Hartono Hasian

Review Asahi Homestay Yang Bersih Dan Pemilik Yang Ramah Di Yogyakarta

10 posts in this topic

Tanggal 28 kemarin saya dan temanku Mr.Hansen ke Yogyakarta, tujuan utama mau ikut waisak di candi sewu, tapi kami percepat beberapa hari supaya bisa jalan jalan, setelah pertimbangkan sana sini, kami putuskan menginap di Asahi home stay,

img_20150529_160928.jpg?w=300&h=300

mejeng dulu jadi bintang iklan :)

 

Homestay ini mudah dicari, dari tugu yang di malioboro , tinggal lurus saja, sampai jalan godean km 7,5 , posisi persis di depan pom bensin km 7,5 , dan di lantai 2, sedangkan lantai 1 digunakan untuk usaha dan tempat tinggal pemilik, ini alamatnya

yulianto.jpg?w=300&h=169

ini kartu namanya

 

kondisi kamar menurut saya cukup bersih, sedangkan untuk harga , kalau 1 bed besar (untuk 2 orang) saat ini Rp.130 ribu, kalau 2 bed besar (untuk 4 orang) harga Rp.220 ribu, untuk orang banyak, ngak masalah, tinggal tambah extra bed , 1 orang di charge cuma Rp.30 ribu

 

asahi-rent-car-jogja-homestay-yulianto_6

ini kamar 1 bed dengan 2 extra bed

 

 

kamar mandi juga cukup bersih, dan tidak bau

dscn0476.jpg?w=300&h=225

ini wc untuk kamar yang 2 bed besar , ada bathtub antik tuh, wkkwkwkw, gede kamar mandinya, bisa buat dansa di kamar mandi:)

 

 

keterangan lain :

pemilik anti maksiat , jadi jangan pikir bawa yang nakal nakal ke kamar tidur, hehehehhe

 

pemilik tidak sewakan ke yang ber KTP/orang Yogyakarta, karena dia memegang prinsip,e ngapain orang yogya nginap ditempat lain, padahal rumah sendiri ada  , walahhhhhh

 

semua kamar ber AC

 

ada ruang tamu dengan sofa

 

ada tempat buat masak air dan bikin teh

 

lokasi agak jauh dari malioboro, perkiraan kalau naik motor sekitar 15 menit, jarak 7,5 km dari tugu

 

kalau anda mau ke kali biru/kulon progo atau suroloyo, dari sini lebih dekat dari pada dari pusat kota

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By min0ru
      Khaosan World Asakusa di Tokyo merupakan salah satu hostel yang saya singgahin pada perjalanan ke Jepang Maret 2017 lalu. Hanya ada sedikit review yang bisa saya tuliskan kali ini.

      Terletak sangat strategis dipusat kota Tokyo (Asakusa), disekitaran hostel ini banyak sekali mini-market, tempat makan dan pusat perbelanjaan (khusus untuk teman-teman yang suka beli oleh-oleh untuk keluarga dirumah). Dekat pula dengan stasiun metro atau pun JR.
      Berikut ini beberapa lokasi yang terdekat dari Khaosan World Asakusa Hostel ini:
      Dari segi kamar tidur (dormitory) tidak berbeda jauh secara umum. Kebersihan kamarnya sangat terjaga. Kamar mandinya pun bersih.


