Sign in to follow this  
Hasdevi Agrippina Dradjat

Waktunya Untuk Menjelajahi Semarang Dan Mengeksplor Keindahan Budayanya Dalam 3 Hari 2 Malam

9 posts in this topic

          Ketika mendengar kata Jawa Tengah, tentunya tidak bisa dipisahkan dari ibukotanya yaitu Semarang. Semarang merupakan salah satu kota yang paling berkembang di Pulau Jawa dengan total populasi yang mencapai 2  juta jiwa.

 

          Nah, dalam beberapa tahun terakhir perkembangan kota Semarang sendiri terlihat dari jumlah gedung pencakar langit yang mulai berkembang di kota Semarang. Suhu di kota Semarang sendiri tergolong cukup panas, sehingga ada baiknya kamu mempersiapkan pakaian yang nyaman ketika menjelajahi kota ini.

 

          Di kota ini, banyak penduduknya yang merupakan penduduk asli Jawa sehingga bahasa Jawa masih tergolong cukup kental di kota ini. Kamu dapat menemui berbagai wisata budaya di tempat ini, dari mulai klenteng Sam Poo Kong hingga Lawang Sewu yang semuanya sarat akan nilai sejarah.

 

          Bagaimana? Apakah kamu sudah mulai bersiap-siap untuk mempersiapkan perjalanan terbaikmu mengunjungi kota Semarang? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam waktunya untuk menjelajahi Semarang dan mengeksplor keindahan budayanya dalam 3 hari 2 malam.

 

Transportasi Menuju Semarang

Moda Transportasi 1: Menggunakan Pesawat Terbang

 

 

post-36544-0-77404200-1432547697_thumb.j

Memasuki Semarang dengan Menggunakan Pesawat Terbang via http://i1229.photobucket.com/albums/ee472/19aristara/ayiaavatar.jpg

 

          Salah satu moda transportasi terbaik dan terpraktis yang dapat kamu gunakan untuk memasuki Semarang adalah dengan menaiki pesawat terbang dengan rute Jakarta menuju Semarang. Biaya yang kamu keluarkan jika kamu ingin menaiki pesawat ini adalah sekitar Rp 413.000,00 hingga Rp 950.000,00.

 

          Lama waktu perjalanan yang kamu butuhkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 1 jam 5 menit nonstop. Kamu dapat memilih untuk menaiki pesawat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta atau dari Bandara Halim Perdanakusuma.

 

          Nah, jika kamu memilih untuk menaiki pesawat dari Bandara Halim Perdanakusuma, biaya yang kamu keluarkan untuk menaiki pesawat ini adalah sekitar Rp 480.000,00 hingga Rp 650.000,00 per sekali jalan.

 

Moda Transportasi 2: Menaiki Kereta Api Menuju Semarang

 

 

post-36544-0-29280900-1432547748_thumb.j

Menggunakan Kereta Api untuk Menuju Semarang via http://travel.detik.com/read/2012/11/22/073629/2097742/1382/begini-nih-cara-asyik-menuju-semarang

 

          Selain menaiki pesawat, kamu juga memiliki alternative lain untuk menggunakan kereta api untuk mencapai Semarang. Nah, ada dua jenis stasiun di Jakarta yang menawarkan rute kereta Jakarta menuju Semarang, yaitu Stasiun Senen dan Stasiun Gambir.

 

          Selanjutnya kamu dapat turun di Stasiun Semarang Tawang atau Stasiun Poncol begitu tiba di Semarang. Destinasi stasiun tujuanmu akan sesuai dengan jenis kereta yang kamu pilih untuk mencapai Semarang.

 

          Semarang Tawang merupakan stasiun di Semarang yang terletak di daerah Semarang bagian Utara. Stasiun ini merupakan tempat pemberhentian terakhir turis yang menaiki kereta bisnis atau eksekutif dari Stasiun Gambir.

 

          Beberapa jenis kereta api yang melayani rute Jakarta menuju Semarang adalah Argo Muria, Argo Sindoro, Sembrani dan Agro Bromo Anggrek Malam. Biaya yang kamu keluarkan untuk menaiki kereta ini adalah sekitar Rp 260.000,00 hingga Rp 280.000,00

 

Moda Transportasi 3: Menaiki Bus untuk Mencapai Semarang

 

 

post-36544-0-46878100-1432547784_thumb.j

Menaiki Bus dari Jakarta menuju Semarang via https://yogaslavianarmy.files.wordpress.com/2012/06/197712_324827410933150_1483484376_n.jpg

 

          Selain menaiki pesawat dan kereta, kamu memiliki alternative lain untuk menuju Semarang. Ya, alternative moda transportasi tersebut adalah menaiki bus. Saat ini, terdapat beberapa transportasi bus yang akan menemani perjalananmu dengan rute Jakarta menuju Semarang.

 

          Untuk mencapai Semarang, kamu dapat menaiki bus dari Terminal Rawamangun. Nah, beberapa armada bus yang menyediakan rute Jakarta menuju Semarang antara lain adalah Lorena dan Pahala Kencana.

 

          Fasilitas yang tersedia diantaranya adalah AC, toilet dan smoking room. Biaya yang kamu keluarkan jika kamu ingin menaiki bus dari Jakarta menuju Semarang adalah sekitar Rp 130.000,00 hingga Rp 170.000,00 per sekali jalan.

 

          Lama waktu tempuh yang kamu perlukan untuk mencapai Semarang dari Jakarta dengan menggunakan bus adalah sekitar 12 jam. Tentunya kamu dapat menentukan sendiri jenis bus yang akan kamu gunakan untuk mencapai Semarang.

 

Memilih Penginapan Selama Berada di Semarang

 

       Selama berada di Semarang, kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan berjenis homestay, guest house atau hotel. Penginapan yang akan kamu pilih tentunya dapat kamu sesuaikan dengan budget, traveling partner serta jadwal travelingmu selama berada di Semarang.

 

          Jika kamu memilih untuk menginap di penginapan berjenis homestay, kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis queen room. Biaya yang kamu keluarkan untuk menginap di penginapan dengan jenis ini adalah sekitar Rp 230.000,00 per malam.

 

          Fasilitas yang kamu dapatkan selama kamu menginap di penginapan ini adalah city view, TV, shower, toilet serta kamar mandi pribadi. Kamu juga dapat mendapatkan fasilitas berupa free wifi yang tersedia di dalam kamar.

 

          Selain menginap di homestay, kamu juga memiliki alternative lain untuk menginap di penginapan berjenis guest house. Jika kamu memilih untuk menginap di guest house, kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis superior room.

 

          Biaya yang kamu keluarkan jika kamu menginap di penginapan berjenis ini adalah sekitar Rp 184.000,00 per malam. Nah, fasilitas yang kamu dapatkan jika kamu menginap di sini adalah AC, lemari, shower, toilet, kamar mandi pribadi, serta TV. Selain itu, wifi gratis juga tersedia di kamar ini.

 

          Nah, selain menginap di penginapan berjenis homestay dan guest house, kamu juga memiliki alternative lain untuk menginap di penginapan berjenis hotel. Jika kamu menginap di hotel, kamu akan mendapatkan kamar dengan jenis standard single room.

 

          Biaya yang kamu keluarkan jika kamu menginap di hotel ini adalah sekitar Rp 300.000,00 per malam. Fasilitas yang kamu

dapatkan jika kamu ingin menginap di penginapan berjenis ini adalah AC, meja kerja, shower, toilet, kamar mandi pribadi, serta TV.

