taman nasional aja sih ga terlalu makan budget besar. :oke    

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ahay ko Acong terlambat Berita sangat lengkap ini Kren deh FR nya  Padahal (tapi udah beli tiket jauh hari) tambah 4 Jt Sambung ke Jiuzhaigou Huang loong Valey By Fliht  Zhang jia jie Chengdu jIu Zhai Huangloong Lengkap deh Destinasi Impian Versi Unesco Pulang Via chengdu Indonesia sealamat dan sukses Rasanya Jarang 2 cewe Backpacker Ketempat Asing dengan bahasa Asing Dan penduduknyapun Asing Kebayang sensasinya Acung 2 Jempol Deh @seyakasamira Dan rekan 

Hen Li Hay

Share this post


Link to post
Share on other sites

Lagi nyari data dan temen juga buat ke sana, seneng ketemu posting ini di Milist yg aku ikutin juga. seru banget tpi aku prefer Mei mungkin yah dimana kabutnya berkurang, walau kabut juga menambah suasana sperti negeri Avatar. bunkbed sleeper trainnya keren, belum kesampaian naek sleeper train. Rencana klo ke China pengen sekalian Zhangjiajie, Xian dan Beijing...Klo mau ke China lgi info2 yahh..

Edited by Anita Dwi Mulyati

Share this post


Link to post
Share on other sites

Lagi nyari data dan temen juga buat ke sana, seneng ketemu posting ini di Milist yg aku ikutin juga. seru banget tpi aku prefer Mei mungkin yah dimana kabutnya berkurang, walau kabut juga menambah suasana sperti negeri Avatar. bunkbed sleeper trainnya keren, belum kesampaian naek sleeper train. Rencana klo ke China pengen sekalian Zhangjiajie, Xian dan Beijing...Klo mau ke China lgi info2 yahh..

ya mba @Anita Dwi Mulyati silahkan tanya2 mba @seyakasamira dan @ko Acong yang pernah kesini :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

halo semua, salken
saya member baru disini
setelah search di gugel tentang backpack ke zhangjiajie yang sangat minim info, akhirnya ketemu disini :)

saya mai tanya, apa aman untuk solo backpacker wanita ke sana sendirian tanpa bisa menguasai bahasa mandarin.

satu lagi amankah bermalam di changsha airport?

soalnya flight saya nyampe hampir jam 12 malam.

terimakasih

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@kupriter

  Aman Istirahat Di Changsha Airport Tersediajuga Air Panas Buat seduh Kopi/ Mie Cup  Bus Airport  Pertama Menuju Setasiun Bus Selatan Barat Changsha Jam 8 pagi 50 menit Di STasiun Bus Changsa Selatan/Barat  Tinggal beli tiket Tujuan Zhangjiajie 140 RMB-/+  Durasi 4 s/d 5 jam Perjalanan untuk tidak bisa berbahasa mandarin Sebaiknya Bawa Print Alamat Hotel Versi Mandarin 

Share this post


Link to post
Share on other sites
39 minutes ago, ko Acong said:

@kupriter

  Aman Istirahat Di Changsha Airport Tersediajuga Air Panas Buat seduh Kopi/ Mie Cup  Bus Airport  Pertama Menuju Setasiun Bus Selatan Barat Changsha Jam 8 pagi 50 menit Di STasiun Bus Changsa Selatan/Barat  Tinggal beli tiket Tujuan Zhangjiajie 140 RMB-/+  Durasi 4 s/d 5 jam Perjalanan untuk tidak bisa berbahasa mandarin Sebaiknya Bawa Print Alamat Hotel Versi Mandarin 

cc: @kupriter

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Endar
      Flixbus dari Paris parkir dengan sempurna di area Sihlquai, dekat Zurich Central Station. Pagi itu udara masih dingin. Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis, udara dingin di Carparkplatz Sihlquai tetap menusuk tulang walaupun sudah memakai jaket tebal. Padahal sudah bulan Mei.
      Zurich, kota terbesar di Swiss yang berada di tepi danau Zurich dan dekat dengan pegunungan Alpen menjadikan Zurich kota yang memiliki panorama yang menakjubkan. Tidak heran dengan kondisi ekonomi, geografi dan tentunya fasilitas yang ada, Zurich dinobatkan menjadi kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia tahun 2006 dan 2007.
      Satu hari di Zurich tidak menyurutkan semangat untuk menjelajah kota ini. Dengan waktu yang sempit maka hal yang dapat dilakukan adalah city tour. Banyak paket yang ditawarkan dengan berbagai variasi waktu, fasilitas dan tujuan. Transportasi yang digunakan untuk city tour adalah trolley wisata dengan design klasik ditunjang dengan audio dalam delapan bahasa. Ada Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Portugis, Rusia dan Spanyol.  Dalam waktu kurang lebih dua jam dengan biaya 35 – 40 franc, trolley akan melewati area bisnis, Bahnhofstrasse yang menjadi museum penting di Zurich, sudut kota tua Zurich, Fraumunster Church yang konon mulai dibangun tahun 1100 namun baru terlihat di abad 15 dan area perkotaan lainnya.
       

      Perjalanan city tour berhenti dua kali. Biasanya berhenti di area tepi danau Zurich di kawassan dermaga publik. Kedua di jalan Stadthausquai. Terdapat fasilitas toilet umum di setiap tempat pemberhentian, tempat makan atau penjualan souvenir. Di seberang jalan Stadthausquai dengan melewati jembatan di atas sungai Limmat terdapat jalan Limmatuquai yang banyak menjual souvernir di kios-kios kecil. Kawasan ini juga merupakan pusat bisnis dengan banyak bank, toko-toko eksklusif, restaurant dan pusat perbelanjaan.
      Bila tidak puas dengan city tour, terdapat tour dengan kapal pesiar yang akan berlayar di danau Zurich. Dengan kecantikannya, danau Zurich begitu menjadi daya pikat tersendiri. Tata kota dan pemanfaatan danau yang baik menambah nilai plus untuk kota Zurich. Di seputaran danau banyak terdapat pemukian yang menjadikan danau Zurich lebih hidup.  Pemanfaatan danau Zurich sebagai tempat berolahraga air seperti perahu layar, kano  didukung fasilitas yang memadai.
       

      Transportasi di Zurich sangatlah mudah. Banyak kereta dan trem yang menjangkau hampir seluruh sudut kota. Bagi yang tinggal di Zurich dalam waktu yang singkat terdapat ZurichCARD yang merupakan paket transportasi trem, bus, kapal, kereta api dan sarana transportasi lainnya. Terdapat juga potongan harga atau bahkan tiket gratis bagi yang memiliki ZurichCARD. Namun perlu diketahui  di Zurich berlaku zona tariff sehingga tidak perlu membeli paket pada zona yang tidak dilalui. Stasiun Hauptbahnhof  (Zurich HB) menjadi pintu gerbang jika kita menggunakan kereta. Stasiun terbesar di Swiss yang juga menjadi salah satu stasiun tersibuk di dunia ini sangat lengkap. Sudah seperti pusat perbelanjaan, hampir semua kebutuhan dapat ditemukan disini. Pada waktu tertentu sering diadakan bazar makanan yang menual street food dengan harga miring.
       

