Sign in to follow this  
puariesthaufani

Pengalaman Di Kota Bandar Lampung (Trip Bl Undercover & Pulau Condong)

5 posts in this topic

Awal Bermula

Apa yang pertama kali anda pikirkan tentang Lampung? Gajah? Pisang? Ya , mendengar kata Lampung kita akan langsung menjurus pada Pelatihan Gajah di Way Kambas serta pisang lampung yang terkenal. Tak hanya itu, sebagian dari kita pasti akan membayangkan situasi jalur mudik ke sumatera via kapal laut. Nah pada kesempatan kali ini, saya akan membahas pertualangan ngebolang saya ke Lampung beberapa saat yang lalu. Cerita ini bermula ketika terbersit pkiran saya untuk bersilaturahim dengan kawan lama saya di Lampung. Pada saat itu, secara kebetulan seorang teman meminta untuk turut bersama saya dan merealisasikan bayangan saya itu. Walhasil, langsung lah kita berdua mencari tempat yang bisa disinggahi sebagai ‘pelampiasan kejenuhan’ di Pabrik. Ya hitung-hitung wisata lah. Dan, Voila! Kami menemukan destinasi wisata yang cukup menggoda, bernama pulau Condong beserta pantai  pasir putih.

Kami pun memutuskan berangkat jum’at malam, tepatnya pukul 11 an malam. Saya hanya membawa tas sandeng, sementara kawan saya mengenakan tas ransel. Kami ke pelabuhan merak menaiki angkot ke merak dari cilegon. Sekitar setengah jam, kami pun tiba di merak harbour. Tiket pun kami pesan. Cukup murah ke lampung (bakhaeuni) via laut, hanya dengan merogoh kocek 13 ribuan. Tepat jam 12 malam, jangkar kapal ditarik dari Merak. Ini adalah pengalaman pertama kawan saya menaiki kapal, sementara bagi saya tidak asing. Pasalnya saya punya darah sumatera, sehingga beberapa kali pernah menjejakkan kaki di bumi Andalas. Di kapal , teman saya tertidur pulas. Sementara saya, berusaha menikmati semilir angin malam di atas kapal sembari ditemani oleh seseorang di ujung sambungan kawat. Melalui sambungan itu, dia bercerita mengenai film india yang baru ditontonnya, dan saya menikmati penjelasannya. Saya pun bercerita mengenai agenda perjalanan saya saat itu kepadanya. Dia pun mengingatkan saya untuk lekas tidur, menjaga kondisi badan saya selama diperjalanan. “Jangan tidur malam kakâ€, begitulah kira-kira bunyi pesannya. Ya, itulah sedikit bumbu dalam perjalanan ini. J

Setelah 2,5 jam di kapal, kami pun tiba di bakhaeuni. Sesampainya disana, saya sedikit  terganggu dengan kumpulan supir travel yang menjajakan layanannya kepada penumpang baru.

“Mas, mau kemana mas?â€, itulah kalimat yang diulang-ulang oleh para supir travel kepada kami. Saya pun dengan tegas menjawab : “Rajabasaâ€. Ya , disanalah kami nanti bersua dengan kawan lama saya. Setelah berjuang melewati hadangan para supir, kami pun memutuskan untuk menaiki bus AC. Sayangnya, kami harus duduk berdua di kursi kernet. Ditengah kondisi suntuk+Ngantuk, kami pun terpaksa menikmati perjalanan menuju Rajabasa,Bandar Lampung. Sekursi berdua :D

“Hutan semua ya, mad?â€, ujar Kang Ican bertanya padaku.

“Kebun ini, kangâ€, jelasku.

Ditengah perjalanan itu, saya hanya mendengar kan ocehan seorang wanita dari Jawa, yang banyak bertanya kepada sang supir. Saya pun berkesempatan bertanya pada sang kernet, mengenai letak pantai pasir putih Karahan. Dia pun berjanji untuk menurunkan busnya di lokasi yang kami tuju.

 

 

Pasir Putih, Pesona Pulau Condong

Setelah melalui perjalanan panjang, kami pun diturunkan di lokasi Pantai Pasir putih. Pagi buta sekali kami tiba di pantai itu. Kesan pertama saya , adalah bahwa pantai ini merupakan kamp militer. Dan benar saja, memang pantai ini memang pantai latihan buat para tentara. Kedatangan kami disambut oleh patung-patung besar yang membuat bulu kuduk saya bergidik. Setelah melihat sejenak lokasi pantai putih, saya pun mengajak kawan saya untuk mencari masjid yang letaknya tak begitu jauh dari sana. Di masjid, kami menunaikan shalat shubuh dan sedikit melepas “jet lag†perjalanan. Pukul setengah tujuh, kami menyempatkan sarapan nasduk disana. Sembari makan nasduk, kami berusaha mencari tahu cara ke pulau condong yang letaknya diseberang pantai. Tak perlu waktu lama untuk kami mendapatkan informasi tersebut. Kami menyewa kapal kecil kesana, 150 ribu/kapal. Kapal ini bisa muat untuk 10 penumpang.

Sesampainya di Pulau tujuan, kami serasa seperti orang-orang yang terdampar. Pulau Condong, hampir tak berpenghuni. Hanya ada seorang nenek tua yang menyambut kami dengan penuh senyum sembari menyerahkan tiket masuk seharga 3000/orang. Selain itu kami juga melihat beberapa villa tua yang mulai tak berbentuk sebagaimana mestinya. Sungguh amat disayangkan melihat potensi pariwisata yang ada di Pulau ini, namun pemerintah setempat tidak memaksimalkannya. Di pulau condong, kami melepas penat dengan ‘nyemplung’ di Air yang jernih.

Puas bermain air dan berdokumentasi ria, kami pun ditawarkan untuk mengelilingi pulau ini oleh sang juru mudi kapal. Syaratnya kita disuruh menambahkan uang bensin sebesar 30 ribu. Tanpa pikir panjang, kami pun menyetujuinya. “Kapan lagi coba?†, pikirku dalam hati. Ternyata tak butuh waktu lama untuk mengetahui seluk beluk pulau ini. Di sisi lain pulau ini, ternyata tampak serupa. Indah namun tak terurus. Usai berwisata ke pulau condong, kami pun meneruskan perjalanan kami ke Bandar Lampung.

 

 

Bandar Lampung, Kota Tapis Berseri

Perjalanan kami ke Bandar Lampung dari pasir putih menggunakan Trans Lampung (Mirip-mirip bus way lah). Dalam Busway khas lampung ini kami bersua dengan seorang lelaki tua berjubah putih , namun sedikit kumuh (Husnudzan ku, mungkin dia seorang musafir). Ia tampak mengajak mengobrol temanku, mengenai aktifitas dakwah yang ia jalani. “Ah ini mah seorang Jamaah Tabligh†, pikirku saat mengetahui isi pembicaraan tersebut. Setelah kawanku tampak menunjukkan kebosanan akan pembicaraan dengannya, ia mencoba mengobrol denganku. Dengan mudah aku langsung ‘connect’ dengan dia, karena sedikit banyak aku paham dengan yang namanya dunia dakwah. “Saya juga dulu pernah mabit kok, pak. Tapi gak sampai tuntasâ€, ujarku saat dia menjabarkan serba serbi perjalanan para Jamaah Tabligh lalui (termasuk dirinya sendiri). “Oh ya?†, orang tua itu tampak penasaran. “Iya dulu pernah ke Markasâ€. Lelaki itu pun sumringah. Tak berapa lama setelah percakapan itu, kami pun tiba di Terminal Rajabasa . Disana kami sudah ditunggu oleh teman satu organisasi ku.

