deffa

Itinerary Wisata Sumatera Barat 3 Hari 2 Malam - Field Report Gathering Nasional Viii

85 posts in this topic

Hola Momod Here !!!

 

Seperti yang kalian tahu tiap 3 - 4 bulan sekali Komunitas Jalan2 Indonesia dari Forum Jalan2 ini mengadakan Gathering Nasional, dimana kita mengumpulkan member dari seluruh Indonesia untuk Jalan2 Bareng mengunjungi suatu daerah dan destinasi yang ada.

 

Nah kali ini tanggal 31 Mei - 2 Juni 2015 Gathering Nasional ke 8 dilaksanakan kembali dengan hasil Voting destinasi Sumatera Barat yang terpilih kita kunjungi. Dan @vitriya saputra dari Regional Padang dengan Sukarela mau menjadi Panitia acara ini, terima kasih banyak vit :D

 

Btw peserta nya lebih banyak cewek loh, cowok nya total hanya 7 orang hahaha

 

Berikut Cerita Perjalanannya 

 

31 Mei 2015

Peserta yang terkumpul total 31 orang dan ada yang udah tiba dari tanggal 30 Mei 2015 yaitu :

  1. @Jalan2 (Singaparna)
  2. @deffa (Di Hatimu)
  3. @kyosash (Jakarta) 
  4. @Atana Sarah Dinda Nadhirah (Bogor) 
  5. @Hasdevi (Bogor) 
  6. @eka wibisono 1 (Jakarta)  
  7. FB Luxia Kwan (Jakarta)  
  8. FB Netty Neh (Jakarta)  
  9. FB Lenny Zein (Aceh Singkil) 
  10. FB Azra zahrah nadhirah ikhwani 
  11. @dediku (Lampung) 
  12. FB Agnisaa Dwi Handayani (Jakarta) 
  13. FB Siti Rukoyah 1 (Jakarta) 
  14. FB Siti Rukoyah 2 (Jakarta) 
  15. FB Siti Suwarni (Bandung) 
  16. FB Iva Sativa (Bandung) 
  17. FB Edhis Subhana 1 (Jakarta) 
  18. FB Edhis Subhana 2 (Jakarta) 
  19. FB Edhis Subhana 3 (Jakarta) 
  20. FB Tri Noviarty (Pontianak) 
  21. FB Sarah Eyiee (Batam) 
  22. FB Agustin Darmayanti (Palembang) 
  23. FB Agustina Soleh (Palembang) 
  24. FB Eknia Nttu Nunk (Jakarta) 
  25. FB Triwahyuni Trisnaningsih (Jakarta) 
  26. @Sari Suwito (Jakarta) 
  27. FB Junita Sitompul (Bandung) 
  28. @mone (Jakarta) 
  29. @vitriya saputra (Padang) 
  30. FB Bayu Kelana (Palembang) 
  31. FB Anggun Setianingrum (Palembang) 

 

Untuk Rute tanggal 31 Mei 2015 ini adalah :

 
08.00            : Meeting Point Di Bandara Padang 
08.30            : Menuju Bukittinggi
09.30            : Tiba di Lembah Anai (Foto2)
10.30            : Perjalanan menuju Bukittinggi (Melewati Serambi Mekkah Padang Panjang)
11.30            : Tiba di Koto Gadang (Ishoma)
12.30            : Menuju Lubang Jepang, Great Wall Koto, Janjang Seribu, Ngarai Sianok, Taruko.
18.30            : Wisata Kuliner di Sekitar Jam Gadang
22.00            : Menuju Penginapan Hello Guesthouse Bukittinggi
 
BANDARA MINANGKABAU
Meeting Point pukul 08.00 WIB di Bandara Minangkabau International Airport, jadi yangs udah tiba di Padang 30 mei, harus kembali lagi ke Bandara ini, karena bandara ini searah dengan rute ke Bukittinggi. Btw yang menginap di Sofyan Inn Rangkayo Basa Hotel, ada kejadian unik, pagi-pagi air nya gak nyala dan sebagian gak mandi cc @Jalan2 @kyosash @dediku :P
 
Tiba di bandara Minangkabau meeting point ternyata semua nya tepat waktu loh, dan sudah terkumpul 30 orang yang harus nya 31 orang karena @mone harus mengantar orang tua nya ke daerah Dharmasraya sekitar 6 jam dari Bandara, dan janjian ketemu di Bukittinggi saja. Bus menggunakan Bus Pariwisata 35 seater.
post-6-0-20797800-1433400399_thumb.jpgpost-6-0-85395900-1433400407_thumb.jpgpost-6-0-77343000-1433400413_thumb.jpg
 
Yuhu perjalanan pun di mulai dengan destinasi awal ke Air Terjun Lembah Anai, perjalanan sekitar 1 jam lebih, dan disini masih pada malu-malu karena masih belum berkenalan, kecuali rombongan laki-laki di bagian belakang Bus yang di kompori oleh Upin @dediku hahaha
 
AIR TERJUN LEMBAH ANAI
Sekitar pukul 09.30 WIB kita tiba di Lembah Anai dan memang Air Terjun ini berada tepat di sisi jalan lintas Padang - Bukittinggi jadi kita tidak akan terlewatkan. Harga tiket masuk perorang Rp. 3.000 perorang untuk weekend, di mulai lah mencar untuk cari spot-spot terbaik, ada yang di sisi kiri-kanan malahan ada yang dekat dengan kolam nya biar oke :P
post-6-0-80641200-1433400865_thumb.jpgpost-6-0-01609400-1433400871_thumb.jpgpost-6-0-86292900-1433400875_thumb.jpg
 
Tidak lama disini mungkin sekitar 1 jam, lalu kita memulai perjalanan lagi yang cukup jauh sekitar 2 jam untuk ke destinasi berikutnya yaitu Koto Gadang.
 
Seperti biasa kalau perjalanan jauh pasti semua nya tertidur kecuali rombongan belakang bus yang masih semangat karaokean lagu Ria Amelia - Ayam Den Lapeh vokal @dediku featuring @kyosash hahah :P
 
KOTO GADANG
Tiba di Koto Gadang sekitar pukul 11.30 WIB, dan kita langsung sedikit takjub dengan pemandangan yang di berikan di kiri kanan banyak nuansa Hijau dari Sawah dan Padi, dan juga Rumah Adat Koto Gadang ini memberikan kita spot yang bagus untuk Poto-Poto. Oh iya kita disini sekalian makan siang dengan Nasi Box yang sudah di pesan dan juga Sholat di Mesjid nya
post-6-0-46308800-1433401420_thumb.jpgpost-6-0-76775700-1433401414_thumb.jpgpost-6-0-01494300-1433401425_thumb.jpgpost-6-0-53993100-1433401430_thumb.jpg
 
Setelah selesai istirahat dan makan kita lanjutkan perjalanan ke Great Wall Koto Gadang yang sebenarnya tidak jauh dari tempat kita istirahat sekitar 1 km, namun demi menghemat waktu kita sewa Angkot saja dari sini, karena bus tidak bisa naik jalan nya kecil. Karena angkot cuma 1 jadi kita gantian naik sampai 3 kali bolak balik. Oh ya sambil nunggu angkot nya kita nyobain Ice Cream Cone keliling yang enak dan murah loh cuma Rp. 3.000
post-6-0-83689200-1433401780_thumb.jpg
 
Oh ya karena saya dan beberapa peserta lain memutuskan untuk jalan aja sambil nunggu angkot datang lagi, kami melewati perumahan penduduk yang cukup unik bangunan nya
post-6-0-09874300-1433401868_thumb.jpg
 
GREAT WALL KOTO GADANG
Tidak lama kita pun tiba di Great Wall Koto Gadang (Janjang Koto Gadang) alias Tembok Besar Cina nya Bukittinggi (Sumatera Barat), tiket masuk nya Gratis hanya Sumbangan se ikhlasnya saja. Ya jika dilihat sepintas mirip lah dan juga ada semacam View Area yang menyerupai Benteng, nah disana lah yang saya rasa mirip Tembok Besar Cina nya, dan merupakan Spot Foto yang bagus, btw hati-hati ada monyet disini heheh
post-6-0-43117000-1433402203_thumb.jpgpost-6-0-22942900-1433402209_thumb.jpgpost-6-0-58991800-1433402214_thumb.jpgpost-6-0-51568800-1433402224_thumb.jpgpost-6-0-67266100-1433402228_thumb.jpg
 
NGARAI SIANOK
Oh iya rute Great Wall Koto Gadang ini nyambung sampai ke Ngarai Sianok dan Lobang Jepang jadi banyak spot foto bagus selama perjalanan ini yang sayang jika di lewatkan. Dan juga kita melewati Ngarai Sianok dari jembatan veiwnya bagus loh.
post-6-0-79237500-1433402556_thumb.jpgpost-6-0-13196600-1433402565_thumb.jpgpost-6-0-31733700-1433402573_thumb.jpgpost-6-0-96213000-1433402578_thumb.jpg
 
LOBANG JEPANG
Setelah berjalan yang lumayan cukup jauh akhirnya tiba di depan Lobang Jepang dan ternyata Bus kita parkir disini, ya kita masuk lah ke dalam gua ini, dengan membayar tiket perorang Rp. 8.000 Weekend dan juga membayar jasa guide setelah negosiasi dapat lah harga Rp. 150.000.
 
