AB. Harta

Makan murah dan enak di Phuket? datangi restaurant ini!!

3 posts in this topic

dari begitu banyaknya restaurant di Phatong, katanya tempat ini paling the best. the name is No 6 restauran. Menyajikan makanan yang luar biasa enak, dengan porsi besar, ditambah dengan harga murah. Range harga nya sekitar 18ribu per porsi, bisa dibagi 2 juga. Makanan unggulannya adalah seaafooodd, buat pecinta seafood noh makan kesini.

Restaurant ini ada di Phatong, dekat dengan Kathu. buat yang liburan dan hotelnya dekat sini, bisa nyoba no 6 . tempatnya ga bagus sihb emang, kaya makan di pinggir jalan( emang lokasinya pinggir jalan), tapi bukan itu kan yang dicari, tapi murahnya. hehehe. enak juga ko makanannya, nyediain pappaya salad, terus ada cumi cah kangkung( apa ya kalo di sana namanya, lupa hehe). restauran ini buka dari jam 6 pagi sampe jam 12 malam. balik dari sini, bisa belanja deh tuh, soalnya kan tempatnya deket2an sama pasar.

restauran ini juga merupakan salah satu tempat makan favorit para bule atau wisatawan mancanegara. ane sih ga tau kenapa, tapi ya asik aja gitu nongkrong di warteg ini sambil ngeliatin bule2 aduhay( mending nemu yang cantik ya gan, hehe) sambil makan tenang dan nikmat tidak mikirin isi dompet yang makin tergerus akibat harga hotel di phuket yang agak melangit gitu.

ah gan, kalo agan2 pada ke puket mah makannya disini aja, yah bisa sih makan di tempat lebih mura juga. tapi agan harus elit dikit , makan disini is the best way, biar kaya bule. oh iya, tempat ini juga salah satu rekomendasi para wisatawan asing. tanya aja bule2 di sekitar pathong, pasti pada tahu restaurant ini.

number-six-restaurant-best-patong.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

mnrt ane.. org bule klo jalan2 emng lbh suka yg murah2 dan "minggir jalan" mngkin ud bosen klo ke cafe2 atau resto yg mewah2...

thanks nice ah.. saya lbh serung backpakeran jd info yg bgini brmanfaat bgt ;)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By silvia_win
      Day 1 Jakarta-Kuala Lumpur-Phuket
      Sampai di Phuket sudah malam, naik mini van airport ke Patong @Thb 180 di antar langsung ke hotel masing2.
      Nginap di Hotel House of Wing Chun Patong (2 malam = Rp 585.000). Karena tiba di hotel sudah malam, beli makan malam di 7-11 dekat hotel, nasi berserta lauk yg dihangatkan di oven.
       
      Day 2 Phuket city tour.
      Bangun agak siang, berhubung hotel tidak menyediakan sarapan, ke 7-11 lagi cari sarapan, sekalian tanya info ke hotel tentang tour, saya di kasih brosur suruh lihat dan pilih, kalau sudah pilih nanti mereka akan telepon tanya ke tour, lihat brosurnya saya rada bingung, ya sudahlah tanya petunjuk jalan ke pantai patong.
      Setelah sarapan, kami bermaksud jalan ke pantai. Dari hotel menuju pantai banyak kios yang menawarkan paket tour, tanya2 info pas ada yang sesuai selera yakni phuket town city tour Thb 2000 untuk ber3, berangkat jam 1 siang. Kami pun booking tour dan makan siang dulu, lalu dijemput travel dengan mobil van yang pesertanya belasan orang.
      Stop 1 : mobil travel membawa kami melalui pantai patong, karon, kata sampai di suatu view poin untuk melihat pemandangan pantai.
      Stop 2 : Big Buddha temple, lokasi dari vihara ini terletak di atas bukit, dari sini pemandangan pantai phuket terlihat sangat indah.
      Stop 3 : Wat Chalong temple yang merupakan vihara terbesar di phuket, di halaman vihara banyak penjual makanan.
      Stop 4 : Toko souvenir (cashew nut, madu, gem galeri), walau saya tidak suka belanja di toko souvenir yang diatur oleh tour, tapi stop over di toko souvenir di phuket tour ini cukup menyenangkan, waktu singgahnya tidak lama dan semua makanan boleh dicicip walau tidak beli, juga di gem galeri ada mini museum yg indah.
      Stop 5 : Phuket old town adalah daerah kota tua phuket dengan bangunan model sino portugis.
      Pulangnya kami minta didrop di JungCeylon mall di dekat hotel, makan KFC di sini, lalu jalan2 dan melihat ke supermarket di dalam mall.
       
       


       
      Day 3 Hari ini jalan kaki ke pantai patong menikmati pemandangan pantai, lalu check out hotel mau pindah ke phuket city. (soalnya kami mau extend hotelnya bilang full book dan lihat hotel kiri kanan harganya mahal)
      Minta hotel booking taxi ke CA residence di phuket city (Rp 345 ribu/malam).
      Setelah check in hotel, kami ke terminal bus 2 yang letaknya tidak terlalu jauh dari hotel untuk beli tiket bus ke Krabi. Kami beli tiket untuk besok (@ thb 140), lalu kami mampir ke super cheap market (seperti makro) di dekat terminal untuk melihat2.  Lalu kembali ke hotel, makan malam cari di 7-11 dekat hotel.
      Kamar hotel ini cukup luas dan nyaman, di hotel ada swimming pool dan gym, cuma lokasi hotel yg agak jauh dari keramaian, jadi kami istirahat di hotel saja.
       