Selama disana, kami pun diajak berkeliling untuk mengenai kota lampung. Kami juga dijelaskan mengenai beberapa kebiasaan masyarakat lampung, mulai dari ditemukannya logo tapis pada setiap pusat bisnis hingga sifat orang lampung yang diam-diam menghanyutkan. Bahkan pada malam harinya, kami melewati kawasan pemukiman padat di pinggiran kota (yang ternyata adalah kawasan Lokalisasi di sana). Ini merupakan pengalaman menarik bagi saya, karena kami hanya ‘sekadar’ lewat, bukan berniat untuk melakukan macam-macam. Lokalisasi disana amat mengherankan, sebab menurut penjelasan teman seorganisasi saya , pembagian kelas “harga†dapat ditentukan melalui gang-gang yang berada disana. Benar saja, saat kami melewati gang “kelas atas†banyak (maaf) WTS yang berpostur ‘aduhai’ lagi berwajah menarik. Ada sebuah kejadian unik, disaat kami melalui sebuah gang, kami dihadang oleh para wanita berpakaian minim. Tujuannya adalah kami dipaksa untuk ‘bermain’ dengan mereka atau minimal memberi uang ‘palak’ kepada mereka. Kalau tidak memberi, biasanya salah satu benda yang melekat di kami.

Sial bagiku saat topi ku ternyata ikut-ikutan diambil oleh mereka. Lucunya mereka tak merasa bersalah akan perbuatan itu. Malah tertawa cekikan saat aku linglung plus panic diambil topinya.Tapi akhirnya aku ikhlaskan saja. Daripada aku turun lalu dipaksa bermain dengan ‘mereka’ -_-.  Kami pun melanjutkan perjalanan mengelilingi kota lampung , dimana beberapa bundaran kami lewati. Esoknya kami pun memutuskan untuk mengakhiri pertualangan ku di lampung

 

 

Berlayar dengan Kapal Pesiar

Kepulangan kami ke Merak dari bakhaeuni menggunakan  kapal port link milik ASDP. Kapal ini cukup besar dan menurutku merupakan bekas kapal pesiar. Sebab banyak interior didalamnya berisi khas kapal pesiar. Kami amat nyaman disana terlebih lagi ada pramugari kapal yang menyambut kami J .Dalam kapal tersebut, aku berjumpa dengan rombongan anak sekolahan yang berasal dari Metro, Lampung. Mereka hendak study tour ke Jakarta dan Jogja. Aku pribadi mengobrol banyak dengan beberapa orang dari rombongan itu.

Well, tepat jam 9 malam aku dan kawanku tiba di kontrakan. Membawa banyak cerita dari Serambi Sumatera J

 

Awal Juni 2014

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By devi admaja
      Tak terasa sudah waktunya kantor kami outing lagi , awalnya saya selaku koordinator mengajukan untuk ke luar kota Lampung dan bermaksud ke Bogor , setelah cari info kanan kiri pimpinan setuju , apa daya budget ga masuk , akhirnya kami kongkow dan beberapa dari kami (termasuk saya) belum pernah ke dufan akhirnya saya maju lagi dan setelah pjg lebar pimpinan setuju , dan budget-pun setelah dihitung bisa direalisasikan , saatnya pengajuan ke kantor pusat kami , dan setelah perjuangan , revisi , revisi & negosiasi alot dgn kepala bagian saya di pusat berhasil & begitu sampai di meja direksi , proposal saya kandas seperti kapal karam . dikarenakan dateline proposal 1 minggu lagi maka saya harus gerak cepat memutuskan mau kemana , cari info kesana kemari resort yang punya vendor outbound di Lampung , pada awalnya saya tertarik dengan Suak Sumatra , salah 1 resort baru , saya hubgi marketing officer-nya , dikarenakan jumlah ruangan yg terbatas , harga yg masih lumayan mahal (1,4jt per org per malam) dan tidak adanya vendor team building (kami harus bawa sendiri dari luar) , maka ga jadi ke Suak. Okey hari makin mepet akhirnya saya hubgi Grand Elty (LAGI) , kami sudah bekerjasama selama 3 thn berturut2 ini dan kalo cuma di seputaran resort-nya saja mungkin bisa bosan yah hahahaha. Dan dikarenakan pimpinan saya berjiwa petualang , beliau tanya kalo mw sebrang pulau bisa tdk , dan pihak BISA. Ada 2 pilihan , ke sebuku dengan durasi perjalanan 1,5jam or liat2 Gunung Anak Krakatu durasi 3jam (cuma LIAT2 doang , karena sekarang sudah tdk boleh di explore lagi , iyalah lama2 hancur diinjak2 terus). Okey setelah nego menego harga akhirnya disepakati kami akan outbound ke sebuku & snorkling disana. 
       
      Hari H-pun tiba (28102017) berangkat dari Bd.Lampung jam 7 teng teng menuju elty perjalanan 1,5jam. Sampai di elty kami drop barang2 kami. Jam 9 pagi kami berangkat menuju sebuku , perjalanan 1,5jam naik kapal. Beginilah penampakan kapalnya. 
      Kami menyew2 kapal , kapasitas kapal katanya 30 org , jumlah kami 38 org , terus terang saya juga mabok naik kapal ini , memang saat meeting dgn pihak elty sudah diberitahukan bahwa akan naik wooden  boat , tapi dlm benak saya bukan wooden boat begini hahaha , banyak teman2 yg akhirnya muntah dalam perjalanan (kondisi cuaca cerah , tapi memang ombak & angin agak besar) , saya-pun ikutan mabok jg walopun tdk sampai muntah , saya hanya kentut melulu hahahahaaa. . . selaku panitia mesti keliatan tegar gt
      Voilla...akhirnya hampir sampai...berikut penampakannya : 

       

      Berhubung mayoritas saya  mengambil view-nya pakai video maka saya  screenshot saja yah. 
      Tampak pasir putih membentang , memang pulau tak berpenghuniii, untung bawa makanan byk banget kuatir ga bisa balik karena ombak (maklum emak2 jd kuatirnya byk)  

       

      Yuk...bongkaran

       
      Namanya pulau tak berpenghuni , jangan harap ketemu cowo2 ganteng or cewe2 cantik , ketemu nenek2 aja uda syukur huehehehe... Oiya awalnya dikasi tau kalo ga ada toilet , wah mikirnya nti kencing dimana , katanya langsung aja nonkrong di laut (wah langsung mikir pantesan air laut asin) wahahahaa... Tapiii..rupanya ada kok toilet daruratnya , dan dibutuhkan usaha dlm ngambil airnya , kita mesti NIMBA dari sumur , untung aja dulu pernah belajar nimba hehehhee... Ini penampakan muka toiletnya (rumahnya yah bukan kapalnya)

      Oiya suasana-nya makin sore makin serem , uda gt air laut makin naik , dan ada beberapa temen bilang kok ada bau bangkai gt (saya tdk merasakan bau sih) , oh mungkin empu-nya pulau sudah tidak berkenan kami lama2 disitu , ya sudah akhirnya kami putuskan untuk lanjut ke spot untuk snorkling , perjalanan cuma 10 menit karena kapal cuma berbelok aja , mayoritas dari kami tdk snorkling (termasuk  saya)

      Okey setelah snorkling , kita balik lagi ke dermaga grand elty , perjalanan pulang seperti biasa lebih baik dari perjalanan pergi , yang mabok sudah tidak gitu mabok lagi , oiya beberapa dari kami dapat kelapa dugan dari penduduk asli sana (makasih yah pak :) ) , daging kelapa dugannya tuebel banget tapi lembut (sumpe nyesel ga bawa sendok pamungkas hhuhuhu). Balik k elty uda sore , dan sejauh mata memandang kami berada di laut lepas 