      Cuma sayangnya kamar dorm sebelah kita banyak orang Indonesia yang agak norak, mereka ngobrol didepan kamar dengan hebohnya padahal sudah jam 10 PM ke atas. Selain dari hal itu, semua terasa nyaman saja. Oh iya di weekend malam suka ada live music jazz kalau tidak salah, lalu dipantry mereka juga ada food & beverages vending machine yang cukup lengkap jika tengah malam lapar atau ingin minum yang hangat-hangat tidak perlu keluar dari hostel. Sempat beli Hot Chocolate dengan harga ¥100 (kalau tidak salah).
      That’s it! Hope this help buat yang lagi milih penginapan di Tokyo.
      Cheers!
      colek @deffa @twindry
    • By andiana
      Nginep di hotel di kota sendiri berasa aneh buat saya. Karena diminta menemani teman yang datang dari Jakarta, jadilah sekalian bikin blog post untuk salah satu hotel murah meriah berbintang tiga di Jalan Riau ini.
      Tebu Hotel (JANGAN TERTUKAR DENGAN GRAND TEBU HOTEL YA! ) nyempil banget lokasinya. Persis di sebelah de Pavilion dan Serela. Jadi, kalau dari arah Laswi, kamu bakalan ketemu dulu sama GRAND TEBU HOTEL sebelum akhirnya ke TEBU HOTEL. 
      Persis di seberang Jalan Cimanuk, setelah Jalan Lombok (yang ada KFC di pojokan jalan itu lho) kalau naik mobil, jangan ngebut yak. Pas lihat de Pavilion, pelan-pelan deh, karena setelah itu kamu bakalan nemu TEBU HOTEL yang nyempil itu.
      Udah ya, gak akan nyasar kan?  
      Baca ulasan santai saya di sini dan boleh komentar buat kamu yang pernah nginep di sana.
      Ke Hummingbird tinggal jalan kaki ke Jalan Progo (kagok lho kalo pake mobil atau motor. sekalian olahraga lah). Ke Giggle Box juga jalan kaki. Ke Masjid IStiqomah juga jalan kaki. 
      Gak jauh dari Pasar Cisangkuy. Kuy!
      Nyari Markobar Martabak? Jalan kaki aja, sekalian nongki di Bober Cafe yang suka jadi tempat gaul 24 jam. Asik deh kalo ke sana. 
       
    • By Dewi Calico
      THE SUMMIT HOTEL, BANDUNG.
      Yaapp finally aku merasakan sebuah hotel yang sangat nyaman tapi bukan bintang 5.
      Dan aku bisa kesini juga tanpa rencana.
      Karena ada something wrong di Hotel sebelum ini yang aku tempati.
      Setelah berpikir dimana aku akan tinggal, maka dipilih The Summit Hotel.
      Awalnya aku pasrah saja dan tidak ber ekspektasi tinggi tentang hotel ini karena takut kecewa ciieeee hahaha.
      Aku datang langsung ke hotel dan memilih kamar serta melakukan pembayaran, jadi tidak booking Online.
      Maybe terkesan sangat mahal dibanding harga Traveloka.
      I don't know, dan males mikir saja yang penting bayar dan dapat kamar.
      Aku membayar 500.000 IDR.
      Sebelum fix memesan kamar, aku meminta untuk melihat lihat kamar.
      Jadi jika aku cocok dan merasa nyaman maka aku akan say Yes stay di The Summit.
      Yap finally aku memilih salah satu kamar dengan Bed besar.
      Aku memang paling suka tidur di Bed besar sendirian karena yaa sangat membahagiakan aku haha.
      Di hotel ini nyaman banget dan aku suka.
      Bangunannya tidak seperti Hotel yang bertingkat banyak.
      Maybe hanya 2 lantai.
      Tapi fasilitas ada ruangan khusus untuk makan, meeting room, mushola..yap ada mushola yang khusus dan itu bersih banget.
      Untuk kamar yang aku pesan lumayan keren lah dengan Bed besar, TV, View menghadap taman, AC, kamar mandi lenglap ada Sabun Shampo Odol Sikat karena kadang hotel lain tidak lengkap dan yang paling penting adalah Hair dryer karena rambutku panjang jadi butuh itu setelah keramas.
      Kamar wangi banget, jangankan kamar yaa bahkan lorong menuju kamar juga wangi dan bersih.
      Untuk makanan saat breakfast, well lumayan banyak pilihannya dan aku sangat bahagia saat breakfast.
      Im so happy stay di The Summit Hotel Bandung ini.
      Lokasi strategis dekat dengan Riau Junction, Bandung Indah Plaza, dll.
      Happy Traveling,
      Salam Dewi Calico.
      IG: kimsoojin31




















    • By Hildree Takizawa
      Kalo kita pergi ke suatu tempat pasti yang di cari adalah penginapan,apalagi kalo tempat yang kita tuju itu gak ada yang kita kenal atau pun sodara yang tinggal di sana.
       
      saya akan memberi kan info penginapan khususnya kalo kalian jalan-jalan di kuningan dan sekitar nya;
       
      Terkadang kita sebagai pelancong pun ragu untuk datang ke tempat wisata yg di tuju apakah mempunyai akses dan akomodasi yang memadai di kawasan terebut. maka nya kadang kita berpikir panjang untuk memilih penginapan mana yang cocok dan biasanya dilihat dari lokasi nya yang mudah di jangkau dan tentu nya jarak dengan lokasi wisata yang akan di kunjungi.
       