      Day 4 Phuket – Krabi
      Setelah check out hotel, kami minta tolong call taxi ke terminal bus 2, tapi kata orang hotel mahal soalnya taxinya datang dari luar, kami disarankan jalan kaki saja. Ya sudahlah tadinya malas soalnya mesti bawa koper. Begitu keluar dari hotel banyak mobil van yang mangkal di luar, kami ditawarin naik mobil, kami bilang cuma mau ke terminal bus2, akhirnya setelah nego harga Thb 150 kami naik mobil van belasan seat ke terminal.
      Perjalanan Krabi ke Phuket sekitar 3 jam, sepanjang jalan bus berhenti di beberapa tempat untuk mengambil paket dan penumpang.
      Dari terminal kami naik minivan (tuk tuk) minta di antar ke hotel @Thb 50, ini adalah transport umum berhubung tidak ada taxi, petugas terminal yang membantu kami meminta supir mengantar kami ke city hotel.
      Setelah check in City hotel (Rp 875.000/2malam) kami pun berjalan di sekitar hotel, kami ke patung kepiting yang tidak jauh dari hotel dan merupakan land mark kota krabi. Kami bersantai di sini cukup lama, di sini kami ditawari naik perahu berkeliling sungai (mangrove boat trip) ber3 thb 400 untuk perjalanan pp selama lebih kurang 1 jam, setelah dipertimbangkan bolehlah, soalnya kali ini lagi tidak berminat wisata ke pulau2 sekitar phuket dan krabi, naik perahu mengitar sungai juga lumayan deh bisa merasakan naik long tail boatnya. Kami naik ke daratan seberang yang berpasir dan ada goa serta monyet2, setelah berkeliling sebentar, perahu mengantar kami ke sebuah rumah/resto apung untuk melihat ikan, setelah itu kami kembali ke lokasi patung kepiting.
      Malam hari kami ke Vogue mall di dekat hotel juga ke pasar buah di seberang hotel, di krabi banyak resto halal karena banyak muslim di kota ini.
       

       
       

      Day 5 Ao Nang beach
      Naik mini van ke Ao Nang @thb 50 (sebelum sampai di pantai Ao Nang ada sebuah pantai yang bagus juga tapi kami tidak singgah hanya melihat dari mobil).
      Di pantai banyak long tail boat ke pulau2 sekitarnya, ada loket jual tiket dengan beberapa tujuan dan jadwal.
      Kami makan di resto di tepi pantai menikmati pemandangan pantai, lalu berjalan sepanjang pantai (air laut di pantai patong dan ao nang sedikit beda dengan di Indo, karena pasir pantai tidak lengket di kaki, mungkin kadar garamnya tidak tinggi)
      Di seberang pantai banyak toko2 yang menjual souvenir.
      Lalu naik angkot mini van kembali ke hotel, turun di wat kaeo korawaram dekat hotel
      Malamnya ngitar di sekitar hotel untuk shopping dan cari makanan thai.
       

         
      Day 6 Krabi-Kuala Lumpur
      Pesan airport transfer (thb 350) dari hotel, pagi2 ke bandara, di jalanan masih sepi, ada beberapa bhiksu yang pindata, kata supirnya setiap hari ada.
      Sampai di Klia 2, beli tiket bus ke melaka, tadinya ingin singgah beberapa jam sebelum ke singapura. Tapi sampai terminal bus melaka malas jalan, makan siang lalu beli tiket bus ke singapura. Total harga bus dr klia2 ke sin @ rm 50
      Saat di imigrasi singapura, antrian lama sekali karena pemeriksaan yang ketat.
      Sampai di singapura sudah malam, makan dan istirahat di hotel.
       
       
      Day 7 Singapura-Jakarta
      Pagi check out hotel titip koper, keluar sarapan lalu naik mrt ke garden by the bay.
      Setelah selesai main di garden by the bay, jalan kaki ke marina sands naik mrt ke bugis, makan di bugis junction lalu ke bugis street untuk belanja.
      Pulang hotel ambil koper dan naik taxi ke airport.
    • By elinaid
      Usaha pada bidang masakan, saat ini memang sangat menarik. Tapi, tentu membutuhkan berbagai macam faktor pendorong supaya bisnis dapat jalan terus maju dan tak kalah bersaing dengan pelaku bisnis sejenis.

      Salah satu usaha masakan yang dapat kamu jalankan adalah katering. Usaha katering ini cenderung lebih aman ketimbang membuka restoran makan yang belum tentu rame. Selain itu, makanan yang disiapkan oleh katering adalah yang sesuai dengan pesanan. Jadi, dapat diprediksi tidak akan rugi diakibatkan makanan tersisa karena memang makanan yang diolah sesudah adanya orderan.

      Untuk seorang yang baru pertama kali terjun di dunia bisnis masakan terutama katering, kamu sepatutnya mempelajari terlebih dahulu apa saja yang perlu disiapkan. Jangan terburu-buru membangun bisnis tanpa tahu langkah ke depannya akan seperti apa.

      1. Menambah pengetahuan dan wawasan

      Sebelum mengawali membuka usaha katering, hal pertama yang semestinya kamu lakukan yaitu mencari tahu tentang seluk beluk usaha katering. Seperti yang sedang kamu lakukan sekarang ini dengan melihat tulisan ini.

