Hartono Hasian

Wisata Seru Ke Yogyakarta Selama 7 Hari

68 posts in this topic

https://hartono238.wordpress.com/2015/06/06/yogyakarta-wisata-tgl-28-mei-2015-sampai-03-juni-2015-ke-yogyakarta-1-keberangkatan/

 

Hari ini, tgl 28 Mei 2015 pagi pagi sekali sudah bangun, siap siap mau ke bandara , karena hari ini akan memulai perjalanan ke Yogyakarta sebanyak 7 hari 6 malam

 

walaupun berangkat buat wisata bersama, tapi ternyata saya dan teman saya pakai pesawat berbeda, semua terjadi karena ketidak telitian saya waktu membeli tiket pesawat, beda 2 jam jadinya, untung teman tersebut mengerti :)

 

walau pesawat saya jam 12.30,tapi jam 09,30 saya sudah di bandara, sedangkan teman saya pesawat jam 10..30 hehehhe

karena pesawat saya sriwijaya, jadi saya check in di terminal 1 B, maksud hati mau nongkrong di lounge , seperti biasa, untuk hemat sarapan dan makan siang :), tapi ternyata lounge di 1 B sedang renovasi, akhirnya saya pindah ke lounge di 1 C

 

perjalanan pesawat terbang dari Jakarta cukup lancar dan on time, sehingga pesawat saya sampai di Yogyakarta jam 13.45

sesuai dengan kesepakatan dengan teman saya, kami akan ketemu di penginapan Asahi home stay yang terletak di jl Godean Km 7,5

yulianto.jpg?w=300&h=169

ini kartu namanya

 

sesampai di Asahi home stay, ternyata tempatnya enak sekali, bersih, siklus udara bagus, ada air dispenser dan teh, gratis :), letak homestaynya dilantai 2, sedangkan lantai 1 untuk usaha dan tempat tinggal pemilik, sebelah homestay adalah supermarket, dan disekeliling homestay mudah sekali cari makanan

asahi-rent-car-jogja-homestay-yulianto_6

ini kamar 1 bed dengan 2 extra bed

Share this post


Link to post
Share on other sites

selesai mandi, kami meninggalkan homestay dengan motor untuk ke tujuan pertama, yaitu Wihara Buddha prabha yang terletak di Jl. Brigjen Katamso No.3, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55121, Wihara ini adalah wihara yang penuh kenangan bagi teman saya (Hansen), karena selama dia menjadi mahasiswa di kota Yogyakarta, dia merupakan aktivis di wihara ini

saat sampai di wihara ini, sewaktu turun dari motor,  ngak sengaja , ujung celana saya tersangkut standard motor, sehingga terjatuh dan celana bagian bawah robek, berkuranglah karma buruk ku hari ini :)

 

saat sampai di Wihara tersebut, ternyata masih banyak yang mengenal sdr Hansen, hal itu terlihat dari banyaknya sapaan yang dia terima , dan betapa akrabnya mereka berbicara

 

Memasuki Wihara Buddha Prabha, kita akan melihat altar altar Buddha :

sam_0918.jpg?w=300&h=200

altar lainnya

 

sam_0917.jpg?w=300&h=200

Altar utama Buddha Prabha

 

selesai dari Buddha Prabha, kami segera menuju ke Raminten di kota baru, karena sudah janji dengan rekan rekan jalan2.com Yogyakarta untuk ketemu disana

 

sampai di Raminten sekitar jam 18.00  , kondisi sudah ramai, tapi masih dapat tempat duduk yang rasanya itu tempat terakhir yang masih kosong, karena setelah kami, antrian langsung sangat panjang

 

Akhirnya satu persatu teman datang, ada Kania, Nony, Lusy, Junie, Muslimin, bu guru Diah dan Hanung, ini beberapa foto kami

dscn0482.jpg?w=300&h=225

akhirnya tercapai minum dawet jumbo, semua karena @deffa dan @nony yang pamer minuman ini sebelumnya

 

img_5684.jpg?w=300&h=200

ini lah yg kumpul di raminten kota baru

 

dscn0479.jpg?w=300&h=225

namanya sih “kotekaâ€, isinya rasanya ada ayam cincang, tahu , dll :) , enak sih

 

sebelum kami pulang untuk istirahat, karena besok hari nya akan menelusuri pantai gunung kidul, kami sempat foto didepan raminten, untung ada bapak yang baik hati menawarkan diri untuk foto kami, sehingga semua bisa lengkap fotonya, ini fotonya

img_5728.jpg?w=300&h=200

pulang ah, sudah ngantuk, sampai ketemu untuk wisata hari kedua ……………….. (bersambung)

Share this post


Link to post
Share on other sites

hari ini , tanggal 29 Mei 2015, hari kedua kami di Yogyakarta, pagi pagi sekali , kami berangkat dengan mobil dan supir , cari sarapan dulu, tadinya binggung antara bakmi atau soto ayam, karena pertimbangan waktu, maka diputuskan lah sarapan soto ayam dulu :),

 

Selesai sarapan soto ayam, kami berangkat ke Ambarukmo Plaza yang dikenal dengan Amplaz, Nony, Kania, Juni dan Lusy sudah menunggu disana, setelah menjemput mereka, kami ber enam segera berangkat ke daerah gunung kidul.

Perjalanan dari Yogyakarta menuju deretan pantai di gunung kidul awalnya sangat mulus dengan melewati pantai-pantai yang indah sekali, termasuk juga pantai  Indrayani yang lumayan indah, pertimbangan lewatin dulu pantai indrayani karena pikir mulai dari yang jauh dulu, nanti pulang baru mampir.

 

Ternyata kelancaran tersebut mulai terkena kendala, karena salah satu peserta sudah mulai pusing mual,  tuduhan dia tidak sarapan langsung dilakukan, ternyata yang bersangkutan mengaku dia ada sarapan, tetapi perjalanan tetap harus berlanjut, karena sudah hampir sampai. untuk memasukki deretan pantai di gunung kidul,

 

Kita akan di punggut biaya Rp.20 ribu perorang untuk gugusan pantai di gunung kidul tersebut (di tiket masuk. Disana tertulis Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Pulangsawal dan Pok Tunggal.), pantai pertama yang kami kunjungi adalah pantai Pok Tunggal, pantai ini sangat indah, pada saat kami datang , masih sepi,, sehingga dengan bebasnya kami bisa berfoto foto, tapi ada 2 teman yang malas malasan ikut turun kebawah, salah satu karena pusing, duduk dimobil, satu lagi kayaknya karena ngak berani turun atau takut air, heheheheh

20150529_105930.jpg?w=300 indah pantainya khan ? :)
 

saya menyukai pantai ini, karena bisa jalan kaki ke tengah, airnya jernih, lautnya dangkal, cuma sebetis, tapi kalau sudah sampai agak ke tengah, langsung dalam sekali, jadi harus hati hati

 

dscn0490.jpg?w=300 air nya jernih

airnya di pantai ini sangat jernih, seperti foto diatas, sangat jernih khan ? :)

 

 

img_5766.jpg?w=300 leganya dunia, segarnya udara, semangatnya cowok ini :)

Dengan baju dola doli dari jalan2.com, saya ber narsis ria dipantai :)

 

 

img_5796.jpg?w=300 foto bersama, eh , kok cuma 4 orang ? mestinya ada 6, ternyata ada 1 lagi teler di mobil, dan satu lagi lagi pegang kamera:)
 

semangat ber narsis ria dari para peserta, terutama yang bawa kamera mahal mahal :)

sam_0941.jpg?w=300 selfie berlima dipantai Pok Tunggal, tapi , masih kurang 1 orang :)

ternyata 1 orang yg kurang, lagi pusing di mobil, ditawarkan makan tidak mau, ditawarkan obat , tidak mau , antar pulang, tidak mungkin, mau suruh naik taxi pulang, tidak mungkin, apalagi berenang :)

 

 

 

dscn0498.jpg?w=300 ini dia, lagi pusing , duduk saja di mobil:)

,

 

untuk foto foto, salah satu kamera yang digunakan adalah ini , bukan iklan loh :)

20150529_150142.jpg?w=300 salah satu kamera yang memfoto kami, keren kamera nya:)

 

 

 

setelah dari pantai Pok Tunggal, kami menuju ke pantai seruni, perjalanan lewat jalan yang sangat sempit, dan agak menanjak, mobil yang kurang mantap, jangan kesini lah :) ini foto kami di pantai seruni

20150529_114810.jpg?w=300 pantai seruni
 
 
dscn0483.jpg?w=300 pemandangan pantai seruni

setelah dari pantai seruni, sebenarnya ada rencana mau mampir foto sebentar di pantai indrayani, tapi melihat kondisi teman kita yg mabok, dan waktu yang makin siang, sehingga kami meneruskan perjalanan, mencari makanan, kami naik mobil  sambil cari makan, rencana mau makan nasi merah,

 

 

tapi oleh supir kami diantar makan disatu tempat yang katanya ada nasi merah, tapi ternyata tidak ada nasi merahnya, ya, sudah kesorean, mau gimana lagi, ini tempatnya

img_5921.jpg?w=300 tempat kami makan ayam goreng

setelah dipaksa paksa, akhirnya teman kita mau minum juice, setelah minum juice , dia langsung jauh lebih segar, bandel juga, coba kalau dari awal mau makan , pasti lebih segar, ahhahaha setelah makan, akhirnya kami menuju ke arah Ratu Boko...................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dengan semangat baru setelah makan siang, terutama temanku yang setelah minum juice sudah segar bugar, kami melanjutkan perjalanan ke Kraton Ratu Boko, tapi karena waktu masih terlalu jauh dari sunset, kami putuskan untuk mampir terlebih dahulu ke candi ijo yang dekatnya berdekatan dengan Kraton Ratu boko.

 

Sebelum kami sampai di candi ijo, kami sempat melewati satu tebing, katanya sih tebing breksi, tapi kami tidak mampir, karena bagi kami itu biasa biasa saja, mungkin lain kali kalau ada waktu kami akan mampir lagi, apalagi di candi ijo dan kraton ratu boko yang tentunya belum bosan di kunjungi

 

Setelah sampai candi ijo, teman kami yang mabok sebelumnya kelihatan masih belum PD untuk turun, sambil  menunggu untuk naik keatas candi ijo, kami iseng ambil banner Asahi homestay yang ada di mobil, dan fotolah kami dengan aksi foto model yang keren :), ini fotonya :

img_5926.jpg?w=300&h=200

gaya jadi bintang iklan :)

 

setelah di rayu untuk turun, akhirnya si “mabok†turun juga untuk sama sama menuju candi ijo :)

dscn0503.jpg?w=300&h=225

ini lah candi hijau

 

ternyata yang tadinya mabok, malah yang paling semangat foto foto di candi ijo, maklum, mungkin sebagai balas dendam karena waktu dipantai hanya tidur dimobil, makanya, “anak anak†kalau dinasehatin ikutin, habis makan obat dan minum juice langsung segar bugar kan , ini buktinya :)

img_6011.jpg?w=200&h=300

langsung cerah khan :), berkat juice:)

 

Pemandangan di candi ijo memang indah, sayang sekali, masih banyak batu candi yang belum disusun, jika selesai disusun, akan jauh lebih indah, biaya masuk kesini adalah bebas, isi buku tamu, dana seikhlasnya

img_5997.jpg?w=300&h=200

ini pemandangan candi yang masih belum disusun

 

pemandangan yang tidak kalah dengan lokasi lainnya, ini buktinya

sam_1006.jpg?w=300&h=200

indah khan ?

