Octobrian Panjaitan

Bangkok 01 - 04 Mei 2015

25 posts in this topic

 

Halo Jalan2ers

 

Kali ini saya mau membagi pengalaman perjalanan saya ke Bangkok, Siem Reap, Phnom Penh, Ho Chi Minh City, Mui Ne, Singapura dari tanggal 01 Mei - 11 Mei 2015.

Travelling kali ini saya bersama 4 orang teman saya, tapi kebersamaan kami hanya di Bangkok dan Siem Reap, sisa perjalanan ke Phnom Penh, Ho Chi Minh City, Mui Ne dan Singapore saya sendirian.

 

 

Tiket

 

Sebelumnya tiket pesawat Jakarta – Bangkok by Lion Air sudah kami beli dari tanggal 29 Agustus 2014 dgn harga Rp 792,000. Tapi pada tanggal 02 April 2015 Lion Air mengirimkan email bahwa penerbangan kami di batalkan dan semua biaya pembelian akan dikembalikan (full refund), WTF. Di email tersebut, tiket kami dibatalkan karena penerbangan rute Jakarta – Bangkok oleh Lion Air sudah tidak beroperasi lagi sejak tanggal 01 Maret 2015, (lahh piye toh..!!?!??! Trus knp lu baru ngirimin gw email tanggal 2 April kampyettt!! :angry: )

 

Lsg nge cek skyscanner, cari tiket baru harganya 2-3 kali lipet, alamak mati lah  :wacko: 

Akhirnya saya reply Lion Air yang isinya menolak refund dan minta tiket baru ke Bangkok. Dan akhirnya mereka setuju dengan memberikan tiket baru tapi dengan rute baru yaitu dengan transit di KL, 5 jam pulak transitnya, baru lanjut ke Bangkok. Yoweislah daripada beli tiket baru lagi,

Pas liat tiketnya ternyata kami dapt business class untuk flight dari KL ke Bangkok, pertama kalinya naik business class walopun bukan airlines bintang 5 ora popo :D  Tapi ud kapok sama Lion Air, gak lagi-lagi deh naik Lion Air.

 

Berikut adalah tiket pesawat kami

01 Mei : Jakarta – Kuala Lumpur – Bangkok, via Lion Air   - IDR 792.000,-/orang

04 Mei : Bangkok – Siem Reap, via Air Asia                      - THB 1390 atau IDR 514.300/orang (Kurs THB 370)

10 Mei : Ho Chi Minh City – Singapore, via Tiger Air  (transit 24 jam)

11 Mei : Singapore – Jakarta, via Tiger Air                      - USD 104.46 atau IDR 1.326.640 (Kurs USD 12.700)

 

Total biaya Tiket pesawat IDR 2.632.940

 

 

Akomodasi

 

Karena perubahan tiket dari Lion Air, merubah juga sedikit itinerary kami. Yang awalnya  tiba di Bangkok pada pukul 10.00 menjadi 18.20. Konsekuensinya kami ga jadi ke Pattaya karena rencana awal adalah begitu sampai Bangkok langsung jalan ke Pattaya.

Cancel booking hostel di Pattaya dan nyari tambahan 1 malam lagi di Bangkok. Dan kami memutuskan menambah 1 malam lagi di Glur Hostel.

 

Glur Hostel, Bangkok                               : IDR 443,646/orang (3 hari)

The Unique Angkor Villa, Siem Reap        : IDR 193,354/orang (2 hari)

Packer Choices Hostel, Phnom Penh          : IDR 72,657 (1 hari)

Suite Backpackers Inn, Saigon                : IDR 164,644 (2 hari)

 

Semua hostel tersebut di atas saya dan @kokoadit booking melalui situs hotel booking Agoda.com

 

 

Day 1

Jakarta – KL – Bangkok

 

Janjian kumpul di bandara jam 7 pagi on time. Pesawat akan take off jam 09.05.

Semua datang on time, jadi masih sempet sarapan dulu sebentar di Bakmi GM, jam 08.00 langsung masuk ke Gate.

Akhirnya tibalah kami di bandara KLIA2 pada jam 12.05, setelah selesai proses imigrasi langsung nyari tempat makan buat isi perut dan ngerokok. Pengalaman tahun kemaren di KFC KLIA2 saya masih bisa nge rokok di luarnya tapi pas kemaren kesana ternyata tidak diperbolehkan lagi. Jadinya selesai makan lansung cari smoking area, yang adanya hanya di luar bandara, abis sebatang trus masuk lagi ngadem, keliling2 bandara klia2 sebentar trus nongkrong lagi trus kluar nge rokok lagi trus masuk lagi hahahaa.. :lol: sampai jam 3an sore, akhirnya kami masuk gate. Setelah selesai mengisi arrival/departure card masing-masing masuklah kami ke pesawat, kali ini dengan Malindo Air business class, langsung pada narsis foto-foto hahaha... gpp norak.  Pesawat take off jam 17.10

 

post-26936-0-90952600-1433827780_thumb.jpost-26936-0-43972400-1433828313_thumb.jpost-26936-0-95670900-1433842110_thumb.j

 

Dan tiba lah kami di bandara Don Mueang, Bangkok pada pukul  18.20.  Woohoo.. akhirnya kesampaian juga saya nginjek tanah Thailand, terima kasih Tuhan.

Karena beberapa temen hanya membawa US Dollar jadi kami cari Money Changer untuk tukar ke Baht Thailand, saya sendiri udah punya Baht hasil tukar sama mba @Sari Suwito :D. Setelah selesai nuker duit ternyata antrian untuk imigrasi ud panjang banget karena hanya beberapa orang petugas saja yang jaga. Kira-kira 40 menit akhirnya kami selesai proses imigrasi, turun ke bawah ke arah pintu keluar nyari SIM Card.

Kami pilih TrueMove H  selama di Bangkok. Harganya 299THB, Unlimited internet for 7 days.

 

Dari bandara Don Mueang kami naik bis A2 menuju ke BTS (SkyTrain) Mo Chit Station, bayar 30THB ke kondektur yang adalah seorang ibu yang dengan cepat dan sangat lihai memotong-motong tiket tanda bayar, cool.. Setelah sampai di Mo Chit, belajar beli tiket BTS hehehe.. Gampang banget ternyata.

Dari gambar di bawah terlihat jelas, papan sebelah kanan saya adalah Fare information, tercantum Nama-nama station tujuan yang berisi angka tertentu. Angka tersebut mengindikasikan biaya tiket yang harus dibayarkan.

Contoh saya dari Mochit mau ke BTS Saphan Taksin, tertulis angka 42 yang artinya biayanya 4THB.

Sekarang pindah ke papan sebelah kiri, 1)Select Fare, pilih 42 kemudian masukkan uangnya di 2)Insert Coin, tunggu sampai tiketnya keluar di 3)Take Ticket dan jika ada uang kembalian, ambil di 4)Take Change.

post-26936-0-70122000-1433828471_thumb.jpost-26936-0-94940000-1433830036_thumb.j

Dari Fare information juga terlihat bahwa kami nanti harus transit di Siam Station (Interchange Station) untuk pindah jalur SkyTrain ke Silom Line.

Klo tidak punya koin an Baht, tinggal tuker saja di tempat penukaran koin, setiap stasiun pasti ada tempat penukaran koin jadi ga perlu kuatir.

Tiket yang sudah kita terima tinggal di masukkan di gate masuk, tunggu sampai tiketnya keluar lagi baru deh jalan. Tiket ini jangan sampai hilang karena akan digunakan lg sebagai tiket keluar gate di station tujuan.

Selama di Bangkok saya beberapa kali naik SkyTrain, kondisi keretanya masih bagus2, AC nya tetap berasa dingin walopun penuh dengan penumpang, penumpang turun terlebih dahulu baru kemudian penumpang naik, penumpang antri di baris yg telah ditentukan, nyaman lah pokoknya.

Perjalanan sekitar 30 menit sampailah kami di Saphan Taksin Station. Tiket masuk yang masih kita pegang tadi tinggal masukkan ke gate keluar.

 

Dari Saphan Taksin Station ke Glur Hostel sangat dekat, apalagi ke Shangri-La Hotel jauh lebih dekat lagi :D

Sampai hostel disambut welcome drink trus langsung check-in, tiap orang harus deposit 500THB yang akan dikembalikan sepenuhnya nanti setelah check-out.

Kami memilih lower bunk bed, ukuran kasurnya lebih besar dari single jadi sebenarnya bisa muat untuk dua orang. Tetapi upper bunkbed ukuran kasurnya yang single.

