Hartono Hasian

Wisata Seru Ke Yogyakarta Selama 7 Hari

69 posts in this topic

https://hartono238.wordpress.com/2015/06/06/yogyakarta-wisata-tgl-28-mei-2015-sampai-03-juni-2015-ke-yogyakarta-1-keberangkatan/

 

Hari ini, tgl 28 Mei 2015 pagi pagi sekali sudah bangun, siap siap mau ke bandara , karena hari ini akan memulai perjalanan ke Yogyakarta sebanyak 7 hari 6 malam

 

walaupun berangkat buat wisata bersama, tapi ternyata saya dan teman saya pakai pesawat berbeda, semua terjadi karena ketidak telitian saya waktu membeli tiket pesawat, beda 2 jam jadinya, untung teman tersebut mengerti :)

 

walau pesawat saya jam 12.30,tapi jam 09,30 saya sudah di bandara, sedangkan teman saya pesawat jam 10..30 hehehhe

karena pesawat saya sriwijaya, jadi saya check in di terminal 1 B, maksud hati mau nongkrong di lounge , seperti biasa, untuk hemat sarapan dan makan siang :), tapi ternyata lounge di 1 B sedang renovasi, akhirnya saya pindah ke lounge di 1 C

 

perjalanan pesawat terbang dari Jakarta cukup lancar dan on time, sehingga pesawat saya sampai di Yogyakarta jam 13.45

sesuai dengan kesepakatan dengan teman saya, kami akan ketemu di penginapan Asahi home stay yang terletak di jl Godean Km 7,5

yulianto.jpg?w=300&h=169

ini kartu namanya

 

sesampai di Asahi home stay, ternyata tempatnya enak sekali, bersih, siklus udara bagus, ada air dispenser dan teh, gratis :), letak homestaynya dilantai 2, sedangkan lantai 1 untuk usaha dan tempat tinggal pemilik, sebelah homestay adalah supermarket, dan disekeliling homestay mudah sekali cari makanan

asahi-rent-car-jogja-homestay-yulianto_6

ini kamar 1 bed dengan 2 extra bed

Share this post


Link to post
Share on other sites

selesai mandi, kami meninggalkan homestay dengan motor untuk ke tujuan pertama, yaitu Wihara Buddha prabha yang terletak di Jl. Brigjen Katamso No.3, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55121, Wihara ini adalah wihara yang penuh kenangan bagi teman saya (Hansen), karena selama dia menjadi mahasiswa di kota Yogyakarta, dia merupakan aktivis di wihara ini

saat sampai di wihara ini, sewaktu turun dari motor,  ngak sengaja , ujung celana saya tersangkut standard motor, sehingga terjatuh dan celana bagian bawah robek, berkuranglah karma buruk ku hari ini :)

 

saat sampai di Wihara tersebut, ternyata masih banyak yang mengenal sdr Hansen, hal itu terlihat dari banyaknya sapaan yang dia terima , dan betapa akrabnya mereka berbicara

 

Memasuki Wihara Buddha Prabha, kita akan melihat altar altar Buddha :

sam_0918.jpg?w=300&h=200

altar lainnya

 

sam_0917.jpg?w=300&h=200

Altar utama Buddha Prabha

 

selesai dari Buddha Prabha, kami segera menuju ke Raminten di kota baru, karena sudah janji dengan rekan rekan jalan2.com Yogyakarta untuk ketemu disana

 

sampai di Raminten sekitar jam 18.00  , kondisi sudah ramai, tapi masih dapat tempat duduk yang rasanya itu tempat terakhir yang masih kosong, karena setelah kami, antrian langsung sangat panjang

 

Akhirnya satu persatu teman datang, ada Kania, Nony, Lusy, Junie, Muslimin, bu guru Diah dan Hanung, ini beberapa foto kami

dscn0482.jpg?w=300&h=225

akhirnya tercapai minum dawet jumbo, semua karena @deffa dan @nony yang pamer minuman ini sebelumnya

 

img_5684.jpg?w=300&h=200

ini lah yg kumpul di raminten kota baru

 

dscn0479.jpg?w=300&h=225

namanya sih “kotekaâ€, isinya rasanya ada ayam cincang, tahu , dll :) , enak sih

 

sebelum kami pulang untuk istirahat, karena besok hari nya akan menelusuri pantai gunung kidul, kami sempat foto didepan raminten, untung ada bapak yang baik hati menawarkan diri untuk foto kami, sehingga semua bisa lengkap fotonya, ini fotonya

img_5728.jpg?w=300&h=200

pulang ah, sudah ngantuk, sampai ketemu untuk wisata hari kedua ……………….. (bersambung)

Share this post


Link to post
Share on other sites

hari ini , tanggal 29 Mei 2015, hari kedua kami di Yogyakarta, pagi pagi sekali , kami berangkat dengan mobil dan supir , cari sarapan dulu, tadinya binggung antara bakmi atau soto ayam, karena pertimbangan waktu, maka diputuskan lah sarapan soto ayam dulu :),

 

Selesai sarapan soto ayam, kami berangkat ke Ambarukmo Plaza yang dikenal dengan Amplaz, Nony, Kania, Juni dan Lusy sudah menunggu disana, setelah menjemput mereka, kami ber enam segera berangkat ke daerah gunung kidul.

Perjalanan dari Yogyakarta menuju deretan pantai di gunung kidul awalnya sangat mulus dengan melewati pantai-pantai yang indah sekali, termasuk juga pantai  Indrayani yang lumayan indah, pertimbangan lewatin dulu pantai indrayani karena pikir mulai dari yang jauh dulu, nanti pulang baru mampir.

 

Ternyata kelancaran tersebut mulai terkena kendala, karena salah satu peserta sudah mulai pusing mual,  tuduhan dia tidak sarapan langsung dilakukan, ternyata yang bersangkutan mengaku dia ada sarapan, tetapi perjalanan tetap harus berlanjut, karena sudah hampir sampai. untuk memasukki deretan pantai di gunung kidul,

 

Kita akan di punggut biaya Rp.20 ribu perorang untuk gugusan pantai di gunung kidul tersebut (di tiket masuk. Disana tertulis Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Pulangsawal dan Pok Tunggal.), pantai pertama yang kami kunjungi adalah pantai Pok Tunggal, pantai ini sangat indah, pada saat kami datang , masih sepi,, sehingga dengan bebasnya kami bisa berfoto foto, tapi ada 2 teman yang malas malasan ikut turun kebawah, salah satu karena pusing, duduk dimobil, satu lagi kayaknya karena ngak berani turun atau takut air, heheheheh

20150529_105930.jpg?w=300 indah pantainya khan ? :)
 

saya menyukai pantai ini, karena bisa jalan kaki ke tengah, airnya jernih, lautnya dangkal, cuma sebetis, tapi kalau sudah sampai agak ke tengah, langsung dalam sekali, jadi harus hati hati

 

dscn0490.jpg?w=300 air nya jernih

airnya di pantai ini sangat jernih, seperti foto diatas, sangat jernih khan ? :)

 

 

img_5766.jpg?w=300 leganya dunia, segarnya udara, semangatnya cowok ini :)

Dengan baju dola doli dari jalan2.com, saya ber narsis ria dipantai :)

 

 

img_5796.jpg?w=300 foto bersama, eh , kok cuma 4 orang ? mestinya ada 6, ternyata ada 1 lagi teler di mobil, dan satu lagi lagi pegang kamera:)
 

semangat ber narsis ria dari para peserta, terutama yang bawa kamera mahal mahal :)

sam_0941.jpg?w=300 selfie berlima dipantai Pok Tunggal, tapi , masih kurang 1 orang :)

ternyata 1 orang yg kurang, lagi pusing di mobil, ditawarkan makan tidak mau, ditawarkan obat , tidak mau , antar pulang, tidak mungkin, mau suruh naik taxi pulang, tidak mungkin, apalagi berenang :)

 

 

 

dscn0498.jpg?w=300 ini dia, lagi pusing , duduk saja di mobil:)

,

 

untuk foto foto, salah satu kamera yang digunakan adalah ini , bukan iklan loh :)

20150529_150142.jpg?w=300 salah satu kamera yang memfoto kami, keren kamera nya:)

 

 

 

setelah dari pantai Pok Tunggal, kami menuju ke pantai seruni, perjalanan lewat jalan yang sangat sempit, dan agak menanjak, mobil yang kurang mantap, jangan kesini lah :) ini foto kami di pantai seruni

20150529_114810.jpg?w=300 pantai seruni
 
 
dscn0483.jpg?w=300 pemandangan pantai seruni

setelah dari pantai seruni, sebenarnya ada rencana mau mampir foto sebentar di pantai indrayani, tapi melihat kondisi teman kita yg mabok, dan waktu yang makin siang, sehingga kami meneruskan perjalanan, mencari makanan, kami naik mobil  sambil cari makan, rencana mau makan nasi merah,

 

 

tapi oleh supir kami diantar makan disatu tempat yang katanya ada nasi merah, tapi ternyata tidak ada nasi merahnya, ya, sudah kesorean, mau gimana lagi, ini tempatnya

img_5921.jpg?w=300 tempat kami makan ayam goreng

setelah dipaksa paksa, akhirnya teman kita mau minum juice, setelah minum juice , dia langsung jauh lebih segar, bandel juga, coba kalau dari awal mau makan , pasti lebih segar, ahhahaha setelah makan, akhirnya kami menuju ke arah Ratu Boko...................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dengan semangat baru setelah makan siang, terutama temanku yang setelah minum juice sudah segar bugar, kami melanjutkan perjalanan ke Kraton Ratu Boko, tapi karena waktu masih terlalu jauh dari sunset, kami putuskan untuk mampir terlebih dahulu ke candi ijo yang dekatnya berdekatan dengan Kraton Ratu boko.

 

Sebelum kami sampai di candi ijo, kami sempat melewati satu tebing, katanya sih tebing breksi, tapi kami tidak mampir, karena bagi kami itu biasa biasa saja, mungkin lain kali kalau ada waktu kami akan mampir lagi, apalagi di candi ijo dan kraton ratu boko yang tentunya belum bosan di kunjungi

 

Setelah sampai candi ijo, teman kami yang mabok sebelumnya kelihatan masih belum PD untuk turun, sambil  menunggu untuk naik keatas candi ijo, kami iseng ambil banner Asahi homestay yang ada di mobil, dan fotolah kami dengan aksi foto model yang keren :), ini fotonya :

img_5926.jpg?w=300&h=200

gaya jadi bintang iklan :)

 

setelah di rayu untuk turun, akhirnya si “mabok†turun juga untuk sama sama menuju candi ijo :)

dscn0503.jpg?w=300&h=225

ini lah candi hijau

 

ternyata yang tadinya mabok, malah yang paling semangat foto foto di candi ijo, maklum, mungkin sebagai balas dendam karena waktu dipantai hanya tidur dimobil, makanya, “anak anak†kalau dinasehatin ikutin, habis makan obat dan minum juice langsung segar bugar kan , ini buktinya :)

img_6011.jpg?w=200&h=300

langsung cerah khan :), berkat juice:)

 

Pemandangan di candi ijo memang indah, sayang sekali, masih banyak batu candi yang belum disusun, jika selesai disusun, akan jauh lebih indah, biaya masuk kesini adalah bebas, isi buku tamu, dana seikhlasnya

img_5997.jpg?w=300&h=200

ini pemandangan candi yang masih belum disusun

 

pemandangan yang tidak kalah dengan lokasi lainnya, ini buktinya

sam_1006.jpg?w=300&h=200

indah khan ?

