deffa

Review Baan Paradise Hotel Phuket

7 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

 

Kali ini saya mau review hotel yang saya pakai 2 kali ke Phuket, namanya Baan Paradise Hotel

Jika sudah di gunakan sampai 2 kali berarti hotel ini recommended banget dari saya loh. 

Untuk yang kedua kali nya saya menginap 3 malam.

 

Kenapa recommended ? Karena selain harga nya yang murah dan juga lokasi nya yang strategis di Patong

dekat dengan Bangla Road dan juga Patong Beach, center of nightlife attraction di Phuket, kan seru 

 

Oh iya Baan artinya Rumah kalau bahasa Thailand nya

Karena tidak banyak poto nya jadi sebagian saya ambil dari google dan agoda ya

 

LOKASI

Dari Agoda alamat hotel ini di 141/18-21 Rat U-Thit Road, Patong, Phuket, Thailand 83150 

 

Google Maps aja gampang search Baan Paradise Hotel

post-6-0-70723300-1432792416_thumb.jpg

post-6-0-24969200-1432792517_thumb.jpgpost-6-0-48643400-1432792515_thumb.jpg

Credit : Agoda

 

Lokasi ini berada di suatu gang yang merupakan jalan masuk ke hotel yang pernah saya tempatin juga tahun 2011 lalu, yaitu 

The Royal Paradise Hotel jadi kalau kalian naik Taksi patokannya hotel itu aja.

 

Oh iya di sini area Gay Bar jadi ya jika malam akan ramai di Bar-Bar sekitar sini.

 

FASILITAS

Fasilitas yang saya dapatkan dari booking di Agoda untuk kamar Standard

  • AC
  • Non Smoking Room
  • Mini Bar
  • TV Satelit
  • Safe Deposit Box
  • Lemari Es
  • Wifi
  • Shower Room with Water Heater
  • Queen Bed
  • Toilet Duduk
  • Complimentary Bottled Water
  • Lift

post-6-0-39686800-1432792992_thumb.jpgpost-6-0-93318700-1432792994_thumb.jpgpost-6-0-19419200-1432792999_thumb.jpg

 

Dari Agoda Hotel ini di beri Rating Bintang 2

 

Oh iya dia punya Mini Bar & Restaurant gitu di bagian depan nya,

mostly menu nya Western untuk Breakfast range nya dari 90 - 150 baht

post-6-0-00660200-1432793325_thumb.jpgpost-6-0-21246100-1432793322_thumb.jpg

Credit : Agoda

 

 

HARGA

Harga yang saya dapatkan dari Agoda untuk 3 malam sekitar 1400 bath

Jadi permalam nya 466 bath atau sekitar Rp. 182.000 sudah termasuk charge Agoda

Cukup relatif murah untuk hotel bintang 2 :D

 

REVIEW

Ketika check in dan receptionist mengecek passport saya dia langsung ingat jika saya pernah kesini beberapa waktu lalu hahah

jadi sangat memudahkan proses check in. Oh iya seperti biasa harus deposit uang 500 baht

 

Kali ini saya di tempatkan di lantai 2, pertama kali kesini di lantai 3. Untuk kali ini tidak tahu kenapa Lift nya tidak jalan, katanya sedang di servis, tapi tidak apa seh karena saya di lantai 2 jadi dekat naik tangga.

 

Kamar nya tidak berubah dari pertama kali datang LUAS dan juga kamar mandi nya LUAS, cukup bersih juga kamar nya.

 

WIFI pun kencang dari pertama kesini, oh iya siapa tahu kalau kalian lewat ke sini password wifi nya 1234567890 (serius)  :P

Bahkan iphone saya langsung otomatis connect karena masih tersave hahah

 

Pelayanan receptionist pun baik, ketika saya mau city tour di hari pertama mereka menawarkan sewa motor di hotel ini dengan harga sama 200 baht dan tidak perlu jaminan apapun, jadi lebih aman kan

 

Untuk Restaurant nya menu Western, tapi lebih ke Breakfast seh, tapi saya dari pertama datang belum pernah cobain makan disini, pernah juga minta air panas untuk Cup Noodles dan mereka dengan senang hati melayani dan sempat menanyakan apakah saya mau di tambahkan ekstra telur omelet karena baru bikin, saya pilih tidak terima kasih saja :)

 

Oh iya lokasi nya yang dekat Bangla Road kalian tinggal gelinding 3 kali sampai, dan juga di area sebelum ke Bangla Road kalian akan menemukan Restauran Seafood recommended namanya No. 6 baca di

 

Karena area ini adalah area Hiburan dimana banyak nya Bar yang lebih di dominasi Gay Bar, jika kalian tidak woles akan hal itu, ya tidak di sarankan disini. Pasti ada kan yang tidak woles akan suasana ini. Tapi bagi saya seh woles aja toh mereka gak ganggu kita dan juga pemandangan di luar Bar nya biasa saja minum, ngobrol saja, gak tahu di dalam ya hhehehe

 

OVERALL saya puas disini selain harga yang relatif murah, juga lokasi nya yang pas dan pelayanan yang bagus. Dan juga tidak lupa kamar yang saya rasa bagus untuk ukutan Bintang 2 loh

 

Silahkan ke Phuket di coba meningap di sini :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa wah murah banget 200 rebu untuk lokasi bagus gitu mah

 

aktif keliatannya daerah sana, thailand asik sih , budget friendly dimana2 hehee

 

kemaren itu saya di phuket makan juga termasuk murah hehhe.. jakarta malah lebih mahal 

Share this post


Link to post
Share on other sites
31 minutes ago, Anggitalip said:

@deffa btw barusan ngecek di agoda emg terjangkau ya price nya...sepertinya mau nginep di baan juga deh nanti...btw waktu itu include breakfast gak??apa better room only trus breakfastnya nyari diluar? 

room only tapi ada yang pake breakfast seh

cuma karena kebanyakan menu nya Non-Halal jadi saya ambil yang Room Only

Breakfast tinggal beli ke depan aja banyak :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By min0ru
      Khaosan World Asakusa di Tokyo merupakan salah satu hostel yang saya singgahin pada perjalanan ke Jepang Maret 2017 lalu. Hanya ada sedikit review yang bisa saya tuliskan kali ini.