      Mencari info ini penting, jangan sampai kamu sudah mulai mengelola usaha katering, tapi tak tahu bagaimana mengembangkannya. Akan amat repot dan hasilnya kurang maksimal jika langsung jalan dan kamu baru mempelajari setelahnya. Karena, bisnis makanan itu tentu beda dibandingkan bisnis di bidang fashion atau yang lain.

      2. Siap-siap Modal

      Setelah mempunyai ilmu mengenai katering, langkah berikutnya adalah menyiapkan modal. Modal ini dipakai untuk apa? Tentu saja untuk penyediaan alat. Misalkan saja kamu memerlukan kelengkapan memasak untuk 100 porsi, mungkin bila orderannya masih sebesar itu, kelengkapan yang ada di dapur masih sanggup untuk melayaninya. Akan tetapi, saat pesanan kian banyak, butuh lebih banyak peralatan agar waktu yang digunakan untuk memasak lebih efisien.

      Selain kelengkapan masak, kamu juga memerlukan dapur untuk memasak. Dapur rumah masih dapat dipakai, tetapi perlu penataan ulang supaya ketika mengerjakan orderan lebih mudah. Kamu juga akan memerlukan rak khusus untuk tempat peralatan, bumbu-bumbu, dan peralatan lainnya.

      Untuk pemula, biasanya akan memerlukan biaya yang tidak terlalu besar untuk membeli bahan makanan saat ada pesanan. Estimasi tarif yang diperlukan sekitar 500 ribu sampai 2 juta rupiah. Tentu seluruh itu tergantung dari orderan yang sedang kamu kerjakan.

      3. Menjaga Kualitas Makanan

      Menjaga mutu makanan itu sangat penting, apalagi untuk usaha katering. Karena, konsumen biasanya coba-coba dulu menggunakan jasa katering yang belum pernah ia gunakan. Nah, saat kwalitas dan rasa dari makanan yang kamu masak baik, tentu hal ini dapat menjaga pelanggan supaya nantinya pesan lagi ke katering yang kamu miliki.

      Selain itu, pengunjung sebuah acara pasti akan bertanya pada yang tuan rumah rasa dan mutu makanannya enak. Hal ini juga dapat menjadi promosi gratis yang dapat kamu lakukan.

      Tapi, yang lebih penting lagi, makanan ini ialah barang yang gampang sekali basi. Jika kualitasnya tak kita jaga, tentu dapat memberi pengaruh umur makanan tersebut.

      Dan, saat makanan yang kita sajikan telah tak sesuai, bisa - bisa menyebabkan keracunan.

      4. Selalu Membuat Inovasi Baru

      Setiap bisnis tentu membutuhkan sebuah kreatifitas supaya bisa bersaing dengan kompetitor. Begitu juga dengan bisnis katering, kamu semestinya dapat membikin sesuatu yang baru supaya tidak tertinggal dan tetap bisa menarik pelanggan.

      Kreatifitas dalam bisnis katering ini ada banyak yang dapat kamu lakukan, misalnya memperbanyak menu yang ada, membuat paket dengan harga yang relatif terjangkau atau bersaing dengan kompetitor atau inovasi lain yang mungkin dapat mendongkrak penjualan kamu.

      5. Manajemen Waktu Terkait Penyajian

      Penyedia jasa tentulah sangat terikat oleh waktu, saat ada orderan  yang seharusnya siap jam 8 pagi, tentu kita sudah mengantarkannya lebih awal. Kalau ada orderan untuk acara prasmanan, tentu kita seharusnya lebih awal lagi untuk mempersiapkan semuanya.

      Nah, ketepatan waktu penyajian ini menjadi amat penting karena konsumen tentu tidak ingin jika acaranya jadi batal hanya karena makanan yang belum siap. Oleh karena
      itu, kamu harus dapat memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk mengolah, mengantarkan, serta menyajikan makanan hingga dapat dinikmati oleh konsumen.

      6. Sedikit banyak Belajar Teknik Marketing, Termasuk Dunia Internet

      Di jaman yang serba komputerisasi seperti saat ini, pemanfaatan teknologi informasi tentu akan menjadi hal yang wajib. Sebagian orang akan mencari sesuatu yang ia butuhkan secara online, termasuk saat akan mencari katering untuk acara yang akan diadakan.

      Tidak perlu hal yang susah dikerjakan, kamu bisa mulai dari membikin sebuah fanspage pada Facebook, atau mungkin membikin sebuah akun Instagram. Nah, ketika mulai bisa memanfaatkan media sosial, langkah selanjutnya adalah membikin sebuah website. website diperlukan agar bisnis yang kamu jalankan nampak lebih serius dan membuat orang lebih percaya.

      Tapi, jangan tinggalkan juga promosi secara offline ya, hal ini tentu tak akan pernah bisa tergantikan.

      7. Sesekali Mencoba Bereksperimen

      Seperti halnya berinovasi, bereksperimen ini juga perlu sekali-sekali dilakukan. Kamu bisa bereksperimen tentang menu yang akan dijadikan, paket yang kelihatannya akan menarik konsumen, atau mungkin sistem penyajian dari makanan. Semua bisa kamu coba dan kreasikan sampai menemukan mana yang hasilnya memuaskan.

      8. Belajar Menetapkan Tarif yang Rasional

      Salah satu alasan konsumen memilih sebuah jasa katering adalah tarifnya yang cocok. Jangan pernah menetapkan harga yang terlalu tinggi sedangkan kamu baru mengawali usaha katering. Tetapkan harga yang sesuai dengan pasar, atau jikalau dapat sedikit bersaing sehingga konsumen akan menggunakan katering milik kamu.

