Octobrian Panjaitan

Glur Bangkok Hostel & Coffee Bar

16 posts in this topic

Hola Jalan2ers.

 

Saya mau review hostel tempat saya nginep selama di Bangkok awal Mei kemaren.

Ada banyak hotel ataupun hostel yang recommended di sekitar Bangkok.

Dari situs booking Agoda.com saya mensortir hostel yang punya nilai tinggi dan Glur hostel mendapat rating 8,6.

Hostel ini menurut saya punya fasilitas2 yang sangat baik.

 

post-26936-0-90068900-1432638232_thumb.j

 

Glur Hostel & Cafe Bangkok

Alamat : Number 45, Soi Charoen Krung 50, Bangrak District, Bangkok Riverside, Bangkok, Thailand 10500

 

Lokasinya cukup strategis, hanya 2 menit dengan berjalan kaki ke BTS Saphan Taksin Station dan Sathorn Central Pier. Jalan kaki 3 menit ada Robinson mall, ada McDonald, Swensen dan fastfood lainnya. Disekitar mall banyak juga penjaja street food.  Lingkungan sekitarnya tenang sekali.

Pada saat check-in harus siap uang 500Baht untuk deposit yang nanti akan dikembalikan pada saat check-out. Tiap orang akan diberikan password wifi glur hostel yang speednya lumayan kenceng dan juga kartu yang berfungsi sebagai kunci untuk masuk ke kamar, tinggal di tap saja di pintu kamar, aman sekali :D 

Di lantai bawah ada cafe yang cozy banget, banyak pilihan makanan, minuman, snack, cocktail, ataupun liqour. Honey beer nya katanya sih recommended tapi saya ga sempet nyobain. Mereka juga punya catalog tour yang bisa kita pilih klo males jalan sendiri.

 

post-26936-0-12160700-1432638237_thumb.j post-26936-0-92754500-1432638234_thumb.j

post-26936-0-41116300-1432638240_thumb.j

 

Roomnya bagus dan bersih, bed dan bantalnya top banget dengan selimut yang tebal, AC dan kipas angin yang dingin, colokan dan lampu baca di masing-masing bed dan tiap bed ada tirai sendiri, tidur nyenyaklah pokoknya. Di bawah bed disediakan locker dan kunci locker masing-masing.

 

post-26936-0-30225300-1432638236_thumb.j post-26936-0-11322100-1432638238_thumb.j

 

Ada 8 kamar mandi yang semuanya di di lantai 3 klo ga salah. Sedangkan toilet ada di 2 buah di setiap lantai. Di tiap kamar mandi sudah disediakan sabun dan shampoo, ada air panasnya juga dan free handuk yang putih, tebal dan bersih.

 

post-26936-0-12956600-1432638603_thumb.j post-26936-0-75319800-1432638901_thumb.j

 

Disediakan juga self service Laundry, dengan biaya sekitar 75Baht sekali nyuci. Di luar shared kitchen ada area untuk gantung cucian.

 

Free breakfast. Shared kitchen ada di lantai 2. Disini disediakan roti tawar, selai 2 macam, susu, kopi instan, air minum, oatmeal yang boleh kita makan sebebasnya, 24jam tersedia dan boleh dimakan kapan saja, kerennn....

 

post-26936-0-35046900-1432638230_thumb.j

 

Stafnya selalu ada, sangat membantu, ramah dan bahasa inggrisnya lancar.

 

Di Glur hostel disediakan mixed dorm dan female dorm.

Saya pilih mixed dorm dengan rate Rp 168,000 per malam. Saya menginap 3 malam disini.

 

Overall sangat memuaskan, saya kasih nilai 9 dari 10

 

Klo teman2 ada yang sudah pernah nginep di Glur, silahkan nambahin ato sharing giman pengalaman sewaktu nginep di Glur. 

Bwt yang blom, semoga ini bisa jadi salah satu alternatif hostel di Bangkok.

 

Recommended  :D  :oke

 

NB: Sebagian dari foto-foto tersebut saya ambil langsung dari website Glur, dan kondisinya semua sesuai dengan gambar.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Octobrian Panjaitan nambahin aja dikit, ini hostel susunan lantainya sbb:

-lantai 1 resepsionis dan kafe

-lantai 2 shared kitchen dan living room

-lantai 3 dorm cewe

-lantai 4 shared bathroom

-lantai 5 dorm mixed

-lantai 6 dorm mixed

-lantai 7 rooftop dan private room (sepertinya.. )

Banyak ya lantainya, daaan ga ada lift. Jadi semuanya naik tangga tuh. Sekalian olahraga yaa, pemanasan sebelum keliling Bangkok hahaha

Tapi overall saya suka sekali hostel ini :)