      Terletak sangat strategis dipusat kota Tokyo (Asakusa), disekitaran hostel ini banyak sekali mini-market, tempat makan dan pusat perbelanjaan (khusus untuk teman-teman yang suka beli oleh-oleh untuk keluarga dirumah). Dekat pula dengan stasiun metro atau pun JR.
      Berikut ini beberapa lokasi yang terdekat dari Khaosan World Asakusa Hostel ini:
      Dari segi kamar tidur (dormitory) tidak berbeda jauh secara umum. Kebersihan kamarnya sangat terjaga. Kamar mandinya pun bersih.


      Cuma sayangnya kamar dorm sebelah kita banyak orang Indonesia yang agak norak, mereka ngobrol didepan kamar dengan hebohnya padahal sudah jam 10 PM ke atas. Selain dari hal itu, semua terasa nyaman saja. Oh iya di weekend malam suka ada live music jazz kalau tidak salah, lalu dipantry mereka juga ada food & beverages vending machine yang cukup lengkap jika tengah malam lapar atau ingin minum yang hangat-hangat tidak perlu keluar dari hostel. Sempat beli Hot Chocolate dengan harga ¥100 (kalau tidak salah).
      That’s it! Hope this help buat yang lagi milih penginapan di Tokyo.
      Cheers!
      colek @deffa @twindry
    • By silvia_win
      Day 1 Jakarta-Kuala Lumpur-Phuket
      Sampai di Phuket sudah malam, naik mini van airport ke Patong @Thb 180 di antar langsung ke hotel masing2.
      Nginap di Hotel House of Wing Chun Patong (2 malam = Rp 585.000). Karena tiba di hotel sudah malam, beli makan malam di 7-11 dekat hotel, nasi berserta lauk yg dihangatkan di oven.
       
      Day 2 Phuket city tour.
      Bangun agak siang, berhubung hotel tidak menyediakan sarapan, ke 7-11 lagi cari sarapan, sekalian tanya info ke hotel tentang tour, saya di kasih brosur suruh lihat dan pilih, kalau sudah pilih nanti mereka akan telepon tanya ke tour, lihat brosurnya saya rada bingung, ya sudahlah tanya petunjuk jalan ke pantai patong.
      Setelah sarapan, kami bermaksud jalan ke pantai. Dari hotel menuju pantai banyak kios yang menawarkan paket tour, tanya2 info pas ada yang sesuai selera yakni phuket town city tour Thb 2000 untuk ber3, berangkat jam 1 siang. Kami pun booking tour dan makan siang dulu, lalu dijemput travel dengan mobil van yang pesertanya belasan orang.
      Stop 1 : mobil travel membawa kami melalui pantai patong, karon, kata sampai di suatu view poin untuk melihat pemandangan pantai.
      Stop 2 : Big Buddha temple, lokasi dari vihara ini terletak di atas bukit, dari sini pemandangan pantai phuket terlihat sangat indah.
      Stop 3 : Wat Chalong temple yang merupakan vihara terbesar di phuket, di halaman vihara banyak penjual makanan.
      Stop 4 : Toko souvenir (cashew nut, madu, gem galeri), walau saya tidak suka belanja di toko souvenir yang diatur oleh tour, tapi stop over di toko souvenir di phuket tour ini cukup menyenangkan, waktu singgahnya tidak lama dan semua makanan boleh dicicip walau tidak beli, juga di gem galeri ada mini museum yg indah.
      Stop 5 : Phuket old town adalah daerah kota tua phuket dengan bangunan model sino portugis.
      Pulangnya kami minta didrop di JungCeylon mall di dekat hotel, makan KFC di sini, lalu jalan2 dan melihat ke supermarket di dalam mall.
       
       


       
      Day 3 Hari ini jalan kaki ke pantai patong menikmati pemandangan pantai, lalu check out hotel mau pindah ke phuket city. (soalnya kami mau extend hotelnya bilang full book dan lihat hotel kiri kanan harganya mahal)
      Minta hotel booking taxi ke CA residence di phuket city (Rp 345 ribu/malam).
      Setelah check in hotel, kami ke terminal bus 2 yang letaknya tidak terlalu jauh dari hotel untuk beli tiket bus ke Krabi. Kami beli tiket untuk besok (@ thb 140), lalu kami mampir ke super cheap market (seperti makro) di dekat terminal untuk melihat2.  Lalu kembali ke hotel, makan malam cari di 7-11 dekat hotel.
      Kamar hotel ini cukup luas dan nyaman, di hotel ada swimming pool dan gym, cuma lokasi hotel yg agak jauh dari keramaian, jadi kami istirahat di hotel saja.
       