 

karena hari sudah makin sore, untuk mengejar sunset di ratu boko, maka kami putuskan kembali perjalanan kami ke ratu boko.

harga tiket pintu masuk ratu boko adalah Rp.25.000,- , untuk tempat wisata seindah kraton ratu boko, tentunya harga segitu masih layak lah

 

sesampainya di Ratu boko, semua makin semangat dan makin gila, berbagai pose berfoto makin liar, hehehehhehe, yang sepanjang perjalanan di pantai loyo, malah makin mengila, tapi kalau mau foto,secara lengkap, liat di facebook ku ya :)

20150529_171044.jpg?w=300&h=169

formasi lengkap, yg habis ngejus ternyata sudah segar bugar, mantap:)

 

dari atas melihat pemandangan yang luar biasa, pengejar sunset juga sangat banyak, padahal ini bukan hari libur loh :)

sam_1028.jpg?w=300&h=200

indah khan :)

 

belum lagi pintu gerbang disaat sunset, ini lah spot utama orang melakukan pemotretan :

sam_1046.jpg?w=300&h=200

keren khan :)

 

memang sangat banyak pengejar sunset disini, banyak wisata yang bicara non bahasa indonesia, rasanya wisatawan asing, :)

sam_1061.jpg?w=300&h=200

mantap

 

Berikut adalah harga tiket nya , termasuk paket :

tiket-boro-pram-domestik.png?w=300&h=212

harga tiket untuk diketahui

 

setelah dari kraton Ratu boko, kami berencana pulang ke kota yogyakarta, eh, ketemu 2 remaja sedang menunggu jemputan yang belum datang, mereka mau nebeng mobil kami, karena zaman sekarang banyak penipuan, takut juga, akhirnya kami kasih tumpangan dengan syarat mereka mau di foto, jadi ada bukti bahwa mereka nebeng dari Ratu boko :)

dscn0550.jpg?w=300&h=225

ini lah 2 gadis yang ngak dijemput jemput :), colek @deffa, mereka kuliah di bandung loh :)

 

 

akhirnya kami jalan pulang, mengantar gadis gadis untuk ambil motor, sehingga di mobil hanya tersisa 3 orang, saya, hansen dan nony  ditambah 2 gadis yang nebeng,

 

supir menurunkan kami bertiga di samping istana yang dekat malioboro, dari sana kami berpisah dengan 2 gadis yang nebeng tersebut, sedangkan kami bertiga ke hamzah , rencana awal mau minum dulu di Raminten yang ada diatasnya, tapi karena lagi ada acara, tidak menerima tamu umum, maka kami keliling di dalam toko, kalau cewek emang selalu beda, Nony langsung belanja belanja, hahahahaahha,

 

setelah nony selesai belanja, kami sama sama jalan kaki ke alun alun, rencana akan kumpul di bakmie pak pele

sampai di lokasi sudah ada beberapa yang lagi menunggu, pas sudah pesan makanan, lagi ngobrol, surprise juga dengan kedatangan Andry dengan motor kerennya :), dan Hanung yang datang saat kita sudah mau bubar , hhehehehe,  akhirnya kumpulah semua :

img_6125.jpg?w=300&h=200

formasi lengkap yang kumpul di bakmi pele

 

bakmi pele yang katanya enak, di mulutku biasa saja, cuma karena potongan ayamnya besar besar, jadi kerasa juga, selain itu kami juga pesan minuman di warung samping tempat duduk kami, yang tidak tahan adalah pengamen, buaaaaanyak nya :),

sam_1104.jpg?w=300&h=200

dari kurus ke gendut, dan dari gendut ke kurus semua ada:), ooops itu yang main Ipad, lagi nonton apa tuh:)

 

 

Selesai makan, perut sudah kenyang, yang lain pulang naik motor masing masing, kami pulang naik taxi :), pulang tidur untuk siapkan tenaga keesokan harinya akan ke kulon progo……………………..

Share this post


Link to post
Share on other sites
 

Hari ini tanggal 30 Mei 2015, kami bangun agak siangan, karena sudah 2 hari di geber :), hari ini kami menyewa mobil dan supir lagi, karena ada kesalah fahaman, sehingga supir kirain kami ngak pakai hari ini, jadi supir keburu janji dengan orang lain, untung pemilik mobil sangat baik, dia sampai naik motor pergi jemput supir, yang kira kira 1 jam an perjalanan dari lokasi penginapan, sedangkan rencana supir yang akan mengantar ditempat lain, diganti dengan teman si supir :)

 

berangkat lah kami ke kulon progo dari Godean, perjalanan dari Godean ke kulon Progo jauh lebih dekat dibanding dari pusat kota

 

perjalanan kesini melewati jalan gunung/bukit yang berkelok kelok, mungkin orang tidak terbiasa akan mabok, setelah perjalanan sekitar 1 jam an, sampailah kami di daerah kalibiru, kulon progo

 

jalan untuk sampai ke lokasi pemotretan sangat terjal, dan bukan tangga, karena tidak berhati hati, saya jalan menaik, sehingga otot paha sebelah kanan tertarik,  jika dipakai berjalan, terutama naik tangga, sangat sakit, untuk yang lain, lebih baik hati hati, tidak usah buru buru

 

saat mau masuk kedalam, ditarik Rp.5.000,- perorang, setelah sampai di dalam, udara sangat segar, dan pemandangan sangat indah, sebenarnya tidak perlu naik keatas pohon untuk foto, pemandangan sudah bagus, tapi namanya lagi heboh, ya, kita beli tiket untuk naik

 

tempat wisata ini di kelola oleh himpunan tani , menurut cerita petugas disana, dulu mereka itu bertani menanam disana, jadi mendapat hasil dari hasil tani, tapi sejak hutan tersebut dijadikan hutan lindung, mereka sudah tidak bisa mengambil hasilnya lagi, berdasarkan hasil pertemuan sesama mereka, diputuskan kelola tempat wisata tersebut, supaya mereka dapat penghasilan, LUAR BIASA pemikiran mereka, jika lebih banyak diantara kita sekreatif mereka, tentunya akan bagus sekali

 

awalnya kami foto foto saja disekitar tempat wisata tersebut, fotonya seperti ini

dscn0561.jpg?w=300&h=225

indah :)

 

sam_1130.jpg?w=300&h=200

cukup keren khan, ngak perlu ke atas pohon :)

 

sam_1129.jpg?w=300&h=200

keren khan tanpa perlu naik keatas :)

 

setelah foto ini, kami ke tempat buat naik ke pohon, setiap orang harus bayar Rp.10.000,- , kami berdua mendaftar, tapi harus tunggu 1,5 jam, karena tiap orang diatas adalah 3 menit , dan ditambah naik dan turun kira kira 2 menit, jadi total adalah 5 menit, sedangkan kami harus menunggu 15 orang :),sehari hanya maksimal 120 orang yang bisa naik keatas pohon, selain itu jika terjadi hujan, untuk naik keatas pohon tidak bisa, karena ditutup untuk menghindari kecelakaan

 

akhirnya kami putuskan makan indomie dulu, karena dari pagi belum makan, hehehehhe

 

setelah makan, kami masih menunggu beberapa orang , supaya tiba giliran naik keatas, dengan otot kaki yang ketarik , saya memaksakan diri naik keatas, pemaksaan ini dilakukan karena @nony dari kjji, beberapa waktu lalu, dia memamerkan foto foto diatas sini, jadilah kita memaksakan diri foto ke atas, ternyata hasilnya tidak kalah sama modelnya si nony:)

 

karena saya agak takut ketinggian, jadi sy foto tidak bisa sama dengan si nony yang duduk dipinggir , cukup pose ini saja, tapi keren khan:)

img_6101.jpg?w=300&h=200

tapi memang jauh lebih keren foto dari atas sih, apalagi model nya :)

 

untuk foto, bisa dilakukan sendiri, tapi bisa juga pakai petugas disana dengan kamera mereka, 1 copy softcopy dikenakan biaya Rp.5.000,- minimal 3 foto

 

setelah selesai pemotretan, kami binggung mau kemana lagi, atas saran dari supir, kami meluncurlah ke suroloyo, karena katanya dari sana bisa lihat pemandangan yang indah, malah bisa melihat borobudur, PENASARAN banget, hehehe

 

supir mengantar kami sampai ke Suroloyo, dengan menaiki jalan yang terjal dan sempit, sampailah kami di Suroloyo

 

untuk naik sampai ke puncak suroloyo, kami perlu menaiki tangga yang konon berjumlah 286 tangga, untuk mengurangi capek dan melatih konsentrasi, saya menghitung tangga tangga tersebut menuju keatas, ternyata jumlah nya 253 buah :)

 

ini dia foto fotonya :

dscn0564.jpg?w=300&h=225

pemandangan yang sangat indah dari puncak suroloyo, walaupun ada kabut, tapi tetap indah

 

sam_1148.jpg?w=300&h=200

naik naik, kepuncak gunung :), dengan tercapek capek memaksakan naik keatas, dengan otot kaki yang sakit tetap memaksakan diri :)

 

sam_1149.jpg?w=300&h=200

pemandangan yang sangat indah diatas

 

sam_1168.jpg?w=300&h=200

pemandangan bagaikan sebuah lukisan yang sangat besar

 

sam_1177.jpg?w=200&h=300

saat nya turun, sudah puas diatas:)

 

saat turun, saya menghitung lagi jumlah tangga, tetap 253 tangga, ntah siapa yang benar, hehehe

 

setelah puas di puncak suroloyo, saat nya pulang :),tetapi sebelum sampai ke yogyakarta, perut meminta untuk diisi, mampirlah kami makan dulu ke Mang Engking, tempatnya enak, cuaca segar, perut yang sudah lapar tambah lapar :)

dscn0569.jpg?w=300&h=225

pemandangan tempat makan mang engking

 

dscn0571.jpg?w=300&h=225

meja tempat kami makan di mang engking :)

 

sehabis makan, kami pulang ke penginapan, mandi dulu, karena malam hari , rencana akan ke kaliurang , minum teh poci, selesai mandi, kami berangkat lagi jemput gadis gadis, kali ini si boss hansen jadi supir :)

 

tujuan adalah menjemput 4 orang, sedangkan 2 orang lagi naik motor :)

 

awalnya kami nyasar, karena ketempat yang lama, padahal tempatnya sudah pindah, ini peta tempat baru dan lama

img-20150530-wa019.jpg?w=225&h=300

peta lokasi

 

img_6138.jpg?w=300&h=200

ini lah minuman di lokasi nya

 

img_6139.jpg?w=300&h=200

ternyata ada yg sambil minum teh poci, sekalian belajar soal kamera, antara guru dan murid:)

 

img_6192.jpg?w=300&h=200

inilah anggota lengkap yg nge teh poci

 

sehabis nge teh poci, karena sudah malam, kami bersepakat untuk pulang, karena ke esokan hari nya kami akan melakukan perjalanan panjang, ke mendut, borobudur dan semarang