      Biaya hidup di Zurich termasuk tinggi dibanding kota-kota besar lainnya di Eropa. Dengan mata uang Franc yang memiliki nilai berbeda dengan Euro, harga-harga makanan di Zurich bisa 1.5 kali lipat jika di rupiahkan. Untuk akomodasi juga termasuk tinggi, harga penginapan super standar berkisar IDR 500.000 belum termasuk sarapan.
      Perlu kejelian dalam menyusun itinerary jika memasuki Zurich ke salah satu kota tujuan. Yang menyukai wisata kota dengan suasana yang sepi dan nyaman, Zurich dapat menjadi pilihan. Namun bagi yang menyukai suasana alam, Zurich dapat menjadi trip satu hari yang berkesan.
       



    • By Endar
      Berkunjung ke Raja Ampat sudah menjadi impian banyak orang. Alam yang indah dengan pemandangan menakjubkan dari atas hingga bawah lautnya menjadikan Raja Ampat surga tersendiri bagi para traveler, diver dan juga photographer alam.
      Dengan gugusuan kepulauan di sebelah barat Kepala Burung Pulau Papua, Raja Ampat memiliki banyak pulau yang dapat dijadikan tempat menginap bila berkunjung kesana. Salah satunya pulau Arborek. Pulau kecil nan cantik ini  dapat ditempuh  kurang lebih satu jam dari Waisai, ibukota Raja Ampat.
      Banyak homestay atau penginapan di Arborek yang hampir semuanya pondok kayu beratapkan daun rumbia. Sebuah konsep ramah lingkungan yang menyatu dengan alam. Bahkan, beberapa homestay memberikan pengalaman tinggal di atas air. Kamar di homestay hanya terdapat kasur dan kelambu. Tidak ada kamar mandi privat, semuanya terpisah dan digunakan bersama-sama.

      Fasilitas di pulau Arborek sudah cukup memadai. Listrik menyala dari pukul enam sore hingga enam pagi, cukup untuk mengisi daya gadget-gadget kebutuhan traveling. Air sedikit agak asin dan tidak ada sumber air bersih disini tapi dapat digunakan untuk MCK.  Untuk sinyal agak sulit, hanya dapat menggunakan layanan SMS atau telepon dan itu pun harus berada di area dermaga jika ingin sinyal yang kuat.
      Waktu saya kesana terdapat dua dermaga. Satu lagi ditutup karena sepertinya dipergunakan khusus untuk kebutuhan salah satu homestay di Arborek. Jika pergi sendiri jangan lupa untuk mengisi buku tamu dan membaca dengan jelas aturan-aturan saat berkunjung kesini. Salah satunya,  kita tidak boleh melompat dari atas jetty, bahasa warga Arborek menyebut dermaga,  jika ingin snorkeling di sekitar dermaga Arborek.

      Menikmati pesona bawah laut di Arborek menjadi hal yang istimewa. Saat boat kita bersandar di dermaga, kita bisa melihat ikan-ikan langsung dari atas dermaga. Tentunya, air yang jernih menambah rasa tidak sabar  untuk masuk ke air. Feasibility yang bagus menjadikan kita bisa melihat jelas ikan dan terumbu karang. Jika beruntung kita bisa bertemu dengan schooling fish yang bahkan tidak terganggu dengan kehadiran manusia. Kipas laut, lili laut atau spons laut dapat kita temukan hidup sehat di tiang-tiang dermaga. Cobalah untuk snorkeling di sore hari,  sinar matahari sore akan menambah warna biota-biota laut lebih bersinar.


      Pulau Arborek tidak terlalu luas, kita dapat menikmati pesona matahari terbit dan terbenam di pulau ini. Sayang waktu saya disana pagi hari selalu mendung jadi tidak bisa menikmati matahari terbit dengan sempurna. Namun matahari terbenamnya begitu memesona. Kita dapat dengan santainya duduk di dermaga setelah snorkeling dan menikmati matahari terbenam. Setelah matahari masuk ke peraduannya, cakrawala seolah-olah menaburkan warna-warna sihir. Biru, jingga, kuning, ungu, hitam semuanya berpadu menunjukkan indahnya karya Pencipta.

      Kearifan lokal menjadikan pulau Arborek ini begitu bersahaja. Warga Arborek sepakat untuk menjaga pulau Arborek dan perairan di sekitarnya tetap lestari. Dibuatnya dua zona Kawasan Konservasi Laut Daerah menjadi bukti bagaimana warga Arborek begitu menjaga perairan mereka. Pada zona ini siapapun dilarang mengambil hasil laut. Jika kita ingin memancing, terdapat aturan tidak tertulis yang disepakati yaitu memancing diijinkan minimal 200 meter dari pinggir pantai. Jadi jika ingin memancing silakan dengan boat atau bersama perahu nelayan sampai dengan batas yang diijinkan.

      Tertarik bermalam di Arborek dan menikmati keindahannya?  Beberapa paket tour Raja Ampat menjadikan Arborek tempat bermalam. Jika berpergian sendiri, dengan kisaran IDR 350ribu sampai IDR 450ribu per orang kita sudah dapat bermalam di Arborek ditambah tiga kali makan per hari. Selain itu kita sudah bisa menejelajah Arborek di darat dan bawah lautnya.



    • By Endar
      Dinginnya pagi kota Purwokerto dan rasa lelah karena perjalanan di  bus Tangerang – Purwokerto tidak menyurutkan antusias saya untuk mendaki atap Jawa Tengah, gunung Slamet. Dengan ketinggian 3.428 mdpl, gunung yang masih aktif ini terletak di lima kabupaten, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang. Terdapat beberapa jalur untuk mendaki yang dimulai dari kabupaten-kabupaten disekitar kaki gunung Slamet. Ada Guci dan Kaliwadas yang dimulai dari Brebes, Baturraden yang dimulai dari Purwokerto dan Brambangan yang dimulai dari Purbalingga. Saya sendiri memilih jalur Brambangan karena  sudah resmi dan paling banyak direkomendasikan.
      Kondisi cuaca di basecamp Brambangan saat itu mendung dengan kabut tipis, cuaca yang tepat untuk mendaki asal saja tidak hujan. Setelah menyusun kembali keril agar lebih nyaman dibawa dan mendaftar di basecamp, saya dan teman-teman siap untuk memulai pendakian. Jam tangan saya menunjukkan pukul 10.21 pagi saat melewati gerbang pendakian gunung Slamet. Di awal pendakian, saya disambut dengan suburnya tanah vulkanis Jawa yang ditanami sayuran khas dataran tinggi oleh penduduk sekitar. Senyum dan sapa ramah penduduk yang sedang bekerja juga menjadi penyejuk. Jalur Brambangan dimulai dengan jalan perkebunan warga yang lama kelamaan menjadi jalur setapak dengan suasana hutan khas gunung. Walaupun gunung Slamet berada di Jawa Tengah, kondisi hutannya lebih mirip dengan gunung-gunung di Jawa Barat. Jika gunung-gunung di Jawa Tengah lebih banyak hutan dengan pohon-pohon pendek dan padang rumput, Slamet berbeda. Hutan disini lebih diisi dengan pohon yang besar dan rimbun dan hampir tidak ditemukan padang rumput. Saya harus lebih berhati-hati karena perjalanan sedikit agak licin dan basah  oleh hujan tadi malam sehingga jika tidak tepat melangkah dan tidak berhati-hati akan sangat mudah terpeleset.
      Mendekati pos 1, saya bertemu dengan seorang bapak yang membawa tabung gas hijau, karung berisi semangka dan bahan-bahan jualan lainnya. Tidak terbayangkan besarnya usaha bapak itu mencari rejeki membawa beban begitu berat naik dan turun gunung. Namun dengan berat yang dibawa, bapak itu tetap menjawab dengan ramah saat disapa, suatu budaya yang saya sukai saat mendaki. Tidak lama setelah itu, saya tiba di pos 1 yang terdapat banyak pondok-pondok jajanan yang menjual 
      Mendoan – olahan tempe yang digoreng dengan tepung tapi tidak sampai kering khas Purwokerto dan sekitarnya, semangka dan minuman-minuman. Jika dalam kondisi ramai pendaki seperti saat ini maka pondok-pondok di pos-pos pendakian Slamet akan diisi oleh penjual-penjual.  Harganya pun tidak terlalu mahal jika kita bandingkan dengan usaha membawa barang jualan dari bawah. Suasana ini terjadi di beberapa pos hingga pos 7. Entah karena tersihir oleh warna merah semangka dan aroma mendoan, pada setiap pos saya berhenti untuk beristirahat dan jajan.
      Waktu menunjukkan pukul tiga sore. Saya hampir tiba di pos 4 menurut ucapan pendaki turun yang berpapasan dengan saya. Cuaca semakin mendung dan tidak lama setelah itu hujan datang, tidak deras. Saya bergegas menuju pos ke 4 dan memutuskan untuk bermalam disitu. Setelah tenda selesai didirikan saya beristirahat, memanjangkan kaki, melepas lelah sambil menikmati segarnya udara dan dingin hujan yang tidak terlalu deras. Setelah hujan reda saya menikmati secangkir teh hangat dan santap malam yang sederhana tapi terasa begitu nikmat. Damainya menikmati malam dengan suara serangga hutan dan batang pohon yang tertiup angin yang juga menjadi lagu pengantar tidur.