 

Hari Pertama

Awali Perjalanan Wisatamu di Semarang dengan Mengunjungi Landmarks Kota Ini

 

 

post-36544-0-63360300-1432547850_thumb.j

Awali Perjalanan Wisatamu dengan Mengunjungi Vihara Buddha Gaya Watu Gong via http://anekatempatwisata.com/wisata-semarang-vihara-buddhagaya-watugong/

 

          Untuk mengawali perjalanan wisatamu di Semarang, kamu dapat memulainya dengan mengunjungi Vihara Buddha Gaya Watu Gong. Vihara ini terletak di Jalan Pudakpayung Watugong, Semarang.

 

 

          Untuk mencapai vihara ini dari pusat kota Semarang, kamu dapat berkendara selama sekitar 45 menit ke arah Ungaran. Jika menaiki kendaraan umum, kamu dapat menaiki angkot C8 dengan rute Simpang Lima menuju Tugu Muda dengan biaya sekitar Rp 4.000,00.

 

          Selanjutnya, kamu dapat menaiki bus dari Tugu Muda menuju Banyumanik. Biaya yang kamu keluarkan untuk perjalanan ini adalah sekitar Rp 5.000,00. Setelah itu kamu dapat menaiki bus dari Banyumanik menuju Pagoda, dengan biaya sekitar Rp 3.500,00.

 

          Kawasan pagoda ini dinamai dengan sebutan Watu Gong karena di tempat ini terdapat watu (batu) yang berbentuk seperti gong. Yang harus diperhatikan adalah kamu tidak boleh berisik dan harus menjaga ketenangan jika mengunjungi tempat ini.

 

          Kompleks ini memiliki luas sekitar 2,25 hektar. Kompleks vihara ini terdiri dari lima bangunan dengan dua bangunan utama. Dua bangunan utama tersebut adalah Pagoda Avalokitesvara dan Vihara Dhammasala.

 

          Icon yang paling terkenal dari vihara ini adalah Pagoda Avalokitesvara atau biasa disebut dengan pagoda cinta atau pagoda kasih sayang. Pagoda ini memiliki tinggi yang mencapai 45 meter dan terdiri dari 7 tingkat yang menyempit ke atas.

 

          Di dalamnya terdapat patung Dewi Kuan Im yang menghadap keempat penjuru. Hal ini dimaksudkan agar Dewi Kuan Im mampu memberikan kasih sayang dan welas asih kea rah seluruh penjuru mata angin.

 

           Vihara ini dibuka setiap hari dari pukul 07.00 hingga pukul 21.00. Ketika mengunjungi vihara ini kamu diharapkan memakai pakaian tertutup dan berperilaku yang sopan.

 

 

post-36544-0-54544300-1432547954_thumb.j

Mengunjungi Sam Poo Kong via https://celotehnona.files.wordpress.com/2013/02/sam-poo-kong.jpg

 

          Setelah puas mengunjungi pagoda Buddha Gaya Semarang dengan berbagai keindahan yang terdapat di dalamnya, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Sam Poo Kong. Sam Poo Kong merupakan kuil tertua yang terdapat di Semarang.

 

          Untuk mencapai Sam Poo Kong, kamu dapat menaiki angkot kuning dengan tujuan Terminal Banyumanik. Biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 3.000,00. Selanjutnya dari terminal tersebut, kamu dapat menaiki bus menuju Sam Poo Kong dengan biaya sekitar Rp 5.000,00.

 

          Sam Poo Kong sendiri ditemukan oleh seorang penjelajah muslim yang bernama Zheng He. Sam Poo Kong terletak di sekitar barat daya Kota Semarang, tepatnya di daerah Simongan.

 

          Bangunan klenteng Sam Poo Kong ini didominasi dengan warna merah. Menurut orang China, warna merah berarti antusiasme, semangat dan keberuntungan. Warna ini juga seringkali digunakan bagi warga Tionghoa karena dianggap menciptakan aura yang positif dan baik.

 

          Biaya masuk yang kamu keluarkan jika kamu ingin memasuki Sam Poo Kong adalah sekitar Rp 3.000,00 untuk sekali masuk. Selain itu, kamu juga dapat meminjam kostum khas Tionghoa dengan biaya sekitar Rp 80.000,00. Stand peminjaman kostum ini dibuka dari pukul 09.00 hingga 17.00.

 

post-36544-0-51122400-1432548001_thumb.j

Mengunjungi Kota Lama Semarang via http://pegipegi.bisnisonlinez.com/wp-content/uploads/2013/10/kota-lama-semarang.jpg

 

          Setelah puas mengunjungi Sam Poo Kong, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Kota Lama Semarang. Kota Lama Semarang awalnya merupakan benteng pertahanan yang dibangun Belanda pada masa penjajahan.

 

          Kota Lama Semarang menyajikan citra visual kemegahan arsitektur Eropa di masa yang lalu. Banyak bangunan-bangunan kuno nan eksotis terdapat di tempat ini. Selain itu, kamu juga dapat menemukan objek wisata andalan Semarang seperti gereja Blenduk dan lain-lain.

 

          Hal inilah yang menyebabkan Kota Lama Semarang seringkali dijuluki dengan sebutan Little Netherland. Nah, salah satu bangunan yang harus kamu kunjungi ketika memiliki kesempatan untuk mendatangi Kota Lama Semarang adalah Gereja Blenduk yang telah berumur lebih dari 2,5 abad.

 

          Di seberang Gereja Blenduk terdapat sebuah gedung kuno yang biasanya dijadikan sebagai gedung asuransi yang bernama Gedung Jiwasraya. Di sebelahnya terdapat pula restoran ikan bakar Cianjur yang dapat kamu rasakan wisata kulinernya.

 

          Yang tidak kalah menariknya, di tempat ini terdapat Gedung Marabunta dengan ornament semut raksasa di atasnya. Selain itu, kamu juga dapat menemukan Stasiun Tawang dengan gaya arsitektur indis yang masih beroperasi hingga saat ini. Stasiun Tawang konon merupakan stasiun tertua di Jakarta yang telah beroperasi sejak tahun 1870.

 

Hari Kedua

Lanjutkan Petualanganmu Menjelajahi Semarang

 

 

post-36544-0-47639200-1432548050_thumb.j

Mengunjungi Simpang Lima Semarang via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/f/f6/Simpang-lima.jpg

 

          Untuk mengawali perjalanan hari keduamu di Semarang, kamu dapat memulainya dengan mengunjungi Simpang Lima. Simpang Lima sendiri merupakan sebuah lapangan yang terletak di pusat kota Semarang.

 

          Simpang Lima merupakan pertemuan dari lima buah jalan yang saling menyatu, yaitu Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran, Jalan Ahmad Yani, Jalan Gajah Mada serta Jalan Ahmad Dahlan. Simpang Lima sendiri ditetapkan sebagai alun-alun Semarang oleh Ir. Soekarno.

 

          Lapangan Simpang Lima seringkali ramai dipadati oleh pengunjung, terutama warga lokal Semarang pada hari Sabtu dan Minggu. Lapangan ini seringkali digunakan untuk berjalan kaki dan bersepeda.

 

          Nah, kota Semarang sendiri identic dengan Simpang Lima ini karena pusat keramaian kota Semarang berada di daerah Simpang Lima ini. Untuk kamu yang ingin mencoba wisata kuliner tentunya dapat mengunjungi Simpang Lima ini karena terdapat berbagai wisata kuliner di tempat ini.    

 

          Lapangan di dalam kawasan Simpang Lima sendiri seringkali disebut dengan sebutan Lapangan Pancasila. Nah, kedepannya pemerintah Semarang berencana untuk menjadikan kawasan Simpang Lima ini sebagai pusat komersial seperti konser music.

