Octobrian Panjaitan

Bangkok 01 - 04 Mei 2015

25 posts in this topic

 

Halo Jalan2ers

 

Kali ini saya mau membagi pengalaman perjalanan saya ke Bangkok, Siem Reap, Phnom Penh, Ho Chi Minh City, Mui Ne, Singapura dari tanggal 01 Mei - 11 Mei 2015.

Travelling kali ini saya bersama 4 orang teman saya, tapi kebersamaan kami hanya di Bangkok dan Siem Reap, sisa perjalanan ke Phnom Penh, Ho Chi Minh City, Mui Ne dan Singapore saya sendirian.

 

 

Tiket

 

Sebelumnya tiket pesawat Jakarta – Bangkok by Lion Air sudah kami beli dari tanggal 29 Agustus 2014 dgn harga Rp 792,000. Tapi pada tanggal 02 April 2015 Lion Air mengirimkan email bahwa penerbangan kami di batalkan dan semua biaya pembelian akan dikembalikan (full refund), WTF. Di email tersebut, tiket kami dibatalkan karena penerbangan rute Jakarta – Bangkok oleh Lion Air sudah tidak beroperasi lagi sejak tanggal 01 Maret 2015, (lahh piye toh..!!?!??! Trus knp lu baru ngirimin gw email tanggal 2 April kampyettt!! :angry: )

 

Lsg nge cek skyscanner, cari tiket baru harganya 2-3 kali lipet, alamak mati lah  :wacko: 

Akhirnya saya reply Lion Air yang isinya menolak refund dan minta tiket baru ke Bangkok. Dan akhirnya mereka setuju dengan memberikan tiket baru tapi dengan rute baru yaitu dengan transit di KL, 5 jam pulak transitnya, baru lanjut ke Bangkok. Yoweislah daripada beli tiket baru lagi,

Pas liat tiketnya ternyata kami dapt business class untuk flight dari KL ke Bangkok, pertama kalinya naik business class walopun bukan airlines bintang 5 ora popo :D  Tapi ud kapok sama Lion Air, gak lagi-lagi deh naik Lion Air.

 

Berikut adalah tiket pesawat kami

01 Mei : Jakarta – Kuala Lumpur – Bangkok, via Lion Air   - IDR 792.000,-/orang

04 Mei : Bangkok – Siem Reap, via Air Asia                      - THB 1390 atau IDR 514.300/orang (Kurs THB 370)

10 Mei : Ho Chi Minh City – Singapore, via Tiger Air  (transit 24 jam)

11 Mei : Singapore – Jakarta, via Tiger Air                      - USD 104.46 atau IDR 1.326.640 (Kurs USD 12.700)

 

Total biaya Tiket pesawat IDR 2.632.940

 

 

Akomodasi

 

Karena perubahan tiket dari Lion Air, merubah juga sedikit itinerary kami. Yang awalnya  tiba di Bangkok pada pukul 10.00 menjadi 18.20. Konsekuensinya kami ga jadi ke Pattaya karena rencana awal adalah begitu sampai Bangkok langsung jalan ke Pattaya.

Cancel booking hostel di Pattaya dan nyari tambahan 1 malam lagi di Bangkok. Dan kami memutuskan menambah 1 malam lagi di Glur Hostel.

 

Glur Hostel, Bangkok                               : IDR 443,646/orang (3 hari)

The Unique Angkor Villa, Siem Reap        : IDR 193,354/orang (2 hari)

Packer Choices Hostel, Phnom Penh          : IDR 72,657 (1 hari)

Suite Backpackers Inn, Saigon                : IDR 164,644 (2 hari)

 

Semua hostel tersebut di atas saya dan @kokoadit booking melalui situs hotel booking Agoda.com

 

 

Day 1

Jakarta – KL – Bangkok

 

Janjian kumpul di bandara jam 7 pagi on time. Pesawat akan take off jam 09.05.

Semua datang on time, jadi masih sempet sarapan dulu sebentar di Bakmi GM, jam 08.00 langsung masuk ke Gate.

Akhirnya tibalah kami di bandara KLIA2 pada jam 12.05, setelah selesai proses imigrasi langsung nyari tempat makan buat isi perut dan ngerokok. Pengalaman tahun kemaren di KFC KLIA2 saya masih bisa nge rokok di luarnya tapi pas kemaren kesana ternyata tidak diperbolehkan lagi. Jadinya selesai makan lansung cari smoking area, yang adanya hanya di luar bandara, abis sebatang trus masuk lagi ngadem, keliling2 bandara klia2 sebentar trus nongkrong lagi trus kluar nge rokok lagi trus masuk lagi hahahaa.. :lol: sampai jam 3an sore, akhirnya kami masuk gate. Setelah selesai mengisi arrival/departure card masing-masing masuklah kami ke pesawat, kali ini dengan Malindo Air business class, langsung pada narsis foto-foto hahaha... gpp norak.  Pesawat take off jam 17.10

 

post-26936-0-90952600-1433827780_thumb.jpost-26936-0-43972400-1433828313_thumb.jpost-26936-0-95670900-1433842110_thumb.j

 

Dan tiba lah kami di bandara Don Mueang, Bangkok pada pukul  18.20.  Woohoo.. akhirnya kesampaian juga saya nginjek tanah Thailand, terima kasih Tuhan.

Karena beberapa temen hanya membawa US Dollar jadi kami cari Money Changer untuk tukar ke Baht Thailand, saya sendiri udah punya Baht hasil tukar sama mba @Sari Suwito :D. Setelah selesai nuker duit ternyata antrian untuk imigrasi ud panjang banget karena hanya beberapa orang petugas saja yang jaga. Kira-kira 40 menit akhirnya kami selesai proses imigrasi, turun ke bawah ke arah pintu keluar nyari SIM Card.

Kami pilih TrueMove H  selama di Bangkok. Harganya 299THB, Unlimited internet for 7 days.

 

Dari bandara Don Mueang kami naik bis A2 menuju ke BTS (SkyTrain) Mo Chit Station, bayar 30THB ke kondektur yang adalah seorang ibu yang dengan cepat dan sangat lihai memotong-motong tiket tanda bayar, cool.. Setelah sampai di Mo Chit, belajar beli tiket BTS hehehe.. Gampang banget ternyata.

Dari gambar di bawah terlihat jelas, papan sebelah kanan saya adalah Fare information, tercantum Nama-nama station tujuan yang berisi angka tertentu. Angka tersebut mengindikasikan biaya tiket yang harus dibayarkan.

Contoh saya dari Mochit mau ke BTS Saphan Taksin, tertulis angka 42 yang artinya biayanya 4THB.

