Octobrian Panjaitan

Bangkok 01 - 04 Mei 2015

25 posts in this topic

 

Halo Jalan2ers

 

Kali ini saya mau membagi pengalaman perjalanan saya ke Bangkok, Siem Reap, Phnom Penh, Ho Chi Minh City, Mui Ne, Singapura dari tanggal 01 Mei - 11 Mei 2015.

Travelling kali ini saya bersama 4 orang teman saya, tapi kebersamaan kami hanya di Bangkok dan Siem Reap, sisa perjalanan ke Phnom Penh, Ho Chi Minh City, Mui Ne dan Singapore saya sendirian.

 

 

Tiket

 

Sebelumnya tiket pesawat Jakarta – Bangkok by Lion Air sudah kami beli dari tanggal 29 Agustus 2014 dgn harga Rp 792,000. Tapi pada tanggal 02 April 2015 Lion Air mengirimkan email bahwa penerbangan kami di batalkan dan semua biaya pembelian akan dikembalikan (full refund), WTF. Di email tersebut, tiket kami dibatalkan karena penerbangan rute Jakarta – Bangkok oleh Lion Air sudah tidak beroperasi lagi sejak tanggal 01 Maret 2015, (lahh piye toh..!!?!??! Trus knp lu baru ngirimin gw email tanggal 2 April kampyettt!! :angry: )

 

Lsg nge cek skyscanner, cari tiket baru harganya 2-3 kali lipet, alamak mati lah  :wacko: 

Akhirnya saya reply Lion Air yang isinya menolak refund dan minta tiket baru ke Bangkok. Dan akhirnya mereka setuju dengan memberikan tiket baru tapi dengan rute baru yaitu dengan transit di KL, 5 jam pulak transitnya, baru lanjut ke Bangkok. Yoweislah daripada beli tiket baru lagi,

Pas liat tiketnya ternyata kami dapt business class untuk flight dari KL ke Bangkok, pertama kalinya naik business class walopun bukan airlines bintang 5 ora popo :D  Tapi ud kapok sama Lion Air, gak lagi-lagi deh naik Lion Air.

 

Berikut adalah tiket pesawat kami

01 Mei : Jakarta – Kuala Lumpur – Bangkok, via Lion Air   - IDR 792.000,-/orang

04 Mei : Bangkok – Siem Reap, via Air Asia                      - THB 1390 atau IDR 514.300/orang (Kurs THB 370)

10 Mei : Ho Chi Minh City – Singapore, via Tiger Air  (transit 24 jam)

11 Mei : Singapore – Jakarta, via Tiger Air                      - USD 104.46 atau IDR 1.326.640 (Kurs USD 12.700)

 

Total biaya Tiket pesawat IDR 2.632.940

 

 

Akomodasi

 

Karena perubahan tiket dari Lion Air, merubah juga sedikit itinerary kami. Yang awalnya  tiba di Bangkok pada pukul 10.00 menjadi 18.20. Konsekuensinya kami ga jadi ke Pattaya karena rencana awal adalah begitu sampai Bangkok langsung jalan ke Pattaya.

Cancel booking hostel di Pattaya dan nyari tambahan 1 malam lagi di Bangkok. Dan kami memutuskan menambah 1 malam lagi di Glur Hostel.

 

Glur Hostel, Bangkok                               : IDR 443,646/orang (3 hari)

The Unique Angkor Villa, Siem Reap        : IDR 193,354/orang (2 hari)

Packer Choices Hostel, Phnom Penh          : IDR 72,657 (1 hari)

Suite Backpackers Inn, Saigon                : IDR 164,644 (2 hari)

 

Semua hostel tersebut di atas saya dan @kokoadit booking melalui situs hotel booking Agoda.com

 

 

Day 1

Jakarta – KL – Bangkok

 

Janjian kumpul di bandara jam 7 pagi on time. Pesawat akan take off jam 09.05.

Semua datang on time, jadi masih sempet sarapan dulu sebentar di Bakmi GM, jam 08.00 langsung masuk ke Gate.

Akhirnya tibalah kami di bandara KLIA2 pada jam 12.05, setelah selesai proses imigrasi langsung nyari tempat makan buat isi perut dan ngerokok. Pengalaman tahun kemaren di KFC KLIA2 saya masih bisa nge rokok di luarnya tapi pas kemaren kesana ternyata tidak diperbolehkan lagi. Jadinya selesai makan lansung cari smoking area, yang adanya hanya di luar bandara, abis sebatang trus masuk lagi ngadem, keliling2 bandara klia2 sebentar trus nongkrong lagi trus kluar nge rokok lagi trus masuk lagi hahahaa.. :lol: sampai jam 3an sore, akhirnya kami masuk gate. Setelah selesai mengisi arrival/departure card masing-masing masuklah kami ke pesawat, kali ini dengan Malindo Air business class, langsung pada narsis foto-foto hahaha... gpp norak.  Pesawat take off jam 17.10

 

post-26936-0-90952600-1433827780_thumb.jpost-26936-0-43972400-1433828313_thumb.jpost-26936-0-95670900-1433842110_thumb.j

 

Dan tiba lah kami di bandara Don Mueang, Bangkok pada pukul  18.20.  Woohoo.. akhirnya kesampaian juga saya nginjek tanah Thailand, terima kasih Tuhan.

Karena beberapa temen hanya membawa US Dollar jadi kami cari Money Changer untuk tukar ke Baht Thailand, saya sendiri udah punya Baht hasil tukar sama mba @Sari Suwito :D. Setelah selesai nuker duit ternyata antrian untuk imigrasi ud panjang banget karena hanya beberapa orang petugas saja yang jaga. Kira-kira 40 menit akhirnya kami selesai proses imigrasi, turun ke bawah ke arah pintu keluar nyari SIM Card.

Kami pilih TrueMove H  selama di Bangkok. Harganya 299THB, Unlimited internet for 7 days.

 

Dari bandara Don Mueang kami naik bis A2 menuju ke BTS (SkyTrain) Mo Chit Station, bayar 30THB ke kondektur yang adalah seorang ibu yang dengan cepat dan sangat lihai memotong-motong tiket tanda bayar, cool.. Setelah sampai di Mo Chit, belajar beli tiket BTS hehehe.. Gampang banget ternyata.

Dari gambar di bawah terlihat jelas, papan sebelah kanan saya adalah Fare information, tercantum Nama-nama station tujuan yang berisi angka tertentu. Angka tersebut mengindikasikan biaya tiket yang harus dibayarkan.

Contoh saya dari Mochit mau ke BTS Saphan Taksin, tertulis angka 42 yang artinya biayanya 4THB.

Sekarang pindah ke papan sebelah kiri, 1)Select Fare, pilih 42 kemudian masukkan uangnya di 2)Insert Coin, tunggu sampai tiketnya keluar di 3)Take Ticket dan jika ada uang kembalian, ambil di 4)Take Change.

post-26936-0-70122000-1433828471_thumb.jpost-26936-0-94940000-1433830036_thumb.j

Dari Fare information juga terlihat bahwa kami nanti harus transit di Siam Station (Interchange Station) untuk pindah jalur SkyTrain ke Silom Line.

Klo tidak punya koin an Baht, tinggal tuker saja di tempat penukaran koin, setiap stasiun pasti ada tempat penukaran koin jadi ga perlu kuatir.

Tiket yang sudah kita terima tinggal di masukkan di gate masuk, tunggu sampai tiketnya keluar lagi baru deh jalan. Tiket ini jangan sampai hilang karena akan digunakan lg sebagai tiket keluar gate di station tujuan.

Selama di Bangkok saya beberapa kali naik SkyTrain, kondisi keretanya masih bagus2, AC nya tetap berasa dingin walopun penuh dengan penumpang, penumpang turun terlebih dahulu baru kemudian penumpang naik, penumpang antri di baris yg telah ditentukan, nyaman lah pokoknya.

Perjalanan sekitar 30 menit sampailah kami di Saphan Taksin Station. Tiket masuk yang masih kita pegang tadi tinggal masukkan ke gate keluar.

 

Dari Saphan Taksin Station ke Glur Hostel sangat dekat, apalagi ke Shangri-La Hotel jauh lebih dekat lagi :D

Sampai hostel disambut welcome drink trus langsung check-in, tiap orang harus deposit 500THB yang akan dikembalikan sepenuhnya nanti setelah check-out.

Kami memilih lower bunk bed, ukuran kasurnya lebih besar dari single jadi sebenarnya bisa muat untuk dua orang. Tetapi upper bunkbed ukuran kasurnya yang single.

 

post-26936-0-12981900-1433828562_thumb.jpost-26936-0-80799100-1433828767_thumb.jpost-26936-0-96391800-1433828339_thumb.j

 

Setelah selesai check-in naro tas dan rebahan bentar. 3 orang dari kami termasuk saya memutuskan untuk keliling sekitaran hostel. Tadinya mau liat Cathedral of The Assumption tapi Gerejanya ada di dalam sekolahan dan ud tutup juga. Jadinya kami makan mlm di pinggiran jalan seberang The Lebua Tower, di Lt. 63 gedung ini ada Sirocco Skybar.

Saya pesen, Deep Fried Pork Ribs dan Shrimp with Green Curry. Green Curry nya bused dah panas dan puedess bangetttt pas di tenggorokan tapi lmyn enak sih. Mungkin klo ud terbiasa makan dengan Green Curry ini baru bisa menikmati, tapi untuk yang pertama kali kaya saya wooaahhh…

Kelar makan, langsung cabut balik ke hostel tapi jgn lupa bayar sob..

 

 

Day 2

Grand Palace, Wat Pho, The Jim Tompson House, Patpong

 

Sebelum berangkat, sarapan dulu smp kenyang di Glur Hostel. Reviewnya bisa baca

Dari Glur Hostel ke Sathorn Central Pier cuma 2 menit saja dengan berjalan kaki. Antrian sudah memanjang ketika kami sampai di dermaga. Setelah menunggu 20 menit akhirnya kami bersama-sama penduduk lokal dan puluhan turis lain nya menaiki orange flag boat menyusuri Chao Praya yang berwarna hijau, tujuan pertama hari ini adalah Grand Palace. Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya menghampiri kami menagih uang sejumlah 15THB sebagai ongkos boat, tangan nya yang cekatan memotong-motong tiket dan memberikannya kepada setiap penumpang tanda sudah bayar.

Di tengah perjalanan Wat Arun Temple terlihat dari kejauhan, tetapi tampaknya sudah dikelilingi oleh tiang-tiang bahkan sampai ke ujung paling atas. Renovasi Wat Arun masih belum selesai..

Turun di Ta Chang Pier, jalan keluar melewati kios-kios agen tour, penjual souvenir, buah dan makanan. Kami beli jus buahnya enak dan seger 20THB per botol kecil. Langsung terlihat tembok luar Grand Palace berwarna putih. Suara nyaring dari speaker Grand Palace terdengar diantara deru kendaraan bermotor memperingatkan para turis untuk tidak percaya akan scam bahwa Grand Palace sedang tutup.

Sebelum masuk kami harus sewa celana panjang dulu sebesar 100THB, uang ini nanti akan dikembalikan penuh setelah celana panjangnya dikembalikan. Ada petugas yang berjaga mengawasi pakaian turis yang layak atau tidak. Dengan membayar tiket masuk seharga 500THB, kami masuk ke Grand palace sekitar jam 10 dan pengunjung nya sudah mulai ruame. Kami menghabiskan waktu sekitar 2jam an mengelilingi kompleks Grand Palace yang luas ini. Semua bangunan-bangunannya indah baik interior, eksteriornya dan koleksi-koleksi yang di miliki ataupun yang dipersembahkan untuk keluarga Kerajaan Thailand, sangat layak menyandang nama Grand Palace, TOP.

