baihaki1985

Lima Destinasi Wisata Menarik Selain West Lake Di Hangzhou

3 posts in this topic

Hangzhou di negara Cina memang dikenal sebagai kota dengan pemandangan alam yang sangat cantik. Dan satu tempat yang tak bisa dilepaskan dari kota Hangzhou tentunya adalah West Lake atau yang juga dikenal dengan nama Xi Hu. Namun jangan salah lho ya, Hangzhou tidak hanya punya West Lake. Ada beberapa lokasi wisata menarik yang keindahannya tak kalah kalau dibandingkan dengan West Lake. 
 
Tianmu Mountain
 
Lokasi destinasi wisata pertama di Hangzhou yang keindahannya tak kalah jika dibandingkan dengan West Lake adalah Gunung Tianmu atau Tianmushan. Gunung yang satu ini lokasinya berada sekitar 83,2 kilometer di sebelah barat dari kota Hangzhou. Gunung ini mempunyai ketinggian mencapai 1556 meter di atas permukaan laut.
 
tianmumountainlinan.jpg
Suasana di Tianmu Mountain (kredit: mildchina)
 
Gunung ini pun mempunyai sejarah panjang ajaran Konfusius, Tao serta Agama Buddha. Di gunung ini, terdapat beberapa kuil dari tiga ajaran agama tersebut yang sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Bahkan pendiri dari ajaran agama Tao Zhang Daoling konon dilahirkan di gunung ini. Dan di sini juga terdapat kuil Shizi Zhengzong dan Chanyuan yang masing-masing didirikan pada tahun 1279 Masehi dan 1425 Masehi. 
 
si_mian_feng_guan_jing_ping_tai__0.jpg?i
 
Secara khusus, Gunung Tianmu ini juga terkenal karena keragaman flora di dalamnya. Bahkan terdapat 37 spesies tanaman di sini yang namanya menggunakan Tianmu. Tanaman obat pun juga bisa dijumpai sangat melimpah di gunung ini. Tak hanya itu, di sini juga terdapat 2.139 spesies hewan yang berkeliaran di gunung ini. 
 
Dengan keragaman hayati tersebut, tak heran kalau pemandangan di tempat ini juga sangat cantik. Baik pemandangan lansekap, air terjun ataupun pemandangan yang melibatkan pepohonan tinggi. 
 
Untuk ke tempat ini, terdapat bus yang berangkat setiap 15 menit sekali dari Hangzhou West Bus Station yang menuju ke Lin'an. Selanjutnya, perjalanan ke Gunung Tianmu bisa dilanjutkan menggunakan taksi. Selain itu, tiket masuk ke Gunung Tianmu ini adalah sebesar 140 RMB per orang. 
 
Kota Tua Longmen
 
Pernah dengan tokoh kuno dari negeri Cina bernama Sun Quan? Kalau para gamer atau yang suka baca novel Cina tentu sangat familier dengan tokoh yang satu ini. Sun Quan tak lain adalah salah satu karakter yang muncul dalam dan berasal dari Kerajaan Wu (184 - 280). Nah, salah satu peninggalan dari Sun Quan yang hingga kini masih terjaga dengan baik adalah kota tua Longmen. 
 
d6c5b80c2c946e0a5cbad58f45cfbf60.jpg
 
Longmen dalam bahasa mandarin artinya adalah gerbang naga. Tempat ini terletak di kota Fuyang yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari pusat kota Hangzhou. Tempat ini pun menjadi salah satu kunjungan wisata yang terkenal karena merupakan tempat asal dari Sun Quan yang merupakan Kaisar Kerajaan Wu. 
 
Kota tua ini mempunyai berbagai jenis bangunan yang hadir dengan gaya arsitektural ala Ming dan Qing. Bangunan-bangunan tersebut pun sudah berusia sangat tua, bahkan sebagian besar di antaranya mempunyai usia lebih dari 300 tahun. Jenis bangunannya pun bermacam-macam, baik dalam bentuk pagoda, rumah tinggal ataupun anchestral hall. 
 
Untuk pergi ke tempat ini, bisa menggunakan bus 514 yang ada di Longxiang dengan tujuan kota Fuyang. Perjalanan bisa dilanjutkan memakai taksi menuju ke Fuyang West Bus Station. Dari situ, terdapat bus yang disediakan secara langsung menuju ke kota kuno Longmen. Untuk tarif masuk ke Longmen adalah sebesar 68 RMB. 
 
Danau Xianghu
 
West Lake bukan satu-satunya danau yang menarik di Hangzhou. Di tempat ini ada pula danau menarik lainnya, salah satunya adalah Xianghu Lake yang dikenal sebagai saudara West Lake. Danau ini terltak di Distrik Xiaoshan yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Hangzhou. Danau ini pun mempunyai beberapa daya tarik yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan. 
 
Tempat menarik pertama adalah sebuah jembatan bernama Kuahhuqiao Bridge. Jembatan yang satu ini pertama kali didirikan pada tahun ke-33 masa kepemimpinan Jiajing dari Dinasti Ming (1554). Jembatan ini pun membagi danau Xianghu menjadi dua bagian, yakni bagian atas dan bawah. 
 
Tempat berikutnya adalah Chengshan Hill yang menjadi salah satu tempat bersejarah di Danau Xianghu. Di tempat ini, terdapat beberapa peninggalan sejarah masa lalu Cina seperti Castle of King of Yue serta Roll Call Platform. 
 