 

foto yang tercecer :

post-34252-0-59199700-1433834720_thumb.j

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hari ini , masuk lah hari terakhir dibulan Mei 2015, tanggal 31 Mei 2015, tujuan hari ini adalah perjalanan yang sangat jauh :)

 

hari ini dilakukan perjalanan rohani, rencana awal ke 2 candi dan 1 wihara, berdoa dan berharap semoga puteri Handi Ruslim dan puteri Aldi Tjong segera dapat disembuhkan sehingga puteri puteri mereka dapat segera sehat kembali

 

Pagi pagi kami menjemput gadis-gadis di jalan Kaliurang, Hari ini hanya ada 3 gadis yang ikut serta, sehingga total dalam 1 mobil adalah 6 orang (termasuk supir),  tujuan pertama hari ini adalah menuju candi  Mendut, sesampainya di candi mendut, saya masuk ke wihara Mendut untuk berdoa dan ber namaskara, sedangkan teman teman yang bukan Buddhist, dengan semangat dan kegembiraan masing masing segera mengeluarkan kameranya untuk melakukan pemotretan pemandangan pemandangan yang indah  di sekitar wihara dan candi

 

Saat di wihara,ternyata ada bhante Pannavaro, beliau sedang mempersiapkan untuk terbang ke Jakarta dalam rangkaian waisak yang hari waisaknya jatuh pada tanggal 2 Juni 2015, saya cuma sempat namo buddhaya saja sama beliau:)

 

Saat masuk ke Wihara mendut untuk melakukan namaskara dan berdoa, teman ku sempat melakukan pemotretan aktivitas tersebut, bagus juga fotonya, terima kasih :)

img_6219.jpg?w=300&h=200

saat keluar dari Wihara mendut menuju ke candi mendut, para aktivis atau mungkin pekerja sedang mempersiapkan altar untuk acara waisak yang jatuh pada tanggal 2 Juni 2015, seperti biasa pada tahun tahun sebelumnya, kegiatan upacara waisak biasanya dimulai dari candi mendut, terus melakukan prosesi kirab dari candi mendut, melewati candi pawon sehingga sampai di candi borobudur

 

Biasanya penduduk sekitar akan menonton acara kirab tersebut , karena hanya setahun sekali, sangat disayangkan jika dilewati, sungguh indah dalam kebersamaan jika melihat semua pihak ikut meramaikan acara tersebut, cuma tahun ini saya ikut waisak di candi sewu, kebaktian waisak saya setiap tahun umumnya di tempat yang berbeda beda, tahun kemarin saya mengikuti waisak di wihara Ekayana Arama di daerah tanjung duren Jakarta

 

img_6236.jpg?w=300&h=200

altar di candi mendut dalam rangka waisak

 

karena tidak ada kepentingan lain di dalam candi mendut, kami cukup foto dari luar,hehehehe, soalnya sayang harga tiketnya, dan lagi pula di buru waktu untuk ke borobudur, bandungan dan semarang.

img_6237.jpg?w=300&h=200

candi mendut:)

 

setelah dari candi mendut, kami semua menuju ke candi borobudur, sesampai di candi borobudur, 3 gadis ternyata tidak mau ikut masuk ke candi borobudur, hanya saya dan hansen berdua masuk ke borobudur, Tujuan kami berdua untuk naik ke puncak borobudur melakukan pradaksina sebanyak 7 kali, tadinya cuma berencana sebanyak 3 kali, tapi ntah kenapa, pas lagi pradaksina diteruskan sampai 7 kali.

 

Pengunjung candi borobudur pada hari ini luar biasa banyaknya, padat sekali, dan sangat banyak pengunjung melakukan pemotretan di stupa induk candi borobudur, walaupun sudah diusir usir keamanan, mereka tetap bandel naik keatas, mungkin perlu dilakukan sistim denda untuk yang bandel, sayang sekali kalau sampai hal itu merusak

 

Walau ramai pengunjung, kami diberikan kelancaran, sehingga pradaksina dapat dilakukan dengan lancar dan sempurna, bagi yang belum mengerti apa itu pradaksina, pradaksina adalah Ritual mengelilingi searah jarum jam pada satu obyek suci baik itu berupa candi, stupa, rupang Buddha atau lainnya sambil berdoa dan merenungkan sifat sifat luhur dari Buddha.

 

setelah selesai pradaksina, kami turun untuk segera melanjutkan perjalanan, ternyata baru kami sadari, gadis gadis yang tidak ikut masuk ke borobudur  lagi hunting belanjaan di sekitar candi, hehehehhe, pantas pas kami telepon, mereka jawab kok cepat amat , :), setelah dijemput gadis gadis dan supir dipintu keluar candi kami segera melanjutkan perjalanan.

dscn0572.jpg?w=300&h=225

candi borobudur

Share this post


Link to post
Share on other sites

selepas dari candi borobudur , kami menuju ke bandungan ,

 

pada saat itu terasa perut sudah meminta untuk diisi
cacing cacing sudah mulai bernyanyi nyanyi
muka sudah mulai tidak berseri
karena sarapan pagi hanya sepotong roti

 

Setelah cari sana cari sini
mampirlah kami dirumah makan matahari
pertama yang saya tanya adalah Halalkah masakan disini
pelayan memberi jawaban pasti halal tidak ada yang perlu di kwatiri

 

akhirnya kami putuskan makan disini
memesan lauk bersama nasi
memesan minuman tanpa kopi
Dengan muka berseri seri

 

ini lah rumah makan yang kami mampir, tempat makannya lumayan enak, variasinya lumayan, cuaca dingin, letaknya di bandungan :)

img_6247.jpg?w=300 ini lokasi kami makan siang di bandungan

setelah habis makan, kami lanjutkan perjalanan melewati pemadangan pemandangan persawahan yang menurut saya sangat indah, penuh kehijauan dan kesegaran, seperti ini

img_6277.jpg?w=300 persawahan yang sangat indah

sehabis makan, dan setelah saya ganti baju , karena baju basah kuyup akibat keringatan, hehehe, kami mampir lebih dahulu ke lawang sewu, yang katanya kalau malam hari seram,

 

tapi para cewek penasaran, mau foto foto disana, apalagi kata nony dia belum pernah ke semarang, cocok lah, kalau saya duduk saja dimobil, karena kaki masih sakit akibat urat ketarik sehari sebelumnya :) Inilah salah satu sudut di Lawang sewu, tapi saya tidak tahu , kerena mereka tidak foto di tugu :)

sam_1362.jpg?w=300 lawang sewu

sehabis lawang sewu, setelah para gadis foto foto, kami segera  berangkat ke wihara sam po kong

 

Setiba di Sampokong, saat masuk pintu gerbang, teman muslim Nony dan Lusy tertarik dengan mushola disana,

 

tadinya mereka tidak tahu bahwa didalam kompleks wihara ada Mushola, mereka segera ke mobil mengambil mukena untuk sholat disana.

 

Bagi saya, mushola di wihara atau klenteng sudah tidak mengherankan, banyak sekali wihara dan klenteng menyediakan tempat untuk sholat, baik untuk pengunjung maupun karyawan setempat.

 

Wihara atau klenteng yang saya tahu ada mushola yang cukup layak , malah lebih layak dari sebagian tempat perbelanjaan yang ada dikota kota besar, adalah Wihara Avalokitesvara pamekasan,wihara mendut di sebelah candi mendut, atau paling tidak ada mushola disekitar wihara/klenteng, jadi saran saya, jika mau sholat, tanyalah pada penjaga atau pegawai di wihara/klenteng, biasanya mereka tahu:)

 

setelah Nony dan Lusy selesai sholat, saya dan hansen masuk ke bagian sembayang untuk bersembayang, sedangkan yang lain foto foto di lapangan sampokong baik ke bangunan untuk sembayang, maupun bangunan di lapangan yang cukup luas.

dscn0573.jpg?w=300 sam po kong

Cerita tentang sampokong : saya pernah dengar cerita versi seorang pemandu wisata, bahwa zaman dulu, kapal perdagangan dari tiongkok merapat di semarang, pada saat itu kapal tersebut di kapteni oleh Zheng He yang beragama Islam, karena pada waktu itu, daerah sana masih sangat kosong, sedangkan air laut tidak cocok untuk wudhu, maka Zheng he berdoa semoga dia mendapat air tawar untuk Wudhu, di galilah pasir dipantai itu, maka keluarlah pancuran air tawar, maka sumur air tawar itu saat ini yang suka diambil orang buat kesehatan atau awet muda,

 

cuma masih ada versi lain, bahwa sebenarnya Zheng He tidak pernah mendarat di Semarang, tapi semua itu tak penting lah, yang penting adalah sifat toleransi warga klenteng sampokong dengan warga agama lain :)

sam_1237.jpg?w=300 formasi lengkap ke sampokong

setelah setelah selesai sembayang, kami ber narsis ria berlima di lapangan depan sampokong, karena haus, kami beli minuman dingin, foto foto dilanjutkan,jadi kesannya malah kami sedang foto iklan produk minuman tersebut , hehehheh

 

Dari sampokong, kami menuju ke wihara mahavira di marina Semarang, tadinya rekan bertiga yang non Buddhist bersama supir akan langsung ke pantai marina sambil menunggu kami selesai sembayang, tapi karena melihat patung patung di lapangan yang sangat bagus, mereka menunggu kami di lapangan wihara sambil berfoto ria. Saya dan hansen masuk untuk sembayang, sedangkan yang lain foto foto di lapangan

 

, ini dia fotonya.

sam_1293.jpg?w=300 wihara mahavira semarang

sehabis foto foto di wihara, kami putuskan tetap ke pantai marina, siapa tahu ada spot bagus yang bagus, tiket masuk pantai marina adalah Rp.5.000,- perorang, ternyata didalam spot orang pacaran lebih keren daripada foto lautnya, hahahhaha, akhirnya saya duduk dimobil menunggu 3 gadis dan 1 pria (ngak sebut jaka, karena sudah beristeri:) ) berfoto ke pantai, ini salah satu fotonya

sam_1337.jpg?w=300 sunset di pantai marina semarang :)

setelah puas di pantai marina, karena sudah menuju malam, kami putuskan untuk mampir makan malam di Cimory bawen di Semarang, jauh jauh ke Semarang , akhirnya makan di Cimory , padahal seumur umur di jakarta, ngak pernah mampir ke cimory , walaupun katanya Cimory puncak itu keren sekali :),

dscn0581.jpg?w=300 ruangan di cimory

setelah kenyang makan di cimory, kami siap siap mau pulang, tapi para gadis segera pasang aksi foto foto dulu di lapangan cimory, sedangkan hansen segera belanja susu, hehehhehee , bye perjalanan hari ini, setelah antar para gadis pulang, kamipun pun pulang ke penginapan untuk tidur lah:), lanjut ke esok harinya:)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Awalnya rencana ke Jawa Timur bersama rombongan dari luar negeri, tapi saat gempa nepal, mereka kebetulan lagi wisata di nepal, sehingga mereka mau langsung pulang ke negaranya, membatalkan melanjutkan wisata ke beberapa negara asia tenggara termasuk Indonesia

 

Kesempatan kosong tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya, saat teman saya yang bernama Hansen mengajak untuk berkunjung ke Yogyakarta,

 

tujuan utama adalah untuk ikut waisak di candi sewu, bagi saya , ini akan menjadi waisak ke tiga kali di candi tersebut, dulu sempat ikut waisak di candi tersebut saat waisak pertama kali dan kedua kali di laksanakan di candi tersebut

 

Sedangkan bagi hansen selain untuk ikut waisak di candi sewu, juga bermaksud membantu panitia seandainya dibutuhkan,

niat yang sangat mulia bagi seorang yang sudah cukup mapan dalam bisnisnya sebagai kontraktor yang telah memiliki seorang isteri dan seorang anak.