Khusus untuk The Royal Monastery of the Emerald Buddha, no photo and video are allowed. Masuk ke ruangan ini, bener-bener WOW, indah banget, satu ruangan penuh dengan hiasan dan patung dari emas dan batu permata. Dan patung Emerald Buddha itu sebenarnya adalah batu jade tapi dulu di ukir dari satu bongkah batu jade utuh, sadess..

Selesai mengelilingi kompleks Grand Palace, kami mengembalikan celana sewaan dan tampak semakin banyak turis yang datang.

 

gallery_26936_1363_99975.jpg

gallery_26936_1363_47765.jpg

 

post-26936-0-26972500-1433829694_thumb.jpost-26936-0-66860100-1433828419_thumb.j

post-26936-0-16515400-1433829971_thumb.jpost-26936-0-68234000-1433842120_thumb.j

post-26936-0-91042000-1433830576_thumb.jpost-26936-0-36394100-1433830681_thumb.j

post-26936-0-02092700-1433829976_thumb.jpost-26936-0-49727000-1433830038_thumb.j

 

Dari sini kami makan siang dulu di Krisa Thai Food, lokasinya di seberang Grand Palace. Tempatnya kecil tapi 2 lantai. Saya pesan Nasi Goreng Sapi dan air mineral, rasanya enak tapi lama aja datangnya tuh makanan, total 130THB klo gak salah.

post-26936-0-84136100-1433830713_thumb.j

 

Lanjut ke berjalan kaki sekitar 10 menit di tengah terik matahari Bangkok, sampailah di Wat Pho (Reclining Buddha).

Biaya masuknya 100THB, sudah termasuk kupon untuk menukarkan sebotol air mineral. Masuk ke dalam Temple of Reclining Buddha harus membuka alas kaki, disediakan kantung untuk membawa alas kaki masing-masing. Dan lagi-lagi WOW, patung Buddha yang sedang berbaring sepanjang 46meter yang seluruh tubuhnya dilapisi emas. Pada bagian telapak kakinya dihiasi oleh kerang mutiara, dan saya perhatikan sepertinya setiap centimeter dari ruangan ini berhiaskan sesuatu mulai dari tiang, jendela bahkan sampai plafonnya tidak ada yang polos, indah sekali. Kita pun bisa ber-donasi 20THB kemudian ditukarkan dalam bentuk koin yang kita taruh ke dalam panci-panci yang berjejer di jalan menuju pintu keluar. Di luar temple ini masih banyak bangunan-bangunan lain yang berisi patung Buddha lainnya yang dapat kita nikmati keindahannya. Ada pula taman-taman kecil yang berisi patung-patung kecil dalam posisi-posisi yoga.

 

gallery_26936_1363_524754.jpg

post-26936-0-38256500-1433830843_thumb.jpost-26936-0-14692500-1433830805_thumb.j

post-26936-0-01846700-1433830838_thumb.jpost-26936-0-67897800-1433831628_thumb.j

post-26936-0-19569200-1433830811_thumb.jpost-26936-0-07978400-1433830802_thumb.j

 

Selesai dari sini kami tidak ke Wat Arun sebab seperti yang telah saya katakan sebelumnya tiang-tiang penyangga sudah melingkupi Wat Arun sampai ke ujung paling atas, jadi tujuan kami selanjutnya adalah ke Jim Thompson House.

Keluar melalui pintu keluar yang tak jauh dari pintu masuk kemudian berjalan ke arah kanan kemudian menyebrang ke jalan Charoen Krung Road kemudian berjalan lagi sekitar 50 meter ketemulah halte bus umum dari sini kami naik Bus no. 48 ke arah MBK, hanya membayar ongkos 3THB saja. Kami turun persis di gang menuju ke Jim Thompson House & Museum. Dari gang ini, jalan kaki sekitar 5 menit saja.

 

Jim Thompson adalah seorang arsitek dan sukrelawan untuk US Army. Museum ini awalnya adalah rumah pribadinya. Kain tenun sutra Thailand tadinya sudah lama di abaikan tapi Jim Thompson menyukai kerajinan tangan ini sampai akhirnya dia mengabdikan diri sepenuhnya untuk menghidupkan kembali kerajinan sutera ini dan akhirnya berhasil.

Biaya masuknya 100THB kemudian kami disuruh menunggu sampai jam 4 untuk mengikuti free tour yang disediakan oleh museum.

Bersama-sama dengan turis lainnya yang berjumlah 12-14 orang kami diajak mengelilingi rumah ini, tapi terlebih dahulu menyimpan semua barang bawaan dan melepas alas kaki di loker dan rak sepatu yang telah disediakan. Seorang guide mengajak kami berkeliling dari satu ruang ke ruang lainnya sambil memberikan penjelasan mengenai isi setiap ruangan, arsitekur rumahnya, koleksinya dan sejarah Jim Thompson sendiri. Dengan gaya yang humoris dan interaktif tur yang tidak terlalu lama ini terasa menyenangkan  :D .

Buat saya Jim Thompson House ini recommended

Selesai mengelilingi rumah museum yang unik dan indah sekali ini, kami mampir ke cafenya. Tempatnya enak, sejuk, nyaman tapi harganya agak mahal. Saya disini cuma mengambil 1 foto doank itu pun sebelum free tour nya di mulai, jadi maaf ga ada foto yang bisa saya share di Jim Thompson.

 

Dari Jim Thompson House kami lanjut ke Madame Tussaud di Siam Discovery dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Berhubung saya sudah pernah ke Madame Tussaud 2 tahun lalu tapi yang di Hong Kong, jadi saya skip deh, cuma 1 orang temen saya yang cewe yang masuk ke dalam, kami berempat nyari makan di Siam Central, tepatnya di Food Republic. Pertama harus punya kartu pembayaran dulu untuk bisa beli makanan. Tinggal datangi saja kasir yang ada kemudian deposit uang yang secukupnya nanti akan diberikan kartu pembayaran. Jika masih ada kelebihan uang akan dikembalikan di kasir tempat membuat kartu pembayaran. Banyak banget pilihan makanan disini dan tampak menggiurkan semuanya, saya sampe bingung mau beli makan apa. Lumayan murah makanan di sini, total saya hanya habis 90THB.

Selesai makan, balik ke Siam Discovery jemput temen di Madame Tussaud. Keliling mall sebentar trus balik ke hostel dengan menggunakan BTS.

Selesai mandi saya ngajak temen2 ke Patpong soalnya masih jam 9.30, males banget klo langsung tidur. Berangkatlah kami ke Patpong dengan menggunakan BTS, turun di Sala Daeng station. Dari sini kami berjalan menyusuri jalan dan gang-gang yang ada. Di sekitar Patpong ini selain menjual souvenir banyak juga yang menjual sex toys untuk pria dan wanita hahaha… :lol: 

Ada satu kejadian lucu disini, kami asal belok aja masuk ke salah satu gang, yang ternyata adalah gang GAY hahaha… Pantesan aja kaga ada cewe satupun termasuk waiternya dan pada mesra banget ngobrolnya. Mana gang buntu lagi, langsung pada balik kanan dengan langkah cepat hahahahaaa…. :lol: 

Akhirnya ketemu gang yang sederetan penuh dengan go-go bar lengkap dengan sexy pole dancernya tapi bingung karena kami bawa temen cewe satu, ga enak ninggalinnya akhirnya cari café bwt nge beer aja deh. Nyangkut di Happy Beer Garden di pinggir jalan Surawong, sambil ngeliatin orang lalu lalang. Unik di Bangkok beer nya ada pegangan busanya gitu, mungkin biar tangan ga basah kali yak. Saya nyobain Chang Beer 100THB, rasanya lebih pahit sedikit di bandingin sama beer Bintang. Ngobrol nge beer sampe jam 1 pagi baru pulang dengan naik taxi 200THB.

 

post-26936-0-02448500-1433833616_thumb.jpost-26936-0-92803100-1433833517_thumb.j

post-26936-0-66429900-1433832994_thumb.jpost-26936-0-12495700-1433832993_thumb.j

 

 

Day 3

Chatuchak Market, Asiatique

 

Hari ini baru keluar hostel jam 10an, dengan tujuan ke Chatuchak Market. Naik Skytrain dari Saphan Taksin turun di Mo Chit station. Dari Mo Chit sebenarnya bisa jalan kaki aja tapi berhubung tengah hari bolong, kami memilih nyambung dengan naik MRT dari Mo Chit ke Kamphaengphet station. Keluar dari stasiun ini langsung berada di kompleks Chatucak dan bisa juga ke Or Tor Kor Market.

Hal pertama yang kami lakukan adalah mencari money changer soalnya ud pada kehabisan Baht. Setelah tanya sana-sini akhirnya ketemu Bank dengan rate yang bagus. Layar televisi sedang menayangkan pertandingan petinju kebanggan Asia yaitu Many Pacquiao vs Floyd Mayweather Jr. Keluar dari Bank kami mampir membeli Coconut ice cream, segerrr.. Di lahar parkir dekat penjual es krim ini ada satu televisi yang di kerubungi oleh banyak penonton, warga Bangkok dan juga turis asing yang menyaksikan pertandingan tinju, seruu. Tapi sayang endingnya lesu karena Pac Man kalah angka.

Sebelum mengelilingi pasar ini kami nyari makan siang dulu karena udah jam 12, nyari yang ber-AC biar sekalian ngadem :DToh Plue Restaurant namanya, ada yang di dalam ruangan dengan AC ada juga yang di luar ruangan. Saya lupa nama makanan yang saya pesen, rasanya enak, lmyn banyak dan presentasi nya cantik. Di resto ini saya lihat seorang cewe bule yang muka nya tampak familiar buat saya, ternyata dia bukan teman saya hahaha.. ngarep. Dia adalah Marion, seorang chef wanita, klo yang suka nonton TLC mungkin pernah nonton program memasak Marion’s Thailand, tapi saya gak ngambil fotonya. Chef aja makan disini juga berarti memang pilihan kita bener, memang makanannya recommended.

 

post-26936-0-70576800-1433842360_thumb.j post-26936-0-74904300-1433842383_thumb.j

 

Perut kenyang, waktunya mengelilingi pasar ini. Segala macam barang ada di jual di sini dari kaos, celana, tas,sabun, alat rumah tangga, sayur, buah, binatang piaraan, dll. Saya belanja souvenir, kaos & buff. Di pasar ini juga bertebaran penjual makanan dan minuman, buah potong segar seplastik cukup besar seharga 40THB, puas dahhh.. Mungkin total saya abis lebih dari 1000THB di sini. Kelar dari Chatucak sekitar jam 4an, balik ke hostel dengan naik BTS lagi dari Mo Chit station.

Setelah bersih-bersih dan istrht sebentar, jam 7 saya ber-2 jalan ke Asiatique sedang 3 teman saya yang lain pada nge-mall.