W020150527483151423541.jpg
Suasana di Danau Xianghu (kredit: Gotohz)
 
Ada pula Ancient Towpath yang membentang di sepanjang danau. Towpath ini pada masa lalu memungkinkan seseorang untuk bisa menarik perahu di sepanjang danau. Bersama dengan Xiang Causeway, Yue Causeway serta jembatan yang ada di atas Danau Xianghu, Ancient Towpath ini menggambarkan sejarah masa lalu dari masyarakat di sekitar danau yang sangat menggantungkan hidupnya di sini. 
 
Thousand Island Lake
 
Tempat berikutnya yang bisa dituju di Hangzhou selain West Lake tak lain adalah Thousand Island Lake atau Danau ini berada di Chun'an County yang masuk dalam wilayah Hangzhou. Terdapat bus yang menghubungkan atara Danau Qiandao dengan Hangzhou. Bus tersebut berangkat setiap 30 menit dari pukul enam pagi hingga pukul tujuh di petang hari. Untuk tiket busnya adalah sebesar 60 RMB. 
 
Qiandao-lake-13%25255B2%25255D.jpg?imgma
Danau Qiandao (Kredit:Amusing Planet)
 
Danau ini merupakan sebuah danau buatan yang berukuran sangat besar. Meskipun dibilang danau buatan, namun Danau Qiandao ini terbentuk secara tidak sengaja, yakni pada saat pembuatan sebuah stasiun hidroelektrik di Sungai Xin'an. Akibatnya, area seluas 573 kilometer persegi yang dulunya merupakan sebuah daratan dan pemukiman warga pun berubah menjadi sebuah danau dengan ribuan pulau-pulau kecil. 
 
Pulau-pulau kecil yang ada di danau ini pun masing-masing mempunyai daya tarik. Bahkan salah satunya adalah Lock Island yang di dalamnya terdapat berbagai jenis dan berbagai bentuk gembok kunci. Aktivitas yang bisa dilakukan di danau ini pun cukup beragam. Bahkan kalau bisa diving, di sini akan bisa merasakan pengalaman unik. 
 
Dengan kedalaman mencapai 120 meter, danau ini pun menyimpan harta tersendiri di alam bawah airnya. Harta yang dimaksud tak lain adalah keberadaan kota kuno yang terendam air sejak terbentuknya danau buatan ini. Menariknya, kota kuno yang terendam air ternyata mempunyai kondisi yang masih terjaga dengan baik. 
 
Xinye Village
 
Kalau ingin melihat sebuah tempat yang menyisakan peninggalan Dinasti Ming dan Qing yang terjaga dengan baik, maka tempat tujuan wisata yang bisa didatangi adalah Xinye Village. Desa yang satu ini berada di kota Jiande yang masuk dalam bagian dari prefektur Hangzhou. 
 
60640150.jpg
Deretan rumah kuno yang ada di Desa Xinye (kredit: Panoramio)
 
 
Desa ini sendiri didirikan oleh Dinasti Southern Song pada tahun 1219 oleh seorang bernama Ye Kun. Penduduk di desa ini yang berjumlah 3.900 jiwa pun kalau dirunut ke belakang merupakan keturunan dari Ye Kun yang mencapai 30 generasi. Secara umum, masyarakat yang tinggal di sini disebut dengan nama klan Yuhua Ye. 
 
Pada awalnya, desa ini mempunyai nama Bai Xia Li Ye. Namun setelah terbentuknya negara Republik Rakyat Tiongkok di tahun 1949, nama desa ini pun diubah menjadi Desa Xinye. Di sini pun terdapat 16 anchestral hall serta sebanyak 230 unit rumah kuno berwarna putih yang hingga kini terawat dengan baik. Dengan kondisi seperti itu, Xinye pun diklaim sebagai museum open air terbesar di negara Cina. Bahkan di sini juga terdapat pagoda yang bernama Pagoda Tuanyun. Berkunjung ke tempat ini bakal serasa kembali ke zaman Dinasti Ming dan Qing. 
 
1024px-Xinye_5811.jpg
Pagoda Tuanyun dan Paviliun Wenchang di Desa Xinye (kredit: Wikipedia)
 
Dari Huangzhou terdapat bus yang berangkat setiap 30 menit menuju ke Jiande dengan ongkos sebesar 47 hingga 55 RMB per kepala. Perjalanan dari Jiande bisa dilanjutkan menuj ke Jiand South Bus Station memakai jasa taksi. Dari situ, perjalanan menuju ke Xinye bisa diteruskan dengan bus umum yang ongkosnya sebesar 5RMB per orang. 
 