 

Ternyata kedatangan Hansen memang dibutuhkan untuk membantu transportasi, tidak sia sia beliau punya niat baik, niat baik selalu dikabulkan

 

setelah jalan jalan di kota yogyakarta dan jawa tengah mulai tanggal 28 Mei 2015 sampai dengan 31 Mei 2015, maka hari ini tgl 1 juni 2015, mulailah kami konsentrasi untuk acara waisak di candi sewu…………………………………..

 

pagi-pagi saya diajak hansen untuk makan mie di dekat malioboro sana, namanya bakmie pathuk di pasar pathuk, karena kami datang sudah kesiangan, yang jual dipasar Pathuk sudah tutup, maka kami berangkat ke rumahnya yg juga menjual bakmie tersebut, disini keberuntungan berpihak kepada kami, saat kami sampai rumah bakmi pathuk hujan turun dengan deras, setelah kami selesai makan, hujan langsung berhenti :)

 

Bakmie phatuk saat dimakan biasa saja, tapi setelah makan, rasa nikmatnya baru kerasa, selain tidak merasa ada lapisan minyak tersisa dimulut, juga tidak terasa kehausan seperti umumnya bakmie yang pakai wetsin (micin) kebanyakan:)

img_20150601_103855.jpg?w=300&h=300

ini bakmie nya

 

setelah selesai makan, hujan pun telah berhenti, kami segera berangkat  ke pasar Progo, karena katanya pusat beli uleg an itu ada disana, ternyata setelah dicari sana sini, tidak didapat barang yang cocok :), akhirnya ngak jadi beli:)

 

karena hari santai, sebelum berangkat ke candi sewu, kami keliling dulu lorong lorong kenangan si Hansen saat jadi mahasiswa di Yogyakarta, beberapa diantaranya saya dulu sempat kesini, banyak sekali yang sudah jadi gedung baru atau jadi ruang usaha, tetapi banyak juga yang tetap seperti semula, diantaranya ex kontrakan Hansen yang masih ada tempelan sticker Majelis Buddhayana Indonesia , yang ditempel  saat acara Sejuta Pelita Sejuta Harapan tahun 2005,

 

saat itu acara Sejuta Pelita Sejuta Harapan diadakan di candi borobudur pada tanggal 23 Juli 2005 (sudah hampir 10 tahun), pada acara tersebut, Hansen merupakan salah seorang panitia, dan rapat-rapat koordinasi sempat beberapa kali dilaksanakan di kontrakan tersebut.

 

Setelah keliling, akhirnya nyangkut di rumah makan mbo wig, walaupun barusan makan bakmie, tapi rasanya sayang sekali kalau ini terlewatkan, sudah sampai disini :), saya makan ayam goreng dan tahu goreng, enak juga makanannya, murah , meriah, mantap (3M)

img_20150601_123300.jpg?w=300&h=300

ini warung tempat kami makan

 

Setelah selesai makan, kami masih berkeliling sebentar daerah sekitar , temanku ini banyak kenangan di sini, tapi entah kenangan apa, saya ngak tanya :) setelah keliling, meluncurlah kami ke candi sewu.......................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Setelah perut kenyang sehabis makan di mbo Wig, kami lanjutkan perjalanan ke candi sewu.

 

Sesampainya di candi sewu, rekan ku Hansen langsung menuju tenda panitia, disana dia berbicara dengan Bhante , tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

 

Disaat Hansen bicara dengan Bhante dan panitia, saya keliling kompleks candi sambil melihat lihat seandainya ada sesuatu yang menarik, spot pertama saya adalah candi ini :)

 

dscn0593.jpg?w=300&h=225

candi sewu

 

oh ya, bagi anda yang tidak tahu di tentang candi sewu, candi sewu terletak 800 meter dari candi Prambanan, candi sewu merupakan candi Buddha terbesar kedua setelah candi borobudur, dalam peta wisata, candi sewu di tempatkan 1 wisata candi prambanan, di sekitar candi sewu, selain candi prambanan juga ada candi lumbung, candi bubrah, candi gana, candi kulon dan candi Lor

 

dscn0708.jpg?w=300&h=225

candi Lumbung

 

dalam berkeliling candi, saya melihat para sukarelawan sibuk mempersiapkan untuk acara waisak keesokan harinya, bukan hanya relawan umat biasa, para Bhiksu (rohaniawan) juga terlihat sibuk membantu dalam persiapan tersebut

dscn0595.jpg?w=300&h=225

para sukarelawan dan Bhiksu sedang menurunkan barang barang ke tenda

 

Tak lama kemudian datanglah mobil kacang garuda , ternyata mobil tersebut mengantar sumbangan produk Garuda Food untuk panitia, dalam hati berpikir, kenapa produknya ngak langsung dibagi ke saya saja,hehehehehheheh , mauuuuunyaaaaaa :), kwkwkkw

dscn0598.jpg?w=300&h=225

sumbangan produk dari garuda food:)

 

Setelah itu, ternyata ada pejabat departemen agama meninjau lokasi candi sewu, beliau beliau itu ternyata juga kenal cukup dekat dengan teman saya Hansen, dalam hati saya berpikir “hebat benar boss iniâ€, karena selama ini saya tahu orangnya biasa saja , low profile, ternyata pergaulan sangat luas.

img_20150601_150855.jpg?w=300&h=169

pejabat departemen agama sedang berdialog dengan bhiksu dan rekan hansen

 

Waktu sedang keliling candi, masuklah telepon dari Hansen, besok subuh dia tidak bisa ikut ke Jumprit, karena dia harus bantu panitia, terutama untuk transportasi , termasuk menjemput pejabat Majelis Buddhayana Indonesia dari Jakarta.

 

Segera saya ketemu Hansen, untuk memastikan acara besok, dikasih tahu saya tetap ikut ke Jumprit, karena sudah janji dengan bhante (Bhiksu) , dan tempat sudah disediakan.

 

bagi anda yang tidak tahu apa itu jumprit , ini penjelasannya  : Jumprit adalah sebuah sumber mata air di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggun, Jawa Tengah.  Jumprit juga merupakan tempat pengambilan air suci / air berkah untuk upacara Waisak baik yang diadakan di Borobudur maupun di candi Sewu. Setiap tahun, para pemeluk agama Buddha dari berbagai tempat dan negara datang ke Jumprit untuk mengambil air suci.

 

Sedangkan untuk mobil penjemputan pejabat dari bandara dikwatirkan tidak cukup, maka Hansen angkat telepon, tidak tahu menelepon siapa, disinilah kehebatan teman saya ini, segera didapatlah mobil dan supir untuk membantu, salut saya, tanpa banyak bicara, tanpa banyak membanggakan diri, ternyata bisa berbuat banyak, jaringan luas pula.

 

setelah diperkirakan semua sudah beres, kami cari hotel disekitar candi, tujuan cari hotel adalah supaya besok malam tidak perlu balik ke pusat kota yogyakarta, karena acara kebaktian waisak akan berakhir sekitar jam 23 an.

 

hotel yang pertama kami incar adalah hotel candi view, ternyata hotel tersebut sudah penuh, maka hotel kedua kami mengincar hotel Srikandi, didapat kamar twin, saat kami akan membayar, si petugas menolak, dengan alasan, besok pas datang saja baru bayar, dengan rasa senang kami meninggalkan posisi hotel menuju candi Plaosan

 

kami cuma sebentar di candi Plaosan karena hujan lebat, cuma teduh sebentar, dan tidak masuk kedalam, karena pikir jalan becek dan berair, mungkin lain waktu masih sempat kesini

img_20150601_160549.jpg?w=300&h=169

candi plaosan

 

setelah candi Plaosan, kami ngebut pula, kembali ke kota Yogyakarta, mau kumpul sama teman teman KJJI Yogyakarta dari jalan2.com , yang belum join, bisa join di facebook group komunitas jalan jalan indonesia atau di web jalan2.com , kalau mau forum buka jalan2.com/forum………

Share this post


Link to post
Share on other sites

https://hartono238.wordpress.com/2015/06/12/yogyakarta-wisata-tgl-28-mei-2015-sampai-03-juni-2015-ke-yogyakarta-10-dagadu-the-legend/?preview=true&preview_id=337&preview_nonce=ca759458ad

 

 

Setelah dari candi plaosan, dengan jalan yang agak basah karena habis hujan, dengan udara yang jauh lebih segar, dengan cuaca yang sudah mulai gelap, kami berdua naik motor menuju pusat kota, dengan perhitungan kalau agak macet, walau naik motor, sampai di lokasi seharusnya waktu pas dengan kedatangan yang lain.

 

Ternyata jalanan sangat lancar, rasanya beda dengan Jakarta, kalau habis hujan macet total, disini ternyata habis hujan malah lancar habis, hehehehhehe

 

Karena terlalu cepat sampai ke kota Yogya sambil menunggu yang lain kumpul, kami mampir dulu ke Dagadu , belanja kaos, rasanya saat ini sudah tidak seramai zaman dulu :), bisnis ini memang naik dan turun, atau karena habis hujan orang malas keluar

img_20150609_075412.jpg?w=300&h=169

ini belanjaan dari Dagadu

 

Hasil ngobrol ngobrol dengan penjaganya, ternyata para pegawai adalah mahasiswa mahasiswi yang kerja part time, enak juga kali ya, kalau kuliah di Yogyakarta

 

Setelah belanja, kami tanya dulu lokasi the Legend , menurut satpam Dagadu, Legend itu adalahnya cuma di sebelah, untung sebelumnya sudah dikasih tahu posisi nya di kota baru, kalau ngak, tunggu disana menunggu tanpa arah :)

 

Dengan udara yang dingin sehabis hujan, berangkatlah kami ke Legend di kota baru,

 

sesampai dilokasi , karena ada 2 Legend yang bersebelahan, kami sempat kebinggungan legend yang mana yang dimaksud, pertama kali masuk ke legend coffee, tetapi karena hampir semua yang berkunjung disana merokok, sehingga menimbulkan bau tidak enak, maka kami pindah ke Legend premium. Di Legend Premium ternyata ada ruangan no smoking, sehingga ruangan sangat segar, toiletnya pun bersih , harga makanan masuk akal, sistim pembayaran sama dengan di Raminten, setiap diantar makanan, langsung dibayar:)

sam_1445.jpg?w=300&h=200

foto bersama di Legend Premium (masih kurang 1 orang yang memfoto), hehehe

 

sam_1434.jpg?w=200&h=300

selfie dulu sama yang tidak masuk ke foto bersama, biar lengkap yang temani makan :)

 

waktu sudah malam, besok pagi pagi jam 2 subuh harus bangun, karena jam 3 subuh harus berangkat ke candi sewu untuk mengejar waktu ke Jumprit, bersambung ke hari selanjutnya……

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hari ini , tanggal 02 Juni 2015, merupakan hari raya waisak , tentunya semua umat Buddha akan sibuk ke Wihara , candi, Cetya atau tempat kebaktian umat Buddha lainnya.

