Hartono Hasian

Wisata Seru Ke Yogyakarta Selama 7 Hari

68 posts in this topic

https://hartono238.wordpress.com/2015/06/06/yogyakarta-wisata-tgl-28-mei-2015-sampai-03-juni-2015-ke-yogyakarta-1-keberangkatan/

 

Hari ini, tgl 28 Mei 2015 pagi pagi sekali sudah bangun, siap siap mau ke bandara , karena hari ini akan memulai perjalanan ke Yogyakarta sebanyak 7 hari 6 malam

 

walaupun berangkat buat wisata bersama, tapi ternyata saya dan teman saya pakai pesawat berbeda, semua terjadi karena ketidak telitian saya waktu membeli tiket pesawat, beda 2 jam jadinya, untung teman tersebut mengerti :)

 

walau pesawat saya jam 12.30,tapi jam 09,30 saya sudah di bandara, sedangkan teman saya pesawat jam 10..30 hehehhe

karena pesawat saya sriwijaya, jadi saya check in di terminal 1 B, maksud hati mau nongkrong di lounge , seperti biasa, untuk hemat sarapan dan makan siang :), tapi ternyata lounge di 1 B sedang renovasi, akhirnya saya pindah ke lounge di 1 C

 

perjalanan pesawat terbang dari Jakarta cukup lancar dan on time, sehingga pesawat saya sampai di Yogyakarta jam 13.45

sesuai dengan kesepakatan dengan teman saya, kami akan ketemu di penginapan Asahi home stay yang terletak di jl Godean Km 7,5

yulianto.jpg?w=300&h=169

ini kartu namanya

 

sesampai di Asahi home stay, ternyata tempatnya enak sekali, bersih, siklus udara bagus, ada air dispenser dan teh, gratis :), letak homestaynya dilantai 2, sedangkan lantai 1 untuk usaha dan tempat tinggal pemilik, sebelah homestay adalah supermarket, dan disekeliling homestay mudah sekali cari makanan

asahi-rent-car-jogja-homestay-yulianto_6

ini kamar 1 bed dengan 2 extra bed

Share this post


Link to post
Share on other sites

selesai mandi, kami meninggalkan homestay dengan motor untuk ke tujuan pertama, yaitu Wihara Buddha prabha yang terletak di Jl. Brigjen Katamso No.3, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55121, Wihara ini adalah wihara yang penuh kenangan bagi teman saya (Hansen), karena selama dia menjadi mahasiswa di kota Yogyakarta, dia merupakan aktivis di wihara ini

saat sampai di wihara ini, sewaktu turun dari motor,  ngak sengaja , ujung celana saya tersangkut standard motor, sehingga terjatuh dan celana bagian bawah robek, berkuranglah karma buruk ku hari ini :)

 

saat sampai di Wihara tersebut, ternyata masih banyak yang mengenal sdr Hansen, hal itu terlihat dari banyaknya sapaan yang dia terima , dan betapa akrabnya mereka berbicara

 

Memasuki Wihara Buddha Prabha, kita akan melihat altar altar Buddha :

sam_0918.jpg?w=300&h=200

altar lainnya

 

sam_0917.jpg?w=300&h=200

Altar utama Buddha Prabha

 

selesai dari Buddha Prabha, kami segera menuju ke Raminten di kota baru, karena sudah janji dengan rekan rekan jalan2.com Yogyakarta untuk ketemu disana

 

sampai di Raminten sekitar jam 18.00  , kondisi sudah ramai, tapi masih dapat tempat duduk yang rasanya itu tempat terakhir yang masih kosong, karena setelah kami, antrian langsung sangat panjang

 

Akhirnya satu persatu teman datang, ada Kania, Nony, Lusy, Junie, Muslimin, bu guru Diah dan Hanung, ini beberapa foto kami

dscn0482.jpg?w=300&h=225

akhirnya tercapai minum dawet jumbo, semua karena @deffa dan @nony yang pamer minuman ini sebelumnya

 

img_5684.jpg?w=300&h=200

ini lah yg kumpul di raminten kota baru

 

dscn0479.jpg?w=300&h=225

namanya sih “kotekaâ€, isinya rasanya ada ayam cincang, tahu , dll :) , enak sih

 

sebelum kami pulang untuk istirahat, karena besok hari nya akan menelusuri pantai gunung kidul, kami sempat foto didepan raminten, untung ada bapak yang baik hati menawarkan diri untuk foto kami, sehingga semua bisa lengkap fotonya, ini fotonya

img_5728.jpg?w=300&h=200

pulang ah, sudah ngantuk, sampai ketemu untuk wisata hari kedua ……………….. (bersambung)

Share this post


Link to post
Share on other sites

hari ini , tanggal 29 Mei 2015, hari kedua kami di Yogyakarta, pagi pagi sekali , kami berangkat dengan mobil dan supir , cari sarapan dulu, tadinya binggung antara bakmi atau soto ayam, karena pertimbangan waktu, maka diputuskan lah sarapan soto ayam dulu :),

 

Selesai sarapan soto ayam, kami berangkat ke Ambarukmo Plaza yang dikenal dengan Amplaz, Nony, Kania, Juni dan Lusy sudah menunggu disana, setelah menjemput mereka, kami ber enam segera berangkat ke daerah gunung kidul.

Perjalanan dari Yogyakarta menuju deretan pantai di gunung kidul awalnya sangat mulus dengan melewati pantai-pantai yang indah sekali, termasuk juga pantai  Indrayani yang lumayan indah, pertimbangan lewatin dulu pantai indrayani karena pikir mulai dari yang jauh dulu, nanti pulang baru mampir.

 

Ternyata kelancaran tersebut mulai terkena kendala, karena salah satu peserta sudah mulai pusing mual,  tuduhan dia tidak sarapan langsung dilakukan, ternyata yang bersangkutan mengaku dia ada sarapan, tetapi perjalanan tetap harus berlanjut, karena sudah hampir sampai. untuk memasukki deretan pantai di gunung kidul,

 

Kita akan di punggut biaya Rp.20 ribu perorang untuk gugusan pantai di gunung kidul tersebut (di tiket masuk. Disana tertulis Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Pulangsawal dan Pok Tunggal.), pantai pertama yang kami kunjungi adalah pantai Pok Tunggal, pantai ini sangat indah, pada saat kami datang , masih sepi,, sehingga dengan bebasnya kami bisa berfoto foto, tapi ada 2 teman yang malas malasan ikut turun kebawah, salah satu karena pusing, duduk dimobil, satu lagi kayaknya karena ngak berani turun atau takut air, heheheheh

20150529_105930.jpg?w=300 indah pantainya khan ? :)
 

saya menyukai pantai ini, karena bisa jalan kaki ke tengah, airnya jernih, lautnya dangkal, cuma sebetis, tapi kalau sudah sampai agak ke tengah, langsung dalam sekali, jadi harus hati hati

 

dscn0490.jpg?w=300 air nya jernih

airnya di pantai ini sangat jernih, seperti foto diatas, sangat jernih khan ? :)

 

 

img_5766.jpg?w=300 leganya dunia, segarnya udara, semangatnya cowok ini :)

Dengan baju dola doli dari jalan2.com, saya ber narsis ria dipantai :)

 

 

img_5796.jpg?w=300 foto bersama, eh , kok cuma 4 orang ? mestinya ada 6, ternyata ada 1 lagi teler di mobil, dan satu lagi lagi pegang kamera:)
 

semangat ber narsis ria dari para peserta, terutama yang bawa kamera mahal mahal :)

sam_0941.jpg?w=300 selfie berlima dipantai Pok Tunggal, tapi , masih kurang 1 orang :)

ternyata 1 orang yg kurang, lagi pusing di mobil, ditawarkan makan tidak mau, ditawarkan obat , tidak mau , antar pulang, tidak mungkin, mau suruh naik taxi pulang, tidak mungkin, apalagi berenang :)

 

 

 

dscn0498.jpg?w=300 ini dia, lagi pusing , duduk saja di mobil:)

,

 

untuk foto foto, salah satu kamera yang digunakan adalah ini , bukan iklan loh :)

20150529_150142.jpg?w=300 salah satu kamera yang memfoto kami, keren kamera nya:)

 

 

 

setelah dari pantai Pok Tunggal, kami menuju ke pantai seruni, perjalanan lewat jalan yang sangat sempit, dan agak menanjak, mobil yang kurang mantap, jangan kesini lah :) ini foto kami di pantai seruni

20150529_114810.jpg?w=300 pantai seruni
 
 
dscn0483.jpg?w=300 pemandangan pantai seruni

setelah dari pantai seruni, sebenarnya ada rencana mau mampir foto sebentar di pantai indrayani, tapi melihat kondisi teman kita yg mabok, dan waktu yang makin siang, sehingga kami meneruskan perjalanan, mencari makanan, kami naik mobil  sambil cari makan, rencana mau makan nasi merah,

 

 

tapi oleh supir kami diantar makan disatu tempat yang katanya ada nasi merah, tapi ternyata tidak ada nasi merahnya, ya, sudah kesorean, mau gimana lagi, ini tempatnya

img_5921.jpg?w=300 tempat kami makan ayam goreng

setelah dipaksa paksa, akhirnya teman kita mau minum juice, setelah minum juice , dia langsung jauh lebih segar, bandel juga, coba kalau dari awal mau makan , pasti lebih segar, ahhahaha setelah makan, akhirnya kami menuju ke arah Ratu Boko...................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dengan semangat baru setelah makan siang, terutama temanku yang setelah minum juice sudah segar bugar, kami melanjutkan perjalanan ke Kraton Ratu Boko, tapi karena waktu masih terlalu jauh dari sunset, kami putuskan untuk mampir terlebih dahulu ke candi ijo yang dekatnya berdekatan dengan Kraton Ratu boko.

 

Sebelum kami sampai di candi ijo, kami sempat melewati satu tebing, katanya sih tebing breksi, tapi kami tidak mampir, karena bagi kami itu biasa biasa saja, mungkin lain kali kalau ada waktu kami akan mampir lagi, apalagi di candi ijo dan kraton ratu boko yang tentunya belum bosan di kunjungi

 

Setelah sampai candi ijo, teman kami yang mabok sebelumnya kelihatan masih belum PD untuk turun, sambil  menunggu untuk naik keatas candi ijo, kami iseng ambil banner Asahi homestay yang ada di mobil, dan fotolah kami dengan aksi foto model yang keren :), ini fotonya :

img_5926.jpg?w=300&h=200

gaya jadi bintang iklan :)

 

setelah di rayu untuk turun, akhirnya si “mabok†turun juga untuk sama sama menuju candi ijo :)

dscn0503.jpg?w=300&h=225

ini lah candi hijau

 

ternyata yang tadinya mabok, malah yang paling semangat foto foto di candi ijo, maklum, mungkin sebagai balas dendam karena waktu dipantai hanya tidur dimobil, makanya, “anak anak†kalau dinasehatin ikutin, habis makan obat dan minum juice langsung segar bugar kan , ini buktinya :)

img_6011.jpg?w=200&h=300

langsung cerah khan :), berkat juice:)

 

Pemandangan di candi ijo memang indah, sayang sekali, masih banyak batu candi yang belum disusun, jika selesai disusun, akan jauh lebih indah, biaya masuk kesini adalah bebas, isi buku tamu, dana seikhlasnya

img_5997.jpg?w=300&h=200

ini pemandangan candi yang masih belum disusun

 

pemandangan yang tidak kalah dengan lokasi lainnya, ini buktinya

sam_1006.jpg?w=300&h=200

indah khan ?

 

karena hari sudah makin sore, untuk mengejar sunset di ratu boko, maka kami putuskan kembali perjalanan kami ke ratu boko.

harga tiket pintu masuk ratu boko adalah Rp.25.000,- , untuk tempat wisata seindah kraton ratu boko, tentunya harga segitu masih layak lah

 

sesampainya di Ratu boko, semua makin semangat dan makin gila, berbagai pose berfoto makin liar, hehehehhehe, yang sepanjang perjalanan di pantai loyo, malah makin mengila, tapi kalau mau foto,secara lengkap, liat di facebook ku ya :)

20150529_171044.jpg?w=300&h=169

formasi lengkap, yg habis ngejus ternyata sudah segar bugar, mantap:)

 

dari atas melihat pemandangan yang luar biasa, pengejar sunset juga sangat banyak, padahal ini bukan hari libur loh :)

sam_1028.jpg?w=300&h=200

indah khan :)

 

belum lagi pintu gerbang disaat sunset, ini lah spot utama orang melakukan pemotretan :

sam_1046.jpg?w=300&h=200

keren khan :)

 

memang sangat banyak pengejar sunset disini, banyak wisata yang bicara non bahasa indonesia, rasanya wisatawan asing, :)

sam_1061.jpg?w=300&h=200

mantap

 

Berikut adalah harga tiket nya , termasuk paket :

tiket-boro-pram-domestik.png?w=300&h=212

harga tiket untuk diketahui

 

setelah dari kraton Ratu boko, kami berencana pulang ke kota yogyakarta, eh, ketemu 2 remaja sedang menunggu jemputan yang belum datang, mereka mau nebeng mobil kami, karena zaman sekarang banyak penipuan, takut juga, akhirnya kami kasih tumpangan dengan syarat mereka mau di foto, jadi ada bukti bahwa mereka nebeng dari Ratu boko :)

dscn0550.jpg?w=300&h=225

ini lah 2 gadis yang ngak dijemput jemput :), colek @deffa, mereka kuliah di bandung loh :)

 

 

akhirnya kami jalan pulang, mengantar gadis gadis untuk ambil motor, sehingga di mobil hanya tersisa 3 orang, saya, hansen dan nony  ditambah 2 gadis yang nebeng,

 

supir menurunkan kami bertiga di samping istana yang dekat malioboro, dari sana kami berpisah dengan 2 gadis yang nebeng tersebut, sedangkan kami bertiga ke hamzah , rencana awal mau minum dulu di Raminten yang ada diatasnya, tapi karena lagi ada acara, tidak menerima tamu umum, maka kami keliling di dalam toko, kalau cewek emang selalu beda, Nony langsung belanja belanja, hahahahaahha,

 

setelah nony selesai belanja, kami sama sama jalan kaki ke alun alun, rencana akan kumpul di bakmie pak pele

sampai di lokasi sudah ada beberapa yang lagi menunggu, pas sudah pesan makanan, lagi ngobrol, surprise juga dengan kedatangan Andry dengan motor kerennya :), dan Hanung yang datang saat kita sudah mau bubar , hhehehehe,  akhirnya kumpulah semua :

img_6125.jpg?w=300&h=200

formasi lengkap yang kumpul di bakmi pele

 

bakmi pele yang katanya enak, di mulutku biasa saja, cuma karena potongan ayamnya besar besar, jadi kerasa juga, selain itu kami juga pesan minuman di warung samping tempat duduk kami, yang tidak tahan adalah pengamen, buaaaaanyak nya :),

sam_1104.jpg?w=300&h=200

dari kurus ke gendut, dan dari gendut ke kurus semua ada:), ooops itu yang main Ipad, lagi nonton apa tuh:)

 

 

Selesai makan, perut sudah kenyang, yang lain pulang naik motor masing masing, kami pulang naik taxi :), pulang tidur untuk siapkan tenaga keesokan harinya akan ke kulon progo……………………..