 

post-36544-0-46329300-1432548291_thumb.p

Mengunjungi Lawang Sewu

 

          Memang, belum lengkap rasanya mengunjungi Semarang jika kamu belum menyempatkan waktumu untuk mengunjungi Lawang Sewu. Lawang Sewu terletak tidak begitu jauh dari Simpang Lima sehingga kamu dapat berjalan kaki untuk mencapai Lawang Sewu.

 

post-36544-0-64753000-1432548364_thumb.p

Bagian Dalam Lawang Sewu

 

          Lawang Sewu adalah gedung bersejarah yang terletak di pusat kota Semarang. Dulunya, Lawang Sewu merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS.

 

          Gedung ini dibangun pada tahun 1904 dan selesai dibangun pada tahun 1907. Masyarakat setempat menyebut tempat ini dengan sebutan Lawang Sewu, yang berarti pintu seribu. Ya, meskipun pada kenyataannya jumlah pintu di tempat ini belum tentu berjumlah seribu namun jumlah pintu di sini memang sangat banyak.

 

          Gedung Lawang Sewu ini bergaya art deco dan dibangun oleh seorang arsitek yang bernama Prof Jacob Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terdiri dari tiga lantai bangunan.

 

          Di Lawang Sewu sendiri saat ini telah terjadi pemugaran sehingga kondisi bangunannya cenderung lebih rapi dan terawat. Pemugaran Lawang Sewu selesai dilaksanakan pada Juni 2011. Untuk melengkapi perjalananmu mengunjungi Semarang, tentu kamu dapat menyempatkan waktumu untuk mengunjungi Lawang Sewu.

 

post-36544-0-78157600-1432548399_thumb.j

Mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah via https://kontraktorkubahmasjid.com/wp-content/uploads/2015/02/Masjid-Agung-Jawa-Tengah.jpg

 

          Setelah puas mengunjungi Lawang Sewu, kamu dapat melanjutkan perjalananmu untuk mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah. Masjid ini dibangun pada tahun 2001 dan selesai dibangun pada tahun 2006. Masjid ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006.

 

          Masjid Agung Jawa Tengah ini terletak di Jalan Gajah Raya, Semarang, Jawa Tengah. Ketika mengunjungi masjid ini, kamu dapat melihat perpaduan gaya arsitektur yang terdapat di sini, yaitu antara Arab, Romawi dan Jawa.

 

          Di halaman Masjid Agung Jawa Tengah, terdapat 6 buah payung hidrolik raksasa yang dapat menutup dan membuka secara otomatis. Keberadaan payung ini mengingatkan kita pada Masjid Nabawi yang terletak di Kota Madinah.

 

          Keistimewaan lainnya dari masjid ini adalah terdapat Menara Asmaul Husna dengan ketinggian mencapai 99 meter. Menara ini terletak di sekitar barat daya masjid.

 

Hari Ketiga

Lanjutkan Perjalanan Wisatamu Mengeksplor Semarang

 

post-36544-0-67605700-1432548505_thumb.p

Mengunjungi Kampoeng Kopi Banaran

 

          Setelah puas mengunjungi berbagai tempat wisata di Semarang, kamu dapat melanjutkan perjalanmu untuk mengunjungi Kampoeng Kopi Banaran. Kampoeng Kopi Banaran sangat cocok bagi kamu yang ingin sekedar meminum kopi dan melepaskan diri dari penatnya kondisi kota Semarang.

 

          Kampoeng Kopi Banaran sendiri terletak di Jalan Semarang-Solo. Di sini, kamu dapat mencicipi berbagai kopi sambil menghirup sejuknya udara. Jika berminat, kamu juga dapat menaiki kereta wisata dan berkendara sambil melihat perkebunan kopi yang dimiliki Banaran.

 

          Salah satu keunggulan dari tempat ini adalah kamu dapat menyaksikan keindahan panorama alam berupa Gunung Merbabu serta Rawa Pening. Selain menaiki kereta wisata, kamu juga memiliki kesempatan untuk mencicipi fasilitas wisata lain di sini seperti berkuda serta flying fox (tetapi hanya tersedia pada waktu akhir pekan).

 

          Tentu perjalananmu akan terasa semakin menyenangkan jika kamu dapat menghirup udara sejuk dari agrowisata ini, bukan? Untuk melengkapi perjalananmu selama berada di Semarang, mengunjungi Kampoeng Kopi Banaran dapat kamu masukan dalam daftar tempat wisata yang akan kamu kunjungi.

 

          Itulah dia waktunya untuk menjelajahi Semarang dan mengeksplor keindahan budayanya dalam 3 hari 2 malam. Wah, ternyata Semarang memiliki berbagai destinasi wisata yang layak kamu sambangi pada kesempatan liburanmu selanjutnya ya.

 

          Semoga artikel ini mampu menjadi referensimu untuk merencanakan liburan terbaik ketika hendak mengunjungi Semarang.

 

          Happy traveling!

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Nicole Sacha
      Ola !!!
      Berhubung kangen banget udah lama ga ngisi FR di FJ2, kebetulan abis ke Semarang juga (walaupun udah 3 bulan lalu )
      Berikut sedikit cerita gw, Semarang Dadakan. (yeeeeeeiiiiiiiii)
       
      Kenapa pilihan gw ke Semarang, jadi begini sob :
      1. Gw belom pernah kesana
      2. Berhubung gw disuruh cuti sama bos gw karena dia liat perfomance gw agak mengendur a.k.a 5L (nah bingung kan lw singkatan apapula ini) jadilah gw ambil cuti. 
      3. Kota ini lumayan punya banyak destinasi menarik dan tidak memerlukan waktu yang lumayan panjang untuk menjelajahinya, cocoklah untuk flashpacker dadakan kaya gw.
       
      Singkat cerita, setelah membeli tiket kereta & voucher penginapan secara online di salah satu website yang  menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring (hidup makin mudah ya cin) bertolaklah gw ke Semarang.
      Dengan menumpang kereta Tawang Jaya dari Stasiun Pasar Senen, kami berangkat tepat pukul 23:00, sebelum berangkat isi perut dulu dengan makan nasi goreng ala kadarnya di depan stasiun, mureh bro, 12 ribu perak seporsi pake telor (boleh milih mau di dadar atau di ceplok).
       

      Harga tiket PP Pasar Senen - Semarang Poncol u/ 2 Orang

      Semarang Poncol, 18 Agustus 2017
       
      Tepat pukul 06:15 kereta Tawang Jaya berhenti di Stasiun Semarang Poncol. Sampai di Semarang, gw segera mencari bilik termenung , dan seperti biasa, antri.
      Pagi di Semarang, bingung mau kemana karena emang ga bikin ittin yang well prepared. Setelah ngubek-ngubek maps online, kami putuskanlah untuk ke Kota Lama dengan berjalan kaki.
       
      Kota Lama
      Kota Lama Semarang ini mirip dengan Kota Tua Jakarta, yang membedakan adalah Kota Lama terkesan lebih rapih dan saran gw, kalau tujuan kalian ke Kota Lama memang untuk huntphot a.k.a Hunting Photo (istilah anak jaman sekarang) datanglah di pagi hari, karena selain udara pagi lebih adem, kegiatan juga belum terlalu banyak manusia alias sepi, jadi hasil foto lebih ciamik.
      Setiap sudut Kota Lama juga sangat menarik untuk diabadikan, so be prepared your camera before guys.

       

      Salah satu sudut Kota Lama Semarang
      Bangunan yang paling menarik di kawasan Kota Lama adalah Gereja Blenduk, dibangun pada tahun 1753, bangun yang bergaya neo-klasik ini menjadi Landmark Kota Lama Semarang. Gw hanya berhasil memotret bangunan dari luar saja.