Bagaimana? Tak kalah menarik bukan kalau dibandingkan dengan suasana di West Lake? Atau mungkin ada yang punya masukan lain, tentunya destinasi wisata di Hangzhou dong yak. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By baihaki1985
      Provinsi Zhejiang di Cina terkenal sebagai salah satu provinsi yang mempunyai pemandangan alam sangat cantik dan beragam. Salah satu wilayah dari Provinsi Zhejiang yang mempunyai daya tarik wisatawan sangat tinggi adalah yang terkenal berkat adanya danau fenomenal bernama West Lake atau juga dikenal dengan nama Xi Hu.    Danau ini tak hanya mempunyai pemandangan yang indah. West Lake ini juga dikenal sebagai tempat yang mempunyai sejarah panjang. Terlebih pada zaman dulu, Hangzhou juga pernah menjadi ibukota Dinasti Southern Shong yang berkuasa di Cina sejak 1127. Bahkan konon traveler legendaris Marcopolo juga dikabarkan mampir ke tempat ini dan mengagumi keindahannya dengan sebutan tempat paling indah dan sakral di seluruh dunia.    West Lake saat matahari terbenam (kredit: Wikipedia)   West Lake sendiri dulunya merupakan sebuah laut dangkal. Namun lama kelamaan, karena lumpur yang terus mengendap, membuat perairan ini akhirnya menjadi sebuah danau yang mempunyai luas mencapai 5,68 kilometer persegi. Rata-rata kedalaman danau ini pun tidak terlalu dalam, yakni hanya lima kaki atau 1,5 meter. Cukup dangkal, namun perlu dicatat, ini adalah kedalaman rata-rata lho ya.    Danau ini terbagi menjadi lima bagian dan yang paling besar wilayahnya adalah Outer Lake. Empat bagian lainnya masing-masing adalah Nort Inner Lake, Yuehu Lake, West Inner Lake serta yang terakhir adalah Lesser South Lake. Masing-masing bagian pun mempunyai daya tarik tersendiri. Tak mengherankan memang, karena tempat ini pada zaman dulu dijadikan sebagai lokasi peristirahatan favorit para pejabat kerajaan.    Dan kini, West Lake ini pun menjadi salah satu tempat yang masuk dalam daftar pada tahun 2011. Dalam desktripsinya, West Lake ini dianggap sebagai sebuah area yang mempunyai taman yang merupakan kombinasi antara pengaruh Cina, Jepang serta Korea. Selain itu, tempat ini pun disebut sebagai contoh ideal hasil kombinasi antara manusia dengan alam. Menunjukkan bagaimana sinergi yang terjadi di tempat ini berjalan dengan sangat baik.    Kalau berbicara tentang West Lake, maka hal yang paling pertama terlintas adalah terkait 10 Pemandangan di West Lake. Di kalangan wisatawan asing dan lokal, 10 pemandangan di West Lake memang menyimpan daya magis tersendiri. Tak heran kalau mereka yang pernah datang ke tempat ini bakal merasa sangat betah dan enggan untuk menjejakkan kaki keluar dari area West Lake.    10 Pemandangan Indah di West Lake yang terkenal tersebut masing-masing mempunyai lokasi yang terpisah. Bahkan jarak antara satu tempat dengan tempat lain cukup jauh. Sebagai gambaran, 10 tempat tersebut bisa dilihat pada gambar berikut.    kredit: Chinahighlight     Spring Dawn at Su Causeway     Untuk menikmati pemandangan ini, waktu yang tepat adalah pada bulan April dan Maret. Pada saat itu pemandangan musim semi di tempat ini bakal sangat cantik. Sepanjang jalan ini akan diselimuti dengan bunga peach yang tengah mekar. Jalur ini dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Northern Song oleh seorang pelajar terkenal bernama Su Dongpo (1037-1101). Jalur ini mempunyai panjang 2,8 kilometer dengan enam jembatan. Dan sebagai penghormatan, nama jalan ini pun diambil dari nama Su Dongpo.   Para pengunjung yang biasa datang ke tempat ini pun kerap menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan atau mengendarai sepeda untuk berkeliling. Tentu juga banyak yang tak lupa mengabadikan keindahan jalanan ini. Untuk akses transportasinya, bisa menggunakan berbagai bus yakni 507, K4 atau Y2 yang menuju ke Sudi.    Lotus in the Breeze at Crooked Courtyard   Di bulan Juni, Juli serta Agustus, pemandangan di Curved Yard menjadi daya tarik utama para wisatawan di West Lake. Para pengunjung pun bisa menikmati suasana sejuk di danau beserta kuncup bunga teratai yang mulai mekar. Untuk menuju ke sini, para pengunjung bisa naik bus 507 atau 15 yang menuju ke arah Quyuanfenghe.   Autumn Moon over Calm Lake   Pemandangan yang satu ini tentunya hanya bisa dinikmati pada saat malam hari dong yak. Terlebih ketika malam terang dengan bulan purnama. Suasana di tempat ini bakal sangat romantis. Pemandangan ini bisa didapatkan pada bagian ujung barat dari Bai Causeway. Sekilas, pemandangan di sini pun bakal sangat mirip dengan pemandangan yang sering dilihat pada film-film. Untuk menuju ke sana, bisa menggunakan bus 7, 51, 52 atau K7 yang mengarah ke Duangqiao.   