      Sesampai di elty kita check-in hotel 


      Dan setelah sampai kami semua istirahat untuk acara kebersamaan kami di malam hari :) 
      Sekian cerita ke pulau sebuku , bagi saya selama tinggal di Lampung semua pulau yang disebrangi pemandangannya kurleb sama , dengan hamparan pasir putih yang panjang , pepohonan hijau , terumbu karang dan air jernih berwarna hijau biru. . . Tuhan menciptakan alam dan seisinya begitu indah sampai keindahannya tiada habisnya , dari pulau 1 ke pulau yg lain. Sampai jumpa di cerita berikutnya. Thanks 
    • By val_3373
      Hai Jj'ers
      Kali imi saya ingin membagikan pengalaman menjelajah Lampung selama 4 hari ( 13-16 April 2017) kemaren.  Selama ini Lampung hanya terkenal degan Pulau Pahawangnya, terus terang saya juga belum pernah ke Pahawang tetapi karena sudah banyak orang2 yang ke sana, ingin mencari sesuatu yang berbeda, akhirnya dipilihlah target utama trip kali ini yaitu Pantai Gigi Hiu yangterletak di daerah Kelumbayan, Tanggamus Lampung. Belum trlalu banyak orang pergi ke tempat ini dikarenakan akses jalan yang masih parahdan rusak. Akses jalan yang rusak tidak menyurutkan semangat untuk mendatangai tempat ini. Rencana dengan mobil pribadi dan kebetulan ada teman ngetrip yang bisa brgabung, maka saya bersama @Fu Cen serta suami dan anaknya ikut dalam trip ini. Kami berlima termasuk supir menuju ke Lampung
      Berikut itinerary perjalanan kami :
      Day 01. 13 April 2017 - Jakarta - Lampung
      Jam 10 pgi kami start menuju Lampung dimulai dari Mepo Rumah Sakit awal Bross di Cikokol dengan kendaraan pribadi mobil terios. Jalanan lumayan lancar, tiba di pelabuhan mrah sekitar jam 11.45 langsung dapat kapal erry sehingga kami tidak perlu menunggu, beli tiket ferry seharga Rp 325ribu/mobil, mobil lsg masuk ke dalam ferry. Sekitar jam 12.15 Ferry berangkat menuju Pelabuhan Bakauhueni Lampung. Kami beruntungmendapat Ferry yang bagus dan sepi serasa milik pribadi hehehehhee. Begitu dduk, lagsung menyantap bekal yang sudah disiapkan oleh Fu cen dai rumah yaitu nasi liwet dan ayam taliwang.... hmmmmm sedap deh. Sekitar jam 2.55 sore akhirnya ferry kami merapat juga di Pelabuhan bakauhueni.... Lampung, We are coming....
       Kondisi jalan dari Bakauhueni menuju kota Bandarlampung agak rusak sehingga kendaraan tidak bisa melaju dengan kencang, kami tiba di Teluk Betung sekitar jam 5.30 langsung menuju hotel yang sudah kami booking sebelumnyayaitu Jazz Guest house seharga Rp 172ribu/kamar. Istirahat dan mandi sebentar setelah itu kami keluar hotel untuk makan malam dan mencari oleh2, karena hotel dekat dengan pusat oleh2 di lampung yaitu Yenyen yangterkenal itu. Sambil membeli oleh2, kami juga bertanya2 dimana gerangan lokasi Panta Gigi Hiu yang menjadi target utama kami itu berada. Selesai beli oleh2, kembali ke Hotel untuk beristirahat karena subuh2 kami akan brangkat ke Gigi Hiu
      Day 02 14 April 2017 Teluk Betung-Gigi hiu
      Jam 2 subuh kami berangkat menuju Kiluan karena untuk sampai ke Gigi Hiu kami harus ke Kiluan terlebih dahulu, jadi sekalian ingin melihat Lumba-Lumba yang berada di teluk Kiluan. Target harus sampai di Teluk Kiluan paling lambat jam 6 pagi jika ingin melihat lumba-lumba. Arah menuju Teluk Kiluan searah dengan yang menuju Ke Pahwang, patokan yag kami ambil taitu jalan menuju padang cermin, sesampai perempatan padang cermin ke kanan, kami mengambil arah yang ke kiri, ikuti saja jalan tersebut. Kondis jalan sampai ke pelabuhan Ketapang untuk menyebrang ke pahawang sudah cukup bagus dari ketapang masih lurus saja untuk menuju ke teluk kiluan.... masih ada beberapa ruas jalan yang rusak. semakin mendekati teluk Kiluan kondisi jalan lebih banyak yang rusak. Kita akan menemukan gerbang selamat datang di Kiluan yang berda di sebelah kiri, masuk ke dalam gerbang tersebut dan ikuti saja jalannya sampai menuju  ke arah pantai... jalanan sudah bagus karena sudah di cor beton, tetapi sayang masih kurangnya papan petunjuk untuk menuju lokasi penyewaan perahu di teluk kiluan.
      Kami berhenti disembarang tempat karena tidak mengetahui arah dan lokasi yang dituju, kalo orang bilang traveller nekat... hahahahahaa tapi keberuntungan masih bersama kami, tempat kami berhenti teernyata slaha satu homestay di Teluk Kilian aitu Homestay "Pak Rusdi" kami tiba di teluk Kiluan jam 4.45 pagi dan hujanpun turun pada saat itu yang sempat menyurutkan semangat untuk melihat lumba-lumba. Kami nego harga untuk sewa jungkung jika ingin melihat lumba2. Sewa Jungkung Rp 300ribu/Jungkung. 1 jungkung max 3 org, karena kami berlima maka kami harus menyewa 2 jungkung. Sambil menunggu kami juga menanyakan bagaimana caranya jika ingin menuju ke pantai Gigi Hiu. dikarenakan akses jalan, kendaraan roda 4 belum bisa menuju ke sana. Untuk ke sana bisa dengan berjalan kaki atau sewa ojek sebesar Rp10ribu/ojek pp termasuk biaya masuk ke Gigi Hiu. Tepat jam 6 pagi, kami menuju ke Jungkung untuk berperahu melihat lumba2. Dari homestay kira2 memakan waktu 30 menit menuju lokasi pemburuan melihat lumba2. Tidak banyak yang berkunjung ke Kiluan pada saat itu, hanya 2 jungkung kami saja dan lumba2nya tidak banyak, tetapi Puji Tuhan kami masih bisa melihat lumba-lumba tersebut.
      setelah puas melihat lumba-lumba kami menuju Pulau Kelapa (Kiluan) untuk berphoto di pantaunya yang berpasir putih dan halus serta irnya yang sangat jernih dengan degrasi warna hijau tosca yang menyegarkan mata.
      Ingin rasanya brlama-lama di pulau ini, tetapi kami diingatkan oleh Pak Rusi karena ingin menuju Gigi Hiu, maka harus segera kembali ke homestay. SEsampainya di homestay, kami berisitirahat sebentar sambil mengganti pakaian yang basah karena percikan air laut serta hujan, tepat jam 10 kami berlima naik ojel menuju Gigi Hiu. Belum ada bayangan mengenai kondisi jalan yang akan kami lalui. Dalam benak saya hanya kondisi jalan yang rusak saja ternyata akses untuk menuju ke gigi Hiu bukan hanya rusak tetapi cukup extreme. Motor harus melewati tanjakan dan turunan tajam yang cukup panjang dengan kondisi jalan yang masih bebatuan atau tanah merah saja, kondisi jalan cukup lcin dikarenakan semalam hujan. Bettambah lagi deh tantangan yang harus kami lewati.... pada saat itu semua orang menjadi sangat religius karena berdoa sepanjang perjalanan semoga motor tidak jatuh Kali ini saya benar2 pasrah mengandalkan keahlian abang ojek dalam mengendalikan motornya.... hahahahahahaa. Perjalanan dari teluk kiluan mnuju Gigi Hiu kira2 memerlukan waktu 1.5 jam dengan ojek (=/-5km) Jikakondisi jalan bagus mungkin hanya 45 menit. Perjalanan yang panjang dan menegangkan terbayarkan dengan keindahan alam yang terhampar di depan mata kami.... hanya 1 kata yang trucap "WOW". Sayang sekali tempat yang begitu indah tidak dikelola dengan baik oleh Pemda setempat. Jika akses jalan baik, kami percaya bahwa gigi hiu akan menjadi salah satu Icon pariisata di Lampung Dari tempat parkir untuk menuju gugusan karang2nya memerlukan waktu =/- 20 menit berjalan kaki. Segala keepenatan dan ketegangan yang dialami hilang dalam hitungan detik melihat keindahan Gigi Hiu. Sayang sekali ombak lg tinggi sehingga kmi tidak bisa menyebrang untuk masuk ke tengah2 gugusan karangnya.
      Setelah puas menikmati keindahan Gigi Hiu, kami kembali ke homestay dan mengulang kembali ketegangan engan ojek hahahahaha ternyata pulang lebih menyeramkam daripada perginya, motor yang saya tumpangi sempat tergelincir karena tidak kuat menanjak. PujiTuhan tidak terjadi kecelakaan. Sampai  di Homestay jam 14.15, kami sudah disediakan makan siang oleh pak Rusdi berupa ikan goreng, tempe goreng, sayur asem dan sambal. Makan siang dihitung Rp 20ribu/org. Sebenarnya setelah makan siang yang telat, masih ada 1 tempat yang bisa dikunjungi di teluk kiluan yaitu pantai Laguna, dikarenakan kecapean karena ke Gigi hiu maka kami memutuskan untuk tidak ke sana. menggunakan waktu untuk berisitahat sambil meluruskan kaki yang pegal2 selama naik ojek. Jam 15.00 kami cabut dari Kiluan menuju Pringsewu dengan mengandalkan Gooegle map yang menuntun perjalanan kami. Tiba di Prinsewu jam di Regensy Hotel Pringsewu.jam 19.30. Harga kamar Rp 250ribu/kamar. Kami berisitiraht setelah perjalanan yang melelahkan.
      Day 03: 15 April 2017  Pringsewu-Kota Agung
      Selesai sarapan di hotel, tepat jam 8.00 kami menuju kota agung untuk melamjutkan perjalanan ke air terjun way Lalaan yang berada di Kota Agung dengan mengandalkan gooegle map kembali. Perjalanan dari hotel keWay Lalaan +- 1 jam perjalanan. Cukup mudah untuk mencapai air terjun ni karena berada tepat dipinggir jalan raya dari pringsewu menuju kota agung. HTM Rp 5ribu/org + parkir roda 4 Rp 5ribu Air terjun way lalaan mempunyai 2 air terjun aitu way lalaan 1 dan way lalaan2. Akses menuju ke way lalaan  sangat bagus sdh dibuatkan tangga dari semen . dari parkiran menuju air terjun way lalaan1 +- 10 menit. Dikarenakan musim hujan maka air di way lalaan keruh. menurut penjual warung2 di sana, jika musim kemarau, air di way lalaan sangat jernih.
      Setelah puas di way lalaan kami menuju Pantai Terbaya, hasil dari bertanya-tanya dengan ibu penjual makanan dan minuman di way lalaan. Pantai ini jugaa sangat mudah untuk dicapai karena tebat berada di pinggir jalan raya. dari way lalaan hanya sekitar 20 menit perjalanan dengan mobil. HTM Rp 7500/org parkir mobil Rp 12.500.
      Berdasarkan info dari pendududk setempat terdapat lagi salah satu tujuan wisata di darah Kota Agung yaitu Bendungan Batu Tegi . Jarak dari pantai terbaya ke batu Tegi sekitar 1.5 jam perjalanan, kali ini kami juga mengandalkan google ma untuk menuju ke sana. HTM Rp 3000/org. Biaya parkir sukarela. Ada2 tempat yang bisa kita kunjungi di Batu Tegi yaitu Demaga/Jetty dan Bendungannya. Di dermaga kita bisa berkeliling bendungan dengan menyewa prahu Rp 75ribu/perahu. Di sekitar danau yang terbentuk karena bendungan ii terdapat 2 air terjun yang bisa dikunjungi tetapi saat ii ditutup karena ada siswa SMA yang meninggal dunia tenggelam di ar terjun ersbut dan 1 lg air terjun yang aliran airnya sangat kecil langsung menju ke danau. Hanya air terjun ini daoat kami lihat dari perahu. Sayang sekali banyak sampah di sekitar air terjun tersebut yang mengurangi keindahannya.
      Kotajuga bisa melihat bendungan ini dari atas di gardu pandang yang sudah disediakan, pemandangan dari atas sangat indah.