 

karena hari sudah makin sore, untuk mengejar sunset di ratu boko, maka kami putuskan kembali perjalanan kami ke ratu boko.

harga tiket pintu masuk ratu boko adalah Rp.25.000,- , untuk tempat wisata seindah kraton ratu boko, tentunya harga segitu masih layak lah

 

sesampainya di Ratu boko, semua makin semangat dan makin gila, berbagai pose berfoto makin liar, hehehehhehe, yang sepanjang perjalanan di pantai loyo, malah makin mengila, tapi kalau mau foto,secara lengkap, liat di facebook ku ya :)

20150529_171044.jpg?w=300&h=169

formasi lengkap, yg habis ngejus ternyata sudah segar bugar, mantap:)

 

dari atas melihat pemandangan yang luar biasa, pengejar sunset juga sangat banyak, padahal ini bukan hari libur loh :)

sam_1028.jpg?w=300&h=200

indah khan :)

 

belum lagi pintu gerbang disaat sunset, ini lah spot utama orang melakukan pemotretan :

sam_1046.jpg?w=300&h=200

keren khan :)

 

memang sangat banyak pengejar sunset disini, banyak wisata yang bicara non bahasa indonesia, rasanya wisatawan asing, :)

sam_1061.jpg?w=300&h=200

mantap

 

Berikut adalah harga tiket nya , termasuk paket :

tiket-boro-pram-domestik.png?w=300&h=212

harga tiket untuk diketahui

 

setelah dari kraton Ratu boko, kami berencana pulang ke kota yogyakarta, eh, ketemu 2 remaja sedang menunggu jemputan yang belum datang, mereka mau nebeng mobil kami, karena zaman sekarang banyak penipuan, takut juga, akhirnya kami kasih tumpangan dengan syarat mereka mau di foto, jadi ada bukti bahwa mereka nebeng dari Ratu boko :)

dscn0550.jpg?w=300&h=225

ini lah 2 gadis yang ngak dijemput jemput :), colek @deffa, mereka kuliah di bandung loh :)

 

 

akhirnya kami jalan pulang, mengantar gadis gadis untuk ambil motor, sehingga di mobil hanya tersisa 3 orang, saya, hansen dan nony  ditambah 2 gadis yang nebeng,

 

supir menurunkan kami bertiga di samping istana yang dekat malioboro, dari sana kami berpisah dengan 2 gadis yang nebeng tersebut, sedangkan kami bertiga ke hamzah , rencana awal mau minum dulu di Raminten yang ada diatasnya, tapi karena lagi ada acara, tidak menerima tamu umum, maka kami keliling di dalam toko, kalau cewek emang selalu beda, Nony langsung belanja belanja, hahahahaahha,

 

setelah nony selesai belanja, kami sama sama jalan kaki ke alun alun, rencana akan kumpul di bakmie pak pele

sampai di lokasi sudah ada beberapa yang lagi menunggu, pas sudah pesan makanan, lagi ngobrol, surprise juga dengan kedatangan Andry dengan motor kerennya :), dan Hanung yang datang saat kita sudah mau bubar , hhehehehe,  akhirnya kumpulah semua :

img_6125.jpg?w=300&h=200

formasi lengkap yang kumpul di bakmi pele

 

bakmi pele yang katanya enak, di mulutku biasa saja, cuma karena potongan ayamnya besar besar, jadi kerasa juga, selain itu kami juga pesan minuman di warung samping tempat duduk kami, yang tidak tahan adalah pengamen, buaaaaanyak nya :),

sam_1104.jpg?w=300&h=200

dari kurus ke gendut, dan dari gendut ke kurus semua ada:), ooops itu yang main Ipad, lagi nonton apa tuh:)

 

 

Selesai makan, perut sudah kenyang, yang lain pulang naik motor masing masing, kami pulang naik taxi :), pulang tidur untuk siapkan tenaga keesokan harinya akan ke kulon progo……………………..

Share this post


Link to post
Share on other sites
 

Hari ini tanggal 30 Mei 2015, kami bangun agak siangan, karena sudah 2 hari di geber :), hari ini kami menyewa mobil dan supir lagi, karena ada kesalah fahaman, sehingga supir kirain kami ngak pakai hari ini, jadi supir keburu janji dengan orang lain, untung pemilik mobil sangat baik, dia sampai naik motor pergi jemput supir, yang kira kira 1 jam an perjalanan dari lokasi penginapan, sedangkan rencana supir yang akan mengantar ditempat lain, diganti dengan teman si supir :)

 

berangkat lah kami ke kulon progo dari Godean, perjalanan dari Godean ke kulon Progo jauh lebih dekat dibanding dari pusat kota

 

perjalanan kesini melewati jalan gunung/bukit yang berkelok kelok, mungkin orang tidak terbiasa akan mabok, setelah perjalanan sekitar 1 jam an, sampailah kami di daerah kalibiru, kulon progo

 

jalan untuk sampai ke lokasi pemotretan sangat terjal, dan bukan tangga, karena tidak berhati hati, saya jalan menaik, sehingga otot paha sebelah kanan tertarik,  jika dipakai berjalan, terutama naik tangga, sangat sakit, untuk yang lain, lebih baik hati hati, tidak usah buru buru

 

saat mau masuk kedalam, ditarik Rp.5.000,- perorang, setelah sampai di dalam, udara sangat segar, dan pemandangan sangat indah, sebenarnya tidak perlu naik keatas pohon untuk foto, pemandangan sudah bagus, tapi namanya lagi heboh, ya, kita beli tiket untuk naik

 

tempat wisata ini di kelola oleh himpunan tani , menurut cerita petugas disana, dulu mereka itu bertani menanam disana, jadi mendapat hasil dari hasil tani, tapi sejak hutan tersebut dijadikan hutan lindung, mereka sudah tidak bisa mengambil hasilnya lagi, berdasarkan hasil pertemuan sesama mereka, diputuskan kelola tempat wisata tersebut, supaya mereka dapat penghasilan, LUAR BIASA pemikiran mereka, jika lebih banyak diantara kita sekreatif mereka, tentunya akan bagus sekali

 

awalnya kami foto foto saja disekitar tempat wisata tersebut, fotonya seperti ini

dscn0561.jpg?w=300&h=225

indah :)

 

sam_1130.jpg?w=300&h=200

cukup keren khan, ngak perlu ke atas pohon :)

 

sam_1129.jpg?w=300&h=200

keren khan tanpa perlu naik keatas :)

 

setelah foto ini, kami ke tempat buat naik ke pohon, setiap orang harus bayar Rp.10.000,- , kami berdua mendaftar, tapi harus tunggu 1,5 jam, karena tiap orang diatas adalah 3 menit , dan ditambah naik dan turun kira kira 2 menit, jadi total adalah 5 menit, sedangkan kami harus menunggu 15 orang :),sehari hanya maksimal 120 orang yang bisa naik keatas pohon, selain itu jika terjadi hujan, untuk naik keatas pohon tidak bisa, karena ditutup untuk menghindari kecelakaan

 

akhirnya kami putuskan makan indomie dulu, karena dari pagi belum makan, hehehehhe

 

setelah makan, kami masih menunggu beberapa orang , supaya tiba giliran naik keatas, dengan otot kaki yang ketarik , saya memaksakan diri naik keatas, pemaksaan ini dilakukan karena @nony dari kjji, beberapa waktu lalu, dia memamerkan foto foto diatas sini, jadilah kita memaksakan diri foto ke atas, ternyata hasilnya tidak kalah sama modelnya si nony:)

 

karena saya agak takut ketinggian, jadi sy foto tidak bisa sama dengan si nony yang duduk dipinggir , cukup pose ini saja, tapi keren khan:)

img_6101.jpg?w=300&h=200

tapi memang jauh lebih keren foto dari atas sih, apalagi model nya :)

 

untuk foto, bisa dilakukan sendiri, tapi bisa juga pakai petugas disana dengan kamera mereka, 1 copy softcopy dikenakan biaya Rp.5.000,- minimal 3 foto

 

setelah selesai pemotretan, kami binggung mau kemana lagi, atas saran dari supir, kami meluncurlah ke suroloyo, karena katanya dari sana bisa lihat pemandangan yang indah, malah bisa melihat borobudur, PENASARAN banget, hehehe

 

supir mengantar kami sampai ke Suroloyo, dengan menaiki jalan yang terjal dan sempit, sampailah kami di Suroloyo

 

untuk naik sampai ke puncak suroloyo, kami perlu menaiki tangga yang konon berjumlah 286 tangga, untuk mengurangi capek dan melatih konsentrasi, saya menghitung tangga tangga tersebut menuju keatas, ternyata jumlah nya 253 buah :)

 

ini dia foto fotonya :

dscn0564.jpg?w=300&h=225

pemandangan yang sangat indah dari puncak suroloyo, walaupun ada kabut, tapi tetap indah

 

sam_1148.jpg?w=300&h=200

naik naik, kepuncak gunung :), dengan tercapek capek memaksakan naik keatas, dengan otot kaki yang sakit tetap memaksakan diri :)

 

sam_1149.jpg?w=300&h=200

pemandangan yang sangat indah diatas

 

sam_1168.jpg?w=300&h=200

pemandangan bagaikan sebuah lukisan yang sangat besar

 

sam_1177.jpg?w=200&h=300

saat nya turun, sudah puas diatas:)

 

saat turun, saya menghitung lagi jumlah tangga, tetap 253 tangga, ntah siapa yang benar, hehehe

 

setelah puas di puncak suroloyo, saat nya pulang :),tetapi sebelum sampai ke yogyakarta, perut meminta untuk diisi, mampirlah kami makan dulu ke Mang Engking, tempatnya enak, cuaca segar, perut yang sudah lapar tambah lapar :)

dscn0569.jpg?w=300&h=225

pemandangan tempat makan mang engking

 

dscn0571.jpg?w=300&h=225

meja tempat kami makan di mang engking :)

 

sehabis makan, kami pulang ke penginapan, mandi dulu, karena malam hari , rencana akan ke kaliurang , minum teh poci, selesai mandi, kami berangkat lagi jemput gadis gadis, kali ini si boss hansen jadi supir :)

 

tujuan adalah menjemput 4 orang, sedangkan 2 orang lagi naik motor :)

 

awalnya kami nyasar, karena ketempat yang lama, padahal tempatnya sudah pindah, ini peta tempat baru dan lama

img-20150530-wa019.jpg?w=225&h=300

peta lokasi

 

img_6138.jpg?w=300&h=200

ini lah minuman di lokasi nya

 

img_6139.jpg?w=300&h=200

ternyata ada yg sambil minum teh poci, sekalian belajar soal kamera, antara guru dan murid:)

 

img_6192.jpg?w=300&h=200

inilah anggota lengkap yg nge teh poci

 

sehabis nge teh poci, karena sudah malam, kami bersepakat untuk pulang, karena ke esokan hari nya kami akan melakukan perjalanan panjang, ke mendut, borobudur dan semarang

 

foto yang tercecer :

post-34252-0-59199700-1433834720_thumb.j

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hari ini , masuk lah hari terakhir dibulan Mei 2015, tanggal 31 Mei 2015, tujuan hari ini adalah perjalanan yang sangat jauh :)

 

hari ini dilakukan perjalanan rohani, rencana awal ke 2 candi dan 1 wihara, berdoa dan berharap semoga puteri Handi Ruslim dan puteri Aldi Tjong segera dapat disembuhkan sehingga puteri puteri mereka dapat segera sehat kembali

 

Pagi pagi kami menjemput gadis-gadis di jalan Kaliurang, Hari ini hanya ada 3 gadis yang ikut serta, sehingga total dalam 1 mobil adalah 6 orang (termasuk supir),  tujuan pertama hari ini adalah menuju candi  Mendut, sesampainya di candi mendut, saya masuk ke wihara Mendut untuk berdoa dan ber namaskara, sedangkan teman teman yang bukan Buddhist, dengan semangat dan kegembiraan masing masing segera mengeluarkan kameranya untuk melakukan pemotretan pemandangan pemandangan yang indah  di sekitar wihara dan candi

 

Saat di wihara,ternyata ada bhante Pannavaro, beliau sedang mempersiapkan untuk terbang ke Jakarta dalam rangkaian waisak yang hari waisaknya jatuh pada tanggal 2 Juni 2015, saya cuma sempat namo buddhaya saja sama beliau:)

 

Saat masuk ke Wihara mendut untuk melakukan namaskara dan berdoa, teman ku sempat melakukan pemotretan aktivitas tersebut, bagus juga fotonya, terima kasih :)

img_6219.jpg?w=300&h=200

saat keluar dari Wihara mendut menuju ke candi mendut, para aktivis atau mungkin pekerja sedang mempersiapkan altar untuk acara waisak yang jatuh pada tanggal 2 Juni 2015, seperti biasa pada tahun tahun sebelumnya, kegiatan upacara waisak biasanya dimulai dari candi mendut, terus melakukan prosesi kirab dari candi mendut, melewati candi pawon sehingga sampai di candi borobudur

 

Biasanya penduduk sekitar akan menonton acara kirab tersebut , karena hanya setahun sekali, sangat disayangkan jika dilewati, sungguh indah dalam kebersamaan jika melihat semua pihak ikut meramaikan acara tersebut, cuma tahun ini saya ikut waisak di candi sewu, kebaktian waisak saya setiap tahun umumnya di tempat yang berbeda beda, tahun kemarin saya mengikuti waisak di wihara Ekayana Arama di daerah tanjung duren Jakarta

 

img_6236.jpg?w=300&h=200

altar di candi mendut dalam rangka waisak

 

karena tidak ada kepentingan lain di dalam candi mendut, kami cukup foto dari luar,hehehehe, soalnya sayang harga tiketnya, dan lagi pula di buru waktu untuk ke borobudur, bandungan dan semarang.

img_6237.jpg?w=300&h=200

candi mendut:)

 

setelah dari candi mendut, kami semua menuju ke candi borobudur, sesampai di candi borobudur, 3 gadis ternyata tidak mau ikut masuk ke candi borobudur, hanya saya dan hansen berdua masuk ke borobudur, Tujuan kami berdua untuk naik ke puncak borobudur melakukan pradaksina sebanyak 7 kali, tadinya cuma berencana sebanyak 3 kali, tapi ntah kenapa, pas lagi pradaksina diteruskan sampai 7 kali.