      Day 4 Phuket – Krabi
      Setelah check out hotel, kami minta tolong call taxi ke terminal bus 2, tapi kata orang hotel mahal soalnya taxinya datang dari luar, kami disarankan jalan kaki saja. Ya sudahlah tadinya malas soalnya mesti bawa koper. Begitu keluar dari hotel banyak mobil van yang mangkal di luar, kami ditawarin naik mobil, kami bilang cuma mau ke terminal bus2, akhirnya setelah nego harga Thb 150 kami naik mobil van belasan seat ke terminal.
      Perjalanan Krabi ke Phuket sekitar 3 jam, sepanjang jalan bus berhenti di beberapa tempat untuk mengambil paket dan penumpang.
      Dari terminal kami naik minivan (tuk tuk) minta di antar ke hotel @Thb 50, ini adalah transport umum berhubung tidak ada taxi, petugas terminal yang membantu kami meminta supir mengantar kami ke city hotel.
      Setelah check in City hotel (Rp 875.000/2malam) kami pun berjalan di sekitar hotel, kami ke patung kepiting yang tidak jauh dari hotel dan merupakan land mark kota krabi. Kami bersantai di sini cukup lama, di sini kami ditawari naik perahu berkeliling sungai (mangrove boat trip) ber3 thb 400 untuk perjalanan pp selama lebih kurang 1 jam, setelah dipertimbangkan bolehlah, soalnya kali ini lagi tidak berminat wisata ke pulau2 sekitar phuket dan krabi, naik perahu mengitar sungai juga lumayan deh bisa merasakan naik long tail boatnya. Kami naik ke daratan seberang yang berpasir dan ada goa serta monyet2, setelah berkeliling sebentar, perahu mengantar kami ke sebuah rumah/resto apung untuk melihat ikan, setelah itu kami kembali ke lokasi patung kepiting.
      Malam hari kami ke Vogue mall di dekat hotel juga ke pasar buah di seberang hotel, di krabi banyak resto halal karena banyak muslim di kota ini.
       

       
       

      Day 5 Ao Nang beach
      Naik mini van ke Ao Nang @thb 50 (sebelum sampai di pantai Ao Nang ada sebuah pantai yang bagus juga tapi kami tidak singgah hanya melihat dari mobil).
      Di pantai banyak long tail boat ke pulau2 sekitarnya, ada loket jual tiket dengan beberapa tujuan dan jadwal.
      Kami makan di resto di tepi pantai menikmati pemandangan pantai, lalu berjalan sepanjang pantai (air laut di pantai patong dan ao nang sedikit beda dengan di Indo, karena pasir pantai tidak lengket di kaki, mungkin kadar garamnya tidak tinggi)
      Di seberang pantai banyak toko2 yang menjual souvenir.
      Lalu naik angkot mini van kembali ke hotel, turun di wat kaeo korawaram dekat hotel
      Malamnya ngitar di sekitar hotel untuk shopping dan cari makanan thai.
       

         
      Day 6 Krabi-Kuala Lumpur
      Pesan airport transfer (thb 350) dari hotel, pagi2 ke bandara, di jalanan masih sepi, ada beberapa bhiksu yang pindata, kata supirnya setiap hari ada.
      Sampai di Klia 2, beli tiket bus ke melaka, tadinya ingin singgah beberapa jam sebelum ke singapura. Tapi sampai terminal bus melaka malas jalan, makan siang lalu beli tiket bus ke singapura. Total harga bus dr klia2 ke sin @ rm 50
      Saat di imigrasi singapura, antrian lama sekali karena pemeriksaan yang ketat.
      Sampai di singapura sudah malam, makan dan istirahat di hotel.
       
       
      Day 7 Singapura-Jakarta
      Pagi check out hotel titip koper, keluar sarapan lalu naik mrt ke garden by the bay.
      Setelah selesai main di garden by the bay, jalan kaki ke marina sands naik mrt ke bugis, makan di bugis junction lalu ke bugis street untuk belanja.
      Pulang hotel ambil koper dan naik taxi ke airport.
    • By jhoon_pantau77
       
      Selamat Siang Sahabat

      kali ini saya mencari temen  buat jalan jalan nonton moto gp sepang 2017, sekalian jalan2 3 negara
      dengan rincian sebagai berikut :
       
      1. hari selasa 24 Oktober 2017
      jakarta - phuket TIGER AIR (transit di SINGAPORE 1 malam)
      harga Rp. 679.00
       

       
      sampai di singapore jam 12.30 siang, untuk transit. soal nya penerbangan selanjutnya dr singapore ke phuket jam 07.55
      panjang nya waktu transit kita gunakan untuk jalan jalan dan bermalam di singapore
       
      sampai di phuket kita jalan2 disana selama 3 hari 2 malam
      dengan tujuan city tour phuket, phi phi island dan lain lain
      untuk hotel di phuket murah, 300 rb sd 400 rb sdh dapat hotel biintang 3 atau 4.
       
      2. HARI JUMAT TGL 27 OKTOBER 2017
      PHUKET - KUALA LUMPUR
      dari phuket pakai MALINDO

       
      JAM 13.35 DR PHUKET dengan harga Rp. 495.000
       
      dari KLIA kita bisa naik kereta atau pakai grab taksi ke Kuala Lumpur
      saya biasa nya menginap di hotel di bukit bintang
      Harga hotel tetep sama kurang lbh 400.000 / malam
       
      3. HARI SABTU 28 OKTOBER 2017
      Kita city tour Kuala Lumpur dan juga ke Genting Island
       
      4. HARI MINGGU 29 OKTOBER 2018
      Jam 7 pagi kita harus sudah berangkat menuju SEPANG SIRKUIT
      untuk tiket bisa beli di indonesia atau disana
      kalau bs sebelum tanggal 31 maret 2017 ada diskon 30 %
       

      untuk ke sirkuit kita bs rame rame pake grab / uber
      nonton moto gp bisa selesai sampai jam 6 sore br balik ke KL
       
      5. HARI SENIN 30 OKTOBER 2017
      KEMBALI KE INDONESIA
      KUALA LUMPUR - JAKARTA
       

       
       