      9. Jangan Bermental Lemah

      Selain mengurusi keadaan sulit teknik perkateringan, jiwa yang kamu punya juga harus kuat. Karena, bisa jadi kamu menerima konsumen yang kurang sabar dan banyak komplain. Apabila mentalmu kurang kuat, bisa jadi baru mendapatkan satu kali orderan saja telah berkeinginan berhenti.

      10. Kendala Umum yang Sering kali Dihadapi
      Ada banyak kendala yang acap kali menjadi problem saat kita membuka usaha katering, seperti banyak pesaing usaha katering, masakan yang tidak cocok dengan selera pelanggan, izin usaha yang belum didapatnya, pengelolaan orderan yang biasanyakerap mendapat komplain.

      11. Belajar dari Orang Lain yang telah membuka bisnis masakan

      Setelah sukses menjalankan bisnis katering, kamu juga perlu untuk menimba ilmu dari pengusaha yang sudah lebih dahulu terjun dalam dunia katering. Ada banyak orang yang dengan suka rela menjelaskan ilmu tanpa ditutup-tutupi.

      Tapi ingat, kamu mesti tahu dengan siapa berbicara. Sebelum belajar dan menggali cerita dan pengalaman, usahakan kamu sudah mengakrabkan diri terlebih dahulu.

      Jangan tiba-tiba seketika meminta untuk diajarkan, padahal kita belum meperkenalkan diri terlebih dulu.

      Nah, itu tadi beberapa hal yang mesti kamu persiapkan ketika memulai membuka usaha katering. Selalu utamakan kenyamanan pelanggan agar kamu menerima konsumen yang setia dan nantinya dia akan mengorder kembali.
    • By talentaorganizer
      Nyai Rasa Resto & Galeri di Jl Cipete Raya No 65, Jakarta Selatan adalah sebuah resto sekaligus galeri seni
    • By Eko Carbon Prasetyo
       


      Jam 1 malam,duit tinggal 7 ribu ditambah pengen nyari suasana lain selain angkringan? Apa iya bisa? 
      Pikiran saya langsung tertuju pada warung kaki lima yang menyediakan menu rumahan.Tapi ada satu yang saya incar.Bubur tumpangnya itu lho. Seporsi 3 ribu rupiah. 
      Salah satu streetfood favorit yang pas banget buat manusia nokturnal kayak saya. 

      Bayangin aja,jam 1 malem bisa dapet makanan semurah ini..hehehe 

      Pengen tau lebih detailnya? Cek video saya yang satu ini.
    • By jhoon_pantau77
       
      Selamat Siang Sahabat

      kali ini saya mencari temen  buat jalan jalan nonton moto gp sepang 2017, sekalian jalan2 3 negara
      dengan rincian sebagai berikut :
       
      1. hari selasa 24 Oktober 2017
      jakarta - phuket TIGER AIR (transit di SINGAPORE 1 malam)
      harga Rp. 679.00
       

       
      sampai di singapore jam 12.30 siang, untuk transit. soal nya penerbangan selanjutnya dr singapore ke phuket jam 07.55
      panjang nya waktu transit kita gunakan untuk jalan jalan dan bermalam di singapore
       
      sampai di phuket kita jalan2 disana selama 3 hari 2 malam
      dengan tujuan city tour phuket, phi phi island dan lain lain
      untuk hotel di phuket murah, 300 rb sd 400 rb sdh dapat hotel biintang 3 atau 4.
       
      2. HARI JUMAT TGL 27 OKTOBER 2017
      PHUKET - KUALA LUMPUR
      dari phuket pakai MALINDO

       
      JAM 13.35 DR PHUKET dengan harga Rp. 495.000
       
      dari KLIA kita bisa naik kereta atau pakai grab taksi ke Kuala Lumpur
      saya biasa nya menginap di hotel di bukit bintang
      Harga hotel tetep sama kurang lbh 400.000 / malam
       
      3. HARI SABTU 28 OKTOBER 2017
      Kita city tour Kuala Lumpur dan juga ke Genting Island
       
      4. HARI MINGGU 29 OKTOBER 2018
      Jam 7 pagi kita harus sudah berangkat menuju SEPANG SIRKUIT
      untuk tiket bisa beli di indonesia atau disana
      kalau bs sebelum tanggal 31 maret 2017 ada diskon 30 %
       

      untuk ke sirkuit kita bs rame rame pake grab / uber
      nonton moto gp bisa selesai sampai jam 6 sore br balik ke KL
       
      5. HARI SENIN 30 OKTOBER 2017
      KEMBALI KE INDONESIA
      KUALA LUMPUR - JAKARTA
       

       
       
      Demikian rencana liburan + nonbar motogp kami 2017
       
      apabila ada temen2.., sobat..., yg mau gabung.., silahkan.., nanti kita jalan rame2 disana ..., bisa sharing buat sewa mobil / grab taksi / uber
      insya allah gak akan tersesat.., jd tenang aja sudah sering kesana tiap tahun nya.
      kami rencana nya ber 2 aja, jd buat tmn2 yg mau gabung silahkan.kira2 untuk tiket motogp MGS dan tiket pesawat cuma Rp. 570.000 + Tiket pesawat (Rp. 679.000 + Rp. 498.000 + Rp. 387.000) = Rp. 2.134.000 (silahan temen temen beli sendiri di Tr***ka)
      semakin banyak semakin rame ..., ayoooo gabung....,
       

       
      berminat : inbox aja atau wa aja ya... nie wa gw...
      +14243595291
       
      INI POSTINGAN GW TENTANG TIPS NONTON MOTOGP
       
       
    • By dernz27
      Halo semua,
      Salam Kenal 
      Sesuai judul, saya ingin tanya pantai mana saja di daerah selatan malang yang kita bisa berenang atau main main air cantik gitu hehehe..
      ps : selain pantai tiga warna dan gatra ya, karena kesananya hari kamis dan pengelolanya tutup hari kamis.
       