Sekarang pindah ke papan sebelah kiri, 1)Select Fare, pilih 42 kemudian masukkan uangnya di 2)Insert Coin, tunggu sampai tiketnya keluar di 3)Take Ticket dan jika ada uang kembalian, ambil di 4)Take Change.

post-26936-0-70122000-1433828471_thumb.jpost-26936-0-94940000-1433830036_thumb.j

Dari Fare information juga terlihat bahwa kami nanti harus transit di Siam Station (Interchange Station) untuk pindah jalur SkyTrain ke Silom Line.

Klo tidak punya koin an Baht, tinggal tuker saja di tempat penukaran koin, setiap stasiun pasti ada tempat penukaran koin jadi ga perlu kuatir.

Tiket yang sudah kita terima tinggal di masukkan di gate masuk, tunggu sampai tiketnya keluar lagi baru deh jalan. Tiket ini jangan sampai hilang karena akan digunakan lg sebagai tiket keluar gate di station tujuan.

Selama di Bangkok saya beberapa kali naik SkyTrain, kondisi keretanya masih bagus2, AC nya tetap berasa dingin walopun penuh dengan penumpang, penumpang turun terlebih dahulu baru kemudian penumpang naik, penumpang antri di baris yg telah ditentukan, nyaman lah pokoknya.

Perjalanan sekitar 30 menit sampailah kami di Saphan Taksin Station. Tiket masuk yang masih kita pegang tadi tinggal masukkan ke gate keluar.

 

Dari Saphan Taksin Station ke Glur Hostel sangat dekat, apalagi ke Shangri-La Hotel jauh lebih dekat lagi :D

Sampai hostel disambut welcome drink trus langsung check-in, tiap orang harus deposit 500THB yang akan dikembalikan sepenuhnya nanti setelah check-out.

Kami memilih lower bunk bed, ukuran kasurnya lebih besar dari single jadi sebenarnya bisa muat untuk dua orang. Tetapi upper bunkbed ukuran kasurnya yang single.

 

post-26936-0-12981900-1433828562_thumb.jpost-26936-0-80799100-1433828767_thumb.jpost-26936-0-96391800-1433828339_thumb.j

 

Setelah selesai check-in naro tas dan rebahan bentar. 3 orang dari kami termasuk saya memutuskan untuk keliling sekitaran hostel. Tadinya mau liat Cathedral of The Assumption tapi Gerejanya ada di dalam sekolahan dan ud tutup juga. Jadinya kami makan mlm di pinggiran jalan seberang The Lebua Tower, di Lt. 63 gedung ini ada Sirocco Skybar.

Saya pesen, Deep Fried Pork Ribs dan Shrimp with Green Curry. Green Curry nya bused dah panas dan puedess bangetttt pas di tenggorokan tapi lmyn enak sih. Mungkin klo ud terbiasa makan dengan Green Curry ini baru bisa menikmati, tapi untuk yang pertama kali kaya saya wooaahhh…

Kelar makan, langsung cabut balik ke hostel tapi jgn lupa bayar sob..

 

 

Day 2

Grand Palace, Wat Pho, The Jim Tompson House, Patpong

 

Sebelum berangkat, sarapan dulu smp kenyang di Glur Hostel. Reviewnya bisa baca

Dari Glur Hostel ke Sathorn Central Pier cuma 2 menit saja dengan berjalan kaki. Antrian sudah memanjang ketika kami sampai di dermaga. Setelah menunggu 20 menit akhirnya kami bersama-sama penduduk lokal dan puluhan turis lain nya menaiki orange flag boat menyusuri Chao Praya yang berwarna hijau, tujuan pertama hari ini adalah Grand Palace. Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya menghampiri kami menagih uang sejumlah 15THB sebagai ongkos boat, tangan nya yang cekatan memotong-motong tiket dan memberikannya kepada setiap penumpang tanda sudah bayar.

Di tengah perjalanan Wat Arun Temple terlihat dari kejauhan, tetapi tampaknya sudah dikelilingi oleh tiang-tiang bahkan sampai ke ujung paling atas. Renovasi Wat Arun masih belum selesai..

Turun di Ta Chang Pier, jalan keluar melewati kios-kios agen tour, penjual souvenir, buah dan makanan. Kami beli jus buahnya enak dan seger 20THB per botol kecil. Langsung terlihat tembok luar Grand Palace berwarna putih. Suara nyaring dari speaker Grand Palace terdengar diantara deru kendaraan bermotor memperingatkan para turis untuk tidak percaya akan scam bahwa Grand Palace sedang tutup.

Sebelum masuk kami harus sewa celana panjang dulu sebesar 100THB, uang ini nanti akan dikembalikan penuh setelah celana panjangnya dikembalikan. Ada petugas yang berjaga mengawasi pakaian turis yang layak atau tidak. Dengan membayar tiket masuk seharga 500THB, kami masuk ke Grand palace sekitar jam 10 dan pengunjung nya sudah mulai ruame. Kami menghabiskan waktu sekitar 2jam an mengelilingi kompleks Grand Palace yang luas ini. Semua bangunan-bangunannya indah baik interior, eksteriornya dan koleksi-koleksi yang di miliki ataupun yang dipersembahkan untuk keluarga Kerajaan Thailand, sangat layak menyandang nama Grand Palace, TOP.

Khusus untuk The Royal Monastery of the Emerald Buddha, no photo and video are allowed. Masuk ke ruangan ini, bener-bener WOW, indah banget, satu ruangan penuh dengan hiasan dan patung dari emas dan batu permata. Dan patung Emerald Buddha itu sebenarnya adalah batu jade tapi dulu di ukir dari satu bongkah batu jade utuh, sadess..

Selesai mengelilingi kompleks Grand Palace, kami mengembalikan celana sewaan dan tampak semakin banyak turis yang datang.

 

gallery_26936_1363_99975.jpg

gallery_26936_1363_47765.jpg

 

post-26936-0-26972500-1433829694_thumb.jpost-26936-0-66860100-1433828419_thumb.j

post-26936-0-16515400-1433829971_thumb.jpost-26936-0-68234000-1433842120_thumb.j

post-26936-0-91042000-1433830576_thumb.jpost-26936-0-36394100-1433830681_thumb.j

post-26936-0-02092700-1433829976_thumb.jpost-26936-0-49727000-1433830038_thumb.j

 

Dari sini kami makan siang dulu di Krisa Thai Food, lokasinya di seberang Grand Palace. Tempatnya kecil tapi 2 lantai. Saya pesan Nasi Goreng Sapi dan air mineral, rasanya enak tapi lama aja datangnya tuh makanan, total 130THB klo gak salah.

post-26936-0-84136100-1433830713_thumb.j

 

Lanjut ke berjalan kaki sekitar 10 menit di tengah terik matahari Bangkok, sampailah di Wat Pho (Reclining Buddha).

