Hartono Hasian

Wisata Seru Ke Yogyakarta Selama 7 Hari

69 posts in this topic

https://hartono238.wordpress.com/2015/06/06/yogyakarta-wisata-tgl-28-mei-2015-sampai-03-juni-2015-ke-yogyakarta-1-keberangkatan/

 

Hari ini, tgl 28 Mei 2015 pagi pagi sekali sudah bangun, siap siap mau ke bandara , karena hari ini akan memulai perjalanan ke Yogyakarta sebanyak 7 hari 6 malam

 

walaupun berangkat buat wisata bersama, tapi ternyata saya dan teman saya pakai pesawat berbeda, semua terjadi karena ketidak telitian saya waktu membeli tiket pesawat, beda 2 jam jadinya, untung teman tersebut mengerti :)

 

walau pesawat saya jam 12.30,tapi jam 09,30 saya sudah di bandara, sedangkan teman saya pesawat jam 10..30 hehehhe

karena pesawat saya sriwijaya, jadi saya check in di terminal 1 B, maksud hati mau nongkrong di lounge , seperti biasa, untuk hemat sarapan dan makan siang :), tapi ternyata lounge di 1 B sedang renovasi, akhirnya saya pindah ke lounge di 1 C

 

perjalanan pesawat terbang dari Jakarta cukup lancar dan on time, sehingga pesawat saya sampai di Yogyakarta jam 13.45

sesuai dengan kesepakatan dengan teman saya, kami akan ketemu di penginapan Asahi home stay yang terletak di jl Godean Km 7,5

yulianto.jpg?w=300&h=169

ini kartu namanya

 

sesampai di Asahi home stay, ternyata tempatnya enak sekali, bersih, siklus udara bagus, ada air dispenser dan teh, gratis :), letak homestaynya dilantai 2, sedangkan lantai 1 untuk usaha dan tempat tinggal pemilik, sebelah homestay adalah supermarket, dan disekeliling homestay mudah sekali cari makanan

asahi-rent-car-jogja-homestay-yulianto_6

ini kamar 1 bed dengan 2 extra bed

Share this post


Link to post
Share on other sites

selesai mandi, kami meninggalkan homestay dengan motor untuk ke tujuan pertama, yaitu Wihara Buddha prabha yang terletak di Jl. Brigjen Katamso No.3, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55121, Wihara ini adalah wihara yang penuh kenangan bagi teman saya (Hansen), karena selama dia menjadi mahasiswa di kota Yogyakarta, dia merupakan aktivis di wihara ini

saat sampai di wihara ini, sewaktu turun dari motor,  ngak sengaja , ujung celana saya tersangkut standard motor, sehingga terjatuh dan celana bagian bawah robek, berkuranglah karma buruk ku hari ini :)

 

saat sampai di Wihara tersebut, ternyata masih banyak yang mengenal sdr Hansen, hal itu terlihat dari banyaknya sapaan yang dia terima , dan betapa akrabnya mereka berbicara

 

Memasuki Wihara Buddha Prabha, kita akan melihat altar altar Buddha :

sam_0918.jpg?w=300&h=200

altar lainnya

 

sam_0917.jpg?w=300&h=200

Altar utama Buddha Prabha

 

selesai dari Buddha Prabha, kami segera menuju ke Raminten di kota baru, karena sudah janji dengan rekan rekan jalan2.com Yogyakarta untuk ketemu disana

 

sampai di Raminten sekitar jam 18.00  , kondisi sudah ramai, tapi masih dapat tempat duduk yang rasanya itu tempat terakhir yang masih kosong, karena setelah kami, antrian langsung sangat panjang

 

Akhirnya satu persatu teman datang, ada Kania, Nony, Lusy, Junie, Muslimin, bu guru Diah dan Hanung, ini beberapa foto kami

dscn0482.jpg?w=300&h=225

akhirnya tercapai minum dawet jumbo, semua karena @deffa dan @nony yang pamer minuman ini sebelumnya

 

img_5684.jpg?w=300&h=200

ini lah yg kumpul di raminten kota baru

 

dscn0479.jpg?w=300&h=225

namanya sih “kotekaâ€, isinya rasanya ada ayam cincang, tahu , dll :) , enak sih

 

sebelum kami pulang untuk istirahat, karena besok hari nya akan menelusuri pantai gunung kidul, kami sempat foto didepan raminten, untung ada bapak yang baik hati menawarkan diri untuk foto kami, sehingga semua bisa lengkap fotonya, ini fotonya

img_5728.jpg?w=300&h=200

pulang ah, sudah ngantuk, sampai ketemu untuk wisata hari kedua ……………….. (bersambung)

Share this post


Link to post
Share on other sites

hari ini , tanggal 29 Mei 2015, hari kedua kami di Yogyakarta, pagi pagi sekali , kami berangkat dengan mobil dan supir , cari sarapan dulu, tadinya binggung antara bakmi atau soto ayam, karena pertimbangan waktu, maka diputuskan lah sarapan soto ayam dulu :),

 

Selesai sarapan soto ayam, kami berangkat ke Ambarukmo Plaza yang dikenal dengan Amplaz, Nony, Kania, Juni dan Lusy sudah menunggu disana, setelah menjemput mereka, kami ber enam segera berangkat ke daerah gunung kidul.

Perjalanan dari Yogyakarta menuju deretan pantai di gunung kidul awalnya sangat mulus dengan melewati pantai-pantai yang indah sekali, termasuk juga pantai  Indrayani yang lumayan indah, pertimbangan lewatin dulu pantai indrayani karena pikir mulai dari yang jauh dulu, nanti pulang baru mampir.

 

Ternyata kelancaran tersebut mulai terkena kendala, karena salah satu peserta sudah mulai pusing mual,  tuduhan dia tidak sarapan langsung dilakukan, ternyata yang bersangkutan mengaku dia ada sarapan, tetapi perjalanan tetap harus berlanjut, karena sudah hampir sampai. untuk memasukki deretan pantai di gunung kidul,

 

Kita akan di punggut biaya Rp.20 ribu perorang untuk gugusan pantai di gunung kidul tersebut (di tiket masuk. Disana tertulis Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Pulangsawal dan Pok Tunggal.), pantai pertama yang kami kunjungi adalah pantai Pok Tunggal, pantai ini sangat indah, pada saat kami datang , masih sepi,, sehingga dengan bebasnya kami bisa berfoto foto, tapi ada 2 teman yang malas malasan ikut turun kebawah, salah satu karena pusing, duduk dimobil, satu lagi kayaknya karena ngak berani turun atau takut air, heheheheh

20150529_105930.jpg?w=300 indah pantainya khan ? :)
 

saya menyukai pantai ini, karena bisa jalan kaki ke tengah, airnya jernih, lautnya dangkal, cuma sebetis, tapi kalau sudah sampai agak ke tengah, langsung dalam sekali, jadi harus hati hati

 

dscn0490.jpg?w=300 air nya jernih

airnya di pantai ini sangat jernih, seperti foto diatas, sangat jernih khan ? :)

 

 

img_5766.jpg?w=300 leganya dunia, segarnya udara, semangatnya cowok ini :)

Dengan baju dola doli dari jalan2.com, saya ber narsis ria dipantai :)

 

 

img_5796.jpg?w=300 foto bersama, eh , kok cuma 4 orang ? mestinya ada 6, ternyata ada 1 lagi teler di mobil, dan satu lagi lagi pegang kamera:)
 

semangat ber narsis ria dari para peserta, terutama yang bawa kamera mahal mahal :)

sam_0941.jpg?w=300 selfie berlima dipantai Pok Tunggal, tapi , masih kurang 1 orang :)

ternyata 1 orang yg kurang, lagi pusing di mobil, ditawarkan makan tidak mau, ditawarkan obat , tidak mau , antar pulang, tidak mungkin, mau suruh naik taxi pulang, tidak mungkin, apalagi berenang :)

 

 

 

dscn0498.jpg?w=300 ini dia, lagi pusing , duduk saja di mobil:)

,

 

untuk foto foto, salah satu kamera yang digunakan adalah ini , bukan iklan loh :)

20150529_150142.jpg?w=300 salah satu kamera yang memfoto kami, keren kamera nya:)

 

 

 

setelah dari pantai Pok Tunggal, kami menuju ke pantai seruni, perjalanan lewat jalan yang sangat sempit, dan agak menanjak, mobil yang kurang mantap, jangan kesini lah :) ini foto kami di pantai seruni

20150529_114810.jpg?w=300 pantai seruni
 
 
dscn0483.jpg?w=300 pemandangan pantai seruni

setelah dari pantai seruni, sebenarnya ada rencana mau mampir foto sebentar di pantai indrayani, tapi melihat kondisi teman kita yg mabok, dan waktu yang makin siang, sehingga kami meneruskan perjalanan, mencari makanan, kami naik mobil  sambil cari makan, rencana mau makan nasi merah,

 

 

tapi oleh supir kami diantar makan disatu tempat yang katanya ada nasi merah, tapi ternyata tidak ada nasi merahnya, ya, sudah kesorean, mau gimana lagi, ini tempatnya

img_5921.jpg?w=300 tempat kami makan ayam goreng

setelah dipaksa paksa, akhirnya teman kita mau minum juice, setelah minum juice , dia langsung jauh lebih segar, bandel juga, coba kalau dari awal mau makan , pasti lebih segar, ahhahaha setelah makan, akhirnya kami menuju ke arah Ratu Boko...................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dengan semangat baru setelah makan siang, terutama temanku yang setelah minum juice sudah segar bugar, kami melanjutkan perjalanan ke Kraton Ratu Boko, tapi karena waktu masih terlalu jauh dari sunset, kami putuskan untuk mampir terlebih dahulu ke candi ijo yang dekatnya berdekatan dengan Kraton Ratu boko.

 

Sebelum kami sampai di candi ijo, kami sempat melewati satu tebing, katanya sih tebing breksi, tapi kami tidak mampir, karena bagi kami itu biasa biasa saja, mungkin lain kali kalau ada waktu kami akan mampir lagi, apalagi di candi ijo dan kraton ratu boko yang tentunya belum bosan di kunjungi

 

Setelah sampai candi ijo, teman kami yang mabok sebelumnya kelihatan masih belum PD untuk turun, sambil  menunggu untuk naik keatas candi ijo, kami iseng ambil banner Asahi homestay yang ada di mobil, dan fotolah kami dengan aksi foto model yang keren :), ini fotonya :

img_5926.jpg?w=300&h=200

gaya jadi bintang iklan :)

 

setelah di rayu untuk turun, akhirnya si “mabok†turun juga untuk sama sama menuju candi ijo :)

dscn0503.jpg?w=300&h=225

ini lah candi hijau

 

ternyata yang tadinya mabok, malah yang paling semangat foto foto di candi ijo, maklum, mungkin sebagai balas dendam karena waktu dipantai hanya tidur dimobil, makanya, “anak anak†kalau dinasehatin ikutin, habis makan obat dan minum juice langsung segar bugar kan , ini buktinya :)

img_6011.jpg?w=200&h=300

langsung cerah khan :), berkat juice:)

 

Pemandangan di candi ijo memang indah, sayang sekali, masih banyak batu candi yang belum disusun, jika selesai disusun, akan jauh lebih indah, biaya masuk kesini adalah bebas, isi buku tamu, dana seikhlasnya

img_5997.jpg?w=300&h=200

ini pemandangan candi yang masih belum disusun

 

pemandangan yang tidak kalah dengan lokasi lainnya, ini buktinya

sam_1006.jpg?w=300&h=200

indah khan ?

 

karena hari sudah makin sore, untuk mengejar sunset di ratu boko, maka kami putuskan kembali perjalanan kami ke ratu boko.

harga tiket pintu masuk ratu boko adalah Rp.25.000,- , untuk tempat wisata seindah kraton ratu boko, tentunya harga segitu masih layak lah

 

sesampainya di Ratu boko, semua makin semangat dan makin gila, berbagai pose berfoto makin liar, hehehehhehe, yang sepanjang perjalanan di pantai loyo, malah makin mengila, tapi kalau mau foto,secara lengkap, liat di facebook ku ya :)

20150529_171044.jpg?w=300&h=169

formasi lengkap, yg habis ngejus ternyata sudah segar bugar, mantap:)

 

dari atas melihat pemandangan yang luar biasa, pengejar sunset juga sangat banyak, padahal ini bukan hari libur loh :)

sam_1028.jpg?w=300&h=200

indah khan :)

 

belum lagi pintu gerbang disaat sunset, ini lah spot utama orang melakukan pemotretan :

sam_1046.jpg?w=300&h=200

keren khan :)

 

memang sangat banyak pengejar sunset disini, banyak wisata yang bicara non bahasa indonesia, rasanya wisatawan asing, :)

sam_1061.jpg?w=300&h=200

mantap

 

Berikut adalah harga tiket nya , termasuk paket :

tiket-boro-pram-domestik.png?w=300&h=212

harga tiket untuk diketahui

 

setelah dari kraton Ratu boko, kami berencana pulang ke kota yogyakarta, eh, ketemu 2 remaja sedang menunggu jemputan yang belum datang, mereka mau nebeng mobil kami, karena zaman sekarang banyak penipuan, takut juga, akhirnya kami kasih tumpangan dengan syarat mereka mau di foto, jadi ada bukti bahwa mereka nebeng dari Ratu boko :)

dscn0550.jpg?w=300&h=225

ini lah 2 gadis yang ngak dijemput jemput :), colek @deffa, mereka kuliah di bandung loh :)

 

 

akhirnya kami jalan pulang, mengantar gadis gadis untuk ambil motor, sehingga di mobil hanya tersisa 3 orang, saya, hansen dan nony  ditambah 2 gadis yang nebeng,

 

supir menurunkan kami bertiga di samping istana yang dekat malioboro, dari sana kami berpisah dengan 2 gadis yang nebeng tersebut, sedangkan kami bertiga ke hamzah , rencana awal mau minum dulu di Raminten yang ada diatasnya, tapi karena lagi ada acara, tidak menerima tamu umum, maka kami keliling di dalam toko, kalau cewek emang selalu beda, Nony langsung belanja belanja, hahahahaahha,

 

setelah nony selesai belanja, kami sama sama jalan kaki ke alun alun, rencana akan kumpul di bakmie pak pele

sampai di lokasi sudah ada beberapa yang lagi menunggu, pas sudah pesan makanan, lagi ngobrol, surprise juga dengan kedatangan Andry dengan motor kerennya :), dan Hanung yang datang saat kita sudah mau bubar , hhehehehe,  akhirnya kumpulah semua :

img_6125.jpg?w=300&h=200

formasi lengkap yang kumpul di bakmi pele

 

bakmi pele yang katanya enak, di mulutku biasa saja, cuma karena potongan ayamnya besar besar, jadi kerasa juga, selain itu kami juga pesan minuman di warung samping tempat duduk kami, yang tidak tahan adalah pengamen, buaaaaanyak nya :),

sam_1104.jpg?w=300&h=200

dari kurus ke gendut, dan dari gendut ke kurus semua ada:), ooops itu yang main Ipad, lagi nonton apa tuh:)

 

 

Selesai makan, perut sudah kenyang, yang lain pulang naik motor masing masing, kami pulang naik taxi :), pulang tidur untuk siapkan tenaga keesokan harinya akan ke kulon progo……………………..

