deffa

Review Hotel Sofyan Inn Rangkayo Basa Padang

18 posts in this topic

Hola Deffa Here !!!

 

Kali ini mau nulis review Hotel yang saya gunakan untuk menginap di Kota Padang 30 Mei 2015 kemaren, 

sehari sebelum acara Gathering Nasional VIII. Di sini saya menginap di Hotel Sofyan Inn Rangkayo Basa.

Dapat dari Traveloka dan menurut mereka ini Hotel Bintang 2 di Padang.

 

Oh iya Sofyan Inn ini merupakan suatu jaringan Hotel Group yang tersebar di Sumatera dan Jawa,

jadi mungkin di daerah kalian juga ada dengan nama yang berbeda 

post-6-0-74402800-1433907105_thumb.jpg

 

LOKASI

Untuk alamat lengkap nya berada di Jl. Hang Tuah no. 211 Padang

Cukup mudah karena berada dekat dengan Pantai Padang atau Taplau (Tepi Laut)

Di Google Maps pun sudah tersedia

post-6-0-30837100-1433907209_thumb.jpgpost-6-0-87267500-1433907292_thumb.jpg

 

FASILITAS

Penampakan Hotel nya bagus, rapi dan bersih, di bagian Receptionist yang menyatu dengan Ruang Makan juga cukup luas.

Dan juga terdapat 2 Ruang Convention Room, setelah Ruang Makan ini

post-6-0-33635600-1433907416_thumb.jpgpost-6-0-95329200-1433907427_thumb.jpgpost-6-0-06875400-1433907437_thumb.jpg

 

Lalu masuk ke Kamar nya saya pesan Standard Room Twin Bed karena akan Sharing dengan mas @dediku dari Lampung.

Untuk space kamar nya tidak begitu luas namun cukup lah. 

post-6-0-04759900-1433907743_thumb.jpg

 

Di kamar di sediakan Sejadah + Al Qur'an,Free Bottled Water, TV LED, Water Dispenser, Free WIFI, AC. Mungkin karena konsep nya Hotel Syariah jadi disediakan Sejadah + Al Qur'an yang sangat jarang saya lihat di Hotel lainnya.

post-6-0-67780700-1433907835_thumb.jpgpost-6-0-74062900-1433907843_thumb.jpgpost-6-0-65124800-1433907853_thumb.jpg

 

Kamar Mandi nya ini sangat bagus, bersih dan cukup luas. Ditambah Water Heater, Toilet Duduk dan ada nya Toiletries 

post-6-0-29173600-1433908309_thumb.jpg

 

HARGA

Untuk harga waktu itu Booking via Traveloka senilai Rp. 400.000 permalam

karena sharing dengan mas Dedi jadi seorang Rp. 200.000

 

Oh iya udah include Sarapan pagi berdua ya harga itu.

 

REVIEW

Karena dekat dengan Pantai Padang jadi salah satu nilai plus nya karena tinggal jalan kaki sekitar 2 menitan sudah sampai deh

bisa santai di Taplau sambil minum Es Kelapa Muda dan lihat sunset

 

Pelayanan nya juga baik, mereka membantu dan menegur dengan ramah setiap berpapasan. Namun Lift nya tidak terlalu besar, jadi jika kalian bawa barang yang banyak mungkin tidak muat.

 

Makanan sarapan pagi nya walaupun kurang variatif hanya beberapa menu saja seperti Nasi Putih, Nasi Goreng, Ikan Saos, Sayuran dan Roti, namun cukup enak dan nyaman, karena saya pilih nasi goreng saja udah cukup. 

post-6-0-43801100-1433909074_thumb.jpgpost-6-0-57722100-1433909083_thumb.jpgpost-6-0-99502500-1433909091_thumb.jpg

 

Yang tadi nya menginap disini cuma saya @Jalan2 @kyosash @dediku @Atana Sarah Dinda Nadhirah dan @Hasdevi Agrippina Dradjat. Malah jadi ramean ada rombongan @eka wibisono Triwahyuni Trisnaningsih dan @Sari Suwito juga disini hehehe

 

Overall hotel ini cukup worth seh, namun ada downside nya, ketika di pagi hari kami mau check out, jam 6 pagi AIR MATI, kata petugas Pompa nya ada yang mati (rusak) jadi sedang di servis. Padahal kami harus berangkat jam 7 pagi. Ya sudah ada yang tidak mandi dan saya terpaksa mandi di Toilet Receptionist dengan membawa gayung dan ember hahaha

 

Ya aside from that accident Hotel ini bagus kok, melihat lokasi nya yang cukup strategis dekat Pantai Padang dan juga Museum Adityawarman.