Melting Snow on Broken Bridge   Pemandangan romantis berikutnya yang bisa disaksikan di West Lake adalah Melting Snow on Broken Bridge. Lokasinya tidak jauh dari Autumn Moon over Calm Lake. Jadi sarana transportasi untuk menuju ke tempat ini pun sama dengan Autumn Moon over Calm Lake.    kredit: Cultural-China     Pernah nonton film Cina Legenda Ular Putih? Nah, konon tempat bertemunya Pai Su Cen dengan 'Suamiku' Han Wen. Kalau yang kelahiran 1980-an keknya tau deh ya Legenda Ular Putih ini. Meski emang sih ada keluaran terbarunya, tapi keknya nggak tertarik untuk nonton. Jadi, bagi yang ngefans ama Pai Su Cen, kalau datang ke Cina, keknya harus menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke tempat ini. Kali saja ada siluman cantik atau ganteng yang lewat... hahaha.    Sayangnya, pemandangan romantis di tempat ini kini kabarnya jarang kembali terlihat. Tak lain karena fenomena salju yang meleleh di jembatan jarang terjadi. Meski tentu saja ada kemungkinan untuk bisa menyaksikannya. Dan kalau fenomena ini terjadi, maka jembatan akan nampak menyatu dengan lingkungan di sekitarnya.    Jembatan yang ada di tempat ini sendiri sebenarnya masih berfungsi dengan baik, bahkan sangat kokoh. Jembatan tersebut merupakan sebuah jembatan tradisional. Namun pada saat salju meleleh di jembatan, maka sekilas akan nampak seperti sebuah jembatan yang rusak.    Orioles Singing in the Willows   Pemandangan ini bisa disaksikan di bagian tenggara dari West Lake. Dan momen yang tepat untuk bisa menyaksikan pemandangan terbaik di lokasi ini adalah pada saat musim panas, terutama sebelum proses migrasi yang dilakukan oleh burung-burung oriole. Bonusnya, tempat ini juga menjadi lokasi yang tepat untuk menyaksikan pemandangan West Lake dengan dikelilingi oleh gunung pada tiga sisinya.    Fish and Lotus Fronds at Flower Pond   Tempat ini menjadi salah satu lokasi yang populer di kalangan para pengunjung West Lake. Terlebih di lokasi ini para wisatawan bisa menikmati pemandangan sembari memberi makan ikan-ikan. Dan kalau berkunjung pada musim panas, bunga-bunga teratai yang ada di tempat ini pun bakal mengembang, membuat suasana semakin cantik.    Area ini memang menjadi tempat berkumpulnya para ikan. Hal ini karena air di sini merupakan aliran dari Huajia Hill yang mengarah ke West Lake. Di tempat ini pun juga banyak ditumbuhi oleh bunga-bunga. Tak heran kalau di sini juga kerap disebut dengan nama Flower Harbor.    Sunset Glow over Leifeng Pagoda   Sunset dengan latar Pagoda Leifeng (kredit: gotohz)   Pemandangan matahari terbenam memang selalu memukau. Tak terkecuali pemandangan matahari terbenam di West Lake. Dan lokasi yang paling pas untuk bisa menikmatinya adalah di sekitar Pagoda Leifeng. Di sini, pengunjung akan bisa menyaksikan pemandangan sunset dengan pagoda sebagai pusatnya. Lokasi memandang yang pas adalah baik dari Changqiao Park atau Xueshi Park.    Two Peaks Piercing the Clouds   Pemandangan cantik berikutnya yang bisa disaksikan pada saat berada di West Lake adalah Two Peaks Piercing the Clouds. Dari danau, para pengunjung bisa menyaksikan pemandangan dua puncak gunung yang berjarak sekitar lima kilometer dari danau di arah utara. Pemandangannya pun bakal semakin cantik kalau cuaca mendukung dengan awan yang rendah seolah-oleh ditembus dua puncak.    Evening Bell Ringing at Nanping Mountain   Pemandangan ini bisa dinikmati pada saat sore hari. Di mana matahari mulai menyingsing menyisakan langit dan air di danau yang memancarkan warna kekuningan. Ditambah, bel raksasa yang ada di Kuil Jingxi mulai dipukul. Kombinasi yang menarik, seperti mengajak para wisatawan mengingat betapa besarnya dunia ini.    Three Pools Mirroring the Moon   kredit: Cits   West lake di mata uang RMB (kredit: Wikipedia)   Danau ini mempunyai tiga minatur pagoda yang dibangun pada 800 tahun lalu dengan ketinggian dua meter. Miniatur pagoda ini mempunyai tiga lubang. Dan pada saat malam hari di Festival Mid-Autumn, sebuah lilin akan dinyalakan di tiga miniatur pagoda tersebut. Dan dengan adanya cahaya pada lubang, maka bulan akan tercermin pada permukaan air. Sebagai tambahan, Three Pools Mirroring the Moon ini juga muncul dalam pecahan 1 yuan lho.    Namun tentu saja, pemandangan yang bisa dinikmati selama di West Lake bukan 10 Pemandangan Indah. Ada pula tempat-tempat serta aktivitas menarik lainnya yang bisa dilakukan selama di West Lake ini. Jadi, tidak mengherankan kalau banyak para wisatawan yang merasa sangat betah kalau datang ke danau bersejarah ini.   
    • By Gulali56
      Bermula dari teman saya mengirimkan email tentang promo Watson Malaysia untuk tiket Cathay Pacific ke Beijing dibulan November 2014.

