• ×   Pasted as rich text.   Paste as plain text instead

      Only 75 emoticons maximum are allowed.

    ×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

    ×   Your previous content has been restored.   Clear editor

    ×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

  • Similar Content

    • By Hiking Culture
      Check our schedule at www.hikingculture.id or arrange your own trip
      Contact us at  0815-1940-3139 or [email protected]
      Jl.Puma Raya B5 No.34 Cikarang Baru
    • By ViCar Bromocorah
      Gunung yang satu ini letak nya di Bandung  Selatan,, buat temen temen forum jalan jalan yang suka mendaki gunung artapela ini wajib di coba, bagi pendaki pemula enggak perlu hawatir, track nya tergolong bersahabat. 
      Selamat mendaki.

       
      Sumber : gunung artapela
    • By Hiking Culture
      Salam Kenal,
      Kami Hiking Culture yang bergerak dalam bisnis Jasa Guide Gunung di Indonesia yang berlokasi di Cikarang siap mengantarkan Anda ke puncak-puncak gunung di Indonesia. Anda ingin mencoba sesuatu yang baru seperti mendaki gunung tetapi takut karena belum punya pengalaman dan tidak ada peralatan?
      Maka kami solusinya
      Beberapa paket yang kami tawarkan adalah :
      -          OPEN TRIP
                  Silahkan hubungi contact person untuk informasi jadwal Open Trip
      -          GROUP TRIP
                  Anda memiliki kelompok sendiri (min 10 orang) dan ingin harga Open Trip? Kami sarankan anda memilih paket ini, tentukan jadwal dan gunung yang ingin anda kunjungi.
                  Anda memiliki kelompok sendiri tetapi kurang dari 10 orang tetapi ingin harga Open Trip, silahkan tentukan gunung yang ingin Anda kunjungi maka akan kami buatkan Open Trip untuk memenuhi kuota.
      -          EKSKLUSIF TRIP
                 Anda ingin naik gunung tetapi tidak ingin membawa tas sebesar kulkas di rumah? Paket ini cocok untuk Anda. Anda hanya perlu siapkan tas kecil untuk membawa baju dan kebutuhan pribadi anda, kebutuhan lain untuk pendakian kami siapkan.
      -          RENTAL ALAT
                 Anda ingin ikut Open Trip tetapi tidak memiliki alat pendakian, kami juga melayani jasa penyewaan alat dengan biaya diluar paket Open Trip
       