 

Silahkan dicoba jika ke Padang

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

 

Aq beli lewat pegi-pegi pake kupon entah drmana dech...lupaaa....dpt diskon 10%. Jadi 360ribu share berdua dgn mba menie jadi 180ribu dech. 

 

Berhubung orangnya rajin bangun pagi, akhirnya mandi pun pagi...air masih lancaar jayaa.... selesai sarapan jalan2 ke pantai padang.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@mone

ya di hello guesthouse

pas kami datang di kasih tau seh kalo malam air PAM mati 

jadi mandi nya jangan banyak2 air nya

tapi mereka punya stok torn yang banyak jadi aman2 aja ;D

Masa sich mod, soal'y pas saya dateng gak d bilang apa2 sich. Malah saya d suruh mndi dulu sambil nunggu kalian dateng.

hahahahaha...

Share this post


Link to post
Share on other sites

@mone

kamu dateng nya belom malam kan mon

jadi air PAM belom mati :D

Maghrib lah dateng'y.

hampir menjelang malam kan mod...

Eh tp ttp koq pas saya mandi malem mod.

:P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By min0ru
      Khaosan World Asakusa di Tokyo merupakan salah satu hostel yang saya singgahin pada perjalanan ke Jepang Maret 2017 lalu. Hanya ada sedikit review yang bisa saya tuliskan kali ini.

      Terletak sangat strategis dipusat kota Tokyo (Asakusa), disekitaran hostel ini banyak sekali mini-market, tempat makan dan pusat perbelanjaan (khusus untuk teman-teman yang suka beli oleh-oleh untuk keluarga dirumah). Dekat pula dengan stasiun metro atau pun JR.
      Berikut ini beberapa lokasi yang terdekat dari Khaosan World Asakusa Hostel ini:
      Dari segi kamar tidur (dormitory) tidak berbeda jauh secara umum. Kebersihan kamarnya sangat terjaga. Kamar mandinya pun bersih.


      Cuma sayangnya kamar dorm sebelah kita banyak orang Indonesia yang agak norak, mereka ngobrol didepan kamar dengan hebohnya padahal sudah jam 10 PM ke atas. Selain dari hal itu, semua terasa nyaman saja. Oh iya di weekend malam suka ada live music jazz kalau tidak salah, lalu dipantry mereka juga ada food & beverages vending machine yang cukup lengkap jika tengah malam lapar atau ingin minum yang hangat-hangat tidak perlu keluar dari hostel. Sempat beli Hot Chocolate dengan harga ¥100 (kalau tidak salah).
      That’s it! Hope this help buat yang lagi milih penginapan di Tokyo.
      Cheers!
      colek @deffa @twindry
    • By Dewi Calico
      THE SUMMIT HOTEL, BANDUNG.
      Yaapp finally aku merasakan sebuah hotel yang sangat nyaman tapi bukan bintang 5.
      Dan aku bisa kesini juga tanpa rencana.
      Karena ada something wrong di Hotel sebelum ini yang aku tempati.
      Setelah berpikir dimana aku akan tinggal, maka dipilih The Summit Hotel.
      Awalnya aku pasrah saja dan tidak ber ekspektasi tinggi tentang hotel ini karena takut kecewa ciieeee hahaha.
      Aku datang langsung ke hotel dan memilih kamar serta melakukan pembayaran, jadi tidak booking Online.
      Maybe terkesan sangat mahal dibanding harga Traveloka.
      I don't know, dan males mikir saja yang penting bayar dan dapat kamar.
      Aku membayar 500.000 IDR.
      Sebelum fix memesan kamar, aku meminta untuk melihat lihat kamar.
      Jadi jika aku cocok dan merasa nyaman maka aku akan say Yes stay di The Summit.
      Yap finally aku memilih salah satu kamar dengan Bed besar.
      Aku memang paling suka tidur di Bed besar sendirian karena yaa sangat membahagiakan aku haha.
      Di hotel ini nyaman banget dan aku suka.
      Bangunannya tidak seperti Hotel yang bertingkat banyak.
      Maybe hanya 2 lantai.
      Tapi fasilitas ada ruangan khusus untuk makan, meeting room, mushola..yap ada mushola yang khusus dan itu bersih banget.
      Untuk kamar yang aku pesan lumayan keren lah dengan Bed besar, TV, View menghadap taman, AC, kamar mandi lenglap ada Sabun Shampo Odol Sikat karena kadang hotel lain tidak lengkap dan yang paling penting adalah Hair dryer karena rambutku panjang jadi butuh itu setelah keramas.
      Kamar wangi banget, jangankan kamar yaa bahkan lorong menuju kamar juga wangi dan bersih.
      Untuk makanan saat breakfast, well lumayan banyak pilihannya dan aku sangat bahagia saat breakfast.
      Im so happy stay di The Summit Hotel Bandung ini.
      Lokasi strategis dekat dengan Riau Junction, Bandung Indah Plaza, dll.
      Happy Traveling,
      Salam Dewi Calico.
      IG: kimsoojin31




