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 5/28/2015 at 10:36 AM, kokoadit said:

@Octobrian Panjaitan nambahin aja dikit, ini hostel susunan lantainya sbb:

-lantai 1 resepsionis dan kafe

-lantai 2 shared kitchen dan living room

-lantai 3 dorm cewe

-lantai 4 shared bathroom

-lantai 5 dorm mixed

-lantai 6 dorm mixed

-lantai 7 rooftop dan private room (sepertinya.. )

 

Banyak ya lantainya, daaan ga ada lift. Jadi semuanya naik tangga tuh. Sekalian olahraga yaa, pemanasan sebelum keliling Bangkok hahaha

 

Tapi overall saya suka sekali hostel ini :)

nice review bro :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Yulianayuchan
      Hi, sesuai dengan judul diatas, adakah yang ke Thailand bulan Januari 2018? Mungkin ada yang jadwalnya yang sama dengan itinerary Saya?
      Jan 13 -> CGK - Bangkok
      Jan 14 -> Lop buri dan (kalau sempat) Khao Yai
      Jan 15 -> Bangkok half day, move to Chiang Rai
      Jan 16 -> Chiang Rai
      Jan 17 -18 -> Chiang Mai
      Jan 19 - 21 -> Explore Bangkok
       
      Bila berminat, please send me a DM atau kirim email ke yuliana.yuchan@gmail.com 
      Yuk meet up dan nyasar bareng!  
       
       
       
