Sign in to follow this  
andregm

Java Emperor History

9 posts in this topic

Mpelajari tempat2 wisata suatu daerah seringkali akhirnya jadi tau asal muasal dan sejarah2 terkait daerah tsb...

Ttg Kerajaan Mataram Ini saya susun setelah baca2 dari berbagai Sumber...

Monggo bila ada yg mau menambahkan atau mengkoreksi...

 

 

 

 

PERPECAHAN DI KERAJAAN MATARAM

Perebutan kekuasaan di dinasti Mataram (Keraton Surakarta Hadiningrat) awalnya antara Pakubuwono II dan saudara tirinya Pangeran Mangkubumi. Ketika Pakubuwono II digantikan putranya, Pakubuwono III, Mangkubumi juga mengangkat dirinya sebagai raja dan mendirikan pemerintahan tandingan di Yogyakarta.

 

Raden Mas Prabusuyoso menjadi Raja di Kraton Surakarta Hadiningrat dgn Gelar Sri Susuhunan Pakubowono II

 

Raden Mas Sujana, dengan gelar ketika dewasa adalah Pangeran Mangkubumi, kemudian mendirikan Kraton Yogyakarta dengan Gelar Sultan Hamengkubowono I

Karena kekuasaan Pangeran Mangkubumi bertambah besar, Belanda turun tangan menengahi pertikaian itu dengan jalan mengadakan Perjanjian Gijanti. Isinya, kerajaan Mataram dibagi menjadi dua wilayah, yaitu Kesunanan Surakarta dibawah pimpinan Pakubuwono III dan Kesultanan Yogyakarta dibawah Pangeran Mangkubumi yang bergelar Hamengkubuwono I.

naskah-perjanjian-giyanti.jpg

Perjanjian Gijanti ditandatangani oleh kedua raja ini pada tahun 1755 dan pada tahun yang sama konstruksi kraton utama Yogyakarta, Ngayogyakarta Hadiningrat dibangun oleh Hamengkubuwono I.

 

Pemberontakan kesunanan di Surakarta masih belum berakhir. Raden Mas said, seorang pangeran lainnya yang merasa tidak puas, memisahkan diri dari kraton dan atas restu Sunan mendirikan kerajaan yang merdeka di Surakarta. Dengan gelar Mangkunegoro I, Raden Mas Said menjadi pemimpin kerajaan kedua di Surakarta dan pada tahun 1757 ia membangun istananya sendiri bernama Puro Mangunegaran.

 

Raden Mas Said, dgn Gelar dewasa Pangeran Samber Nyawa kemudian menjadi Raja di Puro Mangunegaraan dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro I

Perpecahan terakhir pada kerajaan Mataram terjadi dalam tahun 1813, yaitu pada masa pemerintahan Inggris di Hindia Belanda, yang hanya berlangsung selama empat tahun. Seperti apa yang telah dilakukan Belanda, Gubernur Inggris Thomas Stamford Raffles memanfaatkan pertikaian politik lainnya, yang kali ini terjadi di Kraton Yogyakarta, dengan cara mendukung berdirinya kerajaan lain yang merdeka di dalam kerajaan Yogyakarta.

 

Pangeran Notokusumo, menjadi Raja di Kraton Puro Pakualaman dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Adipati Paku Alam I

Pangeran Natakusuma, paman Hamengkubuwono III yang berkuasa, pada waktu itu dinyatakan sebagai kepala pemerintahan baru, yang berpusat di istana yang dibangun pada tahun 1813, yang letaknya hanya beberapa kilometer dari Kraton Yogyakarta. Pangeran Natakusuma memakai gelar Paku Alam I dan kratonnya dinamakan Puro Pakualaman.

 

PUSAT ALAM SEMESTA

Masyarakat Jawa percaya bahwa kekuasaan para pemimimpin dinasti Jawa merupakan anugerah dari Tuhan. Raja dianggap sebagai pemimpin spiritual, politik dan sosial di kalangan masyarakat Jawa, sedangkang kraton sebagai pusat simbolok dan fisik alam semesta. Kehidupan setiap orang Jawa, dari kalangan petani sampai kalangan bangsawan aristokrat, diatur dan diawasi oleh hak istimewa raja. Sejak didirikannya istana Yogyakarta dan Surakarta, masyarakat Jawa secara keseluruhan dianggap sebagai perluasan lingkungan kraton.

 

Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat

Gaya arsitektur dan tata letak keempat kraton didasari oleh prinsip yang berakar pada kosmologi hindu Jawa. Gunung yang keramat dan pusat alam semesta dilambangkan dengan pendopo (balai pertemuan) dan taman dalem. Rangkaian Bangunan dan halaman yang terpencar dari pusat melambangkan daratan dan lautan. Berbagai bangunan dipisahkan oleh dinding yang tinggi dan pintu gerbang simbolis yang bukan saja menjadi lambang perbedaan tingkat dalam sistem kosmologi, tetapijuga berfungsi sebagai penjaga yang memiliki kekuatan fisik dan batin. Pintu gerbang utara yang berada di dua kraton utama menghadap ke gunung tempat tinggal para dewa, sedangkan pintu gerbang selatan menghadap ke laut, kediaman mistik nenek moyang.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@andregm

waktu gue ke Solo sempat baca sejarah ini di Museum Keraton Surakarta nya

memang asal mula mereka dari Mataram semenjak perjanjian Giyanti jadi ada keraton Yogyakarata

 

btw udah bisa place images ke tengah ya mantap

emang nya berapa poto yang gak keluar ?

Share this post


Link to post
Share on other sites

@andregm

waktu gue ke Solo sempat baca sejarah ini di Museum Keraton Surakarta nya

memang asal mula mereka dari Mataram semenjak perjanjian Giyanti jadi ada keraton Yogyakarata

 

btw udah bisa place images ke tengah ya mantap

emang nya berapa poto yang gak keluar ?

 

Iyaa... jadi Yogyakarta boleh dibilang "adik" dari Keraton Solo (Surakarta)

 

Belum bisa Om set di tengah, itu ane gbr Hyperlink dari web laen..

kalo yg upload pake uploader gk keluar...

 

Itu yg ada tulisan biru2 ada gbr-nya semua diatas-nya

 

tapi kayak-nya emang salah upload, ntar diulang lagi

Share this post


Link to post
Share on other sites

@andregm

lo upload dari PC atau Smartphone

kok aneh gak bisa ya

 

kalo dari PC udah di update adobe flash playernya dan pake Chrome atau mozilla ?

 

dari PC

tapi ntar diulang lagi deh di rumah

kalo di kantor gk bisa upload..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this