    • By Don Donny Donz


      Hai semua.. Mau sedikit cerita nih waktu jalan2 ke Padang, Januari kemarin. 
      Gw ini termasuk orang penggila suasana pantai, jd kalau lagi pengen jalan2, biasanya nomer satuin ttg pantai dulu. Kalo momentnya lagi ga dapet, baru ke tempat2 lain. Januari 2016 ini mood jalan gw dateng lagi. Nyari temen untuk join, tumben2nya lagi pada ga bisa. Biasanya gw kalo jalan pasti bareng tmn2 gw, tp kali ini sayang nya ga ada 1 orgpun yg cocok waktunya sama jadwal gw. Oke lah, krn cuma seorang diri, itu artinya SEMUA TERSERAH GW, mau kemana aja terserah gw.
      Nyari2 tempat di Internet (termasuk forum di jalan2.com), cukup tertarik sama pulau2 di Sumatera Barat, kayak Pulau Pasumpahan, Sikuai, dll. OKE!! keputusan sudah diambil, gw jalan ke Padang!!
      Jujur, Makan sate padang, sering! makan di RM Padang, lebih sering! Tp nginjekin kaki di Padang?? Hmm.. ini yang pertama. So, gw cari banyak info ttg Padang. Karena gw niat pergi ke pulau-pulau yang gw sebutin di atas, jadilah hari pertama, gw pesen hotel daerah Padang Selatan, yaitu di HW Hotel. Dari Bandara ke Hotel ini sangat-sangat gampang, cukup pake DAMRI. 
      Jd begitu turun di Bandara Minangkabau, kalian jalan keluar, langsung kesebelah kiri. Jangan pusing sama org2 yg nawarin taxi. Terus jalan sampai ketemu orang yg urus tiket Damri. Tiket naik damri cm sekitar 35rb. kalo naik taxi bisa sampai ratusan ribu. lumayan kan bisa hemat.
      Dari Bandara Minangkabau sampai pusat kota lumayan jauh, mungkin sekitar 40 mnt'an. 
      Hari pertama di Padang, gw nginep di HW. Ini hotel lumayan deket ke Pantai Padang. Ada kolam renang di atap hotel ini. Sambil berenang atau sekedar memanjakan mata dengan laut di Pantai Padang, dan laut di Pantai Padang ini adalah laut yang langsung bersentuhan dengan Samudera Hindia. Gw duduk santai di atas sambil menunggu Sunset. It was a great moment. Masalah tempat makan, deket hotel ini cukup banyak tempat jajanan. Well, kalau kalian tipe orang yang suka jalan, nikmatin semua area ini bener-bener jalan kaki. walau agak capek tapi seru. kalian bisa jumpai jg Kelenteng See Hin Kiong di kota tua.
      Hari kedua, gw check out dari hotel untuk menuju ke daerah pinggir pantai sebelum menyebrang dengan kapal ke pulau pasumpahan. Sesampainya gw di pinggir pantai Bungus untuk menyebrang, gw ngobrol2 dengan ibu penjual minuman kopi di warung sambil menunggu beberapa orang yg mau ke pulau pasumpahan jg, si ibu menceritakan bahwa ada pulau baru (yapp,, baru!! baru dibuka!! dan dibuat cottage sekitar pertengahan 2015), nama pulaunya Pulau Suwarnadwipa. Entah pertama kali denger, agak susah ngingetnya dan susah ngucapnya dan entah karena rasa ingin tau yang amat sangat, dari planning ingin nginep di pulau Pasumpahan, ternyata gw lebih tertantang untuk pergi kepulau yang katanya baru dan masih asri ini. Daaaannn,, taraaaa... ini pulau bener2 keren.
      Pulau Suwarnadwipa ini berbalut dengan pasir putih yang lembut banget. Airnya juga masih bersih. Terumbu karang yang masih bagus terlihat disepanjang bibir pantai.  Suwarnadwipa adalah julukan bagi pulau Sumatera, berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya Pulau Emas atau Suwarnabhumi atau tanah yang bersinar (dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera).
      Dan gw memutuskan untuk menghabiskan 2 hari 1 malam di pulau emas ini. Gw sangat menikmati snorkeling disini. walau cuma masuk ke air setinggi pinggang, kalian akan berjumpa banyak ikan2 yg cantik disana. 
      Hari ketiga, sekitar jam 1 siang, gw check out lagi dari Pulau Emas Suwarnadwipa untuk kembali ke kota padang. Huft,, agak sedih meninggalkan ni pulau. Tapi someday, gw akan balik lagi. i promise!! Sampai di kota padang, gw check in di satu hotel. Gw dari jauh hari sengaja milih ni hotel, karena waktu search di internet, katanya di hotel ini agak horror (terkait karena gempa padang dulu). Gw sengaja, karena gw uda dapet sensai ngebolang sendirian di padang, uda dapet sensasi cantiknya pulau-pulau di padang, ini saatnya dapetin sensasi-sensasi horror. Sempat dapat info2 dr tmn yg pernah ke sini, katany kalau malam suka dengar orang teriak minta tolong (karena waktu gempa katanya hotel ini roboh rata, dan menimbun bbrp orang), atau selimut yang ditarik ketika tidur.
      Malam nya, setelah mencari makan di daerah hotel, saya jalan-jalan ke Jembatan Siti Nurbaya. Konon, katanya karena di Padang ga terlalu banya flyover, jd sekalinya ada, tempat ini dipakai untuk tempat nongkrong2 dan ngobrol2 banyak orang. Pas gw liat bener jg sih, ada yg sengaja gelar tikar sama tmn2nya, ada yg dengan keluarga. Gw ikutan duduk disana sebentar sambil memesan kopi panas sama abang2 yg jualan di pinggir2 jembatan.
      Hmmm... ini malam terakhir di padang. Nikmatin..
      Besok nya, gw bangun agak siang, sambil males2nya karena ga rela misah sama kota padang yang cukup tenang, gw packing utk siap kembali ke Jakarta. Oiya deket hotel, ada pusat jajanan oleh2 makanan, jd ga usa pusing nyari oleh2 sebelum ke bandara. Yang dibawa ke Jakarta apa? ya jelas Keripik Pedas ala Padang!! uda terkenal. Gw beli sampe 20 kantong. Haha.
      Ini perkiraan biaya kalau JALAN SENDIRI ke Padang..
      Tiket Pesawat JKT-PDG, IDR 600k
      Damri bandara ke kota, IDR 35k
      Hotel hari pertama. IDR 400k (sesuai pilihan)
      2 hari 1 malam Pulau Suwarnadwipa, IDR 600k
      Hotel hari ke 3, IDR 500k (sesuai pilihan juga)
      Tiket pesawat PDG-JKT, IDR 600k
      Yaaa... bawa 4-5jt cukuppp lah...
      Kok mahal ya?? ya iyalah, soalnya sendiri, cb banyak tmn, bs share kan.. :)
       