 

post-26936-0-12981900-1433828562_thumb.jpost-26936-0-80799100-1433828767_thumb.jpost-26936-0-96391800-1433828339_thumb.j

 

Setelah selesai check-in naro tas dan rebahan bentar. 3 orang dari kami termasuk saya memutuskan untuk keliling sekitaran hostel. Tadinya mau liat Cathedral of The Assumption tapi Gerejanya ada di dalam sekolahan dan ud tutup juga. Jadinya kami makan mlm di pinggiran jalan seberang The Lebua Tower, di Lt. 63 gedung ini ada Sirocco Skybar.

Saya pesen, Deep Fried Pork Ribs dan Shrimp with Green Curry. Green Curry nya bused dah panas dan puedess bangetttt pas di tenggorokan tapi lmyn enak sih. Mungkin klo ud terbiasa makan dengan Green Curry ini baru bisa menikmati, tapi untuk yang pertama kali kaya saya wooaahhh…

Kelar makan, langsung cabut balik ke hostel tapi jgn lupa bayar sob..

 

 

Day 2

Grand Palace, Wat Pho, The Jim Tompson House, Patpong

 

Sebelum berangkat, sarapan dulu smp kenyang di Glur Hostel. Reviewnya bisa baca

Dari Glur Hostel ke Sathorn Central Pier cuma 2 menit saja dengan berjalan kaki. Antrian sudah memanjang ketika kami sampai di dermaga. Setelah menunggu 20 menit akhirnya kami bersama-sama penduduk lokal dan puluhan turis lain nya menaiki orange flag boat menyusuri Chao Praya yang berwarna hijau, tujuan pertama hari ini adalah Grand Palace. Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya menghampiri kami menagih uang sejumlah 15THB sebagai ongkos boat, tangan nya yang cekatan memotong-motong tiket dan memberikannya kepada setiap penumpang tanda sudah bayar.

Di tengah perjalanan Wat Arun Temple terlihat dari kejauhan, tetapi tampaknya sudah dikelilingi oleh tiang-tiang bahkan sampai ke ujung paling atas. Renovasi Wat Arun masih belum selesai..

Turun di Ta Chang Pier, jalan keluar melewati kios-kios agen tour, penjual souvenir, buah dan makanan. Kami beli jus buahnya enak dan seger 20THB per botol kecil. Langsung terlihat tembok luar Grand Palace berwarna putih. Suara nyaring dari speaker Grand Palace terdengar diantara deru kendaraan bermotor memperingatkan para turis untuk tidak percaya akan scam bahwa Grand Palace sedang tutup.

Sebelum masuk kami harus sewa celana panjang dulu sebesar 100THB, uang ini nanti akan dikembalikan penuh setelah celana panjangnya dikembalikan. Ada petugas yang berjaga mengawasi pakaian turis yang layak atau tidak. Dengan membayar tiket masuk seharga 500THB, kami masuk ke Grand palace sekitar jam 10 dan pengunjung nya sudah mulai ruame. Kami menghabiskan waktu sekitar 2jam an mengelilingi kompleks Grand Palace yang luas ini. Semua bangunan-bangunannya indah baik interior, eksteriornya dan koleksi-koleksi yang di miliki ataupun yang dipersembahkan untuk keluarga Kerajaan Thailand, sangat layak menyandang nama Grand Palace, TOP.

Khusus untuk The Royal Monastery of the Emerald Buddha, no photo and video are allowed. Masuk ke ruangan ini, bener-bener WOW, indah banget, satu ruangan penuh dengan hiasan dan patung dari emas dan batu permata. Dan patung Emerald Buddha itu sebenarnya adalah batu jade tapi dulu di ukir dari satu bongkah batu jade utuh, sadess..

Selesai mengelilingi kompleks Grand Palace, kami mengembalikan celana sewaan dan tampak semakin banyak turis yang datang.

 

gallery_26936_1363_99975.jpg

gallery_26936_1363_47765.jpg

 

post-26936-0-26972500-1433829694_thumb.jpost-26936-0-66860100-1433828419_thumb.j

post-26936-0-16515400-1433829971_thumb.jpost-26936-0-68234000-1433842120_thumb.j

post-26936-0-91042000-1433830576_thumb.jpost-26936-0-36394100-1433830681_thumb.j

post-26936-0-02092700-1433829976_thumb.jpost-26936-0-49727000-1433830038_thumb.j

 

Dari sini kami makan siang dulu di Krisa Thai Food, lokasinya di seberang Grand Palace. Tempatnya kecil tapi 2 lantai. Saya pesan Nasi Goreng Sapi dan air mineral, rasanya enak tapi lama aja datangnya tuh makanan, total 130THB klo gak salah.

post-26936-0-84136100-1433830713_thumb.j

 

Lanjut ke berjalan kaki sekitar 10 menit di tengah terik matahari Bangkok, sampailah di Wat Pho (Reclining Buddha).

Biaya masuknya 100THB, sudah termasuk kupon untuk menukarkan sebotol air mineral. Masuk ke dalam Temple of Reclining Buddha harus membuka alas kaki, disediakan kantung untuk membawa alas kaki masing-masing. Dan lagi-lagi WOW, patung Buddha yang sedang berbaring sepanjang 46meter yang seluruh tubuhnya dilapisi emas. Pada bagian telapak kakinya dihiasi oleh kerang mutiara, dan saya perhatikan sepertinya setiap centimeter dari ruangan ini berhiaskan sesuatu mulai dari tiang, jendela bahkan sampai plafonnya tidak ada yang polos, indah sekali. Kita pun bisa ber-donasi 20THB kemudian ditukarkan dalam bentuk koin yang kita taruh ke dalam panci-panci yang berjejer di jalan menuju pintu keluar. Di luar temple ini masih banyak bangunan-bangunan lain yang berisi patung Buddha lainnya yang dapat kita nikmati keindahannya. Ada pula taman-taman kecil yang berisi patung-patung kecil dalam posisi-posisi yoga.

 

gallery_26936_1363_524754.jpg

post-26936-0-38256500-1433830843_thumb.jpost-26936-0-14692500-1433830805_thumb.j

post-26936-0-01846700-1433830838_thumb.jpost-26936-0-67897800-1433831628_thumb.j

post-26936-0-19569200-1433830811_thumb.jpost-26936-0-07978400-1433830802_thumb.j

 

Selesai dari sini kami tidak ke Wat Arun sebab seperti yang telah saya katakan sebelumnya tiang-tiang penyangga sudah melingkupi Wat Arun sampai ke ujung paling atas, jadi tujuan kami selanjutnya adalah ke Jim Thompson House.

Keluar melalui pintu keluar yang tak jauh dari pintu masuk kemudian berjalan ke arah kanan kemudian menyebrang ke jalan Charoen Krung Road kemudian berjalan lagi sekitar 50 meter ketemulah halte bus umum dari sini kami naik Bus no. 48 ke arah MBK, hanya membayar ongkos 3THB saja. Kami turun persis di gang menuju ke Jim Thompson House & Museum. Dari gang ini, jalan kaki sekitar 5 menit saja.

 

Jim Thompson adalah seorang arsitek dan sukrelawan untuk US Army. Museum ini awalnya adalah rumah pribadinya. Kain tenun sutra Thailand tadinya sudah lama di abaikan tapi Jim Thompson menyukai kerajinan tangan ini sampai akhirnya dia mengabdikan diri sepenuhnya untuk menghidupkan kembali kerajinan sutera ini dan akhirnya berhasil.

Biaya masuknya 100THB kemudian kami disuruh menunggu sampai jam 4 untuk mengikuti free tour yang disediakan oleh museum.

Bersama-sama dengan turis lainnya yang berjumlah 12-14 orang kami diajak mengelilingi rumah ini, tapi terlebih dahulu menyimpan semua barang bawaan dan melepas alas kaki di loker dan rak sepatu yang telah disediakan. Seorang guide mengajak kami berkeliling dari satu ruang ke ruang lainnya sambil memberikan penjelasan mengenai isi setiap ruangan, arsitekur rumahnya, koleksinya dan sejarah Jim Thompson sendiri. Dengan gaya yang humoris dan interaktif tur yang tidak terlalu lama ini terasa menyenangkan  :D .