      Hiking Culture
      WA/SMS/TELP : 0815-1940-3139
      BBM              : D5EBE9EC
      Alamat          : Jl.Puma Raya B5 No.34 Cikarang Baru Cikarang 17550
      “There is no Wi-Fi in the forest, but we promise you will find a better connection”
    • By Hiking Culture
      OPEN TRIP GUNUNG MERBABU
      ===============================================================================
      INFORMASI
      Lokasi : Gunung Merbabu, Jawa Barat
      Jalur : Selo
      Tanggal : 14 - 16 Juli 2017
      Biaya :
      - IDR 650.000 (Cikarang)
      - IDR 550.000 (Semarang)
      - IDR 450.000 (Terminal Boyolali)
      OPEN TRIP GUNUNG MERBABU
      ===============================================================================
      INFORMASI
      Lokasi : Gunung Merbabu, Jawa Barat
      Jalur : Selo
      Tanggal : 14 - 16 Juli 2017
      Biaya :
      - IDR 650.000 (Cikarang)
      - IDR 550.000 (Semarang)
      - IDR 450.000 (Terminal Boyolali)
      ===============================================================================
      FASILITAS
      INCLUDE
      - Transport PP MP - Basecamp
      - Tenda Kapasitas 4 orang (Sharing tenda)
      - Alat Masak
      - Guide
      - Logistik Tim
      - Porter Tim
      - Souvenir
      - Dokumentasi
      EXCLUDE
      - Item tidak disebutkan di atas
      ===============================================================================
      SYARAT DAN KETENTUAN
      - Peserta minimal 10 orang
      - Meeting point di Basecamp Rusber atau Semarang atau Terminal Boyolali
      - Pendaftaran dilakukan H-14 dengan membayar DP sebesar 50%
      - Pelunasan maksimal H-5 sebelum berangkat
      - Peserta yang sudah transfer dan mundur sebelum deadline, pembayaran dinyatakan hangus atau peserta dapat digantikan.
      - Apabila ada pembatalan dari pihak kami, pembayaran akan dikembalikan 100% yang sudah dibayarkan.
      - Apabila ada kejadian yang mengakibatkan pendakian tertunda atau batal maka akan diselesaikan secara musyawarah mufakat
      - Pendaftaran ditutup / deadline H-5 sebelum berangkat
      - Tidak menerima booking tanpa DP
      - Calon peserta & peserta dianggap mengerti dan menyetujui semua ketentuan di atas
      ===============================================================================
      PENDAFTARAN
      - Informasi kuota peserta bisa menghubungi ke nomor
      WA/SMS/Telp: 0815-1940-3139
      BBM : D5EBE9EC
      Email : [email protected]
      - Kirim SMS/WA/BBM pendaftaran dengan format:
      Pendakian Gunung XXX
      Nama :
      No HP :
      Meeting Point :
      Email :
      Ukuran Kaos :
      - Kirim email pendaftaran dengan format:
      Subject Email : Pendakian Gunung XXX
      Content Email :
      Nama :
      No HP :
      Meeting Point :
      Ukuran Kaos :
      - Pembayaran DP minimal 50% (rekening Tanya lewat WA)
      - Bukti pembayaran kirim melalui WA/BBM ke nomor xxx atau email xxx maksimal H+2 setelah transfer.
      - Peserta akan dinyatakan fix ikut apabila sudah melunasi pembayaran
      - Apabila peserta tidak jadi ikut dan sudah melewati deadline, pembayaran tidak dapat dikembalikan tetapi dapat digantikan oleh orang lain.
      ===============================================================================
      ITINERARY
      Hari 1, Jumat
      20.00 - 21.00 MP Cikarang
      21.00 - 07.00 Cikarang - Boyolali
      07.00 - 08.00 MP Boyolali - Basecamp Selo
      Hari 2, Sabtu
      08.00 - 09.00 Persiapan Pendakian
      09.00 - 15.00 Beskem - Pos 3
      15.00 - 16.30 Pos 3 - Sabana 1
      16.30 - 18.00 Buka Tenda, Foto2
      18.00 - 19.00 Ibadah, Masak
      19.00 - 21.00 Acara Bebas
      21.00 - 04.00 Istirahat
      Hari 3, Minggu
      04.00 - 05.00 Persiapan Summit
      05.00 - 06.00 Sunrise di Sabana 2
      06.00 - 09.00 Ke Puncak Kenteng Songo & Triangulasi
      09.00 - 10.00 Enjoy Puncak
      10.00 - 12.00 Kembali ke Sabana 2
      12.00 - 13.00 Ibadah, Masak, Persiapan Turun
      13.00 - 18.00 Turun ke Beskem Selo
      18.00 - 19.00 Bersih-bersih & Persiapan Pulang
      19.00 - xx.xx Pulang Ke Jakarta
      ===============================================================================
      PERLENGKAPAN
      Perlengkapan Tim
      - Tenda (Sudah disediakan)
      - Alat Masak + Bahan Bakar (Sudah disediakan)
      Perlengkapan Pribadi
      - Tas Carrier min 40 L
      - Geiter
      - Kostum Treking (Baju & Celana Lapangan)
      - Jaket Gunung WAJIB
      - Sleeping Bag WAJIB
      - Matras Biasa / Matras Aluminium WAJIB
      - Jas Hujan / Ponco WAJIB
      - Sepatu Outdor WAJIB MENGGUNAKAN SEPATU
      - Sendal Gunung
      - Kupluk / Topi / Slayer / Buff WAJIB
      - Pakaian Ganti (Baju, Celana, Dalaman) WAJIB
      - Sarung Tangan & Kaos Kaki WAJIB
      - Alat Makan (Piring, Gelas, Sendok, Garpu, Pisau, dll) WAJIB
      - Botol Minum WAJIB
      - Obat-Obatan Pribadi WAJIB
      - Alat Bersih-Bersih(tisu dll) WAJIB
      - Senter / Headlamp WAJIB
      - Baterai Cadangan WAJIB
      - Trash Bag Sedang WAJIB
      - Printilan Outdor (Korek,Pisau, tali dll)
      - Trekking Pole
      * Perlengkapan yang ada keterangan WAJIB harus dibawa demi keamanan dan kenyamanan peserta
      * Jika tidak memiliki perlengkapan WAJIB silahkan hubungi panitia
      CONTACT PERSON
      Hiking Culture
      WA/SMS/TELP : 0815-1940-3139
      BBM : D5EBE9EC
      Email : [email protected]
      ALamat : Jl.Puma Raya B5 No.34 Cikarang Baru Cikarang 17550
       