Share this post


Link to post
Share on other sites
 

Hari ini tanggal 30 Mei 2015, kami bangun agak siangan, karena sudah 2 hari di geber :), hari ini kami menyewa mobil dan supir lagi, karena ada kesalah fahaman, sehingga supir kirain kami ngak pakai hari ini, jadi supir keburu janji dengan orang lain, untung pemilik mobil sangat baik, dia sampai naik motor pergi jemput supir, yang kira kira 1 jam an perjalanan dari lokasi penginapan, sedangkan rencana supir yang akan mengantar ditempat lain, diganti dengan teman si supir :)

 

berangkat lah kami ke kulon progo dari Godean, perjalanan dari Godean ke kulon Progo jauh lebih dekat dibanding dari pusat kota

 

perjalanan kesini melewati jalan gunung/bukit yang berkelok kelok, mungkin orang tidak terbiasa akan mabok, setelah perjalanan sekitar 1 jam an, sampailah kami di daerah kalibiru, kulon progo

 

jalan untuk sampai ke lokasi pemotretan sangat terjal, dan bukan tangga, karena tidak berhati hati, saya jalan menaik, sehingga otot paha sebelah kanan tertarik,  jika dipakai berjalan, terutama naik tangga, sangat sakit, untuk yang lain, lebih baik hati hati, tidak usah buru buru

 

saat mau masuk kedalam, ditarik Rp.5.000,- perorang, setelah sampai di dalam, udara sangat segar, dan pemandangan sangat indah, sebenarnya tidak perlu naik keatas pohon untuk foto, pemandangan sudah bagus, tapi namanya lagi heboh, ya, kita beli tiket untuk naik

 

tempat wisata ini di kelola oleh himpunan tani , menurut cerita petugas disana, dulu mereka itu bertani menanam disana, jadi mendapat hasil dari hasil tani, tapi sejak hutan tersebut dijadikan hutan lindung, mereka sudah tidak bisa mengambil hasilnya lagi, berdasarkan hasil pertemuan sesama mereka, diputuskan kelola tempat wisata tersebut, supaya mereka dapat penghasilan, LUAR BIASA pemikiran mereka, jika lebih banyak diantara kita sekreatif mereka, tentunya akan bagus sekali

 

awalnya kami foto foto saja disekitar tempat wisata tersebut, fotonya seperti ini

dscn0561.jpg?w=300&h=225

indah :)

 

sam_1130.jpg?w=300&h=200

cukup keren khan, ngak perlu ke atas pohon :)

 

sam_1129.jpg?w=300&h=200

keren khan tanpa perlu naik keatas :)

 

setelah foto ini, kami ke tempat buat naik ke pohon, setiap orang harus bayar Rp.10.000,- , kami berdua mendaftar, tapi harus tunggu 1,5 jam, karena tiap orang diatas adalah 3 menit , dan ditambah naik dan turun kira kira 2 menit, jadi total adalah 5 menit, sedangkan kami harus menunggu 15 orang :),sehari hanya maksimal 120 orang yang bisa naik keatas pohon, selain itu jika terjadi hujan, untuk naik keatas pohon tidak bisa, karena ditutup untuk menghindari kecelakaan

 

akhirnya kami putuskan makan indomie dulu, karena dari pagi belum makan, hehehehhe

 

setelah makan, kami masih menunggu beberapa orang , supaya tiba giliran naik keatas, dengan otot kaki yang ketarik , saya memaksakan diri naik keatas, pemaksaan ini dilakukan karena @nony dari kjji, beberapa waktu lalu, dia memamerkan foto foto diatas sini, jadilah kita memaksakan diri foto ke atas, ternyata hasilnya tidak kalah sama modelnya si nony:)

 

karena saya agak takut ketinggian, jadi sy foto tidak bisa sama dengan si nony yang duduk dipinggir , cukup pose ini saja, tapi keren khan:)

img_6101.jpg?w=300&h=200

tapi memang jauh lebih keren foto dari atas sih, apalagi model nya :)

 

untuk foto, bisa dilakukan sendiri, tapi bisa juga pakai petugas disana dengan kamera mereka, 1 copy softcopy dikenakan biaya Rp.5.000,- minimal 3 foto

 

setelah selesai pemotretan, kami binggung mau kemana lagi, atas saran dari supir, kami meluncurlah ke suroloyo, karena katanya dari sana bisa lihat pemandangan yang indah, malah bisa melihat borobudur, PENASARAN banget, hehehe

 

supir mengantar kami sampai ke Suroloyo, dengan menaiki jalan yang terjal dan sempit, sampailah kami di Suroloyo

 

untuk naik sampai ke puncak suroloyo, kami perlu menaiki tangga yang konon berjumlah 286 tangga, untuk mengurangi capek dan melatih konsentrasi, saya menghitung tangga tangga tersebut menuju keatas, ternyata jumlah nya 253 buah :)

 

ini dia foto fotonya :

dscn0564.jpg?w=300&h=225

pemandangan yang sangat indah dari puncak suroloyo, walaupun ada kabut, tapi tetap indah

 

sam_1148.jpg?w=300&h=200

naik naik, kepuncak gunung :), dengan tercapek capek memaksakan naik keatas, dengan otot kaki yang sakit tetap memaksakan diri :)

 

sam_1149.jpg?w=300&h=200

pemandangan yang sangat indah diatas

 

sam_1168.jpg?w=300&h=200

pemandangan bagaikan sebuah lukisan yang sangat besar

 

sam_1177.jpg?w=200&h=300

saat nya turun, sudah puas diatas:)

 

saat turun, saya menghitung lagi jumlah tangga, tetap 253 tangga, ntah siapa yang benar, hehehe

 

setelah puas di puncak suroloyo, saat nya pulang :),tetapi sebelum sampai ke yogyakarta, perut meminta untuk diisi, mampirlah kami makan dulu ke Mang Engking, tempatnya enak, cuaca segar, perut yang sudah lapar tambah lapar :)

dscn0569.jpg?w=300&h=225

pemandangan tempat makan mang engking

 

dscn0571.jpg?w=300&h=225

meja tempat kami makan di mang engking :)

 

sehabis makan, kami pulang ke penginapan, mandi dulu, karena malam hari , rencana akan ke kaliurang , minum teh poci, selesai mandi, kami berangkat lagi jemput gadis gadis, kali ini si boss hansen jadi supir :)

 

tujuan adalah menjemput 4 orang, sedangkan 2 orang lagi naik motor :)

 

awalnya kami nyasar, karena ketempat yang lama, padahal tempatnya sudah pindah, ini peta tempat baru dan lama

img-20150530-wa019.jpg?w=225&h=300

peta lokasi

 

img_6138.jpg?w=300&h=200

ini lah minuman di lokasi nya

 

img_6139.jpg?w=300&h=200

ternyata ada yg sambil minum teh poci, sekalian belajar soal kamera, antara guru dan murid:)

 

img_6192.jpg?w=300&h=200

inilah anggota lengkap yg nge teh poci

 

sehabis nge teh poci, karena sudah malam, kami bersepakat untuk pulang, karena ke esokan hari nya kami akan melakukan perjalanan panjang, ke mendut, borobudur dan semarang

 

foto yang tercecer :

post-34252-0-59199700-1433834720_thumb.j

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hari ini , masuk lah hari terakhir dibulan Mei 2015, tanggal 31 Mei 2015, tujuan hari ini adalah perjalanan yang sangat jauh :)

 

hari ini dilakukan perjalanan rohani, rencana awal ke 2 candi dan 1 wihara, berdoa dan berharap semoga puteri Handi Ruslim dan puteri Aldi Tjong segera dapat disembuhkan sehingga puteri puteri mereka dapat segera sehat kembali

 

Pagi pagi kami menjemput gadis-gadis di jalan Kaliurang, Hari ini hanya ada 3 gadis yang ikut serta, sehingga total dalam 1 mobil adalah 6 orang (termasuk supir),  tujuan pertama hari ini adalah menuju candi  Mendut, sesampainya di candi mendut, saya masuk ke wihara Mendut untuk berdoa dan ber namaskara, sedangkan teman teman yang bukan Buddhist, dengan semangat dan kegembiraan masing masing segera mengeluarkan kameranya untuk melakukan pemotretan pemandangan pemandangan yang indah  di sekitar wihara dan candi

 

Saat di wihara,ternyata ada bhante Pannavaro, beliau sedang mempersiapkan untuk terbang ke Jakarta dalam rangkaian waisak yang hari waisaknya jatuh pada tanggal 2 Juni 2015, saya cuma sempat namo buddhaya saja sama beliau:)

 

Saat masuk ke Wihara mendut untuk melakukan namaskara dan berdoa, teman ku sempat melakukan pemotretan aktivitas tersebut, bagus juga fotonya, terima kasih :)

img_6219.jpg?w=300&h=200

saat keluar dari Wihara mendut menuju ke candi mendut, para aktivis atau mungkin pekerja sedang mempersiapkan altar untuk acara waisak yang jatuh pada tanggal 2 Juni 2015, seperti biasa pada tahun tahun sebelumnya, kegiatan upacara waisak biasanya dimulai dari candi mendut, terus melakukan prosesi kirab dari candi mendut, melewati candi pawon sehingga sampai di candi borobudur

 

Biasanya penduduk sekitar akan menonton acara kirab tersebut , karena hanya setahun sekali, sangat disayangkan jika dilewati, sungguh indah dalam kebersamaan jika melihat semua pihak ikut meramaikan acara tersebut, cuma tahun ini saya ikut waisak di candi sewu, kebaktian waisak saya setiap tahun umumnya di tempat yang berbeda beda, tahun kemarin saya mengikuti waisak di wihara Ekayana Arama di daerah tanjung duren Jakarta

 

img_6236.jpg?w=300&h=200

altar di candi mendut dalam rangka waisak

 

karena tidak ada kepentingan lain di dalam candi mendut, kami cukup foto dari luar,hehehehe, soalnya sayang harga tiketnya, dan lagi pula di buru waktu untuk ke borobudur, bandungan dan semarang.

img_6237.jpg?w=300&h=200

candi mendut:)

 

setelah dari candi mendut, kami semua menuju ke candi borobudur, sesampai di candi borobudur, 3 gadis ternyata tidak mau ikut masuk ke candi borobudur, hanya saya dan hansen berdua masuk ke borobudur, Tujuan kami berdua untuk naik ke puncak borobudur melakukan pradaksina sebanyak 7 kali, tadinya cuma berencana sebanyak 3 kali, tapi ntah kenapa, pas lagi pradaksina diteruskan sampai 7 kali.

 

Pengunjung candi borobudur pada hari ini luar biasa banyaknya, padat sekali, dan sangat banyak pengunjung melakukan pemotretan di stupa induk candi borobudur, walaupun sudah diusir usir keamanan, mereka tetap bandel naik keatas, mungkin perlu dilakukan sistim denda untuk yang bandel, sayang sekali kalau sampai hal itu merusak

 

Walau ramai pengunjung, kami diberikan kelancaran, sehingga pradaksina dapat dilakukan dengan lancar dan sempurna, bagi yang belum mengerti apa itu pradaksina, pradaksina adalah Ritual mengelilingi searah jarum jam pada satu obyek suci baik itu berupa candi, stupa, rupang Buddha atau lainnya sambil berdoa dan merenungkan sifat sifat luhur dari Buddha.

 

setelah selesai pradaksina, kami turun untuk segera melanjutkan perjalanan, ternyata baru kami sadari, gadis gadis yang tidak ikut masuk ke borobudur  lagi hunting belanjaan di sekitar candi, hehehehhe, pantas pas kami telepon, mereka jawab kok cepat amat , :), setelah dijemput gadis gadis dan supir dipintu keluar candi kami segera melanjutkan perjalanan.

dscn0572.jpg?w=300&h=225

candi borobudur

Share this post


Link to post
Share on other sites

selepas dari candi borobudur , kami menuju ke bandungan ,

 

pada saat itu terasa perut sudah meminta untuk diisi
cacing cacing sudah mulai bernyanyi nyanyi
muka sudah mulai tidak berseri
karena sarapan pagi hanya sepotong roti

 

Setelah cari sana cari sini
mampirlah kami dirumah makan matahari
pertama yang saya tanya adalah Halalkah masakan disini
pelayan memberi jawaban pasti halal tidak ada yang perlu di kwatiri

 

akhirnya kami putuskan makan disini
memesan lauk bersama nasi
memesan minuman tanpa kopi
Dengan muka berseri seri

 

ini lah rumah makan yang kami mampir, tempat makannya lumayan enak, variasinya lumayan, cuaca dingin, letaknya di bandungan :)

img_6247.jpg?w=300 ini lokasi kami makan siang di bandungan

setelah habis makan, kami lanjutkan perjalanan melewati pemadangan pemandangan persawahan yang menurut saya sangat indah, penuh kehijauan dan kesegaran, seperti ini

img_6277.jpg?w=300 persawahan yang sangat indah

sehabis makan, dan setelah saya ganti baju , karena baju basah kuyup akibat keringatan, hehehe, kami mampir lebih dahulu ke lawang sewu, yang katanya kalau malam hari seram,

 

tapi para cewek penasaran, mau foto foto disana, apalagi kata nony dia belum pernah ke semarang, cocok lah, kalau saya duduk saja dimobil, karena kaki masih sakit akibat urat ketarik sehari sebelumnya :) Inilah salah satu sudut di Lawang sewu, tapi saya tidak tahu , kerena mereka tidak foto di tugu :)

sam_1362.jpg?w=300 lawang sewu

sehabis lawang sewu, setelah para gadis foto foto, kami segera  berangkat ke wihara sam po kong

 

Setiba di Sampokong, saat masuk pintu gerbang, teman muslim Nony dan Lusy tertarik dengan mushola disana,

 

tadinya mereka tidak tahu bahwa didalam kompleks wihara ada Mushola, mereka segera ke mobil mengambil mukena untuk sholat disana.

 

Bagi saya, mushola di wihara atau klenteng sudah tidak mengherankan, banyak sekali wihara dan klenteng menyediakan tempat untuk sholat, baik untuk pengunjung maupun karyawan setempat.