      Yang namanya perempuan liat kata promo,langsung saja kita ‘terjebak’ untuk membeli. Padahal saya paling tidak suka winter,maklum darah udik, tidur saja tidak pakai AC. Plus ini promonya dari Kuala Lumpur. Sebenarnya itung2 ya jadi gak murah juga tuh promo.Belum lagi capeknya dobel dobel.
       
      Singkat cerita,tibalah hari H nya.
       
      Day-1: Jkt-KL-Hkg-Beijing
       
      Pesawat kami berangkat dari KL jam 5 sore, transit di Hongkong sejam dan tiba di Beijing International Airport (PEK) jam 2 dini hari. Karena jadwal yang nanggung kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Shanghai jam 6.30 pagi dengan pesawat domestik via skyscanner.co.id  .
      Rencana awal kami memang mau tidur di airport,tapi apa daya ,teman saya terkena musibah, kopernya nyangkut di Kuala Lumpur. Gara-gara dia malas keluar imigrasi di KLIA, dia coba-coba connecting baggage Malaysia Airlines langsung ke Cathay karena masih satu aliansi One World.Ternyata dari pihak MH nya entah kurang koordinasi/komunikasi sehingga ketika kami boarding CX, bagasi nya masih ditahan.
       
      Alhasil pagi-pagi buta kita habiskan dengan bikin report claim di Baggage Lost & Found. CX di PEK itu ada diterminal 3.Terminal yang dibangun jaman Olimpiade 2008 sehingga fasilitasnya paling lengkap,modern dan luas. Dari keluar pesawat (arrival lt.3) sambung connecting train (APM=Automated People Mover) di lt.2 ke bagian imigrasi, ambil bagasi terus lanjut ke bagian lost& found.

      Karena masih dini hari yang buka hanya McDonalds dan Starbucks.Satu hal lagi di sini water fountain nya ada pilihan air panas juga. Lumayan kalau butuh yang hangat-hangat dan gak mau keluar duit.

      Kebetulan pesawat domestik ke Shanghai yaitu Juneyao berada di Terminal 3 juga.Jam 5 kita sudah siap-siap ke lt.4 departure untuk counter check in Juneyao.

      Ternyata satu hal yang perlu diingat, pengecekan di airport China itu sangat strict dan ternyata penerbangan pagi itu rameeee banget.Bener-bener terbukti China berpenduduk terbanyak didunia deh. Jadi jangan coba-coba mepet masuk pas jam boarding kayak kita. Kita harus melewati gate inspeksi dimana harus melepas jaket, memasukkan cabin bag ke scan dan setiap kali ada bunyi,harus diulang untuk dilihat apa yang menyebabkan bunyi . Dari powerbank sampai kunci-kunci, setelah 2x dicek diantara buanyaknya penumpang antri ,baru deh tiket kita bisa direlease ke gate boarding. Paraaahh,yang ada harus lari-lari lagi ke gate.
       
      Day-2: Shanghai
       
      Mendarat di Shanghai Hongqiao airport jam 9-an pagi.
      Shanghai Hongqiao airport ini walaupun ‘Cuma’ airport domestic, tapi besar dan megah.Belum lagi terhubung dengan Hongqiao Railway Station. Karena kami berencana mau ke Hangzhou keesokan hari nya akhirnya kami berjalan kaki ke railway station untuk beli tiket. Yang berasa jauhhhh banget gak sampai-sampai, belakangan baru tau, terhubung juga dengan mall. Tau gini lewat mall nya deh bukan terowongan sepi  nan basi gini.

      Baca-baca di berbagai web sumber, di bagian loket pemesanan tiket ada yang khusus buat foreigner atau bisa berbahasa inggris. Tapi kelihatannya di Hangqiao ini tidak ada deh. Jadinya kita antri dimanapun . Jujur sih liat antrian dan apapun yang berbahasa mandarin, mending dari awal beli lewat agen/hostel deh.Bikin jiper gitu. Padahal teman saya lancar mandarin.Tapi tetap saja dia gak pede dan harus pake alat bantu isi form yang kita download di web luar yang bilingual form.Hahaha.  Disana kita beli tiket second class one way ke Hangzhou seharga CNY 46.5.
       
      Dan ternyata walau web bilang kita bisa beli tiket kereta di station mana saja, kami gak bisa beli tiket ke Beijing dijam yang kami mau yaitu D-train paling terakhir karena D-train kami berangkat dari Shanghai Railway Stn bukan Shanghai Hongqiao.Akhirnya cukup beli tiket ke Hangzhou saja.
      Dari station dengan bodohnya kami jalan balik ke airport, belakangan baru ngeh, dari railway ada station subway nya. Tapi kali ini kami lewat mall nya. Berhubung masih hari pertama di China dan bawa duit ngepas.Kami tutup mata saja jalannya.
       
      Sistem subway di China hampir sama seperti MRT diSG, Cuma yang bikin bete, kita harus pilih line destinasi kita dulu baru pilih nama station nya.Kalo di Sg khan tinggal pilih nama station udah langsung keluar hrgnya. Harga tiket: jarak terdekat CNY 3 ~terjauh  CNY 5.Tapi paling tidak ada menu bahasa inggrisnya .Hore.
       
      Hostel kami: Shanghai Blue Mountain Bund Youth Hostel terletak didekat East Nanjing Rd Stn line 2 atau line yang sama dengan line Airport.Berhubung saya liburan setelah hectic di kntr, saya lupa save petunjuk jalan ke hostelnya.Akhirnya puter-puter mengandalkan teman saya membaca peta di pintu keluar subway.Satu hal lagi, peta jalan disana semua bahasa mandarin.Plus kita berdua buta arah alias buta peta.Pokoknya disaster buat saya yang geret-geret koper 28â€.Apalagi station di China juarangg banget escalator nya. Sangat gak big luggage friendly.Hiks.
      Karena kecapean setelah kurang tidur,drama ilang kopernya teman saya dan nyasar nyari hostel, kami memilih menunggu hingga bisa check in hostel untuk bisa istirahat sebentar.
       