      Ingin mencoba sesuatu yang baru dan sedikit ekstrim seperti mendaki gunung tapi takut karena belum memiliki pengalaman maka kami solusinya
      -          Hubungi contact person untuk menanyakan jadwal Open Trip tahun 2017
      -          Anda memiliki kelompok sendiri (minimal 10 orang) dan ingin harga Open Trip, silahkan hubungi contact person kami untuk tentukan gunung dan jadwal pendakian.
      -          Kelompok anda kurang dari 10 orang, akan kami buatkan Open Trip untuk mencari tambahan orang ke gunung yang anda inginkan.
      -          Anda ingin fasilitas ekstra, tidak ingin membawa tas sebesar kulkas di rumah maka Eksklusif Trip cocok untuk anda. Anda hanya perlu membawa baju ganti dan tas kecil kebutuhan lain kami sediakan.
    • By Canaya Tour Service
      Open Trip Festival Budaya Dieng 2017
      Yuk join Festival Dieng Culture, disini kamu bisa mengikuti beragam pertunjukkan keren seperti Jazz atas awan, menerbangkan lampion, pesta kembang api hingga melihat proses cukur rambut anak gimbal. Gak hanya itu, kamu juga bakal disuguhi berbagai pemandangan alam yang ciamik, seperti Kawah Sikidang, Batu Ratapan Angin, Telaga Warna! Kapan lagi bisa melihat sunrise tercantik di Telaga Dringo, yang katanya mirip banget seperti Ranu Kumbolo. 
      PROMO TRIP
      Daftar ber-5, diskon IDR 100.000 untuk 1 grup Daftar ber-10, diskon IDR 250.000 untuk 1 grup Daftar ber-15, diskon IDR 450.000 untuk 1 grup  
      BIAYA TRIP
      Meeting Point Jakarta : IDR 1.250.000 Meeting Point Purwokerto atau Wonosobo : IDR 1.000.000  
      ITINERARY
      3 Agustus 2017 : Pasar Senen - Purwokerto
      Seluruh peserta berkumpul di Stasiun Pasar Senen Pk 21.00 untuk registrasi dan briefing.  Berangkat bersama-sama menuju Purwokerto.
       
      DAY 1
      4 Agustus 2017 : Purwokerto - Dieng (B/L/D)
      Tiba dini hari di Purwokerto. Bagi peserta yang meeting point Purwokerto, berkumpul Pk 04.00 WIB. Perjalanan dilanjutkan dengan elf (Non AC) menuju Dieng.  Sarapan mie ongklok di Wonosobo, next stop : Gardu Pandang Tieng.
      Setibanya di Dieng, pembagian homestay dan makan siang. Setelah itu siang harinya kita akan beraktivitas di Batu Ratapan Angin, Telaga Warna Pengilon, dan Dieng Theater. Malam harinya mengikuti pertunjukkan jazz atas awan.
       
      DAY 2
      5 Agustus 2017 : Dieng Culture Festival (B/L/D)
      Sunrise Telaga Dringo. Menikmati matahari terbit di danau atas awan yang terkenal dengan mini Ranu Kumbolo. Kembali ke homestay untuk sarapan. Setelah itu jalan santai keliling desa, melihat parade seni budaya dan minum purwaceng bersama.
      Explore Kawah Sikidang dan Candi Arjuna. Malam hari pesta kembang api dan lampion terbang.
       
      DAY 3
      6 Agustus : Dieng - Jakarta (B/L)
      Pagi harinya kita akan trekking menuju Bukit Scooter untuk melihat sunrise. Setelah itu kembali ke homestay untuk sarapan.
      Menyaksikan puncak acara nya yaitu kirab budaya dan ruwatan anak gimbal di Komplek Candi Arjuna. Kemudian check out homestay, untuk persiapan pulang. Perjalanan ke Purwokerto.
      Tiba di Purwokerto, peserta drop off di stasiun dan pulang bersama menuju Jakarta. Trip berakhir.
       