       
      all photos taken by me ;p
    • By Dewi Calico
      RIVER STONE COTTAGE & HOTEL.
      안녕하세요,
      Hai hai traveler Cute mau berbagi cerita tentang sebuah Cottage & Hotel di Kota Batu - Jawa Timur.
      Ah Finally setelah lebaran berakhir bisa jalan-jalan keren lagi hahaha.
      Tujuan saya kali ini adalah Kota Batu & Kota Malang.
      2 Kota ini sangat keren karena banyak tourism place.
      Tapi sayangnya akses dari Kabupaten Ngawi cukup sulit untuk memakai kendaraan umum.
      Well ada Bus atau pun mobil travel tapi jika dibandingkan dengan ke Yogya, jauh lebih mudah ke Yogya.
      Tujuan pertama saya adalah kota Batu.
      Berangkat dari Ngawi jam 12 siang dengan menggunakan mobil, sampai di kota Batu sekitar jam 6.30pm.
      Lelah & stress karena perjalanan yang sangat lama hampir 7jam, normal nya 4-5jam.
      Saya langsung menuju Riverstone Cottage & Hotel.
      Disini ada 2 pilihan,
      Bisa memilih Hotel atau Cottage.
      Hotel kamarnya berjajar dalam 1 gedung.
      Dan sangat banyak kamarnya.
      Sementara cottages lebih semacam suasana rumah yang sangat nyaman dan asri dengan hiasan bunga bunga.
      Dan mobil bisa di parkir di samping cottage yang ditempati.
      Tampak dari luar seperti rumah di perumahan hahaha karena kecil kecil.
      Ada teras, di teras tersebut ada meja dan kursi untuk bersantai.
      Di dalamnya sama seperti hotel isinya.
      Bed, TV, kamar mandi shower, AC.
      Suasana cukup tenang dan nyaman karena posisi cottage tidak langsung berhadapan dengan jalan raya.
      Untuk makanan,
      Saya sempat pesan menu makan malam.
      Saya memesan Sup Jagung seharga 15.000 Rupiah.
      Untuk breakfast menu,
      Ada banyak pilihan makanan.
      Bubur Ayam, Nasi Goreng, Nasi Putih, Ayam, Perkedel, Tumis Brokoli, Roti, Jus, Buah, Kopi, Teh, dll.
      Saya hanya makan Tumis Brokoli, Perkedel, Buah, Jus Jeruk, Teh hangat.
      Tempat ini cocok untuk yang ingin menginap dengan suasana asri dan serasa di rumah.
      Rate sekitar 500 K...
      Riverstone Hotel & Cottage 
      Jl. K. H. Agus Salim 97 Batu (0341) - 524 414 
      Happy Traveling,
      Salam Dewi calico
       