      Sesudah capek2 di pantai, saat nya makan nih... tp butuh referensi juga kuliner enak unik di malang rekomendasi teman-teman jalan2.com
       
      Thanks before 
    • By epinami
      Yak, akhirnya weekend juga (disempet2in deh bikin field report)
      Hi! Gw baru balik dari Thailand 2 minggu lalu nii... Dan terus terang dari sekian tempat jauh yang sudah gw jabanin, Thailand ini justru negara ASEAN pertama gw (what a shame! malu2in anggota ASEAN aje lu pi!  )
      Awalnya nekat pengen berangkat sendiri suatu hari nanti (semua orang yg gw kenal udah pernah ke sana), eh ada temen kuliah pas dia nemenin ke GATF Oktober lalu yang nyeletuk "Ke Bangkok aja yuk!" (mungkin maksudnya menghibur gw yg waktu itu belum juga dapet tiket ke Hong Kong). Lha, diajakin begituan mah gw kagak bisa nolak (kayak emak gw kalo diajakin ke mall pas midnight sale).. nggak pake babibu, kita langsung buka laptop, cari tiket paling murah ke Bangkok tanggal berapa aja deh yg penting Januari, dan dapet deh berangkat tanggal 12 Jan, balik 17-nya pake Air Asia
      Yah, orang2 mah mungkin udah bosen bolak balik ke Bangkok, tapi ga papa ya gw tetep bikin field report (kan gw baru pertama kali ini ke sana )
      DAY 1 (12 Jan 2017)
      Gw sama temen gw (sebutlah namanya si Ocie), harusnya berangkat dari Bandara Soetta Terminal 2F jam 16.00, tapi berhubung kita udah excited jadi kepagian nyampe sana. Kita makan dulu lah, jajan dulu lah, keliling2 aja pokoknya (setelah check-in dan lewat imigrasi tentunya). Gw ampe nyalahin si Ocie, "Gara2 lu, gw jadi jajan ni!" setelah gw keluar 18rebu buat beli Beard Papa di dalem bandara karena ikut2an ni bocah.
      Trus kelamaan ngobrol sambil makan tu kue soes-nya Beard Papa (kita udah di depan gate-nya!), kita ampe nggak nyadar kalo udah ada panggilan boarding dari tadi. Kita langsung masuk deh, dan abis ngasih boarding pass gw ke toilet dulu (gw pikir masih lama dooong, itu masih setengah 4 lebih)...lah abis keluar dari toilet ada mas2 petugas AA-nya udah nenteng tas gw sambil teriak, "Ayok mba, buruan..tinggal mba-nya!"
      Jeng jeeeng, kita berdua langsung lari ke bawah. Di bawah, bus yang harusnya nganter kita ke pesawat udah jalan, tapi untungnya belum jauh trus dipanggil lagi sama petugas yg di situ...mundur deh diaa  Langsung kita dipelototin satu bus (iya maap, saya memang salah...)
      Yak, kita masuk juga di dalem pesawat. Tapi ternyataaa, seat kita paling belakang (bener2 belakang banget, pas depan lavatory-nya), mana gw sama si Ocie jadi beda kolom (gw di D, Ocie di C)...dang! Yasudahlah...
       
      Sampe mba-nya keliling buat ngitung penumpang, sebelah gw masih kosong (E kosong, F isi). Gw langsung nanya mas2 yg duduk di F, dia lagi nunggu temennya ato nggak, karena menurut dia di kursi E itu kosong, gw ajak si Ocie pindah (daripada dia jadi obat nyamuk-nya love bird yang duduk di seat A & B )
      Basa basi busuk gitu deh gw sama si mas2 seat F, yang ternyata anak JJ-er juga..summon dulu ah @enda28
       (moga2 nggak salah panggil, agak2 budeg waktu itu di pesawat). Kita sharing pengalaman kena turbulence yang lumayan kenceng waktu itu (mana kerasa banget pulak duduk di ekor begitu), beneran bikin jantungan ampe mau nangis gw 
      Anyway, kita mendarat di Don Mueang dengan selamat (dan cenderung mulus banget, entah memang karena pilot-nya yang jago ato aspal runway-nya yang alus)
      Alhamdulillah...
       