Biaya masuknya 100THB, sudah termasuk kupon untuk menukarkan sebotol air mineral. Masuk ke dalam Temple of Reclining Buddha harus membuka alas kaki, disediakan kantung untuk membawa alas kaki masing-masing. Dan lagi-lagi WOW, patung Buddha yang sedang berbaring sepanjang 46meter yang seluruh tubuhnya dilapisi emas. Pada bagian telapak kakinya dihiasi oleh kerang mutiara, dan saya perhatikan sepertinya setiap centimeter dari ruangan ini berhiaskan sesuatu mulai dari tiang, jendela bahkan sampai plafonnya tidak ada yang polos, indah sekali. Kita pun bisa ber-donasi 20THB kemudian ditukarkan dalam bentuk koin yang kita taruh ke dalam panci-panci yang berjejer di jalan menuju pintu keluar. Di luar temple ini masih banyak bangunan-bangunan lain yang berisi patung Buddha lainnya yang dapat kita nikmati keindahannya. Ada pula taman-taman kecil yang berisi patung-patung kecil dalam posisi-posisi yoga.

 

gallery_26936_1363_524754.jpg

post-26936-0-38256500-1433830843_thumb.jpost-26936-0-14692500-1433830805_thumb.j

post-26936-0-01846700-1433830838_thumb.jpost-26936-0-67897800-1433831628_thumb.j

post-26936-0-19569200-1433830811_thumb.jpost-26936-0-07978400-1433830802_thumb.j

 

Selesai dari sini kami tidak ke Wat Arun sebab seperti yang telah saya katakan sebelumnya tiang-tiang penyangga sudah melingkupi Wat Arun sampai ke ujung paling atas, jadi tujuan kami selanjutnya adalah ke Jim Thompson House.

Keluar melalui pintu keluar yang tak jauh dari pintu masuk kemudian berjalan ke arah kanan kemudian menyebrang ke jalan Charoen Krung Road kemudian berjalan lagi sekitar 50 meter ketemulah halte bus umum dari sini kami naik Bus no. 48 ke arah MBK, hanya membayar ongkos 3THB saja. Kami turun persis di gang menuju ke Jim Thompson House & Museum. Dari gang ini, jalan kaki sekitar 5 menit saja.

 

Jim Thompson adalah seorang arsitek dan sukrelawan untuk US Army. Museum ini awalnya adalah rumah pribadinya. Kain tenun sutra Thailand tadinya sudah lama di abaikan tapi Jim Thompson menyukai kerajinan tangan ini sampai akhirnya dia mengabdikan diri sepenuhnya untuk menghidupkan kembali kerajinan sutera ini dan akhirnya berhasil.

Biaya masuknya 100THB kemudian kami disuruh menunggu sampai jam 4 untuk mengikuti free tour yang disediakan oleh museum.

Bersama-sama dengan turis lainnya yang berjumlah 12-14 orang kami diajak mengelilingi rumah ini, tapi terlebih dahulu menyimpan semua barang bawaan dan melepas alas kaki di loker dan rak sepatu yang telah disediakan. Seorang guide mengajak kami berkeliling dari satu ruang ke ruang lainnya sambil memberikan penjelasan mengenai isi setiap ruangan, arsitekur rumahnya, koleksinya dan sejarah Jim Thompson sendiri. Dengan gaya yang humoris dan interaktif tur yang tidak terlalu lama ini terasa menyenangkan  :D .

Buat saya Jim Thompson House ini recommended

Selesai mengelilingi rumah museum yang unik dan indah sekali ini, kami mampir ke cafenya. Tempatnya enak, sejuk, nyaman tapi harganya agak mahal. Saya disini cuma mengambil 1 foto doank itu pun sebelum free tour nya di mulai, jadi maaf ga ada foto yang bisa saya share di Jim Thompson.

 

Dari Jim Thompson House kami lanjut ke Madame Tussaud di Siam Discovery dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Berhubung saya sudah pernah ke Madame Tussaud 2 tahun lalu tapi yang di Hong Kong, jadi saya skip deh, cuma 1 orang temen saya yang cewe yang masuk ke dalam, kami berempat nyari makan di Siam Central, tepatnya di Food Republic. Pertama harus punya kartu pembayaran dulu untuk bisa beli makanan. Tinggal datangi saja kasir yang ada kemudian deposit uang yang secukupnya nanti akan diberikan kartu pembayaran. Jika masih ada kelebihan uang akan dikembalikan di kasir tempat membuat kartu pembayaran. Banyak banget pilihan makanan disini dan tampak menggiurkan semuanya, saya sampe bingung mau beli makan apa. Lumayan murah makanan di sini, total saya hanya habis 90THB.

Selesai makan, balik ke Siam Discovery jemput temen di Madame Tussaud. Keliling mall sebentar trus balik ke hostel dengan menggunakan BTS.

Selesai mandi saya ngajak temen2 ke Patpong soalnya masih jam 9.30, males banget klo langsung tidur. Berangkatlah kami ke Patpong dengan menggunakan BTS, turun di Sala Daeng station. Dari sini kami berjalan menyusuri jalan dan gang-gang yang ada. Di sekitar Patpong ini selain menjual souvenir banyak juga yang menjual sex toys untuk pria dan wanita hahaha… :lol: 

Ada satu kejadian lucu disini, kami asal belok aja masuk ke salah satu gang, yang ternyata adalah gang GAY hahaha… Pantesan aja kaga ada cewe satupun termasuk waiternya dan pada mesra banget ngobrolnya. Mana gang buntu lagi, langsung pada balik kanan dengan langkah cepat hahahahaaa…. :lol: 

Akhirnya ketemu gang yang sederetan penuh dengan go-go bar lengkap dengan sexy pole dancernya tapi bingung karena kami bawa temen cewe satu, ga enak ninggalinnya akhirnya cari café bwt nge beer aja deh. Nyangkut di Happy Beer Garden di pinggir jalan Surawong, sambil ngeliatin orang lalu lalang. Unik di Bangkok beer nya ada pegangan busanya gitu, mungkin biar tangan ga basah kali yak. Saya nyobain Chang Beer 100THB, rasanya lebih pahit sedikit di bandingin sama beer Bintang. Ngobrol nge beer sampe jam 1 pagi baru pulang dengan naik taxi 200THB.

 

post-26936-0-02448500-1433833616_thumb.jpost-26936-0-92803100-1433833517_thumb.j

post-26936-0-66429900-1433832994_thumb.jpost-26936-0-12495700-1433832993_thumb.j

 

 

Day 3

Chatuchak Market, Asiatique

 

Hari ini baru keluar hostel jam 10an, dengan tujuan ke Chatuchak Market. Naik Skytrain dari Saphan Taksin turun di Mo Chit station. Dari Mo Chit sebenarnya bisa jalan kaki aja tapi berhubung tengah hari bolong, kami memilih nyambung dengan naik MRT dari Mo Chit ke Kamphaengphet station. Keluar dari stasiun ini langsung berada di kompleks Chatucak dan bisa juga ke Or Tor Kor Market.

