deffa

Review Max Hotel Pattaya

7 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

 

Jadi 28 April - 30 April 2015 kemaren saya ke Pattaya ceritanya di

dan menginap di satu hotel bernama Max Hotel cukup murah bagi saya di area Pattaya Beach, jadi dekat ke Walking Street

 

Kali ini saya mau menulis sedikit review tentang hotel tersebut, namun saya gak ambil banyak poto,

jadi mungkin poto-poto sebagian saya ambil dari mbah Google dan Agoda aja ya

 

LOKASI

Menurut Agoda seh alamat nya di 183/53,55,57 Moo 1, Soi Post Office 13/2, Nongprue Banglamung, Chonburi, Pattaya, Thailand

Susah ya alamat nya, mending langsung ke Google Maps aja search Max Hotel Pattaya

post-6-0-02717200-1432708891_thumb.jpg

 

Gampang kan, itulah guna nya Google Maps heheh

Penampakan dari luar nya Hotel ini merangkap Cafe juga bergaya Italia, jadi menu resto nya Italia

Namun entah kenapa selama saya disana Restoran nya tidak buka atau tidak menyajikan makanan, hanya minuman di area Pub saja

post-6-0-21013900-1432709051_thumb.jpg

post-6-0-46050700-1432709583_thumb.jpgpost-6-0-37653900-1432709634.jpg

Credit: Agoda

 

Check in berjalan lancar namun kita harus deposit uang 500 Bath untuk jaminan Kunci kamar. Kunci kamar berupa Kartu. Dan langsung di berikan password wifi. 

 

Oh iya karena lokasi nya di dekat Pattaya Beach, jadi banyak sekali wisata di dekat sini seperti :

  1. Museum Ripley's Believe It Or Not
  2. Walking Street
  3. Mini Siam

 

FASILITAS

Fasilitas yang di berikan dengan pesanan Kamar Standard saya melalui Agoda yaitu :

  • AC
  • Non Smoking Room
  • Mini Bar
  • TV Satelit
  • Safe Deposit Box
  • Lemari Es
  • Wifi
  • Shower Room with Water Heater
  • Queen Bed
  • Toilet Duduk
  • Lift

post-6-0-15715700-1432709739.jpgpost-6-0-69050800-1432709738.jpgpost-6-0-12626100-1432709738.jpg

Credit : Agoda

 

HARGA

Saya booking melalui AGODA Kamar Standard untuk 2 malam

Permalam nya dikenakan biaya 600 Bath 

sudah termasuk charge Agoda

 

Oh iya menurut Agoda Hotel ini mempunyai Rating 1 1/2 Bintang

 

REVIEW

Ketika datang saya sudah malam dan aktivitas Pub nya sudah jalan dan ramai dikunjungi, langsung check in ke Receptionist. Yang cukup kecil ukuran Receptionistnya. Namun pelayanan nya bagus.

 

Kebetulan dapat di lantai 4, terdapat Lift yang memudahkan saya untuk naik ke atas. 

 

Pertama masuk penampilan nya agak spooky ya, tapi setelah di nyalain lampu lebih terang dan kesan spooky nya hilang.

 

Namun yang disayangkan adalah ketika saya langsung lompat ke kasur, waduh kaki saya langsung sakit kena kasurnya, ternyata keras sekali kasur nya, mungkin tipe keras atau semua nya begini saya tidak tahu. Namun saya sudah malas untuk minta ganti kamar, karena sudah capek dan langsung mandi.

 

Ukuran kamar mandi yang menyatu dengan toilet + wastafel cukup kecil mungkin pas untuk 2 orang, namun bagian Shower Room nya kecil sekali, agak susah bergerak. Tapi Water Heater nya menyala dengan baik

 

Beres mandi langsung coba Wifi dan ternyata koneksi jelek, walaupun sinyal full saya tidak terhubung terus dengan Wifi nya. Akhirnya saya pakai koneksi handphone saja.

 

Over all, menurut saya beberapa hal bisa di tolerir seperti Wifi jelek, ataupun Restorannya tidak jalan, namun untuk kasur yang sangat keras ini waduh bagi saya gak bisa, karena saya di hotel untuk istirahat saja, jadi perlu kasur yang nyaman. Walaupun saya tahu dengan kelas Bintang 1,5 ini. 

 

Bagi saya, tidak akan untuk coba kesini lagi deh, cukup 1 kali saja. Walaupun lokasi nya yang dekat Pattaya Beach dan harga nya relatif murah.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By min0ru
      Khaosan World Asakusa di Tokyo merupakan salah satu hostel yang saya singgahin pada perjalanan ke Jepang Maret 2017 lalu. Hanya ada sedikit review yang bisa saya tuliskan kali ini.

      Terletak sangat strategis dipusat kota Tokyo (Asakusa), disekitaran hostel ini banyak sekali mini-market, tempat makan dan pusat perbelanjaan (khusus untuk teman-teman yang suka beli oleh-oleh untuk keluarga dirumah). Dekat pula dengan stasiun metro atau pun JR.
      Berikut ini beberapa lokasi yang terdekat dari Khaosan World Asakusa Hostel ini:
      Dari segi kamar tidur (dormitory) tidak berbeda jauh secara umum. Kebersihan kamarnya sangat terjaga. Kamar mandinya pun bersih.


