Asa Citra

Ketemu Binatang Buas Di Alam Bebas? Tak Perlu Panik Kalau Kamu Tahu Cara-Cara Berikut Ini

25 posts in this topic

Saat menjelajah alam, kita memiliki kesempatan untuk dapat bertemu dengan banyak jenis makhluk hidup, seperti berbagai jenis pepohonan dan binatang.Tanaman yang kita temui di alam dapat membuat kita bahagia dengan kerindangan dan kesejukan yang terpancar. Udara segar pun dapat kita hirup dengan nikmat dan bebasnya. Sementara, binatang juga sangat menarik untuk dilihat.Jika selama ini kita hanya bisa melihat mereka melalui gambar dan video, dengan menjelajah alam kita berkesempatan untuk memperhatikan tingkah polah mereka secara langsung.

 

Akan tetapi di balik itu semua, ada ancaman serius yang bisa menghadap kita saat kita sedang asyik menjelajah alam. Ancaman tersebut datang dari binatang buas. Entah itu hutan, rawa, gunung, atau belantara alam apapun, pasti ada spesies binatang yang menempati level tinggi dalam rantai makanan. Dan jika kita sampai bertemu dengan salah satu hewan ini, nyawa kita bisa saja terancam.

post-31737-0-65878800-1434044771_thumb.j

Banyaknya Binatang Buas di Alam Bebas

(Sumber: Flickr. Credit: finepixxler)

 

Walaupun terdengar mengerikan, kemungkinan untuk kita selamat masih ada.Bahkan jika kita tahu caranya dengan benar, kita dapat dengan mudah menyelamatkan diri dari serangan binatang buas tersebut. Berikut di bawah ini disebutkan beberapa jenis binatang buas yang paling sering mengancam nyawa manusia saat sedang menjelajah alam:

 

 

1. Ular

 

Ular adalah binatang yang paling umum terdapat di alam.Ular sendiri ada berbagai jenis, mulai dari yang kecil sampai yang besar, dari yang tidak berbisa sampai berbisa mematikan.Hal pertama yang perlu kita ketahui tentang ular adalah bahwa sebagian besar ular tidaklah berbisa.Ular yang berbisa umumnya adalah ular yang ukuran tubuhnya kecil dan memiliki warna yang mencolok. Sebaliknya, ular yang tubuhnya besar umumnya tidak berbisa. Namun, ular besar ini justru lebih membahayakan karena mereka menyerang mangsanya dengan cara melilit tubuhnya sampai mangsanya mati kehabisan nafas.

post-31737-0-06472500-1434044749_thumb.j

Ular Coral yang Berbisa

(Sumber: Flickr. Credit: Pierson Hill)

 

Apapun jenis ularnya, hal pertama yang kamu lakukan jika bertemu dengan ular adalah menjauh secara perlahan.Jangan bergerak terlalu cepat dan jangan bernapas seperti orang panik. Ini akan membuat mereka waspada dan justru memancing mereka untuk menyerangmu. Jika ular tersebut tampak mengikutimu, cobalah untuk menjejakkan kakimu agar terjadi getaran pada tanah.Cara ini seharusnya cukup efektif untuk mengusir mereka.

 

Jangan coba-coba berusaha menangkap apalagi membunuh ular tersebut.Menyerang ular tersebut justru dapat membuatmu tergigit.Faktanya, 80% kasus serangan ular terjadi saat orang berusaha menyerang ular tersebut.Sebenarnya, tidak semua ular tertarik untuk menyerangmu walaupun mereka menyadari keberadaanmu.Untuk itu, sebaiknya kamu juga tidak menyerangnya dan menjauhlah dengan tenang.

post-31737-0-16442000-1434044821_thumb.j

Berusaha Menangkap Ular Justru Akan Membuatnya Semakin Agresif

(Sumber: Flickr. Credit: Hadley Couli)

 

Di film-film banyak diceritakan bagaimana seseorang menyedot darah dari tubuh orang yang baru saja tergigit ulang. Perlu kamu ketahui, bahwa cara itu sama sekali tidak benar. Membasuhnya dengan alkohol atau es juga merupakan cara penanganan yang salah.