      Esok hari saya bangun pukul tiga pagi untuk melanjutkan perjalan ke puncak, masih ada empat pos lagi sebelum puncak. Saya membawa kamera, air minum dengan botol 1.5L, camilan pengganjal perut sebagai amunisi saya dan perlengkapan yang dibutuhkan agar beban tidak berat dan tidak cepat letih. Dalam perjalanan pagi itu saya tidak banyak istirahat begitu juga teman-teman lainnya. Menjelang pos 8 sudah mulai jarang pepohonan. Saya putuskan untuk menunggu matahari terbit sebelum pos 8. Setelah mendapatkan posisi nyaman, saya mempersiapkan kamera untuk mengabadikan suasana matahari terbit. Tidak beberapasihir yang mencipatkan keindahan yang menghipnotis itu muncul. Warna merah, jingga, ungu, kuning dan biru berpadu. Kota di kaki gunung Slamet yang ditutupi kabut dan jajaran gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu dan Lawu menambah tegas suasana matahari terbit pagi itu. Sayang sekali awan agak tebal sehingga matahari hanya muncul sebentar lalu kembali bersembunyi di balik awan.

      Pos 8 adalah batas vegetasi. Dari pos 8 hingga puncak tidak akan ditemukan pohon-pohon hanya terdapat jalur pasir berbatu. Usaha untuk melangkah semakin besar sebanding dengan sudut kemiringan. Setelah terhenti beberapa kali, meghitung langkah satu demi satu lalu berhenti lagi, tibalah saya di puncak Slamet. Saya terduduk, bersyukur dan takjub dengan pemandangan yang begitu memesona. Ke arah barat  terlihat puncak Ciremai, ke arah timur akan terlihat deretan gunung-gunung di Jawa Tengah. Cuaca yang tadinya mendung menjadi cerah. Langit biru membalut alam menjadi batas pandangan dengan hitamnya dunia diluar bumi. Saya tidak turun ke area bibir kawah karena  perjalanan mendaki dan menurun yang cukup jauh.

      Perjalanan turun tidak semudah yang dibayangkan.  Dari puncak ke tenda tidak begitu sulit karena beban yang dibawa tidak begitu banyak. Namun setelah semua perlengkapan masuk ke keril saya harus  lebih menguatkan kaki dan menjaga keseimbangan. Saya tiba kembali di basecamp Brambangan sekitar pukul empat sore. Suasana basecamp tidak seramai kemarin. Seruput teh yang saya pesan menemani gemetarnya kaki. Saya berkata cukup untuk saat itu namun rindu muncul kembali esok harinya.
       
      Tambahan info biaya:
      - Transport Bus Tangerang-Purwokerto  vv  IDR 250.000
      - Sewa mobil Purwokerto - Brambangan vv IDR 600.000
      - SImaksi IDR 5.000 per orang
      - Logistik sesuai kebutuhan
       

    • By Apriyani Indrawati
      Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh penghuni forum jalan2.com hehe saya gabung udah setahun tapi baru buka lagi hari ini x_x
      Salam kenal untuk member baru semuanyaaa dan salam hormat untuk suhu yang ada di sini 
       
      Kembali ke judul.
      Awal bulan Juli, setelah lebaran tepatnya, saya dan keluarga jalan-jalan ke Batu, Malang, Jawa Timur. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah BNS (Batu Night Spectacular). Kami berangkat pukul 07.00 wib dari Semarang, dan sampai kira-kira pukul 19.00 wib. Karena sudah malam, akhirnya sebelum sampai penginapan, kita mampir dulu ke BNS. Awalnya nggak tahu apa itu BNS *kudet dan setelah masuk, ternyata semacam taman lampion.

       
      BNS tampak depan, tapi orang-orangnya tak nampak. Gapapaaah
      Dari depan aja udah kelihatan kan ya, banyak lampu-lampu lucu gitu.
      Untuk HTMnya per orang Rp 40.000,- untuk weekend dan Rp 30.000,- untuk weekday
      Jam buka:
      15.00 – 23.00 Senin – Kamis (Weekday)
      15.00 – 24.00 Jumat – Minggu (Weekend)



      Setelah masuk, beginilah sebagian potret tempatnya *abaikan orang-orangnya
      Lokasinya dekat dengan Jatim Park 1, Jatim Park 2, dan Museum Angkut. Mereka kayak bergerombol gituloh deket-deketan . Kalau mampir ke sana, jangan kaget dengan parkirannya semacam tempat hitz yang masih diserbu banyak pengunjung. Oya, selain lampion-lampion juga ada banyak permainan (tiket bayar sendiri, kecuali pakai tiket terusan) nggak lupa juga ada pertunjukan water dancing. Yang sayang anak, recomended deh tempatnya.  Yang lain juga boleh cobain hehe. Nggak makan banyak waktu kalau mau ke tempat-tempat itu. Tapi bagiku, jajanannya mahal-mahal wkwkw *kayakemak2rumpi* tapi udah biasa lah ya tempat wisata yang memang harga jajannya lebih mahal dari aslinya.
      Untuk lebih jelasnya, kalian bisa ke link ini http://www.batunightspectacular.co.id/
      Sekian.
      Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
       