      Setelah puas di Batu tegi, kami kembali menuju kota Lampung untuk berisiirahat. Tiba di hotel Jazz Guest House sekitar jam 7.30 sebelumnya kami makan malam dengan menyantap Bakso J=Haji Son Sonny yangt terkenal di lampung. kata Fu Cen blm ke lampung kalo belum mencoba bakso Sony....
      day 04 16 April 2017 Lampung-Jakarta
      Setelah sarapan, kami kembali ke Jakarta tepat jam 8 pagi. Sebelumnya kami memuttuskan untuk ke tempat wisata yang dilalui dalam perjalanan pulang kami ke jakarta, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Pulau Mengkudu dan Pantai Batu lapis yang beradadi Kalianda.. Kembali mengandalkan google map untuk sampai ke tempat ini. Kami harus menuju pantai kahay terlebih dahulu, dari pantai Kahay kemudian menyewa perahu untuk sampai ke Pulau mengkudu dan Batu Lapis. Sewa perahu Rp 30ribu/org ke dua spot wisataini. Perjalanan dari pabtai kahay ke batu lapis sekitar 15menit berperahu. Batu lapis merupakan pantai dengan batu karang yang berlapis-lapis sehingga di sebut dengan pantai batu Lapis. HTM Rp 5000/org

      Setelah puas di bayu lapis kami melanjtkan perjalanan dengan perahu ke Pulau mengkudu selama 10 menit. Pulaumengkudu merupakan 2 pulau yang terhubungkan dengan gugusan pasir putih yang terbentang menyambungkan dua pulau yang terpisah. Sauang sekali banyak sekali sampah di sekitar pulau sehingga keindahan air laut yang berwarna hijau tosca tertutup dengan sampah yang berserakan. Jika kita hendak mandi2 dan lama di pulau mengkudu maka Tukang perahu akan kembali ke Pantai kahay terlebih dahulu dan kembali setelah kita puas bermain. Tukang perahu akan meninggalkan no Hpnya untukk kita hubungi. Tetapi karena kondisi pantai yang kotor, maka kami meminta tukang perahu untuk menunggu sebentar saja.  HTM Rp 5000/org . setelah itu kami kembali ke pantai kahay melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta.....