 

Jika kamu digigit ular, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah meminta bantuan dari petugas medis.Sembari menunggu bantuan datang, segera basuh lukamu dengan air dan sabun.Lepaskan perhiasan yang terpasang di sekitar luka, seperti cincin atau jam tangan.Posisikan lukamu serendah mungkin dan posisi jantungmu setinggi mungkin agar darah tidak dapat menyebarkan bisanya dengan cepat.Setelah itu, minum air putih sebanyak mungkin.

 

 

2. Serigala

 

Serigala memang termasuk hewan yang dapat membahayakan, apalagi jika hewan tersebut muncul dengan kawanannya. Giginya yang tajam dan sifatnya yang agresif ketika menyerang dapat bukan saja dapat membunuh kita, namun tubuh kita akan terkoyak-koyak sedemikian parahnya sebelum akhirnya berakhir menjadi santapan yang lezat bagi mereka. Jika dibayangkan, hal ini memang terdengar sangat mengerikan.

 

Akan tetapi, menghindar dari serangan serigala tidaklah sesulit yang kamu bayangkan.Tips pertama yang bisa kamu coba adalah dengan tetap berkumpul bersama kelompokmu saat menjelajah alam.Serigala memang cenderung bertindak agresif saat menyerang mangsanya. Namun,pada dasarnya mereka cenderungakan berusaha menghindar dari manusia jika manusia tersebut datang bergerombol, apalagi jika jumlah manusianya masih lebih banyak dibandingkan dengan jumlah serigala dalam satu kawanannya. Kawanan manusia yang banyak akan terlihat membahayakan bagi para serigala ini. Maka dari itulah mereka cenderung memilih untuk menghindar. Sebaliknya, jika kamu hanya sendirian dan bertemu dengan sekawanan serigala, kemungkinan besar kamu akan diserang.Inilah sebabnya mengapa sangat disarankan untuk tidak menjelajah alam sendirian, terutama alam yang kondisinya masih terlalu liar.

post-31737-0-70552300-1434044841_thumb.j

Serigala Lebih Suka Hidup Bergerombol

(Sumber: Flickr. Credit: Alan Cottam)

 

Jika bertemu serigala, segeralah menjauh secara perlahan untuk menghindari penyerangan.Dan jika kamu diserang, seranglah kembali serigala tersebut. Jika serigalanya ada sekelompok, seranglah salah satunya dengan cara terus menerus melemparinya dengan batu dan ranting pohon. Sembari menyerang, berteriak dengan kencang dan garang.Teriakan ini bisa menunjukkan kesan bahwa kamu adalah makhluk yang kuat.Ini dapat mengintimidasi mereka dan membuat mereka ragu untuk terus menyerang. Selain itu, teriakanmu juga bisa didengar orang lain sehingga mereka dapat datang menolong.

 

 

3. Beruang

 

Beruang adalah binatang yang imut, lucu, dan menggemaskan apabila muncul dalam bentuk kartun atau boneka. Tetapi jika binatang tersebut muncul secara nyata di alam bebas, maka kesan imut dan lucu akan langsung hilang dan tergantikan dengan kengerian. Badannya yang besar dan berwarna gelap, serta tangannya yang gempal membuat kita ketakutan jika tiba-tiba melihat makhluk ini muncul di hadapan.

 

Tidak jauh berbeda dari binatang buas lainnya, beruang pun sebenarnya juga cenderung akan menghindari manusia jika mereka menyadari keberadaan kita. Oleh sebab itu, saat menjelajah hutan, buatlah suara yang berisik agar mereka menyadari kedatangan kita.Mendengar kita datang, mereka biasanya memutuskan untuk menyingkir dan menghindari konfrontasi.

post-31737-0-62673500-1434044890_thumb.j

Beruang Cenderung Menghindari Manusia yang Berkelompok

(Sumber: Flickr. Credit: lettienfamily)

 

Usahakan untuk tidak sendirian ketika menjelajahi alam dimana terdapat beruang tinggal di dalamnya.Jika sendirian, beruang cenderung tertarik untuk melakukan penyerangan. Sebaliknya, jika kita datang secara berkelompok, kita akan terlihat tangguh dan kuat di mata para beruang. Ini akan membuat mereka berpikir dua kali saat menyerang. Jika ada anak kecil dalam kelompokmu, angkatlah dia dan letakkan di pundakmu. Ini akan membuatnya tampak besar dan dewasa. Jika tidak beruang akan menganggapnya sebagai target serangan yang mudah.