Share this post


Link to post
Share on other sites
 

Hari ini tanggal 30 Mei 2015, kami bangun agak siangan, karena sudah 2 hari di geber :), hari ini kami menyewa mobil dan supir lagi, karena ada kesalah fahaman, sehingga supir kirain kami ngak pakai hari ini, jadi supir keburu janji dengan orang lain, untung pemilik mobil sangat baik, dia sampai naik motor pergi jemput supir, yang kira kira 1 jam an perjalanan dari lokasi penginapan, sedangkan rencana supir yang akan mengantar ditempat lain, diganti dengan teman si supir :)

 

berangkat lah kami ke kulon progo dari Godean, perjalanan dari Godean ke kulon Progo jauh lebih dekat dibanding dari pusat kota

 

perjalanan kesini melewati jalan gunung/bukit yang berkelok kelok, mungkin orang tidak terbiasa akan mabok, setelah perjalanan sekitar 1 jam an, sampailah kami di daerah kalibiru, kulon progo

 

jalan untuk sampai ke lokasi pemotretan sangat terjal, dan bukan tangga, karena tidak berhati hati, saya jalan menaik, sehingga otot paha sebelah kanan tertarik,  jika dipakai berjalan, terutama naik tangga, sangat sakit, untuk yang lain, lebih baik hati hati, tidak usah buru buru

 

saat mau masuk kedalam, ditarik Rp.5.000,- perorang, setelah sampai di dalam, udara sangat segar, dan pemandangan sangat indah, sebenarnya tidak perlu naik keatas pohon untuk foto, pemandangan sudah bagus, tapi namanya lagi heboh, ya, kita beli tiket untuk naik

 

tempat wisata ini di kelola oleh himpunan tani , menurut cerita petugas disana, dulu mereka itu bertani menanam disana, jadi mendapat hasil dari hasil tani, tapi sejak hutan tersebut dijadikan hutan lindung, mereka sudah tidak bisa mengambil hasilnya lagi, berdasarkan hasil pertemuan sesama mereka, diputuskan kelola tempat wisata tersebut, supaya mereka dapat penghasilan, LUAR BIASA pemikiran mereka, jika lebih banyak diantara kita sekreatif mereka, tentunya akan bagus sekali

 

awalnya kami foto foto saja disekitar tempat wisata tersebut, fotonya seperti ini

dscn0561.jpg?w=300&h=225

indah :)

 

sam_1130.jpg?w=300&h=200

cukup keren khan, ngak perlu ke atas pohon :)

 

sam_1129.jpg?w=300&h=200

keren khan tanpa perlu naik keatas :)

 

setelah foto ini, kami ke tempat buat naik ke pohon, setiap orang harus bayar Rp.10.000,- , kami berdua mendaftar, tapi harus tunggu 1,5 jam, karena tiap orang diatas adalah 3 menit , dan ditambah naik dan turun kira kira 2 menit, jadi total adalah 5 menit, sedangkan kami harus menunggu 15 orang :),sehari hanya maksimal 120 orang yang bisa naik keatas pohon, selain itu jika terjadi hujan, untuk naik keatas pohon tidak bisa, karena ditutup untuk menghindari kecelakaan

 

akhirnya kami putuskan makan indomie dulu, karena dari pagi belum makan, hehehehhe

 

setelah makan, kami masih menunggu beberapa orang , supaya tiba giliran naik keatas, dengan otot kaki yang ketarik , saya memaksakan diri naik keatas, pemaksaan ini dilakukan karena @nony dari kjji, beberapa waktu lalu, dia memamerkan foto foto diatas sini, jadilah kita memaksakan diri foto ke atas, ternyata hasilnya tidak kalah sama modelnya si nony:)

 

karena saya agak takut ketinggian, jadi sy foto tidak bisa sama dengan si nony yang duduk dipinggir , cukup pose ini saja, tapi keren khan:)

img_6101.jpg?w=300&h=200

tapi memang jauh lebih keren foto dari atas sih, apalagi model nya :)

 

untuk foto, bisa dilakukan sendiri, tapi bisa juga pakai petugas disana dengan kamera mereka, 1 copy softcopy dikenakan biaya Rp.5.000,- minimal 3 foto

 

setelah selesai pemotretan, kami binggung mau kemana lagi, atas saran dari supir, kami meluncurlah ke suroloyo, karena katanya dari sana bisa lihat pemandangan yang indah, malah bisa melihat borobudur, PENASARAN banget, hehehe

 

supir mengantar kami sampai ke Suroloyo, dengan menaiki jalan yang terjal dan sempit, sampailah kami di Suroloyo

 

untuk naik sampai ke puncak suroloyo, kami perlu menaiki tangga yang konon berjumlah 286 tangga, untuk mengurangi capek dan melatih konsentrasi, saya menghitung tangga tangga tersebut menuju keatas, ternyata jumlah nya 253 buah :)

 

ini dia foto fotonya :

dscn0564.jpg?w=300&h=225

pemandangan yang sangat indah dari puncak suroloyo, walaupun ada kabut, tapi tetap indah

 

sam_1148.jpg?w=300&h=200

naik naik, kepuncak gunung :), dengan tercapek capek memaksakan naik keatas, dengan otot kaki yang sakit tetap memaksakan diri :)

 

sam_1149.jpg?w=300&h=200

pemandangan yang sangat indah diatas

 

sam_1168.jpg?w=300&h=200

pemandangan bagaikan sebuah lukisan yang sangat besar

 

sam_1177.jpg?w=200&h=300

saat nya turun, sudah puas diatas:)

 

saat turun, saya menghitung lagi jumlah tangga, tetap 253 tangga, ntah siapa yang benar, hehehe

 

setelah puas di puncak suroloyo, saat nya pulang :),tetapi sebelum sampai ke yogyakarta, perut meminta untuk diisi, mampirlah kami makan dulu ke Mang Engking, tempatnya enak, cuaca segar, perut yang sudah lapar tambah lapar :)

dscn0569.jpg?w=300&h=225

pemandangan tempat makan mang engking

 

dscn0571.jpg?w=300&h=225

meja tempat kami makan di mang engking :)

 

sehabis makan, kami pulang ke penginapan, mandi dulu, karena malam hari , rencana akan ke kaliurang , minum teh poci, selesai mandi, kami berangkat lagi jemput gadis gadis, kali ini si boss hansen jadi supir :)

 

tujuan adalah menjemput 4 orang, sedangkan 2 orang lagi naik motor :)

 

awalnya kami nyasar, karena ketempat yang lama, padahal tempatnya sudah pindah, ini peta tempat baru dan lama

img-20150530-wa019.jpg?w=225&h=300

peta lokasi

 

img_6138.jpg?w=300&h=200

ini lah minuman di lokasi nya

 

img_6139.jpg?w=300&h=200

ternyata ada yg sambil minum teh poci, sekalian belajar soal kamera, antara guru dan murid:)

 

img_6192.jpg?w=300&h=200

inilah anggota lengkap yg nge teh poci

 

sehabis nge teh poci, karena sudah malam, kami bersepakat untuk pulang, karena ke esokan hari nya kami akan melakukan perjalanan panjang, ke mendut, borobudur dan semarang

 

foto yang tercecer :

post-34252-0-59199700-1433834720_thumb.j

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hari ini , masuk lah hari terakhir dibulan Mei 2015, tanggal 31 Mei 2015, tujuan hari ini adalah perjalanan yang sangat jauh :)

 

hari ini dilakukan perjalanan rohani, rencana awal ke 2 candi dan 1 wihara, berdoa dan berharap semoga puteri Handi Ruslim dan puteri Aldi Tjong segera dapat disembuhkan sehingga puteri puteri mereka dapat segera sehat kembali

 

Pagi pagi kami menjemput gadis-gadis di jalan Kaliurang, Hari ini hanya ada 3 gadis yang ikut serta, sehingga total dalam 1 mobil adalah 6 orang (termasuk supir),  tujuan pertama hari ini adalah menuju candi  Mendut, sesampainya di candi mendut, saya masuk ke wihara Mendut untuk berdoa dan ber namaskara, sedangkan teman teman yang bukan Buddhist, dengan semangat dan kegembiraan masing masing segera mengeluarkan kameranya untuk melakukan pemotretan pemandangan pemandangan yang indah  di sekitar wihara dan candi

 

Saat di wihara,ternyata ada bhante Pannavaro, beliau sedang mempersiapkan untuk terbang ke Jakarta dalam rangkaian waisak yang hari waisaknya jatuh pada tanggal 2 Juni 2015, saya cuma sempat namo buddhaya saja sama beliau:)

 

Saat masuk ke Wihara mendut untuk melakukan namaskara dan berdoa, teman ku sempat melakukan pemotretan aktivitas tersebut, bagus juga fotonya, terima kasih :)

img_6219.jpg?w=300&h=200

saat keluar dari Wihara mendut menuju ke candi mendut, para aktivis atau mungkin pekerja sedang mempersiapkan altar untuk acara waisak yang jatuh pada tanggal 2 Juni 2015, seperti biasa pada tahun tahun sebelumnya, kegiatan upacara waisak biasanya dimulai dari candi mendut, terus melakukan prosesi kirab dari candi mendut, melewati candi pawon sehingga sampai di candi borobudur

 

Biasanya penduduk sekitar akan menonton acara kirab tersebut , karena hanya setahun sekali, sangat disayangkan jika dilewati, sungguh indah dalam kebersamaan jika melihat semua pihak ikut meramaikan acara tersebut, cuma tahun ini saya ikut waisak di candi sewu, kebaktian waisak saya setiap tahun umumnya di tempat yang berbeda beda, tahun kemarin saya mengikuti waisak di wihara Ekayana Arama di daerah tanjung duren Jakarta

 

img_6236.jpg?w=300&h=200

altar di candi mendut dalam rangka waisak

 

karena tidak ada kepentingan lain di dalam candi mendut, kami cukup foto dari luar,hehehehe, soalnya sayang harga tiketnya, dan lagi pula di buru waktu untuk ke borobudur, bandungan dan semarang.

img_6237.jpg?w=300&h=200

candi mendut:)

 

setelah dari candi mendut, kami semua menuju ke candi borobudur, sesampai di candi borobudur, 3 gadis ternyata tidak mau ikut masuk ke candi borobudur, hanya saya dan hansen berdua masuk ke borobudur, Tujuan kami berdua untuk naik ke puncak borobudur melakukan pradaksina sebanyak 7 kali, tadinya cuma berencana sebanyak 3 kali, tapi ntah kenapa, pas lagi pradaksina diteruskan sampai 7 kali.

 

Pengunjung candi borobudur pada hari ini luar biasa banyaknya, padat sekali, dan sangat banyak pengunjung melakukan pemotretan di stupa induk candi borobudur, walaupun sudah diusir usir keamanan, mereka tetap bandel naik keatas, mungkin perlu dilakukan sistim denda untuk yang bandel, sayang sekali kalau sampai hal itu merusak

 

Walau ramai pengunjung, kami diberikan kelancaran, sehingga pradaksina dapat dilakukan dengan lancar dan sempurna, bagi yang belum mengerti apa itu pradaksina, pradaksina adalah Ritual mengelilingi searah jarum jam pada satu obyek suci baik itu berupa candi, stupa, rupang Buddha atau lainnya sambil berdoa dan merenungkan sifat sifat luhur dari Buddha.

 

setelah selesai pradaksina, kami turun untuk segera melanjutkan perjalanan, ternyata baru kami sadari, gadis gadis yang tidak ikut masuk ke borobudur  lagi hunting belanjaan di sekitar candi, hehehehhe, pantas pas kami telepon, mereka jawab kok cepat amat , :), setelah dijemput gadis gadis dan supir dipintu keluar candi kami segera melanjutkan perjalanan.

dscn0572.jpg?w=300&h=225

candi borobudur

Share this post


Link to post
Share on other sites

selepas dari candi borobudur , kami menuju ke bandungan ,

 

pada saat itu terasa perut sudah meminta untuk diisi
cacing cacing sudah mulai bernyanyi nyanyi
muka sudah mulai tidak berseri
karena sarapan pagi hanya sepotong roti

 

Setelah cari sana cari sini
mampirlah kami dirumah makan matahari
pertama yang saya tanya adalah Halalkah masakan disini
pelayan memberi jawaban pasti halal tidak ada yang perlu di kwatiri

 

akhirnya kami putuskan makan disini
memesan lauk bersama nasi
memesan minuman tanpa kopi
Dengan muka berseri seri

 

ini lah rumah makan yang kami mampir, tempat makannya lumayan enak, variasinya lumayan, cuaca dingin, letaknya di bandungan :)

img_6247.jpg?w=300 ini lokasi kami makan siang di bandungan

setelah habis makan, kami lanjutkan perjalanan melewati pemadangan pemandangan persawahan yang menurut saya sangat indah, penuh kehijauan dan kesegaran, seperti ini

img_6277.jpg?w=300 persawahan yang sangat indah

sehabis makan, dan setelah saya ganti baju , karena baju basah kuyup akibat keringatan, hehehe, kami mampir lebih dahulu ke lawang sewu, yang katanya kalau malam hari seram,

 

tapi para cewek penasaran, mau foto foto disana, apalagi kata nony dia belum pernah ke semarang, cocok lah, kalau saya duduk saja dimobil, karena kaki masih sakit akibat urat ketarik sehari sebelumnya :) Inilah salah satu sudut di Lawang sewu, tapi saya tidak tahu , kerena mereka tidak foto di tugu :)

sam_1362.jpg?w=300 lawang sewu

sehabis lawang sewu, setelah para gadis foto foto, kami segera  berangkat ke wihara sam po kong

 

Setiba di Sampokong, saat masuk pintu gerbang, teman muslim Nony dan Lusy tertarik dengan mushola disana,

 

tadinya mereka tidak tahu bahwa didalam kompleks wihara ada Mushola, mereka segera ke mobil mengambil mukena untuk sholat disana.

 

Bagi saya, mushola di wihara atau klenteng sudah tidak mengherankan, banyak sekali wihara dan klenteng menyediakan tempat untuk sholat, baik untuk pengunjung maupun karyawan setempat.