Dari Sathorn Central Pier ada free shuttle boat ke Asiatique, tapi antriannya gile panjang bangettt, bahkan beberapa bule yang antri di depan kami akhirnya menyerah dan memilih naik taksi. Setelah menunggu sekitar 40 menit akhirnya kami naik shuttle boat ke Asiatique. Banyak resto dan café yang nyaman dan bagus tapi dengan harga yang lumayan mahal. Food court dengan g=harga yang pas di kantong juga ada, kami masuk ke salah satu food court yang ramai, pesen Pad Thai dan Thai tea, enak banget, puas :)

Setelah kenyang kami nyari café bwt sekedar nge beer tapi yang ada big screen nya biar bisa nonton pertandingan Chelsea vs Sunderland, males sebenernya nonton Chelsea maen, karena saya Manchunian :D tapi temen fans the Blues dan ini pertandingan penentuan Juara Liga Inggris. Saya sih berharapnya Chelsea kalah biar seru tapi ternyata menang 3-1 dan dengan kemenangan tersebut juara Liga Inggris musim ini sudah pasti milik Chelsea, dammit.. :D

Selesai nonton kami bergerak menaiki Mekhong Asiatique Sky, ferris wheel, tiketnya 300THB. Pertama-tama naek berasa serem juga karena udah lama buanget ga naek bianglala, pemandangan kota Bangkok terpampang nyata dari sini :lol:  Gemerlap lampu dari rumah, toko, bar, gedung-gedung bertingkat, kapal yang berlalu lalang di Chao Praya dan kendaraan yang melintas di berbagai jalan menghiasi kota Bangkok, cakep :D  Hasil tangkapan pocket kamera kurang bagus karena gondola yang berkaca cembung dan buram, hasil paling bagus ya tangkapan mata sendiri :D

Setelah kira-kira 6 atau 7 kali putaran dan berkali-kali foto dengan berbagai sudut akhirnya kami harus berhenti dan turun bergantian dengan penumpang lain yang masih antri menunggu giliran.

 

post-26936-0-68826800-1433842346_thumb.jpost-26936-0-64911200-1433842338_thumb.j

post-26936-0-24848100-1433842392_thumb.jpost-26936-0-85426300-1433842376_thumb.j

post-26936-0-33301300-1433842367_thumb.jpost-26936-0-69370700-1433842355_thumb.j

 

Kami langsung berjalan menuju dermaga untuk naik shuttle boat balik ke Sathor Central Pier, karena boat terakhir yaitu jam 11 malam sedangkan sekarang ud jam 10.30. Dan sama seperti berangkat, antrian menunggu kapal pulang pun ud panjang tapi kali ini kami cuma menunggu sekitar 15 menit langsung naik shuttle boat balik ke Sathorn Pier, tinggal jln kaki aja ke hostel. Minum susu dan makan roti dulu di shared kitchen, gratis ini :D trus mandi, packing dan tidur karena besok berangkat ke Siem Reap by Air Asia jam 10.10

 

 

Day 4

Bangkok - Siem Reap

 

Bangun pagi-pagi langsung sarapan sepuasnya di shared kitchen, mandi dan check-out hostel.

Dari depan Robinson mall kami naik taxi Innova ke Don Mueang airport dengan biaya 500THB. Sampai bandara baru jam 8an, nongkrong bentar di Starbucks karena sekalian temen ada yang nitip beliin tumbler Starbucks. Kemudian saya berjalan ke souvenir shop di bandara, saya beli 2 magnet seharga 250THB. Kadang saya suka beli 1 ato 2 souvenir di bandara karena bentuknya lbh bagus dan ga ada di jual di pasar2 walopun harganya jelas lebih mahal, setelah itu sisa Baht yang ada langsung saya tukerin ke US Dollar di money changer bandara.

 

See you guys in Cambodia

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

gw udah pernah ke phuket mod. dan karena tampilan yang setengah itu masuk kategori cewek cakep, jadi gw mah biasa2 aja disana.. gw nginep di daerah bangla road, tinggal sepengesotan ajah ke daerah klub-klub nya patpong waktu itu.

 

tapi laen soalnya kalo yang liatin lo cowok2, mana badan nya gede2 pula, hahaha..

 

@Octobrian Panjaitan ini mah obe penasaran sama ladyboy dia kalo ke phuket, pengen "mengobservasi" sepertinya, hahahaha  :ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/12/2015, 4:24:01, kokoadit said:

 

memeriksa sambil menyentuh be, biasa nya mereka minta 100 Baht aja kok  :lol:  :lol:

 

On 6/12/2015, 11:14:06, Octobrian Panjaitan said:

@kokoadit

:ngakak   Pengalaman nih adit hahahaa...

uwaw pengalaman kalian juara :ngakak 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By Vara Deliasani
      Universal Studio Japan (USJ)

       
      Universal Studi Japan (USJ) merupakan tujuan utama gw dalam perjalanan ke Jepang kali ini,, karena gw emang doyan banget baca Harry Potter. Baca loh yaaaa.. bukan nonton, bahkan 1 pun filmnya ga ada yang gw tonton sampe selesai. abisnya kalo setelah baca buku lalu nonton film suka jadi bete karena ga sesuai dengan apa yang gw imajinasikan. So.. daripada kecewa mendingan gw ga nonton filmnya. hahaha
      Oke balik lagi ke cerita kunjungan ke USJ. Sebenernya pengennya ke USJ pada saat hari kerja biar ga terlalu rame.. tapi apa boleh buat jadwal ga memungkinkan.. Gw kesana tanggal 4 Desember 2016, pas banget jatuhnya di hari minggu. Udah kebayang pasti penuh. Jadilah diniatin sampe USJ harus pagi banget dan begitu pager dibuka mau langsung lari menuju ke area Harry Potter (sebelom keramean). Karena planningnya gitu jadinya gw harus beli tiket USJ dari pas masih di Jakarta. Berhubung yang paling deket rumah itu JTB akhirnya diputusin buat beli di JTB.
      Tiketnya cuma selembar gitu. Open date dan berlaku selama 1 tahun. Walaupun jangka waktunya 1 tahun tapi cuma bisa dipakai untuk 1 kali kunjungan. Pada saat pembelian tiket dijelasin kalo tiket ini cuma buat sekali masuk, jadi kalo udah keluar gabisa masuk lagi. Beda banget sama Universal Studio Singapore yang keluar masuk sampe pusing.
       


      Tiket USJ dari JTB
       
      Dari Osaka Hana Hostel menuju USJ harus sekali ganti kereta. Dari Shinsaibashi station menuju ke Osaka Station, lalu ganti ke JR line dan turun di Universal City. Untuk pembayaran transportasi ga di cover yaa sama day pass yang dapet dari paketan Yokoso Pass, kenapa? karena perjalanan ke USJ harus menggunkan JR line. Jadi gw beli ICOCA buat bayar transportasi sekalian nanti selama di Tokyo.
       

      ICOCA Card
       
      Hari yang di nanti akhirnya tiba!!!  Lalu seperti biasa... gw dan kebodohan gw kembali menjadi perusak rencana. Kali ini gw salah setting alarm. AAAAAAAKKKKKKKK!!! Niatnya bangun pagi banget trus jam 8an udah harus sampe di USJ. Tapi kenyataannya jam 8 BARU BANGUN. HAHAHAHAHA. Telaaattt deeehhhh.. Blom lagi pake salah liat peta dan salah stasiun. hahahaha. Jadinya jam 9.30 baru sampe USJ. Udah pengen nangis kebayang pasti bakalan penuh. 
      Turun dari kereta, gw jalannya udah lesu gitu, kehilangan semangat. hahahaha. Tapi begitu liat gerbang USJ waaahh ternyata ga terlalu rame. Belom serame cendol.. Waaaaahhhhh... gw langsung semangat lari ke dalem.
      Btw kita ber 2 ga sempet sarapan jadinya ngebungkus onigiri, tadinya udah takut tas diperiksa trus onigirinya dibuang.. tapi ternyata pas nyampe gate ga diperiksa. Yeeeeeiiiii... tapi sayang cuma bawa 4 biji. Tau gitu kan bawa 15 bijiiiii, sekalian buat bekel makan siang sampe malem. hahahaha. Padahal lumayan kaaaaann bisa irit... maklum lah rencananya seharian disana dan makanan disana mahal.

      Pintu Utama USJ
       

      Map USJ
       
      Oke sampe didalam langsung panik lari ke arah kanan, buru-buru jalan ke arah Harry Potter. Sampe di depan area gw pikir bakalan dibatesin gitu masuknya. Harus pake ngambil tiket yang ada waktu masuknya gitu. tapi ternyataaaaaa.... aaaaaahhhh ga pake tiket. Yeeeeiiiiiii!!! kayanya sih karena masih pagi jadi belom terlalu rame. Masuk area Harry Potter, ga pake liat kiri kanan langsung menuju Hogwarts buat ngantri main Harry Potter and the Forbidden Journey. Antrinya udah 100 menit. Dan ga ada single ride. Ya udahlah yaaaaa... terima aja. Masuk ke antrian sambil makan bekel onigiri.
      Ga berasa udah nyampe giliran.. semangat banget langsung naik dengan cengengesan. Ternyata cuma bentar banget ride-nya.. cuma kedip-kedip udah kelar aja gitu. Gw sama laki gw begitu selesai cuma liat2an trus langsung ketawa meringis.. udaaaahhh??? gitu doaaaanggg???? hahahahhaha. Ngantri 100 menit, mainnya cuma 5 menit. Udah gitu ga ada single ride.. mungkin karena itungannya sepi kali yaaa jadi ga dibuka single ridenya. Atau mungkin memang ga ada? Ntahlah... tapi saran gw emang pertama masuk harus kesini dulu. Karena ride ini emang yang paling rame.
      Beres dari situ kita putusin muter-muter area Harry Potter dulu baru setelah itu geser ke area Jaws.
      Di dalam are ini ada 2 ride utama, selain Harry Potter and the Forbidden Journey ada Flight of The Hippogriff. Laki gw males ngantrinya.. gw juga ikutan males. Masih kebayang pegel ngantri. Jadilah kita muter-muter sambil foto-foto aja. 
       


       
       



      Sebelum keluar kita sempetin mampir ke Wand Magic, kebetulan antrinya cuma 15 menit aja,. Disini bakalan ketemu Ollivander, nanti kita semua disuruh masuk ke ruangan lalu Ollivander bakalan milih satu orang buat nyoba dan milih wand yang pali sesuai. Ntah kenapa tiba-tiba GW YANG KEPILIH!!!! OEEEMMMMJIIIIHHH!!! Majulah gw, disuruh nyobain beberapa tongkat. Ujung2nya "dapet" tongkat yang cocok.. trus disuruh pegang dan keluar ruangan.. gw udah GR aja kaaannn.. Gw pikir beneran dikasih. Lumayaaannn kaaaaannn.. Ternayat begitu diluar ruang disuruh beli aja cuuuiiii. OGAAAAAHHH. hahahaa. Males banget.. mendingan duitnya buat makan. (Iyaaaa gw pelit. hahaha).
      Oke udah puas muter-muter disini akhirnya kita putusin buat pindah ke area lain. Kalo diliat di peta USJ kita muternya berlawanan dengan jarum jam.. Jadi tujuan berikutnya adalah area Amity Village. Di area ini ride utamanya cuma Jaws. Liat antrian 60 menitan gitu. Cek antrian single ride wah cuma 5 menit. Jadi diputusin buat ambil antrian single ride aja. Ga barengan gpp orang tujuannya emang mau mainya kaaann.. Ga pake lama2 ngantri langsung deh naik ke perahu. Seru sih yaaaaa.. tapi sayang bahasa Jepang. Ya ga paham laaah gw mba2nya cerita apa. Tapi overall oke lah. Seru juga, apalagi ledak2annya gitu. Cuma sayang gw ga kebagian basah2an. hahaha (yang lain berharap ga kena basah gw malah pengennya basah2an). Ya abis ga seru kaaaannn kalo ga basah,,, ga ada ceritanya.
      Ga sempet foto siang-siang karena pengen ngejer show di waterworld yang udah mau mulai. Jadi foto "ikan"nya pas malem deh.

       
      Beres dari area Amity Village pindah ke Waterworld. Seru sih yaa.. cuma lagi-lagi gw ga paham mas mbak nya cerita apa. Ya kaliiiii dia kira semua bisa bahasa Jepang. Jadilah cuma duduk sambil celingak celinguk. Tapi actionnya oke lah. Gw mau sih nonton lagi. Cuma lebih oke kalo pake bahasa inggris. Shownya sendiri sekitar 15-20 menit kalo ga salah.