 

Wihara atau klenteng yang saya tahu ada mushola yang cukup layak , malah lebih layak dari sebagian tempat perbelanjaan yang ada dikota kota besar, adalah Wihara Avalokitesvara pamekasan,wihara mendut di sebelah candi mendut, atau paling tidak ada mushola disekitar wihara/klenteng, jadi saran saya, jika mau sholat, tanyalah pada penjaga atau pegawai di wihara/klenteng, biasanya mereka tahu:)

 

setelah Nony dan Lusy selesai sholat, saya dan hansen masuk ke bagian sembayang untuk bersembayang, sedangkan yang lain foto foto di lapangan sampokong baik ke bangunan untuk sembayang, maupun bangunan di lapangan yang cukup luas.

dscn0573.jpg?w=300 sam po kong

Cerita tentang sampokong : saya pernah dengar cerita versi seorang pemandu wisata, bahwa zaman dulu, kapal perdagangan dari tiongkok merapat di semarang, pada saat itu kapal tersebut di kapteni oleh Zheng He yang beragama Islam, karena pada waktu itu, daerah sana masih sangat kosong, sedangkan air laut tidak cocok untuk wudhu, maka Zheng he berdoa semoga dia mendapat air tawar untuk Wudhu, di galilah pasir dipantai itu, maka keluarlah pancuran air tawar, maka sumur air tawar itu saat ini yang suka diambil orang buat kesehatan atau awet muda,

 

cuma masih ada versi lain, bahwa sebenarnya Zheng He tidak pernah mendarat di Semarang, tapi semua itu tak penting lah, yang penting adalah sifat toleransi warga klenteng sampokong dengan warga agama lain :)

sam_1237.jpg?w=300 formasi lengkap ke sampokong

setelah setelah selesai sembayang, kami ber narsis ria berlima di lapangan depan sampokong, karena haus, kami beli minuman dingin, foto foto dilanjutkan,jadi kesannya malah kami sedang foto iklan produk minuman tersebut , hehehheh

 

Dari sampokong, kami menuju ke wihara mahavira di marina Semarang, tadinya rekan bertiga yang non Buddhist bersama supir akan langsung ke pantai marina sambil menunggu kami selesai sembayang, tapi karena melihat patung patung di lapangan yang sangat bagus, mereka menunggu kami di lapangan wihara sambil berfoto ria. Saya dan hansen masuk untuk sembayang, sedangkan yang lain foto foto di lapangan

 

, ini dia fotonya.

sam_1293.jpg?w=300 wihara mahavira semarang

sehabis foto foto di wihara, kami putuskan tetap ke pantai marina, siapa tahu ada spot bagus yang bagus, tiket masuk pantai marina adalah Rp.5.000,- perorang, ternyata didalam spot orang pacaran lebih keren daripada foto lautnya, hahahhaha, akhirnya saya duduk dimobil menunggu 3 gadis dan 1 pria (ngak sebut jaka, karena sudah beristeri:) ) berfoto ke pantai, ini salah satu fotonya

sam_1337.jpg?w=300 sunset di pantai marina semarang :)

setelah puas di pantai marina, karena sudah menuju malam, kami putuskan untuk mampir makan malam di Cimory bawen di Semarang, jauh jauh ke Semarang , akhirnya makan di Cimory , padahal seumur umur di jakarta, ngak pernah mampir ke cimory , walaupun katanya Cimory puncak itu keren sekali :),

dscn0581.jpg?w=300 ruangan di cimory

setelah kenyang makan di cimory, kami siap siap mau pulang, tapi para gadis segera pasang aksi foto foto dulu di lapangan cimory, sedangkan hansen segera belanja susu, hehehhehee , bye perjalanan hari ini, setelah antar para gadis pulang, kamipun pun pulang ke penginapan untuk tidur lah:), lanjut ke esok harinya:)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Awalnya rencana ke Jawa Timur bersama rombongan dari luar negeri, tapi saat gempa nepal, mereka kebetulan lagi wisata di nepal, sehingga mereka mau langsung pulang ke negaranya, membatalkan melanjutkan wisata ke beberapa negara asia tenggara termasuk Indonesia

 

Kesempatan kosong tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya, saat teman saya yang bernama Hansen mengajak untuk berkunjung ke Yogyakarta,

 

tujuan utama adalah untuk ikut waisak di candi sewu, bagi saya , ini akan menjadi waisak ke tiga kali di candi tersebut, dulu sempat ikut waisak di candi tersebut saat waisak pertama kali dan kedua kali di laksanakan di candi tersebut

 

Sedangkan bagi hansen selain untuk ikut waisak di candi sewu, juga bermaksud membantu panitia seandainya dibutuhkan,

niat yang sangat mulia bagi seorang yang sudah cukup mapan dalam bisnisnya sebagai kontraktor yang telah memiliki seorang isteri dan seorang anak.

 

Ternyata kedatangan Hansen memang dibutuhkan untuk membantu transportasi, tidak sia sia beliau punya niat baik, niat baik selalu dikabulkan

 

setelah jalan jalan di kota yogyakarta dan jawa tengah mulai tanggal 28 Mei 2015 sampai dengan 31 Mei 2015, maka hari ini tgl 1 juni 2015, mulailah kami konsentrasi untuk acara waisak di candi sewu…………………………………..

 

pagi-pagi saya diajak hansen untuk makan mie di dekat malioboro sana, namanya bakmie pathuk di pasar pathuk, karena kami datang sudah kesiangan, yang jual dipasar Pathuk sudah tutup, maka kami berangkat ke rumahnya yg juga menjual bakmie tersebut, disini keberuntungan berpihak kepada kami, saat kami sampai rumah bakmi pathuk hujan turun dengan deras, setelah kami selesai makan, hujan langsung berhenti :)

 

Bakmie phatuk saat dimakan biasa saja, tapi setelah makan, rasa nikmatnya baru kerasa, selain tidak merasa ada lapisan minyak tersisa dimulut, juga tidak terasa kehausan seperti umumnya bakmie yang pakai wetsin (micin) kebanyakan:)

img_20150601_103855.jpg?w=300&h=300

ini bakmie nya

 

setelah selesai makan, hujan pun telah berhenti, kami segera berangkat  ke pasar Progo, karena katanya pusat beli uleg an itu ada disana, ternyata setelah dicari sana sini, tidak didapat barang yang cocok :), akhirnya ngak jadi beli:)

 

karena hari santai, sebelum berangkat ke candi sewu, kami keliling dulu lorong lorong kenangan si Hansen saat jadi mahasiswa di Yogyakarta, beberapa diantaranya saya dulu sempat kesini, banyak sekali yang sudah jadi gedung baru atau jadi ruang usaha, tetapi banyak juga yang tetap seperti semula, diantaranya ex kontrakan Hansen yang masih ada tempelan sticker Majelis Buddhayana Indonesia , yang ditempel  saat acara Sejuta Pelita Sejuta Harapan tahun 2005,

 

saat itu acara Sejuta Pelita Sejuta Harapan diadakan di candi borobudur pada tanggal 23 Juli 2005 (sudah hampir 10 tahun), pada acara tersebut, Hansen merupakan salah seorang panitia, dan rapat-rapat koordinasi sempat beberapa kali dilaksanakan di kontrakan tersebut.

 

Setelah keliling, akhirnya nyangkut di rumah makan mbo wig, walaupun barusan makan bakmie, tapi rasanya sayang sekali kalau ini terlewatkan, sudah sampai disini :), saya makan ayam goreng dan tahu goreng, enak juga makanannya, murah , meriah, mantap (3M)

img_20150601_123300.jpg?w=300&h=300

ini warung tempat kami makan

 

Setelah selesai makan, kami masih berkeliling sebentar daerah sekitar , temanku ini banyak kenangan di sini, tapi entah kenangan apa, saya ngak tanya :) setelah keliling, meluncurlah kami ke candi sewu.......................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Setelah perut kenyang sehabis makan di mbo Wig, kami lanjutkan perjalanan ke candi sewu.

 

Sesampainya di candi sewu, rekan ku Hansen langsung menuju tenda panitia, disana dia berbicara dengan Bhante , tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

 

Disaat Hansen bicara dengan Bhante dan panitia, saya keliling kompleks candi sambil melihat lihat seandainya ada sesuatu yang menarik, spot pertama saya adalah candi ini :)

 

dscn0593.jpg?w=300&h=225

candi sewu

 

oh ya, bagi anda yang tidak tahu di tentang candi sewu, candi sewu terletak 800 meter dari candi Prambanan, candi sewu merupakan candi Buddha terbesar kedua setelah candi borobudur, dalam peta wisata, candi sewu di tempatkan 1 wisata candi prambanan, di sekitar candi sewu, selain candi prambanan juga ada candi lumbung, candi bubrah, candi gana, candi kulon dan candi Lor

 

dscn0708.jpg?w=300&h=225

candi Lumbung

 

dalam berkeliling candi, saya melihat para sukarelawan sibuk mempersiapkan untuk acara waisak keesokan harinya, bukan hanya relawan umat biasa, para Bhiksu (rohaniawan) juga terlihat sibuk membantu dalam persiapan tersebut

dscn0595.jpg?w=300&h=225

para sukarelawan dan Bhiksu sedang menurunkan barang barang ke tenda

 

Tak lama kemudian datanglah mobil kacang garuda , ternyata mobil tersebut mengantar sumbangan produk Garuda Food untuk panitia, dalam hati berpikir, kenapa produknya ngak langsung dibagi ke saya saja,hehehehehheheh , mauuuuunyaaaaaa :), kwkwkkw

dscn0598.jpg?w=300&h=225

sumbangan produk dari garuda food:)

 

Setelah itu, ternyata ada pejabat departemen agama meninjau lokasi candi sewu, beliau beliau itu ternyata juga kenal cukup dekat dengan teman saya Hansen, dalam hati saya berpikir “hebat benar boss iniâ€, karena selama ini saya tahu orangnya biasa saja , low profile, ternyata pergaulan sangat luas.

img_20150601_150855.jpg?w=300&h=169

pejabat departemen agama sedang berdialog dengan bhiksu dan rekan hansen

 

Waktu sedang keliling candi, masuklah telepon dari Hansen, besok subuh dia tidak bisa ikut ke Jumprit, karena dia harus bantu panitia, terutama untuk transportasi , termasuk menjemput pejabat Majelis Buddhayana Indonesia dari Jakarta.

 

Segera saya ketemu Hansen, untuk memastikan acara besok, dikasih tahu saya tetap ikut ke Jumprit, karena sudah janji dengan bhante (Bhiksu) , dan tempat sudah disediakan.

 

bagi anda yang tidak tahu apa itu jumprit , ini penjelasannya  : Jumprit adalah sebuah sumber mata air di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggun, Jawa Tengah.  Jumprit juga merupakan tempat pengambilan air suci / air berkah untuk upacara Waisak baik yang diadakan di Borobudur maupun di candi Sewu. Setiap tahun, para pemeluk agama Buddha dari berbagai tempat dan negara datang ke Jumprit untuk mengambil air suci.

 

Sedangkan untuk mobil penjemputan pejabat dari bandara dikwatirkan tidak cukup, maka Hansen angkat telepon, tidak tahu menelepon siapa, disinilah kehebatan teman saya ini, segera didapatlah mobil dan supir untuk membantu, salut saya, tanpa banyak bicara, tanpa banyak membanggakan diri, ternyata bisa berbuat banyak, jaringan luas pula.

 

setelah diperkirakan semua sudah beres, kami cari hotel disekitar candi, tujuan cari hotel adalah supaya besok malam tidak perlu balik ke pusat kota yogyakarta, karena acara kebaktian waisak akan berakhir sekitar jam 23 an.

 

hotel yang pertama kami incar adalah hotel candi view, ternyata hotel tersebut sudah penuh, maka hotel kedua kami mengincar hotel Srikandi, didapat kamar twin, saat kami akan membayar, si petugas menolak, dengan alasan, besok pas datang saja baru bayar, dengan rasa senang kami meninggalkan posisi hotel menuju candi Plaosan

 

kami cuma sebentar di candi Plaosan karena hujan lebat, cuma teduh sebentar, dan tidak masuk kedalam, karena pikir jalan becek dan berair, mungkin lain waktu masih sempat kesini

img_20150601_160549.jpg?w=300&h=169

candi plaosan

 

setelah candi Plaosan, kami ngebut pula, kembali ke kota Yogyakarta, mau kumpul sama teman teman KJJI Yogyakarta dari jalan2.com , yang belum join, bisa join di facebook group komunitas jalan jalan indonesia atau di web jalan2.com , kalau mau forum buka jalan2.com/forum………

Share this post


Link to post
Share on other sites

https://hartono238.wordpress.com/2015/06/12/yogyakarta-wisata-tgl-28-mei-2015-sampai-03-juni-2015-ke-yogyakarta-10-dagadu-the-legend/?preview=true&preview_id=337&preview_nonce=ca759458ad

 

 

Setelah dari candi plaosan, dengan jalan yang agak basah karena habis hujan, dengan udara yang jauh lebih segar, dengan cuaca yang sudah mulai gelap, kami berdua naik motor menuju pusat kota, dengan perhitungan kalau agak macet, walau naik motor, sampai di lokasi seharusnya waktu pas dengan kedatangan yang lain.

 

Ternyata jalanan sangat lancar, rasanya beda dengan Jakarta, kalau habis hujan macet total, disini ternyata habis hujan malah lancar habis, hehehehhehe

 

Karena terlalu cepat sampai ke kota Yogya sambil menunggu yang lain kumpul, kami mampir dulu ke Dagadu , belanja kaos, rasanya saat ini sudah tidak seramai zaman dulu :), bisnis ini memang naik dan turun, atau karena habis hujan orang malas keluar

img_20150609_075412.jpg?w=300&h=169

ini belanjaan dari Dagadu

 

Hasil ngobrol ngobrol dengan penjaganya, ternyata para pegawai adalah mahasiswa mahasiswi yang kerja part time, enak juga kali ya, kalau kuliah di Yogyakarta

 

Setelah belanja, kami tanya dulu lokasi the Legend , menurut satpam Dagadu, Legend itu adalahnya cuma di sebelah, untung sebelumnya sudah dikasih tahu posisi nya di kota baru, kalau ngak, tunggu disana menunggu tanpa arah :)

 

Dengan udara yang dingin sehabis hujan, berangkatlah kami ke Legend di kota baru,

 

sesampai dilokasi , karena ada 2 Legend yang bersebelahan, kami sempat kebinggungan legend yang mana yang dimaksud, pertama kali masuk ke legend coffee, tetapi karena hampir semua yang berkunjung disana merokok, sehingga menimbulkan bau tidak enak, maka kami pindah ke Legend premium. Di Legend Premium ternyata ada ruangan no smoking, sehingga ruangan sangat segar, toiletnya pun bersih , harga makanan masuk akal, sistim pembayaran sama dengan di Raminten, setiap diantar makanan, langsung dibayar:)

sam_1445.jpg?w=300&h=200

foto bersama di Legend Premium (masih kurang 1 orang yang memfoto), hehehe

 

sam_1434.jpg?w=200&h=300

selfie dulu sama yang tidak masuk ke foto bersama, biar lengkap yang temani makan :)

 

waktu sudah malam, besok pagi pagi jam 2 subuh harus bangun, karena jam 3 subuh harus berangkat ke candi sewu untuk mengejar waktu ke Jumprit, bersambung ke hari selanjutnya……

Share this post


Link to post
Share on other sites

Hari ini , tanggal 02 Juni 2015, merupakan hari raya waisak , tentunya semua umat Buddha akan sibuk ke Wihara , candi, Cetya atau tempat kebaktian umat Buddha lainnya.