Dari penjelasan Guide, Lobang Jepang ini dulu nya merupakan tempat persembunyian nya Tentara Jepang selama Perang Dunia II, dimana disini juga di gunakan untuk para tentara Jepang menculik warga yang tidak sengaja lewat daerah ini, karena dulu nya disini adalah pegunungan. Disini terdapat banyak ruangan seperti Penjara, Dapur, dll. 
post-6-0-71999700-1433402976_thumb.jpgpost-6-0-29012300-1433402960_thumb.jpgpost-6-0-84466400-1433402966_thumb.jpgpost-6-0-86726600-1433402971_thumb.jpg
 
JANJANG SARIBU
Beres dari Lobang Jepang, kita kembali naik bus dan rute selanjut nya kita ke Ngarai Sianok dan Janjang Saribu, namun sayang ketika di perjalanan ke Ngarai Sianok, busa tidak bisa masuk karena jalan nya yang kecil. Kami terpaksa turun dan jalan melalui arah dari Janjang Saribu ke Ngarai Sianok, tapi entah kenapa kita malah tertarik menaiki Janjang Saribu ini, mungkin karena tadi udah dapat poto dari atas Ngarai Sianok heheh. Oh iya tiket masuk Janjang Saribu Rp. 2.000 perorang
post-6-0-22196500-1433403202_thumb.jpgpost-6-0-88496600-1433403207_thumb.jpgpost-6-0-80926900-1433403217_thumb.jpg
 
Oh iya Janjang Saribu ini berupa tangga yang katanya jika di hitung terdapat 1000 anak tangga dan di Puncak nya terdapat semacam area Panorama untuk melihat dari puncak 
med_gallery_33_115_6264.jpgmed_gallery_33_115_113153.jpg
 
Walaupun saya gak ikut naik tapi bisa di lihat dari poto diatas kan heheh
 
Beres dari Janjang Saribu ini kita menuju ke destinasi berikut nya yaitu Taruko
 
Sebenarnya perjalanan cukup pendek dari Janjang Saribu hanya sekitar 10 menitan, namun karena lagi-lagi jalan yang kecil, bus tidak bisa lewat, jadi kita haru jalan kaki sejauh 1,5 km untuk menuju ke Taruko ini. Dan melalu jalan yang masih kurang bagus pula. Namun sepanjang perjalanan ini kita di suguhi pemandangan alam yang Ciamik dah :D
post-6-0-62848400-1433403605_thumb.jpgpost-6-0-86389500-1433403609_thumb.jpg
 
TARUKO CAFE
Setelah jalan kaki selama sekitar 20 menitan tiba lah kita di Taruko Cafe, yup taruko ini berupa Cafe & Restoran yang menjual berbagai jenis makanan dan juga yang pasti pemandangan alam jadi Point utama mereka. Dari segi makanan rasa nya biasa saja dan harga nya juga standar harga Jakarta. Tapi dari segi pemandangan nya Priceless deh :D
post-6-0-52787800-1433403832_thumb.jpgpost-6-0-21236800-1433403839_thumb.jpgpost-6-0-23844100-1433403843_thumb.jpg
 
Continue

Share this post


Link to post
Share on other sites

Tidak lama disini paling hanya 30 - 45 menitan, berbanding terbalik dengan perjalanan kesini jalan kaki yang cukup lama heheh :P

 

Setelah masing-masing bayar makanan yang di pilih, salah satu peserta mengusulkan untuk sewa ojek saja dari Taruko ke Bus, karena dia mengalami lecet di kaki. Karena di sini tidak ada angkutan umum ataupun ojek, supir bus yang kebetulan orang asli sini menelpon kenalan nya dan membawakan beberapa pemudah yang bawa motor, jadi di hitung perorang Rp. 5.000 deh

 

Setelah semua tiba di Bus perjalanan di lanjutkan ke Kota Bukittinggi dan kuliner Makan Malam di sekitar Jam Gadang, karena waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB.

 

JAM GADANG

Perjalanan tidak jauh sekitar 20 menitan kita sudah tiba di Jam Gadang ikon utama dari kota Bukittinggi ini, disini kita mencar untuk memilih makanan yang mau dicoba masing-masing. Tapi sebelum nya foto-foto dulu di depan Jam Gadang nya lah hehe

post-6-0-11686400-1433404196_thumb.jpg

 

Ketika semua mencar cari makanan dan mungkin belanja oleh-oleh, karena ketika malam tiba area Jam Gadang ini ramai oleh pedagang dan juga pengunjung yang ingin jalan-jalan disini. Ada yang cari Sate Padang, Nasi Padang, malah ada yang cari Texas Chicken (yaelah di Jakarta juga ada yang kayak gitu :P). Saya @kyosash dan @Jalan2 pilih Nasi Padang dari Simpang Raya aja dah hahaha

post-6-0-03099300-1433404358_thumb.jpg

 

Setelah pukul 20.00 kita kumpul lagi di depan Jam Gadang dan di jemput lagi oleh bus untuk menuju penginapan yang bernama Hello Guesthouse yang ternyata dekat sekali hanya 10 menit jalan kaki sebenarnya

 

Dan langsung di sambut oleh pemilik nya Mba (Uni) Ling dan kedua orang tua nya yang sangat welcome dengan kita. Langsung di susun kamar yang akan di isi karena lebih banyak cewek nya, dan disini kita ketemu deh dengan artis Kroya eh Korea @mone hahaha. Oh iya perorang Rp. 75.000 untuk Permalam sudah dapat Sarapan berupa Nasi Goreng. Untuk review Guesthouse nya di topic lain ya

post-6-0-37098500-1433404573_thumb.jpgpost-6-0-92700100-1433404577_thumb.jpgpost-6-0-42960500-1433404580_thumb.jpgpost-6-0-39148800-1433404592_thumb.jpg

 

Setelah mandi dan istirahat bentar, kita kumpul lagi di area Lobi Guesthouse untuk sesi perkenalan dan bagi kaos. Seperti biasa di acara ini pasti langsung keluar asli nya seperti mba Triwwahyuni (Menie) dan Netty yang gokil dan juga @dediku yang godain @Atana Sarah Dinda Nadhirah dan @Hasdevi terus :P

post-6-0-83359100-1433404803_thumb.jpgpost-6-0-63980200-1433404808_thumb.jpg

 

Sekitar pukul 21.30 WIB acara perkenalan pun beres dan kita kembali lagi ke kamar masing-masing untuk istirahat mempersiapkan untuk perjalanan besok nya :D

 

Ditunggu lanjutannya ya

Share this post


Link to post
Share on other sites
01 Juni 2015
 
Day 2, dari Gathering Nasional VIII Explore Sumatera Barat ini, kita mulai dengan sarapan pagi
di Guesthouse yang memang sudah di siapkan oleh pemilik, dengan menu Nasi Goreng Telur.
 
Lumayan lah kenyang dan nikmat juga seh, karena di makan rame-rame jadi seru. 
Acara sarapan dari pukul 06.00 WIB - 08.00 WIB, karena pukul 08.00 kurang bus udah datang untuk kita berangkat.
 