Hal pertama yang kami lakukan adalah mencari money changer soalnya ud pada kehabisan Baht. Setelah tanya sana-sini akhirnya ketemu Bank dengan rate yang bagus. Layar televisi sedang menayangkan pertandingan petinju kebanggan Asia yaitu Many Pacquiao vs Floyd Mayweather Jr. Keluar dari Bank kami mampir membeli Coconut ice cream, segerrr.. Di lahar parkir dekat penjual es krim ini ada satu televisi yang di kerubungi oleh banyak penonton, warga Bangkok dan juga turis asing yang menyaksikan pertandingan tinju, seruu. Tapi sayang endingnya lesu karena Pac Man kalah angka.

Sebelum mengelilingi pasar ini kami nyari makan siang dulu karena udah jam 12, nyari yang ber-AC biar sekalian ngadem :DToh Plue Restaurant namanya, ada yang di dalam ruangan dengan AC ada juga yang di luar ruangan. Saya lupa nama makanan yang saya pesen, rasanya enak, lmyn banyak dan presentasi nya cantik. Di resto ini saya lihat seorang cewe bule yang muka nya tampak familiar buat saya, ternyata dia bukan teman saya hahaha.. ngarep. Dia adalah Marion, seorang chef wanita, klo yang suka nonton TLC mungkin pernah nonton program memasak Marion’s Thailand, tapi saya gak ngambil fotonya. Chef aja makan disini juga berarti memang pilihan kita bener, memang makanannya recommended.

 

post-26936-0-70576800-1433842360_thumb.j post-26936-0-74904300-1433842383_thumb.j

 

Perut kenyang, waktunya mengelilingi pasar ini. Segala macam barang ada di jual di sini dari kaos, celana, tas,sabun, alat rumah tangga, sayur, buah, binatang piaraan, dll. Saya belanja souvenir, kaos & buff. Di pasar ini juga bertebaran penjual makanan dan minuman, buah potong segar seplastik cukup besar seharga 40THB, puas dahhh.. Mungkin total saya abis lebih dari 1000THB di sini. Kelar dari Chatucak sekitar jam 4an, balik ke hostel dengan naik BTS lagi dari Mo Chit station.

Setelah bersih-bersih dan istrht sebentar, jam 7 saya ber-2 jalan ke Asiatique sedang 3 teman saya yang lain pada nge-mall.

Dari Sathorn Central Pier ada free shuttle boat ke Asiatique, tapi antriannya gile panjang bangettt, bahkan beberapa bule yang antri di depan kami akhirnya menyerah dan memilih naik taksi. Setelah menunggu sekitar 40 menit akhirnya kami naik shuttle boat ke Asiatique. Banyak resto dan café yang nyaman dan bagus tapi dengan harga yang lumayan mahal. Food court dengan g=harga yang pas di kantong juga ada, kami masuk ke salah satu food court yang ramai, pesen Pad Thai dan Thai tea, enak banget, puas :)

Setelah kenyang kami nyari café bwt sekedar nge beer tapi yang ada big screen nya biar bisa nonton pertandingan Chelsea vs Sunderland, males sebenernya nonton Chelsea maen, karena saya Manchunian :D tapi temen fans the Blues dan ini pertandingan penentuan Juara Liga Inggris. Saya sih berharapnya Chelsea kalah biar seru tapi ternyata menang 3-1 dan dengan kemenangan tersebut juara Liga Inggris musim ini sudah pasti milik Chelsea, dammit.. :D

Selesai nonton kami bergerak menaiki Mekhong Asiatique Sky, ferris wheel, tiketnya 300THB. Pertama-tama naek berasa serem juga karena udah lama buanget ga naek bianglala, pemandangan kota Bangkok terpampang nyata dari sini :lol:  Gemerlap lampu dari rumah, toko, bar, gedung-gedung bertingkat, kapal yang berlalu lalang di Chao Praya dan kendaraan yang melintas di berbagai jalan menghiasi kota Bangkok, cakep :D  Hasil tangkapan pocket kamera kurang bagus karena gondola yang berkaca cembung dan buram, hasil paling bagus ya tangkapan mata sendiri :D

Setelah kira-kira 6 atau 7 kali putaran dan berkali-kali foto dengan berbagai sudut akhirnya kami harus berhenti dan turun bergantian dengan penumpang lain yang masih antri menunggu giliran.

 

post-26936-0-68826800-1433842346_thumb.jpost-26936-0-64911200-1433842338_thumb.j

post-26936-0-24848100-1433842392_thumb.jpost-26936-0-85426300-1433842376_thumb.j

post-26936-0-33301300-1433842367_thumb.jpost-26936-0-69370700-1433842355_thumb.j

 

Kami langsung berjalan menuju dermaga untuk naik shuttle boat balik ke Sathor Central Pier, karena boat terakhir yaitu jam 11 malam sedangkan sekarang ud jam 10.30. Dan sama seperti berangkat, antrian menunggu kapal pulang pun ud panjang tapi kali ini kami cuma menunggu sekitar 15 menit langsung naik shuttle boat balik ke Sathorn Pier, tinggal jln kaki aja ke hostel. Minum susu dan makan roti dulu di shared kitchen, gratis ini :D trus mandi, packing dan tidur karena besok berangkat ke Siem Reap by Air Asia jam 10.10

 

 

Day 4

Bangkok - Siem Reap

 

Bangun pagi-pagi langsung sarapan sepuasnya di shared kitchen, mandi dan check-out hostel.

Dari depan Robinson mall kami naik taxi Innova ke Don Mueang airport dengan biaya 500THB. Sampai bandara baru jam 8an, nongkrong bentar di Starbucks karena sekalian temen ada yang nitip beliin tumbler Starbucks. Kemudian saya berjalan ke souvenir shop di bandara, saya beli 2 magnet seharga 250THB. Kadang saya suka beli 1 ato 2 souvenir di bandara karena bentuknya lbh bagus dan ga ada di jual di pasar2 walopun harganya jelas lebih mahal, setelah itu sisa Baht yang ada langsung saya tukerin ke US Dollar di money changer bandara.

 

See you guys in Cambodia

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

gw udah pernah ke phuket mod. dan karena tampilan yang setengah itu masuk kategori cewek cakep, jadi gw mah biasa2 aja disana.. gw nginep di daerah bangla road, tinggal sepengesotan ajah ke daerah klub-klub nya patpong waktu itu.

 

tapi laen soalnya kalo yang liatin lo cowok2, mana badan nya gede2 pula, hahaha..