      Gereja Blenduk
      Selain Gereja Blenduk, ada beberapa bangunan yang berada di kawasan Kota Lama, seperti Pabrik Rokok Praoe Lajar & Gedung Marba. Bangunan tersebut menarik untuk disambangi, selain bernilai sejarah, arsitektur bangunannya masih terjaga dan lumayan terawat hingga kini.
      Puas berkeliling di Kota Lama, kami menuju destinasi berikutnya yaitu Lawang Sewu.
       
      Untuk menuju Lawang Sewu, dari kawasan Kota Lama kami menaiki Trans Jateng. Di Semarang, ada 2 jenis BRT (Bus Rapid Trans) yang beroperasi, yaitu Trans Jateng & Trans Semarang. Sedikit berbeda dengan TransJakarta, BRT di Semarang ini tidak memiliki jalur khusus, jadi berjalan seperti kendaraaan umum lainnya.Untuk harganya lumayan terjangkau Rp 3.500 sekali jalan.
       
       

       
       

       

       
      Perjalanan dari Kota Lama ke Lawang Sewu hanya memakan waktu kira kira 15 menit. Singkat bukan, ya, karena Semarang adalah kota kecil, untuk menuju satu destinasi ke destinasi lain tidak memerlukan waktu yang lama, asal masih berada di area dalam kota.
       

      Lawang Sewu
       
      Siapa yang tidak kenal Lawang Sewu, bangunan bersejarah ini dibangun pada tahun 1904-1907. Masyarakat setempat menyabut Lawang Sewu (yang berarti seribu pintu) karena bangunan ini memiliki banyak pintu walaupun pada kenyataannya tidak sampai seribu.Kesan yang gw dapat waktu pertama kali masuk ke bangunan ini adalah artistik, pada dasarnya gw memang mengagumi bangunan bangunan tua yang berkarakter dan nilai historicalnya tinggi.

      Harga Tiket Masuk Dewasa
       

      Foto Bangunan di tahun 1907
      Selain dapat menikmati arsitektur gedung, Lawang Sewu juga memiliki koleksi sejarah perkereta apian di Indonesia, sangat lengkap dan menarik untuk dilihat.

      Telephone jaman dulu
       

      Salah satu bangunan utama Lawang Sewu
       
      Puas menjelajahi Lawang Sewu, kami menuju destinasi selanjutnya yaitu Kelenteng Sam Poo Kong.
      Untuk menuju kesana, kami disarankan oleh satpam Lawang Sewu untuk menaiki kendaraan online saja agar lebih praktis. Dan berangkatlah kami dengan naik Go-Car, salah satu layanan yang dimiliki oleh PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa atau lebih dikenal dengan nama Gojek.
       
      Sampai disana, perut mulai berbunyi minta diisi a.k.a laper, kebetulan didepan pintu masuk kelenteng, ada tenda penjual makanan khas Semarang, Mie Kopyok, penasaran dengan rasanya, kami langsung saja pesan dan rasanya ternyata enak. Harganya murah meriah pula, Rp 8,000 perporsi.
       
       

       

      Mie Kopyok
       
      Kelenteng Sam Poo Kong
       
      Kelenteng ini terletak di daerah Simongan, kompleks bangunannya sangat luas dan terdapat banyak bangunan yang semuanya berwarna merah. Tujuan saya kesini adalah untuk melihat secara langsung patung Zheng He/ Chang Ho seorang Laksamana Tiongkok yang beragama islam.
       
       

      Ticket Price
       
       
       

      Salah satu sudut di area Kelenteng
       

      Relief yang menceritakan perjalanan Laksamana Cheng Ho
      Kelenteng Sam Poo Kong adalah destinasi terakhir kami untuk hari ini, setelah puas berkeliling dan mengamati, kami menuju penginapan untuk beristirahat.
      Kembali dengan menaiki Go-Car, diantar ke penginapan yang berada di daerah Jl. Gajahmada, Griya Tentrem Ayem, gw pesen pakai Airy Room. MURAH aja guys, ga bikin kantong bolong. Lumayan juga buat istirahat sama mandi.
      Haha, namanya flashpacker. Makin irit makin asik!!!
       

      Reception Area
       
      Harga roomnya sekitar 240 ribuan permalam, sudah include sarapan (nasi goreng dan teh manis). Lumayan
       
      Sekedar informasi, Semarang iklimnya lebih panas dari Jakarta, mungkin karena lokasinya tidak jauh dari laut / pinggir pantai ya. Selain penduduk ramah, makanan yang murah dan Semarang juga kota yang sangat tenang, jauh dari kesan hip hip hura. Lumayan aman juga kalau mau travelling sendirian ke Semarang.
      Sekian dulu post saya tentang perjalana ke Semarang, semoga informasinya bermanfaat dan yang sudah berencana untuk ke Semarang, semoga segera terlaksana!!!
       