Untuk Rute Tanggal 01 Juni 2015 :
07.00             : Sarapan di Penginapan
08.00             : Berangkat Menuju Payakumbuh
10.00             : Lembah Harau
12.00             : Ishoma di sekitar Lembah Harau
13.00             : Tiba di Payakumbuh menuju Kelok 9
14.00             : Ke Puncak Lawang Danau Maninjau
17.00             : Menuju Bukittinggi
18.00             : Kembali ke Penginapan
19.00             : Acara Bebas
 
Setelah semua sarapan (walaupun ada yang belum karena telat mandi :P) tepat pukul 08.00 WIB kita berangkat
ke destinasi pertama di daerah Payakumbuh yaitu Lembah Harau. Perjalanan sekitar 2 jam an. Dan kita sudah pakai 
kaos khusus Gathering Sumbar ini, dominan putih dengan gambar Jam Gadang nya, thx to design @Atana Sarah Dinda Nadhirah :D
post-6-0-68613800-1433487424_thumb.jpg
 
LEMBAH HARAU
Tiba di Lembah Harau sekitar pukul 09.30 WIB langsung takjub dengan hamparan hijau nya sawah yang di apit oleh
bukit-bukit di kiri kanan nya, serasa di film Avatar (bukan yang Aang). Langsung aja tercetus Zhang Jia Jie nya SumBar . Oh iya Tiket masuk nya Perorang Rp. 5.000
 
Disini kita poto-poto bentar karena area utama nya masih di depan lagi, poto bareng dengan spanduk, poto sendiri, 
ataupun poto Selfie semua nya mencar karena memang spot nya bagus-bagus
post-6-0-54211000-1433487649_thumb.jpgpost-6-0-24322200-1433487652_thumb.jpgpost-6-0-52769100-1433487655_thumb.jpg
 
Lanjut lagi ke area utama Air Terjun Lembah Harau nya, kita langsung melihat ke arah kanan bus, di mana air terjun
ini langsung terlihat dengan curahan air nya yang cukup deras, langsung menimpa kolam yang ada di bawah nya. 
Bagaikan kain kelambu curahan air nya, sungguh amazing. Tapi kalau kata @d_iis seh segini debit air nya dikit, tapi kita belum pernah liat yang debit air nya tinggi jadi gak bisa di banding kan heheh
 
Langsung turun dari bus dan masing-masing cari spot yang paling oke untuk poto-poto, oh iya kata plang petunjuk nya
disini ada Kbun Binatang juga dan area Panorama di ketinggian, tapi kebetulan gak kesana. Karena kata supir ada air terjun yang lebih bagus lagi walaupun gak terlalu besar, jadi jangan lama-lama disini.
post-6-0-69699100-1433487976_thumb.jpgpost-6-0-94752100-1433487980_thumb.jpgpost-6-0-33343700-1433487983_thumb.jpgpost-6-0-44852500-1433487986_thumb.jpg
 
Sambil nunggu yang lain poto-poto sebagian peserta nyobain semacam Kerupuk atau Opak atau apalah sebutan nya 
di campur mie dan sambal khusus, katanya seh Kerupuk Mie Harau. Rasa nya oke juga neh, pada berebutan hehe :P
post-6-0-06470000-1433488079_thumb.jpg
 
Pukul 10.30 WIB kita sudahi di sini menuju ke Air Terjun Sarasah Aia Luluh namanya, tidak jauh dari Lembah Harau ini kok. Ketika masuk ke area air terjun nya suasana nya beda banget dengan Air Terjun Lembah Harau tadi, disini lebih private.
 
AIR TERJUN AIA SARASAH LULUH
Karena Air Terjun Sarasah Aia Luluh nya tidak terlalu tinggi dan area kolam nya juga tidak besar, tapi di kelilingi bukit-bukit, jadi seakan-akan tertutup gitu. Kebetulan air kolam nya juga tidak tinggi, kita bisa masuk ke kolam dan poto-poto disana.
post-6-0-26268500-1433488297_thumb.jpgpost-6-0-89524100-1433488303_thumb.jpgpost-6-0-94975600-1433488306_thumb.jpgpost-6-0-74547100-1433488310_thumb.jpg
 
Cukup lama disini ada mungkin 2 jam an, karena memang tempat nya asik banget, dan kebetulan 2 hari ini pas jalan2, 
gak terlalu rame pengunjung loh, padahal kan Long Weekend, di area ini juga pengunjung cuma kita jadi serasa private.
 
Dan kita beres dari sini untuk melanjutkan perjalanan yang cukup jauh ke Kelok 9, sekitar 1,5 jam, namun karena sudah masuk jam makan siang kita berhenti dulu di Restoran Padang di sepanjang jalan namany Terang Bulan.
 
RESTORAN TERANG BULANG
Restoran ini cukup unik dengan mempunyai area balkon yang menghadap ke sungai dengan pemandangan bukit-bukit di belakang nya jadi cukup adem. Dan menu makanan nya khas Restoran Nasi Padang, namun sayang Rendang nya habis jadi gak ada makan rendang deh
post-6-0-42405300-1433488686_thumb.jpgpost-6-0-43247400-1433488679_thumb.jpgpost-6-0-27450500-1433488682_thumb.jpg
 
Udah kenyang kita lanjut lagi perjalanan yang masih cukup panjang ini sekitar 1,5 jam lagi ke Kelok 9, jadi seperti biasa tertidur lah, dan terbangun dengan pemandangan Kelok 9 yang cukup memukau 
 
KELOK 9
Kelok 9 ini terkenal dengan jembatan nya yang tinggi-tinggi mempunyai 9 kelok (belokan) jika di hitung dan kita berhenti di posisi paling tinggi dari Kelok 9 untuk dapat spot poto yang bagus. Sekalian nyantai dahulu sejenak sekitar 30 menitan disini.
post-6-0-70945200-1433489019_thumb.jpgpost-6-0-12941400-1433489024_thumb.jpgpost-6-0-97948900-1433489027_thumb.jpgpost-6-0-81099200-1433489031_thumb.jpgpost-6-0-29867200-1433489038_thumb.jpg
 
Pukul 14.00 WIB kita sudahi disini untuk menuju perjalanan yang masih jauh menuju Puncak Lawang Danau Maninjau, mungkin sekitar 2 jam perjalanan.
 
JAGUNG MANIS F1AINA
Ditengah jalan kita melihat suatu toko yang unik bernama Jagung Super Manis F1aina, akhirnya pak supir merapat kesana sebentar dan sebagian dari kita mulai untuk berbelanja. Yang utama disini semua kuliner berbahan dasar Jagung Manis seperti Perkedel, Jagung Bakar, Tahu isi Jagung, Jus Jagung, dll
post-6-0-87121600-1433489371_thumb.jpg
 
Saya sempat coba Jagung Manis Rebus nya memang terasa manis sekali. beda dengan yang suka di jual-jual di tengah malam itu, walaupun cuma di kukus aja tanpa tambahan apapun sudah manis kok :D
post-6-0-94997800-1433489369_thumb.jpgpost-6-0-69385500-1433489375_thumb.jpg
 
Ya sudah cukup puas disini kita lanjut lagi perjalanan nya, masih jauh perjalanan nya neh. Dan hujan mulai turun ketika kita melalu area yang sangat menantang terkenal dengan kelokan tajam nya yaitu Kelok 44
 
KELOK 44
Ketika melewati area ini yang tadi nya banyak tidur, semuanya bangun, karena terguncang kiri-kanan dengan kelokan yang sangat tajam, bisa sampai letter U dan ada 44 kelokan pula. Dan juga mulai cukup ramai lalu lintas berkali-kali bus kita harus stop untuk mempersilahkan mobil kecil lewat dari arah depan, di karenakan jalanan yang kecil. Saya tidak sempat poto namun seperti inilah kira-kira Kelok 44 dari atas
kelok-44b.jpg
 
Setelah sekitar 30 menit kita terguncang dalam bus akhirnya tiba di jalan yang aman dan tidak banyak kelokan, ini tandanya kita mau tiba di Puncak Lawang Danau Maninjau
 
PUNCAK LAWANG DANAU MANINJAU
Tiba di area ini sekitar pukul 16.30 WIB hujan masih melanda, waduh gak dapat view Danau Maninjau donk kalau hujan, tapi akhirnya kita putuskan untuk menunggu hujan reda saja. Sekitar 30 menian akhirnya hujan reda jadi kita bisa sedikit melihat keindahan Danau Maninjau dari Puncak Lawang ini. Oh iya tiket perorang Rp. 5.000
 