 

@Octobrian Panjaitan ini mah obe penasaran sama ladyboy dia kalo ke phuket, pengen "mengobservasi" sepertinya, hahahaha  :ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/12/2015, 4:24:01, kokoadit said:

 

memeriksa sambil menyentuh be, biasa nya mereka minta 100 Baht aja kok  :lol:  :lol:

 

On 6/12/2015, 11:14:06, Octobrian Panjaitan said:

@kokoadit

:ngakak   Pengalaman nih adit hahahaa...

uwaw pengalaman kalian juara :ngakak 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Yulianayuchan
      Hi, sesuai dengan judul diatas, adakah yang ke Thailand bulan Januari 2018? Mungkin ada yang jadwalnya yang sama dengan itinerary Saya?
      Jan 13 -> CGK - Bangkok
      Jan 14 -> Lop buri dan (kalau sempat) Khao Yai
      Jan 15 -> Bangkok half day, move to Chiang Rai
      Jan 16 -> Chiang Rai
      Jan 17 -18 -> Chiang Mai
      Jan 19 - 21 -> Explore Bangkok
       
      Bila berminat, please send me a DM atau kirim email ke yuliana.yuchan@gmail.com 
      Yuk meet up dan nyasar bareng!  
       
       
       
    • By Yones deliyandra
      Mengunjungi mahkota bumi ini! Himalaya!
      Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Amazing Landscape to ABC Aku selalu bermimpi dan membayangkan untuk bisa datang melihat agungnya pegunungan ini, membayangkan setiap langkah melalui jalan-jalan setapak naik dan turun gunung, menyinggahi setiap desa-desa kuno, menyelami mistisnya Himalaya dan bersatu bersama kesunyian alam.
      Selama ini itu semua ada dibayanganku, setiap kali membaca buku-buku tentang perjalanan orang-orang dalam mencari tujuannya masing-masing ke tempat ini selalu membuatku merinding dan penasaran. Mereka selalu menggambarkan betapa indahnya jalur pendakian ini, betapa indahnya suara deru angina malam ketika udara dingin dan salju menghantam, betapa indahknya melihat gunung-gunung tertinggi dunia yang berselimut salju putih. Dan 23 April 2017 aku benar-benar melakukan perjalanan ini. Perjalanan yang semula hanya sebuah mimpi dan impian. Perjalanan yang rata-rata bagi kebanyakan orang di Indonesia, adalah perjalanan yang beresiko dan sedikit nekat, atau malah terlalu nekat. Kadang aku masih tidak percaya kalau akan melakukan ini. Tapi ya disinilah aku sekarang, aku telah melakukannya. Pada tulisan pertama ini, aku akan menjelaskan secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya. Annapurna Base Camp 4.130 mdpl Annapurna Base Camp (ABC) 4.130 mdpl adalah salah satu jalur treking yang sangat populer bagi kebanyakan turis yang datang untuk menikmati keindahan Himalaya Nepal. Annapurna Base Camp sering menjadi tujuan para turis, selain banyak lagi jalur treking lainnya seperti Everest Base Camp (EBC), Annapurna Sircuit dan masih banyak lainnya. Annapurna Base Camp ini bisa ditempuh dalam 7-8 hari perjalanan naik dan turun, dan bisa ditempuh  secara independen yaitu tanpa menggunakan jasa tour travel ataupun guide. Aku dan temanku melakukan perjalanan treking ini secara independen ini, tanpa tour, guide dan porter. Tour adalah pihak yang menjual paket treking ini, biasanya lengkap dengan guide dan porter. Guide adalah pemandu atau penunjuk arah selama treking ini, guide bisa didapat bersamaan dengan tour atau bisa di sewa secara independen. Porter adalah pihak yang menjual jasanya untuk membawakan semua barang-barang kita selama treking. Biaya untuk guide dan porter berbeda-beda, tergantung negosiasi yang kita lakukan. Nah, berikut ringkasan perjalanan kami selama 15 hari di Nepal, termasuk treking mandiri ke Annapurna Base Camp.
        Day 1,  23 April 2017 Jakarta - Kathmandu Berangkat dari Jakarta dengan maskapai Malindo Air, kebetulan kami dapat harga promo 2.8 juta Rupiah untuk Pulang-Pergi Jakarta-Kathmandu, murah kan… hehe   Namaste Nepal dan VISA Setelah delay sekitar 2 jam, akhirnya pesawat kami berangkat dan sampai di Kathmandu pukul 11 malam. Sesampai di bandara Kathmandu kami lansung mengurus Visa, imigrasi dan bagasi. Beruntung kami sudah melakukan registrasi untuk Visa ini secara online di web imigrasi Nepal (https://www.nepalimmigration.gov.np/). Jadi kami hanya membawa kertas printout bukti kita sudah apply online, langsung melakukan pembayaran sebesar $25 USD tanpa lagi mengisi form. Setelah dapat bukti bayar, langsung ke imigrasi gate untuk mendapatkan striker Visa, dan Namaste.... Welcome to Nepal, have a nice trip, ucap petugas imigrasinya. Visa Nepal     Menuju Thamel Dari bandara menuju daerah Thamel kami menggunakan taxi dengan ongkos 500RN, harus nego dulu ya, karena biasanya mereka menawarkan sampai 800RN   Penginapan di Thamel. Karena kami sampai di Kathmandu sudah tengah malam, jadi penginapan di Thamel sudah pada tutup. Setelah menggedor salah satu pintu hostel, dapatlah kami kamar yg lumayan nyaman dengan membayar 1000Rn. Hotel Sun Way Inn di Thamel Kathmandu Day 2,  24 April 2017 Menuju Pokhara Treking Annapurna Base Camp ini di mulai di kota Pokhara, itu sekitar 8 jam perjalanan dengan bus dari Kathmandu. Kami naik bus tourist dari Thamel dengan ongkos 700Rn, bus berada di sepanjang jalan Kantipath, dan semua bus akan berangkat jam 7 pagi. Tidak masalah kita beli tiket lansung di tempat, karena kami beli tiket lansung di tempat. Tourist Bus   Interior Tourist Bus Permit ACAP dan TIMS Ini adalah izin yang wajib dimiliki oleh setiap treker, kedua Permit ini bisa di urus di Kathmandu atau Pokhara, kebetulan kami mengurusnya di Pokhara yaitu di Pokhara Tourist Service Center. Kantornya tidak jauh dari terminal bus dekat dengan kantor polisi. Jika bingung, bisa tanyakan dengan supir taxi, dan mereka akan lansung mengantarkan kita ke kantor ini.   Jenis Permit Biaya Syarat TIMS 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar ACAP 2000 Rn Foto copy passport dan pas photo 2 lembar     Pokhara Tourist Service Center   Pokhara Tourist Service Center TIMS & ACAP permit for treking advice     Menginap di Pokhara Malam ini sebelum treking esok hari, kami istirahat dan menginap di daerah Lakeside. Disini juga kami memilah barang bawaan yang akan dibawa. Barang-barang yang tidak diperlukan, kami titipkan di hotel. Ini sangat penting, karena treking mandiri tanpa guide or porter itu, artinya kita akan membawa barang kita sendiri selama pendakian, jadi jangan sampai ini menyusahkan diri sendiri. Bawalah barang seminim mungkin dan cukup untung mendukung selama pendakian.   Day 3 - 9,  25 April 2017 – 1 May 2017 7 days Treking to Annapurna Base Camp Annapurna Base Camp Treking Map Tanggal Jalur Treking Day 1. 25 April 2017 Nayapul – Kimmrong Day 2. 26 April 2017 Kimmrong – Chommrong Day 3. 27 April 2017 Chommrong – Himalaya Day 4. 28 April 2017 Himalaya – MBC Day 5. 29 April 2017 MBC – ABC – Deurali Day 6. 30 April 2017 Deurali – Chommrong Day 7. 1 May 2017 Chommrong – Siwai   Untuk lama treking ini sebenarnya tergantung kecepatan trek yaa, jadi bisa saja lebih cepat atau lebih lama. Itu adalah trek yang kami yang lalui menyesuikan dengan kondisi dan semangat per harinya, jadi ada yang lumayan jauh, tapi ada juga yang tidak begitu jauh. Treking day 1. Nayapul – Kimmrong Dari Pokhara ke Nayapul bisa menggunakan taxi, lama perjalanan sekitar 1,5 jam dengan ongkos 1600Rn (tergantung nego yaa). Dari Nayapul ke Gandruk, info dari teman bisa menggunakan local bus atau jeeb/taxi. Rencana kami menggunakan bus, tapi karena jadwal nya tidak tentu, akhirnya kami memutuskan untuk naik jeep. Sebenarnya treking sudah bisa dimulai dari sini, tapi demi menghemat waktu dan energy, kami memilih untuk menggunakan jeep. Lama menggunakan jeep dari Nayapul ke Gandruk 1,5 jam dengan hasil tawar menawar ongkos 1300RN untuk 2 orang. 
      Disini nanti akan ada pengecekan untuk permit yang sudah kita buat.  TIMS Check Post   ACAP Check Post Dari Grandruk kami mulai treking, lumayan cape hari pertama ini, dan kami memutuskan untuk menginap di penginapan pertama di daerah Kimmrong     Treking day 2. Kimmrong – Chommrong Kimmrong menuju Chommrong jalurnya terlihat seperti jalur trekking Gunung-gunung di Indonesia, hutan-hutan dan jalan yang naik turun bukit. Tapi view nya indah banget. Hari ke dua ini bagiku sangat melelahkan walaupun sebenarnya kami bisa lebih jauh lagi, tapi karena kondisi fisik yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya kami menginap di tempat ini Chommrong.     Treking day 3. Chommrong – Himalaya
      Chommrong sudah cukup dingin, bahkan sore hari sudah turun hujan es disini. Pemandangan dari lodge kami sangat indah dan kereeen. Pegunungan Himalaya bersalju tampak luar biasa dari jendela kaca jendela kamar. Di Chommrong kami meninggalkan beberapa barang lagi, karena menurutku ransel carrier kami makin berat ajaaa. Chomrong ke Himalaya dengan jalur yang terus naik dan sudah sering hujan, jas hujan sangaat membantu.
        Treking day 4. Himalaya – MBC Dingin bangeeet. Jalur ini sudah berhadapan dengan jurang-jurang salju curam membuat kita harus extra hati-hati. Jalur sedikit landai dan naik lagi dan terus naik. Berjalan berdampingan dengan sungai deras dan gunung bersalju menbuat aku diam seribu bahasa, hanya ada pandangan takjub, suara nafas terengah-engah dan deru sungai, sesekali suara burung gagak.    