 

Wihara atau klenteng yang saya tahu ada mushola yang cukup layak , malah lebih layak dari sebagian tempat perbelanjaan yang ada dikota kota besar, adalah Wihara Avalokitesvara pamekasan,wihara mendut di sebelah candi mendut, atau paling tidak ada mushola disekitar wihara/klenteng, jadi saran saya, jika mau sholat, tanyalah pada penjaga atau pegawai di wihara/klenteng, biasanya mereka tahu:)

 

setelah Nony dan Lusy selesai sholat, saya dan hansen masuk ke bagian sembayang untuk bersembayang, sedangkan yang lain foto foto di lapangan sampokong baik ke bangunan untuk sembayang, maupun bangunan di lapangan yang cukup luas.

dscn0573.jpg?w=300 sam po kong

Cerita tentang sampokong : saya pernah dengar cerita versi seorang pemandu wisata, bahwa zaman dulu, kapal perdagangan dari tiongkok merapat di semarang, pada saat itu kapal tersebut di kapteni oleh Zheng He yang beragama Islam, karena pada waktu itu, daerah sana masih sangat kosong, sedangkan air laut tidak cocok untuk wudhu, maka Zheng he berdoa semoga dia mendapat air tawar untuk Wudhu, di galilah pasir dipantai itu, maka keluarlah pancuran air tawar, maka sumur air tawar itu saat ini yang suka diambil orang buat kesehatan atau awet muda,

 

cuma masih ada versi lain, bahwa sebenarnya Zheng He tidak pernah mendarat di Semarang, tapi semua itu tak penting lah, yang penting adalah sifat toleransi warga klenteng sampokong dengan warga agama lain :)

sam_1237.jpg?w=300 formasi lengkap ke sampokong

setelah setelah selesai sembayang, kami ber narsis ria berlima di lapangan depan sampokong, karena haus, kami beli minuman dingin, foto foto dilanjutkan,jadi kesannya malah kami sedang foto iklan produk minuman tersebut , hehehheh

 

Dari sampokong, kami menuju ke wihara mahavira di marina Semarang, tadinya rekan bertiga yang non Buddhist bersama supir akan langsung ke pantai marina sambil menunggu kami selesai sembayang, tapi karena melihat patung patung di lapangan yang sangat bagus, mereka menunggu kami di lapangan wihara sambil berfoto ria. Saya dan hansen masuk untuk sembayang, sedangkan yang lain foto foto di lapangan

 

, ini dia fotonya.

sam_1293.jpg?w=300 wihara mahavira semarang

sehabis foto foto di wihara, kami putuskan tetap ke pantai marina, siapa tahu ada spot bagus yang bagus, tiket masuk pantai marina adalah Rp.5.000,- perorang, ternyata didalam spot orang pacaran lebih keren daripada foto lautnya, hahahhaha, akhirnya saya duduk dimobil menunggu 3 gadis dan 1 pria (ngak sebut jaka, karena sudah beristeri:) ) berfoto ke pantai, ini salah satu fotonya

sam_1337.jpg?w=300 sunset di pantai marina semarang :)

setelah puas di pantai marina, karena sudah menuju malam, kami putuskan untuk mampir makan malam di Cimory bawen di Semarang, jauh jauh ke Semarang , akhirnya makan di Cimory , padahal seumur umur di jakarta, ngak pernah mampir ke cimory , walaupun katanya Cimory puncak itu keren sekali :),

dscn0581.jpg?w=300 ruangan di cimory

setelah kenyang makan di cimory, kami siap siap mau pulang, tapi para gadis segera pasang aksi foto foto dulu di lapangan cimory, sedangkan hansen segera belanja susu, hehehhehee , bye perjalanan hari ini, setelah antar para gadis pulang, kamipun pun pulang ke penginapan untuk tidur lah:), lanjut ke esok harinya:)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Awalnya rencana ke Jawa Timur bersama rombongan dari luar negeri, tapi saat gempa nepal, mereka kebetulan lagi wisata di nepal, sehingga mereka mau langsung pulang ke negaranya, membatalkan melanjutkan wisata ke beberapa negara asia tenggara termasuk Indonesia

 

Kesempatan kosong tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya, saat teman saya yang bernama Hansen mengajak untuk berkunjung ke Yogyakarta,

 

tujuan utama adalah untuk ikut waisak di candi sewu, bagi saya , ini akan menjadi waisak ke tiga kali di candi tersebut, dulu sempat ikut waisak di candi tersebut saat waisak pertama kali dan kedua kali di laksanakan di candi tersebut

 

Sedangkan bagi hansen selain untuk ikut waisak di candi sewu, juga bermaksud membantu panitia seandainya dibutuhkan,

niat yang sangat mulia bagi seorang yang sudah cukup mapan dalam bisnisnya sebagai kontraktor yang telah memiliki seorang isteri dan seorang anak.

 

Ternyata kedatangan Hansen memang dibutuhkan untuk membantu transportasi, tidak sia sia beliau punya niat baik, niat baik selalu dikabulkan

 

setelah jalan jalan di kota yogyakarta dan jawa tengah mulai tanggal 28 Mei 2015 sampai dengan 31 Mei 2015, maka hari ini tgl 1 juni 2015, mulailah kami konsentrasi untuk acara waisak di candi sewu…………………………………..

 

pagi-pagi saya diajak hansen untuk makan mie di dekat malioboro sana, namanya bakmie pathuk di pasar pathuk, karena kami datang sudah kesiangan, yang jual dipasar Pathuk sudah tutup, maka kami berangkat ke rumahnya yg juga menjual bakmie tersebut, disini keberuntungan berpihak kepada kami, saat kami sampai rumah bakmi pathuk hujan turun dengan deras, setelah kami selesai makan, hujan langsung berhenti :)

 

Bakmie phatuk saat dimakan biasa saja, tapi setelah makan, rasa nikmatnya baru kerasa, selain tidak merasa ada lapisan minyak tersisa dimulut, juga tidak terasa kehausan seperti umumnya bakmie yang pakai wetsin (micin) kebanyakan:)

img_20150601_103855.jpg?w=300&h=300

ini bakmie nya

 

setelah selesai makan, hujan pun telah berhenti, kami segera berangkat  ke pasar Progo, karena katanya pusat beli uleg an itu ada disana, ternyata setelah dicari sana sini, tidak didapat barang yang cocok :), akhirnya ngak jadi beli:)

 

karena hari santai, sebelum berangkat ke candi sewu, kami keliling dulu lorong lorong kenangan si Hansen saat jadi mahasiswa di Yogyakarta, beberapa diantaranya saya dulu sempat kesini, banyak sekali yang sudah jadi gedung baru atau jadi ruang usaha, tetapi banyak juga yang tetap seperti semula, diantaranya ex kontrakan Hansen yang masih ada tempelan sticker Majelis Buddhayana Indonesia , yang ditempel  saat acara Sejuta Pelita Sejuta Harapan tahun 2005,

 

saat itu acara Sejuta Pelita Sejuta Harapan diadakan di candi borobudur pada tanggal 23 Juli 2005 (sudah hampir 10 tahun), pada acara tersebut, Hansen merupakan salah seorang panitia, dan rapat-rapat koordinasi sempat beberapa kali dilaksanakan di kontrakan tersebut.

 

Setelah keliling, akhirnya nyangkut di rumah makan mbo wig, walaupun barusan makan bakmie, tapi rasanya sayang sekali kalau ini terlewatkan, sudah sampai disini :), saya makan ayam goreng dan tahu goreng, enak juga makanannya, murah , meriah, mantap (3M)

img_20150601_123300.jpg?w=300&h=300

ini warung tempat kami makan

 

Setelah selesai makan, kami masih berkeliling sebentar daerah sekitar , temanku ini banyak kenangan di sini, tapi entah kenangan apa, saya ngak tanya :) setelah keliling, meluncurlah kami ke candi sewu.......................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Setelah perut kenyang sehabis makan di mbo Wig, kami lanjutkan perjalanan ke candi sewu.

 

Sesampainya di candi sewu, rekan ku Hansen langsung menuju tenda panitia, disana dia berbicara dengan Bhante , tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

 

Disaat Hansen bicara dengan Bhante dan panitia, saya keliling kompleks candi sambil melihat lihat seandainya ada sesuatu yang menarik, spot pertama saya adalah candi ini :)

 

dscn0593.jpg?w=300&h=225

candi sewu

 

oh ya, bagi anda yang tidak tahu di tentang candi sewu, candi sewu terletak 800 meter dari candi Prambanan, candi sewu merupakan candi Buddha terbesar kedua setelah candi borobudur, dalam peta wisata, candi sewu di tempatkan 1 wisata candi prambanan, di sekitar candi sewu, selain candi prambanan juga ada candi lumbung, candi bubrah, candi gana, candi kulon dan candi Lor

 

dscn0708.jpg?w=300&h=225

candi Lumbung

 

dalam berkeliling candi, saya melihat para sukarelawan sibuk mempersiapkan untuk acara waisak keesokan harinya, bukan hanya relawan umat biasa, para Bhiksu (rohaniawan) juga terlihat sibuk membantu dalam persiapan tersebut

dscn0595.jpg?w=300&h=225

para sukarelawan dan Bhiksu sedang menurunkan barang barang ke tenda

 

Tak lama kemudian datanglah mobil kacang garuda , ternyata mobil tersebut mengantar sumbangan produk Garuda Food untuk panitia, dalam hati berpikir, kenapa produknya ngak langsung dibagi ke saya saja,hehehehehheheh , mauuuuunyaaaaaa :), kwkwkkw

dscn0598.jpg?w=300&h=225

sumbangan produk dari garuda food:)

 

Setelah itu, ternyata ada pejabat departemen agama meninjau lokasi candi sewu, beliau beliau itu ternyata juga kenal cukup dekat dengan teman saya Hansen, dalam hati saya berpikir “hebat benar boss iniâ€, karena selama ini saya tahu orangnya biasa saja , low profile, ternyata pergaulan sangat luas.

img_20150601_150855.jpg?w=300&h=169

pejabat departemen agama sedang berdialog dengan bhiksu dan rekan hansen

 

Waktu sedang keliling candi, masuklah telepon dari Hansen, besok subuh dia tidak bisa ikut ke Jumprit, karena dia harus bantu panitia, terutama untuk transportasi , termasuk menjemput pejabat Majelis Buddhayana Indonesia dari Jakarta.

 

Segera saya ketemu Hansen, untuk memastikan acara besok, dikasih tahu saya tetap ikut ke Jumprit, karena sudah janji dengan bhante (Bhiksu) , dan tempat sudah disediakan.

 

bagi anda yang tidak tahu apa itu jumprit , ini penjelasannya  : Jumprit adalah sebuah sumber mata air di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggun, Jawa Tengah.  Jumprit juga merupakan tempat pengambilan air suci / air berkah untuk upacara Waisak baik yang diadakan di Borobudur maupun di candi Sewu. Setiap tahun, para pemeluk agama Buddha dari berbagai tempat dan negara datang ke Jumprit untuk mengambil air suci.

 

Sedangkan untuk mobil penjemputan pejabat dari bandara dikwatirkan tidak cukup, maka Hansen angkat telepon, tidak tahu menelepon siapa, disinilah kehebatan teman saya ini, segera didapatlah mobil dan supir untuk membantu, salut saya, tanpa banyak bicara, tanpa banyak membanggakan diri, ternyata bisa berbuat banyak, jaringan luas pula.

 

setelah diperkirakan semua sudah beres, kami cari hotel disekitar candi, tujuan cari hotel adalah supaya besok malam tidak perlu balik ke pusat kota yogyakarta, karena acara kebaktian waisak akan berakhir sekitar jam 23 an.

 

hotel yang pertama kami incar adalah hotel candi view, ternyata hotel tersebut sudah penuh, maka hotel kedua kami mengincar hotel Srikandi, didapat kamar twin, saat kami akan membayar, si petugas menolak, dengan alasan, besok pas datang saja baru bayar, dengan rasa senang kami meninggalkan posisi hotel menuju candi Plaosan

 

kami cuma sebentar di candi Plaosan karena hujan lebat, cuma teduh sebentar, dan tidak masuk kedalam, karena pikir jalan becek dan berair, mungkin lain waktu masih sempat kesini

img_20150601_160549.jpg?w=300&h=169

candi plaosan

 

setelah candi Plaosan, kami ngebut pula, kembali ke kota Yogyakarta, mau kumpul sama teman teman KJJI Yogyakarta dari jalan2.com , yang belum join, bisa join di facebook group komunitas jalan jalan indonesia atau di web jalan2.com , kalau mau forum buka jalan2.com/forum………

Share this post


Link to post
Share on other sites

https://hartono238.wordpress.com/2015/06/12/yogyakarta-wisata-tgl-28-mei-2015-sampai-03-juni-2015-ke-yogyakarta-10-dagadu-the-legend/?preview=true&preview_id=337&preview_nonce=ca759458ad

 

 

Setelah dari candi plaosan, dengan jalan yang agak basah karena habis hujan, dengan udara yang jauh lebih segar, dengan cuaca yang sudah mulai gelap, kami berdua naik motor menuju pusat kota, dengan perhitungan kalau agak macet, walau naik motor, sampai di lokasi seharusnya waktu pas dengan kedatangan yang lain.

 

Ternyata jalanan sangat lancar, rasanya beda dengan Jakarta, kalau habis hujan macet total, disini ternyata habis hujan malah lancar habis, hehehehhehe

 

Karena terlalu cepat sampai ke kota Yogya sambil menunggu yang lain kumpul, kami mampir dulu ke Dagadu , belanja kaos, rasanya saat ini sudah tidak seramai zaman dulu :), bisnis ini memang naik dan turun, atau karena habis hujan orang malas keluar

img_20150609_075412.jpg?w=300&h=169

ini belanjaan dari Dagadu

 

Hasil ngobrol ngobrol dengan penjaganya, ternyata para pegawai adalah mahasiswa mahasiswi yang kerja part time, enak juga kali ya, kalau kuliah di Yogyakarta

 

Setelah belanja, kami tanya dulu lokasi the Legend , menurut satpam Dagadu, Legend itu adalahnya cuma di sebelah, untung sebelumnya sudah dikasih tahu posisi nya di kota baru, kalau ngak, tunggu disana menunggu tanpa arah :)

 

Dengan udara yang dingin sehabis hujan, berangkatlah kami ke Legend di kota baru,

 

sesampai dilokasi , karena ada 2 Legend yang bersebelahan, kami sempat kebinggungan legend yang mana yang dimaksud, pertama kali masuk ke legend coffee, tetapi karena hampir semua yang berkunjung disana merokok, sehingga menimbulkan bau tidak enak, maka kami pindah ke Legend premium. Di Legend Premium ternyata ada ruangan no smoking, sehingga ruangan sangat segar, toiletnya pun bersih , harga makanan masuk akal, sistim pembayaran sama dengan di Raminten, setiap diantar makanan, langsung dibayar:)

sam_1445.jpg?w=300&h=200

foto bersama di Legend Premium (masih kurang 1 orang yang memfoto), hehehe

 

sam_1434.jpg?w=200&h=300

selfie dulu sama yang tidak masuk ke foto bersama, biar lengkap yang temani makan :)

 

waktu sudah malam, besok pagi pagi jam 2 subuh harus bangun, karena jam 3 subuh harus berangkat ke candi sewu untuk mengejar waktu ke Jumprit, bersambung ke hari selanjutnya……

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hari ini , tanggal 02 Juni 2015, merupakan hari raya waisak , tentunya semua umat Buddha akan sibuk ke Wihara , candi, Cetya atau tempat kebaktian umat Buddha lainnya.

 

sebenarnya gaung waisak sudah dimulai dari 2 minggu sebelum hari waisak , mall mall yang biasa nya sepi dari acara waisak, semakin kesini, semakin banyak yang bikin acara untuk menyambut waisak, seperti "Vesakh goes to Mall" , "Vesakh in the mall" dan lain lain, saya tidak tahu kenapa pengelola mall harus pakai bahasa Inggeris, toh bisa pakai "waisak ke Mall" atau "Waisak di Mall" , keren juga khan , hehehhe

img_20150526_083557.jpg?w=300 panggung waisak disalah satu mall , acara diadakan sebelum hari waisak

Tapi bangga juga, mall mall sudah mulai memberi tempat dan meramaikan waisak, baik sebelum hari waisak, maupun setelah waisak masih ada mall mall yang membuat acara di mall

20150608-keindahan-waisak-bergema-di-mal acara waisak dimall , acara diadakan setelah hari waisak

Pagi pagi sekali, jam 02 subuh, saya sudah bangun, bersiap-siap berangkat ke candi sewu, mengejar waktu untuk ikut ke Jumprit mengambil air suci, barang-barang sudah siap, barang akan dipindahkan ke hotel dekat candi sewu, yaitu hotel srikandi yang sudah kita booking ,

 

Jam 03 subuh, berkat kebaikan pemilik Asahi Homestay, kami diantar pakai mobilnya ke candi sewu, udara pagi yang masih segar, membuat otak jadi segar, mata jadi ngak ngantuk tapi kesegaran pagi menghilang segera, gara gara pas sampai di hotel Srikandi>

 

Di telepon ke handphone yang diberikan, orangnya keluar, tapi dibilang kamar yang kami pesan sudah digunakan orang lain, gubraaaaaak, jeleknya management hotel, terus kami disarankan untuk ke hotel Srikandi yang satu lagi, karena hotel srikandi disana ada beberapa pas ke hotel srikandi satunya lagi, di ketok ngak ada yang buka, di telepon ngak ada yang angkat, perasaan kesal pagi pagi subuh ,

 

akhirnya telepon kembali ke nomor handphone tadi di srikandi pertama yang kami datangi , tapi handphone nya sudah tidak diangkat.