      Cuma sayangnya kamar dorm sebelah kita banyak orang Indonesia yang agak norak, mereka ngobrol didepan kamar dengan hebohnya padahal sudah jam 10 PM ke atas. Selain dari hal itu, semua terasa nyaman saja. Oh iya di weekend malam suka ada live music jazz kalau tidak salah, lalu dipantry mereka juga ada food & beverages vending machine yang cukup lengkap jika tengah malam lapar atau ingin minum yang hangat-hangat tidak perlu keluar dari hostel. Sempat beli Hot Chocolate dengan harga ¥100 (kalau tidak salah).
      That’s it! Hope this help buat yang lagi milih penginapan di Tokyo.
      Cheers!
      colek @deffa @twindry
    • By Dewi Calico
      THE SUMMIT HOTEL, BANDUNG.
      Yaapp finally aku merasakan sebuah hotel yang sangat nyaman tapi bukan bintang 5.
      Dan aku bisa kesini juga tanpa rencana.
      Karena ada something wrong di Hotel sebelum ini yang aku tempati.
      Setelah berpikir dimana aku akan tinggal, maka dipilih The Summit Hotel.
      Awalnya aku pasrah saja dan tidak ber ekspektasi tinggi tentang hotel ini karena takut kecewa ciieeee hahaha.
      Aku datang langsung ke hotel dan memilih kamar serta melakukan pembayaran, jadi tidak booking Online.
      Maybe terkesan sangat mahal dibanding harga Traveloka.
      I don't know, dan males mikir saja yang penting bayar dan dapat kamar.
      Aku membayar 500.000 IDR.
      Sebelum fix memesan kamar, aku meminta untuk melihat lihat kamar.
      Jadi jika aku cocok dan merasa nyaman maka aku akan say Yes stay di The Summit.
      Yap finally aku memilih salah satu kamar dengan Bed besar.
      Aku memang paling suka tidur di Bed besar sendirian karena yaa sangat membahagiakan aku haha.
      Di hotel ini nyaman banget dan aku suka.
      Bangunannya tidak seperti Hotel yang bertingkat banyak.
      Maybe hanya 2 lantai.
      Tapi fasilitas ada ruangan khusus untuk makan, meeting room, mushola..yap ada mushola yang khusus dan itu bersih banget.
      Untuk kamar yang aku pesan lumayan keren lah dengan Bed besar, TV, View menghadap taman, AC, kamar mandi lenglap ada Sabun Shampo Odol Sikat karena kadang hotel lain tidak lengkap dan yang paling penting adalah Hair dryer karena rambutku panjang jadi butuh itu setelah keramas.
      Kamar wangi banget, jangankan kamar yaa bahkan lorong menuju kamar juga wangi dan bersih.
      Untuk makanan saat breakfast, well lumayan banyak pilihannya dan aku sangat bahagia saat breakfast.
      Im so happy stay di The Summit Hotel Bandung ini.
      Lokasi strategis dekat dengan Riau Junction, Bandung Indah Plaza, dll.
      Happy Traveling,
      Salam Dewi Calico.
      IG: kimsoojin31




















    • By Ivan chen

      Sebagai orang yang ngakunya antimainstream, tentunya jalan-jalannya juga gak boleh yang biasa-biasa aja dong yaa...  ada satu tempat yang rasanya banyak orang yang belum tau karena jarang tur kesini, yaitu The Sanctuary of The Truth , wahhh langsung saya masukin ke dalam first list must visit in Pattaya. 

      So, kalo orang pergi ke Pattaya tujuannya mau main air di laut, ke pantai, naek parasailing, naek banana boat, yahhh saya sih NO!  Kita lebih pilih naek songtew aja nihh.... Dari hotel Mercure cukup berjalan kaki ke jalan raya sekitar 100 meter, lalu tinggal nyetop songtew yang lewat. Kebetulan ada songtew yang kosong tidak ada penumpang lain, lalu kita nego sama supirnya untuk antar kita ke The Sanctuary of The Truth. Ternyata murah juga...cuma 100 bath ( Rp. 40.000 ), dibandingin suruh jalan kaki.
      Jalan di depan gerbang The Sanctuary of The Truth seperti perumahan gitu....letak bangunan ini di Naklua Road, Banglamung Pattaya.
      Nahh inilah gerbang masuknya. Di sebelah kanan itu tempat penjualan tiket masuk dan ada staff marketingnya juga yang ngasih kita sekilas informasi. Tiket masuknya 500 bath ( Rp.200.000 ) per orang.
      Memang sih kita udah tau harga tiketnya sebelom kesini, jadi udah gak kaget lagi dan udah berembug bahwa anak-anak gak usah beli tiket masuk, cukup nunggu di resto yang ada di dalam. Di dalam sini ada beberapa atraksi seperti terlihat di petanya, tetapi tujuan kita cuma mau foto2 di bangunan sanctuary nya aja, makanya cuma beli tiket masuk doang.
      Karena kita kesini masih pagi, belum banyak turis yang datang, jadi staff marketingnya pun sampe nganterin kita ke tempat pengecekan tiket dan ngasih tahu ke penjaganya bahwa kita cuma beli 2 tiket dewasa, sementara anak-anak cuma mau nunggu di restorannya aja...*tips hemat. Disini ada kuda-kuda yang keliatannya terawat dan bersih...