    • By Luxia
      Sudah lama pingin share pengalaman menginap di Hotel Kapok, Beijing, baru kali ini kesampaian. hehehe... 
      KAPOK... kalau di-Bahasa Indonesia-kan artinya Jera... seperti komen Deffa, "moga2 betah yach menginap disana, semoga tidak sesuai sama namanya, bikin kapok".
      Tapi kalo menurut aku KAPOK yang dimaksud di sini, bukan itu. Tadinya aku juga bingung koq milih nama jelek amat ya... Pas sudah sampai disana baru ngeh... Kapok yg dimaksud disini adalah Kapuk, kalo didaerah asalku (Sumatera) artinya kapas yang sifatnya lebih padat dan biasanya digunakan untuk mengisi kasur dan bantal, biasanya orang-orang tua senang menggunakannya karena lebih padat, jadi untuk tidur lebih nyaman katanya.
      Hotel Kapok (木棉花酒店 = mu mianhua jiudian) artinya hotel kapuk yang mungkin lebih ingin menggambarkan hotel yang nyaman untuk tidur. Aku mencoba hotel ini pada Maret 2016 yang lalu bersama keluarga. Bisa ketemu hotel ini idenya dapat dari forum jalan2.com ini juga, dari postingan @baihaki1985 (thank you ya). Penasaran dengan lokasi dan namanya, akhirnya dibooking deh. 

      *Sumber : Google
      Bentuk bangunannya kalau siang hari tidak ada yang spesial, malah terkesan sedikit unik ke arah aneh. Bangunan yang serba kaca ini terlindungi oleh rangka-rangka besi yang kokoh. Mungkin untuk antisipasi jika terjadi huru-hara... Letaknya di pinggir jalan persis berderetan dengan pintu masuknya "Forbidden City", cukup dengan berjalan kaki 5 menit saja, dari hotel juga sudah kelihatan gerbangnya. 10 menit jalan kaki ke East Tiananmen Subway dan gerbang Tiananmen Square, 15 menit jalan kaki ke National Centre for the Performing Arts (NCPA). Dekat dengan "wangfujing street" yang merupakan banyak menjual oleh-oleh seperti souvenir, makanan, snacks khas Beijing. Kalau dari Bandara "Beijing Capital International " bisa charter taksi. Waktu kami kesana karena bawa orang tua dan kursi roda, jadi pesan taksinya yang seukuran Innova jadi kena biayanya RMB 280.
       

      *Sumber : Google
      Kami waktu itu booking "Fashion Room" (tipe kamar standard di hotel Kapok ini), yang menarik dari hotel ini bukan hanya lokasinya ternyata, tapi juga pelayanannya... Ketika kami tiba di hotel ini jam tangan baru menunjukkan waktu 09.30 waktu setempat, yang tentunya, sesuai dengan peraturan dari kebanyakan hotel dimanapun seharusnya kami tidak bisa check-in, waktu check-in adalah pukul 2 siang, kecuali hotel dalam keadaan sepi pengunjung, mungkin bisa request "early check-in". Pada waktu itu hotel Kapok sedang ramai pengunjung karena ternyata tidak hanya tamu dari Asia saja peminatnya tetapi juga beberapa tamu dari manca negara juga menginap di Hotel Kapok ini. Rupanya termasuk salah satu hotel yang cukup favorit di area Wangfujing. Front Desk hotel ini ramah dan baik sekali, saya lupa namanya siapa, beliau menjelaskan bahwa hotel dalam keadaan penuh dan kami datangnya kepagian, sehingga kamar untuk kami belum tersedia, tetapi ada 1 kamar yang baru check-out, apakah kami bersedia menunggu 20-25 menit karena kamar tersebut baru saja dikembalikan oleh tamu dan belum selesai dibersihkan. Kamar tersebut tipenya lebih tinggi, jadi kita diberikan Free Upgrade, yang akan diberikan kepada kami sebagai gantinya mengingat memang kami sudah me-request early check-in jauh-jauh hari sebelumnya. Kami pun setuju untuk menunggu, kami dipersilahkan untuk menunggu disebuah ruang kecil yang cukup manis designnya (tapi gak semanis gula lah ya). Sembari menunggu kami disuguhi air hangat karena memang udara di luar hotel sangat dingin (+/- 5 derajat celcius) dan berangin.