      Demikian rencana liburan + nonbar motogp kami 2017
       
      apabila ada temen2.., sobat..., yg mau gabung.., silahkan.., nanti kita jalan rame2 disana ..., bisa sharing buat sewa mobil / grab taksi / uber
      insya allah gak akan tersesat.., jd tenang aja sudah sering kesana tiap tahun nya.
      kami rencana nya ber 2 aja, jd buat tmn2 yg mau gabung silahkan.kira2 untuk tiket motogp MGS dan tiket pesawat cuma Rp. 570.000 + Tiket pesawat (Rp. 679.000 + Rp. 498.000 + Rp. 387.000) = Rp. 2.134.000 (silahan temen temen beli sendiri di Tr***ka)
      semakin banyak semakin rame ..., ayoooo gabung....,
       

       
      berminat : inbox aja atau wa aja ya... nie wa gw...
      +14243595291
       
      INI POSTINGAN GW TENTANG TIPS NONTON MOTOGP
       
       
    • By epinami
      Yak, akhirnya weekend juga (disempet2in deh bikin field report)
      Hi! Gw baru balik dari Thailand 2 minggu lalu nii... Dan terus terang dari sekian tempat jauh yang sudah gw jabanin, Thailand ini justru negara ASEAN pertama gw (what a shame! malu2in anggota ASEAN aje lu pi!  )
      Awalnya nekat pengen berangkat sendiri suatu hari nanti (semua orang yg gw kenal udah pernah ke sana), eh ada temen kuliah pas dia nemenin ke GATF Oktober lalu yang nyeletuk "Ke Bangkok aja yuk!" (mungkin maksudnya menghibur gw yg waktu itu belum juga dapet tiket ke Hong Kong). Lha, diajakin begituan mah gw kagak bisa nolak (kayak emak gw kalo diajakin ke mall pas midnight sale).. nggak pake babibu, kita langsung buka laptop, cari tiket paling murah ke Bangkok tanggal berapa aja deh yg penting Januari, dan dapet deh berangkat tanggal 12 Jan, balik 17-nya pake Air Asia
      Yah, orang2 mah mungkin udah bosen bolak balik ke Bangkok, tapi ga papa ya gw tetep bikin field report (kan gw baru pertama kali ini ke sana )
      DAY 1 (12 Jan 2017)
      Gw sama temen gw (sebutlah namanya si Ocie), harusnya berangkat dari Bandara Soetta Terminal 2F jam 16.00, tapi berhubung kita udah excited jadi kepagian nyampe sana. Kita makan dulu lah, jajan dulu lah, keliling2 aja pokoknya (setelah check-in dan lewat imigrasi tentunya). Gw ampe nyalahin si Ocie, "Gara2 lu, gw jadi jajan ni!" setelah gw keluar 18rebu buat beli Beard Papa di dalem bandara karena ikut2an ni bocah.
      Trus kelamaan ngobrol sambil makan tu kue soes-nya Beard Papa (kita udah di depan gate-nya!), kita ampe nggak nyadar kalo udah ada panggilan boarding dari tadi. Kita langsung masuk deh, dan abis ngasih boarding pass gw ke toilet dulu (gw pikir masih lama dooong, itu masih setengah 4 lebih)...lah abis keluar dari toilet ada mas2 petugas AA-nya udah nenteng tas gw sambil teriak, "Ayok mba, buruan..tinggal mba-nya!"
      Jeng jeeeng, kita berdua langsung lari ke bawah. Di bawah, bus yang harusnya nganter kita ke pesawat udah jalan, tapi untungnya belum jauh trus dipanggil lagi sama petugas yg di situ...mundur deh diaa  Langsung kita dipelototin satu bus (iya maap, saya memang salah...)
      Yak, kita masuk juga di dalem pesawat. Tapi ternyataaa, seat kita paling belakang (bener2 belakang banget, pas depan lavatory-nya), mana gw sama si Ocie jadi beda kolom (gw di D, Ocie di C)...dang! Yasudahlah...
       
      Sampe mba-nya keliling buat ngitung penumpang, sebelah gw masih kosong (E kosong, F isi). Gw langsung nanya mas2 yg duduk di F, dia lagi nunggu temennya ato nggak, karena menurut dia di kursi E itu kosong, gw ajak si Ocie pindah (daripada dia jadi obat nyamuk-nya love bird yang duduk di seat A & B )
      Basa basi busuk gitu deh gw sama si mas2 seat F, yang ternyata anak JJ-er juga..summon dulu ah @enda28
       (moga2 nggak salah panggil, agak2 budeg waktu itu di pesawat). Kita sharing pengalaman kena turbulence yang lumayan kenceng waktu itu (mana kerasa banget pulak duduk di ekor begitu), beneran bikin jantungan ampe mau nangis gw 
      Anyway, kita mendarat di Don Mueang dengan selamat (dan cenderung mulus banget, entah memang karena pilot-nya yang jago ato aspal runway-nya yang alus)
      Alhamdulillah...
       