 

Segerombolan anak beruang tentu terlihat lucu dan menarik. Jika menemuinya di alam bebas, tentu kita kan tertarik untuk mendekat dan memperhatikannya lebih seksama. Namun, ini adalah tindakan yang sangat berbahaya.Perlu diketahui, beruang adalah binatang yang sangat protektif terhadap anak-anaknya. Bergerak mendekati anak beruang, apalagi sampai memperhatikannya, akan terlihat seorang kamu akan menyerang mereka. Ini akan membuat para induk beruang tidak akan ragu untuk menyerangmu demi melindungi anak mereka. Jika bertemu dengan anak beruang atau induk beruang yang sedang bersama anaknya, hal yang paling aman untuk dilakukan adalah berjalan menjauh secara perlahan.Jangan mengarahkan matamu pada anak mereka supaya mereka tidak salah paham.

 

Terkadang beruang akan berdiri saat bertemu dengan binatang besar lainnya atau manusia. Posisi ini dilakukannya untuk mengukur apakah binatang atau manusia yang ditemuinya itu merupakan sebuah ancaman atau bukan.Jika hal ini terjadi, tidak perlu panik.Yang perlu kamu lakukan adalah meyakinkannya bahwa kamu bukanlah ancaman.Caranya adalah dengan menjauh secara perlahan.Berjalanlah secara diagonal. Posisi ini akan menyulitkannya untuk mengejarmu. Jangan menatap mata sang beruang karena tindakan ini akan dianggap seperti kamu menantangnya untuk berkelahi.

post-31737-0-63131000-1434044913_thumb.j

Beruang dalam Posisi Berdiri

(Sumber: Flickr. Credit: Zahoor Ahmed)

 

Jika sebelum berangkat melakukan penjelajahan alam kamu sudah tahu bahwa ada beruang yang tinggal dalam obyek yang akan kamu datangi, kamu bisa membawa semprotan lada untuk antisipasi. Semprotan lada adalah salah satu senjata yang sangat praktis namun sangat efektif untuk menyelamatkan diri dari serangan beruang.Caranya, siapkan satu botol spray kecil yang bisa kamu simpan dalam saku.Isilah botol tersebut dengan air yang dicampur lada.Simpan botol tersebut dalam saku celana atau jaket agar kamu bisa menjangkaunya segera kapan saja.Ketika seekor beruang datang menyerangmu, segera ambil semprotan lada tersebut dan semprotkan tepat ke matanya. Beruang tersebut akan kesakitan karena matanya perih. Saat itu, segeralah lari sejauh mungkin darinya agar kamu dapat menyelamatkan diri.

 

Jika tidak ada semprotan lada saat diserang beruang, hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah berbaring meringkuk di tanah. Jangan bergerak sama sekali dan jangan pula bersuara. Posisi ini akan menimbulkan kesan bahwa kamu sudah menyerah. Beruang kemudian akan menganggap kamu bukan lagi sebuah ancaman sehingga dia akan pergi meninggalkanmu. Ketika beruang sudah pergi, jangan terlalu cepat untuk bangun.Tetaplah diam dalam posisi tersebut sampai beberapa waktu. Ketika akan bangun, pastikan beruang tersebut sudah tidak ada lagi di sekitarmu.

post-31737-0-86957700-1434044964_thumb.j

Meringkuk dan Terdiam

(Sumber: Flickr. Credit: Vega)

 

Diam dalam posisi meringkuk bisa saja menyelamatkanmu dari serangan beruang. Namun, jika beruang yang menyerangmu cukup agresif, dia masih akan lanjut menyerangmu bahkan jika kamu sudah menunjukkan sikap menyerah seperti itu. Apabila hal ini terjadi padamu, maka tidak ada cara lain yang bisa kamu lakukan selain balik menyerangnya.