      FASILITAS TERMASUK
      Akomodasi homestay di Dieng selama 2 malam (1 room 4-5 pax) Tiket Kereta Api Jakarta - Purwokerto PP (bagi yang meeting point di Jakarta) Land transport Purwokerto - Dieng Pickup transport Dieng - Telaga Dringo Retribusi dan biaya parkir Tiket VIP Dieng Festival, dengan fasilitas : T-shirt, ID Card, kain batik, purwaceng, bakar jagung, lampion, kembang api, dan ruwatan anak gimbal. Makan (B: Breakfast, L: Lunch, D: Dinner) sebanyak 8 kali Tour Leader Dokumentasi foto Tiket masuk tempat wisata  
      TIDAK TERMASUK
      Tips untuk tour guide dan driver Biaya untuk pengeluaran pribadi  
      INFO DAN PENDAFTARAN
      Whatsapp : 0812-1221-0647
      email : [email protected]
       
      Follow us on
      Facebook : Canaya Tour Service
      Twitter : @canayatour
      Instagram : @canayatour
    • By elizatore
      Daripada pusing mikirin urusan dunia yang gak kelar-kelar, dimana-mana ada demo dan ribut-ribut yang gak jelas ujungnya, mending refreshing dulu biar gak tegang terus-terusan. Temp[at wisata kali ini adalah tempat favorit di Jawa Tengah yang sudah terkenal sampai manca negara. Yuk langsung saja berkenalan Daftar riwayat hidup dari Dieng pesona alam Indonesia.
      Wisata Dieng adalah kawasan dataran tinggi dengan wilayah vulkanik yang masih aktif di Jawa Tengah. Sebenarnya Dieng masuk dalam dua wilayah yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Kawasan Dieng ini berada di sebelah barat kompleks Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.
      Dataran Dieng memiliki Ketinggian rata-rata sekitar 2.000 m diatas permukaan air laut. Dengan suhu berkisar antara 12-20 °C untuk siang hari dan 6—10 °C pada malam hari. Saat musim kemarau, suhu udara di Dieng bisa mencapai 0 °C pada pagi hari hingga  memunculkan embun beku. Embun beku tersebut oleh penduduk setempat menyebutnya bun upas yang berarti embun racun, karena embun tersebut dapat menyebabkan kerusakan terhadap tanaman pertanian.
      Sedangkan secara administrasi, kawasan Dieng adalah sebuah wilayah dari Ds. Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara. Dan Ds. Dieng (Dieng Wetan), Kec. Kejajar, Kab. Wonosobo. Wilayah ini adalah salah satu wilayah yang paling terpencil di Jawa Tengah.
      Kawasan wisata Dieng Wonosobo – Banjarnegara terkenal dengan wisata alamnya. Hal ini tak lepas dari pengaruh vulkaniknya yang masih aktif. Berikut adalah beberapa destinasi wisata Dieng Wonosobo – Banjarnegara:
      Objek Wisata Dieng Wonosobo-Banjarnegara
      Wisata Dieng Wonosobo-Banjarnegara
      Kawasan wisata Dieng merupakan kawasan wisata unggulan yang ada di Jawa Tengah, hal ini karena kawasan wisata Dieng tak hanya terdapat satu atau dua objek wisata saja, melainkan ada belasan objek wisata yang sangat layak untuk dikunjungi berada dalam satu lingkup atau kawasan.
      Maka tak heran jika tempat ini selalu ramai, baik oleh wisatawan lokal maupun asing. Untuk berkunjung ke kawasan wisata ini juga tidak terlalu banyak menguras kantong, harga tiket yang ditawarkan sangat terjangkau dan sesuai dengan keuangan masyarakat Indonesia. Anda tertarik? Silahkan untuk berkunjung.
      Wisata Dieng Telaga Warna
      Wisata Dieng Wonosobo-Banjarnegara via www.youtube.com
      Telaga warna adalah salah destinasi wisata yang direkomendasikan oleh pengelola kawasan wisata Dieng. Telaga ini memiliki air yang sering berubah warna, hal ini disebabkan karena air Telaganya mengandung sulfur sehingga saat sinar matahari menyorotinya airnya menjadi berubah warna, sebab itu juga lah telaga ini dinamakan Telaga Warna.
      Di Area sekitar Telaga Warna ini ada objek wisata lainnya, yaitu objek wisata Bukit Sidengkeng, Goa Semar, Goa Pengantin, Goa Sumur Eyang Kumalasari, Goa Jaran, Telaga Pengilon. Sehingga sangat memungkinkan setelah berkunjung ke Telaga Warna untuk sekalian berkunjung ke wisata di sekitarnya.
      Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Telaga Warna adalah pagi hari-siang hari sebelum kabut datang untuk menyelimutinya di sore hari.
    • By Titi Setianingsih
      Selamat siang JJ’er…jangan heran kalau judulnya drama satu babak ya ? Wah pokoknya lain dari pada yang lain deh kisahnya, ada air mata, ada kegalauan dan ada keharuan yang luar biasa.
      Bermula ketika mommy2 lansia pada kepengin naik gunung, apa daya ? Para bodyguard juga lama jawabnya ketika dimintai pendapatnya, beneran nih moms mau naik gunung ? Kami siy siap aja ngawal mommy2 perkasa, tapi kudu yakin dan semangat kalau bisa sampai atas, kami para bodyguard siap jadi sweaper di belakang.
      “Saya mau poto sambil pegang bendera merah putih di summit,,,!”
      “Saya juga mau poto sambil pegang tulisan ‘I’am here Mt. Prau 2.565 mdpl’…”
      “Saya penasaran sama golden sunrisenya”
       