 

Pengunjung candi borobudur pada hari ini luar biasa banyaknya, padat sekali, dan sangat banyak pengunjung melakukan pemotretan di stupa induk candi borobudur, walaupun sudah diusir usir keamanan, mereka tetap bandel naik keatas, mungkin perlu dilakukan sistim denda untuk yang bandel, sayang sekali kalau sampai hal itu merusak

 

Walau ramai pengunjung, kami diberikan kelancaran, sehingga pradaksina dapat dilakukan dengan lancar dan sempurna, bagi yang belum mengerti apa itu pradaksina, pradaksina adalah Ritual mengelilingi searah jarum jam pada satu obyek suci baik itu berupa candi, stupa, rupang Buddha atau lainnya sambil berdoa dan merenungkan sifat sifat luhur dari Buddha.

 

setelah selesai pradaksina, kami turun untuk segera melanjutkan perjalanan, ternyata baru kami sadari, gadis gadis yang tidak ikut masuk ke borobudur  lagi hunting belanjaan di sekitar candi, hehehehhe, pantas pas kami telepon, mereka jawab kok cepat amat , :), setelah dijemput gadis gadis dan supir dipintu keluar candi kami segera melanjutkan perjalanan.

dscn0572.jpg?w=300&h=225

candi borobudur

Share this post


Link to post
Share on other sites

selepas dari candi borobudur , kami menuju ke bandungan ,

 

pada saat itu terasa perut sudah meminta untuk diisi
cacing cacing sudah mulai bernyanyi nyanyi
muka sudah mulai tidak berseri
karena sarapan pagi hanya sepotong roti

 

Setelah cari sana cari sini
mampirlah kami dirumah makan matahari
pertama yang saya tanya adalah Halalkah masakan disini
pelayan memberi jawaban pasti halal tidak ada yang perlu di kwatiri

 

akhirnya kami putuskan makan disini
memesan lauk bersama nasi
memesan minuman tanpa kopi
Dengan muka berseri seri

 

ini lah rumah makan yang kami mampir, tempat makannya lumayan enak, variasinya lumayan, cuaca dingin, letaknya di bandungan :)

img_6247.jpg?w=300 ini lokasi kami makan siang di bandungan

setelah habis makan, kami lanjutkan perjalanan melewati pemadangan pemandangan persawahan yang menurut saya sangat indah, penuh kehijauan dan kesegaran, seperti ini

img_6277.jpg?w=300 persawahan yang sangat indah

sehabis makan, dan setelah saya ganti baju , karena baju basah kuyup akibat keringatan, hehehe, kami mampir lebih dahulu ke lawang sewu, yang katanya kalau malam hari seram,

 

tapi para cewek penasaran, mau foto foto disana, apalagi kata nony dia belum pernah ke semarang, cocok lah, kalau saya duduk saja dimobil, karena kaki masih sakit akibat urat ketarik sehari sebelumnya :) Inilah salah satu sudut di Lawang sewu, tapi saya tidak tahu , kerena mereka tidak foto di tugu :)

sam_1362.jpg?w=300 lawang sewu

sehabis lawang sewu, setelah para gadis foto foto, kami segera  berangkat ke wihara sam po kong

 

Setiba di Sampokong, saat masuk pintu gerbang, teman muslim Nony dan Lusy tertarik dengan mushola disana,

 

tadinya mereka tidak tahu bahwa didalam kompleks wihara ada Mushola, mereka segera ke mobil mengambil mukena untuk sholat disana.

 

Bagi saya, mushola di wihara atau klenteng sudah tidak mengherankan, banyak sekali wihara dan klenteng menyediakan tempat untuk sholat, baik untuk pengunjung maupun karyawan setempat.

 

Wihara atau klenteng yang saya tahu ada mushola yang cukup layak , malah lebih layak dari sebagian tempat perbelanjaan yang ada dikota kota besar, adalah Wihara Avalokitesvara pamekasan,wihara mendut di sebelah candi mendut, atau paling tidak ada mushola disekitar wihara/klenteng, jadi saran saya, jika mau sholat, tanyalah pada penjaga atau pegawai di wihara/klenteng, biasanya mereka tahu:)

 

setelah Nony dan Lusy selesai sholat, saya dan hansen masuk ke bagian sembayang untuk bersembayang, sedangkan yang lain foto foto di lapangan sampokong baik ke bangunan untuk sembayang, maupun bangunan di lapangan yang cukup luas.

dscn0573.jpg?w=300 sam po kong

Cerita tentang sampokong : saya pernah dengar cerita versi seorang pemandu wisata, bahwa zaman dulu, kapal perdagangan dari tiongkok merapat di semarang, pada saat itu kapal tersebut di kapteni oleh Zheng He yang beragama Islam, karena pada waktu itu, daerah sana masih sangat kosong, sedangkan air laut tidak cocok untuk wudhu, maka Zheng he berdoa semoga dia mendapat air tawar untuk Wudhu, di galilah pasir dipantai itu, maka keluarlah pancuran air tawar, maka sumur air tawar itu saat ini yang suka diambil orang buat kesehatan atau awet muda,

 

cuma masih ada versi lain, bahwa sebenarnya Zheng He tidak pernah mendarat di Semarang, tapi semua itu tak penting lah, yang penting adalah sifat toleransi warga klenteng sampokong dengan warga agama lain :)

sam_1237.jpg?w=300 formasi lengkap ke sampokong

setelah setelah selesai sembayang, kami ber narsis ria berlima di lapangan depan sampokong, karena haus, kami beli minuman dingin, foto foto dilanjutkan,jadi kesannya malah kami sedang foto iklan produk minuman tersebut , hehehheh

 

Dari sampokong, kami menuju ke wihara mahavira di marina Semarang, tadinya rekan bertiga yang non Buddhist bersama supir akan langsung ke pantai marina sambil menunggu kami selesai sembayang, tapi karena melihat patung patung di lapangan yang sangat bagus, mereka menunggu kami di lapangan wihara sambil berfoto ria. Saya dan hansen masuk untuk sembayang, sedangkan yang lain foto foto di lapangan

 

, ini dia fotonya.

sam_1293.jpg?w=300 wihara mahavira semarang

sehabis foto foto di wihara, kami putuskan tetap ke pantai marina, siapa tahu ada spot bagus yang bagus, tiket masuk pantai marina adalah Rp.5.000,- perorang, ternyata didalam spot orang pacaran lebih keren daripada foto lautnya, hahahhaha, akhirnya saya duduk dimobil menunggu 3 gadis dan 1 pria (ngak sebut jaka, karena sudah beristeri:) ) berfoto ke pantai, ini salah satu fotonya

sam_1337.jpg?w=300 sunset di pantai marina semarang :)

setelah puas di pantai marina, karena sudah menuju malam, kami putuskan untuk mampir makan malam di Cimory bawen di Semarang, jauh jauh ke Semarang , akhirnya makan di Cimory , padahal seumur umur di jakarta, ngak pernah mampir ke cimory , walaupun katanya Cimory puncak itu keren sekali :),

dscn0581.jpg?w=300 ruangan di cimory

setelah kenyang makan di cimory, kami siap siap mau pulang, tapi para gadis segera pasang aksi foto foto dulu di lapangan cimory, sedangkan hansen segera belanja susu, hehehhehee , bye perjalanan hari ini, setelah antar para gadis pulang, kamipun pun pulang ke penginapan untuk tidur lah:), lanjut ke esok harinya:)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Awalnya rencana ke Jawa Timur bersama rombongan dari luar negeri, tapi saat gempa nepal, mereka kebetulan lagi wisata di nepal, sehingga mereka mau langsung pulang ke negaranya, membatalkan melanjutkan wisata ke beberapa negara asia tenggara termasuk Indonesia

 

Kesempatan kosong tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya, saat teman saya yang bernama Hansen mengajak untuk berkunjung ke Yogyakarta,

 

tujuan utama adalah untuk ikut waisak di candi sewu, bagi saya , ini akan menjadi waisak ke tiga kali di candi tersebut, dulu sempat ikut waisak di candi tersebut saat waisak pertama kali dan kedua kali di laksanakan di candi tersebut

 

Sedangkan bagi hansen selain untuk ikut waisak di candi sewu, juga bermaksud membantu panitia seandainya dibutuhkan,

niat yang sangat mulia bagi seorang yang sudah cukup mapan dalam bisnisnya sebagai kontraktor yang telah memiliki seorang isteri dan seorang anak.

 

Ternyata kedatangan Hansen memang dibutuhkan untuk membantu transportasi, tidak sia sia beliau punya niat baik, niat baik selalu dikabulkan

 

setelah jalan jalan di kota yogyakarta dan jawa tengah mulai tanggal 28 Mei 2015 sampai dengan 31 Mei 2015, maka hari ini tgl 1 juni 2015, mulailah kami konsentrasi untuk acara waisak di candi sewu…………………………………..

 

pagi-pagi saya diajak hansen untuk makan mie di dekat malioboro sana, namanya bakmie pathuk di pasar pathuk, karena kami datang sudah kesiangan, yang jual dipasar Pathuk sudah tutup, maka kami berangkat ke rumahnya yg juga menjual bakmie tersebut, disini keberuntungan berpihak kepada kami, saat kami sampai rumah bakmi pathuk hujan turun dengan deras, setelah kami selesai makan, hujan langsung berhenti :)

 

Bakmie phatuk saat dimakan biasa saja, tapi setelah makan, rasa nikmatnya baru kerasa, selain tidak merasa ada lapisan minyak tersisa dimulut, juga tidak terasa kehausan seperti umumnya bakmie yang pakai wetsin (micin) kebanyakan:)

img_20150601_103855.jpg?w=300&h=300

ini bakmie nya

 

setelah selesai makan, hujan pun telah berhenti, kami segera berangkat  ke pasar Progo, karena katanya pusat beli uleg an itu ada disana, ternyata setelah dicari sana sini, tidak didapat barang yang cocok :), akhirnya ngak jadi beli:)

 

karena hari santai, sebelum berangkat ke candi sewu, kami keliling dulu lorong lorong kenangan si Hansen saat jadi mahasiswa di Yogyakarta, beberapa diantaranya saya dulu sempat kesini, banyak sekali yang sudah jadi gedung baru atau jadi ruang usaha, tetapi banyak juga yang tetap seperti semula, diantaranya ex kontrakan Hansen yang masih ada tempelan sticker Majelis Buddhayana Indonesia , yang ditempel  saat acara Sejuta Pelita Sejuta Harapan tahun 2005,

 

saat itu acara Sejuta Pelita Sejuta Harapan diadakan di candi borobudur pada tanggal 23 Juli 2005 (sudah hampir 10 tahun), pada acara tersebut, Hansen merupakan salah seorang panitia, dan rapat-rapat koordinasi sempat beberapa kali dilaksanakan di kontrakan tersebut.

 

Setelah keliling, akhirnya nyangkut di rumah makan mbo wig, walaupun barusan makan bakmie, tapi rasanya sayang sekali kalau ini terlewatkan, sudah sampai disini :), saya makan ayam goreng dan tahu goreng, enak juga makanannya, murah , meriah, mantap (3M)

img_20150601_123300.jpg?w=300&h=300

ini warung tempat kami makan

 

Setelah selesai makan, kami masih berkeliling sebentar daerah sekitar , temanku ini banyak kenangan di sini, tapi entah kenangan apa, saya ngak tanya :) setelah keliling, meluncurlah kami ke candi sewu.......................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Setelah perut kenyang sehabis makan di mbo Wig, kami lanjutkan perjalanan ke candi sewu.

 

Sesampainya di candi sewu, rekan ku Hansen langsung menuju tenda panitia, disana dia berbicara dengan Bhante , tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

 

Disaat Hansen bicara dengan Bhante dan panitia, saya keliling kompleks candi sambil melihat lihat seandainya ada sesuatu yang menarik, spot pertama saya adalah candi ini :)

 

dscn0593.jpg?w=300&h=225

candi sewu

 

oh ya, bagi anda yang tidak tahu di tentang candi sewu, candi sewu terletak 800 meter dari candi Prambanan, candi sewu merupakan candi Buddha terbesar kedua setelah candi borobudur, dalam peta wisata, candi sewu di tempatkan 1 wisata candi prambanan, di sekitar candi sewu, selain candi prambanan juga ada candi lumbung, candi bubrah, candi gana, candi kulon dan candi Lor

 

dscn0708.jpg?w=300&h=225

candi Lumbung

 

dalam berkeliling candi, saya melihat para sukarelawan sibuk mempersiapkan untuk acara waisak keesokan harinya, bukan hanya relawan umat biasa, para Bhiksu (rohaniawan) juga terlihat sibuk membantu dalam persiapan tersebut

dscn0595.jpg?w=300&h=225

para sukarelawan dan Bhiksu sedang menurunkan barang barang ke tenda

 

Tak lama kemudian datanglah mobil kacang garuda , ternyata mobil tersebut mengantar sumbangan produk Garuda Food untuk panitia, dalam hati berpikir, kenapa produknya ngak langsung dibagi ke saya saja,hehehehehheheh , mauuuuunyaaaaaa :), kwkwkkw

dscn0598.jpg?w=300&h=225

sumbangan produk dari garuda food:)

 

Setelah itu, ternyata ada pejabat departemen agama meninjau lokasi candi sewu, beliau beliau itu ternyata juga kenal cukup dekat dengan teman saya Hansen, dalam hati saya berpikir “hebat benar boss iniâ€, karena selama ini saya tahu orangnya biasa saja , low profile, ternyata pergaulan sangat luas.

img_20150601_150855.jpg?w=300&h=169

pejabat departemen agama sedang berdialog dengan bhiksu dan rekan hansen

 

Waktu sedang keliling candi, masuklah telepon dari Hansen, besok subuh dia tidak bisa ikut ke Jumprit, karena dia harus bantu panitia, terutama untuk transportasi , termasuk menjemput pejabat Majelis Buddhayana Indonesia dari Jakarta.