      Tapi, hal tersebut tak perlu menjadi pertimbangan Anda bila datang ke Kuningan, Jawa Barat. Sebab, di sini penginapan bagai terpusat di sebuah kawasan, Cilimus.
      Dinas pariwisata kuningan sengaja membuat penginapan terpusat di cilimus, karena Cilimus ini memang dekat dengan banyak objek wisata di Kuningan ini.
      Dan tentu saja akan memudahkan wisatawan yang datang ke Kuningan. Dengan memilih penginapan di sekitar cilimus itu tidak akan membuat kita berpindah-pindah lokasi untuk melihat-lihat penginapan mana yang cocok.
      Kalian Cukup dengan berjalan di sepanjang kawasan Cilimus  pasti akan menemukan penginapan mana yang cocok,untuk di pilih ..hehehe sesuai budget juga .
      Kawasan Pusat penginapan di Cilimus ditandai dengan gerbang masuk kawasan Sangkanhurip, dari depan saja sudah terlihat dua sampai tiga hotel. Semakin masuk ke dalam, pilihan penginapan menjadi semakin banyak. Kalau dijumlahkan mungkin mencapai 20 penginapan.
      “Biasanya disesuaikan saja dengan budget, tetapi kalau mau penginapan dengan kelas berbintang saat ini baru ada tiga hotel saja,. yaitu : Tirta Sanita, Hotel Ayong dan Hotel Prima.


      Dari penginapan tersebut, Gunung Ciremai akan akan menjadi pemandangan menyenangkan setiap harinya.
      Saat ini kawasan Cilimus memang dikenal dengan pusatnya penginapan di Kuningan. Dari kawasan tersebut, banyak obyek wisata yang mudah dijangkau, diantaranya Taman Nasional Gunung Ciremai, Desa Wisata Cibulan, dan juga Objek Wisata Sejarah Gedung Linggarjati. 


    • By andiana
      Pertama kali ke Solo / Surakarta. Berbekal satu keuntungan : ada teman tinggal di Solo. Jadi, lumayan rada pede. Meski begitu, waswas takut nyasar tetap ada, ternyata! 
      Aku ke Solo tanggal 1 September, menginap semalam di Red Planet Hotel. Silakan mampir ke review hotel  yah!
      Berhubung saat pertama ke Solo karena ada acara di Taman Balekambang, jadi memang kurang banyak mengeksplorasi Kota Serabi Notosuman itu. Bahkan gak sempat ke Pasar Klewer. Oke, ini kode untuk kembali ke sana, yes?
      Ada yang pernah menginap di Red Planet Hotel? Boleh dong share pengalaman juga. Siapa tau ada tips trik khusus lainnya yang aku gak tau. 
       
      Thank you!
    • By Dewi Calico
      RIVER STONE COTTAGE & HOTEL.
      안녕하세요,
      Hai hai traveler Cute mau berbagi cerita tentang sebuah Cottage & Hotel di Kota Batu - Jawa Timur.
      Ah Finally setelah lebaran berakhir bisa jalan-jalan keren lagi hahaha.
      Tujuan saya kali ini adalah Kota Batu & Kota Malang.
      2 Kota ini sangat keren karena banyak tourism place.
      Tapi sayangnya akses dari Kabupaten Ngawi cukup sulit untuk memakai kendaraan umum.
      Well ada Bus atau pun mobil travel tapi jika dibandingkan dengan ke Yogya, jauh lebih mudah ke Yogya.
      Tujuan pertama saya adalah kota Batu.
      Berangkat dari Ngawi jam 12 siang dengan menggunakan mobil, sampai di kota Batu sekitar jam 6.30pm.
      Lelah & stress karena perjalanan yang sangat lama hampir 7jam, normal nya 4-5jam.
      Saya langsung menuju Riverstone Cottage & Hotel.
      Disini ada 2 pilihan,
      Bisa memilih Hotel atau Cottage.
      Hotel kamarnya berjajar dalam 1 gedung.
      Dan sangat banyak kamarnya.
      Sementara cottages lebih semacam suasana rumah yang sangat nyaman dan asri dengan hiasan bunga bunga.
      Dan mobil bisa di parkir di samping cottage yang ditempati.
      Tampak dari luar seperti rumah di perumahan hahaha karena kecil kecil.
      Ada teras, di teras tersebut ada meja dan kursi untuk bersantai.
      Di dalamnya sama seperti hotel isinya.
      Bed, TV, kamar mandi shower, AC.
      Suasana cukup tenang dan nyaman karena posisi cottage tidak langsung berhadapan dengan jalan raya.
      Untuk makanan,
      Saya sempat pesan menu makan malam.
      Saya memesan Sup Jagung seharga 15.000 Rupiah.
      Untuk breakfast menu,
      Ada banyak pilihan makanan.
      Bubur Ayam, Nasi Goreng, Nasi Putih, Ayam, Perkedel, Tumis Brokoli, Roti, Jus, Buah, Kopi, Teh, dll.
      Saya hanya makan Tumis Brokoli, Perkedel, Buah, Jus Jeruk, Teh hangat.
      Tempat ini cocok untuk yang ingin menginap dengan suasana asri dan serasa di rumah.
      Rate sekitar 500 K...
      Riverstone Hotel & Cottage 
      Jl. K. H. Agus Salim 97 Batu (0341) - 524 414 
      Happy Traveling,
      Salam Dewi calico
       