Buat saya Jim Thompson House ini recommended

Selesai mengelilingi rumah museum yang unik dan indah sekali ini, kami mampir ke cafenya. Tempatnya enak, sejuk, nyaman tapi harganya agak mahal. Saya disini cuma mengambil 1 foto doank itu pun sebelum free tour nya di mulai, jadi maaf ga ada foto yang bisa saya share di Jim Thompson.

 

Dari Jim Thompson House kami lanjut ke Madame Tussaud di Siam Discovery dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Berhubung saya sudah pernah ke Madame Tussaud 2 tahun lalu tapi yang di Hong Kong, jadi saya skip deh, cuma 1 orang temen saya yang cewe yang masuk ke dalam, kami berempat nyari makan di Siam Central, tepatnya di Food Republic. Pertama harus punya kartu pembayaran dulu untuk bisa beli makanan. Tinggal datangi saja kasir yang ada kemudian deposit uang yang secukupnya nanti akan diberikan kartu pembayaran. Jika masih ada kelebihan uang akan dikembalikan di kasir tempat membuat kartu pembayaran. Banyak banget pilihan makanan disini dan tampak menggiurkan semuanya, saya sampe bingung mau beli makan apa. Lumayan murah makanan di sini, total saya hanya habis 90THB.

Selesai makan, balik ke Siam Discovery jemput temen di Madame Tussaud. Keliling mall sebentar trus balik ke hostel dengan menggunakan BTS.

Selesai mandi saya ngajak temen2 ke Patpong soalnya masih jam 9.30, males banget klo langsung tidur. Berangkatlah kami ke Patpong dengan menggunakan BTS, turun di Sala Daeng station. Dari sini kami berjalan menyusuri jalan dan gang-gang yang ada. Di sekitar Patpong ini selain menjual souvenir banyak juga yang menjual sex toys untuk pria dan wanita hahaha… :lol: 

Ada satu kejadian lucu disini, kami asal belok aja masuk ke salah satu gang, yang ternyata adalah gang GAY hahaha… Pantesan aja kaga ada cewe satupun termasuk waiternya dan pada mesra banget ngobrolnya. Mana gang buntu lagi, langsung pada balik kanan dengan langkah cepat hahahahaaa…. :lol: 

Akhirnya ketemu gang yang sederetan penuh dengan go-go bar lengkap dengan sexy pole dancernya tapi bingung karena kami bawa temen cewe satu, ga enak ninggalinnya akhirnya cari café bwt nge beer aja deh. Nyangkut di Happy Beer Garden di pinggir jalan Surawong, sambil ngeliatin orang lalu lalang. Unik di Bangkok beer nya ada pegangan busanya gitu, mungkin biar tangan ga basah kali yak. Saya nyobain Chang Beer 100THB, rasanya lebih pahit sedikit di bandingin sama beer Bintang. Ngobrol nge beer sampe jam 1 pagi baru pulang dengan naik taxi 200THB.

 

post-26936-0-02448500-1433833616_thumb.jpost-26936-0-92803100-1433833517_thumb.j

post-26936-0-66429900-1433832994_thumb.jpost-26936-0-12495700-1433832993_thumb.j

 

 

Day 3

Chatuchak Market, Asiatique

 

Hari ini baru keluar hostel jam 10an, dengan tujuan ke Chatuchak Market. Naik Skytrain dari Saphan Taksin turun di Mo Chit station. Dari Mo Chit sebenarnya bisa jalan kaki aja tapi berhubung tengah hari bolong, kami memilih nyambung dengan naik MRT dari Mo Chit ke Kamphaengphet station. Keluar dari stasiun ini langsung berada di kompleks Chatucak dan bisa juga ke Or Tor Kor Market.

Hal pertama yang kami lakukan adalah mencari money changer soalnya ud pada kehabisan Baht. Setelah tanya sana-sini akhirnya ketemu Bank dengan rate yang bagus. Layar televisi sedang menayangkan pertandingan petinju kebanggan Asia yaitu Many Pacquiao vs Floyd Mayweather Jr. Keluar dari Bank kami mampir membeli Coconut ice cream, segerrr.. Di lahar parkir dekat penjual es krim ini ada satu televisi yang di kerubungi oleh banyak penonton, warga Bangkok dan juga turis asing yang menyaksikan pertandingan tinju, seruu. Tapi sayang endingnya lesu karena Pac Man kalah angka.

Sebelum mengelilingi pasar ini kami nyari makan siang dulu karena udah jam 12, nyari yang ber-AC biar sekalian ngadem :DToh Plue Restaurant namanya, ada yang di dalam ruangan dengan AC ada juga yang di luar ruangan. Saya lupa nama makanan yang saya pesen, rasanya enak, lmyn banyak dan presentasi nya cantik. Di resto ini saya lihat seorang cewe bule yang muka nya tampak familiar buat saya, ternyata dia bukan teman saya hahaha.. ngarep. Dia adalah Marion, seorang chef wanita, klo yang suka nonton TLC mungkin pernah nonton program memasak Marion’s Thailand, tapi saya gak ngambil fotonya. Chef aja makan disini juga berarti memang pilihan kita bener, memang makanannya recommended.

 

post-26936-0-70576800-1433842360_thumb.j post-26936-0-74904300-1433842383_thumb.j

 

Perut kenyang, waktunya mengelilingi pasar ini. Segala macam barang ada di jual di sini dari kaos, celana, tas,sabun, alat rumah tangga, sayur, buah, binatang piaraan, dll. Saya belanja souvenir, kaos & buff. Di pasar ini juga bertebaran penjual makanan dan minuman, buah potong segar seplastik cukup besar seharga 40THB, puas dahhh.. Mungkin total saya abis lebih dari 1000THB di sini. Kelar dari Chatucak sekitar jam 4an, balik ke hostel dengan naik BTS lagi dari Mo Chit station.

Setelah bersih-bersih dan istrht sebentar, jam 7 saya ber-2 jalan ke Asiatique sedang 3 teman saya yang lain pada nge-mall.

Dari Sathorn Central Pier ada free shuttle boat ke Asiatique, tapi antriannya gile panjang bangettt, bahkan beberapa bule yang antri di depan kami akhirnya menyerah dan memilih naik taksi. Setelah menunggu sekitar 40 menit akhirnya kami naik shuttle boat ke Asiatique. Banyak resto dan café yang nyaman dan bagus tapi dengan harga yang lumayan mahal. Food court dengan g=harga yang pas di kantong juga ada, kami masuk ke salah satu food court yang ramai, pesen Pad Thai dan Thai tea, enak banget, puas :)

Setelah kenyang kami nyari café bwt sekedar nge beer tapi yang ada big screen nya biar bisa nonton pertandingan Chelsea vs Sunderland, males sebenernya nonton Chelsea maen, karena saya Manchunian :D tapi temen fans the Blues dan ini pertandingan penentuan Juara Liga Inggris. Saya sih berharapnya Chelsea kalah biar seru tapi ternyata menang 3-1 dan dengan kemenangan tersebut juara Liga Inggris musim ini sudah pasti milik Chelsea, dammit.. :D

Selesai nonton kami bergerak menaiki Mekhong Asiatique Sky, ferris wheel, tiketnya 300THB. Pertama-tama naek berasa serem juga karena udah lama buanget ga naek bianglala, pemandangan kota Bangkok terpampang nyata dari sini :lol:  Gemerlap lampu dari rumah, toko, bar, gedung-gedung bertingkat, kapal yang berlalu lalang di Chao Praya dan kendaraan yang melintas di berbagai jalan menghiasi kota Bangkok, cakep :D  Hasil tangkapan pocket kamera kurang bagus karena gondola yang berkaca cembung dan buram, hasil paling bagus ya tangkapan mata sendiri :D

Setelah kira-kira 6 atau 7 kali putaran dan berkali-kali foto dengan berbagai sudut akhirnya kami harus berhenti dan turun bergantian dengan penumpang lain yang masih antri menunggu giliran.

 

post-26936-0-68826800-1433842346_thumb.jpost-26936-0-64911200-1433842338_thumb.j

post-26936-0-24848100-1433842392_thumb.jpost-26936-0-85426300-1433842376_thumb.j

post-26936-0-33301300-1433842367_thumb.jpost-26936-0-69370700-1433842355_thumb.j

 

Kami langsung berjalan menuju dermaga untuk naik shuttle boat balik ke Sathor Central Pier, karena boat terakhir yaitu jam 11 malam sedangkan sekarang ud jam 10.30. Dan sama seperti berangkat, antrian menunggu kapal pulang pun ud panjang tapi kali ini kami cuma menunggu sekitar 15 menit langsung naik shuttle boat balik ke Sathorn Pier, tinggal jln kaki aja ke hostel. Minum susu dan makan roti dulu di shared kitchen, gratis ini :D trus mandi, packing dan tidur karena besok berangkat ke Siem Reap by Air Asia jam 10.10

 

 

Day 4

Bangkok - Siem Reap

 

Bangun pagi-pagi langsung sarapan sepuasnya di shared kitchen, mandi dan check-out hostel.