 

Karena berpacu dengan waktu, akhirnya buru buru kami ke hotel Galuh yang posisi agak jauh dari candi sewu, karena mengejar waktu untuk ikut ke jumprit jam 5, takut terlambat, untung hotel Galuh masih ada kamar ekonomi yang 4 ranjang, padahal kami cuma berdua, tapi apa boleh buat, terpaksa di ok in, ngak ada waktu buat cari. Terima kasih untuk pemilik Asahi homestay Yogyakarta sudah bersusah payah mengantarin kami cari hotel , walau subuh subuh, untung kami ngak jadi naik taxi, kalau naik taxi, pasti masalah besar :), taxi biasa khan sampai lokasi turunkan penumpang dan pergi:) Setelah bayar kamar di hotel galuh, kami segera minta diantar oleh pemilik Asahi homestay yang masih menunggu kami ke candi sewu, jam sudah menunjukkan 4 lewat 15 :), oh ya, hotel galuh ini ke candi sewu sekitar 2 km, karena tidak ada jalan tembus, jadi harus jalan memutar, jika ada jalan tembus, mungkin cuma 200 meter:) lanjut ke candi sewu dan jumprit :).......................................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Akhirnya jam 04.30 kurang kami sampai di candi sewu, ternyata yang mau ke jumprit sudah berangkat, padahal disuruh kumpul jam 05.00, langsung boss hansen telepon bhiksu yang mau ikut kesana, ternyata mereka hanya sekitar 100 meter dari hotel, buru buru saya diantar panitia pakai motor ke lokasi.

 

saya dapat pemberitahuan bahwa mereka berangkat pagi pagi, karena takut macet, untuk mengejar acara sore di candi lumbung dan candi sewu, masuk akal sih.

 

Dimobil hanya ada saya, supir, dan seorang bhiksu, ternyata kelompok lain berangkat pakai mobil masing masing.setelah melalui perjalanan selama hampir 3 jam, sampailah kita di daerah mata air jumprit

img_20150602_065006.jpg?w=300 pintu gerbang mata air jumprit

sampai di lokasi, para bhiksu terlebih dahulu sarapan pagi yang tadi waktu berangkat belum sempat sarapan pagi, sambil menunggu jam 09.00 untuk acara pengambilan air suci di mata air jumprit

 

tepat jam 09.00 , upacara pengambilan air suci jumprit dimulai, pertama sekali pembacaan paritta, dilanjutkan dengan pemasangan lilin, dupa dan bunga

dscn0613.jpg?w=300 suasana upacara sebelum pengambilan air suci waisak

selesai kebaktian, para bhiksu mengambil air suci dengan kendi kendi, total ada 7 buah yang diambil oleh 7 orang

dscn0623.jpg?w=300 para Bhiksu (anggota sangha) sedang mengambil air suci di jumprit

setelah selesai acara pengambilan air suci, para Bhiksu / anggota sangha berkumpul melakukan kenduri dengan nasi tumpeng, sedangkan sebagian umat mandi di air pancuran tersebut (orang lagi mandi ngak di foto, takut di tuntut:) )

dscn0629.jpg?w=300 para anggota sangha (bhiksu) sedang melakukan kenduri dengan tumpeng , walau agama dari luar, tapi tidak lupa budaya daerah, yaitu budaya jawa dimana lokasi jumprit berada:)

Selesai pembacaan paritta dalam kenduri, para anggota sangha makan bersama dengan umat

dscn0632.jpg?w=300 makan bersama setelah kenduri

Setelah selesai makan bersama, kami pun balik membawa air suci untuk di semayamkan bersama sama api mrapen di candi Lumbung, nanti dari candi Lumbung bersama sama api mrapeng, nasi tumpeng, polowijo dan lain lain diarak dalam prosesi ke candi sewu

 

sesampainya di candi sewu, ternyata altar di candi lumbung sudah siap, ada tumpeng, ada polowijo, api abadi dari mrapen juga sudah siap

dscn0644.jpg?w=225 polowijo yang akan ikut prosesi :), foto lainnya lihat di facebook ku ya, hartono hasian facebook ku:)

setelah lihat lihat sebentar, saya balik ke hotel untuk mandi dan istirahat sebentar, karena mengejar waktu prosesi dari candi lumbung ke candi sewu

 

Nah, disini terjadi masalah, waktu kembali ke hotel, dikasih kupon buat snack dan minuman, dari lobby disuruh ke ruang makan  buat sarapan, dari sana di suruh ke bromo, dari bromo disuruh ke gazebo, dari gazebo suruh balik lagi ke ruang makan tersebut, akhirnya kami tinggal saja ngak jadi makan snack, agak mengecewakan.

 

maksud hati mau ngaso dulu, karena bangun jam 02 subuh tidak jadi dilaksanakan, akhirnya balik lagi ke candi, hari ini saya sama hansen tidak makan bareng, karena Hansen hari ini Vegetarian :)

lanjut ke prosesi waisak ...........................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dengan mata segar, dan dengan pakaian yang sudah diganti, bergeraklah kami kembali ke candi sewu

 

sampai di candi sewu ternyata umat sudah ramai sekali, pengurus Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Pusat dan pengurus Sangha Agung Indonesia (Sagin) Pusat juga sudah sampai lokasi, MBI dan Sagin adalah Keluarga Buddhayana Indonesia.

Pelaksana Waisak di candi Sewu adalah Keluarga Buddhayana Indonesia Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan di koordinasi sepenuhnya oleh Sangha Agung Indonesia Jawa Tengah dan Yogyakarta

 

Dilapangan terlihat satah satu pengurus MBI Pusat sedang berbicara dengan MBI daerah, sambil bicara soal kartu anggota, indahnya kebersamaan dan jiwa melayani,

dscn0646.jpg?w=300 indahnya kebersamaan

Setelah itu, kami melihat para anggota sangha sedang melakukan foto bersama di altar utama , Ketua MBI Pusat ikut berfoto bersama , indahnya kebersamaan

dscn0656.jpg?w=300 foto bersama pengurus MBI Pusat dengan anggota sangha

kamudian melihat altar di candi sewu yang sudah siap untuk kebaktian waisak

dscn0661.jpg?w=300 altar utama di candi sewu

setelah itu, terdengar pengumuman , agar semua termasuk umat diminta bergeser ke candi Lumbung, karena acara prosesi akan segera dimulai

 

Candi Lumbung ini masih satu kompleks dengan candi prambanan dan candi sewu, jaraknya hanya sekitar 1 km dari candi sewu.

setelah berkumpul semua , acara prosesi waisak dari candi Lumbung ke candi sewu pun dimulai

 

Urutan 1 adalah Barongsai dan Liong, istilahnya Liong Samsi dari Vihara Metta Buddha , Sumbing, Wonosobo

dscn0680.jpg?w=225 barongsai dan liong,

seselanjutnya Marching Band dari Mahasiswa/i STIAB Smaratungga

dscn0682.jpg?w=300

 

selanjutnya bendera merah putih dan bendera Buddhist

dscn0683.jpg?w=225

 

selanjutnya barisan bhineka tunggal ika

dscn0684.jpg?w=300

 

selanjutnya barisan dupa , api, bunga, air dan manisan

dscn0685.jpg?w=300

 

selanjutnya para rohaniawan (bhiksu)

dscn0689.jpg?w=300

 

selanjutnya pengurus MBI

dscn0691.jpg?w=300

 

dibarisan selanjutnya adalah 3 anak yg penuh semangat dari sekber PMVBI

dscn0692.jpg?w=300

 

terus barisan pembawa tumpeng dan polowijo

dscn0693.jpg?w=300

 

barisan pembawa lampu abadi

dscn0696.jpg?w=300

 

para umat

dscn0699.jpg?w=300

 

Drumb band dari SMP Smaratungga

dscn0700.jpg?w=300

 

dan barisan pakaian tradisional

dscn0707.jpg?w=300

 

setelah selesai ikut prosesi waisak dari candi lumbung ke candi sewu, maka saatnya istirahat sebentar sambil menunggu kebaktian waisak :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Setelah istirahat sebentar,sebagian beristirahat di tenda tenda yang sudah disediakan, sambil menunggu, saya ambil foto foto yang menurut saya cukup menarik

 

wah, perokok berat beraksi :) dscn0709.jpg?w=300

 

sungguh tidak berbudaya, merokok ditempat yang akan digunakan untuk acara keagamaan, tapi :

 

apa boleh buat
tai kambing bulat bulat
dimakan jadi obat
disimpan jadi jimat

 

kita kalau tegor, bisa bisa ribut kali disana, kwkwkwkw

 

ada juga satgas KBI yang membantu tertibnya acara di tempat acara :

 

dscn0673.jpg?w=150 satgas KBI

 

candi sewu dimalam hari , dengan di terangi cahaya, bagaikan candi yang terbuat dari emas

dscn0717.jpg?w=300

img_20150602_180106.jpg?w=300

 

Setelah puas melakukan foto memfoto, akhirnya acara kebaktian pun di mulai , umat yang hadir diperkirakan sebanyak 7,500 orang

img_20150602_184418.jpg?w=300

 

kebaktian dimulai dengan pembacaan paritta (theravada) , Sutra (mahayana) dan Mantra (Tantrayana) , bagi yang belum tahu, di agama Buddha juga ada aliran aliran , di Indonesia ada 3 aliran besar, yaitu Theravada, Mahayana dan Tantrayana, keluarga buddhayana Indonesia (KBI) dimana ke tiga aliran itu berkumpul dalam 1 kesatuan, walau dengan budaya dan cara berbeda, tapi tetap dalam kebersamaan, indah nya kebersamaan

 

Setelah itu dilanjutkan dengan penyalaan pelita oleh Sangha (Bhiksu)

 

Selesai kebaktian waisak, acara dilanjutkan dengan dharmasanti waisak

 

Dharmasanti waisak dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Bimas Buddha Caliadi SH,MH, di dampingi Pembimas Buddha DIY Wisnu Widiyanto MM , Sangha Agung Indonesia Mahathera Nyana Suryanadi,DPP Majelis Budhayana Indonesia Drs.Piandi dan badan otonom WBI, Sekber PMVBI,tokoh agama Islam,Kristen,Khatolik , Hindu,kong hu cu, taoisme dan agama kepercayaan.

img_20150602_191715.jpg?w=300

 

Acara keseluruhan sangat sukses baik dari kwantitas yang hadir maupun kwalitas acaranya, sayang sekali, karena bangun jam 2 subuh , sehingga mata sudah tidak bisa bersahabat, sehingga saya meninggalkan tempat acara pulang ke hotel untuk tidur, tanpa mengikuti acara Pradaksina mengelilingi candi sewu dan detik detik waisak.

 

Keesokan harinya, bangun agak siang, mandi, sarapan pagi, dan siap siap ke bandara dengan mobil sewaan dari hotel, disini terjadi sedikit masalah, tadinya sudah pesan mobil sama hotel, terus dibatalkan karena panitia telepon beberapa kali mau antar ke bandara, akhirnya pesan lagi ke hotel , karenall panitia kelabakan mengantar tamu , jadi kita mengalah

 

sesampai di bandara, kami hampir salah naik pesawat, sama sama air asia, tapi cuma beda 1 jam, sebelum naik pesawat, buru buru sadar, akhirnya masuk lagi ke lounge

 

Setelah waktunya mau naik pesawat, memang jodoh karma lagi baik, ketemu Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia di lounge, tapi cuma sempat say hello, karena mereka baru sampai,sedangkan kita mau naik pesawat

 

Bye bye Yogyakarta, Bye bye 7 hari 6 malam yang seru, sampai ketemu di moment yang akan datang :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By anna22

      23/8/2017

      Pagi ini sekitar jam 7, kami bertiga (sedangkan teman saya 1 lagi menuju Bangkok) akan menempuh perjalanan jauh menuju Siem Reap menggunakan bus ( harga 26 USD/person menggunakan Mekong Express). Busnya nyaman dengan komposisi tempat duduk 2-2. Kami diberikan 1 botol kecil air mineral dan 1 kotak kecil berisi 2 snack, roti dan keripik. Perjalanan terbilang lancar tanpa macet. Sekitar jam 10sampai di border vietnam-kamboja (Moc Bai/Bavet Border), cek imigrasi dan membayar 1 USD/person. Setelah itu bus sempat berhenti sekitar 15-20 menit di restoran besar. Kami pun akhirnya sempat makan nasi + ikan goreng+tumis sayur (80.000 vnd/person) karena mikirnya gak tau akan sempet makan dimana lagi. Ternyata ini keputusan tepat!!! Sekitar jam 1 siang, bus sampai di terminal bus Phnom Penh untuk berganti bus. Kami sempat ke toilet dulu. Kalau mau jajan disini sudah menggunakan usd untuk pembayaran. *tapi toiletnya gratis kok. Bus berangkat sekitar jam 2 menuju Siem Reap. 

      Ternyata bus kali ini kurang nyaman dibandingkan yg sebelumnya, dari mulai tidur, bangun, ngobrol, tidur lagi, kok kayaknya belum sampai2. Pada akhirnya sekitar jam 8 malam, kami pun sampai di Siem Reap (fiuuuh akhirnya…). Di kantor bus ini, kami akan dijemput. Penginapan yang kami booking sudah termasuk layanan tuk-tuk untuk menjemput kami. Harga 2 malam untuk 2 kamar double bed adalah 39 usd (tanpa breakfast). Di email sebelumnya, kami dipindahkan ke hostel berbentuk dorm yang ada di pusat kota. Kami sih ok2 aja krn sudah ada pemberitahuan sebelumnya. Urusan pembayaran termasuk memesan tuk2 untuk Angkor Wat Tour juga kami lakukan di hostel tersebut. Bahkan pada akhirnya kami memesan sleeper bus siem reap-bangkok untuk malam hari esok. Harga Bus + tuk2 (71 usd/ 3 person, lupa rinciannya berapa2) Ternyataaaaa…kami tetap menginap di penginapan yang dipesan sebelumnya, yang sekitar 5 menit berkendara (untungnya masih diantar gratis). Penginapan ini berada di kompleks warga (yang cukup sepi kalau malam) jadi bentuknya semacam villa 2 tingkat. 2 kamar yang dipesan ternyata tidak berdekatan. Satu di lantai bawah, sedangkan yg 1 di lantai atas. Berhubung hp saya tidak bisa wifi (krn rusak), jadi saya meminta untuk 1 kamar berdua agar mudah berkomunikasi dan kami memilih di bawah, yang merupakan keputusan tepat (hohohoho). 