    • By Luxia
      Sudah lama pingin share pengalaman menginap di Hotel Kapok, Beijing, baru kali ini kesampaian. hehehe... 
      KAPOK... kalau di-Bahasa Indonesia-kan artinya Jera... seperti komen Deffa, "moga2 betah yach menginap disana, semoga tidak sesuai sama namanya, bikin kapok".
      Tapi kalo menurut aku KAPOK yang dimaksud di sini, bukan itu. Tadinya aku juga bingung koq milih nama jelek amat ya... Pas sudah sampai disana baru ngeh... Kapok yg dimaksud disini adalah Kapuk, kalo didaerah asalku (Sumatera) artinya kapas yang sifatnya lebih padat dan biasanya digunakan untuk mengisi kasur dan bantal, biasanya orang-orang tua senang menggunakannya karena lebih padat, jadi untuk tidur lebih nyaman katanya.
      Hotel Kapok (木棉花酒店 = mu mianhua jiudian) artinya hotel kapuk yang mungkin lebih ingin menggambarkan hotel yang nyaman untuk tidur. Aku mencoba hotel ini pada Maret 2016 yang lalu bersama keluarga. Bisa ketemu hotel ini idenya dapat dari forum jalan2.com ini juga, dari postingan @baihaki1985 (thank you ya). Penasaran dengan lokasi dan namanya, akhirnya dibooking deh. 

      *Sumber : Google
      Bentuk bangunannya kalau siang hari tidak ada yang spesial, malah terkesan sedikit unik ke arah aneh. Bangunan yang serba kaca ini terlindungi oleh rangka-rangka besi yang kokoh. Mungkin untuk antisipasi jika terjadi huru-hara... Letaknya di pinggir jalan persis berderetan dengan pintu masuknya "Forbidden City", cukup dengan berjalan kaki 5 menit saja, dari hotel juga sudah kelihatan gerbangnya. 10 menit jalan kaki ke East Tiananmen Subway dan gerbang Tiananmen Square, 15 menit jalan kaki ke National Centre for the Performing Arts (NCPA). Dekat dengan "wangfujing street" yang merupakan banyak menjual oleh-oleh seperti souvenir, makanan, snacks khas Beijing. Kalau dari Bandara "Beijing Capital International " bisa charter taksi. Waktu kami kesana karena bawa orang tua dan kursi roda, jadi pesan taksinya yang seukuran Innova jadi kena biayanya RMB 280.
       