 

Segera saya ketemu Hansen, untuk memastikan acara besok, dikasih tahu saya tetap ikut ke Jumprit, karena sudah janji dengan bhante (Bhiksu) , dan tempat sudah disediakan.

 

bagi anda yang tidak tahu apa itu jumprit , ini penjelasannya  : Jumprit adalah sebuah sumber mata air di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggun, Jawa Tengah.  Jumprit juga merupakan tempat pengambilan air suci / air berkah untuk upacara Waisak baik yang diadakan di Borobudur maupun di candi Sewu. Setiap tahun, para pemeluk agama Buddha dari berbagai tempat dan negara datang ke Jumprit untuk mengambil air suci.

 

Sedangkan untuk mobil penjemputan pejabat dari bandara dikwatirkan tidak cukup, maka Hansen angkat telepon, tidak tahu menelepon siapa, disinilah kehebatan teman saya ini, segera didapatlah mobil dan supir untuk membantu, salut saya, tanpa banyak bicara, tanpa banyak membanggakan diri, ternyata bisa berbuat banyak, jaringan luas pula.

 

setelah diperkirakan semua sudah beres, kami cari hotel disekitar candi, tujuan cari hotel adalah supaya besok malam tidak perlu balik ke pusat kota yogyakarta, karena acara kebaktian waisak akan berakhir sekitar jam 23 an.

 

hotel yang pertama kami incar adalah hotel candi view, ternyata hotel tersebut sudah penuh, maka hotel kedua kami mengincar hotel Srikandi, didapat kamar twin, saat kami akan membayar, si petugas menolak, dengan alasan, besok pas datang saja baru bayar, dengan rasa senang kami meninggalkan posisi hotel menuju candi Plaosan

 

kami cuma sebentar di candi Plaosan karena hujan lebat, cuma teduh sebentar, dan tidak masuk kedalam, karena pikir jalan becek dan berair, mungkin lain waktu masih sempat kesini

img_20150601_160549.jpg?w=300&h=169

candi plaosan

 

setelah candi Plaosan, kami ngebut pula, kembali ke kota Yogyakarta, mau kumpul sama teman teman KJJI Yogyakarta dari jalan2.com , yang belum join, bisa join di facebook group komunitas jalan jalan indonesia atau di web jalan2.com , kalau mau forum buka jalan2.com/forum………

Share this post


Link to post
Share on other sites

https://hartono238.wordpress.com/2015/06/12/yogyakarta-wisata-tgl-28-mei-2015-sampai-03-juni-2015-ke-yogyakarta-10-dagadu-the-legend/?preview=true&preview_id=337&preview_nonce=ca759458ad

 

 

Setelah dari candi plaosan, dengan jalan yang agak basah karena habis hujan, dengan udara yang jauh lebih segar, dengan cuaca yang sudah mulai gelap, kami berdua naik motor menuju pusat kota, dengan perhitungan kalau agak macet, walau naik motor, sampai di lokasi seharusnya waktu pas dengan kedatangan yang lain.

 

Ternyata jalanan sangat lancar, rasanya beda dengan Jakarta, kalau habis hujan macet total, disini ternyata habis hujan malah lancar habis, hehehehhehe

 

Karena terlalu cepat sampai ke kota Yogya sambil menunggu yang lain kumpul, kami mampir dulu ke Dagadu , belanja kaos, rasanya saat ini sudah tidak seramai zaman dulu :), bisnis ini memang naik dan turun, atau karena habis hujan orang malas keluar

img_20150609_075412.jpg?w=300&h=169

ini belanjaan dari Dagadu

 

Hasil ngobrol ngobrol dengan penjaganya, ternyata para pegawai adalah mahasiswa mahasiswi yang kerja part time, enak juga kali ya, kalau kuliah di Yogyakarta

 

Setelah belanja, kami tanya dulu lokasi the Legend , menurut satpam Dagadu, Legend itu adalahnya cuma di sebelah, untung sebelumnya sudah dikasih tahu posisi nya di kota baru, kalau ngak, tunggu disana menunggu tanpa arah :)

 

Dengan udara yang dingin sehabis hujan, berangkatlah kami ke Legend di kota baru,

 

sesampai dilokasi , karena ada 2 Legend yang bersebelahan, kami sempat kebinggungan legend yang mana yang dimaksud, pertama kali masuk ke legend coffee, tetapi karena hampir semua yang berkunjung disana merokok, sehingga menimbulkan bau tidak enak, maka kami pindah ke Legend premium. Di Legend Premium ternyata ada ruangan no smoking, sehingga ruangan sangat segar, toiletnya pun bersih , harga makanan masuk akal, sistim pembayaran sama dengan di Raminten, setiap diantar makanan, langsung dibayar:)

sam_1445.jpg?w=300&h=200

foto bersama di Legend Premium (masih kurang 1 orang yang memfoto), hehehe

 

sam_1434.jpg?w=200&h=300

selfie dulu sama yang tidak masuk ke foto bersama, biar lengkap yang temani makan :)

 

waktu sudah malam, besok pagi pagi jam 2 subuh harus bangun, karena jam 3 subuh harus berangkat ke candi sewu untuk mengejar waktu ke Jumprit, bersambung ke hari selanjutnya……

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hari ini , tanggal 02 Juni 2015, merupakan hari raya waisak , tentunya semua umat Buddha akan sibuk ke Wihara , candi, Cetya atau tempat kebaktian umat Buddha lainnya.

 

sebenarnya gaung waisak sudah dimulai dari 2 minggu sebelum hari waisak , mall mall yang biasa nya sepi dari acara waisak, semakin kesini, semakin banyak yang bikin acara untuk menyambut waisak, seperti "Vesakh goes to Mall" , "Vesakh in the mall" dan lain lain, saya tidak tahu kenapa pengelola mall harus pakai bahasa Inggeris, toh bisa pakai "waisak ke Mall" atau "Waisak di Mall" , keren juga khan , hehehhe

img_20150526_083557.jpg?w=300 panggung waisak disalah satu mall , acara diadakan sebelum hari waisak

Tapi bangga juga, mall mall sudah mulai memberi tempat dan meramaikan waisak, baik sebelum hari waisak, maupun setelah waisak masih ada mall mall yang membuat acara di mall

20150608-keindahan-waisak-bergema-di-mal acara waisak dimall , acara diadakan setelah hari waisak

Pagi pagi sekali, jam 02 subuh, saya sudah bangun, bersiap-siap berangkat ke candi sewu, mengejar waktu untuk ikut ke Jumprit mengambil air suci, barang-barang sudah siap, barang akan dipindahkan ke hotel dekat candi sewu, yaitu hotel srikandi yang sudah kita booking ,

 

Jam 03 subuh, berkat kebaikan pemilik Asahi Homestay, kami diantar pakai mobilnya ke candi sewu, udara pagi yang masih segar, membuat otak jadi segar, mata jadi ngak ngantuk tapi kesegaran pagi menghilang segera, gara gara pas sampai di hotel Srikandi>

 

Di telepon ke handphone yang diberikan, orangnya keluar, tapi dibilang kamar yang kami pesan sudah digunakan orang lain, gubraaaaaak, jeleknya management hotel, terus kami disarankan untuk ke hotel Srikandi yang satu lagi, karena hotel srikandi disana ada beberapa pas ke hotel srikandi satunya lagi, di ketok ngak ada yang buka, di telepon ngak ada yang angkat, perasaan kesal pagi pagi subuh ,

 

akhirnya telepon kembali ke nomor handphone tadi di srikandi pertama yang kami datangi , tapi handphone nya sudah tidak diangkat.

 

Karena berpacu dengan waktu, akhirnya buru buru kami ke hotel Galuh yang posisi agak jauh dari candi sewu, karena mengejar waktu untuk ikut ke jumprit jam 5, takut terlambat, untung hotel Galuh masih ada kamar ekonomi yang 4 ranjang, padahal kami cuma berdua, tapi apa boleh buat, terpaksa di ok in, ngak ada waktu buat cari. Terima kasih untuk pemilik Asahi homestay Yogyakarta sudah bersusah payah mengantarin kami cari hotel , walau subuh subuh, untung kami ngak jadi naik taxi, kalau naik taxi, pasti masalah besar :), taxi biasa khan sampai lokasi turunkan penumpang dan pergi:) Setelah bayar kamar di hotel galuh, kami segera minta diantar oleh pemilik Asahi homestay yang masih menunggu kami ke candi sewu, jam sudah menunjukkan 4 lewat 15 :), oh ya, hotel galuh ini ke candi sewu sekitar 2 km, karena tidak ada jalan tembus, jadi harus jalan memutar, jika ada jalan tembus, mungkin cuma 200 meter:) lanjut ke candi sewu dan jumprit :).......................................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Akhirnya jam 04.30 kurang kami sampai di candi sewu, ternyata yang mau ke jumprit sudah berangkat, padahal disuruh kumpul jam 05.00, langsung boss hansen telepon bhiksu yang mau ikut kesana, ternyata mereka hanya sekitar 100 meter dari hotel, buru buru saya diantar panitia pakai motor ke lokasi.

 

saya dapat pemberitahuan bahwa mereka berangkat pagi pagi, karena takut macet, untuk mengejar acara sore di candi lumbung dan candi sewu, masuk akal sih.

 

Dimobil hanya ada saya, supir, dan seorang bhiksu, ternyata kelompok lain berangkat pakai mobil masing masing.setelah melalui perjalanan selama hampir 3 jam, sampailah kita di daerah mata air jumprit

img_20150602_065006.jpg?w=300 pintu gerbang mata air jumprit

sampai di lokasi, para bhiksu terlebih dahulu sarapan pagi yang tadi waktu berangkat belum sempat sarapan pagi, sambil menunggu jam 09.00 untuk acara pengambilan air suci di mata air jumprit

 

tepat jam 09.00 , upacara pengambilan air suci jumprit dimulai, pertama sekali pembacaan paritta, dilanjutkan dengan pemasangan lilin, dupa dan bunga

dscn0613.jpg?w=300 suasana upacara sebelum pengambilan air suci waisak

selesai kebaktian, para bhiksu mengambil air suci dengan kendi kendi, total ada 7 buah yang diambil oleh 7 orang

dscn0623.jpg?w=300 para Bhiksu (anggota sangha) sedang mengambil air suci di jumprit

setelah selesai acara pengambilan air suci, para Bhiksu / anggota sangha berkumpul melakukan kenduri dengan nasi tumpeng, sedangkan sebagian umat mandi di air pancuran tersebut (orang lagi mandi ngak di foto, takut di tuntut:) )

dscn0629.jpg?w=300 para anggota sangha (bhiksu) sedang melakukan kenduri dengan tumpeng , walau agama dari luar, tapi tidak lupa budaya daerah, yaitu budaya jawa dimana lokasi jumprit berada:)

Selesai pembacaan paritta dalam kenduri, para anggota sangha makan bersama dengan umat

dscn0632.jpg?w=300 makan bersama setelah kenduri

Setelah selesai makan bersama, kami pun balik membawa air suci untuk di semayamkan bersama sama api mrapen di candi Lumbung, nanti dari candi Lumbung bersama sama api mrapeng, nasi tumpeng, polowijo dan lain lain diarak dalam prosesi ke candi sewu

 

sesampainya di candi sewu, ternyata altar di candi lumbung sudah siap, ada tumpeng, ada polowijo, api abadi dari mrapen juga sudah siap

dscn0644.jpg?w=225 polowijo yang akan ikut prosesi :), foto lainnya lihat di facebook ku ya, hartono hasian facebook ku:)

setelah lihat lihat sebentar, saya balik ke hotel untuk mandi dan istirahat sebentar, karena mengejar waktu prosesi dari candi lumbung ke candi sewu

 

Nah, disini terjadi masalah, waktu kembali ke hotel, dikasih kupon buat snack dan minuman, dari lobby disuruh ke ruang makan  buat sarapan, dari sana di suruh ke bromo, dari bromo disuruh ke gazebo, dari gazebo suruh balik lagi ke ruang makan tersebut, akhirnya kami tinggal saja ngak jadi makan snack, agak mengecewakan.