      Malam itu kami tidur cepat karena jam 4 pagi sudah akan dijemput tuktuk menuju angkor wat (niatnya mau lihat sunrise yang gatot hahaha). Benar saja, pintu kamar pun diketuk jam 4 pagi, si abang Saron (driver tuk2) sudah menunggu kami. Perjalanan menuju Angkor Wat itu seru sekali, karena berpuluh2 tuk2 menembus gelapnya jalan (entah kenapa jalan menuju kesana gelap sekali krn minim cahaya lampu). Sekitar 15 menit sampailah kami di loket untuk membeli tiket harian seharga 37 USD/person (muahaaaal hiks). Menariknya saat membeli tiket, kita akan difoto (wajahnya aja) yang nanti akan ter-print di tiket masuk (jangan sampai hilang yaaah krn akan diperiksa sewaktu2 di beberapa Wat). 

      Masih jam 5 dan gelap, tapiii sudah banyak wisatawan yang menunggu kemunculan matahari di balik komplek utama Angkor Wat. Sayangnya pagi itu cukup berawan sehingga kurang ok untuk dilihat. Menutup kekecewaan dan kelaparan (yaaa kami laparrr krn kmrn belum sempat makan malam), akhirnya kami memutuskan untuk makan di lingkup tempat makan terbuka yang ada di samping. Beberapa anak kecil dan orang dewasa bolak-balik menawarkan menu ke beberapa wisatawan. Salah satu yang tertarik adalah kami. Saya makan nasi goreng +ikan goreng +teh manis hangat, teman saya nasi goreng daging dan mie goreng. Per orang kena 5 USD. Mahal sih tapiii porsinya banyak dan rasanya cukup enak (mirip masakan wartegg indo), sehingga dapat bertahan sampai sore hehe. 


      Setelah tenaga terisi, kami pun masuk ke kompleks utama Angkor Wat yang terkenal itu. Kompleks ini luas banget yaaa sampai2 kami bingung hahaha…sekitar 2 jam foto2 dan keluyuran. Pada dasarnya kami banyak istirahat, ketemu tempat teduh dikit lgsg deh duduk2 sekitar 15 menit. Semakin siang semakin panas dan gerah sekali.  Setelah itu kami diantarkan Abang Saron ke beberapa tempat seperti Bayon, Ta Phrom (tempat syutingnya Tomb Rider itu lhoo),  dll…banyak deh pokoknya. Disana banyak menjual kelapa muda yang enak dan menyegarkan sekali. Harganya 1 USD. Lumayan untuk menyegarkan badan. Sekitar jam 2 kami mulai lelah dan ‘bosan’ akhirnya kami meminta Saron untuk mengantarkan ke penginapan. Rasanya cuaca panas membuat kami cepat lelah. Sebenarnya ia menawarkan kami untuk ke pasar terapung, tapi ya karena sudah lelah dan ternyata pasar itu cukup jauh, kami pun menyerah pada ademnya kamar penginapan hahahaha.










      Benar saja, begitu sampai kami lgsg tertidur (perasaan tidur siang mulu ya trip ini). Sorenya kami menuju Old market untuk cari oleh2 dan juga ke Siem Riep Night Market untuk lihat2 suasana kota. Untuk makan malam, kami memutuskan makan masakan india habis sekitar 14.75 USD dengan menu yang besar dan banyak. 

      Malam itu adalah malam terakhir di Siem Reap, karena setelahnya jam 1 malam kami akan menuju Bangkok menggunakan Sleeper Bus. 


      Yaaa sekian FR edisi Siem Reap Kamboja. Silahkan komen dan tanya2 yaa kalau ada yg kurang jelas…happy reading!!

      NB : yang saya suka dari Siem Reap adalah orang2 lokalnya yang ramah. Mulai dari mba2 resepsionis hotel, driver tuk2 yang mengantar jemput di hotel, Saron si driver tuk2 angkor wat sampai penjual makanan mau menjawab pertanyaan kami dan senang bercanda. Walaupun kadang ada batasan bahasa tentunya :)

      Side Story : Saat menunggu jemputan tuk2 menuju kantor bus siem reap, teman saya yang sendirian di kamar atas bergabung di kamar bawah. Kemudian, dia mulai menyalakan tv sambil bertanya kepada kami “kalian tvnya berfungsi baik ga sih?” Karena kami belum mencoba, ya kami bilang gak tau. Terus dia berkata lagi “oooh kayaknya bener nih tvnya”. Saya mulai menangkap suasana ga enak dan bertanya “hmmm emang kenapa ka?”. Dia pun berkata “Nanti deh ceritanya kalau udah sampai Bangkok, jangan disini”. Kami pun menurut. Ketika menunggu antrian imigrasi masuk Thailand, saya kembali bertanya. Akhirnya dia pun mulai bercerita. Waktu malam pertama saat mandi, pintu kamar mandinya mendadak tidak bisa dibuka dari dalam. Dia pun sudah berusaha berkali-kali mencoba membuka, tapi nihil. Akhirnya dia memutuskan diam sejenak dan pasrah aja. Gak lama kemudian, ia coba lagi beberapa saat, akhirnya terbuka (hiiiii). Supaya tidak sepi, ia pun menyalakan televisi sebelum tidur. Saatnya terlelap, ia mematikan tv, eh gak lama kemudian tvnya nyala lagi dengan sendirinya. ya dia matiin lagi dong tapi kemudian nyala lagi daaaan berkali-kali sampai temen gw itu ngomong “udah dong gw mau tidur niiih” akhirnya tv itu mati tanpa nyala2 lagi. Untungnya temen gw orangnya berani, cobaaa kalo gw yg ada di posisi dia, udah pindah kamar kali hahaha :)))

    • By Muhammad Kurniawan
      Halo Jalan2-ers, akhirnya selesai juga trip saya di Jepang bersama dengan istri dan 2 balita (4.5 dan 3 tahun). Ini field trip ke-2 saya, semoga bermanfaat bagi kita sama2, terutama buat yg akan pertama kali pergi ke Jepang. Terimakasih ya buat semua teman2 senior Jalan2-ers yang sudah bantu kasih masukan dan memberi tips2-nya @kyosash @HarrisWang @vie asano @Vara Deliasani @deffa. Berikut field trip dari saya:
      Persiapan
      Biasanya sih kalo mau berangkat dengan anak2 kecil persiapannya lebih ribet daripada berangkat sendiri atau trip-nya sama teman2. Persiapan memang adalah menurut saya step yg paling penting. Kelancaran dan kenyamanan trip kita ya tergantung dari apa yg sudah kita persiapkan. Hal2 yang kami persiapkan sebelumberangkat adalah:
      Itinerary yang jelas, dengan mengumpulkan kota2 apa yg akan dikunjungi dan objek2 wisata apa saja lengkap dengan rencana rincian biaya Tiket pesawat Penginapan selama di Jepang Admission ticket; beberapa tempat wisata yg pasti bakalan antri untuk beli tiket adalah tempat2 wisata yg besar seperti disneyland dan Universal studio, jadi lebih baik sudah membeli tiket secara online dari Indonesia. jadi tinggal masuk saja saat sudah sampai di lokasi JR Pass ataupun Pass2 lain jika diperlukan; tetapi saya tidak menggunakan Pass selama di Jepang, karena setelah saya hitung2 dengan kebutuhan transportasi saya masih lebih hemat tanpa membeli JR Pass ataupun Pass yang lain Converter colokan listrik; karena di Jepang berbeda bentuk colokannya dengan di Indonesia. Jadi perlu disiapkan converter-nya Multi USB charger; berguna sebagai station USB jadi bisa digunakan untuk charging hingga 6 hp dan ipad sekaligus SIM Card selama di Jepang; beberapa sumber belum bisa membantu saya dengan detail mengenai SIM card data yg dapat digunakan di Jepang. tetapi setelah saya browsing lebih lanjut ternyata sekarang Jepang sudah menyiapkan SIM Card pre-paid untuk tourist mancanegara yang mudah untuk didapatkan. https://www.econnectjapan.com/ disini menjual berbagai produk Docomo yang bisa kita pesan sesuai dengan kapasitas/ quota yg kita inginkan. Waktu lalu saya membeli paket yg 5GB, dan sekarang masih sisa 4GB. Rugi banget, karena saya juga sudah disediakan portable wi-fi dari semua tempat saya menginap. Jadi teman2 bisa memesan sesuai dengan rencana kebutuhan selama di jepang. SIM Card-nya bisa dikirim kemana saja kita mau, kantor pos terdekat. Waktu itu supaya mudah, saya minta dikirim ke Kantor pos di Haneda Airport, tetapi kantor pos-nya ada di Terminal Domestic, jadi harus naik bus bandara dari International Terminal ke Domestic Terminal buat ambil SIM Card-nya di Kantor Pos bandara Haneda. Tapi mudah saja kok, tinggal tanya mana bus yg ke domestic terminal. Dan masa berlaku SIM Card ini adalah 30 hari semenjak di-aktifkan. Baby Stroller; untuk baby stroller saya memutuskan untuk menggunakan stroller tandem dengan jenis umbrella pushchair. Karena stroller jenis ini tidak perlu lepas pasang untuk tandemnya dan melipatnya relatif mudah. Untuk sewa stroller ini saya dapat di Toys Rent Kingdom, karena hanya disini saja akhirnya saya dapat yang tandem pushchair. lebih mudahnya untuk mencari sewa stroller bisa search saja di Instagram #stroller #babystroller #tandem dan sebagainya. Obat2-an, susu, vitamin, pampers dan baju hangat sesuai suhu disana Aplikasi Navitime for Japan Travel; sangat penting selain google map, pemakaiannya juga bisa dikombinasikan untuk melihat jalur dan jadwal angkutan umum selama di Jepang Vacuum Plastic Bag; ini yang penting jika kita membawa banyak pakaian. plastic ini bisa kita pompa bersama dengan barang2 didalamnya, sehingga menjadi sangat compact, mirip seperti bandeng presto. jadi space di dalam  tas taupun koper bisa sangat dimaksimalkan.  
      DAY-1
      Tiba di HANEDA jam 8:30, imigrasi dan muter2 di HANEDA termasuk mengambil DOCOMO SIM Card di Kantor Pos bandara HANEDA. Ingat posisinya ada di Domestic Terminal, jadi bukan di gedung kedatangan international. Saya sampai lama muter2 di bandara karena saya pikir ada di gedung yang sama. Sekalian saja beli PASMO Card atau ICOCA Card di ticket vanding machine menuju kearah station kereta.
      "sekarang di bandara2 international manapun sudah banyak yang menyediakan jasa free buggy car untuk mengantar- antar penumpang termasuk di KLIA Malaysia maupun di Terminal 3 Soekarno-Hatta. Bedanya di Haneda ini driver buggy car-nya berusaha keras menawarkan kami untuk naik buggy car, karena melihat kami bersama 2 anak kecil. Ini lah keramahan orang Jepang yang kami rasakan pertama kali dan menyambut kami di Jepang"
      Tiba di apartment di Asakusa jam 13:30 dan check in.
      Kegiatan hari pertama tidak banyak, karena masih jet lag. Kami sempat pergi ke Shinjuku Station untuk beli Hakone Free Pass, tapi ga dapet karena masih jet lag, lapar dan shock banget sudah sore jam orang2 pada pulang kerja, rame banget Shinjuku Sta. . Intinya kalo mau beli Hakone Free Pass cari di Station yang ada Odakyu Line, dan tanyakan saja Odakyu Hakone Pass.
      Akhirnya malam pertama kami berakhir di Shinjuku Gyoen Ramen Ouka, mencari makanan halal dan khas Jepang. Pelajaran yang kami petik disini adalah: kalo beli makanan di Jepang, terutama pertama kali, lebih baik pesannya sedikit2 dulu. Misal pergi ber-3, ya pesan saja 2 porsi dulu. Harga di rumah makan ini relative mahal, tapi ternyata porsinya luar biasa banget. di menu cuma gambar ramen, tetapi ternyata seperti paketan lengkap, ada nasinya ada sate dagingnya dan ada telornya. dan datangnya pun tidak sekalian semua, tapi datang satu2. Saat itu saya pesan 2 ramen untuk dewasa dan 2 paket untuk anak2 dengan total harga JPY 5,200.- dan kami tidak habis padahal dalam kondisi lapar, walaupun dibungkus bawa pulang juga bisa sih.. ini benar2 pelajaran di hari pertama he he hee...






      DAY-2
      Hari ke-2 kami hanya menghabiskan hari di Disneyland Park. Tiket Disneyland sudah kami kantongi dari Indonesia dengan memesan Online, cuma yang saya lupa adalah menanyakan di entrance gate untuk fasilitas Fast Pass. Karena setahu saya kita bisa memanfaatkan fasilitas fast pass, atau tanpa antri untuk maksimal 3 permainan/ atraksi. Jadi yang ke Disneyland jangan sampai lupa menanyakan bagaimana cara make fast pass-nya. Karena Disneyland itu sepertinya di jepang tidak pernah sepi. dan semua wahana pasti bakalan antri.
      Hal yang paling berkesan di Disneyland Jepang adalah kita akan menyaksikan orang2 Jepang itu datang dengan serba serbi cosplay. Mereka sangat totalitas sekali kalo datang ke Tempat wisata permainan seperti Disneyland maupun Universal Studio. Bahkan awalnya kami sempat bingung ini pengunjung atau petugas di Disneyland??? ha ha haa.. mungkin hal ini tidak akan kita dapati di Disneyland ataupun Universal Studio manapun selain di jepang. Kereeeennn...
      Dari Disneyland kami mampir ke Tokyo Big Sight, sebenernya ga sengaja. Cuma karena prayer room terdekat ada disana, jadi kami mampirlah ke Tokyo Big Sight, dan ternyata bangunannya keren. Kemudian kami lanjutkan jalan2 malam di sekitar Odaiba dan makan malam di Surabaya yang ada di lantai 4 Aqua City Odaiba. Dan bisa makan gado2 & nasi goreng 











      DAY-3
      Di hari ke-3 kami kurang beruntung karena hujan dari pagi sampe malam. Kami nekat keluar ke Shibuya untuk foto dengan patung Hachiko dan niat ke Akihabara dan Tokyo Tower. Namun karena anak2 harus kehujanan dan kedinginan, jadi kami putuskan untuk kembali pulang ke apartment di Asakusa sambil mampir makan di KFC dan beli kebab di Saray Kebab di Asakusa.
      Malam harinya saya jalan sendiri untuk explore Tokyo Sky Tree dan Solamachi Mall. Niat naik keatas Tokyo Sky Tree, namun view diatas tertutup oleh kabut tebal dan tidak bisa melihat apa- apa. Akhirnya naik tokyo sky tree juga saya batalkan. Alhasil saya menikmati malam sambil berjalan kaki hujan2 dari Sky Tree menuju apartment.






      DAY-4
      Hari ke-4 kami cukup cerah di pagi hari, dengan ramalan cuaca berawan dan hujan tipis. Mengingat ramalan cuaca di Jepang cukup akurat, jadi kami sedia payung sambil berjalan. Ternyata benar saja, di sore harinya perjalanan kami ditemani hujan lagi. Untungnya kami berhasil menyelesaikan jalan2 sampai sekitar jam 7 malam. Hari ke-4 perjalanan kami disekitar Ueno Park, Ameyoko Shoping Street, dan keliling Asakusa menggunakan Jin Rikisha.



