Dari depan Robinson mall kami naik taxi Innova ke Don Mueang airport dengan biaya 500THB. Sampai bandara baru jam 8an, nongkrong bentar di Starbucks karena sekalian temen ada yang nitip beliin tumbler Starbucks. Kemudian saya berjalan ke souvenir shop di bandara, saya beli 2 magnet seharga 250THB. Kadang saya suka beli 1 ato 2 souvenir di bandara karena bentuknya lbh bagus dan ga ada di jual di pasar2 walopun harganya jelas lebih mahal, setelah itu sisa Baht yang ada langsung saya tukerin ke US Dollar di money changer bandara.

 

See you guys in Cambodia

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

gw udah pernah ke phuket mod. dan karena tampilan yang setengah itu masuk kategori cewek cakep, jadi gw mah biasa2 aja disana.. gw nginep di daerah bangla road, tinggal sepengesotan ajah ke daerah klub-klub nya patpong waktu itu.

 

tapi laen soalnya kalo yang liatin lo cowok2, mana badan nya gede2 pula, hahaha..

 

@Octobrian Panjaitan ini mah obe penasaran sama ladyboy dia kalo ke phuket, pengen "mengobservasi" sepertinya, hahahaha  :ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/12/2015, 4:24:01, kokoadit said:

 

memeriksa sambil menyentuh be, biasa nya mereka minta 100 Baht aja kok  :lol:  :lol:

 

On 6/12/2015, 11:14:06, Octobrian Panjaitan said:

@kokoadit

:ngakak   Pengalaman nih adit hahahaa...

uwaw pengalaman kalian juara :ngakak 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By mariakuntarti
      Hari 1
      Perjalanan dimulai dari jakarta menuju KLIA (kuala lumpur ) naik Malindo air lalu pindah bandara dari KLIA ke KLIA2 untuk Naik Airasia menuju Changsha. Untuk pindah bandara dari KLIA - KLIA2 ada bus gratis yang bisa ditanyakan pada petugas bandara atau bisa juga naik kereta berbayar.
      Sampai di Changsha, karena terjadi delay sudah jam 12 malam lewat, lalu aku naik bus bandara  (Airport bus to Civil Aviation Hotel ) seharga CHY 15.5 / orang karena tujuan utamaku adalah stasiun kereta "Changsha Railway Station" . Dari pemberhentian airport bus Civil Aviation hotel menuju stasiun kereta cukup berjalan kaki saja.
      Rencana awal adalah aku akan menginap semalam di hotel sekitar stasiun tetapi karena pesawat delay dan ada kereta ke Zhangjiajie jam 04:30 pagi maka aku putuskan langsung ke stasiun untuk beli tiket kereta . Loket untuk beli tiket buka 24 jam, jadi setelah beli tiket aku istirahat di dalam ruang tunggu stasiun. Tiket yang aku dapatkan adalah tiket hardseat seharga CHY 83.5/ orang (untuk kelas tempat tidur sudah habis tiketnya)
      Note : siapkan pasport untuk beli tiket kereta, siapkan juga kertas dengan tulisan mandarin nama stasiun yang akan dituju untuk memudahkan pembelian tiket
      Dibawah ini adalah foto stasiun keretanya . Dari pemberhentian airport bus sudah kelihatan, jalan kaki juga dekat.
      satunya lagi adalah foto didalam stasiun kereta ..bagus dan megah.. tahun ini WC distasiun sudah tidak bau lho dan bersih


    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018
      Setelah bermalam di Athena karena penerbangan kami ke Santorini transit di Athena beberapa jam, tibalah kami di Santorini. Perjalanan hanya sekitar 50 menit dari Athena ke Santorini.
      Setelah tiba di Santorini kami dijemput oleh staff penginapan kami, karena kami meminta extra layanan penjemputan. Kami menginap di Antonia Apartments, penginapan ini menyediakan layanan antar-jemput bandara dengan harga yang wajar yaitu 5 euro sekali jalan/orang. Mereka juga menawarkan paket one day tour dll.
      Antonia Apartments menurut kami penginapan yang recomended karena pelayanan yang memuaskan, bersih, nyaman dan yang terpenting adalah lokasi yang strategis. Dari sini tidaklah susah jika kita ingin mencari makan atau ke Terminal Bus Fira karena berada di tengah-tengah pusat Fira.

      Itinerary hari pertama kami di Santorini adalah berjalan kaki dari Fira ke Firostefani. Sebelumnya kami pergi ke Kamari Beach menggunakan bus umum dari Terminal Bus Fira. Rencana kami ingin menyewa kendaraan bermotor disini, sayang tidak bisa karena tidak mempunyai SIM Internasional maka tidak ada pilihan selain menggunakan Bus.

       
      1. Kamari Beach

      Kamari Beach adalah pantai dengan pasir hitam, dibalik tebing yang tinggi itu terdapat Perisa Beach yang juga berpasir hitam.
      Setelah dari Kamari Beach kami kembali lagi ke Terminal Bus Fira, kemudian kami mulai berjalan kaki menuju Firostefani.
      2. Hypapante Cathedral

      Walking tour di Santorini bisa menjadi pilihan yang bagus jika kalian tidak menyewa kendaraan bermotor, atau yang hanya ingin menikmati Santorini dengan berjalan di sepanjang kaldera sambil melihat pemandangan laut. Tetapi medannya yang menanjak & menurun cukup menguras tenaga, pastikan kita selalu membawa minum. Tempat pertama yang kami lewati adalah Hypapante Cathedral.
      3. Donkey trail & walkway entrance/exit

      Bagi yang ingin hiking bisa mencoba donkey trail & walkway entrance/exit yaitu 588 anak tangga dengan zig-zag trails.
      4. Catholic Church