      Dari Don Mueang, gw udah males mikir, jadinya kita pesen Uber aja yang langsung nyampe guest house. Pake Uber kita kena 350 Baht, sama toll 70 Baht, total 420 Baht dibayar tunai sampai ke guest house kita di deket kawasan Khaosan Road, namanya A&A Guest House, bisa di-cek di mari: https://goo.gl/maps/Gq4qdzGVTsk
      A&A Guest House ini kita pesen lewat Agoda, dan kita pilih karena deket banget dari Phra Arthit Pier (yang bakal jadi andalan kita esok harinya) dan deket Khaosan Road (buat yg mau jedag jedug di sana :P)
      *kalo ada yang bertanya2, gw udah nulis ngalor ngidul wetan kulon ga genah gini tapi belum ada foto-nya, nanti ada penjelasan di hari terakhir*
       
      DAY 2 (13 Jan 2017)
      Pagi2 kita bangun jam 8, sarapan dari yang disediakan guest house (meskipun akhirnya cuma kita makan roti tawar sama telur-nya karena yang lain cuma ada ham, itupun ada bapak2 yang ngasih tau karena kayaknya liat si Ocie yang pake hijab ). Kita makan cepet2, udah gatel ni kaki!
      Our first stop is Ananta Samakhom
      Kita ke sana (lagi2 pake Uber, gw lagi masih males mikir bus), dengan ongkos 64.5 Baht, tapi supir Uber-nya baik banget kita kasih 100 Baht dibalikin 40 Baht 
      Nyampe Ananta Samakhom, gerbangnya belum buka (kita kepagian), jadi sambil nunggu kita liat rombongan turis2 pada sibuk pake saroong. Katanya memang aturan masuk ke sana harus pake rok. Untung gw udah siap bawa kain pantai ala ala Bali gitu, gw pake aja ikut2an yang lain (si Ocie udah prepare pake rok).

      Jam 10.00 gerbang dibuka, kita lewat security, dicek tas-nya trus boleh masuk deeh dan melongo ngeliat bangunan Throne Hall-nya. Gak lupa ambil kamera trus cekrek cekrek sampe ngga nyadar kalo diliatin satpam. Trus kita disamperin, ditanyain tiketnya mana. Kita bingung, dan balik nanya belinya di mana. Dia nunjuk bangunan di belakang kita, suruh beli tiket dulu sama naruh tas di situ. Siap!
      Setelah beli tiket seharga 150 Baht, kita harus pakai rok (yg mana sudah kita laksakan--mba-nya sampe berdiri dari loker gitu, meriksa kita udah beneran pake rok) dan disuruh naruh tas di loker. Semua harus ditaruh situ; HP, minuman, makan, kamera, bawa diri aja pokoknya. Lha kalo mau foto2 gimana? Hahaha, emang ga boleh ambil foto di situ ternyata 
      Tapi gw sempet ambil beberapa foto Throne Hall-nya sebelum si bapak satpam negur (dan untungnya dia ga minta kita hapus fotonya)

      Kita keluar loket tiket, antrian masuk Throne Hall udah panjang dan dipisah antara antrian cowo sama cewe. Gw lho sempet bertanya2, ke mana yaa bule2 yg kita lat sepanjang jalan pas di Khaosan Road? Di sini blassss ga ada bule, turisnya Asia semua.
      Pas lagi asik ngobrol di tengah antrian, tiba2 ada mas2 petugasnya buka tali antrian dan nyuruh kita ikutin dia. Gw pikir dia bikin antrian baru karena antriannya udah panjang banget, tapi ternyata ga ada yg ngikutin kita di belakang (talinya dipasang lagi). Jadiiii, ternyata cuma kita berdua yang disuruh masuk duluan. Jujur gw gatau alasannya, gw sama si Ocie bingung. Spekulasi kita si, karena kita bukan orang2 yang ikut tour, jadi ga punya rombongan. Tapi darimana mas-nya tau ya kita bukan peserta tour??
      Setelah dikasih peralatan audio guidance, setengah jam aja kita di dalam Throne Hall yang dibuat jadi museum ini. Sebenernya di dalam kita bikin terkagum-kagum, tapi karena nggak boleh foto-foto yasudah apa daya cuma liat-liat terus pindah tempat. Pas kita sampai di luar..ebusettttt rame banget, semua jalan aspal di depan Throne Hall udah sesak manusia. Satpam yang tadi negur kita kewalahan niupin peluit ke turis-turis yang bandel duduk dan foto-foto di atas rumput 
      Ambil tas dan segala macam, kita langsung keluar dan pesen Uber (lagi) buat ke Phra Arthit Pier, karena kita bakal lanjut ke Grand Palace.
       
      Sejujurnya gw excited mau naik express boat ini, makanya gw setengah lari waktu masuk dermaga Phra Arthit. Di depan ada meja tempat petugasnya jual tiket—yang mana setelah gw melihat beberapa dermaga, cara mereka jual tiket beda-beda. Di Phra Arthit ini ada mas2 yang jual tiket untuk boat dengan bendera orange, di sebelahnya ada mba2 yang jual untuk boat dengan bendera biru. Dua-duanya lewat dermaga Ta Chang (dermaga terdekat dari Grand Palace), tapi orange flag harganya 15 Baht, sedangkan yang biru 40 Baht (karena dia tourist boat), jadi kita beli yang orange aja.

      Abis beli tiket kita foto-foto dulu deh nunggu si perahu datang.

      Ini si eneng Ocie (jomblo lhooo) :
      Setelah berdiri beberapa belas menit di perahu, akhirnya kita sampai di Tachang. Keluar dermaga Tachang, gw ngiler liat buah-buahan potong yang dijual sepanjang jalan menuju Grand Palace.
      Sampai di Grand Palace udah tengah hari, makannya udah penuh orang. Di sinilah kita mulai bingung, main attraction-nya di sebelah mana, beli tiket di mana, yang sebelah sini ngantri apa, sebelah sana ngantri apa, di sono rame apaan. Dengan pede-nya kita ikut-ikutan antrian (kita pikir mereka antri tiket), sampai lima menit kemudian ada satpam (lagi-lagi satpam) nyamperin kita trus nanya kita lagi ngapain di situ. Akhirnya baru gw nanya, emang beli tiketnya di mana. Si satpam nunjuk suruh masuk lewat jalur tali gitu buat diperiksa tas-nya dan loketnya masih jauh ke dalam lagi. “Ooooooh…” cuma itu respon gw sama Ocie sambil ngeloyor pergi dan nyengir2 karena semua orang ngeliatin kita  Dan yang tadi antrian apa juga masih jadi misteri sampai saat ini.
      Kemudian kita beli tiket 500 Baht per orang, mahal kalau menurut gw, tapi ternyata itu termasuk tiket untuk Ananta Samakhom Throne Hall. Gw sama Ocie nangis, tau gitu ke Grand Palace duluuuuu (lumayan ngirit 150 Baht) 