      Dari Don Mueang, gw udah males mikir, jadinya kita pesen Uber aja yang langsung nyampe guest house. Pake Uber kita kena 350 Baht, sama toll 70 Baht, total 420 Baht dibayar tunai sampai ke guest house kita di deket kawasan Khaosan Road, namanya A&A Guest House, bisa di-cek di mari: https://goo.gl/maps/Gq4qdzGVTsk
      A&A Guest House ini kita pesen lewat Agoda, dan kita pilih karena deket banget dari Phra Arthit Pier (yang bakal jadi andalan kita esok harinya) dan deket Khaosan Road (buat yg mau jedag jedug di sana :P)
      *kalo ada yang bertanya2, gw udah nulis ngalor ngidul wetan kulon ga genah gini tapi belum ada foto-nya, nanti ada penjelasan di hari terakhir*
       
      DAY 2 (13 Jan 2017)
      Pagi2 kita bangun jam 8, sarapan dari yang disediakan guest house (meskipun akhirnya cuma kita makan roti tawar sama telur-nya karena yang lain cuma ada ham, itupun ada bapak2 yang ngasih tau karena kayaknya liat si Ocie yang pake hijab ). Kita makan cepet2, udah gatel ni kaki!
      Our first stop is Ananta Samakhom
      Kita ke sana (lagi2 pake Uber, gw lagi masih males mikir bus), dengan ongkos 64.5 Baht, tapi supir Uber-nya baik banget kita kasih 100 Baht dibalikin 40 Baht 
      Nyampe Ananta Samakhom, gerbangnya belum buka (kita kepagian), jadi sambil nunggu kita liat rombongan turis2 pada sibuk pake saroong. Katanya memang aturan masuk ke sana harus pake rok. Untung gw udah siap bawa kain pantai ala ala Bali gitu, gw pake aja ikut2an yang lain (si Ocie udah prepare pake rok).

      Jam 10.00 gerbang dibuka, kita lewat security, dicek tas-nya trus boleh masuk deeh dan melongo ngeliat bangunan Throne Hall-nya. Gak lupa ambil kamera trus cekrek cekrek sampe ngga nyadar kalo diliatin satpam. Trus kita disamperin, ditanyain tiketnya mana. Kita bingung, dan balik nanya belinya di mana. Dia nunjuk bangunan di belakang kita, suruh beli tiket dulu sama naruh tas di situ. Siap!
      Setelah beli tiket seharga 150 Baht, kita harus pakai rok (yg mana sudah kita laksakan--mba-nya sampe berdiri dari loker gitu, meriksa kita udah beneran pake rok) dan disuruh naruh tas di loker. Semua harus ditaruh situ; HP, minuman, makan, kamera, bawa diri aja pokoknya. Lha kalo mau foto2 gimana? Hahaha, emang ga boleh ambil foto di situ ternyata 
      Tapi gw sempet ambil beberapa foto Throne Hall-nya sebelum si bapak satpam negur (dan untungnya dia ga minta kita hapus fotonya)

      Kita keluar loket tiket, antrian masuk Throne Hall udah panjang dan dipisah antara antrian cowo sama cewe. Gw lho sempet bertanya2, ke mana yaa bule2 yg kita lat sepanjang jalan pas di Khaosan Road? Di sini blassss ga ada bule, turisnya Asia semua.
      Pas lagi asik ngobrol di tengah antrian, tiba2 ada mas2 petugasnya buka tali antrian dan nyuruh kita ikutin dia. Gw pikir dia bikin antrian baru karena antriannya udah panjang banget, tapi ternyata ga ada yg ngikutin kita di belakang (talinya dipasang lagi). Jadiiii, ternyata cuma kita berdua yang disuruh masuk duluan. Jujur gw gatau alasannya, gw sama si Ocie bingung. Spekulasi kita si, karena kita bukan orang2 yang ikut tour, jadi ga punya rombongan. Tapi darimana mas-nya tau ya kita bukan peserta tour??
      Setelah dikasih peralatan audio guidance, setengah jam aja kita di dalam Throne Hall yang dibuat jadi museum ini. Sebenernya di dalam kita bikin terkagum-kagum, tapi karena nggak boleh foto-foto yasudah apa daya cuma liat-liat terus pindah tempat. Pas kita sampai di luar..ebusettttt rame banget, semua jalan aspal di depan Throne Hall udah sesak manusia. Satpam yang tadi negur kita kewalahan niupin peluit ke turis-turis yang bandel duduk dan foto-foto di atas rumput 
      Ambil tas dan segala macam, kita langsung keluar dan pesen Uber (lagi) buat ke Phra Arthit Pier, karena kita bakal lanjut ke Grand Palace.
       
      Sejujurnya gw excited mau naik express boat ini, makanya gw setengah lari waktu masuk dermaga Phra Arthit. Di depan ada meja tempat petugasnya jual tiket—yang mana setelah gw melihat beberapa dermaga, cara mereka jual tiket beda-beda. Di Phra Arthit ini ada mas2 yang jual tiket untuk boat dengan bendera orange, di sebelahnya ada mba2 yang jual untuk boat dengan bendera biru. Dua-duanya lewat dermaga Ta Chang (dermaga terdekat dari Grand Palace), tapi orange flag harganya 15 Baht, sedangkan yang biru 40 Baht (karena dia tourist boat), jadi kita beli yang orange aja.

      Abis beli tiket kita foto-foto dulu deh nunggu si perahu datang.