      Salah Satu Sudut di Waterworld
       
      Beres nonton atraksi di Waterworld kita langsung pindah ke area Jurrasic Park. Tadinya sih laki gw mau naik The Flying Dinosaur, tapi begitu liat cuma digantung gitu trus pake muter-muter langsung dia mundur teratur. hahaha. Kalo gw sih emang udah niat ga bakalan mau naik. Makin berumur makin ga kuat main beginian. Tanda-tanda ke jompo-an.

      Akhirnya selama di area ini kita cuma ngetawain yang naik roller coaster sambil makan onogiri. Abis itu langsung main Jurrasic Park - The Ride. Ceritanya naik perahu trus keliling area Jurrasic Park, trus nanti ada tanjakan trus meluncur turun gitu. Udah gitu doang. Kita ber2 emang cupu. hahaha. Tapi lagi2 gw ga basah. Kecewaaaaaaaaa.......
      Setelah itu  pindah area lagi.. Kali ini giliran area San Francisco. Di area ini ada 2 ride, yaitu Back to The Future dan Backdraft. Sayangnya back to the futurenya lagi di renovasi. Ngoookkkk. Jadi cuma main Backdraft aja. Backdraft ini kalo di Universal Studio Singapore kaya Lights Camera Action. Kta dibawa ke area yang di set kaya tempat syuting Backdraft. Lagi2 bahasa Jepang,, tapi untung gw udah pernah nonton filmnya, jadi yaa lumayan ngerti lah ya. Antrinya juga ga lama cuma sekitar 40 menitan.

      Dari situ pindah lagi ke area New York.. disini ada Spiderman dan Terminator. Buat Spiderman kita pake single ride lagi.. cuma ngantri 30 menit aja. Ridenya mirip kaya Transformer  di Universal Singapore. Kalo terminator kombinasi 3D dan Live Show. Keren.. tapi gw paham ceritanya. hahaha.

      Disini juga harusnya ada Space Fantasy tapiiii tapiii tapiiii.. ditutup buat acara Cool Japan. KECEWAAAAAAAAAHHHHHHH. Padahal ini dan Back to The Future merupakan mainan yang paling gw tunggu2. 
      Didepannya Back to The Future aditutup pake kayu-kayu dilukis gambar Minions gitu.. jadilah buat menghibur diri kita foto-foto disini aja.

       
      Lalu mendadak ujan aja doooonggg. UJAAAAAAANNNNNNNN 
      Dari situ lanjut ke area Hollywood, disini ada Hollywood Dream - The ride tapi kan ujan.. jadi tutup deeeh... Gw emang ga bakalan naik tapiii tapiii tapiii kan ga asik ajaaaaaaa...

      Kalo kata @syahrulsiregar gw semacam gadis pengundang hujan (Gadis yaaaa.. gadis..). Karena ujan emang suka ngikutin gw. Bahkan nanti sampe ngikut gw ke Takayama pas gw janjian sama om alul. Karena ujan ya udah deh kita main yang ga penting-penting yang di indoor sambil muter-muter sambil foto-foto. Semua parade juga di cancel. Syeeeddddddiiiiiiiiihhh...
      Kita keasikan main sampe lupa makan. Padahal udah jam 7 malem. Padahal cuma baru diganjel makan onigiri 2 biji/orang. Mendadak laper... akhirnya kita putusin udaha aaah.. Pulang ke Hotel. Lagian besok pagi-pagi udah harus jalan ke Shirakawago.
      Kesimpulan : Seru sih yaaa main kesini. Boleh lah dicoba. Kalo antrian panjang manfaatin aja single ride, lumayan bisa menghemat waktu dan tenaga. Toh dateng kesana niatnya main kan.. jadi ga barengan gpp lah yaaa. Perlu beli express pass? hhhmmm... kalo ada duit lebih sih gpp, tapi mending adteng terus liat kondisi dulu aja. kalo emang antriannya udah ga ketolong banget, bahkan dengan single ride, ya boleh lah beli express pass.
      Dadaaaaaaaahhhh USJ... Sampe ketemu laaaagiiiiiii..... Gw bakalan balik lagi khusus buat main Back to The Future dan Space Fantasy dan nonton Parade. 

       
       
      Link Terkait:
      Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
    • By anna22

      18/8/2017  Flight Malam Jkt-KL. Karena kami menggunakan Lion Air, mendarat di KLIA 1, padahal besoknya kami ada flight dengan AA dari KLIA 2. Beruntungnya ada shuttle bus gratis antara KLIA 1 ke KLIA 2 yang beroperasi 24 jam. Begitu sampai di KLIA 2, kami mencari tempat untuk mengisi baterai HP sambil selonjoran.    19/8/20  Flight pagi jam 6 kami sudah check in jam 4 dan melewati imigrasi lalu menuju gate yang tertera di boarding pass. Saya dan salah satu teman yang muslim juga menuju musholla untuk melaksanakan solat Subuh sekitar jam 5. Ternyata kami baru sadar ada perbedaan waktu sehingga waktu solat Subuh baru sekitar jam 6. Tepat ketika adzan subuh berkumandang, salah satu teman menyusul dan mengatakan bahwa kami harus pindah gate. Kami pun buru-buru solat dan langsung berusaha berlari karena waktu boarding tinggal 10 menit lagi. Sedangkan kepindahan gate itu dari ujung ke ujung (paraaaah jauhnya). Gara-gara inilah, salah satu teman kami yang memang dari awal keberangkatan sedang tidak enak badan, mendadak drop begitu sampai Hanoi. Beruntungnya kami sampai tepat waktu di gate sehingga masih bisa naik pesawat walaupun ngos2an...   Sampai Hanoi Airport sekitar jam 9 (tidak ada perbedaan waktu dengan Indonesia). Begitu sampai, kami membagi tugas, ada yang membeli simcard (12 usd/7 hr utk paket data internet saja) dan mengambil uang di atm (ya, kami memang tidak menukar rupiah ke vnd di Indonesia, biaya tarik tunai sekitar 20rb rupiah). Sebelumnya saya sudah membaca kalau ada express bus dan public bus dari airport ke pusat kota. Tapi begitu kami tanya ke pusat informasi (yang anehnya, tidak ada satupun pusat informasi resmi, artinya pusat informasi yang tersebar di arrival hall adalah kepunyaan tour&travel, taxi/car rental, dan perusahaan simcard), mereka malah nawarin naik taxi. Karena kami ingin ngirit apalagi baru di awal-awal perjalanan, kami pun mencoba browsing lagi.  Ada bus no. 7 dan 17 dengan biaya 5000 vnd (sekitar Rp. 3000). Bus ini akan berhenti di setiap halte sehingga dipastikan memakan waktu lebih lama. Nah dari pintu keluar Kedatangan, kamu jalan ke arah kiri paling ujung nanti akan ketemu semacam terminal bus umum.    Pilihan lainnya adalah Express Bus 86 dengan biaya 30.000 vnd (sekitar Rp. 15.000). Dinamakan express bus dan lebih mahal karena hanya berhenti di beberapa halte di pusat kota Hanoi. Nah kalau penginapan kamu di sekitar Old Quarter, bisa pilih bus ini. Begitu keluar pintu kedatangan, ke arah kiri juga kemudian nyebrang dan ketika kamu berjalan, kamu akan ditawarkan untuk naik taxi, bilang saja dengan sopan kalau kamu mau naik bus 86. Mereka dengan senang hati akan menunjukkan kamu ke arah petugasnya. Bayarnya pas di bus aja, nanti kondekturnya akan nanya mau berhenti di halte apa. Sebelum berhenti, dia bakal ngasih tau kamu untuk segera siap-siap turun. Ternyata salah satu teman, sebut aja M, kondisi tubuhnya makin drop dan memutuskan untuk mencari klinik atau rumah sakit. Ceritanya cukup panjang, yang intinya adalah sore dan malam ini kami berputar-putar mencari klinik, rumah sakit, dan apotek. Untungnya ada Grab di Hanoi sehingga memudahkan mobilisasi kami. Terus bagaimana komunikasinya secara hampir sebagian besar driver kurang bisa berbahasa inggris? Kami selalu menyebutkan posisi melalui pesan dan menghafal jenis mobil serta plat nomornya. Kadang jika driver mengirim pesan dengan bahasa vietnam, kami menggunakan google translate untuk mengartikan dan membuat balasan (hahahaha). Ada kejadian lucu, salah satu teman saya sering disangka orang lokal karena penampilannya yang mirip, jadilah suka diajak ngobrol bahasa vietnam. Dan alhasil temen saya cuman bengong sambil bilang “I’m not vietnamnese”.
      Hari pun sudah menjelang malam dan kami lapar. Karena saya punya pantangan dalam makan dan beruntungnya saya punya teman yang pengertian, kami memutuskan mencari vegan restaurant terdekat. Ketemulah Loving Hut (ini sepertinya ada di mana-mana deh) yang menyediakan makanan khas vietnam dengan menu vegan. Dengan 3 jenis lauk dengan 4 nasi dan 4 minuman hanya habis skeitar 200.000 vnd (atau Rp. 100.000). Kenyang parah tapi ngerasa sehat (ya iyalah vegan food).   Setelah dari RS dan mengantarkan teman kami yang sakit ke GH untuk istirahat, sekitar jam 9 malam, kami bertiga memutuskan keluar menuju Old Quarter karena hari itu adalah malam minggu sehingga kawasan pinggir Hoan Kiem Lake ditutup untuk kendaraan (car free day). Niatnya mau mencoba egg coffee yang terkenal di Hanoi tapi cafe yang kami incar sudah tutup sehingga kami jalan kaki sambil melihat aktivitas warga lokal di malam minggu. Begitu sampai Old Quarter, kami menemukan sebuah cafe yang masih buka dan ada menu egg coffee. Penasaran kami memesan 1 cup (77.000 vnd inc.tax), sampai si pelayan bingung karena kami hanya memesan 1 cup kecil untuk bertiga.
      Karena sudah jam 11 malam, dan besok pagi ada halong bay tour, kami memutuskan kembali ke GH. Oiya kami memesan 1 day Halong Bay Tour dengan harga 42 USD/orang melalui staf GH saat kedatangan. Teman kami yang sakit memutuskan tidak jadi ikut karena dalam masa recovery. Karena pemberitahuannya mendadak, biaya hanya dikembalikan setengahnya.    20/8/2017 Tepat jam 7.30 pagi, guide datang menjempat kami di GH. Ada sekitar 21 peserta hari itu dari berbagai negara. Ternyata kami bertemu 4 kakak beradik asal Aceh. Perjalanan menuju Halong Bay cukup panjang sekitar 4 jam dengan berhenti 1 kali di tempat penjualan souvenir. Tenang aja toiletnya gratis dan cukup bersih kok dan kalian tidak diharuskan membeli souvenirnya. Sekitar jam 12 siang kami sampai pelabuhan. Sebelumnya di bus, guide kami membagi peserta ke beberapa meja di kapal. Kami kebagian meja 3 bareng sepasang turis asal Italia (yang ramah dan baik). Begitu duduk di kapal, awal kapal langsung menyuguhkan makan siang (kebanyakan seafood dan sayuran). Nah untuk minum tidak disediakan alias beli kalau gak bawa. Kapal pun berlayar sambil kami menikmati makan siang. Rasanya pun lumayan cocoklah dan porsinya banyak. Itinerary 1 day tour ini adalah menuju Surprise Cave dan Ti Top Island.    Untuk bisa mengikuti rangkaian kegiatan tour ini diperlukan stamina yang baik dan cukup minum karena harus menaiki anak tangga yang cukup banyak. Kami saja sampai kekurangan minum dan membeli disana (walaupun lebih mahal sih). Selain itu juga panas banget. Saya yg kurang cocok dgn cuaca panas bbrp kali harus berhenti saat menaiki tangga  ke puncak Ti top island. Bahkan setelah 3/4 perjalanan, saya menyerah dan memilih duduk istirahat. Sedangkan 2 teman saya lanjut. Setelah merasa cukup pulih, saya pun lanjut naik ke atas krn mikir2 sayang juga kalo ga sampai atas. 