            Treking day 5. MBC – ABC – Deurali Amazing Landscape to ABC Today is big day. Hari ini aku akan sampai di peraduan mu Annapurna Base Camp. Setelah sarapan yang cukup kami bergegas untuk segera naik menuju ABC. Jalur ini benar-benar jalur terindah dan luar biasa bagi ku, seakan tak percaya aku disini sekarang. Begitu dekat dikelilingi gunung-gunung Himalaya putih bersalju, langit biru yang benar-benar bersih dilengkapi dengan cahaya matahari pagi yang menghangatkan tubuh. Allahuakbar, tak ada yang seindah ini. Terus naik perlahan, bertemu teman-teman sependakian yang bergerak turun, sementara kami terus naik naik. Semangat dari mereka terus menyemangati ku.   Aku sampai… ya aku sampai… impian aku sudah menjadi nyataa.. Berdiri disini.  Annapurna Base Camp 4.130 mdpl   Annapurna Mountain  
      Setelah puas di ABC kami mulai berjalan turun, target 2 desa di bawah untuk menginap malam ini. Cuaca di atas  jam 11 sudah mulai tidak bagus, hujan badai menemani perjalanan turun kami.   Treking day 6. Deurali – Chommrong Deurali – Himalaya – Dovan – Bamboo – Sinuwa – Chommrong. Hari ini benar-benar menguras energi bagi ku. Di Chommrong kami menginap di lodge yang sama dengan waktu kami naik. Treking day 7. Chommrong – siwai Chommrong – Jhinu – New Bridge – Kymi – Siwai. Siwai – Phokara bisa menggunakan jeep atau local bus.   Day 10, 2 May 2017 Phokara. Setelah pendakian beberapa hari, hari ini kami habiskan untuk istirahat dan membersihkan barang-barang selama pendakian.   Day 11, 3 May 2017 Phokara, disini kita menghabiskan waktu untuk jalan-jalan explore Phokara   Day 12, 4 May 2017 Phokara - Kathmandu   Day 13, 5 May 2017 Explore Kathmandu   Day 14, 6 May 2017 Explore Kathmandu   Day 15, 7 May 2017 Kathmandu - Jakarta

      Begitulah penjelasanku secara ringkas tentang perjalanan ini beserta intinerary perjalanan ini. Untuk cerita seru lainnya selama perjalanan ini, akan aku jelaskan di tulisan berikutnya ya.