      DAY-5
      Hari ke-5 kami berangkat menuju Gotemba dengan jalur kereta subway dan JR dari Asakusa - Shimbashi - Kozu - Gotemba. Sampai di Gotemba berjalan kaki sekitar 1 km dengan menggeret semua barang bawaan sampai check in di Hotel Mars Garden Wood Gotemba. Karena kami sampai di Gotemba sudah cukup sore, jadi kami hanya mengunjungi Gotemba Premiium Outlet sampai jam 6 sore. Tambahan saja, bagi yang muslim di Gotemba Premium Outlet sekarang sudah tersedia prayer room, ini saya tau setelah di lokasi, karena saya browsing2 awalnya saya tidak menemukan prayer room.
      DAY-6
      Hari ke-6 kami habiskan waktu mengelilingi Mt. Hakone dan malamnya pergi ke Kogen Toki No Sumika, dimana timing kami kesini pas banget. Karena Kogen Toki No Sumika baru digelar 29 Oct 2016 dan akan berakhir di bulan Feb 2017. Kedua objek wisata ini sangat keren, selain suasana alamnya yang sangat indah, udaranya yang sejuk, moda transportasinya juga sangat layak untuk dicoba. Beruntungnya kami hari ini sangat cerah, padahal di hari kedatangan kami Gotemba diselimuti kabut dan dingin. Dan keesokan harinya Gotemba disiram hujan. Pada saat hari sangat cerah, semua bisa dilihat dengan indah, termasuk Mt. Fuji, sugooiiii...
      Jalur yang kami tempuh adalah dari halte bus tomei-Gotemba interchange (bus umum) - Togendai Sta. (keliling2 dengan sightseeing cruise PP, kemudian menggunakan Ropeway) - Sounzan Sta. (Cable Car) - Gora Sta. (berjalan2 ke Gora Park, dan kembali ke Gotemba dengan bus umum) - Tomei Gotemba Int.
      Tambahan; untuk mencapai ke Kogen Toki No Sumika harus menggunakan bus khusus No Sumika, bukan menggunakan bus angkutan umum. Dan biayanya juga gratis, jadi harus menanyakan atau mencari informasi jalur dan jadwal-nya tersendiri.






























      DAY-7
      Hari ke-7 hanya pindah kota dari Gotemba ke Osaka. Route-nya dari Gotemba Sta. - Mishima (Hikari Shinkansen) - Shin-Osaka. Kalo di rencana pengennya sih ke Kids Plaza Osaka, tapi mempertimbangkan kondisi anak2 dan hari sudah sore jadi kami gunakan waktu untuk istirahat saja di apartment. 
      DAY-8
      Hari ke-8 kami gunakan untuk jalan2 ke Kyoto mengunjungi Arashiyama Bamboo Forest, Sagano Romantic train, Kiyomizu Dera dan Fushimi Inari taisha. Hanya menggunakan bus dalam kota 1x saja saat menuju Kiyomizu Dera. Dengan kondisi seperti kami dengan membawa baby stroller dan 2 balita, sangat lebih memudahkan menggunakan sarana transportasi kereta. Karena kalo didalam bus, bakalan rame dan space-nya sedikit. Pencapaian luar biasa saya adalah mendorong baby stroller lengkap dengan 2 anak sampai ke puncak jalan, halaman Kiyomizu Dera, buat yg sudah tau jalannya kesana menanjak sepanjang 1.2 km,... 
      Untuk naik Sagano Romantic Train, bisa naik dari Saga Torokko Sta. yg posisinya ada disamping Saga-Arashiyama Sta. Didalam Saga-Torokko Sta. ada maket miniatur kota dan kereta2 di Jepang yang bisa kita gerakkan dengan memasukkan uang coin JPY 100.
      Menginap di sekitar Shin-Osaka sangat memudahkan untuk berpindah2 tempat. Karena Shin-Osaka Sta. adalah merupakan station besar yang banyak jalur keretanya, termasuk ke Kyoto juga hanya 25 menit. Tapi ramenya station juga minta ampun.






















      DAY-9
      Hari ke-9 kami habiskan dengan mengelilingi area Ten Shiba, Tennoji Zoo, Osaka Castle dan Mendekati Umeda Sky Building. Padahal target saya adalah menaiki Umeda Sky Building ke puncak, tetapi apadaya lagi2 harus gagal karena kondisi yang sudah sore dan anak2 sudah pada kelaparan. Pokoknya semua target menaiki gedung dan tower gagal semua, he he he.. 
      Tetapi untuk anak2 suka sekali pergi ke Tennoji Zoo ini. Karena binatangnya lengkap, termasuk African Satwa-nya. Kereen..
















      DAY-10
      Hari ke-10 kami habiskan hanya dengan jalan2 hanya di sekitar Osaka Aquarium Kaiyukan dan Tempozan Ferris Wheel. Maklum keinginan untuk naik keatas tower2 dan gedung tinggi hanya terobati dengan bianglala raksasa ini... Aquarium kaiyukan ini sangat keren dan binatangnya lengkap sekali sampai satwa2 laut dalam.. di hari ke-10 ini kami juga pindah apartment dari area Shin-Osaka ke dekat Fuku Sta. Apartment terakhir yang kami tinggali ini apartment yang paling luas dan paling keren kami tinggali dengan rate harga paling murah.. 


















      DAY-11
      Hari ke-11 seharian kami habiskan waktu untuk jalan2 dan belanja di Shinsaibashisuji dan Dotonburi. Yah tidak lupa berfoto dengan Glico sign spot sejuta manusia,  untuk tempat makan halal di sekitar Shinsaibashi dan Dotonburi cukup banyak pilihan. Begitu juga prayer room.






      DAY-12
      Hari ke-12 persiapan pulang, dan kami habiskan waktu sampai sore di KIX Kansai Airport. Untuk tourist muslim jangan khawatir, sudah ada brosur Kansai Airport khusus muslim. Ada posisi prayer room dan tempat2 makan halal maupun yg free pork and free alcohol.

      Ternyata :
      Jalan2 ke Jepang tidak susah; tidak perlu takut nyasar. Lengkapi saja dengan aplikasi google map dan Navi Time for Japan Travel. Orang2 Jepang sangat ramah dan sopan luar biasa, mereka terbiasa mengucapkan permisi dan maaf. Jadi ga enak kalo salah2 sikap, hi hihi.. Saking ramahnya mereka, kami beberapa kali selalu ditawari bantuan membawa barang. Mungkin saking kelihatan rempongnya kami, ha ha ha.. jawab saja "daijoubu" Apa yg saya pelajari di Jepang adalah jangan memberi tips kepada orang jepang. Dan itu pernah saya saksikan langsung dimana seorang tourist pernah berusaha memberi tips kepada jin rikisha (becak Jepang) dan ybs menolak mati2-an. Saat kami di Hotel-pun kami tidak memberikan tips, dan disana tidak ada porter. Jangan ragu untuk bertanya dengan orang Jepang, mereka pasti akan berusaha mati2-an untuk membantu. Sebaiknya tanyakan saja apa yg benar2 kita perlu tanyakan -Tamat-  
       

    • By Vara Deliasani
      Universal Studio Japan (USJ)

       
      Universal Studi Japan (USJ) merupakan tujuan utama gw dalam perjalanan ke Jepang kali ini,, karena gw emang doyan banget baca Harry Potter. Baca loh yaaaa.. bukan nonton, bahkan 1 pun filmnya ga ada yang gw tonton sampe selesai. abisnya kalo setelah baca buku lalu nonton film suka jadi bete karena ga sesuai dengan apa yang gw imajinasikan. So.. daripada kecewa mendingan gw ga nonton filmnya. hahaha
      Oke balik lagi ke cerita kunjungan ke USJ. Sebenernya pengennya ke USJ pada saat hari kerja biar ga terlalu rame.. tapi apa boleh buat jadwal ga memungkinkan.. Gw kesana tanggal 4 Desember 2016, pas banget jatuhnya di hari minggu. Udah kebayang pasti penuh. Jadilah diniatin sampe USJ harus pagi banget dan begitu pager dibuka mau langsung lari menuju ke area Harry Potter (sebelom keramean). Karena planningnya gitu jadinya gw harus beli tiket USJ dari pas masih di Jakarta. Berhubung yang paling deket rumah itu JTB akhirnya diputusin buat beli di JTB.
      Tiketnya cuma selembar gitu. Open date dan berlaku selama 1 tahun. Walaupun jangka waktunya 1 tahun tapi cuma bisa dipakai untuk 1 kali kunjungan. Pada saat pembelian tiket dijelasin kalo tiket ini cuma buat sekali masuk, jadi kalo udah keluar gabisa masuk lagi. Beda banget sama Universal Studio Singapore yang keluar masuk sampe pusing.
       


      Tiket USJ dari JTB
       
      Dari Osaka Hana Hostel menuju USJ harus sekali ganti kereta. Dari Shinsaibashi station menuju ke Osaka Station, lalu ganti ke JR line dan turun di Universal City. Untuk pembayaran transportasi ga di cover yaa sama day pass yang dapet dari paketan Yokoso Pass, kenapa? karena perjalanan ke USJ harus menggunkan JR line. Jadi gw beli ICOCA buat bayar transportasi sekalian nanti selama di Tokyo.
       

      ICOCA Card
       
      Hari yang di nanti akhirnya tiba!!!  Lalu seperti biasa... gw dan kebodohan gw kembali menjadi perusak rencana. Kali ini gw salah setting alarm. AAAAAAAKKKKKKKK!!! Niatnya bangun pagi banget trus jam 8an udah harus sampe di USJ. Tapi kenyataannya jam 8 BARU BANGUN. HAHAHAHAHA. Telaaattt deeehhhh.. Blom lagi pake salah liat peta dan salah stasiun. hahahaha. Jadinya jam 9.30 baru sampe USJ. Udah pengen nangis kebayang pasti bakalan penuh. 
      Turun dari kereta, gw jalannya udah lesu gitu, kehilangan semangat. hahahaha. Tapi begitu liat gerbang USJ waaahh ternyata ga terlalu rame. Belom serame cendol.. Waaaaahhhhh... gw langsung semangat lari ke dalem.
      Btw kita ber 2 ga sempet sarapan jadinya ngebungkus onigiri, tadinya udah takut tas diperiksa trus onigirinya dibuang.. tapi ternyata pas nyampe gate ga diperiksa. Yeeeeeiiiii... tapi sayang cuma bawa 4 biji. Tau gitu kan bawa 15 bijiiiii, sekalian buat bekel makan siang sampe malem. hahahaha. Padahal lumayan kaaaaann bisa irit... maklum lah rencananya seharian disana dan makanan disana mahal.

      Pintu Utama USJ
       

      Map USJ
       
      Oke sampe didalam langsung panik lari ke arah kanan, buru-buru jalan ke arah Harry Potter. Sampe di depan area gw pikir bakalan dibatesin gitu masuknya. Harus pake ngambil tiket yang ada waktu masuknya gitu. tapi ternyataaaaaa.... aaaaaahhhh ga pake tiket. Yeeeeiiiiiii!!! kayanya sih karena masih pagi jadi belom terlalu rame. Masuk area Harry Potter, ga pake liat kiri kanan langsung menuju Hogwarts buat ngantri main Harry Potter and the Forbidden Journey. Antrinya udah 100 menit. Dan ga ada single ride. Ya udahlah yaaaaa... terima aja. Masuk ke antrian sambil makan bekel onigiri.
      Ga berasa udah nyampe giliran.. semangat banget langsung naik dengan cengengesan. Ternyata cuma bentar banget ride-nya.. cuma kedip-kedip udah kelar aja gitu. Gw sama laki gw begitu selesai cuma liat2an trus langsung ketawa meringis.. udaaaahhh??? gitu doaaaanggg???? hahahahhaha. Ngantri 100 menit, mainnya cuma 5 menit. Udah gitu ga ada single ride.. mungkin karena itungannya sepi kali yaaa jadi ga dibuka single ridenya. Atau mungkin memang ga ada? Ntahlah... tapi saran gw emang pertama masuk harus kesini dulu. Karena ride ini emang yang paling rame.
      Beres dari situ kita putusin muter-muter area Harry Potter dulu baru setelah itu geser ke area Jaws.
      Di dalam are ini ada 2 ride utama, selain Harry Potter and the Forbidden Journey ada Flight of The Hippogriff. Laki gw males ngantrinya.. gw juga ikutan males. Masih kebayang pegel ngantri. Jadilah kita muter-muter sambil foto-foto aja. 
       


       
       



      Sebelum keluar kita sempetin mampir ke Wand Magic, kebetulan antrinya cuma 15 menit aja,. Disini bakalan ketemu Ollivander, nanti kita semua disuruh masuk ke ruangan lalu Ollivander bakalan milih satu orang buat nyoba dan milih wand yang pali sesuai. Ntah kenapa tiba-tiba GW YANG KEPILIH!!!! OEEEMMMMJIIIIHHH!!! Majulah gw, disuruh nyobain beberapa tongkat. Ujung2nya "dapet" tongkat yang cocok.. trus disuruh pegang dan keluar ruangan.. gw udah GR aja kaaannn.. Gw pikir beneran dikasih. Lumayaaannn kaaaaannn.. Ternayat begitu diluar ruang disuruh beli aja cuuuiiii. OGAAAAAHHH. hahahaa. Males banget.. mendingan duitnya buat makan. (Iyaaaa gw pelit. hahaha).
      Oke udah puas muter-muter disini akhirnya kita putusin buat pindah ke area lain. Kalo diliat di peta USJ kita muternya berlawanan dengan jarum jam.. Jadi tujuan berikutnya adalah area Amity Village. Di area ini ride utamanya cuma Jaws. Liat antrian 60 menitan gitu. Cek antrian single ride wah cuma 5 menit. Jadi diputusin buat ambil antrian single ride aja. Ga barengan gpp orang tujuannya emang mau mainya kaaann.. Ga pake lama2 ngantri langsung deh naik ke perahu. Seru sih yaaaaa.. tapi sayang bahasa Jepang. Ya ga paham laaah gw mba2nya cerita apa. Tapi overall oke lah. Seru juga, apalagi ledak2annya gitu. Cuma sayang gw ga kebagian basah2an. hahaha (yang lain berharap ga kena basah gw malah pengennya basah2an). Ya abis ga seru kaaaannn kalo ga basah,,, ga ada ceritanya.
      Ga sempet foto siang-siang karena pengen ngejer show di waterworld yang udah mau mulai. Jadi foto "ikan"nya pas malem deh.

       
      Beres dari area Amity Village pindah ke Waterworld. Seru sih yaa.. cuma lagi-lagi gw ga paham mas mbak nya cerita apa. Ya kaliiiii dia kira semua bisa bahasa Jepang. Jadilah cuma duduk sambil celingak celinguk. Tapi actionnya oke lah. Gw mau sih nonton lagi. Cuma lebih oke kalo pake bahasa inggris. Shownya sendiri sekitar 15-20 menit kalo ga salah.

      Salah Satu Sudut di Waterworld
       
      Beres nonton atraksi di Waterworld kita langsung pindah ke area Jurrasic Park. Tadinya sih laki gw mau naik The Flying Dinosaur, tapi begitu liat cuma digantung gitu trus pake muter-muter langsung dia mundur teratur. hahaha. Kalo gw sih emang udah niat ga bakalan mau naik. Makin berumur makin ga kuat main beginian. Tanda-tanda ke jompo-an.