      XOXO
      ANS
       
      (PS : Semua foto adalah dokumentasi pribadi milik penulis)
    • By petrus.sitepu
      Pada saat anda mengunjungi sebuah kota yang belum pernah anda datangi, alangkah baiknya apabila anda mencari makanan dari kota khas tersebut. Seperti penulis lakukan ketika mendatangi kota cirebon, penulis mulai mencari makan khas dari kota Cirebon. Sebut saja tahu gejrot, nasi leko, dochang, dan tentu nasi jamblang. Pasti akan menjadi salah satu pilihan anda ketika wisata kuliner ke kota cirebon. 
      1. Dochang
      Makan asli cirebon ini merupakan perpaduan dari lontong, toge daun singkong, kerupuk yang dicampur dengan sayur oncom doge. Waktu yang tempat untuk makan docang adalah pagi hari, dan lokasi yang direkomendasi untuk makan docang di depan pasar keraton kanoman. Harga seporsi untuk docang seharga Rp 15,000.
      2 Nasi Leko
      Sego lengko merupakan sebutan untuk nasi leko oleh masyarakat cirebon. Nasi leko merupakan percampuran tempe, tahu, tauge, potongan timun yang ditaruh diatas nasi dan disiram dengan bumbu rujak dan kecap. Harga untuk satu porsi nasi leko seharga Rp 15,000.
      3. Nasi Jamblang
      Ketika makan nasi jamblangan rasanya sama ketika makan di rumah makan padang yaitu penuh dengan lauk. Satu bungkus nasi yang dibungkus dengan daun jamblang bisa menggunakan 3-4 lauk yang disediakan tentunya dengan porsi lauk yang tidak terlalu banyak. Hampir 15 lauk disediakan penjual dari tahu dan tempe bacem sampai dengan sate telor puyuh. Harga untuk satu porsi nasi jamblang dengan 2-3 jenis lauk seharga Rp 30,000 – Rp 40,000 tergatung pilihan lauk.
      Keunggulan dari nasi jamblang yaitu daun pebungkus nasinya yang menggunakan daun jamblang.
      4. Tahu Genjrot
      Tahu gejrot sendiri banyak ditemukan dikota kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta. Satu set tahu gejrot terdiri dari 2-3 tahu yang diiris sedang yang disiramkan dengan kuah yang sudah dicampur dengan bumbu antara lain cabe, bawang putih, bawang merah dan gula merah. Rasa yang ditimbulkan ketika anda memakan tahu gejrot yaitu semangat untuk mengeliligi kota cirebon. Harga untuk satu porsi tahu gejrot seharga Rp 10,000
      Jadi makanan apa yang pernah anda coba? selain tahu gejrot? Selamat menikmati wisata kuliner cirebon.
    • By elizato
      Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, mulai dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua, yang terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil, yang terhubung oleh selat dan laut. Menurut data Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2010 sebanyak 17.504 pulau. 7.870 dari mereka memiliki nama, sementara 9.634 tidak memiliki nama.
      Luas wilayah lautan Indonesia lebih luas dari luas daratannya, yaitu luas daratan 1,91 juta km2, sedangkan luas samudra 6.279 juta km2. Dengan meluasnya Indonesia membuat banyak sumber daya alam di darat dan di bawah laut itu indah. Tak heran jika Indonesia memiliki banyak tempat indah terutama di sektor pantai. Karena letak geografis Indonesia sendiri yang berada di bagian khatulistiwa. Di antara sekian banyak pantai, ada beberapa pantai di Indonesia yang dikategorikan sebagai pantai terindah di dunia. Antara lain Pantai Senggigi di Lombok, Pantai Kuta di Bali, Pantai Bunaken di Manado, dan banyak pantai indah lainnya.
      Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat indah. Karena keindahan alamnya, Indonesia telah menjadi tujuan wisata yang banyak didambakan oleh pelancong lokal maupun internasional dari seluruh dunia. Panorama di Indonesia tentu tidak kalah dengan negara lain. Untuk itu tak ada salahnya jika kita berlibur untuk menikmati berbagai keindahan alam yang ada di Indonesia dan menjadikannya sebagai tujuan wisata.
      Tidak hanya itu, Indonesia juga kaya akan budaya, berbagai suku yang tinggal di Indonesia dengan harmoni dan damai, masing-masing suku memiliki ciri khas tersendiri yang membuat keragaman budaya di Indonesia, disamping Indonesia juga memiliki kuliner khas di masing-masing wilayah.
      Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam luar biasa. Padahal, seluruh dunia adalah obyek wisata yang terkenal di sini. Indonesia memiliki ratusan Taman Nasional yang harus dikunjungi. Salah satunya adalah Taman Nasional Komodo merupakan habitat tunggal Komodo di dunia. Selain itu, ada juga yang favorit pendaki internasional Carstensz Pyramid dimana gunung ini diselimuti salju abadi. Memang, kekayaan atraksi alam Indonesia tak terhitung jumlahnya. Untuk membuktikannya, silakan kunjungi Indonesia sebagai tempat tujuan wisata yang direkomendasikan dengan menghadirkan kekayaan alam terlengkap di bumi.
      Inilah 7 Tempat wisata di Indonesia yang direkomendasikan untuk dikunjungi:
      Gunung Bromo
      Gunung Bromo, merupakan tujuan paling populer di Indonesia yang selalu dikunjungi baik lokal maupun mancanegara. Gunung ini juga termasuk dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung Bromo merupakan gunung vulkanik aktif yang berada di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pada 2.329 meter (7.641 kaki), ini bukan puncak tertinggi, tapi gunung yang paling terkenal.
      Bawean Treasure Island
      Pulau Bawean merupakan salah satu pulau indah di Indonesia, tepatnya di wilayah provinsi Jawa Timur. Pulau ini memiliki banyak destinasi wisata yang tidak kalah dengan tujuan wisata lainnya di Indonesia. Selain wisata bahari, danau dan wisata air terjun, para pengunjung juga bisa menikmati budaya masyarakat adat di Pulau Bawean.
      Orangutan DI Pulau Kalimantan dan Sumatera
      Orangutan adalah kera besar yang hidup di Asia Tenggara dan termasuk dalam kelompok hewan omnivora (di pulau Kalimantan dan Sumatera). Kera ini kebanyakan tinggal di pohon (mereka arboreal) dan berayun dari cabang ke cabang menggunakan lengan mereka. Ada banyak agen perjalanan wisata di Indonesia yang dengan senang hati membimbing Anda untuk mengunjungi tujuan Orangutan. Di situs ini, hadir untuk memberi Anda beberapa informasi tentang bagaimana Anda bisa mendapatkan tujuan Orangutan. Sebagian besar, gambar dan informasi di sini adalah tentang tur orangutan di pulau Kalimantan (Kalimantan), tepatnya berada di Taman Nasional Tanjung Puting Di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah - Indonesia.
      Pulau Komodo
      Taman Nasional Komodo juga memiliki kehidupan bawah laut yang menakjubkan. Penyelam menyatakan bahwa Pulau Komodo adalah salah satu tempat penyelaman terbaik di dunia. Dengan pemandangan dasar laut yang menakjubkan terdapat 385 spesies karang, mangrove dan rumput laut yang indah, serta rumah bagi ribuan ikan, 70 spesies spons, 10 spesies lumba-lumba, 6 jenis paus, penyu hijau, dan berbagai jenis hiu. dan ikan pari. Kombinasi berbagai vegetasi di taman memberikan lingkungan yang baik untuk berbagai jenis hewan di wilayah ini
      Wisata Sumatera Selatan
      Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad-abad lalu juga dikenal sebagai 'Bumi Sriwijaya'. Pada abad ke-7 sampai abad ke-12 Masehi, kawasan ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar dan terkuat di nusantara. Gema dan pengaruhnya bahkan ke Madagaskar di Afrika.
      Perkebunan Kopi Jampit
      Perkebunan kopi Jampit, merupakan agrowisata di Bondowoso yang dikelola oleh PTP Nusantara Kalista Jampit VII. Perkebunan ini terletak 74 km ke timur kabupaten Bondowoso. Perkebunan ini memiliki luas 4000 hektar dan terletak pada ketinggian 900 M dpl.
      Kawah Ijen
      Kawah Ijen adalah kompleks kawasan vulkanik, yang ada kawah Ijen dan dataran tingginya, yang tingginya mencapai 2.600 M dan 8.660 M. Kawah Ijen terletak di tiga bagian kabupaten, yaitu di Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi, Jawa Timur. Kawasan vulkanik ini menjadi daerah vulkanik paling menakjubkan dan surealis yang memiliki danau kawah turquois raksasa di Jawa Timur.
    • By ViCar Bromocorah
      Gunung yang satu ini letak nya di Bandung  Selatan,, buat temen temen forum jalan jalan yang suka mendaki gunung artapela ini wajib di coba, bagi pendaki pemula enggak perlu hawatir, track nya tergolong bersahabat. 
      Selamat mendaki.