      Catholic Church yang berada di tepat sebelah cable car.
      5. Firostefani

      Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini.
      Inilah itinerary kami hari pertama di Santorini. 
    • By Awen
      Menjejakkan kaki di kaki Pengunungan Himalaya (Annapurna Base Camp 4130)
      “NAMASTE” Nepal 13-26 Jun 2018 
      Ini bukanlah mimpi tapi kenyataan buat seorang yang bukan pendaki dan bukan trekker. Bulan Juni bukanlah waktu terbaik untuk trekking karena sudah masuk di musim hujan. karena kami adalah kuli dan untuk cuti panjang sangat susah akhirnya memutuskan di Libur Lebaran  yang pastinya harga tiket lebih mahal. Jauh hari sudah cari tiket semua di otakatik mana yang kasih promo dan termurah, sebenarnya paling murah naik Malindo tapi karena ingin terbang di waktu hari masih terang akhirnya memutuskan menggunakan AA dan sampai beli kursi dekat jendela demi keinginan melihat jajaran Himalaya dari langit apa daya ternyata yang ada kabut.
       Rencana awal Routenya : Phokara ke Hille by Jeep -  baru start trekking menuju ke Poon hill lanjut ke ABC. di tengah jalan kami memutuskan ke ABC saja dan sisa hari akan kami gunakan keliling  kota  Phokara dan Khatmandu.
      13 Jun : Jakarta - Kualalumpur
      14 Jun : Kualalumpur – Khatmandu
       tiba di airport langsung menuju mesin  VOA, sangat mudah dan ada juga petugas yang memandu, kalau mau tukar uang jangan di dalam bandara karena ada biaya potongan atau tukar sedikit saja nanti kekurangannnya bisa tukar di tamel. Selesai Imigrasi langsung keluar cari taxi  menuju NTB (Nepal Tourism Board) urus ACAP dan TIMS selesai semua dari NTB jalan kaki sampai Thamel itung-itung  latihan, dan ternyata kota ini berdebu bangat,  mencari tempat makan jadi rada susah. sampai di hostel check in langsung keluar cari Pole dan liat2 sekitar Thamel.
      15 Jun : Khatmandu ke Phokara,
      naik bus brangkatnya jam 7 pagi,  mangkalnya di Jl.Kantipath  Persis di depan Yellow Pagoda Hotel, busnya banyak tinggal milih mau naik yg mana, tiba Phokara sekitar pukul 15:00, dari terminal bus jaki lagi menuju Hotel Diplomat check in dan ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya atas saran bapaknya  kami merobah Route yang awal nya ke Poonhill menjadi Ke ABC Dan kami memesan Jeep di Hotel sampai ke Kimche dan diingatknan pagi  jam 6:00  sudah harus siap.
      16 Jun : Pagi Jam 6:00 Jeep sudah nongol depan hotel
      Perjalanan di mulai dari jalan lurus, lama2 meliuk-liuk  Sopir Jeep nya  baik awalnya kita ke Kimche tapi disaranin sama Pak Sopirnya sampai ke  Ke pemberhentian terakhir Jeep itu di MOTKIU dekat new bridge. Berhenti dulu di Birethanti TIMS Check Post & ACAP Check Post, lapor diri sah di catat tanggal masuknya  dan benar benar serius menanganinya. Ajung jempol. lanjut lagi naik Jeep kurang lebih 1,5 jam an dengan jalanan yang cukup menantang, ngeri ngeri sedap kata orang Medan Sopir disini wajib ahli dan lihai,  melebihi supir medan :-) . Tiba di MOTKIU @ 10:00 disini jeep banyak mangkal yang menunggu trekker yg sudah turun dan menuju ke Phokara, auranya makin semangat  ranselnya mulai Di gendong saking semangatnya 10kg kagak berasa wkwkwkwk.  target hari ini sampai Chomrong  ternyata lewat sampai Sinuwa.  Tangga-tangga yang mematikan itu terlewati sudah di temani hujan.
       Trekking berawal dari sini:       Motkiu - New Bridge - Jhinu - Chomrong - Sinuwa -------> Nginap
      17 Jun : Sinuwa – Bamboo - Dovan - Himalaya --------> Nginap
      Tiba di Himalaya di sambut hujan deras juga, pesan makan bersih2,   Naik ketempat tidur ritual pakai alat2 anti dingin dan minyak, conterpain Hari masih sore udah    sembunyi di bawah selimut. Makin malam mulai terasa keanehan, Kami tidak bisa memejamkan mata, adanya jadi stress sendiri, jadinya ngobrol dan Mencoba mengingat perjalanan satu hari ini ternyata kami waktu makan siang di Bambo. Minum black tea 1 pot bisa jadi mungkin karena itu atau gejala AMS yg hinggap.      
      18 Jun : Himalaya - Deurali - MBC -------> Nginap
      Untuk mengurangi beban barang2  yg tidak diperlukan ke atas kami titipkan di penginapan,  Deurali setengah perjalanan saya mulai mengalami mual, mencoba mengatur nafas dan  Mengalihkan rasa sakitnya dengan menghitung langkah 1, 2 , 3,…. Sampai akhirnya   Lihat tulisan MBC dan disini saya mengeluarkan air mata, bahagia liat plang tapi mualnya mulai nga karuan, mau mencapai plang itu liat ke atas masih banyak tangganya, teman jalan ku dah di atas sambil teriak nyemangati,  mulai menapaki tangganya tanpa liat kiri dan kanan akhirnya nyampe, sesat rasa sakit hilang karena rasa bahagia campur aduk hahaha, Sebenarnya masih cukup waktu untuk lanjut ke ABC tapi dengan pertimbangan rasa mual dan nafsu makan yg sudah mulai ngaco dan cuaca mulai mendung kami putuskan nginap di MBC. Sore hari pas jam makan pada teriak liat ada Sunset semua kabur ke luar pada cari kamera dari sini keliatan bias sinarnya hanya di ujung saja dan di rekam di otak. Yang stay di ABC pasti melihat dan menikmati keindahannya secara sempurna.
      19 Jun : MBC - ABC - MBC -  Deurali - Himalaya -----> Nginap
       Jam 3 pagi sudah bangun sarapan Sop Garlic dan Ginger tea untuk stamina Atas saran dari quide nya opung doli dan opung boru dari Korea, dan menolong kami penunjuk jalan awal di pagi subuh menuju ABC kurang lebih 2 jam an Pagi yang dingin  rasanya jari ku dah beku lupa bawa sarung tangan mmm rasakanlah jariku menderita. Akhirnya Liat Papan “Namaste Annapurna Base Camp 4130” –  teriak bahagia kegirangan dan berhasillllllll, Beberapa jam jalan keliling dan menikmati area Annapurna Base Camp baru turun lagi  ke MBC dengan  mual  nga hilang, akhirnya mabok…..Tiba di MBC rapi2 dan makan siang terus melanjutkan perjalanan  Rencana target sampai Dovan tapi akhirnya nginap Himalaya. Disini kami ramai karena bareng turun dengan teman teman  sebangsa dan setanah air  Indonesia yang ktemu di atas sambil ngobrol dengan cerita seru dan kocak kami semua  nginap di Himalaya
      20 Jun : Himalaya - Dovan - Bamboo - Chomrong ----------> nginap
      Setiap pagi selalu semangat energi masih penuh turunnya pengen lari-lari, Beban berkurang karena kita sewa porter 1 hari sampai Chomrong jadi jalannya lebih cepat          
      21 Jun : Chomrong - Jhinu - New Bridge - Motkiu - Phokara.
      Horeee jeepnya dah kliatan kita salaman semua dah sampai di Motkiu hahaha, makan siang lanjut naik jeep dan Lapor diri bahwa kita sudah keluar. Perjalanan trekking usai dengan bahagia dan selamat. Selama di perjalanan. Banyak ktemu orang dari berbagai  negara yg naik dan turun walaupun musim hujan, yg semuanya setiap berpapasan selalu saling sapa "Namaste" dan menyemangati.
      * Jadi berapa  lama kah waktu di butuhkan ke ABC ?
         Tergantung kecepatam jalan, stamina, cuaca,
      * kami 6 hari naik dan turun, sebelum sore dah berhenti karena takut kabut dan hujan
      Persiapannnya:
       -  Asuransi sangat penting buat jaga2 halhal yg tidak diinginkan.
          Kemarin disana ada dari Indonesia kena AMS tingkat serius dijemput Heli di Deurali untungnya pake asuransi klo nga? Sipastikan mihillll
       -  Obat-obatan, P3K minyak telon, kayu putih, conterpain, sun protection
       - Jacket anti dingin, anti hujan, anti badai sampai ber layer
       - Sepatu trekking, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, buff, masker, Pole, Senter
       - Baju gunakan yg ringan gampang kering, kalau nga mau belang2  dan kulit gosong pakailah lengan panjang
      - HP, camera, klo nga nampang ntar dibilang hoax hehehe
      - makanan ringan mengganjal perut menambah energi, permen,
         Biayanya :
      - VOA usd 25 untuk 15 hari
      - TIMS 2000 / ACAP dah naik Jadi 2300
      - Bus Khatmandu - Phokara 700 / Phokara - Khatmandu 600
      - Jeep 2000 Return
      - Biaya makan dan penginapan  semakin naik semakin mahal , Lewat chomrong semua berbayar air panas buat mandi, wifi, air minum,  Yg berhubungan dengan charger an      Tidak menjual air mineral yg sdh dikemas, jadi bawa lah botol minum   di atas bisa diisi 1 ltr sekitar 100-110, airnya sejuk dan nikmat. Biaya makan dan nginap  selama 6         hari : 15,030 untuk 2 orang  Klo nginap di ABC akan lebih mahal lagi dan disana tidak  diperkenankan  untuk charger Hp, Camera, powerbank dll
      - Biaya porter kemarin dari Himalaya ke Chomrong Ransel 2000 / untuk 2 orang
      22 - 26  Juni kami keliling Phokara, Bhaktapur dan Khatmandu
       
       
       
       

       


       
                         
       
       
        
    • By Ahook_
      Tanggal 9 Juni 2018.
      Trip Canada dimulai dari penerbangan Jakarta - Singapore, kemudian lanjut ke Xiamen dan berakhir di Vancouver. Bisa baca juga, butuh visa transit Cina jika lewat Xiamen. Perjalanan yang melelahkan. Belum lagi, setelah landed di Vancouver, harus ngemper semalam dulu di bandara untuk melanjutkan penerbangan ke Calgary besok paginya. Karena tujuan utama dari awal perjalanan ini adalah Waterton, terus harus melakukan perjalanan darat sekitar 3 jam. Jika ditotal, 48 jam deh, aku baru benar- benar tiba di tujuan.
      Oh ya, jika mau tukar uang Canada Dollar, lebih baik tukar dari Indonesia. Atau bayar pakai kartu kredit saja. Jangan pernah tukar di airport, rate macam leher kerasa digorok.