      Akhirnya selama di area ini kita cuma ngetawain yang naik roller coaster sambil makan onogiri. Abis itu langsung main Jurrasic Park - The Ride. Ceritanya naik perahu trus keliling area Jurrasic Park, trus nanti ada tanjakan trus meluncur turun gitu. Udah gitu doang. Kita ber2 emang cupu. hahaha. Tapi lagi2 gw ga basah. Kecewaaaaaaaaa.......
      Setelah itu  pindah area lagi.. Kali ini giliran area San Francisco. Di area ini ada 2 ride, yaitu Back to The Future dan Backdraft. Sayangnya back to the futurenya lagi di renovasi. Ngoookkkk. Jadi cuma main Backdraft aja. Backdraft ini kalo di Universal Studio Singapore kaya Lights Camera Action. Kta dibawa ke area yang di set kaya tempat syuting Backdraft. Lagi2 bahasa Jepang,, tapi untung gw udah pernah nonton filmnya, jadi yaa lumayan ngerti lah ya. Antrinya juga ga lama cuma sekitar 40 menitan.

      Dari situ pindah lagi ke area New York.. disini ada Spiderman dan Terminator. Buat Spiderman kita pake single ride lagi.. cuma ngantri 30 menit aja. Ridenya mirip kaya Transformer  di Universal Singapore. Kalo terminator kombinasi 3D dan Live Show. Keren.. tapi gw paham ceritanya. hahaha.

      Disini juga harusnya ada Space Fantasy tapiiii tapiii tapiiii.. ditutup buat acara Cool Japan. KECEWAAAAAAAAAHHHHHHH. Padahal ini dan Back to The Future merupakan mainan yang paling gw tunggu2. 
      Didepannya Back to The Future aditutup pake kayu-kayu dilukis gambar Minions gitu.. jadilah buat menghibur diri kita foto-foto disini aja.

       
      Lalu mendadak ujan aja doooonggg. UJAAAAAAANNNNNNNN 
      Dari situ lanjut ke area Hollywood, disini ada Hollywood Dream - The ride tapi kan ujan.. jadi tutup deeeh... Gw emang ga bakalan naik tapiii tapiii tapiii kan ga asik ajaaaaaaa...

      Kalo kata @syahrulsiregar gw semacam gadis pengundang hujan (Gadis yaaaa.. gadis..). Karena ujan emang suka ngikutin gw. Bahkan nanti sampe ngikut gw ke Takayama pas gw janjian sama om alul. Karena ujan ya udah deh kita main yang ga penting-penting yang di indoor sambil muter-muter sambil foto-foto. Semua parade juga di cancel. Syeeeddddddiiiiiiiiihhh...
      Kita keasikan main sampe lupa makan. Padahal udah jam 7 malem. Padahal cuma baru diganjel makan onigiri 2 biji/orang. Mendadak laper... akhirnya kita putusin udaha aaah.. Pulang ke Hotel. Lagian besok pagi-pagi udah harus jalan ke Shirakawago.
      Kesimpulan : Seru sih yaaa main kesini. Boleh lah dicoba. Kalo antrian panjang manfaatin aja single ride, lumayan bisa menghemat waktu dan tenaga. Toh dateng kesana niatnya main kan.. jadi ga barengan gpp lah yaaa. Perlu beli express pass? hhhmmm... kalo ada duit lebih sih gpp, tapi mending adteng terus liat kondisi dulu aja. kalo emang antriannya udah ga ketolong banget, bahkan dengan single ride, ya boleh lah beli express pass.
      Dadaaaaaaaahhhh USJ... Sampe ketemu laaaagiiiiiii..... Gw bakalan balik lagi khusus buat main Back to The Future dan Space Fantasy dan nonton Parade. 

       
       
      Link Terkait:
      Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
    • By anna22

      18/8/2017  Flight Malam Jkt-KL. Karena kami menggunakan Lion Air, mendarat di KLIA 1, padahal besoknya kami ada flight dengan AA dari KLIA 2. Beruntungnya ada shuttle bus gratis antara KLIA 1 ke KLIA 2 yang beroperasi 24 jam. Begitu sampai di KLIA 2, kami mencari tempat untuk mengisi baterai HP sambil selonjoran.    19/8/20  Flight pagi jam 6 kami sudah check in jam 4 dan melewati imigrasi lalu menuju gate yang tertera di boarding pass. Saya dan salah satu teman yang muslim juga menuju musholla untuk melaksanakan solat Subuh sekitar jam 5. Ternyata kami baru sadar ada perbedaan waktu sehingga waktu solat Subuh baru sekitar jam 6. Tepat ketika adzan subuh berkumandang, salah satu teman menyusul dan mengatakan bahwa kami harus pindah gate. Kami pun buru-buru solat dan langsung berusaha berlari karena waktu boarding tinggal 10 menit lagi. Sedangkan kepindahan gate itu dari ujung ke ujung (paraaaah jauhnya). Gara-gara inilah, salah satu teman kami yang memang dari awal keberangkatan sedang tidak enak badan, mendadak drop begitu sampai Hanoi. Beruntungnya kami sampai tepat waktu di gate sehingga masih bisa naik pesawat walaupun ngos2an...   Sampai Hanoi Airport sekitar jam 9 (tidak ada perbedaan waktu dengan Indonesia). Begitu sampai, kami membagi tugas, ada yang membeli simcard (12 usd/7 hr utk paket data internet saja) dan mengambil uang di atm (ya, kami memang tidak menukar rupiah ke vnd di Indonesia, biaya tarik tunai sekitar 20rb rupiah). Sebelumnya saya sudah membaca kalau ada express bus dan public bus dari airport ke pusat kota. Tapi begitu kami tanya ke pusat informasi (yang anehnya, tidak ada satupun pusat informasi resmi, artinya pusat informasi yang tersebar di arrival hall adalah kepunyaan tour&travel, taxi/car rental, dan perusahaan simcard), mereka malah nawarin naik taxi. Karena kami ingin ngirit apalagi baru di awal-awal perjalanan, kami pun mencoba browsing lagi.  Ada bus no. 7 dan 17 dengan biaya 5000 vnd (sekitar Rp. 3000). Bus ini akan berhenti di setiap halte sehingga dipastikan memakan waktu lebih lama. Nah dari pintu keluar Kedatangan, kamu jalan ke arah kiri paling ujung nanti akan ketemu semacam terminal bus umum.    Pilihan lainnya adalah Express Bus 86 dengan biaya 30.000 vnd (sekitar Rp. 15.000). Dinamakan express bus dan lebih mahal karena hanya berhenti di beberapa halte di pusat kota Hanoi. Nah kalau penginapan kamu di sekitar Old Quarter, bisa pilih bus ini. Begitu keluar pintu kedatangan, ke arah kiri juga kemudian nyebrang dan ketika kamu berjalan, kamu akan ditawarkan untuk naik taxi, bilang saja dengan sopan kalau kamu mau naik bus 86. Mereka dengan senang hati akan menunjukkan kamu ke arah petugasnya. Bayarnya pas di bus aja, nanti kondekturnya akan nanya mau berhenti di halte apa. Sebelum berhenti, dia bakal ngasih tau kamu untuk segera siap-siap turun. Ternyata salah satu teman, sebut aja M, kondisi tubuhnya makin drop dan memutuskan untuk mencari klinik atau rumah sakit. Ceritanya cukup panjang, yang intinya adalah sore dan malam ini kami berputar-putar mencari klinik, rumah sakit, dan apotek. Untungnya ada Grab di Hanoi sehingga memudahkan mobilisasi kami. Terus bagaimana komunikasinya secara hampir sebagian besar driver kurang bisa berbahasa inggris? Kami selalu menyebutkan posisi melalui pesan dan menghafal jenis mobil serta plat nomornya. Kadang jika driver mengirim pesan dengan bahasa vietnam, kami menggunakan google translate untuk mengartikan dan membuat balasan (hahahaha). Ada kejadian lucu, salah satu teman saya sering disangka orang lokal karena penampilannya yang mirip, jadilah suka diajak ngobrol bahasa vietnam. Dan alhasil temen saya cuman bengong sambil bilang “I’m not vietnamnese”.
      Hari pun sudah menjelang malam dan kami lapar. Karena saya punya pantangan dalam makan dan beruntungnya saya punya teman yang pengertian, kami memutuskan mencari vegan restaurant terdekat. Ketemulah Loving Hut (ini sepertinya ada di mana-mana deh) yang menyediakan makanan khas vietnam dengan menu vegan. Dengan 3 jenis lauk dengan 4 nasi dan 4 minuman hanya habis skeitar 200.000 vnd (atau Rp. 100.000). Kenyang parah tapi ngerasa sehat (ya iyalah vegan food).   Setelah dari RS dan mengantarkan teman kami yang sakit ke GH untuk istirahat, sekitar jam 9 malam, kami bertiga memutuskan keluar menuju Old Quarter karena hari itu adalah malam minggu sehingga kawasan pinggir Hoan Kiem Lake ditutup untuk kendaraan (car free day). Niatnya mau mencoba egg coffee yang terkenal di Hanoi tapi cafe yang kami incar sudah tutup sehingga kami jalan kaki sambil melihat aktivitas warga lokal di malam minggu. Begitu sampai Old Quarter, kami menemukan sebuah cafe yang masih buka dan ada menu egg coffee. Penasaran kami memesan 1 cup (77.000 vnd inc.tax), sampai si pelayan bingung karena kami hanya memesan 1 cup kecil untuk bertiga.
      Karena sudah jam 11 malam, dan besok pagi ada halong bay tour, kami memutuskan kembali ke GH. Oiya kami memesan 1 day Halong Bay Tour dengan harga 42 USD/orang melalui staf GH saat kedatangan. Teman kami yang sakit memutuskan tidak jadi ikut karena dalam masa recovery. Karena pemberitahuannya mendadak, biaya hanya dikembalikan setengahnya.    20/8/2017 Tepat jam 7.30 pagi, guide datang menjempat kami di GH. Ada sekitar 21 peserta hari itu dari berbagai negara. Ternyata kami bertemu 4 kakak beradik asal Aceh. Perjalanan menuju Halong Bay cukup panjang sekitar 4 jam dengan berhenti 1 kali di tempat penjualan souvenir. Tenang aja toiletnya gratis dan cukup bersih kok dan kalian tidak diharuskan membeli souvenirnya. Sekitar jam 12 siang kami sampai pelabuhan. Sebelumnya di bus, guide kami membagi peserta ke beberapa meja di kapal. Kami kebagian meja 3 bareng sepasang turis asal Italia (yang ramah dan baik). Begitu duduk di kapal, awal kapal langsung menyuguhkan makan siang (kebanyakan seafood dan sayuran). Nah untuk minum tidak disediakan alias beli kalau gak bawa. Kapal pun berlayar sambil kami menikmati makan siang. Rasanya pun lumayan cocoklah dan porsinya banyak. Itinerary 1 day tour ini adalah menuju Surprise Cave dan Ti Top Island.    Untuk bisa mengikuti rangkaian kegiatan tour ini diperlukan stamina yang baik dan cukup minum karena harus menaiki anak tangga yang cukup banyak. Kami saja sampai kekurangan minum dan membeli disana (walaupun lebih mahal sih). Selain itu juga panas banget. Saya yg kurang cocok dgn cuaca panas bbrp kali harus berhenti saat menaiki tangga  ke puncak Ti top island. Bahkan setelah 3/4 perjalanan, saya menyerah dan memilih duduk istirahat. Sedangkan 2 teman saya lanjut. Setelah merasa cukup pulih, saya pun lanjut naik ke atas krn mikir2 sayang juga kalo ga sampai atas. 

       
       
      Kembali ke pelabuhan sekitar jam 5 sore dan sampai lagi di Hanoi jam 9 malam. Hari itu kami merasa lelah sekali sehingga tidak sanggup utk jalan2 malam lagi. Mana besoknya harus siap-siap ke airport untuk flight ke Ho Chi Minh.    21/8/2017 Penerbangan Hanoi-Ho chi minh dengan Jetstar jam 10 pagi. Kami sempat sarapan dulu. Seperti biasa pakai grabcar menuju airport. Baru kali ini di airport (domestic) kami harus melepas alas kaki saat pemeriksaan masuk ruang tunggu. Saya kira hanya khusus bagi warga asing tapi ternyata warga lokal pun membuka alas kakinya walau hanya menggunakan sendal jepit...   Sampailah di Ho chi minh airport jam 12 siang. Lgsg pesan uber menuju penginapan. Kali ini kami pesan Supe Homestay yg harganya 650rb/2 malam 4 bed dorm room. Kalau melihay review dan photo, hostel ini cukup bagus. Tapi ternyata kami kecewa karena kenyataannya berbeda. Begitu sampai, kami terkejut ketika staf mengatakan bahwa kamar penuh. Nah lhooo??? Tapi ternyata Supe ini punya cabang lain yg jaraknya 5 menit berkendara. Kenapa ga dikasih tau di awal..kan bisa email ato bgmn gitu ya..yg kedua begitu kami sampai, kayaknya ini penginapan jadi gudang barang2 jualan krn begitu banyak barang berserakan di lobi. Kamarnya pun berdebu seperti sudah tidak ditinggali lama. Kamar mandinya pun kurang bersih. Kecewa deh pokoknya.    Oke cukup curhatnya. Setelah check in, kami keluar mencari makan siang. Kami cari yg dekat bisa jalan kaki, cek2 di google, ketemulah resto india halal di daerah Bui Vien. Setelah makan dan kenyang, kami menuju Konsulat Indonesia. Wah ada apa yaa? Ternyata teman saya yg sakit itu belum puas dgn dokter di rs hanoi, jadi dia ingin meminta saran dan rujukan dari pihak konsulat yg mungkin lebih paham dgn kota ho chi minh. Yaaa jadi lagi2 hari ini dihabiskan dengan pencarian klinik dan rs. Beruntungnya ada Klinik international yg menerima turis dan berbahasa inggris di dekat konsulat. Setelah menunggu, periksa, tebus obat, sekitar jam 6 sore.    Hasil konsultasi dgn dokter, teman saya memutuskan utk lgsg ke bangkok (kebetulan ada temannya disana) tanpa ikut kami ke siem reap agar cepat pulih. Malam itu kami pun lgsg berembuk memesan tiket2 yg belum terbeli. Kami pun memutuskan utk ke cafe sekalian mencicip kopi vietnam. Cari2 di google yg reviewnya oke yaitu Bang Khuang Cafe. Dan ini adalah keputusan yg tepat, selain menu kopinya bervariasi, tempatnya juga nyaman dan cantik. Urusan memesan tiket bus ho chi minch-siem reap, tiket sleeper train bangkok-penang, dan tiket pesawat Ho Chi Minh-bangkok pun beres. Sedangkan utk tiket bus siem reap-bangkok rencananya akan kami pesan on the spot.    22/8/2017 Hari ini kami hanya keliling kota saja. Awalnya ingin ke cu chi tunnel tapi krn kondisi teman saya yg masih sakit, rasanya tidak mungkin pergi jauh2. Pertama kami ke Ben Tanh Market utk cari oleh2 dan brunch (krn disini banyak jual makanan). Setelah kenyang dan beli bbrp oleh2, kami menuju kantor pos, gereja, museum dan taman yg bisa dikelilingi dgn berjalan kaki. Karena lelah, kami kembali ke penginapan utk istirahat (yaa lagi2 kami tidur siang hahaha) kemudian malamnya keluar lagi utk cari makan. Ada 1 makanan yg khas vietnam tapi saya mau cari yg halal. Eh ketemulah Pho Muslim. Rasanya enak dan agak beda dengan pho yg pernah saya coba di jakarta. Rempah2 dan kaldu dagingnya lebih berasa plus terdapat potongan bakso homemade (hasil nanya2 yg punya). Warung Pho ini baru buka sore menjelang malam ya...
        Yaaaa sekian cerita edisi vietnam dari rangkaian 12 hari trip negara Asean. Masih ada 3 negara lagi...enjoy and happy reading!!!
    • By Riohandoko21
      Hello Travelers,
      Saya ingin Cerita Pengalaman Saya, Istri dan Anak Saya.  Saat Ke SUMBA.
      Saya dan Istri janjian untuk bertemu di Bali.
      Saya berangkat dari timika ke Bali, Istri dan anak saya berangkat dari  Palembang ke Bali.
      Niat awalnya sehari kita mau Main ke Bali Marine Park. Tapi apa daya Flight istri saya dari Palembang to Jakarta Delay, Alhasil dia ketinggalan pesawat dari Jakarta ke Bali. Maskapai Plat Merah (Bukan Singa Merah). Jadilah dia tiba di bali Keesokan hari nya.
      Karena capek Istri saya gak kuat mau jalan-jalan ke bali marine Park (Next Time Kita bakal Kesini).
       