      Ini si eneng Ocie (jomblo lhooo) :
      Setelah berdiri beberapa belas menit di perahu, akhirnya kita sampai di Tachang. Keluar dermaga Tachang, gw ngiler liat buah-buahan potong yang dijual sepanjang jalan menuju Grand Palace.
      Sampai di Grand Palace udah tengah hari, makannya udah penuh orang. Di sinilah kita mulai bingung, main attraction-nya di sebelah mana, beli tiket di mana, yang sebelah sini ngantri apa, sebelah sana ngantri apa, di sono rame apaan. Dengan pede-nya kita ikut-ikutan antrian (kita pikir mereka antri tiket), sampai lima menit kemudian ada satpam (lagi-lagi satpam) nyamperin kita trus nanya kita lagi ngapain di situ. Akhirnya baru gw nanya, emang beli tiketnya di mana. Si satpam nunjuk suruh masuk lewat jalur tali gitu buat diperiksa tas-nya dan loketnya masih jauh ke dalam lagi. “Ooooooh…” cuma itu respon gw sama Ocie sambil ngeloyor pergi dan nyengir2 karena semua orang ngeliatin kita  Dan yang tadi antrian apa juga masih jadi misteri sampai saat ini.
      Kemudian kita beli tiket 500 Baht per orang, mahal kalau menurut gw, tapi ternyata itu termasuk tiket untuk Ananta Samakhom Throne Hall. Gw sama Ocie nangis, tau gitu ke Grand Palace duluuuuu (lumayan ngirit 150 Baht) 

      Yasuda…tadinya gw pun sempet tegang, karena dari yg gw baca-baca sebelumnya, kalau masuk Grand Palace juga harus berpakaian sopan. Gw si waktu itu pake jeans, dan sebenrnya udah siap kain Bali yang tadi. Dan pas kita di pintu masuk ada ibu-ibu lagi nego sama petugasnya pake bahasa Mandarin, karena nggak boleh masuk selama dia masih celana yoga. Waduh, pikir gw… Tapi ternyata gw boleh2 aja masuk pake jeans, model hipster pula.
      Kita mulai pakai sunglasses saking panasnya waktu muter-muter di dalam kawasan Grand Palace, sambil terpesona sama detail bangunan-bangunannya. Ada beberapa bangunan yang bisa kita masuki dengan melepas alas kaki. Nah, di dalam Grand Palace ini kita lumayan lama, karena areanya lumayan besar.
       

      Setelah dari Grand Palace, kita lanjut ke Wat Pho.
      Sempet nyasar dan salah arah waktu jalan kaki ke Wat Pho, akhirnya kita nyampe juga dan bayar 100 Baht untuk tiket masuknya. Walaupun setelah muter-muter nyari2 si Reclining Buddha yang legendaris itu, kita sadar kalau kita masuk dari pintu belakang Wat Pho.

      Keluar dari Wat Pho, kita nyebrang ke Wat Arun lewat dermaga Ta Thien yang nggak jauh dari pintu keluar (bayar 4 Baht).
      Sebelum nyebrang, gw sempet jajan Coconut Ice Cream dulu (udah ga tahan sama panasnya Bangkok), yang mana penjualnya bisa Bahasa, meskipun cuma sekedar “Kelapa Ice Cream” dan “Pakai kacang? Pakai cokelat?” 
      Tapi kita ga langsung masuk ke dalam Wat Arun. Sebelumnya berangkat kita emang udah cari-cari masjid dekat Wat Arun, jadi kita bablas aja cari masjid buat sholat. Lumayan jauh sih lokasinya. Dari pintu Wat Arun kita masih lurus terus, jalan kaki ngelewatin sekolah, rumah penduduk, ketemu rombongan biksu, di pengkolan menuju jalan besar kita pun ngiler liat warung makan kayak di Indonesia yang jualan ayam sama lele goreng tapi lele gorengnya mereka segedhe lengan gw. Masih jalan sampe di bawah flyover, masjidnya belum keliatan, kita pede aja ikutin google map, sampe lewatin kuburan muslim yang ternyata pintu belakangnya masjid itu 
      Selesai sholat, kita balik lagi ke Wat Arun. Sayangnya, bangunan-bangunan di Wat Arun ini banyak yang masih direnovasi, jadi nggak banyak yang bisa kita lihat. Gak sampai setengah jam, kita memutuskan nyebrang balik untuk ke Nagaphirom Park, kemudian ke Asiatique.
      Tapi sepanjang jalan dari dermaga Ta Thien ke Tachang kita ga nemu si Nagaphirom Park (ada yang salah?), akhirnya kita langsung lanjut ke Asiatique. Untuk ke Asiatique kita naik boat dari Tachang ke Sathorn, kali ini kita naik yang blue flag dengan membayar 40 Baht (agak jauh, untungnya kita dapat tempat duduk). Jam 5 kita sampai di Sathorn, untuk lanjut naik free shuttle boat ke Asiatique (gratis).
      Asiatique ini modelnya kayak mall outdoor gitu. Dan berhubung dari pagi kita belum makan apa-apa (beneran, gw cuma minum sama makan coconut ice cream doang abis keluar dari guest house ), kita memutuskan makan di KFC—iyaaa, jauh2 ke Bangkok makannya KFC lagi

      Perut kenyang, tenaga udah diisi ulang, kita lanjut keliling Asiatique. Tadinya gw maksa Ocie buat nemenin gw naik ferrish wheel, tapi gw pun undur diri karena ternyata mahal (sekitar 600 Baht kalo nggak salah). Yasudah kita window shopping aja di dalam Asiatique, sambil sesekali jajan. Kita memang ga berniat beli apa-apa di sini, karena harganya tergolong mahal.
      Sampai kita memutuskan buat pulang pukul setengah 8 malam. Tadinya mau naik bus, tapi waktu liat dermaga ternyata masih ada antrian free shuttle boat, berarti masih ada boat untuk ke Sathorn. Sayangnya, sampai di Sathorn petugasnya bilang boat yang lain cuma beroperasi sampai jam 7. Jadi  kita naik bus nomor 15 dari depan Hotel Silom (dekat dermaga) dan turun di dekat Khaosan Road. Bus ini agak muter-muter, kita bahkan melewati kawasan Siam. Tapi bus di Bangkok ini nggak ngetem kayak di Jakarta, mereka berhenti nggak sampai semenit di tiap halte, dan yang bikin kita bingung waktu mau bayar berapa dan ke siapa…ternyata gratis!
      Yak, sempat melewati riuhnya Khaosan Road, foto-foto, dan jajan buah-buahannya, kita pun sampai di guest house dengan kaki nyut2an.