      Ternyata kamar kami diâ€upgrade†katanya, dari standard twin room jadi triple room tapi model bunk beds. Kamarnya sederhana tapi yang penting heaternya nyala,wc nya bersih dan ada hairdryer dan free Wi-fi.
      Setelah tidur 2jam-an.Kami memutuskan skip belanja di Qipu clothing market tapi ke People’s park yang hanya 1 station dari hostel .
      Ternyata jam 4.30 di Shanghai sudah gelap saja dan banyak yang mulai tutup. Baca di peta katanya dekat The Bund, lagi-lagi gak ketemu.Justru malah ketemu Train ticket Agency yang 20meteran dari hostel.
       
      Disana kami pesan tiket ke Beijing, D-train D314 jam 21.11 untuk lusa seharga CNY 309 plus fee agen CNY 5. Murah. Ketimbang beli di web bahasa inggris fee nya USD 15.
       
      Di People’s Park lagi-lagi nyasar bukannya ke taman nya kami malah ke mall nya, New World City.  sekalian cari kaos kaki dan sepatu untuk temen saya yang kopernya blm sampai-sampai. Suhu di Shanghai waktu itu masih diatas 8derajat, tapi cukup berangin. Sehingga memang mending di mall yang hangat.Alesan bgt.
       
      Perlu diketahui kalau yang namanya Station Transfer, besarnya station itu asli gede banget. Nah si People’s Park Stn ini merupakan station subway dengan 3 lajur (line 1,2,8) jadi exitnya  ada 20-an. Dan petunjuknya itu ½ ½ kalau saya bilang sih,mungkin karena saking banyaknya exit, jadi kalau dijabarin satu-satu ya wasalam aja papannya segede apa. Kalau sudah begini kangen sangat dengan Singapore yang detail dan serba berbahasa inggris dan Stn Dhouby Ghaut yang gedenya gak seberapa dibanding disini.
       
      Karena hari ini badan masih capek.Akhirnya jam 8 kami pulang ke hostel dan tidur untuk besok pagi-pagi ke Hangzhou.
      Review Hostel bisa dibaca di sini: http://forum.jalan2.com/blog/287/entry-831-review-shanghai-blue-mountain-bund-youth-hostel/
       
      Day-3: Hangzhou
       
      Jam 7.15 kami sudah berangkat dari Hostel menuju Shanghai Hongqiao railway Stn .Tiket kami 08.46,cara membaca tiket dapat dilihat dari foto berikut:

      Sebelum berangkat kami naik ke lt.2 tempat restaurant yang rata-rata menjual menu box untuk dibawa dikereta.

      Gate kami (20A) dibuka 15menit sebelum waktu keberangkatan dan ditutup 3menit sebelum wkt keberangkatan. Untuk masuk gate ke platform masing-masing,petugas akan mengecek tiket dengan ID/passport kita.Train nya bersih dan sangat tepat waktu.
      Perjalanan menggunakan D-train membutuhkan waktu 1jam 10menit.Kami sampai di Hangzhou jam 10kurang. Sampai disana bengong-bengong lagi karena Hangzhou railway station cuma stasiun kecil. Ketauan bingung ,tertangkap lah kami dengan agen tur lokal. Sebenarnya saya paling males ikut tur.Lagipula saya di Hangzhou ini niatnya Cuma ke West Lake.Tapi teman saya kurang pede untuk naik bis /taksi kesana. Jadilah kami membayar CNY 130 per orang untuk tur West Lake dan Pagoda di bukit.


      Ternyata kita digabungkan ke tur dengan bis yang sudah jalan duluan. Jadi kami diantar agen nya naik taksi ke West Lake untuk bergabung dengan rombongan tur yang sudah sampai dari tadi.Dan tau berapa harga ongkos taksi dari Stasiun ke West Lake? Cukup CNY 19 aja. Pret! Murah aje.
       
      Buat saya yang tidak bisa bahasa Mandarin sama sekali, ikut tur ini asli gak penting banget. Tur guide nya tidak bisa bahasa inggris sama sekali.Dan karena saya satu-satunya yang non China . Ya wasalam.Cukuplah kami foto-foto tanpa tau ini itu.Karena teman saya pun terlalu malas untuk translate ke saya. Untungnya saya udah pernah browse .West lake ini terkenalnya karena termasuk dalam cerita White Snake Legend. Film jaman saya kecil #jadiketauangenerasinya

      Dalam tur ini kami naik cruise melintas danau. Awalnya saya kira kami bakal mampir ke salah satu pulau di tengah danau ternyata numpang lewat doank.Ah rugi sekali. Memang setau saya mampir ke pulau itu ada admission fee nya lagi.Apa-apa bayar lah disini.

      Jam 12 rombongan sudah di bawa pergi dari West Lake. 2 jam di West Lake beneran gak puas deh. Danaunya terlalu bagus untuk sekedar numpang lewat begitu saja.Padahal saya ngebayangin naik battery car keliling danau atau sewa sepeda keliling danau.Mungkin jatuhnya bakal lebih mahal ya kalau west lake ini di explore satu-satu tapi pastinya lebih puas.