Keadaan masih mendung ketika kami sudah di Puncak nya tapi udah ada tanda sinar matahari seh, jadi view nya agak tertutup kabut namun masih bisa di abadikan kok. Oh ya di sekitar sini juga ada Taman Puncak Lawang nya (Jangan disingkat jadi Taman Lawang :P). Berisi permainan Outbound dan ada kafe , lalu jika keadaan lagi cerah di sini kita bisa melakukan aktifitas extreme Paralayang loh
post-6-0-31069400-1433490424_thumb.jpgpost-6-0-28368000-1433490426_thumb.jpgpost-6-0-14785600-1433490431_thumb.jpgpost-6-0-85847300-1433490432_thumb.jpgpost-6-0-23772100-1433490436_thumb.jpgpost-6-0-96205500-1433490439_thumb.jpg
 
Ada sedikit kejadian dimana Mba Lenny Zhein dari Aceh Singkil, tiba-tiba manggil saya karena Foto di kamera DSLR nya ke format semua jadi hilang semua. Waduh foto-foto dia dari 2 hari lalu hilang semua, sayang banget kan. Tapi untung lah ada suami nya mba Siti Rukoyah dari Bogor yang cukup paham dengan Recovery Data di DSLR, jadi ketika di Guesthouse sebagian foto nya ada lagi :D
 
Sekitar 30 menitan kita poto-poto hujan pun datang lagi eeeaaaa
Si hujan gak mau liat kita senang-senang ya hahah tapi gak papa kok udah cukup terbayar dengan pemandangan ini walaupun dikasih waktu cuma 30 menit :D
post-6-0-02998100-1433490443_thumb.jpg
 
Yak destinasi petualangan hari ini cukup sampai disini, kita langsung lanjut perjalanan ke Bukittinggi tepat nya Jam Gadang, karena mau kulineran disana seperti biasa. Dan juga sebagian cari oleh-oleh katanya di Bukittinggi memang lebih murah dari pada di Padang, dan dapat info dari Supir Bus, Keripik Sanjay itu asli nya dari Bukittinggi, karena Sanjay itu nama daerah di Bukittinggi
post-6-0-60559300-1433490780_thumb.jpg
 
Setibanya di Bukittinggi sebagian besar ada yang turun di Jam Gadang tapi sebagian kecil nya memilih untuk pulang ke Guesthouse karena sudah capek termasuk saya. Untuk urusan oleh-oleh saya nitip ke @mone aja Keripik Balado curah 2 plastik cuma Rp. 30.000 besar pula. 
 
Sekian perjalanan Day 2 nantikan kisah selanjutnya

Share this post


Link to post
Share on other sites

02 Juni 2015

 

Day 3 dari Gathering Nasional VIII KJJI ini kita bangun pagi yaitu sekitar pukul 04.00 - 05.00 WIB karena bus akan datang sekitar pukul 07.00 WIB. Jadi kita sarapan pukul 06.00 WIB. Kali ini di sajikan bukan nasi goreng tapi Lontong Surabaya wah menu nya beragam juga di Hello Guesthouse mantap neh :D

 

Beres makan pukul 07.00 WIB kita udah siap dan masukin Tas-tas ke dalam Bus sekalian kita Check Out dan poto bareng dulu dengan Uni (cici) Ling Hello Guesthouse

post-6-0-97901400-1433739767_thumb.jpg

 

Itinerary Day 3

02 Juni 2015
06.00             : Sarapan di Penginapan
07.00             : Benteng Fort De Kock + Kebun Binatang
08.00             : Mengunjungi Rumah Kelahiran Bung Hatta
09.00             : Perjalanan ke Istana Pagaruyung Batusangkar
11.30             : Ke Danau Singkarak (ISHOMA)
13.30             : Ke Jembatan Siti Nurbaya + Christine Hakim, Kampung Cina Pondok, 
18.00             : Menuju Bandara Padang
 
Ya sesuai itinerary di atas kita langsung menuju Benteng Fort De Kock + Kebun Binatang nya, ternyata dekat dari Guesthouse kita tinggal jalan kaki saja, jadi Bus akan menunggu di dekat Jam Gadang saja.
 
BENTENG FORT DE KOCK + BUKITTINGGI ZOO
Setiba di pintu masuk nya ternyata belum bukam dan buka nya nanti pukul 08.00 WIB wah kelamaan, tapi ternyata ada petugas penjaga disana, ya udah kita bayar saja (titip) ke dia untuk weekend Perorang Rp. 8.000.
 
Benteng dan Kebun Binatang nya dalam satu lokasi jadi ini sepaket, area Benteng nya kecil seh berupa menara pandang dan di atas nya ada Meriam
Benteng_Fort_de_Kock.jpg
 
Lalu lanjut ke area Kebun Binatang nya, dari pintu masuk sudah banyak bertengger Kandang Burung, berbagai jenis Burung loh. Tapi area utama nya kita harus melewati sebuah Jembatan Gantung, yang sangat kokoh dan khas Minang, dimana disini kita bisa melihat pemandangan Kota Bukittinggi dan di background nya ada sedikit penampakan panorama Gunung Marapi
post-6-0-88972500-1433740303_thumb.jpgpost-6-0-45391600-1433740307_thumb.jpgpost-6-0-85346800-1433740313_thumb.jpgpost-6-0-20586600-1433740317_thumb.jpg
 
Oh iya di area utama Kebun Binatang ini ada Rumah Adat Minang Baanjuang yang sayang jika di lewatkan untuk berfoto, karena masih sepi jadi kami leluasa untuk berfoto bersama :D
post-6-0-00633400-1433740445_thumb.jpg
 
Sepanjang menyusuri kebun binatang ini kami melihat beberapa kandang binatang seperti Rusa, Macan, Gajah, dll
post-6-0-56271800-1433740585_thumb.jpgpost-6-0-64095800-1433740589_thumb.jpg
 
Walaupun areal Kebun Binatang nya tidak terlalu besar tapi cukup bagus dan bersih jadi bagus untuk di kunjungi juga buat keluarga. Dan ternyata kita keluar melalui jalan masuk utama kebun binatang, jadi yang awal kita masuk itu jalan belakang nya heheh
post-6-0-75185000-1433740733_thumb.jpg
 
Beres dari sini kita jalan sedikit ke area Jam Gadang yang ternyata tidak jauh hanya 5 - 10 menit jalan kaki dari Kebun Binatang ini, sambil menunggu yang lain kumpul dan Bus datang, sempatkan poto di Jam Gadang yang masih sepi. Kalau malam rame jadi gak dapat Jam Gadang nya. Oh iya di area depan Jam Gadang ini adalah bangunan berupa Istana Bung Hatta ya tapi bukan Rumah Kelahiran Bung Hatta
post-6-0-71454500-1433740905_thumb.jpgpost-6-0-79200300-1433740986_thumb.jpgpost-6-0-18755800-1433741520_thumb.jpg
 
Tepat Pukul 08.00 WIB Bus datang dan kita langsung menuju ke destinasi selanjut nya yaitu Rumah Kelahiran Bung Hatta bukan Istana Bung Hatta ya
 
RUMAH KELAHIRAN BUNG HATTA PROKLAMATOR RI
Perjalanan dari Jam Gadang hanya sekitar 10 menitan kita tiba di sini. Oh iya Rumah ini mulai buka sekitar pukul 08.00 WIB setiap hari, dan beralamat di Jln. Sukarno-Hatta no. 37. Tiket masuk berupa sumbangan saja 
post-6-0-21634200-1433741205_thumb.jpgpost-6-0-21271500-1433741210_thumb.jpg
 
Berupa rumah tua kayu yang masih kokoh mungkin sudah mengalami Renovasi dan sangat bersih, di area depan terdapat Ruang Tamu dan Kamar Bujang. Bujang dalam bahasa melayu artinya anak laki-laki. Di dalam ruang tamu kalian bisa melihat kursi-kursi, poto Bung Hatta, dan juga daftar silsilah keluarga Bung Hatta yang di pajang di dinding.
post-6-0-74927300-1433741716_thumb.jpgpost-6-0-90999100-1433741719_thumb.jpgpost-6-0-02126900-1433741726_thumb.jpgpost-6-0-67051600-1433741729_thumb.jpgpost-6-0-83225500-1433741731_thumb.jpgpost-6-0-94678300-1433741733_thumb.jpg
 