    • By siskawul
      Khao Yai, daerah ini merupakan distrik di Thailand yang belum ramai dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Thailand. Objek wisata terkenal yang ada di sini antara lain Khao Yai National Park, Primo Piazza, Palio Village, Chocolate Factory, Sunflower field, dan kafe-kafe lucu dengan design design yang instagrammable yuhu.
      Kali ini saya tidak membahas objek-objek wisata tersebut, tetapi hanya yang kemarin sempat saya kunjungi pada liburan singkat di Thailand ala kere hore. 
      Yuk capcus. 
      How to get there
      1.    Langkah pertama, kalian harus bangun dari tidur cantik kalian. Pastikan kalian bangun dan siap2 lebih pagi dari biasanya, apalagi yang berniat just one day trip seperti kami kemarin. Kemarin, kami sudah bangun pagi, siap2 lebih pagi, tapi ada tragedi pencarian kunci hostel yang nyelip dulu saat mau keluar kamar. Yihuhu banget. Ditambah juga sulitnya mencari taksi yang akan membawa kami ke mochit bus station. 
      2.    Langkah kedua, pergilah ke Mochit bus station atau yang lebih dikenal dengan Mochit 2. Kalian bisa pergi dengan BTS ke Mochit dan dilanjut naik bis. Entah bis nomor berapa kemarin sempet searching tapi karena kami tidak memakai alternatif itu jadi lupa *maaf. Berhubung kami berlima dan setelah dihitung2 harga naik BTS nyambung sama saja dengan naik taksi atau grab (lebih disarankan naik taksi meter saja, karena berdasarkan pengamatan harga, lebih murah pakai taksi meter dari pada naik grab. Oiya, taksinya nyetop di jalan aja, tapi pake meter atau argo ya).
      3.    Langkah ketiga, belilah tiket bus jurusan Pak Chong. Tiket bisa dibeli di loket bis nomor (nah yang ini berdasarkan blog walking saya, ada yg bilang ke loket 68, ada jg yang bilang loket 48). Kemarin kami mengikuti ke loket 68. Tapi loketnya tutup dan loket 69 buka dan tertulis Pak chong juga di situ. Walhasil, belilah kami tiket di situ dengan harga 150 Baht per orang. 
      4.    Langkah keempat, menujulah ke gate bis sesuai arahan penjual tiket. Kemarin kami si di gate (gate atau Line ya) 70. Masuk bis, dan menunggu sampai bis berjalan ke Pak Chong.
      Oiya, kemarin kami menunggu lamaaaa banget buat bus jalan. Kami masuk bis jam 09.00. Dan bus baru jalan jam 10.45. What a banget. Sampe laper laper deh. Penjual tiketnya bilang perjalanan dua jam. Tetapi kenyataannya, perjalanan 3 jam lebih. Huowww. Lusuh deh kami. Kayaknya kami salah ambil bis deh. Kayaknya si, kayaknya ya, jadi bus yang lewat ke Pak Chong itu ada banyak penyedia gitu, nah yang kami beli itu bukan yang terbaik. Tapi yasudahlah kami sampai juga kok ke Pak Chong. Selama perjalanan, ada berhenti-berhentinya. Bisa buat pip*s atau nyari makanan. Kami si udah males. 
      5.    Langkah kelima, setelah disampaikan di Pak Chong, bingung deh kami. Kemudian muncullah Ibu Noch yang baik hati banget mengarahkan kami bagaimana how to get to Primo Piazza impian kami.
      Jadi seturunnya kami di Pak Chong (jadi dia bukan terminal, hanya semacam terminal bayangan di mana bis-bis kadang menurunkan penumpang di situ). Bilang aja si sama supir atau kernetnya kalau kalian mau ke Khao Yai. 
      Oiya, kemarin kami blind banget turunnya di Pak Chong sebelah mana. Bilang ke kernet sama supir buat diturunkan di Pak Chong, pake Google Translate atau pake Bahasa Inggris, merekanya jawabnya pake bahasa Thailand. Kami geleng2 dan desperate. Tapi akhirnya diturunkan di tempat yang benar juga si. 
      Lanjut ke Ibu Noch, jadi dari terminal Pak Chong, alternatif transport ke Khao Yai adalah dengan sewa motor seharga 300 baht/motor/24 jam atau dengan sewa mobil seharga 2500 Baht (kata blog). Kemudian Ibu Noch menawarkan kami untuk naik Songthaew dengan harga 1500 Baht untuk dua tempat tujuan. Dengan pertimbangan waktu saat itu sudah menginjak sore, dan kami berlima, sewa motor butuh 3 motor jadi 900 Baht ditambah bensin 100 Baht per motor. Jatuhnya sama saja harganya. Ditambah pula kami bakal butuh waktu buat baca maps. Iya kalau ketemu dan akurat. Finally kami ambil tawaran dari Ibu Noch. Jug ijag ijug, ternyata lumayan jauh lho menuju ke Primo Piazza. Kami bersyukur ambil tawaran Ibu Noch. Jadi bisa ngobrol-ngobrol cantik kan di dalem songthaew sambil lihatin jalanan Khao Yai yang alus dan gede beut. 
      Ngomong ngomong Ibu Noch, beliau baik banget dan yang asoy bisa bahasa Inggris. Hamdalah. Jadi sesampainya di Pak Chong, kami nanya toilet, diarahkan di mana toilet, kami nanya tempat sholat, dijawab gak ada tempat sholat (emang gak ada si). Terus kami diberikan waktu buat belanja2 di sevel dulu sebelum meluncur ke Primo dan Palio. Seselesainya dari trip, kami juga dicarikan dan ditungguin sampai kami dapat bis ke Bangkok. Dan oh, kami dapat tiket bis ke Bangkok just 120 Baht. Yaiyuy, kami rugi 30 Baht deh. Dan setelah kami dapet bus dan mau naik bis, ibu Noch gak minta komisi atau bayaran apapun dong. Saya dan temen2 sempet pandang-pandangan. Beneran nih masih ada orang baik di tempat wisata apalagi di luar negeri begini? Beliau cuma minta dipromoin ke teman-teman yang mau ke Khao Yai. That's why saya bikin postingan ini. 
      Setelah say goodbye dan thank you sama Ibu Noch, kembalilah kami ke Bangkok dengan bahagia namun lelah. Oiya ini nomor HP Ibu Noch bisa diminta via DM ya.
      Dan, ini sekilas pandang objek-objek di Khao Yai yang kami datangi.
      Primo Piazza
      Tiket masuk: 200 Baht 
      Isinya: komplek perumahan ala Eropa gitu deh. Sebelum ke Eropa beneran, bisa lah buat pemanasan di Primo Piazza ini. Cekrek cekrek yang banyak ya, udah bayar mahal sist. Feel fotografer kalian harus lebih jeli biar bisa menangkap ke-chic-an tiap sudut Primo Piazza. 
      Di samping komplek ala Eropa, kalian bisa beri makan kambing (kambing? Iya, kambing sama kayak yang ada di kampung saya). Ada juga alpaca si. Yang seolah olah berada di Australia. Tapi pas kemarin ke sana, cuma ada sedikit alpacanya. Itu pun pada menjauh dan gak bisa kami kasih makan. 
      Palio Village
      Tiket masuk: free
      Isinya: toko-toko yang jual barang apa saja dengan konsep pertokoan layaknya Eropa (duh, kenapa lagi lagi Eropa si). Harganya mahal mahal si. Enggak cocok buat traveler kere hore macam kami. Jadi di situ kami cuma lihat lihat sebentar dan pulang. 
      Sekian catatan flashpacker kami ke Khao Yai. Kalau saya si suka sama daerahnya. Dingin, adem, banyak makanan di night marketnya (kelihatan pas kami jalan tapi kami gak brenti), dan penginepannya yang kami lihat pas perjalanan ke Primo konsepnya unik-unik. Next time kalau ke sana lagi mau nginep ahhh. InsyaaAllah 
      Semoga membantu buat teman-teman yang mau ke sana ya.
      Kap kun Kha, Kap kun Khrap










    • By min0ru
      Khaosan World Asakusa di Tokyo merupakan salah satu hostel yang saya singgahin pada perjalanan ke Jepang Maret 2017 lalu. Hanya ada sedikit review yang bisa saya tuliskan kali ini.