       
       
      Kembali ke pelabuhan sekitar jam 5 sore dan sampai lagi di Hanoi jam 9 malam. Hari itu kami merasa lelah sekali sehingga tidak sanggup utk jalan2 malam lagi. Mana besoknya harus siap-siap ke airport untuk flight ke Ho Chi Minh.    21/8/2017 Penerbangan Hanoi-Ho chi minh dengan Jetstar jam 10 pagi. Kami sempat sarapan dulu. Seperti biasa pakai grabcar menuju airport. Baru kali ini di airport (domestic) kami harus melepas alas kaki saat pemeriksaan masuk ruang tunggu. Saya kira hanya khusus bagi warga asing tapi ternyata warga lokal pun membuka alas kakinya walau hanya menggunakan sendal jepit...   Sampailah di Ho chi minh airport jam 12 siang. Lgsg pesan uber menuju penginapan. Kali ini kami pesan Supe Homestay yg harganya 650rb/2 malam 4 bed dorm room. Kalau melihay review dan photo, hostel ini cukup bagus. Tapi ternyata kami kecewa karena kenyataannya berbeda. Begitu sampai, kami terkejut ketika staf mengatakan bahwa kamar penuh. Nah lhooo??? Tapi ternyata Supe ini punya cabang lain yg jaraknya 5 menit berkendara. Kenapa ga dikasih tau di awal..kan bisa email ato bgmn gitu ya..yg kedua begitu kami sampai, kayaknya ini penginapan jadi gudang barang2 jualan krn begitu banyak barang berserakan di lobi. Kamarnya pun berdebu seperti sudah tidak ditinggali lama. Kamar mandinya pun kurang bersih. Kecewa deh pokoknya.    Oke cukup curhatnya. Setelah check in, kami keluar mencari makan siang. Kami cari yg dekat bisa jalan kaki, cek2 di google, ketemulah resto india halal di daerah Bui Vien. Setelah makan dan kenyang, kami menuju Konsulat Indonesia. Wah ada apa yaa? Ternyata teman saya yg sakit itu belum puas dgn dokter di rs hanoi, jadi dia ingin meminta saran dan rujukan dari pihak konsulat yg mungkin lebih paham dgn kota ho chi minh. Yaaa jadi lagi2 hari ini dihabiskan dengan pencarian klinik dan rs. Beruntungnya ada Klinik international yg menerima turis dan berbahasa inggris di dekat konsulat. Setelah menunggu, periksa, tebus obat, sekitar jam 6 sore.    Hasil konsultasi dgn dokter, teman saya memutuskan utk lgsg ke bangkok (kebetulan ada temannya disana) tanpa ikut kami ke siem reap agar cepat pulih. Malam itu kami pun lgsg berembuk memesan tiket2 yg belum terbeli. Kami pun memutuskan utk ke cafe sekalian mencicip kopi vietnam. Cari2 di google yg reviewnya oke yaitu Bang Khuang Cafe. Dan ini adalah keputusan yg tepat, selain menu kopinya bervariasi, tempatnya juga nyaman dan cantik. Urusan memesan tiket bus ho chi minch-siem reap, tiket sleeper train bangkok-penang, dan tiket pesawat Ho Chi Minh-bangkok pun beres. Sedangkan utk tiket bus siem reap-bangkok rencananya akan kami pesan on the spot.    22/8/2017 Hari ini kami hanya keliling kota saja. Awalnya ingin ke cu chi tunnel tapi krn kondisi teman saya yg masih sakit, rasanya tidak mungkin pergi jauh2. Pertama kami ke Ben Tanh Market utk cari oleh2 dan brunch (krn disini banyak jual makanan). Setelah kenyang dan beli bbrp oleh2, kami menuju kantor pos, gereja, museum dan taman yg bisa dikelilingi dgn berjalan kaki. Karena lelah, kami kembali ke penginapan utk istirahat (yaa lagi2 kami tidur siang hahaha) kemudian malamnya keluar lagi utk cari makan. Ada 1 makanan yg khas vietnam tapi saya mau cari yg halal. Eh ketemulah Pho Muslim. Rasanya enak dan agak beda dengan pho yg pernah saya coba di jakarta. Rempah2 dan kaldu dagingnya lebih berasa plus terdapat potongan bakso homemade (hasil nanya2 yg punya). Warung Pho ini baru buka sore menjelang malam ya...
        Yaaaa sekian cerita edisi vietnam dari rangkaian 12 hari trip negara Asean. Masih ada 3 negara lagi...enjoy and happy reading!!!
    • By Riohandoko21
      Hello Travelers,
      Saya ingin Cerita Pengalaman Saya, Istri dan Anak Saya.  Saat Ke SUMBA.
      Saya dan Istri janjian untuk bertemu di Bali.
      Saya berangkat dari timika ke Bali, Istri dan anak saya berangkat dari  Palembang ke Bali.
      Niat awalnya sehari kita mau Main ke Bali Marine Park. Tapi apa daya Flight istri saya dari Palembang to Jakarta Delay, Alhasil dia ketinggalan pesawat dari Jakarta ke Bali. Maskapai Plat Merah (Bukan Singa Merah). Jadilah dia tiba di bali Keesokan hari nya.
      Karena capek Istri saya gak kuat mau jalan-jalan ke bali marine Park (Next Time Kita bakal Kesini).
       
      Hari Pertama
      Tanggal 29 Juli 2017
      Terbang Ke Tambolaka dgn Wings Air
      Dijemput oleh Driver Lokal Asli Sumba (Kita Hanya Sewa Mobil Plus Driver)
      Tempat Pertama yang di Kunjungi - Kampung Ratenggaro , Lihat Sunset di Pantai Pero
      Kita menginap 2 Malam di Hotel Sinar Tambolaka
       
      Tanggal 30 Juli 2017
      Ke rumah Budaya Sumba - disini Ada semacam Homestay juga. Kita bisa menginap di sini. Mungkin saya dan Istri mau juga menginap disini jika kami belum bayar di Sinar Tambolaka.
      Setelah beranjak dari Rumah Budaya Sumba, Tujuan Selanjutnya adalah Pantai Mandorak .  
      Tujuan selanjutnya pada hari yang sama adalah Danau Weekuri
      Danau Weekuri - Danau Air laut sehingga air nya asin. Danau ini terbentuk karena ada batu karang di tepi lautnya. Yang saya ingat saat ke danau ini adalah saya hamper jatuh terpeleset saat di tangga mau turun ke danau dan saat itu saya menggendong anak saya.
      Perjalanan hari ini kami tutup dengan melihat sunset di Pantai Bawana dan Tanjung Mareeha.
      Sunset di Tanjung Mareeha membuat saya takjub akan keindahan alam sumba. Tidak salah jika istri saya membawa saya liburan kesini. Tempat nya Luar biasa.
      Tapi hati-hati yaa disini sumba barat kadang banyak warga yang suka minta uang.
       
       
      Tanggal 31 Juli 2017
      Tujuan pertama hari itu adalaha waikelo Sawah, Semacam irigasi untuk sawah. Pemandangan nya adalah hamparan sawah dengan padi yang menghijau.
       
      bergerak dari waikelo sawah tujuan selanjutnya adalah Air Terjun Lapopu. Air tejun ini adalah air terjun yang pertama anak saya lihat. Ekspresi nya bahagia sekali.
       
      Kita pun melanjutkan perjalanan ke sumba timur.
       
      Tanggal 1 Agustus 2017
      kita melanjutkan perjalanan ke waingapu.
      Tempat yang kita singgahi adalah bukit pasola, pantai watu bella dan pantai kerewei
       
      Tanggal 2 Agustus 2017
      Kampung Praijing
      Kampung Tarung - Beberapa bulan lalu kabarnya kampong ini terbakar
      Melihat pekerja melakukan pemotongan batu untuk rumah tinggal. Kalau di kota-kota di jawa dan sumatera biasa rumah dibuat dengan batu bata namun disumba rumah dibuat dengan batu alam.
      Bukit Warinding ya, daerah ini semua perbukitan sepanjang mata kita memandang.
       
      Saat di Waingapu kami menginap di Hotel Surya. hotel terbaik selama kami menginap di sumba
      Tanggal 3 Agustus 2017
      Air Terjun Tanggedu - Perjalanan ke lokasi ini cukup jauh namun pemandangan selama diperjalanan sangatlah indah. Air terjun ini berada diantara perbukitan.
      Setelah dari sini kami pun pulang
       
      Tanggal 4 Agustus 2017
      Kami bergerak setelah sholat jum'at. kami menuju pantai walakiri
       
      Tanggal 5 Agustus 2017
      Saat nya mencari oleh-oleh dan berfoto di bukit persaudaraan.
       
      Selama di Sumba banyak tempat yang terlewatkan dan tidak sempat dikunjungi. Di sumba ini terdapat banyak pantai yang bagus yang belum sempat kami kunjungi dan banyak air terjun yang tidak sempat kami kunjungi. serta ada lokasi kincir angina tempat tenaga listrik dengan kincir angin. 
       
       
       
       
       
       

       























    • By anna22

      Annyeong cingu.... apa kabar? 
      Kali ini saya mau cerita perjalanan ke korea selatan di musim gugur tanggal 24 oktober-4 november 2017. Sebetulnya masih ada utang FR yg indochina tapi krn gagal submit berkali-kali jd mager (semoga yg ini bisa muncul yah di forum).
      Trip ini adalah kedua kalinya saya ke korea. Pertama kali yaitu musim semi di tahun 2016, yang mana perginya bareng2 temen berempat selama 7 hari. Tapi utk kali ini saya ‘terpaksa’ pergi sendiri, yg pd akhirnya malah ketemu beberapa temen perjalanan. Kalau ditanya perjalanan yang paling seru, jawabannya adalah Jeju!!! Sumpah ini pulau kereeen dan banyak tempat yg bisa didatengin. Tapi tempat2 di seoul juga asyik sih apalagi dengan pesona daun2 musim gugurnya. Yup sekian pembukaannya... mari lanjut ke isi, jadi ngapain aja sih keluyuran 11 hari di Korea????
      23 okt - direct flight malam jkt-seoul
      24 okt-sampe jam 8.20 pagi. Abis lewat imigrasi dan ambil bagasi langsung menuju pengambilan simcard yg sebelumnya udah dibeli pas di indo (dr web trazy) tinggal nunjukkin bukti pesan lgsg deh dapet. Habis itu naik kereta untuk ke GH. Abis check in, ngobrol2 sm staf dan guest lain serta mandi+dandan, lgsg cabut ke Itaewon. Isi perut dulu dengan Samgyetang halal di Ied resto. Setelah itu menuju Haneul Park yg dekat World Cup stadium. 


      25 okt- pagi2 ke daerah deoksugung palace krn mau nyusurin wall stone street-nya sambil sarapan. Dari sini jalan ke Gwanghamun square lalu ke Gyeongbokgung palace, national folk museum, samcheodong, insadong. Sempet balik ke GH bentar. Setelah itu ke war museum, terakhir myeongdong street. 