      Duh masing2 pada mau ndapetin dreamnya. So, deal, berangkaaaattttt…! Gak nyangka, setelah di list ngumpul sampai angka 38 orang. Sempat kaget juga awalnya, karena setelah telpon2an ke EO di Dieng ternyata kebutuhan naik gunung itu banyak sekali, dan untuk semua itu kita musti sewa.
      Kurang lebih satu bulan barangkali persiapannya, dari mulai bikin kaos seragam, ngumpulin dana dan sewa alat2 yang sesuai kebutuhan tidak semudah yang dibayangkan.
      Dari sini jadi ketahuan letak perbedaannya antara ikut open trip dengan ngrancang sendiri kebutuhan tripnya. Kalau ngrancang sendiri belum tentu benar dalam memperkirakan jumlah kebutuhan, yang kebagian hitung2annya ini yang pusing 7 keliling.
      Okelaahhhh,,,itu masalah teknis ya ? Yang penting happy2nya sudah terlaksana dengan sukses, dan happy ending. Soal drama satu babak begini cerita lengkapnya :
      Day 1, tanggal 16 September 2016
      Oh yaaa, dari 38 orang yang terdaftar akhirnya pada rontok dan sisa 31 orang, ini juga permasalahannya, jadi untuk teman2 yang sering ngoordinir jalan2, ada tips nih, pastikan jumlah peserta fix diterima sebelum memutuskan untuk rental mobil. Karena bagaimanapun kita kan juga kepengin dipercaya orang lain, jadi walaupun sudah rental mobil sesuai kebutuhan awal, walaupun akhirnya ada peserta yang batal, kita gak mungkin akan membatalkan salah satu armadanya.
      Saking banyaknya peserta, rombongan akhirnya terbagi menjadi 2 kloter :
      -          Kloter pertama pakai KA Serayu Jurusan Senen – Purwokerto via Bandung, berangkat jam 21.00 sampai Purwokerto jam 07.33
      -          Kloter kedua pakai KA Progo Jurusan Senen – Kediri via Cirebon, berangkat jam 22.30 sampai Purwokerto jam 03.30.
      Sebelum berpisah dengan kloter 1, kami ngumpul dulu di ruang tunggu dan makan bakso terlebih dulu. (Salah satu member RM ada yang usaha resto macem2 makanan, jadi sempatkan masak bakso terlebih dahulu untuk kami).
       


      Memang jalur utara lebih pendek jaraknya sehingga lebih duluan sampai. Dan yang lewat Selatan secara kebetulan kok kena musibah longsong, jadi penumpang di turunkan di Stasiun Kiara Condong Bandung. Teman2 kami pilih turun dan rental mobil menuju Purwokerto, penumpang lain ada yang menunggu pembersihan di lokasi longsor jadi tetap berada di kereta itu.
      Akibat musibah tersebut, maka kloter pertama bakal lebih lambat nyampai di Purwokertonya, akhirnya diputuskan untuk meeting point di Wonosobo saja. Daripada kloter 2 yang sudah sampai di Purwokerto duluan bengong2 maka saya telpon sopir mobil elf untuk njemput lebih pagi, supaya kami bisa manfaatkan waktunya di Purwokerto.
      Day 2, tanggal 17 September 2016
      Tepat jam 03.30 kloter 2 sampai di Stasiun Purwokerto, seperti biasanya, biarpun masih dini hari dan belum mandi, kamipun sempatkan untuk mengabadikan kedatangan kami di stasiun. Kemudian, sambil menunggu siang, kami singgah di warung Koko Kumis yang jualan berbagai minuman hangat dan gorengan, special mendoan, sebagai makanan khas Purwokerto.
      Warung Koko Kumis letaknya di depan Stasiun Purwokerto, jadi kami tinggal jalan kaki saja untuk menuju kemari. Kebetulan suasana masih dingin karena sehabis hujan, terlihat dari jalanannya yang masih basah, maka menyantap mendoan panas2 sangat cucok sekali. Tidak sampai mengeluarkan kocek Rp. 10.000 sudah kenyang.
      Tak berapa lama mobil elf kami datang, kemudian untuk bekal ke Wonosobo nanti, kami mampir ke Pasar Manis Purwokerto untuk beli cemilan2 buat bekal di Perjalanan. Sesudah dari Pasar Manis kami lanjutkan untuk mandi2 dirumah teman yang rumahnya tidak jauh dari stasiun. Segar sekali rasanya sempat mandi, beda dengan teman2 di Kloter 1, mereka gak sempat mandi dan akan langsung ke Wonosobo via Banyumas.
      Tiba2 beberapa peserta kepengin nyicipin Soto Sokaraja, makanan khas juga di daerah Purwokerto, kamipun akomodir keinginan mereka dengan singgah di Soto Sokaraja yang ada di Jl Sawangan, cabang dari Soto Lama Sokaraja. Dan surprise, malah kami ketemu dengan rombongan PMI Purwokerto yang di kawal oleh Bapak Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan. Mendadak Komunitas Jalan2 Indonesia langsung ngetop, dan beberapa dari mereka pingin bergabung dengan KJJI. Bravo Mimin n Momod KJJI,,,,,,!!