 

sebenarnya gaung waisak sudah dimulai dari 2 minggu sebelum hari waisak , mall mall yang biasa nya sepi dari acara waisak, semakin kesini, semakin banyak yang bikin acara untuk menyambut waisak, seperti "Vesakh goes to Mall" , "Vesakh in the mall" dan lain lain, saya tidak tahu kenapa pengelola mall harus pakai bahasa Inggeris, toh bisa pakai "waisak ke Mall" atau "Waisak di Mall" , keren juga khan , hehehhe

img_20150526_083557.jpg?w=300 panggung waisak disalah satu mall , acara diadakan sebelum hari waisak

Tapi bangga juga, mall mall sudah mulai memberi tempat dan meramaikan waisak, baik sebelum hari waisak, maupun setelah waisak masih ada mall mall yang membuat acara di mall

20150608-keindahan-waisak-bergema-di-mal acara waisak dimall , acara diadakan setelah hari waisak

Pagi pagi sekali, jam 02 subuh, saya sudah bangun, bersiap-siap berangkat ke candi sewu, mengejar waktu untuk ikut ke Jumprit mengambil air suci, barang-barang sudah siap, barang akan dipindahkan ke hotel dekat candi sewu, yaitu hotel srikandi yang sudah kita booking ,

 

Jam 03 subuh, berkat kebaikan pemilik Asahi Homestay, kami diantar pakai mobilnya ke candi sewu, udara pagi yang masih segar, membuat otak jadi segar, mata jadi ngak ngantuk tapi kesegaran pagi menghilang segera, gara gara pas sampai di hotel Srikandi>

 

Di telepon ke handphone yang diberikan, orangnya keluar, tapi dibilang kamar yang kami pesan sudah digunakan orang lain, gubraaaaaak, jeleknya management hotel, terus kami disarankan untuk ke hotel Srikandi yang satu lagi, karena hotel srikandi disana ada beberapa pas ke hotel srikandi satunya lagi, di ketok ngak ada yang buka, di telepon ngak ada yang angkat, perasaan kesal pagi pagi subuh ,

 

akhirnya telepon kembali ke nomor handphone tadi di srikandi pertama yang kami datangi , tapi handphone nya sudah tidak diangkat.

 

Karena berpacu dengan waktu, akhirnya buru buru kami ke hotel Galuh yang posisi agak jauh dari candi sewu, karena mengejar waktu untuk ikut ke jumprit jam 5, takut terlambat, untung hotel Galuh masih ada kamar ekonomi yang 4 ranjang, padahal kami cuma berdua, tapi apa boleh buat, terpaksa di ok in, ngak ada waktu buat cari. Terima kasih untuk pemilik Asahi homestay Yogyakarta sudah bersusah payah mengantarin kami cari hotel , walau subuh subuh, untung kami ngak jadi naik taxi, kalau naik taxi, pasti masalah besar :), taxi biasa khan sampai lokasi turunkan penumpang dan pergi:) Setelah bayar kamar di hotel galuh, kami segera minta diantar oleh pemilik Asahi homestay yang masih menunggu kami ke candi sewu, jam sudah menunjukkan 4 lewat 15 :), oh ya, hotel galuh ini ke candi sewu sekitar 2 km, karena tidak ada jalan tembus, jadi harus jalan memutar, jika ada jalan tembus, mungkin cuma 200 meter:) lanjut ke candi sewu dan jumprit :).......................................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Akhirnya jam 04.30 kurang kami sampai di candi sewu, ternyata yang mau ke jumprit sudah berangkat, padahal disuruh kumpul jam 05.00, langsung boss hansen telepon bhiksu yang mau ikut kesana, ternyata mereka hanya sekitar 100 meter dari hotel, buru buru saya diantar panitia pakai motor ke lokasi.

 

saya dapat pemberitahuan bahwa mereka berangkat pagi pagi, karena takut macet, untuk mengejar acara sore di candi lumbung dan candi sewu, masuk akal sih.

 

Dimobil hanya ada saya, supir, dan seorang bhiksu, ternyata kelompok lain berangkat pakai mobil masing masing.setelah melalui perjalanan selama hampir 3 jam, sampailah kita di daerah mata air jumprit

img_20150602_065006.jpg?w=300 pintu gerbang mata air jumprit

sampai di lokasi, para bhiksu terlebih dahulu sarapan pagi yang tadi waktu berangkat belum sempat sarapan pagi, sambil menunggu jam 09.00 untuk acara pengambilan air suci di mata air jumprit

 

tepat jam 09.00 , upacara pengambilan air suci jumprit dimulai, pertama sekali pembacaan paritta, dilanjutkan dengan pemasangan lilin, dupa dan bunga

dscn0613.jpg?w=300 suasana upacara sebelum pengambilan air suci waisak

selesai kebaktian, para bhiksu mengambil air suci dengan kendi kendi, total ada 7 buah yang diambil oleh 7 orang

dscn0623.jpg?w=300 para Bhiksu (anggota sangha) sedang mengambil air suci di jumprit

setelah selesai acara pengambilan air suci, para Bhiksu / anggota sangha berkumpul melakukan kenduri dengan nasi tumpeng, sedangkan sebagian umat mandi di air pancuran tersebut (orang lagi mandi ngak di foto, takut di tuntut:) )

dscn0629.jpg?w=300 para anggota sangha (bhiksu) sedang melakukan kenduri dengan tumpeng , walau agama dari luar, tapi tidak lupa budaya daerah, yaitu budaya jawa dimana lokasi jumprit berada:)

Selesai pembacaan paritta dalam kenduri, para anggota sangha makan bersama dengan umat

dscn0632.jpg?w=300 makan bersama setelah kenduri

Setelah selesai makan bersama, kami pun balik membawa air suci untuk di semayamkan bersama sama api mrapen di candi Lumbung, nanti dari candi Lumbung bersama sama api mrapeng, nasi tumpeng, polowijo dan lain lain diarak dalam prosesi ke candi sewu

 

sesampainya di candi sewu, ternyata altar di candi lumbung sudah siap, ada tumpeng, ada polowijo, api abadi dari mrapen juga sudah siap

dscn0644.jpg?w=225 polowijo yang akan ikut prosesi :), foto lainnya lihat di facebook ku ya, hartono hasian facebook ku:)

setelah lihat lihat sebentar, saya balik ke hotel untuk mandi dan istirahat sebentar, karena mengejar waktu prosesi dari candi lumbung ke candi sewu

 

Nah, disini terjadi masalah, waktu kembali ke hotel, dikasih kupon buat snack dan minuman, dari lobby disuruh ke ruang makan  buat sarapan, dari sana di suruh ke bromo, dari bromo disuruh ke gazebo, dari gazebo suruh balik lagi ke ruang makan tersebut, akhirnya kami tinggal saja ngak jadi makan snack, agak mengecewakan.

 

maksud hati mau ngaso dulu, karena bangun jam 02 subuh tidak jadi dilaksanakan, akhirnya balik lagi ke candi, hari ini saya sama hansen tidak makan bareng, karena Hansen hari ini Vegetarian :)

lanjut ke prosesi waisak ...........................

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dengan mata segar, dan dengan pakaian yang sudah diganti, bergeraklah kami kembali ke candi sewu

 

sampai di candi sewu ternyata umat sudah ramai sekali, pengurus Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Pusat dan pengurus Sangha Agung Indonesia (Sagin) Pusat juga sudah sampai lokasi, MBI dan Sagin adalah Keluarga Buddhayana Indonesia.

Pelaksana Waisak di candi Sewu adalah Keluarga Buddhayana Indonesia Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan di koordinasi sepenuhnya oleh Sangha Agung Indonesia Jawa Tengah dan Yogyakarta

 

Dilapangan terlihat satah satu pengurus MBI Pusat sedang berbicara dengan MBI daerah, sambil bicara soal kartu anggota, indahnya kebersamaan dan jiwa melayani,

dscn0646.jpg?w=300 indahnya kebersamaan

Setelah itu, kami melihat para anggota sangha sedang melakukan foto bersama di altar utama , Ketua MBI Pusat ikut berfoto bersama , indahnya kebersamaan

dscn0656.jpg?w=300 foto bersama pengurus MBI Pusat dengan anggota sangha

kamudian melihat altar di candi sewu yang sudah siap untuk kebaktian waisak

dscn0661.jpg?w=300 altar utama di candi sewu

setelah itu, terdengar pengumuman , agar semua termasuk umat diminta bergeser ke candi Lumbung, karena acara prosesi akan segera dimulai

 

Candi Lumbung ini masih satu kompleks dengan candi prambanan dan candi sewu, jaraknya hanya sekitar 1 km dari candi sewu.

setelah berkumpul semua , acara prosesi waisak dari candi Lumbung ke candi sewu pun dimulai

 

Urutan 1 adalah Barongsai dan Liong, istilahnya Liong Samsi dari Vihara Metta Buddha , Sumbing, Wonosobo

dscn0680.jpg?w=225 barongsai dan liong,

seselanjutnya Marching Band dari Mahasiswa/i STIAB Smaratungga

dscn0682.jpg?w=300

 

selanjutnya bendera merah putih dan bendera Buddhist

dscn0683.jpg?w=225

 

selanjutnya barisan bhineka tunggal ika

dscn0684.jpg?w=300

 

selanjutnya barisan dupa , api, bunga, air dan manisan

dscn0685.jpg?w=300

 

selanjutnya para rohaniawan (bhiksu)

dscn0689.jpg?w=300

 

selanjutnya pengurus MBI

dscn0691.jpg?w=300

 

dibarisan selanjutnya adalah 3 anak yg penuh semangat dari sekber PMVBI

dscn0692.jpg?w=300

 

terus barisan pembawa tumpeng dan polowijo

dscn0693.jpg?w=300

 

barisan pembawa lampu abadi

dscn0696.jpg?w=300

 

para umat

dscn0699.jpg?w=300

 

Drumb band dari SMP Smaratungga

dscn0700.jpg?w=300

 

dan barisan pakaian tradisional

dscn0707.jpg?w=300

 

setelah selesai ikut prosesi waisak dari candi lumbung ke candi sewu, maka saatnya istirahat sebentar sambil menunggu kebaktian waisak :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Setelah istirahat sebentar,sebagian beristirahat di tenda tenda yang sudah disediakan, sambil menunggu, saya ambil foto foto yang menurut saya cukup menarik

 

wah, perokok berat beraksi :) dscn0709.jpg?w=300

 

sungguh tidak berbudaya, merokok ditempat yang akan digunakan untuk acara keagamaan, tapi :

 

apa boleh buat
tai kambing bulat bulat
dimakan jadi obat
disimpan jadi jimat

 

kita kalau tegor, bisa bisa ribut kali disana, kwkwkwkw

 

ada juga satgas KBI yang membantu tertibnya acara di tempat acara :

 

dscn0673.jpg?w=150 satgas KBI

 

candi sewu dimalam hari , dengan di terangi cahaya, bagaikan candi yang terbuat dari emas

dscn0717.jpg?w=300

img_20150602_180106.jpg?w=300

 

Setelah puas melakukan foto memfoto, akhirnya acara kebaktian pun di mulai , umat yang hadir diperkirakan sebanyak 7,500 orang

img_20150602_184418.jpg?w=300

 

kebaktian dimulai dengan pembacaan paritta (theravada) , Sutra (mahayana) dan Mantra (Tantrayana) , bagi yang belum tahu, di agama Buddha juga ada aliran aliran , di Indonesia ada 3 aliran besar, yaitu Theravada, Mahayana dan Tantrayana, keluarga buddhayana Indonesia (KBI) dimana ke tiga aliran itu berkumpul dalam 1 kesatuan, walau dengan budaya dan cara berbeda, tapi tetap dalam kebersamaan, indah nya kebersamaan

 

Setelah itu dilanjutkan dengan penyalaan pelita oleh Sangha (Bhiksu)

 

Selesai kebaktian waisak, acara dilanjutkan dengan dharmasanti waisak

 

Dharmasanti waisak dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Bimas Buddha Caliadi SH,MH, di dampingi Pembimas Buddha DIY Wisnu Widiyanto MM , Sangha Agung Indonesia Mahathera Nyana Suryanadi,DPP Majelis Budhayana Indonesia Drs.Piandi dan badan otonom WBI, Sekber PMVBI,tokoh agama Islam,Kristen,Khatolik , Hindu,kong hu cu, taoisme dan agama kepercayaan.

img_20150602_191715.jpg?w=300

 

Acara keseluruhan sangat sukses baik dari kwantitas yang hadir maupun kwalitas acaranya, sayang sekali, karena bangun jam 2 subuh , sehingga mata sudah tidak bisa bersahabat, sehingga saya meninggalkan tempat acara pulang ke hotel untuk tidur, tanpa mengikuti acara Pradaksina mengelilingi candi sewu dan detik detik waisak.

 

Keesokan harinya, bangun agak siang, mandi, sarapan pagi, dan siap siap ke bandara dengan mobil sewaan dari hotel, disini terjadi sedikit masalah, tadinya sudah pesan mobil sama hotel, terus dibatalkan karena panitia telepon beberapa kali mau antar ke bandara, akhirnya pesan lagi ke hotel , karenall panitia kelabakan mengantar tamu , jadi kita mengalah

 

sesampai di bandara, kami hampir salah naik pesawat, sama sama air asia, tapi cuma beda 1 jam, sebelum naik pesawat, buru buru sadar, akhirnya masuk lagi ke lounge

 

Setelah waktunya mau naik pesawat, memang jodoh karma lagi baik, ketemu Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia di lounge, tapi cuma sempat say hello, karena mereka baru sampai,sedangkan kita mau naik pesawat

 

Bye bye Yogyakarta, Bye bye 7 hari 6 malam yang seru, sampai ketemu di moment yang akan datang :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Daniel0705
      Day 1 ( xian-tianshui)
      Perjalan di mulai dari Fuzhou, ibu kota provinsi Fujian dengan menumpang pesawat xiamen air menuju ke kota Xi’an dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 40 menit. Sekitar pukul 10.40 saya tiba di bandara Xianyang, Xi’an. Saya lalu bergegas ke bagian depan bandara untuk membeli tiket bus yang akan mengantar saya ke stasiun Xi’an karena hari ini juga saya harus meneruskan perjalanan saya ke kota Tianshui di provinsi Gansu.  Setelah membeli tiket bus, saya lalu antre untuk naik bus yang akan membawa saya ke stasiun xi'an. Perjalanan dari badara Xianyang ke stasiun Xi’an memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalan dengan catatan tidak ada kemacetan. Pukul 12 saya sampai di stasiun Xi’an. Kereta yang akan memebawa saya ke Tianshui sendiri pukul 13.00.  Waktu tempuh Xi’an- Tianshui sendiri kurang lebih 4 jam dengan menggunakan kereta biasa. Pukul 17.00 saya sampai di stasiun Tianshui. Setelah itu saya langsung check in dan meninggalkan barang bawaan saya di penginapan. Kebetulan penginapan saya cukup dekat stasiun, berjalan kaki tidak sampai 5 menit. Awalnya saya berencana makan malam disekitar stasiun, tapi saya merasa sayang kalau sudah sampai ke Tianshui tapi tidak jalan-jalan menikmati suasana malam di Tianshui. Menumpang bus no 6 dari depan stasiun saya melanjutkan perjalan ke pusat kota Tianshui. Jarak pusat kota Tianshui dengan stasiun kurang lebih 1 jam perjalan. 
      Pusat kota Tianshui sendiri cukup ramai. Setelah makan malam, saya melanjutkan jalan2 tanpa arah. Di pinggir jalan saya melihat kerumunan orang yang sedang melihat pertunjukan wayang khas Tiongkok, dalam bahasa mandari disebut 影戏 yingxi. Lumayan dapat tontonan gratis. Dari situ saya baru menyadari kalau ternyata lusanya ada event besar di kota Tianshui, yaitu pemujaan kepada dewa Fuxi. Tidak hanya seluruh provinsi yang ada di Tiongkok mengirim wakilnya untuk datang ke Tianshui untuk mengikuti pemujaan kepada dewa Fuxi, bahkan ada perwakilan dari Hongkong, Makao dan Taiwan.
      Setelah menonton pertunjukan wayang, saya menuju ke kuil Fuxi, ternyata disana sedang di adakan latihan untuk event besar tersebut. Saya yang awalnya Cuma 2 hari 1 malam ditianshui, memutuskan untuk menambah waktu satu malam. Rencana awal di tianshui 2 hari satu malam, lalu di lanzhou juga 2 hari 1 malam. Akhirnya diputuskan di tianshui 3 hari 2 malam, dan di lanzhou hanya 5-6 jam.
       