      *Sumber : Google
      Setelah menunggu kurang lebih 35 menit di ruang tunggu kami pun di antar langsung oleh front desk tersebut ke kamar. Setibanya di kamar, Ternyata yang disebut upgrade itu hanya akal-akalannya front desk saja yah... tetap kami dapat nya kamar yang kami pesan yaitu "Fashion Room". Tapi so far, kamarnya bagus, bersih, nyaman, terus hotelnya juga tidak berisik. desainnya juga cukup unik dan menarik. Sesuai dengan namanya, kamar ini di-design sedemikian rupa sehingga terkesan modern. Tipe-tipe kamarnya memang tidak biasa, mereka menciptakan nama-nama yang cukup menarik untuk tipe kamar seperti "Fashion Room", "Courtyard Room", "Fashion Suite Room" dan "Kapok Suite Room". Yang lebih menarik lagi kamar mandinya terdiri dari kaca-kaca bening dan transparant yang hanya bisa ditutupi dengan tirai kain saja tanpa ada kunci dipintu kacanya. 

      Kebetulan kamar kami ini letaknya pas di tengah gedung, dekat dengan lift tamu dan void bangunan yang juga dibatasi dengan kaca bening transparan sehingga kita bisa melihat aktifitas yang ada di garden lantai Lobby hotel. 

      Dari koridor kamar kita bisa say hello dengan tetangga sebelah kanan dan bawah kamar karena penyekatnya terdiri dari kaca-kaca bening dan transparan. Tetapi bisa juga kalau kita tidak mau keliatan oleh tetangga kamar, kita tutupi dengan tirai yang telah disediakan.

      Untuk fasilitas kamar, ada mini bar yang tentunya tidak gratis ya selain teh, kopi, gula & creamer yang standard. kulkas, tivi, perlengkapan mandi, dll. Ada 2 jenis sandal yang tersedia di dalam kamar, yaitu 2 pasang di kamar mandi (terbuat dari anyaman bambu ringan tetapi jangan dibawa pulang ya karena mesti bayar), 2 pasang di kamar tidur (gratis).

      Kali ini kami tidak mengambil paket kamar + breakfast karena memang ingin mencoba sarapan di sekitar hotel yang menurut referensi yang dibaca banyak sekali yg menjual makanan baik snack-snack maupun resto-resto. Jadi aku tidak bisa review rasa makanan di hotel ini ya. Yang pasti jangan khawatir, disamping hotel, sekitar 4-5 ruko dari hotel sudah ada minimarket yang buka 24 jam yang tidak hanya menyediakan barang2 dan makanan biasanya tetapi juga ada bakpao, yogurt, dll, dan harganya pun tidak mahal. Standard Seven-Eleven lah ya.
      Berikut tampilan "Fashion Room" hotel Kapok di Beijing ini.

      *Koridor dalam Kamar 

      *Bisa mengintip ke koridor kamar sebelah dan bawah dari dalam kamar
                                              

      Semoga bermanfaat...!!
    • By Luxia
      Kalau kita sebut "Hotel" pasti semua orang sudah tahu definisinya pasti "Tempat Menginap". Tapi kalau disebut "Kekinian", pasti imaginasinya tentang fashion, lifestyle, restoran dan semacamnya. Sebut lagi "Hotel yang Kekinian"... seperti apa ya Hotel yang kekinian itu ? Di wilayah Jawa Tengah pula. Biasanya image hotelnya Javanese banget. Julukan Kekinian untuk hotel rasanya jarang ketemu ya. Tapi untuk Hotel yang satu ini menurut aku cukup cocok sebagai suatu tempat menginap yang kekinian. Dari segi apanya sih? yuk, kita simak review berikut ini.

      *Sumber: Google

      *Sumber: Google
      Tentrem Hotel. Berlokasi di Jalan AM. Sangaji No. 72A, DI Yogyakarta. Sekitar 4 km dari Bandara Internasional Adisucipto, 3 km dari Stasiun Tugu, Alun-alun dan Maliboro, dekat dengan tempat kuliner terkenal seperti Jejamuran, Gudeg Yu Jum dan Restoran Raminten. Tentrem, berasal dari kata "Tentram" yang artinya kedamaian dan ketenangan. Nah konsep daripada hotel ini adalah memberikan ketentraman dan kenyamanan setiap customernya dengan menciptakan suasana Jawa Modern dengan aroma relaksasi sejak awal kita memasuki area Lobby hotel ditambah dengan security check layaknya di Bandara Internasional yang dampaknya memberikan rasa aman bagi seluruh penghuni didalamnya tidak terkecuali staff dan pelanggannya baik yang menginap atau bagi tamu-tamu yang hanya berniat mengunjungi salah satu pelanggan yang menginap didalamnya.