       
    • By anna22

      Finally, FR terakhir mengenai perjalanan musim dingin di Jepang Feb 2017.
      Sewaktu menyusun itin, pertamanya ingin ke Izu, Kawazu karena sudah mulai Sakura Festival. Ini kotanya dekat dari Tokyo, sekitar 2,5 jam berkereta dan tercover JR pass. Tapi mengingat saya pulang dari Kansai Airport, kok kayaknya capek yah bolak-balik. Jadi berpikir lagi, kira-kira tempat apa yang dekat dari Osaka dan tercover JR Pass. Akhirnya terpilihlah Hiroshima dan Miyajima Island. Kenapa kesana? Pertama memang penasaran dengan kota Hiroshima yang pernah dijatohi bom atom dan adanya keterkaitan sejarah dengan Indonesa. Kalo Miyajima Island dipilih karena deket sama Hiroshima dan terkenal dengan floating tori (baca:gerbang kuil yang terlihat seperti mengapung).
      Salah satu pengalaman terbaik selama di Osaka adalah gw mendapatkan guesthouse yang oke banget hanya dengan 1500 yen/malam (female dorm). Namanya adalah Kintetsu Friendly Hostel yang dekat dengan Tennoji Subway dan JR station. Ini hostel bersih banget, modern, toilet dan shower room banyak, make up room luas dan sangat dekat dari stasiun dengan lingkungan yang nyaman karena berada di Tennoji Park dan Zoo. Sayang kurang punya waktu untuk eksplor...
      Oke back to topic, di tanggal 14 feb hari terakhir yang bertepatan dengan hari valentine (pantesan kok banyak jualan coklat yaaa di sekitaran stasiun, baru sadar haha), gw pun keluyuran sendirian ke Hiroshima dan Miyajima. Jam 6 udah keluar hostel biar lgsg menuju Shin-Osaka JR stasion dan naik kereta shinkansen pagi ke Hiroshima. Belum reserved seat karena mikirnya lgsg aja di stasiun toh cuman jalan sendiri jadi pasti ada seat lah. Dan bener aja kereta pagi itu ga rame2 amat dan lebih banyak turis asing yang rame-rame. Gw liat ada beberapa grup gitu. Bukannya geer yaaaa..tapi sepanjang jalan gw berasa diliatin karena pake jilbab dan jalan sendirian haha
      Selain naik shinkansen sebenarnya bisa juga menggunakan bus umum (seperti willer express dkk). Durasi perjalanan sekitar 1,5 jam tapi ga berasa sih. Pas nyampe Hiroshima Station (yang cukup luas juga), gw menyempatkan diri ke bagian reservasi untuk memilih tempat duduk kereta pulang. Setelah itu, langsung menuju information center buat nanya2 dan ngambil brosur. Oiya, kalo pakai JR pass, kamu bisa naik bus gratis lho untuk keliling Hiroshima. Ada dua rute, tinggal pilih mau yang mana. Pokoknya Hiroshima ga ribet lah. Kalo pakai JR pass, masuk bus dari pintu depan dan supir akan meminta kita menunjukkan jr pass kita lalu doi foto (iyaaa difoto pake pocket camera gitu).
      Destinasi pertama gw adalah Peace Memorial Park, ada beberapa hal yang bisa dilihat yaitu A-Bomb Dome. Jadi ini sisa-sisa reruntuhan salah satu gedung yang pas bom atom dijatuhkan masih berdiri sampai saat ini. Terus juga adalah Children’s peace monument, ini dibangun untuk mengenang anak-anak yang menjadi korban bom. Lanjut jalan ada Hiroshima Peace Memorial Museum. Biaya masuknya cuman 200 yen. Disini ada benda-benda peninggalan atau saksi bisu dari tragedy bom atom dan juga foto2 yang sebenarnya membuat perasaan campur aduk antara haru, sedih, dan ngeri. Serunya di beberapa bagian, ada volunteer yang kebanyakan sudah nenek2 kakek2 bertugas menjelaskan benda2 atau gambar2 yang ada disana. Di salah satu foto yang lumayan besar, saat gw membaca deskripsinya, seorang nenek volunteer bertanya “Japanase?” dan gw jawab “No…no”. Dia nanya lagi “Where are you come from?” (iya volunteer ini jago bahasa Inggris untuk sekedar menjelaskan dan bercakap2 sederhana) gw pun bilang “Indonesia”…Nenek “Oooh..Indonesia…” dan dia pun mulai menjelaskan tentang foto tersebut. Ceritanya sedih banget pokoknya dengan suara si nenek yg lirih dan tanpa sadar gw menitikkan air mata (sumpah beneran). Ini sebenarnya jadi pemikiran gw sendiri sih..pada intinya Indonesia kan bisa menyatakan kemerdekaannya saat kedua kota di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki dibom. Jepang yang sedang panik membuat pertahanan di Indonesia melemah. Peluang inilah yang diambil bangsa Indonesia untuk kuat dan berani memerdekakan diri dari penjajahan Jepang. Tapi di sisi lain, korban bom atom ini menyisakan penderitaan yang luar biasa. Meski Jepang dengan cepat bangkit dan justru menjadi salah satu Negara maju. Yaah begitulah...


      Kalo yang suka wisata sejarah, wajib deh kesini. Nah tadinya gw berencana ke Hiroshima Castle tapiiiii karena udah siang, gw memilih lanjut ke Miyajima Island. Balik lagi ke Hiroshima Station untuk menuju Miyajimaguchi dengan naik JR sanyo line selama 30 menit (tercover JR pass). Setelah sampe, jalan sedikit menuju pelabuhan untuk naik ferry selama. Kalau bingung ikuti saja orang-orang karena pasti sebagian besar akan ke Miyajima Island.  Ada dua ferry, satu yang JR, satu lagi non JR. Tentu saja gw pilih yang JR biar tercover. Harganya sih sebetulnya lumayan murah yaitu 180 yen sekali jalan. Lamanya ferry menyebrangi laut sekitar 10 menit .
      Selama ini disini, gw cuman sempet ke Itsukushima shrine dan melihat floating torii. Nah kalau lagi surut, kita bisa turun lho mendekati di gerbang kuil ini. Tapi sayang, pas gw kesana masih pasang lautnya. Apa yang gw lakukan disana menikmati pemandangan dan keluar masuk toko sama nyemil2. Ini surga jajan dan bahaya bagi pecinta jajan seperti gw hahaha… mana belom makan siang lagi. Sebenarnya masih banyak lho atraksi wisatanya di Miyajima tapi berhubung waktu terbatas dan kondisi fisik gw akibat jatoh masih belum baik, jadi gw pun memilih pulang kembali lagi ke Hiroshima Station.

      Masih ada waktu 1 jam menunggu Shinkansen kembali ke Osaka, gw pun makan sore onigiri dan lagi2 diliatin orang2 pas nunggu di ruang tunggu yang sebagian besar orang Jepang. Kayaknya jarang banget liat orang Indo atau yang pake jilbab kayak gw. Yaah gw mah cuek aja sambil ngabisin 2 biji Onigiri.
      Sehabis dari Osaka, gw lgsg ke Shinsaibashi Shopping street untuk nyari oleh2 dan juga belanja2 (hehe). Dan gw baru sadar kalo winter itu toko2 lebih cepet tutupnya jadi jam 9. Tapi ada juga sih yg 24 jam kayak Don Quixote (supermarket lengkap mirip Mustafa di Singapura) dan Matsumoto Kiyoshi (drug store lengkap). Tapi gilaaa yaa padahal udah jam 10 malam, itu di Don Quixote masih rame aja, mana gang2nya sempit banget lagi dengan orang2 belanjaannya segambreng. Padahal gw cuman beli beberapa jenis kopi aja huh..tapi yaa kapan lagi dan harganya murah kalo disini.