       
       

      Tugu Kota Tianshui di depan stasiun

      pusat kota Tianshui

      kuil Fuxi
       

      Persiapan acara untuk penghormatan ke pada dewa Fuxi ( lapangan didepan kuil Fuxi)

      (影戏 yingxi: wayang Tiongkok)
       

      Day 2 Tianshui
       
      Pukul 7 saya memulai perjalan saya untuk mengunjungi 麦积山石窟 maijishan shiku (Mt Maiji Caves).Bus yang akan membawa saya ke maijishan shiku  berada di depan stasiun Tianshui. Jadi alasan utama saya untuk menginap di dekat stasiun adalah mempermudah perjalan ke maijishan shiku ini. Dengan jarak tempuh sekitar 1-1,5 jam akhirnya saya  tiba di maijishan shiku. Dari loket tiket sampai ke lokasi harus berjalan kaki kurang lebih 1-2km, namun jika enggan berjalan kaki bisa juga naik bus dengan membayar sekitar 15 rmb pp. Setelah kurang lebih 2 jam di maijishan shiku, saya melanjutkan perjalan ke 仙人崖xianrenya. Waktu tempuh dari maijishan shiku sampai  xianrenya kurang lebih 1 jam perjalan.  Setelah itu kembali ke kota tianshui.
       
      maijishan shiku
       

       



       
       
      xianrenya

       
       
       Day 3
      Saya hanya setengah hari di Tianshui, karena saya harus tiba di Lanzhou sebelum pukul 10 malam untuk melanjutkan perjalan ke kota Jiayuguan. kereta dari tianshui ke lanzhou berangkat pukul 13.07 dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Pagi- pagi sekali saya bergegas ke kota tianshui, perayaan penghormatan kepada dewa Fuxi sendiri di pusatkan di pelataran kuli Fuxi , namun, saya gak kecewa karena acaranya tertutup untuk umum, saya hanya bisa menyaksikannya lewat layar besar di jalanan. Jalanan utama menuju Kuil Fuxi di tutup sepanjang kurang lebih 1 km. Rasa kecewa saya sedikit terobati karena bisa menyaksikan panggung rakyat di sekitar kuil Fuxi. Setelah selesai melihat panggung rakyat, saya makan siang dan melanjutkan perjalanan ke stasiun tianshui untuk keberangkatan ke Lanzhou. Tiba di lanzhou sekitar 17,30. saya hanya punya waktu 3 jam di Lanzhou. setelah menitipkan barang bawaan di stasiun saya langsung menuju ke Patung Ibu dan anak yang menjadi icon kota Lanzhou dan berada di tepian sungai Kuning ( 黄河 ), lalu lanjut ke pusat jajanan di tengah kota. Setelah makan malam kembali ke stasiun Lanzhou untuk melanjutkan perjalanan ke ke kota Jiayuguan.

      Dewa Fuxi yang ada di Kuil Fuxi, Tianshui( sumber baidu)
      *saya tidak masuk ke dalam kuilnya
       
      Foto2 di Lanzhou





       
      Day 4 Lanzhou -  jia yu guan
      Dari lazhou saya menlanjutkan ke jia yu guan untuk melihat sisa peninggalan kota tua jia yu guan di sini .  KOta jiayuguan ini sepi sekali, bus kota juga cukup jarang ditemukan. Sebenarnya ada bebrapa destinasi wisata di sini, namun hanya  tembok cina jiayuguan yang bisa ditempuh dengan bus umum.Untuk ke sana bisa naik bus no 4 atau 6, dan destinasi ini ada di paling ujung.  harga tiket masuknya sekitar 120 RMB. karena areanya luas kita bisa sewa sepeda untuk keliling2 disana, bisa juga naik unta.
       
       





       
      Day 5 zhangye 
       Gunung pelangi....






       
      Day 6 - 7 Dunhuang
      Mogao Caves


       
       
      Crescent Lake




    • By itsmeu
      Haloooooo~
      Long time no see banget ga aktif di grup ini karena di tahun 2017 aku vakum backpackeran dan jalan-jalan krn satu dan lain hal,pokoknya real life di 2017 bener2 ga memungkinkan keadaanya hiks. Sampai di toel-toel kakak @deffadi thread ditanya kabarnya... btw aku baik kakk :))
      mau liat forum jalan2 takut sedih dan ngiler liat field report temen-temen semua
      Tapi tapi tapiii 2018 ini aku akan berpetualang lagiii dan baru sempet mau share field report aku.
      Jadi di awal tahun aku berencana buat refresh dr tahun kemarin, kemana aja deh yang deket yang terjangkau juga biayanya akhirnya aku dan teman-teman memutuskan untuk ke Malaka, salah 1 kota yang dilindungi oleh UNESCO dan tentunya ke Kuala Lumpur juga.
      Ok start.
      Tanggal perjalanan: 19 – 21 Januari 2018. Jumlah orang: 4 orang
      Tiket pesawat: AA PP Rp. 669300
      Stay di: Condo Merci Summer Suites Studio. 1 malam : RM 143.1 ~ Rp 481.000 / 4 (org) = Rp 120250/orang
       
      19/01 Kita sampe di KLIA2 itu jam 14.15, begitu sampe kita langsung beli simcard HOTLINK. Note: Aku sampe cuman berdua, 2 temenku lagi nyusul sorenya dan bakal ketemuan di hotel aja
      Simcard hotlink: RM 30. Dapet pulsa RM 13 dan kuota 3 gb, nahh tipsnya kita harus donlot aplikasi Hotlink RED di playstore. Nah di bagian internetnya, jangan lupa klik CLAIM. Disana kita bisa claim paket social dan chat (kalau ga salah inget). Nah sebagai anak yg suka instastoryan dan tau kuota IG itu gede maka pilihan jatuh di paket social. Wa sama line mah ga gitu makan kuota dan udah punya kuota 3Gb kan tadi, cukuplah.
      Abis itu proses imigrasi berjalan dengan lancar, kita turun ke Lt. 1 buat beli tiket bus KLIA2-KL Sentral.
      Tiket bus KLIA2-KL Sentral Aeorobus RM 9 jam 15.00
      Abis itu cari makan dulu. Makan murah banyak di KLIA2 ada di... yes.. NZCurry dong, tau dari forum sini juga. NZ Curry ada di lantai 1 ya, deket loket bus-bus ke KL. Krn brangkatnya jam 15.00 kita take away aja, udah sore banget soalnya.
      Nasi briyani, telor dadar, ais teh tarik RM 11 kalau pake sayur + RM 1

      Jam 15.00 kita masuk bus, jalan tol lenggang dan hujan sedikit deras. Mendung. Wah rencana ke Genting kayaknya ga bisa terlaksana nih, soalnya perkiraan kita sampe KL sentral pasti jam 16.30an,nanti baru berangkat jam 17.00 walah,, sampe genting udah gelap mau liat apaa? Lagian masih dalam renovasi juga kan untuk pembuatan themepark 20th century fox itu. Yaudah pending besok.
      16.45 Sampe KL Sentral, jalan ke ujung arah sevel, naik 1 lantai trus ke pojok kiri, cari counter Go-Genting. Bener pemberangkatan selanjutnya jam 17.00 , bener prakiraan kita jd kita pending besok pagi aja,lagian genting bukan tujuan utama kita kok.
      Jadi kita lanjutin check in hotel dulu, dari KL Sentral, naik LRT ke arah Dan wangi. Turun di Stasiun Dan Wangi. (LRT RM 2)
      Dari LRT Dan wangi, jalan lurus aja lewatin KL Tower sampe ke daerah bukit nanas. Sampe di condo kita, wah condo ini rekomen bangeeeeeet, bersih, lengkap, murah dan terrace viewnya adalah KL Tower yang cantik banget kalau malam hari.
       

      Sampe kamar istirahat bentar sambil makan nasi briyani yang tadi dibeli, duhh emang enak bgt nasi briyani di malaysia, ga tau beli nasi briyani yang rasanya pas gini klo di jakarta di mana? Hmm
      Lanjut, langit udah mulai mendung tapi ga hujan, jam udah pukul 18.00,kita cus langsung ke central market. Ini cuman 1 stasiun dari stasiun dan wangi.
      Jam 18.30 Oiya karena kita udah pernah ke KL sebelumnya jadi di central market ini udah ga buta buta amat hahaha, langsung ke toko oleh-oleh makanan yg penjualnya orang surabaya.

      aku beli teh tarik chekhub RM 15 isi 30, milo cube RM 10 isi 20 dan kuruku ikan (ini ciki enak lohh) RM 10
      Selesai belanja, jalan jalan bentar ke kasturi walk mau mampir ke sevel (kangen sevel yang udah tutup di indo haha), beli es krim milo (yg waktu itu blom masuk indo juga). Abis makan es krim sekitar jam 19.30 kita cus ke stadium negara.

      Btw kita ga ada schedule di itin malam ini karena ga jadi ke genting, so... karena kita berdua itu kpoper (lol) dan pas di bus ke kl sentral kaget kalau hari ini itu dedek2 gemes Wannaone konser di stasium negara (omg omg, kirain besoknya) so jadilah kita mau stalking hahha
      Dari stasiun central market naik monorail ke hangtuah (harusnya), kita malah turun setelah hangtuah dan itu stadium merdeka tempat orang main bola haha jadi balik lagi 1 stasiun ke hangtuah. Rugi deh RM 2 haha.
      20.30 Sampe hangtuah, kita tinggal nyebrang jalan kaki ke stadium negara, wuaaaa rame seperti biasanyalah konser kpop. Kocak, dadakan gini..pingin stalking sampe nungguin dedek2 wannaone keluar, biasanya jam 22.00 konser palingan udah kelar. Tapiiii ini jam 22.00 baru mulai waiiit what? Ternyata karena di dalam ricuh dan banyak yg pingsan, konser ditunda 1 jaman, jam 22.00 baru mulai kelar jam 23.00 dong, yaudah deh berhubung kita ga ngefans-ngefans banget akhirnya kita berencana balik ke hotel aja buat istirahat, besok perjalanan masih panjang. Cuman kalau itu idol lain yg kita ngefansnin pasti sih dijabanin buat nunggu wkkwkw
      Hasil stalking dadakan

      23.00 sampe hotel dan sudah ada 2 teman kita yang baru sampe hotel jam 21.00 karena kesasar naik LRT (lol), menikmati pemandangan KL Tower akhirnya tertidur. Walaupun tidurnya juga diatas jam 01.00 yang penting tidur.
      End of the day 1
      20/01 jam 05.30 udah bangun semua, yg sholat udah selesai, yang mandi juga udah siap. Tapi ga tau kenapa keluar hotel itu jam 06.15 ya... hemm. Sarapan beli nasi uduk di depan jalan hotel, ini yang jual juga orang indo jadi dapet porsinya banyak banget. Kita mau menuju KL Sentral nih.
      06.00 KL sentral, cek loket genting lagi, jam 07.00 baru buka trus pikir2 lagi ke genting ga yah?? (emang udah pada ga niat ke genting sih ini orang-orang), akhirnya ga jadi hahah.
      Oiya sebelumnya kita titip tas dulu di kl sentral, depan loket genting ada loker gitu. Loker canggih dah, perlu face scan buat buka kuncinya. Kita sewa box yang gede buat 4 tas.

      Locker box besar 40 RM-sekali buka
       06.30 Kita langsung naik MRT ke Batu Cave.
      07.30 Sampe batu cave, wuahh lagi rame banget, ternyata lagi hari suci budha apa gitu namanya. Foto foto, sambil nungguin temen yang naik tangganya yg panjang itu buat liat kuil, ak jalan-jalan sama temen yang ga naik, ada kuil hanoman, dewi sinta dll. Mau beli manisan-manisan india tapi takut ga doyan, nyobain kue ternyata ga doyan jadinya ga beli

      Jam 08.30 kita balik ke KL Sentral trus naik MRT ke terminal TBS.
      -continue-
       
       
       
       
       
       
       
    • By Tarmizi Arl
      Haiiii... udah lama gak nulis :)
      .
      Mau sharing pengalaman terbang ke Manila bulan lalu...
      Berbekal tiket promo dari Air Asia 900rb PP Jakarta-Manila, tanpa pikir panjang gue langsung pesen untuk perjalanan 19-22 Februari kemarin.
      Manila mungkin belum begitu jadi favorit banyak orang, tapi gue sendiri memang dari 3 tahun lalu tertarik dengan Filipina termasuk Manila, sejak lihat foto-foto beberapa bangunan bergaya eropa yang ada disana. Apalagi tahun lalu lagi tren drama tv Filipina, eh makin semangat deh buat kesana. Ntah kenapa suka aja ama budaya, bahasa, dan orang-orangnya.
       
      Hari 1
      Jadwal keberangkatan senin tanggal 19 Febuari jam 11 siang dan sampai Manila jam 4 sore waktu Manila (Waktu Manila lebih satu jam dari Indonesia). Sesampainya disana, seperti biasa ditanya-tanya di Imigrasi terutama tinggal dimana. Agak alot karena kami baru pesan untuk 1 malam, sedangkan 2 malam selanjutnya emang belum pesen karena mau lihat kondisi.
      Bandara Manila bernama Ninoy Aquino. Bandaranya gak begitu besar tapi pada saat sampai, kita akan disambut deretan pameran kebudayaan di Filipina.

      Pameran budaya di terminal kedatangan Bandara Ninoy Aquino Manila
       

      Area kedatangan bandara

      Loket Taksi bandara
       
      Tujuan pertama kami langsung ke Mall of Asia terlebih dahulu. Kok Mall? Iya, karena berdasar info, Mall of Asia (MOA) ini sempet jadi Mall terbesar di asia, dan berhadapan langsung dengan laut gitu dan ada alun-alun untuk bersantai dengan banyak wahana.
      Untuk keluar bandara, kami pilih naik Taksi. Dari pintu keluar kedatangan, belok kanan. Lurus aja sampai lihat tanda antrian Taksi. Nah disana kamu tinggal duduk dan antri sampai giliran kamu naik. Perjalanan dari bandara ke MOA sekitar 30 menit dengan argo hanya sekitar 150 Peso (Rp45.000). Oh ya, Mata uang Filipina itu Peso ( 1 Peso = Rp300 ;  maret 2018 ) Tapi gue sendiri kemarin tuker banyak duitnya justru di Bandara Soetta, harganya jadi lebih mahal 1 peso = Rp350. Padahal pas nukerin duit di Bogor, ya Cuma Rp 300 itu. Lumayan loh 50..hahaha...
      .
      Singkat cerita tibalah kami di MOA. Ternyata di samping MOA ini ada juga SM Arena, satu Hall besar tempat biasanya konser-konser internasional berlangsung.
      Seperti halnya mall besar, MOA memang sangat semarak. Dan memang gede sih kayaknya. Kebetulan udah rada malem dan belum makan, jadilah kami pilih nyari makan dulu. Gue udah ada tujuan yaitu Jollibee. Francise kyk KFC gitu tapi asli Filipina. Jollibee ini terkenal banget di Filipina, gak bakal susah cari Jollibee di Filipina terutama Manila.
       