      Bye2 lampung..... Salam Jalan-jalan
       
       
       
       

    • By Dimas Alfarizi
      Berkunjung ke Lampung untuk Dinas Kerjaan, ga lengkap rasanya tanpa menyisipi dengan jalan-jalan di wisata lokal. Beberapa yang saya kunjungi :
      Pulau Pahawang. too mainstream sih, tapi okelah untuk jalan-jalan seharian. berbekal nekat karena pas longweekend, kesana rame banget. modal nyerocos akhirnya bisa ikut open trip per orang cuma kena 200rb (udah include alat snorkling). pas disini bikin video ulang tahun deh buat istri tercinta Air Terjun Way Lalaan. rasanya ga banyak yang tau air terjun ini. lokasinya ada di deket komplek Pemda Kabupaten Tanggamus. masuknya murah kok (lupa harga tiketnya). cukup OK buat cari air tawar seger habis perjalanan laut dan darat yang ekstrim di Kota Agung (daerah Sedayu)  Bandar Lampung. Menikmati malam kota Bandar Lampung di Masjid Agung Al-Furqon sambil ngopi, naikin Drone deh. cukup indah untuk ambil foto & video di sekitar masjid agung ini karena pencahayaannya cukup terang, so hasilnya OK.





    • By alexandra anastasya

      Sumber : Elshinta.com
      Jakarta - Pekan depan, dari tanggal 24-28 Agustus akan digelar Lampung Krakatau Festival 2016. Ini rangkaian acaranya, yang sayang untuk traveler lewatkan.

      Traveler yang liburan ke Lampung pekan depan akan mendapat suguhan event berupa Lampung Krakatau Festival 2016. Kegiatan yang bisa traveler nikmati selama festival ini berlangsung meliputi Jelajah Pasar Seni, Jelajah Layang-layang, Jelajah Rasa (Festival Kuliner), Jelajah Semarak Budaya, dan sebagai sajian utamaya tentu saja Jelajah Krakatau.

      "Kenapa Jelajah? Dari sisi adventure, Lampung ini masih sangat alami. Infrastruktur memang masih belum bagus. Tapi justru itu yang dicari wisatawan, adventure-nya," kata M Ridho Ficardo, Gubernur Lampung kepada wartawan di Ruang Rapat Lantai 17, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar Jakarta, Kamis (18/8/2016).

      Memang ada 3 unsur utama yang akan diangkat lewat Lampung Krakatau Festival 2016 ini, yaitu Nature, Culture dan Adventure. Untuk nature dan adventure-nya, menurut Ridho, Krakatau masih akan jadi sajian utamanya. Baru untuk culture, ditampilkan seni budaya Tapis khas Lampung.

      "Provinsi Lampung itu sangat heterogen karena jadi daerah transmigrasi pertama di Indonesia. Dalam Jelajah Semarak Budaya, kami akan tampilkan seni budaya dari masyarakat perantauan. Kami juga akan mengundang perwakilan dari provinsi lain seperti Yogyakarta dan Bali untuk ikut serta. Bukan tidak mungkin ke depannya kita akan undang juga dari negara lain," tambah Ridho.

      Untuk acara lain dalam festival ini, ada Jelajah Layang-layang yang juga ingin diangkat, karena di Lampung ada banyak wilayah pantai yang anginnya bagus. Nanti akan ada lomba layang-layang hias, ketangkasan adu layang-layang dan masih ada beberapa yang lainnya, yang digelar pada 25-26 Agustus 2016 di Stadion Sumpah Pemuda Lampung.

      Traveler juga bisa icip-icip kuliner khas Lampung, yang belum banyak orang tahu. Bahkan, konon katanya pempek paling enak itu ada di Lampung, bukan di Sumsel.

      "Kuliner Lampung itu sangat banyak yang enak-enak, tapi belum dikenal. Saya sering bercanda dengan Gubernur Sumsel, pempek itu yang nyempurnain orang Lampung," ucap Ridho.

      Untuk acara Jelajah Pasar Seni akan dilangsungkan di Mal Boemi Kedaton, Lampung dari tanggal 24-28 Agustus, sementara Jelajah Rasa digelar pada 26-28 Agustus. 2 Acara puncaknya yaitu Jelajah Krakatau digelar pada 27 Agustus, dan Jelajah Semarak Budaya akan digelar pada 28 Agustus. Jangan sampai terlewat ya traveler! (wsw/krn)  Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
      SUMBER
       
    • By Barajiwa Patria Soedarmo
      Yooo agan dan aganwati ketemu lagi bersama ane Bara sang traveller kreeeen:ngakak . Di perjalanan kali ini ane mau bawa agan-agan melihat salah satu keindahan di Pulau Sumatera:wow . Mungkin nama tempat ini sudah sering didengar oleh agan semua karena emang tempat ini udah terkenal:2thumbup . Nama Pulau ini adalah Pulau Pahawang yang berada di Provinsi Lampung yang punya keindahan bawah laut yang top deh:wow . Sebelum bercerita lebih lanjut yok kita liat map nya:cool

      Nah kan agan sudah tau dimana letak pulau Pahawang:1thumbup letaknya dekat dengan teluk Lampung. Sebelum ane cerita lebih lanjut nih ane perkenalkan dulu travellernya:ngacir2
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       

      Nah lengkap deh kami ber12 jalan-jalan ke Pulau Pahawang:salaman . Gak usah banyak cingcong langsung yok ke ceritanya:ngacir2
      Day 1, 22 Juli 2016
      Perjalanan dimuai ketika semua teman-teman kumpul di rumah ane sebelum jam 21.00 di Bambu Apus Jakarta:salaman . Ketika semua sudah lengkap eh kurang satu si Coki belum dateng karena baru pulang dari Cirebon katanya:cd: . Alhasil kami baru berangkat jam 22.30 dari rumah menggunakan 2 mobil yaitu fortuner dan panther yang muat masing-masing mobil 6 orang.

      Perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Merak terlebih dahulu dengan jalan seperti ini:cd:

      Yap perjalanan lumayan ramai ketika kami sebenarnya dikejar waktu:cool. Untuk mengisi tenaga kami bersantai dulu di rest area membeli makanan, buang air, dan ambil duit cash pastinya:1thumbup

      Perjalanan kami lanjutkan lagi menuju ke Pelabuhan merak setelah membeli beberapa barang:toast
      Day 2, 23 Juli 2016
      Jam 01.00 akhirnya kami tiba di Pelabuhan merak :matabelo . Sebenarnya itu sudah terlalu malem untuk mencapai Pelabuhan Merak karena di rundown yang kami buat harusnya sudah sampe Pelabuhan Merak jam 22.30 yah tapi mau gimana lagi:sorry

      Seakan memang perjalanan ini diwajibkan untuk telat, ketidak beruntungan menghampiri kami lagi:cd: . Kapal yang mau kami naiki ternyata udah penuh maka kami harus menunggu kapal selanjutnya:cd:

      Akhirnya kapal Ferry kami datang jam 02.00 :matabelo . Tanpa lama kami memasukan mobil kami dan bergegas ke ruang ekonomi class unuk beristirahat:1thumbup .