      Oiya gw ga sempet jalan2 di daerah namba dan dotonburi ini karena udah pernah pas tahun 2015 ke Jepang..bahkan sampe bolak balik 2 kali ke daerah ini..jadi cuman numpan lewat aja deh kali ini. Jam 11 malem pun gw baru balik menuju Hostel..udah sepiii banget dan untungnya masih dapet kereta. Begitu nyampe hostel, lgsg tepar dan tidur. Packing besok subuh aja karena udah ga sanggup hahaha..
      Yaaah sekian FR perjalanan Winter di Jepang ini…mohon maaf kalo ga seru atau kurang informatif atau fotonya2 ga bagus. Gw doakan teman2 yang niat ke Jepang semoga kesampaian dan teman2 yg ingin balik lagi ke Jepang juga tercapai hehe..
      Kalo butuh informasi bisa dm ato komen lgsg disini yaa :)
      “mata ne” (baca: sampai jumpa) ^^
       
       

    • By silvia_win
      Day 1 Jakarta-Kuala Lumpur
      Tiba di Klia2 sudah malam, makan dulu di Marry Brown, setelah itu ngitar2 di klia2 untuk foto2 suasana new year. Lalu cari lokasi yg kosong untuk tidur2an di klia2.
       
       
      Day 2 Kuala Lumpur-Chiang Mai
      Dini hari kami berangkat ke Chiang Mai, di airport Chiang Mai pesan taxi airport ke hotel (thb 150).
      Sampai di hotel belum bisa check in (katanya waktu check in 14:00). Hotel Western House di area kota tua. (@thb750/malam, deposit thb 500).
      Nanya info tour ke Chiang Rai dll, staf hotel memberikan brosur2 dari tour di suruh pilih yang dikehendaki, lalu dia tel ke tournya untuk tanya available ngga (staf hotel minta bayaran thb 20 untuk ongkos tel).
      Setelah konfirmasi dan bayar tour untuk besok (@thb1000), waktu check in hotel masih lama.
      Kamipun mulai jalan kaki mengitar kota tua ke chang puak gate, wat chiang man, three king monumen, wat prasingh. Di dalam kota tua banyak vihara2 besar dan kecil, yang masing2 menpunyai dekorasi yang unik. Setelah selesai berkeliling pulang ke hotel beristirahat, malamnya beli makan di seberang chang puak gate (dekat hotel), di sini ada 7-11, toko2 dan street food.
       
       

      Day 3 Local tour
      Pagi kami dijemput untuk ikut tour naik van, peserta tour belasan orang.
      Mobil tour membawa kami keluar kota tua, di luar kota tua terlihat pemandangan seperti kota2 pada umumnya, berbeda dengan kota tua yang banyak viharanya dan monumen. Kota tua dikelilingi oleh tembok kota yang sudah tidak utuh lagi.
      Stop 1: sumber air panas, airnya disemprotkan ke atas seperti air mancur, asap mengepul dari sumber air panas. Pedagang menawarkan telur mentah, yg bisa direbus di dalam sumber air panas.
       

      Sumber air panas di sini tidak terlalu luas, hanya satu sumber air panas di depan daerah wisata, di dalamnya ada toko makanan dan souvenir.
      Stop 2 : White temple, bangunan vihara ini adalah sebuah karya seni yang indah dengan warna putih.
      Untuk masuk ke dalam vihara perlu melewati jembatan yang dibawahnya banyak tangan menjulur ke atas (seperti makhluk di alam neraka sedang meminta makanan).
      Dinding di dalam vihara (tidak boleh foto) ada lukisan imaginer yang indah ada superman, minion dll.
      Banguan toiletnya berwarna emas.
       

      Stop 3 : Golden triangle, kami foto dulu di plang golden triangle yang ada peta negara Thailand, Laos dan Mynmar. Sebagian peserta naik perahu menyebrang sungai mekong ke Laos (katanya lihat sebuah pasar kecil di sana, jika ikut nyebrang ke Laos biaya tournya @thb1200). Kami makan di salah satu kedai makan di sepanjang sungai mekong, yang menu utamanya tom yam. Kami makan sambil menikmati pemandangan sungai mekong. Sebenarnya pemandangan sungai mekong tidak terlalu indah, air sungai berwarna kecoklatan tapi dari sini bisa melihat bangunan2 di seberang yang merupakan bangunan negara Laos jadi memberi nuansa yang istimewa.
      Setelah makan kami jalan ke sebuah vihara dengan patung Buddha keemasan di atas perahu. Sebelum sampai ke vihara ada dermaga, di mana banyak yang menawarkan untuk menyeberang ke Laos (dari sisi lain bukan dari tempat travel membawa peserta lain nyebrang).
       


      Vihara ini lumayan bagus, pemandangannya juga indah bisa melihat sungai mekong dari atas, dan juga ada teropong untuk melihat ke seberang.
      Stop 4: makan siang prasmanan, menunya lumayan banyak juda ada camilan thai.
      Stop 5: mengunjungi perkampungan suku leher panjang (suku Karen), di sini foto2 dengan suku leher panjang, yang memakai gelang di lehernya, yang terlihat hanya para wanitanya, semakin berumur gelang2 di lehernya makin banyak.
       

       
       
      Setelah ini perjalanan pulang ke chiang mai (+ 3 jam), mobil singgah sebentar di toko oleh2.
      Kami minta di drop di weekend night market.
       
      Pasar malam ini merupakan salah satu pasar malam yang terbaik yang pernah saya kunjungi, area pasar malamnya sangat luas, jalannya bercabang2, bingung juga mau jalan ke mana, lalu pilih jalanan yg tidak terlalu ramai. Beli camilan thai food yang disukai, keliling2 cuci mata dan belanja, di pasar malam ini tidak terlihat ada dagangan kaos, tas merek yang kw, tapi dagangannya adalah kaos, tas dll buatan kerajinan lokal. Di sepanjang jalan di area night market ada juga pemain musik tradisional yang menyanyi dan bermain musik (ngamen), ada juga seniman lukis yg menawarkan jasa lukis wajah, dan seniman lainnya yg menjajakan karya hand made yang dibuat di tempat.  
      Kemudian kami melewati Wat Chedi Luang yang ternyata halamannya ditempati pedagang pasar malam, walau bangunan dalam vihara sudah tutup, tapi di halaman ada patung Buddha dan pengujung sekalian sembahyang di sana, bangunan vihara yang cukup besar itu diterangi lampu memberi kesan megah dan indah, kami berkeliling di dalam dan duduk berisitirahat di taman.
      Setelah istirahat jalan keliling pasar malam lagi, sampai di sebuah ujung jalan waktu sudah malam, beli sedikit camilan lagi, lalu stop tuk tuk untuk pulang hotel. Tuk tuk thailand lebih luas dan nyaman dari bajaj di jakarta.  Tuk tuk berjalan melewati beberapa area yang masih merupakan area dari pasar malam,  yang ternyata dari hotel juga dekat pasar malam. Sampai di hotel sudah jam 11:30 malam.
       