      Ternyata gak salah kalo jadi favorit. Menunya beragam dan dari yang gue coba di hari pertama itu memang enak. Gue lupa namanya apa, tapi gue pesen nasi + kayak steak beef gitu. Bumbunya asin manis. Meskipun gak pake sambel, tapi masih cocok di lidah kok.. Apalagi kalo ada sambel sih.. pasti lebih wow. Untuk ayam nya sendiri memang biasa aja. Kalau disuruh pilih, gue masih suka ayam KFC ama AW lah. Tapi menu lain? Jollibee juara. Sekali lagi, beragam ! jadi gak bosen. Dari 3 hari di Manila, 6 kali makan berat, 5 kali nya makan di Jollibee. Ya, selain emang mau nyoba banyak menu juga karena MURAH PARAH. Satu paket nya itu  rata-rata cuma sekitar 70-100 peso. Berarti Cuma 20-30 ribuan doang. Gimana gak kalap?
      .
      Lanjut ! abis makan, mampir dikit ke SM By the Bay yang berada tepat di depan MOA. Disana memang cukup ramai dan banyak wahana rekreasi termasuk bianglala. Tapi karena masih hari pertama, kami santai-santai aja dulu disana.
      Gak lama, langsung cari taksi buat ke penginapan. Kami pilih penginapan di daerah Malate, namanya Wanderers Guest house. Pesen di Traveloka Cuma 190ribuan rupiah/malam. Jaraknya gak begitu jauh juga dari MOA, sekitar 30 menit udah sampai. Tarif taksi yang kami bayar juga cuma 120 Peso (36ribu).

      Untungnya lokasinya sangat strategis, rame, gemerlap, banyak toko dan minimarket. Jadi gak bakal susah kalau malem mau keman-mana. Untuk penginapannya sendiri karena ini Backpacker Hostel, jadi ya sebagaimana harga. Kamar mandi pun sharing. Tapi untuk sekedar tidur, masih oke kok. Apalagi ada cafe juga diatasnya, pemandangannya langsung gedung-gedung tinggi, jadi justru kelihatan menarik.

      Pemandangan dari cafe di Wanderers guesthouse
       
      Hari 2
       
      Kami memulai perjalanan menuju Intramuros. WAJIB ! . ini destinasi wajib liburan ke Manila. Intramuros itu kayak kota tuanya Manila. Intra (didalam) Muros (Benteng). Ya, karena memang kota tua nya dikelilingi oleh benteng.
      Awalnya kami jalan kaki berbekal Google Map. Trus naik Jeepney (angkotnya filipina) dan turun di Rizal Park. Sebelum ke Intramuros, kami akhirnya terpincut dulu buat menikmati kawasan Rizal park. Awalnya gue pikir Cuma ada monumen doang, ternyata disini jadi kawasan taman kayak Monas gitu. Jadilah lumayan lama disana.
       

      Kawasan Rizal Park

      Rizal Monument
       
      Selesai foto-foto, barulah jalan lagi ke arah Intramuros. Di jalan ada becak nawarin jasa. Disana namanya Padyak. Dia nawarin jasa keliling Intramuros sekaligus jadi guidenya. Tarifnya 300 Peso. Semua wilayah bakal didatangi katanya. Tapi gue pikir buat keliling sendiri aja biar puas foto-fotonya. Tapi karena pengen juga nyobain naik Padyak, akhirnya kami naik buat diantar sampai ke Gereja di Intramurosnya aja. Tawar-tawar, dia kasih harga 80 Peso (24ribu). Akhirnya kita naik Padyak, dan ternyata memang cukup jauh sih kalau jalan kaki.

      Sampai di Gerbang Intramuros. Masuk sedikit langsung disambut bangunan megah khas arsitektur Eropa. Itu adalah Manila Cathedral. Karena bagus dan fotoable, jadilah gue lama foto-foto di sana. Menariknya, wisatawan juga boleh masuk gratis. Yang Kristiani bisa juga ikut ibadah yang rutin diadakan tiap jam, sedangkan yang tidak bisa melihat-lihat dari belakang.
       

      -
      Disambung nanti ya J
       
       
    • By Gulali56
      Sambungan dari post : http://forum.jalan2.com/topic/15045-fr-shanghai-hangzhou-beijing-part-1/
       
       
      Day-5 –Beijing: Zoo Market & Wangfujing
       
      Kereta kami tiba di Beijing South Railway Stn sekitar jam 9pagi.Temperatur di Beijing itu 10derajat lebih rendah dari di Shanghai alias 2 derajat Celcius.  Di Stasiun Beijing South ini pilihan restaurantnya cukup banyak, beberapa malah sama dengan stasiun di Shanghai. Tapi kalau pagi rata-rata hanya menyediakan menu bubur atau mie.

       
      Setelah sarapan, kami segera melanjutkan perjalanan menggunakan subway yang connected railway stn menuju  ke hotel kami. Subway di Beijing tiketnya hanya CNY 2 jauh-dekat. Maka dari itu kalau saya perhatikan, dibeberapa stasiun mesin tiketnya banyak yang out of service dan menggunakan loket untuk pembelian tiket,mungkin karena gak terlalu ribet. Tinggal kasi tau mau beli berapa banyak. Kalau gak bisa mandarin tinggal tunjukin jari saja mau berapa.
       
      Hotel kami ini terletak tak jauh dari exit Dongsi Stn. Petunjuk di Agoda sih bilangnya Cuma exit C. Ubek-ubek di review nya gak ketemu belok kiri kanannya. Tapi akhirnya setelah nyasar kanan kiri akhirnya berhasil juga check in di hotel 161 yang lagi-lagi di “upgrade†(review hotel di http://forum.jalan2.com/blog/287/entry-840-review-161-hotel-beijing/ ).

      Cek di accuweather.com perkiraan besok range nya 0 derajat sampai dengan -7 derajat. Mateng. Maka kami pun deviasi shopping aja cari jaket dan sweater buat besok. #alesan.com
       
      Berdasarkan browse di blog blog, kami pun ke DongWuYuan Fuzhuang ShiChang  atau Zoo Market. Hasil baca di blog-blog, Zoo market ini tempat grosiran,kalau di Indo setara Pasar Pagi Mangga Dua lah.  Dari pasar ini lah kononnya sumber barang-barang yang dijual di Silk Market, Wangfujing dll. Dengan kata lain, lebih murmer dan gak perlu nawar pake urat. Tapi bukan untuk turis alias gak bakalan deh ketemu kaos-kaos “I Love Beijing†, magnet dan souvenir lainnya. Dan jangan harap mereka bisa bahasa inggris.
       
      Kami naik subway turun di Xizhimen Stn (Line 2/4/13) keluar di exit D. Dari exit langsung ambil kanan, nah pertokoan gedung-gedung grosiran ini ada dibelakang exit D. Zoo market ini ada beberapa yang terkenal, yang paling murah katanya Julong Foreign Trade Market (èšé¾™å¤–贸市场) .Berhubung hari itu hari minggu kami pun memilih Shiji Tianle (世纪天ä¹) yang lebih mahalan sedikit tapi lebih sepian.

       
      Toko disini itu buka dari jam 6pagi sampai dengan jam 4.30 sore saja. Rata-rata harga disini memang murah. Puffed vest tanpa lengan yang kalau di Zara yang labelnya made in China Rp 499,000 disini start on CNY 50 atau Rp 100ribu saja! Saya hampirrr mo beli (lagi) warna biru, secara saya punya tuh si Zara asli itu warna merahnya beli diJakarta. Karena sudah murah, barang-barang disini susah ditawar. Saya beli outer tebel banget dan bermotif ala Zara dari harga CNY138 Cuma bisa ditawar jadi CNY 135.hahaha. Tetep sih saya tau di Zara harganya diatas 800ribuan.
       
      Oiya disini memang tanpa merk ya,asli merk China.Gak ada sok-sok-an merk apaan. Kalau yang murah-murah saya lihat ada di lantai 1 nya. Sebagai perbandingan yang pernah liat winter jacket made in China yang semurah2nya di ITC  seharga Rp 300-400ribu semua disini harganya CNY 50-80. Maap gak ada foto,secara kami fokus belanja. Jaket yang lebih fashionable  adanya di lantai 2 dan 3 tapi harganya lebih mahalan yaitu sekitar CNY 250-650. Balik ke hotel tentengan udah banyak ajaaa.
       
      Karena gak mau terlalu capek untuk besok Great Wall, kami memutuskan ke Wangfujing cari makan. Karena sotoy dan termakan kata-kata orang lokal yang bilang ini deket dari hotel bahkan menurut subway juga cuma beda 1 stop-an doank,kami pun jalan kaki diantara kencangnya angin malam di suhu -2 derajat Celcius ini ternyata sejauh 2-3km dari hotel.Pokoknya gak sampai-sampai deh.Jujur mendingan naik subway.

       
      Wangfujing ini terkenal dengan deretan upscale mall nya,dan tempat pasar malam jualan gorengan laba-laba, kalajengking,dll. Saya sih gak nyobain, malah beli dimsum seharga CNY 15 dapat 8 biji, padahal di Shanghai aja dapet 15pcs deh tuh. Dan karena dingin gila,ya angetnya cuma semenit tuh makanan. Herannya kita masih beli mie goreng yang langsung dingin kurang dari 2 menit seharga CNY 30. Dan sup daging CNY 50!! Padahal Ajisen Ramen aja cuma CNY 35. Salah kita juga sih gak tanya harga dulu langsung pesen aja.


       
      Saking keselnya kita masuk ke mall terdekat entah namanya 4PM atau APM ngangetin diri dan makan shabu-shabu yang seporsi berdua Cuma CNY 44 aja kenyang, hangat,nyaman! Later on baru tau Xiabu Xiabu yang kita makan ini memang terkenal ,dan cabangnya ada dimana-mana,salah 1 nya 20meteran dari hotel kita pun ada.Hahaha..
      Sebenarnya Wangfujing ini ada subway stn nya tapi sejauh mata memandang tidak ada lambang subway.Jadinya jalan kaki lagi balik ke hotel .
       
       
      Day-6 –Beijing : Great Wall
       
      Great wall itu ada beberapa section, salah 1 section yang mudah dicapai adalah Badaling. Berdasarkan yang kami baca, Badaling itu bagian dari Great Wall yang paling banyak fotonya di majalah-majalah karena sisi great wall yang katanya bagus dari segi pemandangan dan komplit dengan sisi militer. Entah apa maksudnya. Yang pasti untuk ke Badaling ada 2 cara, naik kereta khusus dari Beijing North Railway Station yang berada  500mtr dari exit Xizhimen Stn exit A dengan kode kereta S2 ataupun naik bis 877 dari Deshengmen Bus Station yang terletak 500mtr dari Jishuitan Stn Exit A.
       
      Berhubung kalau naik kereta interval nya 2 jam sekali (07.26/09.33/11.08,dst) kami yang baru keluar kamar jam 9 akhirnya memutuskan naik bis  877 saja.
       
      Seperti biasa keluar dari Jishuitan Stn Exit A. Kita tercengang dengan petunjuk kalau ke Deshengmen itu ke arah timur.Nah nengok ke langit timurnya gak ke kiri-kiri amat.Halah. Terus teman saya yang bisa mandarin tapi buta arah/peta itu pun belok kanan.Hahahaha.. Untungnya di ujung kanan ada semacam tourist information ,dengan keterangan mau ke Badaling naik bus 877 ke arah kiri plus panahnya segede gaban. Tetep aja liat ada petugasnya, kita masih tanya lagi. Dibilang ya memang ke arah kiri aja ikutin jalan,jangan nyebrang-nyebrang sampai keliatan Deshengmen Arrow tower.

       
      Kalau mengikuti jalan memang ada papan petunjuknya walau tetap gak ada perkiraan jauhnya seberapa meter.Dan ternyata yang namanya Deshengmen Arrow tower itu ya bangunan China yang gede gitu kayak benteng, ih mana tau ya kirain namanya menara ya ramping lah bentuknya.

       
      Jadi persis di samping gedung itu ada sekumpulan bis-bis putih ijo dengan plang plang halte stop-an berikut nomer bis nya. Halte 877 itu terletak dibaris ke-2 sebelah kiri. Katanya sih disekeliling bakal ada agen-agen yang bakal misleading ngaku-ngaku bis 877.Hari itu gak ada tuh. Untuk mengenali bis ini selain ciri warna putih ijo, layar elektronik tulisan 877 dikaca depan ,didalam bis itu ada mesin tap nya bagi yang punya Transportation Smart Card harga one way nya cuma 4.8yuan.Sedangkan cash nya 12yuan/one way. Disana juga ada bis 919 dan 880 ke Badaling juga katanya sih direct ke cable car stasiun. Tapi berhubung petunjuk dari tadi cuma nunjukin 877 ,kita pun naik 877.

       
      Tiket bis dibeli di dalam bisnya, akan ada 2 petugas wanita yang akan memberikan tiket bis setelah kita bayar. Perjalanan memakan waktu sejam dengan 1 guide di bis memberi sejarah singkat dan pemberitahuan dengan bahasa mandarin tentang Great Wall. Salah 2 yang teman saya translate kesaya,dia mengingatkan untuk tidak berlama-lama mendaki Great Wall di cuaca saat ini, karena suhu sangat dingin (hari itu dikabarkan -7), bahkan katanya dulu sempat turun salju karena dinginnya) dan bis terakhir dari Badaling yaitu jam 16.30 selebihnya akan sangat mahal menyewa kendaraan kembali ke kota. Jujur sempet jiper juga.
       
      Setiba di parkiran Great Wall,anginnya beneran bikin gila. Rasanya tidak minat turun dari bis yang menggunakan penghangat itu.Akhirnya kami lari-lari menantang angin ke deretan toko untuk membeli masker muka seharga 10yuan.Bah, di Indo kayaknya cuma 15ribu perak dan tebal pula kainnya. Yang saya heran disini gak ada yang jual ski mask gitu ya? Penutup muka yang cuma keliatan matanya aja itu yang suka dipake maling-maling, padahal dengan kencangnya angin pasti enak banget tuh ketutup semua pori kulit. Haha..tapi ya gak kece ya foto-foto ya.Disini adanya dijual topi bulu yang nutup kuping warna ijo army ala militer china yang lagi perang pas winter.Entah harganya berapa gak minat juga.
       

      Setelah sarapan overpriced di resto parkiran seharga 45yuan dan tempel penghangat disekujur badan dan telapak tangan, kami melanjutkan ke entrance Badaling, yang ternyata masih berjalan menanjak dari parkiran bus.Belum entrance aja udah ngos-ngosan dan beku kedinginan.
       