      Hari Pertama
      Tanggal 29 Juli 2017
      Terbang Ke Tambolaka dgn Wings Air
      Dijemput oleh Driver Lokal Asli Sumba (Kita Hanya Sewa Mobil Plus Driver)
      Tempat Pertama yang di Kunjungi - Kampung Ratenggaro , Lihat Sunset di Pantai Pero
      Kita menginap 2 Malam di Hotel Sinar Tambolaka
       
      Tanggal 30 Juli 2017
      Ke rumah Budaya Sumba - disini Ada semacam Homestay juga. Kita bisa menginap di sini. Mungkin saya dan Istri mau juga menginap disini jika kami belum bayar di Sinar Tambolaka.
      Setelah beranjak dari Rumah Budaya Sumba, Tujuan Selanjutnya adalah Pantai Mandorak .  
      Tujuan selanjutnya pada hari yang sama adalah Danau Weekuri
      Danau Weekuri - Danau Air laut sehingga air nya asin. Danau ini terbentuk karena ada batu karang di tepi lautnya. Yang saya ingat saat ke danau ini adalah saya hamper jatuh terpeleset saat di tangga mau turun ke danau dan saat itu saya menggendong anak saya.
      Perjalanan hari ini kami tutup dengan melihat sunset di Pantai Bawana dan Tanjung Mareeha.
      Sunset di Tanjung Mareeha membuat saya takjub akan keindahan alam sumba. Tidak salah jika istri saya membawa saya liburan kesini. Tempat nya Luar biasa.
      Tapi hati-hati yaa disini sumba barat kadang banyak warga yang suka minta uang.
       
       
      Tanggal 31 Juli 2017
      Tujuan pertama hari itu adalaha waikelo Sawah, Semacam irigasi untuk sawah. Pemandangan nya adalah hamparan sawah dengan padi yang menghijau.
       
      bergerak dari waikelo sawah tujuan selanjutnya adalah Air Terjun Lapopu. Air tejun ini adalah air terjun yang pertama anak saya lihat. Ekspresi nya bahagia sekali.
       
      Kita pun melanjutkan perjalanan ke sumba timur.
       
      Tanggal 1 Agustus 2017
      kita melanjutkan perjalanan ke waingapu.
      Tempat yang kita singgahi adalah bukit pasola, pantai watu bella dan pantai kerewei
       
      Tanggal 2 Agustus 2017
      Kampung Praijing
      Kampung Tarung - Beberapa bulan lalu kabarnya kampong ini terbakar
      Melihat pekerja melakukan pemotongan batu untuk rumah tinggal. Kalau di kota-kota di jawa dan sumatera biasa rumah dibuat dengan batu bata namun disumba rumah dibuat dengan batu alam.
      Bukit Warinding ya, daerah ini semua perbukitan sepanjang mata kita memandang.
       
      Saat di Waingapu kami menginap di Hotel Surya. hotel terbaik selama kami menginap di sumba
      Tanggal 3 Agustus 2017
      Air Terjun Tanggedu - Perjalanan ke lokasi ini cukup jauh namun pemandangan selama diperjalanan sangatlah indah. Air terjun ini berada diantara perbukitan.
      Setelah dari sini kami pun pulang
       
      Tanggal 4 Agustus 2017
      Kami bergerak setelah sholat jum'at. kami menuju pantai walakiri
       
      Tanggal 5 Agustus 2017
      Saat nya mencari oleh-oleh dan berfoto di bukit persaudaraan.
       
      Selama di Sumba banyak tempat yang terlewatkan dan tidak sempat dikunjungi. Di sumba ini terdapat banyak pantai yang bagus yang belum sempat kami kunjungi dan banyak air terjun yang tidak sempat kami kunjungi. serta ada lokasi kincir angina tempat tenaga listrik dengan kincir angin. 
       
       
       
       
       
       

       























    • By anna22

      Annyeong cingu.... apa kabar? 
      Kali ini saya mau cerita perjalanan ke korea selatan di musim gugur tanggal 24 oktober-4 november 2017. Sebetulnya masih ada utang FR yg indochina tapi krn gagal submit berkali-kali jd mager (semoga yg ini bisa muncul yah di forum).
      Trip ini adalah kedua kalinya saya ke korea. Pertama kali yaitu musim semi di tahun 2016, yang mana perginya bareng2 temen berempat selama 7 hari. Tapi utk kali ini saya ‘terpaksa’ pergi sendiri, yg pd akhirnya malah ketemu beberapa temen perjalanan. Kalau ditanya perjalanan yang paling seru, jawabannya adalah Jeju!!! Sumpah ini pulau kereeen dan banyak tempat yg bisa didatengin. Tapi tempat2 di seoul juga asyik sih apalagi dengan pesona daun2 musim gugurnya. Yup sekian pembukaannya... mari lanjut ke isi, jadi ngapain aja sih keluyuran 11 hari di Korea????
      23 okt - direct flight malam jkt-seoul
      24 okt-sampe jam 8.20 pagi. Abis lewat imigrasi dan ambil bagasi langsung menuju pengambilan simcard yg sebelumnya udah dibeli pas di indo (dr web trazy) tinggal nunjukkin bukti pesan lgsg deh dapet. Habis itu naik kereta untuk ke GH. Abis check in, ngobrol2 sm staf dan guest lain serta mandi+dandan, lgsg cabut ke Itaewon. Isi perut dulu dengan Samgyetang halal di Ied resto. Setelah itu menuju Haneul Park yg dekat World Cup stadium. 


      25 okt- pagi2 ke daerah deoksugung palace krn mau nyusurin wall stone street-nya sambil sarapan. Dari sini jalan ke Gwanghamun square lalu ke Gyeongbokgung palace, national folk museum, samcheodong, insadong. Sempet balik ke GH bentar. Setelah itu ke war museum, terakhir myeongdong street. 


      Minta foto sama turis asal Malaysia krn pada pakai hanbok (atas) war museum (bawah)

       
      26 okt-nami island, morning calm garden, krn cuman sempet makan siang roti, pulang dari sini lgsg menuju Yanggood halal lamb bbq. Enaaaak walaupun cukup mahal hahaha. Tapi kan udah ngirit sebelumnya 

       
      27 okt- awalnya mau ke Asan krn pengen liat Ginko Tree street. Tapi jauh dan transportnya agak ribet. Akhirnya setelah ngobrol sambil sarapan dengan staf GH, saya pun memutuskan ke tempat2 gratis dan rasanya cocok untuk solo traveler. Pertama pergi ke National Museum of Korea. Setelah itu ke Gwangjang Market yg terkenal dgn bibimbap alley, bindetteok Alley, dll. Perut kenyang lanjut ke Seoullo 7017 (tempat wisata baru di seoul). Foto2 jalan2, duduk2 sambil ‘people watching’. Sorenya ke daerah Hyewa untuk menuju Ihwa-dong Mural Village dan Naksan Park yg terkenal dengan seoul city wall dan night city view-nya. Agak cepet pulang ke GH krn besok pagi sekali akan ke Jeonju.

       
      28 okt- menuju Jeonju menggunakan bus antar kota. Beli tiket on the spot di terminal bus, dapat tiket jam 8.25. Sambil nunggu 1,5 jam sarapan dan beli bekel. Busnya on time lho. Karena hari Sabtu, jalanan padat dan beberapa kali kena macet jadi total perjalanan sekitar 4 jam. Sampe di Jeonju lgsg ke GH pakai taksi. Setelah check in dan beres2 sambil baca2 peta, jalan kaki ke jeonju hanok village. Salah banget deh hari sabtu pas kimchi festival pula. Rameeeee sekali. Sampe mau beli cemilan aja antrinya bisa 15-20 org. Yg saya datangi di Jeonju dengan jalan kaki yaitu, Jeondong Cathedral, Gyeonggijeon, omokdae, jaman mural village. 

      29 okt-sebelum kembali ke seoul dengan kereta itx, jalan2 pagi sambil cari sarapan yg terkenal yaitu Kongnamul Gukbap (sop tauge) di nambu market. Kembali ke GH, check out, pakai taksi ke stasiun. Disini saya beli snack yg cuman ada di jeonju yaitu PnB chocopie. Nyesel cuman beli 2 karena enak paraaaaah!!!!
      sampai Seoul lgsg menuju Gimpo Airport utk naik pesawat sore ke Jeju. Yeaaaay!!!
      sampai2 udah mulai gelap. Pakai bus umum ke Yeha GH(recommended lhoo). 
      30 okt-di Jeju say pakai bus umum. Dan gampang sih. Alhamdulillah ga pernah nyasar. Waktu tunggu bus pun paling lama 30 menit. Tujuan pertama: pyeoson jeju folk village. Lalu ke Yongnuni Oreum dan Bijari Forest. Malamnya menuji Dongmun Market untuk cemal cemil sblm kembali ke GH.

       
      31 okt- nah mulai hari ini dan besok saya punya teman jalan yg dapet dari forum ini. Kami bertiga ternyata sama2 menginap di yeha dan 1 kamar pula (female dorm) padahal ga janjian lho hahaha. Jam 8 menuju terminal bus untuk ke Seopjikoji. Ini masih 1 wilayah dengan Udo Island dan Seongsan Ilchubong. Dari halte bis terakhir, naik taksi ke sepjikoji ini. Begitu pula dari seopjikoji-terminal ferry yg menuju ke Udo. Karena dekat gak terlalu mahal apalagi dibagi bertiga. Nyebrang pakai ferry sekitar 15 menit ke Udo Island. Terus pakai tour bus seharga 6000 won yg berhenti di 4 tempat wisata utama. Tapi kita cuman ke 2 tempat krn keterbatasan waktu. Pertama ke Udo Peak, lalu ke Hagosudong Beach . Abis itu balik ke tempat naik ferry. Dari terminal, naik taksi ke Pintu masuk Seongsang Ilchubong. Karena lapar, makan dulu di resto yg banyak tersebar disana. Setelah isi tenaga, menaiki tangga ke puncak (kok jadi inget lagi AFI ‘menuju puncak’ oops ketauan umurnya hahaha) foto2 pas sunset sambil istirahat. Saat mulai gelap, turun dan jalan kaki menuju halte bus untuk kembali ke GH.

      Seongsan Ilchubong (atas) Udo island (bawah)
      1 nov - karena kami2 ini penggemar GD (itu lho leader Bigbang) sehabis sarapan pergilah kami ke cafe miliknya yg terkenaaal sekali, selain krn juga bagus banget view-nya. Disini juga ada Bonmal Cafe (yg muncul di drakor) serta cafe2 ucul lainnya. 

      Setelah itu menuju O’sulloc tea farm yg juga ada Innisfree (ada bbrp produk khusus jeju yg ga bisa kita dapetin di seoul lhoo). Nah sorenya ke daerah Jungmun Resort. Tapi karena sudah sore dan lelah, kami hanya ke Cheonjeyoun waterfall dan sekitarnya. Itu pun udah mau tutup kesananya. 

       
      2 nov: hari ini kembali ke Seoul. Menginap di GH daerah Sungkyungkwan, yg hype abis, gak kalah sih sama Hongdae tapi entah kenapa lebih homey. Setelah check in dan beberes, roommate yg merupakan cewek dr singapore ngajak makan siang dan jalan bareng. Setelah makan, kami ke seoul forest (banyak yg bisa dilihat disini dan gratisss). Menuju GH sempat mampir ke Dongdaemun Design Plaza lg ada pameran.

      3 nov -shopping time hohoho. Ke daerah Dongdaemun Toy Market utk cari titipan ponakan (ini surganya kalau mau beli mainan, ada puluhan toko). Abis itu menuju Myeongdong. Karena agak ribet bawa barang balik dulu ke GH utk simpen barang. Lanjut lagi menuju Namdaemun Market (makin sore itu makin banyak penjual di tengah2 jalan jadi hati2 kalap yah). Setelah puas belanja dan jajan2, saya ke lantern festival di Cheonggyecheon stream. Pas banget baru dibuka hari itu. Pas nyusurin liat2 lampion, eh ketemu roommate di Jeju (ini beda lagi dan doi solo trip juga) dr Indo. Karena udah malam dan lapar kami menuju Grilled Fish Alley di daerah Dongdaemun. Habis itu kita pisah dan pulang ke GH utk packing.

       

       

       

       

      4 nov -waktunya pulang krn penerbangan jam 10 pagi jadinya naik airport bus jam 6.30 dekat dr GH. 
      Yaah sekian highlight atau rangkuman perjalanan saya. Utk secara detail nanti ya kalau rajin hehehe. 
      Tapi kalau ada pertanyaan atau komen silahkan yaa ^^
    • By val_3373
      Hi Jalan2ers,
      Masih ingin membagikan pengalaman saat ke Eropa tahun lalu. Selain Paris, Perancis juga mempunyai tempat wisata alam yang sangat indah terutama yang ska dengan petualangan dan hiking. Setelah puas cuci mata di Nice, Cannes dan Antibes, maka tujuan wisata yang menjadi incaran kami kali ini adalah Gorges Du Verdon atau yang dikenal dengan Grand Canyonnya Perancis. yang terletak di Tenggaanya Perancis dan dapat ditempuh dari Nice dengan mobil kurang lebih 2.30 jam perjalanan. Ada Local tour dari Nice jika kita ingin berkunjung ke tempat ini. Salah satu yang menarik dari Gorges Du Verdon adalah danaunya yang berwarna Turquoise
      .
      Kita bisa main kano di sini samil menyusurin sungai di sela2 tebing2 tinggi yang keren abis. Tetapi kami tidak mencoba berkano kali ini tetapi hiking dari pont entrance sampai ke danaunya untuk uji stamina hahahahahaha. Sudah ada tangga dan jalan setapak yang dibuat untuk awal2 hiking setelah itu jalanan semakin kecil dan masih alami. Jarak tempuh dati hiking pont sampai ke danau sekitar 6 jam berjalan kaki untuk yang sudah sering hiking. Kami hanya bertahan 1 jam perjalanan karena kondisi jalan yang makin jelek dan diperingatkan oleh para pendaki lokal bahwa peralatan kami tidak memadai untuk melanjutkan perjalanan sehingga hanya menikmati sedikit dari pemandangan yang indah di sini. Gimana ngga diperingatin slaah satu temenku pake high heel hahahahahaha.... Berikut photo2 yang berhasil kami ambil dan maaf kualitasnya kurang bagus karena sinar matahariterik sekali sehingga backlight

      bagi anda pencinta alam, jangan lewatkan untuk ke Gorges du verdon jika berkunjung ke Perancis. Salam Jalan2