      Kalo kambing ini gak tau deh buat apa....yah mungkin buat pemanis aja, saking luas areanya. hihiihi...( yah masa buat disate sihh?! ) Jalan masuknya gak jauh kok...kita sih milih jalan kaki aja ( walopun udah mulai panas cuacanya ). Yah tapi kalo horang kaya  males jalan, tinggal bayar aja sekitar 800 bath ( Rp.320.000 ) udah include tiket masuk plus naek kereta kuda.
      Kayak gini dehh kereta kuda kencana nya....
      Tuhh mendingan jalan kaki kann....lebih sehat..( menghibur diri...hahaha ). bisa ketemu bunga-bungaaa....
      Yahh kalo kata papan petunjuknya  mah : kagak jauh lagi kokk! Ciayoo! ( bener kan terjemahannya?)
      Wohoooo! This is it! The Sanctuary of The Truth......

      View from where we stand.....
      Funtastic 4.... in yellow and blue theme....  foto bercerita lebih banyak daripada kata-kata....
      Nahh inilah restoran yang tadi gua sebut2 di awal, namanya Naklua Kitchen... Anak-anak kita  suruh tunggu disini aja, tinggal dikasih duit biar mereka bisa jajan. hehehe. Ini viewnya oke banget yaaa ke belakang sana... Nahh ini jalan masuk ke area bangunan sanctuary.... Yuk yak yuk....tu wa ga pat, masih sepi nih,semangat nurunin tangga...
      Disini kita dikasih helm proyek untuk melindungi kepala, ini udah prosedurnya kalo mau berkeliling di bangunan yang masih dalam taraf pengerjaan disana sini.
      Di sepanjang jalan masuknya udah mulai ketemu sama patung2 dari pahatan kayu.
      Wihhh.....tampak ujung bangunan sanctuary yang tingginya sekitar 105 meter menjulang tinggi
      Di depan nya terbentang danau buatan dengan perahu-perahu yang bisa disewa untuk berkeliling
      Hmm...sepasang kekasih lg makan dikapal. Sirik banget deh gua.

       Ini tampak bangunannya.. Hold my breath....no words can describe it...
      Keseluruhan bangunan ini terdiri dari ukiran kayu yang detil dan ngejelimet.... Penuh dengan simbol2 filosofi dunia di masa lalu, budaya dan filosofi negeri timur
      Pertama kali dimulai proyek pembangunannya pada tahun 1981, dan katanya diperkirakan selesai di tahun 2025 bahkan lebih.....mungkin bisa 2050..entah lah, tidak ada yang menjamin kapan selesainya.
      Bisa dibayangkan kalo semua pengerjaan ukiran kayunya ini dipahat dengan tangan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan keseluruhan kuil.
      Di bagian depan menggambarkan bahwa wanita adalah makhluk yang diagungkan di tempat ini, yang melahirkan manusia ke bumi.
      Ditempatkan di puncak menara sebagai simbol perdamaian, orang pertama yang mengajarkan tentang moralitas kepada keturunannya.
      Wanita digambarkan sebagai laskar perkasa, pemuji, penari, penyeimbang kehidupan, sumber inspirasi dan pemberi kehidupan.
      All about the women....banggalah jadi seorang wanita. Jadi di tangga ini semuanya berderet patung-patung wanita ( gak termasuk yang di depan loh yaa..hihihi ).
      Di dalam ada salah satu ruangan yang disebut sebagai Parental Pure Love yang melambangkan moralitas dan pembentukan karakter manusia bermula dari keluarga, oleh orangtua ( ayah dan ibu ) kepada anak-anaknya.
      Dan inilah the creator dari the sanctuary ini yaitu seorang miliuner Lek Viriyahbhun yang saat ini sudah tiada dan pembangunannya sekarang ini diteruskan oleh keluarganya.
      Dan ini istri dari sang creator the sanctuary....
      Nah foto mereka tuh ada di ruangan Parental Pure Love ini....

      Wooowww.....yang ini ukirannya bener-bener detil, dari ujung atas sampe ke bawah, pegimana kagak lama yaa pembuatannya? Hanya bisa berdecak kagum.... Sebenernya ada beberapa staff disini yang menawarkan diri untuk menjadi guide buat kita berkeliling di kuil, Tapi kan...tapi kan...kita sibuk foto-foto, takut nanti gak konsen dia ngomong apa. Jadi kita tolak tawarannya itu dengan halus....dasar orangnya baik hati dan pantang menyerah, lalu dia menawarkan diri untuk fotoin kita berdua, yahhh kalo itu mah langsung okay aja lahh...hehehe....
      Kalo orang narsis dilepas disini yahh begini ini lah...sangat memaknai setiap detil sudut dari bangunan ini adalah sebagai sebuah mahakarya seni yang indah. Tsahhhh!
      The magnificence of Heaven Recreated on Earth..... Setiap sudutnya benar-benar mengandung filosofi spiritual dalam karya seni yang indah.....
      No caption needed..
      Just enjoy the wooden carve sculpture...everywhere around here    Kebayang dong gimana rasanya....ketika sesuatu yang cuma bisa kita liat di tivi, di majalah, di media sosial atau di website manapun, akhirnya hari ini bisa berdiri disini menyaksikan keindahan dari mahakarya seni itu dengan mata kepala sendiri....*speechless Secara garis besarnya, bangunan ini bukan sebuah candi atau kuil, tempat ini dibangun dengan tujuan sebagai tempat untuk menyelami dan memaknai kehidupan spiritual bahwa manusia berasal dari debu dan suatu saat akan kembali menyatu dengan alamnya.
      Berhubung kagak pake guide, jadi kita gak tau juga arti dari setiap simbol di tempat ini...
      Katanya perpaduan antara tokoh2 Hindu dan Budha gitu....
      Dan ini sepertinya yang disebut sebagai Four Face of Brahma