 

sebenarnya gaung waisak sudah dimulai dari 2 minggu sebelum hari waisak , mall mall yang biasa nya sepi dari acara waisak, semakin kesini, semakin banyak yang bikin acara untuk menyambut waisak, seperti "Vesakh goes to Mall" , "Vesakh in the mall" dan lain lain, saya tidak tahu kenapa pengelola mall harus pakai bahasa Inggeris, toh bisa pakai "waisak ke Mall" atau "Waisak di Mall" , keren juga khan , hehehhe

img_20150526_083557.jpg?w=300 panggung waisak disalah satu mall , acara diadakan sebelum hari waisak

Tapi bangga juga, mall mall sudah mulai memberi tempat dan meramaikan waisak, baik sebelum hari waisak, maupun setelah waisak masih ada mall mall yang membuat acara di mall

20150608-keindahan-waisak-bergema-di-mal acara waisak dimall , acara diadakan setelah hari waisak

Pagi pagi sekali, jam 02 subuh, saya sudah bangun, bersiap-siap berangkat ke candi sewu, mengejar waktu untuk ikut ke Jumprit mengambil air suci, barang-barang sudah siap, barang akan dipindahkan ke hotel dekat candi sewu, yaitu hotel srikandi yang sudah kita booking ,

 

Jam 03 subuh, berkat kebaikan pemilik Asahi Homestay, kami diantar pakai mobilnya ke candi sewu, udara pagi yang masih segar, membuat otak jadi segar, mata jadi ngak ngantuk tapi kesegaran pagi menghilang segera, gara gara pas sampai di hotel Srikandi>

 

Di telepon ke handphone yang diberikan, orangnya keluar, tapi dibilang kamar yang kami pesan sudah digunakan orang lain, gubraaaaaak, jeleknya management hotel, terus kami disarankan untuk ke hotel Srikandi yang satu lagi, karena hotel srikandi disana ada beberapa pas ke hotel srikandi satunya lagi, di ketok ngak ada yang buka, di telepon ngak ada yang angkat, perasaan kesal pagi pagi subuh ,

 

akhirnya telepon kembali ke nomor handphone tadi di srikandi pertama yang kami datangi , tapi handphone nya sudah tidak diangkat.

 

Karena berpacu dengan waktu, akhirnya buru buru kami ke hotel Galuh yang posisi agak jauh dari candi sewu, karena mengejar waktu untuk ikut ke jumprit jam 5, takut terlambat, untung hotel Galuh masih ada kamar ekonomi yang 4 ranjang, padahal kami cuma berdua, tapi apa boleh buat, terpaksa di ok in, ngak ada waktu buat cari. Terima kasih untuk pemilik Asahi homestay Yogyakarta sudah bersusah payah mengantarin kami cari hotel , walau subuh subuh, untung kami ngak jadi naik taxi, kalau naik taxi, pasti masalah besar :), taxi biasa khan sampai lokasi turunkan penumpang dan pergi:) Setelah bayar kamar di hotel galuh, kami segera minta diantar oleh pemilik Asahi homestay yang masih menunggu kami ke candi sewu, jam sudah menunjukkan 4 lewat 15 :), oh ya, hotel galuh ini ke candi sewu sekitar 2 km, karena tidak ada jalan tembus, jadi harus jalan memutar, jika ada jalan tembus, mungkin cuma 200 meter:) lanjut ke candi sewu dan jumprit :).......................................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Akhirnya jam 04.30 kurang kami sampai di candi sewu, ternyata yang mau ke jumprit sudah berangkat, padahal disuruh kumpul jam 05.00, langsung boss hansen telepon bhiksu yang mau ikut kesana, ternyata mereka hanya sekitar 100 meter dari hotel, buru buru saya diantar panitia pakai motor ke lokasi.

 

saya dapat pemberitahuan bahwa mereka berangkat pagi pagi, karena takut macet, untuk mengejar acara sore di candi lumbung dan candi sewu, masuk akal sih.

 

Dimobil hanya ada saya, supir, dan seorang bhiksu, ternyata kelompok lain berangkat pakai mobil masing masing.setelah melalui perjalanan selama hampir 3 jam, sampailah kita di daerah mata air jumprit

img_20150602_065006.jpg?w=300 pintu gerbang mata air jumprit

sampai di lokasi, para bhiksu terlebih dahulu sarapan pagi yang tadi waktu berangkat belum sempat sarapan pagi, sambil menunggu jam 09.00 untuk acara pengambilan air suci di mata air jumprit

 

tepat jam 09.00 , upacara pengambilan air suci jumprit dimulai, pertama sekali pembacaan paritta, dilanjutkan dengan pemasangan lilin, dupa dan bunga

dscn0613.jpg?w=300 suasana upacara sebelum pengambilan air suci waisak

selesai kebaktian, para bhiksu mengambil air suci dengan kendi kendi, total ada 7 buah yang diambil oleh 7 orang

dscn0623.jpg?w=300 para Bhiksu (anggota sangha) sedang mengambil air suci di jumprit

setelah selesai acara pengambilan air suci, para Bhiksu / anggota sangha berkumpul melakukan kenduri dengan nasi tumpeng, sedangkan sebagian umat mandi di air pancuran tersebut (orang lagi mandi ngak di foto, takut di tuntut:) )

dscn0629.jpg?w=300 para anggota sangha (bhiksu) sedang melakukan kenduri dengan tumpeng , walau agama dari luar, tapi tidak lupa budaya daerah, yaitu budaya jawa dimana lokasi jumprit berada:)

Selesai pembacaan paritta dalam kenduri, para anggota sangha makan bersama dengan umat

dscn0632.jpg?w=300 makan bersama setelah kenduri

Setelah selesai makan bersama, kami pun balik membawa air suci untuk di semayamkan bersama sama api mrapen di candi Lumbung, nanti dari candi Lumbung bersama sama api mrapeng, nasi tumpeng, polowijo dan lain lain diarak dalam prosesi ke candi sewu

 

sesampainya di candi sewu, ternyata altar di candi lumbung sudah siap, ada tumpeng, ada polowijo, api abadi dari mrapen juga sudah siap

dscn0644.jpg?w=225 polowijo yang akan ikut prosesi :), foto lainnya lihat di facebook ku ya, hartono hasian facebook ku:)

setelah lihat lihat sebentar, saya balik ke hotel untuk mandi dan istirahat sebentar, karena mengejar waktu prosesi dari candi lumbung ke candi sewu

 

Nah, disini terjadi masalah, waktu kembali ke hotel, dikasih kupon buat snack dan minuman, dari lobby disuruh ke ruang makan  buat sarapan, dari sana di suruh ke bromo, dari bromo disuruh ke gazebo, dari gazebo suruh balik lagi ke ruang makan tersebut, akhirnya kami tinggal saja ngak jadi makan snack, agak mengecewakan.

 

maksud hati mau ngaso dulu, karena bangun jam 02 subuh tidak jadi dilaksanakan, akhirnya balik lagi ke candi, hari ini saya sama hansen tidak makan bareng, karena Hansen hari ini Vegetarian :)

lanjut ke prosesi waisak ...........................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dengan mata segar, dan dengan pakaian yang sudah diganti, bergeraklah kami kembali ke candi sewu

 

sampai di candi sewu ternyata umat sudah ramai sekali, pengurus Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Pusat dan pengurus Sangha Agung Indonesia (Sagin) Pusat juga sudah sampai lokasi, MBI dan Sagin adalah Keluarga Buddhayana Indonesia.

Pelaksana Waisak di candi Sewu adalah Keluarga Buddhayana Indonesia Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan di koordinasi sepenuhnya oleh Sangha Agung Indonesia Jawa Tengah dan Yogyakarta

 

Dilapangan terlihat satah satu pengurus MBI Pusat sedang berbicara dengan MBI daerah, sambil bicara soal kartu anggota, indahnya kebersamaan dan jiwa melayani,

dscn0646.jpg?w=300 indahnya kebersamaan

Setelah itu, kami melihat para anggota sangha sedang melakukan foto bersama di altar utama , Ketua MBI Pusat ikut berfoto bersama , indahnya kebersamaan

dscn0656.jpg?w=300 foto bersama pengurus MBI Pusat dengan anggota sangha

kamudian melihat altar di candi sewu yang sudah siap untuk kebaktian waisak

dscn0661.jpg?w=300 altar utama di candi sewu

setelah itu, terdengar pengumuman , agar semua termasuk umat diminta bergeser ke candi Lumbung, karena acara prosesi akan segera dimulai

 

Candi Lumbung ini masih satu kompleks dengan candi prambanan dan candi sewu, jaraknya hanya sekitar 1 km dari candi sewu.

setelah berkumpul semua , acara prosesi waisak dari candi Lumbung ke candi sewu pun dimulai

 

Urutan 1 adalah Barongsai dan Liong, istilahnya Liong Samsi dari Vihara Metta Buddha , Sumbing, Wonosobo

dscn0680.jpg?w=225 barongsai dan liong,

seselanjutnya Marching Band dari Mahasiswa/i STIAB Smaratungga

dscn0682.jpg?w=300

 

selanjutnya bendera merah putih dan bendera Buddhist

dscn0683.jpg?w=225

 

selanjutnya barisan bhineka tunggal ika

dscn0684.jpg?w=300

 

selanjutnya barisan dupa , api, bunga, air dan manisan

dscn0685.jpg?w=300

 

selanjutnya para rohaniawan (bhiksu)

dscn0689.jpg?w=300

 

selanjutnya pengurus MBI

dscn0691.jpg?w=300

 

dibarisan selanjutnya adalah 3 anak yg penuh semangat dari sekber PMVBI

dscn0692.jpg?w=300

 

terus barisan pembawa tumpeng dan polowijo

dscn0693.jpg?w=300

 

barisan pembawa lampu abadi

dscn0696.jpg?w=300

 

para umat

dscn0699.jpg?w=300

 

Drumb band dari SMP Smaratungga

dscn0700.jpg?w=300

 

dan barisan pakaian tradisional

dscn0707.jpg?w=300

 

setelah selesai ikut prosesi waisak dari candi lumbung ke candi sewu, maka saatnya istirahat sebentar sambil menunggu kebaktian waisak :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Setelah istirahat sebentar,sebagian beristirahat di tenda tenda yang sudah disediakan, sambil menunggu, saya ambil foto foto yang menurut saya cukup menarik

 

wah, perokok berat beraksi :) dscn0709.jpg?w=300

 

sungguh tidak berbudaya, merokok ditempat yang akan digunakan untuk acara keagamaan, tapi :

 

apa boleh buat
tai kambing bulat bulat
dimakan jadi obat
disimpan jadi jimat

 

kita kalau tegor, bisa bisa ribut kali disana, kwkwkwkw

 

ada juga satgas KBI yang membantu tertibnya acara di tempat acara :

 

dscn0673.jpg?w=150 satgas KBI

 

candi sewu dimalam hari , dengan di terangi cahaya, bagaikan candi yang terbuat dari emas

dscn0717.jpg?w=300

img_20150602_180106.jpg?w=300

 