      Minta foto sama turis asal Malaysia krn pada pakai hanbok (atas) war museum (bawah)

       
      26 okt-nami island, morning calm garden, krn cuman sempet makan siang roti, pulang dari sini lgsg menuju Yanggood halal lamb bbq. Enaaaak walaupun cukup mahal hahaha. Tapi kan udah ngirit sebelumnya 

       
      27 okt- awalnya mau ke Asan krn pengen liat Ginko Tree street. Tapi jauh dan transportnya agak ribet. Akhirnya setelah ngobrol sambil sarapan dengan staf GH, saya pun memutuskan ke tempat2 gratis dan rasanya cocok untuk solo traveler. Pertama pergi ke National Museum of Korea. Setelah itu ke Gwangjang Market yg terkenal dgn bibimbap alley, bindetteok Alley, dll. Perut kenyang lanjut ke Seoullo 7017 (tempat wisata baru di seoul). Foto2 jalan2, duduk2 sambil ‘people watching’. Sorenya ke daerah Hyewa untuk menuju Ihwa-dong Mural Village dan Naksan Park yg terkenal dengan seoul city wall dan night city view-nya. Agak cepet pulang ke GH krn besok pagi sekali akan ke Jeonju.

       
      28 okt- menuju Jeonju menggunakan bus antar kota. Beli tiket on the spot di terminal bus, dapat tiket jam 8.25. Sambil nunggu 1,5 jam sarapan dan beli bekel. Busnya on time lho. Karena hari Sabtu, jalanan padat dan beberapa kali kena macet jadi total perjalanan sekitar 4 jam. Sampe di Jeonju lgsg ke GH pakai taksi. Setelah check in dan beres2 sambil baca2 peta, jalan kaki ke jeonju hanok village. Salah banget deh hari sabtu pas kimchi festival pula. Rameeeee sekali. Sampe mau beli cemilan aja antrinya bisa 15-20 org. Yg saya datangi di Jeonju dengan jalan kaki yaitu, Jeondong Cathedral, Gyeonggijeon, omokdae, jaman mural village. 

      29 okt-sebelum kembali ke seoul dengan kereta itx, jalan2 pagi sambil cari sarapan yg terkenal yaitu Kongnamul Gukbap (sop tauge) di nambu market. Kembali ke GH, check out, pakai taksi ke stasiun. Disini saya beli snack yg cuman ada di jeonju yaitu PnB chocopie. Nyesel cuman beli 2 karena enak paraaaaah!!!!
      sampai Seoul lgsg menuju Gimpo Airport utk naik pesawat sore ke Jeju. Yeaaaay!!!
      sampai2 udah mulai gelap. Pakai bus umum ke Yeha GH(recommended lhoo). 
      30 okt-di Jeju say pakai bus umum. Dan gampang sih. Alhamdulillah ga pernah nyasar. Waktu tunggu bus pun paling lama 30 menit. Tujuan pertama: pyeoson jeju folk village. Lalu ke Yongnuni Oreum dan Bijari Forest. Malamnya menuji Dongmun Market untuk cemal cemil sblm kembali ke GH.

       
      31 okt- nah mulai hari ini dan besok saya punya teman jalan yg dapet dari forum ini. Kami bertiga ternyata sama2 menginap di yeha dan 1 kamar pula (female dorm) padahal ga janjian lho hahaha. Jam 8 menuju terminal bus untuk ke Seopjikoji. Ini masih 1 wilayah dengan Udo Island dan Seongsan Ilchubong. Dari halte bis terakhir, naik taksi ke sepjikoji ini. Begitu pula dari seopjikoji-terminal ferry yg menuju ke Udo. Karena dekat gak terlalu mahal apalagi dibagi bertiga. Nyebrang pakai ferry sekitar 15 menit ke Udo Island. Terus pakai tour bus seharga 6000 won yg berhenti di 4 tempat wisata utama. Tapi kita cuman ke 2 tempat krn keterbatasan waktu. Pertama ke Udo Peak, lalu ke Hagosudong Beach . Abis itu balik ke tempat naik ferry. Dari terminal, naik taksi ke Pintu masuk Seongsang Ilchubong. Karena lapar, makan dulu di resto yg banyak tersebar disana. Setelah isi tenaga, menaiki tangga ke puncak (kok jadi inget lagi AFI ‘menuju puncak’ oops ketauan umurnya hahaha) foto2 pas sunset sambil istirahat. Saat mulai gelap, turun dan jalan kaki menuju halte bus untuk kembali ke GH.

      Seongsan Ilchubong (atas) Udo island (bawah)
      1 nov - karena kami2 ini penggemar GD (itu lho leader Bigbang) sehabis sarapan pergilah kami ke cafe miliknya yg terkenaaal sekali, selain krn juga bagus banget view-nya. Disini juga ada Bonmal Cafe (yg muncul di drakor) serta cafe2 ucul lainnya. 

      Setelah itu menuju O’sulloc tea farm yg juga ada Innisfree (ada bbrp produk khusus jeju yg ga bisa kita dapetin di seoul lhoo). Nah sorenya ke daerah Jungmun Resort. Tapi karena sudah sore dan lelah, kami hanya ke Cheonjeyoun waterfall dan sekitarnya. Itu pun udah mau tutup kesananya. 

       
      2 nov: hari ini kembali ke Seoul. Menginap di GH daerah Sungkyungkwan, yg hype abis, gak kalah sih sama Hongdae tapi entah kenapa lebih homey. Setelah check in dan beberes, roommate yg merupakan cewek dr singapore ngajak makan siang dan jalan bareng. Setelah makan, kami ke seoul forest (banyak yg bisa dilihat disini dan gratisss). Menuju GH sempat mampir ke Dongdaemun Design Plaza lg ada pameran.

      3 nov -shopping time hohoho. Ke daerah Dongdaemun Toy Market utk cari titipan ponakan (ini surganya kalau mau beli mainan, ada puluhan toko). Abis itu menuju Myeongdong. Karena agak ribet bawa barang balik dulu ke GH utk simpen barang. Lanjut lagi menuju Namdaemun Market (makin sore itu makin banyak penjual di tengah2 jalan jadi hati2 kalap yah). Setelah puas belanja dan jajan2, saya ke lantern festival di Cheonggyecheon stream. Pas banget baru dibuka hari itu. Pas nyusurin liat2 lampion, eh ketemu roommate di Jeju (ini beda lagi dan doi solo trip juga) dr Indo. Karena udah malam dan lapar kami menuju Grilled Fish Alley di daerah Dongdaemun. Habis itu kita pisah dan pulang ke GH utk packing.

       

       

       

       

      4 nov -waktunya pulang krn penerbangan jam 10 pagi jadinya naik airport bus jam 6.30 dekat dr GH. 
      Yaah sekian highlight atau rangkuman perjalanan saya. Utk secara detail nanti ya kalau rajin hehehe. 
      Tapi kalau ada pertanyaan atau komen silahkan yaa ^^
    • By val_3373
      Hi Jalan2ers,
      Masih ingin membagikan pengalaman saat ke Eropa tahun lalu. Selain Paris, Perancis juga mempunyai tempat wisata alam yang sangat indah terutama yang ska dengan petualangan dan hiking. Setelah puas cuci mata di Nice, Cannes dan Antibes, maka tujuan wisata yang menjadi incaran kami kali ini adalah Gorges Du Verdon atau yang dikenal dengan Grand Canyonnya Perancis. yang terletak di Tenggaanya Perancis dan dapat ditempuh dari Nice dengan mobil kurang lebih 2.30 jam perjalanan. Ada Local tour dari Nice jika kita ingin berkunjung ke tempat ini. Salah satu yang menarik dari Gorges Du Verdon adalah danaunya yang berwarna Turquoise
      .
      Kita bisa main kano di sini samil menyusurin sungai di sela2 tebing2 tinggi yang keren abis. Tetapi kami tidak mencoba berkano kali ini tetapi hiking dari pont entrance sampai ke danaunya untuk uji stamina hahahahahaha. Sudah ada tangga dan jalan setapak yang dibuat untuk awal2 hiking setelah itu jalanan semakin kecil dan masih alami. Jarak tempuh dati hiking pont sampai ke danau sekitar 6 jam berjalan kaki untuk yang sudah sering hiking. Kami hanya bertahan 1 jam perjalanan karena kondisi jalan yang makin jelek dan diperingatkan oleh para pendaki lokal bahwa peralatan kami tidak memadai untuk melanjutkan perjalanan sehingga hanya menikmati sedikit dari pemandangan yang indah di sini. Gimana ngga diperingatin slaah satu temenku pake high heel hahahahahaha.... Berikut photo2 yang berhasil kami ambil dan maaf kualitasnya kurang bagus karena sinar matahariterik sekali sehingga backlight

      bagi anda pencinta alam, jangan lewatkan untuk ke Gorges du verdon jika berkunjung ke Perancis. Salam Jalan2
       