      Terletak sangat strategis dipusat kota Tokyo (Asakusa), disekitaran hostel ini banyak sekali mini-market, tempat makan dan pusat perbelanjaan (khusus untuk teman-teman yang suka beli oleh-oleh untuk keluarga dirumah). Dekat pula dengan stasiun metro atau pun JR.
      Berikut ini beberapa lokasi yang terdekat dari Khaosan World Asakusa Hostel ini:
      Dari segi kamar tidur (dormitory) tidak berbeda jauh secara umum. Kebersihan kamarnya sangat terjaga. Kamar mandinya pun bersih.


      Cuma sayangnya kamar dorm sebelah kita banyak orang Indonesia yang agak norak, mereka ngobrol didepan kamar dengan hebohnya padahal sudah jam 10 PM ke atas. Selain dari hal itu, semua terasa nyaman saja. Oh iya di weekend malam suka ada live music jazz kalau tidak salah, lalu dipantry mereka juga ada food & beverages vending machine yang cukup lengkap jika tengah malam lapar atau ingin minum yang hangat-hangat tidak perlu keluar dari hostel. Sempat beli Hot Chocolate dengan harga ¥100 (kalau tidak salah).
      That’s it! Hope this help buat yang lagi milih penginapan di Tokyo.
      Cheers!
      colek @deffa @twindry
    • By iWei
      Halo.. Halo..
      Teman2 forum jalan2.. Saya dan keluarga (3org) berencana ke Bangkok backpacker-an awal Oktober..
      Tiket dan penginapan sudah lengkap.. Penginapan 4 malam di A-One Inn (daerah MBK dan BTS National Stadium)..
      Saya udah buat itienerary tapi mau minta pendapatnya teman2 yang udah biasa ke Bangkok, mohon bantuannya yaa.. 
      DAY-1
      Nyampe Bangkok sore - Hotel (jam 5-6 sore)
      -Asiatique
      DAY-2
      -Or Tor Kor Market
      -Chatuchak Weekend Market
      -Pratunam Market
      -Platinum Fashion Mall
      -Big C Supercenter
      -Silom Night Market (optional)
      DAY-3
      -Grand Palace
      -Wat Pho
      -Wat Arun
      -Wang Lang Market
      -Yaowarat (Chinatown)
      Day-4
      -MBK
      -Siam Square
      -Maddam Tussauds
      -Siam Center
      -Central World
       
      Mohon pendapatnya, siapa tahu ada yang dikurangin atau ditambahin.. Terima kasih.. 
       
       
    • By iWei
      Saya ada rencana travelling ke Bangkok, dari Semarang transit di KL pake AA baru ke Bangkok pake Thai AA  (bukan connecting flight).
      Yang mau saya tanyakan, kalau setiba di KL skitar pukul 12 siang apakah waktunya cukup untuk dilanjutkan penerbangan pada pukul 5 sore dari KL ke Bangkok? Atau butuh menginap 1 hari?
      Mohon infonya.. Terima kasih
       
    • By Unyilma
      Hi.. 
      Super last minutes..
      Ada yang nntn concert coldplay juga gak nanti tgl 7, yang pegang tiket standing A1 juga.. 
      Kalo ada mau ikut nimbrung bareng soalnya mendadak jadi single fighter, karna partner incrime saya mendadak batal.. 
      Detail trip saya sih 5-10 flight dr Jakarta, Jadi kalo mau ada acara dadakan kemana disana bisa diatur aja koq, totally flexible.. Ya.. intinya sih simple cari partner in crime explore selama disana nih.. 
      Semoga ada yg bersedia ditimbrungin.. 
    • By Cut Zaitun Safcha
      Halo semua... semoga dalam keadaan sehat wal afiat ya... Aku rencana bln agustus mau backpacker ke Bangkok, terus ada rencana mau ke Siem Reap dari bangkok via darat, terus balik lagi ke bangkok via darat. Ada yang punya saran bagaimana cara ke Siem Reap dari Bangkok via darat? Kira2 bisa ga cuma sehari aja di Siem Reap (seperti KL-Singapur)? Soalnya di Siem Reap pake dollar, pasti mahal. Jadi untuk penghematan pengennya bisa PP. Tolong info dan sarannya ya... pengen banget ke Angkor Wat sekaligus cap paspor Kamboja (Hahahaha). Terima kasih sebelumnya :)