Masuk ke area yang lebih dalam lagi, kita memakai bakiak khusus di area rumah ini, oh iya sebelum masuk rumah Bung Hatta ini kita harus melepas alas kaki ya. Di area yang di belakang terdapat Ruang Dapur, Kamar Mandi, Ruang Bendi, Ruang Makan, Lumbung Padi dan tangga ke lantai atas
post-6-0-17717200-1433742059_thumb.jpgpost-6-0-70643700-1433742157_thumb.jpgpost-6-0-70432100-1433742062_thumb.jpgpost-6-0-08224100-1433742067_thumb.jpgpost-6-0-54708400-1433742073_thumb.jpg 
 
Di lantai kedua ini kita bisa melihat Kamar Utama dari Orang Tua Bung Hatta, dan juga Ruang Keluarga di lantai dua, ada juga Balkon yangs angat bagus untuk tempat berfoto ria
post-6-0-16830800-1433742284_thumb.jpgpost-6-0-56213700-1433742286_thumb.jpg
 
Beres acara di Bung Hatta ini kita lanjutkan perjalanan ke destinasi selanjut nya yaitu Istana Pagaruyung di Batusangkar, tapi disini @mone tidak ikut dan stay di Bukittingi karena dia mau pulang ke tempat kakaknya di Darmasraya masih 6 jam lagi perjalanan dia hehe
 
ISTANA BASO PAGARUYUNG
Perjalanan ke Istana Pagaruyung sekitar 1,5 jam dari Bukittinggi kita tiba disini sekitar pukul 10.30 WIB dan cuaca udah mulai panas oleh terik matahari padahal masih pagi. Langsung bayar tiket perorang Rp. 7.000. Dan kita bisa menikmati semua area di Istana Baso Pagaruyung ini.
post-6-0-43085100-1433743026_thumb.jpg
 
Ada 3 bangunan utama disini, yang pasti terlihat sangat jelas dan besar adalah Istana Pagaruyung itu sendiri. Di dalam nya lebih mirip museum budaya Minang, dimana banyak kerajinan tangan yang di pamerkan seperti Kain Tenun, Peralatan Masak, dan Peralatan Khas Minang lainnya.
post-6-0-11987800-1433742839_thumb.jpgpost-6-0-00108400-1433742844_thumb.jpgpost-6-0-70047400-1433742848_thumb.jpgpost-6-0-24317000-1433742856_thumb.jpgpost-6-0-44667500-1433742860_thumb.jpgpost-6-0-62405600-1433742864_thumb.jpg
 
Oh iya jika kalian mau coba jadi Datuk Maringgi dan Siti Nurbaya, bisa coba sewa baju adat minang nya disini, per orang sewa nya Rp. 35.000 saja dan kalian bisa bergaya berfoto yang keren dengan baju adat seperti ini
post-6-0-51094400-1433743131_thumb.jpgpost-6-0-91105900-1433743141_thumb.jpgpost-6-0-81556200-1433743138_thumb.jpg
 
Tak terasa 2 jam disini, jadi lupa waktu padahal masih ada banyak destinasi lagi dan waktu nya kurang hehe. Yaudah kita putuskan untuk berangkat lagi ke destinasi selanjut nya Danau Singkarak.
 
DANAU SINGKARAK
Perjalanan sekitar 1,5 jam lagi dari Istana Pagaruyung, selama perjalanan tertidur, ketika bangun langsung melihat ke sisi kiri hamparan air di danau yang cukup luas ini. Sekitar pukul 14.00 WIB kita pun menepi di dekat Restoran yang mempunyai pemandangan di area belakang yang langsung ke Danau Singkarak.
 
Di Danau Singkarak ini aktifitas yang bisa di lakukan yang pasti Makan sambil memandangi danau, lalu Naik Boat untuk berkeliling danau, dan juga Foto-Foto di sekitar danau. Sebagian mau naik Boat untuk keliling danau dan sebagian lagi bersantai di pinggir danau sambil pesan makan siang di restoran ini.
post-6-0-01562400-1433743563_thumb.jpgpost-6-0-66656400-1433743568_thumb.jpgpost-6-0-02097800-1433743574_thumb.jpgpost-6-0-53301200-1433743578_thumb.jpg
 
Tidak lama disini sekitar 1 jam dan lanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya ke kota Padang yaitu Jembatan Siti Nurbaya dan Kampung Pondok Cina, perjalanan sangat jauh sekitar 3 jam an.
 
JEMBATAN SITI NURBAYA + CHRISTINE HAKIM
Sebelum tiba ke Kota Padang, kita melewati bandara Minangkabau dan menurunkan dulu Atana Group (Atana, Kakaknya, Hasdevi, Temannya) karena mereka pesawat pukul 16.40 WIB jadi tidak ikut melanjutkan perjalanan dengan kita.
 
Lanjut tiba di Jembatan Siti Nurbaya sekitar pukul 16.30 WIB. Jembatan ini dekat dengan pusat Oleh-Oleh Padang yaitu Christine Hakim dan Shirley, jadi sebagian ada yang belanja oleh-oleh dulu lalu jalan menuju Jembatan
post-6-0-96152700-1433744465_thumb.jpgpost-6-0-86570100-1433744469_thumb.jpgpost-6-0-01970400-1433744473_thumb.jpg
 
Beres beli oleh-oleh, kita jalan menuju Jembatan Siti Nurbaya yang cukup dekat, btw di hari pertama tanggal 30 Mei 2015 saya dan beberapa lainnya @Jalan2 @kyosash Atana Group, sudah kesini jadi kita sudah tahu spot-spot bagus nya hehe. Yang pasti poto-poto disini, karena sebagian pedagang kaki lima nya baru pada buka jadi gak bisa mencoba Pisang Bakar nya :D
post-6-0-01215500-1433744653_thumb.jpgpost-6-0-08273400-1433744657_thumb.jpgpost-6-0-37611000-1433744662_thumb.jpgpost-6-0-37676100-1433744668_thumb.jpg
 
Tidak lama paling 30 menitan, jadi kita lanjut lagi, sedia nya destinasi kita include ke Pantai Air Manis namun apa daya waktu yang tidak cukup dan juga bus yang tidak bisa masuk ke area pantai jadi akan memakan waktu yang cukup banyak dan takut tidak keburu untuk yang penerbangan pukul 20.00 WIB. Jadi kita putuskan untuk ke area Kampung Pondok Cina saja
 
KAMPUNG PONDOK CINA
Cukup dekat dari Jembatan Siti Nurbaya, langsung turun dan tujuan kita adalah Klenteng See Hin Kiong yang terkenal akan arsitekstur Tionghoa nya yang indah, namun karena hujan jadi gak bisa lama-lama poto disana, dan kita sebagian memetuskan berteduh di Warung Kopmil Om Ping dan langsung nyobain kuliner khas Padang satu ini.
post-6-0-71181900-1433745158_thumb.jpgpost-6-0-48269200-1433745163_thumb.jpg
 
Kopmil adalah Kopi Milo, jadi minuman berupa perpaduan antara Kopi dan Milo, kalau Kopi dan Susu kita sering liat kan tapi kalau Kopi + Milo jarang kan, kayaknya ada di Padang aja neh, ada juga Kopi + Cadburry wih lebih mantap tuh kayak nya. Dan kita kesempatan poto bareng Ko Ping nya, kata @vitriya saputra semua orang Padang pasti kenal doi, semacam Artis Lokal gitu jadi nya heheh.
post-6-0-46867800-1433745249_thumb.jpgpost-6-0-85364200-1433745336_thumb.jpg
 
Yup beres dari Kopmil kita kumpul lagi di dekat tempat Bus Stop, disini kita berpisah dan mendengarkan sepatah dua patah kata perpisahan dari mimin @Jalan2 suasana haru biru dan senang pun bercampur baur. Dapat teman baru dan juga keluarga besar yang baru.
post-6-0-48580400-1433745431_thumb.jpg
 
Pukul 18.30 WIB kita di antar Bus ke Bandara, tapi sebagian seperti Bayu Kelana + Anggi, @she sarah, Agustin + Agustina masih di Padang karena mereka Flight besok.
 
Tiba di bandara Pukul 19.00 WIB dan ternyata semua Flight Lion Air Delay wahahahha
Ya sudahlah.
 
Sekian Cerita Perjalanan Gathering Nasional VIII Komunitas Jalan2 Indonesia Explore Sumatera Barat kali ini
 
Ditunggu Gathering Nasional selanjut nya ya :D

post-6-0-00390800-1433740542_thumb.jpg

post-6-0-40596300-1433740546_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

pertama kalinyz ikutan gathering nasional...seruuuu..... :kesengsem

 

jalan kaki entah berapa km...tapi anehnya betisku ga sakit...cuma pas nanjak janjang seribu aja megap2.