    • By silvia_win
      KL trip
      Day 1 (27 Des 2017) berangkat sore naik pesawat lion Jkt-KL, setelah tiba di KLIA naik bus dari airport ke China Town ([email protected] rm 10). Baru tahu ada bus ke China Town, sebelumnya hanya sampai KL sentral, ternyata busnya hanya sampai KL sentral, yg mau ke destinasi lain seperti pasar seni, china town, pudu dll, diantar pakai van, lumayanlah koper langsung angkat ke van tidak usah lanjut pakai Lrt,
      Van mengantarkan kami sampai di depan China Town, kami pun check in hotel lalu keluar cari makanan favorit kami.
      Day 2
      Hari ini rencananya mau ke Genting. Kami naik Lrt ke Titiwangsa untuk naik bus ke Genting (@rm 10), tapi ternyata busnya tidak langsung sampai genting tapi sampai ke awana highland tempat naik cable car ke genting, hmm padahal pingin naik bus yg langsung ke genting (dulu pernah naik dari sini), kalau cuma sampai ke stasiun cable car mending naik dari KL sentral lebih murah dan dekat. Yah sudahlah..., beli dulu tiket pulang ke KL sentral (@rm4.3). Lalu makan siang di food court dan keliling di awana highland yang merupakan premium outlet, setelah itu beli tiket cable car ke Genting (one way @rm8).
      Sebenarnya lebih prefer naik bus soalnya agak deg2 kan naik cable car, cable carnya sangat nyaman dan bisa menampung sekitar 8 penumpang, untuk yang bawa koper ada tambahan biaya.
      Kami berhenti untuk wisata dulu di Chin Swee Temple yang merupakan stop pertama dari genting cable car. Ini adalah kuil yang cukup besar dengan pemandangan di atas gunung yang indah. Dari hatle cable car pengunjung berjalan menuruni ekscalator yang panjang ke kuil, setelah melihat2 dan berfoto2, di sana turun hujan, kami pun kembali ke stasiun cable car untuk melanjutkan cable car ke Genting.
      Di Genting berkeliling di sky avenue melihat hiasan pohon natal yang di dominasi dengan tema tour of the world with snoopy (patung snoopy dengan pakaian dari berbagai negara), hmm theme parknya tempat bermainnya masih renovasi (sepertinya sudah bertahun-tahun).   Setelah berkeliling kamipun antri cable car untuk kembali ke awana highland. Sampai di awana highland sekitar jam 6 sore, tiket pulang ke KL sentral jam 8.30, kami mampir ke tempat jual tiket untuk menanyakan apa tiket bisa ditukar, kalau ngga bisa tukar pingin beli tiket baru saja untuk jam 6.30, karena harga tiket bus tidak terlalu mahal. Tapi semua tiket untuk hari itu sudah sold out , untunglah sudah beli tiket duluan walau jam 8.30 J, masih banyak waktu kami makan dan shopping dulu sebelum pulang...
      Day 2
      Sebenarnya tidak ada rencana yang pasti untuk trip kali ini, berhubung membawa anak-anak, trip  hari ini kami pergi ke planetarium naik taxi, supir taxi bilang dia tidak terlalu familiar dengan lokasinya tapi dia bersedia membawa kami dengan argo tentunya..., planetarium tidak terlalu jauh dari china town, tapi berhubung tidak ada mrt ke sini lebih baik naik taxi saja...argonya juga tidak mahal. Planetarium gratis untuk pengunjung, di sini kami bisa melihat peragascience yang berhubungan dengan  benda2 angkasa. Juga ada lift untuk naik ke lantai atas di mana ada menara pandang yang bisa melihat kota Kuala Lumpur.
      Di planetarium juga ada bioskop khusus untuk menoton film luar angkasa. (htm @ rm12), berhubung planetariumnya tidak terlalu besar dan tidak memerlukan waktu lama untuk berkeliling, kami pun membeli tiket untuk nonton di planetarium. Layar bioskopnya berbentuk setengah bola, filmnya tentang bintang2 yang terlalu ilmiah untuk dicerna...
      Dari planetarium kami ke KWC yang merupakan tempat belanja retail, makan dan shopping (tidak beli banyak takut kelebihan berat bagasi)... lalu pulang ke pasar seni lanjut cuci mata dan keliling2, di belakang pasar seni ada illution 3D art museum, kami mampir untuk melihat berhubung tiket masuk mahal (@rm48), kami tidak masuk.
      Makan di restoran mamak Yusoof and Zakhir favorit kami di samping pasar seni, cuci mata di pasar seni dan china town night market dalam perjalanan kaki menuju hotel.
      Day 3
      Hari ini pingin jalan2 santai saja, naik lrt ke Suria Mall, kami berjalan di dalam dan di luar suria mall, banyak pohon natal menghiasi interior dan eksterior mall.
      Berhubung rada malas ke tempat lain, kami pun masuk ke petrosains yang ada di dalam suria mall (@rm30), petrosains merupakan tempat bermain dengan alat2 peraga tentang sains, berhubung ini sudah yg kedua kali main ke sana, kesannya biasa2 saja, tapi berhubung membawa anak2, jadi sekalian menemani mereka main.
      Di KL kami menginap di D’Oriental Hotel Rp 300.000/malam untuk kamar triple
      Siem Reap Trip
      Day 4
      Hari ini kami melanjutkan perjalanan menuju Siem Reap.
      Booking taxi dari hotel (rm100) ke airport.
      Sampai di airport kondisi fisik sedikit capek, mampir ke watson beli vitamin C agar kondisi bisa lebih fit..., di pesawat tidur dan istirahat...
      Sampai di Siem Reap sudah segar lagi.., cuaca sangat panas di sana, turun dari pesawat harus jalan kaki ke terminal lagi, walau tidak jauh tapi cuaca panas sangat menyengat..
      Dari airport booking airport taxi ke hotel (usd 10 untuk sedan, usd 15 untuk van, usd 9 untuk tuk tuk), kami ber4 pesan yang sedan saja, karena antrian sedannya belum ada kami diantar pakai van.
      Dalam perjalanan ke hotel, supirnya menawarkan charter mobilnya untuk wisata sore ke kampong phluk floating market, yang katanya 30 menit dari kota siem reap, berhubung cuaca panas, kami tidak tertarik dan bilang mau istirahat di hotel, lalu dia pun menawarkan transportasi ke angkor wat keesokkan harinya (saat pesan taxi di bandara kami dibagi brosur bawa mereka menyediakan charter car ke angkor wat dengan harga usd 40 untuk sedan dan usd 45 untuk van), berhubung cuaca yang panas kami pun setuju naik mobil saja dibandingkan naik tuk tuk, nego harga dengan supirnya usd 40 untuk one day tour ke angkor wat.
      Check in hotel, minta peta tanya info jalan, minta bantuan staff hotel untuk pesan bus dari Siem Reap ke Bangkok. Staff hotel membantu pesan direct bus ke bangkok @usd 13.
      Setelah istirahat sebentar di hotel, kami keluar makan malam, kami mampir ke KFC untuk makan dikit dulu, lalu jalan ke pasar lama, di pasar banyak jualan souvenir dll, tapi tidak beli apa2, lalu ke seberang ada art center night market cuma melihat tidak beli apa2, lalu hunting street food umumnya harganya usd1, beli kelapa, pancake (martabak), mie goreng, nasi goreng, camilan lainnya...berkeliling di sepanjang pasar lama, pub street, night market, melihat suasana pergantian tahun di sana..., lalu naik tuk tuk pulang hotel (usd 3)
      Day 5
      Sarapan pagi di hotel menu 2 roti bakar, 2 telur goreng, teh/kopi dan buah.
      Kami di jemput jam 8 pagi di hotel, sepanjang perjalanan ke angkor wat, supir menawarkan mampir shopping ke toko batu mulia, sutera dll, yang semuanya kami tolak. Kami mengiyakan tawarannya untuk membeli tiket untuk dinner di Koulen restoran untuk dinner dengan menu prasmanan yang katanya kita bisa mencicipi lokal food di sana juga menonton tarian lokal (@usd12). Terlebih dahulu kami berhenti untuk beli tiket ke angkor wat @usd37 untuk one day tiket (anak2 di bawah 12 tahun gratis). Setiap pengunjung di foto dan fotonya dicetak di tiket, supir memberi info agar kami membeli gantungan name tag untuk tiket agar tiket tidak hilang berhubung tiket akan diperiksa di setiap pintu masuk candi yang akan dikunjungi.
      Kunjungan I ke candi angkor wat, cuaca cukup panas di sana, pengunjung berjalan melewati jembatan apung menuju candi, komplek candi cukup luas. Walau cuaca panas tapi di dalam candi cukup adem buat berisitirahat dan melihat2, mirip candi hindu di indo dengan beberapa ukiran halus di dinding, untuk menaiki candi dibuat tangga dari kayu (entah dulu aslinya pakai tangga apa). Di dalam candi terdapat tempat pemujaan untuk Buddha yang bukan merupakan bagian dari candi jaman dulu tapi adalah patung Buddha yang ditambahkan kemudian untuk sembahyang. Juga ada bhikkhu yang membaca paritta untuk pengunjung, kami memutari candi angkor wat dan keluar dari jalan samping candi di mana terdapat telaga kecil, yang merupakan tempat pengambilan foto best view untuk angkor wat di mana banyak tukang foto stand by menawarkan foto langsung jadi.
      Di dekat pintu keluar banyak pedagang menawarkan souvenir maupun makanan umumnya harganya usd1.
      Kami melanjutkan  perjalanan ke Candi Bayon, candi ini ukurannya lebih kecil dari angkor wat, kami melihat dan beristirahat sebentar di sini, mencicipi jajanan jagung rebus, lemang (ketan di dalam bambu), mangga, crepes...
      Lalu melanjutkan perjalanan ke candi Ta Prohm, di mana view yang khas di sini adalah akar pohon besar yang ada di candi.
      Kompleks candi angkor wat sangat besar kami hanya mengunjungi 3 candi utama, untuk candi lainnya rada malas karena cuaca yang panas, supir mengantarkan kami makan di resto yang ber AC, menu di sini cukup mahal berkisar usd 7-10, tapi ngga apalah pesan sedikit (berhubung malam mau dinner prasmanan nggak perlu makan banyak) sambil beristirahat dan ber wifi.
      Setelah itu supir mengantar kami pulang, di perjalanan dia mendrop kami untuk melihat toko batu mulia katanya lihat2 saja tidak perlu beli agar dia bisa mendapat kupon undian..., hm... tokonya tidak besar menjual batu permata dan souvenir, setelah melihat2 kami pulang hotel untuk beristirahat, sore kami jalan kaki ke koulen resto sebelumnya kami mampir ke lucky mall di seberang resto.
      Dinner di sini dengan harga usd12 tidak termasuk minum, untuk minum mesti pesan lagi.
      Makanan di sini cukup banyak, ada western food dan lokal food, minuman es campur, buah, kue dll, cocok buat makan santai dan beristirahat, juga ada tarian dan pertunjukkan alat musik lokal, yang mana iramanya agak lambat.
      Restorannya cukup besar dan banyak turis yang makan di sana.
       