 

maksud hati mau ngaso dulu, karena bangun jam 02 subuh tidak jadi dilaksanakan, akhirnya balik lagi ke candi, hari ini saya sama hansen tidak makan bareng, karena Hansen hari ini Vegetarian :)

lanjut ke prosesi waisak ...........................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dengan mata segar, dan dengan pakaian yang sudah diganti, bergeraklah kami kembali ke candi sewu

 

sampai di candi sewu ternyata umat sudah ramai sekali, pengurus Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Pusat dan pengurus Sangha Agung Indonesia (Sagin) Pusat juga sudah sampai lokasi, MBI dan Sagin adalah Keluarga Buddhayana Indonesia.

Pelaksana Waisak di candi Sewu adalah Keluarga Buddhayana Indonesia Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan di koordinasi sepenuhnya oleh Sangha Agung Indonesia Jawa Tengah dan Yogyakarta

 

Dilapangan terlihat satah satu pengurus MBI Pusat sedang berbicara dengan MBI daerah, sambil bicara soal kartu anggota, indahnya kebersamaan dan jiwa melayani,

dscn0646.jpg?w=300 indahnya kebersamaan

Setelah itu, kami melihat para anggota sangha sedang melakukan foto bersama di altar utama , Ketua MBI Pusat ikut berfoto bersama , indahnya kebersamaan

dscn0656.jpg?w=300 foto bersama pengurus MBI Pusat dengan anggota sangha

kamudian melihat altar di candi sewu yang sudah siap untuk kebaktian waisak

dscn0661.jpg?w=300 altar utama di candi sewu

setelah itu, terdengar pengumuman , agar semua termasuk umat diminta bergeser ke candi Lumbung, karena acara prosesi akan segera dimulai

 

Candi Lumbung ini masih satu kompleks dengan candi prambanan dan candi sewu, jaraknya hanya sekitar 1 km dari candi sewu.

setelah berkumpul semua , acara prosesi waisak dari candi Lumbung ke candi sewu pun dimulai

 

Urutan 1 adalah Barongsai dan Liong, istilahnya Liong Samsi dari Vihara Metta Buddha , Sumbing, Wonosobo

dscn0680.jpg?w=225 barongsai dan liong,

seselanjutnya Marching Band dari Mahasiswa/i STIAB Smaratungga

dscn0682.jpg?w=300

 

selanjutnya bendera merah putih dan bendera Buddhist

dscn0683.jpg?w=225

 

selanjutnya barisan bhineka tunggal ika

dscn0684.jpg?w=300

 

selanjutnya barisan dupa , api, bunga, air dan manisan

dscn0685.jpg?w=300

 

selanjutnya para rohaniawan (bhiksu)

dscn0689.jpg?w=300

 

selanjutnya pengurus MBI

dscn0691.jpg?w=300

 

dibarisan selanjutnya adalah 3 anak yg penuh semangat dari sekber PMVBI

dscn0692.jpg?w=300

 

terus barisan pembawa tumpeng dan polowijo

dscn0693.jpg?w=300

 

barisan pembawa lampu abadi

dscn0696.jpg?w=300

 

para umat

dscn0699.jpg?w=300

 

Drumb band dari SMP Smaratungga

dscn0700.jpg?w=300

 

dan barisan pakaian tradisional

dscn0707.jpg?w=300

 

setelah selesai ikut prosesi waisak dari candi lumbung ke candi sewu, maka saatnya istirahat sebentar sambil menunggu kebaktian waisak :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Setelah istirahat sebentar,sebagian beristirahat di tenda tenda yang sudah disediakan, sambil menunggu, saya ambil foto foto yang menurut saya cukup menarik

 

wah, perokok berat beraksi :) dscn0709.jpg?w=300

 

sungguh tidak berbudaya, merokok ditempat yang akan digunakan untuk acara keagamaan, tapi :

 

apa boleh buat
tai kambing bulat bulat
dimakan jadi obat
disimpan jadi jimat

 

kita kalau tegor, bisa bisa ribut kali disana, kwkwkwkw

 

ada juga satgas KBI yang membantu tertibnya acara di tempat acara :

 

dscn0673.jpg?w=150 satgas KBI

 

candi sewu dimalam hari , dengan di terangi cahaya, bagaikan candi yang terbuat dari emas

dscn0717.jpg?w=300

img_20150602_180106.jpg?w=300

 

Setelah puas melakukan foto memfoto, akhirnya acara kebaktian pun di mulai , umat yang hadir diperkirakan sebanyak 7,500 orang

img_20150602_184418.jpg?w=300

 

kebaktian dimulai dengan pembacaan paritta (theravada) , Sutra (mahayana) dan Mantra (Tantrayana) , bagi yang belum tahu, di agama Buddha juga ada aliran aliran , di Indonesia ada 3 aliran besar, yaitu Theravada, Mahayana dan Tantrayana, keluarga buddhayana Indonesia (KBI) dimana ke tiga aliran itu berkumpul dalam 1 kesatuan, walau dengan budaya dan cara berbeda, tapi tetap dalam kebersamaan, indah nya kebersamaan

 

Setelah itu dilanjutkan dengan penyalaan pelita oleh Sangha (Bhiksu)

 

Selesai kebaktian waisak, acara dilanjutkan dengan dharmasanti waisak

 

Dharmasanti waisak dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Bimas Buddha Caliadi SH,MH, di dampingi Pembimas Buddha DIY Wisnu Widiyanto MM , Sangha Agung Indonesia Mahathera Nyana Suryanadi,DPP Majelis Budhayana Indonesia Drs.Piandi dan badan otonom WBI, Sekber PMVBI,tokoh agama Islam,Kristen,Khatolik , Hindu,kong hu cu, taoisme dan agama kepercayaan.

img_20150602_191715.jpg?w=300

 

Acara keseluruhan sangat sukses baik dari kwantitas yang hadir maupun kwalitas acaranya, sayang sekali, karena bangun jam 2 subuh , sehingga mata sudah tidak bisa bersahabat, sehingga saya meninggalkan tempat acara pulang ke hotel untuk tidur, tanpa mengikuti acara Pradaksina mengelilingi candi sewu dan detik detik waisak.

 

Keesokan harinya, bangun agak siang, mandi, sarapan pagi, dan siap siap ke bandara dengan mobil sewaan dari hotel, disini terjadi sedikit masalah, tadinya sudah pesan mobil sama hotel, terus dibatalkan karena panitia telepon beberapa kali mau antar ke bandara, akhirnya pesan lagi ke hotel , karenall panitia kelabakan mengantar tamu , jadi kita mengalah

 

sesampai di bandara, kami hampir salah naik pesawat, sama sama air asia, tapi cuma beda 1 jam, sebelum naik pesawat, buru buru sadar, akhirnya masuk lagi ke lounge

 

Setelah waktunya mau naik pesawat, memang jodoh karma lagi baik, ketemu Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia di lounge, tapi cuma sempat say hello, karena mereka baru sampai,sedangkan kita mau naik pesawat

 

Bye bye Yogyakarta, Bye bye 7 hari 6 malam yang seru, sampai ketemu di moment yang akan datang :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Yones deliyandra
      Mengunjungi mahkota bumi ini! Himalaya!
      Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Amazing Landscape to ABC Aku selalu bermimpi dan membayangkan untuk bisa datang melihat agungnya pegunungan ini, membayangkan setiap langkah melalui jalan-jalan setapak naik dan turun gunung, menyinggahi setiap desa-desa kuno, menyelami mistisnya Himalaya dan bersatu bersama kesunyian alam.
      Selama ini itu semua ada dibayanganku, setiap kali membaca buku-buku tentang perjalanan orang-orang dalam mencari tujuannya masing-masing ke tempat ini selalu membuatku merinding dan penasaran. Mereka selalu menggambarkan betapa indahnya jalur pendakian ini, betapa indahnya suara deru angina malam ketika udara dingin dan salju menghantam, betapa indahknya melihat gunung-gunung tertinggi dunia yang berselimut salju putih. Dan 23 April 2017 aku benar-benar melakukan perjalanan ini. Perjalanan yang semula hanya sebuah mimpi dan impian. Perjalanan yang rata-rata bagi kebanyakan orang di Indonesia, adalah perjalanan yang beresiko dan sedikit nekat, atau malah terlalu nekat. Kadang aku masih tidak percaya kalau akan melakukan ini. Tapi ya disinilah aku sekarang, aku telah melakukannya. Pada tulisan pertama ini, aku akan menjelaskan secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya. Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Annapurna Base Camp (ABC) 4.130 mdpl adalah salah satu jalur treking yang sangat populer bagi kebanyakan turis yang datang untuk menikmati keindahan Himalaya Nepal. Annapurna Base Camp sering menjadi tujuan para turis, selain banyak lagi jalur treking lainnya seperti Everest Base Camp (EBC), Annapurna Sircuit dan masih banyak lainnya. Annapurna Base Camp ini bisa ditempuh dalam 7-8 hari perjalanan naik dan turun, dan bisa ditempuh  secara independen yaitu tanpa menggunakan jasa tour travel ataupun guide. Aku dan temanku melakukan perjalanan treking ini secara independen ini, tanpa tour, guide dan porter. Tour adalah pihak yang menjual paket treking ini, biasanya lengkap dengan guide dan porter. Guide adalah pemandu atau penunjuk arah selama treking ini, guide bisa didapat bersamaan dengan tour atau bisa di sewa secara independen. Porter adalah pihak yang menjual jasanya untuk membawakan semua barang-barang kita selama treking. Biaya untuk guide dan porter berbeda-beda, tergantung negosiasi yang kita lakukan. Nah, berikut ringkasan perjalanan kami selama 15 hari di Nepal, termasuk treking mandiri ke Annapurna Base Camp.
        Day 1,  23 April 2017 Jakarta - Kathmandu Berangkat dari Jakarta dengan maskapai Malindo Air, kebetulan kami dapat harga promo 2.8 juta Rupiah untuk Pulang-Pergi Jakarta-Kathmandu, murah kan… hehe   Namaste Nepal dan VISA Setelah delay sekitar 2 jam, akhirnya pesawat kami berangkat dan sampai di Kathmandu pukul 11 malam. Sesampai di bandara Kathmandu kami lansung mengurus Visa, imigrasi dan bagasi. Beruntung kami sudah melakukan registrasi untuk Visa ini secara online di web imigrasi Nepal (https://www.nepalimmigration.gov.np/). Jadi kami hanya membawa kertas printout bukti kita sudah apply online, langsung melakukan pembayaran sebesar $25 USD tanpa lagi mengisi form. Setelah dapat bukti bayar, langsung ke imigrasi gate untuk mendapatkan striker Visa, dan Namaste.... Welcome to Nepal, have a nice trip, ucap petugas imigrasinya. Visa Nepal     Menuju Thamel Dari bandara menuju daerah Thamel kami menggunakan taxi dengan ongkos 500RN, harus nego dulu ya, karena biasanya mereka menawarkan sampai 800RN   Penginapan di Thamel. Karena kami sampai di Kathmandu sudah tengah malam, jadi penginapan di Thamel sudah pada tutup. Setelah menggedor salah satu pintu hostel, dapatlah kami kamar yg lumayan nyaman dengan membayar 1000Rn. Hotel Sun Way Inn di Thamel Kathmandu Day 2,  24 April 2017 Menuju Pokhara Treking Annapurna Base Camp ini di mulai di kota Pokhara, itu sekitar 8 jam perjalanan dengan bus dari Kathmandu. Kami naik bus tourist dari Thamel dengan ongkos 700Rn, bus berada di sepanjang jalan Kantipath, dan semua bus akan berangkat jam 7 pagi. Tidak masalah kita beli tiket lansung di tempat, karena kami beli tiket lansung di tempat. Tourist Bus   Interior Tourist Bus Permit ACAP dan TIMS Ini adalah izin yang wajib dimiliki oleh setiap treker, kedua Permit ini bisa di urus di Kathmandu atau Pokhara, kebetulan kami mengurusnya di Pokhara yaitu di Pokhara Tourist Service Center. Kantornya tidak jauh dari terminal bus dekat dengan kantor polisi. Jika bingung, bisa tanyakan dengan supir taxi, dan mereka akan lansung mengantarkan kita ke kantor ini.   Jenis Permit Biaya Syarat TIMS 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar ACAP 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar     Pokhara Tourist Service Center   Pokhara Tourist Service Center TIMS & ACAP permit for treking advice     Menginap di Pokhara Malam ini sebelum treking esok hari, kami istirahat dan menginap di daerah Lakeside. Disini juga kami memilah barang bawaan yang akan dibawa. Barang-barang yang tidak diperlukan, kami titipkan di hotel. Ini sangat penting, karena treking mandiri tanpa guide or porter itu, artinya kita akan membawa barang kita sendiri selama pendakian, jadi jangan sampai ini menyusahkan diri sendiri. Bawalah barang seminim mungkin dan cukup untung mendukung selama pendakian.   Day 3 - 9,  25 April 2017 – 1 May 2017 7 days Treking to Annapurna Base Camp Annapurna Base Camp Treking Map Tanggal Jalur Treking Day 1. 25 April 2017 Nayapul – Kimmrong Day 2. 26 April 2017 Kimmrong – Chommrong Day 3. 27 April 2017 Chommrong – Himalaya Day 4. 28 April 2017 Himalaya – MBC Day 5. 29 April 2017 MBC – ABC – Deurali Day 6. 30 April 2017 Deurali – Chommrong Day 7. 1 May 2017 Chommrong – Siwai   Untuk lama treking ini sebenarnya tergantung kecepatan trek yaa, jadi bisa saja lebih cepat atau lebih lama. Itu adalah trek yang kami yang lalui menyesuikan dengan kondisi dan semangat per harinya, jadi ada yang lumayan jauh, tapi ada juga yang tidak begitu jauh. Treking day 1. Nayapul – Kimmrong Dari Pokhara ke Nayapul bisa menggunakan taxi, lama perjalanan sekitar 1,5 jam dengan ongkos 1600Rn (tergantung nego yaa). Dari Nayapul ke Gandruk, info dari teman bisa menggunakan local bus atau jeeb/taxi. Rencana kami menggunakan bus, tapi karena jadwal nya tidak tentu, akhirnya kami memutuskan untuk naik jeep. Sebenarnya treking sudah bisa dimulai dari sini, tapi demi menghemat waktu dan energy, kami memilih untuk menggunakan jeep. Lama menggunakan jeep dari Nayapul ke Gandruk 1,5 jam dengan hasil tawar menawar ongkos 1300RN untuk 2 orang. 
      Disini nanti akan ada pengecekan untuk permit yang sudah kita buat.  TIMS Check Post   ACAP Check Post Dari Grandruk kami mulai treking, lumayan cape hari pertama ini, dan kami memutuskan untuk menginap di penginapan pertama di daerah Kimmrong     Treking day 2. Kimmrong – Chommrong Kimmrong menuju Chommrong jalurnya terlihat seperti jalur trekking Gunung-gunung di Indonesia, hutan-hutan dan jalan yang naik turun bukit. Tapi view nya indah banget. Hari ke dua ini bagiku sangat melelahkan walaupun sebenarnya kami bisa lebih jauh lagi, tapi karena kondisi fisik yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya kami menginap di tempat ini Chommrong.     Treking day 3. Chommrong – Himalaya
      Chommrong sudah cukup dingin, bahkan sore hari sudah turun hujan es disini. Pemandangan dari lodge kami sangat indah dan kereeen. Pegunungan Himalaya bersalju tampak luar biasa dari jendela kaca jendela kamar. Di Chommrong kami meninggalkan beberapa barang lagi, karena menurutku ransel carrier kami makin berat ajaaa. Chomrong ke Himalaya dengan jalur yang terus naik dan sudah sering hujan, jas hujan sangaat membantu.
        Treking day 4. Himalaya – MBC Dingin bangeeet. Jalur ini sudah berhadapan dengan jurang-jurang salju curam membuat kita harus extra hati-hati. Jalur sedikit landai dan naik lagi dan terus naik. Berjalan berdampingan dengan sungai deras dan gunung bersalju menbuat aku diam seribu bahasa, hanya ada pandangan takjub, suara nafas terengah-engah dan deru sungai, sesekali suara burung gagak.    