      Yasuda…tadinya gw pun sempet tegang, karena dari yg gw baca-baca sebelumnya, kalau masuk Grand Palace juga harus berpakaian sopan. Gw si waktu itu pake jeans, dan sebenrnya udah siap kain Bali yang tadi. Dan pas kita di pintu masuk ada ibu-ibu lagi nego sama petugasnya pake bahasa Mandarin, karena nggak boleh masuk selama dia masih celana yoga. Waduh, pikir gw… Tapi ternyata gw boleh2 aja masuk pake jeans, model hipster pula.
      Kita mulai pakai sunglasses saking panasnya waktu muter-muter di dalam kawasan Grand Palace, sambil terpesona sama detail bangunan-bangunannya. Ada beberapa bangunan yang bisa kita masuki dengan melepas alas kaki. Nah, di dalam Grand Palace ini kita lumayan lama, karena areanya lumayan besar.
       

      Setelah dari Grand Palace, kita lanjut ke Wat Pho.
      Sempet nyasar dan salah arah waktu jalan kaki ke Wat Pho, akhirnya kita nyampe juga dan bayar 100 Baht untuk tiket masuknya. Walaupun setelah muter-muter nyari2 si Reclining Buddha yang legendaris itu, kita sadar kalau kita masuk dari pintu belakang Wat Pho.

      Keluar dari Wat Pho, kita nyebrang ke Wat Arun lewat dermaga Ta Thien yang nggak jauh dari pintu keluar (bayar 4 Baht).
      Sebelum nyebrang, gw sempet jajan Coconut Ice Cream dulu (udah ga tahan sama panasnya Bangkok), yang mana penjualnya bisa Bahasa, meskipun cuma sekedar “Kelapa Ice Cream” dan “Pakai kacang? Pakai cokelat?” 
      Tapi kita ga langsung masuk ke dalam Wat Arun. Sebelumnya berangkat kita emang udah cari-cari masjid dekat Wat Arun, jadi kita bablas aja cari masjid buat sholat. Lumayan jauh sih lokasinya. Dari pintu Wat Arun kita masih lurus terus, jalan kaki ngelewatin sekolah, rumah penduduk, ketemu rombongan biksu, di pengkolan menuju jalan besar kita pun ngiler liat warung makan kayak di Indonesia yang jualan ayam sama lele goreng tapi lele gorengnya mereka segedhe lengan gw. Masih jalan sampe di bawah flyover, masjidnya belum keliatan, kita pede aja ikutin google map, sampe lewatin kuburan muslim yang ternyata pintu belakangnya masjid itu 
      Selesai sholat, kita balik lagi ke Wat Arun. Sayangnya, bangunan-bangunan di Wat Arun ini banyak yang masih direnovasi, jadi nggak banyak yang bisa kita lihat. Gak sampai setengah jam, kita memutuskan nyebrang balik untuk ke Nagaphirom Park, kemudian ke Asiatique.
      Tapi sepanjang jalan dari dermaga Ta Thien ke Tachang kita ga nemu si Nagaphirom Park (ada yang salah?), akhirnya kita langsung lanjut ke Asiatique. Untuk ke Asiatique kita naik boat dari Tachang ke Sathorn, kali ini kita naik yang blue flag dengan membayar 40 Baht (agak jauh, untungnya kita dapat tempat duduk). Jam 5 kita sampai di Sathorn, untuk lanjut naik free shuttle boat ke Asiatique (gratis).
      Asiatique ini modelnya kayak mall outdoor gitu. Dan berhubung dari pagi kita belum makan apa-apa (beneran, gw cuma minum sama makan coconut ice cream doang abis keluar dari guest house ), kita memutuskan makan di KFC—iyaaa, jauh2 ke Bangkok makannya KFC lagi

      Perut kenyang, tenaga udah diisi ulang, kita lanjut keliling Asiatique. Tadinya gw maksa Ocie buat nemenin gw naik ferrish wheel, tapi gw pun undur diri karena ternyata mahal (sekitar 600 Baht kalo nggak salah). Yasudah kita window shopping aja di dalam Asiatique, sambil sesekali jajan. Kita memang ga berniat beli apa-apa di sini, karena harganya tergolong mahal.
      Sampai kita memutuskan buat pulang pukul setengah 8 malam. Tadinya mau naik bus, tapi waktu liat dermaga ternyata masih ada antrian free shuttle boat, berarti masih ada boat untuk ke Sathorn. Sayangnya, sampai di Sathorn petugasnya bilang boat yang lain cuma beroperasi sampai jam 7. Jadi  kita naik bus nomor 15 dari depan Hotel Silom (dekat dermaga) dan turun di dekat Khaosan Road. Bus ini agak muter-muter, kita bahkan melewati kawasan Siam. Tapi bus di Bangkok ini nggak ngetem kayak di Jakarta, mereka berhenti nggak sampai semenit di tiap halte, dan yang bikin kita bingung waktu mau bayar berapa dan ke siapa…ternyata gratis!
      Yak, sempat melewati riuhnya Khaosan Road, foto-foto, dan jajan buah-buahannya, kita pun sampai di guest house dengan kaki nyut2an.