       
      Sekitar 2 minggu pertama di Canada, kami sewa mobil untuk mengitari Alberta sampai British Columbia. Kami itu bertiga, salah satunya, skydworld, satunya lagi, Henny. Pakai jasa rental mobil Avis. Ada GPS dalam mobil, jadi gampang banget mau kemana- mana. Hasil dari GPS selama pemakaian, akurat kok.  Overall sih okey. Setir di Canada itu gampang- gamapang susah sih. Setirnya ada disebelah kiri, dan aku pertama kalinya setir mobil dengan posisi setir sebelah kiri. Awalnya sih gugup dan gagok. Lama - kelamaan juga jadi biasa. Pastikan saja, mobil selalu berada dijalur sebelah kanan. Total harga sewa mobil sekitar 8 juta, sudah termasuk GPS dan asuransi. Sedangkan sepanjang perjalanan, bensin habis sekitar 3 juta.

      Setelah proses administrasi beres dan mobil sudah ditangan, kami langsung berangkat ke Waterton. Sepanjang perjalanan, menurutku agak menoton. Lansung saja, aku bandingkan dengan New Zealand, rasanya jauh lebih indah dan bagus, terutama dibagian Selatan New Zealand. Baru kerasa alamnya ketika sekitar 1 jam sebelum sampai Waterton. 
      Waterton.
      Begitu checked in, hal pertama yang dilakukan adalah tidur dan tidur sepuasnya. Tidur sampai besok pagi. Belum lagi, harus adaptasi perbedaan waktu antara Canada dengan Indonesia. Lelah. Fisik sempat drop tidak karuan selama 3 hari. Kecapekan. 

      Waterton itu termasuk National Park. Jadi berbayar. Kemaren itu kami bayar 31,2 CND untuk 2 orang dan 2 hari. Ada baiknya beli annual pass, karena bisa dipakai di seluruh National Park yang ada di Canada. Informasi ini kami peroleh dari Chris, seorang teman yang baik nan cantik, tapi setelah berada di Calgary. Kan, ketemunya sama Chris baru di Calgary.

      Waterton Lake view.
      Selama di Waterton, ya aku main- main disekitaran saja. Menikmati sungai di belakang hotel, menikmati air terjun mini, paling jauh, ya ke perbatasan US. Dan yang paling okey adalah main ke Prince of Wales Hotel. Viewnya langsung ke Lake Waterton, view-nya dapat banget. Sayangnya, tidak berkesempatan bermalam disana. Mahal, sudah pasti. Hahahahaha... Yang jadi highlight di Waterton, anginnya kencang banget. Terutama saat di Prince Of Wales Hotel, berdiri saja, macam bisa diseret angin. Ini serius. Dan otomatis, dingin.

      Prince Of Wales Hotel.
      Kami menginap 2 malam di Bayshore Inn. Tidak ada sarapan gratis. Free wifi. Hotelnya cukup okey. Kamarnya lega dengan ranjang gede. Punya tv yang tidak pernah di-nyalain. Kamar mandi ada bathtub dan shower, pasti, ada air panas. Bersih. Pemandangan menyenangkan dari pintu belakang kamar, langsung sungai gitu. Arusnya deras banget, harusnya sih airnya dingin. Ada pemanas ruangan. Tidak menyediakan air minum botol, tidak seperti kebanyakan hotel di Asia. Jadi, semua hotel yang di Canada, harusnya seperti begini aturan mainnya.
      Sepanjang perjalanan di Canada, ( sepertinya ) aku tidak pernah beli air minum, kecuali juice dalam kemasan kotak. Minum, dari air kran loh. Yang buat aneh adalah housekeeping-nya, masak ya, bersihkan kamar setengah hati. Ranjang satunya diberesin, hasilnya 95 persen kelar. Satunya lagi, sama sekali tidak diberesin. Ada beberapa gelas plastik bekas pakai di atas meja juga tidak dibuang. Oneng juga si mbak- mbaknya. Asumsinya, mungkin tidak tempel beberapa Canada Dollar diatas tempat tidur kali ya. Parah! Hotel ini ada tempat parkir ya dan bebas parkir.

      Belakang kamar hotel.
      Kalau bingung mau main ke mana selama di Waterton, tinggal ke receptionist saja. Hahaha.. Aku pikir sih, 3 hari full adalah paling banyak. Tapi entahlah, kalau kamu suka, bisa saja stay lebih lama. Eittss, sebagai negara yang identik dengan beruang. Jadi saat berkeliaran di Waterton, harus waspada, bisa saja kamu ketemu beruang. Baca petunjuknya di penginapan kamu, trik menghadapi beruang itu gimana, ini serius.

      Sekitaran hotel.
      Kalau kamu suka camping, menurut Chris, jika tidak salah dengar, Waterton juga tempat orang- orang camping sih. Cuma, ada temannya, yang pegangin tendanya semalaman karena anginnya super kencang. Lah iya lah, wong aku tidur didalam kamar saja, suara gemuruh angin diluaran sana sudah macam lagi perang. 

      Air terjun.

      Border US- CANADA.
      Transit satu malam di Calgary. 
      Sebelum langsung ke Banff, kami menginap satu malam dulu di Calgary. Kami nginap di Nuvo Suites. Okey, penginapan ini termasuk salah satu yang terbaik sepanjang trip Canada. Terletak di tengah kota, sebenarnya, kalau tanpa mobil-pun mau kemana- mana juga bisa. Ada transportasi umum. 
      Soal Nuvo Suites, memang best. Lihat saja di foto. Bisa muat 4 orang. Ada dapur dalam kamar, jadinya kamu bisa masak- masak. Apalagi seberang, sudah ada grocery. Free wifi, free sarapan yang lumayan. Dapat slot parkir gratis, tapi di blok yang berbeda. Tidak terlalu jauh sih. Jalan kaki bisa sampai juga. Kamar mandi shower ada air panas. 

      Calgary view.
      Di Calgary, diajak Chris jalan- jalan. Main ke Factory outlet untuk menghabiskan isi dompet, terus makan eskrim di Village Ice Cream. Kata Chris, eskrim ini wajib loh, karena lokal banget. Dan benar saja, pas ke sana, ramai. Kemudian ke spot keren untuk lebih kota Calgary dari atas, aduh lupa namanya, cari di google lagi, kok gak muncul nama tempatnya. Tempatnya sih asik, pemandangan, tempat foto- foto-lah. Dan malam itu berakhir dengan makan bersama di salah satu restoran rekomendasi dari Chris juga. Intinya ya, si Chris, soal kuliner memang juara. 
      Memang, tidak banyak tempat yang didatangi selama di Calgary, sebagaimana sebuah kota. Keesokan harinya, setelah checked out, sudah bersiap menuju ke Banff. Nah tungguin postingan selanjutnya ya tentang Banff. 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Cayadi Budidarma
      DAY 4 TOYAMA - KYOTO
      Hari ini bangun agak siang , karena habis cape hari sebelumnya pulang sampai hotel jam 11 malam .
      Begitu bangun , siap-siap semua barang , dan langsung check out dari hotel. Langsung menuju TOYAMA station yang letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap.
      Tiket shinkansen sudah ditangan , karena sudah reservasi dari malam sebelumnya , dan lagi-lagi saya harus reservasi ulang karena kami tiba di station 1 jam lebih awal dari schedule tiket. Dan memang di perbolehkan , jadi tanpa banyak basa-basi atau omelan dari pihak penjaga tiket counter , langsung kami menuju peron shinkansen yang menuju ke KYOTO.
       
       
      Seperti biasa , sesampainya di Kyoto Station , langsung saya buka google maps untuk mencari hotel yang sudah kami booking sebelumnya di agoda. Yaitu Hotel DAIWA ROYNET HOTEL KYOTO HACHIJOGUCHI selama 3 malam . Letaknya tak jauh ( 8 menit an jalan kaki ) dari exit Hachijoguchi Kyoto Station yang sangat besar. Ada banyak exit di KYOTO station ini , jadi sebelum mencari hotel sebaiknya cari tahu dulu exit mana yang terdekat dari hotel kalian.
      Seperti biasa titip koper , dan kami dapat kabar baik bahwa kamar kami di upgrade ke yang lebih besar...horeeee...thanks Daiwa Roynet Hachijoguchi !
      Hari pertama di kyoto , saya langsung menuju Kiyomizudera dengan naik bus nomor 101 dari depan Kyoto Station ( central exit ) , dan turun di GOJOZAKA. Semua perjalanan bus saya memakai pasmo card. Masuk dari pintu tengah , ketika turun lalu tap pasmo dan keluar dari depan . Dari GOJOZAKA bus stop , kami berjalan kaki mendaki ke kuil Kiyomizudera. Kami ambil jalur kiri untuk mendaki .
      Kuil Kiyomizudera berada paling atas , dan kita harus bayar tiket masuk untuk masuk ke dalamnya. Sayang kuil ini sedang dalam restorasi , jadi tertutup oleh kain dari luar. Jadi tidak terlalu amazing bagi saya penampakan luar dari kuil Kiyomizudera ini .