            Treking day 5. MBC – ABC – Deurali Amazing Landscape to ABC Today is big day. Hari ini aku akan sampai di peraduan mu Annapurna Base Camp. Setelah sarapan yang cukup kami bergegas untuk segera naik menuju ABC. Jalur ini benar-benar jalur terindah dan luar biasa bagi ku, seakan tak percaya aku disini sekarang. Begitu dekat dikelilingi gunung-gunung Himalaya putih bersalju, langit biru yang benar-benar bersih dilengkapi dengan cahaya matahari pagi yang menghangatkan tubuh. Allahuakbar, tak ada yang seindah ini. Terus naik perlahan, bertemu teman-teman sependakian yang bergerak turun, sementara kami terus naik naik. Semangat dari mereka terus menyemangati ku.   Aku sampai… ya aku sampai… impian aku sudah menjadi nyataa.. Berdiri disini.  Annapurna Base Camp 4.130 mdpl   Annapurna Mountain  
      Setelah puas di ABC kami mulai berjalan turun, target 2 desa di bawah untuk menginap malam ini. Cuaca di atas  jam 11 sudah mulai tidak bagus, hujan badai menemani perjalanan turun kami.   Treking day 6. Deurali – Chommrong Deurali – Himalaya – Dovan – Bamboo – Sinuwa – Chommrong. Hari ini benar-benar menguras energi bagi ku. Di Chommrong kami menginap di lodge yang sama dengan waktu kami naik. Treking day 7. Chommrong – siwai Chommrong – Jhinu – New Bridge – Kymi – Siwai. Siwai – Phokara bisa menggunakan jeep atau local bus.   Day 10, 2 May 2017 Phokara. Setelah pendakian beberapa hari, hari ini kami habiskan untuk istirahat dan membersihkan barang-barang selama pendakian.   Day 11, 3 May 2017 Phokara, disini kita menghabiskan waktu untuk jalan-jalan explore Phokara   Day 12, 4 May 2017 Phokara - Kathmandu   Day 13, 5 May 2017 Explore Kathmandu   Day 14, 6 May 2017 Explore Kathmandu   Day 15, 7 May 2017 Kathmandu - Jakarta

      Begitulah penjelasanku secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya ya.

      Bersambung...
      Silakan berkunjung di blog aku juga https://yonesfd.blogspot.co.id/2017/11/nepal-dream-come-true.html hehehehe
    • By devi admaja
      Tak terasa sudah waktunya kantor kami outing lagi , awalnya saya selaku koordinator mengajukan untuk ke luar kota Lampung dan bermaksud ke Bogor , setelah cari info kanan kiri pimpinan setuju , apa daya budget ga masuk , akhirnya kami kongkow dan beberapa dari kami (termasuk saya) belum pernah ke dufan akhirnya saya maju lagi dan setelah pjg lebar pimpinan setuju , dan budget-pun setelah dihitung bisa direalisasikan , saatnya pengajuan ke kantor pusat kami , dan setelah perjuangan , revisi , revisi & negosiasi alot dgn kepala bagian saya di pusat berhasil & begitu sampai di meja direksi , proposal saya kandas seperti kapal karam . dikarenakan dateline proposal 1 minggu lagi maka saya harus gerak cepat memutuskan mau kemana , cari info kesana kemari resort yang punya vendor outbound di Lampung , pada awalnya saya tertarik dengan Suak Sumatra , salah 1 resort baru , saya hubgi marketing officer-nya , dikarenakan jumlah ruangan yg terbatas , harga yg masih lumayan mahal (1,4jt per org per malam) dan tidak adanya vendor team building (kami harus bawa sendiri dari luar) , maka ga jadi ke Suak. Okey hari makin mepet akhirnya saya hubgi Grand Elty (LAGI) , kami sudah bekerjasama selama 3 thn berturut2 ini dan kalo cuma di seputaran resort-nya saja mungkin bisa bosan yah hahahaha. Dan dikarenakan pimpinan saya berjiwa petualang , beliau tanya kalo mw sebrang pulau bisa tdk , dan pihak BISA. Ada 2 pilihan , ke sebuku dengan durasi perjalanan 1,5jam or liat2 Gunung Anak Krakatu durasi 3jam (cuma LIAT2 doang , karena sekarang sudah tdk boleh di explore lagi , iyalah lama2 hancur diinjak2 terus). Okey setelah nego menego harga akhirnya disepakati kami akan outbound ke sebuku & snorkling disana. 
       
      Hari H-pun tiba (28102017) berangkat dari Bd.Lampung jam 7 teng teng menuju elty perjalanan 1,5jam. Sampai di elty kami drop barang2 kami. Jam 9 pagi kami berangkat menuju sebuku , perjalanan 1,5jam naik kapal. Beginilah penampakan kapalnya. 
      Kami menyew2 kapal , kapasitas kapal katanya 30 org , jumlah kami 38 org , terus terang saya juga mabok naik kapal ini , memang saat meeting dgn pihak elty sudah diberitahukan bahwa akan naik wooden  boat , tapi dlm benak saya bukan wooden boat begini hahaha , banyak teman2 yg akhirnya muntah dalam perjalanan (kondisi cuaca cerah , tapi memang ombak & angin agak besar) , saya-pun ikutan mabok jg walopun tdk sampai muntah , saya hanya kentut melulu hahahahaaa. . . selaku panitia mesti keliatan tegar gt
      Voilla...akhirnya hampir sampai...berikut penampakannya : 

       

      Berhubung mayoritas saya  mengambil view-nya pakai video maka saya  screenshot saja yah. 
      Tampak pasir putih membentang , memang pulau tak berpenghuniii, untung bawa makanan byk banget kuatir ga bisa balik karena ombak (maklum emak2 jd kuatirnya byk)  

       

      Yuk...bongkaran

       
      Namanya pulau tak berpenghuni , jangan harap ketemu cowo2 ganteng or cewe2 cantik , ketemu nenek2 aja uda syukur huehehehe... Oiya awalnya dikasi tau kalo ga ada toilet , wah mikirnya nti kencing dimana , katanya langsung aja nonkrong di laut (wah langsung mikir pantesan air laut asin) wahahahaa... Tapiii..rupanya ada kok toilet daruratnya , dan dibutuhkan usaha dlm ngambil airnya , kita mesti NIMBA dari sumur , untung aja dulu pernah belajar nimba hehehhee... Ini penampakan muka toiletnya (rumahnya yah bukan kapalnya)

      Oiya suasana-nya makin sore makin serem , uda gt air laut makin naik , dan ada beberapa temen bilang kok ada bau bangkai gt (saya tdk merasakan bau sih) , oh mungkin empu-nya pulau sudah tidak berkenan kami lama2 disitu , ya sudah akhirnya kami putuskan untuk lanjut ke spot untuk snorkling , perjalanan cuma 10 menit karena kapal cuma berbelok aja , mayoritas dari kami tdk snorkling (termasuk  saya)

      Okey setelah snorkling , kita balik lagi ke dermaga grand elty , perjalanan pulang seperti biasa lebih baik dari perjalanan pergi , yang mabok sudah tidak gitu mabok lagi , oiya beberapa dari kami dapat kelapa dugan dari penduduk asli sana (makasih yah pak :) ) , daging kelapa dugannya tuebel banget tapi lembut (sumpe nyesel ga bawa sendok pamungkas hhuhuhu). Balik k elty uda sore , dan sejauh mata memandang kami berada di laut lepas 