 

 

4. Buaya

 

Buaya adalah binatang buas yang ancamannya paling serius saat kita berpetualang menjelajahi daerah rawa atau gambut. Binatang ini memilik kemampuan kamuflase yang sangat baik sehingga kadang kita tidak akan menyadari keberadaannya di sekitar kita. Mereka juga sering berdiam diri dan tidak bergerak sama sekali sampai waktu yang lama. Ini semakin membuat kita tidak sadar akan keberadaannya. Dan yang paling mengerikan adalah, bahwa sebenarnya buaya ini mampu bergerak dengan sangat cepat.Serangan buaya yang paling sering terjadi adalah karena manusianya tidak sadar bahwa ada buaya di dekatnya. Kemudian, buaya itu bergerak mendadak dengan sangat cepat sehingga sang korban langsung terkejut dan panik. Korban tersebut pun akhirnya tidak sempat menyelamatkan diri.

post-31737-0-11269900-1434045030_thumb.j

Buaya Berkamuflase dengan Baik

(Sumber: Flickr. Credit: Glenda Hall)

 

Saat menjelajah alam liar terutama di daerah rawa, sungai, atau gambut, ingatlah untuk selalu memperhatikan keadaan di sekelilingmu. Pastikan bahwa sejauh mata memandang, tidak ada binatang buas terutama buaya yang sedang berada di sana. Lihatlah dengan seksama karena buaya seringkali tidak mudah untuk langsung tertangkap mata.Jika kamu melihat buaya di kejauhan, segeralah pergi sejauh mungkin. Usahakan untuk tidak membuat suara sama sekali agar buaya tersebut tidak menyadari keberadaanmu.

 

Ketika buaya sudah terlanjur mengetahui keberadaanmu dan bergerak mendekat ke arahmu, segeralah lari menyelamatkan diri. Larilah sekencang kamu bisa karena buaya cenderung akanbergerak dengan sangat cepat. Ketika berlari, usahakan untuk tidak lari secara lurus langsung ke depan. Cobalah lari dengan rute zig zag. Rute ini akan sangat merepotkan bagi buaya untuk mengejarmu. Dengan begini, buaya tersebut akan cenderung bergerak lebih lambat sehingga kamu memiliki lebih banyak kesempatan untuk menyelamatkan diri.

 

Carilah pohon di sekitarmu yang cukup mudah untuk dipanjat. Buaya tidak bisa memanjat pohon sehingga dia tidak akan bisa menganggumu jika kamu berada di atas pohon. Yang jadi masalah adalah bagaimana kamu bisa memanjat dengan cepat agar buaya tersebut tidak sempat melahap kakimu.Ketika sudah berhasil naik ke atas pohon, berpeganganlah yang kuat pada dahan pohon agar kamu tidak jatuh.Teruslah perhatikan buaya tersebut.Jika buaya tersebut sudah mulai menjauh, jangan terburu-buru untuk turun.Diamlah dulu sembari memperhatikan kemana buaya tersebut pergi.Jika buaya tersebut benar-benar sudah jauh menghilang dari pandangan, barulah kamu aman untuk turun.

post-31737-0-51313500-1434045078_thumb.j

Pohon yang Aman

(Sumber: Flickr. Credit: Magda Bognar)

 

Apabila buaya tersebut menyerangmu saat kamu sedang berada di air, cobalah berusaha untuk menjangkau kapalmu. Jika kamu sudah berada di atas kapal, kamu akan lebih mudah untuk membela diri dari serangan buaya tersebut. Jika kapalmu cukup besar, mungkin buaya tersebut bahkan tidak akan bisa menyerangmu sama sekali.

 

Ketika buayanya sudah terlanjur menyerangmu, jangan bersikap pasrah. Ketika buaya sudah menyerang musuhnya, dia tidak akan berhenti walaupun sang musuh sudah menunjukkan sikap menyerah. Ajukan serangan balik kepada si buaya untuk menunjukkan bahwa kamu adalah makhluk yang kuat. Arahkan tendanganmu ke matanya atau bisa juga dengan cara meremas tenggorokannya. Dua titik inilah yang paling ampuh untuk mengalahkan sang buaya. Kedua metode ini kadang cukup ampuh untuk membuat buaya tersebut melepaskanmu.

 

Terkadang buaya suka menggigit musuh atau mangsanya dan kemudian berguling-guling untuk melumpuhkannya.Jika hal ini terjadi padamu, ikutlah beruling searah dengan arah gulingan si buaya agar badanmu tidak terkoyak.Selama berguling ini, cobalah untuk terus berusaha menyerang balik dan melepaskan diri.