      Sesudah sarapan siap meluncur ke Wonosobo, bismillah,,,semoga perjalanan lancar. Kami lewat Sokaraja, karena jalanan lebih mulus dan jadi lebih pendek jarak tempuhnya, jalan pintas tersebut bernama Jembatan LinggaMas, jadi tidak lewat dalam kota Purbalingga tapi dari Sokaraja memintas lewat Desa Petir lalu tembus Banjarnegara.  Di Banjarnegara ada 2 orang yang kami jemput.
      Di Gerbang Kawasan Dieng Plateau kami berhenti, berharap bisa menunggu Kloter 1 yang sudah sampai Banjarnegara, tapi ternyata lama ditunggu tidak muncul2 juga, akhirnya kami lanjutkan perjalanan menuju Pusat Informasi Pariwisata Dieng, karena disana sudah menunggu teman kami yang dari Solo. Begitulah, teman dari berbagai daerah berkumpul jadi satu dibawah bendera KJJI.



      Begitu sampai kami makan siang terlebih dahulu di RM Edelweis yang ada di depan basecamp, sambil menunggu Kloter 1 yang belum sampai. Sesudah makan, mulai mempersiapkan alat2 yang bakal dipakai buat pendakian, diantaranya matras, sleeping bag, trackpole, headlamp, blanket, tenda, kompor, nesting, gas. Beberapa teman ada yang punya peralatan sendiri, sehingga yang sewa hanya beberapa buah saja disesuaikan dengan kebutuhan.
      Kurang lebih jam 17.30 kami start menuju basecamp 1 untuk registrasi, HTM ke G Prau Rp. 10.000 per orang. Untuk pengamanan pendakian, peserta kami bagi menjadi 4 pleton, masing2 pleton dikoordinatori oleh 1 orang teman laki2 yang sekaligus berfungsi sebagai sweaper. Satu pleton terdiri dari 8-9 peserta. Yel2 kebersamaan dan kekompakanpun kami kumandangkan,,,,,,RM yessssss,,,!!


      Sesudah registrasi mulailah perjalanan menuju G Prau, pertama-tama melewati perkampungan penduduk kemudian masuk ke area perkebunan sayur2an dan berubah menjadi jalan setapak. Gerimis rintik2pun menemani perjalanan kami, sehingga kamipun membuka tas perlengkapan untuk kemudian menggunakan jas hujan.  