      *Sumber: Google
      Area Lobby (Ground Floor) di design sedemikian rupa sehingga memang dikhususkan untuk pertemuan para tamu, proses check in/out, ruang tunggu dan bersantai saja, sedangkan untuk segala fasilitasnya seperti kolam renang, fitness center, sauna, restaurant, arena bermain anak-anak, dll semua difokuskan di lantai LG (Lower Ground). 

      *Sumber: Google
      Menariknya hotel ini bukanlah dari bentuk kamar yang megah dan mewah tetapi lebih kepada fasilitas yang tersedia. Segala kebutuhan dan perlengkapan mandi di kamar tidur lengkap dan di ploting secara terpisah dan profesional.

      Karena Hotel ini adalah milik Group daripada Sido Muncul maka memang tidak salah lagi, minuman sehat seperti black tea, kunyit asem, tolak angin (cair dan permen), gula dan creamer juga sudah tersedia lengkap di kamar. Dan entah apa aku yang memang gaptech ataukah memang special.. Di Tentrem Hotel ini specialnya adalah amat sangat mengerti kebutuhan traveler baik pelaku bisnis ataupun traveler on vacation... Semua Mini Bar yang tersedia didalam kamar adalah Free Of Charge dan akan di isi kembali keesokan harinya apabila memang menginap lebih dari 1 malam. 

      Proses Check In dan Check Out mudah dan cepat, tidak berbelit-belit. Dikatakan kekinian, selain dari bentuk design bangunan, fasilitas yang mengerti kebutuhan pelanggan akan kenyamanan menginap juga karena memang hotel ini sedang booming dan menjadi penginapan super favorit khususnya dikalangan expatriat dari berbagai mancanegara (pas saya menginap sih kebanyakan Western, Singaporean, Japanese dan Korean).
      Tahu dari mana hotel ini booming? Saking penasaran dengan julukan kekinian, aku tiap hari memantau penjualannya di beberapa website penjualan hotel yang cukup ternama dan terkenal di kalangan traveler yaitu Agoda dan Traveloka selama hampir 2 bulan lebih. dari mulai yang harga kamar Deluxe (kamar paling standard di Tentrem Hotel) Rp 1.000.000 ++/Night/B'Fast s/d Rp 5.800.000,-/Night/B'Fast pun laku keras dan fully booked, khususnya weekend. Latest Check Out hanya bisa s/d pukul 13.00 WIB saja karena tamu yang menunggu giliran masuk ke kamar sudah banyak. Benar-benar luar biasa nih Hotel..
      Breakfastnya saja beraneka ragam dan rasanya juga enak, dari mulai Gudeg, Soto-soto (Javanese Food), bubur, Noodles (Asian Taste), Salad (Tentrem Dressing is the best), Grilled Chicken, Sosis, Omelet, Prasmanan yang berupa Nasi putih, Nasi goreng jawa, Mi goreng, Nasi merah, Ikan goreng fillet with mayonnaise, Sushi, Roti, Croissant, Kue-kue jajanan pasar, Buah-Buahan, Juice 3 macam, Susu cokelat + putih dengan pelengkapnya, Jamu kencur, kunyit asam, Aneka Yogurt dan yang paling saya sukai adalah Es Krim dengan 4 pilihan rasa beserta 6-8 jenis topingnya... Mantap kan, Lengkap deh pokoknya. Bagi yang bawa tamu dan hendak di traktir makan pagi, tinggal bayar saja sebesar Rp 167.000,-/orang. "Eat Till You Drop"!! Duduk 2 jam saja tidak cukup untuk mencicipi semua jenis makanan yang tersedia.

      *Sumber: Google
      Yang pasti bagi temen-temen yang ingin menginap ditempat yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap dan kekinian, jangan lewatkan hotel ini. Pantengin aja promonya selalu ya... Aku kalau sempat ke Yogyakarta lagi pastinya akan mampir menginap di Hotel ini lagi... Yuk ah.. Dicobain!!

      *Pool View
      Semoga Bermanfaat!! 
      NB : Maaf untuk foto selain kamar saya ambil dari Google karena saya hanya punya foto2 dlm kamar saja.
    • By Vara Deliasani
      Pada saat akan berlibur ke Eropa salah satu kekhawatiran bagi sebagian besar orang adalah masalah budget, terutama hotel. Banyak yang khawatir bahwa hotel yang nyaman dan full private di Eropa akan memakan biaya yang cukup besar. Ini juga yang menjadi concern gw pada saat berlibur ke beberapa negara di Eropa beberapa bulan lalu. Maklumlah gw salah satu traveller "manja" yang males jalan jauh dari hotel ke stasiun atau halte, males kalau harus butuh waktu lama ke tempat wisata, ga bisa sharing kamar mandi dan kamar dengan orang yang ga dikenal, dan berbagai kemanjaan lainnya  (Yaaah gw emang traveller rempong)
      Beruntunglah gw pada saat brwosing menemukan hotel yang sesuai dengan keinginan gw tapi dengan harga murah. Kamar dan kamar mandi privat, lokasi persis di depan stasiun kereta, deket kemana-mana, yang penting HARGANYA MURAH!!!!
      Nama hotelnya MEININGER, logonya gampang banget dikenalin.. Huruf M dengan warna merah dan putih.
       