      Sesampai di elty kita check-in hotel 


      Dan setelah sampai kami semua istirahat untuk acara kebersamaan kami di malam hari :) 
      Sekian cerita ke pulau sebuku , bagi saya selama tinggal di Lampung semua pulau yang disebrangi pemandangannya kurleb sama , dengan hamparan pasir putih yang panjang , pepohonan hijau , terumbu karang dan air jernih berwarna hijau biru. . . Tuhan menciptakan alam dan seisinya begitu indah sampai keindahannya tiada habisnya , dari pulau 1 ke pulau yg lain. Sampai jumpa di cerita berikutnya. Thanks 
    • By siskawul
      Khao Yai, daerah ini merupakan distrik di Thailand yang belum ramai dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Thailand. Objek wisata terkenal yang ada di sini antara lain Khao Yai National Park, Primo Piazza, Palio Village, Chocolate Factory, Sunflower field, dan kafe-kafe lucu dengan design design yang instagrammable yuhu.
      Kali ini saya tidak membahas objek-objek wisata tersebut, tetapi hanya yang kemarin sempat saya kunjungi pada liburan singkat di Thailand ala kere hore. 
      Yuk capcus. 
      How to get there
      1.    Langkah pertama, kalian harus bangun dari tidur cantik kalian. Pastikan kalian bangun dan siap2 lebih pagi dari biasanya, apalagi yang berniat just one day trip seperti kami kemarin. Kemarin, kami sudah bangun pagi, siap2 lebih pagi, tapi ada tragedi pencarian kunci hostel yang nyelip dulu saat mau keluar kamar. Yihuhu banget. Ditambah juga sulitnya mencari taksi yang akan membawa kami ke mochit bus station. 
      2.    Langkah kedua, pergilah ke Mochit bus station atau yang lebih dikenal dengan Mochit 2. Kalian bisa pergi dengan BTS ke Mochit dan dilanjut naik bis. Entah bis nomor berapa kemarin sempet searching tapi karena kami tidak memakai alternatif itu jadi lupa *maaf. Berhubung kami berlima dan setelah dihitung2 harga naik BTS nyambung sama saja dengan naik taksi atau grab (lebih disarankan naik taksi meter saja, karena berdasarkan pengamatan harga, lebih murah pakai taksi meter dari pada naik grab. Oiya, taksinya nyetop di jalan aja, tapi pake meter atau argo ya).
      3.    Langkah ketiga, belilah tiket bus jurusan Pak Chong. Tiket bisa dibeli di loket bis nomor (nah yang ini berdasarkan blog walking saya, ada yg bilang ke loket 68, ada jg yang bilang loket 48). Kemarin kami mengikuti ke loket 68. Tapi loketnya tutup dan loket 69 buka dan tertulis Pak chong juga di situ. Walhasil, belilah kami tiket di situ dengan harga 150 Baht per orang. 
      4.    Langkah keempat, menujulah ke gate bis sesuai arahan penjual tiket. Kemarin kami si di gate (gate atau Line ya) 70. Masuk bis, dan menunggu sampai bis berjalan ke Pak Chong.
      Oiya, kemarin kami menunggu lamaaaa banget buat bus jalan. Kami masuk bis jam 09.00. Dan bus baru jalan jam 10.45. What a banget. Sampe laper laper deh. Penjual tiketnya bilang perjalanan dua jam. Tetapi kenyataannya, perjalanan 3 jam lebih. Huowww. Lusuh deh kami. Kayaknya kami salah ambil bis deh. Kayaknya si, kayaknya ya, jadi bus yang lewat ke Pak Chong itu ada banyak penyedia gitu, nah yang kami beli itu bukan yang terbaik. Tapi yasudahlah kami sampai juga kok ke Pak Chong. Selama perjalanan, ada berhenti-berhentinya. Bisa buat pip*s atau nyari makanan. Kami si udah males. 
      5.    Langkah kelima, setelah disampaikan di Pak Chong, bingung deh kami. Kemudian muncullah Ibu Noch yang baik hati banget mengarahkan kami bagaimana how to get to Primo Piazza impian kami.
      Jadi seturunnya kami di Pak Chong (jadi dia bukan terminal, hanya semacam terminal bayangan di mana bis-bis kadang menurunkan penumpang di situ). Bilang aja si sama supir atau kernetnya kalau kalian mau ke Khao Yai. 
      Oiya, kemarin kami blind banget turunnya di Pak Chong sebelah mana. Bilang ke kernet sama supir buat diturunkan di Pak Chong, pake Google Translate atau pake Bahasa Inggris, merekanya jawabnya pake bahasa Thailand. Kami geleng2 dan desperate. Tapi akhirnya diturunkan di tempat yang benar juga si. 
      Lanjut ke Ibu Noch, jadi dari terminal Pak Chong, alternatif transport ke Khao Yai adalah dengan sewa motor seharga 300 baht/motor/24 jam atau dengan sewa mobil seharga 2500 Baht (kata blog). Kemudian Ibu Noch menawarkan kami untuk naik Songthaew dengan harga 1500 Baht untuk dua tempat tujuan. Dengan pertimbangan waktu saat itu sudah menginjak sore, dan kami berlima, sewa motor butuh 3 motor jadi 900 Baht ditambah bensin 100 Baht per motor. Jatuhnya sama saja harganya. Ditambah pula kami bakal butuh waktu buat baca maps. Iya kalau ketemu dan akurat. Finally kami ambil tawaran dari Ibu Noch. Jug ijag ijug, ternyata lumayan jauh lho menuju ke Primo Piazza. Kami bersyukur ambil tawaran Ibu Noch. Jadi bisa ngobrol-ngobrol cantik kan di dalem songthaew sambil lihatin jalanan Khao Yai yang alus dan gede beut. 
      Ngomong ngomong Ibu Noch, beliau baik banget dan yang asoy bisa bahasa Inggris. Hamdalah. Jadi sesampainya di Pak Chong, kami nanya toilet, diarahkan di mana toilet, kami nanya tempat sholat, dijawab gak ada tempat sholat (emang gak ada si). Terus kami diberikan waktu buat belanja2 di sevel dulu sebelum meluncur ke Primo dan Palio. Seselesainya dari trip, kami juga dicarikan dan ditungguin sampai kami dapat bis ke Bangkok. Dan oh, kami dapat tiket bis ke Bangkok just 120 Baht. Yaiyuy, kami rugi 30 Baht deh. Dan setelah kami dapet bus dan mau naik bis, ibu Noch gak minta komisi atau bayaran apapun dong. Saya dan temen2 sempet pandang-pandangan. Beneran nih masih ada orang baik di tempat wisata apalagi di luar negeri begini? Beliau cuma minta dipromoin ke teman-teman yang mau ke Khao Yai. That's why saya bikin postingan ini. 
      Setelah say goodbye dan thank you sama Ibu Noch, kembalilah kami ke Bangkok dengan bahagia namun lelah. Oiya ini nomor HP Ibu Noch bisa diminta via DM ya.
      Dan, ini sekilas pandang objek-objek di Khao Yai yang kami datangi.
      Primo Piazza
      Tiket masuk: 200 Baht 
      Isinya: komplek perumahan ala Eropa gitu deh. Sebelum ke Eropa beneran, bisa lah buat pemanasan di Primo Piazza ini. Cekrek cekrek yang banyak ya, udah bayar mahal sist. Feel fotografer kalian harus lebih jeli biar bisa menangkap ke-chic-an tiap sudut Primo Piazza. 
      Di samping komplek ala Eropa, kalian bisa beri makan kambing (kambing? Iya, kambing sama kayak yang ada di kampung saya). Ada juga alpaca si. Yang seolah olah berada di Australia. Tapi pas kemarin ke sana, cuma ada sedikit alpacanya. Itu pun pada menjauh dan gak bisa kami kasih makan. 
      Palio Village
      Tiket masuk: free
      Isinya: toko-toko yang jual barang apa saja dengan konsep pertokoan layaknya Eropa (duh, kenapa lagi lagi Eropa si). Harganya mahal mahal si. Enggak cocok buat traveler kere hore macam kami. Jadi di situ kami cuma lihat lihat sebentar dan pulang. 
      Sekian catatan flashpacker kami ke Khao Yai. Kalau saya si suka sama daerahnya. Dingin, adem, banyak makanan di night marketnya (kelihatan pas kami jalan tapi kami gak brenti), dan penginepannya yang kami lihat pas perjalanan ke Primo konsepnya unik-unik. Next time kalau ke sana lagi mau nginep ahhh. InsyaaAllah 
      Semoga membantu buat teman-teman yang mau ke sana ya.
      Kap kun Kha, Kap kun Khrap










    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       









    • By Dantik
      Sepenggal percakapan antara saya dan teman saya:
      Teman: “Lah trus d amsterdam mo k mana aja? Biasa k keukenhof, volendam & zaanse schaans.”
      Saya: “Itu udh loe sebutin ”
      Teman: “Tp cm 2 hr d amsterdam?”
      Saya: “Haha... emg knp klo 2hr? Ga cukup ya?”
       
      Satu hari di Amsterdam dapat apa saja? Banyak... iya, banyak. Kecuali pas winter yah! 
      Kami tiba di Amsterdam pukul 11 malam. Naik Flixbus dari Bruxelles (Gare du Nord) ke Amsterdam Sloterdijk. Penginapan kami sebenarnya tidak terlalu jauh dari Stasiun Sloterdijk, karena salah jalan jadinya terasa jauh. Untung aja sempat ketemu orang Indonesia jg dsna, jd bisa di antar menuju ke jalan ke penginapan. Kami menginap di WOW Hostel Amsterdam. Sampe hostel langsung tepar.
       
      Pagi2 kami langsung check out, tapi barang kami titipkan di hostel. Saatnya petualangan dimulai!
       

       
      Pertama2 kami menuju Keukenhof dari statiun Sloterdijk, kami membeli Amsterdam & Region Travel Ticket seharga 1 day € 18,50.
       


       
      Dari Sloterdijk naik train ke Schiphol Airport/Plaza. Dari Schipol Airport naik Bus 858 (Arriva) turun di Keukenhof.
       





       
      Dari Keukenhof kemudian ke Volendam naik Bus 858 (Arriva) turun di Schiphol Airport. Dari Schipol Airport naik train ke Zaandijk Zaanse Schans. Dari situ jalan kaki sekitar 1km sudah sampe di Volendam.
       

       
      Dari Volendam kemudian ke Zaanse Schans naik train lagi turun di Central Station. Kemudian naik Bus 391 turun di Zaanse Schans.
       

       
      Setelah dari Zaanse Schans kemudian kembali ke Amsterdam utk city tour. Naik Bus 391 lagi turun di Central Station. Dari Central Station kita mulai city tour.
       

       
      Kemudian kami kembali ke hostel untuk mengambil barang dan lanjut ke  Stasiun Sloterdijk untuk destinasi berikutnya.
       
      Seperti itulah itinerary kami untuk one day tour Amsterdam, semoga bermanfaat.

    • By kyosash
      Hello Jalan2ners 
      Sudah lama saya tidak post di forum ini, kali ini saya mau berbagi cerita trip ke Jepang musim panas ini.
      Sebenarnya tahun ini saya tidak ada rencana berangkat, berhubung saya berhasil mendapatkan tiket konser festival musik, mau tidak mau saya harus berangkat 
      jadi tujuan utama trip kali ini untuk memenuhi salah satu impian saya selama ini yaitu nonton festival music & fireworks (kembang api) secara langsung. \
      jadi tidak terlalu menfokuskan ke spot - spot wisata.
       
      ok dech, tanpa basi basi saya akan memulai cerita tripnya.
       
      dikarenakan saya mendapatkan kabar berhasil membeli tiket konser sekitar 1 bulan sebelum hari H, jadi saya cukup kelabakan mencari tiket pesawat + tempat penginapan & dll.
      setelah 1 minggu cari2 tiket murah, akhirnya dapat juga walaupun tidak semurah harga promo tapi gpp dech. 
      kali saya menggunakan jasa ANA untuk kedua kalinya (PP Rp. 5 jt-an).
       
      23 - 25 Agustus (Jakarta → Narita Airport → Mitaka + Yamanashi)
      Perjalanan dimulai dari Jakarta. pesawat pada subuh hari yang ingin saya tumpangi delay sekitar 30 menit-an. 
      sekitar 7 jam 45 menit perjalanan, begitu landing lagi2 delay sekitar 20 menit.
      setelah tiba di bagian Imigrasi, saya melihat perubahan, yaitu adanya mesin untuk scan (input) mata dan sidik jari, di tengah antrian sebelum ke bagian cek paspor. 
      kemudian saya tanya kepetugasnya, sejak kapan ada mesin ini, karena tahun lalu saya ke sini belum ada mesin seperti ini, lalu petugasnya menjawabnya semenjak April/Mei ini.
      walau antrian panjang otomatis dengan adanya mesin ditengah2 antrian ini sangat mempercepat proses pemeriksaan.
      waktu proses pemeriksaan sempat ditanya2 dan juga sempat dibongkar koper untuk diperiksa isinya. yang dimana selama ini saya tidak pernah mengalami hal ini waktu ke Jepang.
      saya merasakan makin ketatnya pemeriksaan belakangan ini, mungkin karena reputasi Orang Indonesia yang semakin memburuk.
       
      setelah beres saya langsung bergegas ke tempat penginapan yang telah saya booking sebelumnya melalui Airbnb.
       
      Narita International Terminal 2 → Asakusabashi (Keisei) ¥1100 → Mitaka  (JR Chuo Line) ¥390 → Tempat Nginap
       
      waktu pertukaran kereta di Asakusabashi saya sempat kehilangan tiket, kalau sengaja beli lagi lumayan sekitar 1100 yen, lalu saya mencoba menggunakan bahasa Inggris gagap ke petugasnya, akhirnya diperbolehkan lewat, "thanks pak petugas !!! "
      begitu tiba di Stasiun di Mitaka, saya langsung menuju ke tempat penginapan, baru jalan sekitar 5 menit baju udah basah kuyup,  suhu panasnya sih sama seperti sama Jakarta tapi tingkat kelembaban-nya beda banget.
      alhasil begitu sampai penginapan langsung mandi dech, lalu ngobrol bentar dengan tuan rumah.
       