      Ternyata tempat makan siang kami adalah tempat souvenir khusus turis.Dan harga tur belum termasuk makan. Berhubung tadi pagi kami makan sangat banyak. Ya kami gak ikutan makan dan keliling cari souvenir.Alesan padahal karena bokek.
      Jam 1 kami dibawa ke Hangzhou Fashion Mall yang merupakan tempat jualan kain sutra yang mahal. Dari bed cover  dan sprei seharga CNY 2,000-an yang tahan api sampai baju cheongsam CNY 75. Later on semua juga tau ini semua overpriced.

      Jam 2, kami dibawa ke tempat jualan teh.Entah deh harga teh nya berapa, yang pasti dapet secangkir dua cangkir teh gratis pas di presentasi. Dan lagi-lagi presentasinya gak ada bahasa inggrisnya sama sekali.

      Jam 3, kami dibawa ke temple yang entah apaan di bukit. Karena ternyata kami harus membayar CNY 21 lagi untuk entrance fee nya.Berhubung udah merasa rugi, kami ogah, dan hanya keliling di area bukit. Salah satu peserta juga komentar,â€Temple dimana2 sama khan? Ngapain bayar.†Hahaha.


      Akhirnya disini saya malah nongkrong di Starbucks beli tumbler nya.hehe.
      Sekitar jam 5 kami dibawa ke another temple ,tapi sudah gelap banget jadi serba diburu-buru.

      Akhirnya bis kami mengantar kami kembali ke station.Berdasarkan hasil browse, station kereta yang lebih banyak pilihannya adalah Hangzhou East Stn. Jadi kami di drop disana.

       Hangzhou East Stn ini kayaknya lebih besaran dari Hangzhou Stn, karena lagi-lagi bengong gimana cara beli tiketnya, kami dibantu oleh salah satu peserta tur yang turis lokal. Di railway antar kota China itu ada mesin tiket, tapi khusus untuk warga lokal, karena membutuhkan nomer ID dan tidak ada fitur bhs inggrisnya.Jadi kami dibantu antri di loket yang kata temen saya sih tulisannya jutru untuk refund & cancelation. Tapi ternyata bisa. Dpt tiket ke Shanghai jam 7.55pm seharga CNY 48.5 sedangkan si turis lokal tadi malah gak kebagian tiket yang entah dia harus kekota mana. Kesian.Mana cakep pula #lho. Sebenernya dia bantuin jg ada pamrihnya yaitu harus foto sama dia.Hahaha.Mo tukeran nomer telp sama temen saya, pulsa nya gak cukup untuk telpon internasional.Haha malu-maluin.Kalo tukeran sama saya,gak guna, dianya gak bisa bahasa inggris.
      Akhirnya kami balik juga deh di Shanghai Hongqiao Stn jam 9pm. Langsung jalan kaki ke airport untuk kembali  urus koper temen saya yang akhirnya sampai juga di Shanghai. Karena harus bawa koper sebesar 30â€. Jadi kami langsung kembali ke hotel dan selesailah petualangan kami hari ini.
       
       
      Day-4 – Shanghai
       
      Hari ini kami adalah hari terakhir kami di Shanghai jadi full jadwalnya.Pagi-pagi kami ke Lujiazui stn exit 1 untuk berfoto di dekat Oriental Pearl TV Tower (OPTT) yang sebenarnya cantiknya pas malam karena lampu warna pink nya menyala. Menara TV ini kalau di Jakarta ya setara TVRI lah ya.Haha Cuma photogenic aja karena ada detail pinknya dan bentuknya yang khas dengan 2 bulatan.Didekat exit 1 ternyata ada viewing dock, dari exit 1 belok kiri ambil escalator.Dari viewing dock ini bisa keliatan Jin Mao Tower bangunan 88lantai disebelah kiri dan OPTT di kanan. 


      Setelah puas narsis-an, kami sarapan disekitar sana.
      Dari sana kami ke Yuyan Garden, taman yang dibangun jaman dinasti Ming ini terletak di Yuyuan Stn Exit 1. Tapi ternyata dari sana, masih harus jalan kaki tuh kurang lebih 1 blok.Lagi-lagi nyasar. Entah kenapa di China ini pelit banget papan petunjuk. Cuma panah ke kanan dari exit 1 tapi entah brp puluh meter lagi. Yang ada kami malah kesasar ke Yuyuan bazaar yang paling ujung. Jadi dari Exit 1 kami ke kanan terus belok ke gang di kanan lagi.Dapet magnet Shanghai seharga CNY 5/buah berbekal bahasa tarzan dan kalkulator. Murah.Later on makin deket ke Yuyuan harganya jadi CNY 15 fix price.

      Dari beli magnet baru deh dikasi tau arah Yuyuan Garden pake bahasa tarzan juga.Karena temen saya pura-pura gak ngerti biar dpt harga murah.Tetep nyasar juga, walau kami akhirnya ketemu papan petunjuk warna coklat nya. Karena sudah sekitar jam 9.30-an, buanyaaaaak sekali turis asing disekitar Yuyuan ini. Daerah ini asli turis spot banget, bangunan sekitarnya tradisional china warna coklat, dan super crowded. Akhirnya setelah ½ mati muter-muter ,sampai juga di depan gerbang Yuyuan Garden.