       
      Usut punya usut ternyata Meininger ini ada di 10 kota di Eropa, antara lain Amsterdam, Berlin, Vienna, Brussels, Frankfurt, London, Munich, Salzburg, Munich dan London. Gw sendiri baru mencoba hotel di 2 kota, yaitu Berlin dan Vienna.
      Di berlin terdapat 4 cabang Meininger, sedangkan di Vienna terdapat 3 cabang. Untuk di berlin gw memilih menginap di Meininger Alexanderplatz, untuk di Vienna di Meininger Hbf (Central Station). Pemilihan cabang gw sesuaikan dengan itinerary yang telah disusun sebelumnya.
       
      1. Meininger Alexanderplatz (Berlin)

      niatnya mau foto tampak depan hotel tapi ternyata banyak model dadakan. hahaa
       
      Meininger Alexanderplatz lokasinya persis di depan U Senefelderplatz (U-Bahn Station). begitu keluar ngeliat ke kanan langsung keliatan hotelnya.. cukup nyeberang 10 langkah udah sampai di lobbi hotel.

      Gw ga sempet foto lobbi hotelnya jadi gw ambil fotonya dari website Meininger. Fotonya emang dari tahun 2008 tapi kondisinya masih persis sama dengan kondisi pada Maret 2016 kemarin. Jadi hotelnya benar-benar terjaga kebersihan dan perawatannya.
      Karena gw jalan ber 4, akhirnya diputuskan untuk ambil Quadruple Room dengan Private Bathroom. Didalam kamar terdapat 2 tempat tidur tingkat, 1 buah meja dan 2 buah kursi, 1 lemari dan kamar mandi yang cukup luas. Peralatan mandi dan hair dryer juga disediakan. (tapi ga tersedia sikat gigi dan odol yaaa)
          



       
      Gw booking sekitar 2 bulan sebelum berangkat. Kebetulan dapat harga yang cukup bersahabat, 60 Euro permalam buat ber 4. atau sekitar Rp 870.000 untuk kamar ber 4. Sehingga kita hanya membayar 218.000/orang. Lumayan bangeeeeeetttt kaaannn!!!!!!

      Harga tersebut di atas belum termasuk sarapan. Kalau mau sarapan di Hotel bisa tapi dikenakan biaya 6.9 Euro/Orang. Pilihan menu sarapan lumayan lengkap dan enak. kita sampe ngebekal buat di jalan. hahaha.
      Butuh ngebekal buat lunch juga bisa... tinggal pesen di hotel seharga $,5 Euro/bungkus. Lumayanlah buat makan siang kalo harus nyambung jalan jauh.

       
      2. Meininger Hbf (Vienna)

      Sama seperti di Berlin, untuk di Vienna gw booking Meininger juga. Kali ini memilih yang deket stasiun utama karena kita sampai di Vienna pagi banget dan langsung pengen menjelajah kota, mengingat besok paginya harus terbang ke Italy.
      Sama seperti di Berlin, Meininger Hbf ini cuma selemparan dari stasiun kereta. Begitu keluar stasiun jalan sekitar 20 langkah udah sampai deh di hotel.


      Gw booking Quadruple Room (karena kita ber4) dengan private bathroom. Bedanya kali ini tempat tidur terdiri dari 4 tempat tidur single (bukan bunk bed).
      Peralatan mandi dan hair dryer juga disediakan. (ga tersedia sikat gigi dan odol yaaa)


      Harga juga sama dengan di Berlin, yaitu 60 Euro semalam untuk ber 4. Sehingga kita hanya membayar 218.000/orang. 
       

      Harga segitu itu dapat private room di lokasi yang strategis banget. Cuma ga termasuk breakfast yaaa.. Kalau mau sarapan di Hotel bisa tapi dikenakan biaya 6.9 Euro/Orang. Ngebekal lunch? Bisa.. pesen di hotel seharga 4.5 Euro/bungkus.
      Gw sih ngerasa puas banget selama nginep di Meininger ini.. dan pastinya kalo ke Eropa lagi bakalan booking di hotel yang sama. Harganya terjangkau tapi fasilitas nyaman dan lokasi strategis.
      Buat yang mau jalan ke Eropa semoga review kali ini bisa membantu memberikan alternatif hotel selama disana.