      Plan untuk besok cuma ketemu teman saya pada siang hari untuk ambil Tiket konser, jadi paginya masih sisa banyak waktu, saya memutuskan untuk coba mengunjungi dokter gigi di dekat2 rumah.
      berhubung tempat temu janji cuma sekitar 20 menit jalan kaki dari tempat penginapan, jadi selama perjalanan saya menemui 4 dokter gigi, tapi tutup semua, jangan2 Hari Kamis (hari liburnya dokter gigi), tapi setelah sampai dekat tempat temu janji, saya melihat ada dokter gigi yang buka, lalu saya coba tanya2, alhasil lumayan mahal juga kalau tanpa asuransi, dan juga butuh beberapa kali datang sesuai dengan perawatan lubang-nya.
      setelah selesai bertanya2 dengan staff dokter gigi, saya langsung menuju ke tempat temu janji. yaitu kedai Iseya Yakitori (satay jepang) yang cukup terkenal diarea itu, karena sudah ada antrian walau belum buka. untuk websitenya bisa lihat disini > Iseya Yakitori
      disini teman saya memesan berbagai macam menu.
        
       
      setelah selesai berbincang-bincang dan menyerahkan tiket konser ke saya. dan teman saya segera balik ke Machida, dan dikarenakan saya masih mempunyai luang waktu, jadi memutuskan untuk ke mampir ke Shibuya yang dimana satu jalur dengan arah pulang teman saya.
       
      waktu jalan ke stasiun Kichijoji, teman saya menyempatkan untuk membeli Katsu (Sapi) + Korokke (pergedel jepang) di "Steak House Satou" , yang cukup terkenal enak di area Kichijoji ini.

       
      Kichijoji (Keio Inokashira Line) ¥200 → Shibuya
      ditengah perjalanan kereta saya berpamitan dengan teman saya karena mesti pindah jalur,  lalu setelah sampai ke Shibuya Station

      kemudian saya langsung mencari tempat makan yg saya hampiri 2 tahun lalu yaitu "Okinawa Soba", dikarenakan saya masih cukup kenyang tapi kangen akan rasanya, jadi saya hanya memesan sayuran-nya saja yaitu Goya Chanpuru seharga 580 Yen


       
      setelah itu keliling sebentar area Shibuya lalu kemudian pulang balik ke penginapan,  karena besok paginya harus bangun pagi2 untuk ke tempat konsernya.

       
      Shibuya (JR Yamanote Line) → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Tempat Penginapan)
      begitu balik, mandi lalu mempersiapkan keperluan untuk esok harinya , besok pagi mesti bangun sekitar jam 4.30 .
       
      Besok paginya sekitar jam 5-an,  saya jalan menuju ke Station Mitaka sekitar 20 menit akhirnya sampai juga. kemudian langsung menuju ke Shinjuku Station tempat bus berangkat ke tempat konser.
       
      Mitaka (JR Chuo Line) ¥220→ Shinjuku (Official Bus Tour) ¥2800 → Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara)
      karena frekuensi Bus dari Shinjuku ke Yamanashi sedikit, jadi sebelumnya saya booking tiket ke pihak/staff yang berkaitan dengan event konsernya.
      Tiba di Shinjuku station sekitar jam 5.45 , lalu menuju ke tempat busnya, walau masih pagi tapi sudah banyak orang yang mengantri untuk naik ke bus.
      sekitar 40 menit mengantri, akhirnya naik juga ke Bus, perjalanan normal dari Shinjuku ke Yamanashi sekitar 2,5 jam tapi waktu di area Yamanashinya cukup macet alhasil sekitar 3.5 jam baru sampai tempat tujuan. 

      (akhirnya bisa berjumpa juga dengan Gunung Fuji, tanpa sengaja dicari  )

      Acara Festival music ini berlangsung selama 3 hari, tapi saya hanya ikut 1 hari saja yaitu 10rb Yen. 
      Ada 4 Panggung dan disini juga bisa naik Balon udara, main Canoe, atau main air di pinggir Danau sekitar untuk detailnya bisa lihat langsung ke sini Sweet Love Shower Site 

      walau masih pagi, tapi sudah banyak pengunjung, awalnya saya perkirakan sekitar 12rb orang, ternyata saya salah .. totalnya melebih 120rb orang ternyata. 

      waktu masuk menerima map (schedule) + wristband (yang akan dicek setiap kali pindah panggung, jadi pastikan jangan hilang ^^)

        


      karena selama perjalanan dari Tokyo belum makan, jadinya saya langsung berburu makanan begitu sampai, saya mencoba Yakiniku Kare 1000 Yen, rasanya lumayan enak.


       
      Karena Masih agak pagi , pengunjung belum benar2 padat, saya memutuskan untuk explore area ini.
        
        
       
      walau padat pengunjung tapi tetap bisa jaga kebersihan begitu juga Toiletnya cukup bersih 
        
       
      Sekitar jam 11 cuaca makin panas, waktu nonton desakan-an di dekat panggung berasa cepat cape dan karena dempet2an suhu makin terasa panas (mungkin sekitar 40°C kali ^^)
      kebetulan band (Coldrain) yang saya ingin tonton manggung jam 12.00, jadi mutung dech  
      dan alhasil bawaan-nya cari minum, tanpa terasa menghabiskan 2000 - 3000 yen untuk minum saja 
       
       
       
      makin siang, makin berasa panas dan padatnya pengunjung.

      walau baru 2 jam-an disini rasanya energi udah habis, bawaan-nya ingin pulang aja, tapi berhubung saya udah beli tiket bus pulang ke Tokyo, dan paling awal sekitar jam 19.45 malam berangkatnya, mau kagak mau harus menunggu sekitar 7 jam-an lagi.
       
      demi menambah energi, saya mencari makan + minum. lalu saya membeli Sasebo Burger,  ukuran-nya 2.5 kali lebih besar dari burger biasa, begitu juga isinya yang banyak.
       
      sambil makan, sambil lihat live (band) dari kejauhan.
        
      tidur-tiduran di taman waktu band kagak manggung ^ ^

      setelah segar kembali, kemudian aktif lagi dech jingkrak2, dorong2-an 
      walau panas, cape, tapi benar-benar puas ikut festival ini, rasanya ingin lagi berpatisipasi kalau ada kesempatan  
       
      NOTE : disini dokumentasi music sangat dilarang, jadi jangan kaget waktu ngerekam tiba2 staff muncul didepan anda
       
      untuk preview (gambaran) mengenai festival music ini bisa lihat disini 
       
       
      Yamanashi (Yamanakako Exchange Plaza Kirara) (Official Bus Tour) ¥2800 → Shinjuku (JR Chuo Line) ¥220 → Mitaka (Local Bus) ¥220 →Tempat Penginapan
      Sekitar jam 19.15 malam saya langsung menuju ke Tempat Bus, dan menunggu antrian, sekitar 25 menit menunggu akhirnya bisa naik ke dalam Bus, kemudian langsung menuju ke Shinjuku.
      kali perjalanan sekitar 2.5 jam, karena tidak terlalu macet. 
      setiba di Shinjuku saya langsung menuju ke Mitaka, dan karena sudah lelah saya memilih naik Bus untuk ke tempat penginapan, kemudian mandi dan segera beres2 dan siap barang. karena besok pagi2 mesti ke Haneda untuk ke Kochi.
       
       
      Untuk Lanjutan-nya bisa lihat disini 
      26 - 30 Agustus (Kochi, Nakamura + Sukumo)
      30 Agustus - 1 September (Matsuyama, Dogo Onsen + Bansuiso)
      1 - 4 September (Kure, Onomichi, <Mukoujima & Innoshima Island> + Tomonoura)
      4 - 6 September (Kurashiki + Naoshima)
       
      Simak juga perjalanan saya lain-nya 
       
    • By petrus.sitepu
      Cirebon, salah satu kota di daerah jawa barat yang patuh dicoba untuk destinasi wisata di weekend anda. 2hari saja sudah cukup kalau anda ingin berkeliling di kota Cirebon, anda bisa wisata kuliner dan belajar sejarah tentang kerajaan di cirebon dari keraton kasepuhan, keraton kacirebonan hingga keraton kanoman.
      Akses yang bisa anda tempuh menuju kita Cirebon bisa menggunakan kereta api ataupun membawa mobil sendiri. Apabila anda menggunakan kereta api anda cukup menghabiskan biaya Rp 100,000,- sudah sampai cirebon dengan menggunakan kelas ekonmi ac. Kereta ekonomi AC sehari ada 3 jadual, jadi tinggal pilih sesuai dengan kenginan anda. Apabila anda memutuskan untuk membawa mobil sendiri biaya tol yang akan anda keluarkan untuk sekali jalan dari tol dalam sekitar Rp 110,000 dengan jarak yang ditempuh kurang lebih 200km.
      Bagaimana dengan hotel di Cirebon, jangan khawatir banyak pilihan hotel disana dari kelas budget atau luxury bahkan ada guest house juga. Penulis selama dicirebon menginap di 2 hotel yaitu di Hotel Amaris dengan rate sekitar Rp 300,000 (sudah termasuk breakfast 2 orang) didaerah Jalan Siliwangi (jalan boulevard kota cirebon, tidak jauh dari kantor balaikota. Hotel Amaris juga tidak jauh dari stasiun kereta api cirebon) dan Hotel Batiqa dengan harga sekitar Rp 350,000 (belum termasuk makan pagi). Tapi jangan kuatir di cirebon banyak makanan lokal yang cocok untuk sarapan pagi dari nasi lengko ataupun docang.
      Wisata sejarah menjadi salah satu wisata yang sangat direkomendasikan selama anda di kota Cirebon, karena kota cirebon sendiri memiliki 3 keraton yaitu keraton kasepuhan (terbesar), keraton kacirebonan dan keraton kanoman. Penulis merekomendasikan keraton yang pertama kali dikunjungi yaitu keraton kacirebonan kemudiaan keraton kasepuhan yang terakhir keraton kanoman.
      Dimulai dengan keratonan kacirebonan, keraton ini tidak terlalu luas hanya perlu waktu 30menit - 1 jam untuk melihat keraton ini. Harga tiket untuk masuk keraton kacirebonan sebesar Rp 10,000. Destinasi selanjutnya yaitu keraton kasepuhan, Keraton ini lebih besar dibandingkan keraton kacirebonan. Harga tiket masuk kedalam keraton kasepuhan dikenakan biaya Rp 15,000.  Jam yang direkomendasikan untuk mengunjungi keraton kasepuhan yaitu diatas jam 1 siang walapun panas tapi anda akan bisa melihat pertunjukan tari khas cirebon secara gratis. Selain melihat pertunjukan tari anda juga akan beberapa peninggalan keraton lainya tapi kalau anda ingin masuk ketempat tersebut akan dikenakan biaya lagi sekitar Rp 10,000 - Rp 25,000 tergantung tempatnya. Selain itu di keraton kasepuhan anda bisa melihat mata air yang konon tidak pernah kering sepanjang musim, sama halnya dengan tempat lain didalam keraton kasepuhan untuk masuk ke area mata air dikenakan biaya Rp 10,000.
      Destinasi keraton yang terakhr yaitu keraton kanoman, tidak susah payah melihat keraton kanoman karena hanya tersisa bagian luar saja masuk kedalam tidak memungkinkan karena digunakan untuk tempat tinggal. Tapi didepan keraton kanoman terdapat fresh market yang tidak hanya menjual sayur tapi makanan khas cirebon bahkan hasil laut khas cirebon. Apabila anda ingin ke keraton kanoman, penulis menyarankan pagi hari dikarena didepan pasar kanoman terdapat makan khas cirebon seperti Tahu Gejrot (tepat diseberang ruko manisan shinta), Docang (di seberang pintu masuk pasar kanoman), Es Duren (dimana kalian akan mendapatkan 3 buah duren) dan Nasi Leko (Nasi yang diberi potongan tahu, tempe dan oncom). Selain makan tersebut ada 2 makan khas lagi yang perlu dicoba selama dicirebon yaitu Nasi Jambalang (rekomendasi Nasi Jamblang Mang Dul dan Nasi Jamblang Ibu Nur) dan Empal Gentong (rekomendasi Empal Gentong Krucuk dan Empal Gentong H Apud)
      Selain ketiga keraton, anda juga bisa mengunjungi Gua Sunyaragi. Letak dari gua ini  agak keluar kota cirebon (sekitar 3-4km dari area kota cirebon). Penulis menyarankan apabila anda mengunjungi gua sunyaragi pada sore hari, karena warnanya baik untuk foto. Gua Sunyaragi cocok untuk anak muda yang suka posting di social media khususnya instagram, karena area ini instagramable (kata anak muda sekarang, silakan cek instagram penulis ada foto di gua sunyaragi -id : herr.sitepu).
      Kalau ingin membawa buah tangan khas cirebon silakan anda menuju Batik Trusmi (sekitar 7-8Km dari area kota cirebon). Anda mencari batik khas cirebon yaitu mega mendung? Ada di batik trusmi baik batik tulis atau batik cap. Harga di batik trusmi dari Rp 50,000 sampai adanya yang Rp 5,000,000 (umumnya batik tulis). Di batik trusmi juga ada tempat untuk belajar membatik, dan hasil membatik kita bisa dibawa pulang juga. Tidak hanya batik di batik trusmi anda bisa membawa buah tangan berupa makanan khas cirebon seperti kerupuk melarat.
      Jadi tunggu apalagi, apakah anda tidak penasaran dengan kota Cirebon? Selamat traveling.