      Kami mulai beristirahat saat kapal mulai berlayar sekitar jam 03.00:wow . Banyak canda tawa kami di kapal karena walaupun kami lelah tetap kami harus tawa dulu biar tidur nyenyak:ngakak . Kami bangun lagi jam 05.30 ternyata kapal ferry yang kami naiki belum sampai karena dermaga rusak jadi kami harus menunggu dermaga lain kosong:cd: . Untuk membuat dari kami tidak bosen di kapal yang kami ngobrol dan main kartu:wow

      Akhirya kami bisa keluar dari kapal jam 08.00 :mewek . Bergegaslah kami karena kami takut tidak puas snorkling di Pulau Pahawang karena waktu sudah banyak terbuang untuk hal tidak perlu:cd: . Perjalanan kami lanjutkan menuju Dermaga Ketapang dahulu karena semua kapal menuju Pulau Pahawang ada di Dermaga Ketapang . Perjalanan menuju ke Dermaga Ketapang bagus kok gan dan lama perjalanan menuju kesana bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Ini jalan linats Sumatranya gan:matabelo

      Akhirnya kami sampai di Dermaga Ketapang jam 11.00 dan langsung siap-siap karena kapal kami sudah siap:2thumbup . Perjalanan dari Dermaga Ketapang ke Pulau Pahawang Besar ditempuh dalam waktu 1 jam :cool . Setelah sampai di Pahawang Besar kami bergegas ke Rumah Homestay kami dan juga penyewaan kapal juga snorkel:matabelo . Nama Bapak yang menyewakan semua itu adalah pak Arsali:salaman . Biaya yang kami keluarkan untuk peyewaan kapal sebersar 500k per hari, sewa homstay 500k per hari, dan alat snorkel 40k per hari tentu biaya per orang akan lebih murah kalo agan jago nawar (seperti kami) dan juga membawa pasukan yang banyak:lehuga . Nah akhirnya kami tiba di Homstay

      Di homestay kami juga makan untuk mengisi tenaga snorkling yang pasti akan asssssik:1thumbup . Jam 12.30 setelah makan dan sholat zuhur kami langsung naik kapal lagi untuk persiapan snorkling:wow :2thumbup . Keadaan kapal seperti inilah gan

      Lets gooooo:matabelo

      Nah ini saatnya ane perlihatkan Pulau Pahawang itu, So THIS IS PAHAWANG ISLAND:motret :2thumbup :wow :1thumbup :ngacir2

      Selain kami snorkling di 3 spot yang ada fotonya diatas kami juga ke spot darat yaitu Pasir Timbul:matabelo . Namanya pasir timbul karena pasir itu nampak didarat sebagai pijakan diatara laut:1thumbup . Nah ini nih spot pasir timbul:motret

      Sore pun tiba:wow sekitar jam 17.00 kami mengakhiri kegiatan snorkling kami. Stamina kami yang sudah mulai habis karena sudah snorkling seharian tetapi kami puas dengan alam yang ada di Pulau Pahawang:2thumbup :1thumbup .

      Sore pun tiba, setelah kami mandi kami memutuskan pergi ke Dermaga Pahawang Besar untuk melihat matahari terbenam:matabelo . Namun apadaya matari malu ketutup awan yah jadi ini foto saat sore di Dermaga:motret

      Selesai dari Dermaga kami pun kembali ke Homestay untuk makan,santai, dan pastinya tidur karena besok kami akan pulang kembali ke Jakarta:sorry .
      Day 3, 24 Juli 2016
      Di hari ke3 ini kami bangun jam 04.30 untuk bersiap-siap melihat matahari terbit di Dermaga Pahawang Besar:matabelo . Namun lagi-lagi matari ngumpet di balik awan:sorry :cd: . Jadi beginilah foto yang bisa ane ambil pagi hari:motret

      Jam 07.00 kami sudah besiap-siap untuk berangkat dan harus meninggalkan pulau yang indah ini:sorry . Untuk terakhir kali kami foto di Dermaga:motret

      Akhirnya kami kembali naik kapal dan kembali ke Dermaga Ketapang:cool dengan bayar 20k per orang karena perjalanan pulang sudah beda hari gan:wow . Perjalanan kami dilanjutkan lagi dengan menggunakan mobil menuju Pelabuhan Bakauhuni lagi:travel . Namun saat perjalanan pulang kami lapar dan kami memutuskan untuk makan Mie Lampung II di kota Bandar Lampung. Harganya medium gan kemaren ane habis 55k makan mie + bakso + pangsit + tahu daging + es jeruk :lehuga

      Setalah kenyang makan mie kami juga bungkus nasi Padang untuk makan di Kapal:wakaka . Perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Bakauhuni namun ditengah jalan kami menemukan tempat pusat oleh-oleh:toast . Tak lupa kami pun beli oleh-oleh terlebih dahulu
       
    • By alexandra anastasya

      JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Jakarta yang ingin mudik Lebaran ke Lampung kini memiliki jalur alternatif tanpa harus melalui Pelabuhan Merak, Banten. Mulai Rabu (22/6/2016), jalur tol laut Pelabuhan Tanjung Priok ke Pelabuhan Panjang di Lampung siap melayani penumpang untuk mudik Lebaran 2016.

      "Setiap harinya nanti ada tiga jadwal," ujar Hendri saat dihubungiKompas.com, Selasa (21/6/2016). 

      Perjalanan tersebut akan menggunakan tiga kapal feri, yakni Kapal Motor Mutiara Timur I, Kapal Motor Mutiara Sentosa II, dan Kapal Motor Mutiara Sentosa III.

      Menurut Hendri, setiap perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Panjang akan memakan waktu sekitar 8 jam. 

      "Kita target perjalanan 8 jam," kata dia. 

      Adapun harga tiket untuk perjalanan tersebut yakni Rp 55.000 per orang. Hingga saat ini, Hendri menyebut sudah banyak calon penumpang yang menghubunginya untuk memesan tiket. 

      "Dari tadi handphone saya enggak berhenti-berhenti bunyi," ucap Hendri. 

      Perjalanan perdana dilakukan mulai Rabu besok dari Pelabuhan Panjang menuju Pelabuhan Tanjung Priok. 

      Pekan lalu, Kepala Bidang Hubungan Laut Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Yudi Hendra Pasaribu mengatakan, pengadaan angkutan tol laut ini bekerja sama dengan PT Atosim Lampung Pelayaran. 

      Setiap kapal berkapasitas penumpang 600 orang, 110 truk, dan 300 mobil pribadi. Kehadiran tol laut disebut dapat mengurangi beban jalan dan mengurangi penumpukan penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung.
       
       
      Daftar Tarif Tiket Penumpang & Kendaraan Tol Laut Tanjung Priok - Panjang

       
      SUMBER 1
      SUMBER 2
       
       
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Apakah yang kamu ketahui tentang Kerinci? Masih asingkah Kerinci di telingamu?

      Keberadaan Kerinci memang sedikit sekali dikenal oleh masyarakat Indonesia. Keberadaannya yang jauh berada di tengah Pulau Sumatera memang membuat segala informasi seolah-olah tertutup rapat.

      Kerinci terletak di lembah Bukit Barisan. Pada awalnya keberadaan Kerinci memang tertutup namun untungnya kemajuan teknologi dari waktu ke waktu terutama internet mampu membuat Kerinci menjadi tidak begitu terisolir.

      Bagi para pendaki, Kerinci rupanya telah menjadi salah satu destinasi wisata tujuan di Sumatera. Gunung Kerinci memang menjadi salah satu primadona wisata yang indah dengan ditambah pemandangan Danau Gunung Tujuh serta Danau Kaco yang memukau. Lembah Bukit Barisan itu menyimpan berbagai lanskap alam, sejarah dan budaya yang membuat siapapun ingin tahu.

      Nah, apakah kamu penasaran dan ingin segera mengetahui lebih lanjut tentang Kerinci? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam menjelajahi Kerinci, sekepal tanah surge di Provinsi Jambi bagian kedua.