 

 

paraaah...masih keingetan lagu "ayam den lapeh..ai ai..." :ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites

wahh keren.. seru kelihatannya. walopun saya pernah kesana juga pasti kalo rame-rame gini lebih beda rasanya. planning berikut kemana nih? sapa tau bisa ikutan join.  :salut

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Sari Suwito

ayam den lapeh jadi theme song ya hahah

cc @dediku

 

@kodik1234

ya mas kodik kalo kita gathering nasional pasti ramean seh kemaren pas gathering nasional 7 ke malang 80an orang

tapi yang sekarang ke sumbar di kecilin jadi 30 orang aja heheh

 

maybe next ke area timur indonesia 3-4 bulan lagi dari sekarang :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Hildree Takizawa, @deffa:

Hehehe...gimana gak mau turun berat badan, abis2an jalan kaki terus + naik ke Janjang Seribu. Betis masih sakit nih, udh tempel koyo msh gak mempan hehehe...Tp asiik pergi bareng2 gt.

 

 

@Sari Suwito:

Wuih hebat bgt betis gak sakit.

 

@eka wibisono

baru berasa agak sakit betis waktu sudah sampe Jakarta malahan. :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By mariakuntarti
      Hari 1
      Perjalanan dimulai dari jakarta menuju KLIA (kuala lumpur ) naik Malindo air lalu pindah bandara dari KLIA ke KLIA2 untuk Naik Airasia menuju Changsha. Untuk pindah bandara dari KLIA - KLIA2 ada bus gratis yang bisa ditanyakan pada petugas bandara atau bisa juga naik kereta berbayar.
      Sampai di Changsha, karena terjadi delay sudah jam 12 malam lewat, lalu aku naik bus bandara  (Airport bus to Civil Aviation Hotel ) seharga CHY 15.5 / orang karena tujuan utamaku adalah stasiun kereta "Changsha Railway Station" . Dari pemberhentian airport bus Civil Aviation hotel menuju stasiun kereta cukup berjalan kaki saja.
      Rencana awal adalah aku akan menginap semalam di hotel sekitar stasiun tetapi karena pesawat delay dan ada kereta ke Zhangjiajie jam 04:30 pagi maka aku putuskan langsung ke stasiun untuk beli tiket kereta . Loket untuk beli tiket buka 24 jam, jadi setelah beli tiket aku istirahat di dalam ruang tunggu stasiun. Tiket yang aku dapatkan adalah tiket hardseat seharga CHY 83.5/ orang (untuk kelas tempat tidur sudah habis tiketnya)
      Note : siapkan pasport untuk beli tiket kereta, siapkan juga kertas dengan tulisan mandarin nama stasiun yang akan dituju untuk memudahkan pembelian tiket
      Dibawah ini adalah foto stasiun keretanya . Dari pemberhentian airport bus sudah kelihatan, jalan kaki juga dekat.
      satunya lagi adalah foto didalam stasiun kereta ..bagus dan megah.. tahun ini WC distasiun sudah tidak bau lho dan bersih


    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018
      Setelah bermalam di Athena karena penerbangan kami ke Santorini transit di Athena beberapa jam, tibalah kami di Santorini. Perjalanan hanya sekitar 50 menit dari Athena ke Santorini.
      Setelah tiba di Santorini kami dijemput oleh staff penginapan kami, karena kami meminta extra layanan penjemputan. Kami menginap di Antonia Apartments, penginapan ini menyediakan layanan antar-jemput bandara dengan harga yang wajar yaitu 5 euro sekali jalan/orang. Mereka juga menawarkan paket one day tour dll.
      Antonia Apartments menurut kami penginapan yang recomended karena pelayanan yang memuaskan, bersih, nyaman dan yang terpenting adalah lokasi yang strategis. Dari sini tidaklah susah jika kita ingin mencari makan atau ke Terminal Bus Fira karena berada di tengah-tengah pusat Fira.

      Itinerary hari pertama kami di Santorini adalah berjalan kaki dari Fira ke Firostefani. Sebelumnya kami pergi ke Kamari Beach menggunakan bus umum dari Terminal Bus Fira. Rencana kami ingin menyewa kendaraan bermotor disini, sayang tidak bisa karena tidak mempunyai SIM Internasional maka tidak ada pilihan selain menggunakan Bus.

       
      1. Kamari Beach

      Kamari Beach adalah pantai dengan pasir hitam, dibalik tebing yang tinggi itu terdapat Perisa Beach yang juga berpasir hitam.
      Setelah dari Kamari Beach kami kembali lagi ke Terminal Bus Fira, kemudian kami mulai berjalan kaki menuju Firostefani.
      2. Hypapante Cathedral

      Walking tour di Santorini bisa menjadi pilihan yang bagus jika kalian tidak menyewa kendaraan bermotor, atau yang hanya ingin menikmati Santorini dengan berjalan di sepanjang kaldera sambil melihat pemandangan laut. Tetapi medannya yang menanjak & menurun cukup menguras tenaga, pastikan kita selalu membawa minum. Tempat pertama yang kami lewati adalah Hypapante Cathedral.
      3. Donkey trail & walkway entrance/exit

      Bagi yang ingin hiking bisa mencoba donkey trail & walkway entrance/exit yaitu 588 anak tangga dengan zig-zag trails.
      4. Catholic Church