       
      DAY 3 (14 Jan 2017)
      Di hari berikutnya kita cuma mau ke Chatuchak Market dan Madame Tussauds. Sebelum pergi (kita nggak ambil sarapannya), kita check out sekalian titip luggage sama petugas guest house-nya. Bapak petugasnya kemudian nanya, kita abis ini mau ke mana. Setelah gw jawab mau ke Phuket, dia nawarin shuttle seharga 150 Baht per orang ke bandara Don Mueang (diitung2, dari pada naik Uber lagi modal 420 Baht, kita iyain aja). Setelah bayar dan dikasih kwitansi sebagai tiket shuttle, si bapak bilang, sebelum jam 4 udah di sini ya (karena pesawat kita jam 6, dan kita sudah check in online). Kita berdua menangguk mantap.
      Kita berangkat lagi dari Phra Arthit ke dermaga Sathorn naik orange flag (bayar lagi 15 Baht), dari dermaga Sathorn kita jalan kaki (sekitar 20meter) ke BTS Saphan Taksin. Di Saphan Taksin kita beli One Day Pass, dan melengang masuk ke dalam peron. Karena kita akan menuju Chatuchack Market yang letaknya dekat dengan stasiun Mo Chit, pertama-tama kita naik BTS Silom Line ke National Stadium, turun di stasiun Siam untuk pindah jalur ke Sukhumvit Line dan berhenti di Mochit. Inilah kenapa gw beli One Day Pass, gw males ngitung berapa ongkos dari mana ke mana.
      Di Chatuchak, gw langsung buka peta pasarnya, langsung menuju ke tempat makanan dan tempat oleh2. Pertama, kita beli mango sticky rice seharga 50 Baht, kita makan sambil duduk di depan toko yang belum buka. Setelah perut isi, kita lanjut cari oleh-oleh di pasar yang super gedhe ini; dompet kecil2, kaos, buah kering, apa aja deh 
      Jam 11 siang kita kembali ke stasiun Mo Chit (kita jalan melawan arah, orang2 baru mulai berdatangan, kita udah nenteng kresek belanjaan). Dari stasiun Mo Chit, kita naik Sukhumvit Line ke arah Bearing turun di Siam. Dari stasiun Siam, kita keluar di dalam Siam Center, kemudian nyebrang ke Siam Discovery, tempat museum Madame Tussauds di lantai 6.
      Sebelumnya kita udah beli tiket Madame Tussauds ini lewat online (harganya 645 Baht beli di   http://www.hotels2thailand.com), jadi tinggal tuker print out email-nya dengan tiket asli di loket. Ternyata kita dapat tiket Ice Age Show juga.

      Di dalam Madame Tussauds, yang bikin gw menjerit bahagia adalah waktu ketemu patungnya Hannibal Lecter dari sekian banyak patung lilin lainnya (oke, gw tau Hannibal tokoh antagonis, tapi…sudahlah, judge me if you want).
      Setelah puas foto-foto, kita lanjut nonton 4D Ice Age Show. Mirip dengan 4D Show-nya One Piece Tower di Tokyo. Kalau One Piece Tower efeknya angin sama air, Ice Age ini efek 4D ada di kursinya dan ada semburan salju (entah salju beneran atau bukan). Seru kok!

      Keluar dari Siam Discovery, kita cari masjid lagi. Kali ini masjidnya di kawasan Ratchathewi. Kita nemu namanya Masjid Darul ‘Aman, yang ternyata di sekitarnya banyak tempat makan halal. Jadi, setelah sholat, kita masuk ke salah satunya, kemudian pesan Pad Thai dan Tom Yum untuk makan siang.