      Beberapa saat dari sana , kami turun berjalan sambil menikmati toko-toko di sepanjang perjalanan dan mencoba street food yang banyak dijajakan .
      Setelah dari kuil Kiyomizudera , kami berjalan kaki menuju GION , dan sampai GION sekitar jam 1730 . Masih terang . Di Japan jam 19 pun masih terang loh .... mulai gelap sekitar 1930 . Dan saat mulai agak gelap baru tampak beberapa GEISHA / MAIKO keluar berjalan cepat masuk / keluar dari salah satu tempat makan di sekitar GION.

       
      Bagi saya GION tidak banyak hal menarik untuk dilihat , hanya saat-saat pada saat GEISHA / MAIKO saja menampakan diri , para touris terlihat heboh mengabadikan mereka, walau mereka tampaknya tidak perduli dan berjalan sangatcepat untuk menghindari para paparazi :) termasuk saya .
      Sepulangnya dari GION , kami berjalan kaki menuju GION Shirakawa untuk sekedar menghabiskan malam dan menikmati malam di KYOTO , dan kami cukup puas melihat aliran sungai yang indah dan bersih di daerah yang dipenuhi restoran-restoran ini. Dan setelahnya , kami berjalan kaki ke station subway terdekat dan kembali ke KYOTO station ( hotel )

       
       
      DAY 5  ARASHIYAMA ( KYOTO ) & PHILOSOPHER'S WALK
      Perjalanan hari ini ke Arashiyama . Naik kereta JR SAGANO , berhenti di SAGA ARASHIYAMA station. Exit station langsung belok kanan ke arah Togetsu bridge.
      Disebelah Saga Arashiyama ada Saga Torokko Station untuk naik SAGANO SCENIC RAILWAY. Saya memutuskan untuk langsung dulu ke Togetsu bridge. Berjalan melewati perumahan2 serta toko-toko , dan juga sempat melihat ada OWL cafe di lt2 salah satu gedung pertokoan .

       
      Tak lama sekitar 20 menitan kami sampai di togetsu bridge dan berfoto-foto dari pinggir sungai dan jembatan.Menurut saya Arashiyama ini sangat indah di sekitar togetsu bridge ini, sehingga saya dan keluarga agak lama menghabiskan waktu untuk sekedar duduk-duduk sambil menikmati cemilan2 dan udara sejuk di sana.

      Setelah puas nongkrong dan berfoto , kami lanjutkan menyeberangi jembatan togetsu dan langsung ke kanan untuk mendaki Iwatayama Monkey Forest dengan membeli tiket naik.
      Hiking sampai dengan tempat monyet tidak begitu susah, sekitar 20 menit jalan santai kita bisa sampai ke puncaknya . Disana kita bisa menikmati pemandangan Kyoto dari atas serta memberi makan monyet-monyet dari dalam rumah yang sudah disediakan dengan membeli pakan monyet di sana.

       
      Puas bermain di monkey forest sekitar 1 jam lebih kami kembali turun , dan sesampainya di bawah , pinggir sungai dekat togetsu bridge saya melihat ada yang menawarkan Hozugawa river cruise . Lalu saya putuskan untuk membeli tiket nya ...bagus menurut saya view nya jadi saya pikir ya sudah lah..sudah kepalang ke Arashiyama nikmati saja sebisa mungkin
      River cruise yang kami naik ini hanya sekitar 30 menit sd 1 jam , dan hanya menyusuri sungai yang tenang arusnya  dan berputar kembali ke tempat semula kita naik. Beda dengan River cruise yang jika kita naik dari Kameoka loh ya...Kalau dari Kameoka saya lihat lebih ekstrem dan menyusuri arus yang lumayan deras ( mirip-mirip arung jeram ) dan perjalanan sekitar 2 jam .
      Ini lebih seru keliataannya untuk teman-teman yang berjiwa adventure sebenarnya , namun karena saya beserta anak-anak kecil saya putuskan untuk naik yang arus nya tenang saja.
      Untuk harga tiketnya tentunya juga berbeda jauh antara keduanya.
      Di tengah perjalanan juga ada sebuah perahu yang menawarkan cemilan untuk kita yang sedang di dalam perahu..cukup unik.
      Pemandangan sekitar sungai juga cukup indah.
       
       

      Nah, sesudah kami turun perahu , kami lanjut ke arah hutan bambu yang sering kita lihat di FR di sini . Banyak turis di hutan bambu ini dibandingkan dengan spot lainnya . Menurut saya sih hutan bambu ini ya biasa saja ..namun karena begitu ngetop nya maka kami singgah juga hehehe.

       
      Jauh lebih bagus pemandangan sungai sekitar togetsu bridge dan river cruise.
       
      Lalu sekedar lewat sambil berjalan balik ke arah Saga Arashiyama station , kami pun akhirnya masuk ke Saga Torokko station, dan mencoba pula naik Sagano Scenic Railway.
      Menurut saya juga loh ya....view dari sagano train ini juga kalah dibandingkan sekitar sungai togetsu bridge, karena kereta begitu cepat berjalan dan keluar masuk terowongan . Jadi feel untuk menikmati nya belum sampai ON sudah masuk terowongan lagi. Itu aja kami dapat tempat di gerbong yang terbuka . FYI tempat duduk di gerbong terbuka ini terbatas ( hanya 1 gerbong ). Jika kita berada di gerbong tertutup akan lebih tidak enak lagi untuk menikmati pemandangan di luar .
      Mungkin jika kita pergi saat autumn atau sakura , sagano scenic railway ini akan terasa beda ( lebih bagus ) , namun jika saat summer seperti saya , harga tiket tidak sebanding dengan kepuasannya . Mending nongkrong di pinggir sungai togetsu bridge !
      Setelah sekitar 20 menit sampai di Kameoka Torokko Station.

       
      Keluar Kameoka Torokko station kita harus berjalan kaki menuju Umahori Station sekitar 15 menit. Ikuti saja penunjuk arah yang diberikan.
      Nah di sini pemandangan agak lumayan, dan berjalan kaki dari Kameoka ke Umahori JR station juga merupakan kenikmatan tersendiri ...

       
      Dari Umahori station ini kami langsung menuju Philosopher's walk. Start awal dari Nanenji Temple menyusuri full Philisopher path ke arah Ginkakuji temple agak jauh ternyata . Sekitar 1 jam rasanya jalan santai . Jalanan ini tidak begitu besar , menyusuri kali kecil ,dan di sekitarnya kiri kanan adalah komplek perumahan mewah orang Kyoto. Rumah nya besar-besar dengan taman bernuansa jepang dan beberapa mobil mewah seperti jaguar terparkir .
      Kami start sekitar jam 17 lewat dan sampai di ujung jalan ( GINKAKUJI sudah tutup saat itu ) sekitar jam 1830. Puas berjalan , kami mencari JR station terdekat dan ternyata sangat jauh
      Kami sudah mencoba ingin naik bus untuk kembali ke Kyoto station namun jadwal bus tercantum terakhir sekitar jam 1830 kalau tidak salah ..jadi sambil jalan santai dan menikmati pemandangan , kami berjalan melewati Kyoto University dan akhir nya menemukan JR station untuk kembali ke Kyoto station.


       

       
    • By Ahook_
      Tanggal 28 Oktober 2016
       
      Akhirnya, sampai juga di Brunei Darussalam. Iya Brunei, tidak salah.. Memang, ada beberapa teman yang sempat bingung, ketika tahu aku mau ke Brunei. Ngapain? Hehh… ngapain ya? Aku sendiri tidak paham. Hahaha… Ya datang sajalah, aku yakin pasti ada yang dilihat, apapun itu. Sudah aku bilang, traveling itu bukanlah tentang tujuannya, tetapi lebih ke prosesnya. 
       