      Harga tiket Badaling Great Wall adalah 40yuan. Setelah masuk di dalam langsung ada keterangan ke kiri dan kanan, kami bingung mau kemana akhirnya milih sisi kanan.Karena lebih ramean. Pemandangan memang bagus bangettt dari sini, nanjaknya belum seberapa, tapi kami dengan bodohnya tetap berfoto tanpa keliatan muka begini.
       



       
      Later on kata kakak saya yang beberapa tahun lalu kemari, dia bilang dia cuma foto-foto di tower 1 terus pulang. Tapi kami dengan bloonnya foto kayak begini sampai tower 4.Justru tower 4 itu kalau buat berfoto kurang oke karena kelok temboknya kurang keliatan. Ruginya penderitaan menanjak dengan kemiringan 70derajat dari tower 2 ke 4.Sampai sekarang sepet liat hasil foto-fotonya.

      Dari tower 4 kami melihat ada tulisan sliding car.One way 80yuan, two way 100yuan. Jiahh..Padahal dari parkiran bis kita ada lihat nih loket sliding car.Tau gini dari awal naik sliding car aja shortcut ke tower 4.

       
      Sliding car ini muncul di Zoo apalah itu yang sebelahan sama parkiran bis persis.Ditotal-total kami mendaki ternyata Cuma 2 jam. Ketauan banget kurang olahraga.
       
      Sepulang dari great Wall teman saya insist balik ke hotel ganti celana.Padahal waktu mepet. Rencana kami mau pergi ke Temple of Heaven di Tiantandongmen Stn exit A. Bener aja sampai Temple of Heaven sudah jam 4.30 sudah tidak boleh masuk lagi.Dan memang di winter , jam segini memang sudah gelap banget.Daripada sia-sia kami mencoba ke plaza terdekat dari situ sekalian menghangatkan diri.
       
      Entah namanya apa, tapi didalamnya mengingatkan saya seperti toko di ITC tapi harga bule.Alias powerbank 8000mah harganya 120yuan.Kalau saya lihat sih rata-rata overpriced,cuman memang disini rata-rata bisa bahasa inggris walau tidak lancar-lancar amat.Lantai 2 nya jualan tas KW yang lebih overpriced lagi. Michael Kors dibandrol 1000yuan. Dari jauh saja udah keliatan kualitas KW nya.Kelihatannya ditempat ini berlaku hukum ngotot nawar. Berhubung duit udah habis di Zoo market dan gak bisa nawar kami lanjut balik ke hotel untuk belanja di Wu mart di exit B Dongsi Stn lalu lanjut makan Xiabu Xiabu favorite kami.
       
      Day-7 –Beijing : Tiananmen Square-Forbidden City-Summer Palace-National Stadium
       
      Karena hari ini hari terakhir,jadwal kami padat banget. Pagi-pagi setelah sarapan didekat hotel, kami segera ke subway exit Tiananmen East Stn. Baru mau keluar sudah langsung diperiksa ID/Passport ,karena keluar exit ini memang sudah pelataran Tiananmen. Dari exit ke kiri sudah kelihatan National Museum dan antrian panjang di Tiananmen Square seberang National Museum.Entah kenapa kami skip masuk ke Tiananmen Square yang lapangannya sudah ¾ penuh turis itu. Cuma foto-foto dari sebrang, lalu kami langsung menyebrang kearah Forbidden City yang jam 8.45pagi masih terlihat sepian pintu masuknya.Ternyata pas masuk gerbang memang sudah crowded. Setelah membayar tiket 40yuan. Kami langsung sibuk berfoto-foto dipeninggalan dinasti Ming ini.




       
      Karena dasar dikejar waktu, jam 11 kami entah kenapa sudah keluar dari Forbidden city dan entah kenapa sotoy bukannya jalan kaki balik ke Tiananmen Stn yang dari pintu keluar petunjuknya  1.8km tapi malah menuju panah ke Wangfujing Stn 1.2km yang memang beda 1 stn dari petanya.Padahal sebenarnya di komplek ini masih banyak lho yang belum dieksplor.
       
      Dan seperti biasa, yang tadinya papan petunjuk terlihat banyak tiba-tiba bbrp puluh meter kemudian hilang semua petunjuk ke subwaynya. Dan taunya setelah berjalan seabad lamanya kami malah bertemu Dongsi Stn line 6 stasiun tempat hotel kami. Gubrakkk..entah brp kilometer kami telah berjalan.Yang pasti kaki udah engklek.Karena sudah hari terakhir kami langsung lanjut ke Summer Palace.
      Summer palace ini terletak di jalur subway line 4 bisa keluar di Beigongmen Stn ataupun Xiyuan Stn. Karena memang letaknya cukup jauh, kami turun di Xiyuan yang 1 stasiun lebih cepat saking bosennya di subway.Dari exit C2, sebelah kiri kami malah ada plang Yoshinoya, liat kiri kanan gak jelas palacenya dimana,peta juga gak jelas nulis apaan, akhirnya kami makan dulu di area Starry Street.

      Starry street ini semacam komplek restaurant ,dari Burger king, Yoshinoya, Ajisen Ramen , dll. Setelah makan siang di Ajisen ramen kami dikasi tau arah ke Summer Palace. Ternyata dari exit C2, belok kiri ikutin jalan di Starry Street itu terus nanti ada plang Summer Palace, baru nyebrang, terus ikutin jalan karena sebenarnya tembok nya itu kayaknya sudah area Palace.

       
      Setelah jalan kaki gak sampai-sampai yang kurang meyakinkan, kami akhirnya ketemu pintu masuknya. Di komplek pintu masuk banyak guide guide nawarin jasa.Bah tadi pas kami nyasar-nyasar kemana aja situuu.. Biasanya sih paling gampang kita tepatnya saya yang ngusirin dengan alasan “only speak English†eh malah nemu 1 guide lancar banget inggrisnya yang bilang di guide resmi sambil nunjukin name tag.
       
      Dia nawarin,kalau beli di dia, tiket terusan yang di loket dijual 50yuan/org bisa dibeli 40yuan. Dasar cewe ya, kita minat donk, tapi kok lucu, petugas di sekitaran loket itu seperti pengen tau kita bicara apa dengan si guide ini dan si guide ini juga tampak kucing-kucingan dengan si petugas. Tapi mungkin karena si guide ngoceh panjang lebar pake bahasa inggris, si petugas jadi tidak bisa menangkap basah.Diantara ocehan yang tadinya berkesan hemat, kok malah mentok-mentok bayar 180yuan berdua. Pokoknya aneh deh. Karena terlalu janggal dan juga kita bokek dan si guide sempet kabur karena diusir petugas tadi, akhirnya kami langsung ke loket. Eng ing eng kasi selembar 100yuan malah dikembaliin 60yuan alias tiket masuk cuma 20yuan/orang.Padahal kami pikir mau beli tiket terusan.
       

       
      Karena bingung dan mau hemat juga ya sudahlah kami langsung masuk saja.Temen saya bilang salah 1 petugas sempat bilang,kalau guide-guide itu ngerjain turis saja kerjaannya. Jujur sampai sekarang kita masih gak ngerti itu scam apaan.

      Ternyata di dalam cukup sepi,tepatnya kita gak tau itu apaan. Haha. Kayak bangunan palace kecil diForbidden city. Malah banyakan guide ketimbang pengunjung. Ternyata pas ngikutin arah panah ke balik temboknya, ada danau guedeee nya minta ampun. Air danaunya sudah membeku menjadi es, dengan pepohonan yang sudah meranggas, tapi somehow tetap cantik banget. Gak kebayang kalau datang pas autumn atau summer cantiknya seperti apa.
       




       
      Summer palace basically pelipur lara kami karena dulu cuma numpang lewat di West Lake Hangzhou. Setelah hampir 2 jam rasanya kami belum sampai ½ nya, setelah hampir 5km berjalan kaki (lebay) kami ketemu pintu masuk/keluar .Kelihatannya kami tadi masuk dari East Gate nah sekarang semestinya keluar di North Gate. Kayaknya lho. Tapi ya gak tau juga, karena semestinya kalo memang benar ini North gate semestinya dekat dengan pintu subway Beigongmen. Somehow nanya kakek-kakek yang fit banget jalan sorenya, dia nunjuk arah yang kita jalanin saja, intinya dari gate apalah itu kita nyebrang jalan,ikutin jalan di tembok yang saya curiga sebenarnya arah balik menuju Xiyuan stasiun. Kecurigaan saya terbukti setelah melewati 1 lampu merah dan belok kiri, langsung keliatan Starry street tempat kami makan tadi.Arghhhh….tau gini mending jalan balik lewat dalam aja lebih cantik pemandangannya.
       
      Diantara ketergesaan kami, sudah jam 4kurang, kami masih maksain ke Temple of Heaven lagi. Dannn karena jauhnya lokasi Summer Palace, sampai Temple of Heaven pas jam 4.25, hahaha.. gagal maninggg.. Akhirnya mencoba ke National Stadium yang kalau malam lampunya cantik.Dasar nasib, naik subway turun di Olympic Sport Center Stn, pintu keluar ke National Stadium yang exit B1 dan B2 ditutup karena ada perbaikan jalan. Tapi dengan super sotoynya padahal petugas nya bilang naik aja 1 stasiun lagi, kita malah keluar di D daaaann mencoba berjalan kaki ke National Stadium.
       

       
      Ternyata dari exit ini ada highway yang tak mungkin disebrangin saking besarnya dan ramenya traffic nya.Lebih sotoynya lagi kami tetap berusaha mencari exit B dari luar. Dan akhirnya kami pun berjalan kaki berkilo meter jauhnya dijalan yang sepi mengitari Olympic sport centre , yang kami curiga lebih besar dari Gelora Bung Karno, padahal saya aja dari pintu 1 Senayan ke JHCC naik ojeg 15ribu. Selain jauh jalan ini pun sepi sehingga kami mulai berpikir apakah kami akan diculik disudut-sudut gelap nan sepi ini dan diambil organ vitalnya. Well at least we’re not that young and fit to be a donor. Derita banget deh.Mau balik arah,nanggung, akhirnya kami terus saja jalan. Diantara penderitaan 1 ½jam jalan kaki gak penting ini, kami liat alat alat olahraga diluaran seperti angkat beban,dll, dan nampaknya ada orang lagi olahraga di alat itu di winter ini. Sadis.Anyway gak ada foto karena tangan sudah beku.
      Akhirnya kami sampai juga di exit kami semula, langsung balik karena kaki sudah kram dan gemeteran    dan makan di dekat hotel untuk setelah itu packing karena flight kami jam 7 pagi.Selesai juga petualangan kami di China.


    • By Daniel0705
      Huangshan/gunung huang/gunung kuning di provinsi anhui,merupakan salah satu gunung tercantik di china. Jika sudah mendaki gunung huang anda tidak perlu lagi mendaki ke gunung lain di china.
       
      Untuk mencapai anhui bisa ditempuh dengan jalur darat mengunakan kereta api dari berbagai kota besar di china seperti beijing, shanghai,dll, berhenti distasiun huang shan, atau mengunakan pesawat terbang.
       
      Gunung huangshan merupakan destinasi utama untuk orang lokal, hindari bepergian disaat libur maupun akhir pekan karena akan sangat padat. Fasilitas jalan untuk mendaki gunung huang ini sangat baik, jangan bayangkan mendaki gunung di china seperti gunung diindo, fasilitasnya disini jauh berbeda.
       
      Tidak perlu membawa tenda untuk bermalam karena banyak penginapan disini, tentu dengan harga yg cukup mahal, kurang lebih 200rmb permalam. Lalu jika anda tidak mau cape , bisa naik turun gunung dengan gondola dengan tarif sekitar 80rmb sekali jalan.

    • By Daniel0705
      Perjalanan solo backpacker 4D3N
      Zhang jia jie terletak di provinsi hunan. Dari changsha, ibu kota provinsi hunan ke kota zhang jia jie bisa ditempuh dengan jalur darat mengunakan bus maupun kereta, dan jalur udara mengunakan pesawat terbang. Saya sendiri start dari fuzhou mengunakan pesawat sampai ke changsha lalu lanjut penerbangan ke zhang jia jie. Jika buka masa liburan seperti bulan april ini, tiket pesawat dari changsha ke zhang jia jie pp hanya 504 rmb. Pesawat yg dipakai dari changsha ke zhang jia jie adalah pesawat kecil, mungkin hanya memuat 50puluhan orang. Saran saya untuk solo backpacker adalah minimal bisa bercakap2 hal2 sederhana dalam bahasa mandarin. Saya hanya bercakap2 dalam bahasa inggris dengan petugas hostel dan lainnya harus memakai bahasa mandarin. Lalu transportasi umum dizhang jia jie juga kurang baik, karena disetiap pemberhentian bus, tidak diberi tahu sudah sampai halte mana, jadi anda harus bisa kira2 atau minimal bisa baca nama jalan disana.
      Pengeluran
      tiket taman nasional zhang jia jie 3hari 248rmb
      百龙天梯 lift outdoor sktr 78rmb
      cable car di tn zhang jia jie sktr 70rmb
      kereta listrik di tn zhang jia jie pp 50rmb
      Tiket tian men shan sekitar 258rmb
      Berikut saya bagikan foto2 saya di zhang jia jie...















    • By Titi Setianingsih
      Hay sahabat2 tercinta, para JJ’er apa kabar ? Sebenarnya apa siy yang jadi tujuan kita jalan2 ? Pasti bukan karena mau saingan kan ? Terus terang sejak masuk komunitas jalan2 saya jadi makin sering jalan2, tentu saja karena banyak informasi tentang tempat2 wisata di Indonesia dan Luar Negeri yang diposting para membernya jadi keinginan untuk berkunjung ke tempat itu makin menggebu. Nah sejak tahu bahwa postingan temen2 sangat bermanfaat / bisa dijadikan referensi jalan2 bagi pembaca, akhirnya saya punya keinginan lain, salah satunya kepengin posting hal2 baru yang bisa dijadikan referensi juga oleh orang lain. Hal2 baru bukan berarti tempat wisata baru, tapi bisa juga itinerary ke suatu tempat. Kebetulan saya beberapa kali dapat japri dari temen2, perihal itinerary ini, jadi kalau dia mau jalan di hari libur selalu nanya ke saya, pingin kearah Bandung sama anak2 cocoknya kemana ya ? Ada juga yang mau ke Bogor sehari bisanya kemana saja ya ? Bahkan ada yang nanya destinasi di luar Pulau Jawa, tentu saja saya hanya bisa jawab kota2 yang sudah pernah disinggahi saja. So, dengan hobby menulis ini, semoga bisa bermanfaat bagi teman2 travellers.
      Nah ide gila kali ini adalah kepengin jalan2 ke 3 propinsi di libur wiken bisa gak ya ? Jarak antar kota tentu saja sangat menentukan bisa / tidaknya. Pikir2, kalau untuk seputar Jawa masih bisa lah, dan melihat request temen2 banyak yang kepengin ke arah Jogya akhirnya saya buatlah itinerary ke 3 propinsi di tanggal 19-21 Januari 2018 dengan destinasi sekitar Solo, Pacitan dan Jogyakarta.
      HARI PERTAMA, 19 JANUARI 2018. 