      Catholic Church yang berada di tepat sebelah cable car.
      5. Firostefani

      Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini.
      Inilah itinerary kami hari pertama di Santorini. 
    • By Awen
      Menjejakkan kaki di kaki Pengunungan Himalaya (Annapurna Base Camp 4130)
      “NAMASTE” Nepal 13-26 Jun 2018 
      Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan buat seorang yang bukan pendaki dan bukan trekker. Bulan Juni bukanlah waktu terbaik untuk trekking karena sudah masuk di musim hujan. karena kami adalah kuli dan untuk cuti panjang sangat susah akhirnya memutuskan di Libur Lebaran  yang pastinya harga tiket lebih mahal. Jauh hari sudah cari tiket semua di otakatik mana yang kasih promo dan termurah, sebenarnya paling murah naik Malindo tapi karena ingin terbang di waktu hari masih terang akhirnya memutuskan menggunakan AA dan sampai beli kursi dekat jendela demi keinginan melihat jajaran Himalaya dari langit apa daya ternyata yang ada kabut.
       Rencana awal Routenya : Phokara ke Hille by Jeep -  baru start trekking menuju ke Poon hill lanjut ke ABC. di tengah jalan kami memutuskan ke ABC saja dan sisa hari akan kami gunakan keliling  kota  Phokara dan Khatmandu.
      13 Jun : Jakarta - Kualalumpur
      14 Jun : Kualalumpur – Khatmandu
       tiba di airport langsung menuju mesin  VOA, sangat mudah dan ada juga petugas yang memandu, kalau mau tukar uang jangan di dalam bandara karena ada biaya potongan atau tukar sedikit saja nanti kekurangannnya bisa tukar di tamel. Selesai Imigrasi langsung keluar cari taxi  menuju NTB (Nepal Tourism Board) urus ACAP dan TIMS selesai semua dari NTB jalan kaki sampai Thamel itung-itung  latihan, dan ternyata kota ini berdebu bangat,  mencari tempat makan jadi rada susah. sampai di hostel check in langsung keluar cari Pole dan liat2 sekitar Thamel.
      15 Jun : Khatmandu ke Phokara,
      naik bus brangkatnya jam 7 pagi,  mangkalnya di Jl.Kantipath  Persis di depan Yellow Pagoda Hotel, busnya banyak tinggal milih mau naik yg mana, tiba Phokara sekitar pukul 15:00, dari terminal bus jaki lagi menuju Hotel Diplomat check in dan ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya atas saran bapaknya  kami merobah Route yang awal nya ke Poonhill menjadi Ke ABC Dan kami memesan Jeep di Hotel sampai ke Kimche dan diingatknan pagi  jam 6:00  sudah harus siap.
      16 Jun : Pagi Jam 6:00 Jeep sudah nongol depan hotel
      Perjalanan di mulai dari jalan lurus, lama2 meliuk-liuk  Sopir Jeep nya  baik awalnya kita ke Kimche tapi disaranin sama Pak Sopirnya sampai ke  Ke pemberhentian terakhir Jeep itu di MOTKIU dekat new bridge. Berhenti dulu di Birethanti TIMS Check Post & ACAP Check Post, lapor diri sah di catat tanggal masuknya  dan benar benar serius menanganinya. Ajung jempol. lanjut lagi naik Jeep kurang lebih 1,5 jam an dengan jalanan yang cukup menantang, ngeri ngeri sedap kata orang Medan Sopir disini wajib ahli dan lihai,  melebihi supir medan :-) . Tiba di MOTKIU @ 10:00 disini jeep banyak mangkal yang menunggu trekker yg sudah turun dan menuju ke Phokara, auranya makin semangat  ranselnya mulai Di gendong saking semangatnya 10kg kagak berasa wkwkwkwk.  target hari ini sampai Chomrong  ternyata lewat sampai Sinuwa.  Tangga-tangga yang mematikan itu terlewati sudah di temani hujan.
       Trekking berawal dari sini:       Motkiu - New Bridge - Jhinu - Chomrong - Sinuwa -------> Nginap
      17 Jun : Sinuwa – Bamboo - Dovan - Himalaya --------> Nginap
      Tiba di Himalaya di sambut hujan deras juga, pesan makan bersih2,   Naik ketempat tidur ritual pakai alat2 anti dingin dan minyak, conterpain Hari masih sore udah    sembunyi di bawah selimut. Makin malam mulai terasa keanehan, Kami tidak bisa memejamkan mata, adanya jadi stress sendiri, jadinya ngobrol dan Mencoba mengingat perjalanan satu hari ini ternyata kami waktu makan siang di Bambo. Minum black tea 1 pot bisa jadi mungkin karena itu atau gejala AMS yg hinggap.      
      18 Jun : Himalaya - Deurali - MBC -------> Nginap
      Untuk mengurangi beban barang2  yg tidak diperlukan ke atas kami titipkan di penginapan,  Deurali setengah perjalanan saya mulai mengalami mual, mencoba mengatur nafas dan  Mengalihkan rasa sakitnya dengan menghitung langkah 1, 2 , 3,…. Sampai akhirnya   Lihat tulisan MBC dan disini saya mengeluarkan air mata, bahagia liat plang tapi mualnya mulai nga karuan, mau mencapai plang itu liat ke atas masih banyak tangganya, teman jalan ku dah di atas sambil teriak nyemangati,  mulai menapaki tangganya tanpa liat kiri dan kanan akhirnya nyampe, sesat rasa sakit hilang karena rasa bahagia campur aduk hahaha, Sebenarnya masih cukup waktu untuk lanjut ke ABC tapi dengan pertimbangan rasa mual dan nafsu makan yg sudah mulai ngaco dan cuaca mulai mendung kami putuskan nginap di MBC. Sore hari pas jam makan pada teriak liat ada Sunset semua kabur ke luar pada cari kamera dari sini keliatan bias sinarnya hanya di ujung saja dan di rekam di otak. Yang stay di ABC pasti melihat dan menikmati keindahannya secara sempurna.
      19 Jun : MBC - ABC - MBC -  Deurali - Himalaya -----> Nginap
       Jam 3 pagi sudah bangun sarapan Sop Garlic dan Ginger tea untuk stamina Atas saran dari quide nya opung doli dan opung boru dari Korea, dan menolong kami penunjuk jalan awal di pagi subuh menuju ABC kurang lebih 2 jam an Pagi yang dingin  rasanya jari ku dah beku lupa bawa sarung tangan mmm rasakanlah jariku menderita. Akhirnya Liat Papan “Namaste Annapurna Base Camp 4130” –  teriak bahagia kegirangan dan berhasillllllll, Beberapa jam jalan keliling dan menikmati area Annapurna Base Camp baru turun lagi  ke MBC dengan  mual  nga hilang, akhirnya mabok…..Tiba di MBC rapi2 dan makan siang terus melanjutkan perjalanan  Rencana target sampai Dovan tapi akhirnya nginap Himalaya. Disini kami ramai karena bareng turun dengan teman teman  sebangsa dan setanah air  Indonesia yang ktemu di atas sambil ngobrol dengan cerita seru dan kocak kami semua  nginap di Himalaya
      20 Jun : Himalaya - Dovan - Bamboo - Chomrong ----------> nginap
      Setiap pagi selalu semangat energi masih penuh turunnya pengen lari-lari, Beban berkurang karena kita sewa porter 1 hari sampai Chomrong jadi jalannya lebih cepat          
      21 Jun : Chomrong - Jhinu - New Bridge - Motkiu - Phokara.
      Horeee jeepnya dah kliatan kita salaman semua dah sampai di Motkiu hahaha, makan siang lanjut naik jeep dan Lapor diri bahwa kita sudah keluar. Perjalanan trekking usai dengan bahagia dan selamat. Selama di perjalanan. Banyak ktemu orang dari berbagai  negara yg naik dan turun walaupun musim hujan, yg semuanya setiap berpapasan selalu saling sapa "Namaste" dan menyemangati.
      * Jadi berapa  lama kah waktu di butuhkan ke ABC ?
         Tergantung kecepatam jalan, stamina, cuaca,
      * kami 6 hari naik dan turun, sebelum sore dah berhenti karena takut kabut dan hujan
      Persiapannnya:
       -  Asuransi sangat penting buat jaga2 halhal yg tidak diinginkan.
          Kemarin disana ada dari Indonesia kena AMS tingkat serius dijemput Heli di Deurali untungnya pake asuransi klo nga? Sipastikan mihillll
       -  Obat-obatan, P3K minyak telon, kayu putih, conterpain, sun protection
       - Jacket anti dingin, anti hujan, anti badai sampai ber layer
       - Sepatu trekking, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, buff, masker, Pole, Senter
       - Baju gunakan yg ringan gampang kering, kalau nga mau belang2  dan kulit gosong pakailah lengan panjang
      - HP, camera, klo nga nampang ntar dibilang hoax hehehe
      - makanan ringan mengganjal perut menambah energi, permen,
         Biayanya :
      - VOA usd 25 untuk 15 hari
      - TIMS 2000 / ACAP dah naik Jadi 2300
      - Bus Khatmandu - Phokara 700 / Phokara - Khatmandu 600
      - Jeep 2000 Return
      - Biaya makan dan penginapan  semakin naik semakin mahal , Lewat chomrong semua berbayar air panas buat mandi, wifi, air minum,  Yg berhubungan dengan charger an      Tidak menjual air mineral yg sdh dikemas, jadi bawa lah botol minum   di atas bisa diisi 1 ltr sekitar 100-110, airnya sejuk dan nikmat. Biaya makan dan nginap  selama 6         hari : 15,030 untuk 2 orang  Klo nginap di ABC akan lebih mahal lagi dan disana tidak  diperkenankan  untuk charger Hp, Camera, powerbank dll
      - Biaya porter kemarin dari Himalaya ke Chomrong Ransel 2000 / untuk 2 orang
      22 - 26  Juni kami keliling Phokara, Bhaktapur dan Khatmandu
       
       
       
       

       


       
                         
       
       
        
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan.
      Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok.

       
      Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok.  Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta.

      Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. 
      Waterton.
      Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. 

      Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary.

      Waterton Lake view.
      Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin.

      Prince Of Wales Hotel.
      Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya.
      Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir.

      Belakang kamar hotel.
      Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius.

      Sekitaran hotel.
      Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. 

      Air terjun.

      Border US- CANADA.
      Transit satu malam di Calgary. 
      Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. 
      Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. 

      Calgary view.
      Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. 
      Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
      Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.
      Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

       
      Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

      Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.
      Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

       
      Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin
      River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .
      Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.
      Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.
      Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.
      Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.
       
       

      Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

       
      Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.
       
      Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.
      Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .
      Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !
      Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

       
      Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.
      Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

       
      Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .
      Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh
      Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.


       

       
    • By Ahook_
      Tanggal 28 Oktober 2016
       
      Akhirnya, sampai juga di Brunei Darussalam. Iya Brunei, tidak salah.. Memang, ada beberapa teman yang sempat bingung, ketika tahu aku mau ke Brunei. Ngapain? Hehh… ngapain ya? Aku sendiri tidak paham. Hahaha… Ya datang sajalah, aku yakin pasti ada yang dilihat, apapun itu. Sudah aku bilang, traveling itu bukanlah tentang tujuannya, tetapi lebih ke prosesnya. 
       