      Bersambung...
      Silakan berkunjung di blog aku juga https://yonesfd.blogspot.co.id/2017/11/nepal-dream-come-true.html hehehehe
    • By devi admaja
      Tak terasa sudah waktunya kantor kami outing lagi , awalnya saya selaku koordinator mengajukan untuk ke luar kota Lampung dan bermaksud ke Bogor , setelah cari info kanan kiri pimpinan setuju , apa daya budget ga masuk , akhirnya kami kongkow dan beberapa dari kami (termasuk saya) belum pernah ke dufan akhirnya saya maju lagi dan setelah pjg lebar pimpinan setuju , dan budget-pun setelah dihitung bisa direalisasikan , saatnya pengajuan ke kantor pusat kami , dan setelah perjuangan , revisi , revisi & negosiasi alot dgn kepala bagian saya di pusat berhasil & begitu sampai di meja direksi , proposal saya kandas seperti kapal karam . dikarenakan dateline proposal 1 minggu lagi maka saya harus gerak cepat memutuskan mau kemana , cari info kesana kemari resort yang punya vendor outbound di Lampung , pada awalnya saya tertarik dengan Suak Sumatra , salah 1 resort baru , saya hubgi marketing officer-nya , dikarenakan jumlah ruangan yg terbatas , harga yg masih lumayan mahal (1,4jt per org per malam) dan tidak adanya vendor team building (kami harus bawa sendiri dari luar) , maka ga jadi ke Suak. Okey hari makin mepet akhirnya saya hubgi Grand Elty (LAGI) , kami sudah bekerjasama selama 3 thn berturut2 ini dan kalo cuma di seputaran resort-nya saja mungkin bisa bosan yah hahahaha. Dan dikarenakan pimpinan saya berjiwa petualang , beliau tanya kalo mw sebrang pulau bisa tdk , dan pihak BISA. Ada 2 pilihan , ke sebuku dengan durasi perjalanan 1,5jam or liat2 Gunung Anak Krakatu durasi 3jam (cuma LIAT2 doang , karena sekarang sudah tdk boleh di explore lagi , iyalah lama2 hancur diinjak2 terus). Okey setelah nego menego harga akhirnya disepakati kami akan outbound ke sebuku & snorkling disana. 
       
      Hari H-pun tiba (28102017) berangkat dari Bd.Lampung jam 7 teng teng menuju elty perjalanan 1,5jam. Sampai di elty kami drop barang2 kami. Jam 9 pagi kami berangkat menuju sebuku , perjalanan 1,5jam naik kapal. Beginilah penampakan kapalnya. 
      Kami menyew2 kapal , kapasitas kapal katanya 30 org , jumlah kami 38 org , terus terang saya juga mabok naik kapal ini , memang saat meeting dgn pihak elty sudah diberitahukan bahwa akan naik wooden  boat , tapi dlm benak saya bukan wooden boat begini hahaha , banyak teman2 yg akhirnya muntah dalam perjalanan (kondisi cuaca cerah , tapi memang ombak & angin agak besar) , saya-pun ikutan mabok jg walopun tdk sampai muntah , saya hanya kentut melulu hahahahaaa. . . selaku panitia mesti keliatan tegar gt
      Voilla...akhirnya hampir sampai...berikut penampakannya : 

       

      Berhubung mayoritas saya  mengambil view-nya pakai video maka saya  screenshot saja yah. 
      Tampak pasir putih membentang , memang pulau tak berpenghuniii, untung bawa makanan byk banget kuatir ga bisa balik karena ombak (maklum emak2 jd kuatirnya byk)  

       

      Yuk...bongkaran

       
      Namanya pulau tak berpenghuni , jangan harap ketemu cowo2 ganteng or cewe2 cantik , ketemu nenek2 aja uda syukur huehehehe... Oiya awalnya dikasi tau kalo ga ada toilet , wah mikirnya nti kencing dimana , katanya langsung aja nonkrong di laut (wah langsung mikir pantesan air laut asin) wahahahaa... Tapiii..rupanya ada kok toilet daruratnya , dan dibutuhkan usaha dlm ngambil airnya , kita mesti NIMBA dari sumur , untung aja dulu pernah belajar nimba hehehhee... Ini penampakan muka toiletnya (rumahnya yah bukan kapalnya)

      Oiya suasana-nya makin sore makin serem , uda gt air laut makin naik , dan ada beberapa temen bilang kok ada bau bangkai gt (saya tdk merasakan bau sih) , oh mungkin empu-nya pulau sudah tidak berkenan kami lama2 disitu , ya sudah akhirnya kami putuskan untuk lanjut ke spot untuk snorkling , perjalanan cuma 10 menit karena kapal cuma berbelok aja , mayoritas dari kami tdk snorkling (termasuk  saya)

      Okey setelah snorkling , kita balik lagi ke dermaga grand elty , perjalanan pulang seperti biasa lebih baik dari perjalanan pergi , yang mabok sudah tidak gitu mabok lagi , oiya beberapa dari kami dapat kelapa dugan dari penduduk asli sana (makasih yah pak :) ) , daging kelapa dugannya tuebel banget tapi lembut (sumpe nyesel ga bawa sendok pamungkas hhuhuhu). Balik k elty uda sore , dan sejauh mata memandang kami berada di laut lepas 