      *Sumber : Google
      Kami waktu itu booking "Fashion Room" (tipe kamar standard di hotel Kapok ini), yang menarik dari hotel ini bukan hanya lokasinya ternyata, tapi juga pelayanannya... Ketika kami tiba di hotel ini jam tangan baru menunjukkan waktu 09.30 waktu setempat, yang tentunya, sesuai dengan peraturan dari kebanyakan hotel dimanapun seharusnya kami tidak bisa check-in, waktu check-in adalah pukul 2 siang, kecuali hotel dalam keadaan sepi pengunjung, mungkin bisa request "early check-in". Pada waktu itu hotel Kapok sedang ramai pengunjung karena ternyata tidak hanya tamu dari Asia saja peminatnya tetapi juga beberapa tamu dari manca negara juga menginap di Hotel Kapok ini. Rupanya termasuk salah satu hotel yang cukup favorit di area Wangfujing. Front Desk hotel ini ramah dan baik sekali, saya lupa namanya siapa, beliau menjelaskan bahwa hotel dalam keadaan penuh dan kami datangnya kepagian, sehingga kamar untuk kami belum tersedia, tetapi ada 1 kamar yang baru check-out, apakah kami bersedia menunggu 20-25 menit karena kamar tersebut baru saja dikembalikan oleh tamu dan belum selesai dibersihkan. Kamar tersebut tipenya lebih tinggi, jadi kita diberikan Free Upgrade, yang akan diberikan kepada kami sebagai gantinya mengingat memang kami sudah me-request early check-in jauh-jauh hari sebelumnya. Kami pun setuju untuk menunggu, kami dipersilahkan untuk menunggu disebuah ruang kecil yang cukup manis designnya (tapi gak semanis gula lah ya). Sembari menunggu kami disuguhi air hangat karena memang udara di luar hotel sangat dingin (+/- 5 derajat celcius) dan berangin.

      *Sumber : Google
      Setelah menunggu kurang lebih 35 menit di ruang tunggu kami pun di antar langsung oleh front desk tersebut ke kamar. Setibanya di kamar, Ternyata yang disebut upgrade itu hanya akal-akalannya front desk saja yah... tetap kami dapat nya kamar yang kami pesan yaitu "Fashion Room". Tapi so far, kamarnya bagus, bersih, nyaman, terus hotelnya juga tidak berisik. desainnya juga cukup unik dan menarik. Sesuai dengan namanya, kamar ini di-design sedemikian rupa sehingga terkesan modern. Tipe-tipe kamarnya memang tidak biasa, mereka menciptakan nama-nama yang cukup menarik untuk tipe kamar seperti "Fashion Room", "Courtyard Room", "Fashion Suite Room" dan "Kapok Suite Room". Yang lebih menarik lagi kamar mandinya terdiri dari kaca-kaca bening dan transparant yang hanya bisa ditutupi dengan tirai kain saja tanpa ada kunci dipintu kacanya. 

      Kebetulan kamar kami ini letaknya pas di tengah gedung, dekat dengan lift tamu dan void bangunan yang juga dibatasi dengan kaca bening transparan sehingga kita bisa melihat aktifitas yang ada di garden lantai Lobby hotel. 

      Dari koridor kamar kita bisa say hello dengan tetangga sebelah kanan dan bawah kamar karena penyekatnya terdiri dari kaca-kaca bening dan transparan. Tetapi bisa juga kalau kita tidak mau keliatan oleh tetangga kamar, kita tutupi dengan tirai yang telah disediakan.

      Untuk fasilitas kamar, ada mini bar yang tentunya tidak gratis ya selain teh, kopi, gula & creamer yang standard. kulkas, tivi, perlengkapan mandi, dll. Ada 2 jenis sandal yang tersedia di dalam kamar, yaitu 2 pasang di kamar mandi (terbuat dari anyaman bambu ringan tetapi jangan dibawa pulang ya karena mesti bayar), 2 pasang di kamar tidur (gratis).

      Kali ini kami tidak mengambil paket kamar + breakfast karena memang ingin mencoba sarapan di sekitar hotel yang menurut referensi yang dibaca banyak sekali yg menjual makanan baik snack-snack maupun resto-resto. Jadi aku tidak bisa review rasa makanan di hotel ini ya. Yang pasti jangan khawatir, disamping hotel, sekitar 4-5 ruko dari hotel sudah ada minimarket yang buka 24 jam yang tidak hanya menyediakan barang2 dan makanan biasanya tetapi juga ada bakpao, yogurt, dll, dan harganya pun tidak mahal. Standard Seven-Eleven lah ya.
      Berikut tampilan "Fashion Room" hotel Kapok di Beijing ini.

      *Koridor dalam Kamar 

      *Bisa mengintip ke koridor kamar sebelah dan bawah dari dalam kamar
                                              

      Semoga bermanfaat...!!