Setelah puas melakukan foto memfoto, akhirnya acara kebaktian pun di mulai , umat yang hadir diperkirakan sebanyak 7,500 orang

img_20150602_184418.jpg?w=300

 

kebaktian dimulai dengan pembacaan paritta (theravada) , Sutra (mahayana) dan Mantra (Tantrayana) , bagi yang belum tahu, di agama Buddha juga ada aliran aliran , di Indonesia ada 3 aliran besar, yaitu Theravada, Mahayana dan Tantrayana, keluarga buddhayana Indonesia (KBI) dimana ke tiga aliran itu berkumpul dalam 1 kesatuan, walau dengan budaya dan cara berbeda, tapi tetap dalam kebersamaan, indah nya kebersamaan

 

Setelah itu dilanjutkan dengan penyalaan pelita oleh Sangha (Bhiksu)

 

Selesai kebaktian waisak, acara dilanjutkan dengan dharmasanti waisak

 

Dharmasanti waisak dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Bimas Buddha Caliadi SH,MH, di dampingi Pembimas Buddha DIY Wisnu Widiyanto MM , Sangha Agung Indonesia Mahathera Nyana Suryanadi,DPP Majelis Budhayana Indonesia Drs.Piandi dan badan otonom WBI, Sekber PMVBI,tokoh agama Islam,Kristen,Khatolik , Hindu,kong hu cu, taoisme dan agama kepercayaan.

img_20150602_191715.jpg?w=300

 

Acara keseluruhan sangat sukses baik dari kwantitas yang hadir maupun kwalitas acaranya, sayang sekali, karena bangun jam 2 subuh , sehingga mata sudah tidak bisa bersahabat, sehingga saya meninggalkan tempat acara pulang ke hotel untuk tidur, tanpa mengikuti acara Pradaksina mengelilingi candi sewu dan detik detik waisak.

 

Keesokan harinya, bangun agak siang, mandi, sarapan pagi, dan siap siap ke bandara dengan mobil sewaan dari hotel, disini terjadi sedikit masalah, tadinya sudah pesan mobil sama hotel, terus dibatalkan karena panitia telepon beberapa kali mau antar ke bandara, akhirnya pesan lagi ke hotel , karenall panitia kelabakan mengantar tamu , jadi kita mengalah

 

sesampai di bandara, kami hampir salah naik pesawat, sama sama air asia, tapi cuma beda 1 jam, sebelum naik pesawat, buru buru sadar, akhirnya masuk lagi ke lounge

 

Setelah waktunya mau naik pesawat, memang jodoh karma lagi baik, ketemu Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia di lounge, tapi cuma sempat say hello, karena mereka baru sampai,sedangkan kita mau naik pesawat

 

Bye bye Yogyakarta, Bye bye 7 hari 6 malam yang seru, sampai ketemu di moment yang akan datang :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018
      Setelah bermalam di Athena karena penerbangan kami ke Santorini transit di Athena beberapa jam, tibalah kami di Santorini. Perjalanan hanya sekitar 50 menit dari Athena ke Santorini.
      Setelah tiba di Santorini kami dijemput oleh staff penginapan kami, karena kami meminta extra layanan penjemputan. Kami menginap di Antonia Apartments, penginapan ini menyediakan layanan antar-jemput bandara dengan harga yang wajar yaitu 5 euro sekali jalan/orang. Mereka juga menawarkan paket one day tour dll.
      Antonia Apartments menurut kami penginapan yang recomended karena pelayanan yang memuaskan, bersih, nyaman dan yang terpenting adalah lokasi yang strategis. Dari sini tidaklah susah jika kita ingin mencari makan atau ke Terminal Bus Fira karena berada di tengah-tengah pusat Fira.

      Itinerary hari pertama kami di Santorini adalah berjalan kaki dari Fira ke Firostefani. Sebelumnya kami pergi ke Kamari Beach menggunakan bus umum dari Terminal Bus Fira. Rencana kami ingin menyewa kendaraan bermotor disini, sayang tidak bisa karena tidak mempunyai SIM Internasional maka tidak ada pilihan selain menggunakan Bus.

       
      1. Kamari Beach

      Kamari Beach adalah pantai dengan pasir hitam, dibalik tebing yang tinggi itu terdapat Perisa Beach yang juga berpasir hitam.
      Setelah dari Kamari Beach kami kembali lagi ke Terminal Bus Fira, kemudian kami mulai berjalan kaki menuju Firostefani.
      2. Hypapante Cathedral

      Walking tour di Santorini bisa menjadi pilihan yang bagus jika kalian tidak menyewa kendaraan bermotor, atau yang hanya ingin menikmati Santorini dengan berjalan di sepanjang kaldera sambil melihat pemandangan laut. Tetapi medannya yang menanjak & menurun cukup menguras tenaga, pastikan kita selalu membawa minum. Tempat pertama yang kami lewati adalah Hypapante Cathedral.
      3. Donkey trail & walkway entrance/exit

      Bagi yang ingin hiking bisa mencoba donkey trail & walkway entrance/exit yaitu 588 anak tangga dengan zig-zag trails.
      4. Catholic Church

      Catholic Church yang berada di tepat sebelah cable car.
      5. Firostefani

      Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini.
      Inilah itinerary kami hari pertama di Santorini. 
    • By Awen
      Menjejakkan kaki di kaki Pengunungan Himalaya (Annapurna Base Camp 4130)
      “NAMASTE” Nepal 13-26 Jun 2018 
      Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan buat seorang yang bukan pendaki dan bukan trekker. Bulan Juni bukanlah waktu terbaik untuk trekking karena sudah masuk di musim hujan. karena kami adalah kuli dan untuk cuti panjang sangat susah akhirnya memutuskan di Libur Lebaran  yang pastinya harga tiket lebih mahal. Jauh hari sudah cari tiket semua di otakatik mana yang kasih promo dan termurah, sebenarnya paling murah naik Malindo tapi karena ingin terbang di waktu hari masih terang akhirnya memutuskan menggunakan AA dan sampai beli kursi dekat jendela demi keinginan melihat jajaran Himalaya dari langit apa daya ternyata yang ada kabut.
       Rencana awal Routenya : Phokara ke Hille by Jeep -  baru start trekking menuju ke Poon hill lanjut ke ABC. di tengah jalan kami memutuskan ke ABC saja dan sisa hari akan kami gunakan keliling  kota  Phokara dan Khatmandu.
      13 Jun : Jakarta - Kualalumpur
      14 Jun : Kualalumpur – Khatmandu
       tiba di airport langsung menuju mesin  VOA, sangat mudah dan ada juga petugas yang memandu, kalau mau tukar uang jangan di dalam bandara karena ada biaya potongan atau tukar sedikit saja nanti kekurangannnya bisa tukar di tamel. Selesai Imigrasi langsung keluar cari taxi  menuju NTB (Nepal Tourism Board) urus ACAP dan TIMS selesai semua dari NTB jalan kaki sampai Thamel itung-itung  latihan, dan ternyata kota ini berdebu bangat,  mencari tempat makan jadi rada susah. sampai di hostel check in langsung keluar cari Pole dan liat2 sekitar Thamel.
      15 Jun : Khatmandu ke Phokara,
      naik bus brangkatnya jam 7 pagi,  mangkalnya di Jl.Kantipath  Persis di depan Yellow Pagoda Hotel, busnya banyak tinggal milih mau naik yg mana, tiba Phokara sekitar pukul 15:00, dari terminal bus jaki lagi menuju Hotel Diplomat check in dan ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya atas saran bapaknya  kami merobah Route yang awal nya ke Poonhill menjadi Ke ABC Dan kami memesan Jeep di Hotel sampai ke Kimche dan diingatknan pagi  jam 6:00  sudah harus siap.
      16 Jun : Pagi Jam 6:00 Jeep sudah nongol depan hotel
      Perjalanan di mulai dari jalan lurus, lama2 meliuk-liuk  Sopir Jeep nya  baik awalnya kita ke Kimche tapi disaranin sama Pak Sopirnya sampai ke  Ke pemberhentian terakhir Jeep itu di MOTKIU dekat new bridge. Berhenti dulu di Birethanti TIMS Check Post & ACAP Check Post, lapor diri sah di catat tanggal masuknya  dan benar benar serius menanganinya. Ajung jempol. lanjut lagi naik Jeep kurang lebih 1,5 jam an dengan jalanan yang cukup menantang, ngeri ngeri sedap kata orang Medan Sopir disini wajib ahli dan lihai,  melebihi supir medan :-) . Tiba di MOTKIU @ 10:00 disini jeep banyak mangkal yang menunggu trekker yg sudah turun dan menuju ke Phokara, auranya makin semangat  ranselnya mulai Di gendong saking semangatnya 10kg kagak berasa wkwkwkwk.  target hari ini sampai Chomrong  ternyata lewat sampai Sinuwa.  Tangga-tangga yang mematikan itu terlewati sudah di temani hujan.
       Trekking berawal dari sini:       Motkiu - New Bridge - Jhinu - Chomrong - Sinuwa -------> Nginap
      17 Jun : Sinuwa – Bamboo - Dovan - Himalaya --------> Nginap
      Tiba di Himalaya di sambut hujan deras juga, pesan makan bersih2,   Naik ketempat tidur ritual pakai alat2 anti dingin dan minyak, conterpain Hari masih sore udah    sembunyi di bawah selimut. Makin malam mulai terasa keanehan, Kami tidak bisa memejamkan mata, adanya jadi stress sendiri, jadinya ngobrol dan Mencoba mengingat perjalanan satu hari ini ternyata kami waktu makan siang di Bambo. Minum black tea 1 pot bisa jadi mungkin karena itu atau gejala AMS yg hinggap.      
      18 Jun : Himalaya - Deurali - MBC -------> Nginap
      Untuk mengurangi beban barang2  yg tidak diperlukan ke atas kami titipkan di penginapan,  Deurali setengah perjalanan saya mulai mengalami mual, mencoba mengatur nafas dan  Mengalihkan rasa sakitnya dengan menghitung langkah 1, 2 , 3,…. Sampai akhirnya   Lihat tulisan MBC dan disini saya mengeluarkan air mata, bahagia liat plang tapi mualnya mulai nga karuan, mau mencapai plang itu liat ke atas masih banyak tangganya, teman jalan ku dah di atas sambil teriak nyemangati,  mulai menapaki tangganya tanpa liat kiri dan kanan akhirnya nyampe, sesat rasa sakit hilang karena rasa bahagia campur aduk hahaha, Sebenarnya masih cukup waktu untuk lanjut ke ABC tapi dengan pertimbangan rasa mual dan nafsu makan yg sudah mulai ngaco dan cuaca mulai mendung kami putuskan nginap di MBC. Sore hari pas jam makan pada teriak liat ada Sunset semua kabur ke luar pada cari kamera dari sini keliatan bias sinarnya hanya di ujung saja dan di rekam di otak. Yang stay di ABC pasti melihat dan menikmati keindahannya secara sempurna.
      19 Jun : MBC - ABC - MBC -  Deurali - Himalaya -----> Nginap
       Jam 3 pagi sudah bangun sarapan Sop Garlic dan Ginger tea untuk stamina Atas saran dari quide nya opung doli dan opung boru dari Korea, dan menolong kami penunjuk jalan awal di pagi subuh menuju ABC kurang lebih 2 jam an Pagi yang dingin  rasanya jari ku dah beku lupa bawa sarung tangan mmm rasakanlah jariku menderita. Akhirnya Liat Papan “Namaste Annapurna Base Camp 4130” –  teriak bahagia kegirangan dan berhasillllllll, Beberapa jam jalan keliling dan menikmati area Annapurna Base Camp baru turun lagi  ke MBC dengan  mual  nga hilang, akhirnya mabok…..Tiba di MBC rapi2 dan makan siang terus melanjutkan perjalanan  Rencana target sampai Dovan tapi akhirnya nginap Himalaya. Disini kami ramai karena bareng turun dengan teman teman  sebangsa dan setanah air  Indonesia yang ktemu di atas sambil ngobrol dengan cerita seru dan kocak kami semua  nginap di Himalaya
      20 Jun : Himalaya - Dovan - Bamboo - Chomrong ----------> nginap
      Setiap pagi selalu semangat energi masih penuh turunnya pengen lari-lari, Beban berkurang karena kita sewa porter 1 hari sampai Chomrong jadi jalannya lebih cepat          
      21 Jun : Chomrong - Jhinu - New Bridge - Motkiu - Phokara.
      Horeee jeepnya dah kliatan kita salaman semua dah sampai di Motkiu hahaha, makan siang lanjut naik jeep dan Lapor diri bahwa kita sudah keluar. Perjalanan trekking usai dengan bahagia dan selamat. Selama di perjalanan. Banyak ktemu orang dari berbagai  negara yg naik dan turun walaupun musim hujan, yg semuanya setiap berpapasan selalu saling sapa "Namaste" dan menyemangati.
      * Jadi berapa  lama kah waktu di butuhkan ke ABC ?
         Tergantung kecepatam jalan, stamina, cuaca,
      * kami 6 hari naik dan turun, sebelum sore dah berhenti karena takut kabut dan hujan
      Persiapannnya:
       -  Asuransi sangat penting buat jaga2 halhal yg tidak diinginkan.
          Kemarin disana ada dari Indonesia kena AMS tingkat serius dijemput Heli di Deurali untungnya pake asuransi klo nga? Sipastikan mihillll
       -  Obat-obatan, P3K minyak telon, kayu putih, conterpain, sun protection
       - Jacket anti dingin, anti hujan, anti badai sampai ber layer
       - Sepatu trekking, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, buff, masker, Pole, Senter
       - Baju gunakan yg ringan gampang kering, kalau nga mau belang2  dan kulit gosong pakailah lengan panjang
      - HP, camera, klo nga nampang ntar dibilang hoax hehehe
      - makanan ringan mengganjal perut menambah energi, permen,
         Biayanya :
      - VOA usd 25 untuk 15 hari
      - TIMS 2000 / ACAP dah naik Jadi 2300
      - Bus Khatmandu - Phokara 700 / Phokara - Khatmandu 600
      - Jeep 2000 Return
      - Biaya makan dan penginapan  semakin naik semakin mahal , Lewat chomrong semua berbayar air panas buat mandi, wifi, air minum,  Yg berhubungan dengan charger an      Tidak menjual air mineral yg sdh dikemas, jadi bawa lah botol minum   di atas bisa diisi 1 ltr sekitar 100-110, airnya sejuk dan nikmat. Biaya makan dan nginap  selama 6         hari : 15,030 untuk 2 orang  Klo nginap di ABC akan lebih mahal lagi dan disana tidak  diperkenankan  untuk charger Hp, Camera, powerbank dll
      - Biaya porter kemarin dari Himalaya ke Chomrong Ransel 2000 / untuk 2 orang
      22 - 26  Juni kami keliling Phokara, Bhaktapur dan Khatmandu
       