      Tapi, hanya 1 sih, penasaran. Serius, karena penasaran. Brunei, negara kecil nan kaya raya itu, bagaimana sih isi dalamnya? Apakah sampai jalan raya juga terbuat dari emas? #inilebaybanget. Begitulah adanya, selain ingin memperjuangkan mimpi keliling ASEAN. Terwujud sudah… 

      Jalan utama di Bandar Seri Begawan.
      Okey, trip Brunei termasuk trip yang minim persiapan. Baru mulai mencari informasi 2 hari sebelum berangkat dari Jakarta. Parahnya, tidak terlalu ada review yang mengulas Brunei dan isinya. Adapun, lebih banyak mengulas tempat yang wajib dikunjungi.
       
      Tentang transportasi umum, ya memang, seperti yang aku baca dari travelblogger yang sudah menapakkan jejak kakinya ke sini dulu. Hampir semua memaparkan, transportasi Brunei masih kurang. Lebih baik datang ber-group sehingga bisa sharing cost untuk urusan tranportasi buat sewa mobil biar lebih mudah mau kemana- mana. 
       
      Transportasi umum di Brunei cuma ada bus, taxi sapu dan taxi. Selama trip di Brunei, aku mengandalkan bus. Sekali naik bayar 1 dollar, terserah, mau bayar pakai Dollar Brunei atau Dollar Singapore. ( Tidak tahu kenapa, mereka menerima Dollar Singapore, katanya sih, rate-nya sama). 
       
      Kuantitas bus di Brunei, jumlahnya sedikit, mungkin disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada. Untuk mendapatkan bus, kamu butuh energi besar dan kesabaran penuh dalam menunggu bus lewat. Kalau dari review-an, mereka sih, bilang, bisa menunggu 1 jam –an, tuh bus baru nongol. Karena murah, ya mau tidak mau, harus menunggu. Tidak ada pilihan. Kecuali kamu punya kerabat, atau naik taxi yang harganya selangit. 
       
      Dan aku, termasuk yang cukup beruntung. Tidak perlu mengunggu terlalu untuk sebuah bus. Dari airport, aku menghabiskan waktu 10 menit saja. Okey, kamu keluar dari pintu utama, kemudian jalan terus sampai diperbatasan trotoar, lalu belok kiri. Jalan sampai ke ujung, nah disana ada plang bertuliskan tempat tunggu bus. 
       
      Bayar 1 Dollar, kamu akan diantarkan ke Bandar Seri Begawan, pusat kotanya. Lama perjalanan sekitar 30 menit-an. Entah karena jumlah penduduk yang sedikit atau apa, sepanjang perjalanan, sepi banget. Mobil yang lalu lalang juga tidak banyak. Motor, malah tidak kelihatan sama sekali. Bus berhenti di setiap halte. Hampir setiap halte, tidak ada penumpang. 
       

      Bus 1 Dollar...
      Model bus-nya tidak mencerminkan kekayaan yang dimiliki Brunei. Hahaha… Parah sih tidak, ya cuma standart saja. Tempat duduknya yang alakadar. Informasi yang aku himpun, #jiaahhh… yang memakai bus di Brunei adalah pendatang, mereka yang datang merantau meninggalkan keluarga dikampung. Sedangkan, orang lokal Brunei, kesehariannya ya pakai mobil pribadi. Tidak heran. Bahkan setiap anggota keluarga, masing- masing punya mobilnya tersendiri. Begitupun, tidak macet. 
       
      Selama di Brunei, aku naik bus kemana- mana. Sekali lagi, tidak seperti yang dialami traveler lainnya, aku tidak perlu menunggu bus sampai berjam. Paling lama ya itu, 10 menitan. Pokoknya setiap kali naik, bayar 1 Dollar, kecuali aku ke Hotel Empire, bayar 2 Dollar. 

      Dalam bus...
      Setiap bus itu punya jalurnya. Tidak perlu khawatir, kalau lupa bus nomor berapa ke tujuan kamu, tinggal tanya saja sama petugas yang ada diterminal. Atau, biasanya, kan dari tempat penginapan ada informasinya juga. 
       
      Dari sekian kali aku naik bus, hanya sekali saja, supir dan kondekturnya pendatang dari Malaysia. Sisanya, orang Indonesia. Jadi, pendatang jumlahnya lumayan. Dan kebanyakan kerjanya ya sebagai supir dan kondektur bus, kerja di restoran ataupun tempat jualan lainnya. 

      Terminal Bus Bandar..
      Aku tidak punya pengalaman naik taxi sapu. Tapi jangan sesekali naik taxi deh. Mahal banget. Dan itu terjadi sama aku. Nyesek banget. Ternyata ada Car Free Day di Brunei. Di kasih tahu, kalau Sulthan hari ini dijadwalkan ikut CFD disekitaran Bandar. Alhasil, semua jalan di blok. Aku tidak bisa ke airport pagi- pagi. Tidak ada bus yang operasional. Mati gak loe? Tidak ada pilihan lain, terpaksa pakai banget naik taxi. Ada argo sih, tapi supir taxinya menawarkan 20 Dollars untuk sekali jalan. Buset gak tu. Pakai bus hanya 1 Dollar loh. Tawarlah, kemudian sepakat 15  Dollars. Sakit banget ketika mau bayar. Ya ampun, itu sudah biaya makan dan naik bus kemana – mana buat seharian, dan itupun sudah bisa makan enak loh. Parah..  

      Bus stop di Gadong..
      Oh ya, semua terminal bus ada di Bandar, sebutan untuk Bandar Seri Begawan. Semua bus akan bermuara ke situ, kalau kamu pergi dari objek wisata ke objek lainnya, ada kemungkinan, kamu harus kembali ke terminal Bandar kemudian pindah bus lainnya. 
       
      Tungguin postingan tentang Brunei-nya ya....!!!
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Tarmizi Arl
      Hi...
      Buat kamu yang mau nyari alternatif wisata di Kuala Lumpur, kamu bisa pilih wisata ke Colmar Tropicale yang ada di kawasan Berjaya Hill.
      Colmar Tropicale ini adalah hotel/resort di Berjaya Hill, tapi buat kamu yang tidak menginap juga bisa berwisata sehari disana.
      Konsep Colmar Tropicale ini ialah miniatur dari pedesaan Colmar yang ada di Perancis, jadi kamu bisa merasakan sensasi berfoto ala-ala di  Perancis.
      .
      Nah untuk ke sana, kamu harus membeli tiket di Berjaya Times Square Mall, KL tepatnya di Lantai 8. Lokasinya berada di tempat spa, jadi kamu harus teliti mencari. Tapi didepannya ada kok tulisan Colmar Tropcale.

      Lokasi Membeli Tiket di Lantai 8 Berjaya Times Square Mall

      Jadwal buka
       
      Tarif tiketnya sebesar 60 RM untuk dewasa dan 55 RM untuk anak-anak. Tiket ini ialah untuk shuttle Bus PP dan tiket masuk di sana. Jadwal keberangkatannya dari Berjaya Times Square Mall ialahjam 9:30, 12:00, 18:00, dan 20:30. Sedangkan jadwal pulang dari Colmar ialah jam 08:00,10:45, 16:00, dan 19:30. Tapi perlu diingat karena memakai bus kecil yang berkapasitas hanya 10 orang, jadi lebih baik membeli tiket minimal 1 hari sebelumnya. Apalagi jika hari libur, tiket bahkan bisa habis 2 hari sebelum. Selain itu perhatikan juga jam buka lokasi yang menjual tiketnya ya seperti di foto.

      Tiket
      Lokasi keberangkatan Bus ialah di dekat lobby Berjaya Hotel

      Lokasi Shuttle Bus di Berjaya Times Square Hotel
       

      Shuttle Bus
       
      Perjalanan ke Colmar Tropicale hanya sekitar 1 jam. Perjalanan akan menempuh jalanan berkelok-kelok dan menanjak, jadi lebih baik makan dahulu agar tidak pusing.
      .
      Dan inilah dia suasana di Colmar Tropicale...

      .



      View dari atas menara

       
      Kalau lapar, bisa makan di resto2 yang ada disana, tarifnya masih oke sekitar 20-50 RM untuk makan berat.

      .
      Beli oleh-oleh juga bisa karena ada souvenir shop

       
      Selain itu, tiket tadi juga sudah termasuk untuk ke Taman Jepang. Lokasinya cukup jauh, jadi harus naik mobil wisata ini yang berangkat di jam-jam tertentu.