      Sesampai di elty kita check-in hotel 


      Dan setelah sampai kami semua istirahat untuk acara kebersamaan kami di malam hari :) 
      Sekian cerita ke pulau sebuku , bagi saya selama tinggal di Lampung semua pulau yang disebrangi pemandangannya kurleb sama , dengan hamparan pasir putih yang panjang , pepohonan hijau , terumbu karang dan air jernih berwarna hijau biru. . . Tuhan menciptakan alam dan seisinya begitu indah sampai keindahannya tiada habisnya , dari pulau 1 ke pulau yg lain. Sampai jumpa di cerita berikutnya. Thanks 
    • By siskawul
      Khao Yai, daerah ini merupakan distrik di Thailand yang belum ramai dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Thailand. Objek wisata terkenal yang ada di sini antara lain Khao Yai National Park, Primo Piazza, Palio Village, Chocolate Factory, Sunflower field, dan kafe-kafe lucu dengan design design yang instagrammable yuhu.
      Kali ini saya tidak membahas objek-objek wisata tersebut, tetapi hanya yang kemarin sempat saya kunjungi pada liburan singkat di Thailand ala kere hore. 
      Yuk capcus. 
      How to get there
      1.    Langkah pertama, kalian harus bangun dari tidur cantik kalian. Pastikan kalian bangun dan siap2 lebih pagi dari biasanya, apalagi yang berniat just one day trip seperti kami kemarin. Kemarin, kami sudah bangun pagi, siap2 lebih pagi, tapi ada tragedi pencarian kunci hostel yang nyelip dulu saat mau keluar kamar. Yihuhu banget. Ditambah juga sulitnya mencari taksi yang akan membawa kami ke mochit bus station. 
      2.    Langkah kedua, pergilah ke Mochit bus station atau yang lebih dikenal dengan Mochit 2. Kalian bisa pergi dengan BTS ke Mochit dan dilanjut naik bis. Entah bis nomor berapa kemarin sempet searching tapi karena kami tidak memakai alternatif itu jadi lupa *maaf. Berhubung kami berlima dan setelah dihitung2 harga naik BTS nyambung sama saja dengan naik taksi atau grab (lebih disarankan naik taksi meter saja, karena berdasarkan pengamatan harga, lebih murah pakai taksi meter dari pada naik grab. Oiya, taksinya nyetop di jalan aja, tapi pake meter atau argo ya).
      3.    Langkah ketiga, belilah tiket bus jurusan Pak Chong. Tiket bisa dibeli di loket bis nomor (nah yang ini berdasarkan blog walking saya, ada yg bilang ke loket 68, ada jg yang bilang loket 48). Kemarin kami mengikuti ke loket 68. Tapi loketnya tutup dan loket 69 buka dan tertulis Pak chong juga di situ. Walhasil, belilah kami tiket di situ dengan harga 150 Baht per orang. 
      4.    Langkah keempat, menujulah ke gate bis sesuai arahan penjual tiket. Kemarin kami si di gate (gate atau Line ya) 70. Masuk bis, dan menunggu sampai bis berjalan ke Pak Chong.
      Oiya, kemarin kami menunggu lamaaaa banget buat bus jalan. Kami masuk bis jam 09.00. Dan bus baru jalan jam 10.45. What a banget. Sampe laper laper deh. Penjual tiketnya bilang perjalanan dua jam. Tetapi kenyataannya, perjalanan 3 jam lebih. Huowww. Lusuh deh kami. Kayaknya kami salah ambil bis deh. Kayaknya si, kayaknya ya, jadi bus yang lewat ke Pak Chong itu ada banyak penyedia gitu, nah yang kami beli itu bukan yang terbaik. Tapi yasudahlah kami sampai juga kok ke Pak Chong. Selama perjalanan, ada berhenti-berhentinya. Bisa buat pip*s atau nyari makanan. Kami si udah males. 
      5.    Langkah kelima, setelah disampaikan di Pak Chong, bingung deh kami. Kemudian muncullah Ibu Noch yang baik hati banget mengarahkan kami bagaimana how to get to Primo Piazza impian kami.
      Jadi seturunnya kami di Pak Chong (jadi dia bukan terminal, hanya semacam terminal bayangan di mana bis-bis kadang menurunkan penumpang di situ). Bilang aja si sama supir atau kernetnya kalau kalian mau ke Khao Yai. 
      Oiya, kemarin kami blind banget turunnya di Pak Chong sebelah mana. Bilang ke kernet sama supir buat diturunkan di Pak Chong, pake Google Translate atau pake Bahasa Inggris, merekanya jawabnya pake bahasa Thailand. Kami geleng2 dan desperate. Tapi akhirnya diturunkan di tempat yang benar juga si. 
      Lanjut ke Ibu Noch, jadi dari terminal Pak Chong, alternatif transport ke Khao Yai adalah dengan sewa motor seharga 300 baht/motor/24 jam atau dengan sewa mobil seharga 2500 Baht (kata blog). Kemudian Ibu Noch menawarkan kami untuk naik Songthaew dengan harga 1500 Baht untuk dua tempat tujuan. Dengan pertimbangan waktu saat itu sudah menginjak sore, dan kami berlima, sewa motor butuh 3 motor jadi 900 Baht ditambah bensin 100 Baht per motor. Jatuhnya sama saja harganya. Ditambah pula kami bakal butuh waktu buat baca maps. Iya kalau ketemu dan akurat. Finally kami ambil tawaran dari Ibu Noch. Jug ijag ijug, ternyata lumayan jauh lho menuju ke Primo Piazza. Kami bersyukur ambil tawaran Ibu Noch. Jadi bisa ngobrol-ngobrol cantik kan di dalem songthaew sambil lihatin jalanan Khao Yai yang alus dan gede beut. 
      Ngomong ngomong Ibu Noch, beliau baik banget dan yang asoy bisa bahasa Inggris. Hamdalah. Jadi sesampainya di Pak Chong, kami nanya toilet, diarahkan di mana toilet, kami nanya tempat sholat, dijawab gak ada tempat sholat (emang gak ada si). Terus kami diberikan waktu buat belanja2 di sevel dulu sebelum meluncur ke Primo dan Palio. Seselesainya dari trip, kami juga dicarikan dan ditungguin sampai kami dapat bis ke Bangkok. Dan oh, kami dapat tiket bis ke Bangkok just 120 Baht. Yaiyuy, kami rugi 30 Baht deh. Dan setelah kami dapet bus dan mau naik bis, ibu Noch gak minta komisi atau bayaran apapun dong. Saya dan temen2 sempet pandang-pandangan. Beneran nih masih ada orang baik di tempat wisata apalagi di luar negeri begini? Beliau cuma minta dipromoin ke teman-teman yang mau ke Khao Yai. That's why saya bikin postingan ini. 
      Setelah say goodbye dan thank you sama Ibu Noch, kembalilah kami ke Bangkok dengan bahagia namun lelah. Oiya ini nomor HP Ibu Noch bisa diminta via DM ya.
      Dan, ini sekilas pandang objek-objek di Khao Yai yang kami datangi.
      Primo Piazza
      Tiket masuk: 200 Baht 
      Isinya: komplek perumahan ala Eropa gitu deh. Sebelum ke Eropa beneran, bisa lah buat pemanasan di Primo Piazza ini. Cekrek cekrek yang banyak ya, udah bayar mahal sist. Feel fotografer kalian harus lebih jeli biar bisa menangkap ke-chic-an tiap sudut Primo Piazza. 
      Di samping komplek ala Eropa, kalian bisa beri makan kambing (kambing? Iya, kambing sama kayak yang ada di kampung saya). Ada juga alpaca si. Yang seolah olah berada di Australia. Tapi pas kemarin ke sana, cuma ada sedikit alpacanya. Itu pun pada menjauh dan gak bisa kami kasih makan. 
      Palio Village
      Tiket masuk: free
      Isinya: toko-toko yang jual barang apa saja dengan konsep pertokoan layaknya Eropa (duh, kenapa lagi lagi Eropa si). Harganya mahal mahal si. Enggak cocok buat traveler kere hore macam kami. Jadi di situ kami cuma lihat lihat sebentar dan pulang. 
      Sekian catatan flashpacker kami ke Khao Yai. Kalau saya si suka sama daerahnya. Dingin, adem, banyak makanan di night marketnya (kelihatan pas kami jalan tapi kami gak brenti), dan penginepannya yang kami lihat pas perjalanan ke Primo konsepnya unik-unik. Next time kalau ke sana lagi mau nginep ahhh. InsyaaAllah 
      Semoga membantu buat teman-teman yang mau ke sana ya.
      Kap kun Kha, Kap kun Khrap










    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".