      Hotel : Oral D' Angkor Rp 320.000/malam untuk quad room
       
       
      Bangkok trip
          Day 6
      Pagi sarapan di hotel, lalu di jemput bus untuk perjalanan ke bangkok, bus masih menjemput beberapa penumpang lagi lalu berangkat ke perbatasan kamboja thailand, sebelum sampai ke imigrasi kamboja, bus berhenti untuk ke toilet dan belanja. Jam 12 kami tiba di perbatasan, imigrasi kamboja hanya sebuah ruang kecil untuk cap paspor, antrian tidak sampai setengah jam sudah selesai, selanjutnya perlu berjalan kaki sekitar 1 km ke imigrasi thailand melewati pasar kecil dan sebuah kasino, di sini orang yang mau masuk ke thailand lumayan banyak, dan antrian cukup panjang perlu waktu 1 jam lebih untuk antrian cap paspor (entah karena peak season atau biasanya memang ramai), setelah keluar dari imigrasi kami langsung mencari bus kami, di mana sebagian penumpang sudah naik bus dan masih perlu menunggu penumpang lain yang antri imigrasi, cuaca cukup panas membuat kami malas mencari makan ke toko yang ada di sekitarnya, di tempat parkir tidak ada yang jualan makanan. Setelah menunggu agak lama bus berangkat jam 3 sore. Kami naik bus yang sama dengan bus yang kami naiki dari kamboja tapi supirnya sudah ganti orang (stir bus di sebelah kiri, walau stir kenderaan di thailand ada di sebelah kanan). Dalam perjalanan ke Bangkok kami melalui banyak titik kemacetan, mana belum makan siang lagi. Supir akhirnya berhenti di rest area sekitar jam 5 sore, semua penumpang turun mencari makanan, bus lalu melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Kami sampai di bangkok jam 9 malam (13 jam perjalanan , sebelumnya diberitahu 8 jam).
      Bus berhenti di daerah Khao San, di sana ada sebuah wat/tempat pemujaan, banyak orang lokal yg sembahyang di sana, di dalamnya ada tempat sembahyang dengan patung raja Bhumibol. Banyak taxi yang standby menawarkan harga tertentu untuk penumpang yang berminat, kami masuk ke dalam wat untuk melihat2 dan masuk toilet, setengah jam kemudian taxi yg standby sudah tidak ada lagi,  kami menyetop taxi di jalan untuk ke hotel dengan argo tentunya J.
      Berhubung perjalanan yang panjang dan melelahkan, anak2 pada komplain lebih baik ke borobudur daripada ke angkor wat ö, menurut  saya kalau dibandingkan dengan borobudur, kompleks candi angkor wat lebih luas dan kawasan sekelilingnya banyak gapura dan candi yang lain dan melewati lapangan dengan pohon2 membuat candi angkor wat terlihat megah dan indah, kalau dari segi bangunan saya lebih menyukai candi borubudur dengan pahatan di dinding yang indah dalam bangunan candi yang menyeluruh dengan banyak patung Buddha. Di angkor wat tidak terdapat banyak pahatan patung melainkan ukiran halus di dinding dengan nuansa candi Hindu yang mana kemudian beralih fungsi menjadi candi Buddha. Yang pasti tiket masuk Borobudur sangat terjangkau dibanding tiket ke angkor wat yang harganya sekitar Rp. 500 ribu untuk turis asing, untuk warga lokal tiket masuk gratis.
       Day 7
      Meminta peta dan info ke hotel, serta menanyakan apa ada daily tour, tapi di hotel tidak menyediakan paket daily tour.
      Hari ini tidak berminat berwisata, ingin shopping saja...
      Kami berangkat naik taxi dari hotel ke Platinum mall (tempat shopping seperti mangga 2 di jakarta). Sampai di Platinum makan siang dulu di food court lalu mulai shopping, sampai sore hasil belanjaan cukup banyak.
      Dari Platinum kami naik taxi ke Saphan taksin untuk naik shuttle boat ke Asiatique,berhubung sore hari  di jam kemacetan, supirnya tidak mau pakai argo mesti menawar harga.
      Di Saphan taksin bts kami naik shuttle boat gratis ke Asiatique, boatnya cukup bagus dan nyaman, pemandangannya boat sepanjang sungai juga indah. Di Asiatique terdapat banyak resto di tepi sungai, juga toko2 untuk belanja dan tempat bermain seperti bianglala, komedi putar, dll. Kami mencari makan, mengitar toko2, dan menikmati pemandangan di tepi sungai chao phraya, lalu mengantri shuttle boat kembali ke saphan taksin, dalam perjalanan boat sekarang kami menikmati pemandangan sungai di malam hari dengan lampu2 hotel berbintang/gedung lain di tepi sungai, sebelumnya saat datang kami menikmati pemandangan di sore hari.
      Dari sini naik taxi ke hotel. Walau di sini ada BTS (mrt) tapi kami memilih naik taxi selama di Bangkok untuk menghemat tenaga dan waktu, karena harga taxi tidak terlalu mahal (< THB 100 untuk jarak dekat, <THB200 untuk jarak yang agak jauh), sebelumnya pernah naik BTS, mrt setelah dihitung X 4 orang ongkosnya lebih mahal...
      Day 8
      Hasil belanjaan kemarin membuat isi koper bertambah, ingin menambah bagasi Air Asia, setelah membuka web air asia untuk menambah bagasi, baru sadar tiket kali ini bukan beli di airasia.com tapi beli di traveloka, soalnya saat hunting tiket pada mahal, lalu beli tiket transit bangkok KL AA, KL jakarta Lion, setelah coba2 add luggage di web AA tapi tidak bisa, lalu send message minta bantuan traveloka untuk add luggage, kata traveloka tidak bisa mesti ke AA office, ya sudahlah screen shot alamat AA office nanti sekalian mampir.
      Hari ini ingin berwisata ke wat2 (temple) di Bangkok, dari hotel kami naik taxi ke Wat Arun, karena agak jauh jadi sekalian melihat pemandang kota bangkok sepanjang jalan.  Htm Wat Arun @thb50, jika cuma ingin sembahyang di vihara di sampingnya tidak usah beli tiket. Bangunan wat Arun seperti stupa dengan ornamen porselen, terletak di tepi sungai menambah keindahan pemandangan di wat arun, tapi cuaca yang panas membuat kami tidak betah berlama2 di sini, dari sini kami naik taxi lagi ke wat pho, sebenarnya naik boat tinggal nyebrang, berhubung kami termasuk wisatawan yang malas jalan, jadi naik taxi saja lah.
      Sampai di wat pho supir taxi menunjukkan dermaga yg tidak jauh dari wat pho katanya bisa menyebrang dengan perahu ke wat arun di sini, kami menyiakan dan bilang next time mau naik perahu.
      Tiket masuk wat pho @thb 100, wat pho adalah vihara yang indah dengan patung Buddha tidur yang besar, selain vihara utam di depan yang berisi Buddha tidur di dalam masih terdapat komplek vihara dengan banyak patung Buddha. 
       Kami masuk ke salah satu vihara di belakang dengan patung Buddha yang besar, banyak turis asing masuk dan duduk di sana, ada pengawasnya tidak boleh berdiri di dalam hanya boleh duduk dengan sopan, ternyata banyak yang duduk lama di dalam, ada juga yang meditasi, kami pun duduk cukup lama di sana, apalagi terasa sejuk di sana.
      Sebelum pulang kami mampir ke massage room di dalam vihara pho pingin mencoba massage di sana, tapi katanya mesti antri 1 jam, ya tidak jadi malas nunggu.
      Keluar dari wat pho banyak tuk tuk dan taxi yang mangkal, sudah tahu bakal nego harga dan nggak mau paki meter, ya kami coba tanya tujuan ke kantor air asia di khao san yang tiidak jauh dari wat pho, ternyata supir yang mangkal di sana bisa berbahasa Inggris dengan baik, yang pasti dia menanyakan jumlah penumpang sebelum membuka harga (biasalah kalau penumpang banyak harga lebih mahal) berhubung dia tahu letak kantor air asia yang kami cari ya kami menyiakan tawaran harga thb 200, mau jalan juga lokasi di sana luas sekali untuk jalan dari pintu keluar wat ke jalan raya juga jauh. Ternyata supir taxi ini mengoper kami ke taxi yang antri paling depan, lumayan juga etika mereka mencari penumpang tidak rebutan, kalau dapat penumpang dioper ke paling depan. Sopir taxi yang kami tumpangi juga lancar berbahasa Inggris, dia mengenalkan wat emerald buddha, grand palace yang berada di samping wat pho kepada kami, berbincang dengan kami dan menawarkan kami booking taxi untuk tour ke floating market dengan harga thb 1800 pulang pergi, yg ini kami kurang tertarik berhubung cuaca panas malas aktivitas outdoor, tapi berhubung sebelumnya saya pingin tour ke pattaya saya pun menanyakan harga booking taxi ke pattaya pp, supir taxi bilang harganya thb 2500, mau ke mana dan waktunya berapa lama... up to you katanya..., saya sangat tertarik..., saya tanya perlu bayar DP berapa dia bilang ngga usah, besok dijemput di hotel J, setelah perbincangan kami baru tahu bahwa besok bukan supir taxinya yang membawa kita jalan melainkan temannya, dia bilang sudah dibooking orang ke Hua Hin, saya tanyain harga taxi ke Hua Hin berapa, katanya dia bawa penumpang one way thb 2500, kalau pp thb4000.  
      Kemudian kami ke kantor Air Asia untuk membeli tambahan bagasi, saya tanya ke staff di sana apa bisa beli tambahan bagasi dengan telepon, katanya bisa tapi mesti bayar pakai kartu kredit.
      Kemudian kami mampir ke khao san road yang ada di dekat kantor air asia, yang terdapat toko-toko dan food street si sepanjang jalan, tapi anak2 lebih tertarik makan mac di. Setelah membeli sedikit camilan dan melihat2, kami pun menyetop taxi untuk ke tesco/lotus yang tidak jauh dari hotel, pingin belanja sedikit barang lokal di hypermarket.
      Pattaya trip
      Day 9
      Supir taxi menjemput kami di hotel untuk perjalanan ke Pattaya. Kami memilih tour ke pattaya karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari bangkok jadi tidak habis banyak waktu di jalan, juga menurut info banyak objek wisata yang menarik di sana. Sebelumnya saya ada tanya di hotel kalau ke Pattaya naik taxi thb 1800/one way, naik bus @ thb 140.
      Supir taxi yang mengantar kita ke pattaya bahasa inggrisnya tidak sebaik supir taxi kemarin, dia menanyakan kami mau ke mana, saya menunjukkan foto lokasi yang ingin kami kunjungi: laser Buddha, silver lake, wat big Buddha dan pattaya beach. Di pattaya banyak objek wisata yang bisa dikunjungi, kami memilih beberapa yang gratis tiket masuk saja.
      Di perjalanan kami mampir untuk makan di rest area, lalu melanjutkan perjalanan ke Pattaya, sampai di kota Pattaya kami melewati floating market pingin mampir tapi cuaca panas jadi malas.   
      Laser Buddha adalah kompleks vihara dengan latar belakang pahatan gunung yang ada gambar laser Buddha, setelah mampir dan melihat2 kami melanjutkan perjalanan ke silver lake perkebunan anggur yang letaknya tidak jauh dari laser buddha, di sini kami naik tram keliling kebun @thb180, selain kebun anggur di dalamnya terdapat kebun bunga dan telaga yang indah untuk spot foto.
      Selanjutnya kami menuju wat big buddha, di vihara ini terdapat patung buddha besar, juga bisa melihat pemandangan laut dari atas vihara.
      Lalu kami mampir untuk makan siang di pantai pattaya, di sepanjang pantai banyak kedai makan dan toko2, kami memilih makan tom yam di salah satu kedai, harganya tidak terlalu mahal dan rasanya enak...
      Selesai makan kami mampir ke pantai yang kebetulan saat sunset, kami menikmati pemandangan yang indah di pantai, memberi makan merpati dengan roti yang dibeli di sana...
      Setelah itu pulang ke Bangkok dan berpesan ke supir kami mau di drop di chatuchak week end market tidak usah balik ke hotel. Sepanjang perjalanan supir taxi menyalakan argo dan harga argo sampai kembali ke bangkok adalah thb 4500. Dan enaknya supir taxi ini juga tidak menawarkan kami pergi shopping atau apapun seperti supir di siem reap. Setelah sampai di chatuchak market kami membayar sewa mobil seperti yang disepakati ditambah sedikit tips (lumayan juga bayar saat turun, saat pergi tidak ditagih biaya apapun, juga tidak membayar biaya tol).
      Tiba di week end market tentunya mau shopping..., chatuchak market cukup besar, barangnya bervariasi dan banyak juga barang lama dan kuno, saya tidak belanja apapun di sini, cuma makan saja, karena sudah agak capek dan barangnya kelihatan agak old fashion jadi malas shopping, teman saya belanja baju2...
      Selesai shopping naik taxi pulang hotel.
      Day 10
      Hari ini kami akan pulang ke indo, tapi karena penerbangan malam masih ada waktu untuk jalan2, pagi kami istirahat di hotel sampai siang sekalian check out dan menitipkan koper, hari ini kami mau shopping saja ke platinum lagi... kami berhenti di seberang platinum mall yang katanya ada pasar yang menjual barang dengan harga lebih murah, tapi cuaca yang panas membuat saya agak pusing, saya cuma melihat sebentar lalu ke platinum mall, istirahat di food court, waktu mau mulai shopping kepala agak pusing, mampir ke toko mau beli obat, penjual merekomendasikan minyak angin lokal (merek siang pure), saya pun membeli sebotol kecil yang bisa roll on harganya thb35, penjual memberitahukan supaya setelah dipakai dipijat sedikit di kepala, dia bilang bisa buat pegal linu dan gigitan serangga juga. Setelah memakai minyak angin saya mencari tempat duduk untuk beristirahat, tidak lama kemudian saya sudah segar lagi, dan mulai semangat untuk shopping..., sebelum pulang saya mampir lagi ke toko tempat menjual minyak angin tadi, beli sekotak isi 6 untuk di bawa pulang, ternyata ada juga minyak angin siang pure yang hot dan yang untuk pilek, sekalian beli beberapa botol. Sore hari setelah puas belanja dan makan di platinum mall, kami pun menyetop taxi pulang, taxi mulai dengan penawaran harganya ..., beruntung kami mendapat taxi yang mau pakai argo, supirnya perempuan, di tengah perjalanan kami tanya apa bisa booking taxinya dari hotel ke bandara, diapun menyiakan..., sampai di hotel kami merapikan koper menata hasil shopping dan naik ke taxi. Harga taxi dari hotel ke bandara tidak terlalu mahal biaya lewat tol thb 70, harga taxi thb 150 lebih..., otw back home.
      Hotel di bangkok : Bangkok 68 harga 600.000/malam untuk 4 orang yang terdiri dari 2 kamar dengan pintu penghubung.
      Harga tiket pp 2.7 juta