      Hari pertama kami berpetualang didalam Kereta Api Brantas, dari Stasiun Senen jam 17.00 menuju Stasiun Solo Jebres jam 02.47, tiketnya murah meriah hanya Rp. 84.000 sudah sampai Solo. Kalau ada yang murah kenapa beli yang mahal to ?
      Alhamdulillah selama di kereta tidak ada kendala, berangkatnya tepat waktu sampainya juga tepat waktu, alhamdulillah. Sepanjang jalan masih disempatkan bercanda meski kereta full seat, tapi begitulah, Ibu2 kalau sudah ngumpul gak bisa diam.

       
      HARI KEDUA, 20 JANUARI 2018.
      1.       Sarapan Gudeg Ceker

      Ini kali yang kedua saya sarapan disini, gudeg ceker Bu Kasno yang berlokasi di Mertoyudan / dekat gereja Kristen Jawa di Jl Monginsidi, atau dekat SMA Negeri I Surakarta. Yang khas dari gudeg Bu Kasno adalah lauknya / daging ayamnya dari ayam kampung. Beraneka macam lauk bisa dipesan mulai dari daging yang di suwir2, kepala ayam dan ceker ayam, jeroan (ati rempelo)  juga telor ayamnya. Sedang asesories lainnya ada gudeg nangka, sayur kerecek, tahu tempe bacem dan  sambal. Kalau saya yang terbayang cekernya, dan jika belum sempat makan ceker di TKP maka bisa dibungkus. Beberapa teman sempat kaget karena ternyata 1 porsi ceker yang isi 10 buah harganya Rp. 40.000,-. Cekernya siy enak tapi ketika ingat harganya jadi ter-kaget2. Xixixixi
      Sehabis sarapan singgah di Masjid Karanganyar Solo untuk Shalat Subuh dan bersih2 badan serta ganti baju.
      2.       Curug Jumog

      Lokasi curug ada di desa Berjo, Kec Ngargoyoso Kab Karanganyar Jawa Tengah. Kalau bicara Karanganyar pasti banyak yang familier karena disitulah tempatnya wisata2 yang manarik mulai dari wisata alam dan wisata sejarah, yaitu banyak ditemukannya curug/air terjun beaneka dari yang sudah termashur seperti Tawangmangu juga sampai yang belum terkenal seperti Jumog ini. Tapi sekarang Curug Jumog sudah menjadi incaran para wisatawan dan menjadi pilihan wisatawan juga karena begitu sampai ke parkiran mobil tinggal jalan beberapa menit sudah sampai ke curug, jadi tidak perlu capai2 untuk mendapatkan spot yang cantik ini.

      Sepanjang jalan menuju curug juga disuguhi pemadangan yang indah, kali kali tempat mengalirnya air yang jatuh dari Curug Jumog. Begitu sampai ke atas, wow, emejing banged, tumpahan airnya lebar / bercabang 2 kemudian air yang turun ke kali juga menyerupai curug kecil, jadi kalau dari jauh curugnya terlihat bertingkat.
      Airnya jernih dan bersih jadi sangat cocok untuk ber-mandi2 disini, jika yang tidak mau bermain air maka bisa memakai mantel karena cipratan airnya cukup deras dan bisa membuat baju kita masah walau kita tanpa mendekati pusat pancuran air.

      Salah satu teman yang maniac banged sama air terjun langsung nyemplung dan membasahi rambutnya, walau sebenernya air pagi itu sangat dingin karena kami sampainya paling pagi, loketpun belum buka sebenernya.

      Ketika dirasa sudah puas mandi2, kami lanjutkan perjalanan menuju Pacitan, waktu tempuh Solo-Pacitan diperkirakan 4 jam.
      3.       Soto batok

      Suasana pagi itu agak mendung, gerimispun datang, tapi kami tetap menjalankan rencananya. Walau hujan tetap cuzz menuju Pacitan. Teman2 berkesempatan istirahat / tidur karena waktunya yang lumayan lama di perjalanan.
      Kurang lebih jam 9 kami meninggalkan Curug Jumog, ke Pacitan via Sukoharjo. Sepanjang jalan disuguhi pemandangan alam persawahan yang menghijau, asri sekali, hampir2 tergoda hati ini untuk turun dan berfoto, tapi ketika ingat tujuan masih jauh maka hati menjadi tak tergoda sedikitpun. Tapi menjadi  tergoda lagi ketika didepan mata kami ada sebuah warung yang bertuliskan Soto Batok, penasaran dong dengan namanya.  Lokasi tepatnya di Jl Karanganyar Km 2 Jumowono Sukarasa, masih di Sukoharjo ini. Tapi biasa kalau urusan perut gak bisa ditunda, jadilah kami serbu kuliner yang namanya unik ini.

      Dan memang tempatnya yang unik ternyata, sebuah mangkok yang terbuat dari batok kelapa. Kalau sotonya berkuah bening, dengan daging ayam di suwir2 dengan asesories beraneka sate seperti sate usus, sate telor puyuh, goreng2an dan kerupuk. Layaknya Soto Solo ada tambahan toge rebusnya. Harganya lumayan murah, per mangkok Rp. 6.000,- dan goreng2annya Rp. 500,- ber bijinya.
      Sudah hilang rasa penasarannya ketika sudah selesai makan Soto Batok. Memang pintar pemilik Soto Batok dalam menjaring pembeli, keunikan namanya yang punya nilai jual.

       
      4.       Goa Gong
      Secara administratif, Gua Gong berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Gua ini berjarak sekitar 37 km dari pusat kota Pacitan ke arah barat (arah Wonogiri). Jadi kalau kami yang masuk ke Pacitan via Solo maka Kota Pacitan belum terlewati. Jalanan menuju Goa Gong berkelok-kelok dan naik turun, tapi jalanan sudah halus di aspal jadi nyaman.
      Mobil wisatawan mempunyai tempat parkir khusus, dan menuju goa disediakan ojek wisata dengan sewa Rp. 5.000,- tapi jika pulang / kembali ke tempat parkir tidak boleh naik ojek.

      Tiket masuk wisata seharga Rp. 15.000,- untuk orang dewasa dan Rp. 5.000,- untuk anak2,  kemudian jika hendak menyewa senter juga Rp. 5.000,- per buah, ada juga jasa guidenya sebesar Rp. 30.000,-
      Tidak seperti kebanyakan goa, di Goa Gong banyak terdapat sumber airnya atau dalam Bahasa Jawa disebut sendang. Namanya ber-macam2 sesuai dengan manfaatnya (menurut keyakinan masyarakat setempat, siapa saja yang meminum air sendang akan memperoleh manfaat masing2 sesuai nama sendang itu, ada yang awet muda juga ada yang mendapatkan kemuliaan hidup). Tapi ini mythos ya, jadi kita tidak wajib melakukannya.
      Memasuki seluruh ruangan goa bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam, apalagi Ibu2 yang maunya disetiap sudutnya maunya berfoto, bisa lebih 2 jam. Itulah sebabnya dari awal emmasuki gua diingatkan tentang waktunya ini, jangan sampai rencana selanjutnya menjadi kacau balau.

       
      5.      Sungai Maron
      Ketika saya menghubungi basecamp Sungai Maron via telepon, operatornya bilang bahwa waktu yang tepat untuk caving Sungai Maron itu pagi hari, supaya airnya masih jernih sehingga viewnya bagus, juga agar terhindar dari hujan yang biasanya turunnya di sore hari.
      Tapi kata driver, berhubung lokasinya satu arah dengan Goa Gong alangkah baiknya untuk dicoba, itulah sebabnya maka ketika didalam goa diusahakan disiplin waktu.
      Dan memang dekat jarak antara Goa Gong dan Sungai Maron, kurang lebih 45 menit sampai ke Sungai Maron setelah menempuh jalanan yang menanjak extreme, kami sempat berdoa jangan sampai mesin mobil mati ketika pas menanjak itu. Deg2an sudah pasti, tapi alhamdulillah Driver kami luar biasa.
      Lokasi Sungai Maron ada di desa Darsono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, memang benar, ketika kami dating sore2 air sungai berwarna cokelat, nampaknya sisa banjir Pacitan masih terlihat dengan adanya lumpur2 di ranting2 pohon disepanjang sungai. Bisa dibayangkan banjir Pacitan lumayan tinggi, dan banyak rumah2 warga yang dekat sungai pada kemasukan air bah.
      Kami sewa 3 perahu, masing2 perahu isi 4 penumpang dan 1 pengemudi / pemilik perahu. Sewa per perahu Rp. 100.000,- PP kurang lebih menyusuri sungai dalam waktu 45 menit hingga menuju Pantai Ngiroboyo. Jika akan bersandar di pantai untuk ber-foto2 maka nambah biaya tiket Rp. 5.000,- per orangnya.
      Tiada detik tanpa berfoto, karena hanya itulah bukti dari jalan2 kami. Cuaca lagi kurang bersahabat gaees, mendung bergelayut di langit, ngeri jika tiba2 hujan sementara kami masih dipinggir pantai dan harus pulang menyusuri sungai,,,ah pasti akan sangat mencekam. Kamipun buru2 pulang, dan alhamdulillah, gerimis mengundang, kamipun cepat2 masuk mobil untuk kemudian cuzz meninggalkan desa Darsono.
      6.      Pantai Klayar

      Pantai klayar ini berada di desa Kalak, Kecamatan Donorejo, Kab Pacitan. Sebenernya kami berencana mau kejar sunset disini, krn kalau lihat foto2 sunset Pantai Klayar cukup bagus, tapi apa daya karena cuaca mendung jadi gak kebagian sunset. Masih gerimis kecil ketika sampai sini, tapi teman2 masih sempat guling2an di pasir, mungkin gemas lihat pasirnya yang putih kecoklatan.
      Ditawari bonceng motor beroda 3 untuk menuju air mancur di tengah laut juga tidak berani, karena dalam kondisi gerimis dan gelap karena mendung suasana di lokasi sangat sepi. (Takut dibawa lari xixixixi).
      Padahal air mancur di antara batu2 karang merupakan keunikan alam tersendiri, saying moment itu dilewatkan begitu saja, semoga lain waktu bisa kesini lagi, yang penting kali ini terpuaskan dengan hanya ber-main2 air dan pasir pantai.
      Gerimis itupun akhirnya berubah menjadi hujan, pelan2 kami menuju hotel tempat kami menginap yang lokasinya dekat kota, ternyata tempatnya lumayan jauh kalau mau menuju kota. Sempat juga kami melintasi perkebunan, sepi, ditambah lagi karena ternyata seluruh Pacitan sedang mati lampu. Gelap gulita menemani perjalanan kami, driver dengan sabarnya berkendara dan sepertinya dengan lapang dada menghadapi suasana malam yang mencekam ini.
      Begitu sampai di hotel apa daya, mati listrik membuat segala yang kami angan2kan menjadi buyar seketika, gelap dan tanpa air menyala di kamar mandi merupakan sesuatu yang menyiksa, kamipun akhirnya meninggalkan hotel untuk kemudian bali menuju Jogya.
      Keputusan inipun dirundingkan dengan alot, karena hotel sudah kami bayar, dan uang tidak kembali. Di malam itupun (sambil makan malam), kami hunting homestay via traveloka dan dapat homestay disekitar Pekuncen Jogyakarta. Dalam gerimis kami mencari lokasi homestay yang ternyata tidak mudah. Lagi2 driver yang baik itu masih terlihat legowo mengantar kami dan menemani kami hingga dini hari.
      HARI KETIGA, 21 JANUARI 2018.

      1.       Soto Kadipiro

      Pagi ini kami ada di Propinsi DI Jogyakarta, apa yang terlintas di otak kita ketika bangun tidur dan tiba2 ada di Jogya ? Yang per-tama2 terpikir adalah kuliner, itulah sebabnya maka kami memutuskan untuk sarapan di Soto Kadipiro. Bayangan ayam kampung dan jeroannya yang menggoda. Dengan suasana pagi yang masih gerimis, pastilah akan pas jika sarapannya panas2 gini. Cuzz lah kami ke Soto Kadipiro yang ada di Jl Wates No 33 Jogyakarta. Sudah beberapa kali kami kesini tapi gak ada bosan2nya, enak, legit dan mengeyangkan tentunya.  
      2.       Persawahan Songgo Langit
      Selesai sarapan kami menuju Desa Dlingo yaitu mengejar spot foto yang lagi kekinian yaitu sebuah  persawahan. Lokasinya ada di Songgolangit Sukarame Dlingo Mangunan, termasuk wisata baru karena pas kami kesini masih gratis tapi boleh isi kotak seikhlasnya untuk tujuan pengembangan, yang mbangun mahasiswa KKN. Terdapat persewaan caping bagi yang mau berfoto ala2 petani. Ketika kami sampai sini, situasi sawah lagi cantik2nya, daunnya menghijau bak permadani jadi pas banged buat selfie. Gerimis kecil tak menghalangi kami untuk tetap menuju lokasi, toh tempat berfotonya gak becek karena kita bediri di atas jembatan bamboo yang sengaja dibangun di atas persawahan dengan bentuk LOVE. Cukup istagramable kalau mau pinjam istilah anak muda. Dan ternyata pagi2 juga sudah banyak yang dating di lokasi ini. Gak akan bosan2 memandangi hamparan hijau yang cantek ini, jika belum Lelah ingin rasanya berbaring di jembatan bambu sambil memandang matahari….(lebay ya ?)

      3.       Kebun Buah Mangunan

      Masih di desa Mangunan / berdekatan dengan lokasi persawahan terdapat Kebun Buah Mangunan, awal dibangun memang merupakan Kebuh Buah, banyak terdapat jenis buah2an yang ditanam, namun belakangan banyak sekali spot2 gardu pandang yang dibangun dikarenakan area ini mempunyai keindahan tersendiri ketika sunrise dan sunset. Iya..kita bisa menikmati keduanya di lokasi yang sama. Paduan antara pegunungan, awan, pepohonan, sungai dan kabut di pagi hari sangat memanjakan para wisatawan. Itulah sebabnya akhirnya tempat ini dijuluki Negeri Di atas Awan, meski ketinggiannya hanya 200 mdpl.
      Banyak sekali spot foto disini, silahkan pilih se-puasnya. Kalau kami karena hari ini juga harus kembali ke Jakarta, maka tidak bisa lama2 disini, setelah puas foto2 dan makan siang mie2an (karena tdk ada menu maski yg nendang) kamipun melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Lempuyangan sekalian mencari makan siang di sekitar stasiun.
      Puas rasanya hanya 2 hari bisa berkeliling di 3 propinsi, dan badan ini terasa Lelah. Walau bagi kami merupakan trip yang dipaksakan tapi kami puas bisa melaluinya dengan sukses. Ya dipaksakan, 3 propinsi loh, jarang2 kan ? Kalau teman2 ada yang pingin ikutin itinerary ini silahkan, total cost hanya sekita Rp. 700.000an sudah termasuk tiket kereta api PP dari Jakarta Jogya, sewa mobil Hi Ace, tiket wisata, homestay, makan masing2. Cukup efisien kan ?
       
      Terima kasih untuk yang sudah meramaikan acara kita kali ini, Salam Jalan2 Indonesia !