       
      DAY 3 (14 Jan 2017)
      Di hari berikutnya kita cuma mau ke Chatuchak Market dan Madame Tussauds. Sebelum pergi (kita nggak ambil sarapannya), kita check out sekalian titip luggage sama petugas guest house-nya. Bapak petugasnya kemudian nanya, kita abis ini mau ke mana. Setelah gw jawab mau ke Phuket, dia nawarin shuttle seharga 150 Baht per orang ke bandara Don Mueang (diitung2, dari pada naik Uber lagi modal 420 Baht, kita iyain aja). Setelah bayar dan dikasih kwitansi sebagai tiket shuttle, si bapak bilang, sebelum jam 4 udah di sini ya (karena pesawat kita jam 6, dan kita sudah check in online). Kita berdua menangguk mantap.
      Kita berangkat lagi dari Phra Arthit ke dermaga Sathorn naik orange flag (bayar lagi 15 Baht), dari dermaga Sathorn kita jalan kaki (sekitar 20meter) ke BTS Saphan Taksin. Di Saphan Taksin kita beli One Day Pass, dan melengang masuk ke dalam peron. Karena kita akan menuju Chatuchack Market yang letaknya dekat dengan stasiun Mo Chit, pertama-tama kita naik BTS Silom Line ke National Stadium, turun di stasiun Siam untuk pindah jalur ke Sukhumvit Line dan berhenti di Mochit. Inilah kenapa gw beli One Day Pass, gw males ngitung berapa ongkos dari mana ke mana.
      Di Chatuchak, gw langsung buka peta pasarnya, langsung menuju ke tempat makanan dan tempat oleh2. Pertama, kita beli mango sticky rice seharga 50 Baht, kita makan sambil duduk di depan toko yang belum buka. Setelah perut isi, kita lanjut cari oleh-oleh di pasar yang super gedhe ini; dompet kecil2, kaos, buah kering, apa aja deh 
      Jam 11 siang kita kembali ke stasiun Mo Chit (kita jalan melawan arah, orang2 baru mulai berdatangan, kita udah nenteng kresek belanjaan). Dari stasiun Mo Chit, kita naik Sukhumvit Line ke arah Bearing turun di Siam. Dari stasiun Siam, kita keluar di dalam Siam Center, kemudian nyebrang ke Siam Discovery, tempat museum Madame Tussauds di lantai 6.
      Sebelumnya kita udah beli tiket Madame Tussauds ini lewat online (harganya 645 Baht beli di   http://www.hotels2thailand.com), jadi tinggal tuker print out email-nya dengan tiket asli di loket. Ternyata kita dapat tiket Ice Age Show juga.

      Di dalam Madame Tussauds, yang bikin gw menjerit bahagia adalah waktu ketemu patungnya Hannibal Lecter dari sekian banyak patung lilin lainnya (oke, gw tau Hannibal tokoh antagonis, tapi…sudahlah, judge me if you want).
      Setelah puas foto-foto, kita lanjut nonton 4D Ice Age Show. Mirip dengan 4D Show-nya One Piece Tower di Tokyo. Kalau One Piece Tower efeknya angin sama air, Ice Age ini efek 4D ada di kursinya dan ada semburan salju (entah salju beneran atau bukan). Seru kok!

      Keluar dari Siam Discovery, kita cari masjid lagi. Kali ini masjidnya di kawasan Ratchathewi. Kita nemu namanya Masjid Darul ‘Aman, yang ternyata di sekitarnya banyak tempat makan halal. Jadi, setelah sholat, kita masuk ke salah satunya, kemudian pesan Pad Thai dan Tom Yum untuk makan siang.



      Selesai makan udah hampir jam 3 aja. Kita pikir waktu kita cukup untuk balik ke guest house. Dari stasiun Ratchathewi kita naik BTS ke Saphan Taksin, dari stasiun Saphan Taksin, kita jalan ke dermaga Sathorn untuk naik boat kembali ke Phra Arthit. Di boat ini kita udah mulai gelisah. Hampir jam 4!
      Kita sampai di Phra Arthit jam 4 kurang lima menit. Turun dari boat, kita berdua lari kayak dikejar setan. Sampai di belokan setelah gang dari Phra Arthit ke guest house kita udah liat bapak yang tadi nawarin kita shuttle udah di tengah jalan dengan tangan di pinggang nungguin kita. Kita langsung pucet waktu dia bilang shuttle-nya udah berangkat. Tapi setelah kita ambil luggage yang kita titipkan, ternyata dia nelpon driver shuttle-nya buat balik lagi. Aduuuh, si bapak ini baik banget gak pake marahin kita pula, gimanapun kita yang salah dan dia tetep ramah 
      Daaaan, ketebak dooong, waktu masuk ke dalam shuttle kita lagi-lagi dipelototin satu mobil… 
      Dan dengan nggak tau dirinya, kita berdua langsung teler, karena kecapekan lari-lari kita tidur sepanjang jalan ke bandara diiringi lagu Wonderful Tonight-nya Eric Clapton yang disetel bapak supir. Hampir sejam kemudian kita bangun dan sampai di bandara Don Mueang, siap2 menuju Phuket!!
      TO BE CONTINUE...