       
      Sumber : gunung artapela
    • By Nofan
      Pantai Kartini adalah Pantai yang terletak di Pantai Utara Jawa, tepatnya di Desa Bulu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara - Jawa Tengah. Pantai Kartini hanya berjarak 2 km dari pusat Kota Jepara. 
      Sengaja diberi nama Pantai Kartini karena daerah tersebut merupakan daerah di mana dulu RA. Kartini tinggal. Kota Jepara merupakan tempat kelahiran tokoh emansipasi wanita yaitu RA. Kartini.
      Pantai Kartini merupakan salah satu tempat wisata favorit yang terdapat di wilayah Jepara. Banyak wisatawan luar kota yang datang ke Pantai Kartini untuk menikmati keindahan yang disuguhkan oleh Sang Maha Kuasa.
      Di pantai ini, terkadang diadakan berbagai macam event dan kopdar dari komunitas-komunitas tertentu.
      Pantai Kartini merupakan pantai berpasir putih yang mempunyai pesona alam yang cukup indah. Di tempat ini juga terdapat Kura – kura Ocean Park (KOP) yang di dalamnya terdapat aquarium yang berisi berbagai macam ikan. Ada ikan pari, ikan kakap, ikan hiu, hingga ikan anemon dapat dijumpai di Kura - kura Ocean Park. 
      Kura - kura Ocean Park merupakan bangunan dua lantai dengan beberapa wahana di dalamnya. Di lantai dua, kamu bisa menikmati film 3D. Tiket masuk ke Kura - kura Ocean Park cukup terjangkau. Cukup dengan merogoh kocek Rp 5000, kamu bisa menikmati berbagai macam wahana yang ada didalamnya.
      Sanagt cocok untuk kamu yang membawa anak-anak. Di samping mengajak mereka berwisata, kamu juga dapat sekaligus mengedukasi mereka mengenai berbagai macam satwa laut. Di mana mereka akan lebih tahu, dan mencintai semua makhluk hidup yang ada disekitarnya.
      Di lantai dua juga terdapat tempat untuk berfoto ria dengan background Pantai Kartini yang terlihat lebih jelas. Tetapi kamu harus siap mengantri apabila hendak berpose untuk mendapatkan gambar terbaik. karena bukan hanya kamu yang ingin eksis untuk mendapatkan hasil kenang-kenangan terbaik di Pantai Kartini.
      Ketika hari libur, tentu saja antrian akan lebih banyak, karena Pantai Kartini akan dikunjungi oleh lebih banyak wisatawan, baik dari dalam, maupun dari luar kota Jepara.
      Tetapi itu untuk hari kerja ya, apabila hari libur, harganya melonjak menjadi Rp 17.500/ orangnya. Hehe… naiknya signifikan sekali ya, lebih dari 200%.
      Ada beberapa spot yang sangat sayang apabila dilewatkan ketika kamu menyambangi Pantai Kartini. Tepatnya di area sekitar tulisan Pantai Kartini, yang berdekatan dengan kolam renang dengan jarak tak begitu jauh dari lautan lepas.
      Apabila kamu dari luar kota dan turun di Terminal Bus kota Jepara, kamu tidak perlu khawatir, karena di sana sudah ada angkutan umum yang siap mengantarkan kamu ke Pantai Kartini dengan tarif yang cukup terjangkau, yaitu hanya Rp. 4000,-.
      Di sepanjang pantai, terdapat beberapa hotel yang bisa kamu jadikan tempat beristirahat. Fasilitasnya-pun tidak mengecewakan, kamu bisa istirahat di tempat yang nyaman dengan Background Pantai Kartini yang memanjakan mata.
      Di Pantai Kartini kamu juga dapat menikmati matahari terbenam (sunset), di mana langit jingga berhiaskan matahari yang mulai menyembunyikan sinarnya. Lautan yang tampak tenang di sebelah barat menambah kesyahduan di kala senja.
      Di pantai Kartini, kamu bisa menikmati semilir angin yang membuat suasana hati lebih rileks dan nyaman. Deburan ombak yang tidak terlalu besar kian menambah ceria.
      Pantai Kartini merupakan salah satu tempat yang paling tepat apabila kamu yang ingin melakukan liburan ke tempat yang indah dengan akses yang mudah. Jangan lupa ajak orang terdekat untuk ikut menikmati keindahan Pantai Kartini yang populer di wilayah Jepara.
      SUMBER
    • By Wisnu Jibonk
      Potong gigi (bahasa Bali: mepandes, mesangih atau metatah) adalah upacara keagamaan Hindu-Bali. Upacara ini termasuk apa yang disebut dengan istilah upacara manusa yadnya. Ritual yang dilakukan pada saat potong gigi adalah mengikis 6 gigi bagian atas yang berbentuk taring. Tujuan dari upacara ini untuk mengurangi sifat buruk (sad ripu) pada yang bersangkutan. (Source: Wikipedia)
      Upacara Potong Gigi sebagai salah satu bentuk untuk membayar hutang budi kepada leluhur. Manusia dalam hidupnya mempunyai tiga hutang budi yang disebut Tri Rnam dan salah satu diantaranya adalah Pitra Rnam yaitu hutang budi kepada orang tua (leluhur) yang menyebabkan manusia lahir, jadi untuk membayar hutang budi kepada leluhur harus dibayar dengan memelihara dan mengupacarai keturunannya ( pari sentana ).
      Merupakan suatu simbolis untuk melenyapkan atau mengendalikan hawa nafsu yang disebut Sadripu adalah enam musuh yang ada dalam diri manusia yaituKama;keinginan, Kroda;kemarahan, Lobha; serakah, Moha; kebingungan, Matsarya; dengki / irihati, dan Mada; mabuk. (Source: http://jibonkrocksite.blogspot.com/)
    • By Mulyati Asih

      Bermain-main dengan awan. Foto: Aldani
       

      Cuaca tampak cerah ketika mobil yang membawa kami dari stasiun Poncol Semarang, memasuki basecamp Mawar jalur pendakian Gunung Ungaran. Suasana tampak sepi, hanya beberapa orang terlihat di sekitar camping ground. Hal pertama yang kami cari adalah Riyan, kami janjian di sini untuk mendaki bersama. Saya dan Abdi mengurus SIMAKSI dan membayar biaya sebesar Rp.5.000 per orang. Kebetulan basecamp sepi, masih ada waktu untuk bersih-bersih. repacking dan membagi beban logistik.
       
      Kurang lebih pukul 11.00 kami bersembilan, saya, Dwi, Muly, Nur, Tio, Anis, Dani, Abdi dan Riyan mulai meninggalkan basecamp. Kami sepakat akan berjalan santai selama pendakian, kemudian berjalan mengikuti Riyan. Pohon pinus menghiasi sepanjang jalur pendakian,  20 menit berjalan sampailah kami di pos 1. Pos disediakan untuk beristirahat, kami pun tak menyia-nyiakannya meskipun hanya untuk makan cokelat. Melanjutkan perjalanan memasuki  hutan heterogen dengan trek masih landai.
       

      Istirahat bagian dari perjalanan yang menyenangkan, melemaskan otot-otot kaki sambil tarik napas
       
      Kami sampai di pos 2, sebuah bangunan beratap seng dan beristirahat di sini. Cepat sekali untuk menemukan pos 2 pikir saya, jaraknya kurang lebih 30 menit dari pos 1. Meninggalkan pos 2, trek masih landai. Suara gemuruh air dari pipa-pipa yang terpasang di pinggir jalan menggundang perhatian saya. Sampailah kami di area terbuka, sebuah pertigaan menuju perkebunan teh. Dari landai, trek berganti mulai menanjak dan berbatu kerikil. Jalannya lebar, beberapa kendaraan motor berseliweran. Petak-petak perkebunan teh menjadikan pemandangan yang menyejukkan mata, lumayan buat menghilangkan kebosanan. Beberapa orang mendirikan tenda di sini. Kami berjalan mengikuti papan petunjuk arah menuju puncak yang terpasang di pertigaan Promasan. Saya, Muly, Dwi dan Nur sempat tertinggal rombongan karena terlalu lama berfoto di sini.
       
       
      Jalan Terjal Menuju Puncak
       
      Meninggalkan perkebunan teh, jalanan semakin menanjak. Sesekali pandangan saya masih mengarah pada hamparan pucuk-pucuk daun teh. Bonus kali ini adalah hijaunya hamparan perkebunan teh. Treknya menanjak bukan pada tanah miring, tapi kami harus menaiki tangga-tangga dari batu. Dari batu ukuran kecil hingga berukuran besar.
       
      Bukan hal mudah untuk melewati trek berbatu. Beberapa kali saya harus meraih batang pohon untuk pegangan sebelum kaki menaiki batu atau pegangan erat pada akar pohon yang menjalar. Bahkan tangan mencengkeram erat batu dan kaki mulai menaiki batu lainnya. Baru satu jam berjalan rasanya sudah ngos-ngosan, saya lihat Nur mulai keletihan. Saya mengulurkan tangan membantu Nur menaiki batu. Riyan masih setia menemani yang tertinggal sedangkan Abdi berjalan di depan diikuti yang lain.
       