      Bagian pertama dapat kamu lihat di sini.

       
       

       
      Melihat Keindahan Danau Kerinci


       

       
      Danau Kerinci via Gallery Wisata

       

       
      Danau Kerinci adalah salah satu tempat yang pas untukmu yang ingin menikmati suasana matahari terbenam. Danau Kerinci memiliki luas 486 kilometer persegi dengan kedalaman rata-rata danau mencapai 97 meter.

      Danau Kerinci ini adalah danau terbesar di Provinsi Jambi yang terbentuk karena letusan gunung berapi. Danau ini banyak dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, sumber air baku, dan juga sebagai sumber air irigasi untuk sawah yang berada di sekitarnya.

      Nah, Danau Kerinci ini juga dijadikan sebagai salah satu wisata andalan di Kabupaten Kerinci. Sambil menunggu waktu petang, kamu bisa memutuskan untuk pergi mengelilingi Danau Kerinci di bagian barat.

      Nah, dari jalan raya akan terlihat sebuah bukit yang menjorok ke bagian tengah danau. Bukit tersebut ditumbuhi berbagai tanaman yang seringkali digunakan oleh masyarakat sebagai tempat untuk berladang. Bagian bukit ini terletak di Desa Koto Petai yang juga mengelilingi bukit ini.

      Pada bagian kiri jalan, kamu akan dapat melihat beberapa kerbau sedang mandi di aliran sungai yang semakin menyempit. Pemandangan ini menjadi sebuah pemandangan mahal dan berbeda daripada pemandangan kota-kota besar yang biasanya penuh sesak dan tidak lagi alami.

      Di Danau Kerinci, kamu dapat melihat beberapa rumah kayu yang biasanya digunakan untuk tempat budidaya dan menangkap ikan. Budidaya ikan yang dimanfaatkan adalah berupa karamba jaring apung.

      Sekitar tahun 1997, Danau Kerinci ini ditutupi oleh tanaman eceng gondok namun sekarang tidak lagi demikian. Saat ini, hanya terdapat beberapa rumput liar saja di sekitar perairan ini.

      Ketika kembali lagi ke Danau Kerinci, kamu akan dapat menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang sangat indah. Ya, Danau Kerinci ini memang menjadi salah satu destinasi wisata untuk melihat matahari terbenam yang sangat indah.

       

       
      Menjajal Gunung Kerinci

       

       


      Gunung Kerinci via Primaradio

       

       
      Bagi kamu yang memiliki hobi untuk mendaki gunung, maka Kerinci sudah menjadi salah satu tujuan wisata yang tepat untukmu. Kerinci memiliki Gunung Kerinci yang merupakan gunung tertinggi di Sumatera.

      Gunung Kerinci adalah gunung api tertinggi di Indonesia. Bagian dari pegunungan bukit barisan ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Gunung ini memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut.

      Gunung Kerinci ini berbentuk kerucut dengan lebar 13 kilometer dan panjang 25 kilometer memanjang dari bagian utara menuju ke selatan. Kawahnya terdapat pada bagian puncak sedalam 600 meter.

      Ketika memasuki bagian Gunung Kerinci ini, kamu akan menemukan sebuah tugu macan. Ya, Tugu Macan tersebut berfungsi juga sebagai gerbang awal dari Gunung Kerinci ini.

      Perjalanan sebenarnya baru akan dimulai ketika kamu mulai menapaki jalur datar sampai di Pos 1. Di tempat ini, kamu akan melihat hutan lebat dengan dahan yang masih basah karena hujan.

      Area ini juga dikenal oleh banyak orang sebagai jalur perlintasan harimau. Beberapa jenis binatang lain yang terdapat di area ini adalah tapir, kus-kus, gajah, siamang, monyet ekor panjang, gibbon dan berbagai jenis burung.

      Sementara itu, dari pos 1 menuju pos 2 dan 3, kamu akan menemukan banyak sekali tumbuhan dataran rendah seperti Mahoni dan tanaman lain seperti pohon cemara dan suweg raksasa.

      Ketika mendaki gunung ini, pada pagi hari kamu akan dapat melihat pemandangan Danau Gunung Tujuh yang dikelilingi oleh tujuh gunung yang memantulkan semburat keemasan.

      Selain itu, kamu juga akan dapat melihat hamparan kebun the dan rumah-rumah warga yang terlihat sangat kecil di bawah sana. Ketika mendaki gunung ini, kamu akan dapat melihat lereng bebatuan dan pasir. Perjalanan dalam mendaki Gunung Kerinci ini memang membutuhkan semangat yang tinggi.

      Puncak Kerinci terdiri dari sedikit lapangan datar yang sangat sempit. Pada bagian sebelahnya, akan langsung berhadapan dengan kawah. Sementara itu, sisi lainnya adalah jurang.

      Jika bagi sebagian orang, mendaki gunung dan mencapai puncaknya adalah sebuah aktivitas tanpa makna dan melelahkan. Namun, bagi kamu yang menyukai hobi mendaki gunung, tentu saja ini adalah momen yang tepat untuk melihat lebih dekat alam yang merupakan kuasa Tuhan.

       

       
      Melihat Lebih Dekat Bukit Khayangan

       

      Bukit Khayangan Kerinci via Ngadem

       

       
      Menjelajahi Kerinci, belum lengkap rasanya jika kamu belum mencoba untuk menjajaki Bukit Khayangan ini. Bukit Khayangan sendiri adalah salah satu objek wisata favorit di Kerinci. Bukit Khayangan ini terletak di Desa Bina Karya, Kota Sungai Penuh.

      Bukit ini merupakan rangkaian dari bukit barisan. Bukit ini mengelilingi alam Kerinci dan menjadi tempat yang sangat pas untuk menikmati keindahan Kerinci pada pagi maupun sore hari.

      Bukit ini memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 1500 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai Bukit Khayangan ini sangat dianjurkan untuk berpergian menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor.

      Kamu bisa juga mempertimbangkan untuk menyewa mobil atau motor sesuai dengan kebutuhanmu di Kota Sungai Penuh. Hal ini karena transportasi umum tidak terlalu berkembang di daerah sini.

      Pilihan terakhir adalah menggunakan ojek. Namun, jika menggunakan ojek, kamu akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi.

      Meskipun demikian, akses untuk mencapai Bukit Khayangan ini sudah tergolong sangat baik. Ketika berada dalam perjalanan untuk menyambangi bukit ini, kamu akan dapat melihat pemandangan berupa bukit berlapis-lapis yang menjadi area ladang masyarakat sekitar.

      Pemandangan yang dapat kamu lihat adalah panorama khas pegunungan yang dihiasi dengan pucuk hijau kemerahan di pohon kayu manis. Dari kejauhan, kamu akan dapat melihat hamparan sawah hijau serta Danau Kerinci yang berada di tengah-tengah perbukitan.

      Biaya yang akan kamu keluarkan untuk memasuki kawasan Bukit Khayangan ini adalah sekitar 3000 per orang. Sementara itu, biaya untuk kendaraan motor adalah 4000 dan mobil adalah 5000.

      Sesuai dengan namanya yaitu Bukit Khayangan, perjalanan dalam mencapai destinasi wisata ini juga terasa seperti menggapai langit. Makin lama akan semakin terasa tinggi dan kamu juga dapat melihat awan-awan kecil mulai berarak pelan.

      Siluet berwarna jingga akan membuat sore harimu semakin terasa sempurna. Nah, ketika malam hari tiba, kamu juga akan dapat menyaksikan taburan bintang di langit yang membuat siapapun akan merasa bahagia melihatnya.