      Pleton yang telah kami buat akhirnya berantakan, karena kecepatan berjalan dan ketahanan fisik masing2 anggota ber-beda2, jadi yang berjalan lebih cepat akhirnya mendahului yang lambat. Kalau sudah begini bisa ditebak, sayalah yang paling belakang sampai.
      Disinilah dimulainya drama itu. Karena saya sering singgah2, akhirnya ketinggalan rombongan, saya putuskan agar yang lain jalan duluan saja, biarkan saya sendiri yang penting ada 1 sweaper dan 1 porter yang menemani. Jadi kami bertiga berjalan di paling belakang, lama2 rombongan didepanpun sudah tidak kelihatan, saking sudah jauhnya di depan.
      Dari pos 1 dan pos 2 signal handphone masih bisa nyambung, sehingga saya masih bisa memantau sampai dimana rombongan yang ada di depan. Kurang lebih jam 19.00 bertepatan dengan adzan shalat Isya, saya seperti sudah tidak kuat rasanya, mata kantuk, perut mual2 dan leher terasa sakit, sementara gerimis masih menemani kami bertiga. Dalam kondisi seperti ini saya paksakan untuk jalan terus, karena saran porter kami agar berhenti di jalanan yang agak landai supaya bisa tidur2an sekalian memijit saya.
      Dan benar, sebelum area “Akar Cinta” saya berhenti, duduk di rumput2 yang lahannya landai, untuk kemudian dipijit oleh Pak Urip (porter kami) sambil di baluri minyak kayu putih. Seketika itu juga saya bersendawa, tapi menurut sweaper kami, Mas Firman, saya kelihatan pucat, dan memang sempat muntah2. Akhirnya Pak Urip mengusulkan untuk buka tenda di tempat itu, diapun telepon ke basecamp 1 untuk minta diantar peralatan buka tenda sekaligus makan malamnya. Sebelum mereka datang, saya sudah tertidur di rumput2an beralaskan jas hujan dan berselimutkan sarung pak Urip. Begitu tenda sudah berdiri, sayapun terbangun dan pindah ke dalam tenda. Pak Urip dan mas Firman duduk2 di pintu tenda sambil masak air panas untuk menghangatkan kaki saya.
      Selebihnya saya tidak tahu, tapi saya masih sempat melihat mereka berdua makan nasi goreng yang   dibawa porter dan minum kopi. Dan ketika saya terbangun, ternyata sudah jam 2 pagi, saya putuskan untuk tetap naik, gak tega rasanya membiarkan teman2 di atas. Apalagi anak saya juga ikut dengan rombongan depan, tapi saya percaya pasti teman2 care dengan anak saya.
      Kami menunggu pak Urip beres2 tenda dan alat2 lainnya, sehingga kurang lebih jam 3 kami baru mulai jalan. Rasa mual2 masih terasa di perut saya, sehingga di pagi hari itu saya sempat muntah2 2x. Jamu tolak angin sempat saya minum dan coki2 untuk menambah kekuatan.

      Singkat cerita, dengan ter-tatih2 kami bertiga sampai juga ke Summit di 2,565 mdpl. Di situ juga saya menyaksikan sunrise yang luar biasa bagusnya, tapi mungkin masih kurang bagus dibanding yang dilihat teman2 saya di camp, karena porter buka tenda tepat di depan Gunung Sindoro Sumbing sehingga kalau mereka buka tenda sudah langsung bisa menyaksikan Sang Bagaskara muncul perlahan untuk kemudian memancarkan sinar kemilau jingganya.    



       
      Day 3, tanggal 18 September 2016


       
      Tetap bersyukur, dan terima kasih tak terhingga special untuk Mas Firman dan Pak Urip yang dengan sabar menunggu dan mensupport saya tak henti2.

       
      “ayoooo bundaaaaa,,,sedikit lagiiiii,,!”
      “nanjak sekali lagi bunda,,,,,mau istirahat dulu apa lanjut ??”

      Kalau jawaban saya “lanjuuut” mereka Nampak senang sekali, pertanda saya kuat dan lagi semangat. Ini yang orang2 sering bilang, bawalah teman seperjalanan yang care, karena pasti saat pendakian semua butuh kerja sama dan kekompakan, kalau banyak yang egois apa jadinya ?


       

      Ketika sudah di summit, suasana malah sepi, karena orang2 kebanyakan buka tenda di bukit yang ada dibawahnya, dengan pertimbangan kalau di summit lebih dingin dan lebih terbuka jadi angin akan lebih kencang. Jadi kami lanjutkan perjalanan lagi kearah turun, melewati Bukit Teletabbies yang indah. Bunga2 sudah mulai bermekaran, padangnya luas bisa buat ber-lari2an.




      Pak Urip mendahului kami, dengan alasan hendak kasih tahu teman2 kalau saya sebentar lagi sampai. Dan secara kebetulan, ternyata mereka sudah ber-siap2 hendak turun, menurut mereka mana mungkin saya ikut naik karena sudah siang ?



      Dan benar saja, begitu saya sampai di tenda2 tempat mereka ngecamp, langsung pada melongok dari dalam tenda dan berhamburan keluar, kecuali yang sedang masak2, merekapun tercengang, benarkan ini saya ????



      Teman2 pada happy dan menyambut saya dengan euphoria yang luar baisa, hiruk pikuk mommy2 RM mengusik sekelompok tenda2 anak muda disebelahnya, sehingga merekapun nyeletuk “Golden Memories niihhhh,,,!”