       
      Day 4 Mengunjungi Wat Doi Suthep.
      Hari ini bangun agak siang, lalu keluar cari money changer tapi tidak ketemu, akhirnya tarik tunai atm saja (biaya adm thb 180), beli sarapan lalu pulang hotel.
      Check out hotel, titip bagasi di hotel.
      Ke terminal mangkal angkot di depan 7-11 (diseberang chang puak gate). Angkot jalan setelah penumpang penuh (@ thb 50). Doi Suthep adalah vihara yang terletak di atas bukit.
      Di sini naik lift ke atas. Di sini bisa melihat pemandangan kota chiang mai, viharanya cukup luas dan indah.
      Setelah berkeliling, kami naik pulang, sampai ke area kota penumpang angkot ini tinggal sedikit, kami pun charter supirnya untuk ke Arcade bus terminal untuk beli tiket bus ke Bangkok.
      Di terminal bus, kami ingin membeli tiket bus malam ke Bangkok, tapi berhubung masih liburan new year tiket dari semua operator bus sudah habis. (sebenarnya sudah mau beli kemarin, tapi staf hotel bilang terminalnya jauh dari hotel, dan sudah ditanyakan ke staf hotel apa bisa pesan di hotel, katanya ngga bisa mesti ke terminal, ngga apalah sedikit bumbu2 go show).
      Akhirnya kami beli tiket bus jam 7:30 pagi, juga tanya ke staf yg jual tiket hotel di sekitar sana yang bagus di mana. Kami berkeliling melihat beberapa hotel, hotel di sana lumayan murah harga 700 an sudah bisa dapat kamar yang bagus dan luas, ada juga model apartmen dengan sofa, tv, dapur dll.
      Tapi kami milih hotel yang seperti losmen saja, terlalu nyaman besok susah bangun pagi.
      Staf hotel di sini tidak seperti hotel sebelumnya tidak mengerti bhs inggris, jadi kami pun berkomunikasi dengan bahasa isyarat, awalnya staf hotel menunjuk angka 3 dengan jarinya (maksudnya thb 300), kemudian dia  menunjuk angka 4 dengan jarinya, yang mana maksudnya thb 300 untuk kamar non ac, thb 400 untuk kamar ac. Hotel ini seperti losmen, kamarnya cukup bersih lumayanlah buat 1 malam.
      Setelah booking hotel, kami mencharter tuk tuk untuk ke hotel western house ambil bagasi, supir tuk tuk seorang wanita muda yang bisa bicara bahasa inggris.
      Malam kami jalan2 ke star avenue (mall kecil di samping terminal).
       
       
      Day 5 Chiang Mai ke Bangkok
      Bus berangkat sesuai jadwal (thb 1700 utk 3 tiket). Di bus dibagikan air mineral, kopi, coca cola dan snack. Siang hari bus berhenti di tempat peristirahatan untuk makan siang, kami dibagikan voucher makan siang, jatahnya nasi+1lauk, jika mau tambah lauk bayar thb 10/lauk.
      Jam 6 sore bus sampai di terminal bus bangkok, kami antri taxi, tapi antrian panjang dan taxinya sedikit, lalu kami naik tuk tuk (thb 300), supir tuk tuk pasang harga mahal walau hotelnya ngga terlalu jauh, sudahlah antri taxi menghabiskan waktu.
      Check in hotel Bangkok 68 (thb 700/malam) dan beli makanan di resto di hotel, lalu bersiap2 explore kota bangkok. Dari bangkok jalan kaki ke MRT (cukup jauh juga + 10 menit), kami naik MRT+BTS ke taksin pier, dari sini naik free shuttle boat ke Asiatique. Shuttle boatnya sangat nyaman, mengarungi sungai Chao Praya yang pemandangan malamnya sangat indah, juga banyak boat dari hotel berbintang ataupun cruise yang hidir musik.
      Di Asiatique banyak resto2, toko2 juga ada arena permaian anak2, di sini tempat ngongkrong dan jalan2 yang asyik, kami makan KFC di sini lalu jalan2 dan menikmati pemandangan di sepanjang sungai.
      Setelah itu naik free shuttle bus (jadwal terakhir) ke halte taksin pear lagi.
      Banyak turis yg naik shuttle bus ini berhubung jadwal terakhir, semuanya antri beli tiket pulang ke tempatnya masing2, bule yang antri di depan kami mempersilahkan kami beli duluan, sambil melihat peta mereka bilang i want to make sure first. Setelah beli tiket kami pun naik BTS, tapi ternyata kami salah naik ke arah yg berlawanan, lalu kami turun ganti kereta. Saat kami mau ganti mrt ke hotel, ternyata stasiun mrt sudah tutup. Lalu kami menyetop taxi untuk pulang ke hotel, ternyata harga taxi tidak mahal malah lebih murah dari tiga tiket MRT. (mungkin sudah larut malam dan tidak macet)
       
       

      Day 6 Madame tussaud dan wat...
      Pagi ini, kami mau mengunjungi idola di Madame tussaud di Siam Discovery mall, berhubung harga taxi tidak terlalu mahal, langsung stop taxi saja dari hotel. Sampai di sini mallnya belum buka, kami tunggu di luar sambil lihat2 street food yang jual sarapan. Mallnya buka jam 10, kami pun masuk dan menuju madame tussaud (Beli tiket online @thb400). Di dalam Tussaud masih sepi, bisa foto sepuasnya berkali2.
      Siang hari kami ke wat emerald buddha (di samping grand palace, kami tidak masuk grand palace soalnya bayar tiket masuk , cukup lihat dari luar saja).
      Bangunan vihara ini bagus dan indah, merupakan vihara utama di bangkok yang di dalamnya ada patung Buddha dari Emerald.
      Dari sini naik tuk tuk ke pier untuk menyebrang ke wat arun, sampai di pier malas nyebrang (ternyata naik perahu kecil, dipikir perahunya mirip shuttle boat ke Asiatique). Setelah melihat2 sebentar wat arun yang berada di seberang sungai, kami naik taxi ke  wat traimit.
       
       
      Wat traimit berada di sekitar china town Bangkok, adalah vihara dengan patung Buddha dari emas yang tingginya 3 m dan beratnya 5 ton.
       
       
      Dari Vihara kami berjalan ke china town melihat2 toko2 dan penjual makanan chinese food, jalanan ramai dan macet karena ada pasar di sana.
       
       
      Dari sini kami naik MRT ke Huai Khwang, di sini ada lokal night market, jualan baju, makanan, buah dll,  keliling sebentar dan beli makan malam lalu naik tuk tuk pulang hotel.
       

       


       Day 7 Bangkok-Jakarta
      Pagi hari pulang ke jakarta via singapura (berhubung tiket direct flight mahal ngga apalah transit singapura). Karena masih suasana new year maka kamipun menikmati dekorasi new year di bandara bangkok dan singapura.
    • By silvia_win
      Chaozhou, Shenzhen, Hongkong trip Jun 2015
      Perjalanan ke kampung halaman Chaozhou

       
      Day 1 Jakarta-Singapura
      Kami naik Jetstar Jakarta ke Chauzhou via sin. (Saat itu hanya ada Jetstar yang terbang sampai ke Chaozhou, sekarang Air Asia ada rute ke sana via KL airportnya adalah Jieyang/Shantou karena terletak antara jieyang dan shantou).  Dari Jakarta berangkat malam, sampai di singapura sudah larut malam.
      Makan malam lalu cari tempat tidur di snooze lounge terminal I (tidak nginap di hotel)

       
      Day 2 Singapura-Chaozhou
      Setelah sarapan, kami dari terminal I ke terminal II untuk daftar free singapura city tour untuk penumpang transit. Ternyata bagasi beroda tidak boleh di bawa, jadi mesti titip (biaya penitipan SGD 6.4 / 2 bagasi)
      Jam 9 dijemput tour guide untuk city tour, terlebih dulu proses imigrasi lalu keluar dan naik bus + 40 seats. Sepanjang jalan tour guide terus memperkenalkan singapura. Rute city tour: airport – merlion park (stop 20 menit), china town, india town, malay town(stop 30 menit), jam 11 bus bertolak kembali ke airport.
      Check in imigrasi, makan lalu bersiap2 boarding ke Chaozhou.
      Sampai di chaozhou sore, airport di chaozhou tidak terlalu besar, waktu itu cuma pesawat kami yang tiba, kami disuruh petugas cepat2 keluar imigrasi.
      Keluar imigrasi kami dijemput mobil yg dipesan sebelumnya. (Sebelumnya saya pesan hotel 3 malam di chaozhou+antar jemput dan hotel 2 malam di shenzhen @cny 1140, pesan di travel shenzhen, uangnya bisa bayar di china, lumayanlah no risk).
      Ternyata waktu kami tiba baru habis hujan, jadi cuaca cukup sejuk. Mobil membawa kami dari bandara ke kota, melewati sawah, rumah petani yang jalannya cukup mulus.  +1jam kami tiba di hotel Green Tree Inn, dapat kamar 4+3 untuk kami ber7. Kamar family room untuk 4 org cukup luas terdiri dari 2 kamar tidur dan 1 ruang keluarga dengan TV ukuran besar. (bayar deposit cny 300 utk 3 kamar).
      Di sebelah hotel ada supermarket Lotus, kami ke sini untuk makan malam dan melihat2.
      Masuk ke supermarket tas bawaan mesti dimasukkan ke tas lotus dan disegel, nanti dibuka saat bayar di kasir. Supermarket Lotus cukup besar dan lengkap seperti carrefour..