      Jika menyambangi tempat ini, jangan lupa memastikan diri untuk membawa jaket karena pada waktu sore menjelang malam hari, kamu akan merasakan hawa dingin dan sejuk di sini. Dengan demikian, kamu pun dapat menyaksikan matahari terbenam di bukit ini.

       

       
      Menyambangi Air Terjun Telun Berasap


      Air Terjun Telun Berasap via Destra Amni

       

       
      Selanjutnya, inilah dia salah satu destinasi wisata menarik di Kerinci yang tentu saja dapat kamu sambangi. Destinasi wisata ini adalah Air Terjun Telun Berasap.

      Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 50 meter. Air terjun ini terletak di kawasan Desa Telun Berasap, Kecamatan Gunung Tujuh. Kecamatan ini juga merupakan kecamatan paling utara yang terletak di Kabupaten Kerinci dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

      Air terjun ini merupakan salah satu objek wisata andalan Kerinci dan mampu membuat wisatawan lokal maupun asing berniat untuk menyambanginya.

      Air terjun ini bersumber dari hulu Gunung Tujuh dan mengalir dari Danau Gunung Tujuh yang juga merupakan danau kaldera yang sangat tinggi.

      Jika ingin memasuki kawasan air terjun ini, kamu harus mengeluarkan budget sekitar 3000 untuk tiket masuk. Di sini, hanya terdapat dua orang bapak penjaga yang menjaga kawasan air terjun.

      Ketika memasuki air terjun, kamu dapat melihat keriuhan air yang mengalir terhempas bebatuan sepanjang aliran menuju air terjun. Di sekitarnya terdapat pepohonan yang tumbuh dengan lebat sehingga menambah asri suasana.

      Proses penamaan Telun Berasap berasal dari penamaan yang diberikan oleh masyarakat sekitar. Hal ini karena keunikan proses jatuhnya air ke batuan yang seringkali menciptakan kabut air seperti asap putih. Kabut tersebut tercipta karena derasnya air yang menguap.

      Keunikan lain adalah terdapat sebuah goa yang terletak di balik air terjun. Tetapi, karena derasnya air dari air terjun, maka belum ada satu orang pun yang bisa memasuki goa itu.

      Untuk bisa sampai ke lokasi air terjun ini, kamu harus menuruni anak tangga sejauh 300 meter. Pada bagian kiri dan kanannya, terdapat pohon-pohon yang sepertinya sudah berumur ratusan hingga ribuan tahun. Pohon-pohon ini juga banyak ditutupi oleh lumut dan cendawan.

      Di sepanjang anak tangga ini, kamu dapat melihat pondok-pondok kecil yang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat. Kalau kamu tidak ingin ke bawah, kamu dapat menikmati keindahan air terjun dari ketinggian di tempat ini.

      Debit air terjun ini sangat deras, terhempas ke batuan, tenggelam dan mengalir mengikuti arah sungai yang membawanya bermuara ke Danau Kerinci.

      Bagi kamu yang merasa penat dengan kesibukan sehari-hari, pergi menyambangi air terjun ini tentu terasa sangat menyenangkan. Bahkan, berdiam diri sambil menikmati suara air terjun saja sudah terasa sangat menyejukkan.

      Jika beruntung, kamu juga dapat menyaksikan matahari menghiasi pemandangan ketika menyambangi air terjun ini. Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Kerinci, pastikan kamu menyempatkan diri untuk menyambangi air terjun yang satu ini.

       

       
      Menyambangi Air Panas Semurup


       
      Menyambangi Air Panas Semurup via KSM Tour

       

       
      Kerinci memang terkenal dengan banyaknya kawasan pegunungan, perbukitan bahkan juga suhu udaranya yang sejuk dan dingin. Namun, rupanya Kerinci juga memiliki titik panas yang terjadi akibat adanya aktivitas vulkanik.

      Selain terletak di kawasan kaki Gunung Kerinci yang merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia, sumber-sumber air panas juga bisa kamu temukan di beberapa daerah di Kerinci seperti Kecamatan Air Hangat dan Kecamatan Air Hangat Timur yang merupakan aliran alami dari Gunung Kerinci.

      Salah satu sumper panas tersebut berbentuk seperti kolam dan mengeluarkan aroma belerang. Tempat itu disebut dengan Air Panas Semurup yang terletak di Desa Baru Air Hangat, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci.

      Nah, bagi kamu yang ingin menyambangi destinasi wisata unik lainnya di Kerinci, maka tidak ada salahnya untuk mencoba menyambangi Air Panas Semurup yang satu ini.

      Dari Kota Sungai Penuh, perjalanan menuju Semurup dapat kamu tempuh selama sekitar 15 menit. Tidak begitu sulit untuk menemukan Air Panas Semurup ini. Dari Balai Semurup yang terletak di pinggir jalan raya, kamu akan melihat sebuah gerbang yang bertuliskan objek wisata Air Panas Semurup.

      Air Panas Semurup dulunya merupakan sumber air anas yang dimanfaatkan oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai tempat pemandian. Kola mini memiliki kedalaman kurang lebih lima meter dan air kolam berwarna kebiruan.

      Suhu air panas mencapai 100 derajat celcius dan tentunya mampu membuat kulit menjadi cepat rapuh. Keunikan dari tempat ini adalah seringkali dijadikan sebagai tempat merebus telor dan jagung dengan cara dicelupkan ke dalam air panas tanpa menggunakan kompor.

      Maka, tidak heran kamu akan menemukan banyak penjual telor dan jagung di sekitar tempat ini. Sumber air panas ini tentu dapat menjadi suatu daya tarik yang mengagumkan karena berada di dataran tinggi dengan ketinggian 800 meter di atas permukaan laut.

       

       
      Menyambangi Aroma Pecco


      Aroma Pecco via Flickr

       

       
      Selanjutnya, inilah dia salah satu destinasi wisata di Kerinci yang tentunya sayang untuk kamu lewatkan. Destinasi wisata ini adalah Aroma Pecco.

      Aroma Pecco sendiri adalah sebuah tempat rekreasi alam di kawasan Kayu Aro. Di tengah perkebunan teh Kayu Aro, kamu dapat melihat sebuah taman dengan sebuah kolam. Pada zaman Belanda, kolam yang terdapat di taman ini diduga merupakan tempat penampungan air bagi perkebunan teh.

      Bagi kamu yang berniat untuk menjajal kolam di taman ini, maka kamu dapat mencoba menggunakan sampan yang tersedia di sini. Nah, kamu juga bisa beristirahat sambil membawa makanan di tempat ini.

      Sesampainya di taman wisata ini, kamu akan menemukan dua bapak penjaga yang sedang membersihkan halaman dan juga menjadi penjaga. Biaya masuk ke tempat ini adalah sekitar 3000 yang juga sekaligus digunakan sebagai biaya parkir.

      Di tempat parkir terdapat bangunan mirip seperti atap rumah tradisional Jambi namun berukuran lebih kecil. Biasanya pada waktu Idul Fitri, fasilitas akan banyak ditambah karena tempat ini menjadi semakin ramai.

      Danau di tengah kebun teh ini memang menjadi salah satu oase terutama untuk beristirahat dan cukup memukau mata.

       

       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai menjelajahi Kerinci, sekepal tanah surga di Provinsi Jambi bagian kedua. Ternyata, Kerinci memiliki banyak destinasi wisata yang tentunya menarik untuk disambangi pada kesempatan liburanmu selanjutnya.

      Happy traveling!