       
       
       

       


       
                         
       
       
        
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan.
      Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok.

       
      Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok.  Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta.

      Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. 
      Waterton.
      Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. 

      Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary.

      Waterton Lake view.
      Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin.

      Prince Of Wales Hotel.
      Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya.
      Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir.

      Belakang kamar hotel.
      Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius.

      Sekitaran hotel.
      Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. 

      Air terjun.

      Border US- CANADA.
      Transit satu malam di Calgary. 
      Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. 
      Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. 

      Calgary view.
      Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. 
      Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
      Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.
      Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

       
      Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

      Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.
      Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

       
      Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin
      River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .
      Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.
      Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.
      Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.
      Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.
       
       

      Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

       
      Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.
       
      Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.
      Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .
      Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !
      Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

       
      Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.
      Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

       
      Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .
      Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh
      Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.


       

       
    • By Ahook_
      Tanggal 28 Oktober 2016
       
      Akhirnya, sampai juga di Brunei Darussalam. Iya Brunei, tidak salah.. Memang, ada beberapa teman yang sempat bingung, ketika tahu aku mau ke Brunei. Ngapain? Hehh… ngapain ya? Aku sendiri tidak paham. Hahaha… Ya datang sajalah, aku yakin pasti ada yang dilihat, apapun itu. Sudah aku bilang, traveling itu bukanlah tentang tujuannya, tetapi lebih ke prosesnya. 
       
      Tapi, hanya 1 sih, penasaran. Serius, karena penasaran. Brunei, negara kecil nan kaya raya itu, bagaimana sih isi dalamnya? Apakah sampai jalan raya juga terbuat dari emas? #inilebaybanget. Begitulah adanya, selain ingin memperjuangkan mimpi keliling ASEAN. Terwujud sudah… 

      Jalan utama di Bandar Seri Begawan.
      Okey, trip Brunei termasuk trip yang minim persiapan. Baru mulai mencari informasi 2 hari sebelum berangkat dari Jakarta. Parahnya, tidak terlalu ada review yang mengulas Brunei dan isinya. Adapun, lebih banyak mengulas tempat yang wajib dikunjungi.
       
      Tentang transportasi umum, ya memang, seperti yang aku baca dari travelblogger yang sudah menapakkan jejak kakinya ke sini dulu. Hampir semua memaparkan, transportasi Brunei masih kurang. Lebih baik datang ber-group sehingga bisa sharing cost untuk urusan tranportasi buat sewa mobil biar lebih mudah mau kemana- mana. 
       
      Transportasi umum di Brunei cuma ada bus, taxi sapu dan taxi. Selama trip di Brunei, aku mengandalkan bus. Sekali naik bayar 1 dollar, terserah, mau bayar pakai Dollar Brunei atau Dollar Singapore. ( Tidak tahu kenapa, mereka menerima Dollar Singapore, katanya sih, rate-nya sama). 
       
      Kuantitas bus di Brunei, jumlahnya sedikit, mungkin disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada. Untuk mendapatkan bus, kamu butuh energi besar dan kesabaran penuh dalam menunggu bus lewat. Kalau dari review-an, mereka sih, bilang, bisa menunggu 1 jam –an, tuh bus baru nongol. Karena murah, ya mau tidak mau, harus menunggu. Tidak ada pilihan. Kecuali kamu punya kerabat, atau naik taxi yang harganya selangit. 
       
      Dan aku, termasuk yang cukup beruntung. Tidak perlu mengunggu terlalu untuk sebuah bus. Dari airport, aku menghabiskan waktu 10 menit saja. Okey, kamu keluar dari pintu utama, kemudian jalan terus sampai diperbatasan trotoar, lalu belok kiri. Jalan sampai ke ujung, nah disana ada plang bertuliskan tempat tunggu bus. 
       
      Bayar 1 Dollar, kamu akan diantarkan ke Bandar Seri Begawan, pusat kotanya. Lama perjalanan sekitar 30 menit-an. Entah karena jumlah penduduk yang sedikit atau apa, sepanjang perjalanan, sepi banget. Mobil yang lalu lalang juga tidak banyak. Motor, malah tidak kelihatan sama sekali. Bus berhenti di setiap halte. Hampir setiap halte, tidak ada penumpang. 
       

      Bus 1 Dollar...
      Model bus-nya tidak mencerminkan kekayaan yang dimiliki Brunei. Hahaha… Parah sih tidak, ya cuma standart saja. Tempat duduknya yang alakadar. Informasi yang aku himpun, #jiaahhh… yang memakai bus di Brunei adalah pendatang, mereka yang datang merantau meninggalkan keluarga dikampung. Sedangkan, orang lokal Brunei, kesehariannya ya pakai mobil pribadi. Tidak heran. Bahkan setiap anggota keluarga, masing- masing punya mobilnya tersendiri. Begitupun, tidak macet. 
       
      Selama di Brunei, aku naik bus kemana- mana. Sekali lagi, tidak seperti yang dialami traveler lainnya, aku tidak perlu menunggu bus sampai berjam. Paling lama ya itu, 10 menitan. Pokoknya setiap kali naik, bayar 1 Dollar, kecuali aku ke Hotel Empire, bayar 2 Dollar. 

      Dalam bus...
      Setiap bus itu punya jalurnya. Tidak perlu khawatir, kalau lupa bus nomor berapa ke tujuan kamu, tinggal tanya saja sama petugas yang ada diterminal. Atau, biasanya, kan dari tempat penginapan ada informasinya juga. 
       
      Dari sekian kali aku naik bus, hanya sekali saja, supir dan kondekturnya pendatang dari Malaysia. Sisanya, orang Indonesia. Jadi, pendatang jumlahnya lumayan. Dan kebanyakan kerjanya ya sebagai supir dan kondektur bus, kerja di restoran ataupun tempat jualan lainnya. 

      Terminal Bus Bandar..
      Aku tidak punya pengalaman naik taxi sapu. Tapi jangan sesekali naik taxi deh. Mahal banget. Dan itu terjadi sama aku. Nyesek banget. Ternyata ada Car Free Day di Brunei. Di kasih tahu, kalau Sulthan hari ini dijadwalkan ikut CFD disekitaran Bandar. Alhasil, semua jalan di blok. Aku tidak bisa ke airport pagi- pagi. Tidak ada bus yang operasional. Mati gak loe? Tidak ada pilihan lain, terpaksa pakai banget naik taxi. Ada argo sih, tapi supir taxinya menawarkan 20 Dollars untuk sekali jalan. Buset gak tu. Pakai bus hanya 1 Dollar loh. Tawarlah, kemudian sepakat 15  Dollars. Sakit banget ketika mau bayar. Ya ampun, itu sudah biaya makan dan naik bus kemana – mana buat seharian, dan itupun sudah bisa makan enak loh. Parah..  

      Bus stop di Gadong..
      Oh ya, semua terminal bus ada di Bandar, sebutan untuk Bandar Seri Begawan. Semua bus akan bermuara ke situ, kalau kamu pergi dari objek wisata ke objek lainnya, ada kemungkinan, kamu harus kembali ke terminal Bandar kemudian pindah bus lainnya. 
       
      Tungguin postingan tentang Brunei-nya ya....!!!
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Tarmizi Arl
      Hi...
      Buat kamu yang mau nyari alternatif wisata di Kuala Lumpur, kamu bisa pilih wisata ke Colmar Tropicale yang ada di kawasan Berjaya Hill.
      Colmar Tropicale ini adalah hotel/resort di Berjaya Hill, tapi buat kamu yang tidak menginap juga bisa berwisata sehari disana.
      Konsep Colmar Tropicale ini ialah miniatur dari pedesaan Colmar yang ada di Perancis, jadi kamu bisa merasakan sensasi berfoto ala-ala di  Perancis.
      .
      Nah untuk ke sana, kamu harus membeli tiket di Berjaya Times Square Mall, KL tepatnya di Lantai 8. Lokasinya berada di tempat spa, jadi kamu harus teliti mencari. Tapi didepannya ada kok tulisan Colmar Tropcale.