        Jalan masuk ke bangunan utamanya waktu itu diarahin kesini, lewatin tangga yang ada patung gajahnya
      Patung gajahnya dari dekat..... Bingung dah, mau pilih lewat kiri atau kanan.....hahaha, jadi galau. Padahal mah sama aja...
      Disini lebih jelas lagi ngeliat ukiran2 di seluruh bangunan the sanctuary....
      Ada cerita sejarahnya nih...silakan dizoom aja yaa....hahaha
      Begitu masuk kita bakal memasuki ruangan yang dibagi ke 4 bagian utama. Yang pertama ini melambangkan alam semesta yang mengandung 4 unsur utama yaitu Bumi, Air, Angin dan Api
      Disini ada patung Trimurti yang dalam kepercayaan Hindu adalah Shiva sebagai dewa bumi dan api, Wisnu sang Pemelihara sebagai dewa air dan Brahma sang Pencipta sebagai dewa langit,
      Ditengah-tengah ruangan adalah yang disebut The Center Hall....
      Tersedia bantal-bantal bulat untuk tempat berlutut disini...   Disini guide nya nawarin kita untuk memberikan bunga ke tempat persembahannya itu...dengan memberikan uang suka rela di kotak yang ada di samping.
      Nahh bunganya di taro di kotak putih itu tuh...
      Bunganya bunga anggrek , masih fresh semua...
      Ukiran di atasnya ini bagus banget....sebenernya ada artinya, tapi gua lupa nih apaa....( hadeuhh, guidenya ngomongnya kecepetan sihh....*turis koplak hahahha ).
      Maklum deh bahasa Inggris guide n kita beda2 pengertiannya, daripada salah menterjemahkan, yah lebih baik digoogling sajaaa yaaa.....ada websitenya kok...
      Pokoknya kita mah foto-foto aja dulu....masalah artinya apa, ini buat apa, tinggal pada googling aja dah yaa....

      Kalo gak salah ini lambang Brahma yang dihormati sebagai sang pencipta.
      Nahhh, di dalamnya sini juga pekerja2 pemahat patungnya bekerja terus supaya bangunan ini cepet selesai.
      Dan malahan kebanyakan pemahat kayunya adalah para pekerja wanita loh...Saat kita kesini mereka sedang beristirahat tuh diantara steger2 besi di atas sana....
      Saking detilnya, makanya pengerjaannya sangat lama...entah kapan selesainya nih...
      Mungkin satu patung aja bisa makan waktu beberapa hari....
      Dan menurut guidenya, kayunya ini asli dan tidak memerlukan finishing, jadi dibiarkan apa adanya, tidak dilapis cat ataupun furnish...
      Makanya warna kayunya pun bergradasi bermacam2 warna sesuai jenis kayunya...
      Kena efek cahaya lampu jadi bagus banget yaa...
      Nahhh, ini dia yang paling cetarrr : Ratu Sirikit KW 10....wkwkwkwk! Mau foto dengan kostum kayak gini bayar 100 bath.
      Hadeuhh, cape juga loh berkeliling disini. Duduk ngaso dulu ahh... Tips : kalo mau kesini lebih baik pagi2 atau sore hari sekalian, karena hawanya panas banget. Boleh aja duduk ngadem-ngadem disini, nunggu pangeran berkuda putih lewat.
       Tampak proses pengerjaan bagian luar dengan besi-besi steger disana sini....
      Gua suka banget sama patung-patung di setiap ujung atap bangunannya...
      Bener-bener bangunan dengan mahakarya seni yang luar biasa ....only in Pattaya...only one in the world...
      Oh iya, bangunan ini berdiri di tepi pantai loh....
      View dari pantai ke arah the sanctuary...so bisa kebayang kalo pas sunset pastinya lebih keren lagi
      Bangunan ini belum selesai aja udah ngabisin waktu kita hampir 2 jam disini. Apalagi kalo udah kelar yaa? Mau habisin waktu buat foto2nya berapa lama lagi? hahaha....

      Hmmm...masih harus nunggu sampe tahun 2050? Kita udah bawa tongkat dong kalo balik kesini...Wewww...Makanya harus foto yang banyak dimanapun dan kapan pun! Kita gak akan pernah tau apakah bisa balik lagi atau kagak...*tiba-tiba jadi melow.
      Ehh pas jalan mau pulang, tiba-tiba lihat si gajah lewat....Dari kemaren kan gua belom kesampean mau naek gajah. Katanya ke Thailand tuh belom sah kalo belom naek gajah...( ini mah kata kita lohh yaa....hahaha ). Kalo gak salah tiket masuk plus keliling naek gajah gitu sekitar 1000 bath deh...   Kita mah ambil yang paket hemat ajaa, naek gajah cuma buat foto disini doang bayar 250 bath ( Rp.100.000 ) plus dapet foto langsung jadi. Lumayan lahh buat kenang-kenangan.
      Hohoho, kesampean juga naek gajah....ahhh, tapi ada "pihak ketiga" nya nih...kurang asikk!..hahahha . itu si bapak nya meuni sadar kamera pisan euy! Bagaimana kalo dia turun dulu, trus gua foto berdua aja sama si istri, kan baru bagus yaa fotonya. Menurut ngana?