 

 

 

Ancaman binatang buas seharusnya tidak dijadikan penghalang bagi kita untuk dapat menikmati indahnya belantara alam liar.Sudah sewajarnya jika setiap kegiatan pasti ada resikonya. Yang penting adalah kita tahu bagaimana cara meminimalkan resiko tersebut. Dalam urusan binatang buas, kita dapat meningkatkan kemungkinan selamat secara signifikan jika kita tahu bagaimana caranya menghindar dan kabur dari mereka. Untuk itu, jika kamu berencana untuk melakukan penjelajahan alam liar baik itu trekking, hiking, caving, atau apapun, sebaiknya pelajari terlebih dahulu beberapa cara menyelamatkan diri jika bertemu dengan binatang buas. Semua ini penting dilakukan agar kita dapat menyelesaikan petualangan kita dengan aman.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Klw bisa sih Acara Hening cipta aja. Hhahahaha

. Biasanya ikut Upacara  Sibayak Mountain. 

:cintaindoTnhun kemaren sibayak mountain uda kayak pasar malam aja. Sampek" dipuncak ada layar tancapnya. Min  @deffa

Share this post


Link to post
Share on other sites

gw pernah ketemu ular cobra dkat sekali di lewi liek , tp untung ngak ngelakuin gerakan yg rugiin ular dan kabur, setlah kejadian itu gw bilng sama yg lewat situ, mereka bilang "mana2,  pake bambu atau batu untuk ditimpuk"!, sue banget, dia milih bawa batu, sontak gw heran, maksudnya ngasih tahu, kenapa gw di kasih tahu, hahaha, thanks infonya 

Edited by teguh widianto

Share this post


Link to post
Share on other sites

ya begitu dah, gw kasih tahu pengelolanya dia cm oh doang, sue, hahahaha, gw kira dari arah gw lewat itu jalan pulang, ternyata salah jalan, alhasil gw lewat situ lagi, bawa kayu aja, lumayan buat getok2 klo dia iseng, ky di timezone, hehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

ya begitu dah, gw kasih tahu pengelolanya dia cm oh doang, sue, hahahaha, gw kira dari arah gw lewat itu jalan pulang, ternyata salah jalan, alhasil gw lewat situ lagi, bawa kayu aja, lumayan buat getok2 klo dia iseng, ky di timezone, hehehe

haha ya ya lumayan lah mudah2an dengan posting disini banyak yang baca :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Oh pengalaman ketemu binatang liar pnah tjd bbrp thn yg lalu , tanpa sengaja hadep2an sm biawak yg super gd , pas d depan muka , entah dr mana dy dtg tau2 nangkring disitu , yg ada d kepala sy cuma kata lari , untungnya kaki ini bisa diajak kerjasama , jd pelan2 jalan mundur , setelah bbrp langkah , lgs ambil langkah seribu , ngibrit secepat mgkn , entah itu tindakan yg benar ato bodoh yg jelas begitulah kejadiannya . Pdhl mnrt org2 biawak adl binatang yg tdk berbahaya , tapi yg sy temui wkt itu adl engkongnya biawak , tdk sebesar buaya cuma ini jenis reptil ukuran jumbo , dan sy rasa itu biawak karena bentuk tubuhnya. . . Erggh reptile :tercengang

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 4/27/2016 at 9:20 PM, devi admaja said:

Oh pengalaman ketemu binatang liar pnah tjd bbrp thn yg lalu , tanpa sengaja hadep2an sm biawak yg super gd , pas d depan muka , entah dr mana dy dtg tau2 nangkring disitu , yg ada d kepala sy cuma kata lari , untungnya kaki ini bisa diajak kerjasama , jd pelan2 jalan mundur , setelah bbrp langkah , lgs ambil langkah seribu , ngibrit secepat mgkn , entah itu tindakan yg benar ato bodoh yg jelas begitulah kejadiannya . Pdhl mnrt org2 biawak adl binatang yg tdk berbahaya , tapi yg sy temui wkt itu adl engkongnya biawak , tdk sebesar buaya cuma ini jenis reptil ukuran jumbo , dan sy rasa itu biawak karena bentuk tubuhnya. . . Erggh reptile :tercengang

wwiih serem juga ya..aku pernah liat biawak ukuran medium dari agak jauh aja udah pucat.. biawak jumbo dalam jarak dekat mungkin aku cuma bisa menangis tanpa suara.. hahaha pasrah banget ya gue..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now