      Selesai makan udah hampir jam 3 aja. Kita pikir waktu kita cukup untuk balik ke guest house. Dari stasiun Ratchathewi kita naik BTS ke Saphan Taksin, dari stasiun Saphan Taksin, kita jalan ke dermaga Sathorn untuk naik boat kembali ke Phra Arthit. Di boat ini kita udah mulai gelisah. Hampir jam 4!
      Kita sampai di Phra Arthit jam 4 kurang lima menit. Turun dari boat, kita berdua lari kayak dikejar setan. Sampai di belokan setelah gang dari Phra Arthit ke guest house kita udah liat bapak yang tadi nawarin kita shuttle udah di tengah jalan dengan tangan di pinggang nungguin kita. Kita langsung pucet waktu dia bilang shuttle-nya udah berangkat. Tapi setelah kita ambil luggage yang kita titipkan, ternyata dia nelpon driver shuttle-nya buat balik lagi. Aduuuh, si bapak ini baik banget gak pake marahin kita pula, gimanapun kita yang salah dan dia tetep ramah 
      Daaaan, ketebak dooong, waktu masuk ke dalam shuttle kita lagi-lagi dipelototin satu mobil… 
      Dan dengan nggak tau dirinya, kita berdua langsung teler, karena kecapekan lari-lari kita tidur sepanjang jalan ke bandara diiringi lagu Wonderful Tonight-nya Eric Clapton yang disetel bapak supir. Hampir sejam kemudian kita bangun dan sampai di bandara Don Mueang, siap2 menuju Phuket!!
      TO BE CONTINUE...
    • By Dewi Calico
      THE SUMMIT HOTEL, BANDUNG.
      Yaapp finally aku merasakan sebuah hotel yang sangat nyaman tapi bukan bintang 5.
      Dan aku bisa kesini juga tanpa rencana.
      Karena ada something wrong di Hotel sebelum ini yang aku tempati.
      Setelah berpikir dimana aku akan tinggal, maka dipilih The Summit Hotel.
      Awalnya aku pasrah saja dan tidak ber ekspektasi tinggi tentang hotel ini karena takut kecewa ciieeee hahaha.
      Aku datang langsung ke hotel dan memilih kamar serta melakukan pembayaran, jadi tidak booking Online.
      Maybe terkesan sangat mahal dibanding harga Traveloka.
      I don't know, dan males mikir saja yang penting bayar dan dapat kamar.
      Aku membayar 500.000 IDR.
      Sebelum fix memesan kamar, aku meminta untuk melihat lihat kamar.
      Jadi jika aku cocok dan merasa nyaman maka aku akan say Yes stay di The Summit.
      Yap finally aku memilih salah satu kamar dengan Bed besar.
      Aku memang paling suka tidur di Bed besar sendirian karena yaa sangat membahagiakan aku haha.
      Di hotel ini nyaman banget dan aku suka.
      Bangunannya tidak seperti Hotel yang bertingkat banyak.
      Maybe hanya 2 lantai.
      Tapi fasilitas ada ruangan khusus untuk makan, meeting room, mushola..yap ada mushola yang khusus dan itu bersih banget.
      Untuk kamar yang aku pesan lumayan keren lah dengan Bed besar, TV, View menghadap taman, AC, kamar mandi lenglap ada Sabun Shampo Odol Sikat karena kadang hotel lain tidak lengkap dan yang paling penting adalah Hair dryer karena rambutku panjang jadi butuh itu setelah keramas.
      Kamar wangi banget, jangankan kamar yaa bahkan lorong menuju kamar juga wangi dan bersih.
      Untuk makanan saat breakfast, well lumayan banyak pilihannya dan aku sangat bahagia saat breakfast.
      Im so happy stay di The Summit Hotel Bandung ini.
      Lokasi strategis dekat dengan Riau Junction, Bandung Indah Plaza, dll.
      Happy Traveling,
      Salam Dewi Calico.
      IG: kimsoojin31




















    • By Sahat
      Buat Bro bro and  sista yang tahun depan ada rencana backpackeran ke phuket Thailand, boleh lah gabung dengan saya atau saya yang gabung ke trip kalian jika waktu dan tanggalnya sesuai ya. Tiket sudah issued by AA dari Kuala Lumpur (LCCT) ke Phuket Fri 24 Feb 2017 Pukul 18.05  (6:05PM)  tiba di phuket  Fri 24 Feb 2017 pukul 18.30  (6:30PM). Balik dari Phuket ke Kuala Lumpur (LCCT) Mon 27 Feb 2017 pukul 21.40  (9:40PM) tiba di KL Tue 28 Feb 2017 Pukul 00.10 (12:10AM).
      Yang berminat join dan atau yang saya boleh join ke kalian atau mau sekedar tanya2  boleh contact saya Sahat di line: sahatzz, wa/telp: 081397839967
    • By Dewi Calico
      RIVER STONE COTTAGE & HOTEL.
      안녕하세요,
      Hai hai traveler Cute mau berbagi cerita tentang sebuah Cottage & Hotel di Kota Batu - Jawa Timur.
      Ah Finally setelah lebaran berakhir bisa jalan-jalan keren lagi hahaha.
      Tujuan saya kali ini adalah Kota Batu & Kota Malang.
      2 Kota ini sangat keren karena banyak tourism place.
      Tapi sayangnya akses dari Kabupaten Ngawi cukup sulit untuk memakai kendaraan umum.
      Well ada Bus atau pun mobil travel tapi jika dibandingkan dengan ke Yogya, jauh lebih mudah ke Yogya.
      Tujuan pertama saya adalah kota Batu.
      Berangkat dari Ngawi jam 12 siang dengan menggunakan mobil, sampai di kota Batu sekitar jam 6.30pm.
      Lelah & stress karena perjalanan yang sangat lama hampir 7jam, normal nya 4-5jam.
      Saya langsung menuju Riverstone Cottage & Hotel.
      Disini ada 2 pilihan,
      Bisa memilih Hotel atau Cottage.
      Hotel kamarnya berjajar dalam 1 gedung.
      Dan sangat banyak kamarnya.
      Sementara cottages lebih semacam suasana rumah yang sangat nyaman dan asri dengan hiasan bunga bunga.
      Dan mobil bisa di parkir di samping cottage yang ditempati.
      Tampak dari luar seperti rumah di perumahan hahaha karena kecil kecil.
      Ada teras, di teras tersebut ada meja dan kursi untuk bersantai.
      Di dalamnya sama seperti hotel isinya.
      Bed, TV, kamar mandi shower, AC.
      Suasana cukup tenang dan nyaman karena posisi cottage tidak langsung berhadapan dengan jalan raya.
      Untuk makanan,
      Saya sempat pesan menu makan malam.
      Saya memesan Sup Jagung seharga 15.000 Rupiah.
      Untuk breakfast menu,
      Ada banyak pilihan makanan.
      Bubur Ayam, Nasi Goreng, Nasi Putih, Ayam, Perkedel, Tumis Brokoli, Roti, Jus, Buah, Kopi, Teh, dll.
      Saya hanya makan Tumis Brokoli, Perkedel, Buah, Jus Jeruk, Teh hangat.
      Tempat ini cocok untuk yang ingin menginap dengan suasana asri dan serasa di rumah.
      Rate sekitar 500 K...
      Riverstone Hotel & Cottage 
      Jl. K. H. Agus Salim 97 Batu (0341) - 524 414 
      Happy Traveling,
      Salam Dewi calico