      Kau temanku, kau doakan aku, punya otak cerdas, aku harus sanggup. Bila jatuh, gajah lain membantu, menghadapi situasi rela jadi tamengku. Jangan panggil aku : gajahhhh! ( Tulus mode on ).....Yahh memang kamu gajah kok, masa dipanggil kodok! 
      Ini kios untuk tebus foto2 yang diambil sama fotografer keliling, jadi ada beberapa foto kita ( dicetak dan dikasih pigura gitu ) karena tadi dia ngikutin kita selama di dalam bangunan sanctuary. Kalo mau nebus harganya 200 bath ( Rp. 80.000 ). Yah buat kenang2an kita beli aja deh...kasian juga. 
       So, semoga info foto-foto segambreng ini bermanfaat buat kalian yang mau kesini, Explore your destination world and be apart of the Amazing Thai's recreation treasure constructing. The only one life on Earth! 
    • By Dewi Calico
      RIVER STONE COTTAGE & HOTEL.
      안녕하세요,
      Hai hai traveler Cute mau berbagi cerita tentang sebuah Cottage & Hotel di Kota Batu - Jawa Timur.
      Ah Finally setelah lebaran berakhir bisa jalan-jalan keren lagi hahaha.
      Tujuan saya kali ini adalah Kota Batu & Kota Malang.
      2 Kota ini sangat keren karena banyak tourism place.
      Tapi sayangnya akses dari Kabupaten Ngawi cukup sulit untuk memakai kendaraan umum.
      Well ada Bus atau pun mobil travel tapi jika dibandingkan dengan ke Yogya, jauh lebih mudah ke Yogya.
      Tujuan pertama saya adalah kota Batu.
      Berangkat dari Ngawi jam 12 siang dengan menggunakan mobil, sampai di kota Batu sekitar jam 6.30pm.
      Lelah & stress karena perjalanan yang sangat lama hampir 7jam, normal nya 4-5jam.
      Saya langsung menuju Riverstone Cottage & Hotel.
      Disini ada 2 pilihan,
      Bisa memilih Hotel atau Cottage.
      Hotel kamarnya berjajar dalam 1 gedung.
      Dan sangat banyak kamarnya.
      Sementara cottages lebih semacam suasana rumah yang sangat nyaman dan asri dengan hiasan bunga bunga.
      Dan mobil bisa di parkir di samping cottage yang ditempati.
      Tampak dari luar seperti rumah di perumahan hahaha karena kecil kecil.
      Ada teras, di teras tersebut ada meja dan kursi untuk bersantai.
      Di dalamnya sama seperti hotel isinya.
      Bed, TV, kamar mandi shower, AC.
      Suasana cukup tenang dan nyaman karena posisi cottage tidak langsung berhadapan dengan jalan raya.
      Untuk makanan,
      Saya sempat pesan menu makan malam.
      Saya memesan Sup Jagung seharga 15.000 Rupiah.
      Untuk breakfast menu,
      Ada banyak pilihan makanan.
      Bubur Ayam, Nasi Goreng, Nasi Putih, Ayam, Perkedel, Tumis Brokoli, Roti, Jus, Buah, Kopi, Teh, dll.
      Saya hanya makan Tumis Brokoli, Perkedel, Buah, Jus Jeruk, Teh hangat.
      Tempat ini cocok untuk yang ingin menginap dengan suasana asri dan serasa di rumah.
      Rate sekitar 500 K...
      Riverstone Hotel & Cottage 
      Jl. K. H. Agus Salim 97 Batu (0341) - 524 414 
      Happy Traveling,
      Salam Dewi calico
       











    • By Luxia
      Sudah lama pingin share pengalaman menginap di Hotel Kapok, Beijing, baru kali ini kesampaian. hehehe... 
      KAPOK... kalau di-Bahasa Indonesia-kan artinya Jera... seperti komen Deffa, "moga2 betah yach menginap disana, semoga tidak sesuai sama namanya, bikin kapok".
      Tapi kalo menurut aku KAPOK yang dimaksud di sini, bukan itu. Tadinya aku juga bingung koq milih nama jelek amat ya... Pas sudah sampai disana baru ngeh... Kapok yg dimaksud disini adalah Kapuk, kalo didaerah asalku (Sumatera) artinya kapas yang sifatnya lebih padat dan biasanya digunakan untuk mengisi kasur dan bantal, biasanya orang-orang tua senang menggunakannya karena lebih padat, jadi untuk tidur lebih nyaman katanya.
      Hotel Kapok (木棉花酒店 = mu mianhua jiudian) artinya hotel kapuk yang mungkin lebih ingin menggambarkan hotel yang nyaman untuk tidur. Aku mencoba hotel ini pada Maret 2016 yang lalu bersama keluarga. Bisa ketemu hotel ini idenya dapat dari forum jalan2.com ini juga, dari postingan @baihaki1985 (thank you ya). Penasaran dengan lokasi dan namanya, akhirnya dibooking deh. 

      *Sumber : Google
      Bentuk bangunannya kalau siang hari tidak ada yang spesial, malah terkesan sedikit unik ke arah aneh. Bangunan yang serba kaca ini terlindungi oleh rangka-rangka besi yang kokoh. Mungkin untuk antisipasi jika terjadi huru-hara... Letaknya di pinggir jalan persis berderetan dengan pintu masuknya "Forbidden City", cukup dengan berjalan kaki 5 menit saja, dari hotel juga sudah kelihatan gerbangnya. 10 menit jalan kaki ke East Tiananmen Subway dan gerbang Tiananmen Square, 15 menit jalan kaki ke National Centre for the Performing Arts (NCPA). Dekat dengan "wangfujing street" yang merupakan banyak menjual oleh-oleh seperti souvenir, makanan, snacks khas Beijing. Kalau dari Bandara "Beijing Capital International " bisa charter taksi. Waktu kami kesana karena bawa orang tua dan kursi roda, jadi pesan taksinya yang seukuran Innova jadi kena biayanya RMB 280.
       