      Kami masuk ke hutan rapat tapi trek masih berbatu, sepertinya trek akan berbatu sampai puncak. Tio duduk di salah satu dahan pohon yang rendah, yang lainnya mengikuti cara Tio termasuk saya. “Buat video mannequin challenge bagus nih,” kata Tio. Akhirnya tidak jadi karena tidak ada yang mau mengambil video, tiga laki-laki Riyan, Abdi dan Dani sudah jalan duluan dan kami berenam mengikutinya. Kami berpapasan dengan rombongan yang habis turun dari puncak, sepertinya mereka tidak nge-camp di atas, terlihat dari daypack yang mereka bawa.
       
      Banyak yang bilang kalau gunung Ungaran sangat cocok untuk pemula, mungkin karena hanya memiliki ketinggian 2050 mdpl. Tapi meskipun hanya memiliki ketinggian 2050 mdpl, jangan pernah anggap remeh. Treknya  yang berbatu bukanlah hal mudah untuk pendaki pemula, karena benar-benar menguras tenaga. Kebetulan kami mengajak Anis yang baru pertama kali naik gunung. “Iya, main ke pantai aja naik gunung capek,” itulah komentar Anis ketika kami tanya apa rasanya naik gunung. Beberapa kali Muly membantu Anis melewati trek terjal, meskipun sering terpeleset dan jatuh tapi Anis tampak masih bersemangat.
       

      Semakin ke puncak jalur berbatu semakin sulit. Foto: Tiolas Melati
       
      Kami sampai di area terbuka, tak ada pohon yang menghalangi pandangan mata. Dari tempat kami berdiri, panca indera saya tertuju pada dasar lembah hijau seperti savana, puncak bukit dan petak-petak rumah penduduk. Tio mengarahkan telunjuknya sambil berkata “kita jalan sejauh itu dari bawah,” sedangkan Anis hanya berkomentar “belum sampai puncak, sedikit lagi”. Angin bertiup kencang suaranya bergemuruh, kabut mulai datang dan menghalangi pandangan mata. Abdi, Riyan dan Dani sudah tidak ada di antara kami, mereka sudah melanjutkan perjalanan. Nur berjalan duluan dan kami menyusulnya.
       
      Meskipun saya sudah tahu dari beberapa artikel yang saya baca bahwa trek gunung Ungaran berbatu, tapi sungguh saya tidak mengira bahwa trek berbatu ini akan dilalui sepanjang jalur pendakian.  Bongkahan batu besar seolah-olah menghalangi dan memperlambat langkah kami. Semakin ke puncak, batu-batu yang menghadang di depan ukurannya semakin besar. Kami berjalan di antara himpitan batu-batu besar ataupun merangkak menaiki batu. Jalurnya semakin terjal karena kemiringannya pun kurang lebih 45 derajat. Tak ada pemandangan selain batu-batu yang berserakan, sedangkan di atas kepala ada batu besar dan runcing tegak berdiri. Puncak sudah ada di atas pikir saya, tapi napas semakin ngos-ngosan, energi saya sudah mulai terkuras habis.
       

      Trekking melewati jalur berbatu, rasanya lutut mau copot
       
      Tertatih-tatih kami melewati jalan terjal berbatu, Dwi dan Nur berjalan di depan. Sesekali pandangannya menoleh ke belakang menunggu kami yang berjalan semakin pelan. Sampailah kami di atas dengan selamat, pekik Allahuakbar terdengar dari suara Muly. Dia terlalu senang akhirnya bisa sampai puncak dan melewati jalan terjal berbatu.
       
       
      Kehilangan Jejak
       
      Di puncak ini pemandangan indah yang kami lihat di bawah tadi justru semakin jelas terlihat. Puncak yang memiliki area cukup luas untuk mendirikan empat sampai lima buah tenda. Sekilas pemandangan batu-batu yang berserakan di atas puncak, mengingatkan saya pada Stone Garden yang ada di Padalarang Bandung. Kemudian pandangan saya tertuju pada pergerakan awan putih yang menggumpal di bawah. Lagi-lagi kami terlalu asik, sehingga tidak menyadari akan keberadaan tiga laki-laki dalam robongan kami.
       
      Angin bertiup semakin kencang, kabutpun sudah menghalangi pandangan mata. Ada rasa kahwatir dalam diri saya karena di puncak ini tidak ada tempat berlindung. Kami berenam berjalan ke tengah, hanya ada satu tenda kuning berdiri di sana. Dan kami sudah menebak itu bukan tenda milik Abdi, Riyan ataupun Dani. Lalu di mana mereka? cepat sekali mereka berjalan. Di bawah tadi Tio melihat Dani ada di puncak ini. Wajah-wajah cemas dan kesal mulai terlihat di antara kami. Dari angin yang bertiup kencang dan kabut yang mulai menyelimuti, kini butiran air mulai menetes mengenai tubuh saya. Saya mulai menggigil, buru-buru saya keluarkan jas hujan dan mengenakannya.
       

      Berdiri di puncak sambil menikmati panorama indah awan dan perbukitan. Foto: Aldani
       
      Kami masih berdiri penuh kebingungan sambil menebak di mana mereka mendirikan tenda. Teriakan panggilan nama Dani, Abdi dan Riyan sering kami pekikkan, tapi yang dipanggil tak pernah menyaut. Tio yakin kalau mereka ada di puncak sana di balik batu,  lalu pandangan saya tertuju pada batu besar yang ada di atas. Lagi-lagi puncak ditandai dengan berdirinya batu besar. Setelah berdiri di puncak tapi masih ada puncak lagi, sedangkan fisik mulai melemah. Mungkin ini yang namanya puncak Botak, sedangkan puncak yang di atas baru puncak Ungaran.
       
      Tio mulai berjalan ke arah puncak, saya menyuruh yang lainnya untuk naik supaya kami tidak terpisah lagi. Kabut mulai tebal dan menghalangi pandangan. Saya mengikuti langkah Tio tapi baru setengah perjalanan, samar-samar Tio meneriakkan sesuatu ke arah saya. Sayang suara itu hilang terbawa angin sebelum telinga ini berhasil menangkapnya. Entahlah apa yang ingin Tio sampaikan, tak lama Tio muncul di balik batu. Tio tidak berhasil menemukan mereka, kami berbalik arah hendak turun. Dalam kondisi angin seperti ini yang kami butuhkan adalah tenda untuk berlindung, celakanya semua tenda ada pada laki-laki. Kami berpapasan dengan pendaki lain yang akan ke puncak, kepada mereka kami titip pesan siapa tau mereka bertemu dengan Riyan, Abdi dan Dani bahwa kami ada di bawah.
       

      Puncak yang dipenuhi batu.
       
      Belum jauh kami melangkah ada suara Riyan memanggil, ada perasaan lega karena tak perlu terlunta-lunta mencari tempat berlindung. Seketika itu juga Riyan dikeroyok pertanyaan “ada di mana sih kalian?” mereka ada di puncak dan sudah mendirikan tenda, syukur-syukur sudah ada teh panas dan nasi yang matang. Camping Area letaknya ada di balik tugu, Riyan membantu membawakan keril milik Anis dan Nur. Saya bergegas melangkah melewati batu-batu besar, Alhamdulillah setelah kurang lebih 5 jam berjalan melewati trek terjal berbatu, akhirnya sampai juga di tugu puncak gunung Ungaran.
       