      Berhubung kami harus siap-siap check out dari hotel.Merasa rugi keluar tiket masuk CNY 40 untuk waktu yang singkat dan pasti crowded.Akhirnya Cuma foto-foto diluar gerbang.Hhahaha..payah.Oiya disini ada NanXiang Crab Dumpling yang antriannya wow banget. Antara pengen antri tapi dikejar waktu.
      Setelah packing,check out dan titip koper di hostel, kami kembali ke People’s Square. Kali ini berhasil ke Shanghai Museum di People’s Square Stn exit 1 belok kanan.

      Tapi agak ber-deviasi ke Hongkong Famous Brand Street dan Dimei Shopping Centre ,underground shopping mall yang pas disebelah kanan Exit 1. Yang ada malah ketemu toko 1 harga yang namanya Marisol atau Mamisol (lupa) yang serba 10yuan. Agak kalap.Baru setelah itu makan siang di Ajisen Ramen. Ramen seharga CNY 35 dengan free flow green tea. DiChina kayaknya rata-rata harus bayar diawal baru dibuat pesanannya.

       

      Sehabis makan siang, baru deh naik ke People’s Square exit 1, ketemu Shanghai Museum dan Shanghai Grand Theater. Foto-foto di luaran terus kita tiba-tiba melihat papan petunjuk ke arah The Bund, salah satu landmark pinggiran sungai yang dari kemarin-kemarin kita penasaran.
       
      Lagi-lagi papan disini tuh tidak ada estimasi jaraknya. Tapi dengan pede kita jalan kaki.Ternyata muncul-munculnya dijalan Nanjing kearah hostel kami. Tentu saja ber-kilometer jauhnya.Nanjing road ini merupakan deretan mall dengan berbagai brand international dari Channel, Prada sampai merk standar kayak Baleno, Uniqlo dll. Ada semacam tourist battery car seharga CNY 5 yang mengantar orang dari ujung ke ujung Nanjing Road. Tapi berhubung pelit ya sudah kita jalan kaki. Nanjing Road ini mungkin setara Orchard Road Singapura ya.
      Jam 4-an kami sampai dihostel kami istirahat sejenak di common room hostel yang ternyata ada papan tenis meja nya. Baru jam 5-an kami berangkat dari hostel dengan koper-koper kami.
      Karena hari ini adalah weekend.Dari depan hostel sampai di subway, penuhhh banget orang-orang lokal memadati jalanan. Sepadat long weekend di Ancol/Ragunan deh. Kami sampai jam 6.30 di Shanghai Railway Stn padahal kereta kami baru jam 9malam. Stasiun yang ini menurut kami lebih kusaman dari Shanghai Hongqiao. Mungkin karena ini justru stasiun pusat ke berbagai kota di China. Ruang tunggu nya ada banyak seperti ruang tunggu Soetta. Kalau Shanghai Hongqiao tuh ruang tunggu nya jadi satu dengan gate yang kecil-kecil. Disetiap ruang tunggu ada fasilitas hot water untuk minum, WC dan bilik charger hp.
      Kereta antar kota itu ada beberapa macam, yang saya tau ada K-train, D-train, dan G-train. G-train ini yang highspeed Shanghai Beijing bisa ditempuh dalam waktu 4-6jam harganya bisa 1jt-1.3jt untuk one way tergantung class nya. Berhubung kita mau hemat hotel semalam , kita pilih D-train, ½ harga dari G-train dengan waktu tempuh 12jam. Dari Shanghai jam 21.11 berarti tiba di Beijing 9pagi. Kalau K-train ini lebih murah lagi dan tentunya lebih lama lagi waktu tempuhnya.
      Ada 2kelas di D-train kami, compartment yang tempat tidur yang harganya hampir setara G-train alias sejuta-an dan tempat duduk biasa seharga 600rb-an.Dari web sih kita lihat 2nd class punya kita tuh model tempat duduk standar 2-3kursi sebaris.
      Ternyata D314 yang sleeper train ini adalah perombakan compartment tempat tidur jadi tempat duduk.Jadi satu compartment kalau versi asli adalah 4 dipan dijadikan tempat duduk ber-6.

      Aslik bikin pegel. Dan ternyata ini menjawab kenapa orang terburu2 lari ke compartment masing-masing karena mereka berebutan dipan di atas yang bisa tidur telentang! Dengan 2koper kami, yang memenuhi ruang kaki,akhirnya dengan terpaksa yang diatas harus berbagi tidur dengan koper raksasa kami.

      Di Dipan bawah kami semestinya berbagi ber-4. Tapi satu orang mengundurkan diri dan tidur diluar. Di compartment ada tv, tapi kayaknya gak nyala. Ada colokan juga, tapi kami sih bawa powerbank jadi gak kepake juga. Yang pasti satu dipan dipake ber-dua itu asli awkward banget posisi tidurnya. Total dipaksa tidur palingan 3-4jam-an deh. Dalam satu gerbong, ada fasilitas wc duduk, wc jongkok, tempat cuci tangan dan hot water.

      Kalau disuruh ngulang kayaknya saya bakal milih yang sejutaan deh satu compartment ber-4 doank.hiks.