      *Sumber : Google
      Kami waktu itu booking "Fashion Room" (tipe kamar standard di hotel Kapok ini), yang menarik dari hotel ini bukan hanya lokasinya ternyata, tapi juga pelayanannya... Ketika kami tiba di hotel ini jam tangan baru menunjukkan waktu 09.30 waktu setempat, yang tentunya, sesuai dengan peraturan dari kebanyakan hotel dimanapun seharusnya kami tidak bisa check-in, waktu check-in adalah pukul 2 siang, kecuali hotel dalam keadaan sepi pengunjung, mungkin bisa request "early check-in". Pada waktu itu hotel Kapok sedang ramai pengunjung karena ternyata tidak hanya tamu dari Asia saja peminatnya tetapi juga beberapa tamu dari manca negara juga menginap di Hotel Kapok ini. Rupanya termasuk salah satu hotel yang cukup favorit di area Wangfujing. Front Desk hotel ini ramah dan baik sekali, saya lupa namanya siapa, beliau menjelaskan bahwa hotel dalam keadaan penuh dan kami datangnya kepagian, sehingga kamar untuk kami belum tersedia, tetapi ada 1 kamar yang baru check-out, apakah kami bersedia menunggu 20-25 menit karena kamar tersebut baru saja dikembalikan oleh tamu dan belum selesai dibersihkan. Kamar tersebut tipenya lebih tinggi, jadi kita diberikan Free Upgrade, yang akan diberikan kepada kami sebagai gantinya mengingat memang kami sudah me-request early check-in jauh-jauh hari sebelumnya. Kami pun setuju untuk menunggu, kami dipersilahkan untuk menunggu disebuah ruang kecil yang cukup manis designnya (tapi gak semanis gula lah ya). Sembari menunggu kami disuguhi air hangat karena memang udara di luar hotel sangat dingin (+/- 5 derajat celcius) dan berangin.

      *Sumber : Google
      Setelah menunggu kurang lebih 35 menit di ruang tunggu kami pun di antar langsung oleh front desk tersebut ke kamar. Setibanya di kamar, Ternyata yang disebut upgrade itu hanya akal-akalannya front desk saja yah... tetap kami dapat nya kamar yang kami pesan yaitu "Fashion Room". Tapi so far, kamarnya bagus, bersih, nyaman, terus hotelnya juga tidak berisik. desainnya juga cukup unik dan menarik. Sesuai dengan namanya, kamar ini di-design sedemikian rupa sehingga terkesan modern. Tipe-tipe kamarnya memang tidak biasa, mereka menciptakan nama-nama yang cukup menarik untuk tipe kamar seperti "Fashion Room", "Courtyard Room", "Fashion Suite Room" dan "Kapok Suite Room". Yang lebih menarik lagi kamar mandinya terdiri dari kaca-kaca bening dan transparant yang hanya bisa ditutupi dengan tirai kain saja tanpa ada kunci dipintu kacanya. 

      Kebetulan kamar kami ini letaknya pas di tengah gedung, dekat dengan lift tamu dan void bangunan yang juga dibatasi dengan kaca bening transparan sehingga kita bisa melihat aktifitas yang ada di garden lantai Lobby hotel. 

      Dari koridor kamar kita bisa say hello dengan tetangga sebelah kanan dan bawah kamar karena penyekatnya terdiri dari kaca-kaca bening dan transparan. Tetapi bisa juga kalau kita tidak mau keliatan oleh tetangga kamar, kita tutupi dengan tirai yang telah disediakan.

      Untuk fasilitas kamar, ada mini bar yang tentunya tidak gratis ya selain teh, kopi, gula & creamer yang standard. kulkas, tivi, perlengkapan mandi, dll. Ada 2 jenis sandal yang tersedia di dalam kamar, yaitu 2 pasang di kamar mandi (terbuat dari anyaman bambu ringan tetapi jangan dibawa pulang ya karena mesti bayar), 2 pasang di kamar tidur (gratis).

      Kali ini kami tidak mengambil paket kamar + breakfast karena memang ingin mencoba sarapan di sekitar hotel yang menurut referensi yang dibaca banyak sekali yg menjual makanan baik snack-snack maupun resto-resto. Jadi aku tidak bisa review rasa makanan di hotel ini ya. Yang pasti jangan khawatir, disamping hotel, sekitar 4-5 ruko dari hotel sudah ada minimarket yang buka 24 jam yang tidak hanya menyediakan barang2 dan makanan biasanya tetapi juga ada bakpao, yogurt, dll, dan harganya pun tidak mahal. Standard Seven-Eleven lah ya.
      Berikut tampilan "Fashion Room" hotel Kapok di Beijing ini.

      *Koridor dalam Kamar 

      *Bisa mengintip ke koridor kamar sebelah dan bawah dari dalam kamar
                                              

      Semoga bermanfaat...!!
    • By Luxia
      Kalau kita sebut "Hotel" pasti semua orang sudah tahu definisinya pasti "Tempat Menginap". Tapi kalau disebut "Kekinian", pasti imaginasinya tentang fashion, lifestyle, restoran dan semacamnya. Sebut lagi "Hotel yang Kekinian"... seperti apa ya Hotel yang kekinian itu ? Di wilayah Jawa Tengah pula. Biasanya image hotelnya Javanese banget. Julukan Kekinian untuk hotel rasanya jarang ketemu ya. Tapi untuk Hotel yang satu ini menurut aku cukup cocok sebagai suatu tempat menginap yang kekinian. Dari segi apanya sih? yuk, kita simak review berikut ini.