      Di balik tugu ada rimbunan pohon, saya bisa menarik napas lega akhirnya berhasil menemukan tenda kami setelah sebelumnya saya nyasar ke tenda rombongan lain. Saya menemukan Dani dan Abdi meringkuk di dalam tenda, yaa kami kira mereka sedang masak nasi atau membuat minuman hangat. Setelah sholat Ashar dijamak Djuhur kami mulai merebus air untuk membuat minuman hangat.
       
       
      Angin Bertiup Sepanjang Malam
       
      Angin terus bertiup kencang, tak mudah untuk menyalakan kompor. Hanya trangia yang mampu bertahan dengan api besar. Sudah ada teh, kopi, susu, sereal, cokelat panas siap untuk menghangatkan badan. Riyan bilang mendirikan tenda di sini aman saat angin kencang, tapi habislah kita klo hujan. Soalnya ini lembah tempat aliran air turun.
       
      Untungnya flysheet terpasang rendah, jadi mampu menghalang angin masuk ke tenda. Tio bilang “jago nih yang pasang flysheet, tapi tidak dengan yang pasang tenda karena masih ada air yang rembes ke dalam”. Senja mulai beranjak mengejar malam, suasana berganti gelap sedangkan angin terus berhembus. Daun-daun membawa tetesan air dari kabut mengenai tenda, suara gemericiknya seperti hujan turun. Malam semakin syahdu, kami sudah sibuk menyiapkan makan malam. Dinginpun mulai menyusup menembus tulang, buru-buru jaket saya pakai sebelum badan menggigil
       
      Tio, Riyan dan Dani duduk rapat membuat formasi untuk menghalangi angin mengenai kompor, di trangia ada nasi siap menunggu matang. Muly dan Dwi mengupas bawang, sedangkan saya dan Anis mengupas labu siam. Karena Nur sedang tidak fit, makanya dia hanya rebahan di tenda. Abdi hanya melihat aktifitas kami dari tenda, akhirnya kami panggil dengan sebutan Mandor.
       
      Dani menyerah tidak kuat menahan dingin, dia buru-buru masuk tenda dan posisinya digantikan Abdi untuk menggoreng ayam. Nasi sudah matang tapi harus menunggu sayur matang, setelah sayur matang harus menunggu ayam goreng matang. Benar kata Riyan setelah semuanya matang nanti sudah dingin, ya sudahlah akhirnya kami buru-buru untuk makan lagi pula jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.
       

      Siap-siap masak untuk makan malam, yang lain keletihan di dalam tenda. Foto: Aldani
       
      Malam semakin larut, kami sudah berada di dalam tenda masing-masing. Saya menyusup di antara Nur dan Dwi, meringkuk di dalam sleeping bag mencari kehangatan. Tak ada malam yang sunyi, gemuruh suara angin terus berhembus, gemericik tetesan angin terus terdengar. Saya mulai memejamkan mata, berusaha tidur untuk menghilangkan letih.
       
      Menjelang subuh saya terbangun dan tak terdengar lagi suara angin ataupun tetesan air. Suasana berganti riuh karena satu persatu dari kami mulai terbangun. Tio menawarkan untuk melihat sunrise tapi tak ada yang tertarik karena cuaca mendung.
       
      Selamat pagi, kami keluar tenda untuk menghirup udara segar. Ketika terang saya bisa melihat dengan jelas di sekeliling saya. Kami seperti berada di hutan hujan tropis, dimana pohon-pohon ditumbuhi lumut dan udaranya lembab. Seperti berada di Bukit Raya yang ada di Kalimantan.
       

      Mari berdoa semoga turun selamat, lupakan treknya karena ada view cantik di depan. Foto: Aldani
       
       
      Turun Dengan Selamat
      Pukul sembilan pagi, setelah sarapan kami mulai meninggalkan puncak. Cuaca tampak cerah, puncak tugu sudah dipenuhi rombongan laki-laki. Akhirnya kami memilih tempat lain untuk berfoto. Berdirilah di dekat tebing, maka ada gumpalan awan putih yang indah di bawah. Saya buru-buru mengabadikannya dengan smartphone yang saya bawa sebelum awan gelap datang. Cuaca memang cepat sekali berubah dan anginpun mulai bertiup kencang. Di sudut lain, terlihat puncak gunung Andong, Merbabu dan Merapi di antara gumpalan awan putih.
      Nur dan Dwi turun duluan disusul Riyan dan Abdi, saya pun tak ingin berlama-lama di sini segera beranjak untuk menyusul mereka. Saat turun sama sulitnya saat mendaki, tidak ada pilihan selain melewati jalan terjal dan berbatu. Kabut semalam menyisakan batu-batu yang basah, tanah yang becek dan licin. Terkadang saya harus duduk dulu supaya kaki bisa menyentuh dasar.
       

      harus hati-hati karena keselamatan adalah hal utama. Foto: Aldani
       
      Anis mulai kepayahan menuruni batu dengan keril yang dia bawa, akhirnya Abdi membantu untuk membawanya. Meskipun sudah berjalan tanpa beban, nyatanya Anis masih sempoyongan. Entah sudah berapa kali dia harus terpeleset dan jatuh. Kami harus mengajarinya cara mencari pijakan kaki supaya tidak terpeleset. Hujan mulai turun dengan lebat, butiran-butiran airnya mengenai wajah dan kami harus mengenakan jas hujan supaya badan tidak terlalu basah. Nur, Dwi, Abdi dan Dani sudah terlalu jauh berjalan di depan. Saya masih menemani Anis menuruni batu, sedangkan di belakang masih ada Tio, Muly dan Riyan yang berjalan santai. Saat turun kami harus bergantian dengan rombongan lain yang akan naik. 
       
      Tiga jam berjalan sampailah saya di kawasan perkebunan teh. Ada yang aneh dengan sepatu yang saya pakai, ketika saya cek aaahh ternyata sepatu ini sudah tak mampu lagi diajak berjalan jauh. Saya menggantinya dengan sandal jepit yang saya bawa. Untungnya trek sudah landai, jadi saya bisa mempercepat langkah. Sambil lari-lari kecil saya mulai meninggalkan gunung Ungaran menuju basecamp Mawar. Selamat tinggal Ungaran, semoga suatu saat bisa kembali.
       
       

      Tak pernah ada jalan menurun jika tak pernah didaki
       

      Cara Menuju Gunung Ungaran:

      Gunung Ungaran di Semarang Jawa Tengah dapat ditempuh melalui tiga jalur yaitu jalur Jimbaran atau basecamp Mawar, jalur Gedong Songo dan Jalur Medini atau Promasan. Sedangkan kami memilih jalur basecamp Mawar.

      Jika Anda berasal dari Jakarta, bisa naik kereta api tujuan stasiun Poncol atau stasiun Tawang Semarang. Cara termudah menuju basecamp Mawar adalah dengan menyewa mobil. Kami menyewa untuk pulang pergi dengan biaya Rp. 700.000 sudah termasuk supir, BBM dan tiket tol, lokasi penjemputannya di stasiun Poncol Semarang. Di stasiun Poncol sendiri banyak yang menawarkan sewa mobil, pintar-pintarlah untuk menawar.

      Alternatif lainnya dari stasiun Poncol atau Tawang menuju terminal Terboyo naik mikrolet, dari Terboyo ganti bis tujuan Ambarawa atau Salatiga mintalah turun di daerah Tegal Panas atau Rumah Sakit Ken Saras atau Pasar Babadan. Kemudian bisa memilih moda trasportasi mikrolet menuju pasar Jimbaran. Dari Pasar jimbaran ke basecamp  Mawar bisa ditempuh dengan ojek.