      Hhhhhmmmmm,,,masing2 pamer foto cantik mereka, dan saya tidak punya dooong ?? Tapi sisa waktu ini kami habiskan untuk foto2 bareng sesuka hati. Bahagianya jika melihat mommy2 lagi pada heboh,,,mengalahkan anak2 muda. Dan beberapa anak2 muda yang ikut di trip ini juga nampak happy, mereka cepat berbaur dan sangat membantu kami yang udah lansia.


      Daaan, opo tumon ? Baru sebentar foto2, komandan pleton sudah berteriak untuk mengajak turun ? Olala,,porterpun sibuk mengemasi tenda2 dan alat2 masak yang masih berserakan, sementara saya masih menyempatkan untuk sarapan mie rebus terlebih dahulu, takut nanti masuk angin lagi, dan minum teh manis panas buat nambah energy.


       






      Sambil sarapan, salah satu teman bercerita kejadian semalam, diantara mommy2 yang sudah duluan sampai ternyata ada yang sakit, ada yang kedinginan, ada yang kelaparan, ada yang gak kebagian tenda dikarenakan belum ketemu kelompoknya saja siy. Iya, termasuk pembagian teman tenda juga sudah kami buat sebelumnya, tapi mungkin karena panic sehingga lupa siapa teman setendanya, dan setiap membuka tabir tenda kok sudah penuh ? Dimana tenda saya ? (Itu sedikit kegaduhan yang terjadi, tapi segera teratasi, lagi2 karena teman2 pada care satu sama lain).

      Sebagai koordinator saya merasa bersalah, disaat mereka kesusahan saya tidak ada, dan ini akan menjadi mis kalau seandainya saya tidak jelaskan sedang dimana keberadaan saya ketika mereka mengalami ketidak nyamanan itu ? Ternyata saya mengalami hal yang sama, inilah sebuah pembelajaran, keterbukaan sangat diperlukan dalam sebuah team. Dan masing2 dari kami telah berhasil menguasai diri sendiri, maklum namanya juga mommy2, pastilah sudah bisa bersikap lebih dewasa dan tidak kekanak-kanakan.

      Olrait, selesai sarapan kami turun lagi,,,,,terima kasih Mt Prau, di punggungmu kami berdiri, mengibarkan bendera merah putih kebanggaan kami. Di punggungmu pula kami telah menyaksikan pemandangan alam yang luar biasa indahnya, Mt Sindoro, Mt Sumbing, Mt Merapi, Mt Merbabu, Mt Slamet,,,dan apalagi ya ? Puncak2 mereka bermunculan di tengah2 awan yang berarak putih bagai kapas,,,,Subhanallah,,,tiada kata yang pas untuk melukiskan keindahan itu, hanya mata dan hati kami yang berdecak kagum atas semua ini. Alam telah mengajarkan kami untuk bersyukur dan rendah hati,,,,,


       






      Perjalanan turun kami putuskan dengan rombongan tetap ketika berangkat, Mas Firman dkk, anak2 muda yang penuh perhatian sama Mommynya.


       



      Sebentar2 istirahat, dan sebentar2 muntah,,,,3x muntah dalam perjalanan turun kali ini. Rombongan lain yang sempat menunggu kami antri menuruni jalan setapak, saya persilahkan duluan. Biarlah kami belakangan, dan hampir di setiap pos kami istirahat lama.


      Di Pos 2 porter yang membawa kompor berhenti menunggu kami, rupanya rombongan anak muda dari grup lain menginfokan kalau saya muntah2, sehingga butuh teh manis panas untuk tambah energy.   Begitulah, entah siapa mereka tetapi perhatiannya luar biasa, anak gunung memang oke, sudah terbukti sikap sosialnya luar biasa.


       

      Dan setelah dari Pos 2 kami belok kekiri untuk mengambi jalan lain, melewati jalur Dieng. Disini pemandangannya lebih indah dan jalannya lebih landai ketika turun. Dan jangan dilupakan, sampah yang ada bawalah turun, jangan kotori tempat ini dengan sampah2 kita.





      Kurang lebih jam 15 urusan administrasi selesai, kami termasuk rombongan terakhir yang meninggalkan basecamp. Dua mobil lainnya sudah berangkat duluan, karena ada yang lebih awal jam keberangkatan keretanya.

      Di grup whatsapp mereka kirim2 foto, ada yang singgah ke Dawet Ayu khas Banjarnegara, ada yang singgah ke Soto Sokaraja. Semuanya happy,,,,,,dan kebahagiaan itu masih tersisa disini, di dada ini.  


       
      Salam Jalan2 Indonesia,,,!!
      Kontributor :
      Farah Haifa
      Anisa Rahmadi
      Titik HS
      Yulie Pram