      *Sumber: Google

      *Sumber: Google
      Tentrem Hotel. Berlokasi di Jalan AM. Sangaji No. 72A, DI Yogyakarta. Sekitar 4 km dari Bandara Internasional Adisucipto, 3 km dari Stasiun Tugu, Alun-alun dan Maliboro, dekat dengan tempat kuliner terkenal seperti Jejamuran, Gudeg Yu Jum dan Restoran Raminten. Tentrem, berasal dari kata "Tentram" yang artinya kedamaian dan ketenangan. Nah konsep daripada hotel ini adalah memberikan ketentraman dan kenyamanan setiap customernya dengan menciptakan suasana Jawa Modern dengan aroma relaksasi sejak awal kita memasuki area Lobby hotel ditambah dengan security check layaknya di Bandara Internasional yang dampaknya memberikan rasa aman bagi seluruh penghuni didalamnya tidak terkecuali staff dan pelanggannya baik yang menginap atau bagi tamu-tamu yang hanya berniat mengunjungi salah satu pelanggan yang menginap didalamnya.

      *Sumber: Google
      Area Lobby (Ground Floor) di design sedemikian rupa sehingga memang dikhususkan untuk pertemuan para tamu, proses check in/out, ruang tunggu dan bersantai saja, sedangkan untuk segala fasilitasnya seperti kolam renang, fitness center, sauna, restaurant, arena bermain anak-anak, dll semua difokuskan di lantai LG (Lower Ground). 

      *Sumber: Google
      Menariknya hotel ini bukanlah dari bentuk kamar yang megah dan mewah tetapi lebih kepada fasilitas yang tersedia. Segala kebutuhan dan perlengkapan mandi di kamar tidur lengkap dan di ploting secara terpisah dan profesional.

      Karena Hotel ini adalah milik Group daripada Sido Muncul maka memang tidak salah lagi, minuman sehat seperti black tea, kunyit asem, tolak angin (cair dan permen), gula dan creamer juga sudah tersedia lengkap di kamar. Dan entah apa aku yang memang gaptech ataukah memang special.. Di Tentrem Hotel ini specialnya adalah amat sangat mengerti kebutuhan traveler baik pelaku bisnis ataupun traveler on vacation... Semua Mini Bar yang tersedia didalam kamar adalah Free Of Charge dan akan di isi kembali keesokan harinya apabila memang menginap lebih dari 1 malam. 

      Proses Check In dan Check Out mudah dan cepat, tidak berbelit-belit. Dikatakan kekinian, selain dari bentuk design bangunan, fasilitas yang mengerti kebutuhan pelanggan akan kenyamanan menginap juga karena memang hotel ini sedang booming dan menjadi penginapan super favorit khususnya dikalangan expatriat dari berbagai mancanegara (pas saya menginap sih kebanyakan Western, Singaporean, Japanese dan Korean).
      Tahu dari mana hotel ini booming? Saking penasaran dengan julukan kekinian, aku tiap hari memantau penjualannya di beberapa website penjualan hotel yang cukup ternama dan terkenal di kalangan traveler yaitu Agoda dan Traveloka selama hampir 2 bulan lebih. dari mulai yang harga kamar Deluxe (kamar paling standard di Tentrem Hotel) Rp 1.000.000 ++/Night/B'Fast s/d Rp 5.800.000,-/Night/B'Fast pun laku keras dan fully booked, khususnya weekend. Latest Check Out hanya bisa s/d pukul 13.00 WIB saja karena tamu yang menunggu giliran masuk ke kamar sudah banyak. Benar-benar luar biasa nih Hotel..
      Breakfastnya saja beraneka ragam dan rasanya juga enak, dari mulai Gudeg, Soto-soto (Javanese Food), bubur, Noodles (Asian Taste), Salad (Tentrem Dressing is the best), Grilled Chicken, Sosis, Omelet, Prasmanan yang berupa Nasi putih, Nasi goreng jawa, Mi goreng, Nasi merah, Ikan goreng fillet with mayonnaise, Sushi, Roti, Croissant, Kue-kue jajanan pasar, Buah-Buahan, Juice 3 macam, Susu cokelat + putih dengan pelengkapnya, Jamu kencur, kunyit asam, Aneka Yogurt dan yang paling saya sukai adalah Es Krim dengan 4 pilihan rasa beserta 6-8 jenis topingnya... Mantap kan, Lengkap deh pokoknya. Bagi yang bawa tamu dan hendak di traktir makan pagi, tinggal bayar saja sebesar Rp 167.000,-/orang. "Eat Till You Drop"!! Duduk 2 jam saja tidak cukup untuk mencicipi semua jenis makanan yang tersedia.

      *Sumber: Google
      Yang pasti bagi temen-temen yang ingin menginap ditempat yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap dan kekinian, jangan lewatkan hotel ini. Pantengin aja promonya selalu ya... Aku kalau sempat ke Yogyakarta lagi pastinya akan mampir menginap di Hotel ini lagi... Yuk ah.. Dicobain!!