      Tapi, hanya 1 sih, penasaran. Serius, karena penasaran. Brunei, negara kecil nan kaya raya itu, bagaimana sih isi dalamnya? Apakah sampai jalan raya juga terbuat dari emas? #inilebaybanget. Begitulah adanya, selain ingin memperjuangkan mimpi keliling ASEAN. Terwujud sudah… 

      Jalan utama di Bandar Seri Begawan.
      Okey, trip Brunei termasuk trip yang minim persiapan. Baru mulai mencari informasi 2 hari sebelum berangkat dari Jakarta. Parahnya, tidak terlalu ada review yang mengulas Brunei dan isinya. Adapun, lebih banyak mengulas tempat yang wajib dikunjungi.
       
      Tentang transportasi umum, ya memang, seperti yang aku baca dari travelblogger yang sudah menapakkan jejak kakinya ke sini dulu. Hampir semua memaparkan, transportasi Brunei masih kurang. Lebih baik datang ber-group sehingga bisa sharing cost untuk urusan tranportasi buat sewa mobil biar lebih mudah mau kemana- mana. 
       
      Transportasi umum di Brunei cuma ada bus, taxi sapu dan taxi. Selama trip di Brunei, aku mengandalkan bus. Sekali naik bayar 1 dollar, terserah, mau bayar pakai Dollar Brunei atau Dollar Singapore. ( Tidak tahu kenapa, mereka menerima Dollar Singapore, katanya sih, rate-nya sama). 
       
      Kuantitas bus di Brunei, jumlahnya sedikit, mungkin disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada. Untuk mendapatkan bus, kamu butuh energi besar dan kesabaran penuh dalam menunggu bus lewat. Kalau dari review-an, mereka sih, bilang, bisa menunggu 1 jam –an, tuh bus baru nongol. Karena murah, ya mau tidak mau, harus menunggu. Tidak ada pilihan. Kecuali kamu punya kerabat, atau naik taxi yang harganya selangit. 
       
      Dan aku, termasuk yang cukup beruntung. Tidak perlu mengunggu terlalu untuk sebuah bus. Dari airport, aku menghabiskan waktu 10 menit saja. Okey, kamu keluar dari pintu utama, kemudian jalan terus sampai diperbatasan trotoar, lalu belok kiri. Jalan sampai ke ujung, nah disana ada plang bertuliskan tempat tunggu bus. 
       
      Bayar 1 Dollar, kamu akan diantarkan ke Bandar Seri Begawan, pusat kotanya. Lama perjalanan sekitar 30 menit-an. Entah karena jumlah penduduk yang sedikit atau apa, sepanjang perjalanan, sepi banget. Mobil yang lalu lalang juga tidak banyak. Motor, malah tidak kelihatan sama sekali. Bus berhenti di setiap halte. Hampir setiap halte, tidak ada penumpang. 
       

      Bus 1 Dollar...
      Model bus-nya tidak mencerminkan kekayaan yang dimiliki Brunei. Hahaha… Parah sih tidak, ya cuma standart saja. Tempat duduknya yang alakadar. Informasi yang aku himpun, #jiaahhh… yang memakai bus di Brunei adalah pendatang, mereka yang datang merantau meninggalkan keluarga dikampung. Sedangkan, orang lokal Brunei, kesehariannya ya pakai mobil pribadi. Tidak heran. Bahkan setiap anggota keluarga, masing- masing punya mobilnya tersendiri. Begitupun, tidak macet. 
       
      Selama di Brunei, aku naik bus kemana- mana. Sekali lagi, tidak seperti yang dialami traveler lainnya, aku tidak perlu menunggu bus sampai berjam. Paling lama ya itu, 10 menitan. Pokoknya setiap kali naik, bayar 1 Dollar, kecuali aku ke Hotel Empire, bayar 2 Dollar. 

      Dalam bus...
      Setiap bus itu punya jalurnya. Tidak perlu khawatir, kalau lupa bus nomor berapa ke tujuan kamu, tinggal tanya saja sama petugas yang ada diterminal. Atau, biasanya, kan dari tempat penginapan ada informasinya juga. 
       
      Dari sekian kali aku naik bus, hanya sekali saja, supir dan kondekturnya pendatang dari Malaysia. Sisanya, orang Indonesia. Jadi, pendatang jumlahnya lumayan. Dan kebanyakan kerjanya ya sebagai supir dan kondektur bus, kerja di restoran ataupun tempat jualan lainnya. 

      Terminal Bus Bandar..
      Aku tidak punya pengalaman naik taxi sapu. Tapi jangan sesekali naik taxi deh. Mahal banget. Dan itu terjadi sama aku. Nyesek banget. Ternyata ada Car Free Day di Brunei. Di kasih tahu, kalau Sulthan hari ini dijadwalkan ikut CFD disekitaran Bandar. Alhasil, semua jalan di blok. Aku tidak bisa ke airport pagi- pagi. Tidak ada bus yang operasional. Mati gak loe? Tidak ada pilihan lain, terpaksa pakai banget naik taxi. Ada argo sih, tapi supir taxinya menawarkan 20 Dollars untuk sekali jalan. Buset gak tu. Pakai bus hanya 1 Dollar loh. Tawarlah, kemudian sepakat 15  Dollars. Sakit banget ketika mau bayar. Ya ampun, itu sudah biaya makan dan naik bus kemana – mana buat seharian, dan itupun sudah bisa makan enak loh. Parah..  

      Bus stop di Gadong..
      Oh ya, semua terminal bus ada di Bandar, sebutan untuk Bandar Seri Begawan. Semua bus akan bermuara ke situ, kalau kamu pergi dari objek wisata ke objek lainnya, ada kemungkinan, kamu harus kembali ke terminal Bandar kemudian pindah bus lainnya. 
       
      Tungguin postingan tentang Brunei-nya ya....!!!
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Tarmizi Arl
      Hi...
      Buat kamu yang mau nyari alternatif wisata di Kuala Lumpur, kamu bisa pilih wisata ke Colmar Tropicale yang ada di kawasan Berjaya Hill.
      Colmar Tropicale ini adalah hotel/resort di Berjaya Hill, tapi buat kamu yang tidak menginap juga bisa berwisata sehari disana.
      Konsep Colmar Tropicale ini ialah miniatur dari pedesaan Colmar yang ada di Perancis, jadi kamu bisa merasakan sensasi berfoto ala-ala di  Perancis.
      .
      Nah untuk ke sana, kamu harus membeli tiket di Berjaya Times Square Mall, KL tepatnya di Lantai 8. Lokasinya berada di tempat spa, jadi kamu harus teliti mencari. Tapi didepannya ada kok tulisan Colmar Tropcale.

      Lokasi Membeli Tiket di Lantai 8 Berjaya Times Square Mall

      Jadwal buka
       
      Tarif tiketnya sebesar 60 RM untuk dewasa dan 55 RM untuk anak-anak. Tiket ini ialah untuk shuttle Bus PP dan tiket masuk di sana. Jadwal keberangkatannya dari Berjaya Times Square Mall ialahjam 9:30, 12:00, 18:00, dan 20:30. Sedangkan jadwal pulang dari Colmar ialah jam 08:00,10:45, 16:00, dan 19:30. Tapi perlu diingat karena memakai bus kecil yang berkapasitas hanya 10 orang, jadi lebih baik membeli tiket minimal 1 hari sebelumnya. Apalagi jika hari libur, tiket bahkan bisa habis 2 hari sebelum. Selain itu perhatikan juga jam buka lokasi yang menjual tiketnya ya seperti di foto.

      Tiket
      Lokasi keberangkatan Bus ialah di dekat lobby Berjaya Hotel

      Lokasi Shuttle Bus di Berjaya Times Square Hotel
       

      Shuttle Bus
       
      Perjalanan ke Colmar Tropicale hanya sekitar 1 jam. Perjalanan akan menempuh jalanan berkelok-kelok dan menanjak, jadi lebih baik makan dahulu agar tidak pusing.
      .
      Dan inilah dia suasana di Colmar Tropicale...

      .



      View dari atas menara

       
      Kalau lapar, bisa makan di resto2 yang ada disana, tarifnya masih oke sekitar 20-50 RM untuk makan berat.

      .
      Beli oleh-oleh juga bisa karena ada souvenir shop

       
      Selain itu, tiket tadi juga sudah termasuk untuk ke Taman Jepang. Lokasinya cukup jauh, jadi harus naik mobil wisata ini yang berangkat di jam-jam tertentu.