       
      Day 3 City tour
      Pagi sarapan di hotel dengan bubur + lauk, nasi goreng, mie goreng, kue, susu  kacang.
      Setelah itu kami mulai explore kota chaozhou dengan mobil charter.
      Stop I : di sebuah sungai yang ada pintu air, supir menunjuk ke seberang, katanya di sana lokasi kampung halaman yang akan dituju besok.
      Stop II: di sebuah viewpoin di mana jembatan guangji bisa dilihat dari jauh.
      Stop III: jembatan guangji, guangji gate tower, binjiang galery, chaozhou arch street.
      Ini adalah objek wisata utama kota chaozhou, jembatan guangji adalah salah satu jembatan kuno di tiongkok, jembatannya berbentuk paviliun yang tengahnya dihubungkan kapal yang bisa dibuka tutup, jembatan ini dibangun di atas sungai Han, di area ini terdapat pinjiang galeri koridor di sepanjang sungai Han, diseberangnya dikelilingi tembok dengan beberapa gate tower, di dalamnya ada guangzhou arch street (pedestarian shopping area dengan bangunan kuno).
      Area ini memadukan nuansa sungai Han, jembatan kuno dengan bangunan khas tiongkok memberi suasana sejuk dan santai, juga bisa belanja dan makan di toko2 di arch street.
      Banyak becak mangkal yang menawarkan untuk membawa berkeliling.
      Setelah menikmati pemandangan sepanjang sungai, kami berjalan ke arch street untuk melihat2, saat ini turun hujan, kami lalu mencari kedai makan dan memesan makanan, banyak yg excited maklum makanan kampung halaman rasa ori (selain mama mertua saya, yang lain pertama kali ke balik kampung)
      Setelah itu kami kembali ke jembatan guangji, waktu menunggu supir kami ditawarin becak untuk berkeliling @cny 10, anak2 gratis. Kamipun memesan 3 becak untuk ber7.
      Tadinya membayangi becak akan membawa kami berkeliling sungai Han sepanjang binjiang galeri, eh..., ternyata mereka membawa kami masuk ke dalam arch street melewati lorong2 kecil si dalam arch street akhirnya sampai di sebuah vihara kecil, di sana ada sebuah kedai kecil yang menjamu kami dengan  minuman khas (entah minuman dari apa lupa, rasanya asam manis), katanya banyak khasiatnya ada yg di awetkan 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun ( who know, asal ngecap gimana membuktikannya...), penjual terus menawari kami untuk membeli, kami pergi sembahyang sebentar, waktu kembali penjual lebih gigih lagi menawarkan, akhirnya ada peserta yang tanya harga satu toples, setelah ditimpang harganya cny 500 (wow...). Kubilang ke pedagangnya no money, pedagangnya bilang bisa pakai kartu kredit, kujawab no credit card. Akhirnya yang mau beli minta dikurangi cukup beli cny100 untuk minuman dari tanaman ...(lupa) umur 15 tahun...
      Becak membawa kami kembali ke jembatan guangji, supir sudah menunggu kami.
      Ternyata arch street dengan toko2 dan jalanan pedestrian yang bagus, dibelakangnya adalah rumah2 penduduk dengan lorong2 yg agak sempit.



       
      Stop  IV Kai Yuan temple, vihara ini masih satu area dengan arch street entah di sebelah mananya, daripada cari dengan jalan kaki, mending minta supir ngantar.Vihara ini cukup terkenal di kota chaozhou, kami masuk sembahyang dan istirahat.

       
      Stop 5 West lake Chaozhou
      Di pintu masuk, supir say hello ke yang jaga pintu, katanya bawa teman mau ke dalam lihat2. (sepertinya yg jaga pintu kenalannya). Mobil melewati jembatan yang menghubungkan danau dengan taman di dalamnya. West lake memberikan nuansa sejuk dengan perpaduan danau dan taman, di dalam taman ada pohon2, lampion, kuil, paviliun dll, secara keseluruhan mirip dengan taman2 lain di tiongkok pada umumnya, berbeda dengan jembatan guangji yang memberikan kesan istimewa karena berarsitek bangunan kuno. Di dalam taman agak sepi, entah karena weekday atau habis hujan. Kami menikmati suasana di west lake sampai hujan turun lagi, karena hujan supir membawa kami berkeliling dengan mobil, namun hujan turun semakin deras, kamipun minta kembali ke hotel untuk istirah, juga pesan kke supir mampir ke toko kue khas setempat buat beli camilan.
      Sampai di hotel baru jam 3 sore (karena lokasi tempat kami berkunjung hari ini tidak terlalu jauh dari hotel jadi tidak boros waktu).
      Sempat tidur sore bentar, malam lanjut shopping ke lotus.

       
      Day 4 mengunjungi famili
      Di sini kami ngobrol dan diajak melihat2 di sekeliling kampung, dijamu makan siang dan makan malam.
      Day 5 Chaozhou-Shenzhen
      Setelah sarapan, check out hotel dan diantar ke stasiun KA.
      Di sini terlebih dulu antri di loket untuk mencetak tiket yang telah dibeli sebelumnya, tiket kelas I @cny 120 beli lewat travel (kalau beli di loket @107.5). Kami menunggu di ruang tunggu, penumpang akan diinfo untuk masuk ke peron berdasarkan no kereta dan rute masing2 sekitar 15 menit sebelum keberangkatan, ternyata boarding per kereta menyebabkan tidak ada penumpang yang menumpuk di peron, penumpang langsung masuk ke kereta dan mencari tempat duduk masing2.
      Kelas 1 seatnya 2-2 (gerbong paling depan dan belakang saja)
      Kelas 2 seatnya 3-2
      Ada 1 gerbong resto tempat makan, banyak orang yang nongkrong di sini (entah mau makan atau karena tiket berdiri)
      Kereta berangkat tepat waktu dan berhenti di beberapa stasiun, setelah+ 2 jam kereta samapi di shenzhen, ini adalah KA express dgn kecepatan + 200 km/jam (kalau naik bus + 5jam)
      Dari stasiun naik taxi ke hotel(memang tidak charter mobil, karena mau ke taman wisata naik taxi atau mrt saja), taxinya mesti yg warna merah (yg boleh masuk ke downtown). Nginap di CAA holy sun hotel dekat lowu border.
      Sore jalan2 ke pusat perbelanjaan Lowu commercial city di dekat hotel,