      Lokasi Membeli Tiket di Lantai 8 Berjaya Times Square Mall

      Jadwal buka
       
      Tarif tiketnya sebesar 60 RM untuk dewasa dan 55 RM untuk anak-anak. Tiket ini ialah untuk shuttle Bus PP dan tiket masuk di sana. Jadwal keberangkatannya dari Berjaya Times Square Mall ialahjam 9:30, 12:00, 18:00, dan 20:30. Sedangkan jadwal pulang dari Colmar ialah jam 08:00,10:45, 16:00, dan 19:30. Tapi perlu diingat karena memakai bus kecil yang berkapasitas hanya 10 orang, jadi lebih baik membeli tiket minimal 1 hari sebelumnya. Apalagi jika hari libur, tiket bahkan bisa habis 2 hari sebelum. Selain itu perhatikan juga jam buka lokasi yang menjual tiketnya ya seperti di foto.

      Tiket
      Lokasi keberangkatan Bus ialah di dekat lobby Berjaya Hotel

      Lokasi Shuttle Bus di Berjaya Times Square Hotel
       

      Shuttle Bus
       
      Perjalanan ke Colmar Tropicale hanya sekitar 1 jam. Perjalanan akan menempuh jalanan berkelok-kelok dan menanjak, jadi lebih baik makan dahulu agar tidak pusing.
      .
      Dan inilah dia suasana di Colmar Tropicale...

      .



      View dari atas menara

       
      Kalau lapar, bisa makan di resto2 yang ada disana, tarifnya masih oke sekitar 20-50 RM untuk makan berat.

      .
      Beli oleh-oleh juga bisa karena ada souvenir shop

       
      Selain itu, tiket tadi juga sudah termasuk untuk ke Taman Jepang. Lokasinya cukup jauh, jadi harus naik mobil wisata ini yang berangkat di jam-jam tertentu.


       
       

    • By Kaywina Suraja
      Hi.
      Salam kenal untuk teman-teman di Jalan2.com. Ini post pertama saya di Jalan2.com dan mohon feedbacknya terkait dengan post-an agar saya dapat menceritakan pengalaman traveling saya kepada teman-teman semua dengan lebih baik. Boleh dilihat juga blog saya meskipun baru 1 post di http://vakaytion-essential.blogspot.com/.
      ---------------------------------------------------------------------------------------------------
      Belitung?? Yes. 
      Bulan Mei 2017, saya pergi ke Pulau Belitung for weekend getaway. Meskipun saya pergi ke Belitung sudah cukup lama di tahun 2017, saya akan tetap share tentang keindahan pulau ini. 
      Saya sudah cukup lama (dari tahun 2013) ingin pergi ke Belitung, tetapi baru tahun 2017 saya berkesempatan untuk pergi dan explore Belitung.
      So, I checked one of my travel bucket lists.
      Mengapa Belitung menjadi salah satu my travel bucket list? Banyak orang yang mengatakan bahwa di Belitung hanya berisi pantai dan tidak ada mall seperti di Jakarta. Yes! Itu benar sekali di Belitung hanya ada pantai saja dan let me tell you that having a vacation in Belitung is totally worth it! Apalagi kita sebagai orang yang tinggal di ibukota Indonesia, Jakarta dan kota - kota besar lainnya di Indonesia.
      First time landing in Belitung Island, pemandangannya sangat berbeda dengan Bandara Soekarno-Hatta. Hamparan gunung dan pohon - pohon menyambut saya pertama kali saat landing di Bandara H.A.S Hannadjoeddin. Udaranya pun masih sejuk, tidak ada polusi, dan langitnya juga masih berwarna biru cerah serta dikelilingi oleh awan putih. Bener - bener scenery yang tidak akan didapatkan di Jakarta. 
      Sebagai orang yang baru pertama kali ke Pulau Belitung, Belitung Island is so beautiful.
      Selama 3 hari di Belitung, saya stunned dengan keindahan alamnya. 
      Pantai - pantai di Belitung yang masih bersih dengan pemandangan laut yang biru dan dihiasi dengan langit biru dan awan putih. Keindahan bawah laut di sekitar Pulau Lengkuas masih benar-benar terjaga dan sangat indah untuk dilihat. This makes Belitung Island become one of top diving spots in Indonesia. Batu - batu tinggi dan besar yang berada di Pantai Laskar Pelangi membuat pantai tersebut menjadi sangat indah. Dan hal yang paling berkesan adalah ketika menikmati sunset di pantai ini dengan pemandangan laut lepas dan berada di atas batu yang besar. You will never get this moment in Jakarta. 
      How do I get there?
      Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Bandara H.A.S Hannadjoeddin, Tanjung Pandan. Perjalanan dari Jakarta ke Tanjung Pandan memakan waktu sekitar 45 menit. Setiap hari ada penerbangan yang menuju ke Tanjung Pandan dari pagi hari sampai sore hari dengan maskapai dosmetik. Sebaiknya mengambil penerbangan pagi hari untuk ke Belitung dan sore hari untuk balik ke tempat asal. 
      Selama di Belitung, lebih baik menyewa mobil atau mengambil local tour di sana karena sedikitnya transportasi umum. Tempat wisata di Belitung juga berjauhan sehingga membutuhkan mobil untuk pergi ke sana.
      Where do I stay?
      Selama 2 malam di Belitung, saya menginap di 2 hotel yang berbeda. Hari pertama, saya keliling daerah Belitung Timur dan menginap di Guest Hotel Belitung Timur. Hari kedua, saya pindah ke daerah Belitung Barat. Di Belitung Barat, saya menginap di Puncak Hotel.
      Dari sisi harga, hotel yang sangat inapkan di Belitung murah dan affordable. Dari sisi kenyamanan dan kebersihan, hotel ini OK untuk diinapi. 
      How much does it cost?
      Berlibur di Belitung menghabiskan uang sekitar Rp 2.500.000,- dan sudah termasuk tiket pesawat, hotel, dan makan (sarapan, lunch, dan dinner), tetapi tergantung dengan tanggal keberangkatan.
      I suggest you to take the local tour if you want to go there.
       
      Additional
      3 hari adalah waktu yang cukup untuk berlibur dan menghabiskan waktu di Belitung. Kalian sudah banyak mengunjungi tempat wisata dan tempat - tempat yang bagus di Belitung.
      Berikut adalah itinerary selama di Belitung 3 hari 2 malam.
      Day 1 
      - Kota Gantung Belitung Timur 
      - Replika Sekolah Laskar Pelangi 
      - Museum Kata Andrea Hirata 
      - Kampoeng & Rumah Ahok 
      - Klenteng Dewi Kwan Im 
      - Pantai Burung Mandi
      Day 2 
      - Pantai Tanjung Kelayang 
      - Island hopping (Pulau Burung, Pulau Pasir, Pulau Lengkuas (snorkeling spot), Pulau Kepayang, Pulau Batu Berlayar (lihat bintang laut))
      - Pantai Laskar Pelangi/Tanjung Tinggi
      Day 3 
      - Bukit Berahu 
      - Danau Kaolin

      Replika Sekolah Laskar Pelangi
      Tempat yang pertama dikunjungi di Belitung adalah Replika Sekolah Laskar Pelangi. Lokasi replika sekolah ini berada di Belitung Timur yang berarti membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari airport menuju tempat ini. Sekolah ini memang bukan tempat syuting dari film Laskar Pelangi, tapi bolehlah untuk dikunjungi apalagi sudah jauh-jauh pergi ke Belitung.

      Museum Kata Andrea Hirata
      Next, tempat yang tidak jauh dari Replika Sekolah Laskar Pelangi adalah Museum Kata Andrea Hirata. Dari Sekolah Replika Laskar Pelangi hanya berjarak beberapa kilometer saja. If you are a big fan of Laskar Pelangi & Andrea Hirata, you should go to this museum. Karena saya bukan penggemar dari film Laskar Pelangi dan Andrea Hirata, saya tidak masuk ke dalam so I can't give the review for this. Dilihat dari depannya saja, tempat ini OK untuk dikunjungi.

      Burung Mandi Beach
      Pantai Burung Mandi terletak di Belitung Timur dan suasana di pantai ini benar-benar sepi. Untuk menambah foto dan mempercantik feed instagram, kalian dapat sepuasnya berfoto-foto di tempat ini. Pantai ini juga cocok bagi kalian yang menyukai ketenangan karena pantai ini benar-benar sepi.

      Tanjung Kelayang Beach (heading to islands)
      Untuk hopping island, starting pointnya adalah Pantai Tanjung Kelayang. Dari pantai ini, saya memulai perjalanan untuk melihat keindahan pulau - pulau kecil di Belitung. For your information, perahu yang digunakan untuk hopping island adalah seperti yang ada pada foto di atas dan harga sewa perahu bervariatif. Pantai ini juga menyediakan jasa penyewaaan alat - alat snorkeling bagi kalian yang ingin snorkeling. Sebaiknya island hopping dilakukan dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore.

      *view from boat* Lengkuas Island
       
      Salah satu pulau yang terkenal di Belitung adalah Pulau Lengkuas yang identik dengan mercusuar. Saat pergi ke Pulau ini, mercusuarnya tidak dapat dikunjungi sehingga tidak bisa melihat pemandangan dari atas. Di pulau ini, kalian bisa foto - foto di depan mercusuar atau di batu - batu sebelum kalian bersnokeling di sekitar Pulau Lengkuas.

      *view from Lengkuas Island*

      Lengkuas Island

      Add caption

      Laskar Pelangi Beach / Tanjung Tinggi Beach
      Yups! Di sini tempatnya untuk kalian berfoto-foto di batu tinggi seperti di film Laskar Pelangi. Pasti banyak yang penasaran di mana dapat foto dengan batu tinggi di Belitung, jawabannya adalah di pantai Laskar Pelangi. Pantai ini adalah tempat syuting film Laskar Pelangi. Banyak hal yang bisa kalian lakukan di sini seperti menikmati sunset di atas batu tinggi, foto-foto di antara batu tinggi, bermain canoe, atau berenang di laut karena lautnya sangat tenang.
      Menikmati sunset di atas batu tinggi dengan laut yang tenang dan langit yang indah adalah momen yang unforgettable dan ga bisa didapatkan di Jakarta. You should go here and enjoy the sunset.

      *enjoying the scenery before sunset*

      *enjoying sunset at Laskar Pelangi Beach*

      Kaolin Lake
      Last but not least, destinasi terakhir yang gua kunjungi di Belitung adalah Danau Kaolin. Danau ini terbentuk akibat dari penambangan timah. Pemandangan ini dapat dilihat dari atas pesawat saat mau mendarat di Belitung.
      Kalau kalian ingin pergi liburan singkat dengan budget yang low, you can choose Belitung as your destination. It's totally worth it to get lost in Belitung Island. 
      Note: Photos were taken with Iphone 5s and edited with VSCO cam. 
      Please kindly subscribe my blog: http://vakaytion-essential.blogspot.com/ and follow my instagram: kaywinas for the updates.