      *Pool View
      Semoga Bermanfaat!! 
      NB : Maaf untuk foto selain kamar saya ambil dari Google karena saya hanya punya foto2 dlm kamar saja.
    • By Vara Deliasani
      Pada saat akan berlibur ke Eropa salah satu kekhawatiran bagi sebagian besar orang adalah masalah budget, terutama hotel. Banyak yang khawatir bahwa hotel yang nyaman dan full private di Eropa akan memakan biaya yang cukup besar. Ini juga yang menjadi concern gw pada saat berlibur ke beberapa negara di Eropa beberapa bulan lalu. Maklumlah gw salah satu traveller "manja" yang males jalan jauh dari hotel ke stasiun atau halte, males kalau harus butuh waktu lama ke tempat wisata, ga bisa sharing kamar mandi dan kamar dengan orang yang ga dikenal, dan berbagai kemanjaan lainnya  (Yaaah gw emang traveller rempong)
      Beruntunglah gw pada saat brwosing menemukan hotel yang sesuai dengan keinginan gw tapi dengan harga murah. Kamar dan kamar mandi privat, lokasi persis di depan stasiun kereta, deket kemana-mana, yang penting HARGANYA MURAH!!!!
      Nama hotelnya MEININGER, logonya gampang banget dikenalin.. Huruf M dengan warna merah dan putih.
       
       
      Usut punya usut ternyata Meininger ini ada di 10 kota di Eropa, antara lain Amsterdam, Berlin, Vienna, Brussels, Frankfurt, London, Munich, Salzburg, Munich dan London. Gw sendiri baru mencoba hotel di 2 kota, yaitu Berlin dan Vienna.
      Di berlin terdapat 4 cabang Meininger, sedangkan di Vienna terdapat 3 cabang. Untuk di berlin gw memilih menginap di Meininger Alexanderplatz, untuk di Vienna di Meininger Hbf (Central Station). Pemilihan cabang gw sesuaikan dengan itinerary yang telah disusun sebelumnya.
       
      1. Meininger Alexanderplatz (Berlin)

      niatnya mau foto tampak depan hotel tapi ternyata banyak model dadakan. hahaa
       
      Meininger Alexanderplatz lokasinya persis di depan U Senefelderplatz (U-Bahn Station). begitu keluar ngeliat ke kanan langsung keliatan hotelnya.. cukup nyeberang 10 langkah udah sampai di lobbi hotel.

      Gw ga sempet foto lobbi hotelnya jadi gw ambil fotonya dari website Meininger. Fotonya emang dari tahun 2008 tapi kondisinya masih persis sama dengan kondisi pada Maret 2016 kemarin. Jadi hotelnya benar-benar terjaga kebersihan dan perawatannya.
      Karena gw jalan ber 4, akhirnya diputuskan untuk ambil Quadruple Room dengan Private Bathroom. Didalam kamar terdapat 2 tempat tidur tingkat, 1 buah meja dan 2 buah kursi, 1 lemari dan kamar mandi yang cukup luas. Peralatan mandi dan hair dryer juga disediakan. (tapi ga tersedia sikat gigi dan odol yaaa)
          



       
      Gw booking sekitar 2 bulan sebelum berangkat. Kebetulan dapat harga yang cukup bersahabat, 60 Euro permalam buat ber 4. atau sekitar Rp 870.000 untuk kamar ber 4. Sehingga kita hanya membayar 218.000/orang. Lumayan bangeeeeeetttt kaaannn!!!!!!

      Harga tersebut di atas belum termasuk sarapan. Kalau mau sarapan di Hotel bisa tapi dikenakan biaya 6.9 Euro/Orang. Pilihan menu sarapan lumayan lengkap dan enak. kita sampe ngebekal buat di jalan. hahaha.
      Butuh ngebekal buat lunch juga bisa... tinggal pesen di hotel seharga $,5 Euro/bungkus. Lumayanlah buat makan siang kalo harus nyambung jalan jauh.

       
      2. Meininger Hbf (Vienna)

      Sama seperti di Berlin, untuk di Vienna gw booking Meininger juga. Kali ini memilih yang deket stasiun utama karena kita sampai di Vienna pagi banget dan langsung pengen menjelajah kota, mengingat besok paginya harus terbang ke Italy.
      Sama seperti di Berlin, Meininger Hbf ini cuma selemparan dari stasiun kereta. Begitu keluar stasiun jalan sekitar 20 langkah udah sampai deh di hotel.


      Gw booking Quadruple Room (karena kita ber4) dengan private bathroom. Bedanya kali ini tempat tidur terdiri dari 4 tempat tidur single (bukan bunk bed).
      Peralatan mandi dan hair dryer juga disediakan. (ga tersedia sikat gigi dan odol yaaa)


      Harga juga sama dengan di Berlin, yaitu 60 Euro semalam untuk ber 4. Sehingga kita hanya membayar 218.000/orang. 
       

      Harga segitu itu dapat private room di lokasi yang strategis banget. Cuma ga termasuk breakfast yaaa.. Kalau mau sarapan di Hotel bisa tapi dikenakan biaya 6.9 Euro/Orang. Ngebekal lunch? Bisa.. pesen di hotel seharga 4.5 Euro/bungkus.
      Gw sih ngerasa puas banget selama nginep di Meininger ini.. dan pastinya kalo ke Eropa lagi bakalan booking di hotel yang sama. Harganya terjangkau tapi fasilitas nyaman dan lokasi strategis.
      Buat yang mau jalan ke Eropa semoga review kali ini bisa membantu memberikan alternatif hotel selama disana.