       
      Day 6 Shenzhen tour
      Setelah sarapan di hotel, kami ke window of the world (WOW), taman wisata yg berisi miniatur bangunan terkenal dunia, sebagian naik taxi, sisanya naik metro (mrt), dipintu keluar metro di WOW, banyak calo tiket yg menawari tiket masuk WOW (sepertinya mereka beli online soalnya tiketnya hanya di print di kertas), iseng tanya harga @150 cny, beda 30 cny dengan di kounter, setelah dipikir sudahlah beli sini saja, beli 5 tiket karena 2 peserta lansia > 70 tahun, tiket masuk gratis cukup menunjukkan paspor. Penjualnya berbaik hati menuliskan no hp dan berpesan jika tiketnya bermasalah boleh telepon.
      Masuk ke dalam WOW, beli tiket tram untuk keliling WOW @cny20, tram berhenti dibeberapa tempat populer, penumpang boleh turun untuk berfoto atau melihat2, setelah selesai bisa menstop tram berikutnya untuk ke tempat berikutnya.
      Setelah berkeliling dengan tram kami malas mengitar karena cuaca rada panas, lalu kami mampir ke ice world yg ada di dalam WOW, berhubung indoor jadi tidak panas, di sini ada ice skating dan snow world untuk main salju, sebagian ada yang masuk dan main ke snow world.
      Dari WOW kami ke splendid china, sebagian naik taxi, sisanya naik metro. (sekalian cari2 ada calo tiket ngga, tapi ngga ketemu mungkin sudah sore)
      Tiket masuk @ 180 cny, lansia gratis. Splendid China berisi miniatur bangunan terkenal di China.
      Di dalam, kami ngitar bentar di area dekat pintu masuk, berhubung ada jadwal pertunjukkan tarian, kutemani yang lansia nonton biar sekalian duduk istirahat, yg lain berkeliling di splendid china.
      Ada beberapa pertunjukkan di sini, jadwal dan lokasi berbeda2, tarian yang kami tonton kali ini sangat bagus, bahkan menyertakan binatang2 seperti burung merak dll.
      Setelah selesai pertunjukkan, keluar dari lokasi pertunjukkan di lapangan sampingnya masih ada pertunjukkan kungfu shaolin, setelah selesai nonton, sebagian yang tadi keliling taman sudah kembali dan kami makan malam.
      Setelah makan malam kami menonton pertunjukkan pertunjukkan malam Dragron and Phoenix Dancing show, pertunjukkan ini merupakan acara puncak yang ditunggu pengunjung tempat wisata ini, bercerita ttg tiongkok masa lalu sampai sekarang, sebenarnya pertunjukkan ini sangat bagus tapi berhubung ramai dan tempat duduk tidak terlalu strategis, jadi merasa sepertinya pertunjukkan tarian sebelumnya lebih bagus (berhubung dapat tempat duduk strategis). Pertunjukkan ini juga menyertakan binatang2, kuda saat berperang bahkan menembakkan roket api dll, sapi, kambing dll untuk menceritakan masyarakat perternak dll.
      Setelah acara semua pengunjung berjalan ke pintu keluar karena taman wisata sudah tutup, tapi di dekat pintu wisata banyak kedai yang menjual pistol air, ember dll, ternyata masih ada acara perang air di suatu tempat di sana, sudahlah kami tidak berminat ikut.
      Dari sini kami naik 2 taxi pulang hotel. (sudah malam malas naik metro)  


       
      Day 7 Shenzhen – Hongkong
      Setelah sarapan, checkout hotel dan naik taxi ke lowu border mau nyebrang ke hongkong (walau dekat stop taxi saja, malas angkat koper).
      Setelah melewati imigrasi dan sampai ke Hongkong, cari loket untuk beli octopus card dulu (kartu untuk naik mrt, bus dll), yg lansia bisa beli octopus card untuk lansia harganya lebih murah.
      Lalu masuk naik kereta dari sini ke downtown, ada kelas1 dan kelas biasa, kelas 1 ada line khusus, harganya double, jadi kartu octopusnya di gesek 2 kali, biasanya kelas1 lebih lega karena penumpangnya tidak banyak.
      Kereta ini sampai East tsim sha shui, sebenarnya menurut mrt map bisa ganti mrt sampai hotel tapi berhubung repot pindah bawa2 koper, kami keluar stasiun, cari taxi ke hotel.
      Kami tinggal Best Western harbour view hotel (check in hotel di Hongkong lebih praktis tidak seperti di China mesti fotokopi paspor semuanya, di sini cukup kasih voucher booking langsung di kasih kunci kamar).
      Kemudian kami keluar makan siang, di sekitar hotel banyak resto.
      Lalu naik taxi ke victory peak tram terminal .
      Beli tiket 3 in 1 : tram one way + madame tussaud + sky terrace 3 in 1 @hkd 308, untuk lansia ada potongan harga, lupa berapa harga tiketnya.
      Kalau beli tiket 3 in 1 bisa langsung ke antrian depan di tram naik ke victory peak, yg pengunjung warga lokal mereka tidak antri beli tiket, tapi ngantri panjang buat naik tram pakai gesek kartu octopus untuk pembayaran.
      Di the peak kami main lama, belanja di toko souvenir, masuk tussaud (kecuali saya, saya hanya beli tiket tram, sudah pernah malas). Sambil menunggu yg lain main saya ngitar di sekitar the peak, ke bangunan peak galleria di sebelahnya, ada supermarket, trick eye museum, di atas top roof juga ada tempat melihat pemandangan (gratis cuma tidak 3600), setelah berkeliling saya beli tiket mau ke sky terrace, kupikir buat lihat pemandangan sambil menunggu yg lain selesai main di tussaud, saat naik eskalator ke atas, ketemu yg lain sudah turun dari sky terrace. Saya ke sky terrace, di sana super ramai, ngga sampai 10 menit saya pun keluar. Mending di top roof yg peak galleria deh gratis juga ngga terlalu ramai.
      Lalu kami ke peak galleria duduk2 dan membeli makan di Mac di, untuk makan di sana, langit dari sore berganti menjadi malam, pemandangan kota hongkong dengan lampu terlihat jelas dari sana.
      Kami duduk dan istirahat cukup lama lalu pulang, naik sebagian naik taxi, sisanya naik bus+mrt (dari mrt jalan ke hotel tidak jauh)

       
      Day 8 Hongkong-Jakarta
      Sarapan di hotel lalu check out.
      Tadinya mau naik shuttle bus gratis dari seberang hotel ke Hongkong express stasiun ( di sini bisa city check in beberapa airlines bisa check in 24 jam sebelumnya), tapi bus yang ditunggu ngga datang2, akhirnya kami naik taxi.
      Ternyata untuk check in ke airlines mesti bayar tiket kereta express ke airport @Hkd100, lah... kami tidak ada rencana mau naik kereta express beli tiket untuk apa, tapi juga dilema koper kalau ngga check in repot bawanya (mana staf check in china airlines kutunjukkan penumpang yg check in tidak masuk berdiri di luar, tidak mau kasih check in, katanya semuanya mesti ke dalam) , ternyata isi octopus card lalu slash masuk ke kounter check in dipotong hkd 100 sekali, lalu bisa keluar lagi, gantian yg masuk, berhubung belum ganti stasiun waktu slash keluar jadi saldo cuma di potong sekali, dan kami gantian masuk.
      Selesai check in, stasiun ini satu tempat dengan mrt, kami tidak naik kereta airport express, tapi ke mrt cari rute ke disney land, photo stop dan belanja boneka disney.
      Setelahnya naik mrt ke Tung Cung factory outlet, keluar dari mrt cari counter refund octopus card (7 kartu uangnya lumayan). Makan siang di sini lalu window shopping.    
       Dari sini naik taxi ke airport, bersiap2 pulang.